[FF] BABY PROPOSAL – Because love does not need a reason (Chapter 2)

[FF] BABY PROPOSAL – Because love does not need a reason (Chapter 2)

 

Author             : Ravikha Indriani

Twitter             : @pikhapikhu

Length             : Chapter

Rating             : PG 17

Genre              : Marriage Life, Angst & Romance

Main Cast      :

Super Junior’s Siwon

SNSD’s YoonA

Support Cast :

SNSD Tiffany

SNSD Yuri

SNSD Jessica

Super Junior Donghae

2 AM Seolung

SNSD Sunny

Tn & Ny Choi

Tn & Ny Im, etc

 

Warning: typo  bersembunyi dimana-mana (karena ketik pake ввм )

 

#Happy Reading#

 

 

Yoona hanya bisa menangis dipelukan Yuri. Dia tak tahu apa yang harus diceritakannya pada Yuri. Semua yang terjadi masih membuat Yoona bingung. “Yoong, sebenarnya apa yang sudah terjadi padamu?” Tanya Yuri khawatir. Yoona menangis semakin keras. Dia masih memeluk Yuri. “Jebal Yoong, katakan apa sebenarnya terjadi, jangan membuat aku bingung,” ucap Yuri kesal. Dia mana bisa tahu apa yang terjadi kalau Yoona saja tidak menjelaskan apa-apa.

 

“Yul, sebaiknya kita pulang sekarang,” kata Yoona melepaskan pelukan Yuri.

 

“Tapi kenapa Yoong?” Kata Yuri tak mengerti dengan sikap Yoona.

 

“Jebal yul, aku sudah tak mau disini,” kata Yoona setengah berteriak.

 

“Okay, kita pulang sekarang. Tapi, kau harus menjelaskan semuanya nanti,” kata Yuri yang langsung mengemasi pakaiannya. Yoona segera menelepon kakaknya untuk membantu mencarikan tiket ke Seoul.

 

Setelah mendapatkan tiket pesawat untuk kembali ke Seoul, mereka bergegas menuju bandara. Beberapa jam menempuh perjalanan akhirnya mereka sampai juga di Seoul. Mereka berdua kembali ke apartement Yoona. Disana ternyata sudah ada Tiffany yang menunggu. Yuri memang sengaja menelepon Tiffany. “Eon, kenapa kau disini?” Tanya Yoona.

 

“Buka pintunya dulu lalu ceritakan apa yang sebenarnya terjadi padamu,” jawab Tiffany yang langsung mengambil koper Yoona. Setelah mereka masuk dan duduk di sofa, Yoona hanya diam. Kesabaran Yuri sudah habis, “sebenarnya apa sih yang terjadi padamu Yoong? Ketika aku bangun, aku tak menemukanmu dikamar. Kemana kau malam itu? Dan kenapa kau hanya menangis,” ucap Yuri keras karena sudah tak dapat menahan amarahnya lagi.

 

“Yul, tenangkan dirimu. Kalau kau marah dia tidak akan menceritakan kepada kita,” kata Tiffany sambil melihat Yoona yang sudah mulai menangis. Yoona semakin terisak. “Sudahlah Yoong, uljima. Sekarang ceritakan pada Eonni ne…” Ucap Tiffany lembut. Akhirnya Yoona menceritakan semua yang sudah terjadi di Pulau Jeju kepada kedua sahabatnya itu. Tiffany dan Yuri hanya diam mendengarkan apa yang Yoona ceritakan. Yuri yang mendengar semua itu geram, tak habis pikir kenapa itu semua harus terjadi. Rasa bersalah pun bersarang di benak Yuri.

 

“Mianhae yoong, ini semua karena aku. Mianhae…” Kata yuri yang sudah menangis. Dia berpikir kalau seandainya saja Yoona tak menggantikannya minum mungkin itu semua tak akan terjadi.

 

“Sudahlah Yul, semua memang sudah terjadi. Aku tak menyalahkanmu,” jawab Yoona yang langsung memeluk Yuri. Tiffany yang melihat kedua sahabatnya menangis sambil berpelukan langsung mendekat dan memeluk mereka berdua. Hanya ada tangis yang menggema di ruangan itu.

 

*******

 

Yoona mencari kartu nama yang diberikan Siwon padanya. Akhirnya ketemu, batin Yoona. Yoona menatap kartu nama itu. Di kartu nama itu hanya tertera alamat rumah dan nomor ponsel Siwon. Dengan tangan gemetar, Yoona mencoba menelepon nomor yang tertera di atas kartu nama. Jantungnya berdegup kencang. Tak lama kemudian, terdengar suara namja menyapa.

 

“Yeobseyo,” jawab namja diseberang yang memang benar itu Siwon.

 

“Siwon-ssi…?” Panggil Yoona dengan suara bergetar.

 

“Nde, nuguseyo?” Ucap Siwon.

 

“Aku…Im Yoona. Kita bertemu di Jeju, satu bulan yang lalu,” jawab Yoona kemudian.

 

Hening. Tak ada jawaban. Tak lama kemudian, “oh, kamu… Ada apa?” Suara Siwon berubah dingin.

 

“Aku harus ketemu kamu. Ada yang ingin aku bicarakan denganmu. Apa kau ada waktu?” Tanya Yoona.

 

“Hmhm, okay. Aku tunggu kau di rumah ku nanti malam,” ucap Siwon yang langsung mematikan Iphone-nya. Yoona tak habis pikir dengan namja sombong ini. Yoona pun segera bersiap-siap karena sekarang pun sudah menjelang malam.

 

*******

Pukul 19.00KST, Yoona berdiri di depan pintu rumah Siwon. Ternyata dia adalah pewaris Hyundai group, batinnya. Dia menekan bel di pintu, tak berapa lama kemudian, pintu terbuka. Seorang ahjumma berdiri dihadapannya menatap penuh tanda tanya.

 

“Annyeonghaseyo, Siwon-ssi ada?” Tanya Yoona.

 

“Nuguseyo?” Tanya ahjumma yang bernama Kim itu.

 

“Naneun Yoona imnida,” jawab Yoona memperkenalkan dirinya.

 

“Oh, silahkan masuk. Tuan muda sudah menunggu agassi,” ucap kim ahjumma.

 

Yoona melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah mewah tersebut. Sama seperti rumahnya tapi rumah ini lebih terlihat mewah. Beberapa lukisan dan foto keluarga tergantung di dindingnya. Ada foto keluarga yang menarik perhatiannya. Ada ayah, ibu, siwon dan seorang yeoja, mungkin itu adiknya, pikir Yoona.

 

“Agassi mau minum apa?” Tanya Kim Ahjumma lembut. Siwon mengawasi Yoona yang duduk di sofa ruang tamunya. Penampilan yeoja itu sama seperti waktu mereka bertemu di kapal. Yoona hanya mengenakan celana jeans putih dengan kemeja berwarna biru. Punggung yeoja itu tegak lurus dan terlihat kaku. Tegang, itulah sikap yang diperlihatkan Yoona.

 

Siwon berjalan mendekat ke arah Yoona dan duduk tepat dihadapan Yoona. Siwon mengamati Yoona yang ada dihadapannya, ternyata Yoona lebih cantik. Wajahnya terlihat polos tanpa make up, rambutnya panjang dan tergerai indah. Wajah Yoona berubah kaku saat keduanya saling menatap.

 

“Apa yang ingin kau bicarakan padaku?” Ucap Siwon dingin dengan tatapan matanya yang tajam. Yoona tersentak kaget dengan ucapan Siwon.

 

“Umm, aku… Aku hamil siwon-ssi,” ucap Yoona dan langsung menghela napasnya.

 

Siwon terkesiap. Meskipun dia sudah menduga apa yang akan dikatakan oleh Yoona tapi, dia benar-benar terkejut dengan apa yang disampaikan Yoona. Rasa panik, gusar, bersalah bercampur aduk menjadi satu dalam hatinya. Tak ada kata yang diucapkan Siwon. Yoona bingung karena Siwon hanya diam tak bereaksi sedikit pun.

 

“Kamu yakin itu anakku? Kita hanya melakukannya sekali,” tanya Siwon setelah dapat mengatasi keterkejutannya. Suaranya dingin dan sombong.

 

Yoona terperangah mendengar perkataan Siwon. Dia tak habis pikir apa yang ada di otak Siwon. “Memangnya aku yeoja murahan yang bisa tidur dengan namja lain. Aku masih punya harga diri Siwon-ssi!” Bentak Yoona pada Siwon. Emosinya sudah mulai memuncak sekarang.

 

“Kalau begitu, gugurkan saja, gampang kan,” ucap Siwon santai.

 

“Mwo???” Teriak Yoona.

 

“Choi Siwon, Aboji tak pernah mengajarkanmu seperti itu!”

 

Teguran keras itu membuat mereka berdua menoleh ke sumber suara. Yoona kaget, sementara Siwon mencelos. Kedua orang tua itu menghampiri mereka. Yoona segera membungkukkan badannya. Dalam hati, Siwon bertanya-tanya kenapa kedua orang tuanya ada di rumah bukannya mereka ada di Jepang untuk urusan bisnisnya.

 

“Duduklah dulu, nak. Siapa namamu?” Tanya Eomma Siwon.

 

“Naneun Im Yoona imnida,” jawab Yoona takut-takut.

 

“Apa kalian berdua pacaran?” Tanya Aboji Siwon to the point.

 

“Anni…” Jawab mereka berdua kompak.

 

“Kalian tidak pacaran tapi kenapa kau sampai hamil. Apa yang sebenarnya terjadi?” Tanya Aboji Siwon kepada mereka berdua. Yoona hanya bisa menundukkan kepalanya menahan air matanya yang akan jatuh. Mau tak mau, Siwon menjelaskan semuanya dari awal sampai akhir tanpa ada yang ditutupi kepada kedua orang tuanya.

 

“Kalau begitu kalian harus menikah,” putus Aboji Siwon.

 

“Mwo???” Ucap mereka berdua.

 

“Mianhae Tuan, tapi saya tidak mau menikah, saya masih kuliah dan cita-cita saya belum tercapai,” kata Yoona memandang kedua orang tua Siwon.

 

“Lalu, apa kau akan menggugurkan kandunganmu?” Tanya Eomma Siwon.

 

Yoona diam. “Tapi Aboji, aku tidak sengaja melakukannya,” ucap Siwon. Eomma Siwon menoleh ke arah putranya dan menatap tajam.

 

“Sengaja atau tidak, kamu tetap harus bertanggung jawab. Eomma tak pernah mengajarkanmu untuk lari dari tanggung jawab. Nikahi Yoona,” ucap Eomma Siwon kesal.

 

“Besok, kita akan temui keluargamu,” ucap Aboji Siwon dan meninggalkan mereka semua. Kata-kata itu seperti menusuk hati Yoona dengan pisau tajam. Bagaimana dia akan menjelaskan semuanya kepada Appa-nya.

 

“Tak usah khawatir Yoona, kami yang akan menjelaskan kepada orang tua mu, ” kata Eomma Siwon mengusap punggung Yoona. Yoona sungguh merindukan Eommanya ketika Eomma Siwon mengusap punggungnya lembut. ” Siwon, antarkan Yoona pulang,” kata Eomma Siwon yang langsung memeluk Yoona. Setelah melepaskan pelukannya dari Yoona, Ny. Choi berdiri dan berjalan menuju kamarnya.

 

Mereka berdua masih terdiam, tak tahu apa yang harus dilakukan. Setelah cukup lama diam, Siwon memecah keheningan. “Kajja, kuantar kau pulang,” kata Siwon dingin. Yoona masih diam tak bergeming.

 

“Ppalliwa, apa kau tak mendengarku,” kata Siwon sambil menarik tangan Yoona. Yoona tersentak kaget. Siwon menarik tangannya sampai depan rumah dan menyuruhnya untuk masuk mobil. Mobil audi putih itu pun meninggalkan pekarangan rumah mewah itu dan membelah jalanan kota Seoul di malam hari.

 

*******

Yoona berbaring diam di atas ranjang. Matanya menatap kosong ke langit-langit kamar tidurnya. Dia menghela napas panjang. Resah. Besok dia harus menghadap Appanya tidak sendiri tapi dengan namja yang telah membuatnya hamil dan kedua orang tua namja itu. Yoona semakin bingung, dia tak bisa memejamkan matanya. Yoona mematikan lampu kamar tidurnya. Dia harus tidur meskipun tak bisa tenang.

 

Maatahari sudah menampakkan dirinya. Yoona pun sudah siap dengan gaun yang dikenakannya. Tinggal Siwon menjemput lalu pergi ke rumahnya. Dia menghela napas berkali-kali untuk menghilangkan rasa gugupnya. Bel pintu berbunyi, Yoona bangkit berdiri melihat siapa yang datang. Siwon, namja itu sudah menjemputnya. Yoona membukakan pintu apartementnya. Siwon mengamati penampilan Yoona. Gaun terusan putih sebatas lutut dan sepasang sepatu flat yang dikenakannya, membuat Yoona lebih terlihat cantik. Meskipun sederhana tapi memukau. Siwon tidak dapat mengalihkan pandangannya, sampai sebuah suara mengagetkannya, “Siwon-ssi…” Ucap Yoona mengibaskan tangannya di wajah Siwon.

 

“Oh ne… Kajja, aboji dan Eomma ku menunggu dibawah,” ucap Siwon yang tanpa sadar menggandeng tangan Yoona. Setelah Yoona menutup pintu apartementnya, dia mengikuti Siwon yang berjalan disampingnya masih menggandeng tangan Yoona. Kedua orang tua Siwon yang melihat mereka bergandengan tangan hanya tersenyum. “Kemarin katanya tak pacaran tapi sekarang terlihat mesra,” gerutu Ny. Choi. Tuan Choi hanya memandang istrinya sekilas.

 

“Annyeonghaseyo,” sapa Yoona membungkukkan badannya.

 

“Annyeong… Kajja kita berangkat,” ucap Tn. Choi yang langsung masuk mobil diikuti oleh Ny. Choi.

 

“Siwon-ssi, bisa kau lepaskan tanganku?” Kata Yoona yang membuat Siwon salah tingkah. Siwon segera melepas tangan Yoona dan mengusap tengkuknya. Kenapa aku jadi seperti ini?, gerutu Siwon dan langsung masuk ke mobilnya.

 

Mobil audi kesayangan Siwon membelah jalanan Seoul yang tak terlalu padat. Hanya keheningan yang ada di dalam mobil. Hanya Sesekali Siwon bertanya pada Yoona ke arah mana rumah Yoona. Mobil itu memasuki kawasan perumahan Mewah Cheongdamdong dan sampai di depan rumah mewah bergaya Eropa. “Ternyata dia anak orang kaya,” batin Siwon.

 

Yoona mengetuk pintu rumah tersebut, kedatangannya disambut oleh seorang maid yang sudah lama bekerja di keluarga Im. “Nona, kau datang…” Sapa Park Ahjumma membungkukkan badan dan mempersilahkan mereka masuk.

 

“Nde ahjumma, Appa dan Eomma eodigo?” Tanya Yoona pada Park Ahjumma.

 

“Yoong…” Panggil Seoulung, kakak Yoona. Yoona pun segera menghampiri Oppa-nya dan memeluknya erat. Mereka memang sudah lama tak bertemu.

 

“Oppa…, bogoshipo,” ucap Yoona.

 

“Nado Yoong. Kajja, Appa sudah menunggumu. Mari silahkan,” kata Seoulung dan segera mengantarkan mereka ke ruang keluarga.

 

“Annyeonghaseyo,” kata Siwon membungkukkan badan. Tn. Im bangkit berdiri dari sofa dan melihat siapa yang datang. “Hyung / Jaewon-ah,” ucap dua orang bersamaan. Mereka yang mendengar dan melihat itu memandang dengan tatapan aneh. Tn. Choi dan Tn. Im pun saling berpelukan. Ternyata mereka adalah sahabat dan rekan bisnis.

 

“Mari silahkan duduk,” kata Ny. Im  mempersilahkan tamunya duduk.

 

“Apa yang akan kau bicarakan Yoong?” Tanya Tn. Im

 

“Appa, Eomma, aku…aku hamil,” kata Yoona takut-takut.

 

“Mwo???” Kedua orang tua Yoona kaget mendengar apa yang dibicarakan Yoona barusan. Yoona hanya menundukkan kepalanya menahan tangisnya.

 

“Kau sudah mengecewakan Appa. Appa mengijinkanmu tinggal sendiri berarti Appa percaya padamu tapi sekarang apa yang kau lakukan Yoong,” kata Appa Yoona kesal. Yoona dan Eommanya sudah tak bisa menahan tangisnya. Ny. Im tak menyangka kalau anak gadisnya hamil diluar nikah.

 

“Tenanglah dulu Appa, biarkan Yoong menjelaskan,” kata Seoulung mencoba menenangkan Appa-nya.

 

“Siapa yang menghamilimu, Yoong?” Tanya Tn. Im menahan amarahnya.

 

“Naneun, ahjussi,” ucap Siwon.

 

“Aigoo, apa dia anakmu hyung?” Tanya Tn. Im pada Tn. Choi yang dibalas anggukan oleh Tn. Choi. Tuan Im Jaewon pun terdiam tak tahu lagi apa yang harus dikatakan. Beliau tak habis pikir kenapa anak gadisnya hamil dengan anak sahabatnya.

 

“Sekarang, siapa yang bisa menjelaskan semuanya,” kata Tn. Im kemudian. Tn. Choi menyuruh Siwon menjelaskan semuanya. Siwon pun menjelaskan semuanya seperti yang dia katakan pada Abojinya kemarin.

 

“Siwon akan menikahi Yoona,” kata Tn. Choi. Tn dan Ny. Im menghela napas lega karena Siwon mau bertanggung jawab.

 

“Tapi Appa, aku tak mau menikah. Kuliahku belum selesai,” kata Yoona yang membuat semua orang disana menatapnya.

 

“Lalu kau mau menggugurkannya? Atau kau mau bayi itu lahir tanpa ayah?” Kata Appa Yoona kesal. Beliau tak tahu jalan pikiran putrinya itu.

 

“Yoong, kau kan masih bisa kuliah setelah menikah. Jangan menyusahkan dirimu sendiri, sayang,” ucap Eomma yoona sambil mengelus punggung putri bungsunya itu.

 

“Benar yang dikatakan Eommamu yoona,” kata Ny. Choi membenarkan ucapan Ny. Im.

 

Yoona menghela napas kasar. Dia tak mau menggugurkan kandungannya tapi dia tak mau menikah. Dia tak mau mengecewakan keluarganya lagi. “Ne, aku akan menikah…” Kata Yoona yang membuat semuanya lega tapi tidak dengan Siwon. Siwon menatap Yoona kaget. Dia mau bertanggung jawab tapi dia tak mau menikah. Baginya pernikahan hanya sekali dan akan dilakukannya dengan orang yang dicintai. Siwon masih sangat mencintai Stella. Tapi dia tak bisa berkelit lagi.

 

“Kalau begitu pernikahan akan dilakukan minggu depan,” kata Tn. Choi yang mengagetkan Yoona dan Siwon.

 

“Tapi Aboji, minggu depan aku akan ke Paris,” kata Siwon yang tak terima keputusan Abojinya.

 

“Lalu kau mau menunggu sampai perut Yoona besar? Kau bisa pergi ke Paris setelah acara pernikahan itu,” kata Tn. Choi tegas tak ingin kata-katanya dilawan lagi.

 

“Kami akan mempersiapkan semuanya. Kau dan Yoona hanya persiapkan diri kalian saja. Ehm… Yoona, apa kamu sudah periksa ke dokter?” Tanya Ny. Choi lembut.

 

“Belum ahjumma,” jawab Yoona yang masih memegang lengan Oppa-nya.

 

“Jangan panggil Ahjumma lagi, sebentar lagi kau akan jadi istri Siwon jadi panggil Eommanim saja. Kalau begitu, Eommanim akan buatkan janji dengan dokter Lee, besok kau bisa periksa kandunganmu Yoong,” kata Ny. Choi lembut.

 

Keluarga Im dan Choi dapat bernapas lega karena satu masalah telah selesai, tapi tidak dengan Yoona dan Siwon. Mereka masih belum menerima keputusan untuk menikah, tapi mereka juga tidak bisa membantah apa yang sudah ditentukan oleh orang tua.

 

*******

 

Keesokan harinya, Siwon mengantarkan Yoona ke dokter kandungan. Dokter Lee adalah dokter kandungan terbaik di Seoul. Yoona dan Siwon masuk ke ruangan dokter Lee. “Annyeonghaseyo Uisanim,” sapa Siwon kepada dokter muda itu.

 

“Tak perlu menyapaku begitu formal Oppa,” jawab dokter Lee Sun kyu.

 

“Ohh, annyeong Lee sun Kyu Imnida,” sunny memperkenalkan diri pada Yoona.

 

“Annyeong, Im Yoona imnida,” ucap Yoona dengan senyuman cantiknya. “Oppa, dia sangat cantik. Tak salah kau memilihnya,” bisik Sunny pada Siwon.

 

“Yoona-ssi, mari ku periksa dulu,” kata Sunny dan memeriksa kandungan Yoona. Siwon menunggu Yoona selesai diperiksa. Setelah selesai diperiksa, Yoona duduk disebelah Siwon.

 

“Oppa, kandungan Yoona baik-baik saja. Usia kandungannya baru dua minggu, jadi sebaiknya kau lebih memperhatikannya. Dan Yoona-ssi jangan beraktivitas terlalu berat. Kau juga perlu banyak mengkonsumsi makanan sehat dan vitamin. Mungkin nantinya kau akan mengalami morning sick tapi itu biasa dialami ibu hamil,” ucap sunny menjelaskan dengan sangat baik.

 

“Nde Lee uisanim,” ucap Yoona yang sebenarnya tak terlalu mendengarkan penjelasan Sunny. “Panggil aku Eonni saja, aku sepupu Siwon Oppa,” jelasnya.

 

“Apa sudah selesai kau bercuap-cuap nona Lee,” ejek Siwon.

 

“Ya Oppa…” Teriak Sunny kesal. Yoona hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya karena tak habis pikir dengan dua orang ini. Siwon yang melihat senyum Yoona tiba-tiba merasakan jantungnya berdebar-debar. Yoona yang merasa diamati menoleh pada Siwon,” ada apa?”

 

Siwon hanya menggelengkan kepala. “Kita makann siang dulu baru ku antar kau ke kampus,” ujarnya dingin. “Aku pergi dulu,” pamit Siwon. Yoona tidak membantah. Dia melangkah diam disisi Siwon, mengikuti namja itu yang berjalan menuju mobilnya.

*******

 

Siwon mengantarkan Yoona sampai kampus. Yoona langsung keluar dari mobil Siwon. Dia melihat Yuri dan Tiffany di taman kampus. “Eonni,” panggil Yoona. Yuri dan Tiffany yang mendengar itu berbalik menghadap Yoona. Yoona langsung berlari kearah mereka berdua, mereka berpelukan seperti lama tak bertemu.

 

“Kau darimana saja, jam segini baru kelihatan, emm,” tanya Tiffany membimbing Yoona duduk di bangku taman.

 

“Aku… Aku dari Rumah sakit Eon,” jawab Yoona.

 

“Apa kau sakit Yoong?” Tanya Yuri khawatir. Tiffany melihat wajah Yoona yang pucat.

 

“Aku…aku hamil…”, jawab Yoona dengan suara pelan.

 

“MWO???” Teriak mereka berdua. Ucapan Yoona itu seakan membuat jantung keduanya terlepas dari tempatnya. “Kau tidak bercanda kan Deer?” Tanya Tiffany yang masih kaget dengan ucapan Yoona.

 

“Ani, eon. Aku benar hamil,” isak Yoona yang sudah tak bisa menahan air matanya itu. Sejak kemarin dia menahan air matanya itu. Dia juga belum bercerita tentang keadaannya pada kedua sahabatnya itu. Yoona benar-benar bingung. Tangis Tiffany dan Yuri pun ikut pecah. Mereka bertiga menangis bersama. Tanpa mereka sadari, Siwon sudah berdiri dibelakang mereka.

 

“Yoona-ssi, Iphone-mu tertinggal…” Kata Siwon menepuk bahu Yoona pelan. Yoona segera menoleh ke belakang. Dia segera menghapus air matanya. Siwon merogoh saku celananya mengambil sapu tangan dan menyerahkannya ke Yoona. “Pakai ini untuk air matamu itu,” ujar Siwon.

 

“Apa kau orangnya? Kau yang menyakiti Yoongie?” Tanya Tiffany keras. “Kita perlu bicara Tuan!” Lanjut Tiffany dan menyeret Siwon pergi. Siwon yang tak mengerti apa pun hanya mengikuti kemana dia akan dibawa pergi. “Eonni kau mau kemana?” Teriak Yoona khawatir karena melihat Siwon dibawa pergi Tiffany.

 

“OMO, apa yang akan dilakukan Fanny eonni. Yul, eottoke?” Tanya Yoona cemas.

 

“Sudahlah Yoong, biarlah Fanny Eonni yang mengurus namja itu,” ujar Yuri tegas. Yoona hanya menghela napas.

 

Tiffany mengajak Siwon masuk ke mobilnya. Lama mereka berdiam akhirnya Siwon membuka pembicaraan. “Apa yang akan kau bicarakan? Aku sangat sibuk sekarang! Kalau tak ada yang mau dibicarakan, aku keluar,” ucap Siwon tegas. Dia nampak kesal karena Tiffany tak juga mau berbicara.

“Aish…” Gerutu Siwon membuka pintu mobil Tiffany.

 

“Chakkaman. Apa benar kau yang menghamili Uri Deer?” Tanya Tiffany.

 

“Deer, nuguya?” Siwon balik bertanya karena tak tahu.

 

“Yoona, uri Yoongie. Kau akan bertanggung jawabkan? Jebal, katakan padaku…” Paksa Tiffany yang menarik kemeja Siwon.

 

“Ne, kau tak perlu khawatir. Aku akan menikahinya minggu depan, dan tolong lepaskan tanganmu itu,” ucap Siwon ketus. “Meskipun aku tak mencintainya,” gerutu Siwon.

 

“Nde???” Tanya Tiffany.

 

“Kau salah dengar,” siwon mengalihkan pembicaraan.

 

“Aku tahu kalau semua yang terjadi itu kecelakaan, tapi aku mohon jangan sakiti Uri Yoongie,” ucap Tiffany dengan mata berkaca-kaca.

 

“Apa maksudmu nona?” Tanya siwon menuntut penjelasan.

 

“Yoongie pernah disakiti oleh namjachingunya, dia berselingkuh dengan sahabat kami. Yoongie juga sebenarnya tak percaya pada cinta setelah kejadian itu. Dia selalu menutup hatinya. Masalah dengan Appa-nya pun juga sama. Yoongie ingin jadi chef tapi tak diijinkan oleh Appa-nya. Maka dari itu dia memilih tinggal sendiri. Dia juga ikut kursus masak tapi appa-nya tak tahu. Dia ingin menunjukkan pada Appa-nya kalau dia juga bisa mandiri bukan anak manja yang selalu dikatakan Appa-nya. Apalagi masalah yang terjadi di Jeju, makin membuatnya terpuruk. Aku mohon bantulah uri yoongie. Jebal, bantu dia Tuan. Jangan sakiti uri Yoongie..,” jelas Tiffany panjang lebar dengan tangisnya. Dia menangis terisak. Tiffany benar-benar menyayangi Yoona. Dia bahkan telah menganggap Yoona adalah dongsaengnya. Siwon masih terdiam mendengar penjelasan Tiffany tadi. Jadi itulah alasannya kenapa dia tak mau menikah, batin Siwon. Siwon keluar dari mobil Tiffany dan masuk mobilnya sendiri. Dia langsung menjalankan mobilnya. Tiffany masih menangis didalam mobil. Apa yang ada dihatinya sudah dia kemukakan. Tiffany juga tak habis pikir kenapa dia bisa percaya pada Siwon.

 

Mobil audi yang dikendarai Siwon masuk ke basement gedung. Gedung Hyundai group. Dia adalah seorang direktur disana dan dia adalah pewaris Hyundai Group. Siwon berjalan ke ruangannya tanpa memperdulikan sapaan dari beberapa karyawannya. Dia masuk ke ruangannya dan membanting pintu. Sekretasisnya sampai kaget karena bunyi pintu yang sangat keras.

 

Saat merebahkan dirinya di sofa, mata Siwon menatap sebuah amplop berwarna pink yang tampak seperti undangan pernikahan. Tangannya meraih amplop itu dan membukanya. Tubuhnya terasa lemas seketika saat membaca nama kedua mempelai. Stella and Richard. Pupuslah sudah harapannya untuk memiliki Stella. Ternyata, yeoja yang sangat dicintainya itu lebih memilih namja yang dijodohkan oleh kedua orang tua yeoja itu. Undangan yang dipegangnya, jatuh ke lantai begitu saja. Tangan Siwon terkepal erat. Dia mendesah sedih.

 

Mengapa nasib percintaannya seburuk ini? Dia akan menikah dengan yeoja yang tidak dicintainya dan sekarang sedang mengandung anaknya. Dan yeoja yang sangat dicintainya akan menikah dengan namja lain.

 

Siwon menghirup udara sebanyak-banyaknya dan mengeluarkannya perlahan. Mencoba untuk mengendalikan amarahnya.

 

“Apa aku bisa melupakan Stella dan bisa mencintai Yoona? Apa aku bisa membantu Yoona kalau aku belum bisa menerima kehadirannya disisiku???”

 

 

 

To Be Continued…

 

 

 

Annyeong readers… akhirnya chapter ini selesai juga. Mianhae kalau cerita ff ini tak seperti yang kalian harapkan. sekedar info aja, kalau cerita ini aku bikin pake imajinasiku yang amburadul. Di chapter 1 kemarin banyak yang bilang kalau mirip drama taiwan tap aku gak tau cerita drama itu gimana. Aku buat ff ini terinspirasi dari novel berjudul sama karya Dahlian dan Gielda Lafita. Untuk chapter ini aku buat beda dari novel itu, kalian bisa tanya sama readers yang udah pernah baca novel itu.

And then… bagaimana cerita untuk chapter ini? Mungkin sedikit membosankan dan malah garing serta tak ada feeling nya… tapi aku harap readers tetap suka. Plus, jangan lupa ya Like and Comment tetap ditunggu..!!

 

Thanks for admin Gee and Echa for posting this story…^^

 

Tinggalkan komentar

211 Komentar

  1. imyujin

     /  April 24, 2016

    Siwon Oppa bakal melupakan Stella kan? Dia nggak bakal kabur pas mereka akan menikah kan? Yoona Eonni nggak bakal gugurin baby choi kan?
    Author-nim, teruslah berkarya!

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: