[FF] Noona, I Love You (Chapter 3)

cover ff 'noona i love you'Noona, I Love You Chapter III by Uchie ( acc twitter : @RahmahUchi )  ||  Cast : Choi Siwon, Im Yoona, Choi Hanjoon (OC), Kim Yoojin, Moon Joowon, Kim Youngwoon aka Im Youngwoon ect  ||  Genre : Romance comedy, Family  ||  Type : Chapter  ||  Rate : PG 13  ||  Disclaimer : this story pure from my mind, I just borrow the name idol above. Please, don’t copy or bashing this story.

Credit poster by @Illah_Iluth

Typo Maafkan

Happy reading^^

 

 

Noona I Love You III

 

 

Suasana canggung sangat mendominasi ruang tamu keluarga tuan Im malam ini. Tuan dan nyonya Im yang sedang menjamu calon besannya beberapa saat yang lalu dikejutkan dengan kedatangan seorang pria dan seorang bocah lelaki kerumah mereka. Bocah lelaki tersebut tentu mereka kenal karena beberapa minggu yang lalu sempat menginap di rumah mereka, sedangkan sang pria mereka baru pertama kali melihatnya.

 

“Jadi Anda orangtua Joon?” Siwon sang pria yang ditanya tuan Im itu mengangguk. “Maafkan saya, malam-malam begini menganggu acara Anda. Saya akan pamit saja, karena sepertinya kami datang dalam waktu yang tidak tepat.” Siwon perlahan berdiri dari dudukannya dan menarik Joon, bocah lelaki tadi.

 

“Appa, aku belum bertemu Yoong-Noona.” Rengek Joon yang protes karena Siwon berniat pergi. “Appa Yoong-Noona, siapa mereka?” Tanya Joon polos mengarahkan tunjuknya pada tiga orang yang berada diseberangnya.

 

“Mereka temanku dan pria itu akan menjadi calon suami Yoong-Noonamu.” Jelas tuan Im disertai senyuman gemas menatap Joon. Ia memimpikan punya cucu sepintar Joon, mereka memang baru dua kali bertemu tapi tuan Im kelihatan menyayangi Joon. Entah kapan Yoona bisa memberikannya seorang cucu yang menggemaskan seperti Joon, pikirnya.

 

Ada perasaan aneh yang Siwon rasakan setelah mendengar penuturan tuan Im dan sepertinya ia sudah tak tahan lagi berada ditengah-tengah suasana seperti ini.

 

“Mwo?? Appa Yoong-Noona, dia tak pantas untuk Yoong-Noona. Yang pantas itu aku, aku lebih tampan, dan tentunya lebih segala-galanya dari pria itu.” Joon menatap sinis pria yang tengah duduk di apit orang tuanya. Tampilannya yang sedikit kuno membuat sifat jahil Joon muncul seketika. Joon berjalan mendekati ketiga orang didepannya dan berdiri tepat dihadapan pria yang akan dijodohkan dengan Noona kesayangannya.

 

“Ahjussi! Apa yang Ahjussi punya untuk mendapatkan hati Noona-ku eoh? Apa Ahjussi tak melihat penampilan Ahjussi? Ahjussi tak pantas untuk Noona-ku.” Joon menghardik dengan logat arogan yang dibuat-buat. Bukannya marah, orang-orang disana hanya senyam-senyum mendengarkan penghakiman yang Joon berikan.

 

“Joon-ah, jaga ucapanmu kepada yang lebih tua.” Siwon jadi sedikit malu dengan tingkah putranya. Joon terlihat tak peduli. “Ayo bilang! Ahjussi punya apa?” Dengan ragu-ragu si pria tersebut mulai menyebutkan apa yang dia miliki. Perusahaan kontraktor, mobil keluaran terbaru, rumah, apartemen semua dia sebutkan. Sepertinya dia memang termakan akan ucapan Joon.

 

“Kalau cuma itu aku juga punya, Appaku direktur perusahaan Choi Group, Ahjussi pasti tahu kan?” Semua orang disana tampak kaget tak terkecuali tuan dan nyonya Im. Siapa yang tak kenal perusahaan Choi Coorporation atau Choi Group. Perusahaan ternama yang bergerak disemua bidang usaha. Departemen store, percetakan, kontraktor, pertambangan bahkan di industri hiburan pun mereka punya andil penting.

 

Siwon makin tak enak hati dengan perkataan Joon. Terang saja, selama ini dia selalu bersembunyi di belakang layar. Tak ada yang tahu sosok pengganti Choi Kanghoo, mereka hanya mengetahui yang menggantikannya adalah putranya tapi ‘rupa’ nya tak pernah terekspos media.

 

“Jadi bagaimana Ahjussi? Apa Anda masih mau bersaing dengan saya?” Siwon tiba-tiba menarik tangan Joon dan membungkuk memohon maaf kepada pria yang dijahili Joon. Siwon mohon undur diri, dia benar-benar merasa dipermalukan oleh putranya sendiri. Joon berteriak-teriak memanggil Yoona, tapi Siwon berhasil membawanya ke dalam mobil dan meninggalkan rumah itu. Tuan dan nyonya Im masih melongo melihat kepintu keluar, mereka tak percaya dengan fakta yang baru mereka ketahui ini, sedangkan tamu mereka terlihat merasa rendah diri dan ikut mohon diri meninggalkan rumah keluarga Im. Mereka berpikir mungkin menjodohkan putra mereka dengan putri keluarga Im akan sia-sia, lihat saja saingan mereka putra pemilik Choi Coorporation. Mana mungkin mereka menang? Pikiran yang dangkal sebenarnya, tapi mungkin memang Yoona bukan jodoh sipria itu.

 

~~

 

Yoona, setelah dipaksa oleh Youngwoon akhirnya memberanikan diri bertemu tamunya. Dalam pikirannya berkecamuk kemungkinan-kemungkinan buruk yang bisa saja terjadi. Kalau Joon dan Ahjussi itu tahu ia akan dijodohan apa mereka akan menjauhinya? Ya itulah sebenarnya kemungkinan yang sangat tidak ia harapkan. Yoona terus saja menunduk berjalan dibelakang Youngwoon, menuruni anak tangga seperti sapi yang ditarik pemiliknya.

 

“Kemana pergi nya tamu-tamu kita Appa?” Youngwoon dengan wajah herannya bertanya. Yoona mendongakkan kepalanya, kosong! Yang ada hanya kedua orang tuanya. Kemana mereka? Tuan dan nyonya Im memandang Yoona dengan penuh selidik, saat Yoona menyadarinya ia kembali tertunduk. Sepertinya malam ini dia akan mendapatkan sesi tanya jawab dari orangtuanya.

 

Yoona duduk di sebelah Youngwoon sedangkan tuan dan nyonya Im duduk didepan mereka.

“Jadi apa pembelaanmu Im Yoona!” Yoona mencari-cari alasan yang masuk akal agar tidak diintimidasi oleh ayahnya dengan pertanyaan-pertanyaan lainnya. Dia harus bicara jujur sepertinya. “Pembelaan apa maksud Appa? Tentang Joon? Appa kan tahu waktu itu dia tersesat dan aku membawanya pulang, apa Appa lupa?”

 

“Bukan itu putri ku sayang.”

 

“Lalu?”

 

“Kenapa mereka datang ke rumah kita malam-malam begini?”

 

“Aku tak tahu Appa, mereka juga tidak bilang mau datang kesini.”

 

“Oke, kalau begitu apa kamu tahu Appa Joon itu siapa?”

 

“Tentu saja aku tahu, dia seorang pengusaha muda kan? Youngwoon-Oppa saja kenal dengannya.” Pandangan tuan Im beralih kepada Youngwoon. “Apa benar Youngwoon, kamu mengenalnya?”

Youngwoon mengangguk, “Iya, aku mengenalnya sebagai sesama pengusaha muda itu saja tak lebih.”

 

Tuan Im menghembuskan napas berat, ternyata kedua anaknya ini tidak mengetahui kebenarannya. “Kalau begitu kalian kembali kekamar. O iya, Yoona sepertinya perjodohanmu gagal total. Berterima kasihlah kepada bocah kecil itu. Appa tahu itulah yang yang kamu inginkan. ” Ujar tuan Im sambil menghela napas dan akhirnya berlalu dari tempat duduknya, diikuti oleh nyonya Im yang selalu setia mengekori suaminya.

 

“Mwo? Oppa apa aku tak salah dengar?” Yoona terlihat tak percaya, “Oppa aku tak salah dengar kan? Oppa!” Youngwoon hanya diam turut merasakan kebahagiaan Yoona. Dan dia pasrah saja ketika Yoona memeluk tubuh berisinya itu dengan erat. “Oppa! Akhirnya….”

 

“Kau harus berterimakasih kepada bocah itu.” Yoona melepas pelukannya, “Ya, aku memang harus berterima kasih padanya, apapun yang dia lakukan aku tak peduli yang penting dia sudah menolongku. Joon-ah Noona mencintaimu.” Yoona berdiri dan berlari kecil meninggalkan Youngwoon yang menetap heran adiknya itu.

 

“Apa dia menyukai bocah itu, makanya dia tak mau dijodohkan?” Lalu kemudian berteriak menyusul Yoona, “Yak, Im Yoona! Kau bercandakan? Kau mencintai bocah itu?!!” Yoona tak mempedulikan teriakan Youngwoon, yang ada dipikirannya apa yang akan dia berikan kepada Joon karena telah menyelamatkannya dari perjodohan mengerikan itu.

 

Ditempat lain, Siwon mengacak rambutnya frustasi mengingat kembali kejadian yang disebabkan oleh putranya. Joon duduk dengan santainya membolak balikkan majalah anak-anak yang memang menjadi langganannya setiap minggu. Siwon mengusap wajahnya, betapa malunya dia. Dan sekarang keluarga Im dan keluarga yang ia ketahui calon suami Yoona itu mengetahui jati dirinya. Apa jadinya kalau sampai Yoona mengetahuinya juga?

 

“Appa, sudahlah. Kenapa Appa begitu terlihat frustasi?” Siwon menghirup udara penuh, sepenuh yang bisa memenuhi rongga dadanya, ingin rasanya dia menghukum, menjewer telinga Joon tapi ia tahan. “Joon-ah.”

 

“Appa, sikapku tak salah, aku hanya ingin mempertahankan Yoong-Noona disisiku. Aku tak ingin dia dimiliki orang lain. Apalagi seperti ahjussi itu, benar-benar tak sepadan.” Memang benar yang Joon katakan, pikir Siwon. Mana mungkin tuan Im mau-maunya menjodohkan putri mereka dengan namja culun begitu. Oke, kalau mereka baik dan kaya mungkin, tapi setidaknya dia juga mempertimbangkan penampilan bukan? Siwon merutuki dirinya, apa urusannya? Kenapa dia bisa-bisanya beropini seperti ini. Dia bukan siapa-siapa kan?

 

Siwon mengarahkan tatapannya kepada Joon, “Appa harap ini terakhir kali kamu berbuat tidak sopan seperti itu dan jangan lagi sekali-kali mengumbar latar belakangmu Joon. Tetaplah rendah hati, oke. Kamu mau berjanjikan?”

 

“Tapi Appa…”

 

“Tak ada tapi-tapian Joon!”

 

“Walaupun mengungkapkannya kepada Yoong-Noonaku?”

 

“Ya, tanpa terkecuali. Kamu mengerti?!” Joon mengangguk dan kemudian menurut ketika Siwon menyuruhnya memasuki kamar. Jam dinding sudah menunjukkan pukul sebelas malam. Untung nyonya Choi tidak terbangun waktu mereka sampai dirumah, kalau tidak Siwon yakin dia juga akan kena introgasi dari ibunya itu.

 

~~

 

Yoona merapikan pakaian-pakaian yang barusan di coba para pengunjung butik Yoojin, nyanyian kecil terdengar meluncur dari bibir tipisnya. Sesekali ia bersiul atau menggumamkan lagu yang menjadi favoritnya saat ini. Yoojin yang tidak sengaja mendengarnya jadi penasaran dan menyikut dengan Yoona.

 

“Wae?”

 

“Kau yang kenapa! Apa ada hal menyenangkan yang terjadi? Apa kau berhasil mendapatkan hati duren itu?” Yoona hampir saja menjitak kepala Yoojin kalau saja Yoojin tak melakukan pertahanan dengan melindungi kepalanya.

 

“Aishh… Kau benar-benar membuatku stress.”

“Stress? Kau saja bersiul-siul dengan senyum yang tidak pernah lepas dari bibirmu itu, kau bilang aku stress? Kau yang sudah mulai kehilangan kewarasanmu karena tersenyum sendiri seperti itu.

 

“Haruskah aku menceritakan penyebab aku begitu senang pagi ini?” Yoojin mengangguk antusias, “tentu saja, aku sudah terlibat terlalu jauh.” Yoona hanya mendengus ke arah sepupunya itu. Akhirnya Yoona menceritakan semua pada Yoojin, tentu saja membuat Yoojin membelalakkan mata saat mendengar cerita Yoona.

“Kau sangat beruntung, Samchon tidak memaksa kehendaknya padamu.”

“Dan itu karena Joon, entah apa yang ia katakan hingga membuat ayahku menerima kekalahannya.” Yoona menatap Yoojin dengan kerlingan yang Yoojin yakin ini akan membuatnya sedikit susah, “Sepupuku yang cantik, maukah kau menemaniku berkunjung ke rumah Joon?” Yoojin menghela napas berat, tepat seperti yang ia duga.

 

“Yoonaku sayang, bagaimana dengan butik?”

 

“Kau bisa meninggalkannya dengan Kanghee, dia kan asisten kepercayaanmu.”

 

“Tapi aku harus menyelesaikan rancanganku,”

 

“Yoojin-ah, kau mau mencari-cari alasan? Kulihat tak ada gambar rancangan di atas meja kerjamu, kau belum memulainya.”

 

“Oke, baiklah aku akan menemani tapi nanti sore. Kau masih harus mematuhi peraturan disini nona Im.” Yoona mendesah pelan, “Ya, aku tahu.” Yoona berbalik kembali menuntaskan pekerjaannya sambil mendumel dalam hati.

 

~~

 

“Kau tak akan lama kan? Aku tak menyangka rumahnya sebesar ini, bukan! Ini bukan rumah, ini lebih mirip mansion.” Yoojin terkagum-kagum memandangi bangunan yang begitu mewah didepannya.

“Aku juga tak menyangka disini tempat tinggal Joon, aku jadi menyesal tak meminta uang balas jasa dari ayahnya itu. Aww… Kenapa kau menjitakku?”

 

“Apa kau gila?! Kau itu kaya Yoona, hidupmu lebih dari cukup. Masa mau memanfaatkan hilangnya seorang bocah.” Yoojin melangkah meninggalkan Yoona menuju pintu depan, “Bukankah kata satpam tadi kita hanya perlu menekan bel dipintu ini kan?” Yoona mengangguk.

 

Setelah menunggu beberapa menit bel berbunyi, pintu utama rumah tersebut terbuka, menampakkan sosok wanita yang tidaklah bisa dikatakan muda tapi juga tidak terlalu tua.

“Maaf, saya ingin bertemu Choi Hanjoon, apa dia ada dirumah?” Yoojin langsung to the point menyatakan urusannya disini, ia pikir lebih baik bicara langsung supaya wanita yang terlihat agak meneliti itu tak bertanya macam-macam lagi padanya. Wanita itu kemudian mengalihkan pandangannya kepada Yoona yang terlihat sibuk melihat-lihat kebun bunga dibelakang Yoojin.

 

“Omoo!!” Sang wanita itu menutup mulutnya dengan pandangan tak percaya menatap Yoona. Wanita itu setengah berlari kedalam rumah meninggalkan Yoojin dan Yoona. “Ada apa dengannya?”

 

“Eug? Ada apa Yoojin?”

 

“Entahlah, sepertinya ada yang salah pada wanita pekerja disini.” Yoona tak lagi bertanya malah semakin tertarik setelah melihat bunga kecil-kecil yang berwarna-warni yang tumbuh menjalar di sudut taman, ia pun mendekat menyentuh bunga-bunga itu.

 

Tak berapa lama, pelayan yang tadi sempat membuat bingung Yoojin kembali dan mempersilahkan Yoojin dan Yoona memasuki rumah tersebut.

 

“Saya tak tahu kalau Joon mempunyai teman-teman yang jauh lebih tua darinya.” Nyonya Choi muncul dengan dandanan terbaiknya, seperti biasa. Sesaat terpaku pada Yoona, tapi buru-buru mengulurkan tangannya untuk berkenalan.

 

“Saya Kim Yoojin.” Nyonya Choi meraih tangan Yoojin yang terulur kepadanya dan kemudian pandangannya beralih ke Yoona.

 

“Saya Yoona, Im Yoona.” Tangan nyonya Choi sedikit lebih lama menggenggam tangan Yoona.

“Saya neneknya Joon. Silahkan duduk.”

 

Yoojin dan Yoona pun berbincang-bincang dengan nyonya Choi, walau perbincangan ini lebih bisa dibilang introgasi yang halus dari nyonya Choi kepada Yoona. Bagaimana tidak, Yoona ditanyai tentang keluarganyanya, pendidikannya, dan sampai-sampai ke masalah pribadi yang sepertinya tidak sopan ditanyakan pada saat pertemuan pertama mereka. Walau Yoona merasa tidak nyaman, tapi ia berusaha untuk menjawab. Yoojin yang seperti lalat dalam percakapan itu hanya bisa diam dan menatap bosan kedua wanita beda usia itu. Sungguh sangat disayangkan tidak ada Joowon disini, pikirnya.

 

“Maaf Ahjumma saya jadi melupakan tujuan saya datang kesini, saya ingin bertemu Joon.” Yoona terlalu asyik dengan perbincangannya setelah disikut Yoojin akhirnya langsung menanyai Joon.

“O iya, saya hampir lupa. Joon sedang berada dikantor ayahnya,” nyonya Choi melihat Jam dinding, “Mungkin setengah jam lagi mereka sudah dirumah.”

“Oo, baiklah kami akan menunggu.”

 

~~

 

Dilain tempat, Joon terlihat merengek meminta Siwon mengantarkannya ke butik Yoojin. Dan Siwon tampaknya benar-benar lelah dengan kerjaannya hari ini, ingin beristirahat dan mengacuhkan rengekan Joon.

“Kalau kamu tidak naik mobil sekarang, Appa akan meninggalkanmu!” Mau tak mau Joon mengalah dan akan memikirkan cara lain agar ayahnya dapat mengantarkannya menemui Yoona.

 

Setelah sampai didepan rumah megahnya, Siwon bergegas keluar dari mobil dan menurunkan Joon. “Appa tidak mau mendengar permintaanmu itu Joon, Appa sedang lelah jadi tolong mengerti.” Joon hanya mengangguk. Siwon berjalan kedalam rumah, tidak mempedulikan kenapa pintu depan rumahnya terbuka dan tiba-tiba teringat sesuatu, ia membalikkan tubuhnya, “Dan jangan coba-coba minta tolong kepada Samchonmu, Appa tidak akan mengijinkannya membawamu hari ini.” Joon yang baru memasuki pintu itu mengangguk lemah. Ruang tamu memang tidak berada tepat didepan pintu utama, jadi Siwon mungkin tak akan melihat tiga orang wanita yang sedang duduk disana sedang memperhatikan tingkahnya.

 

“Mereka sudah pulang,” nyonya Choi yang rencananya menyambut putra dan cucunya itu jadi mengurungkan niatnya setelah mendengar peringatan Siwon untuk Joon. “Kalian tunggu sebentar ya.”

 

Yoona dapat melihat raut wajah Siwon dengan jelas saat berbalik menatap Joon tadi. Wajah lelah yang masih terlihat memikat menurutnya, ya ampun apa yang ia pikirkan. Yoona buru-buru mengalihkan pandangannya, mencoba membuang pikiran yang menurutnya tidak pantas berada di otaknya.

 

“Noona!”

Yoona tersadar, “Joon-ah,” agak risih sebenarnya Joon memeluknya seerat itu.

“Noona, aku merindukan Noona.” Yoona jadi tergelak, “Baru beberapa hari kita tidak bertemu Joon.” Joon mengeluh dan mulai menceritakan bagaimana tadi malam ia ingin bertemu dengan Yoona tapi akhirnya memutuskan pulang karena Siwon memaksa. “Noona akan dijodohkan kan. Aku jadi patah hati.”

 

“Joon-ah, Noona cantik mu ini tak jadi dijodohkan karena dirimu. Dan ini hadiah untukmu.” Yoojin langsung saja menyodorkan bag paper yang sedari tadi diletakkan di samping kursi. Joon tampak berseri-seri mengetahui rencana nya berhasil, ia tahu orang akan minder bila ia mengatakan siapa ayahnya sebenarnya.

Suara deheman nyonya Choi membuat mereka semua melirik ke arah wanita paruh baya itu, “Joon kamu ganti baju dulu ya, lalu makan malam temani noona-noonamu oke.” Joon mengangguk antusias.

 

“Ahjumma, tidak usah, kami permisi saja karena tujuan saya hanya mau berterima kasih pada Joon.”

 

“Tidak, kalian tidak boleh meninggalkan rumah ini sebelum makan dulu disini. Sementara Joon mengganti pakaian, saya akan meminta pelayan menyiapkan makanan sekalian memanggil Siwon.” Yoona terdiam. Memikirkan makan malam dengan ahjussi tampan itu, Yoona merasakan keanehan pada dirinya.

 

“Ayo Joon,” ajak nyonya Choi, “Kalian tunggu sebentar ya.” Yoojin hanya mengangguk lemah, saat Yoona memutar kepalanya ke arah Yoojin, ia hanya mendapat respon bahu yang terangkat pasrah.

 

~~

 

Terlalu awal sebenarnya kalau dikatakan ini makan malam, tapi kehendak nyonya Choi siapa yang bisa melawan. Siwon yang awalnya kaget saat nyonya Choi mengatakan bahwa dirumahnya ada Yoona sempat berpikir apa Yoona kesini karena kejadian semalam? Apa Yoona ingin mengakhiri persahabatannya dengan Joon, yang sebenarnya kalimat itu lebih ditujukan kepadanya. Dengan mempersiapkan segala kemungkinan yang bisa terjadi, Siwon pun mengikuti perintah sang ibu ikut makan malam bersama tamu-tamu Joon. Dan wajah nyonya Choi yang seperti ingin mengintrogasinya tak terlalu ia pikirkan. Kalau pun nanti ibunya itu memaksa kenapa Siwon menyembunyikan kebenaran tentang Yoona, Siwon hanya perlu menjawab sejujurnya.

 

Suasana makan malam ini membuat jantung Siwon dan Yoona berdegup, tapi mereka berhasil mengatasi kecanggungan mereka karena ada Joon yang selalu bisa mencairkan suasana.

 

“Saya minta maaf atas kejadian malam kemarin, tidak seharusnya kami bertamu malam-malam.” Siwon menyatakan perasaan tak enaknya saat mereka berdua sudah menjauh dari Yoojin yang sedang asyik mengajari Joon bermain permainan yang dihadiahi kepadanya tadi.

“Saya yang harusnya berterima kasih, karena Joon saya tidak jadi dijodohkan. Sebenarnya Appa dari dulu berusaha menjodohkan saya dengan anak rekan bisnisnya, tapi saya selalu menolak. Sampai akhirnya fasilitas saya dicabut, makanya saya sekarang bekerja menghasilkan uang sendiri. Dan saya tidak menyangka perjodohan itu tetap saja berlanjut, apa Ahjussi tahu kemarin itu saya dijebak. Kalau saya tahu dirumah ada orang-orang itu, saya tak akan mau pulang kerumah.” Jelas Yoona panjang lebar dengan nada kesalnya membuat Siwon tak dapat menahan tawanya.

 

“Waeyo? Kenapa menertawakan saya?”

 

Sambil terbatuk-batuk menahan tawanya, Siwon mengangkat tangannya, “Ani, aniyo. Tapi kau benar-benar lucu.” Yoona mendelik kesal, “Dan bisakah kita menggunakan bahasa informal, bahasa formal membuat kita sedikit kaku kurasa.”

Yoona menatap Siwon penuh selidik, “Jangan berpikiran macam-macam, kau teman Joon berarti teman ku juga jadi bukankah lebih baik kita menggunakan bahasa santai?”

“Hmm… Baiklah, tapi jangan harap aku akan mengubah panggilan ku untuk mu, Ahjussi.” Yoona tersenyum menggoda.

 

“Tidak masalah, ku anggap itu panggilan spesial untukku.” Hati Yoona berdesir, panggilan spesial? Siwon menganggap panggilan darinya adalah panggilan spesial? Yoona merasa jantungnya ingin meledak saking senangnya dengan kalimat Siwon itu.

 

Siwon menatap bintang yang bertaburan dilangit, tempat ia dan Yoona berdiri adalah sebuah balkon ruang tamu yang tidak terlalu tinggi tapi dari situ ia bisa leluasa melihat ke atas langit, sedangkan Yoona masih berkutat dengan perasaannya.

 

“Setiap aku memandang bintang-bintang itu, aku pasti akan teringat ibu Joon, sama saat memandang wajahmu, aku pasti akan teringat dia.” Siwon mengalihkan pandangannya pada Yoona, tatapan mereka bertemu.

Yoona membuang muka, “Pasti sangat menyakitkan ya.” Nadanya terdengar miris, Yoona merasakan sesak dihatinya, “Sepertinya aku tidak boleh terlalu sering menampakkan diri dihadapanmu Ahjussi.” Dengan kalimat terkesan bercanda.

 

Siwon tertawa kecil, “Bukan, bukan begitu. Kau sepertinya salah paham. Malah aku senang melihatmu, rasanya seperti ruang kosong itu terisi kembali.”

 

“Noona, apa yang Noona lakukan disini. Ayo ikut aku. Appa mencoba mencuri Noonaku ya? Tidak akan kubiarkan.” Joon yang tiba-tiba muncul ditengah mereka menarik tangan Yoona agar mengukutinya. Siwon terkekeh geli mendengar celoteh anaknya itu. Yoona, pikirannya masih melayang pada kalimat terakhir Siwon ‘terasa ruang kosong itu terisi kembali’, apa maksudnya?

 

~~

 

“Keluarga Joon sangat hangat ya, apalagi ahjumma Choi.”

 

“Ya begitulah.”

 

“Tapi aku melihat sesuatu yang ganjil disana, pelayannya itu menatapmu dengan aneh.”

 

“Oya? Aku tak memperhatikannya. Mungkin karena wajahku yang mirip dengan ibu Joon. Bukankah itu reaksi yang biasa?”

 

“Iya juga sih, oh ada apa ini?”

Yoona menepikan mobil yang dikendarainya dengan wajah menyesal ia menatap Yoojin, “Yoojin-ah aku lupa mengisi bahan bakarnya, otthoke?”

 

“Aisshh… Kau ini!” Yoojin berdecak kesal sambil memelototi sepupunya yang hanya bisa tersenyum mohon maaf.

 

 

~~

 

 

Dikediaman keluarga Choi, Siwon tampaknya bersiap-siap mendengar ceramah atau pertanyaan panjang yang akan di sodorkan oleh ibunya. Ya akibat kebohongannya dahulu yang sempat tak mengakui seseorang yang mirip dengan Hyena.

“Jadi sekarang Eomma bisa mendapatkan penjelasan bukan? Beberapa minggu yang lalu kau menyangkalnya tapi dari yang Eomma lihat dia memang mirip Hyena.”

 

“Ya, Eomma benar,” Siwon menunduk, “Aku hanya tidak ingin menyamakan Hyena dengan orang lain, aku harap Eomma mengerti.” Nyonya Choi tampak menyadari kegetiran yang dirasakan putranya dan ia pun memeluk Siwon. “Sudah saatnya kamu membuka hatimu, ini sudah lebih dari dua tahun dan Eomma lihat Joon menyukainya.” Siwon melepas pelukan nyonya Choi. “Eomma! Eomma tidak berpikir kalau Yoona…..” Sebelum Siwon menyelesaikan kalimatnya nyonya Choi mengangguk.

“Eomma itu tidak mungkin, aku tak pernah memikirkan hal itu. Dia hanya sebatas teman Joon tidak lebih dan… ” Terjadi jeda yang cukup lama, “Aku rasa aku tak akan pernah lagi memiliki perasaan yang sama seperti perasaanku kepada Hyena.” Siwon berjalan meninggalkan nyonya Choi dengan hati yang tidak tenang, dia bohong tentu saja. Sudah jelas ia memiliki perasaan kepada Yoona tapi dia juga tak sepenuhnya berbohong kalau perasaannya tak sedalam perasaannya kepada Hyena, mungkin belum dan tidak ada yang tahu apa yang mungkin akan terjadi nanti.

 

~~

 

Setelah kejadian mobil mogoknya dua hari yang lalu, Yoona akhirnya mengembalikan mobil itu kepada Youngwoon, walau sebenarnya masih ada waktu beberapa hari lagi tapi Yoona memutuskan tak akan mau lagi memakai mobil kakaknya itu. Dan, kembali ke rutinitas semula, naik bis. Sepertinya sekarang Yoona lebih menikmati hidup dengan pas-pasan, tanpa uang saku orangtua ternyata memberi kepuasan tersendiri bagi Yoona.

 

Yoona baru saja menginjakkan kakinya di butik, namun langkahnya terhenti mendengar teriakan Yoojin, “Yak! Yoona! Pakaian apa yang kau pakai? Kau itu bekerja di butik kenapa pakaianmu sangat menganggu pemandangan seperti ini?”

“Yoojin-ku bukankah aku juga biasa seperti ini?”

“Untuk hari ini aku mohon, pakailah pakaian wanita. Aku akan kedatangan tamu eh tidak pelanggan penting.”

“Memangnya siapa sih?”

 

“Sudahlah, cepat ganti sana. Pakai saja pakaianku yang ada di ruanganku.” Yoona dengan kesal menuruti perkataan Yoojin, jelas saja bertanya-tanya tentang pelanggan yang Yoojin katakan tadi. Seberapa pentingkah?

 

Beberapa menit kemudian Yoona keluar mengenakan dress selutut, sedikit membuatnya tidak nyaman. “Yak! Jangan ditarik-tarik begitu Yoong, kau bisa merusak gaunku.”

“Kau ini, siapa yang menyuruhku menggunakannya eoh?” Yoojin yang berniat membalas mengurungkan niatnya saat mendengar pintu butik yang terbuka. “Omoo, mereka sudah datang, ayo Yoong kau harus menemaniku.” Yoojin menarik tangan Yoona kebagian depan butik.

 

“Annyeong haseo Ahjumma, Joowon-ssi, Fany-ssi.” Yoojin membungkukkan badannya diikuti Yoona yang tampaknya sudah tahu alasan kenapa dia harus memakai dress.

“Apa kabar Ahjumma?” Yoona tersenyum melihat raut wanita paruh baya itu.

“Baik Yoona-ssi,” nyonya Moon menyipitkan matanya, “Penampilanmu tampak berbeda Yoona, dari saat kita bertemu minggu lalu.” Yoona merona dengan senyum dipaksakan sambil menyikut Yoojin, “Tentu saja Ahjumma, Yoona bekerja disini, sudah sepantasnya memakai pakaian yang menggambarkan butik ini.” Joowon tampak terkikik merusaha menahan tawanya saat melihat wajah Yoona yang kesal.

 

“Fany-ssi dan Ahjumma mau mencari apa? Biar saya yang temani.” Yoojin pun menghela penggunjung istimewanya itu menuju pakaian-pakaian yang tersusun rapi di sudut butik. Joowon malah mendekati Yoona dan akhirnya tawanya pecah.

 

“Wae? Kenapa kau tertawa?”

 

“Wajahmu lucu sekali.”

 

“Aisshh… Gara-gara kau aku harus memakai dress menyebalkan ini.”

 

“Aku?”

 

“Ya gara-garamu, Yoojin ingin mengambil hati ibumu dan adikmu.”

 

“Kenapa?”

 

“Karena dia menyukaimu Joowon-ssi, apa kau tak menyadarinya?” Joowon memikirkan maksud dari kalimat terakhir Yoona. “Apa kau bilang tadi?”

 

“Ah, sudahlah.” Yoona berjalan meninggalkan Joowon dan mengikuti kemana Yoojin membawa pelanggan spesialnya itu sedangkan Joowon melayangkan tatapannya pada Yoojin tepatnya punggung Yoojin, “Dia menyukai ku?”

 

 

To be Continued

 

 

Maaf sebesar-besarnya bagi pada readers yang udah nungguin cerita ini. Hampir 2 bulan gak nongol, karena terkena penyakit moody(?) dan sejenisnya. Mohon maaf juga kalau ceritanya jadi absurd begini T_T. Sebenernya ini udah jadi lama, cuma kayaknya kependekan. Tapi akhirnya aku kirim aja, soalnya takut tambah lama ngepostnya.

 

Koment & likenya dibutuhkan demi kelangsungan(?) cerita ini, jangan jadi siders ya…. Harap sabar untuk nungguin kelanjutannya… Annyeong…. #tebarlove

 

Admin Kece Resty & Echa makasih ya udah mau nampung & post cerita ini,love u… #bighug

Tinggalkan komentar

200 Komentar

  1. Makin seru nih….udah mulai deket tuh yoonwon … ^_^

    Balas
  2. Widya zee yoonwonited

     /  Januari 13, 2015

    Wah Yoojin jatuh cinta nih ama jowon

    Balas
  3. yeayyyy joon blak blakan bangettt, . . . hahaha

    Balas
  4. shella

     /  Januari 24, 2015

    aigooo tingkah joon bkin gemes apalagi pas acara perjodohan.. cerita y seru

    Balas
  5. Mkin…sru jh y crt.a….

    Balas
  6. Ada-ada saja ya joon,demi noona nya dia menggunakan semua kekayaan dan kekuasaannya hahaha…
    Lanjuut deh

    Balas
  7. Ada2 aj joon demi yoona unnie dia buka idetitas appax
    Next…

    Balas
  8. ky’y siwon mulai menyadari klo dia mulai menyukai yoona, kira2 bagaimana reaksi joon klo tau appa’y mulai menyukai yoona..

    Balas
  9. Yaya

     /  Juni 6, 2015

    hahaha joon kelakuanmu emang bnr bnr ya, kau membuat perjodohannya batal dn sprtinya yoonwon udh mulai menyadari kalo.mereka sedang jatuh cinta

    Balas
  10. Zhahra

     /  Juli 23, 2015

    Akhirnya… Joon memang bocah hebat… Aku seneng perjodohan yoona unni akhirnya di batalkan wooooh.. Joon i love you again..hehehehe….
    Yoona unni lulusan desainer tapi penampilan ala kadarnya…
    Astaga unni kau lebih cantik memakai gaun yaaah walaupun pakaian apapun akan membuat unni tetep cuantik…

    Balas
  11. Uahh makin seru…udah ada moment yoonwon…yoojin fighting..joowon juga suka kan sama yoojin??next

    Balas
  12. feby choi

     /  November 8, 2015

    wkwwkwkk kasian yoona jadi korban yoojin, kocak lgi waktu joon mengerjai ‘mantan calon tunangan’ yoona… sumpah itu anak ada” aja kelakuannya
    good job thor…

    Balas
  13. ria

     /  November 17, 2015

    Joon lucu&pinter jg ya…

    Balas
  14. arum

     /  Desember 29, 2015

    Joon pintar dan lucu. Ceritanya keren banget.

    Balas
  15. arum

     /  Januari 3, 2016

    Joon sangat pintar dan lucu. Ceritanya bagus banget.

    Balas
  16. Nhiina

     /  Maret 10, 2016

    Kyaa ! akhirnya daddy mulai jatuh cinta sama mommy..
    meskipun gga sebesar cintanya ke hyena…
    kerja bagus joon

    Balas
  17. ayana

     /  Maret 16, 2016

    joon lucu banget waktu dia ngacauin acara perjodohannya yoona., siwon udah mulai fall in love ke yoona nich., makin seru.,

    Balas
  18. desy amanaf

     /  Maret 19, 2016

    joon ngegemesin aja, tuh anak tingkahnya kayak orang dewasa aja
    kocak banget, joon cemburu kali ya sama yoona noonanya hahaha
    joon pinter banget,

    Balas
  19. raratya19

     /  Agustus 20, 2016

    Agak sedih krna kyknya diwon emg blum bisa ngelupain istrinya,, kshan yoona nantinya klo trnyata swon dkt sm dia hanya krna mirip hyena

    Balas
  20. Riu

     /  September 7, 2016

    Kelakuan joon benar2 gokil..haha..cemburu buta..

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: