[FF] BABY PROPOSAL – Because love does not need a reason (Chapter 3)

[FF] BABY PROPOSAL Because love does not need a reason (Chapter 3)

 

Author             : Ravikha Indriani

Twitter             : @pikhapikhu

Length             : Chapter

Rating             : PG 17

Genre              : Marriage Life, Angst , Romance , sad , tentuin sendiri aja

Main Cast      :

Super Junior  Siwon

SNSD  YoonA

Support Cast :

SNSD Tiffany

SNSD Yuri

SNSD Jessica

Super Junior Donghae

2 AM Seolung

SNSD Sunny

Tn & Ny Choi

Tn & Ny Im, etc

 

Warning: typo  bersembunyi dimana-mana

 

 

 

#Happy Reading#

 

Sejak pernikahan Stella, Siwon menenggelamkan diri pada pekerjaan. Berusaha keras untuk melupakan kekasihnya dan mengacuhkan rasa sakit hatinya. Lupa diri dan lupa waktu. Siwon juga tidak ikut campur dengan pernikahannya dengan Yoona. Jika Eomma-nya tidak mengingatkan, dia pasti pada Yoona. Lupa pada acara pernikahan yang akan dilangsungkan esok hari. Siwon juga tidak pernah bertemu Yoona setelah kejadian di kampus Yoona. Dia masih teringat kata-kata yang diucapkan Tiffany. Kata-kata itu selalu terngiang di kepalanya. Entah dia bisa melakukannya atau tidak. Karena keasyikan melamun, Siwon tidak tahu kalo sekretarisnya memanggil.

 

“Sajangnim…” ucap Sekretaris Siwon dan membuyarkan lamunannya.

 

“Oh, wae?” Tanya Siwon menatap Sekretarisnya.

 

“ada tamu yang ingin bertemu dengan sajangnim tapi dia belum membuat janji, namanya nona Tiffany dan nona Yuri,” lanjutnya dan membuat Siwon kaget. Ada apa lagi mereka kesini, batin Siwon.

 

“Suruh mereka masuk,” perintah Siwon. Siwon pun merapikan berkas yang ada di mejanya.

 

“Annyeonghaseyo, Siwon-ssi,” sapa mereka berdua.

 

“Annyeonghaseyo, silahkan duduk,” ucap Siwon mempersilahkan.

 

“Ada apa kalian menemui ku? Aku akan menikahi sahabat kalian besok dan aku tidak akan lari,” ucap Siwon dingin.

 

Yuri menghela napas. Dia mencoba untuk meredam emosinya. “Apa kau yang menyebarkan berita kalau Yoona hamil?” Tanya Yuri ketus.

 

“Mwo??? Kenapa harus aku, aku tidak pernah bertemu dengan Yoona sejak di kampus waktu itu. Lagi pula untuk apa aku menyebarkan berita itu. Tak ada gunanya sama sekali buat ku,’ ucap Siwon.

 

“tapi berita itu sudah tersebar di Kampus dan Yoona tidak kuliah. Makanya kami kesini untuk bertanya padamu Siwon-ssi. Kalian berdua sama-sama dari keluarga terpandang mungkin berita pernikahan kalian juga menyebar dengan cepat, tapi tidak mungkin kalau keluarga Im yang menyebar berita ini,” kata Tiffany yang memandang lekat Siwon.

 

“lalu kalian menuduh keluargaku yang menyebarkannya. Itu jelas tidak mungkin,” ketus Siwon.

 

“Lalu siapa yang menyebar berita ini?” gumam Yuri. Yuri meremas rambutnya frustasi.

 

“Kalau kau bertanya padaku, aku jawab tidak tahu. Aku sibuk bekerja dan tidak mengurus hal yang tidak penting seperti itu,” kata Siwon kemudian.

 

“Mwo? Kau bilang tidak penting. Kau yang menghancurkan Yoona dan Kau bilang masalah ini tidak penting,” teriak Yuri. Yuri tidak mengerti dengan sikap namja yang ada dihadapannya ini. Tiffany mencoba untuk menenangkan Yuri.

 

“Bisa tidak kau tidak berteriak dikantor ku?” ketus Siwon.

 

“Mianhae atas sikap temanku Siwon-ssi. Tapi aku mohon kau jangan luapa kan kata-kata ku waktu itu,” ucap Tiffany dan langsung berdiri. “ Kajja Yul…” ajak Tiffany. Tiffany membungkukkan badannya dan segera pamit karena percuma dia berbicara panjang lebar. Yang penting dia tahu kalau bukan Siwon yang menyebarkan berita itu.

 

Siwon menghela napas kasar setelah kepergian dua sahabat Yoona itu. Siwon memejamkan matanya untuk menenangkan pikirannya yang sudah kacau. Besok dia akan menikah. Setelah dirasa cukup tenang, Siwon bangkit dari duduknya dan mengambil kunci mobilnya. Dia keluar dari ruangannya.

 

“Sajangnim, Sajangnim…” panggil Sekretarisnya tapi Siwon hanya berlalu dan tak menanggapi panggilan Sekretarisnya itu. Kenapa lagi dengan Sajangnim, batin Sekretaris yang bernama Seohyun.

*******

 

Siwon mengemudikan mobilnya menuju Sungai Han, tempat yang selalu dia datangi saat hatinya sedang dalam kondisi tak baik. Setelah memarkirkan mobilnya, dia keluar dan berjalan untuk mencari sebuah bangku. Semua bangku nampak terisi, entah kenapa hari ini Sungai Han sangat ramai oleh pengunjung. Hanya ada satu bangku yang diduduki oleh satu orang. Mungkin aku bisa duduk disana, bati Siwon. Siwon pun berjalan ke arah bangku tersebut, nampak seorang yeoja tengan duduk disana. “Sepertinya aku pernah melihat orang itu,” gumam Siwon. Ternyata memang benar, yeoja itu adalah orang yang dikenalnya, Im Yoona. Yeoja yang akan dinikahinya esok.

 

“Yoona-ya…” Panggil Siwon yang mengagetkan Yoona.

 

“Oh, Siwon-ssi…” Balas Yoona yang masih kaget karena kedatangan Siwon.

 

“Kenapa kau disini?” Tanya Siwon sambil mendudukkan dirinya di bangku itu tepat disebelah Yoona meskipun tak terlalu dekat.

 

“Aku hanya menenangkan diriku saja,” jawab Yoona dengan mata memandang lurus ke depan.

 

“Bagaimana keadaanmu? Apa kau baik-baik saja?” Ucap Siwon dengan nada melunak.

 

“Nan gwenchana siwon-ssi. Kenapa kau bertanya seperti itu,” ucap Yoona kemudian.

 

Setelah percakapan sedikit itu, mereka berdua hanya diam. Mereka menikmati semilir angin yang berhembus. Rasa tenang yang mereka berdua inginkan pun didapat keduanya. Cukup lama terdiam, Yoona akhirnya bersuara. “Ehm, Siwon-ssi… Aku  pulang dulu,” pamit Yoona. Siwon hanya diam. Yoona melangkahkan kakinya, tapi langkahnya terhenti karena ada yang menahan lengannya. “Chakkaman, aku antar kau pulang…” Ucap Siwon yang langsung menggandeng tangan Yoona.

 

“Aku bisa pulang sendiri Siwon-ssi,” kata Yoona dan berusaha untuk melepaskan gandengan tangan Siwon. Siwon tak menggubris ucapan Yoona. Dia terus menarik tangan Yoona menuju mobilnya. Siwon membukakan pintu mobilnya, ” masuklah…,” suruh Siwon. Yoona tak bergerak untuk masuk ke dalam mobil. “Masuklah, kita perlu bicara,” kata Siwon memohon.

 

Akhirnya Yoona pun masuk ke dalam mobil Siwon. Setelah Yoona masuk, Siwon pun segera masuk ke mobil dan mengemudikan jalannya. Jalanan Seoul yang padat membuat perjalanan mereka semakin lama. Tak ada pembicaraan sama sekali didalam mobil. Siwon fokus mengemudi sedangkan Yoona memandang ke luar jendela. Tak lama kemudian Iphone Siwon berbunyi, dia hanya melihat nama yang tertera dilayar Iphone-nya tapi tak mengangkat telpon itu. Lama Iphone itu berbunyi dan akhirnya mati. Tak lama kemudian Iphone itu berbunyi lagi. Yoona yang semula tak peduli akhirnya angkat bicara,  “Siwon-ssi, apa kau tak mengangkat telponnya?” Tanya Yoona.

 

Siwon hanya menoleh ke arah Yoona dan setelah itu kembali fokus mengemudi. “Angkat saja, siapa tahu penting?” Kata Yoona kemudian.

 

“Kau bisa diam tidak! Aku sedang mengemudi, apa kau mau kita mati!” Teriak Siwon kesal.

 

Yoona yang kaget dengan teriakan Siwon hanya bisa menahan emosi dan air matanya agar tak jatuh dihadapan namja itu. Siwon segera mengambil Iphone-nya dan langsung mematikannya. “Turunkan aku disini!!!” Kata Yoona tanpa melihat ke arah Siwon. Yoona kesal dengan sikap Siwon yang pemarah seperti ini. Dia tak habis pikir, Siwon yang mengajaknya bicara tapi dia yang malah dibentak. Siwon tak menggubris ucapan Yoona.

 

“Cepat turunkan aku disini, CHOI SIWON!” Yoona yang sudah habis kesabarannya akhirnya teriak dengan keras. Siwon pun segera menepikan mobilnya. Yoona segera membuka pintu mobil tapi tak bisa. “Buka kunci pintu mobilmu, Siwon-ssi,” kata Yoona kesal.

 

“Kita belum bicara Nona Im,” kata Siwon.

 

“Tak ada yang perlu dibicarakan. Cepat buka pintunya aku mau pulang,” kata Yoona kemudian.

 

“Dengarkan dulu apa yang akan ku katakan,” kata Siwon sambil memandang wajah Yoona.

 

“Dari tadi kau sudah bicara bahkan kau sudah membentak ku. Aku tak yakin akan menikah denganmu besok,” kata Yoona menahan air matanya yang hampir jatuh.

 

“Apa yang kau katakan? Jika kau tak menikah dengan ku, apa kau akan menggugurkan kandunganmu?” Tanya Siwon serius.

 

“Apa pedulimu? Aku mau menggugurkan kandunganku atau tidak itu bukan urusanmu,” jawab Yoona dingin.

 

“Apa kau gila. Bayi itu juga anak ku.” Teriak Siwon kesal. Siwon tak habis pikir bisa-bisanya yeoja ini tak mau menikah padahal besok adalah hari pernikahannya.

 

“Aku bisa mengurusnya sendiri,” kata yoona lirih. Yoona tahu jika itu tak mungkin dilakukannya sendiri, tapi dia tak yakin kalau dia bisa hidup bersama dengan namja pemarah itu. Siwon menghela napas kasar.

 

“Yoona, aku tak mau membuat kesalahan untuk kedua kalinya. Jadi ku mohon padamu ijinkan aku untuk bisa menerima dan memberi kasih sayang pada anakku. Aku mungkin bukan orang yang baik tapi ijinkan aku untuk menebus kesalahan ku padamu,” jelas Siwon dengan nada suara yang mulai melunak.

 

“Jadi, semua yang dilakukannya hanya untuk menebus kesalahan saja. Apa aku bisa menikah dengan orang yang tak mencintaiku begitu pun aku yang tak mencintainya,” batin Yoona. Sejujurnya Yoona memang ragu untuk melakukan pernikahan itu tapi dia juga tak mau mengecewakan keluarganya. Dia juga berpikir kalau dia tidak menikah, orang-orang akan mengejeknya lebih dari yang ia dapatkan sekarang. Yoona sampai tidak berani ke kampus karena berita itu menyebar cepat ke seluruh kampus. Dia malu karena gunjingan orang, apalagi Donghae – mantan namjachingunya, mendengar kalau dia hamil. Dia benar-benar malu.

 

“Yoona, waegurae?” Tanya Siwon yang membuyarkan lamunan Yoona.

 

“Baiklah Siwon-ssi, kita jalani pernikahan itu besok tapi…” Ucap Yoona terbata.

 

“Tapi apa?” Tanya Siwon lagi.

 

“Ehm, setelah menikah kita tidak tidur di kamar yang sama kan? Aku masih bisa kuliah seperti biasa kan?” Tanya Yoona yang memandang lekat ke arah Siwon.

 

“Nde, kita tinggal di rumahku dan kita tak akan tidur di kamar yang sama. Kau juga masih bisa kuliah seperti biasanya. Kau boleh melakukan apapun saat kau belum menikah. Itu tak akan merubah apapun Yoona, tapi bisakah kau memanggilku tanpa embel-embel ssi lagi. Panggil aku Oppa saja,” ucap Siwon panjang lebar.

 

“Siwon op…op..pa,” kata Yoona terbata.  Meskipun Yoona mengatakan dengan terbata, hati Siwon senang sekali. Yoona melirik ke arah Siwon, “ada apa dengan namja ini, tadi marah-marah dan sekarang senyum sendiri, pikir Yoona.

 

“Kajja, aku antar kau pulang,” kata Siwon yang hanya dibalas anggukkan Yoona.

 

*******

 

Keesokkan harinya…

 

“Aigoo, uri yoongie yeopeda…” Kata Tiffany dan Yuri, dua sahabat Yoona.

 

“Jangan perlihatkan wajah seperti itu Yoong, kau harus jalani dengan ikhlas. Lagipula setelah aku pikir-pikir Choi Siwon juga tampan, kaya lagi,” ucap Yuri. Yoona hanya mendelik kesal dengan ucapan Yuri. Mana bisa Yuri berpikir seperti itu. Tiffany hanya menggelengkan kepalanya pada Yoona tanda tak tahu apa yang ada dipikiran Yuri saat ini.

 

“Eonni, mianhae aku mendahuluimu. Seharusnya kau yang menikah dulu dan bukan aku,” sesal Yoona.

 

“Gwenchana deer, aku doakan semoga kau baik-baik saja dengan suamimu nanti. Berbahagialah dengannya, arraseo…” Kata Tiffany sambil mengenggam tangan Yoona.

 

“Yoong, sudah waktunya…” Kata Seoulong yang tiba-tiba hadir mengatakan bahwa acara pernikahan segera dimulai. Tiffany dan Yuri langsung membantu Yoona. Appa Yoona sudah menunggu didepan.

 

Yoona digandeng Appa-nya menuju altar. Disana sudah ada Siwon yang menunggu. Yoona berjalan dengan anggunnya dan membuat semua orang yang melihatnya kagum. “Eomma, dia benar-benar cantik,” bisik Sulli pada Ny. Choi yang ada disebelahnya. Sulli adalah dongsaeng kesayangan Siwon.

 

Siwon yang menunggu didepan altar pun melihat Yoona dengan pandangan takjub. Dia tak menyangka kalau Yoona sangat cantik. Rasa gugup, takut, senang, sedih, semua bercampur jadi satu saat Yoona sudah ada didepannya.

 

“Siwon, aku serahkan Yoona padamu. Jaga dia baik-baik,” kata Appa Yoona dan menyerahkan tangan Yoona kepada Siwon.

 

“Nde, aboji…” Ucap Siwon.

 

Setelah itu, acara pernikahan pun dimulai. Semua tamu yang hadir terdiam untuk mendengarkan janji pernikahan yang akan diucapkan oleh Siwon dan Yoona.

 

“Choi Siwon, apakah kau bersedia menerima Im Yoona menjadi istrimu dalam keadaan suka dan duka?” Tanya sang pastur.

 

“Nde, saya bersedia menerima Im Yoona menjadi istri saya dalam keadaan suka dan duka,” jawab Siwon tenang.

 

“Im Yoona, apakah kau bersedia menerima Choi Siwon menjadi suamimu dalam keadaan suka dan duka?” Tanya sang pastur kepada Yoona.

 

Yoona terdiam, air matanya jatuh. Dia tak menyangka kalau dia akan menikah dalam keadaan seperti ini. Lama Yoona terdiam yang membuat semua orang merasa gugup juga, apalagi keluarganya. “Yoona,” panggil Siwon lirih. Panggilan itu menyadarkan Yoona.

 

“Nde, saya bersedia…” Ucap Yoona dengan suara bergetar karena air matanya yang sudah jatuh tak terbendung (?). Semua orang yang disana merasa lega setelah mendengar ucapan Yoona.

 

“Choi Siwon dan Im Yoona, kalian berdua resmi menjadi suami istri,” ucap sang pastur. “Silahkan cium istri anda Tuan Choi Siwon,” ucap sang pastur kemudian.

 

Siwon pun mencium Yoona. Bukan dibibirnya hanya dikening Yoona saja. Yoona yang merasa gugup saat Sang Pastur menyuruh untuk berciuman, akhirnya merasa lega karena Siwon hanya mencium dikening.

 

Setelah acara pemberkatan itu selesai, Sulli langsung menghampiri kakak iparnya yang duduk sendirian. “Eonni, chukkae…” Kata Sulli.

 

“Khamsahamnida…” Jawab Yoona bingung karena dia tak kenal dengan Yeoja yang kini ada dihadapannya.

 

Sulli yang mengerti kalau Yoona bingung pun melanjutkan kata-katanya, “Naneun Choi Sulli imnida, aku adik Siwon Oppa,” kata Sulli memperkenalkan dirinya pada Yoona. Yoona yang mengerti pun menganggukkan kepalanya.

 

“Oh, Im Yoona imnida,” ucap Yoona kemudian.

 

“Eonni, kau benar-benar cantik tidak seperti mantan pacar Siwon Oppa. Aku senang akhirnya kalian menikah, jadi sekarang aku punya teman curhat dan belanja,” kata Sulli senang. Yoona yang mendengarnya pun senang. “Sepertinya dia orang yang menyenangkan,” pikir Yoona.

 

“Yoona, kajja kita pulang…” Ajak Siwon yang sudah ada dibelakang Yoona. Yoona pun menoleh ke arah Siwon dan menganggukkan kepalanya karena dia juga sudah lelah dan butuh istirahat.

 

“Aku ikut mobil oppa ya,” pinta Sulli seperti anak kecil.

 

“Oppa akan pulang ke rumah Oppa sendiri Sulli-ya, jadi kau tidak bisa ikut dengan kami. Kau pulang dengan Eomma dan Aboji saja,” jawab Siwon.

 

“Kalau begitu aku menginap di rumah Oppa saja. Aku kan ingin mengenal Yoona eonni. Jebal oppa,” rengek Sulli. Yoona yang tidak tega dengan Sulli pun meminta Siwon untuk mengabulkannya.

 

“Andwe Sulli-ya. Aku dan Yoona perlu istirahat! Kajja Yoong…” Ajak Siwon dan menggandeng tangan Yoona menjauh dari Sulli. Yoona pun tak bisa berbuat apa-apa. Dia mengikuti Siwon yang sudah menggandeng tangannya. Entah kenapa Siwon suka sekali menggandeng tangannya.

 

“Oppa…” Teriak Sulli yang sudah ditinggal Yoona dan Siwon. Siwon yang mendengar teriakan Sulli pun semakin cepat berjalan. “Oppa, kasihan Sulli…” Kata Yoona.

 

“Sudahlah, biarkan anak manja itu.” Jawab Siwon. Mereka berdua mau berpamitan kepada kedua orang tuanya yang masih mengobrol di salah satu meja.

 

“Aboji, Eomma, Eommanim kami pamit pulang dulu,” pamit Siwon kepada orang tua dan mertuanya.

 

“Ah, gerau. Kalian sudah capek ya… Ya sudahlah kau pulanglah duluan.” Kata Aboji Siwon. Setelah berpamitan kepada semua anggota keluarganya dan sahabat mereka yang hadir, mereka berdua berjalan menuju mobil Siwon yang sudah terparkir didepan.

 

Saat Siwon membukakan pintu mobil untuk Yoona, ada seorang namja yang memanggil Yoona. “Deer…” Panggil namja tersebut. Mereka berdua pun mengalihkan pandangan ke sumber suara. Yoona sangat kaget saat dia tahu siapa yang memanggilnya. Lee Donghae – mantan namjachingu yang berselingkuh dengan Jessica, sahabatnya.

 

“Oppa, kajja kita pergi secepatnya,” kata Yoona yang langsung masuk ke dalam mobil. Siwon yang penasaran dengan namja yang memanggil istrinya tak segera masuk kedalam mobil. Yoona yang sudah didalam mobil pun terlihat was-was, apa yang akan dilakukan oleh suaminya itu. Yoona membuka kaca mobil, “Siwon oppa…” Panggil Yoona.

 

Siwon pun menoleh, belum sempat dia menjawab panggilan Yoona, namja itu sudah ada didepannya. “Deer, aku mau bicara padamu sebentar saja,” pinta Donghae pada Yoona.

 

“Maaf, anda siapa?” Tanya Siwon. Yoona langsung menutup pintu kaca mobil. Donghae mengetuk kaca mobil itu karena Yoona tak juga mau keluar. Siwon yang merasa diacuhkan pun angkat bicara,” nuguya? Kenapa kau ingin bicara pada istriku?” Tanya Siwon tapi tetap diacuhkan oleh Donghae. Siwon yang masih diacuhkan pun geram, “tuan jangan pernah ganggu istriku,” kata Siwon yang langsung berjalan ke arah sisi mobil dan langsung masuk kedalam mobilnya. Siwon pun dengan segera memacu mobilnya pergi dari tempat itu. Donghae yang kaget pun hanya bisa mengumpat kesal karena dia tak berhasil bicara berdua dengan Yoona.

 

“Kenapa kau disini?” Tanya Seoulung yang berjalan menghampiri Donghae bersama dengan Tiffany dan Yuri.

 

“Aku hanya ingin bicara dengan Yoona,” jawab Donghae lirih.

 

“Untuk apalagi? Apa kau mau menyakiti dia lagi?” Ketus Yuri. Sejak awal Yoona dan Donghae berpacaran memang Yuri tidak suka, karena menurut dia, Yoona lebih pantas mendapat yang lebih baik dari Donghae. Ternyata memang benar kalau Donghae menyakiti Yoona dan merusak persahabatan mereka dengan Jessica.

 

“Sebaiknya, jangan ganggu Yoona lagi. Dia sudah punya suami,” kata Seoulung lagi.

 

“Aku harap kau jangan sakiti Yoona lagi. Kau juga masih punya Jessica. Jangan pernah sakiti hati yeoja lagi,” lanjut Tiffany. Donghae hanya diam menunduk mendengar ucapan mereka bertiga. Dia memang salah, tapi dia masih sangat mencintai Yoona. Donghae pun segera beranjak pergi. Dia tak mau mendengar kata-kata orang yang melarangnya untuk bertemu dengan Yoona. Dia bertekad untuk merebut hati Yoona kembali.

 

*******

 

Siwon mengemudikan mobilnya dengan santai. Sesekali dia melirik ke arah Yoona yang sedang melamun. Entah apa yang ada dipikirannya sekarang. Apa karena namja tadi, batin Siwon.

 

“Yoong…” Panggil Siwon lembut. Yoona masih diam dan asyik dengan lamunannya.

 

“Yoongie…,” panggil Siwon sekali lagi. Akhirnya Yoona menoleh dengan tatapan yang menanyakan ada apa.

 

“Ani, kalau lelah tidur saja,” kata Siwon kemudian. Yoona menoleh ke luar jendela dan memejamkan matanya. Siwon melirik sekilas dan kemudian fokus mengemudi lagi. Entah karena lelah akhirnya Yoona pun tertidur.

 

Setelah 30 menit kemudian, akhirnya Siwon pun sampai didepan rumahnya. Dia memang punya rumah sendiri. Hanya sesekali dia menginap di rumah orang tuanya. Rumah bergaya Eropa itu sangat mewah dan besar. Dirumah itu dia tinggal dengan satu orang pelayan bernama Ahn Ahjumma dan satu orang sopir bernama Park Ahjussi.

 

Siwon menoleh kearah Yoona tapi “istri-nya” itu masih tidur. Jelas sekali diwajahnya kalau dia sangat lelah. Siwon jadi tidak tega untuk membangunkannya. Siwon membuka pintu mobil secara perlahan supaya tidak membangunkan Yoona. Dia membuka pintu mobil yang ditempati oleh Yoona. Park Ahjussi datang menawarkan bantuan tapi ditolak oleh Siwon. Siwon pun menggendong Yoona ala bridal style untuk masuk ke dalam rumah. Ahn ahjumma membuka pintu rumah dan mengikuti Siwon dari belakang.

 

Setelah sampai didalam kamar, siwon membaringkan Yoona di ranjang dengan sangat hati-hati. Dia tidak ingin sampai membangunkan Yoona. “Ahjumma, tolong gantikan pakaiannya,” ucap Siwon dan langsung meninggalkan kamar Yoona dan berjalan menuju kamarnya sendiri. Dua orang pekerja di rumah Siwon sudah tahu kalau mereka berdua tidak tinggal sekamar dan pernikahan ini pun dilakukan karena perjanjian atau semacam kontrak begitulah.

 

Siwon memang menceritakan semuanya pada Ahn ahjumma dan Park Ahjussi. Siwon menganggap mereka berdua seperti keluarganya sendiri karena memang mereka berdua sudah lama bekerja dengan keluarga Choi. Siwon sangat percaya pada mereka berdua.

 

Selesai Siwon membersihkan dirinya, dia tak langsung tidur. Siwon kembali berkutat dengan pekerjaannya karena besok ada meeting di kantor. Dia memang sengaja tidak mengambil cuti bulan madunya karena dia tidak berpikir untuk bulan madu. Pernikahan saja hanya sebuah perjanjian, itu yang ada dipikiran Siwon.

 

*******

Matahari telah menampakkan sinarnya. Burung-burung pun sudah berkicau. Yoona mengerjapkan matanya untuk menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam matanya. Dilihatnya ke sekeliling kamar, ternyata bukan kamarnya. Dia baru ingat kalau sekarang dia sudah menikah dan menjadi seorang “istri”. Diliriknya jam yang ada diatas nakas yang ada disebelahnya, baru jam 6 pagi. Mungkin dia masih sempat untuk membuat sarapan.

 

Yoona segera beranjak dari ranjangnya menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Beberapa saat kemudian dia keluar dari kamar mandi dan berpakaian sangat santai. Yoona memang akan di rumah saja. Dia tak pergi kuliah. Yoona masih malu diejek oleh teman-temannya meskipun nanti ada Tiffany dan Yuri yang membantunya.

 

Yoona keluar dari kamarnya dan menuju ke arah dapur. Disana sudah ada seseorang yang memasak. Ahn ahjumma kaget melihat kedatangan Yoona. “Oh, nona… Sudah bangun?” Tanya Ahn Ahjumma.

 

“Nde ahjumma, ehm mau masak apa? Apa aku boleh membantu?” Tanya Yoona balik.

 

“Memangnya nona bisa masak?” Tanya Ahn ahjumma tanpa melihat Yoona karena sibuk menyiapkan bahan untuk membuat sarapan.

 

“Apa ahjumma meremehkan kemampuanku? Akan aku tunjukkan padamu kalau aku sangat jago masak, ahjumma…” Ucap Yoona yang langsung memakai apronnya.

 

“Baiklah nona. Ahjumma akan membuat waffle karena tuan muda selalu sarapan dengan waffle dan espresso…” Ucap Ahjumma.

 

Yoona yang mengerti pun langsung mengambil tepung dan bahan-bahan lainnya untuk membuat adonan waffle. Dia sangat terampil membuat wafflenya dan itu membuat Ahn ahjumma memandang kagum. Dia tidak menyangka kalau Nona muda-nya yang baru ini sangat pandai memasak, beda dengan mantan yeoja Siwon, Stella.

 

Sesekali mereka berdua saling melemparkan candaannya. Tanpa sadar ada yang mengawasi mereka berdua. Dia sangat senang melihat pemandangan itu. Sudah lama sekali rumahnya sepi tanpa ada candaan seperti yang terlihat sekarang.

 

“Tuan muda…” Kata Park Ahjussi menepuk bahunya pelan. Siwon kaget sekali dengan panggilan itu. Yoona dan Ahn ahjumma pun menoleh ke sumber suara.

 

“Oh Tuan, akan segera saya siapkan sarapannya,” kata Ahn ahjumma yang langsung sibuk menyiapkan sarapan untuk Tuan Muda-nya itu. Ahn ahjumma meletakkan waffle yang tadi dibuat Yoona ke meja makan. Yoona membuatkan espresso untuk Siwon dan meletakkannya di meja. Siwon hanya duduk diam sambil menunggu sarapannya selesai disiapkan.

 

Setelah semua siap, Yoona duduk dikursi yang berhadapan dengan Siwon. Siwon sangat menikmati waffle-nya. “Kenapa rasa waffle ini tidak seperi biasanya?” Tanya Siwon.

 

“Maaf Tuan Muda,” ucap Ahn ahjumma sambil menundukkan kepalanya. Yoona yang merasa tak enak pada ahjumma pun segera angkat bicara karena dia yang memaksa Ahjumma supaya dia saja yang memasak.

 

“Ehm siwon Oppa, jangan salahkan ahjumma kalau rasanya aneh. Itu aku yang membuat waffle-nya…” Kata Yoona takut-takut.

 

“Siapa yang bilang ini tak enak, aku kan hanya tanya kenapa rasanya beda tapi waffle ini rasanya sangat enak,” ucap Siwon tanpa menghentikan makannya. Yoona yang tidak percaya pun kembali bertanya, “apa benar yang kau katakan Oppa?”

 

“Nde, masshita. Kenapa kau tidak ikut makan?” Tanya Siwon memandang Yoona.

 

Yoona segera mengambil waffle itu dan belum sempat dia memakannya, perutnya sudah mual duluan. Yoona segera menuju ke wastafel yang ada di dapur. Dia memuntahkannya tapi yang keluar hanya saliva saja. Siwon jadi ikut panik dan segera menghampiri Yoona. Dia mengusap punggung Yoona untuk membantu menghilangkan rasa mualnya, tapi dia juga tak tahu apa yang dilakukannya itu benar atau tidak.

 

“Yoong, gwenchana?” Tanya Siwon yang membantu Yoona berjalan dan mendudukkannya di sofa. Belum juga menjawab, Yoona langsung berlari menuju wastafel lagi. Tubuhnya benar-benar lemah sekarang. Yoona sudah tidak bisa menopang tubuhnya lagi. Yoona tak kuat berjalan sendiri ke kamarnya yang ada dilantai atas. Mau tak mau akhirnya Siwon menggendong Yoona menuju kamar.

 

“Oppa turunkan aku. Aku bisa jalan sendiri,” kata Yoona tanpa melihat Siwon. Yoona terlalu malu untuk melihatnya. Pasti wajahnya sudah merah seperti tomat sekarang.

 

“Diamlah, nanti kau akan jatuh. Kata temanmu kau sangat kuat tapi ternyata kau lemah sekali,” gumam Siwon.

 

“Makanya cepat turunkan aku Choi Siwon,” kata Yoona agak keras. Siwon tak mempedulikan perkataan Yoona. Dia terus menggendong Yoona menuju kamar dan membaringkannya ke ranjang.

 

“Istirahatlah, aku akan panggilkan Sunny nanti. Aku ada meeting sekarang. Jaga baik-baik kandunganmu, aku tak mau disalahkan lagi,” ucap Siwon dingin. Siwon kembali dengan sikap dinginnya.

 

Ahn ahjumma masuk ke kamar membawakan teh hangat dan bubur untuk Yoona. “Ahjumma, aku pergi dulu,” kata Siwon dan langsung pergi. Yoona menghela napasnya. Dia benar-benar tak suka dengan sikap Siwon. Siwon hanya berpikir tentang anak yang ada dalam rahimnya. Dan baru Yoona sadari kalau sikap baik Siwon beberapa hari ini hanya sebuah kepalsuan.

 

“Nona, makaan dulu ne… Ahjumma sudah buatkan bubur,” kata Ahn ahjumma lembut.

 

“Apa sikap Siwon Oppa selalu seperti itu, ketus dan dingin?” Tanya Yoona serius.

 

“Sebenarnya Tuan Muda orang yang baik, tapi…” Belum sempat melanjutkan ucapannya tiba-tiba Siwon sudah ada didepan pintu kamar.

 

“Nanti setelah aku pulang, aku akan mengantarmu ke dokter,” kata Siwon yang hanya berbicara didepan pintu sambil menatap lekat Yoona.

 

“Tak perlu ke dokter, aku sudah baikan,” jawab Yoona ketus. Dia ingin membalas sikap dingin yang Siwon tunjukkan selama ini.

 

“Tak ada bantahan CHOI YOONA,” kata Siwon yang menekankan nama Yoona.

 

“AKU BENCI PADAMU…” Teriak Yoona sambil menangis. Siwon meninggalkan kamar itu dan berjalan keluar rumah. Dia mendengar teriakan Yoona tapi tak dipedulikannya.

 

Yoona masih menangis dikamarnya. Dia tak tahu pernikahan yang dilakukannya kemarin adalah kesalahan terbesar yang dia lakukan. Selalu kata-kata keras, kasar, dan dingin yang dia dapatkan dari Siwon. Ingin rasanya Yoona pergi dari rumah tapi tak bisa dilakukannya karena tubuhnya yang lemah. Yoona masih terisak dipelukan Ahn ahjumma. Ahn ahjumma hanya bisa menenangkan Yoona. Dia juga tak tahu harus berbuat apa.

 

“Ahjumma, apakah aku bercerai saja dengannya????”

 

 

 

TO BE CONTINUED

 

 

 

Kyaaaa akhirnya selesai juga part 3 ini. Meskipun ceritanya rada-rada ga jelas dan ga nyambung tetap berikan comment ya…

Oh ya kritik juga kalau bisa ya biar aku tahu mana yang kurang dan kelebihan..

 

◦”̮◦..τђäх u..◦”̮◦’s buat admin resty dan echa yang udah mau post ff ini…

Pos Berikutnya
Tinggalkan komentar

250 Komentar

  1. Ninin

     /  November 1, 2015

    Yoona jangan cerai sama siwon,….andwe

    Balas
  2. Анжэлика Захаров

     /  Desember 24, 2015

    Jgn… Yoona gk boleh cerai..
    Jalani dulu, siapa tau jd cinta..

    Balas
  3. Park ra chan

     /  Desember 26, 2015

    Ya oppa jangan hanya peduli dengan janin a saja tp yoona saja

    Balas
  4. Rizki

     /  Februari 14, 2016

    Yoona jangan sampe cerai sama siwon

    Balas
  5. melani

     /  Februari 17, 2016

    Kenapa sikapnya siwon kayak gitu bgt kan kasihan yoonanya apalagi dia lagi hamil muda..

    Balas
  6. omooo…. Cerai??. Don’t do that Yoona..
    Siwon sih, kenapa sikapnya gitu??. :/
    .
    Nice ^_^
    Tp thor, maaf aku bacanya mulai chapter ini. Hehehehe…
    Setelah selesai akhir chapter nanti deh aku baca yang chapter 1 & 2.
    Hehehe… mian ^_^

    Balas
  7. ayana

     /  Maret 7, 2016

    ya, baru nikah masa udah mau cerai ckckckckck. . .

    Balas
  8. z

     /  Maret 21, 2016

    yeee makin maju nih critanya
    makin asikk

    Balas
  9. NinKar

     /  April 13, 2016

    Akhirnya nikah tapi jleb ya sebelum TBC Yoong minta cerai..
    Lanjut baca lagi aaah

    Balas
  10. dwisy

     /  Desember 27, 2016

    Maldo andwae… jinnna andwae yoona ya .. jangan cerai . Siwon pasti berubah. Dirimu hanya perlu untuk lebih bersabar uyk menghadapi siwon . Percayalah siwon pasti berubah … jgn cerai pliss

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: