[OS] I’m Jealous

 

Title                 :  (One Shoot) I’m Jealous

 

Main Cast        :  –    Choi Siwon ‘Super Junior’

 

Im Yoon Ah ‘Girls Generation’

 

Other Cast       : –     Member Super Junior

–          Yuri & Seohyun ‘Girls Generation’

 

Genre              :  Romantic, sad, friendship etc

 

Created by      :  Ravikha Indriani / @pikhapikhu

 

 

 

Annyeonghaseyo^^  I’m new writer hehe this is my first time to publish this OS, Maafkan saya jika OS ini belum sesuai dengan harapan kalian atau mungkin OS ini membosankan. Kedepannya akan saya perbaiki. And BIG THANKS TO RESTY.. (MY PLEASURE) yang mau repot mempublis OS ini  Bagi para readers, jangan lupa untuk leave comment ya…

Gomawoyo J

 

Yoona POV

 

Aku hanya diam menatap layar Iphone putih kesayanganku. Entah sudah berapa kali Iphone itu berbunyi menandakan adanya panggilan dan pesan yang masuk. Aku malas melihatnya. Pasti dia yang menghubungiku. Choi Siwon, namjachingu-ku. Namja yang sudah merebut perhatian ke sejak awal bertemu. Namja yang mebuat hidupku lebih sempurna.

 

Entah kenapa aku dibuat kesal olehnya. Entah dia sengaja atau tidak melakukan itu padaku, tapi aku benar-benar marah padanya. Pertama dia tidak hadir di acara yang paling penting untukku, Konser Tour Dunia SNSD.  Kedua, karena ada artikel yang membuat hatiku panas dan yang terakhir, dia tak menghubungiku kalau dia akan ke Paris. Dia benar-benar menjengkelkan.

 

Aku tahu dia punya kesibukan yang luar biasa padat karena dia adalah Visual Super Junior. Aku pun juga punya kesibukan yang sama padatnya dengan dia, tapi aku berusaha untuk meluangkan waktuku untuknya. “ Aish Oppa, kau benar-benar menjengkelkan”, rutukku dalam hati.

 

From : My Prince Simba

Deer, kau kenapa? Apa terjadi sesuatu?

 

From : My Prince Simba

Deer, kenapa tak menjawab telponku? Apa kau marah?

 

Itu adalah beberapa pesan yang dikirimkan Siwon Oppa. Aku tak berniat untuk membalas pesan darinya. Biar dia tahu seberapa kesal aku sekarang. Apa dia tidak merasa kalau aku marah padanya. Tak lama kemudian ada suara ketukan pintu.

 

Tok Tok Tok

 

“Eonni, apa kau ada didalam? “ Tanya seseorang yang kuyakini adalah Seohyun, maknae SNSD.

 

“ Ne… masuk saja Seo” jawabku

“Eonni kenapa, apa ada masalah?” tanyanya.

 

“Gwenchana Seo, ada apa kau kemari? “ tanyaku.

 

“Apa Eonni lupa kalau hari ini kita ada janji dengan Kyu dan Hae Oppa?

 

“Oh, mian… Eonni lupa. Apa mereka sudah menjemput kita? Kau tunggu diluar saja ne, aku akan bersiap”, jawabku.

 

“Ya sudah aku tunggu diluar, tapi mereka belum datang Eonni padahal ini sudah jam 2”,jawabnya.

 

“Kita tunngu saja, mungkin kena macet”, jawabku.

 

Setelah Seo menutup pintu kamarku dan Yuri, aku pun segera bersiap-siap. Aku mengganti pakaianku dengan dress warna putih dan ku biarkan rambutku tergerai. Ku rasa aku sudah cantik (narsis deh). Aku pun memasukkan dompet dan Iphone ku ke dalam tas, aku pun keluar kamar. Seo menunggu di ruang TV, dia tersenyum saat melihatku.

 

“Eonni, neomu yeppeo”, ujarnya.

 

Aku hanya tersenyum mendengarnya. Tak lama kemudian Iphone ku berbunyi. Ku pikir Siwon Oppa yang menelpon lagi jadi ku biarkan saja. Setelah nada dering itu mati, Iphone itu berbunyi lagi, akhirnya ku lihat siapa yang menelepon, ternyata Si Evil Oppa.

 

“Yeoboseyo Oppa” , jawabku.

 

“Ya! Kemana saja kau baru angkat Deer. Kenapa lama sekali?” teriak Kyu Oppa.

 

“Aish, kenapa teriak seperti itu aku tidak tuli Evil. Wae menelepon? Apa kau rindu padaku, Oppa?” tanyaku sambil melirik Seohyun, Yeojachingunya.

“Kenapa aku harus merindukanmu, aku sudah punya yeoja yang lebih segalanya darimu halmoni, lagi pula aku tak mau badanku remuk dipukul Simba mu itu”, jawabnya.

 

“Biar saja kau dipukul, aku tak peduli padamu. Oppa, aku dan Seo sudah siap, kapan kau akan jemput kami”, tanyaku.

 

“ Nah itu dia aku meneleponmu, aku mau bilang kalau kita pakai mobilmu saja ne. Mobilku akan dipakai Si Monkey, jadi kau saja yang jemput aku dan si Fishy ke dorm? Eotte?” pintanya.

 

“Ish, kenapa tak bilang dari tadi? Tapi oppa, aku malas masuk ke dorm-mu”, kataku.

 

“Wae, apa kau tak rindu pada Simbamu. Dia baru saja pulang” kata Kyu Oppa.

 

“Yoong, apa kau tak merindukanku, aku benar-benar merindukanmu”, teriak orang diseberang.

 

“Nugu?” tanyaku.

 

“Si Monkey itu, sudahlah aku tunngu didorm saja. Jangan meneleponku lagi akan kutunggu kau” Jawab Kyu Oppa yang langsung mematikan telponnya.

 

“Ish, bocah ini. Kenapa kau harus punya namja yang seperti ini Seo” gerutuku kesal. Aku langsung mengambil kunci mobil di kamar.

 

“Kajja Seo, kita berangkat. Aku tahu kau dan dia pasti merencanakan sesuatu”,  kataku.

 

“hehehe…Sudahlah eonni, kajja “, jawab Seo. Aku dan Seo pun segera pergi dan tak lupa mengunci dorm ku. Dorm ku hari ini sepi, karena member yang lain sedang ada pekerjaan.

 

Yonna POV End

 

 

Siwon POV

 

Ada apa dengannya? Dia tak mengangkat telpon ku sama sekali, tapi kenapa dia mengangkat telpon maknae-ku. Apa aku punya salah? Tanyaku pada diriku sendiri. Sekarang aku berada di Dorm SUJU bersama yang lain. Aku merindukan suasana ramai yang ada di dorm seperti sekarang. Aku baru pulang tadi malam dari Paris dan langsung kesini.

 

“YA! Simba kenapa dengan wajahmu itu? “ Tanya Sungmin Hyung.

 

“ Apa ada hubungannya dengan My Deer?” ujar Donghae yang langsung membuatku menatap wajahnya tajam.

 

“Donghae-ya, apa maksudmu dengan My Deer? Dia Yeojaku, kenapa kau memanggilnya seperti itu. Dan kau juga akan kemana dengan Yoona? Apa kalian akan berkencan? Apa kalian berdua akan menusukku dari belakang? Kau juga Evil, kenapa kau menelepon dan menggoda Yeojaku?” tanyaku pada Donghae dan Kyuhyun.

 

Semua yang ada disana langsung menoleh ke arahku, bahkan Ryeowook yang sedang didapur pun keluar karena suaraku yang cukup keras. Belum sempat mereka menjawab, bel dorm berbunyi. Ryeowook buru-buru membukan pintu.

 

“Annyeong haseyo Oppa” ucap dua orang yeoja.

 

“Oh kalian, annyeong. Ppali masuk”, jawab Wookie

 

Semua orang yang tadinya serius menatapku segera menoleh kea rah pintu untuk mengetahui siapa yang datang, termasuk aku. Aku tidak kaget kalau yang datang dua member SNSD yang akan pergi dengan Evil dan Fishy.

 

“Annyeong haseyo Oppa” ucap mereka bersamaan dengan membungkukkan badan.

 

“Annyeong, Yoong neomu yeppo” ucap Enhyuk Hyung yang langsung memeluk Yoona.

Cari mati kau Monkey, batinku. Dia langsung mendapat jitakan keras dari Kangin Hyung.

 

“Jangan macam-macam kau dengan Yeoja ini, apa kau mau cari mati, hah” kata Kangin Hyung.

 

“Piss Simba” ucapnya sambil mengangkat dua jari tangannya.

 

“Kalian tunngu sebentar ne, Oppa mau ambil jacket dulu’, kata Donghae. Dua orang yeoja itu hanya menganggukan kepalanya. Kyuhyun pun langsung menggeser duduk ku karena dia ingin dekat Seo yang duduk disampingku. “Geser dikit Hyung”, kata Kyuhyun.

 

“Ish, anak ini masih banyak tempat disana” kataku menunjuk sofa yang kosong.

 

“Kenapa tak membalas telpon ku, Yoong? “ tanyaku pada Yeoja yang ada dihadapanku.

Dia tak peduli dengan ucapanku malah bercanda dengan Shindong Hyung. Yeoja ini benar-benar membuatku kesal. Apa dia tak tahu kalau aku merindukannya.

 

“Yoong” teriakku.

Semua yang ada disana menoleh ke arah ku dengan tajam. Mungkin yang ada dipikiran mereka, kenapa aku berteriak padahal dia ada dihadapanku. Terserah mereka mau menganggapku apa.

 

“Ya! Kenapa kau berteriak Simba?” tegur Kangin Hyung.

 

“Hyunnie sepertinya akan ada pertengkaran” bisik Si Evil pada Seo yang bisa ku dengar.

 

“Kajja Yoong nanti kita akan terlambat”, ajak Donghae pada Yoona yang langsung menggandeng tangannya.

 

“Sepertinya akan ada pasangan baru di SM Ent” sindirku pada dua orang itu dan menatap tangan keduanya.

 

“Nugu Hyung” tanya Kyuhyun yang mengikuti arah tatapan mataku.

Yoona pun segera melepaskan genggaman tangan Donghae. “Maksudmu aku dan Yoona?” tanya Donghae padaku.

 

“Mungkin saja. Sejak kapan kalian berkencan dan menusukku dari belakang! “ teriakku.

 

“Apa maksudmu? Siapa yang menusukmu dari belakang?” tanya Yoona.

 

“Cih, pura-pura tak tahu. Kau sekarang saja mau pergi Double date dengan mereka” kataku menunjuk Seo dan Kyuhyun.

 

“Hyung, kami tidak double date” kata Kyuhyun menjelaskan.

 

“Aku bukan orang yang seperti itu Oppa. Kau keterlaluan sekali. Aku benci Oppa”, teriak Yoona dengan menahan air matanya.

Aku tau dia bukan orang yang seperti itu, tapi melihat kedekatan mereka hatiku benar-benar panas.

 

“Sudahlah Yoong, Kyu, Seo sebaiknya kita pergi. Percuma kita menjelaskan pada orang yang masih emosi” ucap Donghae dan menarik tangan Yoona.

Mereka berdiri akan pergi, tapi sebelum Donghae membuka pintu aku langsung menariknya dan melepaskan tangan Yoona kasar. Yoona terjatuh.

 

“Yoong, Gwenchana?” tanya Donghae perhatian.

 

Emosiku benar-benar memuncak sekarang. Aku menarik kemejanya dan akan memukulnya, tapi saat tanganku sudah akan memukulnya tiba-tiba Yoona ada dihadapanku. Dia terkena pukulan itu. Seketika itu juga aku terdiam seperti kehilangan kesadaranku. Semua orang berteriak dan membantu Yoona. Dia menangis. Yoona menangis dan hidungnya mengeluarkan darah. Aku menatap tanganku, apa yang telah aku lakukan? Batinku.

 

“Ya! Choi Siwon apa yang kau lakukan? “ teriak Shindong Hyung.

 

“Oppa, apa yang kau lakukan pada eonni? “ tanya Seo menangis.

 

“Eonni, gwenchana?” tanya Seo pada Yoona.

 

“Gwencana Seo” jawabnya dengan tangisan.

Aku tak tahu apa yang harus lakukan sekarang. Donghae hampir memukulku, “Oppa, jangan..” kata Yoona. Bahkan dia masih melarang Donghae untuk memukulku. Rasa bersalah pun semakin besar.

 

Siwon POV End

 

Yoona POV

 

“Apa kau puas sekarang? Apa kau sudah puas menuduhku seperti itu? Kenapa kau melakukan ini, Choi Siwon?” teriakku padanya yang masih diam. Aku tahu pasti sekarang dia shock tapi aku tak peduli.

 

Dia diam tak berusaha untuk menjelaskan semua yang telah dilakukan. Aku semakin terisak sambil memukul dadanya. Tak ku pedulikan darah yang keluar dari hidungku. Aku memukulnya terus tapi dia tak bergeming sama sekali. Rasa sakit yang ada diwajahku tak sebanding dengan rasa sakit hatiku. Dia menuduhku berselingkuh dengan sahabatnya sendiri. Dia sudah tak percaya padaku. Harusnya yang marah itu aku bukan dia tapi kenapa sekarang seperti ini. Apa mungkin dia ingin berpisah denganku? Apa mungkin ini cara dia untuk berpisah denganku? Pikirku. Aku berhenti memukul dadanya. Badanku lemah tiba-tiba. Jangan sampai aku ambruk disini, sebaiknya aku pergi sekarang.

 

“Seo, sebaiknya kita pulang. Aku tak mau disini melihat orang ini!” kataku menunjuknya.

 

“Yoong, sebaiknya obati dulu lukamu setelah itu aku yang akan mengantarkan kalian pulang”, kata Kangin Oppa.

 

“Ne Eonni, Kangin Oppa benar” ucap Seo.

 

“Tak usah Oppa, Nan gwenchana. Seo kau yang menyetir” kataku dengan suara lirih.

Sebenarnya aku tak kuat berjalan. Sakit dikepalaku tiba-tiba muncul. Memang aku sempat sakit. Jadwal ku yang terlampau padat dan nafsu makan pun berkurang ditambah dengan memikirkannya, lengkap sudah deritaku.

 

“Oppa, kami pulang dulu. Tolong nasehati teman kalian ini”, ucap Seo. Mereka hanya mengangguk dan membantuku untuk keluar. Seo menggandeng tanganku dibantu oleh Wookie Oppa, tapi belum sempat kita sampai pintu tiba-tiba pandanganku samar dan akhirnya gelap. Aku masih bisa mendengar mereka teriak, setelah itu aku tak tahu apa yang terjadi padaku.

 

Yoona POV End

 

Author POV

 

“Eonni/Yoong/Deer” teriak mereka semua.

Semua orang yang ada disana dan melihat kejadian itu segera berlari untuk menolong Yoona. Siwon pun segera sadar dan menolong Yoona. Siwon meletakkan kepala Yoona dipangkuannya.

 

“Chagiya, ireona…” ucap Siwon khawatir.

 

“Eonni” ucap Seo yang sudah menangis.

 

“Siwon cepat bawa Yoona ke kamar” suruh Donghae

 

Siwon pun segera menggendong tubuh Yoona menuju kamarnya. Dia panik dan khawatir. Siwon takut terjadi hal yang tidak diinginkan pada yeoja yang sangat dicintainya itu. Rasa bersalah semakin terasa. Semua yang ada disana segera masuk. Shindong mengambil obat dan menyiapkan air untuk mengompres. Ryeowook segera berlari ke dapur untuk mengambil air minum. Kyuyun membantu Siwon membuka pintu kamar. Siwon merebahkan tubuh Yoona ke ranjangnya. Siwon menyentuh kening Yoona, kenapa demam, batin Siwon.

 

“Siwon pakai ini” kata Shindong sambil menyerahkan kotak P3K dan air kompres untuk Yoona.

 

Semua yang ada disana tampak khawatir. Siwon membersihkan darah yang keluar dari hidung Yoona. Seohyun yang menangis ikut membantu mengompres kening Yoona. Dia begitu khawatir kalau terjadi apa-apa pada eonni kesayangannya itu. Sungmin keluar kamar dan segera menelepon dokter. Tak lama kemudian Iphone Seohyun bunyi. Dia pun segera mengangkat Iphone-nya.

 

“Yeoboseyo Eonni” jawab Seo.

 

“ Seo, eodiga? Apa kalian jadi pergi makan?” Tanya yeoja diseberang.

 

“Yul eonni, eotteokhe? “ jawab Seo yang masih menangis.

 

“Wae Seo, kenapa menangis? Apa evil itu menyakitimu?” Tanya Yuri

 

“Eonni, Uri Yoong pingsan” jawab Seo

 

“Nde??? Kalian dimana sekarang? “ Tanya Yuri.

 

“Aku masih di dorm SUJU oppa”, jawab Seo.

 

“Ok, kau tunggu disana, eonni akan segera kesana”, jawab Yuri yang langsung mematikan telponnya.

 

Tak lama kemudian dokter yang ditunngu pun datang. Beliau segera masuk ke dalam kamar dan betapa kagetnya dokter Kim setelah tahu yang pingsan adalah Yoona. Dokter Kim pun segera memeriksa Yoona. Semua yang ada didalam kamar segera keluar. Kyuhyun mengajak Siwon untuk menunggu diluar, tapi Siwon enggan untuk pergi.

 

“Biarkan saja dia disini” kata Dokter Kim pada Kyuhyun.

Kyuhyun mengerti dan meninggalkan mereka didalam dan menutup pintu kamar tersebut.

 

Author POV End

 

Siwon POV

 

Dokter Kim adalah sahabat Aboji-ku dan Appa Yoona. Wajar dia terlihat kaget karena yang pingsan Yoona. Beliau sudah menganggap aku dan Yoona adalah anaknya juga. Aku melihat wajah Yoona yang pucat. Sebenarnya kau kenapa Yoong? Aku yakin bukan karena pukulanku itu kau langsung pingsan. Aku tahu kau yeoja yang kuat, julukanmu saja Strong Deer. Kau pasti tidak makan dengan baik mengingat tubuhmu yang semakin kurus.

 

“Siwonnie, apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa dia pingsan lagi? “ , Tanya Dokter Kim. Aku tak mengerutkan keningku. Apa maksudnya dengan pingsan lagi, batinku.

 

“Maksud Ahjussi apa? Pingsan lagi?” tanyaku.

 

“ne, dua hari yang lalu dia sakit dan aku juga yang memeriksanya. Apa kau tidak tahu?” ujar Ahjussi Kim.

 

“Aku tak tahu. Dua hari yang lalu aku masih di Paris”, kataku.

 

“Kondisi tubuhnya tidak bagus. Dia kelelahan dan stress. Aku tak tahu apa yang dipikirkan. Nafsu makannya pun berkurang. Aku takut kalau sampai seperti ini lagi itu akan memperburuk kondisi tubuhnya. Kau tahu kan dia tak akan bilang pada orang lain kalau dia sakit. Mungkin Appa dan Eonninya pun tak tahu kalu dia sakit. Kumohon bantu dia Siwon. Ingatkan dia tentang kesehatannya. Aku hanya percaya padamu, karena kau salah satu orang yang penting dalam hidupnya”, kata Ahjussi Kim panjang lebar.

 

“Ne, aku mengerti Ahjussi” kataku.

 

“dan luka memar yang ada diwajahnya itu, aku tak tahu pasti apa yang kalian lakukan. Tadi pagi luka itu tidak ada. Selesaikan masalah kalian berdua dengan baik”, nasehat Ahjussi Kim padaku.

 

Aku hanya mengangguk mengerti. Ahjussi Kim pamit padaku dan segera keluar dari kamar. Yoong, sebenarnya apa yang terjadi padamu. Kenapa kau menyiksa dirimu. Aku yakin ini semua pasti karena aku kan. Yuri langsung masuk ke kamar diikuti yang lain. Dia sepertinya akan memarahiku sekarang. Aku akan terima apapun kalau dia benar-benar memarahiku karena membuat dongsaengnya terluka. Yuri, roommate, Soulmate,Eonni terbaik yang Yoona punya. Aku senang Yuri bisa menjadi teman yang baik untuk yeojaku begitu pun dengan Seohyun.

 

“Oppa, bagaimana keadaan uri Yoong? ‘ tanyanya.

 

“Dia taka pa, hanya kelelahan saja”, jawabku.

 

“Yoong, ireona. OMO kenapa ini? Kenapa dengan wajahnya”, tanyanya kepada kami semua.

 

“Sebaiknya kita bicara diluar saja Yul, sekalian aku ingin minta maaf padamu”, ajakku.

Aku pun bangkit dari dudukku dan berjalan keluar kamar yang sebelumnya membetulkan selimut Yoona. Ku biarkan pintu itu terbuka supaya aku juga bisa memantau keadaan Yoona.

 

“Oppa, sebenarnya ada apa ini?’ tanyanya.

 

Aku menunduk. Sebelum aku bicara aku menghela nafasku, “Yul, Oppa minta maaf padamu dan kalian semua?” kataku.

 

“aku tak mengerti apa yang oppa katakan. Coba jelaskan, aku benar-benar tak mengerti” jawabnya.

 

Aku menjelaskan semua yang terjadi disini tadi. Tak ada yang kututupi bahkan saat aku akan memukul Donghae tapi yang kena Yoona. Aku ceritakan semua. Donghae mengusap punggungku untuk menenangkanku yang mulai menangis. Aku tak tahu kenapa air mata ini keluar. Aku tak peduli dengan wajahku yang kusut. Yuri mendengarkan cerita ku dan ku lihat wajahnya ikut basah karena menangis.

 

Donghae pun akhirnya mengatakan kalau aku tak seharusnya cemburu pada Yoona dan dia. Memang mereka akan pergi tapi bukan untuk kencan seperti yang ku bilang tapi untuk merayakan hari yang special untuk Donghae. Aku juga baru tahu kalau Donghae kembali pacaran dengan Jessica, dan untuk merayakannya mereka mengajak Yoona, karena dia yang membantu Donghae untuk merebut hati Jessica lagi.

 

Aku benar-benar bodoh. Yuri juga menjelaskan kalau Yoona memang kesal padaku karena aku tak datang di Konser Tour SNSD. Seo juga mengatakan kalau dia marah karena aku tak memberitahunya kalau aku pergi ke Paris. Dan yang membuat Yoona makin kesal ketika ada artikel yang menyebutkan kalau aku senang disentuh oleh wanita dan aku menceritakan tentang cinta pertama ku waktu aku ada acara Sukira bersama Wookie.

 

Jadi itu alasannya kenapa dia marah padaku. Aku terkikik geli mendengarnya, ternyata dia sangat perhatian padaku. “Ya! Simba! Apa kau gila?” kata Donghae. Aku pun hanya tersenyum mendengarnya, meskipun ada rasa bersalah tapi aku juga senang. Member SUJU, Yuri, juga Seo terlihat bingung. Ku biarkan mereka seperti itu. Prang!!! Terdengar suara gelas pecah dari dalam kamar. Aku pun langsung beranjak ke kamar.

 

Siwon POV End

 

 

Yoona POV

 

“Euhh, lenguhku. Aku mencoba untuk membuka mataku tapi rasanya berat sekali. Aku membuka mataku perlahan. Tenggorokanku kering, aku mencoba mengambil gelas yang terletak dimeja samping. Belum sempat aku mengambilnya, gelas itu jatuh, Prang!!!

 

“Aigoo, kenapa aku ceroboh sekali”, gerutuku. Aku bangkit dari ranjang untuk membersihkan pecahan gelas itu.

 

“Chagiya, kau sudah bangun?” , kata siwon Oppa khawatir.

Aku memandangnya dan kulihat semua orang sudah ada didalam kamar. Kenapa member SUJU ada disini, batinku. Aku melihat sekelilingku dan aku baru sadar kalau ternyata ini bukan kamarku. Setelah ku lihat lebih teliti ternyata ini kamar Siwon Oppa.

 

“Eonni, kenapa kau kesini?” kataku.

 

“ne, kau sudah tak apakan?” tanyanya. Aku hanya mengangguk. “Sebaiknya kau bicara dengan Siwon Oppa”, katanya kemudian.

 

“Tapi aku ingin pulang eonni”, ucapku memasang wajah memelas.

 

“Jangan pasang wajah aegyo-mu itu. Kau selesaikan semuanya aku tunggu diluar”, kata Yuri mengajak semua orang untuk keluar dan setelah itu pintu pun tertutup. Aku bingung apa yang harus aku lakukan sekarang.

 

“chagiya, mianhee”, katanya.

 

“…” aku hanya diam. Aku ingin mendengar apa yang akan dikatakannya.

 

Dia menarik tangan ku dan menggenggamnya erat.

“Mianhae deer, Oppa minta maaf padamu. Kau tahu kan Oppa sangat mencintaimu. Oppa cemburu karena kau lebih dekat dengan Donghae akhir-akhir ini. Aku benar-benar cemburu. Aku tak punya waktu untuk bisa dekat denganmu tapi dia. Sudahlah aku tak mau membahas dia lagi. Si fishy itu memang tak penting”, katanya.

 

Aku mendengar setiap kata yang dia ucapkan. Tapi aku akan membalasnya, lihat saja nanti. Aku tersenyum evil seperti yang Kyu oppa ajarkan. “aku tak mau memaafkanmu Choi Siwon. Aku mau pulang”, kataku.

 

“Aku tak akan melepasmu sampai kau memaafkanku chagiya”, katanya. Aku menatap kedua matanya, mencari kebohongan disana tapi tak ku temukan.

 

“Mianhae aku tak datang ke konsermu. Mianhae aku tak mengabarimu kalau aku ke Paris. Mianhae ada artikel yang keluar seperti itu. Aku tak tahu harus berapa kali aku mengucapkan kata itu, tapi jeongmal mianhae”, katanya dengan wajah menunduk. Aku tahu dia menyesal.

“hahaha”, aku tertawa melihatnya seperti itu. Aku berhasil mengerjainya.

 

“kenapa kau tertawa, apa kau sedang mengerjaiku? Siapa yang mengajarkanmu, apa si Evil itu?

Beraninya kau mengerjaiku? Aigoo!”, katanya.

 

Dia mendekatkan wajahnya ke wajahku. Aku hanya diam dan tanpa aba-aba dia mengecup bibirku. Manis, itulah kesan yang diberikan pada bibirku. Dia mendekatkan wajahnya lagi. Aku hanya mengerjapkan mataku kaget ketika bibirnya melumat bibirku. Aku mulai menikmatinya, kukalungkan tanganku dilehernya dan memejamkan mata. Aku bisa merasakan ia tersenyum dan memperdalam ciuman ini. Setelah aku hampir kehilangan nafas dia baru melepas ciumannya.

 

“aish oppa, kau mau membunuhku” , kataku kesal.

 

Dia hanya tersenyum. Aku rindu senyuman itu. Dia membenamkan kepalaku ke dada bidangnya, memelukku erat.

 

 

 

“Bogoshipo chagiya” bisiknya.

 

“nado oppa”, jawabku.

 

Dia mengangkat wajahku dan mengusap luka memar yang ada di wajahku. “apa masih sakit?”, tanyanya. Aku hanya mengangguk karena memang masih sakit. Dia menciumnya dan berkata “sudah tak sakit lagikan?” ucapnya. Dia menarikku ke dalam pelukannya. Aku membenamkan wajahku ke dada bidangnya, nyaman, hangat, itu yang aku rasakan. Aku benar-benar merindukannya.

 

“saranghae chagiya”, bisiknya ditelingaku.

 

“nado saranghae Oppa”, jawabku.

 

“Ya! Apa yang kalian lakukan????

 

 

END

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan komentar

137 Komentar

  1. deti

     /  Juli 3, 2013

    omona.. seperti sungguhan rasanya
    cerita kaya gini lbh seru!

    Balas
  2. Yulisa

     /  Juli 3, 2013

    Ya ampuunn…
    Ksian yoonnie tp sykur dh yoonwon dh baek an.. Snang ny mslh ny sdh slsae

    Balas
  3. YoonAddict

     /  Juli 7, 2013

    Waahhh.. Mukanya Yoona eonni ada memarnya😦
    tapi gak ppahlah YoonWon nya juga udah gak ppah -:-
    hahaa.. Su ka su ka😀

    Balas
  4. VynnaELF

     /  Juli 11, 2013

    Aaaaa…lega rasanya YoonWon udah baikan,
    ckckck aku gk bisa bayangin rasanya kena pukulannya siwon oppa*bayangin*
    Yoona aja sampai brdarah,klo aku paling juga langsung pingsan*plak!*

    Balas
  5. Memang dimana2 orang cemburu bisa jadi gelap mata y,semoga maslah diantara yoonwon cepat selesai,lanjut thor dibikin sequelnya y,semangat

    Balas
  6. bella

     /  Agustus 1, 2013

    untung masalahnya bisa diselesain dengan baik – baik dan yoona eonni mau memaafkan siwon oppa

    Balas
  7. chingem86

     /  Agustus 17, 2013

    wah. untung yuri gak marahin si won pa ya karena nyakitin yoona. cerita terakhir np tuh ya.

    Balas
  8. cutefluffy93

     /  November 8, 2013

    sweet bgt^^

    Balas
  9. nunung

     /  November 16, 2013

    Bagusnya wah tapi aku dukung kalo mau dikembangin jadi sequel engga apa apa

    Balas
  10. any

     /  April 22, 2014

    Mau jawab pertanyaan yang terakhir mawakili yoonwon…
    “Ya! Apa yang kalian lakukan????”
    “mau tau aja apa mau tau bangettttt???wkwkwkwk

    Balas
  11. Anggun YoonAddict SY

     /  September 27, 2014

    Keren thor

    Balas
  12. Dedewjasmin

     /  Oktober 15, 2014

    Bagus sangat menarik tp terlalu pndek.

    Balas
  13. ayu

     /  Oktober 26, 2014

    keren ceritanya .

    Balas
  14. Choi Han Ki

     /  November 24, 2014

    Ah ternyata itu yg bikin yoona kesel ma siwon mpe bikin siwon cemburu trus mukul donghae tapi yg kena malah yoona… Wkwkwk

    Balas
  15. Daebaakkk..,Seru bgt deh

    Balas
  16. Ica yoonwon ^^

     /  Agustus 17, 2015

    wonpa jealous smpe mukul kasian kan yoona eoni nya tpi ending nya happy yeay mereka bersatu nice thor lanjut berkarya yaaaa semangattt

    Balas
  17. Nur Khayati

     /  Oktober 31, 2015

    Siw0n cepat bgt beranggapan kalau Y00na & D0nghae selingkuh d belakang.a ., sampai ada insiden Y00na kena pukul jg. .,

    Tp syukurlah mereka akhir.a baikan lg ,^

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: