[FF] BABY PROPOSAL – Because love does not need a reason (Chapter 4)

[FF] BABY PROPOSAL Because love does not need a reason (Chapter 4)

 

Author             : Ravikha Indriani

Twitter             : @pikhapikhu

FB.                   : Ravikha Indriani

Length             : Chapter

Rating             : PG 17

Genre              : Marriage Life, Angst , Romance , sad , tentuin sendiri aja

Main Cast      :

Super Junior  Siwon

SNSD  YoonA

Support Cast :

SNSD Tiffany

SNSD Yuri

SNSD Jessica

Super Junior Donghae

2 AM Seolung

SNSD Sunny

Tn & Ny Choi

Tn & Ny Im, etc

 

Warning: typo  bersembunyi dimana-mana

 

 

 

#Happy Reading#

 

 

Jam didinding masih menunjukkan pukul 16.00KST, Yoona terbangun dari tidurnya. Matanya masih sembab karena menangis. Kepalanya pun masih pusing, apalagi tubuhnya masih lemas. Rasa mual yang dirasakan tadi pagi sudah hilang. Dia bangkit dari ranjangnya untuk ke kamar mandi. Dia harus mandi agar terlihat lebih segar.

 

Setengah jam kemudian, dia keluar dengan wajah yang tampak lebih segar daripada saat dia masuk ke kamar mandi. Segera dikeringkan rambutnya yang masih basah. Setelah dirasa cukup kering, dia keluar kamar. Perutnya merasa lapar karena memang dari tadi dia tak makan apa-apa. Bahkan bubur yang dibuat Ahn Ahjumma pun tak dia sentuh sama sekali. Melihatnya saja membuat mual apalagi jika bubur itu dimakan.

 

Dia berjalan menuruni tangga dengan hati-hati. Yoona tak menyadari bahwa ada seseorang yang sedang memperhatikannya karena dia berjalan dengan pikiran kosong. Dia berjalan menuju dapur.

 

“Ahjumma…,” panggil Yoona yang mengagetkan Ahn ahjumma.

 

“OMO, nona mengagetkan saja. Apa sudah merasa baikan?” Tanya Ahn Ahjumma yang berjalan mendekati Yoona.

 

“Nan gwenchana. Hmhm ahjumma bisakah kau membuatkanku bulgogi, aku benar-benar ingin memakannya,” pinta Yoona.

 

“Tunggu sebentar ne, ahjumma periksa dulu bahannya,” kata Ahjumma dan langsung memeriksa kulkas. Terlihat raut wajah kecewa karena Ahjumma kehabisan semua bahan di dapurnya karena memang dia belum berbelanja.

 

“Mianhae nona, tapi bahan untuk membuat bulgogi tak ada. Ahjumma belum sempat belanja,” kata Ahn Ahjumma yang membuat Yoona kecewa. Yoona mempoutkan bibirnya tanda bahwa dia benar-benar kecewa.

 

“Aigoo… Nona lucu sekali,” kata Ahn Ahjumma sambil menahan tawanya.

 

“Ahjumma, bisakah kau memanggil dengan namaku saja, jangan panggil nona,” kata Yoona yang menatap wajah Ahjumma dalam.

 

“Ta…tapi…,” belum sempat Ahjumma menjawab sudah terpotong karena kedatangan Siwon yang tiba-tiba.

 

“Yoona, cepat siap-siap kita berangkat sekarang,” kata Siwon dari depan dapur.

 

“Memangnya kita mau kemana?” Tanya Yoona tanpa melihat wajah Siwon. Dia malas sekali kalau harus melihat wajah Siwon. Itu membuatnya semakin jengkel.

 

“Aku tadi kan sudah bilang padamu kalau kita akan ke dokter,” kata Siwon dingin.

 

“Nan gwenchana, jadi kita tidak usah pergi,” kata Yoona ketus.

 

“Bisakah kau lebih menghargaiku. Aku merelakan waktuku yang sangat berharga hanya untuk menemanimu pergi ke dokter. Kau itu menyusahkan saja,” kata Siwon ketus.

 

“Aku tak meminta diantar ke dokter, jadi pergunakan saja waktu berharga mu itu untuk dirimu sendiri, JANGAN PEDULIKAN AKU!!!” Teriak Yoona marah. Dia tak habis pikir dengan sikap namja yang sekarang sudah resmi menjadi Suami-nya itu.

 

“Aku tak mau dibantah. Kutunggu kau dimobil, hanya 10 mewnit saja,” kata Siwon dingin dan langsung meninggalkan Yoona.

 

Yoona hanya menghela napas kasar. Dia bangkit dan beranjak menuju kamar tanpa suara. Ahjumma Ahn hanya memandang miris dan sedih kenapa Tuan dan Nona-nya itu selalu bertengkar.

 

 

¤¤¤¤¤¤¤

“Aku tak menyangka kalau Yoona hamil, tapi untunglah dia sudah menikah sekarang. Aku dengar suaminya orang yang kaya di Korea, Oppa tahu suaminya?” Tanya Jessica pada Donghae. Donghae hanya diam saja. Sebenarnya dia mendengar kata-kata Jessica tapi dia tak peduli.

 

“Kenapa dulu aku menyakiti dia, dia yeoja yang baik tak seharusnya aku melakukan itu. Aku berselingkuh dengan sahabatnya sendiri. Bodohnya diriku. Kenapa aku melakukan itu?,” batin Donghae. Dia sangat menyesal sekarang. Dia baru tahu kalau dia merasa sangat kehilangan Yoona saat Yoona sekarang sudah memiliki orang lain.

 

“Oppa… Kau tak mendengar aku bicara?” Tanya Jessica lagi.

 

“Nde… Mian aku sedang banyak pikiran,” kata Donghae menatap wajah Jessica.

 

“Sebenarnya apa yang sedang kau pikirkan? Apa kau masih memikirkan Yoona? Tak sadarkah kau Oppa kalau dia sudah menyakitimu. Dia tak pantas untukmu Oppa…,” kaya Jessica kesal.

 

“Bukan dia yang menyakiti, tapi kita yang menyakitinya. Lalu siapa yang pantas untukku, kau??? Sebaiknya kita tak usah bertemu dan kita akhiri saja sampai disini,” kata Donghae ketus.

 

“Mwo??? Kau minta putus, oppa? Kita sudah jalan sejauh ini dan kau minta putus. Apa kau tak melihat pengorbananku?” Kata Jessica kesal. Dia tak menyangka kalau Donghae punya pikiran seperti itu.

 

“Apa kau mau kembali pada Yoona, itu tak mungkin karena dia sudah menikah dan suaminya lebih segalanya daripada dirimu Lee DONGHAE,” teriak Jessica. Jessica langsung meninggalkan kantin kampus dan diikuti oleh pandangan orang-orang yang ada disana.

 

Donghae tak tahu harus bagaimana. Dia benar-benar malu dan sangat menyesal sekarang. Dia tak seharusnya merusak hubungan persahabatan yang sudah terjalin sangat lama antara Yoona dan Jessica.

 

Diantara banyak pasang mata yang melihat pertengkaran antara Donghae dan Jessica, ternyata disana ada Yuri dan Tiffany juga. Mereka berdua melihat dan mendengar apa yang mereka berdua ributkan.

 

“Kau lihat kan, aku harap mereka berdua menyesal sekarang,” kata Yuri.

 

“Sudahlah Yul, tak usah dipikirkan. Yang harus kita lakukan jangan sampai mereka menyakiti Yoona lagi,” kata Tiffany bijak.

 

Yuri menyeruput orange juicenya dan menganggukkan kepalanya membenarkan ucapan Tiffany. “Oh ya, bagaimana kalau kita ke rumah Yoona. Kau ada waktu kan nanti malam?” Tanya Yuri kemudian.

 

“Mian, nanti malam aku sudah ada janji. Besok saja setelah pulang kuliah kita langsung kesana…” Kata Tiffany menatap Yuri yang masih asyik dengan minumannya.

 

“Ya! Apa kau tak mendengarku???” Ucap Fanny kesal.

 

“Hahaha, mian…mian…, sepertinya kau sudah tertular virus nona Im. Apa benar kau akan jadi kakak iparnya?” Goda Yuri. Tiffany tersipu malu mendengar celotehan yuri.

 

“Hahaha… Aigoo, kyeopta…” Ucap Yuri yang masih tertawa. Tiffany yang tak mau mendapat godaan dari Yuri lagi langsung beranjak pergi meninggalkan Yuri.

 

“Ya! Tunggu aku Nona Im Seoulung,” teriak Yuri dan segera berlari mengejar Tiffany yang pergi meninggalkannya.

 

 

¤¤¤¤¤¤¤

Siwon melajukan mobil audi kesayangannya dengan kecepatan sedang. Tak ada perbincangan antara keduanya. Mereka larut dalam pikiran masing-masing. Siwon fokus mengemudi sedangkan Yoona memandang ke samping jendela mobil.

 

Setelah sampai dan memakirkan mobilnya di basement rumah sakit, Siwon segera keluar dari dalam mobil. Yoona hanya diam dimobil tak juga keluar. Siwon semakin dibuat kesal dengan sikap Yoona itu.

 

Siwon mengetuk kaca mobil, ” apakah kau tidak akan keluar?” Kata Siwon ketus. Yoona sama sekali tak menggubris ucapan Siwon. Karena tak juga keluar dari dalam mobil, akhirnya Siwon membuka pintu mobilnya dan segera menarik tangan Yoona agar segera keluar dari dalam mobil.

 

“Oppa… Appo, lepaskan…” Kata Yoona sambil menarik tangannya dari cengkraman Siwon tapi tenaganya tak cukup kuat. Siwon menyeret Yoona untuk masuk ke dalam rumah sakit.

 

Siwon mengurus administrasi tapi tetap tak melepaskan tangan Yoona. Orang-orang yang melihat pun hanya berkasak-kusuk.

 

“Sebenarnya apa yang terjadi dengan pasangan itu?”

 

“Omo, itukan Choi Siwon, pewaris Hyundai Group…”

 

“Aigoo, benarkah itu istrinya. Neomu Yeoppo…”

 

Itulah beberapa kasak-kusuk yang masih bisa didengar Yoona. Yoona hanya menundukkan kepalanya karena dia benar-benar malu sekarang. Setelah Siwon menyelesaikan administrasi, dia segera menarik tangan Yoona lagi menuju ke ruang dokter Lee Sunny.

 

Tok tok tok

 

“Annyeong Sunny-ah,” panggil Siwon setelah membuka pintu ruang praktek Sunny.

 

“OMO, kau membuatku kaget saja Oppa. Annyeong Yoona,” sapa Sunny pada Yoona.

 

“Annyeong dokter,” kata Yoona menjawab sapaan Sunny.

 

“Tak usah panggil seformal itu. Oh ya, ngomong-ngomong kenapa kalian kesini. Ini bukan jadwalmu periksa kandungankan?” Tanya Sunny.

 

“Memang, hanya saja aku mau berkonsultasi padamu saja,” jawab Siwon cepat.

 

“Kalau begitu silahkan duduk dulu. Yoona-ya, kau ku periksa dulu ya, kajja,” kata Sunny menatap wajah Yoona bingung karena Yoona tak segera beranjak dari duduknya.

 

Yoona memandang tangannya yang masih dipegang Suami-nya itu dengan erat. Sunny pun ikut melihat kearah mana mata Yoona memandang.

 

“Aigoo Oppa, bisakah kau lepaskan tanganmu itu. Yoona tak akan pergi jauh darimu, hihihi…,” ucap Sunny menggoda Siwon.

 

Siwon mendengus kesal kearah Sunny. Dia  segera melepaskan tangan Yoona. Yoona mengusap tangannya pelan. Jujur saja rasanya masih sakit karena cengkraman tangan Siwon sangat erat.

 

“Aish, kenapa sampai merah seperti ini?” Tanya Sunny melihat tangan Yoona dan membawa Yoona untuk diperiksa.

 

“Rebahkan dirimu, aku akan memeriksanya,” pinta Sunny. Yoona pun langsung berbaring dan Sunny menutup gordennya.  Sunny memeriksa kandungan Yoona.

 

“Kandungannya baik-baik saja, tak ada yang serius,” gumam Sunny.

 

Setelah selesai melakukan pemeriksaan, Sunny membuka gorden dan duduk dikursinya diikuti Yoona yang ada dibelakangnya.

 

“Kandungannya baik-baik saja. Tak ada yang perlu dikhawatirkan Oppa,” kata Sunny menjelaskan.

 

“Tapi tadi pagii dia muntah dan itu membuat badannya lemas. Aku takut terjadi sesuatu pada kandungannya,” kata Siwon.

 

Yoona menghela napas,” ternyata Siwon Oppa hanya mengkhawatirkan aegynya saja, bukan karena aku,” batin Yoona.

 

“Itu morning sickhness, itu biasa dialami oleh ibu hamil saat trisemester pertama. Tak usah terlalu khawatir, asal bisa menjaga asupan makanan saja tak apa. Tak akan terjadi apa-apa pada kandungannya,” kata Sunny.

 

Siwon hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti, begitu pun dengan Yoona. Sebenarnya dia sudah banyak tahu tentang kehamilan karena dia baca buku tentang kehamilan dan mencari informasi di internet.

 

“Yoona-ya, kau bisa periksa kandunganmu sebulan sekali jika tak terjadi apa-apa. Tapi kau bisa kesini untuk melihatku bekerja,” kata Sunny jahil. Siwon mengernyitkan dahinya tanda tak mengerti ucapan Sunny.

 

“Wae oppa? Apa Yoona tak boleh berteman denganku? Pelit sekali. Jangan jadi orang yang terlalu protective Oppa…” Kata Sunny kemudian.

 

“Aishh kau ini. Sudahlah aku tak mau berdebat denganmu lagi. Kajja Yoong,” ajak Siwon pada Yoona.

 

“Kami permisi dulu, annyeong…” Kata Yoona dan berjalan dibelakang Siwon.

 

“Chakkaman Yoona, panggil aku eonni saja ne,” bisik Sunny pada Yoona. Siwon berbalik melihat keduanya. Dia hanya menggelengkan kepalanya.

 

“Ne Eonni, annyeong…” Pamit Yoona.

 

Mereka berdua keluar dari ruangan Sunny. Siwon jalan didepan dan Yoona mengikuti dibelakangnya. “Kenapa jalan dibelakangku. Apa kau pelayanku?” Tanya Siwon yang menoleh ke belakang.

 

Yoona langsung menatap Siwon dengan tatapan marah. Seenaknya saja bilang pelayannya, batin Yoona. Karena tak juga berjalan disampingnya, siwon pun menarik tangan Yoona untuk bisa berjalan disampingnya.

 

Tangan Siwon masih menarik tangan Yoona dan tak melepasnya. “Kenapa suka sekali menarik tangan orang seenaknya,” gumam Yoona.

 

“Nde???” Tanya Siwon yang sebenarnya bisa mendengar kata-kata Yoona tadi.

 

“Tak apa, kajja aku lapar…” Ucap Yoona tanpa memandang Siwon. Siwon tersenyum. Mereka berdua jalan berdampingan menuju mobil dengan tatapan iri orang-orang yang melihatnya.

 

 

¤¤¤¤¤¤¤

Siwon dan Yoona duduk disebuah meja disalah satu kedai pinggir jalan. Suasananya begitu ramai. “Ahjumma pesan dua topokki dan satu bulgogi ne,” teriak Yoona. Siwon hanya memandangnya bingung, karena jujur saja Siwon tak pernah makaan ditempat seperti ini.

 

“Baiklah, tunggu sebentar,” balas ahjumma itu.

 

Yoona menikmati suasana kedai yang cukup ramai. Biasanya dia kesini dengan dua sahabatnya sepulang kuliah. Rindu rasanya berkumpul dengan mereka. Siwon yang terlihat tidak senang dengan suasana yang sangat ramai itu hanya memainkan iphonenya.

 

Akhirnya makanan yang dipesan Yoona tadi sudah ada dimeja. Yoona langsung memakan topokki dan bulgogi itu secara bergantian. “Ah, masshita…” Ucap Yoona senang. Siwon hanya memandang Yoona aneh. Apa enaknya makaan disini, sepertinya kurang bersih, batin Siwon.

 

“Oppa tak makaan? Cobalah dulu,” kata Yoona. Karena tak juga dimakan oleh Siwon akhirnya Yoona mengambil satu topokki dan menyuapkannya ke Siwon.

 

“Aaa…” Kata Yoona kemudian. Akhirnya Siwon menerima suapan Yoona. “Bagaimana, enakkan?” Tanya Yoona. Siwon hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju. Rasanya memang lezat tak kalah dengan buatan koki restorant.

 

Siwon menyantap makanannya sambil diam-diam mencuri pandang pada Yoona yang sangat menikmati makanannya. Siwon mengamati mata indah Yoona. Dia tak menyangka kalau Yoona mempunyai mata yang indah. Suara Iphone yang terus berbunyi menyadarkannya.

 

“Yeobseyo,” jawab Siwon.

 

“Oppa, bisakah kau menginap di rumah?” Tanya Sulli dengan suara agak keras.

 

“Tak usah berteriak begitu sulli-ya,” kata Siwon ketus. Yoona hanya melihat sebentar lalu melanjutkan makannya lagi.

 

“Oppa, aboji dan Eommanim mengajak kau dan Yoona eonni makaan malam dirumah,” kata Sulli.

 

“Tapi sekarang aku sedang diluar, aku juga masih sibuk,” kata Siwon.

 

“Ajaklah Yoona kesini Siwonnie, aboji menunggumu,” kata Aboji Siwon.

 

“Nde, aboji…” Kata Siwon pasrah. Siwon langsung mematikan Iphonenya setelah teleponnya diputus oleh Abojinya.

 

“Pasti sulli,” gumam Siwon. Siwon langsung memasukkan Iphonenya ke saku celananya.

 

“Wae gurae Oppa?” Tanya Yoona kemudian.

 

“Kajja, kita disuruh aboji ke rumah sekarang,” kata Siwon. Yoona langsung menyudahi makannya dan beranjak dari duduknya. Yoona mengeluarkan uang dari dalam tas untuk membayar, tapi dicegah oleh Siwon.

 

“Biar aku saja,” kata Siwon yang langsung menyerahkan uang kepada penjual tadi. Siwon keluar dari kedai menuju mobilnya dan diikuti Yoona kemudian.

 

 

¤¤¤¤¤¤¤

 

 

Mereka telah sampai dikediaman keluarga Choi. Ini untuk kedua kalinya Yoona ke rumah ini. Dulu dia kemari untuk meminta pertanggungjawaban dan sekarang sebagai menantu keluarga Choi.

 

Yoona masih berdiri diam. Entah kenapa rasa gugup itu muncul. Mungkin karena dia akan bertemu dengan mertuanya. Dia takut tak bisa menyesuaikan dengan keluarga itu. Meskipun latar belakang keluarganya dan keluarga suaminya hampir sama tapi tetap saja rasa gugup itu ada.

 

“Kenapa diam saja, palliwa…” Ajak Siwon. Yoona pun tersadar dan segera berjalan masuk ke rumah itu.

 

Tok tok tok…

 

Seorang pelayan muncul membukakan pintu. ” Silahkan tuan muda, nona…” Kata pelayan tadi sopan.

 

Siwon segera melangkahkan kaki ke dalam rumah orang tuanya diikuti oleh Yoona yang berjalan dibelakangnya. (Suka banget ya Yoona jalan dibelakang Siwon) •”̮•ћë..ћë..ћë•”̮• .

 

“Eonni…” Teriak Sulli dari lantai atas. Sulli segera turun ke bawah dan langsung memeluk Yoona. Dia senang sekali bertemu dengan kakak iparnya yang cantik itu.

 

“Annyeong sulli-ya,” kata Yoona yang masih memeluk Sulli. Mereka berpelukan sangat erat sekali padahal mereka juga baru kenal. “Kenapa dia jadi manja seperti ini,” gumam Siwon menatap Sulli.

 

“Kau tak menyapa oppamu, dongsaeng…” Ucap Siwon yang membuyarkan acara pelukan keduanya. Sulli mendengus kesal.

 

“Kau menganggu saja Oppa. Kajja eon kita ke ruang keluarga, aboji dan eomma sudah menunggumu,” ajak Sulli yang langsung menggandeng tangan Yoona dan meninggalkan Siwon.

 

“Aish, apa-apaan mereka berdua itu,” kata Siwon lirih. Dia pun mengikuti kemana kedua yeoja itu pergi.

 

“Annyeonghaseyo aboji, eommanim…” Sapa Yoona lembut. Kedua orang tua Siwon yang masih sibuk dengan kegiatannya langsung berhenti saat mendengar sapaan itu. Mereka langsung berdiri menyambut menantunya.

 

“Aigoo, kau sudah datang sayang,” kata Eomma Siwon.

 

“Nde, eommanim…” Jawab Yoona.

 

“Duduklah dulu,” kata Eomma Siwon. Yoona dan Sulli segera mendudukkan diri mereka ke sofa besar yang ada diruangan itu. Siwon yang baru saja masuk langsung duduk disebelah Eommanya.

 

“Eomma, bogoshipo… Eomma masak apa?” Tanya Siwon manja.

 

“Cih, kekanakan sekali,” sindir Sulli. Yoona tersenyum geli. Siwon yang melihat Yoona tersenyum merasa dunianya seakan berhenti berputar (lebay kumat).

 

“Kau itu sudah menikah dan akan punya anak, jadi jangan manja dengan Eommamu lagi,” kata Aboji Siwon.

 

“Dasar, namja manja…” Sindir Sulli lagi.

 

“YA! Apa yang kau katakan eoh?” Tanya Siwon dan langsung melempar bantal ke wajah Sulli. Sayang bantal itu berhasil ditangkap oleh Sulli.

 

“Aigoo, apa kalian berdua tak malu sudah besar masih bertingkah seperi anak kecil,” kata Eomma Siwon.

 

“Siwonnie jaga sikapmu kau sudah menikah…” Kata Eomma Siwon lagi.

 

Sulli memeletkan lidahnya pada Siwon. Dia puas sekali karena Siwon dimarahi. “Dan kau sulli-ya, jangan seperti anak kecil lagi kau sudah dewasa sekarang,” kata Eomma Siwon menasehati putri kesayangannya itu. Yoona hanya tersenyum melihat tingkah dua bersaudara itu.

 

Aboji Siwon hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah kedua anak kesayangannya itu bertengkar. Memang itu sudah biasa terjadi, tapi sekarang bukan waktu yang tepat untuk melakukan itu.

 

“Mianhae aboji, eomma, eonni…” Kata Sulli dengan wajah memelas.

 

“Apa kalian sudah makaan?” Tanya aboji Siwon.

 

“Tadi kita sudah makaan diluar aboji,” jawab Siwon.

 

“Tapi Eomma sudah memasak untuk kalian berdua,” kata Eomma Siwon kecewa.

 

“Tapi kami belum kenyang kok. Pasti masakan Eomma enak sekali,” kata Yoona yang langsung mendapat tatapan tajam dari Siwon. Siwon sudah kenyang jasi kenapa istrinya itu mau makaan lagi.

 

Mereka semua berjalan menuju ruang makaan. Sulli mendudukan dirinya di sebelah Yoona. “Sulli-ya duduk sebelah eomma itu tempat Oppamu,” kata Eomma Siwon.

 

Sulli pun akhirnya pindah duduk disebelah eommanya. Siwon pun duduk disebelah Yoona. Mereka semua makaan disertai dengan canda. Yoona pun dengan cepat bisa menyesuaikan diri ditengah keluarga Choi.

 

“Eonni menginap disini saja ne,” celetuk Sulli. Siwon yang minum air putih pun tersedak mendengar kata-kata Sulli.

 

“Gwenchana oppa?” Tanya Yoona cemas.

 

“Ani, gwencanayo,” jawab Siwon.

 

“Sulli-ya kau ini apa-apaan sih. Kenapa kita harus menginap disini, aku punya rumah…” Kata Siwon ketus. Yoona menghela napas. Sepertinya pertengkaran dua saudara itu akan berlanjut lagi.

 

“Aku hanya meminta eonni menginap saja, bukan Oppa. Hanya Yoona EONNI,” kata Sulli menatap Siwon dalam. Siwon menatap Sulli tajam.

 

“Dia itu istriku, jadi aku yang berhak mengijinkan atau tidak istriku menginap disini. Jadi, semua keputusan ada ditanganku saeng,” kata Siwon tersenyum penuh kemenangan.

 

Sulli langsung menghampiri Yoona. Sulli menarik tangan Yoona sambil memohon supaya Yoona bisa menginap. Yoona tak tahu harus berbuat apa sekarang. Sebenarnya Yoona tak tega melihat Sulli seperti ini tapi semua keputusan memang ada ditangan Siwon.

 

“Biarkan Yoona menginap disini wonnie. Kau tak kasihan dengan adikmu itu. Dia kan ingin sekali punya kakak yeoja,” ucap Eomma Siwon.

 

“Tapi Eomma besok aku ada meeting dan besok juga Yoona mulai masuk kuliah lagi,” kata Siwon lagi.

 

“Oppa please… Hari ini saja, jebalyo Oppa…” Kata Sulli dengan puppy eyes-nya.

 

“Okay, kita menginap disini geundae… Wae geurae Yoona-ya?” Tanya Siwon pada Yoona.

 

Yoona hanya menganggukan kepalanya. Dia tak mungkin bisa menolak meskipun sekarang dia ingin pulang. Kedua orang tua mereka hanya tersenyum melihat tingkah anak dan menantunya itu.

 

 

¤¤¤¤¤¤¤

 

 

Sinar mataahari pun telah menampakkan sinarnya. Dua orang yang masih tidur dibawah selimut pun belum juga bangun. Yoona menggeliat pelan. Dia mengerjapkan matanya untuk menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam kamar. “Eungh..” Lenguhnya.

 

Dia melihat disebelahnya. Suaminya itu masih tidur. Wajah damai saat tidur membuat Siwon semakin tampan. “Ahh yoona, hilangkan pikiranmu itu,” batin Yoona. Semalam memang mereka terpaksa tidur dikamar Siwon, karena tidak mungkin kalau mereka tidur di kamar terpisah. Itu akan membuat rahasia mereka berdua terbongkar.

 

Dia melihat jam yang ada didinding, masih jam 06.00KST.Yoona bangkit dari ranjang menuju kamar mandi. Kemarin malam Yoona meminjam baju Sulli untuk ganti karena dia tak membawa baju ganti. Untung saja badan mereka hampir sama.

 

Setengah jam kemudian Yoona keluar dari kamar mandi. Dilihat suaminya itu belum juga bangun. Setelah berpikir cukup lama akhirnya Yoona memberanikan diri membangunkan Siwon.

 

“Oppa, ireona…” Ucap Yoona berusaha untuk membangunkan Siwon tapi Siwon tak juga bangun.

 

“Oppa, apa kau tak ke kantor? Oppa…” Kata Yoona sambil mengguncangkan tubuh Siwon.

 

“Eugh…” Lenguh Siwon. Siwon perlahan membuka matanya menyesuaikan cahaya yang masuk ke matanya.

 

“Jam berapa sekarang?” Tanya Siwon sambil mengucek matanya.

 

“Sudah hampir jam 7…” Jawab Yoona. Mendengar itu Siwon langsung bangkit menuju kamar mandi dengan tergesa. Yoona bingung tak mengerti.

 

Yoona membuka lemari Siwon. Dia akan membantu memilihkan Siwon baju supaya nanti Siwon tak kerepotan memilih baju. Pilihan Yoona jatuh pada kemeja biru, tuxedo warna hitam sama seperti dasinya. Setelah menyiapkan baju Siwon, Yoona segera keluar kamar. Yoona langsung berjalan menuju dapur untuk membuat sarapan.

 

“Annyeonghaseyo eommanim,” sapa Yoona.

 

“Kau sudah bangun, apa suamimu juga sudah bangun?” Tanya mertuanya.

 

“Nde, oppa sudah bangun. Mianhae saya bangun terlambat,” sesal Yoona.

 

“Tak apa, biasa pengantin baru. Kajja kita sarapan, aboji dan Sulli sudah menunggu,” ajak Eomma Siwon.

 

Beliau langsung menggandeng Yoona menuju ruang makaan untuk sarapan. Semua sudah siap dimeja, berarti aku memang telat bangun, batin Yoona.

 

“Selamat pagi aboji, sulli-ya,” sapa Yoona.

 

“Pagi menantuku,” jawab Aboji menggoda Yoona. Yoona tersipu malu mendengar sebutan baru itu. Sulli hanya cekikikan tak jelas.

 

“Apa oppa belum bangun Eonni?” Tanya Sulli.

 

Belum sempat Yoona menjawab, Siwon sudah duduk disampingnya. “Wae? Ada apa kau mencariku?” Tanya Siwon. Sulli hanya mendengus kesal. Dia tak ingin moodnya rusak gara-gara perdebatan yang tak penting dengan Oppa-nya itu.

 

Yoona mengambil waffle dan menaruhnya dipiring Siwon. “Gomawo,” ucap Siwon lembut. Aboji dan eommanim hanya tersenyum melihat kemesraan mereka.

 

“Aigoo, so sweet…” Kata Sulli. Yoona dan Siwon tak mengerti apa yang Sulli bicarakan.

 

“Ah aku pergi dulu, eonni gomawoyo kemarin malam…” Kata Sulli dan langsung melesat pergi.

 

“Apa maksudnya?” Tanya Siwon.

 

“Tak ada apa-apa, hanya ngobrol biasa,” jawab Yoona.

 

Semua sarapan dalam diam. Masih ada rasa gugup dan canggung berada di keluarga ini. Kemarin sedikit mencair karena ada Sulli, tapi sekarang Sulli sudah berangkat.

 

“Apa kau berangkat ke kampus bersamaku?” Tanya Siwon pada Yoona.

 

“Apa nanti Oppa tak terlambat?” Tanya Yoona balik.

 

“Tidak kalau kau ikut berangkat sekarang,” kata Siwon dingin.

 

Yoona segera mengambil tas yang masih ada dikamar. Setelah itu mereka berdua pamit untuk pergi. Acara sarapan hari ini lancar.

 

 

¤¤¤¤¤¤¤

Sebelum berangkat ke kantor, siwon mengantar Yoona ke kampus lebih dulu. Hari ini Yoona mulai kuliah. Siwon tak melarangnya karena sebelum menikah mereka punya perjanjian tertentu.

 

Siwon menghentikan mobilnya tepat didepan kampus. Yoona segera keluar dari dalam mobil. Sebenarnya dia masih takut kembali ke kampus tapi dia harus menyelesaikan kuliahnya.

 

“Yoongie…” Teriak dua orang yeoja sambil berlarian menuju ke Yoona.

 

Yuri dan Tiffany langsung memeluk Yoona bergantian. Mereka berdua sangat merindukan Yoona, maklum Yoona sudah lama absen di kampus. Agak berlebihan memang, padahal mereka juga bisa bertemu Yoona diluar.

 

Mereka masih asyik ngobrol bertiga. Karena keasyikan, Yoona melupakan Siwon yang masih ada disana. Siwon tak bisa pergi karena tas Yoona masih ada didalam mobil.

 

Siwon melihat jam ditangannya. Sudah saatnya dia pergi. Karena terlalu lama, akhirnya Siwon keluar dari mobil. Dia membawa tas Yoona bersamanya. Belum sempat Siwon bicara dengan Yoona, sebuah panggilan mengagetkan mereka semua, apalagi Yoona.

 

“Yoona-ya…” Panggil namja itu. Yoona dan lainnya pun segera menoleh ke sumber suara. Setelah tahu, Yoona bergegas masuk kedalam kampus. Dia tak ingin bertemu dengan namja itu.

 

“Yoona-ya, ini tas mu. Dia siapa?” Akhirnya Siwon tanya karena dia pernah melihat namja itu dihari pernikahannya.

 

“Bukan siapa-siapa. Aku pergi dulu oppa, annyeong. Kajja Yul, eonni…” Ajak Yoona pada dua yeoja itu dan segera pergi dari tempat itu.

 

Namja yang bernama Lee Donghae pun meringis kesal karena Yoona tak mau bertemu dengannya. Siwon yang tak mengerti tentang apa yang terjadi, langsung beranjak pergi dari sana.

 

Dalam perjalanan menuju kantornya, Siwon bertanya-tanya tentang siapa namja itu. Apa dia mantan namjachingu Yoona. Pertanyaan itu berputar dikepalanya. Sampai bunyi Iphone menyadarkan lamunannya. Siwon mengangkat telepon itu tanpa melihat nama yang tertera dilayar.

 

“Yeobseyo…” Kata Siwon.

 

“Oppa…” Jawab suara diseberang. Siwon yang sudah hafal dengan suara itu langsung mematikan telepon itu. Kenapa dia menelepon lagi? Mau apalagi dia???

 

 

 

 

To be Continued

 

 

 

 

Akhirnya part 4 ini selesai juga. Maaf menunggu lama untuk part ini. Sebenernya ga usah ditungguin sih…

Kayaknya ff ini kok masih belum kelihatan endingnya kapan ya… Aku malah membuat ff ini semakin lama saja, berarti utangku masih banyak…

 

Untuk part ini, maaf ya kalau readers ga dapat feel-nya dan alurnya kecepetan.  Typo juga dimana-mana. Oh ya sampai lupa aku line ’92 jadi jangan panggil author ya biar lebih akrab. Ya sudahlah sampai disini dulu aja. Tetap COMMENT setelah membaca. Jangan jadi SILENT READERS okay🙂🙂🙂

 

Buat dua admin YWK, resty dan echa terima kasih banyak ya… (sama2🙂 )

Tinggalkan komentar

291 Komentar

  1. HanA

     /  Februari 6, 2015

    Oh, eonni, ffmu bnr2 keren, siapa tu yg nelf siwon, stella kh?

    Balas
  2. bkin keppo siapa yahh yg nlpon siwon oppa????:D

    Balas
  3. YoongNna

     /  Februari 28, 2015

    Siwon mulai mencair niiii mdh2n nnti dy cembru gto ma donghae….
    Lucu bgt sulli ngegodain yoona ma siwon

    Balas
  4. yang telpon itu stella bukan? mantannya siwon oppa yang menyebabin kejadian ini…
    kenapa dia kembali lagi… dan kenapa lagi donghae oppa deketin yoona eonni… pasti nanti akan terjadi kesalah pahaman antara yoona eonni dan siwon oppa. kasian kan… hummm

    Balas
  5. wiwin

     /  Juni 11, 2015

    Iz..yg nelfon pasti si stella..itu juga si donghae mau apa zih…

    Balas
  6. Neva

     /  Juni 23, 2015

    Pasti perusak rumah tangga orang…

    Balas
  7. Bikin penasaran siapa itu yang nelfon?

    Balas
  8. amel95

     /  Agustus 13, 2015

    psti yg nelpon stella deh
    jangan sampe di jdi prt orang

    Balas
  9. penasaran ama kelanjutannya >.<

    Balas
  10. Helfira Syaputri

     /  September 4, 2015

    Bakal bertambah perkara rumah tangga nih hehe😀 , lanjut baca lg . Semangat kak

    Balas
  11. ria

     /  Oktober 3, 2015

    Tmbh penasaran nich gmn lanjut’a,
    Smg mantan pacar msg2 tdk mengganggu

    Balas
  12. h_ra307

     /  Oktober 7, 2015

    sumpah q bingung sma yoonwon.. kdang” manis tpi tiba” jadi . yh bgtulh
    .. siwon yg judes n yoona juga keras kpala… “yoona eonni, siwon itu juga care ke kamu eonni”
    fany mau jdi ipar’a yoona.. wow daebakk kkkkk~

    Balas
  13. Ninin

     /  November 1, 2015

    Siapa yang mnelpon siwon oppa? Hkmm penasaran

    Balas
  14. Анжэлика Захаров

     /  Desember 24, 2015

    Kereeennn….
    Lanjutin ya thor..
    Donghae tuh ganggu trs knp sih..? Kan Yoona udah nikah…

    Balas
  15. park ra chan

     /  Desember 26, 2015

    Min itu siapa yg nelfon

    Balas
  16. Rizki

     /  Februari 14, 2016

    Donghae ngapain lagi sih ganggu yoonq mau nyakitin lagi ?
    Siapa yg nelpon siwon ? Stella ?

    Balas
  17. melani

     /  Februari 17, 2016

    Penasaran sama yg nelfon siwon itu siapa apa mantan pacarnya.. makin penasaram sama kelanjutan ceritanya..

    Balas
  18. Orang ketiga nih.. wkwkwkwk
    Pasti itu yang namanya stella stella. Berhubung aku bacanya mulai chapter 3, aku tau nama itu di awal awal tuh. “setelah Stella menika………..” .
    Pasti itu sang mantannya Siwon.

    Balas
  19. ayana

     /  Maret 7, 2016

    kayaknya siwon nggak cuma kepikiran, tapi udah cemburu, cuma nggak nyadar aja. siapa tuch yang nelpon, pasti stela. kalo dilihat dari gelagat siwon.

    Balas
  20. z

     /  Maret 21, 2016

    siwon mulai sayang nihh..

    Balas
  21. NinKar

     /  April 13, 2016

    Bakal bertambah perkara rumah tangga mereka. Donghae stella tolong dong jangan ganggu

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: