[2S] Between Devil and Angel (Part 2/END)

998457_172120482972946_302040384_n

(OS) Between Devil and Angel

Main Cast:

Choi Siwon

Im YoonA

Support Cast:

Other’s Halyu Star

Genre:

Romance

Author:

@rani0702

.

.

.

.

.

Anyeong~

FF 2S gaje ini kembali untuk menyelesaikan misinya. *lebay* haha

Aku ga nyangka banyak respon untuk FF ini padahal awalnya aku ragu mau angkat plot ini soalnya seperti yang mungkin nited pikir, kayak FTV hahaha

Tapi aku ogah ah ikutan plot FTV, mungkin mirip tapi mirip aja ya hehe

Tadinya juga aku mau banget respon satu-satu comment kalian para readers a.k.a nited karna aku pikir ga akan banyak yang minat sama FF karya author abal-abal kayak aku wkwk tapi ga nyangka kalian cukup membuatku semangat dengan comment kalian yang buanyaaak. Dan untuk itu terima kasih~ :””’)

Okedeh daripada kebanyakan cas cis cus ga penting, meding langsung kembali ke plot cerita.

FF INI MURNI IDE dan KETIKAN ku sendiri..

Jika ada KESAMAAN alur dsb, itu hanya kebetulan.

Plagiator? I hate them. Jadi aku nggak mungkin berminat menjadi salah satunya.🙂

Keep RCL ya nited.🙂

.

.

.

-preview last chap-

‘Berwajah mainly namun memiliki tatapan sangat lembut dibalik mata teduhnya. Pangeran sesungguhnya tengah hadir. Sepertinya ia yang akan menjadi pangeran pembawa kebahagian untukku selanjutnya. Kupastikan betapa banyaknya anak perusahaan yang dimiliki oleh wajah setampan dia.’ Batin Yoona

 

‘Cantik.. Baru pertama kali kulihat Dewi surga sedang berkunjung kesini. Sudah pasti wajah cantik ini menggambarkan betapa kehidupan bak putri istana dengan kekayaan berlimbah menjadi makanan sehari-harinya bukan? Ini yang aku cari. Kau tuan putri, siaplah jatuh kedalam pesonaku.’ Batin Siwon

 

.

.

.

Orang bilang jatuh cinta pada pandangan pertama itu sering terjadi tapi bagiku itu tidak akan pernah terjadi.

Cinta? Aku butuh uang bukannya cinta.

Tapi gadis ini menarik perhatianku sejak awal tatapan kami bertemu.

Akankah aku goyah? Ah tidak, cinta bisa digapai asanya asal aku juga mendapatkan uangnya.

Wahai gadis cantik, kau akan jatuh dalam pelukanku.

-Siwon pov-

“Anyeong nona” sapaku

“Nde, anyeong.”

‘Suara yang cukup unik’ batinku

“Kau sendirian?”

“Perkenalkan aku Siwon, mungkin kita bisa berbincang jika kau memang sedang sendiri.” Ujarku tanpa basa-basi.

Kesempatan ini tidak boleh hilang sia-sia, dan aku yakin aku tidak salah bergerak secepat ini demi wanita cantik sepertinya. Dia terlihat berbeda dari kebanyakan wanita yang justru menggodaku, jadi sepertinya aku yang akan memulai semua ini.

-Siwon pov end-

-Yoona pov-

“Kau sendirian?”

“Perkenalkan aku Siwon, mungkin kita bisa berbincang jika kau memang sedang sendiri.”

Untuk tipe pangeran sesungguhnya versi penglihatanku sepertinya ia cukup agresif. Hampir seperti laki-laki biasanya yang mengejarku.

Tapi tetap saja dia memiliki gaya yang entah kenapa membuatku enggan membandingkannya dengan namja yang selama ini merayuku.

“Aku Im Yoona, senang berkenalan denganmu.” Ujarku

“Dan kau benar, aku sendiri. Menikmati malam gemerlap seperti ini tidak ada larangan untuk menghabiskannya bersama teman bukan? Jadi disinilah aku, sendiri.”

Diapun terlihat tersenyum kecil dengan penjelasanku tentang tak adanya larangan ke tempat ini sendirian.

Lagipula apa yang bisa aku dapatkan kalau aku beramai-ramai ketempat ini dengan teman-temanku yang bernasib sama denganku.

Yaitu bukan dari kalangan jetset.

Bahkan krystalpun tak tau hobbi ku yang satu ini.

Hobbi dalam membuat kantong namja kaum jetset yang ada disini seakan di copet oleh paras cantik dan kemahiranku dalam berucap.

Ya, mereka telah aku copet dengan kesadaran mereka sendiri.

-Yoona pov end-

-Author pov-

Setelah perkenalan awal yang terlihat biasa dan simple namun percakapan selanjutnya antar Siwon dan Yoona nampak sangat seru.

Mereka seperti menemukan teman karib lama yang dengan begitu mudahnya dan singkatnya pula dapat membuat mereka nyaman satu sama lain.

Obrolan mereka sangat luas, benar-benar luas.

Karna baik Siwon maupun Yoona sering mengelak jika muncul pertanyaan dari lawan bicara mengenai latar belakang keluarga mereka dan pertanyaan mematikan seperti itu selalu saja berhasil mereka alihkan ke topik baru dan itu berlanjut sampai mereka tertawa riang bersama dan melupakan bahwa mereka baru saja berkenalan 30 menit yang lalu.

– – – –

Pertemuan yang singkat, tapi tidak sesingkat hubungan mereka setelah malam itu.

Tiap harinya setelah malam perkenalan secara tidak terduga itu, ternyata hubungan si tampan dan si cantik berlanjut lebih intens.

Keduanya tidak jarang menghabiskan waktu walaupun sekedar untuk minum coffee disalah satu cafe ternama.

Hanya minum coffee? Yang benar saja.

Tentu saja itu tidak berlangsung lama.

Setelah beberapa kali menghabiskan waktu hanya minum coffee dan jalan-jalan ditaman yang tentunya GRATIS untuk kalangan umumpun baik Yoona atau Siwon sama-sama merasa harus mulai mendapatkan buah dari jerih payahnya menggoda satu sama lain.

“Hmm oppa, kau lihat itu.” Tanya Yoona pada Siwon sambil menunjuk salah satu toko baju branded disekitar taman yang sedah mereka kunjungi.

Siwonpun mengikuti arah yang dituju oleh jemari lentik Yoona. “Ne, waeyo?”

“Aku suka dengan modelnya. Sepertinya akan bagus jika aku kenakan.”

“Apapun yang kau gunakan pasti akan cocok untukmu Yoona-ya, dan pastinya akan membuatmu terlihat makin cantik.”

Rayuan yang cukup handal untuk seorang Choi Siwon, walaupun rayuan simple tapi buktinya mampu membuat wajah Yoona bersemu merah.

“Kajja, kau mau membelinya?” Ajak Siwon

‘Yes! Aku berhasil’ batin Yoona

“Tapi kau tidak lupa membawa kartu kredit untuk membayarnya kan.” Tanya Siwon

“Ne? Kartu kreditku?” Tanya Yoona memastikan

“Hmm, kau ingin membelinya bukan?”

 

‘Ternyata aku disuruh beli sendiri? Pelit sekali orang ini.’ Umpat Yoona dalam hati.

“Ah, kau benar. Aku lupa membawanya oppa.” Jawab Yoona sambil menunjukan wajah lesu dengan bermaksud meminta belas kasihan dari namja yang dikiranya bak pangeran berhati lembut yang akan luluh jika melihat wajah wanita secantik dia lesu seperti itu.

“Ya sudah, lain kali aku akan mengantarmu kesana jika kau sudah membawa kartu kredit atau uang cash mu. Jangan cemberut ne? Walaupun kau tetap cantik dengan wajah seperti itu tapi dengan wajah itu juga kau membuatku ingin menerkammu karna gemas. Arraso..” Balas Siwon sambil mencubit gemas pipi Yoona yang sejak tadi ia gelembungkan.

Yah, gagal sudah rengekan manja dari seorang Im Yoona. Baju dengan bandrol harga yang malah ia gagal dapatkan dari Choi Siwon, padahal dulu tanpa ia minta puluhan baju dan perhiasan sudah pasti bertengger dibadannya walau hanya dengan sekali kencan.

Dan untuk dengan pria ini, sudah kencan berkali-kali namun satu barangpun tidak ada yang menyangkut di badannya. Bahkan untuk minum coffee saja ia harus membayarnya sendiri.

Tapi tetap saja ia bertahan berkencan dengan laki-laki ‘pelit’ ini. Sosoknya berbeda dari kebanyakan namja yang mengejarnya. Buktinya sekarangpun walau lagi-lagi rayuannya gagal menghasilkan barang yang bisa ia dapatkan namun godaan dan tingkah namja itu telah berhasil membuatnya tersenyum senang.

 

‘Mungkin butuh waktu sebentar lagi, aku yakin depositonya berlimpah. Dia hanya mengetes sejauh mana rasa tertarikku padanya. Setidaknya dia jauh lebih membuatku nyaman dibandingkan namja kebanyakan. Ya, bersabar saja Im Yoona.’  Hibur Yoona Dalam hati

– – – – –

Kegagalan dalam mendapatkan apa yang diinginkan tidaknya milik Yoona seorang. Si namja ‘pelit’ bak pangeran itupun mengalaminya.

Bukan hanya sekali dua kali ia mencoba memancing kepekaan gadis yang sedang ia dekati sekarang ini untuk bisa memberikannya hadiah.

Mulai dari memberitahukan hobbinya tentang mengoleksi jam tangan disaat sedang ada pameran jam tangan berbandrol harga selangit di mall yang mereka sedang kunjungi, atau terkadang ia menyampaikannya langsung pada Yoona bahwa teman kencannya dulu sering memberika banyak barang kepadanya agar Yoona merasa tersaingi dan dengan segera memberikan sesuatu untuknya.

Tapi itu semua tidak membuahkan hasil apapun.

Dengan sikap santainya Yoona hanya menanggapi itu semua dengan balasan.

“Wajar mereka merayumu dengan berbagai hadiah mewah, kau tidak tertarik pada mereka. Tapi, jika denganku kau tertarik bukan? Buktinya kau tak masalah aku tidak memberikanmu apapun oppa. Aku benar bukan?” Ucapnya percaya diri

Siwonpun selalu membalas ucapan Yoona itu dengan gombalan demi gombalan lainnya yang sengaja ia ciptakan agar Yoona makin jatuh kedalam pesonanya. Dan mungkin nantinya Yoona akan luluh dan mau membelikan sesuatu.

“Tentu saja kau yang terunggul dalam hal menarik perhatianku. Kau tau? Dulu banyak gadis yang berebut berkencan denganku tapi sekarang sudah 1 bulan kita berkenalan dan jalan bersama, akan tetapi aku tak pernah sekalipun menggandeng wanita lain selain dirimu. Kau tentu yang teristimewa Yoona-ya” Ujarnya Gombal

Namun tetap saja, tak ada pergerakan kalau Yoona akan membelikan sesuatu sebagai balasan sikap dan ucapan manis dari Siwon.

‘Gadis ini sungguh berbeda dari perkiraanku. Dengan postur tubuh dan wajah seperti putri istana yang bergelimang harta ia cukup pintar untuk menghemat mengeluarkan uang. Apa ia sebenarnya miskin sama sepertiku? Ah tidak mungkin. Dia hanya ragu kalau aku benar-benar tertarik dengannya. Sabar saja Choi Siwon. Sebentar lagi jangankan jam tangan, mungkin anak perusahaannya pun mampu kau ambil alih kalau dia sudah takluk padamu.’ Ucap Siwon dalam hati

– – –

Hubungan dengan maksud awal saling memanfaatkan ternyata sama sekali tidak membuahkan hasil untuk keduanya. Bahkan karna sudah sejak sebulan berkenalan ini mereka harus masing-masing mengeluarkan modal untuk berkencan mewah namun hemat ala keduanya membuat mereka harus ekstra kerja keras membanting tulang di pasar tradisional tempat mereka bekerja selama ini.

“Ah sial, berkat tuan putri itu sekarang jangankan pakaian mahal yang aku dapatkan, tapi untuk sekedar berkencan saja aku harus mencari modal lebih sehingga yang biasanya aku cukup bekerja membantu haelmoni di toko dan sekarang aku bahkan mengajukan diri untuk mengantarkan pesanan daging segar ke restoran sekitar sini agar imbalan ongkos kirim bisa aku kantongi. Hah, biaya untuk halmoeni operasi masih jauh dari cukup. Aku harus berhasil mendapatkan kucuran dana dari gadis cantik itu.” Umpat Siwon sambil merapihkan ikatan bungkusan daging di sepedanya

Sedangkan ditempat lain, terlihat seorang gadis yang sedang membersihkan toko ikan dimana tempat ia bekerja selama ini dengan sangat tekun.

“Gara-gara namja super tampan sekaligus super pelit itu sekarang demi mendapatkan uang lebih untuk berkencan dengannya akupun harus mengambil alih pekerjaan imo han untuk menyapu dan mengepel toko ini. Bahkan aku sampai harus menawarkan diri siap untuk mengantarkan pesanan ikan keluar toko jika ada yang memesannya. Hah.. Hidup sedang amat kejam saat ini. Semoga perjuangan ini tidak akan sia-sia. Sebentar lagi Krystal akan ujian akhir dan itu membutuhkan dana besar, jadi tn. Choi kau harus dengan segera membelikanku sesuatu untuk kujual lagi. Im Yoona, Fighting!!”

Lagi dan lagi, takdir sepertinya benar-benar sedang bermain-main diantara mereka.

Siang ini, setelah tidak bertemu selama 3 hari, di sebuah toko makanan cukup kenamaan namun sederhana di pinggir jalan sudut distrik Seoul mereka dipertemukan.

“Ah lelah sekali mengendarai sepeda dari toko ke resto ini untuk mengantarkan daging pesanannya.” Keluh Siwon

Sepertinya sangking kelelahan akibat mengayuh sepedanya Siwon tak sadar ada seorang Yeoja berjalan mendekatinya begitupun yeoja tersebut.

Karna kesusahan membawa kantong plastik berisikan ikan segar yang akan ia antarkan siang ini membuatnya berjalan sedikit tidak stabil.

Dan terjadilah tabrakan yang tak terelakan lagi.

‘Bugh…’

“Aish, ikanku jatuh semua.” Ucap sang gadis

“Ah maafkan aku nona, aku sungguh tidak sengaja menabrakmu.” Mohon Siwon pada gadis yang secara tidak sengaja ditabraknya itu

Gadis itu masih sibuk sedang membereskan bungkusannya yang jatuh. Dan bersiap memaki laki-laki itu ketika ia sedang mulai menganggat kepalanya.

“Yak! Kau harusnya lebih hati….ha..ti”

Omelan gadis itu yang seharusnya bernada emosi berubah seketika menjadi nada terbata-bata.

“Kau?” Ujar Sang gadis

“Yoona-ya? Neo…” Sang namjapun terlihat sama terkejutnya dengan peristiwa ini.

“Kau, hmm…apa yang kau lakukan disini Yoona-ya?” Tanya Siwon basa-basi

‘Penampilannya agak lusuh, dan itu apa yang ia genggam?’ Batin Siwon

Yoonapun terlihat gelagapan ingin menjawab pertanyaan yang Siwon ajukan.

‘Aduh, sial sekali hari ini. Kenapa harus bertemu dengannya disaat seperti ini. Penampilanku yang hanya menggunakan kemeja digulung ke siku dan celana jeans belel seperti ini sangat menghancurkan image ku.’ Gerutu Yoona dalam hati

“Yoon? Kau sehat-sehat saja?” Tanya Siwon lagi menyadarkan Yoona dari lamunannya.

“Ah ne oppa, aku sedang membantu imo berbelanja disekitar sini. Appa ingin aku buatkan sup ikan sehabis perjalanan bisnisnya ke jerman kemarin dan sebagai putri kesayangannya aku ingin memenuhi keinginannya dengan membeli semua kebutuhan untuk membuat sup ikan kesukaannya.” Jelas Yoona panjang lebar

“Anak yang berbakti.” Balas Siwon dengan senyumannya sambil mengacak sedikit rambut Yoona

“Pantas saja kau disekitar sini. Tapi untuk apa kau sampai berbelanja di daerah dekat pasar tradisional, padahal kau bisa ke supermarket.”

“Hmm, imo bilang ikan disini sangat segar jadi aku lebih pilih membelinya disini. Kalau oppa sedang apa disini dengan pakaian seperti habis jogging padahal ini sudah siang.”

Sebelum pertanyaan demi pertanyaan terlontar lagi dari Siwon maka dengan segera Yoona mengalihkan pertanyaan.

“O.. Aku sedang.. Hmm aku sedang..”

‘Aku bingung harus menjelaskan keperluanku disini. Jika untuk jogging ini sudah terlalu siang, orang sinting yang mau joging dengan terik matahari seperti ini.’

Selagi Siwon sedang berkutik dengan pikirannya seseorang terlebih dahulu memanggilnya.

“Ah untung kau belum pulang Siwon, besok kami pesan daging lagi dari tokomu ya. Seperti biasa saja, bilang pada halmoenimu agar lekas sembuh. Kau harus rajin membantunya di toko, dia satu-satunya keluargamu bukan. Kasian jika dia harus bekerja keras di pasar sendirian. Ini uang untuk pesanan besok. Gomawo ne.”

Ternyata orang itu adalah si pemilik restoran yang baru saja Siwon antarkan daging.

“Kau penjual daging?” Tanya Yoona memastikan

Belum sempat lagi Siwon membalas sang pemilik restoran kembali berujar.

“Yoona-ya, kau sudah datang juga rupanya. Itu bungkusan ikan pesanan kami bukan? Ah kau memang selalu tepat waktu jika mengantar pesanan. Pantas saja ahjussi Han selalu memuji karyawan terbaiknya ini.”

Yoona yang mendengar penuturan dari ibu pemilik toko rasanya ingin sekali melakban mulutnya agar tidak sembarangan berujar.

“Kau penjual ikan?”

Kini giliran Siwon yang bertanya, dia bahkan melupakan kalau sebelumnya pertanyaan serupa diajukan Yoona kepadanya.

SKAKMAT. Semua terbongkar sekarang.

“Kalian bukannya saling mengenal? Aigoo, toko daging dan ikan tempat kalian berjualan kan hanya berbeda satu blok. Aneh sekali kalau kalian tidak saling mengenal. Aku pikir ketika kalian berbincang tadi menandakan kalian sudah saling mengenal. Ckck anak muda jaman sekarang sangat minim dalam hal bersilahturahmi terhadap tetangga.”

‘Wahai ahjumma, kau terlalu banyak berkoar.’

Baik Siwon maupun Yoona sama-sama geram dengan penuturan sang ahjumma pemilik toko. Andai ia barusan tidak masuk kedalam tokonya maka sudah pasti ia akan menjadi bulan-bulanan dari Siwon ataupun Yoona yang sekarang merasa sudah ditipu habis-habisan.

“Oh, ternyata kau hanya penjual daging saja tuan Choi? Cih penampilanmu saja oke tapi kantongmu boke juga ternyata.” Umpat Yoona pada Siwon

Siwon yang mendengar penuturan Yoona langsung tersenyum kecut menanggapinya. “Hai tuan putri gadungan, kau sudah berkaca sebelum mengucapkan itu untukku? Kau tak lihat kalau kita itu sama. Sama-sama penipu.”

“Mwo? Penipu? Apa kau bilang?”

‘Enak saja dia bilang aku penipu, dasar pria tak punya malu.’

“Hahaha sekarang aku bisa menebak kenapa kau selalu merajuk untuk dibelikan sesuatu, ternyata kita sama.”

“Sama-sama suka menggaet kaum jetset untuk keuntungan pribadi. Hahaha tak ku sangka ada diriku dalam versi wanita.”

“Hei mister sok tau, jangan sembarangan berbicara, aku dan dirimu berbeda.” Sanggah Yoona

“Hahaha terserah kalau kau mau mengelak, yang jelas sekarang sudah terlihat siapa diri kita masing-masing. Yah, sepertinya aku harus mencari mangsa baru. Bye bye tuan putri gadungan, hamba harus bergegas mencari putri yang sesungguhnya.”

“Aish namja itu jinjja..”

– – – –

Setelah terbongkarnya status asli mereka siang hari itu, malam ini di sudut ‘Cafe Glows’ sudah dapat terlihat lagi aksi kedua namja dan yeoja ulung tersebut.

Yah sebulan lebih tidak pernah berkunjung lagi ke cafe itu ternyata membuat mereka langsung menjadi pusat perhatian lagi oleh lawan jenis yang siap menggandeng mereka dan dijadikan mangsa baru.

Seperti saat ini, Siwon yang sudah sukses mendapatkan satu yeoja yang cukup dibilang masih dibawah umur bernama Sulli yang baru saja bertemu dengannya namun sudah berani memberikan kunci mobilnya untuk Siwon bawa pulang dengan alasan namja itu tidak membawa mobil karna sedang dibengkel.

Dan si gadis bernama Yoona itu sekarang sudah berada didalam aliran obrolan seru dan intens pada namja bernama Lee Minho yang berperawakan gagah tinggi namun memiliki wajah lembut. Yah bisa dibilang setipe dengan postur Siwon.

Apa? Choi Siwon?

Ya, entah disadari atau tidak oleh Yoona sekarang ia mencari mangsa dengan tipikal sama seperti Siwon namu tentunya memiliki nasib dompet yang jauh berbeda. Karna sekarang Lee Minho yang memiliki perawakan wajah seperti Siwon namun mampu membuktika nasib dompetnya jauh lebih baik dengan secara terang-terangan memberikan voucher bernilai ratusan ribu won yang bisa Yoona pergunakan untuk berbelanja di shopping centre miliknya.

“Sepertinya kau sudah menemukan pangeranmu tuan putri gadungan?” Sapa Siwon pada Yoona yang menunggu Minho kembali dari toilet.

Sesaat Yoona melirik sekilas namja itu, dengan sombongnya sekarang ia sedang menggandeng ABG labil yang setengah mabuk.

“Cih, apa pedulimu. Sepertinya juga kau sudah menemukan incaranmu. Seorang yeoja yang benar-benar bodoh dan labil sehingga mau jatuh kedalam pesonamu dalam sekejap.”

Ada rasa tak suka dalam diri Yoona melihat si gadis ABG itu bergelayut manja dilengan kokoh Siwon karna pasalnya gadis itu sedang mabuk. Namun rasa itu segera ia singkirkan ketika Lee Minho kembali hadir dan langsung memeluk pinggangnya lembut dan mengajaknya keluar dari cafe ini untuk mengantar Yoona pulang.

“Dasar gadis sembrono, mau saja dipeluk seperti itu oleh pria yang baru sebentar dikenalnya. Dulu saja denganku dia tak pernah membiarkanku melakukan skinship selain bergandengan tangan tapi sekarang? Ckck”

Cemburukah kau Tn.Choi?

Benih-benih cinta sepertinya sudah tumbuh dihati keduanya. Itu terlihat dari masing-masing yang seakan tidak rela melihat kebersamaan antar pasangan barunya. Bahkan tak sedikit mereka sering membandingkan sikap pasangan baru mereka dengan hubungan yang mereka jalin dulunya.

Ternyata satu bulan berhubungan dengan sangat intens bukannya tidak menghasilkan apa-apa bagi mereka, namun mampu menghasilkan benih-benih cinta yang lambat laun pasti akan mereka sadari seiiring renggangnya hubungan mereka yang pastinya akan menghadirkan kerinduan akan kebersamaan mereka.

-Author pov end-

-Yoona Pov-

Setelah seminggu yang lalu aku mengetahui siapa dirinya dan mencoba mencari incaran baru entah mengapa baru kali ini aku terus membandingkan mangsa baruku dengannya.

Apa hebatnya sih dia?

Dia hanya bermodalkan tampang dan ucapan manis, oh Im Yoona sadarlah bukan dia pangeran yang engkau cari.

Akupun terus melamunkan si pangeran berkantong tipis bernama Choi Siwon itu di sepanjang aku melakukan pekerjaan membersihkan ikan yang tadi pagi ditangkap oleh paman han.

“Yeobo kau tau Choi halmeoni si penjual daging di blok sebelah? Katanya ia mengidap penyakit pembengkakak pada ginjalnya. Dia sepertinya membutuhkan biaya besar untuk operasi yang kabarnya akan segera ia lakukan.”

‘Sepertinya bibi dan paman han sedang membicarakan seseorang, dan mereka membicarakan Choi halmeoni penjual daging? Apa itu neneknya Siwon oppa yang dimaksud oleh bibi han?’ Tanyaku dalam hati

“Nde, aku tau. Bahkan aku pernah mengobrol dengan cucu sematawayangnya yang bernama Siwon. Dia bilang memang tak sedikit biaya yang mereka butuhkan untuk operasi itu. Makanya setelah berjualan ditoko sampai sore hari, malamnya Siwon bekerja sebagai dosen bimbel panggilan dirumah-rumah mahasiswa/i.” Ujar paman Han

“Apa? Dosen bimbel? Haha dosen bimbel penakluk hati ABG labih maksudnya? Ckck bisa sekali namja itu.” Gerutuku sangat pelan sehingga aku pastikan paman dan bibi han tidak akan mampu mendengar celotehanku tentang kebohongan namja itu pada mereka

Oh jadi itu alasannya ia menggaet kaum jetset. Mencari dana lebih untuk halmeoninya. Pasti sulit membiarkan satu-satunya keluargamu menderita.

“Aish lagi-lagi kau memikirkannya dan sampai bersimpati padanya. Neo paboya yoona!”

“Hai hai kau kenapa yoona-ya, kenapa memukul kepalamu seperti itu?” Tanya bibi han yang ternyata memergokiku sedang menyiksa diri dengan memukul kepala sendiri karna sudah berani memikirkan namja itu lagi.

Akupun hanya mampu terkekeh menjawab pertanyaan bibi han “Hehe tidak apa bi, tadi kepalaku agak pusing. Mungkin kalau aku pukul-pukul akan sembuh bi.”

“Aneh kau Yoona-ya, sudahlah kau istirahat saja. Biar pekerjaanmu bibi yang lanjutkan. Sebentar lagi bukankah Minho-ssi akan menjemputmu? Jadi kau bersiap-siap saja.”

“Baik bi, gomawo.” Balasku penuh senyuman.

Yah memang sepertinya aku harus bersiap-siap sebelum Minho oppa datang menjeputku untuk mengajakku jalan-jalan.

Entah mengapa, aku sudah malas berbohong. Mungkin dengan jujurpun aku mampu mendapatkan apa yang aku mau dan itu terbukti, setelah aku membiarkan Minho oppa mengantarkanku pulang malam itu dia jadi tau tentang status asliku.

Sikap bodohku yang tanpa sadar malah menunjukan arah rumah asliku karna terus membayangkan sikap manja si gadis ABG yang bergelayutan dilengan Siwon Oppa membuatku membongkar rahasiaku sendiri.

Awalnya aku berpikir Minho oppa akan dengan segera menendangku dari mobilnya bahkan dari kehidupannya juga tapi nyatanya ia malah bilang akan terus ada disampingku dan membahagiakan aku.

Walaupun ketika aku kembali lagi ke Cafe Glows dan banyak mendengan gunjingan tentang sifat Minho oppa yang katanya memiliki sifat asli sebagai player kelas kakap namun kali ini aku sungguh capek untuk menjadikan itu bahan pertimbangan aku menjalin hubungan dengannya.

Aku ingin segera melupakan namja bermarga Choi itu dan kehadiran Minho oppa akan aku manfaatkan untuk melupakannya. Harus.

-Yoona pov end-

-Siwon pov-

Sudah seminggu ini aku tak bertemu dengannya.

Berhubungan dengan gadis ABG seperti Sulli membuat waktuku terkadang selama 24 jam hanya miliknya.

Ternyata alasan dia memberikannya kunci mobil kepadaku agar aku bisa menjadi supir sekaligus pajangannya untuk dipamerkan kepada teman-teman kuliahnya.

Seperti sore ini, ia merengek minta aku jemput dan sekarang sudah pukul 8 malam kami masih berkutat dengan aktivitas karaoke ria bersama teman-teman kampusnya.

Sekarang ia masih saja bernyanyi ria jingkrak sana-sini dengan teman-temannya tanpa memperdulikan aku yang sudah hampir mati bosan hanya berdiam diri dipojok ruang karaoke ini.

‘Dulu walaupun aku tak mendapat apapun tapi setiap waktu yang kuhabiskan bersama Yoona jauh lebih menyenangkan dibanding dengan gadis si pemberi apapun ini. Haah, membosankan sekali hidupku selama seminggu ini’

Rasanya ingin sekali aku kembali ke bulan awal sebelum hubungan kami (re: aku & Yoona) rusak karna terbongkarnya rahasia kami masing-masing.

Memang aku tak bisa mendapatkan kucuran dana untuk pengobatan halmoeni tapi setidaknya hatiku senang karna hari-hariku diisi oleh sifatnya yang ceria namun hangat.

Tak kusangka gadis seusia dirinya harus sibuk membanting tulang mencari nafkah untuk biaya hidup dan sekolah adik satu-satunya yang ia miliki.

Awalnya aku tak percaya dengan ucapan ahjussi han pemilik toko ikan tempatnya bekerja, tapi setelah ahjussi han menceritakan secara detail tentang si puti gadungan itu aku semakin yakin kalau kisahnya memang tak jauh berbeda denganku yang sama-sama membutuhkan kucuran dana untuk kebutuhan kami.

“Hah, aku merindukannya” Gumamku pelan

Sexy free and single I’m ready to bingo

Sexy free and singgle I’m ready to bingo

Smartphoneku berdering, dan dalam sekejam aku tertegun melihat nama ID penelponnya.

-Putri Gadungan Calling-

Untuk apa dia menelponku?

Karna terlalu lama aku memikirkan alasan yang tepat kenapa dia menelpon dan apa kata pertama yang harus aku ucapkan membuat smartphoneku berhenti berdering.

Aku sungguh mengerutuki sikap bodohku yang malah mengabaikan telepon darinya.

Dengan segera aku ingin menelponnya balik namun smartphoneku kembali berdengring dengan lagi-lagi menampilkan ID nya.

Tanpa membuang waktu lagi langsung aku angkat telepon darinya.

“Hai putri gadungan, merindukanku heoh? Ada apa menelpon?”

Aduh apa yang kau ucapkan Choi Siwon, bagaimana mungkin kalimat itu yang kau ucapkan sebagai pembuka obrolan dengannya.

Lama tak ada balasan darinya, apa dia kesal dengan kalimatku barusan?

“O..o..opppa..”

Kenapa suaranya bergetar?

“Oppa tolong aku.” Lirihnya di sebrang sana

Akupun langsung bangkit dari tempatku duduk dan berdiri tegang. Tak ku hiraukan tatapan Sulli yang secara mendadak menoleh kepadaku.

“Kau kenapa Yoona-ya? Kau dimana sekarang?” Tanyaku dengan nada cemas

“Aku takut oppa.. Dirumah ini hanya ada aku dan dia.. Minho oppa mengurungku didalam kamar.”

“Aku takut oppa, takut sekali. Tolong aku.” Ujarnya lagi

“Minho sialan, ternyata dia sesuai predikat yang beredar. Namja mesum!” Umpatku penuh emosi

“Kau tunggu aku disana. Jangan matikan smartphonemu, aku akan melacak sinyal keberadaanmu.”

Tanpa basa-basi lagi aku langsung bergegas keluar dari tempat karaoke membosankan ini. Namun sepertinya aku tidak bisa semudah itu pergi.

“Kau mau kemana oppa?” Tanya Sullia sambil menggenggam tanganku erat.

Dengan sedikit kasar aku menghempaskan tangannya. “Aku harus pergi, seseorang menungguku.”

“Untuk apa menemuinya, aku lebih penting bukan katamu? Jadi tetaplah disini.”

“Mian aku berbohong, bagiku dulu tidak ada yang lebih penting didunia ini selain halmoeniku. Tapi sekarang, dia merupakan salah satu orang yang berarti untukku juga. Entah sejak kapan, tapi dia memang sangat penting untukku.”

Setelah mengucapkan kalimat itu akupun langsung pergi meninggalkan tempat itu menggunakan mobil Sulli yang memang kuncinya ada padaku.

Aku tak lupa bahwa smartphone kami tidak terputuskan, aku harap ia mendengarkannya. Mendengarkan bahwa aku sedang bersusah payah menghampirinya dan mendengarkan bahwa dia sudah menjadi bagian penting untuk hidupku.

– – –

Ternyata tempat karaoke membosankan itu tidak sesial yang aku pikirkan. Jarak tempat itu ternyata hanya dua blok dari hunian si pria cabul itu. Sehinggal hanya dalam waktu 15 menit aku sudah sampai didepan rumahnya.

Sialnya dia memang laki-laki kaya raya. Rumahnya sangat besar dan pintu pagarnya otomatis sehingga aku tidak bisa dengan mudah menerobosnya.

Tapi untuk ukuran orang kaya dia cukup bodoh dengan tidak menempatkan satu bodyguardpun dirumah ini sehingga dengan usaha keras aku mampu memanjat pagar tinggi itu dan menerobos masuk kedalamnya.

Pintu belakang yang tidak terkunci memudahkanku masuk kedalam huniannya.

Secara mengendap-endap aku menelusuri setiap sudut ruangan yang ada untuk mencari Yoona namun dengan rumah sebesar ini ternyata cukup menyulitkanku menemukannya.

“Oppa, hentikan. Berhenti disitu, jangan mendekat!”

Kudengar teriakan Yoona dari lantai dua rumah ini, dengan segera aku menghampiri sumber suara itu.

“Hahaha ini rumahku, dan kita hanya berdua. Jadi apa hak mu untuk menyuruhku berhenti hah?”

Kuyakin itu adalah suara Minho si namja mesum itu, aku harus segera menemukan ruangan tempat mereka berada.

“Kau jahat oppa, aku sudah percaya padamu. Kau bilang kau akan menjagaku.”

“Hahaha dan kau percaya? Hei gadis miskin, tempatmu bukan untuk disampingku tapi untuk berada dibawah kuasaku. Jadi malam ini kau milikku. Sebagai imbalan atas semua pemberianku selama ini padamu.”

“Andwe oppa, jangan lakukan, aku mohon.”

Bugghhh..

“Siwon Oppa..” Lirih Yoona

Kulihat posisinya sudah berada dalam kuasa namja itu, andai aku terlambat sedetik saja mungkin pemandangan yang jauh lebih buruk dari ini yang aku akan dapatkan.

“Cih wajah dan statusmu tidak mencerminkan kelakuanmu tuan muda” ujarku ketus

Tanpa basa-basi aku langsung mendekat dan menerjam laki-laki kurang ajar itu.

Kompromi bukan lagi solusi untuk dia yang sudah berani memiliki niat menodai gadisku.

Yoona milikku, gadis berhati malaikat seperti dia tidak layak disentuh oleh tangan kotornya.

Dengan emosi pukulan demi pukulan aku layangkan kewajah tampannya.

Aku akui ia memiliki wajah yang tampan tapi itu tidak akan bertahan lagi setelah malam ini. Kupastikan ia akan terus mengingat akibat dari perbuatannya yang mencoba berbuat tidak-tidak pada Yoona.

Andai isakan tangis itu tidak keluar dari bibir Yoona, mungkin aku tidak akan berhenti memukul namja brengsek itu.

Segera kuakhiri pertunjukkan luapan emosiku dan beralih menghampiri Yoona sambil menjaketkannya dengan jaket yang aku pakai.

“Kajja kita pulang.” Ajakku lembut dan merangkulnya perlahan menuju mobil Sulli yang kubawa di depan.

Setelah berhasil keluar dari rumah itu dan sekarang kami dalam perjalanan pulang kulirik sekilas keadaannya, ia terlihat melamun.

Mungkin dia masih shock atas peristiwa tadi.

Bagaimanapun kalau tadi aku tidak berhasil sampai tepat waktu mungkin si brengsek itu sudah benar-benar menghancurkannya.

“Hmm, kau tidak apa-apa? Sudahlah jangan memikirkan itu lagi. Semua sudah lewat dan tidak terjadi apa-apa.” Ujarku coba menghiburnya.

Namun rasanya itu tidak banyak berpengaruh, ia masih diam dan duduk dengan sangat kakunya.

Kuputuskan untuk menghentikan mobil ini ditepi jalan, jalanan yang sepi membuatku dengan mudahnya bisa menepikan mobil ini ditepian jalan secara mendadak.

Kugenggam tangannya dan kutatap matanya dalam.

Terlihat kesedihan mendalam didalam matanya.

Mungkin ia tak menyangka, niatnya yang hanya sebatas menjadi teman dekat seorang kaum jetset untuk mendapatkan keuntungan demi kehidupannya akan berujung pada perilaku buruk yang ia dapatkan dari laki-laki yang berwajah malaikat seperti itu.

Aku yakin selama ini dia tak pernah mendapat perlakuan se-ekstrim perlakuan yang Minho berikan tadi padanya.

Aku tau akan hal itu karna selama berjalan denganku 1 bulan saja untuk ku peluk saja ia selalu berhasil menolak. Dulu aku pikir karna dia putri yang kaku namun setelah mendengar ucapan paman Han aku jadi tau alasan dia berkencan dengan kau laki-laki bukan untuk memenuhi takdirnya sebagai gadis yang memiliki hubungan lebih dengan kaum laki-laki tapi sebagai ajang pencarian sumbangan sukarela untuk biaya hidup dan sekolah adiknya.

Dan walaupun begitu, dia tetap menjaga betul harga dirinya sebagai kaum wanita dengan tidak memberikan service lebih bagi kami kaum pria selain menggenggam tangannya.

Mungkin itu salah satu alasan mengapa ia menjadi salah satu orang terpenting selain halmeoni untukku.

Dia sungguh berbeda, memiliki perkerjaan iblis tapi berhati dan berperilaku bagaikan malaikat.

Live between devil and angel in the same time.

“Kau tak usah memikirkan itu lagi Yoona-ya, sekarang kau bersamaku. Kau aman.” Ucapku sekali lagi mencoba menghiburnya

Akhirnya kulihat ia akan menggerakan bibir manisnya untuk berbicara.

“Ku pikir dia berbeda.” Lirihnya

“Ku pikir ia akan dengan sungguh-sungguh menjagaku dan membahagiakanku setelah dia tau kalau aku hanya kaum lemah tak memiliki kekayaan berlimpah sepertinya.”

“Tapi aku salah.”

“Mau bagaimanapun nasib gadis seperti ku memang seperti ini. Tepat seperti katanya.. Tempat kami dibawah kuasanya akan hartanya yang berlimpah.”

“Aku merasa bodoh.. Sangat bodoh..”

Tak kuelakan lagi hatiku mencelos mendengar penuturannya.

Gadis yang kuketahui memiliki ketegaran dan keceriaan yang sangat kuat sekarang rapuh dan terguncang batinnya seperti ini.

Matanya sayup dan terlihat kosong, tubuhnya gemetar, dan wajahnya pucat pasi.

“Huusst.. Laki-laki tak memiliki moral seperti itu telah salah berbicara.”

“Gadis sepeti kaum kita ataupun gadis manapun tidak pantas dibawah kuasa laki-laki manapun apalagi namja seperti dia.”

“Dan terutama dirimu, kau sungguh tidak pantas diperlakukan seperti itu. Kau gadis yang berbeda dari kebanyakan gadis, oleh sebab itu kau juga harus diperlakukan berbeda dengan perlakuan yang baik tentunya. Kau gadis yang istimewa Yoona-ya”

Aku mungkin memang sering mengumbar ucapan manis untuk banyak gadis tapi jujur, inilah pertama kali aku sungguh-sungguh mengucapkan kalimat itu langsung dari dalam lubuk hatiku.

Hanya untuk seorang Im Yoona.

-Siwon pov end-

-Yoona pov-

Apa dia bilang? Aku gadis istimewa?

Ucapannya bagai oasis dipadang pasir bagiku detik ini.

Aku jadi teringat ucapannya yang tadi secara tidak sengaja terdengar ditelepon kami yang tidak terputus.

“Aku harus pergi, seseorang menungguku.”

 

“Untuk apa menemuinya, aku lebih penting bukan katamu? Jadi tetaplah disini.”

 

“Mian aku berbohong, bagiku dulu tidak ada yang lebih penting didunia ini selain halmoeniku. Tapi sekarang, dia merupakan salah satu orang yang berarti untukku juga. Entah sejak kapan, tapi dia memang sangat penting untukku.”

Kalimat itu kembali terngiang dipikiranku.

Dan sekarang aku bingung harus bagaimana mendanggapi omongannya tadi tentang diriku gadis yang istimewa karna aku ragu dengan predikatnya yang seprofesi denganku mungkin tidak jarang ia mengucapkan kalimat itu kesemua gadis yang berada disekitarnya.

Kulihat ia terkekeh pelan sambil menggarukkan tengguknya yang aku yakin tidak gatal sama sekali.

“Mungkin aku terdengar terlalu murahan dengan kata-kata itu, karna kau pasti mengira aku sering mengatakan itu kepada setiap gadis.”

‘Ternyata ia bisa membaca pikiranku’ Ucapku dalam hati

“Ya memang benar, aku pandai mengucapkan kalimat seperti itu pada setiap gadis, tapi jujur baru kali ini kalimat itu terucap bukan hanya dari bibirku tapi dari hati dan pikiranku.”

“Kau tau, sejak hari dimana status asli kita terbongkar tidak sekali atau dua kali aku memikirkanmu, tapi hampir setiap saat.”

“Kebersamaanku dengan Sulli, si gadis ABG yang sebenarnya sudah memenuhi kriteriaku untuk bisa kumanfaatkan tidak bisa menutupi keinginanku yang sesungguhnya lebih nyaman berada didekatmu.”

“Tak jarang setiap aku jalan bersamanya, pikiranku seakan mensugestikan bahwa denganmulah aku sedang bersama.”

“Aku selalu membandingkan dirinya dengan dirimu.”

“Ketika ia makan eskrim dengan anggunnya di usia mudanya aku selalu berbicara dalam hatiku kalau seorang Im Yoona pasti akan memakan eskrim itu dengan sangat lahap dan tanpa menyisakan sedikitpun ekrim itu seperti anak kecil yang baru pertama kali melihat eskrim”

“Atau ketika kami berkunjung ke toko pakaian dan dia mencoba beberapa pakaian yang dia ingin minta pendapatku bagaimana penampilannya dengan pakaian berharga selangit itu maka yang kulihat ada pantulan dirimu yang mengenakan pakaian itu dan membuatku tanpa sadar tersenyum sambil mengatakan ‘kau sangat cantik menggunakan pakaian itu’ dan dengan segera aku memeluk Sulli yang saat itu kupikir adalah dirimu setelah mengatakan itu.”

Dia berbicara apa sih? Kenapa membuatku bingung dengan rancauan omongnnya. Oh Siwon, kau membuatku bingung dengan semua ini.

“Hmm Yoona-ya, aku tak tau apa kau juga merasakan hal yang sama. Tapi aku merasa ada yang berbeda didalam hidupku setelah hubungan kita merenggang karna terbongkarnya status kita yang sebenarnya.”

“Mungkin jika denganmu kebutuhan ku untuk mengumpulkan uang demi operasi halmeoni tidak akan terpenuhi, tapi jauh dari itu yang membuatku merasa lebih merindukan sosokmu adalah kau membuatku nyaman.”

“Aku merasa menemukan apa yang sedang aku cari dibawah alam sadarku.”

“Selama ini aku pikir aku hanya membutuhkan materi dan itu akan membuatku senang. Tapi setelah pertemuan denganmu aku merasa kau jauh kubutuhkan dari pada materi itu.”

“Aku bisa bekerja keras untuk mendapatkan materi yang cukup agar bisa membantu biaya operasi nenek walaupun memerlukan pengorbanan tenaga ekstra yang aku harus keluarkan demi uang lebih yang ingin aku dapatkan.”

“Tapi aku tidak bisa mendapatkan yeoja lain sepertimu mau sesuah payah seperti apapun aku mengusahakannya.”

“Seperti yang aku bilang, kau gadis istimewa. Aku tak mau menyia-nyiakan kehadiranmu lagi disisiku.”

“Ayo kita mulai semuanya dari awal. Kita jalin dari awal, kita jalin hubungan baru dimana ada aku sebagai Choi Siwon si penjual daging dan kau Im Yoona si penjual ikan.”

“Mungkin kita akan makin kesulitan dalam mendapatkan materi untuk kebutuhan kita. Tapi aku berjanji, aku akan bekerja keras apapun caranya itu agar baik kebutuhanku dan kebutuhanmu untuk mensekolahkan adikmu dapat terpenuhi.”

“Janjiku tulus, aku tidak akan seperti laki-laki sialan itu (Minho). Dan aku tidak akan lagi membiarkanmu jatuh ketangan laki-laki seperti itu lagi. Karna baik batin dan ragaku tak merelakan kebersamaanmu dengan laki-laki manapun. Aku akui untuk yang pertama kalinya, aku cemburu akan kebersamaanmu dengan namja itu maupun namja manapun.”

“Kau mau memulai semuanya lagi dari nol gadis istimewa ku?”

Dia mengakhiri ucapannya dengan senyuman tulus dan mata berbinar.

Aku mematung sepanjang penuturannya kepadaku dari awal ia berucap.

Apa dia tidak main-main?

Dia juga merasakan hal yang sama sepertiku, yaitu merindukan kebersamaan kami.

Akupun sama halnya jika berbicara tentang kecemburuan atas kedekatannya dengan yeoja labil itu.

Dengan sigap aku langsung mencium pipi kanannya yang memang berjarak tidak jauh dari wajahku.

Aku bingung harus mengatakan apa kalau sebenarnya akupun memikirkan dan merasakan hal yang serupa dengannya.

Kulihat ia sedikit terkejut dengan aksi nekatku, terlihat dari wajahnya yang tiba-tiba menegang.

Ya ini aksi nekat pertamaku terhadap namja yang selama ini dekat denganku.

Sebanyak apapun harta yang mereka habiskan untuk memberikanku hadiah tidak mampu membuatku tergerak memberikan akses lebih akan diriku selain menggenggam tanganku.

Tapi untuknya, logikaku sudah tidak berjalan, mulai detik dimana ia mengutarakan perasaannya detik itu juga hatiku yang mulai mengontrol kinerja seluruh saraf ditubuhku.

Tak lama kulihat ia tersenyum, senyuman yang sangat manis. Senyuman yang kurindukan selama seminggu ini dari namja yang tak kalah kurindukan kehadirannya dalam hari-hariku.

“Eii, kau sudah berani mengambil start rupanya.”

Ah kenapa ia malah menggodaku, aku jadi malu dan dengan segera menyembunyikan wajahku yang pasti bersemu merah dengan menundukan kepalaku dalam-dalam.

Kurasakan tangan hangatnya mengangkat daguku dan membimbing wajahku untuk bertatapan dengannya.

Kulihat senyuman itu sangat indah mengembang diwajahnya, dan mata itu jauh lebih berbinar dari mata yang tadi kulihat.

“Kuanggap tindakan curangmu yang mengambil start dariku sebagai jawaban ‘IYA’ atas semua pertanyaanku.” Ujarnya lembut

Hei dia membuat kerja pacu jantungku makin kencang dengan sikapnya ini. Dan omo! Dia mendekatkan wajahnya lagi.

“Tapi kau salah langkah tuan putriku yang cantik. Bukan disini seharusnya kau membalas ucapanku jika kau tidak bisa berkata-kata, tapi disini.”

Tanpa aba-aba lagi bibirnya telah dengan berani menempel pada bibirku.

Mataku membulat sempurna. Ini pertama kalinya bagiku menerima ciuman langsung dibibirku.

Tapi melihatnya mengkantupkan matanya dengan sempurna membuatku enggan memprotes dan malah ikut terbawa suasana menikmati kecupan manis darinya yang sekarang ia jadikan lumatan lembut diatas bibirku.

Aku bahkan sudah tidak peduli dengan kejadian buruk yang tadi hampir terjadi denganku,

Ciumannya yang lembut telah membawaku hanyut dalam permainannya, dan tanpa sadar kulingkarkan lenganku pada bahu serta lehernya untuk memperdalam ciuman kami.

Tadinya kupikir malam ini adalah malam yang sangat buruk tapi aku salah.

Ini malam terbaik pertama dalam hidupku dan kujamin, setelah ciuman panas ini mereda maka selanjutnya malam-malamku dan hari-hariku akan jauh lebih indah bersamanya.

Ya, aku akan menyetujui idenya. Memulai semuanya dari awal. Memulai semuanya dimana aku sebagai si gadis penjual ikan dan dia si pria penjual daging.

Tentunya aku tidak akan membiarkannya bekerja jauh lebih berat sendirian. Mulai detik ini kami sudah mendeklarasikan kebersamaan kami.

Jadi akupun akan bekerja lebih keras lagi untuk memenuhi masing-masing kebutuhan kami.

Dan kupastikan tidak akan ada lagi dunia malam seperti yang apa kami jalani selama ini.

Cukup ada dia disisiku maka sudah cukup membuatku merasa sempurna dan akan kucukupkan kebutuhannya dengan kehadiranku dalam hari-harinya agar ia tak akan pernah mencoba melirik gadis lain.

‘Aku mencintaimu, pangeran sejatiku’

-Yoona Pov end-

.

.

.

.

.

.

.

. _THE END & HAPPY ENDING EVER AFTER_

Horaaaay it is end! Finally.. *fiuuh*

Setelah ke pending terus bikin part end ff ini karna kegalauan ga dapet2 tiket GGtour yang secara mendadak dijual pake creditcard akhirnya aku dengan semangat tersisa menyelesaikan hutang FF ini.

Mau ga mau aku harus menepati janjiku untuk dengan segera mengupdate part selanjutnya.

Dan terimaaaaakasih banyak atas emua rcl readers2 tercinta. Aku terharu oleh komen kalian yang berlimpah padalah aku author ga jelas yang baru bangkit dari kubur setelah sekian lama off nulis ff. Gamawo ne :””’)

Semoga kalian puas dengan part end ini dan jika belum puas karna endnya ga sesuai sebagus harapan kalian aku minta maaf yaa karna mungkin memang aku belum berbakat bikin FF bagus. Tapi demi uri yoonwon, aku akan lebih giat biar bisa bikin FF yang bagus hasil karya sendiri tanpa memplagiat tulisan apapun.

Alur boleh sama, tapi gaya penulisan adalah milikku seorang. Dan aku jamin, no co-pas dari FF manapun.🙂

Okedeh sekian cuap cuapnya, terimakasih banyak bagi yang sudah baca dan menantikan FF ini. Jangan lupa RCL lagi dengan meninggalkan jejak di fp ini.

Tenang, aku bakal balik lagi dengan FF ga bermutu karyaku lainnya yang pasti dengan maincast Yoonwon.

See you dan terimakasih juga buat author ywk yg kece badai ya yang udah mau meluangkan waktunya untuk post ff ini.

_tertanda @rani0702_  ^^v

Pos Sebelumnya
Tinggalkan komentar

124 Komentar

  1. huwaaa
    daebak thor

    Balas
  2. Dhiah MeyLiana

     /  Agustus 24, 2013

    Keren thor… Aaaa… Sumpah… Ini cerita yang benar2 berbeda… Daebakkkk…🙂

    Balas
  3. kimy

     /  Agustus 25, 2013

    keren eonni keren banget. ditunggu cerita lainnya😉

    Balas
  4. dua jempol thor utk endingnya. bikin sequelnya ya thor. gomawo

    Balas
  5. arazahra17

     /  Agustus 28, 2013

    yah kalo jodoh g kemana kok
    lbh enk orang yg bsa merasakan cinta dan kebahagiaan dari pda hanya di gelimangi harta tapi gbsa ngrasain cinta tulus tanpa harta yg semu
    daebak!!!
    fighting

    Balas
  6. Hai maaf aku baru baca endingnya ney, baru move on pasca tix ggtou juga ney haha #lamabangey mumpung lagi free and insomnia
    akut makanya berkeliaran disini dipagi buta😀 akhirnya happy ending jg🙂 eh, jangan merendah diri seperti itu, karya kamu bagus koq keep writing🙂 jjang!!

    Balas
  7. mutiara

     /  September 11, 2013

    happy end!! keren eonn karyamu><
    hampir aja minho oppa bertindak yg enggak2 untung ada wonpa:)
    ditunggu sequelnya ne eonn:))

    Balas
  8. DeerDian407

     /  September 22, 2013

    Kyaaaaa bagusss🙂

    Balas
  9. Merisa Hermina putri

     /  November 8, 2013

    Huaaaaaa akhirnya mereka tobat trus jadiaaannnn !! Hahahahahha keren kreeenmnnnn

    Balas
  10. aprilyoonwon

     /  November 12, 2013

    Senyum… senyum ggk jlasss bru kli ini nmu ff wonppa jdi org biasa, biasanya aku bklan nmuin ff wonppa jd anak seorg pengusha terknl suatu prubaham yg mendramatisss…
    Daebakk…

    Balas
  11. Eeeeeooooonnnnn!!
    Ceritanya aku suka bangeeeeeettt!
    Bikin sekuel please!
    Akhirnya sweet bangeeeett!!
    Sekuel sekuel sekuel!

    Balas
  12. A.V.A.I

     /  Desember 29, 2013

    akhir yg diharapkan,,yoonwon bahagia

    Balas
  13. DeAnanda

     /  Januari 25, 2014

    Daebak daebak!! Senyum” terus pas baca.Hehe.. Sumpah geli bngt liatnya. Kekeke~ Kereenn pokoknya🙂

    Balas
  14. Yess happy ending

    Balas
  15. Kenfi

     /  Februari 2, 2014

    just one word to describe this story. GREAT!!!!! Ini cerita yg anti mainstream. Hahaha ayooo semangaat buat bikin cerita anti mainstream selanjutnya yaaa thor.🙂

    Balas
  16. zahrania

     /  April 5, 2014

    euh..ni ff daebak bgt deh..
    feelny dpet..trus bhsanya mdah dmngrti..
    akhirnya si penjual ikan dan dging pun brstu..hehe

    Balas
  17. Ff nya .. , gk tau hrus blang apa lagi..
    Ini keren .. , suasana yg berbedaa , biasanya keduanya sempurna ,, tpi kli ini jdi dibuat adil ..

    Balas
  18. im yoo ra

     /  September 18, 2014

    Sumpah keren banget eonni^^

    Balas
  19. ayu rahayu

     /  November 3, 2015

    wow .. bagus .. suka banget ini .. endingnya ya
    walau mereka yak bisa brsama tapi mereka bisa sama” saling mengetahuu perasaan masing” .. di tunggu ff lainnya

    Balas
  20. melani

     /  Juli 24, 2016

    Keren.. apalagi yoonwonnya bersatu n nerima kekurangan masing”.. di tunggu cerita yg lainnya..

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: