[FF] Journey of Love (Chapter 2)

journey of love

Title: Journey of Love

Story By: Nita Rahayu

Main Cast: Choi Si Won, Im YoonA, Lee Jong Hyun, Choi Sooyoung

Support Cast: Kim Myungsoo, Jung Soo Jung, Choi Minho, Park Jin Young

Genre: Drama, Family, Romance, Sad

Length: Chapter

Rating: General

Disclaimer: Cerita dalam FF ini terinspirasi dari drama-drama Korea yang pernah saya tonton, namun  selebihnya, alur serta karakter tokoh adalah murni hasil imajinasi saya sendiri.

Poster By: @Illah_Iluth

OO

Journey of Love Chapter 2

OO

Seoul, 2013

Kota Seoul sibuk. Seperti itulah gambaran yang selalu terlihat dari ibu kota negara Korea Selatan itu. hampir setiap sudut kota di penuhi orang-orang yang berlalu lalang, di trotoar, halte bus, stasiun kereta api, pusat perbelanjaan maupun jalanan yang di padati kendaraan. Tapi meskipun begitu tidak terjadi kemacetan yang terlalu parah seperti di ibu kota-ibu kota negara lain. Lalu lintas kota Seoul siang ini masih terlihat ramai lancar, para polisi yang mengatur arus kendaraan juga tampak santai. Meskipun bisa di lihat wajah mereka tampak gosong karena di bakar oleh sinar matahari yang sangat terik siang ini.

Seorang wanita berjalan setengah berlari menuju halte bus, sesekali dia melihat arloji di pergelangan tangan kirinya untuk memastikan jika bus yang biasa ia tumpangi belum datang. Setelah cukup lelah berlari, akhirnya wanita berambut cokelat itu sampai di halte. Para penumpang ternyata sudah banyak yang menunggu, dia menarik nafas lega sambil tersenyum jika ia rupanya tidak terlambat. Wanita itu berdiri di kerumunan para penumpang yang juga tengah menunggu datangnya bus, sampai akhirnya bus berwarna hijau muda berhenti tepat di depan halte. Setelah menunggu para penumpang yang turun, wanita itu pun naik ke dalam bus lalu mendudukan dirinya di barisan kanan tepatnya di kursi ke dua. Pintu otomatis bus pun tertutup kembali, tak berapa lama angkutan umum itu sudah meninggalkan halte untuk mengantarkan para penumpang ke tempat tujuan mereka.

oOo

 

 

 

Kling““

Lonceng yang terdapat di atas pintu berbunyi saat pintu di buka oleh seseorang, wanita tadi segera berhambur ke dalam untuk mengganti pakaiannya dengan baju kerja.

“Yoona kenapa kau baru datang?” tanya seorang wanita berambut pendek sambil menepuk pundaknya.

“Euh..tadi ada sesuatu yang harus ku kerjakan, lagi pula aku hanya terlambat 5 menit..” jawab Yoona – wanita tadi, lalu memasangkan bando di kepalanya.

“Untung saja bos monster belum datang, jika tidak kau akan ma-ti” ucap wanita itu menirukan gaya layaknya orang yang akan memotong leher dengan tangan kecilnya. Wajah cantiknya di buat sehoror mungkin.

“Apa semalam kau menonton film horor lagi Gyuri-ah?” ledek Yoona melihat tingkah temannya itu.

“Ih kau aku serius…” gemas wanita bernama Gyuri itu. Karena merasa candaanya malah diledek Yoona.

“Arraseo, kalau begitu aku kerja dulu. Annyeong…” setelah mengucapkan itu Yoona pergi meninggalkan Gyuri yang tengah merutuki dirinya.

oOo

Mobil Audi R8 berwarna hitam itu berhenti di depan sebuah rumah megah ala Eropa, sebenarnya bangunan itu tak pantas di sebut rumah, lebih pantasnya di sebut istana. Bukannya berlebihan, tapi memang benar rumah itu sudah seperti istana di dalam dongeng-dongeng kerajaan. Jarak pintu gerbang dari rumah saja cukup jauh, membutuhkan sekitar 5 menit jika berjalan kaki. Bayangkan saja, betapa megah dan mewahnya rumah itu.Belum lagi penjagaan yang sangat ketat, pintu gerbang di jaga oleh dua orang satpam bertubuh atletis. Tak  hanya itu saja, di dekat pagar terdapat  kamera CCTV yang di letakan di kiri dan kanan sehingga sang pemilik rumah bisa mengetahui siapa saja yang akan memasuki arena rumahnya.

Pria bertubuh tinggi itu melangkahkan kaki panjangnya memasuki rumah, para pelayan menyambut kedatangannya seperti seorang putra mahkota di zaman Joseon. Sepertinya memang benar, hal seperti ini tidak hanya terjadi di zaman Joseon atau pun drama-drama tapi di kehidupan nyata pun ada.

“Tuan Muda? Bukankah sekarang anda harus ke China?” tanya salah seorang pelayan yang bertemu dengannya di ruang keluarga.

“Aku cencel pertemuannya…” jawab pria itu dingin.

“Tapi bukankah itu permintaan Nyonya besar?” tanya pelayan itu hati-hati.

“Lalu apa urusan mu? Aku pergi ataupun tidak ku rasa tidak hubungannya dengan mu” jawab pria itu sambil membalikan tubuh jangkungnya menghadap pelayan tersebutyang kini tengah meminta maaf padanya.

“Lupakan saja” lanjut pria itu lalu kembali melangkahkan kakinya.

“Siwon Hyung!!!” panggil seseorang yang langsung menghentikan langkah kaki Siwon. Siwon menoleh pada orang yang memanggilnya.

“Kau sudah pulang dari China? Cepat sekali..” tanya Myungsoo, adik tirinya.

“Aku tidak pergi ke China…” jawab Siwon santai yang hampir membuat Myungsoo tersedak.

“Mwo? Bukankah kau akan bertemu dengan calon istri mu disana?” tanya Myungsoo kaget.

“Kau? Lee Myungsoo jangan perdulikan aku, sebaiknya kau fokus saja pada kuliah mu..” lanjut Siwon lalu kembali melangkahkan kakinya. Myungsoo jadi di buat bingung sendiri mendengar jawaban dari kakak tirinya itu.

“Apa Eomma sudah tahu masalah ini…” gumam Myungsoo berpikir.

oOo

“Mohon bimbingannya, mohon bimbingannya…” sudah lebih dari sepuluh kali pria berkulit putih susu itu membungkukan badan sambil berkata seperti itu pada setiap karyawan yang berjumpa dengannya. Maklum saja, ini adalah pertama kalinya dia masuk ke perusahaan yang di miliki ayahnya. Maka wajarjika ia tampak begitu senang sekaligus bahagia mendapatkan pekerjaan yang diinginkannya.

“Lee Jong Hyun” panggil seseorang padanya. Jong Hyun menoleh, lalu seketika dia tersenyum pada orang yang memanggilnya.

“Appa”ujar Jong Hyun menghampiri ayahnya yang menjabat sebagai Presdir di perusahaan tempat ia bekerja.

“Apa kau senang?” tanya Tn Lee.

“Tentu saja Appa, ini pertama kali aku bekerja. Tak ku sangka ternyata sambutan dari para karyawan sangat baik…” jawab Jong Hyun masih mengembangkan senyum di wajahnya.

“Bekerjalah dengan baik, dan jika tidak ada yang kau pahami tanyakan pada Appa atau manager Kang. Arraseo?” Jong Hyun mengangguk cepat.

“Oh Appa, aku tidak melihat Siwon Hyung? Kemana dia?” tanya Jong Hyun.

“Ah Hyung mupergike China” jawab Tn Lee lalu kembali berjalan.

“Pergi ke China? Jadi Siwon Hyung menerima perjodohan itu?” tanya Jong Hyun antusias. Tn Lee mengangguk mantap. “Hyung mu itu sudah dewasa, sudah pantas dia berumah tangga..”

“Aku juga berpikir begitu Appa….” respon Jong Hyun mengangguk-anggukan kepalanya.

“Yah kita doakan saja yang terbaik untuk Hyung mu, oh ne..Appa pergi dulu, ada rapat di luar. Semangtlah bekerja…” ujar Tn Lee yang kini sudah sampai di depan lift.

“Baiklah Appa..” ucap Jong Hyun tersenyum. Tak berapa lama pintu lift pun terbuka, Tn Lee segera masuk kedalam meninggalkan Jong Hyun yang masih berdiri.

“Aku harus kabari Yoona tentang ini…” ucap Jong Hyun lalu merogoh saku tuxedonya mengambil ponsel.

oOo

“Aku pesan satu Black coffee, dan dua Cappucino”

“Baiklah, lalu apa lagi?”

“Itu saja..”

“Mohon tunggu sebentar”

Kesibukan terlihat di sebuah coffee shop, tak seperti biasanya hari ini tempat itu terlihat ramai oleh para pengunjung yang ingin menikmati coffee. Semua kursi pun penuh, bahkan sampai ke lantai dua. Yoona, salah satu waiters di coffee shop tersebut juga di repotkan dengan para pengunjung yang terus berdatangan. Meskipun dia tak bekerja sendiri, tapi tetap saja Yoona kewalahan melayani para pengunjung  yang kebanyakan tidak sabaran.

Yoona duduk di salah satu kursi yang terdapat di sudut ruangan, setelah tadi melayani para pengunjung sekarang waktunya dia beristrahat. Di temani dengan secangkir cafe latte yang masih mengepulkan asap.

“Sepertinya hari ini kita akan lembur lagi” ujar Gyuri terdengar lelah lalu menarik kursi dan duduk berhadapan dengan Yoona.

“Sepertinya begitu” sahut Yoona lalu sedikit menyesap minumannya. Tiba-tiba ponsel Yoona yang tergeletak di atas meja berdering menandakan satu panggilan masuk. Setelah melihat ID yang tertera di layar ponselnya, Yoona pun segera menggeser tombol hijau lalu menempelkan ponsel ke daun telinganya.

“Yeoboseo…” jawab Yoona memulai pembicaraan.

“Yoongie aku punya kabar gembira… “ucap orang di sebrang sana terdengar bahagia.

“Kabar apa?” tanya Yoona lalu kembali menyesap lagi cafe lattenya.

“Hari ini aku mulai bekerja di perusahaan….”

“Jinjjayo? Kau tidak bercanda kan?” Tanya Yoona kaget sekaligus senang.

“Aku tidak bercanda, hari ini aku memang sudah bekerja di perusahaan…” jawab Jong Hyun terdengar penuh semangat.

“Ohhh chukkae…akhirnya kau bisa juga bekerja di perusahaan…”

“Ini semua juga karena semangat dari mu, oh Yoona sudah dulu ne? Aku harus kembali bekerja..” ucap Jong Hyun terdengar setengah berbisik.

“Arraseo…arraseo…Fighting…”

Klik…

Sambungan pun terputus, Yoona meletakan ponselnya lalu kembali menyesap coffeenya.

“Jadi pacar mu itu sudah bekerja di perusahaan ayahnya?” tanya Gyuri yang sepertinya menguping pembicaraan Yoona dan Jong Hyun.

“Pacar? Siapa maksud mu?” tanya Yoona pura-pura tak mengerti.

“Im Yoona, jangan bohongi aku. Aku tahu kau dan Jong Hyun sudah berpacaran” goda Gyuri, Yoona hanya bisa tersenyum simpul.

“Baguslah kalau kau sudah tahu, tapi jangan beritahukan pada siapa pun tentang hal ini” pinta Yoona.

“Waeyo?”

“Pokoknya jangan saja, awas kalau kau sampai membocorkan hal ini pada semua orang, arraseo Park Gyuri?” ujar Yoona kali ini bernada ancaman.

“Tapi kenapaorang lain tidak boleh tahu jika kau dan Jong Hyun sudah pacaran?” tanya Gyuri bingung. Gadis itu memang akan terus bertanya jika Yoona belum menjawabnya.

Yoona mendesah pelan sebelum menjawab. “Sebenarnya ada yang sudah tahu juga, tapi mungkin hanya teman-teman Jong Hyun saja”

“Lalu?”

“Belum saatnya, ini semua permintaan ku. Kau tahukan aku dan Jong Hyun berasal dari keluarga yang berbeda.” Jawab Yoona tersenyum pahit saat kembali teringat tentang perbedaan“derajat” dengan Jong Hyun.

“Jadi itu alasannya, astaga Im Yoona. Bagitu saja kau pikirkan, meskipun kau dan Jong Hyun berbeda tapi kau itu wanita yang baik, tidak seperti wanita kebanyakan sekarang yang mendekati pria kaya karena menginginkan uangnya saja. Atau ingin merubah hidupnya dengan cara menikah dengan seorang pria kaya raya…” ucap Gyuri panjang lebar memberi pendapat. Namun Yoona hanya meresponnya dengan senyum tipis.

“Tapi kapan kalian mulai berpacaran? Kau kan baru tinggal di Seoul satu tahun?” tanya Gyuri penyipitkan kedua matanya.

“Kita sudah dekat lama, bahkansejak masih kecil. Dan kita berdua mulai berkomitmen sejak aku pindah ke Seoul”

“Berarti sudah ada satu tahun?” tanya Gyuri sedikit tak percaya.

“Yah seperti itulah” jawab Yoona lalu tersenyum.

“Tapi, dari mana kau tahu aku dan Jong Hyun pacaran? Aku sama sekali tidak memberitahu mu? Kini Yoona yang balik bertanya.

“Bagaimana aku tidak tahu, waktu itu saja aku lihat kau dijemput Jong Hyun. Apalagi…” Gyuri memotong ucapannya lalu melanjutkannya dengan suara pelan.

“Para waiters disini sepertinya sudah tahu kau dan Jong Hyun pacaran” lanjut Gyuri. Lalu mengamati keadaan sekitar. Mungkin dia takut jika ucapannya ada yang mendengar. Yoona hanya tersenyum tipis menanggapi Gyuri.

oOo

Seorang wanita tinggi semampai berjalan sambil menyeret sebuah koper di tangannya, dia baru saja keluar dari pintu kedatangan luar negeri. Jika melihat dari pakaian yang ia kenakan, sepertinya ia baru saja pulang dari negara yang tengah mengalami musim salju. Tubuh ramping nan tingginya itu di balut dengan pakaian serba tertutup, tak lupa ia juga mengenakan aksesoris sebagai penunjang penampilannya seperti kacamata, kalung, serta sebuah tas berwarna merah yang dapat ditaksir berharga jutaan won.

Wanita berambut lurus itu membuka kacamatanya saat sudah sampai di luar bandara, hal pertama yang ia lakukan adalah tersenyum lalu menutup matanya sambil menghirup udara negara tempat kelahirannya ini. Maklum saja sudah 11 Tahun dia meninggalkan Korea, karena tinggal di London bersama kedua orang tuanya. Dan setelah 11 tahun tinggal di negara orang, sekarang dia kembali.

Wanita itu membuang nafas dari hidungnya secara perlahan lalu kembali membuka matanya, dia segera membuka jaket berbulu yang ia kenakan lalu mengikat rambutnya yang sebelumnya terurai.

“Cuaca Korea sedang bersahabat” ujarnya dengan bahasa Korea yang pasih, ternyata dia tak lupa meski selama 11 tahun berbicara bahasa Inggris.

Tepat saat ia selesai memasukan jaket kedalam tasnya, sebuah mobil mewah berwarna hitam berhenti di depannya. Tak berapa lama orang yang mengendarai mobil tersebut keluar lalu memberi salam pada wanita itu.

“Nyona besar sudah menunggu anda didalam…” ujar supir lalu membuka pintu mobil. Wanita itu langsung tersenyum saat melihat seorang wanita yang tengah tersenyum hangat padanya.

“Eomma…” ujarnya lalu segera masuk kedalam mobil.

Supir itu kembali menutup pintu setelah sebelumnya memasukan dulu koper sang majikan kedalam bagasi. Mobil pun kembali berjalan, dan perlahan meninggalkan bandara.

“Bagaimana perjalanan mu? Apa melelahkan?”tanya wanita itu tersenyum penuh hangat.

“Andai saja Eomma dan Appa tidak pulang terlebih dahulu, mungkin aku tidak akan kerepotan selama diperjalanan menuju Korea” jawab wanita itu mempautkan bibir pinknya.

“Putri ku Sooyoung, kau itu sudah dewasa. Berhentilah merengek pada Eomma dan Appa” ujar Ny Choi lalu membelai rambut Sooyoung lembut.

“Aku merengek bukan pada orang lain, tapi pada kedua orang tua ku..” jawab Sooyoung tak mau kalah.

“Memang benar, tapi kau itu sudah dewasa. Sudah waktunya kau mencari pendamping hidup” kedua bola mata Sooyoung memutar seketika ke arah Ny Choi.

“Menikah maksud Eomma?” tanya Sooyoung tersenyum tak percaya.

“Lalu apalagi? Kau sih terlalu pemilih, diajak kencan seorang Dokter kau menolak. Di ajak kencan seorang pengusaha muda asal London kau juga menolak. Eomma mau jodohkan dengan anak pengusaha asal Belanda kau juga tak mau. Lalu kau ingin pria yang seperti apa Sooyoung-ah?”

“Aku tidak tertarik dengan pria bule…” jawab Sooyoung cuek lalu melipatkan kedua tangannya.

“Jadi kau ingin orang Asia? China? Jepang?”

“Akhh Eomma, aku benar-benar belum bisa memikirkan tentang pernikahan untuk saat ini. Lagipula semua pria yang Eomma kenalkan padaku. Mereka semua bukan type ku..” jawab Sooyoung santai lalu memutar kedua bola matanya ke arah jendela dengan rasa malas.

“Bukan type mu? Lalu seperti apa type mu?”

“Yang pasti aku suka pria tampan, kaya juga mapan. Itu 3 point utamanya, belum termasuk pesona, wibawa, sifatnya yang baik dan tentunya dia harus pintar…” jawab Sooyoung sambil membayangkan sosok pria idamannya itu.

“Kalau pria idaman mu seperti itu jangan berharap kau akan mudah mendapatkannya…” ujar Ny Choi santai.

“Eomma!!!” pekik Sooyoung menatap sang ibu yang tengah menahan tawa.

“Oke, aku pasti akan mendapatkan pria yang seperti itu…” lanjut Sooyoung ketus lalu membuang muka.

oOo

Jong Hyun berjalan menaiki satu persatu anak tangga menuju lantai dua dimana kamarnya berada, sekarang waktu sudah menunjukan pukul 22:45 KST dia baru saja pulang dari kantor. Meskipun hari ini adalah hari pertamanya bekerja, tapi dia sudah bisa beradaptasi dengan lingkungan pekerjaan serta pekerjaannya yang menyita waktu. Jong Hyun membuka dasi yang tersimpul rapi di kemeja putihnya, namun aktifitasnya itu terhenti saat melihat Siwon keluar dari kamar.

“Hyung, bukannya kau pergi ke China?” tanya Jong Hyun heran. Siwon menoleh sekilas lalu berjalan menuruni anak tangga melewatinya, seperti biasa dengan wajah cuek dan terkesan dingin.

“Siwon Hyung!!! Hyung!!”panggil Jong Hyun pada kakak tirinya itu, namun Siwon sama sekali tak menggubrisnya. Jong Hyun bergumam heran, karena yang ia tahu hari ini Siwon pergi ke China untuk menghadari acara “perjodohan” dengan seorang perempuan yang sudah ibunya pilihkan. Tapi, nyatanya sekarang Siwon berada di sini. Saat tengah berkutat dengan pikirannya, tiba-tiba sebuah tepukan tangan seseorang membuat Jong Hyun menoleh.

“Myungsoo? Kau? Mengagetkan ku saja…” runtuk Jong Hyun pada adiknya itu.

“Sudah pulang Hyung? Bagaimana hari pertama mu bekerja?” tanya Myungsoo mengalihkan topik pembicaraan.

“Menyenangkan, oh ne Myungsoo apa Siwon Hyung sudah pulang dari China? Tapi kenapa cepat sekali?” tanya Jong Hyun benar-benar penasaran.

“Siwon Hyung tak pergi ke China…” jawab Myungsoo. Entah kenapa raut wajahnya tiba-tiba berubah menjadi jengkel.

“Jadi Siwon Hyung tak pergi ke acara perjodohan itu? Lalu apa Eomma sudah mengetahui ini?”

“Molla, sepertinya Eomma belum mengetahuinya, Eomma kan masih di Busan Hyung..” jawab Myungsoo bersikap masa bodoh, dan seakan tak perduli lagi dengan Siwon.

“Begitukah, ah kenapa Siwon Hyung tak pergi. Padahal ini kesempatan baginya…” sesal Jong Hyun atas perbuatan kakak tirinya itu.

“Sudahlah Hyung kau jangan pikirkan dia, biarkan Eomma saja yang memarahinya….” sambar Myungsoo kesal, mungkin mengingat kelakukan Siwon padanya tadi siang.

“Husss….” Jong Hyun menempelkan jari telunjuk di bibirnya.

“Dia adalah Hyung mu juga, jaga bicara mu…” tegur Jong Hyun memperingati.

“Hyung selalu saja membelanya. Sudahlah, aku tidur dulu besok ada kuliah pagi…” ucap Myungsoo kesal lalu menuruni tangga menuju lantai dasar dimana kamarnya berada. Jong Hyun hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah adik satu-satunya itu yang tak pernah berubah sifat kekanak-kanakannya.

oOo

Kling““

Suara lonceng yang terletak di atas pintu berbunyi saat Siwon membuka pintu lalu masuk kedalam coffee shop tersebut. Sebelum mencari tempat duduk yang sesuai, Siwon mengedarkan terlebih dahulu pandangannya ke setiap sudut coffee shop yang bernuasa cokelat itu. Hanya ada beberapa pengunjung yang sedang bersantai di temani secangkir coffee yang masih menampakan asap putihnya.

Siwon memutuskan untuk duduk di salah satu kursi yang terletak di sudut ruangan, inilah tempat favoritnya. Dia akan menghabiskan waktu senggangnya disini, atau jika ia sedang merasa penat pasti akan datang ke coffee shop ini. Setelah memesan coffee kesukaannya, Siwon mengeluarkan Iphone-nya. Mengotak-ngatik benda canggih persegi panjang itu hanya untuk sekedar membunuh waktu saja sambil menunggu minuman kesukaannya datang.

“Yoona tolong antarkan Espresso ini ke meja nomor 9… “ titah Gyuri sembari menyerahkan nampan berwarna cokelat pada Yoona.

“Yah Gyuri, kau mau kemana?”

“Aku kebelet pipis, tolong kau antarkan ne..” bisik Gyuri sembari memegang perutnya. Setelah itu dia segera berlari kedalam kamar mandi meninggalkan Yoona yang masih tampak bingung. Yoona mendesah pelan melihat kelakukan Gyuri yang suka seperti ini.

Akhirnya Yoona pun berjalan membawa Espresso pesanan seorang pelanggan yang menempati meja nomor 9.

“Espresso untuk meja nomor 9 sudah datang, selamat menikmati…” ujar Yoona tersenyum pada pria yang tengah memainkan ponselnya. Pria itu hanya menganggukkan kepalanya tanpa menoleh sedikit pun pada Yoona. Yoona tersenyum lalu membungkukan badannya sebelum pergi.

“Yoona-yaa palli…” teriak bosnya. Yoona segera menoleh pada seorang pria berperawakan tinggi itu yang tengah berkacak pinggang, Yoona tahu jika bosnya itu tengah marah padanya.

“Nde…” jawab Yoona lalu membalikan badannya.

“Yoona? Im Yoona?”

Yoona menghentikan langkah kakinya saat pria tadi memanggil namanya, bukan memanggil lebih tepatnya menyebut namanya. Sebenarnya Yoona merasa tak heran, mungkin pria itu mendengar saat Bosnya memanggil namanya barusan jadi mungkin pria itu mendengarnya. Yoona akan segera berbalik lagi pada pria tersebut tapi sang bos sudah kembali memanggilnya.

“Im Yoona palli!!!”

“Nde…” Yoona buru-buru melangkahkan kakinya sebelum bosnya itu memanggilnya untuk ketiga kali.

Sementara di meja nomor9, pria itu masih memandangi Yoona sampai akhirnya Yoona masuk kedalam sebuah ruangan yang di yakini di sanalah semua coffee di racik. Pria  itu mash diam, Espressonya belum ia minum sedikitpun. Sepertinya sekarang fokus utamanya bukanlah pada Espresso melainkan pada wanita yang bernama Yoona itu.

“Im Yoona?”

oOo

Myungsoo dan Jong Hyun berjalan bersama menuruni anak tangga, pagi ini Jong Hyun sudah terlihat rapi dengan pakaian kerjanya, Myungsoo juga tak mau kalah, dia terlihat rapi serta modis dengan pakaian yang sebelumnya sudah ia berikan parfum kesukaannya.

“Kakak kalian mana?” tanya sang ibu pada Jong Hyun dan Myungsoo saat mereka duduk untuk menyantap sarapan.

“Sepertinya masih di kamar Eomma..” jawab Jong Hyun tersenyum.

Belum sempat Ny Lee berbicara lagi, suara langkah seseorang yang menuruni anak tangga terdengar. Sudah bisa di tebak, orang tersebut adalah Siwon. Dengan santainya dia berjalan menuju meja makan, lalu duduk di samping Myungsoo.

“Tadi malam Ny Ming menghubungi Eomma, benar kau tidak datang ke perjodohan itu?” tanya Ny Lee to the point. Siwon tak langsung menjawab, dia menuangkan air putih kedalam gelas lalu meneguknya sampai setengah.

“Selain itu aku juga membatalkan perjodohan bodoh  itu” jawab Siwon. Air mukanya masih terlihat sangat santai seperti tak ada beban saat mengatakan hal tersebut yang sudah pasti membuat sang ibu menatap ganas kearahnya.

“Perjodohan bodoh? Lee Siwon, Eomma sudah mengatur semua itu untuk mu. Kenapa kau tidak pernah mau menuruti perintah ku” sungut Ny Lee matanya berapi-api meredam amarah.

“Aku hanya tidak mau menuruti perintah yang menurutku bodoh” jawab Siwon masih terdengar santai raut wajahnya juga masih terlihat begitu acuh.

“Kau tahu gadis yang akan menjadi istri mu itu? Dia adalah seorang gadis kelas atas dan berasal dari keluarga terpandang. Kau pasti akan menyesal jika tahu siapa dia” ujar Ny Lee lagi. Meskipun ia berusaha meredam amarahnya, tapi tetap saja kata-kata yang keluar dari bibirnya terdengar penuh penekanan.

“Aku akan menyesal? Memangnya dia secantik apa? Dan apa gadis itu mau tidur bersama ku meski kami baru bertemu satu kali” jawab Siwon terdengar sangat sensitif. Tidak hanya Ny Lee saja yang membulatkan mata karena kaget, Tn Lee, Jong Hyun dan Myungsoo pun juga terlihat sangat kaget mendengar perkataan Siwon yang dinilai terlalu prontal.

“Lee Siwon..” Ny Lee memandang putra kandungnya itu dengan amarah yang kali ini sudah di ubun-ubun kepalanya.

“Aku tidak mau menerima perjodohan bodoh lagi, dengan siapa pun itu” lanjut Siwon menekan kalimat “dengan siapa pun itu”

“Eomma hanya ingin yang terbaik untuk mu, kau adalah putra sulung dari keluarga Lee. Kau adalah penerus perusahaan ayah mu” tukas Ny Lee lantang serta penuh emosional.

Tn Lee melirik istrinya itu dengan sorot mata yang sulit di jabarkan.

“Hanya ingin yang terbaik untuk ku? Tak usah, aku bisa mencari apa yang terbaik untuk ku. Dan juga aku bukan putra sulung keluarga Lee tapi aku putra sulung keluarga Choi” jawab Siwon tak lupa sudut matanya melirik sang ayah tiri dengan tatapan sinis, setelah itu ia mengoleskan selai kacang di roti gandumnya.

“Siwon Hyung!! Berhentilah bersikap kasar pada Eomma” sungut Jong Hyun berapi-api. Siwon menghentikan aktivitasnya lalu beralih menatap Jong Hyun yang duduk bersebrangan dengannya.

“Kenapa kau jadi ikut-ikutan, ini masalah ku” jawab Siwon sinis.

“Hyung! jika kau tidak suka dengan perjodohan itu. Seharusnya kau bilang pada Eomma, bukan begini caranya. Mempermalukan Eomma di depan keluarga Ming” cecar Jong Hyun membela Ny Lee. Siwon tertawa, namun jelas tawa yang ia ciptakan terdengar sangat mengejak Jong Hyun.

“Ini semua tidak ada urusannya dengan mu, jadi diamlah Lee Jong Hyung!” ucap Siwon memberikan penekanan di setiap kata-kata yang terluncur dari bibirnya.

“Aku hanya tidak ingin kau berkata kasar lagi pada Eomma, hormatilah dia… “suara Jong Hyun mulai terdengar meninggi.

“Begitukah? Kalau begitu kau saja yang menghadari acara perjodohan kemarin, bukankah kau seorang anak penurut. Lakukanlah….” ucap Siwon namun terdengar seperti sebuah sindiran di telinga Jong Hyun.

“Sudah! Hentikan! Kalian itu saudara, kenapa kalian tidak pernah akur euh…?” Tn Lee menggebrak meja setelah Siwon menuntaskan kalimat bernada sindirannya itu. Kini atmosper sarapan pagi yang biasanya selalu hangat, tiba-tiba berubah menjadi panas seperti sebuah pertarungan sengit antara dua kubu.

“Lee Siwon, kau sudah keterlaluan. Jika kau tidak suka dengan perjodohan itu seharusnya kau bilang, jangan membuat Eomma mu malu. Kau itu sudah dewasa sekarang, seharusnya kau memberikan contoh yang baik pada kedua adik mu, bukan seperti ini” suara Tn Lee makin meninggi seiring dengan emosinya yang sudah memuncak.

Siwon tersenyum sinis “Kedua adik mu? Aku tidak pernah merasa punya adik, apalagi ayah..”

“Lee Siwon!!!”

“Tuan Lee Jang Hun” dengan cepat Siwon memotong ucapan Tn Lee. Kini matanya beralih memandang Tn Lee dengan api kemarahan didalamnya.

“Aku tahu siapa diri mu, kau adalah seorang pengkhiyanat. Katakan yang sejujurnya, ayah ku meninggal bukan karena kecelakaan murni kan? Kau sengaja membakar gudang itu untuk membunuh ayah ku agar kau bisa menikahi ibu ku lalu menguasai perusahaan. Bukankah seperti itu?” tanya Siwon santai, tapi meskipun begitu perkataannya ini membuat Tn Lee menatapnya penuh amarah.

“Apa maksud mu? Jadi sekarang kau sudah pandai memfitnah orang?” tanya Tn Lee mulai tersulut kembali emosinya.

“Fitnah? Lalu kenapa pada saat ayah ku akan di makamkan aku dan iibutak boleh melihat jenazahnya. Kau bilang ayahku sudah hangus terbakar oleh api, tapi itu bukan alasan yang masuk akal untuk ku terima. Bagaimana pun juga aku adalah putranya dan wajar bila aku ingin melihat ayah ku meskipun keadaannya mengenaskan” ucap Siwon. Tn Lee mengepalkan kedua tangannya geram mendengar perkataan Siwon yang seenaknya berbicara.

“Lee Siwon hentikan! Omong kosong apalagi yang kau katakan?” ucap Ny Lee murka.

“Ini bukan omong kosong Eomma” jawab Siwon lalu kembali menatap mata Tn Lee.

“Ini adalah sebuah misteri yang selama ini ku selidiki, tapi aku yakin kematian ayah ada campur tangan dari Tuan Lee Jang Hun” ucap Siwon menekan nama “Lee Jang Hun”

Tn Lee tersenyum lalu meneguk air putih “Heuh, terserah kau saja Siwon-ahh, mau sampai kapan kau mencurigai ayah mu ini. Aku yakin ayah kandung mu pasti sedih melihat putranya seperti ini..” ujar Tn Lee yang di respon senyuman sinis dari Siwon.

“Sampai aku bisa mengungkapkan kebusukan mu Tuan Lee Jang Hun” ucap Siwon lalu beralih menatap Jong Hyun yang dari tadi menatapnya.

“Tunggu pembalasan ku..” ucap Siwon menatap mata Jong Hyunbegitu tajam. Setelah mengucapkan itu, Siwon berdiri dari duduknya lalu pergi meninggalkan suasana menegangkan yang masih terasa di meja makan itu.

oOo

Yoona berdiri di depan sebuah gedung pencakar langit, gedung tersebut merupakan tempat teman masa kecilnya sekaligus kekasihnya bekerja. Yoona melihat arloji yang melingkar di pergelangan tangan kirinya, sudah lima menit dia berdiri disini namun Jong Hyun – orang yang dia tunggu belum juga menampakan batang hidungnya. Yoona memutuskan untuk menunggu beberapa menit lagi, dari pada harus masuk kedalam dengan pakaian seperti itu yang menurutnya malah akan mempermalukan dirinya.

“Yoona-yaa…”

Yoona menoleh pada orang yang memanggilnya, ternyata Jong Hyun sudah datang. Yoona tersenyum lalu membalas lambaian tangan Jong Hyun.

“Mianhae aku terlambat, tadi aku harus menyelesaikan pekerjaan ku dulu…” sesal Jong Hyun meminta maaf.

“Gwaenchana, aku baru lima menit di sini. Oh ayo kita makan siang, aku sudah bawakan yang special untuk mu…” Yoona mengangkat tangan kanannya memperlihatkan kotak bekal untuk makan siang mereka.

“Whhaa kajja kita makan di sana saja” ajak Jong Hyun lalu menarik tangan Yoona.

 

“Gwanahana?” seseorang menepuk bahu Siwon, Siwon segera sadar dari lamunannya lalu menoleh ke belakang.

“Tidak makan siang?” tanya Donghae yang merupakan rekan kerjanya.

“Baru akan akan pergi” jawab Siwon mencoba tersenyum. Meski hanya senyum kaku yang keluar dari wajahnya.

“Tadi sepertinya kau memperhatikan Jong Hyun dengan kekasihnya..” tanya Donghae lalu menyilangkan kedua tangannya di depan dada. Tatapannya berubah menjadi penuh tanya dan seperti tengah mengintrogsi Siwon.

“Kekasihnya? Maksud mu wanita tadi kekasih Jong Hyun?” tanya Siwon raut wajahnya terlihat cukup kaget setelah mendengar penuturan Donghae.

Donghae menatap Siwon bingung “Bukankah kau kakaknya Jong Hyun, kau tidak tahu hal ini? Apa Jong Hyun tidak pernah mengatakan kalau dia punya pacar?” cecar Donghae bertubi-tubi dengan pertanyaan yang sedikit memusingkan Siwon.

“Oh ne, aku lupa. Jong Hyun pernah memperkenalkan wanita itu pada ku sebelumnya. Kenapa aku bisa lupa yah..” jawab Siwon, bohong tentunya. Terlihat jelas dari jawabannya yang terdengar aneh serta gugup saat mengucapkannya. Untung saja Donghae tak menyadarinya.

“Oh, ya sudah ayo kita makan. Perut ku sudah keroncongan” ujar Donghae sepertinya tak mau lagi membahas hal itu karena sudah kelaparan menunggu Siwon.

Siwon hanya tersenyum kaku lalu berjalan beriringan dengan Donghae.

“Apa wanita dia Im Yoona?”

oOo

Myungsoo bersandar di depan mobilnya, sudah hampir satu jam dia seperti itu.Sepertinya pria itu tengah menunggu seseorang. Dari tadi dia terus melihat-lihat setiap kali segorombolan mahasiswa keluar dari gedung kampus. “Apa dia sudah pulang?” tanya Myungsoo pada dirinya sendiri. Kembali dia melihat-lihat saat beberapa mahasiswa keluar dari gedung kampus, seketika saja sudut bibirnya tertarik saat matanya menangkap orang yang dari tadi dia tunggu. Tak menunggu lama, Myungsoo segera menghampiri orang tersebut.

“Soo Jung!!” ujar Myungsoo memanggil nama gadis itu. Membuat gadis yang dia panggil Soo Jung itu terlonjak kaget.

“Myungsoo kau mengagetkan ku saja..” Soo Jung menepuk-nepuk dadanya sambil membuang nafas berlebihan.

“Hehehe mianhae, oh Soo Jung mau pulang bersama ku?” tawar Myungsoo. Rupanya inilah maksudnya menunggu gadis cantik itu. Ingin pulang bersama. Trick yang bagus.

Soo Jung terlihat menimbang-nimbang ajakan Myungsoo ini, untuk beberapa saat dia terdiam.

“Euh mianhae tapi aku harus ke toko buku dulu” jawab Soo Jung akhirnya.

“Oh, kebetulan sekali aku juga akan mampir dulu ke toko buku. Ada beberapa buku yang harus ku beli. Mungkin kita bisa pergi bersama” ajak Myungsoo rupanya tak kehabisan akal.

“Tapi aku akan pergi bersama dia..” ujar Soo Jung sambil menunjuk seorang pria di parkiran yang sedang menunggunya. Myungsoo mengikuti arah pandang Soo Jung.

“Minho?” gumam Myungsoo sedikit tak suka.

“Ne, aku akan pergi bersamanya. Kapan-kapan kita pergi bersama, tapi untuk hari ini, sungguh aku tak bisa” sesal Soo Jung meminta maaf.

“Gwaenchana, aku bisa pergi sendiri…” ujar Myungsoo sedikit memaksakan senyum.

“Kalau begitu aku permisi dulu, Minho sudah menunggu ku” Soo Jung tersenyum lalu pergi meninggalkan Myungsoo yang terlihat sedikit murung kali ini.

“Kenapa dia selalu berada di sekitar Soo Jung..” bisik Myungsoo tak suka.

oOo

Mobil yang Siwon kemudikan berhenti tepat di depan sebuah coffee shop yang tadi malam dia kunjungi, dia keluar dari mobilnya lalu masuk kedalam coffe shop tersebut. Seperti biasa sebelum duduk, terlebih dahulu dia mengedarkan pandangannya ke setiap sudut coffee shop. Entah apa maksudnya, namun dia seperti sedang mencari seseorang. Setelah puas melihat keadaan coffe shop yang sedikit ramai sore itu, Siwon pun memutuskan mendudukan dirinya di sebuah meja nomor 5. Kemudian dia memanggil seorang waiters perempuan.

“Espresso satu” Ucap Siwon. Waiters tersebut menuliskan coffee pilihan Siwon.

“Oh maaf boleh aku tanya sesuatu?” tanya Siwon sehingga waiters itu kembali membalikan tubuhnya.

“Anda mau tanya apa Tuan?” tanya waiters itu memasang wajah bingung.

“Apa disini ada waiters bernama Im Yoona?” tanya Siwon langsung pada tujuannya. Waiters itu malah terlihat bingung. Dari mana dia bisa tahu Yoona? Dan apa hubungannya dia dengan Im Yoona? Pikir waiters itu.

“Nona…” panggil Siwon menyadarkan waiters itu yang melamun.

“Im Yoona? Ne, ada. Maaf memangnya ada apa Tuan? Tanya waiters itu masih bingung. Siwon menggelengkan kepalanya santai. “Tidak, tidak apa-apa. Aku hanya ingin tahu saja..”

“Oh baiklah, kalau begitu saya permisi. Pesanan anda akan segera datang…” waiters itu berjalan meninggalkan Siwon dengan beragam macam pertanyaan di benaknya.

oOo

Gyuri melepas celemek yang seharian ini membungkus tubuhnya, sekarang waktunya pulang karena hari ini tidak ada lembur. Gyuri kembali mengintip Yoona yang sedang menyisir rambutnya, sudah kesekian kalianya dia mencuri-curi pandang pada temannya itu. Sepertinya ada sesuatu yang ingin Gyuri tanyakan pada Yoona.

“Apa mau pulang bersama?” tanya Yoona lalu menutup pintu lokernya. Gyuri terlonjak kaget seperti seorang maling yang ketahuan mencuri.

“Waeyo?” tanya Yoona bingung melihat tingkah temannya itu yang memang terlihat aneh sejak tadi sore.

“Euh, sebenarnya ada sesuatu hal yang ingin ku tanyakan pada mu” ucap Gyuri begitu hati-hati seperti takut mengucapkan kata-kata yang salah.

“Apa itu?’ tanya Yoona makin penasaran.

“Tadi sore ada seorang pria yang bertanya pada ku.”

“Lalu?”

“Dia bertanya apa di coffee shop ini ada seorang waiters yang bernama Im Yoona?” lanjut Gyuri masih hati-hati.

“Terus kau jawab apa?”

“Aku jawab iya,tapi saat aku tanya ada perlu apa dia bilang tidak ada apa-apa.” Jawab Gyuri sambil mengingat percakapannya dengan Siwon tadi sore.

“Benarkah? Mungkin dia salah orang, nama Im Yoona kan banyak di Korea” respon Yoona sambil berjalan menuju sebuah lemari kecil yang terdapat di sudut ruangan.

“Kau benar juga, kenapa aku tak kepikiran hal seperti itu yah?” ucap Gyuri lalu menepuk keningnya.

“Ya sudah lupakan saja, mau pulang bersama tidak?” ujar Yoona mengalihkan topik pembicaraan.

“Emm mianhae Yoona, aku harus ke rumah bibi dulu, biasalah mengambil daging sapi pesanan ibu ku…” jawab Gyuri sedikit kecewa.

“Arraseo, kalau begitu aku pulang sendiri saja” jawab Yoona tersenyum.

“Emmm berhati-hatilah, sekarang Seoul sedang rawan dengan kejahatan” ucap Gyuri sebelum Yoona pergi.

“Gomawo Gyuri-ahh, aku akan berhati-hati kau juga ne?”

“Ne…” Gyuri mengangguk cepat sambil menyunggingkan senyum di wajahnya.

“Aku pergi dulu annyeong…” ucap Yoona berpamitan lalu keluar dari ruang ganti meninggalkan Gyuri yang kini tinggal sendiri.

oOo

Siwon dan Donghae kini tengah berada di sebuah club malam, selepas kerja mereka memutuskan untuk mencari udara segar. Namun bukannya mencari udara segar, kedua pemuda itu malah pergi ke sebuah club malam untuk melepas lelah dan penat. Sejak duduk sampai dengan sekarang, Donghae tak henti-hentinya tebar pesona pada setiap wanita yang beradu pandang dengannya. Benar-benar ingin cari perhatian saja pria itu. Siwon hanya menarik satu sudut bibirnya tak kala melihat teman sekaligus rekan kerjanya itu yang terlalu “genit” malam ini.

“Dari pada tebar pesona disini, sebaiknya kau dekati mereka. Ajak mereka berkencan…” saran Siwon. Donghae menoleh kearahnya dengan satu alis terangkat.

“Memangnya aku seperti dirimu, bertemu dengan seorang gadis, berkenalan dengannya lalu mengajaknya ke hotel. Ishhh apa-apaan itu..” cibir Donghae seakan dia pria yang tidak pernah berkencan saja..

“Aku tidak pernah mengajak mereka semua ke hotel, tapi mereka saja yang mengajak ku kesana. Bukankah bagi seorang pria itu kesempatan emas? Bagai seekor buaya yang disuguhi umpan, buaya mana yang akan menolak”

Donghae langsung melotot seketika mendengar penuturan Siwon yang menurutnya sedikit aneh tapi sekaligus ada benarnya. Pria mana yang akan menolak diajak kehotel oleh seorang gadis, kecuali jika pria itu mempunyai kelainan.

“Lalu apa yang terjadi setelah dikamar hotel?” tanya Donghae. Dengan susah payah dia menelan salivanya. Siwon terkikik geli melihat ekspresi wajah Donghae yang berubah jadi mesum.

“Kau pikir kami melakukan apa eoh? Ah apa kau pikir…” Siwon menggantung kalimatnya dan meneruskannya ditelinga Donghae dengan berbisik.

“Kami bercinta…” lanjut Siwon sangat pelan di telinga Donghae yang sukses membuat Donghae kembali menelan saliva untuk kedua kalinya.

“Jadi kau benar-benar melakukan itu pada setiap gadis yang mengajak mu ke hotel?” tanya Donghae shock.

“Tentu saja tidak, kami biasanya hanya minum bersama. Lalu setelah itu pulang” jawab Siwon santai lalu meminum winenya.

“Hanya itu?” tanya Donghae tak percaya.

“Meski tak bisa ku pungkiri mereka semua selalu menggodaku dengan rayuannya, mengajak ku untuk tidur bersama atau selalu mandi lalu keluar hanya dengan memakai handuk saja. Ahh tapi gairah ku sama sekali tidak bangkit untuk menyentuh mereka.” jawab Siwon lalu diakhiri dengan senyum meremehkannya.

“Kau yakin? Apa aku bisa percaya pada perkataan mu?” tanya Donghae mulai menyipitkan kedua matanya. Jelas Donghae tak percaya, kenapa Siwon bisa tidak tergoda dengan wanita-wanita itu. Sementara dia tahu sifat asli Siwon seperti apa.

“Terakhir kali aku seperti itu dua tahun yang lalu, jika memang benar aku meniduri mereka. Aku pasti akan diminta pertanggung jawaban oleh mereka. Tapi buktinya tidak ada kan? Yah karena mereka sudah tahu siapa aku. Aku tidak tertarik dengan hal bodoh seperti itu” jawab Siwon. Donghae mengangguk-anggukan kepalanya mengerti.

“Pantas saja selama dua tahun ini aku tidak pernah melihat mu berkencan atau jalan dengan wanita manapun, dan usut punya usut ku dengar kau juga menolak untuk dijodohkan? Apa itu benar” tanya Donghae. Siwon hanya mengangguk sebagai jawaban.

“Kenapa kau menolak? Bukankah wanita yang dijodohkan dengan mu adalah wanita yang sekelas dengan mu? Mereka juga pasti cantik dan pintar”  ujar Donghae beropini.

Siwon diam sejenak sebelum menjawab pertanyaan Donghae.

“Aku tidak percaya dengan cinta, bagiku cinta itu munafik dan cinta itu penuh dengan kepalsuan” jawab Siwon tangannya menggenggam kuat gelas. Mata elangnya nampak menajam seperti tengah menahan suara dendam.

“A..apa maksud mu?” tanya Donghae terbata, pasalnya kini wajah Siwon berubah sedikit garang untuk dilihat, dan jujur saja membuat nyali Donghae menciut seketika.

“Bagi ku saat ini, cinta bukan prioritas utama. Aku bisa membeli cinta dengan uang Lee Donghae, bahkan jika berniat aku bisa membeli wanita dengan uang. Tapi, saat ini aku ingin membalas perbuatan beberapa orang yang sudah menghacurkan keluarga ku” ucap Siwon penuh ambisi.

Donghae hanya diam, jujur saja dia tak mengerti apa yang dikatakan Siwon. Cinta bukan prioritas utama? Kenapa sosok pria mapan seperti Siwon bisa berpikiran hal sepicik itu, dan dendam? Kenapa Siwon lebih berambisi pada sebuah dendam. Donghae menatap mata Siwon, memang benar api dendam sepertinya membara sangat besar didalam mata hitamnya.

“Cinta dan dendam” lanjut Siwon setengah berbisik. Lalu tiba-tiba terbesit wajah Jong Hyun dibenaknya, dan…..terbesit juga wajah seorang perempuan yang ia temuai 11 tahun yang lalu di Busan.

“Aku tidak akan membiarkan kalian semua menari diatas penderitaan ku dan ayah ku, Lee Jong Hyun, kau dan Ayah mu tak akan ku biarkan. Im Yoona? Aku harus mencarinya” bisik Siwon lagi.

Kali ini Donghae menatap Siwon dengan wajah ngeri, Donghae berpikir mungkin Siwon bisa memecahkan gelas yang saat ini ia genggam hanya dengan sekali tekan. Ini dilihat dari wajah Siwon yang benar-benar penuh amarah serta sebuah ambisi yang membuatnya terlihat seperti itu. Kenapa Moodnya mudah sekali berubah? Pikir Donghae bingung.

oOo

Alunan music yang berasal dari gesekan biola terdengar sangat merdu di telinga, semakin menambah rasa nyaman untuk menyantap makan malam. Dari tadi dua orang wanita dengan pakaian super modis asyik bercengkrama, sesekali mereka bersulam sebagai tanda persahabatan. Meskipun usia mereka berdua sudah di atas 50 tahun, tapi kecatikan kedua wanita tersebut masih terpancar, apalagi seluruh tubuh mereka yang di yakini selalu di rawat di klinik kecantikan, atau tempat spa.

“Benarkah, hahah lalu apa Nyonya mendapatkan tas itu?”tanya wanita yang mengenakan baju berwarna merah bling-bling.

“Tentu saja, tapi dengan harga dua kali lipat. Sungguh membutuhkan perjuangan untuk mendapatkan tas itu..” jawab si wanita yang di tanya.

“Ny Choi Ny Choi anda memang feshionista yang sangat mengagumkan” puji wanita itu sambil tertawa renyah.

“Habisnya aku sangat tergila-gila pada tas itu, yah meskipun memakan uang yang banyak. Tapi, itu tak masalah karena terbayar dengan tas tersebut” jawabnya tersenyum.

“Yah, anda benar Ny Choi”

“Ny Lee ku dengar putra pertama mu sudah di jodohkan dengan anak pengusaha asal China?” tanya Ny Choi mengalihkan pembicaraan.

“Acara perjodohan itu di batalkan” jawab Ny Lee tersenyum canggung.

“Benarkah? Kenapa bisa begitu?”

“Pihak dari sanalah yang membatalkannya, putra ku sangat kecewa. Tapi apa mau di kata, mungkin belum saatnya putra ku menikah..” jawab Ny Lee pahit. Jelas jawabannya tak sesuai dengan apa yang terjadi. Dia berusaha menutupi kebenarannya agar tetap dipandang sebagai keluarga Lee yang selalu di hormati.

“Benar-benar sombong, jika aku menjadi orang tua dari gadis itu. Aku tidak akan menolak menjodohkan putri ku dengan Siwon, pria yang hampir mendekati sempura”

Ny Lee tertawa kecil mendengar penuturan berapi-api sekaligus geram dari Ny Choi.

“Kau mempunyai seorang putri?” tanya Ny Lee.

“Putri ku berusia 24 Tahun, dia baru saja pulang dari London. Setelah menyelesaikan studynya di sana, dia baru kembali dua hari yang lalu..” jawab Ny Choi yang mampu membuat Ny Lee terkagum-kagum mendengarnya.

“Putri mu berpendidikan sangat tinggi, pasti dia sangat cantik. Apa dia sudah mempunyai pacar?” tanya Ny Lee antusias.

“Putri ku belum pernah berkencan, dia menghabiskan masa remajanya dengan belajar dan belajar. Aku sempat khawatir, takut jika dia tak akan akan menikah..” jawab Ny Choi tersenyum.

“Benarkah? Tepat sekali, bagaimana kalau kita jodohkan putraku dengan putri mu. Siapa tahu mereka saling suka, dan setahu ku Siwon sangat menyukai wanita yang berasal dari kelurga yang memiliki latar belakang bagus juga smart tentunya…” ujar Ny Lee yang di sambut senyum penuh arti Ny Choi.

“Tapi, saya tidak yakin. Apa itu bisa?” ujar Ny Choi pura-pura pesimis.

“Kita coba saja Ny, bagaimana?”

“Sepertinya bukan ide yang buruk, aku setuju.”

“Baguslah ayo kita bersulam…”

Ny Lee mengangkat gelas yang sudah di isi minuman berwarna merah, tak menunggu lama ajakan Ny Lee itu sudah di respon oleh Ny Choi. Setelah bersulam, mereka kembali melanjutkan obrolan seputar kehidupan keluarga mereka.

oOo

Yoona berjalan di tengah dinginnya malam, hanya ada beberapa orang saja yang berlalu lalang di jalanan. Sepertinya malam memang sudah larut, sehingga semua orang lebih memilih untuk tinggal di rumah di tambah cuaca malam ini sangat dingin. Yoona memberhentikan langkah kakinya, lalu menoleh kebelakang. Sudah kesekian kalinya dia melakukan ini, mungkin dia merasa jika ada orang yang mengikutinya dari tadi. Namun saat dia melihat ke belakang selalu tidak ada siapa-siapa.

Yoona kembali melanjutkan langkah kakinya, kali ini dia lebih mempercepat jalannya. Baru beberapa langkah Yoona berjalan, sudah kembali terhenti saat dua orang laki-laki berpenampilan acak-acakan serta bau alkohol tiba-tiba menghadangnya.

“Nona kau pulang sendiri? Kemana kekasih mu eoh?” tanya pria berambut gondrong. Yoona mulai terlihat ketakutan, lantas dia berjalan mundur beberapa langkah.

“Hai Nona jangan takut, kami tidak akan memakan mu…”kali ini pria berambut pendek yang bersuara.

“Pergi! Ku bilang pergi…” teriak Yoona ketakutan.

“Hah ayolah Nona kita berpesta malam ini..” jawab pria berambut gondrong lalu mengelap mulutnya, seakan bersiap untuk menerkam Yoona.

“Ku bilang pergi atau aku akan…”

“Akan apa heuh? Ayolah kau jangan munafik, ayo kita bercinta malam ini. Ayo Nona jangan takut eummm…” rayu pria berambut gondrong lagi, kali ini dengan memasang wajah mesum yang membuat Yoona bergidik ngeri melihatnya.

“Ku bilang lepaskan!!” Yoona berteriak lalu menghempaskan tangan priaberambut gondong yang tiba-tiba saja menarik tanganya. Yoona berlari dengan sisa tenaga yang ia punya. Yoona juga berteriak minta tolong, tapi nihil tak ada satu orang pun yang datang menolongnya. Yoona terus berlari, air mata di pipinya sudah tumpah. Dia takut, takut jika kedua pria bejat itu melakukan sesuatu padanya.

Bug

Karena tak melihat ke depan, Yoona pun menabrak dada seseorang. Yoona tak tahu siapa itu karena dia sibuk melihat ke belakang tepatnya pada dua orang preman yang tengah mengejarnya. Yoona lantas bersembunyi di balik punggung orang itu.

“Tuan, tolong aku, ku mohon siapa pun diri mu tolong aku…” isak Yoona menangis di punggung orang itu.

“Hai bung! Cepat lepaskan wanita itu, jika kau mau pulang dengan selamat..” kedua preman itu berhenti tepat di depan seorang pria yang mengenakan kemeja berwarna putih. Pria itu tersenyum jijik melihat kedua preman yang kini berada di hadapannya.

“HAI PALLI!!!” gertak pria berambut pendek karena ucapan temannya tadi tak di respon pria itu.

“Pergilah sebelum aku mematahan leher kalian” ujar pria itu santai. Kedua preman  itu tertawa setelah mendengar penuturan pria yang tiba-tiba datang menolong Yoona.

“Mworago? Jadi kau benar-benar ingin mati?” tantang pria berambut pendek dengan wajah arogannya.

“Menyingkirlah…” ucap pria itu pada Yoona yang masih bersembunyi di balik tubuhnya. Yoona menangguk lalu berjalan mundur.

Pria berambut gondrong mulai melayangkan tinju ke wajah pria itu, namun refleks pria itu menyingkir sehingga wajah mulusnya tak kena pukulan.

“Hai menyerahlah bocah, sebelum ajal mu datang malam ini” ujar pria berambut gondrong lalu kembali melayankan tinju ke wajah pria itu. Tepat, kali ini pria itu tak bisa berkilah. Satu pukulan sudah mendarat di pipi kirinya. Pria itu lantas bangkit lalu balik memukul pria berambut gondrong itu sehingga tersungkur ke tanah. Merasa tak terima, teman dari pira berambut gondong itu membalas dengan melayangkan pukulan di perut pria itu. Terjadilah baku hantam, satu lawan dua adalah pertarungan yang sulit, meskipun kedua preman itu setengah mabuk tapi rupanya mereka masih bisa membalikan pukulan-pukulan yang di layangkan pria itu.

Perkelahian yang terjadi cukup lama serta alot, sampai akhirnya kedua preman itu melarikan diri setelah babak belur di hajar. Namun ternyata bukan hanya mereka saja yang babak belur, pria yang menolong Yoona pun juga sama. Sekarang dia tersungkur ke tanah dengan darah merah nun segera yang mengucur dari hidung serta sudut bibirnya juga terluka. Yoona segera berlari menghampiri pria yang sudah menolongnya itu.

“Gwaenchana?” tanya Yoona. Wajahnya sangat panik sekaligus ketakutan melihat kondisi pria itu yang terluka parah.

Pria itu berusaha bangun, namun karena terluka parah jadi dia tak punya tenaga. Dia malah terjatuh di pelukan Yoona. Yoona mulai menitikan air mata melihat kondisi pria itu yang terluka karena menolongnya.

“Kau terluka, maaf…” ujar Yoona terbata. Pria itu menarik sudut bibirnya, tangan kanannya terangkat untuk menyeka air mata Yoona.

“Im Yoona…benarkan kau Im….Yo…Yoona…”

Seiring dengan suaranya yang semakin melemah, pria itu pun perlahan menutup matanya.

“Dari mana dia tahu nama ku?”

 

 

oOo

                                                             To Be Countinued            

oOo

Chapter dua beres🙂 bagaimana? Please berikan pendapat kalian!

Uhh kemarin banyak yang bilang konfliknya kayanya rumit terus banyak misteri yang masih menjadi tanda tanya. Untuk konflik aku usahain gak terlalu ribet dan untuk misteri-misteri itu nanti satu persatu akan terungkap seiring dengan berjalannya waktu. Eh eh tapi jika respon tetap banyak yah, baru akan saya lanjut ceritanya hhoho…..

Dan soal karakter Siwon di FF ini, agak-agak serem gimana gitu yah? Aduhh habisnya terlalu banyak karakter Siwon yang emmm super duper romantis dan baik heheh. Tapi tenang, nanti juga Siwon bakal gitu cuman gak tahu sama Yoona atau sama Sooyoung *oke ditimpuk readers*.

Selain ada kisah Siwon – Yoona – Jong Hyun – Sooyoung juga ada kisah cinta Minho – Soo Jung – Myungsoo, yang mungkin kisah mereka cuma jadi bumbu di FF ini🙂 Btw Park Jinyoung Oppa -_- belum muncul. Tenang akan saya munculin (?) mungkin dichapter selanjutnya, atau selanjutnya lagi -_-

Maaf bila nemu typo, jujur ini sudah saya baca berulang kali. Dan maaf jika banyak adegan yang kaku, terutama adegan perkelahian dan adegan perdebatan keluarga Lee yang mungkin kurang tegang. LOH.

Terlalu banyak ngomong, pokoknya makasih buat Nited yang always support. Dan Silent readers aku udah kehabisan kata-kata -_- aku berdoa aja buat kalian yang ngerasa silent readers moga cepet sadar🙂

Untuk admin YWK resty dan kak echa. Makasih banyak udah selalu memposting ff aku🙂 (sama2🙂 )

*BOW..

Tinggalkan komentar

345 Komentar

  1. Itu, yg nolongin Yoona, Siwon kn?
    Pasti tebakkn ku kyak nya gk salah.
    Kalau emang bneran itu Siwon, jadi untuk yg kedua kalinya Siwon lagi2 nolongin Yoona dari orang2 jahat.

    Itu, Eomma nya Siwon suka kli jodohkan anak nya. Nnti jugai kyak nya Siwon bakalan nolak lgi.

    Ya udah deh, mau baca chapter selanjutnya. 🙂😉

    Balas
  2. hani

     /  Desember 31, 2014

    akhirnya jonghyun n yoona pacaran jg.. apa nanti mereka putus.? knapa mereka putus, status sosial atau karna siwon.? yg nolongin yoona pasti siwon.. bagaimana dia ada dsana..?

    Balas
  3. Elizafie

     /  Januari 6, 2015

    emm,konflik dan misterinya keren daebak !
    ….. ijin mlanjutkn membca ff ini yg smpat tertunda y thor

    Balas
  4. Novi

     /  Februari 8, 2015

    Kok yoona pacaran sama jong hyun??
    Gpp deh…
    Yg penting endingnya sama siwonn…

    Ternyata yoonwon beneran jodoh,, bs ketemu lg… ^^

    Balas
  5. kejadian yang sama akhirnya terulang kembali.
    saat siwon menyelamatkan yoona..
    aq yakin pemuda itu siwon

    Balas
  6. ysed

     /  Maret 23, 2015

    jadi yoona yg jadi alat bls dendamnya siwon toh. lama* jatuh cinta beneran deh hehe..
    apa bner ya tn lee jahat.

    Balas
  7. kok yoona malah pacaran sama adik siwon
    yoonwoon bertemu sama seperti dulu
    #mungkin siwon akan merebut yoona dari adiknya??

    Balas
  8. Susi

     /  April 18, 2015

    Akhirnya siwon ketemu juga sama yoona,, kaya’nya siwon udah mulai suka deh sama yoona,, semoga siwon ga mengikut sertakan yoona dalam usahanya untuk bales dendam..

    Klo sooyoung liat siwon pasti deh langsung suka..😣

    Balas
  9. mywon_407

     /  Mei 19, 2015

    Jdi alasan siwon ngebenci keluarga brunya gra2 ayahnya, tpi hrusnya siwon ga usah bnci sma saudara2nya kan mereka semua baik…
    Klo jonghyun n yoona pcaran gmna nanti sma siwonnya…

    Balas
  10. ahran

     /  Juni 14, 2015

    lanjuuutt…. daebaak Thor… suka sama alurnya. anti mainstream

    Balas
  11. DillaChan

     /  Oktober 18, 2015

    Kejadiannya sama kayak dulu waktu kecil ya,Siwon nolongin Yoona lagi..

    Balas
  12. Siapa tu yg n0l0ng y0ona? Kya’a siw0n. ..

    Balas
  13. Kerenn thorr bikin makin penasaran sama jalan ceritany apalg tntng kematian ayah kandunya siwon hmm..

    Balas
  14. Park ra chan

     /  Januari 2, 2016

    Siapa namja itu

    Balas
  15. Yah.,,,cepet bgt.,,aku bru bca tpi udah TBC… Alurnya jga kecepatan., masa tiba2 Yoona udah jdian sama Jonghyun,…. Sorry.,ya.,author..

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: