[FF] Raindrop (Part 2 – Flashback)

1000589_169813776536950_193824128_n

JUDUL                       : RainDrop

TYPE                         : 3 Shoot [Part 2-FlashBack]

AUTHOR                   : Jessica Kraina

Twitter : @rk_jessica Mention for followback

E-mail : jessica.rinaldo@ymail.com

FB       : Kazarikenonai Jessica Masume

MAIN CAST              : Choi Siwon

Im Yoon Ah

SUPPORT CAST       :  Seo Johyun

Jeong Il Wo

RAITTING                 : PG-13

GENRE                      : Sad and Romance

Sound Track                :

  • Westlife           : I Lay My Love On You
  • Super Junior    : Someday

 

 

Annyeong!! Aku kembali lagi dengan chapter 2. Aku juga sangat berterima kasih karena respon yang kalian berikan di part 1 itu sangatlah baik. Aku juga mau minta maaf jika ini tidak sesui atau alur ceritanya sangatlah jelek bahkan bisa membuat orang bosan yang membacanya. Dan juga untuk acc twitterku diatas itu sebenarnya yang baru dan yang acc itu khusus untuk teman sesama nited dan twitter lama itu untuk adikku

 

Happy Reading

 

Don’t Copas

Don’t Read If you don’t like

Don’t Bash

Don’t Forget RCL

Sorry If You Find Typo

 

 

 

 

 

Minggu pagi di kota Seoul,Korea Selatan banyak sekali orang-orang yang sedang bermalas-malasan kalian tahu bukan? Betul jawaban kalian ini adalah hari libur itu berarti semua rasa penat yang dialami mereka hilang sudah setelah datangnya hari Minggu. Walaupun tak banyak orang yang menghabiskan waktu dengan berlibur seperti di pantai,taman,cafe,taman bermain atau tempat-tempat wisata lainnya. Hari ini adalah hari yang sangatlah indah,kenapa? Karena pagi hari ini matahari bersinar terang,burung-burung selalu mengeluarkan suara yang merdu ditelinga dan juga pemandangan indah yang dilukis oleh sang pencipta.

Disaat semua orang melakukan aktivitas masing-masing,gadis yang diketahui bernama Yoona hanya diam memandang keluar jendela. Kau tahu bukan kebiasaan itu tak pernah hilang dari dirinya?. Mata indah nan beningnya menatap kosong luar jendela. Ia masih memikirkan perkataan kakaknya kemarin,hatinya sangatlah sakit jika ia mengigat perkataan kakaknya apalagi,ia selalu diselimuti rasa bersalah kala ia menatap mata kakaknya. Handphone genggam Yoona bergetar menandakan ada satu SMS masuk. Saat ia membuka isi pesan tersebut betapa terkejutnya ia.

 

From Seohyun

 

Eoni hari ini pesawatku berangkat ke Canada pukul 10.00 a.m. aku berangkat melalui bandara Internasional Incheon  aku berada di Concourse Main dengan nama pesawat Asiana  Airlines nomor penerbangan AAR 217. Aku akan menunggumu Eoni.

 

Setelah membaca pesan singkat dari Seohyun ia segera melihat jam dinding,ternyata masih jam 07.00 lalu kemudia ia kembali menatap luar jendela. Namun,kegiatannya terganggu kala pintu kamarnya terbuka menampakkan sosok pria tampan nan tinggi membawakan sarapan pagi untuknya. Pria itu berjalan mendekati Yoona sambil tersenyum manis.

 

“Pagi Yoona. Bagaimana pagimu kali ini? Apa menyenangkan? Aku kesini untuk membawakan sarapan untukmu”ucap Il Wo

 

Yoona hanya diam tak menjawab semua ucapan yang keluar dari mulut kakaknya. Il Wo sedang menaru semangkuk bubur juga susu vanila di meja tempat Yoona makan,setelah selesai ia beralih ke Yoona. Tubuhnya ia bungkukkan agar Yoona bisa menatap dirinya.

 

“Yoona hari ini aku akan pergi keluar negeri tepatnya di Japanese untuk menyelesaikan proyek disana aku tak yakin berapa lama tapi yang jelas aku pikir itu kurang lebih selama 1 minggu itu juga bisa bertambah bisa berkurang. Selama aku tak ada aku sudah menyuruh sahabatku Siwon yang kemarin datang kau ingat dia bukan? Aku menyuruhnya untuk menjagamu sampai aku pulang dari luar kota dan satu lagi aku harap kau dapat berubah selama aku tak ada Yoona. Kalau begitu aku pergi dulu,aku menyayangimu”

 

Ucap Il Wo sambil mencium kening Yoona ia hanya terdiam tak membalas semua perkataan dan sentuhan yang diberikan oleh Il Wo. Ia hanya berpikir kemana kakaknya akan pergi? Dan mengapa ia mempercayai Siwon salah satu sahabat dekatnya untuk menjaga dirinya? Bukankah masih ada pelayan rumah yang akan menjaganya?.

Setelah kepergian Il Wo Yoona masih tetap berada pada posisi pertama yaitu duduk didekat jendela sambil melihat pemandangan indah kota Seoul,Korea Selatan. Sebenarnya terbesit pikiran ia ingin berubah tapi itu sangatlah susah dan ia juga sangatlah iri dengan semua orang-orang yang bisa tertawa ceria seperti tak ada apapun yang terjadi didalam diri mereka. Yoona juga tahu bahwa kakaknya sedang memikul beban berat di punggungnya namun ia tetap tersenyum walaupun itu sangatlah sulit untuk kakaknya. Apalagi Ayah mereka kini sudah rentan akan penyakit dan sekarang Ayah mereka sedang dirawat di sebuah rumah sakit ternama di kota Seoul,Korea Selatan memang sudah kurang lebih 2 minggu Ayah Yoona dirawat di Rumah Sakit karena penyempitan jantung tapi,ajaibnya sampai sekarang Yoona belum pernah menjenguk atau sekedar melihat keadaan Ayahnya ia masih trauma akan kejadian 3 tahun lalu yang merenggut nyawa Ibunya.

Jam sudah menunjukan pukul 08.00 a.m dengan segera Yoona membuka lemari pakaiannya lalu mengambil satu buah dress berwarna pastel lalu setelah ia rasa cocok ia mengambil sepasang wedges berwarna pink soft dan tak lupa mengambil sling bag berwarna pink soft senada dengan wedges. Kemudian ia menuruni anak tangga yang membawanya kelantai dasar. Betapa terkejutnya ia melihat kakaknya sedang mengobrol bersama temannya siapa lagi kalau bukan Siwon. Saat ia berjalan menuruni anak tangga Il Wo dan Siwon memandangnya dengan tatap terkejut.

 

“Yoona kau ingin kemana?”

Yoona memandang sebentar kakanya sedangkan Siwon dan kakaknya memandangnya dengan tatap heran sekaligus senang mungkin karena tahu bahwa ia keluar dari sarang yang selama ini tertutup rapat dan jarang dimasuki siapapun.

“Aku hanya ingin pergi ke Bandara untuk memberikan salam terakhir untuk Seohyun”

Il Wo tahu siapa Yoona ia pasti mengerti Yoona keluar bukan karena kemauannya tetapi karena ia ingin menemui Seohyun sahabat terbaik adiknya dari dulu hingga sekarang. Bulan sabit diwajah Il Wo terukir jelas.

“Aku mengerti tapi kau pergi kesana dengan siapa?”

“Aku bisa pergi dengan Pak Nam. Kau Oppa tak perlu khawatir”ucap Yoona tersenyum

Il Wo semakin senang kala mengetahui adiknya ini mulai sedikit demi sedikit berubah dan menghilangkan sifat yang dulu menyelimuti diri adiknya. Begitu juga Siwon yang ikut senang apalagi saat Yoona menampilkan senyum yang manis ia berpikir mana ada pria yang bisa menolak pesona dari Yoona bukankah begitu?

“Baiklah kalau begitu berhati-hatilah”

Yoona hanya mengagguk menanggapi ucapan dari kakaknya lalu ia beranjak pergi sebelum ia pergi terlebih dulu ia berpamitan namun saat Yoona ingin berjalan ia menoleh kebelakang dan tersenyum kepada Siwon,Siwon hanya bisa membalas senyuman dari Yoona.

 

`^`^`^`

 

Setelah kepergian Yoona Il Wo dan Siwon kembali melanjutkan obrolah yang tadi sempat tertundah dengan kedatangngan Yoona yang mmebuat mereka sangatlah terkejut. Sebelum memulai pembicaraan Il Wo terlebih dahulu meminum coffee cappucino begitu juga dengan Siwon yang sedang meminum coffee Ristretto Espresso.

 

“Siwon kau tahu bukan aku berbicara denganmu untuk apa? Kau benar aku kesini untuk meminta tolong agar kau menjaga adikku Yoona aku tak mau jika ia sampai terjadi apa-apa jadi kumohon pantaulah ia terus”

Siwon mengagguk mengerti dan ia juga lumayan paham mengapa sahabatnya sangatlah takut akan keselamatan Yoona karena ia tak ingin kejadian 3 tahun lalu terulang walaupun Siwon belum paham mengapa dan bagaimana mula kejadian itu terjadi.

“Siwon kalau begitu aku tak bisa lama-lama berbicara denganmu aku sungguh minta maaf. Dan aku juga percaya bahwa hanya dirimulah yang bisa membuat Yoona seperti dulu aku harus pergi mengurus semua keperluan yang harus aku bawa untuk kesana”

“Baiklah kalau begitu hati-hati aku ingin kau selamat sampai tujuan dan kembali lagi dengan keadaan seperti ini”

“Baiklah dan jangan lupa pesanku”

“Ya aku tahu kau ini seperti ayahku saja”

Ucap Siwon sambil tertawa menjahili sahabatnya. Il Wo hanya bisa mendengus kesal karena ia pikir Siwon bermain-main dengan perkataan yang ia lontarkan tadi padahal ia sangatlah serius apalagi jika menyangkut keselamatan adiknya ia akan menjadi orang yang over protective.

 

 

`^`^`^`

 

 

Saat ini Yoona sudah berada di Bandara dimana sahabatnya Seohyun berangkat meninggalkan Yoona. Dengan segera ia turun dari mobil lalu bergegas pergi mencari keberadaan Seohyun di Concourse Main setelah lama mencari matanya menangkap gadis memakai short-sleeved tops berwarna putih melati dan short skirt berwarna dark blue tak lupa Seohyun menggunakan wedges berwarna pastel.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“Seohyun-ah”

Teriak seseorang dari belakang.Seohyun yang merasa namanya dipanggil segera menolah kebelakang dan terlihat sahabatnya Yoona sedang melambaikan tangan kepada dirinya seketika senyum manis terukir diwajah Seohyun. Dengan cepat ia menghampiri Yoona yang melambai-lambaikan tangan.

 

“Eoni akhirnya kau datang aku sungguh berterima kasih kau mau datang melepas kepergianku untuk terakhir kalinya”

Yoona hanya tersenyum lalu kemudian mereka berdua berpelukan didalam pelukan itu mereka menangis semua kesedihan yang tadi mereka tahan pacah semua rasa sedih,marah bahkan kecewa semua tumpah disana pelukan mereka semakin erat seakan tak ingin lepas dan ingin selalu bersama.

“Eoni aku percaya dan aku yakin Eoni pasti bisa berubah jika Eoni mau berusaha aku Seohyun akan mendukung dan mendoakan yang terbaik untukmu Eoni jadi bangkitlah dan menjadi Yoona yang duu menjadi dirimu yang dulu Eoni. Berjanjilah padaku”ucap Seohyun masih dengan air mata yang tersisa dipipinya

Jamkkanman aku mempunyai sesuatu untukmu”

Ucap Yoona sambil merogoh sebuah benda ditas selempangnya lalu setelah ketemu munculah sebuah kalung indah yang terbuat dari emas putih dengan simbol S dan Y. Seohyun yang melihat itu dibuat kagum sekaligus bingung.

“Seohyun aku memberikan sebuah kalung satu untukmu dan satu untukku. Kau berlambang S sedangkan aku Y itu inisial nama kita berdua. Aku ingin kau selalu menjaganya sampai kita bertemua atu mungkin kita tak akan bertemu lagi karena itu melambangkan persahabatan kita yang abadi”

Ucap Yoona dan itu sukses membuat Seohyun menangis tapi bukan menangis karena sedih tetapi karena terharu akan hadiah yang diberikan oleh sahabatnya Yoona. Dengan segera Yoona menghapus sisa air mata yang mengalir di pipi undah Seohyun.

“Jangan menangis jika kau menangis aku tidak akan menepati janji itu”

“Aku mengerti Eoni”

“Seohyun-ah ppalli pesawat kita akan segera berangkat”ucap seorang wanita yang diketahui adalah Ibu dari Seohyun

“Eoni sepertinya aku harus berangkat sekrang. Jaga diri Eoni dan ingat pesanku tadi”

“Kau juga jaga dirimu eoh”

 

Mereka berdua akhirnya berpelukan untuk terakhir kalinya sebelum Seohyun pergi. Setelah cukup lama mereka berdua melepas pelukan tersebut ada rasa kehilangan dan tidak rela akan kepergia sahabat satu-satunya yaitu Seohyun,lama-kelamaan tubuh Seohyun menghilang dari pandangan mata Yoona.

Selamat tinggal Seohyun aku berharap kita akan bertemu lagi.

 

`^`^`^`

Setelah kepergian Seohyun Yoona kembali pulang kerumah hatinya memang sangatlah sakit tapi mau bagaimana lagi. Hidup tidak selamanya berjalan mulus hidup bagikan jam yang selalu berputar selama kita masih hidup jadi jangan menyalahkan sang pencipta karena itu memang sudah takdir.

Yoona berjalan masuk ke kediamannya dengan tak bersemangat,harinya sangatlah buruk tapi memang betul bukan? Dari kemarin bahkan 3 tahun terakhir ia tak ada perubahan hanya seorang gadis pendiam dan penyendiri. Kaki jenjangnya membawa ia ke taman belakang rumah yang sangatlah indah ia duduk di sebuah bangku taman berwarna putih. Ia hirup udara segar pagi ini betapa bodohnya ia bukan? Menyianyiakan keindahan taman ini yang dirawat sedemikian rupa dengan kakaknya tapi ia malah apa? Ia malah asyik dengan dunianya sendiri yaitu menyendiri tanpa ada seorangpun yang mengaggu kehidupannya. Tak terduga air mata Yoona keluar dan semakin ia merasakan keindahan taman ini semakin ia menyesal akan kesalahan yang ia perbuat tak disangka sosok pria bertubuh tinggi sedang berada disampingnya memberikan sapu tangan. Yoona lalu mendongak dan betapa terkejutnya ia melihat Siwon sedang ada disampingnya.

“Bolehkah kau duduk disampingmu?”

Tanya Siwon,Yoona hanya mengguk dengan segera Siwon duduk disamping Yoona ia menghirup udara ditaman ini,Yoona hanya memperhatikan setiap gerak-gerik yang dilakukan oleh Siwon. Merasa diperhatikan Siwon segera menoleh kesamping dan terlihatlah Yoona sedang memandang wajahnya kemudian ia tersenyum. Keheninganpun menyelimuti mereka berdua sampai salah satu dari mereka membuka suara.

 

“Aku tahu apa yang kau rasakan saat ini”

Ucap Siwon tanpa menoleh ke Yoona sementara Yoona terkejut? Sudah pasti ia karena dari mana Siwon tahu masalah yang sedang ia tanggung sementara Siwon bukanlah siapa-siapa dari Yoona.

“Aku tahu aku bukan siapa-siapamu tapi aku hanya ingin berkata aku ingin menjadi sahabatmu menghilangkan semua kesedihanmu”

Bagikan bisa mendengar suara hati Yoona Siwon menjawab semuanya yang Yoona rasakan Yoona sangatlah kagum juga terharu baru kali ini ia menemukan seseorang yang bisa mengerti dirinya dan Yoona juga mulai tertarik oleh Siwon.

“Sebenarnya aku ingin tahu apa penyebab dirimu bisa seperti ini. Sebenarnya kau tahu bukan? Aku adalah sahabat dari kakakmu tapi,aku hanya tahu sedikit darimu Il Wo tak pernah menceritakan sampai dalam dirimu aku hanya tahu kau gadis pendiam,dingin,penyendiri dan maaf jika ini menyingungmu yaitu takut hujan. Sebenarnya ini memang terasa aneh karena aku baru pertama kali melihat seorang gadis takut hujan dan saat pertama kali aku melihatmu aku sudah berpikir kau gadis yang menarik dan berbeda dari gadis yang lain”

Yoona sangatlah terpaku dengan ucapan dari Siwon ia melihat dari sorotan mata pria ini tak ada satupun kebohongan disana yang ada hanya kejujuran dan ketulusan apalagi saat pria ini memamerkan senyuman indahnya. Yoona sungguh tak bisa menolak semua ini. Dengan memberanikan diri Yoona mulai berbicara

 

“Sebenarnya aku juga tak ingin seperti ini tapi mau bagaimana lagi ini mungkin sudah takdir hidupku”

“Hey kau tak boleh seperti itu. Tapi apakah boleh aku mengetahui mengapa dan bagaimana bisa kau menjadi seperti ini? Itu jika kau tak keberatan”

“Tidak aku tidak keberatan sama sekali. Kisah ini dimulai saat 3 tahun yang lalu tepatnya saat umurku masih 20 tahun dan kakakku berumur 23 tahun”

 

Flash Back

 

Malam hari dirumah kediaman keluarga Im terlihat sebuah keluarga yang sangatlah harmonis dan bahagia,keluarga itu mempunyai dua orang anak yang bernama Im Yoon Ah dan Im Il Wo. Namun suatu ketika hujan besar melanda kota dan disaat bersamaan Ibu dari Yoona dan Il Wo harus pergi keluar kota karena urusan bisnis. Yoona sudah menolah akan kepergian yang dialami oleh Ibunya tapi Ibunya tetap memaksa akan pergi.

 

Eoma hujan diluar sangatlah besar aku takut kau terjadi apa-apa”

“Tidak Yoona-ah semua akan baik-baik saja Eoma akan baik-baik saja kau jangan khawatir”

Ucap Ny Im sambil mengelus pipi mulus Yoona namun Yoona tetap pada pendiriannya menolak kepergian Ibunya karena ia merasa ada firasat yang buruk akan terjadi pada Ibunya kali ini dan Yoona percaya itu.

“Tapi firasatku mengatakan yang tidak baik. Aku takut Eoma  terjadi sesuatu yang tidak aku inginkan”

“Yoona tatap mata Eoma kau percaya pada Eoma bukan? Jika kau percaya kau harus yakin dengan keputusan ini bahwa semua akan baik-baik saja”

Ucap Ny Im sambil menangkup wajah imut Yoona dengan tangannya lalu ia mengecup lama kening indah milik anknya Yoona dan juga ia tak lupa untuk berpamitan kepada Il Wo anak pertamanya. Setelah kepergian Ny Im Yoona menjadi lebih takut dan juga khawatir firasatnya semakin buruk kala hujan tak kunjung reda. Il Wo yang melihat kelakuan adiknya hanya bisa membujuk untuk tidak usah cemas dan khawatir pasti Tuhan melindungi.

Sudah larut malam tepatnya pukul 12.00 a.m semua orang yang ada didalam rumah yang besar ini tertidur dengan pulas tak terkecuali Yoona hatinya diselimuti rasa gelisah akan keselamatan Ibunya. Yoona sempat berpikir bagaimana keluar kota memakan wkatu yang sangat lama ini sudah hampir 5 jam Yoona menunggu telepon dari Ny Im tapi hasilnya nihil. Il Wo yang tebangun karena ingin mengambil minum tiba-tiba menghampiri Yoona yang sedang duduk di sofa living room.

“Yoona apa kau tidak tidur? Bukankah besok kau kuliah dan mendapat jadwal pagi?”tanya Il Wo

“Oppa aku sama sekali belum bisa tidur jika Eoma belum juga meneleponku. Aku sangatlah cemas”

Il Wo mengerti betul yang dirasakah oleh adik kecilnya ia juga merasa ada firasat buruk yang sedari tadi menghantui dirinya namun firasat itu dibuang jauh-jauh. Ia kemudian duduk disamping Yoona dan mulai mengelus rambut Yoona dengan lembut tak lama kemudian handphone Yoona berbunyi dengan segera Yoona mengaggkat teleponnya.

 

Eoma mengapa kau baru menelepon kau tahu aku sangatlah khawatir

Maaf tapi sepertinya anda salah orang. Kami buknlah ibu anda tapi kami dari pihak kepolisian ingin menanyakan sesuatu pada anda

Bertanya sesuatu? Bertanya apa?

Maaf malam-malam kami menganggu jam istirahat anda tapi apakah benar ini adalah kediaman keluarga Im?

Nde,aku Im Yoona ank kedua dari Im Rye Woon

Begini kami hanya ingin mengkonfirmasikan bahwa wanita yang bernama Im Rye Woon kecelakaan lalu lintas dan korban sedang berada di rumah sakit karena keadaan yang diderita sangatlah kritis

 

Seketika juga tangan Yoona lemas semua saraf yang ada didalam tubuhnya seketika tidak berfungsi semuanya kaku bak batu ponsel yang tadi ia genggam kini jatuh sudah ke lantai. Il Wo sangatlah terkejut mengapa dan bagaimana adiknya bisa menjadi seperti ini? Siapa penelepon yang tadi menelepon Yoona?

“Yoona ada apa?”

“Op..pa E..o..m..a Eoma kcelakaan lalu lintas dan kini keadaannya kritis”

Ucap Yoona dengan suara bergetar seketika tangisan Yoona pecah ia tak bisa bayangkan bagaimana ini bisa terjadi pada orang yang ia sayangi? Il Wo yang juga terpukul segera memeluk tubuh mungil Yoona membawa ia kedekapan hangatnya. Mereka berdua menangis sedih akan musibah yang menimpa keluarganya.

“Oppa kita harus segera pergi ke Rumah Sakit aku ingin melihat keadaan Eoma

Ucap Yoona dengan nada panik bercampur rasa khawatir Il Wo yang melihat reaksi adiknya segera menahan bahu adiknya untuk tetap diam tenang. Tapi Yoona malah memberontak tak ingin diam ia hanya ingin melihat keadaan Ibu yang sangat ia cintai,merasa tak bisa menahan semua ini dengan sekali hempasan kasar Yoona berhasil melepaskan tangan kekar kakaknya dari bahunya segera ia berlari keluar rumah lalu mencari taksi Il Wo yang melihat kejadian tersebut segera keluar lalu menjalankan mobilnya di atas rata-rata.

 

`^`^`^`

Kini Yoona sudah tiba dimana Ibunya dilarikan untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Dengan cepat Yoona segera bertanya kepada suster dimana pasien korban kecelakaan lalu lintas setelah mendapatkan informasi dengan segera Yoona keruangan tempat dimana Ibu Yoona dirawat. Saat berada disana terlihat Ayah Yoona yang terus menangis lalu ia mendekat kepada sang Ayah

 

 

“Appa waegure?”

Tanya Yoona yang bingung akan pemandangan didepannya ini karena semua suster dan dokter hanya memasang wajah sedih seperti terjadi sesuatu yang sangatlah menyedihkan sekali. Tn Im mendekati putrinya lalu ia memeluk putrinya menumpahkan semua kesalahan diair mata itu. Yoona semakin tidak mengerti mengapa semua dalam keadaan bersedih

“Jinjja appa amugeosdo eobsda? Malhae!”

Teriak Yoona dalam pelukan sang ayah. Lalu kemudian Tn Im melepaskan pelukannya dari Yoona lalu menatap mata indah nan bening Yoona yang sudah mulai berair.

“Yoona sebenarnya E..o..m..a su..dah tidak ada”

Ucap Tn Im yang masih dengan isah tangisnya Il Wo yang baru datang menjadi bingung dan sekaligus terkejut mendengar kata kematian begitu juga dengan Yoona yang tak terima akan kematian Ibunya yang sagatlah cepat.

“Mal-do an dwe!!!! Eoma il-eona Eoma ini tidak mungkin bukan? Kau pasti masih hidup bukan?”

Teriak Yoona yang sangatlah histeris ia belum bisa menerima kematian Ibunya dengan cepat. Dan sampai sekarang ia sangatlah membenci hujan karena menurutnya hujanlah yang membuat Ibunya menjadi tiada dan semenjak kematian Ibunya Yoona sedikit demi sedikit berubah menjadi gadis yang pendiam,dingin dan juga tak ingin berteman.

 

End Flash Back

 

 

Setelah mendengar semua cerita Yoona Siwon kini menjadi paham mengapa dan apa penyebab dari sifat Yoona selama ini jadi ini karena kematian Ibunya dimusim hujan. Siwon juga sangatlah terpukul jika ia berada diposisi Yoona sekarang tapi,apakah selama ini Yoona terpuruk dan menutup dirinya dari dunia luar? Apakah sebegitu bencikah Yoona akan hujan?

 

“Bolehkah aku menanyakan sesuatu padamu lagi?”tanya Siwon

“Silahkan apapun yang ingin kau mau tanyakan padaku tanyakanlah jika aku bisa menjawab pertanyaanmu itu”

“Apakah kau begitu benci dengan hujan?”

Yoona diam sesaat lalu mengngeluarkan napas berat dan kepalanya kini mulai tertunduk mengisyaratkan kepedihan yang dalam dihatinya.

“Aku tak tahu”

Ucap Yoona dengan nada yang dingin namun pelan sehingga Siwon menatap Yoona dengan pandangan mata yang mengisyaratkan bahwa ia sangatlah prihatin akan nasib seorang gadis disampingnya yang sungguh rapuh. Diraih bahu Yoona lalu kemudian mata mereka bertemu. Mata Yoona mengisyaratkan kepedihan yang dalam sementara mata Siwon mengisyaratkan kekhawatiran.

 

“Tatatap mataku”

Ucap Siwon sambil mencengkram kuat bahu Yoona namun tetap saja meskipun sudah dipaksa Yoona tetap mengelak malah menundukan kepalanya ia meraih dagu Yoona untuk kembali menatapnya. Siwon merasakan ketenangan saat ia menatap mana indah Yoona entah rasa apa yang ia rasakah saat ini.

“Dengarkan kata-kataku aku tak akan mengulanginya lagi. Kau harus menjadi dirimu sendiri walupun hatimu sangatlah sakit kau harus bisa melawan rasa takut didalam dirimu kau tidak boleh menyalahkan kehendak sang pencipta mungkin benar kau masih belum bisa menerima kepergian Ibumu tapi tidak dengan cara seperti ini. Kau masih mempunyai kehidupan,masa depanmu masih panjang kejarlah masa depanmu bukalah pintu hatimu yang dulu kau tutup. Tersenyumlah untuk dunia baru karena aku tahu senyumanmu sungguh indah maka tersenyumlah jangan pernah memperlihatkan wajah sedih ataupun merasa dirimu orang yang paling rapuh didunia ini jika kau membuka mata kau akan tahu masih banyak diluar sana bahkan didunia ini orang yang jauh lebih rapuh dibandingkan dirimu. Jadilah dirimu sendiri dan hapuslah air matamu

Ucapan Siwon sungguh membuat hati Yoona bergetar jadi selama ini dia hanyalah memperdulikan dirinya sendiri tanpa tahu banyak orang yang mencintainya tulus ia memang bodoh tidak bisa membuka dan menerima kasih sayang dari orang-orang yang mencintai dirinya. Ia hanya memikirkan dirinya sendiri tanpa tahu bahwa diluar sana masih banyak orang yang sepertinya bahkan jauh lebih rapuh dari dirinya. Air matanya kini sudah jatuh membasahi pipi cantiknya Siwon yang melihat Yoona menangis merasa kasihan entah mengapa Siwon memeluk Yoona membiarkan Yoona melampiaskan semua rasa yang ia alami selama ini didalam tangisannya. Sesekali Siwon mengusap punggung Yoona agar Yoona menjadi tenang.

 

“Ulji mal-ayo”

Namun tetap saja Yoona masih menangis bahkan kini tangisannya lebih parah dibandingkna sebelumnya dengan terpaksa Siwon melepaskan pelukannya dari Yoona lalu mulai menghapus air mata Yoona dengan ibu jarinya. Mungkin Siwon mulai mencintai Yoona dan ia berjanji tidak akan membuat Yoona menangis ini adalah air mata terakhir yang dikeluarkan Yoona.

 

`^`^`^`

 

Malam hari telah menyelimuti Kota Seoul,Korea Selatan ini adalah hari terkhir sumua pekerja menghabisi masa liburannya tak terkecuali Siwon pria ini hanya duduk termenung di kamar Yoona mengamati wajah polos nan lugu si gadis pendiam ini. Memang benar dari siang Yoona selalu menangis tak berhenti itu membuat Siwon khawatir apalagi ia tak mau makan apapun walupun hanya satu suap saja. Tapi mungkin karena terlalu lelah menangis Yoona menjadi tertidur di sofa yang berada di ruang tamu itu membuat Siwon harus membawa Yoona kekamar ia takut jika Yoona sakit.

Siwon masih memandang Yoona dengan seksama mulai dari rambut,mata,hidung sampai bibir yang pucat karena tidak mau makan dan juga kantung mata yang hitam seperti panda karena selalu menangis. Tiba-tiba air mata Yoona keluar Siwon yang melihat itu sangatlah sedih Siwon merasakan keterpurukan yang dalam di hati Yoona mungkin karena mimpi yang dialami Yoona saat ini membuat Yoona mengeluarkan air mata dari mata indahnya yang sedang tertutup dengan segera Siwon menghapus sisa air mata Yoona yang berada di pipi mulusnya.

 

I’m never gonna say goodbye
cos I never wanna see you cry
I swore to you my love would remain 

 

Handphone dari Siwon berbunyi lalu saat ia melihat nama yang tertera ada sahabatnya siapa lagi jika bukan Il Wo segera ia angkat panggilan dari sahabatnya.

Siwon-ah bagaimana keadaan Yoona-ah

Dia baik-baik saja

Syukurlah apa dia mau makan?

Ani dia tidak mau makan. Begini ada yang ingin aku tanyakan padamu apakah boleh?

Eoh silahkan

Sebenarnya apakah Yoona selalu menangis jika setiap tidur?

Molla wae?

Tadi kami berbicara sebentar tapi mungkin karena ia terlalu lelah ia menjadi tertidur di sofa karena tidak tega aku membawanya kekamar tetapi saat aku sedang duduk disamping ranjangnya air matanya keluar saat ia sedang tertidur

Aku rasa ia bermimpi tentang kecelakaan itu lagi,apakah Yoona sudah membicarakan kecelakaan itu?

Sudah ia sudah menceritakan semua masalahnya kepadaku

Syukurlah aku harap kau bisa memgembalikan adikku seperti dulu

Aku hampir lupa apakah kecelakaan itu sungguh parah sampai membekas di hatinya?

Aku rasa ia,kau tahu bukan Ibuku dan Yoona sangatlah dekat mungkin itu salah satu alasan mengapa ia menjadi seperti ini tapi aku juga belum bisa pastikan

Nado al-a sebaiknya kau tidur aku takut kau sakit karena menghawatirkan adikmu

Issnayo, gamsahabnida kau juga al-a?

Al-ayo annyeong

Nado  annyeong

 

 

Setelah menerima telepon dari Il Wo Siwon segera keluar dan tak lupa mengecup kening indah Yoona membisikan sesuatu Selamat malam dan mimpi indah. Siwon berjalan dengan pelan agar tidak mengusik tidur pulas Yoona.

Setelah keluar dari kamar Yoona Siwon tidak menuju kamar yang sudah di siapkan oleh Il Wo melainkan pergi ke taman yang ada belakang rumah. Di taman ini Siwon hanya duduk sesekali menghirup udara malam yang dingin terkadang ia memandang langit yang gelap gulita tanpa ada satubintangpun disana. Bulunpun sama halnya sedang bintang yang tidak nampak sama sekali dilangit.

“Tampaknya benda dilangit mengiginkan seseorang untuk tersenyum sama sepertiku. Dan aku harap ia bisa benar-benar tersenyum seperti dulu”

 

 

`^`^`^`

 

 

Pagi hari yang cerah menyelimuti kota Seoul,Korea Selatan terlihat seorang pria tengah bersiap untuk berangkat ke kantor dengan memakai pakaian kantor dan tak lupa menyemprotkan parfume Bulgari dengan wangi yang khas untuknya. Dia adalah Siwon setelah siap ia kemudian keluar kamar tapi sebelum ia sarapan pagi terlebih dahulu ia memasuki kamar seorang wanita. Kalian tahu bukan siapa? Dia adalah Yoona. Secara perlahan ia buka knop pintu kamar Yoona dan ia lihat Yoona sedang tidur pulas dengan perlahan ia berjalan mendekati tubuh Yoona setelah itu ia berjongkok hanya untuk menyentuh pipi mulus milik Yoona. Setelah itu ia membisikan sesuatu dan membuat Yoona menggeliat kecil. Siwon tersenyum menandakan ada rona bahagia di wajahnya.

 

“Il-eona Yoona-ya

Ucap Siwon Yoona hanya menggeliat kecil dan itu sukses membuat Siwon tersenyum lembut kepadanya. Kemudian Siwon mengelus lembut rambut indah Yoona mungkin karena merasa tidurnya terusik Yoona mengerjam-erjapkan matanya untuk menyesuaikan cahaya setelah sadar obyek pertama yang ia lihat ada Siwon walau masih keadaan mengantuk Yoona bangun dan mengubah posisinya menjadi duduk.

“Siwon ssi apa yang kau lakukan disini?”

Tanya Yoona Siwon hanya bisa tersenyum mendengar penuturan Yoona bukannya menjawab Siwon malah mengelus lembut pipi Yoona itu mungkin sudah menjadi kenikmatan tersendiri untuk Siwon dan Yoona juga tidak menolak namun Yoona heran dengan sikap sahabat kakaknya ini.

“Siwon ssi apa yang kau lakukan disini?”

“Aku hanya ingin membangunkan dirimu dan aku juga ingin bilang bahwa ayo kita sarapan bersama”

“Aku tidak lapar lebih baik kau saja yang makan”

“Tidak bisa kau juga harus makan aku tak ingin kau sakit dan aku yang akan disalahkan oleh kakakmu itu. Kau tahu kakakmu itu sangatlah over protective jika itu menyangkut semua tentangmu jadi aku mohon makanlah. Kau tenang saja aku sudah menyuruh pelayan rumah untuk tidak membuatkan kau bubur lagi”

 

Yoona hanya bisa mendesah pelan ia tak tahu mengapa Siwon sangatlah baik padanya padahal ia tidaklah tertarik pada Siwon.namun disisi lain ia bahagia jika Siwon bersama dirinya ia bahagia jika Siwon selalu memperhatikan dirinya. Sesaat ia menatap mata Siwon terlihat disana mata yang sangatlah tulus untuk dirinya terpaksa ia harus menyetujui semua kemauan Siwon.

 

“Baiklah aku akan makan”

“Akhirnya kau mau makan juga. Gaja kita makan aku akan membantumu untuk berjalan”

Ucap Siwon Yoona hanya bisa mengagguk mengiyakan semua perkataan Siwon. Saat ini Yoona sedang dituntun untuk turun kebawah mungkin karena terlalu lemas karena tidak mau makan tubuh Yoona tiba-tiba mulai tidak stabil. Siwon yang melihat itu menjadi khawatir apa lagi saat ini mereka sedang berada di tangga bisa saja saat mereka ditangga Siwon lalai dan akhirnya tubu Yoona menjadi jatuh tapi jika tidak ditangga mungkin tak apa.

“Gwaenchanh-a?”

“Hemm nan gwaenchanh-a”

“Jeongmal?”

“Kau tak usah khawatir lebih baik kita lebih cepat turun bukankah kau ingin bekerja?”

“Baiklah tapi hati-hati”

 

Mereka berdua kini sudah tiba di meja makan yang sangatlah mewah dan juga indah design overseas classic menambah indah dan nyaman setiap orang yang melihatnya. Menu makanan yang sudah disiapkan sudah ditata rapi dan sedemikian rupa sehingga ada kesan mewah didalam makanan tersebut. Ada macam-macam menu daging Korea seperti, Bulgogi  dan Dak galbi  lalu ada juga menu soup ala Korea seperti  Doenjang jjigae dan Samgyetang selain itu yang tak ketinggalan adalah kimchi. Lalu ada juga masakan khas dari beberapa negera di benua Eropa seperti cafe au lait yaitu kopi panas yang disajikan di mangkuk dengan croissant,brioche atau roti panggang yang dioles selai. Lalu minumannya juga bermacam-macam diri mulai Insam cha, Saenggang cha dan jangan lupa red wine.

 

“Silahkan duduk Yoona”

Ucap Siwon sambil menarik kursi makan Yoona ia hanya menurut saja tanpa bersuara setelah selesai dengan Yoona kini Siwon juga menarik kursi untuk dirinya sendiri ia duduk tepat disamping Yoona setelah itu ia mengambil satu sendok Bulgogi untuk dirinya sementara Yoona ia hanya melihat saja.

“Kau tidak makan?”

“Aku tak lapar”

“Tapi sebaiknya kau harus makan walaupun satu sendok saja”

“Tapi aku tidak lapar”

“Yoona kau harus makan aku tak ingin kau sakit aku-“

“SUDAHLAH!! KAU ITU BUKAN SIAPA-SIAPAKU MENGAPA KAU SELALU MEMAKSAKU??!!”

Ucap Yoona yang tadi memotong ucapan Siwon napasnya tak teratur saat ini ia sedang marah mungkin karena perkataan Siwon yang selalu memaksanya. Benar bukan? Memang Siwon sering memaksanya namun itu untuk dirinya sendiri Siwon benar dan semua yang dikatakan Siwon itu memang benar. Wajah Yoona kini sudah tak mengisyaratkan bahwa ia marah lagi.

“Maafkan aku,aku terlalu kasar padamu Siwon ssi aku hanya belum bisa menerima semua ini yang dipikiranku hanya-“

Ucapan Yoona terpotong oleh Siwon saat Siwon memeluk erat tubuh Yoona seakan ia tak ingin Yoona pergi jauh darinya cukup sudah Yoona bersedih tapi ia tak ingin Yoona pergi darinya. Tangisan Yoona pecah sudah setelah ia merasakan pelukan hangat dari seorang Siwon ia bingung bagaimana perasaannya saat ini tapi yang jelas saat ini ia butuh kehangatan dan juga perhatian yang dalam dan hanya Siwon yang bisa memberikannya. Perlahan pelukan Siwon melonggar lalu tak lama kemudian pelukan itu terlepas Siwon melihat air mata yang mengalir untuk sekian kalinya.

“Sudah kukatakan untuk tidak menangis lagi. Mengapa kau sangatlah cengeng? Jika kau menangis terus menerus makan mata indahmu akan menghilang sudahlah berhenti menangis”

Ucap Siwon sambil menghapus air mata Yoona dengan ibu jarinya setelah melihat kondisi Yoona yang sekarang sudah mulai jauh lebih baik daripada yang tadi Siwon langsung bangun dari tempat duduk dan segera memakai jas yang sedari tadi ada dipunggung kursi.

“Aku harus pergi bekerja dan jika ada sesuatu teleponlah aku,aku akan selalu mengagkat teleponmu kecuali jika aku sedang meeting. Dan satu lagi jangan pernah menangis untuk hal yang bodoh dan kau juga harus makan”

Ucap Siwon lalu mengelus pelan puncak kepala Yoona dan tak disangka-sangka ia mengecup kening indah Yoona. Terkejut? Memang Yoona terkejut pasalanya baru kali ini ia mendapat ciuman secara langsung dari orang lain orang yang bukan keluarganya.

“Aku pergi dulu jaga dirimu baik-baik. Bibi Kim aku titip Yoona dan juga ingatkan ia untuk makan jika ia tak mau makan anda bisa meneleponku”

“Baik Tuan Choi”

 

`^`^`^`

 

Saat ini waktunya jam makan siang semua pekerja kantor sangatlah bahagia karena waktu inilah mereka bisa bercanda dan bersenda gurau bersama rekan kerja lain dan ini sangatlah dimanfaatkan untuk mereka. Begitu juga dengan Siwon ia saat ini sudah memasuki restaurant bernuansa Jepanese bersama sekertarisnya. Mereka duduk disalah satu tempat duduk kosong di restaurant ini setelah mendapatkan tempat duduknya Siwon segera memesan makanan. Tak lama kemudian makanan pesanan Siwon sudah tiba namun sebelum itu ia mengambil smart phone yang ada disaku jas lalu mencari contact telephone setelah dapat ia segera menghubungi nomor tersebut.

 

Annyeonghaseo Tuan Choi

Annyeonghaseo Bibi Kim. Apakah Yoona sudah makan siang?

Belum Tuan Choi sedari tadi ia hanya duduk di ayunan yang ada ditaman

Benarkah? Kalau begitu berikan handphonenya pada Yoona saya ingin berbicara padanya

Baik Tuan Choi

Yaebseo

Yoona kau harus makan walupun hanya satu sendok

Aku tak ingin makan Siwon ssi aku sudah keyang

Tapi kau harus tetap makan aku tak ingin kau sakit

Tapi

Tidak ada alasan apapun kau harus tetap makan arra?!

Arraseo Tuan Choi

 

Setelah menelepon Yoona Siwon kembali melanjutkan makanannya disela-sela makan ada ombrolan kecil mengiringi Siwon yang pastinya obrolan itu mengenai pekerjaan. Karena Siwon sangat malas jika berbicara mengenai jalian percintaannya.

 

“Pimpinan Choi maaf jika boleh bertanya saya lihat akhir-akhir ini anda sering menelepon seseorang dan wajah anda seperti terlihat bahagia”

“Benarkah? Apakah terlihat jelas? Aku rasa Sekertaris Yang hanya melebih-lebihkan saja”

“Sungguh saya berpikir seperti itu”

“Memang akhir-akhir ini saya sedang bahagia”

“Apakah yang anda telephone itu adalah kekasih anda?”

Namun saat ditanya seperti itu Siwon terdiam Sekertaris Yang melihat ekspresi atasannya yang seperti itu menjadi merasa bersalah seharusnya ia tak bertanya macam-macam sudah tahu jika atasannya itu tak suka diganggu soal kehidupan pribadinya.

“Pimpinan Choi saya sungguh minta maaf saya tidak bermaksud untuk-“

“Tak apa memang yang tadi saya telephone bukanlah kekasih saya tapi saya pikir saya ingin selalu menjaganya jadi Sekertaris Yang tak perlu minta maaf kepada saya”

“Terima kasih Pimpinan sekali lagi saya minta maaf”

 

Siwon hanya bisa tersenyum walaupun wajahnya terlihat tak ada beban sama sekali tapi hatinya tak bisa dibohongi perkataan Sekertarisnya itu mampu membuat pikiran Siwon kembali kepada Yoona gadis yang ia sayangi. Sampai selesai makan siang Siwon masih tetap memikirkan perkataan yang dilontarkan oleh Sekertarisnya bahkan pekerjaan yang ada di atas meja kerjanyapun terbengkalai alhasil ia memilih untuk pulang lebih cepat dari biasanya dan seharusnya nanti jam 02.00 p.m ada rapat dengan pemimpin cabang-cabang perusahaan di Korea Selatan tapi karena pikiran Siwon sedang tak bisa diajak kompromi alhasil ia harus membatalkan rapat tersebut.

 

 

`^`^`^`

 

 

Saat ini Yoona sedang makan siang walaupun harus dipaksa oleh sang pelayan rumah karena ia tak ingin makan tetapi tetap saja walaupun ia makan itu hanya satu sendok  tak lebih setelah makan ia juga hanya duduk di taman di rumahnya. Saat ia sedang menikmati pemandangan taman tiba-tiba suara seorang pria menghentikan kegiatannya dan menengok kesumber suara.

 

Dan itu adalah Siwon yang sedang berteriak memanggil namanya pria yang selalu ada untuk Yoona dan entah mengapa saat ia berada disamping Siwon ia selalu merasakan kenyamanan yang ia tak pernah rasakan dan juga jantungnya selalu berdegup dengan kencang saat Siwon berkata lembut padanya. Dan bagaikan mempunyai ikatan batin saat ini Siwon sudah berada didepan Yoona menatapnya sambil tersenyum manis. Yoona masih belum sadar namun saat ia melihat kedepan betapa terkejutnya ia melihat Siwon sedang berdiri manis.

 

“Terkejut? Maaf aku tak ingin membuatmu terkejut”

Yoona hanya diam tersenyum mendengarkan perkataan Siwon baginya suara Siwon sangatlah merdu bagaikan alunan music classic yang selalu mengalir didalam pikirannya setiap waktu.

 

“Yoona besok aku akan mengajakmu pergi berwisata ke Juknokwon”

Ucap Siwon Yoona yang mendengar itu sangat terkejut tadi siwon bilang apa? Juknokwon,ia sungguh ingin kesana apalagi melihat bamboo yang ada di kira dan kanan itu membuat pemandangan sangatlah indah dan juga udara disana masilah bersih. Bagaimana Siwon tahu? Selama ini ia belum pernah kesana dan saat ini impiannya terwujud.

 

“Apa kau ingin?”

“Aku ingin sekali tapi apakah kau tak bekerja?”

“Tidak aku butuh hiburan walaupun hanya sebentar”

“Terima kasih”

“Untuk apa? Aku rasa kau tak perlu berterima kasih padaku”

“Untuk telah mengajakku pergi berjalan-jalan”

“Tak apa aku bahagia melihatmu bahagia”

“Dan siapkan dirimu untuk besok,besok kita akan berangkat pukul 08.00 a.m kau harus istirahat lalu mempersiapkan barang untuk besok kita pergi tak menggunakan mobil pribadiku tetapi menggunakan kereta”ucap Siwon Yoona hanya mengagguk mengerti

“Baiklah jika kau mengerti dan sebaiknya kita masuk udara disini sudah mulai dingin dan kita harus makan malam agar kau tak sakit besok jika kau sakit maka aku tak bisa mengajakmu pergi”

Ucap Siwon sementara Yoona hanya mengagguk mengerti lalu Siwon membawa Yoona masuk kedalam rumah untuk makan malam bersama dimeja makan yang sudah disiapkan oleh pelayan rumah mulai dari makanan,minuman serta keperluan lainnya mereka berdua hanya tinggal terima jadi saja walaupun Yoona sempat menolak untuk makan tapi dengan paksaan dan juga bujukan dari Siwon Yoona akhirnya mau makan.

 

 

`^`^`^`

 

Musim gugur telah tiba,kalian tahu bukan? Benar keadaan kota Seoul kini menjadi lebih hangatjuga ada sedikit udara dingin,pohon-pohon berguguran menambah keindahan tersendiri bagi siapa saja yang melihatnya. Terlebih lagi daun musim gugur beraneka ragam warna sepert merah,kuning,orange dan masih banyak lagi. Banyak orang yang menyukai musim gugur apalagi di Negeri Gingseng ini sangatlah indah jika melihat musim gugur bisa dibilang Negeri ini tempat yang cocok untuk menikmati angin musim gugur. Begitu juga dengan Yoona gadis yang sedari tadi sedang mengemasi pakaiannya untuk dibawa ke Bamboo Garden bersama Siwon. Setelah selesai merapikan pakaian dan semua barang yang ia ingin bawa ia kini bersiap-siap untuk berpakaian,dibuka lemari kayu miliknya lalu ia mengambil sebuah brown coat dengan black  trousers juga brown sling bag tak lupa dengan sepatu boot berwarna hitam menambah aura kecantikannya keluar setelah siap barulah ia keluar dan ia lihat Siwon menggunakan pakaian yang hampir mirip dengannya apalagi coat yang meteka pakai sama persis.

 

 

 

“Ayo kita pergi dan aku rasa pakaian yang kita pakai sepertinya sama hahahaha”

Ucap Siwon sambil tertawa sementara yang digoda hanya bisa tersenyum malu alhasil wajahnya merah merona membuat kecantikannya semakin terpancar jelas karena tak ingin membuat Yoona menjadi semakin malu Siwon segera menarik tangan Yoona.

“Cepat kita harus berangkat aku takut kita akan ketinggalan kereta”

 

 

 

`^`^`^`

 

 

Mereka berdua akhirnya menuju ke stasiun yang berada di pusat kota. Mereka tiba di stasiun terlihat sudah banyak orang yang ingin menaik kereta api mungkin karena ini hari untuk para pekerja jadi,kereta mungkin penuh. Saat Siwon memesan tiket Yoona duduk di tempat tunggu yang ada di sana.

 

“Hai apa menunggu lama?”

“Tidak. Apa kau sudah membeli tiketnya?”

“Sudah ini dia dua tiket untuk kita. Ayo kita pergi”

Ucap Siwon sambil menunjukan dua tiket berwarna putih Yoona hanya tersenyum melihat tingkah lucu Siwon dengan segera Siwon menggandeng tangan Yoona untuk memasuki kereta yang sudah tiba. Yoona hanya mengikuti saja Siwon dan saat sudah tiba di kereta Siwon memilih tempat duduk yaitu ditengah karena menurutnya jika di bagian tengah Yoona mungkin akan merasa nyaman.

Kereta yang ditumpangi mereka sudah mulai beranjak meninggali stasiun yang menjadi saksi bisu perjalanan mereka selama di perjalanan Yoona tak bisa berhenti memandang takjub pemandangan yang ada diluar jendela Siwon tersenyum senang karena Yoona bisa tersenyum bahagia. Hampir 1 jam lamanya kereta ini melaju namun mereka belum sampai mungkin karena jarak antara Seoul-Damyang cukup lama yaitu sekitar 2 jam lamanya dan perjalanan bisa lebih lama jika menaikki Bus yaitu sekitar 3 jam lamanya. Karena lelah Yoona tertidur pulas dibahu Siwon begitu juga dengan Siwon. Karena terlalu lelah tertidur tak terasa mereka sudah tiba di tempat tujuan. Siwon melihat kearah Yoona dan ternyata gadis yang ia cintai ini masih tertidur pulas walaupun kasihan Siwon harus membangunkan Yoona.

 

“Yoona-ah cepat bangun kita sudah tiba di Damyang

Bisik Siwon dengan suara yang lembut membuat si pemilik mata indah ini melengguh kecil lalu ia mengerjap-erjapkan matanya untuk menyesuaikan cahaya yang masuk setelah sudah sadar dari tidurnya Yoona segera bangun dan duduk lalu ia rapikan rambut indahnya itu agar tidak berantakan Siwon hanya bisa tersenyum manis melihat tingkah lucu Yoona.

“Kau sudah cantik Yoona”

Ucap Siwon dan itu sukses membuat Yoona malu dan pastinya kini wajahnya sudah merah merona seperti tomat membuat Siwon gemas dibuatnya karena dengan pipi yang merah menambah aura kecantikan Yoona keluar.

“Ayo kita turun”

“Hmm”

 

Mereka berdua keluar secara bersamaan dengan membawa copper mereka sendiri saat mereka keluar mereka disambut dengan pemandangan indah ala Damyang disini udaranya masihlah sejuk dan juga bisa membersihkan paru-paru dari asap perkotaan yang sangatlah kotor. Yoona tersenyum kembali menampilkan wajah kebahagiaan yang terpancar Siwon melihat wajah Yoona yang sangatlah bahagia terbesit dibenaknya kebahagiaan juga. Mereka pergi berjalan untuk ke halte bus karena jika kita berjalan kaki menuju Juknokwon bisa memakan waktu selama 25 menit tetapi jika menaiki bus itu hanya memakan waktu selama 10 menit. Tidak lama kemudian bus tiba segera mereka berdua memasuki bus tersebut. Tak lama kemudian mereka tiba di Juknokwon. Sebelum masuk Siwon membayar terlebih dahulu membayar tiket 1 tiket orang dewasa seharga 2.000 won jadi jika 2 orang dewasa 4.000 won setelah membayar barulah mereka masuk. Di sana mereka disambut dengan tanaman bamboo yang berada dimana-mana udara disini juga berbeda di Seoul  Yoona sangatlah senang akhirnya impiannya untuk kesini terwujud disaat Yoona sedang menikmati air terjun mini yang berada disana Siwon menyuruh Yoona untuk berpose karena ingin difoto.

 

“Aku akan memoto dirimu berposelah yang bagus”

“Tapi aku tak bisa bergaya yang bagus”

“Tak apa aku hanya butuh kau tersenyum itu sudah cukup”

Yoona akhirnya menuruti ucapan Siwon dengan berpose didekat air mancur mini tersebut lalu Siwon mulai mengarahkan Yoona dan ia hanya mengikuti saja setelah itu Yoona mengukirkan senyuman manisnya diwajah indahnya. Siwon kagum akan kecantikan yang dimiliki Yoona

“Apakah sudah?”

“Ya sudah. Kau sungguh cantik jika kau tersenyum,ayo kita kejembatan yang tak jauh dari sini dan kita berfoto bersama”

 

Mereka berdua berjalan dijalanan setapak lalu setelah berjalan tak lama kemudian terlihatlah jembatan berwarna cokelat lalu dikira dan kanan ada bamboo yang memang sudah menjadi ciri khas tempat wisata ini. Siwon lalu menarik tangan Yoona untuk berpose dan mereka mengambil foto berdua dengan senyuman manis terukir indah di wajah mereka. Kurang lebih 1,5 jam mereka menyelesaikan tour wisata di Juknokwon tak terasa waktu sudah siang dan saatnya mereka untuk makan siang. Siwon mencara rumah makan yang terdekat dari sini dan tibalah mereka di rumah makan bergaya Korea Selatan kuno dengan pernak-pernik yang antik yang terpampang disekitar rumah makan. Siwon memilih tempat duduk yang langsung melihat pemandangan luar. Setelah memesan makanan mereka berdua makan Siwon tersenyum melihat cara makan Yoona yang unik akhirnya ia bisa melihat Yoona tersenyum dan makan dengan lahap. Siwon akhirnya memakan makananya yang sudah mulai dingin. Waktu berlalu cepat tak terasa sudah malam hari mereka berjalan-jalan disini dan itu artinya saatnya mereka beristirahat karena sudah jam 08.00 p.m dan kereta sudah tak ada yang tujuan Seoul terpaksa mereka harus menginap di penginapan yang ada disekitar sini. Ini adalah hari terbaik untuk mereka berdua karena bisa menghabiskan waktu bersama dan kebersamaan ini harus berakhir mengigat besok mereka harus kembali lagi ke Seoul melanjutkan aktivitas mereka dan juga 2 hari lagi Siwon sudah harus pindah tidak lagi di rumah Yoona mungkin besok adalah perpisahan terakhir mereka. Mereka tidak tahu kapan dan bagaimana kehidupan mereka setelah tak bersama lagi hanya ada satu jawaban saja yaitu “Takdir Tuhan” jika mereka memang berjodoh mereka akan bersama menghabiskan waktu seperti ini lagi namun jika tidak mereka masih bisa berteman hanya waktu yang bisa menjawabnya.

 

 

 

 

 

To Be Continue

 

 

Aku minta maaf karena terlalu lama memposting cerita ini karena kesibukkanku Sekolah apalagi sudah di kelas terakhir jadi aku harus bekerja keras agar LULUS sekolah tingkat terakhir yaitu SMA dan karena ada hari libur aku melanjutkan cerita ini jadi jika cerita ini garing dan tidak mendapatkan feel i’m so sorry because waktu yang mepet jadi otakku harus bekerja keras apalagi inspirasiku tidak ada menambah kesulitan tersendiri untukku. Jadi maaf jika ada perkataan yang tidak bagus i want to give thanks to Readers and Author yang sudah memposting FF ini. DON’T BE  SIDERS BECAUSE I HATE IT. And thanks for admin YWK yang telah memposting fanfictku (you’re welcome..)

 

So see you in last chapter  ^_^

 

 

 

Tinggalkan komentar

93 Komentar

  1. Dwi sivi fatmawati

     /  Januari 11, 2015

    romantisnya mereka berdua,, pdahal baru keluar hehe
    yoona eonni udh mulai jatuh cinta kyaknya hehe
    semoga aja mereka berdua bsa bersatu dan bahgia amin

    Balas
  2. Aniqoh rosita

     /  Januari 24, 2015

    Anyeong Mau tanya Part 3 nya kok gak ada ya ?

    Balas
  3. melani

     /  Maret 4, 2016

    Siwon sabar bgt ngadepin yoona n dia juga selalu memperlakukan yoona dg lembut trus dia juga berhasil ngajak yoona jalan” keluar.. makin penasaran sama kelanjutannya moga mereka bersatu..

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: