[OS] Memories in Love

 memories in love

Nita Rahayu Storyline

Title:Memories in Love

Starring : Yoona Im – Siwon Choi

Genre:Fantasy, Romance, Sad

Length: One Shoot

Rating: PG 15

Disclaimer:Cerita murni keluar dari imajinasi saya karena sering dengar lagu-lagu ballad Korea. Jika ada kesamaan dengan cerita lain, itu karena tidak disengaja. Alur, karakter tokoh murni keluar dari pikiran saya.

Poster By: @Illah_Iluth

 

oOo

Memories in Love

oOo

 

“Save me in your heart”

 

oOo

Hujan rintik-rintik turun dari langit yang mulai gelap, orang-orang yang tengah berjalan disekitar kampus pun segera berlarian menuju tempat untuk berteduh. Untuk kesekian kalinya para mahasiswa harus mengelus dada, setiap selesai jam kuliah hujan selalu turun. Membuat rencana yang sudah mereka rancang harus berantakan lagi akibat hujan. Mereka tak bisa pulang, tak ada payung. Beruntung jika mempunyai mobil, tapi jika tidak? Mereka harus menunggu sampai hujan reda atau menumpang pada teman yang membawa payung untuk menuju halte bus.

Seorang wanita terlihat menggerutu melihat hujan yang rupanya kian deras turun, tapi apa boleh buat dia juga tak bisa menghentikan hujan. Dia kembali menghela nafas lalu menyandarkan tubuhnya pada tiang yang menjulang tinggi, sambil berharap jika Tuhan akan berbaik hati padanya untuk meredakan hujan.

“Hujan akan semakin besar jika kau cemberut seperti itu” wanita itu terlonjak kaget lalu menolah pada sisi kirinya, sebuah senyum manis dengan hiasan lesung pipi di wajah tampannya membuat wanita itu mengulum senyum.

“Nah, cantik kan jika kau tersenyum” ujar pria itu lalu ikut melihat rintik-rintik hujan.

“Oppa, apa latihan teater mu sudah selesai?” tanya wanita itu memandang sang kekasih.

“Belum, tapi aku sudah minta izin pulang” ucap pria itu lalu menoleh menatap pujaan hatinya.

“Kau selalu seperti ini, katanya mau jadi seorang pemain teater yang baik. Tapi latihan pun jarang…” ujar sang wanita bernada sindiran.

“Aigo…jadi sekarang kekasih ku ini sudah pandai menyindir ku. Sebuah peningkatan yang hebat!!!” puji sang pria namun terdengar seperti sebuah ejekan.

“Siwon Oppa, aku tahu kau sedang mengejek ku…” ketus wanita itu lalu mempautkan bibirnya. Membuat pria bernama Siwon itu tertawa geli melihatnya.

“Oh kau marah, Im Yoona ku yang bodoh marah…” ejek Siwon masih tertawa geli. Yoona langsung memutar kedua bola matanya menatap Siwon lalu tanpa perhitungan lagi sebuah tangan melayang tepat pada bahu kokoh Siwon.

“Arraseo!!arraseo!! hentikan pukulan mu…” elek Siwon namun masih belum menghentikan tawanya.

“Dasar menyebalkan…” runtuk Yoona lalu kembali menghadap kedepan.

“Ekhem…mianhae, sebagai permintaan maaf bagaimana kalau kita makan malam…” rayu Siwon meminta maaf.

“Ayolah, aku tidak akan memanggil mu seperti itu lagi…” lanjut Siwon memohon.

“Yakso?” ketus Yoona tanpa menatap Siwon.

“Yakso, aku tidak akan mengucapkan itu lagi. Itu yang terakhir kalinya” jawab Siwon tersenyum. Dengan enggan Yoona perlahan menoleh menatap Siwon. “Awas kalau kau bohong..” ujar Yoona, Siwon mengangguk lalu mengacukan jari kelingkingnya.

“Yakso” ucap Siwon kembali tersenyum.

“Kau harus menepati janji mu..” jawab Yoona lalu menautkan jari kelingkingnya dengan jari sang kekasih.

“Kajja, kita pergi sekarang….” ajak Siwon.

“Masih hujan Oppa, apa kau punya payung?” tanya Yoona. Siwon mengangkat kedua bahunya, namun sedetik kemudian dia melepaskan jaket yang ia kenakan.

“Tak ada payung jaket pun jadi, kajja…” ajak Siwon lagi. Tapi Yoona malah melongo melihat tingkah Siwon yang menurutnya sedikit berbeda.

“Waeyo? Kajja. Lagi pula mobil ku ada disana, tak terlalu jauh…” lanjut Siwon sambil menunjuk sebuah mobil hitam yang terparkir di parkiran kampus. Memang tak terlalu jauh, tapi…Yoona merasa aneh, pasalnya selama ini Siwon tak suka jika bajunya terkena air hujan. Jangankan hujan lebat, gerimis pun Siwon tak mau.

Siwon menghela nafas melihat Yoona yang masih menatapnya dalam diam. Akhirnya Siwon menarik pinggang Yoona “Dalam hitungan tiga kita berjalan sama-sama, ingat kaki kanan dulu…” ujar Siwon tepat didepan wajah Yoona. Bahkan terpaan nafas pria ini sampai menerbangkan anak rambut Yoona. Jantung Yoona berdegup cepat, memandang wajah sempurna sang kekasih dari jarakdekat bahkan sangat dekat. Membuat jantungnya bekerja abnormal, memompa darah ke seluruh tubuhnya. Menciptakan sebuah suasana gugup sekaligus bahagia.

“Kenapa memandang ku seperti itu?” tanya Siwon keheranan. Yoona masih bertahan memandang wajahnya, dia mendengar ucapan Siwon. Tapi, dia tak berniat menjawab pertanyaan kekasihnya itu.

“Im Yoona…”

“Kenapa kau berbeda hari ini?” tanya Yoona dengan mata berkaca-kaca. Samar-samar Siwon mengerutkan keningnya, bingung.

“Maksud mu?”

“Emmm anio, hanya saja kau terlihat….”

“Tampan…” potong Siwon lalu kembali mengembangkan senyum di bibirnya. Yoona tak bersuara lagi, dia juga sebenarnya tak tahu apa yang harus ia katakan pada kekasihnya ini. Tampan? Memang benar Siwon tampan, tapi…bukan itu yang Yoona ingin katakan. Namun, entahlah. Yoona merasa ada sesuatu yang beda dari Siwon hari ini.

“Oppa…kajja kita pergi sekarang…” Yoona bersuara setelah cukup lama bergelut dengan hatinya. Siwon mengangguk lalu mulai menghitung.

“1 2 3”

Mereka pun berjalan bersama menuju mobil Siwon yang terparkir di parkiran kampus, meskipun langkah mereka agak cepat. Namun langkah kaki mereka sama, berjalan beriringan di tengah hujan deras hanya berpayungkan jaket Siwon sebagai pelindung mereka dari air hujan.

oOo

“Aku pesan ini, ini dan ini…” tunjuk Siwon pada seorang pelayan.

“Yoona, kau mau makan apa?” tanya Siwon tersenyum. Yoona langsung tersadar dari lamunannya, sedari tadi dia terus memandangi kekasihnya itu.

“Sama saja..” jawab Yoona tersenyum kaku.

“Samakan saja pesanannya” ujar Siwon pada pelayan pria itu.

“Baiklah Tuan, tunggu beberapa menit…”ujar pelayan itu sebelum pergi.

“Oppa, kau yakin mau makan udang? Bukankah kau alergi jika makan udang?” tanya Yoona heran. Siwon tersenyum “Jadi dari tadi kau ingin bertanya seperti itu padaku?” jawab Siwon balik bertanya. Yoona mengangguk, namun wajahnya masih menampakan sebuah tanda tanya besar.

“Aku sudah tidak alergi lagi makan udang, kemarin aku makan udang. Dan tidak apa-apa.” Jawab Siwon namun Yoona masih belum puas akan jawabannya.

“Kau yakin?” tanya Yoona yang masih belum bisa percaya.

Siwon kembali tersenyum lalu menyentuh tangan Yoona “Aku tidak akan mati hanya karena makan udang, percayalah”

“Baiklah, kalau terjadi sesuatu pada mu aku tidak akan perduli…”ketus Yoona lalu membuang muka. Kembali Siwon tertawa geli melihat tingkah kekasihnya itu yang terlihat menggemaskan jika sedang marah padanya.

oOo

Hidangan yang Siwon pesan pun datang, pelayantadi segera meletakan pesanan Siwon di atas meja. Siwon buru-buru mengambil sumpit lalu menyantap udang kari pesanannya tadi. Sepertinya memang benar tak akan terjadi sesuatu pada Siwon, dia terlihat lahap menyantap makanan yang semula sangat ia hindari itu. Yoona masih menatap Siwon, memperhatikan setiap gerak gerik kekasihnya itu. Ada sebuah keganjalan yang Yoona rasakan, tapi tidak tahu apa itu. Siwon memang bersifat tak seperti biasanya, apa mungkin karena moodnya hari ini sedang baik? Mungkin saja, tapi sepertinya itu bukan faktor utamanya.

Setelah puas memperhatikan gerak-gerik Siwon, Yoona pun memutuskan untuk menyantap makanannya. Meskipun hati dan pikirannya masih tak merasa tenang saat Siwon memakan udang itu, Yoona takut akan terjadi sesuatu pada Siwon. Yoona tak mau kejadian satu tahun lalu terulang lagi. Saat Siwon alergi, bahkan sampai masuk rumah sakit hanya karena memakan udang.

“Yoona, besok aku harus ke Jepang..” ucap Siwon di sela-sela acara makan malam mereka.

“Jepang? Mau apa?”

“Tadi pagi ayah ku menelpon, aku harus pulang dulu ke Jepang..” jawab Siwon lalu kembali memasukan udang kedalam mulutnya.

“Memangnya ada apa?” tanya Yoona ingin tahu.

“Sepupu ku akan menikah, tapi aku tidak akan lama tinggal di sana. Mungkin satu hari…” jawab Siwon.

“Jadi..?” tanya Yoona menggantung.

Siwon menghentikan makannya lalu menatap Yoona.

“Jadi?” tanya Siwon bingung.

“Jadi apa aku boleh ikut?” tanya Yoona ragu.

“Eummm, sebaiknya kau jangan ikut. Lagi pula aku tak akan lama. Setelah resepsi selesai aku akan segera pulang…”jawab Siwon tersenyum. Membuat api harapan Yoona padam seketika.

“Tapi aku ingin bertemu kedua orang tua mu…” rujuk Yoona memohon.

“Kau ingin bertemu calon mertua?” tanya Siwon mulai menggoda. Yoona mengerucutkan bibirnya, matanya langsung menyipit menatap Siwon yang tengah menertawakannya lagi.

“Ya sudah kalau tidak boleh, kau pergi saja sendiri.” Jawab Yoona ketus.

“Bukannya tidak boleh, tapi kedua orang tua ku sedang sibuk. Lagi pula kau tidak boleh meninggalkan kuliah mu” ucap Siwon beralasan. Tapi Yoona tak merespon ucapannya.

“Baiklah, kalau begitu nanti aku akan bawakan oleh-oleh untuk mu…” lanjut Siwon membujuk.

“Emm terserah kau saja…” jawab Yoona terdengar malas. Siwon tersenyum, meskipun dia tahu jika kekasihnya itu masih marah padanya. Siwon pun kembali melanjutkan makannya, dan keheningan pun kembali terjadi mewarnai makan malam dua sejoli itu.

oOo

Hiruk pikuk terlihat di salah satu bandara terbesar di Korea Selatan yaitu Incheon, pintu kedatangan dari luar negeri selalu di padati oleh orang-orang yang baru saja kembali dari luar negeri. Di tambah dengan para calon penumpang yang tengah mengantri ataupun yang baru saja datang, semakin menambah bandara itu terlihat ramai saja.

Yoona menyeret sebuah koper berukuran sedang, koper berwarna hitam itu milik Siwon. Awalnya Yoona sempat heran, kenapa kekasihnya itu sampai harus membawa koper padahal hanya satu hari dia tinggal di Jepang. “Itu pakaian Ayah dan Ibu ku yang tertinggal di sini” jawab Siwon saat Yoona bertanya. Yoona tak bertanya lagi, meskipun dia tak membuka koper tersebut. “Siwon tak mungkin bohong” pikir Yoona saat Siwon menjawab itu.

“Kalau sudah sampai Jepang, jangan lupa hubungi aku…” pesan Yoona pada sang kekasih.

Siwon tersenyum lalu mengambil alih koper yang sedari tadi berada di tangan Yoona.

“Aku pasti akan menghubungi mu…” jawab Siwon.

“Penerbangan dengan Nomor JE 879 menuju Jepan akan segera take off, untuk para penumpang di harap segera bersiap” pengeras suara terdengar menggema di bandara Incheon. Yoona menatap mata hitam Siwon seakan mengisyaratkan jika dia harus segera pergi sebelum ketinggalan pesawat.

“Pesawatnya akan segera take off, kalau begitu aku pergi dulu…” ucap Siwon. Yoona hanya mengangguk sambil berusaha untuk tersenyum. Sebenarnya Yoona tak rela Siwon pergi, entah apa alasannya Yoona pun tak tahu, yang jelas hatinya sangat berat melepas kepergian Siwon.

Perlahan Siwon melepaskan genggamannya dari jemari lentik Yoona, terlihat berat untuk melepaskannya. Namun Siwon berusaha untuk menyembunyikan kegundahan hatinya. Dia berusaha membuat senyum di wajahnya agar tak membuat Yoona merasa sedih. Tapi rupanya Siwon tak bisa menyembunyikannya, dia kembali menggenggam tangan Yoona lalu menarik gadis itu kedalam pelukannya. Untuk sesaat mereka terhanyut dalam suasana perpisahan, keduanya seakan tak rela untuk berpisah.

Tangan Yoona bergerak membalas pelukan hangat kekasihnya itu, menumpahkan air mata yang sudah tak bisa ia sembunyikan. Siwon juga sama, meski ia terlihat sedikit tegar. Siwon melepaskan pelukannya, lalu menatap manik mata Yoona yang tampak berkaca-kaca. Di hapusnya air mata sang kekasih oleh ibu jarinya, lalu di kecupnya kening sang kekasih dengan bibirnya. Begitu lembut, sampai Yoona merasakan ketulusan dalam kecupan singkat itu.

“Aku pergi…” ucap Siwon seperti tak rela mengatakan kalimat itu. Yoona hanya mengangguk tanpa bersuara. Perlahan namun pasti, tangan mereka yang semula saling menggenggam akhirnya harus saling melepaskanya. Terlihat sangat tak rela, tapi itu harus mereka lakukan.

Akhirnya dengan langkah berat, Siwon pun membalikan badannya lalu berjalan. Meninggalkan Yoona yang kembali bercucuran air mata menatap punggungnya yang semakin menjauh.

“Kau harus kembali….”

oOo

Rabu pagi di University Sung Kyun Kwan, Yoona tengah duduk di salah satu sudut perpustakaan sambil membaca buku. Yoona merasa bosan, biasanya jika sedang tak ada jam kuliah seperti sekarang ini Siwon selalu ada menemaninya, tapi karena Siwon tak ada jadi dia memutuskan untuk membaca buku di perpustakaan. Tiba-tiba Yoona teringat akan sesuatu hal, dia buru-buru merogoh tas nya mencari sesuatu di dalam sana. Sampai akhirnya Yoona menemukan ponsel berwarna putihnya.

“Tak ada pesan, apalagi telpon? Apa dia sudah sampai di Jepang?” tanya Yoona pada dirinya sendiri.

“Tapi jarak Korea-Jepang tidak terlalu jauh, apa dia lupa menghubungi ku? Tapi, dia sudah berjanji akan menghubungi ku..” Yoona malah berbicara sendiri memikirkan Siwon yang belum juga menghubunginya, padahal Siwon berjanji akan menghubunginya jika sudah sampai di Jepang.

“Apa dia juga sibuk?” gumam Yoona untuk kesekian kalinya.

Yoona prustasi, dia segera menekan nomor Siwon untuk menghubunginya.

“Maaf, nomor yang anda tuju sedang tidak aktif”

Yoona kembali menghela nafas, sudah kesekian kalinya dia mencoba menghubungi Siwon. Tapi, hanya suara itulah yang selalu terdengar. Kembali Yoona merasa was-was, meskipun dia berusaha untuk berpikiran positif tapi hal-hal negatif tak bisa ia singkirkan dari pikirannya.

“Tidak mungkin Im Yoona, itu tidak mungkin terjadi…” ucap Yoona meyakinkan dirinya.

“Yoona, Dosen Jang sudah masuk. Kajja..” ucap Tiffany menepuk bahunya.

“Oh nde, eumm nde…kajja…” sahut Yoona terdengar gugup. Lantas dia segera membereskan buku-bukunya lalu setelah itu keluar bersama temannya, Tiffany menuju kelas.

oOo

Ke esokan paginya, Yoona masih belum mendapat pesan ataupun telpon dari Siwon. Dia juga sudah berusaha menghubungi Siwon, tapi selalu suara operator yang terdengar. Dan kembali, Yoona hanya bisa mendengus kesal sekaligus kembali merasa resah di buatnya.

Yoona mematut bayangan dirinya di depan cermin rias, merapikan tatanan rambutnya serta make up sebelum pergi ke kampus pagi ini.

“Mungkin dia sudah pulang, tapi dia sengaja tak mengabari ku.” ucap Yoona tersenyum. Sebenarnya kalimat itu lebih untuk meyakinkan dirinya jika Siwon baik-baik saja.

Setelah selesai menata penampilannya, Yoona pun kemudian menyambar tasnya yang tergeletak di atas ranjang lalu melangkahkan kakinya keluar. Saat Yoona membuka pintu apartementnya, tiba-tiba sesosok pria tinggi berada di depanya. Yoona terlonjak kaget, tapi tidak bagi pria itu. Dia malah tersenyum melihat ekspresi Yoona yang sangat terkejut melihat kehadirannya.

“Si…siwon Oppa..” ucap Yoona terbata, dia sedikit tak percaya jika orang yang dari kemarin bahkan sampai detik ini ia khawatirkan ternyata ada di hadapannya sekarang.

“Iya ini aku..” jawab pria itu, yang memang benar Siwon.

“Oppa, kapan kau kembali dari Jepang? Kenapa kau tak menghubungi ku? Kau tahu, aku hampir mati karena mengkhawatirkan mu?” cerca Yoona berapi-api, namun matanya terlihat berkaca-kaca.

Siwon tersenyum lalu tangannya terulur membelai lembut surai hitam Yoona.

“Nanti ku jelaskan, ayo sekarang kita pergi…” tanpa menunggu persetujuan dari Yoona Siwon pun menarik tangan Yoona lalu menutup pintu.

“Oppa kita mau kemana? Aku harus bicara dulu dengan mu” ujar Yoona keras, dia ingin Siwon menjelaskan semuanya.

“Nanti kau akan tahu ikut saja aku…” ujar Siwon tanpa menoleh padanya.

oOo

Mata Yoona mengelilingi tempat dimana dia berada sekarang, yaitu Namsan Tower. Yoona heran kenapa Siwon membawanya kemari, padahal seharusnya Siwon membawanya ke kampus bukan ke tempat ini.

“Oppa, kenapa kau mengajak ku kemari?” tanya Yoona akhirnya.

Siwon menghentikan langkah kakinya lalu menoleh pada Yoona “Aku hanya ingin jalan-jalan saja dengan mu..” jawab Siwon tersenyum.

“Apa? Tapi kita bisa jalan-jalan setelah kita pulang kuliah kan?” protes Yoona.

“Jika kita jalan-jalan setelah pulang kuliah, maka waktunya akan sedikit..” jawab Siwon. Yoona mengerutkan keningnya tak mengerti akan jawaban Siwon.

“Maksud mu Oppa?”

“Maksud ku, kita pulang kuliah sore. Jadi jika kita jalan-jalan setelah pulang kuliah itu akan sedikit waktunya” jawab Siwon kali ini lebih jelas.

“Tapi kau belum menjelaskan kenapa kau tak menghubungi ku kemarin, bukannya kau sudah janji akan menghubungi ku jika sudah sampai di Jepang” ujar Yoona kembali pada topik pembicaraan yang sempat terpotong tadi.

“Kita duduk dulu disana…” Siwon menarik tangan Yoona untuk mengikutinya duduk di sebuah bangku.

“Cepat katakan, kenapa Oppa tak menghubungi ku kemarin?” tuntut Yoona meminta penjelasan.

“Aku tidak jadi pergi ke Jepang” jawab Siwon setelah jeda cukup lama.

“Apa?” Kenapa?” tanya Yoona keget.

“Yah tidak jadi saja…” jawab Siwon lagi. Tapi, Yoona masih belum puas akan jawabannya.

“Lalu kemarin kau pergi kemana?” Di kampus kau tak ada, aku juga sudah berusaha menghubungi ponsel mu tapi tak aktif…” tanya Yoona dengan pertanyaan yang membuat Siwon tersenyum kecil.

“Kemarin aku memutuskan tidak pergi ke Jepang, karena tiba-tiba aku merasa tidak enak badan. Mungkin gara-gara aku kehujanan dan makan udang jadi alergi ku kambuh lagi…” jawab Siwon menatap sang kekasih.

“Benarkah? Lalu, kenapa ponsel mu tak aktif?” tanya Yoona lagi.

Siwon diam sejenak “Ponsel ku hilang” jawab Siwon setelah jeda cukup lama.

“Saat aku pulang dari bandara aku naik taxi. Sepertinya, sudah ada yang menemukan ponselku. Jadi makannya tak aktif. Sekarang kau percayakan?” lanjut Siwon menatap mata Yoona. Untuk beberapa menit Yoona diam, menatap mata Siwon siapa tahu ada kebohongan dari sorot mata pria itu. Tapi, ternyata sorot mata itu terlihat tulus dan sama sekali Yoona tak merasakan ada kebohongan sedikit pun.

Yoona mengangguk “Mianhae, aku sudah marah-marah pada mu..” sesal Yoona menundukan kepalanya.

“Gwanchana, aku maklumi kau marah. Karena semua ini memang kesalahan ku…” jawab Siwon lalu menyentuh tangan Yoona.

“Oppa..” panggil Yoona menatap Siwon.

“Ne..”

“Kenapa tangan mu dingin? Kau…kau juga terlihat pucat, apa kau masih kurang enak badan Oppa?” tanya Yoona khawatir. Siwon memang terlihat tak seperti biasanya. Paras tampan yang biasanya selalu terlihat fress kini terlihat pucat pasi.

“Benarkah? Oh aku memang masih kurang enak badan, tapi aku tidak apa-apa. Sekarang ayo kita jalan-jalan. Kita habiskan hari ini untuk bersama. Kau mau kemana? Aku akan menemani mu?” Siwon beranjak dari duduknya lalu kembali menarik tangan Yoona.

“Sebaiknya kau istirahat saja hari ini Oppa, besok saja kita jalan-jalanya.”

“Anio” tegas Siwon.

“Aku ingin hari ini” lanjut Siwon kini bernada pelan. Sayup-sayup matanya menatap mata Yoona memohon agar kekasihnya itu mau berjalan-jalan dengannya hari ini.

“Arraseo, kita habiskan hari ini untuk bersama..” jawab Yoona akhirnya, Seketika saja senyum merekah menghiasi wajah pucat Siwon.

oOo

Pertama mereka menghabiskan waktu di Namsan Tower, berkeliling disana menikmati suasana pagi yang sangat menyejukan. Juga tak lupa mereka naik ke menara tower tersebut. Melihat pemandangan kota Seoul di pagi hari yang tampak indah. Sejak tadi tangan mereka tak pernah lepas, berpegangan erat seakan tak mau terpisahkan. Hari ini mereka berdua tidak hanya sekedar jalan-jalan saja tapi mungkin bisa dibilang berkencan.

Setelah puas jalan-jalan di sekitar Namsan Tower, Siwon dan Yoona pun kembali melanjutkan kencan mereka. Yoona tak tahu Siwon akan membawanya kemana, dia mengikuti saja kemana pria itu akan membawanya. Kini mereka berdua tengah naik bus menuju tempat tujuan mereka selanjutnya. Mereka duduk di bangku paling belakang, Yoona menyandarkan kepalanya di bahu kokoh sang kekasih. Menghirup aroma khas tubuh pria itu. Perlahan kelopak mata Yoona mulai terpejam, saat belaian lembut tangan Siwon menyentuh kepalanya. Yoona sangat menyukai moment ini, dia selalu merasa nyaman saat Siwon melakukan hal seperti ini padanya.

“Oppa..” panggil Yoona pelan. Siwon hanya menjawabnya dengan gumaman singkat.

“Jika sudah sampai bangunkan aku, aku ingin tidur sebentar.” Lanjut Yoona.

“Nde, tidurlah..” jawab Siwon pelan.

Tak berapa lama Yoona sudah mulai terlelap di bahu Siwon, deru nafas hangatnya mengiringinya masuk kealam mimpi. Mengeratkan genggamannya pada tangan dingin sang kekasih yang menjadi sandarannya. Bus pun semakin melaju, membelah jalanan mengantarkan para penumpang ke tempat tujuan mereka.

oOo

Yoona merentangkan kedua tangannya, dadanya  mengembang saat ia menghirup oksigen sebanyak-banyaknya. Kedua matanya terpejam merasakan terpaan angin yang membuainya. Saat ini Yoona tengah berada di atap sebuah gedung. Awalnya Yoona merasa bingung kenapa kekasihnya itu mengajaknya kemari, tapi sekarang Yoona mengerti jika tempat ini ternyata sangat indah. Di tempat ini Yoona bisa melihat dengan jelas gedung-gedung pencakar langit yang tampak seperti sebuah miniatur jika dilihat dari atap gedung itu, belum lagi di ujung selatan terdapat sebuah pantai dengan ombak yang sangat tenang.

“Kau suka tempat ini?”

Perlahan Yoona membuka matanya saat Siwon bersuara. Yoona menoleh lalu tersenyum manis.

“Aku sangat menyukai tempat ini, terima kasih..” jawab Yoona tersenyum.

“Tapi, kenapa Oppa mengajak ku ke tempat ini?” tanya Yoona heran.

“Aku hanya ingin mengajak mu ke sini saja, terakhir kali kita ke sini lima bulan yang lalu bukan?”

“Oh nde, kau benar Oppa…” jawab Yoona lalu kembali melihat pemandangan kota Seoul lagi.

“Im Yoona mana ponsel mu?” tanya Siwon sambil menengadahkan tangannya meminta.

“Untuk apa Oppa?”

“Mana dulu ponsel mu…” pinta Siwon tak sabar. Dengan rasa heran Yoona pun merogoh tasnya lalu memberikan ponselnya pada Siwon.

“Nah ayo sekarang tersenyum…” titah Siwon mengarahkan camera ponsel itu pada Yoona.

“Oppa kau ingin memotret ku?” tanya Yoona menahan tawa.

“Tentu saja, palli tersenyum..” titah Siwon lagi. Dengan rasa malu akhirnya Yoona pun mulai bergaya di depan camera.

Satu, dua, tiga, Siwon sudah mengambil beberapa foto Yoona. Terlihat Siwon tampak puas melihat hasil jepretanya.

“Sekarang aku akan memotret mu..” ujar Yoona lalu merebut ponselnya.

“Jangan potret aku Im Yoona…” tolak Siwon menghalangi wajahnya dengan tangan, Yoona tertawa geli melihat tingkah kekasih itu yang tiba-tiba menolak untuk di foto, karena biasanya Siwon tak pernah seperti ini.

“Ayolah Oppa…” rengek Yoona memohon.

“Ah atau kita foto berdua saja..” ucap Yoona lagi. Lalu menarik tangan Siwon untuk lebih dekat denganya.

“Hana deul set…”

Yoona pun mulai mengambil foto dirinya dengan Siwon, di foto pertama Siwon terlihat tersenyum kaku, namun di foto kedua ketiga dan selanjutnya Siwon mulai bergaya.

“Ini, baguskan Oppa?” tanya Yoona lalu menunjukan layar ponselnya. Siwon tersenyum melihat foto mereka berdua yang di jadikan wallpaper.

“Kau cantik…” ucap Siwon lalu menatap mata Yoona.

Kembali mata mereka bertemu, Yoona tersenyum manis saat mendengar Siwon mengatakan hal itu. Yoona bahagia, bukan karena Siwon mengatakan dia cantik. Tapi, dia bahagia karena bisa menjadi kekasih dari Siwon. Perlahan senyum di bibir Yoona lenyap, saat dia baru menyadari jika Siwon terlihat semakin berbeda. Yoona menyentuh pipi Siwon, rasa dingin seketika saja ia rasakan.

“Oppa, kau semakin pucat. Kau juga dingin sekali, sebaiknya kita pulang saja. Aku tidak mau kau sakit…” ucap Yoona mulai berkaca-kaca.

Siwon tersenyum “Arraseo, tapi aku tidak mau pulang ke rumah ku. Aku mau pulang ke apartement mu saja, kita makan malam bersama” ujar Siwon.

Yoona mengangguk mengiyakan tawaran kekasihnya itu.

oOo

Malam tiba, Yoona terlihat sibuk di dapur menyiapkan masakan untuk makan malamnya dengan Siwon. Acara masak pun berjalan tanpa hambatan, meskipun sesekali Siwon membuat kesalahan yang mampu membuat Yoona tertawa di buatnya.

“Oppa, bisa kau ambilkan kecap di lemari es.” Ucap Yoona yang tengah memotong sayuran.

“Siwon Oppa…” panggil Yoona lagi. Namun sama, masih tak ada sahutan dari Siwon. Yoona pun menghentikan pekerjaannya lalu menengok ke belakang, ternyata Siwon tak ada. Yoona menghela nafas berlebihan lalu berjalan menuju ruang tengah mencari Siwon. Yoona menyapukan pandangan mencari sosok Siwon, tapi rupanya tak ada. Meskipun tv menyala tapi ternyata tak ada yang menonton. Yoona berniat mencari Siwon di kamar mandi, namun langkahnya terhenti saat mendengar sebuah berita di tayangan televisi.

“Sebuah kecelakaan pesawat terjadi di bandara Incheon, pesawat menuju Jepang dengan nomor penerbangan JE 879 tergelincir saat akan melakukan penerbangan, dikabarkan tak ada korban yang selamat. 250 penumpang serta awak pesawat dinyatakan meninggal dunia. Dan inilah daftar korba-korban yang sudah terindentifikasi”

Clip““`

Yoona segera menoleh kebelakang. Siwon, ternyata pria itu yang mematikan televisi. Yoona menatap Siwon dengan sejuta keanehan dalam pikirannya, tapi rupanya Siwon tak perduli dengan tatapan Yoona, dia malah tersenyum lalu mendekati Yoona.

“Bukankah tadi kau menyuruhku mengambilkan kecap? Kenapa sekarang kau ada disini?” tanya Siwon menyentuh bahu Yoona.

“Yoona–”

“Pesawat itu? Bukankah, pesawat itu yang akan kau tumpangi ke Jepang?” tanya Yoona dadanya terasa sesak saat mengucapkan kalimat itu.

“Nde, waeyo?” tanya Siwon tersenyum.

“Oppa, untung kau tidak pergi. Jika kau pergi mungkin…..”

“Aku akan meninggal” lanjut Siwon memotong ucapan Yoona.

“Oppa, aku….aku tak mau kehilangan mu. Untung kau tak jadi pergi. Jika tidak, kau pasti…” Yoona tak bisa melanjutkan perkataannya karena air matanya keburu keluar begitu saja. Siwon hanya tersenyum tipis lalu membawa Yoona kedalam pelukannya.

oOo

Malam semakin larut, suasana pun kian sepi. Semua orang mungkin sudah terlelap di balik selimut tebal, atau pun sudah memasuki alam mimpinya masing-masing. Tapi tidak bagi kedua insan manusia itu, meskipun mereka sudah berada di bawah selimut yang sama. Tapi, sepasang kekasih itu belum sama sekali berniat untuk memejamkan mata.

Setelah makan malam selesai, Yoona menahan kepergian Siwon. Malam ini dia ingin Siwon menemaninya tidur, entah hal apa yang membuat Yoona bersikap seperti itu. Yang jelas, dia seakan tak mau Siwon pergi. Dan permintaan Yoona itu tak di tolak Siwon, justru tanpa pikir panjang Siwon menyanggupinya. Dan kini mereka sudah berbaring ditempat tidur yang sama, tangan mereka tak saling melapaskan genggaman. Kontak mata mereka pun tak pernah lepas sejak tadi. Meski bibir mereka tak bersuara, tapi mata dan hati mereka berbicara menyeruakan kalimat-kalimat cinta.

“Yoona” panggil Siwon pelan.

“Emm” sahut Yoona pelan.

“Jika seandainya Tuhan memberikan waktu lama pada ku, aku akan menghabiskan hidup ku menemani mu, menjaga mu dan akan selalu mengatakan“aku mencintai mu”. Tapi jika itu tidak terjadi, tolong jangan lupakan aku dan jangan membenci ku. Simpanlah aku dihati mu, kenanglah aku dalam ingatan mu. Dan tetap cintai aku meski aku tak bersama mu..”

Runtuh sudahlah pertahanan Yoona, air matanya mengalir deras melalui sudut matanya. Untaian kata demi kata yang terucap dari bibir Siwon seperti sebuah pedang yang menyayat hatinya. Yoona juga tak  mengerti kenapa hatinya sesakit ini, apa mungkin kalimat yang Siwon ucapkan seperti sebuah kalimat perpisahan?

“Kenapa kau bicara seperti itu? Kau akan selalu ada dihati ku, kau juga akan selalu ku ingat. Dan aku akan tetap mencintai mu. Kita akan bersama, dan kita harus bersama. Aku ingin selalu berada disamping mu, aku tidak mau berpisah dengan mu. Aku…membutuhkan, aku mencintai mu…”

“Aku juga mencintaimu, sangat mencintai mu. Tapi, jika suatu saat kita berpisah. Ku mohon relakan aku,…”

“Tidak, aku tidak akan merelakan mu. Sampai kapan pun aku tidak akan merelakan mu, kau tidak boleh pergi. Kau sudah janji akan menikahi ku, kau sudah janji akan membawa ku ke Jepang nemui orang tua mu, itu adalah janjimu dan kau sudah berjanji akan membahagiakan ku” Yoona makin terisak, tangisannya pecah sudah.

“Oppa, berjanjilah akan selalu bersama ku” mohon Yoona menggenggam tangan dingin Siwon. Siwon tak menjawab dia masih menatap Yoona dalam diam.

“Oppa…”

“Aku mencintai mu..” ucap Siwon kini matanya mulai berkaca-kaca.

“Bisa kau katakan lagi” minta Yoona terisak.

“Aku mencintai mu, aku sangat mencintai mu. Aku janji akan selalu bersama mu, aku mencintai mu Im Yoona…” Siwon menuntaskan kalimat itu tepat saat air matanya keluar dari sudut matanya. Kemudian, dia mendekat pada Yoona lalu mengecup puncak kepala Yoona. Membuat gadis itu memejamkan matanya.

“Tidurlah, aku tidak akan pergi…” ujar Siwon pelan. Lalu menarik tubuh Yoona dalam dekapannya. Seketika saja Yoona terisak kembali di dada sang kekasih. Kembali menumpahkan perasaannya yang tiba-tiba menjadi takut kehilangan Siwon.

“Oppa Kajima” lirih Yoona terisak.

oOo

Burung-burung mulai keluar dari sangkarnya, beterbangan menghiasi langit Seoul yang tampak cerah. Sang fajar mulai kembali menunjukan sinarnya yang menghangatkan pagi kota Seoul, sinarnya yang kuat bahkan sampai menembus sebuah kaca jendela kamar apartement yang tak tertutupi gordeng. Seorang wanita yang masih menutup matanya merasa terusik saat sinar mentari menusuk matanya. Kedua kelopak matanya mulai bergerak, hal pertama yang ia lihat adalah sinar mentari yang langsung menusuk lensa matanya. Gadis itu menyipitkan matanya menghalau sinar mentari sembari bangun dari tidurnya. Sejenak dia diam, entah apa yang tengah dia pikirkan. Namun, beberapa detik kemudian dia seakan tersadarkan. Gadis itu menoleh ke samping kirinya. Tidak ada siapa-siapa, pria yang semalam tidur memeluknya sudah tidak ada.

Yoona – gadis itu lalu turun dari ranjang berniat mencari Siwon, sosok pria tersebut.Tapi, tiba-tiba langkahnya terhenti saat telapak kakinya menginjak sesuatu. Yoona berjongkok lalu mengambil kertas berwarna pink yang tak sengaja ia injak.

“Im Yoona aku harus pergi”

Kalimat itulah yang tertulis dalam secarik kertas berwarna pink yang Yoona temukan di atas lantai. Yoona yakin, jika ini adalah tulisan Siwon. Tapi, Yoona masih belum mengerti apa maksud dari tulisan singkat ini. Setelah berpikir sesaat, Yoona pun segera bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.

oOo

Yoona setengah berlari di koridor kampusnya, kehadirannya tiba-tiba menjadi pusat perhatian para mahasiswa lainnya yang kebetulan berpapasan dengannya di koridor. Yoona tahu hal ini, tapi dia tak memperdulikan tatapan penuh tanda tanya itu. Yang Yoona pikirkan saat ini adalah satu nama – Choi Siwon, kekasihnya.

Saat Yoona akan berbelok tiba-tiba ia berpapasan dengan Tiffany yang kebetulan baru saja keluar dari kelas.

“Yoona…” panggil gadis bermarga Hwang itu pada sahabatnya, Yoona.

Yoona menoleh, tapi dia tak bersuara. Namun tatapan matanya seakan berbicara “Ada apa Fany?”

Gadis berdarah Amerika itupun berjalan mendekati Yoona, lantas dia menepuk- nepuk bahu Yoona dengan iba.

“Kau harus tabah Yoong” ujar Tiffany iba. Samar-samar Yoona mengerutkan keningnya heran. Namun dia tak berusaha untuk bertanya.

“Fany, apa kau lihat Siwon Oppa?” tanya Yoona. Raut wajah Tiffany seketika berubah menjadi bingung.

“Apa maksud mu Yoong?” tanya balik Tiffany, bingung.

“Siwon, Siwon Oppa. Apa kau melihatnya? Tadi aku sudah mencari dia ke apartemennya, tapi dia tak ada. Apa kau melihatnya disini?” tanya Yoona nada panik mulai terdengar didalamnya.

“Yoona, ada apa dengan mu. Siwon tak ada, dia di rumah sakit…”

Deg..

Kalimat yang baru saja Yoona dengar bagai sebuah hantaman keras di hatinya, untuk beberapa detik Yoona belum merespon pernyataan Tiffany. Sebenarnya, dia belum mengerti apa yang sahabatnya ini katakan. Siwon tak ada? Dia di rumah sakit? Lalu siapa yang kemarin berkencan dengannya? Lalu siapa yang semalam tidur dengannya?

Yoona tersenyum tak percaya “Kau bicara apa barusan? Siwon dirumah sakit? Kau jangan bercanda Fany, ini semua tidak lucu…” tukas Yoona berusaha tak percaya, tapi tak bisa di sembunyikan matanya sudah muai memerah saat mengatakan itu.

“Yoona, Siwon kecelakaan pesawat…”

Deg

Untuk yang kedua kalinya Yoona merasakan sebuah hantaman keras di hatinya, bahkan sekarang terasa sangat sakit. Sampai-sampai air matanya pun tak dapat ia tahan, meski ia belum sepenuhnya percaya.

“Fany, kau bohong. KAU BOHONG!!!!” teriak Yoona histeris. Suaranya yang keras mampu menarik perhatian semua orang.

“Yoona, ada apa sebenarnya dengan mu? Bukankah kau juga sudah tahu Siwon kecelakaan?” tanya Tiffany masih belum mengerti.

“Semalam aku menghubungi nomor ponsel mu, tapi kau tidak mengangkat telpon ku. Lalu aku mengirimkan pesan pada mu. Aku bertanya bagaimana keadaan Siwon, dan kau membalas pesan ku bukan? Kau membalas jika keadaan Siwon sedang kritis” papar Tiffany, Yoona hanya diam tak mengerti apa yang sahabatnya ini jelaskan padanya.

“Tidak…semalam tidak ada telpon dari mu, juga tidak ada sms dari mu…” elak Yoona menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Lalu siapa yang membalas pesan ku semalam? Jika kau tak percaya, kau lihat ponsel ku…”

Tiffany segera merogoh tasnya untuk mengambil ponsel. Dia membuka menu pesan lalu memperlihatkan sebuah pesan dari nomor Yoona semalam.

“Ini..” ucap Tiffany menyerahkan ponselnya pada Yoona.

“Tiffany, keadaan Siwon semakin parah. Dia kritis” isi dari pesan tersebut membuat tubuh Yoona lemas sekatika, dia hampir terjatuh jika saja Tiffany tak refleks menangkapnya.

“Yoona…Yoona…”

“Ani…Anio. Semalam Siwon bersama ku, semalam dia bersama ku Fany. Demi Tuhan, semalam kami bersama…” ucap Yoona bergetar dan mulai terisak.

“Yoona…”

“Bahkan kemarin kami pergi bersama, kemarin aku tidak masuk kuliah karena menemaninya jalan-jalan. Jika kau tak percaya, kau boleh lihat ponsel ku. Kemarin kami mengambil foto bersama.” Yoona melepaskan tangan Tiffany yang menahannya lalu merogoh isi tasnya mengambil ponsel. Yoona ingin memperlihatkan pada Tiffany jika Siwon kemarin benar-benar bersamanya.

“Fany, lihat ini kami….”

Kalimat Yoona terputus saat matanya melihat wallpaper ponselnya. Hanya ada dirinya, tak ada orang lain juga tak ada Siwon. Yoona buru-buru membuka menu file untuk melihat foto-foto yang kemarin ia ambil bersama Siwon. Sama, Siwon menghilang di semua foto. Yoona menggeleng-gelengkan kepalanya tak percaya, dan brak….ponsel pun terjatuh dari tangannya. Yoona terhuyung ke tembok lalu mulai merosot ke bawah. Kembali dia terisak, Tiffany segera merangkulnya lalu membawa Yoona kedalam pelukannya.

“Fany, ini semua bohong. Katakan, jika semua ini bohong. Siwon ada, kemarin dia bersama ku. Kenapa dia menghilang di foto itu” isak Yoona membenamkan wajahnya di bahu Tiffany. Tiffany tak bisa berbuat apa-apa, dia juga terlalu bingung apa yang Yoona katakan dari tadi.

“Sebaiknya sekarang kita kerumah sakit, kita lihat kondisi Siwon..” ujar Tiffany sembari menepuk-nepuk pelan bahu Yoona.

oOo

Dengan langkah enggan, Yoona berjalan menelusuri lorong-lorong rumah sakit. Jujur saja, dirinya belum bisa mempercayai semua ini. Bagaimana mungkin mau percaya, sementara kemarin – Choi Siwon ada bersamanya. Namun, Yoona juga tak bisa mengelak jika beberapa hari sebelum hari ini. Dia merasakan pirasat buruk, namun entah apa itu. Apa mungkin ini adalah jawaban dari kegundahan hati Yoona serta pirasat buruknya?

Tiffany menyentuh bahu Yoona untuk meyakinkan sahabatnya itu sebelum masuk kedalam sebuah ruang perawatan. Hanya inilah yang bisa Tiffany lakukan, Yoona hanya mengangguk kecil sembari menahan gumpalan krystal yang sudah berada di ambang matanya. Perlahan namun pasti tangan kecil Yoona pun bergerak mendorong kenop pintu. Saat Yoona masuk, hal pertama yang Yoona lihat adalah seorang pria berjas putih, lalu seorang remaja yang tengah menangis tersedu dan seorang pria paruh baya yang terlihat tengah menenangkan istrinya yang menangis. Yoona melangkah lebih dekat pada mereka, sampai akhirnya matanya melihat seseorang yang berbaring di atas ranjang perawatan. Peralatan medis yang cangih sudah menempel pada tubuh atletisnya.

“Eonni-yaa…” panggil remaja putri itu yang di tujukan pada Yoona. Yoona menoleh dengan air mata yang sudah meleleh.

“Kenapa Eonni baru datang sekarang? Siwon Oppa sudah tidak ada…” ujarnya  menyelesaikan kalimat penuh luka itu dengan sebuah isakan di bibirnya.

Yoona diam sesaat mendengar penuturan remaja itu yang merupakan adik kandung Siwon, Yoona masih belum bisa mempercayai semuanya. Kenapa semua orang mengatakan hal yang negatif pada Siwon? Jerit Yoona dalam hatinya.

“Oppa..ironayo..Oppa..” panggil Yoona sangat pelan membangunkan pria yang sudah terbujur kaku itu.

“Oppa..aku tahu kau sedang bercanda, semalam kau bersama ku kan? Bangunlah Oppa, bangun…” tangan Yoona bergerak menyentuh tangan Siwon, dingin. Itulah yang Yoona rasakan, bahkan rasa dingin ini sama saat Yoona menggenggam tangan Siwon kemarin.

“Oppa, Oppa…..”

Runtuh sudah pertahanan Yoona, kini dia sudah mempercayainya. Kini dia sudah menyadarinya jika memang benar pria yang saat ini berbaring tanpa nyawa di depannya adalah kekasihnya, pelindungnya, tambatan hatinya yang sudah pergi untuk selamanya. Yoona memeluk tubuh kaku Siwon, berharap pria itu bisa merasakan kesedihannya, berharap pria itu bisa merasakan air matanya yang tumpah di dada bidangnya. Tapi sepertinya Siwon tak akan bangun. Bahkan Yoona pun menyadari hal itu, detak jantung pria ini yang biasanya selalu berdetak saat Yoona bersandar di dadanya kini tak terdengar lagi, Siwon – dia sudah pergi.

oOo

Angin senja membuat rambut Yoona terbang mengikuti arahnya, terpaan angin itu bagai sebuah sembilu yang menyayat kembali hatinya. Suara ombak di ujung selatan sana seperti sebuah hantaman yang meluluh lantahkan lagi hatinya. Yoona berdiri di atas atap sebuah gedung, tempat dimana kemarin ia menghabiskan hari bersama sang kekasih hati di tempat ini. Namun sekarang sang kekasih sudah pergi meninggalkanya dengan memberikan sebuah kenangan manis yang sungguh sampai kapan pun tak akan pernah Yoona lupakan.

Bayang-bayang wajahnya yang rupawan, senyumnya yang indah, pelukannya yang hangat dan kata-kata cinta yang selalu dia lantunkan masih terngiang-ngian jelas di telinga Yoona. Sebuah kenangan yang berharga namun membawa luka saat kembali ia mengingatnya. Kemarin, Yoona masih dapat melihat Siwon, meski dia bukan Siwon yang berwujud manusia. Kemarin, Yoona masih bisa bersandar di bahu kokoh Siwon, meski suhu tubuhnya tak sehangat saat dia berwujud manusia.

Kini Yoona baru menyadari, jika kemarin yang bersamanya adalah jiwa Siwon yang menemuinya. Bukan raganya. Karena sudah jelas, raga Siwon terbaring di rumah sakit dengan kondisi koma.

Yoona kembali teringat saat-saat terakhir bersama sang kekasih sebelum di pergi ke Jepang, dan mengalami kecelakaan pesawat.

“Ayolah, aku tidak akan memanggil mu seperti itu lagi…”

“Yakso?”

“Yakso, aku tidak akan mengucapkan itu lagi. Itu yang terakhir kalinya”

“Aku tidak akan mati hanya karena makan udang, percayalah”

“Aku pergi…”

“Jika seandainya Tuhan memberikan waktu lama pada ku, aku akan menghabiskan hidup ku menemani mu, menjaga mu dan akan selalu mengatakan “aku mencintai mu”. Tapi jika itu tidak terjadi, tolong jangan lupakan aku dan jangan membenci ku. Simpanlah aku dihati mu, kenanglah aku dalam ingatan mu. Dan tetap cintai aku meski aku tak bersama mu..”

“Aku juga mencintaimu, sangat mencintai mu. Tapi, jika suatu saat kita berpisah. Ku mohon relakan aku,…”

Yoona menundukan kepalanya, tetesan air mata keluar deras dari kedua matanya saat kembali mengingat kalimat-kalimat terakhir yang Siwon ucapkan padanya. Rupanya itu semua adalah kalimat perpisahan, mungkin Siwon tak ingin meninggalkan Yoona. Tapi, sang pencipta telah berkata lain. Dan Yoona harus merelakan Siwon pergi.

Tiba-tiba sebuah tangan menyentuh tangan Yoona, menggenggamnya sangat erat. Namun sepertinya gadis itu tak bisa merasakannya, dia masih berkutat dengan linangan air mata dipipinya. Pria itu tersenyum manis, meski wajah pucat menghiasai paras rupawannya.

“Aku memang pergi, tapi hati dan cinta ku tidak akan pernah pergi. Meskipun kau tidak akan menyadari kehadiran ku, tapi percayalah, selamanya aku akan ada di sisimu. Aku mencintai mu Yoona”

“Im Yoona, simpanlah aku dihati mu, kenanglah aku dalam ingatan mu. Dan tetap cintai aku meski aku tak bersama mu..”ujarnya lalu menampakan senyum tipis diwajahnya.

Yoona memang tak bisa mendengarnya, tapi dia yakin hati Yoona dapat mendengar ucapannya. Dan benar saja, sekarang Yoona menoleh ke arahnya, mata Yoona memang tak bisa melihat wujudnya yang sekarang, tapi hatinya. Hati tulus Yoona, dapat merasakan kehadirannya.

“Hanya halusinasi” lirih Yoona pedih lalu kembali melihat kedepan. Kini, Yoona hanya bisa mengenang memori manis cintainya bersama Siwon. Meskipun itu akan membuat air matanya kembali bercucuran, tapi bagi Yoona semua kenangan itulah yang akan tetap membuat hatinya menyimpan nama Siwon, mengenang Siwon dalam ingatannya, dan….mencintai Siwon meski pria itu sudah tak bisa bersamanya.

oOo

THE END

oOo

Karena kebetulan suasana lagi galau bin melow terciptalah ff ini. Saya yakin hasilnya sangat tidak memuaskan, berakhir dengan sad ending? Bukan kah begitu? Namun saya harap readers tidak kecewa dengan ending ff ini, ingat! Ini hanya sebuah Fiction semata, yah kita berharap dan selalu berdoa agar di kehidupan real uri YoonWon tidak seperti ini.

Jika nemu typo tolong dimaafkan, because typo is Donghae’s style..kkkk

Buat yang nunggu ff Journey of Love chapter 2nya sudah ada, tapi nanti yah aku kirimnya. Setelah ini 😉 sebelumnya terima kasih atas respon dari kalian.

buat admin YWK tercinta heheheh ka echa dan resty hatur nuhun dan terima kasih banyak sudah publish ff ku, bighug 🙂

RCL yah Nited *bow.

Pos Berikutnya
Tinggalkan komentar

160 Komentar

  1. Yah sad ending..coz ga papa. Tete keren.. Bkin yg lebih keren lg y

    Balas
  2. Mia

     /  Juli 12, 2014

    Aku mau nangis nih aku ga’ akan pernah kebayang jika kejadin itu xata

    Balas
  3. dahliagaemgyu

     /  September 3, 2014

    yah, kenapa harus sad ending?
    ah bikin mewek,,,,
    tapi keren bgt

    Balas
  4. Sedih bgt ya FF ini
    sampai nangis aku bacanya
    tapi meskipun endingnya agak menyedihkan tapi gk apalah namanya jg fanfiction
    FF nya bgs jg kok Chingu

    Balas
  5. Choi Han Ki

     /  Oktober 23, 2014

    Sedihh… Yoona padahal dah menyadarinya cuma dia sedikit mengabaikannya krn siwon selalu bilang dia baik2 saja

    Balas
  6. terharu bacanya bener” sukses bikin nyesek

    Balas
  7. Cha'chaicha

     /  Januari 29, 2015

    Hadeh galau bgt, tpi keren feel’y dpt bgt..

    Balas
  8. Galonn guaa huuahh lagi2 sad endingg 😦 😦

    Balas
  9. Kim eun ah

     /  Mei 1, 2015

    Ya ampun thor aku sampe nangis loh… sedih banget, tapi aku suka banget thor

    Balas
  10. sedih banget… cerita nya menyentuh banget…

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: