[FF] BABY PROPOSAL – Because love does not need a reason (Chapter 5)

Author             : Ravikha Indriani

Twitter             : @pikhapikhu

FB.                   : Ravikha Indriani

Length             : Chapter

Rating             : PG 17

Genre              : Marriage Life, Angst , Romance , sad , tentuin sendiri aja

Main Cast      :

Super Junior  Siwon

SNSD  YoonA

Support Cast :

SNSD Tiffany

SNSD Yuri

SNSD Jessica

Super Junior Donghae

2 AM Seolung

SNSD Sunny

Tn & Ny Choi

Tn & Ny Im, etc

 

Warning: typo  bersembunyi dimana-mana

 

 

#Happy Reading#

 

“Ah melelahkan sekali,” gumam Siwon.

 

Siwon baru saja selesai meeting dengan client dari Jerman. Siwon mendudukkan dirinya di sofa untuk mengistirahatkan badannya. Karena terlalu lelah Siwon ketiduran di sofa itu.

 

Tok tok tok

 

“Sajangnim…” Panggil Seohyun.

 

Siwon langsung membuka matanya saat terdengar ketukan pintu dan panggilan dari sekretarisnya.

 

“Ne… Masuk saja,” kata Siwon.

 

“Sajangnim, ada seseorang yang ingin bertemu dengan anda,” kata Seohyun.

 

“Nuguya?” Tanya Siwon.

 

“Tuan Im ” kata Seohyun.

 

“Suruh beliau masuk,” titah Siwon.

 

Seohyun pun langsung mempersilahkan tamu direkturnya itu masuk.

 

“Annyeong Siwon-ah,” sapa mertuanya.

 

“Annyeonghaseyo Aboji…” Sapa Siwon dengan membungkukkan badannya.

 

” Silahkan duduk aboji,” kata Siwon kemudian.

 

Mereka berdua pun duduk di sofa yang tadi ditempati Siwon untuk istirahat sejenak.

 

“Bagaimana kabar kalian?” Tanya mertua Siwon.

 

“Kami baik-baik saja. Tak usah terlalu mengkhawatirkan kami, aboji…” Ucap Siwon lembut.

 

“Aboji tahu kalian belum saling mencintai tapi suatu saat aboji yakin kalau kalian akan menjadi keluarga yang bahagia,” kata Aboji Yoona.

 

Siwon hanya tersenyum mendengar apa yang dikatakan oleh mertuanya itu. Dia sendiri tak yakin apa dia bisa mencintai Yoona karena jujur saja Siwon masih sangat mencintai mantan yeojachingunya, Kim Stella.

 

“Apa Yoongie merepotkanmu?” Tanya mertuanya lagi.

 

“Ani aboji. Dia tak merepotkan sama sekali,” jawab Siwon.

 

“Dia anak yang manja tapi dia juga yeoja yang kuat. Eomma dan Oppanya sangat memanjakannya,” ucap Aboji Yoona.

 

“Tapi dia berbeda pendapat dengan ku. Jujur aku tak pernah memanjakannya sama sekali, bahkan mungkin aku sangat keras padanya. Aku melakukan itu karena aku ingin dia menjadi yeoja yang kuat dan mandiri…” Lanjut Aboji Yoona.

 

“Tapi aboji, apa aku boleh bertanya sesuatu…” Ucap Siwon.

 

“Kau mau bertanya apa Siwon-ah,” kata Aboji.

 

“Ehm, kenapa aboji melarangnya untuk mengembangkan bakat memasaknya?” Tanya Siwon.

 

“Sebenarnya aku tak melarang, hanya saja aku tak ingin dia jadi chef karena jadi chef itu sangat berat, harus bekerja di dapur yang sangat panas. Resikonya terlalu besar.  Aku ingin dia melanjutkan perusahaan kami dan membantu Oppanya,” jelas Aboji pada Siwon.

 

Siwon mengangguk mengerti. Sekarang dia jadi tahu kenapa Aboji Yoona melarang Yoona untuk jadi Chef. Siwon yakin kalau keputusan yang diambil oleh Aboji Yoona itu juga semata-mata untuk Yoona. Beliau tak ingin terjadi apa-apa pada Yoona.

 

Tuan Im melihat jam yang ada ditangannya. ” Siwon-ah, aboji pamit dulu. Sampaikan salam aboji pada Yoona. Kalian berdua baik-baik ya…” Kata Aboji Yoona.

 

“Nde aboji,” kata Siwon dan membukakan pintu untuk mertuanya itu.

 

” Aboji titip Yoona padamu,” kata Mertuanya lagi dan melangkah pergi meninggalkan ruangan Siwon. Siwon mendengarnya tapi dia ragu apa dia bisa menjaga Yoona dalam waktu yang lama.

 

“Seohyun-ssi, apa ada jadwal meeting lagi?” Tanya Siwon.

 

“Tidak ada sajangnim,” jawab Seohyun.

 

“Okay…” Ucap Siwon dan langsung masuk ke dalam ruangannya kembali.

 

¤¤¤¤¤¤¤

 

“Yoong, bagaimana kabarmu sekarang?” Tanya Tiffany. Ketiga sahabat itu sekarang sedang ada ditaman kampus.

 

“Nan gwenchana eonni,” jawab Yoona menenangkan kedua sahabatnya itu.

 

“Syukurlah kalau begitu,” ucap Tiffany.

 

“Emm, yoong… Apa suamimu memperlakukanmu dengan baik?” Tanya Yuri.

 

Yoona mengernyit heran. Dia tak tahu harus menjawab bagaimana. Kalau dia bilang Suaminya memperlakukan dengan baik itu tidak sesuai dengan kenyataannya. Kenyataan yang sebenarnya adalah Siwon selalu berkata kasar, dan sikapnya sangat dingin pada Yoona.

 

Lama Yoona terdiam sampai Yuri menepuk bahunya pelan. “Yoong, waeyo?” Tanya Yuri lagi.

 

“Ani, gwenchana Yul. Dia memperlakukanku dengan baik kok. Tak usah khawatir,” jawab Yoona bohong untuk menenangkan Yuri dan Tiffany.

 

“Sudahlah jangan membahas ini. Oh ya Eonni, bagaimana rencana pernikahanmu dengan Seoloung Oppa?” Tanya Yoona.

 

“Hahaha… Akhirnya kau bertanya Yoong. Eonni ku yang cantik, kapan kau akan menjadi seorang Nyonya Im? ” Goda Yuri.

 

“Aish kalian ini, jangan menggodaku terus eoh…” Jawab Tiffany malu-malu.

 

“Cie cie cie…” Goda Yoona dan Yuri. Tiffany semakin malu dibuatnya. Memang dia sedang merencanakan pernikahan dengan Im Seoloung, kakak Yoona. Pernikahan itu harusnya sudah terlaksana tapi tertunda karena pernikahan Yoona.

 

“Eonni, mianhae…” Ucap Yoona mengenggam tangan Tiffany.

 

“Waeyo?” Tanya Tiffany tak mengerti kenapa tiba-tiba Yoona minta maaf.

 

“Gara-gara aku, pernikahan mu dan Oppa tertunda,” ucap Yoona penuh sesal.

 

“Gwenchana Yoongie ku sayang,” jawab Tiffany lembut.

 

Yoona tahu kalau Tiffany sangat menyayanginya. Melihat ketulusan Tiffany, dia semakin yakin kalau Oppanya itu mendapatkan calon istri yang sempurna. Tiffany cantik, baik, lembut dan juga pintar.

 

“Gomawoyo Eonni,” kata Yoona sambil memeluk Tiffany.

 

“Aigoo… Aku seperti melihat drama saja. Sepertinya aku tidak dibutuhkan disini,” ucap Yuri pura-pura kesal.

 

Yoona dan Tiffany melepas pelukan mereka. Keduanya berpandangan dengan senyum. “Sepertinya akan terjadi sesuatu padaku,” batin Yuri.

 

Yoona dan Tiffany segera mendekat ke arah Yuri dan menggelitiki perut Yuri. “Aish, kalian ini…” Teriak Yuri mencoba menghindari keduanya.

 

“Ya! Nona Im , nona Choi hentikan aksi kalian itu,” kata Yuri. Keduanya menghentikan aksinya.

 

“Apa yang kau katakan Yul?” Tanya Yoona.

 

“Kau kan sudah berganti marga saeng…” Ucap Yuri.

 

Yoona pun dengan segera menyerang Yuri kembali. Kejahilannya muncul kembali. Tiffany pun akhirnya ikut-ikutan mengerjai Yuri kembali.

 

“Ya ya ya…” Teriak Yuri.

 

Mereka bertiga bercanda dan menjahili satu sama lain. Tertawa bersama, bercanda bersama, menangis bersama. Semua itu mereka lakukan karena mereka sahabat.

 

Di tempat lain

 

“Harusnya aku ikut menikmati waktu bersama mereke,” batin Jessica.

 

Jessica iri melihat keakraban mereka bertiga. Dulu dia juga ikut berkumpul dan bercanda bersama mereka. Menjadi bagian dari mereka bertiga.

 

Semuanya hancur karena sebuah pengkhianatan. Pengkhianat yang dilakukannya hanya karena cintanya pada seseorang, Lee Donghae. Dia jatuh cinta pada namjachingu sahabatnya sendiri.

 

Jessica sangat ingin bergabung lagi dengan mereka bertiga. Tapi, dia terlalu malu untuk bergabung lagi bersama mereka. Jessica benar-benar menyesal sekarang. Dia tak punya lagi sahabat yang bisa mengerti dirinya luar dalam.

 

“Mianhae Yoong, Tiff, Yul… Mianhae,” ucap Jessica lirih. Air mata yang sudah ditahannya pun keluar. Dia segera menghapus air matanya dan beranjak pergi.

 

¤¤¤¤¤¤¤

 

Sulli sudah pulang sekolah tapi dia tak langsung pulang ke rumah. Dia mampir ke rumah Oppanya. Dia ingin bertemu dengan Yoona. Padahal baru tadi pagii dia bertemu dengan Eonninya itu tapi sekarang sudah kangen.

 

“Annyeong nona muda,” sapa Ahn Ahjumma.

 

“Annyeong ahjumma. Apa Yoona Eonni sudah pulang?” Tanya Sulli.

 

“Nona belum pulang,” jawab Ahn Ahjumma.

 

Sulli pun segera masuk kedalam kamarnya. Dia memang mendapat kamar sendiri di rumah Siwon karena dia juga sering menginap di rumah Siwon.

 

“Ahjumma, tolong buatkan minum dan antar ke kamar ya,” kata Sulli segera melangkah pergi ke kamarnya.

 

“Nde nona,” jawab Ahn Ahjumma. Ahjumma pun segera pergi ke dapur membuatkan minum untuk Sulli.

 

Saat Ahn Ahjumma akan mengantar minuman untuk Sulli, dia dikejutkan oleh suara Siwon. Siwon berdiri dibelakangnya.

 

“Untuk siapa minuman itu, ahjumma?” Tanya Siwon.

 

“Oh Tuan muda sudah pulang. Untuk nona Sulli,” jawab Ahn Ahjumma.

 

“Kenapa anak itu kesini. Apa Yoona sudah pulang?” Tanya Siwon lagi.

 

“Nona belum pulang, saya permisi dulu Tuan muda, ” jawab Ahn Ahjumma dan segera beranjak pergi untuk mengantar minuman.

 

Siwon melirik jam tangannya. “Sudah jam 5, kenapa dia belum pulang,” gumam Siwon. Siwon segera melangkah pergi ke kamarnya untuk membersihkan diri.

 

Setelah mandi dan berganti dengan pakaian santai, Siwon turun ke bawah menuju ruang makaan untuk makaan malam. Hanya Sulli yang ada disana.

 

“Malam oppa,” sapa Sulli.

 

“Apa kau akan menginap disini sulli-ya?” Tanya Siwon pada saengnya itu.

 

“Bolehkah Oppa, aku ingin ngobrol dengan Yoona Eonni?” Tanya Sulli.

 

“Hmhm terserah kau saja,” ucap Siwon sambil mengambil makanannya.

 

“Gomawoyo oppa. Apa Eonni belum pulang?” Tanya Sulli lagi.

 

“Molla,” jawa Siwon cuek.

 

“Apa kau tak khawatir pada istrimu Oppa. Ini sudah malam. Suami macam apa kau ini Oppa,” kata Sulli ketus.

 

Dia heran dengan kakaknya itu. Terlihat sangat cuek dan tidak peduli pada istrinya sendiri. Membuat Sulli semakin kesal saja.

 

Siwon masih menikmati makanannya. Sebenarnya dia juga sedikit khawatir karena Yoona belum juga pulang. Dia ingat pesan mertuanya tadi siang untuk menjaga Yoona.

 

“Oppa… Aish kau ini menyebalkan sekali. Apa kau tak akan mencari istrimu. Ini sudah malam Oppa,” kata Sulli kesal.

 

“Aish kau ini. Paling dia ada tugas kuliah,” jawab Siwon asal.

 

“Terserah kau saja,” kata Sulli ketus dan langsung meninggalkan Siwon yang masih menyantap makanannya.

 

“Moodku langsung buruk jika bertengkar dengannya. Eonni kau ada dimana sih?” Kata Sulli lirih.

 

Siwon menghentikan makannya. Moodnya pun ikutan memburuk. Selalu saja seperti ini jika berhubungan dengan istrinya. Kemana sih perginya dia, batin Siwon.

 

Siwon melangkah pergi meninggalkan ruang makaan menuju ruang kerjanya. Masih banyak yang harus dikerja olehnya. Sembari menunggu istrinya pulang, dia menyibukkan diri dengan laptopnya.

 

Jam sudah menunjukkan pukul 23.00KST tapi sepertinya Yoona belum juga pulang. Siwon segera menelepon Yoona tapi Iphonenya tak aktif hanya suara operator saja yang terdengar.

 

Siwon semakin dibuat cemas dengan menghilangnya Yoona. Dia menelepon seseorang lagi.

 

“Yeobseyo,” ucap Seseorang diseberang.

 

“Hyung, apa Yoona ada dirumah?” Tanya SiWon.

 

“Dia tak ada dirumah. Memangnya dia belum pulang ke rumah?” Tanya Seoulung. Ternyata yang ditelepon adalah kakak Yoona.

 

“Dia belum pulang hyung,” kata Siwon.

 

“Ah harusnya aku mengantar dia pulang juga,” kata Seoloung.

 

“Maksud hyung?” Tanya Siwon penasaran.

 

“Tadi Yoona, tiffany, dan Yuri sedang ada tugas kuliah jadi mereka kerja bersama. Aku menjemput Tiffany, waktu Yoona ku ajak dia bilang tidak mau. Katanya dia naik bus saja,”kata Seoloung menjelaskan.

 

“MWO? Naik bus? Ini sudah malam hyung, kenapa tak paksa dia saja.” Kata Siwon kesal.

 

“Mianhae Siwon-ah…” Kata Siwon.

 

“Ya sudahlah hyung. Aku tutup dulu telponnya,” kata Siwon yang langsung mematikan teleponnya.

 

“Terus aku harus mencari kemana. Aish, merepotkan sekali,” gerutu Siwon.

 

Siwon segera keluar dari ruang kerja dan masuk ke kamar untuk mengambil kunci mobil. Dia bergegas pergi. Dia tak menghiraukan panggilan Sulli atau pun Ahjumma. Pikirannya sekarang tertuju pada Yoona.

 

Siwon segera masuk ke mobil dan mengemudikan mobilnya keluar dari parkiran rumahnya. Dia mengemudikan mobilnya sambil melirik ke arah kanan kiri jalan siapa tahu Yoona ada disana.

 

Malam semakin larut tapi Yoona belum juga ketemu. Siwon semakin cemas dibuatnya. Siwon sebenarnya aneh dengan perasaannya. Tapi dia tak terlalu memikirkan perasaannya itu. Sekarang yang lebih penting adalah Yoona, pikirnya.

 

¤¤¤¤¤¤¤

 

Yoona menunggu bus sudah hampir dua jam, tapi bus yang ditunggu tak kunjung datang. Malam semakin larut, cuacanya pun tidak bersahabat. Yoona hanya mengenakan jaket tipis untuk melindungi tubuhnya dari hawa dingin yang semakin menusuk tulang.

 

“Harusnya aku terima ajakan Oppa tadi,” sesal Yoona.

 

Saat menunggu bus seorang diri, ada dua orang namja  yang berjalan sempoyongan. “Sepertinya mereka sedang mabuk,” batin Yoona. Tak disangka oleh Yoona, kedua orang itu berjalan ke arah Yoona yang sedang duduk sendirian.

 

“нǻii, nona manis…” Kata salah satu namja.

 

Yoona beranjak pergi dari tempat itu. Dia sangat takut sekali.

 

“Mau kemana sayang? Ayolah kita bermain sebentar,” goda namja yang satunya.

 

“Shireo, jebal jangan dekati aku…” Kata Yoona keras.

 

“Sebentar saja sayang. Puaskan kami sebentar saja,” kata namja itu dan langsung menarik tangan Yoona.

 

Namja itu semakin merapatkan tubuhnya pada Yoona. Berusaha untuk memeluk Yoona. Yoona berontak. Dia berusaha untuk melepaskan diri dari namja itu.

 

Yoona berusaha untuk kabur. Dia lari menjauh. Tapi sial, kakinya tersandung batu. Yoona pun jatuh terduduk. Dia mencoba untuk berdiri tapi kedua namja itu semakin mendekat ke arahnya. Yoona mundur ke belakang.

 

“Jebal, menjauhlah…” Kata Yoona terisak. Dia sudah mengeluarkan air matanya. Tangisnya pun semakin keras.

 

“Ayolah sayang…” Kata salah satu namja.

 

Saat salah satu namja akan mendekat kearah Yoona, ada yang menarik kemeja namja itu dan melemparkan tubuhnya ke jalanan.

 

“Apa yang kalian lakukan pada istriku, eoh???” Teriak Siwon.

 

Siwon segera menghajar kedua namja itu. Tak ada perlawanan dari kedua namja itu karena mereka memang sedang mabuk jadi tak kuat untuk melawan Siwon.

 

“Op..pa…” Kata Yoona lirih.

 

Siwon segera melepas namja itu dan beralih ke Yoona.

 

“Yoong, gwenchana???” Tanya Siwon. Siwon membantu Yoona untuk berdiri.

 

“Oppa, aku takut…” Kata Yoona dan langsung memeluk Siwon erat. Siwon membalas pelukan Yoona. Yoona semakin terisak. Dia meluapkan semuanya dengan tangisan. Entah kenapa rasanya sangat nyaman sekali dipelukan Siwon.

 

“Uljima Yoong. Mereka sudah pergi,” kata Siwon lembut.

 

Setelah tangisan Yoona mereda dan hanya terdengar isakan kecil saja, Siwon mengajak Yoona untuk pulang.

 

“Kajja, kita pulang,” ajak Siwon.

 

Siwon menuntun Yoona untuk masuk ke mobil. Setelah Yoona masuk ke dalam mobil, siwon pun segera masuk. Siwon memasangkan seatbelt Yoona. Yoona masih syok dengan kejadian tadi. Dia pun masih menangis meski yang terdengar hanya isakan kecil.

 

Siwon menjalankan mobilnya pelan. Sesekali dia melirik Yoona memastikan apa istrinya itu baik-baik saja. Ada rasa sakit saat melihat Yoona diperlakukan seperti itu tadi. “Aku tak akan melepas orang itu jika bertemu lagi,” batin Siwon.

 

Siwon mencengkeram kemudi mobilnya. Rasa marah, kecewa, sedih bercampur menjadi satu saat melihat Yoona.

 

Sudah tak terdengar suara tangisan atau pun isakan Yoona. “Ternyata dia tertidur,” gumam Siwon. Siwon menggenggam tangan Yoona. Entah kenapa dia suka sekali menyentuh tangan Yoona. “Dia terlihat manis kalu tertidur seperti ini,” ucap Siwon lirih.

 

“Apa sih yang sedang kupikirkan,” batin Siwon.

 

Setelah sampai didepan rumah, Siwon bingung bagaimana membangunkan Yoona. Yoona terlihat sangat lelah. Siwon pun memutuskan untuk tidak membangunkan Yoona.

 

Siwon turun dari dalam mobil dan membuka pintu Yoona. Siwon pun menggendong Yoona ala bridal style. Belum sempat Siwon membuka pintu rumah, Ahn ahjumma sudah membuka pintunya.

 

“Omo, nona Yoona…” Ucap Ahn Ahjumma kaget karena melihat Yoona digendong Siwon.

 

“Dia tak apa, dia hanya lelah,” ucap Siwon kemudian.

 

Siwon pun membawa Yoona ke kamarnya. Karena disini ada Sulli jadi Yoona akan tidur di kamar Siwon. Siwon meletakkan Yoona dengan sangat hati-hati. Dia tak mau kalau Yoona sampai terbangun.

 

“Eonni…” Pekik Sulli langsung masuk kamar.

 

Siwon dibuat kesal oleh tingkah Sulli.

 

“Ya! Keluar…” Perintah Siwon dan langsung menarik Sulli keluar. Setelah sampai diluar kamar Siwon melanjutkan aksi marah-marahnya pada Sulli.

 

“Kau ini kenapa berisik sekali. Dia sedang tidur, menganggu saja…,” omel Siwon.

 

“Aku kan hanya khawatir dengan Eonni, oppa. Tadi ahjumma bilang kalau Eonni sudah pulang tapi dia digendong olehmu. Sebenarnya apa yang terjadi?” Tanya Sulli kemudian.

 

“Tak terjadi apa-apa,” jawab Siwon singkat.

 

“Tapi Oppa…,” lanjut Sulli.

 

“Sudahlah aku capek mau istirahat. Lebih baik kau juga tidur ini sudah malam. Besok kau sekolah kan? Ka…,” perintah Siwon.

 

Siwon langsung masuk kedalam kamar dan menutup pintunya. Tak lupa dia pun mengunci pintu takut kalau Sulli menerobos masuk kamar lagi dan menganggunya.

 

Yoona juga sudah digantikan baju oleh Ahn Ahjumma. Siwon duduk disebelah ranjang dekat Yoona. Dia menatap wajah Yoona dalam. Siwon membenarkan rambut Yoona yang menutupi kening indahnya.

 

Dia benar-benar memperhatikan detaik kecantikan wajah Yoona. Mulai dari rambut, kening, mata, hidung dan juga bibir merahnya. Semua itu membuat hatinya bergejolak.

 

Tak disangka ternyata dia punya istri yang jauh lebih cantik daripada mantan yeojachingunya. “Yeoppoeta,” gumam Siwon.

 

“Aigoo, apa yang sedang kupikirkan,” ucap Siwon lirih.

 

Tak lama kemudian, Iphone Siwon berbunyi membuyarkan lamunannya. Dia melihat siapa yang menelepon.

 

“Yeobseyo,” jawab Siwon.

 

“Siwon-ah, apa kau sudah menemukan Yoona? Gwenchana?” Tanya orang diseberang khawatir.

 

“Nde hyung, dia sudah pulang. Dia baik-baik saja,” jawab Siwon menenangkan. Siwon tak menceritakan kejadian yang baru dialami Yoona. Siwon takut malah membuat khawatir semua orang.

 

“Syukurlah kalau begitu. Apa aku bisa bicara dengannya?” Tanya Seoloung lagi.

 

“Mian hyung, dia sudah tidur. Mungkin dia kecapaian,” jelas Siwon.

 

“Ah begitu, ya sudahlah. Kututup telponnya kalau begitu. Annyeong,” kata Seoloung.

 

Siwon pun mematikan Iphone-nya. Siwon berdiri dari duduknya untuk berpindah tempat diranjang. Dia juga merasa lelah. Direbahkan tubuhnya disamping Yoona. Mereka tidur diranjang yang sama lagi.

 

Siwon mematikan lampu kamarnya dan mulai memejamkan matanya. Tidur untuk mengistirahatkan badan dan juga hatinya.

 

¤¤¤¤¤¤¤

 

Sinar matahaari menerobos masuk melalui jendela kamar. Suara kicauan burung membangunkannya. Yoona mengerjapkan matanya menyesuaikan cahaya yang masuk.

 

Dia bangun dan meregangkan ototnya. Tapi ada yang salah, “ini dimana? Ini bukan kamarku,” gumam Yoona.

 

Dia mengedarkan pandangannya untuk melihat sedang dimana dirinya sekarang. “Eungh…” Lenguh namja yang ada disebelahnya. Dia choi Siwon. “Apa yang sebenarnya terjadi,” batin Yoona.

 

“Kau sudah bangun?” Tanya Siwon yang sudah duduk bersandar dikepala ranjang.

 

“Hmhm. Oppa kenapa aku ada dikamarmu?” Tanya Yoona.

 

“Apa kau tak ingat apa yang terjadi?” Tanya Siwon balik.

 

Yoona menggelengkan kepalanya tak tahu. Dia lupa dengan kejadian semalam. Yang dia ingat, duduk menunggu bus datang dan dia digoda oleh dua namja mabuk.

 

“Omo…” Pekik Yoona.

 

“Wae?” Tanya Siwon yang kaget ddengan pekikan Yoona. “Jelas saja dia bisa berteman dengan Sulli. Ternyata mereka sama saja,” batin Siwon.

 

“Oppa mereka tak macam-macam padaku kan? Apa yang mereka lakukan padaku? Oppa, jelaskan padaku,” kata Yoona tak sabar.

 

“Aish kau ini. Siapa yang mau macam-macam dengan yeoja yang sedang hamil seperti dirimu,” jawab Siwon kesal.

 

Yoona masih menunggu kata-kata Siwon selanjutnya.

 

“Untung saja aku ada disana. Lagian kau juga kenapa malam-malam menunggu bus sendirian? Kau kan bisa pulang naik taksi atau minta jemput sopir? Kenapa juga tak memberikan kabar kalau pulang telat?” Kata Siwon ketus.

 

“Mianhae Oppa. Aku tak mau merepotkan orang,” jawab Yoona takut.

 

“Tapi kau justru menyusahkan aku. Tak sadarkah kau, Yoong?” Kata Siwon dingin.

 

“Mianhae Oppa. Jeongmal mianhae,” sesal Yoona.

 

“Sudahlah aku tak mau pagi-pagi membuang tenagaku hanya untuk bertengkar denganmu,” kata Siwon.

 

Siwon segera beranjak dari ranjangnya dan langsung masuk ke kamar mandi. Yoona menahan air matanya untuk tidak keluar disaat seperti ini.

 

Yoona pun segera beranjak keluar dari kamar Siwon. Sebelum Yoona keluar kamar, dia masih sempat untuk memilihkan baju kantor Siwon.

 

¤¤¤¤¤¤¤

 

Setelah mandi dan badannya kembali segar, Yoona turunn kebwah untuk menyiapkan sarapan.

 

“Annyeong ahjumma,” sapa Yoona.

 

“Annyeong nona. Bagaimana keadaanmu, apa sudah merasa lebih baik?” Tanya Ahn Ahjumma.

 

“Nde ahjumma,” jawab Yoona singkat.

 

“Ahjumma biar aku yang memasak. Kau kerjakan yang lain saja,” kata Yoona lembut.

 

“Sepertinya saya tak bisa menghalangi nona untuk masak kali ini,” kata Ahjumma.

 

Yoona mulai memasak. Menu hari ini bukan makanan barat tapi makanan korea. Yoona memasak samgyetang, bulgogi juga kimchi untuk sarapan kali ini.

 

Yoona memasak itu karena dia tak ingin Siwon hanya makaan waffle saja tiap sarapan. Menu hari ini berbeda dari biasanya. Dapur ini sekarang miliknya jadi sekarang Yoona yang menentukan masakan apa saja yang akan dimasak olehnya atau pun oleh Ahjumma.

 

“Annyeong Eonni,” sapa Sulli yang mengagetkan Yoona.

 

“Aigoo, kau disini?,” tanya Yoona.

 

“Nde. Aku menginap disini semalam,” jawab Sulli.

 

“Pantas saja…” Gumam Yoona.

 

“Pantas saja apa eonni?” Tanya Sulli heran.

 

“Tak apa. Lupakan saja. Makanan sudah siap kau tunggu di meja makAan saja sana,” kata Yoona.

 

“Siap bos…” Ucap Sulli girang.

 

Yoona hanya tersenyum melihat tingkah adik iparnya itu. Begitu juga Ahjumma yang melihat tingkah dua orang majikannya.

 

Sulli menunggu dimeja makaan. Siwon masuk dan mendudukkan dirinya. Dia melihat makanan yang tersaji dimeja.

 

“Kenapa tak ada waffle?” Tanya Siwon.

 

Yoona yang baru masuk membawa sup langsung menjawab,” hari ini tak ada waffle. Makanlah ini saja,” jawab Yoona.

 

“Tapi aku tak biasa sarapan dengan ini,” kata Siwon.

 

“Maka dari itu biasakanlah makaan ini,” jawab Yoona tanpa melihat kearah Siwon. Siwon mendengus kesal. Sulli hanya terkikik geli melihat pasangan ini.

 

Yoona masih sibuk mengambilkan sup untuk Siwon dan juga Sulli. Yoona melayani keduanya dengan sangat baik. Setelah mengambilkan makanan untuk dua saudara itu, dia duduk dikursinya.

 

“Eonni tak ikut makaan?” Tanya Sulli heran karena Yoona tak mengambil makanan apapun.

 

“Aku tak lapar,” jawab Yoona.

 

“Meskipun begitu kau tetap harus makaan. Kau tak kasihan dengan aegymu itu,” kata Siwon yang masih menikmati makanannya.

 

“Ne, majja. Oppa benar eonni, makanlah.,” ucap Sulli.

 

“Ah baiklah. Kalian ini,” kata Yoona. Yoona pun mengambil sup untuknya sendiri.

 

Siwon tersenyum melihat Yoona yang mengambil makanan.Mereka sangat menikmati sarapan kali ini.

 

“Kalian berdua sangat pandai merahasiakan sesuatu,” ucap Sulli tiba-tiba.

 

Yoona dan Siwon pun menoleh pada Sulli.

 

“Apa maksudmu?” Tanya Siwon.

 

“Aku tahu rahasia kalian berdua,” kata Sulli.

 

“Sulli-ya…”

 

 

 

To Be Continued

 

 

 

 

Huft, akhirnya part ini selesai sampai disini saja ya… Maaf kalo kependekan dan juga maaf kalo menunggu lanjutan ff ini terlalu lama (emang ada yang nunggu gitu, terlalu percaya diri authornya). Maaf juga kalau ceritanya semakin ga jelas, “̮ώk°ώk (′▽`) ώk°ώk “̮

 

Oh ya sampai lupa, Minal Aidzin Wal Faidzin, mohon maaf lahir dan batin semuanya… Maaf kalau saya ada salah-salah kata. Kesempurnaan bukan milik saya. Kesempurnaan hanya milik Allah SWT…

 

Buat dua admin kece resty dan echa makasiih banyak ya udah mau post ff ini 🙂 🙂 🙂 (sama2..)

Tinggalkan komentar

308 Komentar

  1. park ra chan

     /  Desember 26, 2015

    Ya thor…apa rahasia nya
    Cie..wonpa udah perhatian…
    Thor buruan ya chapter 6 a…di tunggu ya jgn di protect

    Balas
  2. siwon oppa perhatian nihh sama yoona eonni..
    dan sulli tau tentang apa yah?? gawat kalau sulli tau semuanya, kalau yw itu(yah gitulah)

    Balas
  3. Rizki

     /  Februari 14, 2016

    Apa rahasia yg di tauin sama sulli tentang siwon dan yoona jdi penasaran ?

    Balas
  4. melani

     /  Februari 17, 2016

    Berharap siwon kayak gini terus perhatian sama yoona walaupun kadang” masih bersikap dingin.. wah apa rahasia mereka yg udah sulli tau..

    Balas
  5. ayana

     /  Maret 7, 2016

    jangan-jangan sulli tahu lagi kalo yoonwon. . .
    tapi tahu dari mana? hem, tambah penasaran ma chap selanjutnya.

    Balas
  6. z

     /  Maret 21, 2016

    siwon sikapnya baik…

    Balas
  7. NinKar

     /  April 13, 2016

    padahal khawatir dia tapi malah gengsi. Untung oppa datang di waktu yang tepat

    Balas
  8. dwisy

     /  Desember 27, 2016

    Pasti sulli tau mereka pisah ranjang daebak . Semoga dg adanya sulli mereka lebih cpt sadar apa yg mereka lakuin . Dan siwon cpt ada perasaan sama yoona . Amin

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: