[FF] BABY PROPOSAL – Because love does not need a reason (Chapter 6)

1209279_172120946306233_959464680_n

[FF] BABY PROPOSAL Because love does not need a reason (Chapter 6)

 

Author             : Ravikha Indriani

Twitter             : @pikhapikhu

FB.                   : Ravikha Indriani

Length             : Chapter

Rating             : PG 17

Cover.              : Rina YW

Genre              : Marriage Life, Angst , Romance , sad , tentuin sendiri aja

Main Cast      :

Super Junior  Siwon

SNSD  YoonA

Support Cast :

SNSD Tiffany

SNSD Yuri

SNSD Jessica

Super Junior Donghae

2 AM Seolung

SNSD Sunny

Tn & Ny Choi

Tn & Ny Im, etc

 

Warning: typo  bersembunyi dimana-mana

 

 

 

#Happy Reading#

 

 

“Kalian memang pandai merahasiakan sesuatu,” gumam Sulli.

 

“Apa maksudmu Sulli-ya?” Tanya Siwon.

 

Yoona mengernyit heran. Dia tak mengerti apa yang dikatakan Sulli sebenarnya. Yoona tak tahu rahasia apa yang dimaksud oleh Sulli. “Omo, jangan-jangan,” batin Yoona.

 

“Aku tahu selama ini kalian tidak tidur sekamar,” kata Sulli kemudian.

 

“Nde???” Kata Siwon kaget. Yoona pun sama kagetnya dengan Siwon.

 

“Sebenarnya ada apa ini?” Tanya Sulli pada dua orang yang ada dihadapannya.

 

Baik Siwon maupun Yoona tak ada yang menjawab pertanyaan Sulli. Mereka berdua hanya diam dengan pikiran masing-masing. Entah apa yang sedang dipikirkan oleh pasangan suami istri itu.

 

“Oppa… Eonni…” Kata Sulli kemudian.

 

“Kau tak perlu tahu. Ini urusan kami berdua. Kau tak usah ikut campur. Aku pergi,” ucap Siwon meninggalkan meja dan segera pergi ke kantor.

 

“Ya! Oppa… Aku belum selesai,” teriak Sulli kesal.

 

“Eonni…,” ucap Sulli.

 

“Nde?” Kata Yoona. Yoona jadi salah tingkah. Dia tak tahu harus menjawab apa sekarang. Siwon tadi tak menjelaskan apa-apa berarti dia juga tak usah menjelaskan apa-apa pada Sulli.

 

“Hmhm, Sulli-ya apa kau tak berangkat sekolah? Nanti terlambat,” ucap Yoona yang mencoba mengalihkan pembicaraan.

 

Sulli langsung melihat jam yang ada ditangannya. Memang sudah waktunya untuk berangkat. Sopir pun sudah menunggu. Dia gagal mendapat penjelasan hari ini.

 

Sulli pun segera beranjak dari duduknya dan melangkah pergi. Sulli pergi tanpa mengucapkan satu kata pun pada Yoona. Yoona tahu kalau Sulli pasti kesal dan marah padanya tapi dia juga tak berniat untuk membocorkan rahasianya dengan Siwon kepada Sulli.

 

Yoona melirik jam didinding. “Ah sudah jam tujuh lebih,” gumam Yoona.

 

Yoona segera membersihkan makanan dan piring yang ada dimeja dibantu Ahn ahjumma. Setelah semuanya sudah bersih, Yoona segera naik ke lantai atas menuju kamarnya untuk mengambil tas.

 

Dia harus segera berangkat kuliah karena hari ini ada jadwal kuliah pagi.

 

¤¤¤¤¤¤¤

 

Siwon mengemudikan mobilnya dengan santai. Dia masih memikirkan pertanyaan Sulli tadi. Darimana Sulli tahu kalau dia tak tidur sekamar dengan Yoona.

 

Siwon takut kalau dongsaengnya itu akan membocorkan rahasianya pada kedua orang tua mereka. Kalau sampai ketahuan, Siwon tak tahu apa yang akan terjadi padanya. Dia pasti kena marah.

 

“Aish anak itu,” kata Siwon kesal.

 

Siwon menggerutu kesal. Meskipun dia sayang dengan dongsaengnya tapi tak jarang pula mereka sering bertengkar karena beda pendapat.

 

Karena asyik dengan kekesalannya pada dongsaengnya, Siwon tak menyadari kalau dirinya sudah ada didepan kantornya.

 

Siwon memakirkannya mobilnya dibasement khusus. Tak lama kemudian ada yang memanggil namanya.

 

“Choi Siwon,” panggil seseorang.

 

Siwon menoleh kemana suara itu berasal. Dia menyipitkan matanya untuk melihat siapa yang memanggilnya. “Namja itu yang ada di kampus Yoona kemarin kan,” gumam Siwon.

 

“Annyeong, apa kau memanggilku?” Tanya Siwon ramah.

 

“Nde aku yang memanggilmu. Aku Lee Donghae, namjachingu Yoona,” jawab namja yang bernama Donghae itu.

 

“Mwo???” Kata Siwon kaget.

 

“Jadi dia orangnya,” batin Siwon.

 

“Aku tahu kau suaminya tapi dia tak mencintaimu. Jadi ceraikan Yoona,” kata Donghae ketus.

 

“Mianhae tuan Lee. Kau tak berhak mencampuri urusan rumah tanggaku,” jawab Siwon tak kalah ketusnya.

 

“Kalian berdua tak saling mencintai jadi buat apa dipertahankan rumah tangga kalian. Dan kalau soal kehamilan Yoona aku yang akan bertanggung jawab,” ucap Donghae menatap wajah Siwon.

 

“Itu anakku dan Yoona. Jadi kau tak perlu tanggung jawab. Berani sekali kau datang padaku dan mengaku namjachingu Yoona. Memang benar kau namjachingu Yoona tapi itu DULU bukan SEKARANG atau pun Nanti. Aku permisi,” ucap Siwon dingin dan langsung meninggalkan Donghae.

 

“Ya! Apa yang kau katakan…” Teriak Donghae.

 

Siwon makin melangkah pergi menjauh dari Donghae. Sebenarnya dia mendengar teriakan Donghae tapi dia tak peduli. “Kau tak akan pernah bisa merebut apa yang sudah menjadi milikku,” gumam Siwon.

 

Sementara Donghae yang melihat Siwon semakin jauh menjadi kesal sendiri. Donghae masih mencintai Yoona dan dia akan berusaha untuk mengambil hati Yoona lagi.

 

Donghae pun segera pergi meninggalkan tempat itu. Ada banyak yang harus dipikirkan dan dikerjakan untuk mengambil hati Yoona lagi.

 

¤¤¤¤¤¤¤

 

Yoona sudah sampai dikampus diantar oleh sopir Siwon. Sekarang dia tak bisa leluasa untuk pergi atau pun menyetir mobil sendiri. Karena kejadian semalam, Siwon tak membolehkannya untuk membawa mobil sendiri. Jadi sekarang kemana pun Yoona pergi harus dengan sopir.

 

Menurut Yoona itu keterlaluan sekali. Dia masih bisa menjaga diri sendiri, itu yang ada dipikiran Yoona tapi tidak bagi Siwon. Yoona memang yeoja yang kuat dan mandiri didepan semua orang tapi tidak didepan Siwon.

 

Entah kenapa akhir-akhir ini kalau didepan Siwon, Yoona menjadi sangat rapuh. Yoona seperti bukan Yoona yang biasanya. Yoona menarik napas dalam dan menghembuskannya perlahan.

 

Dia berjalan santai menuju kelasnya. Sampai akhirnya dia berpapasan dengan Jessica, sahabatnya dulu. Jessica yang melihat Yoona pun jadi salah tingkah sendiri.

 

Setiap melihat Yoona, rasa bersalah itu pun muncul. Jessica malu jika berhadapan dengan Yoona langsung seperti ini. Sejak kejadian Jessica yang merebut Donghae, namjachingu Yoona, jessica memang sengaja menghindar dari sahabatnya apalagi Yoona.

 

Untungnya Jessica dan Yoona tidak berada di kelas yang sama. Jessica dan Tiffany berada dalam satu kelas yang sama dan satu tingkat diatas Yoona. Yoona dan Yuri juga berbeda jurusan. Yoona di manajemen bisnis sedang Yuri di jurusan design.

 

“Eonni,” panggil Yoona.

 

Jessica yang awalnya berjalan cepat untuk menghindari Yoona pun menghentikan langkahnya. Jessica diam mematung. Dia tak berani menoleh ke belakang.

 

Yoona mendekat ke Jessica. Sebenarnya hati Yoona juga takut meskipun hanya untuk menyapa Jessica. Tapi Yoona memberanikan diri untuk menyapa Jessica.

 

“Eonni…” Panggil Yoona lagi yang sekarang sudah berada didekat jessica.

 

“Ne,” jawab Jessica lirih.

 

Hening. Tak ada percakapan antara keduanya. Yoona bingung apa yang harus dikatakan. Begitu juga Jessica. Lama mereka hening sampai ada suara yang terdengar.

 

“Chukkae atas pernikahanmu,” kata Jessica.

 

Setelah mengucapkan kata itu Jessica segera beranjak pergi tapi tangannya ditahan oleh Yoona.

 

“Chakkaman, bisa kita bicara sebentar, Eonni?” Tanya Yoona yang sudah berani menatap wajah Jessica.

 

“Ne?” Kata Jessica kaget.

 

Yoona segera menarik tangan Jessica. Jessica hanya mengikuti Yoona dan tak berniat untuk berontak. Mungkin ini waktunya Jessica harus minta maaf pada Yoona.

 

Yoona membawa Jessica ke taman kampus yang sering mereka gunakan untuk bersantai bersama dulu. Yoona duduk disalah satu bangku taman. Jessica pun ikut duduk disebelah Yoona tapi tetap ada jarak.

 

“Mianhae eonni,” kata Yoona lirih.

 

Jessica langsung menoleh kearah Yoona. “Kenapa dia minta maaf harusnya kan aku yang minta maaf,” batin Jessica.

 

Yoona menghela napasnya sebelum dia melanjutkan ucapannya.

 

“Mianhae aku tak mengundangmu diacara pernikahanku,” kata Yoona dengan mata lurus kedepan.

 

Jessica menoleh tak percaya dengan apa yang dikatakan Yoona. Dia tak menyangka jika Yoona akan mengatakan itu. Jessica pikir Yoona akan memarahi atau memakinya.

 

“Harusnya memang kau tak mengundangku. Memangnya aku ini siapa, aku bukan siapa-siapa. Aku hanya orang yang menyakitimu,” kata Jessica panjang lebar.

 

Yoona hanya diam. Dia ingin mendengar kata-kata Jessica selanjutnya.

 

“Aku tahu aku salah. Aku mengkhianati sahabat, saeng ku sendiri. Aku mengambil seseorang yang bukan milikku. Aku merebut namja yang sangat dicintai saeng ku sendiri. Aku melakukan semua itu karena aku sangat mencintai namja itu. Aku sudah menghancurkan persahabatanku sendiri hanya untuk mendapatkan cinta dari seorang namja. Mianhae, mianhae…,” kata Jessica yang sudah tak bisa menahan air matanya.

 

Yoona mendengarkan setiap kata yang diucapkan Jessica. Air mata yang ditahan sejak tadi pun akhirnya jatuh juga. Yoona sudah tak bisa menahan air matanya. Dia segera memeluk Jessica.

 

Mereka berdua berpelukan sambil menangis. Dibiarkan tangisan itu keluar dengan sendirinya. Orang-orang yang lewat didepan mereka  hanya berbisik-bisik tak jelas.

 

Yoona melepas pelukannya pada Jessica. Dia menatap Jessica dalam.

 

“Eonni, aku sudah memaafkanmu. Lupakan saja yang sudah terjadi,” kata Yoona tulus.

 

Jessica langsung memeluk Yoona lagi. Pelukan kali ini lebih erat dari yang tadi.

 

“Gomawo, jeongmal gomawoyo Yoongie,” ucap Jessica dan melepaskan pelukannya pada Yoona.

 

“Ya Ice Princess apa yang kau lakukan pada uri Yoongie?” Kata Yuri kesal.

 

Jessica segera berdiri dari duduknya karena mendengar teriakan Yuri. Dia menatap Yuri dan Tiffany bergantian.

 

“Mianhae jeongmal mianhae,” ucap Jessica lirih.

 

“Ahhh jes… Bogoshipo…” Kata Tiffany yang langsung memeluk Jessica. Yuri pun juga ikut langsung memeluk Jessica.

 

“Kalian…” Kata jessica setelah melepas pelukan kedua sahabatnya itu.

 

“Kami sudah memaafkanmu. Kami juga sudah tahu apa yang kau bicarakan tadi dengan Yoongie,” kata Yuri.

 

“Maksud kalian?” Tanya Jessica.

 

Flashback On

 

Tiffany dan Yuri berjalan mengitari taman untuk mencari keberadaan Yoona. Yoona memang sering ke taman kampus untuk melepas penat dan jika sedang menunggu jam kuliah.

 

Tiffany dan Yuri terus mencari keberadaan Yoona.

 

“Yoong, kau dimana sih?” Gerutu Yuri.

 

Tiffany hanya terkikik geli mendengar gerutuan Yuri. Tiffany terus mengedarkan pandangannya untuk mencari keberadaan Yoona. Akhirnya matanya dapat melihat Yoona.

 

“Yul, bukankah itu Yoongie,” kata Tiffany sambil menunjuk ke arah Yoona berada.

 

“Benar itu dia. Kajja kita kesana,” kata Yuri.

 

Yuri dan Tiffany berjalan mendekati Yoona. Tapi langkah mereka terhenti karena Yoona tidak sendiri tapi dia dengan Jessica.

 

“Omo itu…,” kata Tiffany sambil menutup mulutnya.

 

“Jessica, mau apa dia?” Kata Yuri ketus.

 

Yuri akan segera pergi ke tempat Yoona dan Jessica tapi tangannya dicegah oleh Tiffany.

 

“Eonni,” kata Yuri.

 

“Tunggu Yul… Kita dengar dari sini saja apa yang mereka bicarakan,” kata Tiffany yang masih menahan tangan Yuri.

 

Yuri pun mengikuti usul Tiffany. Dia juga ingin dengar sebenarnya apa yang sedang dibicarakan Yoona dan Jessica.

 

Setelah cukup lama mereka menguping pembicaraan Yoona dan Jessica, akhirnya mereka tahu kalau Yoona dan Jessica sudah baikan.

 

“Kita bisa bersama lagi Yul,” kata Tiffany lirih.

 

Yuri hanya menganggukkan kepalanya. Dia sangat senang karena dua sahabatnya sudah baikan dan itu artinya mereka bisa menjadi sahabat lagi.

 

“Kajja kita kesana,” ajak Tiffany pada Yuri.

 

Flashback end

 

“Jadi kau menguping pembicaraan kami eoh,” kata Yoona pura-pura kesal.

 

“Ne. Memangnya kenapa?” Tanya Yuri tanpa merasa bersalah.

 

“Kau tahu itu tak sopan,” kata Yoona lagi.

 

“Oh ya???” Jawab Yuri sambil memeletkan lidahnya pada Yoona.

 

Yoona pun segera mengambil buku yang ada disampingnya dan memukulkannya pada Yuri.

 

“Ya! Apa yang kau lakukan padaku nyonya Choi?” Kata Yuri kesal.

 

“Kau memanggilku apa?” Tanya Yoona.

 

“Nyonya Choi. Nyonya choi…” Kata Yuri menggoda Yoona.

 

Yoona tak suka jika dipanggil seperti itu. Dia belum terbiasa dipanggil dengan sebutan itu. Yoona pun memukul lengan Yuri. Akhirnya pukul pukulan lengan pun tak terelakkan.

 

Tiffany dan Jessica hanya tertawa melihat dua dongsaeng sekaligus sahabatnya itu pukul-pukulan seperti anak kecil. Akhirnya keempat sahabat itu bercanda bersama lagi. Mereka sudah berbaikan sekarang.

 

Saat mereka bertukar cerita dan bercanda bersama tiba-tiba Iphone Yoona bunyi. Dilihat nama yang tertera dilayar, ternyata choi Siwon.

 

“Suamimu menelepon Yoong, tak diangkat?” Tanya Tiffany lembut.

 

Yoona sebenarnya tak ingin mengangkatnya tapi kalau tidak diangkat Tiffany pasti akan mengomel. Akhirnya dia pun mengangkat teleponnya dengan enggan.

 

“Yeobseyo,” jawab Yoona.

 

“Eodiga?” Tanya Siwon.

 

“Aku dikampus, waegurae?” Kata Yoona enggan.

 

“Kau pulang jam berapa?” Tanya Siwon.

 

“Jam 3, wae oppa?” Kata Yoona penasaran.

 

“Tadi Sunny meneleponku, hari ini jadwal kau periksa kandungan, apa benar?” Tanya Siwon.

 

“Nde benar,” jawab Yoona.

 

“Kalau begitu nanti ku jemput dikampus. Tunggu aku dan jangan kemana-mana!” Kata Siwon yang langsung mematikan teleponnya.

 

“Aish orang itu,” gumam Yoona.

 

“Gwenchana?” Tanya Tiffany.

 

“Gwencana eonni,” jawab Yoona.

 

“Kenapa jadi kesal seperti itu setelah ditelpon suami,” goda Yuri.

 

“Jangan meledekku Yul. Ahh, kenapa dia yang harus menjemput,” gerutu Yoona.

 

“Kau nanti dijemput suamimu?” Tanya Jessica.

 

“Ne eonni, waeyo?” Tanya Yoona.

 

“Aku ingin melihat ketampanan suamimu saja Yoong,” jawab Jessica.

 

“Suamiku tampan?” Tanya Yoona.

 

Yuri, Tiffany, dan Jessica menganggukkan kepalanya bersamaan. Yoona mendengus kesal.

 

“Memangnya dia tampan?” Tanya Yoona lagi.

 

“Semua yeoja di Korea memujanya saeng. Selain dia tampan, dia juga kaya dan cool,” kata Jessica lagi yang mendapat anggukan setuju dari Tiffany.

 

“Pertama memang aku tak suka dengannya tapi setelah kulihat lagi dia memang benar-benar tampan Yoongie. Aku saja sampai terpesona jika melihatnya lagi,” kata Yuri menambahkan kata-kata Jessica.

 

Yoona tak menyangka jika sahabatnya terpesona dengan Suaminya. Perasaan tak ada yang special dari seorang Choi Siwon. Tak tahukah kalian kalau dia itu sangat menyebalkan, batin Yoona.

 

“Daripada aku mendengar ocehan kalian lebih baik aku masuk kelas,” kata Yoona dan berlalu pergi meninggalkan ketiga sahabatnya itu.

 

Mereka yang melihat Yoona pergi pun mengikuti Yoona.

 

“Apa kau cemburu?” Goda Yuri yang sekarang sudah berjalan didekat Yoona.

 

Yoona tak memperdulikan godaan sahabatnya itu. Dia terus berjalan pergi. Ketiga sahabatnya hanya tertawa puas menggoda Yoona. Mereka berjalan sambil bercanda. Akhirnya persahabatan itu terjalin kembali.

 

¤¤¤¤¤¤¤

 

“Dia kemana sih?” Kata Yoona kesal.

 

Yoona menunggu Siwon yang katanya akan menjemput. Dia sudah menunggu satu jam tapi Siwon tak juga menampakkan batang hidungnya.

 

“Kalau 10 menit dia tak datang aku akan berangkat sendiri,” kata Yoona lirih.

 

Yoona masih menunggu didepan halaman kampus. Sebenarnya tadi Tiffany berniat untuk menemani Yoona sampai Siwon datang tapi Yoona tak mau merepotkan jadi dia menunggu sendirian sekarang.

 

Sudah 15 menit Yoona menunggu dan Siwon juga tak ada jadi Yoona memutuskan untuk pergi ke Rumah Sakit sendiri. Yoona memutuskan naik taksi saja karena jika naik bus pasti akan memakan waktu yang lebih lama lagi.

 

¤¤¤¤¤¤¤

 

Sore ini, Siwon telah berjanji untuk menjemput Yoona dikampus dan pergi bersama untuk menemui Sunny karena sore ini jadwal Yoona periksa kandungan. Sejak siang tadi, dia telah memberi tahu Seohyun untuk membatalkan semua acaranya. Namun, tanpa diduga, seorang tamu dari Jerman datang tanpa membuat perjanjian terlebih dahulu, Siwon tak punya pilihan selain menemuinya karena perusahaannya akan bekerja sama dengan Perusahaan tamu itu.

 

Waktu bergulir dengan cepatnya. Siwon terkejut saat melirik jam tangannya. Sudah pukul lima sore, sambil memohon maaf, Siwon segera menyudahi pertemuannya. Siwon berjanji akan mengatur pertemuan berikutnya. Begitu tamunya pergi dari ruangannya, Siwon juga segera berlari menuju parkiran untuk mengambil mobil.

 

Siwon sudah menelepon Yoona dan Yoona bilang jika dia sudah sampai di Rumah Sakit. Mobil audi kesayangannya itu melaju cepat meninggalkan gedung perkantoran dan membelah jalanan Seoul yang padat disaat jam pulang kerja seperti sekarang.

 

Siwon meremas setir mobilnya, cemas. Dia tahu dia sudah sangat terlambat, tapi kemacetan ini akan semakin membuatnya terlambat. Dia hanya bisa berharap kalau Yoona belum pulang hingga dia tiba di rumah sakit.

 

Tiga puluh menit kemudian dia baru sampai di rumah sakit. Jika tidak macet seperti tadi hanya dibutuhkan waktu lima belas menit untuk sampai ke rumah sakit karena jarak antara kantornya dan rumah sakit yang dekat.

 

Siwon bergegas untuk ke ruangan Sunny. Yoona sudah menunggu disana. Siwon segera masuk ke ruangan Sunny. Di sana, dia melihat seorang perawat sedang membantu Yoona untuk berbaring ditempat periksa.

 

“Akhirnya kau datang juga, Oppa!” Seru Sunny.

 

Yoona menoleh sekilas. Dia menatap Siwon dengan pandangan menegur lalu kembali mengalihkan pandangannya pada Sunny.

 

“Rileks saja Yoona-ya,” kata Sunny menepuk bahu Yoona pelan.

 

“Kajja Oppa kita lihat calon anakmu,” kata Sunny dengan senyumnya yang merekah.

 

Siwon melangkah ragu menghampiri tempat periksa. Dia melihat Yoona sudah berbaring. Rambut panjang Yoona tergerai indah di atas ranjang, memberi kesan yang aneh untuk Siwon. Siwon segera mengalihkan pandangannya pada Sunny yang sedang mempersiapkan berbagai alat periksa kandungan.

 

Siwon melangkah mendekati Sunny yang berdiri didekat sebuah monitor, tapi Sunny malah memberi isyarat untuk berada disisi Yoona. Dengan sangat terpaksa Siwon menurut. Dia menghampiri Yoona dan berdiri disisinya.

 

Seorang perawat menyelimuti tubuh Yoona hingga sebatas pinggul, lalu menaikkan ujung baju Yoona hingga perut Yoona setengah terbuka. Perut Yoona yang mulus membuat napas Siwon tercekat. Siwon tak pernah melihat perut Yoona dalam keadaan sadar seperti sekarang. Yoona pun jadi salah tingkah. Rona merah pun menghiasi wajahnya.

 

“Aigoo kyeopta,” kata Sunny yang melihat pasangan itu malu-malu.

 

Wajah Yoona semakin merona sedangkan Siwon jadi salah tingkah. Sunny dan perawat yang ada didalam sana pun senyum-senyum sendiri melihat kejadian itu.

 

“Ya! Cepat periksa jangan menggodaku terus,” kata Siwon.

 

“Santai saja Oppa, Yoona pasien terakhirku. Lagi pula kalian ini sudah resmi suami istri masih malu-malu,” goda Sunny yang membuat wajah Siwon ikut merah.

 

“Eonni,” kata Yoona malu-malu.

 

“Ne ne ne aku akan segera periksa dan tak akan menggoda kalian lagi,” kata Sunny yang masih tersenyum.

 

Sambil tersenyum geli, Sunny menuangkan gel ke perut Yoona yang terbuka. Mendekatkan alat USG ke perut Yoona, lalu memperhatikan monitornya.

 

“Lihat Oppa, bulatan sebelah sini, itu adalah calon anakmu!” Kata Sunny sambil menunjuk monitor dengan tangan kirinya.

 

Kening Siwon berkerut tak mengerti. Sulit baginya untuk memastikan mana calon anaknya dimonitor itu dengan gambar yang tak terlalu jelas. Tapi tiba-tiba suara berdetak keras mengejutkannya.

 

Dug-dug, dug-dug, dug-dug…

 

“Kalian dengar detak jantungnya?” Tanya Sunny pada Siwon dan Yoona.

 

Siwon terperangah begitu juga Yoona. Detak jantung itu, detak jantung anak mereka. Tapi, mengapa detak jantung itu terdengar begitu cepat?

 

“Sunny-ah?” Panggil Siwon.

 

“Wae Oppa?” Jawab Sunny yang masih sibuk dengan alat USG-nya.

 

“Normalkah detak jantung secepat itu?” Tanya Siwon cemas.

 

“Sangat normal, Oppa,” jawab Sunny tanpa mengalihkan pandangannya dari monitor.

 

Siwon menghela napas lega. Dia mengalihkan pandangannya kembali ke monitor, memperhatikan gambar hitam putih itu dengan seksama. Mata Siwon terbeliak saat melihat bulatab lonjong dengan bulatan hitam kecil di ujungya, seperti sebuah titik kecil. Itukah anaknya?

 

“Sunny-ah…?” Panggil Siwon lagi.

 

“Ada apa lagi Oppa?” Tanya balik Sunny.

 

“Apakah bulatan itu bayinya?” Tanya Siwon lagi.

 

Sunny menghela napas sebentar. Ternyata saudara sepupunya itu banyak tanya juga.

 

“Majja,” jawab Sunny sabar.

 

Siwon menatap bulatan kecil itu dengan mata nanar. Anaknya! Rasa takjub, bahagia, tidak percaya, dan bangga, bercampur aduk menjadi satu. Perasaan Siwon begitu tersentuh.

 

Tanpa disadari Siwon meraih tangan Yoona dan mengenggamnya. Anaknya tampak begitu kecil. Walaupun bentuknya masih tak jelas tapi anaknya pasti akan cantik jika yeoja dan pasti tampan jika namja. Dan dia adalah ayahnya. Perasaannya tak bisa digambarkan saat ini.

 

Yoona pun tak menyangka jika sekarang ada sebuah nyawa yang ada didalam rahimnya. Meskipun awalnya dia tak mengharapkan anak itu tapi setelah melihat dan mendengar detak jantungnya, Yoona benar-benar bahagia. Karena saking bahagianya dia sampai meneteskan air matanya. Dengan segera Yoona menghapus air matanya.

 

“Oppa sudah lihat anakmu kan?” Tanya Sunny.

 

“Ne,” jawab Siwon singkat. Dia masih takjub dan tak percaya.

 

“Sekarang bantu Yoona turun,” kata Sunny kemudian.

 

Siwon pun membantu Yoona turun dari ranjang periksa dibantu oleh perawat. Sunny kembali ke mejanya. Siwon dan Yoona mengikuti dibelakangnya. Mereka duduk dihadapan Sunny.

 

“Oppa, mulai sekarang kamu harus lebih menjaga kesehatan Yoona. Dari data yang aku lihat, berat badannya untuk usia  kandungan saat ini kurang dari standartnya. Kamu juga harus jaga emosinya, sebab jika emosi Yoona tak terkendali dapat mempengaruhi janinnya juga,” nasihat Sunny pada Siwon.

 

Siwon mendengarnya dengan seksama. Dia memperhatikan apa yang Sunny katakan.

 

“Apa kau masih mengalami mual dan pusing Yoona-ya?” Tanya Sunny.

 

“Masih Eon, aku juga malas makan  ,” jawab Yoona.

 

“Hmhm… Meskipun kau malas tapi paksakan saja daripada nanti kandunganmu kekurangan nutrisi,” saran Sunny.

 

“Ne eonni,” kata Yoona.

 

“Ini aku buatkan resep vitamin yang harus kau konsumsi,” kata Sunny sambil membuatkan resepnya.

 

Setelah selesai menuliskan resep vitamin untuk Yoona, Sunny memberikan resepnya kepada Siwon.

 

“Thank you saeng,” kata Siwon sambil berdiri.

 

“You are welcome Oppa,” jawab Sunny.

 

Siwon dan Yoona pun berpamitan pada Sunny setelah mengucapkan terima kasih. Mereka segera keluar dari ruangan Sunny.

 

Siwon mengenggam tangan Yoona menuju ke apotik. Setelah mendapatkan vitamin yang dituliskan di resep yang diberikan oleh Sunny, mereka pun menuju ke parkiran untuk pulang.

 

Dalam perjalanan, keduanya membisu. Tenggelam dari pikiran masing-masing. Siwon masih belum bisa percaya keajaiban yang terjadi pada dirinya. Dia akan menjadi ayah. Ayah dari anak yang sekarang ada didalam kandungan Yoona.

 

Siwon berjanji pada dirinya sendiri untuk menjaga dan memperhatikan bayinya dan juga Yoona. Dia akan menjaga Yoona, istrinya.

 

Siwon melirik Yoona. Yoona masih diam. Yoona menatap keluar kaca mobil. Dia masih marah pada Siwon.

 

“Yoong,” panggil Siwon.

 

Yoona masih larut dengan lamunannya. Dia tak menyahut panggilan Siwon. Siwon yang merasa diacuhkan oleh Yoona hanya mendengus kesal.

 

“Kita makaan malam dulu ya,” kata Siwon lagi.

 

Yoona menoleh. Dia menatap Siwon heran.

 

“Kita makaan dirumah saja,” kata Yoona dingin.

 

Siwon menghela napas kasar.

 

“Apa kau marah?” Tanya Siwon.

 

“Ani, buat apa aku marah,” jawab Yoona.

 

Setelah percakapan singkat itu, tak ada pembicaraan lagi antara Siwon dan Yoona sampai mobil mereka masuk ke dalam rumah.

 

Yoona turun lebih dulu dan segera masuk kedalam rumah. Siwon menyusul setelah dia memakirkan mobilnya di garasi.

 

“Ahjumma, Yoona mana?” Tanya Siwon.

 

“Sudah masuk kamar Tuan,” jawab Ahjumma.

 

“Siapkan makaan malam ya, aku mandi dulu,” kata Siwon.

 

“Nde tuan,” jawab Ahn ahjumma.

 

Tak ada lima belas menit Siwon sudah keluar dari kamarnya menuju ruang makaan. Tapi tunggu, tak ada Yoona disana. Kemana dia, batin Siwon.

 

“Ahjumma, Yoona belum turun?” Tanya Siwon.

 

“Belum tuan. Mungkin sebentar lagi,” jawab Ahn ahjumma lembut.

 

Siwon hanya mengangguk mengerti. Siwon pun tak jadi memulai makannya sebelum Yoona datang. Dia pun mengambil ipadnya untuk mengecheck pekerjaan yang tadi sempat ditinggalkan.

 

Karena terlalu asyik dengan ipadnya dia sampai tak sadar kalau Yoona belum juga keluar dari kamarnya. Siwon mematikan ipadnya dan segera beranjak ke kamar Yoona.

 

Diketuknya pintu kamar Yoona, tapi tak ada jawaban dari dalam. Siwon khawatir terjadi apa-apa pada Yoona. Dia memberanikan diri untuk masuk ke kamar.

 

Dilihatnya Yoona sudah tertidur pulas. Siwon pun berjalan mendekati Yoona. Sebenarnya dia tak tega membangunkan Yoona tapi mau bagaimana lagi Yoona belum makaan malam. Siwon pun membangunkan Yoona.

 

“Yoong…,” panggil Siwon sambil mengguncang bahu Yoona pelan.

 

“Yoongie-ya, ” panggil Siwon lagi karena Yoona belum juga bangun dari tidurnya.

 

“Eugh,” keluh Yoona.

 

Yoona pun membuka mata perlahan. Sebenarnya dia benar-benar mengantuk tapi suara itu menganggunya. Ternyata itu suara suaminya.

 

“Wae Oppa?” Tanyanya.

 

“Kau langsung tidur tak mandi dulu tadi,” tanya Siwon pada Yoona yang masih berbaring.

 

“Aku capek oppa. Aku mau tidur,” kata Yoona lirih.

 

“Andwe,” kata Siwon agak berteriak.

 

“Wae???” Tanya Yoona.

 

“Kau belum makaan Yoong. Kau tak ingat apa pesan Sunny tadi,” kata Siwon lembut.

 

“Aku malas Oppa. Apa kau tahu kalau aku capek. Aku capek menunggumu tadi,” kata Yoona keras.

 

Siwon sampai kaget dibuatnya. Emosi Yoona sekarang sedang naik. Siwon tak ingin terpancing emosinya. Dia harus sabar menghadapi emosi Yoona. Dia tak ingin terjadi hal yang tidak diinginkan pada anaknya.

 

“Mianhae Yoong. Tadi oppa ada meeting,” kata Siwon lembut. Siwon mengusap kepala Yoona tapi Yoona menepisnya.

 

“Kau kan bisa menelepon atau sms jika tak bisa menjemput. Aku sudah menunggu lama seperti orang bodoh. Apa kau tahu?” Kata Yoona ketus. Yoona pun bangun dari tidurnya.

 

“Apa tak bisa dibicarakan baik-baik. Aku tahu aku salah tapi tak usah berteriak seperti itu!” Kata Siwon keras. Dia sudah tak bisa menahan emosinya.

 

“Kau berteriak padaku lagi. Aku tak tuli, sekarang cepat keluar aku tak mau melihatmu lagi. KELUAR!!!” Teriak Yoona sambil menangis. Air matanya jatuh sudah tak bisa ditahan lagi.

 

“Mianhae Yoong. Maaf aku kasar lagi padamu, mianhae,” sesal Siwon.

 

“Cepat keluar,” kata Yoona yang mendorong tubuh Siwon keluar dari kamarnya.

 

Setelah tubuh Siwon keluar dari kamarnya, Yoona membanting pintu. Yoona terduduk dipintu. Dia menangis sesenggukkan. Rasa sesak didadanya dikeluarkan semuanya.

 

“Yoong, buka pintunya. Jebalyo…” Kata Siwon sambil mengetuk pintu kamar Yoona.

 

Siwon mendengar Yoona menangis. Entah kenapa saat mendengar Yoona menangis hatinya merasa sakit juga. Dia masih terus mengetuk pintu kamar Yoona tapi tak dibuka juga.

 

“Yoongie-ya mianhae. Jangan seperti ini Yoong,” kata Siwon lirih.

 

Karena tak juga dibuka pintu kamar Yoona, Siwon pun menyerah. Siwon pergi meninggalkan kamar Yoona, tapi belum sempat dia melangkah terdengar suara pecahan yang sangat keras. Prang…

 

“Yoong…,”

 

 

 

To Be Continued

 

 

 

 

“̮ώk°ώk (′▽`) ώk°ώk “̮

Ceritanya menggantung lagi. Finally chapter ini selesai juga. Maap kalau lama dan feelnya ga dapat. Saya bukan penulis yang baik. Maap ya readers tapi saya tetap menunggu comment kalian semua…

Jadi RCL ya 🙂 🙂 🙂

 

Buat yang bikinin cover juga ◦”̮◦..τђäх u..◦”̮◦ ya udah dibuatin, bagus kok covernya, I like it…

 

Buat dua admin YWK, resty dan echa ◦”̮◦..τђäх u..◦”̮◦ ya udah dipublish…

 

 

 

Tinggalkan komentar

341 Komentar

  1. park ra chan

     /  Desember 26, 2015

    Chingu jgn di protect ya…
    Penasaran kelanjutannya…
    Yoona jgn marah sm siwon

    Balas
  2. diah fibri

     /  Januari 25, 2016

    keren thor ceritanya … next chapter ….

    Balas
  3. Rizki

     /  Februari 14, 2016

    Knp sih siwon gak pernah bersikap lembut sama yoona ?
    Jdi pnasaran sama kelanjutannya

    Balas
  4. melani

     /  Februari 17, 2016

    Kenapa mereka berantem lagi.. yoona kenapa tuh moga gak kenapa”..

    Balas
  5. Omo omo omo… Sulli know somethink…
    Haraaaa…. suara apa itu???. Yoona mecahin sesuatu deh..
    Go to next chapter….
    => => => => => => =>
    ^_^

    Balas
  6. ayana

     /  Maret 7, 2016

    apa tuch yang pecah???

    Balas
  7. z

     /  Maret 21, 2016

    makin seru makin ke puncak crita nihh

    Balas
  8. Daebak!!!!!
    Eonni,,, lajutkn ne cerita,a eon…
    Nae tunggu

    Balas
  9. Chapter 7,a gg bisa d’buka chingu,,, bgi donk password,a chingu

    Balas
  10. NinKar

     /  April 13, 2016

    Udah baikan ya mereka ? Cepat banget eh hihihi
    apaan yang pecah ?semoga gak ada apa apa

    Balas
  11. dwisy

     /  Desember 27, 2016

    Omo apa yg terjadi sebenarnya .. jgn bilang yoona knp” .. andwae .. ada apa ini ? Siwon sbnrnya care sama yoona tapi kapan siwon bakal cinta sma yoona tor ?

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: