[SongFic] Without Words

Author  : Echa307 || Length : SongFic || Genre : Sweet Romance || Rating : PG 15+ || Main cast : Im Yoona, Choi Siwon || Support cast : Lee Donghae, Lee Hyukjae/Eunhyuk || Disclaimer : This story is mine, please to don’t copy or plagiarize. Don’t like? Don’t read this story. And sorry for typo[s]…

[]

Without Words – Jang Geun Suk

I Shouldn’t have done it
I shouldn’t have just ignore it
Like something I can’t see
Like something I didn’t see
I shouldn’t have looked at you at all

Seharusnya aku tidak melakukannya
Seharusnya aku mengabaikannya
Seperti sesuatu yang tidak bisa aku lihat
Seperti sesuatu yang tidak aku lihat
Seharusnya aku tidak melihatmu sama sekali

Seperti biasa, setiap pagi aku akan bersiap pergi ke kampusku. Menimba ilmu yang sebentar lagi akan tertamatkan, melanjutkan menggantikan posisi ayahku memimpin perusahaan. Sebenarnya ini bukan keinginanku, tapi sebagai anak tunggal—aku diharuskan melakukannya.

“Siwonnie, nanti siang kau pulang lebih cepat ya” ujar ibuku disela sarapan kami

Aku menoleh menatapnya, “Memang ada apa?”

“Anak teman eomma akan berlibur kesini, mereka sudah lama tinggal di Canada dan putrinya berencana untuk berlibur kesini. Eomma memintamu untuk menjemputnya di bandara” jelas ibuku

“Dia sendiri?”

“Ya, orangtuanya masih memiliki pekerjaan disana. Putrinya merindukan Korea—jadi ia memilih libur sendiri daripada menunggu orangtuanya”

Aku mengangguk mengerti “Baiklah eomma” jawabku

Aku segera bangkit dari dudukku “Aku berangkat dulu, nanti aku akan langsung menjemput putri teman ibu” pamitku, namun baru beberapa langkah ibu menyerukan kembali namaku.

“Waeyo eomma?” tanyaku

“Dasar anak ini, kau mengatakan akan langsung menjemput putri teman eomma. Memang kau sudah mengetahui siapa namanya dan wujud fisiknya?” tanyanya.

‘Ahh bodoh!!’ aku mengelus tengkukku malu, bagaimana mungkin aku melupakan itu

“Kau ini. Tunggu sebentar, eomma akan mengambil fotonya” ujar ibuku dan berlalu.

Aku menunggunya dan kembali duduk di kursiku, ayahku selalu sibuk dengan dunia bacanya. ‘Hahh membosankan?’

Tak lama ibuku kembali dengan sebuah foto ditangannya, ia mengulurkan tangannya padaku dan aku menerimanya.

“Ini, namanya Im Yoon Ah—kau biasa memanggilnya Yoona” alisku terangkat ketika kalimat ‘kau biasa memanggilnya Yoona’

“Jangan bilang kau melupakannya Siwonnie?” ibuku seperti mengetahui apa yang aku pikirkan

“Aku benar-benar tak ingat” jawabku mengelus tengkukku tersenyum

“Ahh pantas saja kalau kau tak ingat, kau masih 7 tahun waktu itu dan Yoona baru 3 tahun” gumam eommaku

Aku hanya menganggukan kepalaku, ternyata putri teman eommaku adalah teman kecilku juga. “Baiklah eomma, aku harus ke kampus” akhirnya kuakhiri percakapan ini dan berlalu.

Kulajukan mobilku menuju kampusku berada, ahh yaa aku belum melihat foto gadis itu. kuambil foto yang kumasukkan disaku kemejaku, yahh memang tadi aku langsung memasukkan foto itu tanpa melihatnya.

“Cantik” satu kata itu yang terucap dari bibirku, ya gadis dalam foto ini memang sangat cantik, seperti sosok dewi. Kugelengkan kepalaku, bagaimana mungkin aku begitu memuji seseorang yang jelas-jelas belum pernah aku lihat. Yah walaupun aku pernah berteman dengannya sewaktu kecil tapi jelas itu berbeda dengan sekarang.

Begitu sampai di area kampus, kumasukkan foto yang diberikan ibuku dalam dompetku, ck! Kenapa juga aku harus menyimpannya didompetku, ahh biarkanlah…

[]

“Kau tak makan?” tanya sahabatku yang kuketahui sangat suka sekali makan, tetapi badannya saja yang tak berisi-isi.

“Kau mau, makanlah” ujarku, dan lihatlah—matanya berbinar seperti orang yang baru bertemu makanan enak. Aku menggeleng-gelengkan kepalaku bersama Donghae.

Ya, aku memiliki dua sahabat..kami sudah mengenal kurang lebih 5 tahun. Kami bersekolah di tempat yang sama hingga sampai kuliah. Sahabat yang mengambil makananku ini adalah Lee Hyukjae atau biasa dipanggil Eunhyuk dan Lee Donghae, sahabatku yang satu ini terkesan pendiam dihadapan yang lain—tapi kenyataannya dia lebih kekanak-kanakkan jika dihadapan kami. Persahabatan kami masih terjalin sampai saat ini, dan kuberharap tak akan ada yang menghancurkan persahabatan ini.

“Siwon-ah, bagaimana jika pulang kampus kita hangout bersama” tawar Eunhyuk masih fokus pada makanannya

Aku menggelengkan kepalaku “Aku tak bisa” jawabku sambil menyeruput esspresso pesananku

“Wae?”

“Aku sudah ada janji” jawabku asal

“Ck! Seperti sudah punya kekasih saja, kau kan lanjang tak laku” serunya asal

Plakk

Donghae terkekeh ketika mendengar ringisan Eunhyuk, rasakan—berani-beraninya ia mengatakanku tak laku.

“Siapa yang tak laku?” tanyaku kesal

“Tentu saja kau, kemana saja kau selama ini—ck! Kau tak lihat dirimu yang sudah berumur itu” jawabnya kembali asal

Aku meringis kesal mendengarnya “Kau babo! Atau kau buta, semua gadis disini melihatku—aku tampan, baik hati, uang pun tak masalah. Aku bisa memilih gadis manapun yang aku mau”

Bukan bermaksud sombong, tapi memang kenyataan. Aku populer dikalangan wanita, semua gadis di kampusku tak ada yang tak mengidolakanku. Dan si ikan teri ini bisa-bisanya mengatakan aku tak laku.

“Kalau kau seperti apa yang kau katakan, kenapa tak memilih salah satu dari mereka” serunya

“Aku tak tertarik” jawabku singkat

Kulihat Eunhyuk mencibirku, ck anak ini benar-benar!

“Sudahlah, aku malas berdebat dengan ikan teri ini” sahutku, kukeluarkan dompetku untuk membayar pesananku

“OMO!!!!”

“YAK!!” aku berseru begitu ikan teri ini mengambil paksa dompetku

“Ahh Choi Siwon, kau ketahuan sekarang. Apa ini gadismu? Ahh cantiknya” aku meringis mendengarnya

“Kembalikan” sungutku padanya

“Eettt jelaskan dulu”

“Dia putri teman ibuku, cepat kembalikan” jawabku

“Ohh jadi kau dijodohkan” sambarnya antusias, kuputar bola mataku malas dan langsung merampas dompetku kembali, kuletakkan beberapa lembar uang won untuk membayar pesananku

“Kau mau kemana?” tanya Donghae

Tak kujawab pertanyaannya itu dan berlalu menjauh dari mereka, ck! Moodku sedang tak baik kali ini.

[]

Sudah setengah jam aku berdiri di depan pintu kedatangan luar negeri, mencari sosok gadis yang sama berada dalam foto ini.

“Mengapa begitu lama” gerutuku tak sabar

Dari lima belas menit yang lalu orang-orang sudah berhamburan keluar dari pintu itu, tapi kemana dia?

Tak lama sosok yang kutunggu akhirnya muncul juga, berjalan anggun melewati orang-orang yang menatap kagum pada sosoknya. Sepertinya didikkan disana begitu berpengaruh akan dirinya, ia terlihat begitu natural tapi tetap terlihat berkelas.

Segera kuhampiri sosoknya yang telah lewat dihadapanku, sepertinya ia tak mengtahui aku yang menjemputnya. Begitu tepat dibelakangnya, segera kusentuh bahunya, membuatnya menoleh menatapku. Matanya begitu jernih.

“Im Yoon Ah?” ia terdiam sesaat

“Siwon oppa?” ia bertanya balik dan aku hanya mengangguk, ia tersenyum manis padaku “Lama tak berjumpa oppa, aku sampai tak mengenalimu” lanjutnya masih tersenyum

Aku tersenyum canggung, ia langsung bisa mencairkan suasana, padahal kami baru bertemu “Ya..sangat lama” jawabku seadanya

Terjadi keheningan “Oppa, apa kita akan tetap diam disini?” tanyannya

“Ahh yaa, kajja..eommaku pasti sudah menunggumu”

“Benarkah?” aku hanya mengangguk, mengambil alih kopernya dan menuntunnya menuju dimana mobilku terparkir

[]

“Ahh ya Yoona-ssi bagaimana kau bisa tahu aku Siwon?” tanyaku memecahkan keheningan yang terjadi di mobil, sangat terasa aneh jika hanya diam

“Emm eomma sudah mengatakan aku akan dijemput oleh oppa” jawabnya dan aku hanya mengangguk paham “Ahh yaa, kenapa memanggilku Yoona-ssi. Panggil saja Yoona atau Yoong” lanjutnya menoleh padaku

“Baiklah Yoong” jawabku tersenyum sekilas menatapnya, dan kembali fokus mengemudi

“Apa tak masalah aku memanggilmu Oppa? Aku tanpa seijinmu sudah lancang memanggilmu Oppa” tanyanya masih menatapku

Aku kembali tersenyum menatapnya, “Gwenchana, bukankah memang kau lebih muda dariku. Lagipula itu terdengar lebih akrab” jawabku

Ia tersenyum dan mengangguk “Ya, kita akan menjadi teman yang baik”

[]

I should have run away
I should have acted like I didn’t hear it
Like something I don’t hear
Like something I can’t hear
I shouldn’t have listened to your love at all

Seharusnya aku lari
Seharusnya aku bertindak seperti aku tidak mendengarnya
Seperti sesuatu yang tidak aku dengar
Seperti sesuatu yang tidak bisa aku dengar
Seharusnya aku tidak mendengarkan cintamu sama sekali

Sudah beberapa hari ini ia menetap di rumahku, ia baik dan sangat mudah bersosialisasi dengan llingkungan disini. Jangan heran jika ia terlihat lebih akrab dengan para pekerja dirumah ini dan tentunya orangtuaku.

“Oppa ingin kemana?” tanya Yoona ketika kami sarapan, yahh walaupun tak bisa juga disebut sarapan, mengingat ini sudah jam 10

“Aku akan ke kampus” jawabku singkat dan tetap melanjutkan makanku

“Aku ikut!!” aku tersedak mendengar seruannya “Gwenchana?” tanyanya dan menyerahkan segelas air

Aku menerimanya dan meminumnya hingga setengah “Bagaimana mungkin oppa mengajakmu, oppa bukan jalan-jalan Yoong” jawabku

“Aku bisa menunggu oppa, sambil berkeliling dikampus oppa, siapa tahu aku akan pindah ke Seoul dan memilih kuliah disana” ujarnya membujukku

“Tapi—“

“Oppa, jebal..” sangat susah jika dia sudah merengek seperti ini, bahkan aku pun tak sanggup untuk membantahnya

“Baiklah” jawabku pasrah. Ia memekik senang dan berlalu dari hadapanku—kupikir ia akan mengganti bajunya

[]

Begitu sampai diarea kampus, aku langsung melangkahkan kakiku bersama Yoona untuk memasuki sebuah gedung yang berada dihadapanku ini. Tiba-tiba ada yang menarik lenganku dan memeluknya. Aku menoleh—ternyata Yoona.

“Oppa, mengapa setiap pasang mata menatap kita?” tanyanya berbisik padaku

Kutolehkan kepalaku pada sekitar, ternyata benar—mereka semua menatap pada kami. Mungkin karena ini pertama kalinya aku menggandeng seorang gadis di kampus. Aku ingin tertawa lepas melihat para gadis yang menghentakkan kakinya kesal. Aku yakin mereka iri pada Yoona, bukankah sudah kukatakan—aku terkenal dikalangan wanita.

Tapi tak jarang sepasang mata pria memandang dengan penuh binar menatap Yoona, ck! Apa-apaan mereka itu. kutolehkan kepalaku menatap Yoona yang masih setia memeluk lenganku, aku tersenyum, ia terlihat tak peduli dengan tatapan semua pria padanya.

[]

“Kenalkan ini Im Yoon Ah, ia teman kecilku. Ia sedang berlibur disini” aku memperkenalkan Yoona pada kedua sahabatku

“Annyeong Yoona-ssi, Eunhyuk imnida. Ternyata kau lebih cantik daripada di foto” kulihat Yoona menautkan alisnya bingung,

“Foto?” tanya Yoona, kuberikan tatapan tajam pada Eunhyuk, menyuruhnya untuk diam. Ia tersenyum mengerikan dan dengan gerakkan tangannya mengunci mulutnya itu. aku hanya meringis menatapnya

“Lee Donghae imnida” Donghae memperkenalkan dirinya dan Yoona membalasnya dengan senyuman

[]

Without words you let me know what love is
Without words you gave me love
You made me hold my breath
But now you leave me just like that

Tanpa kata” kau membuatku tau apa itu cinta
Tanpa kata” kau memberikanku cinta
Kau membuatku menahan nafasku
Tapi sekarang kau tinggalkan aku begitu saja

“Oppa bagaimana kalau kita jalan-jalan. Aku bosan” keluhnya yang berbaring diranjangku

“Memang kau ingin kemana?” tanyaku masih fokus tugas akhir semesterku

“Molla” jawabnya lesu, “Kau punya ide oppa?”

“Lotte World?”

“Majja!!” pekiknya “Kajja oppa, palli” ia langsung beranjak dari ranjangku dan meloncat-loncat kecil, aku terkekeh geli melihat tingkahnya

“Ya, kau tak ingin mengganti pakaianmu?” tanyaku, ia berhenti meloncat dan memperhatikan pakaiannya

“Keurae, aku akan ganti baju begitu juga oppa. Palli!” serunya dan berlari kecil meninggalkan kamarku

Aku tersenyum menggeleng-gelengkan kepalaku, kerapihkan tugas-tugasku dan menuruti perintahnya itu.

Without words lobe leaves me
Without words love throws me away
What should I say? I don’t know
My lips are surprised on their own
Without words you came

Tanpa kata” cinta meninggalkan aku
Tanpa kata” , cinta melemparku seperti ini
Apa yang harus aku katakan?? Aku tidak tau
Bibirku terkejut dengan sendirinya
Tanpa kata” kau datang

Kulajukan mobilku dengan kecepatan diatas rata-rata. Apa yang ada dalam pikirannya hingga begitu saja pergi. Tak taukah ia bahwa hati ini telah berpaling padanya?

“Ia pergi, katanya ia merindukan orangtuanya”

Kalimat itu masih terngiang jelas dalam ingatanku, bagaimana mungkin eomma membiarkannya pergi begitu saja.

Kubanting pintu mobil begitu menemukannya disebuah jalan besar.

“Ya! Begini kah caramu meninggalkanku, pergi tanpa mengatakan apapun, tanpa pamit sama sekali” seruku tepat dihadapannya

Ia mengerutkan alisnya bingung, ck! Bisa-bisanya ia memberikan tatapan seperti itu, sedangkan aku begitu panik begitu mendengarnya akan kembali ke Canada tanpa mengucapkan apapun padaku.

Kurebut tas yang ditangannya, aku agak heran. Kemana kopernya?

“Ya oppa! Kembalikan tasku” protesnya

“Masuk!” aku memerintahnya untuk memasuki mobil “Kau ingin pergi sendiri hahh”

“Kau ingin mengantarku oppa?” tanyanya terlihat berbinar “Kurasa itu lebih baik daripada harus menunggu taksi” lanjutnya

“Tidak, aku tidak akan mengantarmu. Kita pulang!” jawabku tegas

Ia membulatkan matanya mendengar ucapanku “Tidak mau!” bantahnya

“Kajja, pulang” ajakku lagi meraih lengannya

“Aku tidak mau!”

“Sebenarnya apa yang terjadi, kau marah padaku. Kau ingin pulang ke Canada begitu saja, kau tak menganggap keberadaanku” aku sudah tersulut emosi

“Ke Canada?” tanyanya bingung

“Kau ingin pulang ke Canada kan?” tanyaku balik

Tawanya langsung lepas mendengar penuturanku, “Oppa kau lucu sekali” serunya mencubit kedua pipiku

“Aisshhh” kulepaskan cubitannya dikedua pipiku

“Siapa yang akan pulang ke Canada oppa, aku hanya ingin mengunjungi kediamanku yang di Seoul dulu. Aku merindukannya”

“Mwo!!! Aishh eomma, benar-benar!”

[]

Setelah kebodohanku yang dilakukan ibuku sendiri, kuhabiskan seharian ini untuk berjalan-jalan bersamanya. Menghabiskan waktu bersama yang sebenarnya telah kita lalui.

“Oppa, aku ingin es krim” pintanya merengek ketika berada dalam perjalanan pulang, aku tersenyum dan menganggukan kepalaku

“Kau ingin rasa apa?” tanyaku

“Strawberry Vanila, dengan taburan choco chips”

Aku segera memesankan pesanannya “Coklat mint satu, Strawberry vanila dengan taburan choco chips satu”

Begitu mendapatkan es krim yang kami mau, aku menuntunnya untuk duduk disebuah kursi taman, ia begitu menikmati es krim-nya. Aku tersenyum geli melihatnya, sepertinya ia benar-benar menggilai es krim kesukaannya itu.

Without words my tears fall down
Without words my heart breaks

Tanpa kata” air mataku terjatuh
Tanpa kata” hatiku hancur

Seperti biasa, dirimu akan merengek memintaku untuk mengajakmu ke kampusku, kau akan berkeliling seorang diri ketika diriku menimba ilmu.

Kulangkahkan kakiku dengan pasti mencari sosokmu, sejak kelas berakhir—diriku langsung bergegas mencari sosok dirimu, mencari akan satu tujuan dimana aku selalu menemukan sosok dirimu. Yang terdiam menikmati sentuhan angin, dan tak peduli akan sekitarmu yang akan selalu menatap akan dirimu atau mencari perhatianmu.

[]

Terasa menyesakkan…

Kenapa kau memberikan senyum dan tawa seperti itu padanya? Aku tahu pria itu, ia begitu mudah mengambil hati kaum hawa…

Kau menoleh merasakan kehadiranku, memanggilku dengan suara lucumu..aku tersenyum samar berjalan kearahmu dan dirinya.

“Oppa, Donghae oppa kalah bertaruh denganku—ia akan mentraktir kita. Kajja” dirimu langsung beranjak dan bergelayut manja denganku.

“Oppa kau tak mencoba untuk melarikan diri bukan? Kajja, kau harus meneraktirku dan Siwon oppa” pintanya menatap Donghae yang masih terdiam

“Aishh aku kan bilang jika aku kalah, aku akan mentraktirmu, bukan bertambah dengan Simbamu ini” protesnya

“Tak ada pengecualian”

[]

“Bukankah menyenangkan oppa, kita tak perlu mengeluarkan uang untuk makan siang kita kali ini” kau tertawa bahagia begitu kita dalam perjalanan pulang, setelah membuat Donghae harus mengeluarkan isi dompetnya lebih banyak

“Kau begitu bahagia?”

“Tentu saja”

Ku terdiam sesaat “Apa karna Donghae?”

“Tentu saja, kita bisa makan gratis bukan” tawa renyahmu lepas kembali, aku terdiam..mungkin kau lebih nyaman bersamanya

“Kenapa oppa diam? Tidak seperti biasanya” tanyamu menatapku

Ku menoleh menatapmu sesaat dan kembali menatap jalan kota Seoul “Apa kau menyukai Donghae?”

“Eh? Kenapa oppa bisa berpikir seperti itu?”

“Kau terlihat bahagia bersamanya” jawabku singkat masih fokus mengemudi tanpa menoleh

Aku masih bisa melihat senyummu dari sudut mataku, “Kenapa kau menatapku seperti itu?” tegurku

Senyummu semakin mengembang “Apa kau cemburu, oppa?”

Kau membuat diriku tergagap dengan pertanyaanmu “Ya, bagaimana bisa kau berpikir seperti itu?” protesku dengan sedikit tergagap

“Hanya menebak, dan kurasa itu benar” jawabnya santai

Aku menurunkan rahangku mendengar ucapannya, bagaimana bisa gadis itu dengan mudahnya mengatakan seperti itu pada pria yang menyukainya. Ya—harus kuakui, aku menyukainya…

Kau menoleh menatapku dengan senyum manismu, “Aku menyukainya, gomawo” dirimu langsung bergelayut manja dilenganku, bersandar dan dengan senyum yang indah

Aku tersenyum, gadis ini memang selalu bisa membuatku tak rela menghilangkan senyum dibibirku. Ia selalu mempunyai banyak cara untuk membuatku tersenyum.

Aku tak mengerti hubungan ini, kami tak memiliki ikatan apapun. Tapi aku dan dirimu sudah seperti sepasang kekasih yang telah lama bersama..kalian perlu bukti? Aku rasa tak perlu, cukup melihat dirinya yang sekarang berada disisiku—memeluk manja lenganku. Aku rasa itu sudah cukup untuk membuktikannya.

Aku menyukaimu, Yoona-ya..

Tetaplah disisiku

“Oppa, apa kau tak ingin tahu aku bertaruh apa dengan Donghae oppa?

“Memang apa?”

“Emm..ketika Donghae oppa menemaniku sendiri tadi. Ia langsung salah tingkat dengan tiba-tiba, aku menanyakan apa yang terjadi”

“Lalu?”

“Ia bilang, gadis yang ia sukai sedang berjalan kearah kami”

Aku menatap padanya, mata kami bertemu, “Emm..dia bilang gadis itu begitu susah untuk didekati, dan Donghae oppa mengatakan ketika gadis itu lewat dihadapan kami pun ia tak akan tersenyum. Aku mengatakan pada Donghae oppa, kalau gadis itu akan tersenyum pada kita. Tapi Donghae oppa tak percaya”

“Aku bersikeras kalau ia akan tersenyum, sedangkan gadis itu semakin dekat kearah kami. Dan aku mengajaknya taruhan, jika gadis itu tersenyum pada kami ia akan mentraktirku—begitupun sebaliknya”

“Lalu, gadis itu tersenyum pada kalian. Dan karena itu Donghae mentraktir kita” aku melanjutkan

“Kau benar oppa, kau harus melihat wajah Donghae oppa ketika gadis itu tersenyum ketika melewati kami. Ahahaha begitu lucu,  ia sampai terpana tak percaya dan masih terus memandang gadis itu yang telah berlalu. Aku tertawa lepas melihatnya, dan aku berseru ‘Aku menang kau harus mentraktirku’ bukankah itu menyenangkan oppa”

Kau akan semakin cantik dengan senyum bahagiamu…

Without words I wait for love
Without words I hurt because of love
I disappear, I become a fool
And I cry looking at the sky

Tanpa kata” aku menunggu untuk cinta
Tanpa kata” aku terluka karena cinta
Aku menghilang, aku seperti orang bodoh
Dan aku menangis menatap langit

“Eommonie aboeji, sepertinya aku harus kembali ke Kanada” kalimat itu menghentikan langkahku menuruni anak tangga

“Ada apa Yoona-ya?” tanya eommaku

“Waktu liburanku tinggal seminggu lagi, aku harus kembali karena tak mungkin aku meninggalkan pendidikanku yang baru aku jalani”

“Ya aboeji mengerti Yoona-ya, kau baru melanjutkan pendidikanmu diperguruan tinggi. kapan kau berencana akan berangkat”

“Mungkin dua atau tiga hari ini”

“Padahal eomonie begitu senang kau disini Yoona-ya, kau harus sering berlibur kesini ne”

“Tentu saja eommonie”

Without words farewell finds me
Without words the end comes to me
My heart wasn’t ready to send you
Without preaparations
Without words you came

 Tanpa kata” perpisahan menemukanku
Tanpa kata” sebuah akhir datang padaku
Hatiku belum siap untuk melepasmu
Tanpa persiapan apapun
Tanpa kata” kau datang

“Oppa, oppa kau ada didalam” ketukan pintu dan suaramu menyadarkanku

“Oppa jika kau tak juga menjawab, aku akan langsung masuk” ancammu, aku tak mengindahkan dan tetap terdiam

Aku menoleh ketika pintu kamarku terbuka, “Ya oppa, kenapa kau tak menjawab panggilanku” kau berjalan menghampiriku.

Aku tak mempedulikan dan kembali memandang langit malam, “Ada yang mengganggu pikiranmu oppa?” kau bertanya menatapku, aku tak menoleh “Apa aku punya salah”

“Ya, kau punya salah?”

“Benarkah? Mianhae, jika aku berbuat salah”

“Kau tak bertanya apa kesalahanmu”

“Memang apa salahku?” kau bertanya dengan polos

“Karena kau telah lancang masuk kedalam hatiku” dirimu terdiam, aku membalikkan tubuhku menghadapmu. Kugenggam kedua tanganmu dan membuatmu menatap wajahku.

“Aku tak tahu kapan aku memiliki rasa ini Yoong, rasa kebahagiaan dan kenyamanan ketika aku bersamamu—yang tak pernah kudapat dari gadis manapun. Saranghae..bisakah kau tetap disisiku”

Dirimu masih terdiam dan menatap mataku dalam, merasakan sakit ketika dirimu melepaskan genggaman tanganku. Dan merasakan bingung ketika kau memelukku,

“Kau tak ingin memelukku oppa” permintaanmu mengembalikan kesadaranku, ku balas pelukanmu erat

“Nado, nado saranghae”

Without word love comes
Without words love goes
Like a fever I had before
Maybe all I need to do is hurt for a while
Because in the end only scars are left

Tanpa kata” cinta datang
Tanpa kata” cinta pergi
Seperti demamku sebelumnya
Mungkin semua yang perlu aku lakukan sekarang adalah terluka untuk sementara
Karena pada akhirnya hanya akan meninggalkan bekas luka

“Yoona-ya mianhae eommonie dan aboeji tak bisa mengantarmu ke airport”

“Gwencahana eommonie aboeji, dengan kalian menerimaku disini itu sudah lebih dari cukup”

“Tentu kami akan menerimamu sayang. Siwon antarkan  Yoona, ne?” aku menganggukkan kepalaku

Setelah Yoona berpamitan dengan orangtuaku, aku dan dirinya segera berangkat menuju airport. Dirimu hanya terdiam memandang jalan diluar sana, kuraih tanganmu dan menggenggamnya, kau menoleh dan tersenyum. Menggeser dudukmu lebih dekat denganku dan bersandar dibahuku.

“Kau akan merindukanku oppa?” tanyamu menatapku

“Tentu saja aku akan selalu merindukanmu” jawabku yakin dan mencium keningnya, kau tersenyum dan mengeratkan pelukkanmu dilenganku

[]

“Jaga dirimu, ingat jangan dekat-dekat dengan pria lain, jangan mau didekati pria lain, jangan mau diajak pria lain. Kau sudah mempunyai aku, jadi kau tak perlu pria lain. Arraseo” pintaku, mungkin terkesan posesive, tapi aku hanya menjaga seseorang yang telah aku miliki

Dirimu tersenyum dengan manis “Arraseo oppa, aku akan mengingatnya”

“Jika aku sedang libur, aku akan menemuimu”

“Yakso” serumu menunjukan jari kelingkingmu

“Yakso” aku menautkan jari kelingkingku dengannya

“Oppa, aku harus segera masuk. Jaga dirimu, jangan tergoda dengan gadis manapun arraseo, jika tidak—aku tak akan mau melihatmu”

“Arra, kau satu-satunya gadis yang akan aku lihat”

Kau memelukku erat “Aku akan merindukanmu oppa” aku membalas pelukanmu tak kalah eratnya, sungguh sangat berat melepaskan seseorang yang kau cintai jauh dari sisimu.

“Oppa akan lebih jauh merindukanmu”

Dirimu melepas pelukkanku dan tersenyum manis, ku kecup keningmu cukup lama dan melepasmu untuk saat ini. Dirimu berbalik ingin menjauh, rasanya sungguh tak rela ketika jemarimu hampir terlepas dari genggamanku.

Kutarik dirimu kembali, menyatukan permukaan lembut ini. Begitu manis dan akan selalu kurindukan. Aku tahu kau terkejut, tapi aku tak ingin melepasnya. Dirimu membalas pagutanku dengan lembut, mengalungkan lenganmu di bahuku. Sungguh..aku tak rela melepasmu.

 

[Without Words]

 

Yyeee akhirnya selesai juga nihh SongFic, maaf kalau agak melenceng dari lagunya..yang udh terkonsep seperti ini, jadi terima ajja dehh ya😉

Pos Sebelumnya
Tinggalkan komentar

155 Komentar

  1. Pita

     /  Agustus 2, 2013

    sekian lama gak bca ff yoonwon, terbayar sudah dgn cerita ini
    sweet ceritanya, full yoonwon
    sequel eonn

    Balas
  2. hanyoonwon

     /  Agustus 2, 2013

    without word
    #tanpa kata ku hayati stiap kata yg indah nan bermakna
    #tanpa kata kusesapi setiap moment istimewa
    #tanpakata kuterhanyut dalam cerita
    #hingga aku bingung menentukan sad endingkah??atw sebaliknya???
    tpi tak peduli dengan akhirnya yg pnting yoonwon tetap bersama bersatu slamanya tanpa ada orang ketiga …
    T.O.P dech buat authorrrrr OSnya keren…deabek …bagusss bnget aq suka susunan kata2nya ditambah lg ada kta2 bermaknanya….
    thanksss untuk author yg udah bikin OS sekeren ini …bsok2 bikin lg ne!!!
    #hehehehe
    mianhe baru koment pdahal kemarin udah baca…..
    #tanpa kata kuakhiri komentar dengan
    #keep writing jangan berhenti berkarya sebelum yoonwon menikah…
    #hahahaAmin…
    #ketularan WITHOUTnya author…jadi aqnya ngoment sok puitisss…
    hehehe

    Balas
  3. park ji ae

     /  Agustus 2, 2013

    Oh romantisnya ff mu eonn
    Kata katanya enak banget di hayeatin good lah buat eonni
    Semoga YoonWon real , go public dan selalu bersama

    Di tunggu FF lainnya ya

    Salam Nited~~

    Balas
  4. kyakx aku orang trakir ya kment,,,aku suka certany,awal aku baca aku pikir yong bkal jdian ama hae tryata ga,.

    Balas
  5. gra2 ni ff aq jdi nyariin lgu nya yg mna….

    ga prlu ditnya lah aq ska sma sf nya meski yaa…emg stlh dnger lgunya rda2 ngegalau gtu yaa. tpi syukur lah fic nya ga ikt ngegalau…#hahahaa

    emg gtu ya?
    cinta tak prlu kata hny cukup dgn rasa?
    tpi bgi qu cinta jga butuh pengungkapan lwt kata2 #halahhh

    Okey deh echa sayyaaannggggg….
    I`m waiting ur next project….
    #FIGHTING

    Balas
  6. rostina fince manalu

     /  Agustus 5, 2013

    Keren song fict nya eon ^^
    Ditunggu karya lainnya ya eon ..
    Fighting

    Balas
  7. Kwon Lia

     /  Agustus 5, 2013

    keren ffnya eonnie, tp msih ngambang nih endnya…
    bikin sequel ya eonnie;))
    keep writing & fighting ‘_’)9

    Balas
  8. kimy

     /  Agustus 9, 2013

    ini wajib bikin sequelnya thor. kerenrenrenreeeen. suka buangeeeetssss

    Balas
  9. Keren ~ tp ngegantung😦 !!

    Sequel yah thor😉😉 plieseee

    Balas
  10. kerenn thorr
    buat sequel nya ne thor

    Balas
  11. DeerDian407

     /  Agustus 15, 2013

    Ni ff bener2 DAEBAK !!! Bikinin sequel nya donkk eonn🙂

    Balas
  12. mutiara

     /  Agustus 21, 2013

    agak susah dicerna sih eon alurnya._. tapi tetep bagus kok ffnya;;)
    keren, aku kira yoong eonnie suka haeppa ternyata ohh ternyata-___-
    bikin sequelnya pasti tmbh seru eon
    ditunggu ya ff selanjutnya yg nggak kalah seru;;)

    Balas
  13. kadek

     /  September 6, 2013

    kok ngk da endingx lnjutin dong ff nya ne

    Balas
  14. Squel eonnie please.

    Balas
  15. so sweet moment yoonwon nya romantis,,,ff nya daebak,,di tunggu ff mu selnjutnya fighting!!

    Balas
  16. sov sweret yoonwon..tpi yoong knpa kmbLi k kanada kan kasian si simba mu

    Balas
  17. Anita harahap

     /  Oktober 21, 2013

    Ooohhh so sweet….
    Kata2ny begitu menyentuh…
    Daebak

    Balas
  18. aprilyoonwon

     /  November 14, 2013

    Daebakk..
    Onnie buat sequelnya dong…

    Balas
  19. intan putri

     /  November 14, 2013

    Keren…
    Bkin sequil nya dong eonn.. Jebal…

    Balas
  20. Merisa Hermina putri

     /  Desember 12, 2013

    Ahhhh sequel donk sequelll pleaseee sequelll donk authorrrrrr gak usah banyak banyak 3Shoot ajah sequelnyaaa pleaseeeeeee

    Balas
  21. Merisa Hermina putri

     /  Desember 12, 2013

    Ahhhh sequel donk sequelll pleaseee sequelll donk authorrrrrr, gak usah banyak banyak 3Shoot ajah sequelnyaaa pleaseeeeeee

    Balas
  22. ayu dian pratiwi

     /  Januari 30, 2014

    Keren
    . Gak mampu komentar lain deh. Keep writing eonni. .

    Balas
  23. Cha'chaicha

     /  April 19, 2014

    tnpa bnyk kta, ini crita yg luar biasa..

    Balas
  24. Hmm kok malah yyona eooni pergi sh pdhal kan baru jadian. Tp g pp. Tetep keren

    Balas
  25. Any

     /  Juni 10, 2014

    Selalu happy end yg aku suka…pertama baca song fic. Agak bingung karna ceritanya singkat.

    Balas
  26. Asik jg endingnya.. Cie yg jadian.. Jadi mereka LDR.an nih

    Balas
  27. Micka yoon A

     /  Agustus 19, 2014

    Keep writing eonni😉 fighting😀

    Balas
  28. melani

     /  April 3, 2016

    Yah kenapa mereka harus jauhan setelah ngungkapin perasaan masing”.. sequelnya dong buat yoona pindah sekolah di seoul jd mereka gak berhubungan jauh..

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: