[Drabble] Warm In Summer

 1012733_168705926647735_1154164421_n

Warm In Summer

 presented by

choichoding007

Main Cast : Super Junior’s Choi Siwon & SNSD’s Im Yoona || Genre : Fluff & Romance || Length : Drabble (< 2000 words) || Rating : ‘Mature’ || Disclaimer : A caunting all of the story is mine. Casts belong to themselves, family and God. Apalogize for same of idea story with anyone || Warning : Available peel before read this caused this story can make you throw up with a million absurd words!

Dislike?

Don’t read!

Don’t bashing!

Don’t be a silent reader!

ð  Happy Raeding^^

 

Im Yoona duduk di kursi meja makannya. Tangannya sibuk mengolesi selai kacang pada  roti gandum untuk sarapan paginya. Ia memsukkan roti yang telah diberi selai itu ke dalam mulutnya. Pandangan matanya mengedar, memerhatikan sinar matahari yang terpantul dari jendela. Pagi ini awal musim panas. Sudut-sudut bibir Yoona tertarik membentuk sebuah lengkungan bulan sabit. Tentu akan menjadi hari yang hangat, bukan?

Akan tetapi dahi Yoona mengernyit, merasa ada yang kurang di pagi ini. Biasanya akan ada sosok bertubuh tegap dengan wajah maskulin yang menemaninya sarapan pagi. Jadi, kemana pria itu?

Yoona meletakkan separuh roti gandumnya di atas piring. Lalu ia mulai melangkah, menaiki anak tangga menuju lantai dua rumahnya.

Wanita itu memutar knop pintu. Ia menemukan punggung Siwon yang membelakanginya dengan tarik nafas teratur, masih lengkap dengan piyama tidurnya.

Kakinya melangkah masuk. “Oppa?

Tidak ada sahutan. Apa pria itu masih terlelap? Dia tidak bekerja hari ini? Atau terjadi sesuatu?

Yoona menuntun kakinya naik ke atas ranjang membuat ranjang itu sedikit bergoyang. Ia merebahkan tubuhnya menghadap pada punggung kokoh Choi Siwon. “Oppa, kau sakit?”

Masih tidak ada sahutan.

Opp—“

Ani.”

Yoona sedikit bernafas lega ketika mendengar suara Siwon. Lalu tangannya bermain pada rambut hitam Siwon. “Oppa, mianhae..” lirihnya dengan nada sesal. Ia teringat kemarin selama kurang dari satu minggu ia tidak dapat menemani sang suami lantaran pekerjaan yang menuntutnya berada di luar kota.

“Apa?” sahut Siwon dengan suara serak. Yoona memberenggut. Telunjuknya masih memainkan helai rambut belakang Siwon.

“Kau marah padaku karna kemarin?” Telunjuknya menelusuri leher Siwon lalu berhenti pada punggung pria itu. Ia memutarkan telunjuknya disana. Menjadikan punggung bidang itu sebagai alas.

“Apa yang kau bicarakan, Yoong? Marah? Wae?”

Terjadi keheningan untuk beberapa saat diantara mereka. Yoona menghentikan gerak telunjuknya. Ia menarik napas dalam-dalam kemudian menghembuskannya dengan kasar.

“Kupikir ada kesalah pahaman diantara kita..” Yoona kembali teringat dua hari yang lalu ia pulang diantar oleh rekan kerjanya, seorang pria. Karna saat itu mobilnya bermasalah sementara ponselnya lowbat sehingga ia tidak dapat menghubungi Siwon. Lagipula saat itu sudah lewat larut malam. Ia pikir Siwon sudah tidur hingga akan menjadi sia-sia jika ia meminjam ponsel temannya untuk menghubungi suaminya. Dan saat itu Siwon pasti baru pulang kerja, tentu ia sangat lelah.

Tapi apa benar pria ini marah karna hal itu?

Dahi Siwon mengernyit. Salah paham? Sedikit mengingat-ingat kejadian yang lalu seperti apa yang dimaksudkan sang istri, Siwon berfikir sejenak.

Sembari menunggu respon Siwon, Yoona kembali memainkan telunjukknya pada punggung pria itu.

“Kurasa kau terlalu berlebihan, sayang.”

Sekali lagi Yoona mengerucutkan bibirnya. Kalau kau tak marah padaku kenapa kau tetap memunggungiku dan bukannya berbalik menghadap padaku?

“Benarkah? Lalu kenapa kau tak sarapan?”

“Aku tidak lapar.”

“Tidak bekerja?”

Kepala Siwon menggeleng.

Yoona masih tak mengerti atas sikap Siwon pagi ini. Kendati pria ini menyatakan bahwa ia tidak marah namun tetap saja membuat Yoona gusar.

“Apa aku punya salah padamu?”

Tanpa sepengetahuan Yoona, Choi Siwon memutar kedua bola matanya, jengah dengan pertanyaan sang istri.

“Demi Tuhan, Yoong. Kita bukan lagi remaja berumur tujuh belas tahun yang baru merasakan jatuh cinta.” Ia menghela napas sejenak. “Tidak ada alasan aku marah padamu, sayang.”

“Ah ya!” Yoona memanggutkan kepala. Seolah tersadar dari pertanyaan beruntun yang sungguh terkesan bodoh itu. Mereka sudah tiga tahun hidup bersama. Dan ia tahu betul karakter suaminya. Dia sosok pria dengan pemikiran dewasa. Tidak akan marah hanya karna hal-hal konyol seperti dalam benaknya.

“Joseon!” Seru Siwon tiba-tiba.

Membuat Yoona terkesiap. Kemudian matanya mengerjap. Dan senyum kecil tersungging di bibirnya. “Yap! Sepuluh poin untukmu,” kata Yoona. Lalu kembali menulis kata demi kata pada punggung Siwon. Melanjut acara tebak-tebakkan yang entah sejak kapan mereka mulai.

“Rusa?”

“Aha! Sepuluh poin ditambahkan,” kata Yoona riang. Kali ini dia menggambar kepala hewan. Sedetik kemudian Yoona menyatukan kedua alisnya dengan mengerutkan dahi. “Hajima, karna Oppa ragu maka akan dikurangi dua puluh poin.”

Mwo?” kedua alis tebal Siwon terangkat namun bibirnya menyunggingkan senyum kecil.

“Lee—“ Siwon mengingat-ingat bentuk garis buatan Yoona di punggungnya. Wanita itu menuliskan sebuah nama.

“Lee Dongwook.”

“Tet toott! Salah! Yang benar Lee Donghae. Poinmu kembali dikurangi menjadi minus dua puluh.” Yoona berseru senang. Kemudian ketika telunjuknya siap untuk kembali menggambar. Tiba-tiba saja pria itu membalik tubuhnya. Membuat jari telunjuk Yoona menempel pada dada bidang Siwon. Dan keterkejutan tergambar jelas pada wajah wanita itu.

Kepala Yoona mendongak. “Wae?” tanyanya sedikit khawatir.

Kedua tangan kekar Siwon sudah mengunci tubuh kecil Yoona, membuat jarak diantara mereka musnah.

“Lee Donghae? Sepertinya aku tidak asing dengan nama itu.”

Kali ini Yoona menelan saliva-nya dengan susah payah. Ia lupa betapa sensitifnya Siwon dengan nama itu—mantan kekasihnya. Kendati mereka telah menikah selama kurang lebih tiga tahun, akan tetapi satu hal yang tidak dapat Siwon lupakan. Bahwa jauh sebelum ia dijodohkan dengan Siwon, dulunya ia memiliki rasa yang begitu dalam terhadap Lee Donghae.

Tapi, Demi Tuhan. Saat ini perasaan itu sudah tak ada lagi, musnah di telan bumi. Yang ada hanyalah perasaan cinta yang begitu dalam untuk Choi Siwon, suaminya.

Yoona menundukkan kepala, merutuki kebodohannya.

Sudut-sudut bibir Siwon mulai terangkat. Lalu tangan kanannya meraih dagu Yoona, memaksa mata itu bertemu dengan matanya.

Wae? Kau sengaja menyebut namanya?”

Kepala Yoona menggeleng cepat. Dan Siwon kembali mengulum senyum. Kali ini terlihat seperti senyum geli. Kedua tangannya semakin merapatkan tubuh Yoona pada tubuhnya, menempatkan kepala wanita itu pada dada bidangnya. Ia merasakan tubuh Yoona sedikit meneggang.

“Sudah kukatakan padamu, kita bukan lagi remaja berusia tujuh belas tahun, kan?” Ia terkekeh. “Aku tidak akan cemburu hanya karna hal seperti itu.”

Dalam dekapan hangat Choi Siwon, Yoona menghela napas lega. Syukurlah suaminya bukan tipe pecemburu akut.

“Apel?”

“Yap! Sepuluh poin untukmu. Tapi karna kau ragu maka poinmu akan dikurangi menjadi minus dua puluh,” kata Siwon setelah tangannya menggambar di punggung Yoona.

Alis Yoona terangkat. “Mwo? Mana boleh seperti itu? Aissh! Curang sekali!” gerutu Yoona tidak terima. Dan hanya dibalas oleh cengiran dari Siwon.

Tadinya Yoona sudah akan terlelap dalam dekapan hangat sang suami tapi begitu merasakan telunjuk Siwon yang beredar di punggungnya, ia mengurungkan niatnya.

“Tebak apa ini!” Siwon mulai menggerakkan kembali telunjuknya. Alis Yoona bertautan, menerawang apa kiranya yang Siwon tulis atau gambar.

Pri itu belum berhenti.

Dia belum juga berhenti menulis atau hey! Ini bukan menulis ataupun menggambar tapi lebih tepatnya mencoret-coret.

Yoona menatap Siwon dengan tatapan penuh curiga. Pria itu hanya terkikik geli sembari kedua tangannya mengusap punggung Yoona. Bahkan tangan nakal itu telah berhasil melepaskan pengait bra Yoona.

Matanya mendelik. “Apa yang kau lakukan, Oppa?

Akan tetapi pria itu tidak mengindahkan ucapan Yoona. Tubuh besarnya sudah bergerak berada di atas tubuh Yoona. “Aku menginginkanmu, sayang,” bisiknya lembut. Mata gelapnya menatap kearah Yoona dengan hasrat tertahan.

Sepenuhnya Yoona mengerti, akhir-akhir ini mereka sama-sama disibukkan dengan pekerjaan masing-masing. Dan sangat sulit untuk bertemu dalam satu waktu. Pria ini pasti akan sangat tersiksa jika hasratnya tak dipenuhi.

Akhirnya kepala Yoona mengangguk setelah terdiam selama lima detik. Melihatnya, Siwon menyinggungkan seulas senyum.

Hal pertama yang ia lakukan adalah menyingkirkan helai rambut Yoona yang ada di kening wanita itu. Kemudian ia mengecup kening indah itu, dengan sangat lembut. Jantung Yoona berdentum cepat. Bulu romanya meremang merespon sentuhan lembut bibir Siwon.

Padahal ia sadar ini bukan kali pertama bagi mereka.akan tetapi tetap saja tiap sentuhan Siwon membutnya melayang. Dan inilah yang ia sukai dari Choi Siwon, bahwa pria ini selalu memerlakukannya dengn lembut. Ia merasa di hormati. Ia merasa memiliki kedudukan meski berada di bawah tindihan Siwon.

Sembari bibir Siwon menciumi wajah Yoona, tangannya membuka rok span yang dikenakan Yoona. Lalu melemparnya ke sembarang arah.

Ketika bibir Siwon telah sampai pada bibir Yoona. Ia menghentikan geraknya. Diangkatnya kepalanya. Siwon menatap bibir merah Yoona dan mata indah wanita itu secara bergantian.

Senyum lembut menghiasi wajah cantik itu. Lengannya menuntun lembut leher Siwon. “Wae? Apa yang kau takutkan?”

Mata Siwon menatap mata Yoona untuk beberapa detik. Dan untuk detik-detik berikutnya bibir tipisnya telah menyapu lembut permukaan bibir Yoona.

Tangan Siwon bergerak melepas satu persatu kancing kemeja Yoona. Setelah itu ia melakukan hal yang sama seperti rok span Yoona—membuangnya ke sembarang arah. Pengait bra itu sudah terlepas.

Siwon melepaskan pagutan bibir mereka. Pandangannya berganti ke bawah. Seperti sangat berhati-hati, ia melepas bra yang menutupi dada Yoona. Lalu meletakkannya ke sisi ranjang. Ia mendekatkan kepalanya pada dada Yoona. Mengecupnya singkat kemudian mendekat pada telinga Yoona. “Bolehkah aku memilikinya?”

Bodoh!

Rasanya Yoona ingin sekali memukul kepala Siwon. Ini bukan kali pertama untuk mereka, ‘kan? Jadi kenapa pria ini bersikap seolah mereka sepasang pengantin baru? Apa pria ini berinisiatif menggodanya?

Yoona memalingkan pandangannya dengan pipi bersemu merah. Merasakan hangat saat hembusan napas Siwon menjelajar ke seluruh tubuhnya.

Siwon senyum. Kemudian ia mengecup leher jenjang Yoona. Serta mengelus pundak mulus Yoona sampai pada telapak tangan wanita itu.

Gairah yang terpendam berpadu dengan hasrat yang tertahan menjadikan pagi itu sebagai saksi bisu permainan cinta mereka. Dan burung-burung turut mengicau, menemani tiap desahan dari kedua bibir mereka. Awal musim panas yang benar-benar hangat, bukan? Terutama bagi sepasang suami istri itu, tentu saja.

~FIN~

There isn’t sequel!!! HAHA~ karna jujur banget ini cerita buatnya iseng-iseng. Dari dulu tuh pen banget bikin cerita pake genre ‘FLUFF’ >< jadi jangan heran kalo fic satu ini begitu berbeda dari fic-fic sebelumnya^^

Oke, komentar tetep di tunggu! Like juga yah ^.~ sampai jumpa di cerita2 berikutnya~~ sabar nunggu ‘My Diamond’ dan ‘Still With You’ yah! hihii masih dalam proses^^

Akhirul khouli, MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN, MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN^^ Maafin yah~~ sebagai manusia tentu tak luput dari dosa jadi mari kita saling maaf me-maafkan^^ #jabat tangan readers atu-atu

Tinggalkan komentar

199 Komentar

  1. Tutup mata. Di awal musim semi yang panas banget.

    Balas
  2. aq udah baca ini berkali” tp aq lupa dah koment pa belom,,,hahaha gpp dech sumpaaaaah yoonwon bikin senyum” gaje nich sampai merinding sendiri baca nya wkwwkkwkwkwk,, Daebak!!! aigoo wonppa mcih pagi udah “bermain” aja,,hahaha Keren Yoonwon jjang!!

    Balas
  3. Kim Eun Kyo

     /  April 11, 2014

    Tutupp mataa,,daebakk eonn

    Balas
  4. Amanda

     /  April 17, 2014

    Aku kira bakalan ‘hot’ bingit…untungnya enggak,hehe..😀
    Terbawa suasana

    Balas
  5. Bener” pagi yg hangat n sweeett bingidd

    Balas
  6. anisya putri karina

     /  Mei 1, 2014

    slamet slamet…. fuih… untung g hot-hot bnget…. hehe…:-)

    Balas
  7. Hahahrada yadong sedikit

    Balas
  8. Anggun Yoonaddict SY

     /  Juli 29, 2014

    Kok gantung sih:/

    Balas
  9. ayu

     /  Oktober 23, 2014

    sangat di tunggu still with you sama diamond . nya . keren meski gantung is okay lah klu gak ada sequel . semangat nulis nya

    Balas
  10. hahahakk awal musim panas yg sangat hangat malah melebihi hangat kakak ..
    Ak menunggu ff still with you dan my diamond .. Smoga bisa cpet slesai dan segeralah di post ak sangat menanti dan menunggu untuk membacanya .. Hehe
    #SEMANGATTAUTORR ..

    Balas
  11. nur khayati

     /  Januari 5, 2015

    Awal musim panas yg So Hot, he he,, Ada2 aja tebak-tebakannya
    YoonWon,,

    Balas
  12. Ga tau nieeh ak dach baca Ulang2 Nie Drabble tp tetep ajh ceritanya ga ngebosenin dan Mikin Merinding kakakak . . .#YoonwonemanxtheBest .
    Apa lagi di musim panas . Mreka melakukan yang panas2 #Airmendidihkaleee kekek . .. Buat lagi donx autor cerita ringan yg ga ngebosenin untuk di baca ber-ulang2 kali kereen . . . . :like:😀

    Balas
  13. Hulda Maknae

     /  Maret 3, 2015

    Aigooo so sweet banget….

    Balas
  14. Cha'chaicha

     /  April 16, 2015

    Senyum” gaje bca’y…hihi

    Balas
  15. mywon_407

     /  Oktober 23, 2015

    Aduh nih couple sweet bget, karakter siwon beda di sini yg biasanya pencemburu…

    Balas
  16. h_ra307

     /  Oktober 23, 2015

    Sweet bgt pokok’a. Eon knp di tbc kn lagi hot”a *haha kumat yadong’a”

    Balas
  17. Wah….pagi2 dh panas aja tuch bawaannya…

    Keren ceritanya, siwon orangnya dewasa bnget…

    Balas
  18. nina

     /  Oktober 23, 2015

    hahahaha…… ayo lgi ngapain tu pagi2… #pura2gxtwdanlihat…..lol

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: