[OS] Love Dust

Love Dust

by

Nitahyunmichoi Storyline

Starring : Yoona Im – Siwon Choi || Genre: Family, Romance, Sad

Length: One Shoot || Rating: PG 15

Cover:LeeYongMi @cafeposterart.wordpress.com

Disclaimer: Cerita murni hasil pemikiran saya, namun ff ini terilhami dari lagu Kyuhyun Super Junior yang berjudul “Love Dust”. Saat mendengarkan lagu itu langsung ide cerita muncul ditambah artinya yang emang dalem banget sedalam cinta Siwon pada Yoona hehhehe. So, coba puter lagu Love Dust sambil baca nih FF, insa Allah feelnya dapat. LOH! Happy Reading!!!

“Walaupun aku mencoba menghapus cinta didalam diri ku

Walaupun aku mencoba untuk membuangnya

Ini tak mudah, karena kau telah tertinggal dihati ku”

 

 

“Choi Yoona”

Wanita itu seketika menghentikan langkah kakinya tak kala suara seorang pria memanggil namanya. Yoona menoleh ke belakang, seorang pemuda mengenakan t-shirt berwarna biru dongker yang dipadu padankan dengan celana jeans berwarna silver serta sebuah tas selempang berwarna hitam yang ia jinjing di tangan kanannya membuat pria itu terlihat sangat tampan meski berpakaian simple.

Yoona menarik kedua sudut bibirnya menyunggingkan sebuah senyum manis di wajahnya.

“Ada apa Oppa?” tanya gadis bernama Choi Yoona itu saat pria tadi sudah sampai di depannya. Pria itu masih mengatur nafasnya sebelum akhirnya bersuara.

“Mau pulang bersama?” tawarnya lalu menampakan senyum di wajah manlynya.

“Apa tidak apa-apa? Bukannya Oppa mau pulang dengan Stella?” tanya Yoona ragu.

“Oh nde, kita tidak jadi pergi bersama. Dia sudah pergi dengan namja asal China itu…” jawab pria itu lalu tersenyum kembali.

“Zhoumi maksud Oppa?”

“Nde, Stella pergi dengan dia…” jawabnya namun diakhiri dengan senyum kaku.

“Arraseo, kalau begitu kajja” ajak Yoona tersenyum. Pria itu secepat kilat menganggukan kepalanya lalu berjalan menyamai langkah Yoona.

oOo

“Ah kenapa harus hujan” desah Yoona mendongakkan kepalanya menatap langit yang gelap.

“Sepertinya akhir-akhir ini sering hujan” ujar pria yang berdiri di samping Yoona.

“Kau benar Oppa” jawab Yoona lalu kembali melihat jalan di ujung sana untuk memastikan jika bus yang sedari tadi ia tunggu akan segera datang.

Pria yang berdiri di sebelahnya itu tersenyum simpul melihat Yoona yang tengah gelisah menunggu kedatangan bus. Maklum saja sudah hampir satu jam mereka berdua berdiri di sini, tapi bus yang biasa mereka tumpangi belum juga datang. Yoona kembali menghela nafas lalu melirik lagi arloji yang melingkar di pergelangan tangan kirinya, ternyata sudah pukul 19:00 PM, hujan pun semakin lebat ditambah udara dingin sepertinya mulai terasa.

“Kau kedinginan” Yoona menoleh saat tubuh rampingnya di sampirkanjaket oleh pria itu.

“Oppa aku tidak apa-apa, kau pakai saja jaketnya” ujar Yoona tiba-tiba terdengar gugup.

Pria itu menggelengkan kepalanya tak lupa senyum indah nan manis kembali tersungging di bibir menawannya. “Kau mulai menggigil kedinginan Deer, aku tidak mau rusaku ini sakit” ujar pria itu mengacak-ngacak poni Yoona gemas.

“Ah nde” ucap Yoona namun kedua pipi tirusnya nampak bersemu merah.

“Kajja, busnya sudah datang”

Yoona menoleh, dan benar saja bus berwarna hijau mulai mendekati mereka. Sebelum mereka naik, terlebih dahulu para penumpang turun membuat Yoona dan si pria tampan itu harus bersabar sebentar menunggu. Sampai akhirnya sudah tidak ada penumpang yang turun lagi, sang kondektur yang nampak basah kuyup mungkin karena kehujanan melambai-lambaikan tangannya memberi tanda agar Yoona dan si pria tampan itu segera naik sebelum pintu bus akan kembali di tutup.

Yoona tersentak kaget saat jemari lentiknya digenggam tangan kekar nan hangat pria itu “Kajja” ajaknya singkat di barengi dengan senyuman khasnya.

Yoona pun mengikuti langkah pria itu menaiki bus, lalu duduk di kursi kosong sebelah kanan.

“Kau tidak apa-apa?” tanya pria itu saat setelah mereka duduk.

“Jaket mu basah”ujar Yoona menatap mata gelap pria itu.

“Tidak apa-apa, yang penting kau tidak basah” jawab pria itu kembali tersenyum.

Yoona hanya tersenyum lalu kembali meluruskan posisi duduknya.

oOo

“Kami pulang…” teriak pria itu saat sudah membuka pintu utama rumah sederhana mereka. Tak ada siapa-siapa, biasanya ada seorang pembantu yang menyambut kedatangan mereka jika pulang kuliah. Namun kali ini jangankan disambut seorang pembantu, keadaan rumah pun tampak sepi.

“Mungkin Ayah dan Ibu ada diruang keluarga…” ujar Yoona seakan bisa menebak isi pikiran pria itu.

“Mungkin…” ujar pria itu mengangkat kedua bahunya lalu kembali berjalan menuju ruang keluarga. Yoona tersenyum simpul, melihat pria ini ternyata belum sama sekali melepaskan genggaman tangannya.

“Ayah, Ibu kami pulang…” ujar pria itu lalu membungkuk memberi salam di ikuti Yoona yang berdiri di sampingnya.

“Kalian berdua sudah pulang, cepat mandilah lalu kita makan malam bersama” ucap Ny Choi tersenyum lembut.

“Baiklah, kajja Yoong…” pria itu lalu berjalan menuju lantai dua dimana kamar mereka berada. Yoona tampak tak nyaman,karena pria ini belum melepaskan genggamannya. Dia menatap sekilas kedua orang tuanya lalu berjalan membuntuti pria itu menaiki tangga.

oOo

Makan malam pun berlangsung penuh kehangatan, seperti inilah gambaran dari keluarga Choi. Kelurga yang sederhana dan selalu penuh cinta meskipun  menu makanan yang mereka santap cukup sederhana, tapi itu rupanya tak menghilangkan suka cita keluarga mungil itu.

“Uhuk..uhuk…”

Tiba-tiba Yoona terdesak, secepat kilat pria yang duduk disampingnya menyambar gelas lalu memberikannya pada Yoona. Yoona sepertinya masih kesulitan untuk bernafas, lantas pria itu segera membantu Yoona untuk minum.

“Kau tidak apa-apa? Berhati-hatilah jika makan” tegur pria itu nampak cemas.

“Maaf, maafkan aku. Sepertinya aku bersemangat sekali makan” jawab Yoona diakhiri dengan cengiran khasnya.

“Dasar Deer shiksin…” gemas pria itu mengaca-ngacak rambut Yoona.

“Oppa, jangan mengacak-ngacak rambut ku” kesal Yoona berpura-pura marah.

“Aishh begitu saja marah kau ini, apa mau lagi eoh? Mau lagi eoh..”

“Oppa hentikan..hentikan…”

Tiba-tiba saja suasana makan malam berubah menjadi penuh tawa akibat ulah Yoona dan si pria tampan itu. Ny Choi tersenyum bahagia melihat kedua anak mereka yang terlihat sangat akrab. Namun justru berbeda dengan Tn Choi. Pria paruh baya itu malah terlihat tak suka melihat kedekatan Yoona dengan sang kakak.

oOo

“Ayah memanggil ku”

Tn Choi menoleh pada sumber suara, ternyata diambang pintu si pria tampan itu sudah berdiri.

“Duduklah Siwon-ah” ujar Tn Choi menyebut nama si pria tampan itu. Siwon mengangguk lalu duduk berhadapan dengan sang Ayah.

“Ada apa Ayah memanggil ku?” tanya Siwon.

“Jadi kau tidak tahu kenapa ayah memanggil mu kemari?” tanya Tn Choi. Siwon menggeleng ragu, dia memang tidak tahu kenapa ayahnya memanggil dirinya.

“Siwon-ah….” Tn Choi menghela nafas sejenak sebelum melanjutkan perkataannya.

“Apa kau menyukai adik mu?” lanjut Tn Choi nada suaranya pelan. Namun dapat dipastikan Siwon masih bisa mendengarnya. Siwon menatap wajah sang ayah, kini dia sudah tahu rupanya hal ini yang akan ayahnya tanyakan.

“Siwon-ah..”

“Aku tidak menyukainya” potong Siwon cepat.

“Tapi aku mencintainya ayah…” lanjut Siwon nada tegas terdengar jelas.

“Choi Siwon…” pekik Tn Choi tertahan.

“Ayah, aku tidak bisa menahan perasaan ku padanya. Aku tidak bisa menganggap dia sebagai adik ku” ucap Siwon kembali memotong perkataan Tn Choi.

“Tapi bagaimana pun juga dia adalah adik mu” ujar Tn Choi yang membuat dada Siwon tertohok sakit akibat perkataannya. Benar, Yoona adalah adiknya. Adik kandungnya. Itu adalah sebuah kenyataan yang harus Siwon akui, meskipun bagi Siwon kenyataan itu sangat pahit.

“Dia memang adik ku, tapi aku mencintainya Ayah” ucap Siwon lalu menunduk.

“Kau dan Yoona tak bisa bersama, kalian saudara kandung. Terimalah kenyataan Choi Siwon..” ujar Tn Choi menasehati.

Siwon melemas, dia pun tertunduk merasa tak sanggup menghadapi semua ini. Sesungguhnya dia sudah yakin jika hal ini akan terjadi, tapi gejolak cinta yang ia rasakan pada sang adik tak dapat ia tahan lagi. Apalagi hubungan mereka selama ini sangat dekat sekali, layaknya seorang kekasih.

oOo

Yoona membuka jendela kamarnya, semerbak udara malam seketika terasa di kulitnya. Hujan kini sudah reda, tinggal menyisakan rintik-rintik kecil yang membasahi daun-daun hijau. Yoona tersenyum merasakan udara malam yang menyegarkan dirinya, meski langit gelap tak berbintang tapi malam ini terasa indah bagi Yoona. Gadis itu kembali bertopang dagu membiarkan angin malam membelai surai hitamnya yang terurai.

Dret…

Yoona segera merogoh saku piyamanya saat merasakan getaran yang berasal dari ponselnya. Sebuah pesan masuk tertera dilayar I-Phonenya. Dengan tidak sabar Yoona segera membuka pesan tersebut.

From: Siwon Oppa :’)

“Langit malam tanpa bintang,

Langit malam tanpa bulan,

Udara malam yang membelai kulit ku terasa dingin,

Namun tiba-tiba berubah hangat saat terbayang wajah mu.

Good night My Deer, Have a nice dream. Mimpikan aku…:) “

 

Pesan tersebut seperti sebuah hipnotis bagi Yoona, seketika saja buncahan kupu-kupu berterbangan dari hatinya. Ribuan kembang api terasa medak-ledak dalam diri gadis itu. Dia seperti baru saja mendapatkan pesan dari seorang kekasih hati yang amat ia cintai. Yoona tersenyum membaca kata demi kata yang di tulis Siwon untuk nya. Kakaknya itu memang selalu mengirimkan pesan sebelum ia tidur, Yoona juga tak tahu apa maksudnya dan tak pernah ingin menanyakan apa maksudnya. Namun dia selalu bahagia saat mendapat pesan dari Siwon. Bahkan mungkin Yoona tak akan bisa tidur jika tidak mendapat pesan ucapan selamat tidur dari Siwon.

Setelah membaca pesan itu, Yoona pun memutuskan untuk membalasnya.

To: Siwon Oppa :’)

“Good Night to Oppa 🙂 mimpikan aku juga”

 

Tak berapa lama kembali inbox Yoona terisi satu pesan masuk.

“Itu pasti akan ku lakukan, Deer apa besok kau ada acara?” (Siwon)

“Sepertinya tidak Oppa, waeyo”(Yoona)

“Pukul 08:00 pagi aku tunggu di Oul Yeoido’s Hankang Park” (Siwon)

“Memangnya ada apa Oppa?” (Yoona)

“Datang saja, tapi ingat jangan sampai ayah dan ibu tahu kau akan menemui ku. Arraseo Deer?” (Siwon)

“Nde, arraseo. Kalau begitu aku tidur dulu :)” (Yoona)

“Aku tunggu besok, awas kalau kau terlambat 😉 “ (Siwon)

 

Yoona kembali memasukan I-Phonennya kedalam saku piyamanya, segera menutup jendela lalu setelah itu berlari menuju tempat tidurnya.

“Besok aku harus bangun pagi” gumam Yoona tersenyum. Lalu menarik bad cover untuk menutupi tubuhnya dan mulai memejamkan mata.

oOo

Yoona memberikan lipstick tipis berwarna pink di bibirnya, setelah itu ia memberikan bedak di kedua pipinya, lalu tak lupa juga menyisir rambutnya. Yoona tersenyum puas melihat hasil riasannya, dia memang terlihat cantik pagi ini. Setelah merasa puas dan merasa tidak ada yang perlu diperbaiki dari riasannya, Yoona pun segera menyambar tasnya lalu berjalan keluar kamar.

Yoona menuruni anak tangga satu persatu, sepertinya suara ketukan sepatu high heelsnya terdengar oleh kedua orang tuanya yang tengah bersantai di ruang kelurga.

“Kau mau pergi kemana Yoona-ah?” tanya Ny Choi saat Yoona sudah sampai di anak tangga terakhir.

“Euh…aku…aku mau ke rumah Sooyoung..” jawab Yoona tergagap lalu tersenyum kaku.

Tn Choi mengerutkan keningnya merasa ada keganjilan dalam jawaban putrinya itu.

“Apa Ayah boleh mengantar mu?” tanya Tn Choi. Yoona buru-buru menggelengkan kepalanya.

“Tidak usah Ayah, aku bisa naik bus. Lagipula jarak rumah Sooyoung tidak terlalu jauh…” jawab Yoona berusaha setenang mungkin. Tn Choi hanya tersenyum tipis lalu kembali membaca korannya.

“Baiklah, Ayah Ibu aku pergi dulu” pamit Yoona lalu membungkukan badannya. Setelah itu Yoona segera pergi sebelum kedua orang tuanya itu kembali bertanya padanya.

“Dasar anak gadis zaman sekarang, waktu libur kuliah dihabiskan bersama teman” heran Ny Choi saat Yoona sudah menghilang dibalik pintu.

oOo

“Siwon Oppa” teriak Yoona pada Siwon yang sepertinya tengah asyik memotret keadaan sekitar dengan ponselnya. Siwon melihat Yoona yang tengah melambaikan tangan padanya lalu kemudian diapun membalas lambaian tangan gadis pujaannya itu.

“Kemarilah” ujar Siwon setengah berteriak.

Yoona pun berjalan menghampiri Siwon yang sudah menunggunya.

“Kau datang tepat waktu” ujar Siwon menunjukkan arlojinya yang memang tepat pukul 08:00.

“Tentu saja, akukan sudah berjanji..” jawab Yoona lalu menyilangkan kedua tanganya di depan dada.

“Baiklah aku tahu, kau memang suka tepat waktu. Oh yah apa tadi Ayah dan Ibu bertanya pada mu?” tanya Siwon.

“Emm, gara-gara Oppa menyuruh ku kesini. Aku harus berbohong…” jawab Yoona mengembungkan kedua pipinya.

“Benarkah? Memang kau jawab apa?”

“Aku bilang aku akan kerumah Sooyoung, Oppa bagaimana ini. Aku sudah bohong pada Ayah dan ibu…” kini Yoona merengek pada Siwon, membuat pria berlesung pipi itu kembali mengacak-ngacak rambutnya.

“Aku rasa berbohong satu kali tidak apa-apa” ujar Siwon tersenyum.

“Oppa apa kau tahu tentang kalimat ini “Jika kau berbohong sekali maka kau akan menutupinya dengan kebohongan kedua, kebohongan kedua akan ditutupi kebohongan ketiga, kebohongan ketiga akan ditutupi kebohongan keempat dan seterunya” ujar Yoona panjang lembar, Siwon hanya menggut-manggut mendengarkan gadis pujaan hatinya itu sambil mengulum senyum.

“Jadi artinya jika kau berbohong sekali, maka kau akan terus berbohong” lanjut Yoona. Entah kenapa gadis itu menjadi menceramahi Siwon.

“Ishh Oppa kau dengar aku tidak…” gerutu Yoona memukul dada Siwon kesal. Siwon tertawa kecil melihat Yoona yang kesal padanya.

“Aku mendengar mu Deer, aku juga sudah tahu tentang perkataan itu” jawab Siwon.

“Kalau kau sudah tahu kenapa kau bilang tidak apa-apa jika aku berbohong sekali?” tanya Yoona kembali mengembungkan pipinya.

“Karena itu sudah terlanjur” jawab Siwon santai yang langsung mendapat pukulan di lengannya.

“Ishhh menyabalkan…” gerutu Yoona lalu meninggalkan Siwon.

Siwon kembali tersenyum lalu menyusul Yoona. “Hari ini kita jalan-jalan, bagaimana?” tawar Siwon merangkul pundak Yoona.

“Jalan-jalan kemana Oppa?” tanya Yoona meskipun terdengar ketus namun sepertinya dia sangat tertarik dengan ajakan Siwon ini.

“Kemana saja, yang penting hari ini kita menghabiskan waktu bersama” jawab Siwon tersenyum. Wajah Yoona yang semula ditekuk, kini perlahan mulai tersenyum lagi.

“Kau cantik jika tersenyum…” ujar Siwon lalu berjalan meninggalkan Yoona yang mendadak menghentikan langkah kakinya. Yoona masih  kaget sekaligus senang, dia memegang kedua pipinya yang tiba-tiba terasa hangat.

“Ada apa dengan ku?” tanya Yoona pada dirinya sendiri.

oOo

Tempat pertama yang mereka kunjungi adalah Everland. Everland merupakan tempat wisata terbesar yang terletak di Yongin City, sekitar 50 kilometer  dari Seoul. Karena pada hari itu bertepatan dengan hari weekend, jadi bisa di tebak jika tempat wisata tersebut dipadati oleh orang-orang yang menghabiskan weekend mereka dengan keluarga, maupun sang kekasih. Yoona menikmati tempat wisata yang sudah lama tak ia kunjungi itu dengan senang, meskipun dia hanya brjalan-jalan saja tapi membuat suasana hatinya sangat baik hari ini. Sementara itu, orang yang membawanya kemari yaitu Siwon malah asyik dengan kameranya, memotret objek yang menurutnya bagus untuk ia abaikan didalam kameranya.

Siwon tersenyumsaat kameranya terarah pada Yoona yang tampak tersenyum bahagia. Tanpa sepengetahuan Yoona, Siwon memotret gadis itu beberapa kali.

“Cantik..” gumam Siwon setelah puas memotret Yoona. Siwon kembali memasukan kamera kedalam tasnya lalu berjalan menghampiri Yoona.

“Aku haus ayo kita cari minum.” Seru Siwon tiba-tiba. Yoona hanya menoleh padanya lalu mengangguk.

Tempat kedua yang mereka kunjungi adalah menara Namsan Tower. Saat mereka menginjakan kaki di menara yang merupakan icon dari kota Seoul itu puluhan pengunjung sudah memadati kawasan Menara. Meskipun begitu, tak menyurutkan semangat Yoona dan Siwon untuk melanjutkan “Kencan” mereka.

Siwon membawa Yoona ke tempat dimana biasanya di letakannya gembok cinta atau Love Lock yang kebetulan berada dipuncak menara tersebut. Yoona terlihat heran, kenapa Siwon membawanya kemari. Bukankah tempat ini seharunya di datangi oleh pasangan kekasih? Yoona terus memperhatikan Siwon yang tengah menulis di gembok yang ukurannya cukup besar, Yoona ingin tahu Siwon menuliskan nama siapa di gembok tersebut. Namun, Siwon selalu menyembunyikannya. Bahkan Siwon tak memberitahunya sampai gembok itu dipasang lalu di lempar kuncinya setelah sebelumnya Siwon memejamkan matanya memanjatkan doa.

“Tadi kau menulis nama siapa?” tanya Yoona ingin tahu.

Siwon menoleh padanya lalu dengan manisnya dia tersenyum sambil menggelengkan kepalanya “Kau ingin tahu saja” ujar Siwon lalu meninggalkan Yoona yang terlihat kesal.

Malam datang menjelang, setelah puas menghabiskan waktu melihat keindahan kota Seoul dari puncak menara Namsan Tower, kini Siwon mengajak Yoona ke Sungai Han, bukan tanpa alasan Siwon mengajak Yoona kemari. Siwon sudah tahu jika malam ini akan ada sebuah attraksi air mancur. Seperti biasa Banpo Bridge atau jempatan Banpo yang melintasi sepanjang Sungai Han akan melakukan attraksi air mancur yang sangat di tunggu-tunggu para pengunjung, terbukti saat Siwon dan Yoona menginjakan kaki di tepi Sungai Han puluhan orang sudah memadati tempat itu. Ada yang duduk di bangku, ada yang berdiri, namun tak sedikit pula ada yang duduk diatas rerumputan. Akhirnya Siwon menarik tangan Yoona untuk duduk diatas rerumputan hijau.

“Apa hari ini kau senang?” tanya Siwon menoleh pada Yoona.

“Aku sangat senang, terima kasih untuk hari ini Oppa..” jawab Yoona tersenyum.

“Ini belum seberapa Deer, aku ingin mengajak mu ke tempat yang lebih indah..” ujar Siwon mengacak-ngacak poni Yoona.

“Yak, sepertinya air mancurnya akan segera berattraki”ucap Yoona mulai riang. Siwon buru-buru mengalihkan pandangannya pada Banpo Bridge dan benar saja pertunjukan air mancur yang dikombinasi dengan lighting serta musik yang menawan membuat semua orang berdecak kagum menyaksikanya. Tanpa kecuali dengan Siwon dan Yoona, sejak air mancur berattraksi tak henti-hetinya mereka tersenyum dan berkata “Wah” takjub melihat pertunjukan yang sangat memukau.

Attraksi air mancur selesai, namun pertunjukan belum selesai. Selesai pengunjung di buat berdecak kagum melihat attraksi air mancur yang sangat memukau kini disusul dengan puluhan kembang api yang meledak dilangit hitam. Seketika langit Seoul menjadi ramai dan penuh warna, bentuk-bentuk dari kembang api yang sangat memukau juga mampu membuat para pengunjung sangat terpukau.

Siwon menoleh pada Yoona yang masih terhipnotis oleh kembang api yang indah diatas sana, Siwon tersenyum melihat wanita yang amat ia cintai itu kini tampak bahagia. Siwon juga bahagia, karena hari ini dia menghabiskan waktu dengan sang pujaan hati. Siwon kembali tersenyum lalu menggenggam tangan Yoona, gadis itu tersentak kaget lalu menoleh pada Siwon. Namun sayang, Siwon sudah terlanjur melihat lagi keatas, meskipun genggaman tangannya belum ia lepaskan. Yoona hanya bisa tersenyum malu. Pipinya kembali bersemu merah, kini buncahan kembang api justru meledak-ledak dalam dirinya. Jantungnya berdegup cepat, merasakan genggaman hangat Siwon yang membuat dirinya gugup sekaligus senang.

oOo

Yoona dan Siwon berjalan santai dibawah sinar bulan yang seakan menjadi cahaya mereka di kegelapan malam. Setelah puas seharian berjalan-jalan, mereka berdua pun memutuskan untuk pulang. Namun sejak turun dari bus, tak ada pembicaraan diantara mereka. Mereka tampak sibuk dengan pikiran masing-masing. Sekalipun akan bersuara pasti selalu bersamaan.

“Hari ini/hari ini” ujar mereka bersamaan. Mereka tersenyum canggung lalu kembali terdiam.

“Aku sangat/aku sangat” kembali hal seperti ini terjadi, membuat suasana canggung semakin terasa.

“Kau saja duluan…” ujar Siwon tersenyum. Membuat Yoona tersenyum malu lalu menundukan kepalanya.

“Oppa, terima kasih untuk hari ini. Aku sangat bahagia bisa menghabiskan waktu seharian bersama mu..” ujar Yoona diakhiri dengan senyum manisnya.

“Aku juga terima kasih pada mu, karena kau mau menghabiskan hari ini bersama ku. Aku juga sangat bahagia..” jawab Siwon menampakan senyum tulusnya yang dibalas Yoona.

Kembali hening terjadi, sepertinya malam ini mereka kehabisan kata-kata. Bahkan hanya untuk berbasa-basi saja tak bisa. Benarkah karena mereka mempunyai perasaan yang sama?

oOo

“Kami pulang…” ujar Yoona dan Siwon bersamaan saat masuk kedalam rumah.

“Eh kalian berdua sudah pulang, kebetulan sekali Yoona-ah Siwon-ah ayo duduk..”

Yoona dan Siwon saling melempar tatapan bingung melihat ada tamu asing yang tengah duduk di sofa. Meski masih bingung, Yoona dan Siwon pun duduk di sofa mengikuti perintah Ny Choi.

“Yoona-ah Siwon-ah kenalkan, mereka adalah keluarga Cho. Ayah pernah menceritakan tentang keluarga Cho kepada kalian sebelumnya. Apa kalian masih ingat? Tanya Tn Choi. Yoona dan Siwon pun hanya mengangguk sebagai jawaban.

“Dan pria yang berada dihadapan kalian adalah Cho Kyuhyun, dia adalah putra tunggal dari kelurga Cho” lanjut Tn Choi memperkenalkan pria tampan yang berpakaian rapi itu.

Lagi-lagi Yoona dan Siwon hanya mengangguk.

“Jadi ini kedua anak mu Choi Kiho?” tanya Tn Cho.

“Nde, dia Choi Siwon putra pertama ku. Gadis cantik ini putri kedua ku, Choi Yoona” jawab Tn Choi tersenyum.

“Kalian berdua terlihat mirip satu sama lain, beruntung sekali diri mu Kiho mempunyai dua anak yang tampan dan cantik..” ujar Tn Cho tertawa renyah.

“Yah begitulah, orang-orang juga selalu mengatakan itu pada ku dan istriku. Mereka berdua memang terlihat mirip, adik-kakak yang serasi bukan?” tawa renyah Tn Choi pecah sudah di ikuti tawa renyah Tn Cho, Ny Cho dan Ny Choi. Namun tidak dengan Siwon, dia tampak tak suka mendengar perkataan yang baru saja diucapkan ayahnya itu.

“Yoona-ahapa kau sudah punya kekasih?” kini giliran Ny Cho yang bertanya. Yoona mendongakkan kepalanya menatap Ny Cho. Bingung, itulah yang kini Yoona rasakan. Dia memang belum mempunyai kekasih, tapi….ada seseorang yang selama ini ia kagumi. Ah bukan, bukan dikagumi tapi di cintainya. Yoona menoleh pada Siwon, menatap mata hitam pria itu seakan meminta bantuan. Namun ternyata Siwon hanya meresponnya dengan genggangam di tangannya, membuat hati Yoona entah kenapa sakit seketika.

“Aku belum mempunyai kekasih” jawab Yoona terdengar serak.

“Begitukah, whaaa aku tak menyangka gadis secantik diri mu belum mempunyai kekasih. Oh yah Siwon-ah apa kau sudah mempunyai kekasih?’ kini Ny Cho bertanya pada Siwon.

“Aku belum mempunyai kekasih, tapi….” Siwon berhenti sejenak sebelum melanjutkan ucapannya.

“Aku mencintai seseorang” lanjut Siwon terdengar mantap. Yoona meremas tangannya lalu menunduk, tiba-tiba dadanya terasa sesak. Hatinya terasa sakit saat Siwon mengucapkan itu.

“Oh benarkah? Hahahah aku sungguh tak percaya, ternyata kedua anak mu belum mempunyai pacar. Padahal mereka sangat tampan dan cantik…” puji Ny Cho berpendapat. Tn Choi tersenyum kaku.

“Siwon, dia memang tak pernah berani mengutarakan perasaannya pada seorang wanita, maklum saja wanita yang ia sukai pasti teman kuliahnya. Bukankah begitu Siwon?” Siwon langsung menatap Tn Choi tak percaya.

“Sementara Yoona, dia gadis yang lugu. Belum sama sekali berkencan, maka dari itu aku ingin menjodohkan Yoona dengan putra mu.”

“Ayah..?” ucap Yoona menyambar kalimat Tn Choi.

“Kenapa Yoona-ah?”

“Di jodohkan?” tanya Yoona masih belum bisa percaya.

“Yah, kedatangan keluarga Cho kemari adalah untuk membicarakan tantang perjodohan mu dengan Cho Kyuhyun” ujar Tn Choi tersenyum.

Yoona masih belum bisa menerima keputusan ayahnya ini, baginya ini semua tak adil. Lagipula Yoona sudah mencintai seseorang dihatinya, meskipun Yoona tahu jika cinta ini seharusnya tak ia rasakan. Yoona menolah pada Siwon, pria itu menampakan wajah kecewa. Lalu menunduk seakan tak kuat jika menatap mata Yoona.

oOo

Sejak kejadian itu ternyata hubungan Siwon dan Yoona sedikit merenggang, ini semua karena hampir setiap hari pria bernama Kyuhyun itu selalu bersama Yoona. Sehingga Siwon selalu mengurungkan niatnya untuk mendekati Yoona, jangankan mendekati Yoona, untuk menyapanya saja Siwon tak lakukan. Mungkin Siwon ingin belajar melepaskan Yoona. Meskipun dirinya tak tahu bisa atau tidak. Namun sepertinya niat Siwon sudah bulat. Terbukti akhir-akhir ini dia menyibukan dirinya dengan dunia photografer, sering keluar kota hanya untuk mencari objek jepretannya. Siwon juga jarang pulang, karena dia yakin jika dia pulang maka akan bertemu lagi dengan Yoona.

Siwon tersiksa, karena cintanya pada sang adik dia menjadi sangat tersiksa. Siwon sempat menyalahkan takdir, kenapa dia dan Yoona harus menjadi saudara kandung? Kenapa Yoona harus menjadi adiknya? Dan kenapa dia harus menjadi kakak Yoona? Itulah pertanyaan yang selalu Siwon tanyakan pada Tuhan di setiap doanya. Namun sepertinya Siwon mulai menyadarinya, jika semua ini adalah takdir yang sudah Tuhan berikan padanya, meskipun terasa sakit untuk ia jalani

oOo

Hujan deras kembali mengguyur kota Seoul malam itu, Yoona terlihat mulai gelisah. Kini dia sendirian di rumah, kedua orang tuanya pergi ke Incheon menemui adik dari ayahnya yang sakit parah. Tadi sebelum berangkat Tn Choi sempat berpesan akan segera pulang dan mungkin akan sampai pukul 20:00 PM tapi ternyata, sampai sekarang pun belum pulang juga. Yoona semakin gelisah, berapa kali dia sudah berusaha menghubungi nomor ponsel Tn Choi ataupun Ny Choi namun selalu suara operator yang terdengar. Yoona kembali menjatuhkan dirinya duduk di sofa, hanya menunggulah yang dapat ia lakukan sekarang.

Namun tak sampai lima menit, pintu pun terbuka. Yoona segera menoleh bersiap menyambut kedatangan kedua orang tuanya. Namun ternyata bukan. Siwon terlihat basah kuyup kehujanan diambang pintu.

“Oppa, kau kehujanan” Yoona segera berjalan menghampiri Siwon yang sudah menggigil.

“Aku tidak apa-apa, tadi kehujanan di simpan jalan sana dan tidak sempat berteduh…” ujar Siwon bergetar menahan dingin.

“Kalau begitu Oppa cepatlah mandi. Aku buatkan minuman hangat…”

Siwon hanya mengangguk kecil lalu berjalan menuju kamarnya. Yoona menutup pintu lagi lalu melihat Siwon iba.

“Huh..Ada apa dengan mu Oppa?”

oOo

Yoona menarik kenop pintu kamar Siwon secara perlahan, masuk kedalam kamar tersebut lalu menutup pintu. Dia sudah membawa secangkir teh hangat di atas nampan untuk Siwon. Yoona menyapukan pandangan matanya ke setiap sudut kamar namun sama sekali tak menemukan Siwon. Yoona pun memutuskan untuk meletakan nampan yang berisi secangkir teh hangat itu di atas nakas. Lalu dia duduk di tepi ranjang menunggu Siwon yang sepertinya masih membersihkan badannya. Yoona kembali melihat-lihat kondisi kamar Siwon yang terlihat rapi dan bersih. Kamar yang sudah beberapa hari ini di tinggal pemiliknya, namun setiap hari Yoona selalu membersihkannya. Maka di jamin tidak akan ada debu sedikit pun.

Yoona tiba-tiba melihat sebuah album foto yang tergeletak diatas tempat tidur, Yoona tampak ragu untuk melihat album foto tersebut. Namun setelah mengumpulkan kebaranian, akhirnya tangannya pun bergerak mengambil album foto berwarna merah itu.

Jari-jari lentik Yoona mulai membuka album foto tersebut, Yoona tersenyum kecil saat dihalaman pertama penampilkan foto dirinya saat masih berusia 5 tahun. Halaman kedua masih menampilkan foto dirinya, halaman ketiga juga masih menampilkan foto dirinya. Sampai akhirnya Yoona mulai merasa bingung, karena setiap halaman hanya menampilkan foto dirinya. Yoona pun segera membuka halaman berikutnya dengan cepat, dan memang benar kembali foto dirinya yang terdapat dalam album itu. Yoona kembali membuka-buka halaman demi halaman, meskipun dia tak percaya tapi semua foto-foto yang terdapat dalam album foto itu adalah foto dirinya yang Siwon ambil. Namun entah kapan karena Yoona merasa jika Siwon tak pernah mengambil fotonya.

“Yoona-ya…” Yoona langsung terlonjak kaget saat suara Siwon terdengar. Buru-buru Yoona menutup album foto tersebut lalu meletakannya lagi di tempat semula, dia bangkit berdiri bermaksud akan pergi dari kamar Siwon namun sayang tangan Siwon terlebih dahulu menghalanginya.

Yoona terpaku sesaat lalu memberanikan diri menatap wajah Siwon, jantung Yoona tiba-tiba berdetak sangat cepat saat matanya beradu pandang lagi dengan mata gelap Siwon. Yoona kembali merasakan hatinya bergejolak lagi, sebuah perasaan aneh yang belakangan ini tak ia rasakan. Namun saat menatap Siwon perasaan itu kembali ia rasakan.

Setelah terjadi cukup lama saling pandang Siwon pun menarik tangan Yoona untuk duduk lagi, kini dia ikut duduk disamping Yoona. Siwon mengambil album foto yang tadi Yoona lihat.

“Kau sudah melihat ini semua?” tanya Siwon. Yoona mengangguk.

“Kenapa…kenapa Oppa mengambil foto ku sebanyak itu?” meski gugup akhirnya Yoona pun memberanikan diri untuk bertanya.

Siwon membuang nafas kasar sebelum bersuara.

“Choi Yoona, kau pernah mengatakan pada ku “Jika kau berbohong sekali maka kau akan menutupinya dengan kebohongan kedua, kebohongan kedua akan ditutupi kebohongan ketiga, kebohongan ketiga akan ditutupi kebohongan keempat dan seterunya”ujar Siwon mengulang perkataan Yoona tempo hari.

“Apa maksud mu Oppa? Apa jangan-jangan kau berbohong padaku tentang suatu hal?” tanya Yoona mulai berpikir yang tidak-tidak terhadap Siwon.

“Choi Yoona, sudah lebih ribuan kebohongan yang ku buat pada mu. Karena satu kebohongan yang ku buat, maka aku harus membuat kebohongan-kebohongan lain untuk menutupinya.”

“Kebohongan apa maksud mu Oppa?” tanya Yoona. Matanya mulai berkaca-kaca

“Dan Sekarang aku mau jujur pada mu, aku sudah tidak bisa lagi berbohong pada mu. Dan aku sudah tidak bisa lagi membohongi perasaan ku. Aku mencintai mu Choi Yoona, aku sangat mencintai mu…” ujar Siwon menatap bening mata Yoona. Yoona kaget setelah mendengar penuturan gamblang Siwon mengenai perasaannya. Namun sekarang Yoona tak tahu dia harus senang atau bingung untuk merespon kejujuran Siwon padanya.

“Bukankah kau mencintai Stella Kim?” tanya Yoona lalu menundukan kepalanya.

“Aku tidak pernah mencintainya, selama ini aku hanya mencintai mu. Selama ini aku tidak pernah memanggap mu sebagai adik ku. Dan wanita yang ku cintai yang ku bilang tempo hari sejak keluarga Cho datang ke rumah adalah dirimu Yoona, bukan gadis lain apalagi Stella Kim” ujar Siwon menatap mata bening Yoona.

“Tapi aku adik mu Oppa”lirih Yoona menahan gumpalan air mata yang siap turun.

“Aku tahu itu, tapi aku tak bisa terus menerus membohongi perasaan ku sendiri” jawab Siwon. Yoona diam sesaat, menatap mata Siwon dengan perasaan yang sulit untuk diartikan.

“Choi Yoona” ucap Siwon menyentuh tangan Yoona. Memohon agar gadis itu membalas cintanya.

“Tapi aku akan menikah Oppa.” ucap Yoona setengah berbisik. Namun jujur saja itu terdengar sangat menyakitkan hati Siwon. Siwon merasakan dadanya sakit, dia serasa pisau telah menyanyat ulu hatinya begitu mendengar kalimat itu.

“Apa? Apa kau bilang? Menikah? “ tanya Siwon dengan mata yang mulai memerah.

“Oppa, aku akan menikah dengan pria itu. Aku sudah berusaha menolak, tapi…tapi Ayah memaksa ku” Yoona terisak, rasanya sakit saat ia mengatakan itu pada Siwon. Yoona yakin perkataannya barusan melukai hati pria itu.

“Menikah? Kenapa kau harus menjadi adik ku Yoona?” tanya Siwon pelan. Namun tetap Yoona masih dapat mendengar nada pahit di dalam kalimat Siwon.

“Oppa…—“

“Pergi” potong Siwon.

“Oppa…”

“Ku bilang pergi…” jawab Siwon bahkan tak sanggupmenatap mata Yoona, dia tak berani menatap mata gadis yang selama ini ia cintai namun sekarang akan menikah dengan orang lain. Yoona mulai berdiri, dia masih terisak saat menatap Siwon yang tampak diam. Yoona pun menatap Siwon sesaat lalu membalikan badannya.

“Aku juga mencintai mu Oppa. Tapi kita tak akan bisa bersama” ujar Yoona tiba-tiba lalu membalikan lagi badannya. Siwon belum merespon, meskipun dia mendengar perkataan Yoona tapi sesungguhnya perkataan itu semakin membuat Siwon sakit, Siwon sudah tahu jika mereka tidak akan pernah bisa bersama. Siwon tahu ini.

“Oppa…”

“Benar, sekeras apa pun kita berusaha. Kita tidak akan pernah bisa bersama, kenapa takdir begitu sakit…..”ucap Siwon pelan. Sekuat tenaga ia menahan air matanya agar tak keluar.

“Oppa..”

“Pergilah, sepertinya Ayah dan Ibu sudah pulang…” ujar Siwon lalu berdiri dan masuk kedalam kamar mandi meninggalkan Yoona yang masih berurai air mata. Di dalam kamar mandi pertahanan Siwon runtuh sudah, pria itu menangis. Siwon sadar seharusnya sebagai kakak ia senang mendengar sang adik akan menikah, tapi tidak dengannya. Justru dia malah merasakan sakit hati dan penyesalan karena merasa selama ini percuma saja ia memendam perasaan pada Yoona, karena pada akhirnya mereka tak akan pernah bisa bersama.

oOo

Riuh tepuk tangan mengiringi dua sejoli yang baru saja mengucapkan janji suci pernikahan lalu di akhiri dengan sebuah ciuman. Semua tamu undangan ikut merasakan kebahagiaan sepasang pengantin baru yang berdiri di altar sana. Yoona meneteskan air mata saat pria yang baru berstatus sebagai suaminya itu melepaskan ciuman mereka. Mungkin pria itu menggap jika sang pengantin wanita menangis bahagia, namun sesuangguhnya air mata itu jauh dari kata “bahagia” melainkan air mata kepedihan.

Yoona menolehkan kepalanya pada seorang pria yang tesenyum padanya di kursi jemaat,walaupun pria itu tersenyum namun Yoona bisa merasakan kepedihan hati pria itu. Pria itu berusaha tersenyum lebar lalu tepuk tangan meski pada akhirnya dia tak bisa menahan gumpalan air matanya.

“Bahagialah bersamanya, adik ku..” lirih Siwon lalu membalikan badannya. Berjalan menuju keluar sambil menghapus air matanya. Yoona kembali menitikan air mata, dia tahu betul bagaimana perasaan pria itu saat ini. Yoona pun ingin sekali mengejarnya dan mencegah kepergiannya, namun semuanya sudah terlambat.

oOo

Yoona membuka pintu kamar Siwon, kamar yang selalu bersih serta rapi itu kini sudah ditinggalkan pemiliknya pergi. Yoona tak tahu, kapan Siwon akan kembali. Yang Yoona tahu jika Siwon pergi ke Paris untuk melanjutkan studynya disana. Entah itu memang benar atau hanya alasan semata, namun yang jelas kepergian Siwon yang tak tahu kapan akan kembali membuat Yoona semakin tak bisa melupkan kakak sekaligus pria yang ia cintai.

Semua barang pribadi milik Siwon sudah tak ada dikamar ini, hanya menyisakan sebuah figura kecil yang diisi oleh foto mereka berdua. Yoona tahu jika Siwon sengaja tak membawa foto itu, Yoona mengambil figura tersebut namun tiba-tiba sebuah kertas  jatuh ke lantai. Yoona sempat heran, namun akhirnya diapun mengambil kertas itu.. Perlahan Yoona membuka lipatan kertas lalu membaca rangkaian-rangkaian kalimat yang ditulis tinta berwarna hitam.

Choi Yoona, adik ku!

Kau tahu, selama 23 tahun aku hanya beberapa kali memanggil mu adik. Yah hanya beberapa kali, dan itu mudah untuk di hitung jari.

Saat aku berusia 5 tahun kau di lahirkan kedunia, pada saat itu aku sangat bersemangat menyambut mu. Karena dengan adanya diri mu, berarti aku akan memiliki teman bermain dan juga seorang adik. Kau tumbuh, menjadi seorang gadis kecil yang cantik, periang dan pintar. Dulu kau selalu menangis jika di ejek teman-teman mu. Namun setiap kau di ejek teman-teman mu aku selalu datang menolong. Tapi rupanya tangisan mu semakin pecah saja, dan pada saat itulah aku selalu membawa mu jalan-jalan naik sepeda untuk menghentikan tangisan mu.

Choi Yoona, kau tumbuh menjadi remaja yang semakin cantik. Saat itulah aku mulai cemas, banyak pria yang menyukai mu. Jujur saja aku mulai cemburu, aku takut kau akan mengacuhkan ku. Pada saat itu aku pikir perasaan yang kurasakan hanyalah perasaan seorang kakak yang ingin menjaga adiknya, tapi ternyata semakin tumbuh dewasa entah kenapa perasaan itu jadi berbeda. Aku mulai tertarik pada mu, aku mulai menganggap mu bukanlah sebagai adik ku, melainkan sebagai wanita.

Dan baru ku sadari ternyata aku mencintai mu.

Aku tahu, perasaan ini salah dan tidak seharusnya aku memiliki perasaan ini pada mu. Aku sudah berusaha melupakan mu, dan menganggap mu sebagai adik kandung ku. Namun semakin aku berusaha melupakan mu malah semakin aku mencintai mu. Meskipun tak bisa ku pungkiri, hati ku selalu sakit jika mengingat kita adalah saudara kandung yang tak mungkin dan akan bisa untuk menjadi sepasang kekasih.

Choi Yoona, kenyataan ternyata selalu sakit. Yeah..tapi ini adalah sebuah kenyataan yang harus ku akui jika kau adalah adik kandung ku.

Sekarang kau sudah menikah, selamat. Aku akan selalu mendoakan mu agar kau bahagia bersama suami mu. Satu pesan ku, jadilah istri yang baik dan cintailah suami mu. Jangan pernah kecewakan dia.

Choi Yoona, Mencintai diri mu banyak jejak yang ku tinggalkan di dalam ingatan ku ataupun hati ku.

Kini, saatnya aku harus menghapus semua itu. Meskipun aku tidak tahu bisa atau tidak aku melakukannya, namun jika aku masih menyimpan kenangan-kenangan bersama mu. Pasti air mata ku menetes kembali, dan jika aku melihat mu, pasti hati ku akan terluka kembali.

Aku tahu kisah cinta kita memang sangat rumit, kita memang berada di dunia yang sama, kita memang bisa bersama namun kita tidak bisa saling memiliki.

Choi Yoona, meskipun aku mencoba menghapus cinta didalam diriku, walaupun aku mencoba untuk membuangnya. Tapi sungguh ini tak mudah ku lakukan. Karena kau telah tertinggal di hati ku.

Nama mu sudah terukir di hati ku, meskipun akhir cinta kita tak seperti di negeri Dongeng yang berakhir selalu bahagia. Tapi percayalah, aku akan tetap menyimpan diri mu di hati ku. Jika suatu saat kau kembali, dengan senang hati aku akan membuka kembali pintu hati ku untuk dirimu.

Yah, suatu saat nanti….

Entah kapan itu…

 

Yoona terisak lagi membaca surat yang Siwon tinggalkan untuk dirinya, pria itu rupanya sangat sakit hati dengan semua ini, tapi bukan hanya Siwon saja yang sakit hati. Dirinya juga merasakan hal yang sama, tapi meskipun begitu semuanya sudah terjadi.Yoona kembali terisak, meskipun dengan sekuat tenaga ia mencoba menghapus air matanya tapi tetap saja ia tak bisa menghentikannya.

Debu cinta yang menghiasi cinta merekamemang  tak bisa di hapus. Debu cinta yang meninggalkan jejak yang teramat menyakitkan, debu cinta yang harus membuat mereka terpisah. Namun cinta tak salah. Mereka juga tak salah, yang salah adalah debu cinta yang tak bisa dihapuskan oleh apapun. Kecuali, takdirNYA – lah yang bisa menghapusnya.

*FIN*

Bukannya lanjutin FF sequel malah bikin OS geje kaya gini>< annyeong Nited, saya kambek dengan FF yang berbau sad lagi, hohoho gimana? Kurang sedih yah u,u. Gak tahu kenapa pertama kali dengar lagunya si evil kyu yang Love Dust tiba-tiba ide cerita ff ini muncul seketika di otak. Dan langsung saya tuangkan dalam ff yang saya akui masih sangat jauh dari kata bagus.

Namun  saya berharap Nited bisa menerima jika FF ini berakhir sad, ingat! Ini hanya FANFICTION bukan Dongeng xD yang selalu berakhir Happy Ending. Hahhhah *smirk ala Kyu*

Tapi bagi yang ingin membaca FF yang Happy, kalian bisa mengunjungi blog ku kebetulan FF The Hidden Couple udah di posting. Silahkan datang dan jangan lupa tinggalkan jejaknya yah…..

Yang jadi suamiya Yoona aku pake Kyuhyun, alasannya yah karena title ff ini sama kaya lagunya di tambah saya WonKyu Shipper juga *apa hubungannya* xD

Please tinggalkan jejak bagi yang sudah baca, atau mungkin yang udah terlanjur baca. Untuk resty sama kak echa makasih banyak…..udh publish ff ku. *bow.. (sama2..)

Annyeong Nited, sampai berjumpah di ff selanjutnya…*lambai tangan bareng Siwon*

Iklan
Tinggalkan komentar

98 Komentar

  1. Kwon Liia

     /  September 10, 2013

    hiks :'(, knapa sad end?
    ksihan bget kisah cinta wonpa ama yoona eonnie, ngefeel bget..
    ditunggu krya FF authorr yg lain yaa 🙂
    keep writing & fighting ‘_’)9

    Balas
  2. mutiara

     /  September 11, 2013

    idih apa2an nihh nggak happy end???
    nggak setuju eonn. pokoknya harus dibikin sequel happy end nee

    Balas
  3. DeerDian407

     /  September 22, 2013

    Huhuhuhuhu sad ending 😥

    Balas
  4. imaniarimoi

     /  September 25, 2013

    So sad..

    Balas
  5. aprilyoonwon

     /  November 12, 2013

    Yyyyaaask gkk rels knapa wonppa sma yooba onnie hrus kakk bearadikk.. gkk rela n ggk terima y tpi mau di gmnain lg mmvg jlan critanya sperti itu cman bsa pasrah ja dec..
    Di tnggu krya selnjurnya…

    Balas
  6. tia risjat

     /  November 27, 2013

    terus siwonnya gmn? poor siwon..

    Balas
  7. Huaahh sad end. ngga sukaa kalo akhirnya akan jadi sad tapi yah gpplah 🙂 🙂

    Balas
  8. Jadi sedih bayangin kisah cinta mereka..
    Di tunggu ff selanjutnya, tapi jangan yg sad ending tapi yg happy ending..

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: