[FF] Journey of Love (Chapter 1)

journey of love

Title: Journey of Love

Story By: Nita Rahayu

Main Cast: Choi Si Won, Im YoonA, Lee Jong Hyun, Choi Sooyoung

Support Cast : Kim Myungsoo, Jung Soo Jung, Choi Minho, Park Jin Young

Genre: Drama, Family, Romance, Sad

Length: Chapter

Rating: General

Disclaimer: Cerita dalam FF ini terinspirasi dari drama-drama Korea yang pernah saya tonton, namun  selebihnya, alur serta karakter tokoh adalah murni hasil imajinasi saya sendiri.

Credit Poster : @Illah_Iluth

oOo

Journey of Love Chapter 1

oOo

Busan, 15 Mei 2002

Kilatan cahaya di atas langit berwarna hitam pekat tak lama di susul suara yang amat mengerikan terdengar menggelegar memekakan gendang telinga. Air kian deras turun dari langit membasahi tanah Busan, angin yang berhembus kencang semakin menambah dinginnya malam kian mencekam. Jalan tampak kosong, hanya satu dua mobil yang berlarian membelah jalanan licin karena terguyur air yang tak henti-hentinya turun dari langit, toko-toko yang biasanya buka 24 jam pun tutup karena tak memungkinkan ada pembeli di tengah-tengah derasnya hujan.

Kota kedua terbesar di Korea Selatan itu seakan mati, biasanya Busan tak seperti malam ini. Selalu ramai meski malam semakin larut. Mungkin kali ini orang-orang lebih memilih tidur dibalik selimut tebal dari pada harus melakukan kegiatan di tengah cuaca dingin.

“Eomma….kajima kajima….” isak seorang anak perempuan, tangisannya makin pecah meskipun suaranya tenggelam karena suara gemuruh air hujan di luar sana.

“Eomma harus pergi Yoona, tinggallah bersama Appa mu…” ujar wanita itu sambil memasukan semua pakaiannya kedalam koper.

“Eomma, ku mohon jangan pergi tinggallah disini…”ujarnya makin terisak. Namun, wanita yang dia panggil Eomma itu sama sekali tak menggubris permohonannya.

“Eomma harus pergi sekarang….”

Wanita itu berdiri lalu keluar dari kamar dengan menyeret dua koper besar di tangannya, Yoona kembali menahan kepergian ibunya itu dengan sekuat tenaga. Tapi ternyata Ny Im sama sekali tak menghiraukannya, dia tak perduli meskipun sekarang putri kandungnya itu tengah memohon agar ia tak pergi.

“Eomma harus pergi Yoona, tinggallah bersama Appa mu…”

“Eomma…”

“Yoona!!Eomma harus pergi, Eomma tak bisa terus tinggal disini. Eomma tak mau terus hidup susah dengan ayah mu…” ucap Ny Im lantang, air mukanya berwarna merah padam seperti tengah menahan emosinya yang terpendam selama ini..

“Eomma…” lirih Yoona perih. Ada rasa tak percaya sekaligus sedih saat orang yang selama ini ia hormati dan sayangi ternyata berpikiran sepicik itu.

Yoona mengalihkan pandangannya ke ujung jalan sana, terdapat sebuah mobil berwarna hitam yang sepertinya mobil tersebut adalah mobil yang akan menjemput ibunya. Dan benar saja, Ny Im segera membuka payung hitamnya lalu berjalan cepat menuju mobil tersebut yang sudah memberikan isyarat dengan bunyi klakson yang nyaring.

“Eomma kajima eomma…” Yoona berlari menuju ibunya, kembali dia mencegah kepergian Ny Im dengan memegangi tangan sang ibu agar tak pergi.

“Jika Eomma pergi bagaimana dengan ku, ku mohon jangan pergi….” pinta Yoona memohon. Air mata yang membanjiri pipinya kini sudah bercampur dengan air hujan.

“Sudah ku bilang ada Ayah mu, tinggallah bersama dia…” entah sadar atau tidak Ny Im melepaskan secara paksa tangan Yoona yang memegangnya, Yoona pun tersungkur ke aspal hitam.

“Selamat tinggal Yoona…” ujar Ny Im tanpa ada sedikit pun gurat kesedihan di wajahnya. Dan setelah mengucapkan itu Ny Im kembali melangkahkan kakinya menuju mobil hitam yang sudah menunggunya dari tadi.

Yoona terisak dalam diam, kini dia tak berdaya. Jangankan untuk berdiri menahan lagi kepergian ibunya, untuk berteriak memanggil ibunya saja Yoona tak bisa. Yang bisa Yoona lakukan adalah melihat sang ibu yang sudah melahirkannya dan membesarkannya selama 12 tahun pergi meninggalkannya. Yoona masih bertahan di tempat semula, sampai akhirnya mobil hitam itu membawa ibunya pergi. Perlahan, mobil itu sudah tak terlihat dan akhirnya hilang di balik air hujan yang semakin lebat.

oOo

Seoul

Saengil chukkae hamnida…

Saengil chukkae hamnida

Saengil chukkae uri Jong Hyun

Saengil chukkae hamnida….

Sebuah keluarga yang mendiami rumah megah bak istana seperti di negeri dongeng itu tengah mengadakan acara ulang tahun putra kedua mereka. Lee Jong Hyun – anak laki-laki itu kini genap berusia 12 tahun, senyum mengembang di bibirnya saat orang tuanya serta sang adik – Myungsoo yang berusia 2 tahun lebih muda darinya menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuknya.

“Jong Hyun-ahh cepat tiup lilinnya…” titah sang ibu. Jong Hyun segera mengangguk penuh semangat. Sedetik kemudian pipinya sudah mengembuang untuk meniup lilin angka 12 yang menandakan usianya saat ini.

“Saengil chukkae hamnida Hyung….” ujar si kecil – Myungsoo sambil menyerahkan kado yang sejak tadi ia sembunyikan di balik badannya.

“Whaaa…gomawo Myungsoo-ahh..” Jong Hyun tersenyum lebar menerima kado dari adiknya itu.

“Ini kado dari Appa” Tn Lee juga ikut menyerahkan sebuah kotak berukuran persegi pada Jong Hyun.

“Gomapseumnida Appa” ucap Jong Hyun senang mengambil kado tersebut dari tangan ayahnya.

“Eomma juga punya kado untuk mu…tadaaa…” kini giliran Ny Lee yang memberikan kado pada Jong Hyung, seketika saja senyum anak berwajah putih bersih itu kembali berseri.

“Gomapseumnida Eomma” ujar Jong Hyun sembari mengambil kado tersebut dari tangan ibunya.

“Hyung, kau tidak memberikan kado pada Jong Hyun Hyung?” tanya Myungsoo pada seorang anak laki-laki yang duduk bersebelahan dengan Jong Hyun. Anak laki-laki itu menoleh sekilas ke arah Jong Hyung, matanya menyiratkan aura kebencian pada Jong Hyun. Entah cemburu atau memang ada hal lain yang membuatnya seperti ini.

“Siwon-ahh, adik mu ulang tahun kau tidak mau memberikan kado padanya?” tanya Ny Lee menatap Siwon, putra sulungnya.

“Adik? Aku tidak pernah punya adik, dan tidak akan pernah punya adik…” jawab Siwon dingin.

“Lee Siwon, sudah berapa kali Eomma bilang jangan bicara seperti itu” tegur Ny Lee gamlang, tapi Siwon hanya meresponnya dengan senyuman sinis.

“Lee Siwon? aneh sekali, ayah ku bermarga Choi bukan Lee” jawab Siwon tertawa kecil, namun nada tak suka tampak jelas terdengar.

“Sudahlah, hari ini adalah hari ulang tahun adik mu. Jangan buat keributan” kini Tn Lee yang bersuara.

“Bukan aku yang memulainya, tapi Eomma. Kan sudah ku bilang, aku tak mau merayakan ulang tahunnya.” Jawab Siwon santai, sudut matanya tak lupa melirik Jong Hyun yang duduk di sebelahnya.

“Hyung!! Kalau kau mau mengacaukan acara sebaiknya pergi saja.” Protes si kecil Myungsoo berapi-api. Siwon tersenyum tak percaya mendengar teguran sekaligus usiran dari adik tiri keduanya itu.

“Tanpa kau usir pun aku akan pergi, anak manja.” Ucap Siwon menekan kata“anak manja” lalu kembali tersenyum sinis pada Myungsoo dan Jong Hyun. Tak berapa lama, Siwon mendorong kursinya lalu berdiri.

“Berpestalah!” lanjut Siwon lalu pergi meninggalkan keheningan yang tercipta di meja makan itu.

“Kenapa Siwon Hyung selalu bersikap seperti itu pada Jong Hyun Hyung? Memangnya apa salah Jong Hyun Hyung” protes si kecil Myungsoo jengkel melihat kelakuan kakaknya itu.

“Mungkin kakak mu sedang lelah, dia kan baru saja pulang dari sekolah..” sambar Tn Lee sembari tersenyum untuk membuat Jong Hyun tak merasa sedih

“Jong Hyun-ahh, kau tidak apa-apa kan?” tanya Tn Lee. Jong Hyun menggelengkan kepalanya tersenyum.

“Mungkin Appa benar, Siwon Hyung sedang lelah….” ucap Jong Hyun, namun sebenarnya dia merasa sedih atas sikap kakak tirinya itu yang tak pernah menganggapnya.

oOo

Sementara itu dikamar, Siwon segera berhambur keatas ranjangnya. Kedua tangannya mengepal, matanya kini tampak berair. Sepertinya dia akan segera menumpahkan lagi air matanya untuk kesekian kalinya. Kesekian kalinya? Yah ini bukanlah pertama kali bagi Siwon. Semenjak ibunya menikah lagi dengan teman ayahnya, dia menjadi seperti ini. Dia membenci ayah tirinya dan kedua adik tirinya, yaitu Lee Jong Hyung yang berusia lebih muda 5 tahun darinya, dan kedua adalah si bungsu Lee Myungsoo yang baru berusia 10 tahun.

Pada saat ibunya menikah lagi dengan ayah Jong Hyun, Siwon berusia 6 tahun. Sejak pertama kali mengetahui jika Tn Lee akan menjadi ayah tirinya, Siwon sudah menolak. Karena Siwon menganggap tak ada yang bisa menggantikan Tn Choi sebagai ayahnya. Namun, apa daya pada saat itu Siwon masih terlalu kecil untuk berontak apalagi menahan ibunya.

Meskipun 11 tahun sudah berlalu, tapi ternyata Siwon masih belum bisa menerima Tn Lee sebagai ayahnya. Saking bencinya Siwon tak mau mengganti marganya. Dia tetap menggunakan “Choi” yang merupakan marga almarhum ayahnya yang meninggal karena sebuah kebakaran gudang 11 tahun silam. Tidak hanya itu, sikap Siwon yang semula sangat baik, ramah serta periang perlahan mulai pupus setelah ayahnya meninggal, Siwon tumbuh menjadi seorang remaja yang dingin, serta tak mau perduli apa yang ada di sekitarnya.

“Suatu hari nanti, aku akan membalas perbuatan kalian semua. Camkan itu!”

oOo

Busan

Perlahan mata Yoona bergerak seiring cahaya matahari yang menusuk kedua matanya agar terbangun. Setelah kedua mata indah itu terbuka, Yoona bangkit dari tidurnya sambil memegangi kepalanya yang ia rasa sedikit pusing. Yoona menyapu setiap sudut rumah sederhananya itu, tak ada siapa-siapa. Itulah yang pertama Yoona rasakan, setelah menyaksikan ibunya meninggalkannya begitu saja Yoona sempat diam beberapa jam di luar, membiarkan hujan deras semalam mengguyur tubuh kurusnya. Setidaknya, dia ingin menghapus air mata dan rasa sakit hatinya dengan cara seperti itu.

Yoona berjalan menuju kamar mandi yang terdapat di belakang, membasuh wajahnya dengan air yang mengalir dari kran. Yoona memandang dirinya sendiri dari dalam cermin, menatap kedua bola matanya yang menyiratkan kepedihan di dalam sana.

“Yoona-yaa…Yoona-yaa..kau dimana?” teriak seseorang di luar sana, Yoona mendengarnya tapi dia tak berniat untuk menghampiri orang tersebut atau pun menyahut panggilannya.

“Yoona-yaa kau tidak apa-apa…?” ujar seorang laki-laki berpenampilan acak-acakan saat mendapati Yoona di kamar mandi.

“Yoona-yaa gwaenchana?” tanya laki-laki itu lagi, kali ini dia menghadapkan Yoona padanya.

“Appa…Eomma…eomma..” ucap Yoona lirih, belum sempat dia melanjutkan kalimatnya air mata sudah keluar dari kedua matanya.

Laki-laki tersebut yang tak lain adalah Tn Im, dia menghela nafas. Sepertinya Tn Im sudah bisa menebak apa yang terjadi pada putrinya ini. Dia segera menarik tubuh Yoona kedalam pelukanya, mencoba menenangkan putri satu-satunya ini dengan pelukan hangatnya.

“Sudahlah Yoona-yaa, biarkan dia pergi. Kau tidak usah menangisinya” ujar Tn Im sembari mengelus surai Yoona lembut.

“Appa…kenapa Eomma meninggalkan kita?” ucap Yoona terisak kembali.

“Biarlah dia pergi, dia bukan ibu yang baik untuk mu. Kau masih punya appa yang akan menjaga mu, dan menyayangi mu Yoona-yaa” ucap Tn Im menahan air matanya.

oOo

Waktu baru menunjukan pukul 08.00 KST, tapi kesibukan sudah terlihat di kediaman keluarga Lee. Keluarga besar itu pada hari ini akan pergi ke Busan. Apalagi jika bukan untuk pergi berlibur ke rumah orang tua Tn Lee.

“Eomma kajja…” rengek Myungsoo yang sepertinya sudah tak sabar ingin segera berjumpa dengan kakek dan neneknya.

“Sabar sebentar sayang, kita tunggu appa mu dulu…” ucap Ny Lee yang langsung membuat bibir Myungsoo manyun.

“Appa lama, aku tunggu di mobil saja…” Myungsoo menghentakan kaki ke tanah sebelum akhirnya masuk kedalam mobil. Ny Lee hanya bisa geleng-geleng kepala melihat sikap manja putra bungsunya itu.

“Eomma apa Appa masih lama?” kini Jong Hyun yang bersuara.

“Memangnya kenapa Jong Hyun-ahh? Kau tidak sabar sekali?” tanya Ny Lee penasaran. Jong Hyun tersenyum memperlihatkan deretan gigi putih bersihnya.

“Anio….” jawab Jong Hyun tersenyum seperti menyembunyikan sesuatu. Lalu kembali bermain dengan PSP-nya.

Ny Lee hanya mengangguk, namun tanpa Jong Hyun sadari, Siwon – kakak tirinya itu terus memperhatikannya. Sebenarnya sejak tadi pagi Siwon sudah merasa ada sesuatu yang Jong Hyun sembunyikan, bagimana tidak Siwon berpikir seperti itu, hari ini saja Jong Hyun terlihat begitu bersemangatnya saat mengetahui akan pergi ke Busan. Siwon yakin bukan kakek atau nenek yang membuat Jong Hyun semangat, tapi ada hal lain. Dan itu yang sekarang menjadi pertanyaan Siwon. Siapa yang akan Jong Hyun temui di Busan?”

OO

Lonceng sekolah sudah di pukul Pria berbadan gemuk yang merupakan penjaga sekolah SMP Negeri itu, pria itu selalu di panggil “Beruang Ahjjusi ” sebenarnya itu lebih terdengar ejekan ketimbang panggilan, namun para siswa selalu memanggilnya dengan nama itu, mungkin karena badan pria yang usianya sudah mencapai 50 tahun itu seperti beruang, di tambah dengan kumis tebal dan selalu membawa tongkat untuk menyuruh anak-anak yang bandel tidak mau masuk kelas.

Beberapa menit setelah bunyi lonceng terdengar ratusan anak berhambur keluar dari kelasnya masing-masing. Bersiap pulang ke rumah mereka, berharap nasi hangat serta lauk yang baru di masak sang ibu sudah menanti di meja makan. Tapi berbeda dengan Yoona, gadis itu seakan tak tahu harus melakukan apa. Bahkan semangatnya untuk pulang sekolah pun tak ada, berbeda dengan teman-temannya yang terlihat buru-buru. Yoona berjalan di koridor sekolah, hanya sendiri. Biasanya dia selalu pulang di temani Hyuna. Tapi, karena hari ini dia tidak sekolah jadi terpaksalah Yoona harus pulang sendiri.

Brak…

Tiba-tiba seseorang berlari dari arah yang berlawanan dengan Yoona menabraknya, sehingga Yoona tersungkur jatuh ke lantai.

“Sorry aku tidak sengaja…”ujarnya namun terdengar di buat-buat. Yoona berusaha untuk tidak marah pada orang tersebut, dia bangkit berdiri sambil merapikan bajunya.

“Lain kali berhati-hatilah…” ucap Yoona datar lalu pergi meninggalkan orang tersebut yang kini tengah tersenyum meremehkannya.

“Kau, Im Yoona. Dasar gadis sampah…” cemooh orang tersebut. Seketika saja Yoona menghentikan langkah kakinya, tak kala kata-kata hinaan itu kembali ia dengar dengan sangat jelas.

“Masih tak punya malu, cih…gadis miskin…” lanjut orang tersebut lalu kembali melanjutkan langkah kakinya, membiarkan Yoona yang tengah mencoba menahan amarahnya yang akan segera meledak.

“Awas kau Stella Kim, akan ku balas suatu hari nanti..” bisik Yoona begitu tajam.

oOo

Mobil silver itu berhenti tepat di depan sebuah rumah megah bergaya Eropa, tak berapa lama si pengemudi mobil di ikuti seorang anak kecil keluar dari dalam mobil.

“Kita sudah sampai….” riang Myungsoo begitu gembira.

“Busan aku disini..” ujar Jong Hyun pelan, tapi masih terdengar oleh Siwon yang berdiri di sebelahnya. Siwon menatap sesaat adik tirinya itu, sambil kembali memikirkan kenapa Jong Hyun terlihat berbeda hari ini. Siwon ingin bertanya, tapi….rasa gengsinya yang terlalu besar ternyata mengalahkan rasa penasarannya.

“Siwon-ahh Jong Hyun-ahh kajja..” teriak Tn Lee yang sudah berada di ambang pintu. Jong Hyun segera mengangguk lalu berjalan memasuki rumah tersebut, sementara Siwon masih bertahan di tempat semula.

“Hyung kajja…” ajak Jong Hyun menyadari Siwon tak mengikutinya. Siwon menghela nafas lalu berjalan mengikuti Jong Hyun memasuki rumah tersebut.

oOo

Yoona tengah mengayuh sepedanya, dia baru saja pulang dari pasar membeli bahan makanan untuk makan malam nanti. Sejak ibunya pergi Yoona memang berusaha untuk mandiri setidaknyamenyiapkan makan malam untuk dirinya dan ayahya. Meskipun pada awalnya Yoona merasa hidupnya malang karena ibunya dengan tega meninggalkannya, namun perlahan rasa itu hilang. Yoona berpikir masih ada ayahnya yang menyayanginya, jadi buat apa dia merasa malang apalagi kesepian tak ada gunanya saja.

Saat tengah santainya mengayuh sepeda, tiba-tiba sepeda Yoona oleng karena di senggol oleh seorang laki-laki yang mengendarai sepeda juga.

Bruk…

Yoona  jatuh ke aspal hitam, belanjaan yang ia simpan di keranjang juga ikut jatuh. “Aw..” Yoona merintih saat memegangi kaki kirinya yang terasa sakit.

“Gwaenchana?” tanya seseorang yang baru saja memberhentikan sepedanya di dekat Yoona. Dengan masih menahan sakit, Yoona pun menoleh ke atas, dilihatnya seorang laki-laki yang tengah memandanginya.

“Gwaenchana?” tanyanya lagi. Namun ekspresi wajahnya sama sekali tak terlihat panik apalagi rasa bersalah.

“Gwaenchana…” jawab Yoona dingin lalu berusaha bangun, namun sayang sepertinya kakinya terkilir sehingga ia tidak bisa bangun untuk berdiri.

“Sepertinya kaki mu terluka…” ujar laki-laki itu lalu berjongkok untuk memeriksa kaki Yoona.

“Apa harus di bawa ke rumah sakit?” tanyanya saat melihat kaki Yoona yang tampak bengkak.

Belum sempat Yoona menjawab seseorang di sebrang jalan sana terlihat tengah mengayuh sepedanya sambil berteriak-teriak memanggil nama seseorang. Yoona menyipitkan matanya melihat laki-laki tersebut.

“Siwon Hyung!!! Siwon Hyung!! Kau dimana?” perlahan suara itu semakin jelas terdengar seiring dengan semakin mendekatnya laki-laki itu.

“Jong Hyun-yaa….” bisik Yoona. Laki-laki yang masih mengamati luka di kakinya pun kini menatap padanya.

“Hyung!! Disini kau rupanya, kakek mencari mu…” ujar Jong Hyun sambil turun dari sepedanya. Siwon menolah melihat Jong Hyun yang terlihat sedang mengatur nafasnya.

“Hyung~~~” belum sempat Jong Hyun melanjutkan ucapannya Yoona sudah memotong.

“Lee Jong Hyun…” panggil Yoona pelan memandang Jong Hyun, merasa namanya di panggil Jong Hyun pun melihat ke bawah tepatnya pada Yoona yang masih terduduk.

“Yoona-yaa….”

oOo

“Aw sakit…” Yoona kembali meringis saat Jong Hyun mengolesi krim anti sakit pada kakinya yang bengkak.

“Sakitnya tak akan lama Yoona-yaa…” ujar Jong Hyun tersenyum geli.

“Tapi ini sakit sekali Jong Hyun…” ucap Yoona masih meringis.

“Hahah, habisnya suruh siapa kau jatuh? Apa kau masih belajar naik sepeda? Apa dari dulu kau belum bisa?” tebak Jong Hyun asal. Yoona mengerucutkan bibirnya merasa teman lamanya ini kembali mengejeknya.

“Aku jatuh karena di senggol orang itu…” Yoona menunjuk Siwon yang tengah duduk di sebuah kursi yang terdapat di bawah pohon.

“Owh dia kakak ku…” ujar Jong Hyun lalu kembali mengolesi krim pada kaki Yoona.

“Kakak?” tanya Yoona bingung, karena yang dia tahu Jong Hyun merupakan anak tunggal.

“Kakak tiri ku, ayah ku menikah dengan ibunya…” jawab Jong Hyun menjelaskan. Yoona mengangguk-anggukan kepalanya tanda mengerti.

“Aku juga punya seorang adik…” lanjut Jong Hyun.

“Adik? Siapa?”

“Lee Myungsoo usianya baru 10 tahun…” jawab Jong Hyun tersenyum.

“Oh jadi dari pernikahan ayah mu itu kau punya adik?” tanya Yoona, Jong Hyun hanya mengangguk lalu tersenyum.

“Sudah selesai..” Jong Hyun berdiri lalu duduk di samping Yoona.

“Yoona-yaa bagaimana kabar mu, sudah 3 tahun kita tak bertemu…” ucap Jong Hyun memulai pembicaraan.

“Kabar ku baik, kau sendiri..?” jawab Yoona bohong, dia sengaja mengatakan ini agar Jong Hyun tak mengkhawatirkan dirinya.

“Kabar ku baik, sangat baik apalagi setelah bertemu dengan mu…” jawab Jong Hyun menggoda yang langsung membuat semberaut merah tergambar di pipi Yoona.

Jong Hyun dan Yoona terus berbincang, mulai dari menanyakan kabar sampai menceritakan kekonyolan mereka selama beberapa tahun silam. Karena asyiknya ngobrol, mereka sampai tak menyadari jika sedari tadi Siwon terus memperhatikan ke arah mereka.

“Jadi ini sebabnya mengapa kau terlihat bersemangat datang ke Busan” gumam Siwon.

oOo

Jong Hyun tengah menikmati udara malam di lantai atas, cuaca memang bersahabat sehingga membuat Jong Hyun betah berlama-lama di tempat ini sambil memandangi bintang yang bertaburan di langit yang hitam, sesekali dia tersenyum seperti melihat sebuah pertunjukan komedi di atas langit sana. Namun, sebenarnya tidak ada. Lalu Jong Hyun tersenyum karena hal apa? Entahlah, hanya dia yang bisa menjawab.

Saat tengah asyik melamun, tiba-tiba Siwon menghampirinya lalu berdiri di sebelahnya. Jong Hyun menoleh, menatap kakak tirinya itu dengan berbagai macam pertanyaan di otaknya. Maklum saja, jarang-jarang Siwon bersikap seperti ini, biasanya Siwon selalu menjauhinya tapi sekarang dia malah yang terlebih dahulu mendekatinya.

“Ada apa Hyung?” ternyata hanya pertanyaan itu yang dapat Jong Hyun tanyakan pada Siwon. Siwon menyerahkan sesuatu dari dalam saku celananya “PSP mu, tadi aku meminjamnya…” jawab Siwon menyerahkan sebuah PSP berwarna hitam pada Jong Hyun.

“Bukannya tadi Myungsoo yang meminjamnya?” tanya Jong Hyun merasa ada yang aneh, dia masih ingat jika PSP-nya di pinjam oleh Myungsoo. Bukan Siwon.

“Myungsoo menyuruh ku memberikannya pada mu…” jawab Siwon lagi, Jong Hyun mengangguk tanda mengerti lalu mengambil PSP tersebut dari tangan Siwon.

“Boleh aku tanya sesuatu?” tanya Siwon kemudian yang langsung membuat Jong Hyun menolah lagi padanya.

“Tanya apa Hyung?” Jong Hyun terlihat bingung, ini adalah pertama kalinya Siwon mengajaknya bicara.

“Kau mengenal gadis tadi?” tanya Siwon tak mau berbasa-basi lagi.

“Gadis tadi? Yoona maksud mu Hyung?” tanya Jong Hyun masih nampak bingung.

“Mana aku tahu siapa namanya, yang jelas gadis tadi yang jatuh dari sepeda…” ujar Siwon masih memasang wajah dinginnya.

“Owh ne, dia teman ku Hyung. Namanya Im Yoona…”

“Kalian sudah kenal lama?” tanya Siwon lagi yang untuk kesekian kalinya membuat Jong Hyun merasa ada yang aneh dengan kakaknya ini.

“Ne???”

“Kau jangan berpikiran yang tidak-tidak, aku hanya ingin meminta maaf saja padanya…” jawab Siwon. Entah memang itu tujuannya menanyakan Yoona, atau ada hal lain.

“Owh…ne kami berteman sejak usia kami 5 tahun…” jawab Jong Hyun.

“Begitukah? Jika kau bertemu dengannya sampaikan permintaan maaf ku. Arraseo?”

Jong Hyun mengangguk cepat mendapat pertanyaan itu, setelah mengucapkan kalimat tersebut Siwon pun masuk ke dalam rumah meninggalkan Jong Hyun yang masih berkutat dengan pikirannya.

“Apa yang terjadi dengan Siwon Hyung?” gumam Jong Hyun bingung.

oOo

Tn Lee tengah menikmati waktu santainya di ruang keluarga bersama istrinya serta kedua orang tuanya, sesekali mereka semua tertawa melihat tingkah lucu Myungsoo yang mengundang tawa. Dari tadi Myungsoo terus berceloteh, semua hal ia ceritakan kepada kakek dan neneknya. Apalagi saat menceritakan jika ia menjadi bintang di sekolah karena ketampanannya sehingga para Noona pun tertarik padanya, dengan semangat yang berapi-api bocah kecil berusia 10 tahun itu menceritakan semuanya, sehingga kembali membuat kakek dan neneknya tertawa lepas.

Deringan ponsel Tn Lee terdengar, Tn Lee pamit untuk mengangkat telpon dari seseorang.

“Yeoboseo…”

“…………………………….”

“Mwo, lalu sekarang bagaimana keadaannya?”

“……………………..”

“Lakukan saja sesuai perintah ku. Mengerti?”

“………………………………”

“Oke..”

Tn Lee memutus sambungan setelah obrolan singkatnya dengan orang di sebrang sana selesai, tidak tahu apa yang di kabarkan orang di sebrang sana. Tapi, yang jelas kini raut cemas terlihat di wajah Tn Lee. “Tidak…ini tidak mungkin terjadi…” ujarnya berusaha menyakinkan dirinya sendiri.

Tn Lee memasukan ponsel warna hitamnya ke dalam saku, lalu kembali berjalan ke ruang keluarga. Namun, tanpa ia sadari sepasang telinga ternyata dari tadi menguping pembicaraannya dengan orang yang menelponnya.

“Tunggu sebentar lagi, aku akan mengungkap siapa kau sebenarnya…” bisiknya sangat tajam serta penuh ambisi.

oOo

Yoona berdiri di depan rumah keluarga besar Lee, sudah 30 menit dia menunggu Jong Hyun di sini. Tapi, laki-laki itu belum sama sekali menampakan batang hidungnya. Yoona kesal, beberapa kali dia akan menekan bel tapi segera ia urungkan niatnya itu, Yoona takut jika ia akan si usir satpam rumah itu. Yoona akhirnya berjongkok, dia memutuskan untuk menunggu Jong Hyun beberapa menit lagi.

“Sedang apa kau di sini?”

Yoona terlonjak kaget, dia segera berdiri lalu melihat orang yang sudah mengusiknya.

“Aku…menunggu Jong Hyun…” jawab Yoona gugup, karena ternyata orang tersebut adalah kakak tiri Jong Hyun, Siwon.

“Kau temannya Jong Hyun?” tanya Siwon. Yoona menatap pria itu heran, nada bicaranya terdengar dingin juga…entahlah tapi yang jelas Yoona merasa jika pria ini tak sebaik Jong Hyun.

“Ne, aku temannya…” jawab Yoona sedikit ketus lalu membuang muka. Yoona seakan muak melihat wajah angkuh pria di hadapannya itu.

“Apa yang kau sukai dari Jong Hyun?” tanya Siwon lagi. Yoona kembali menoleh padanya, bingung kenapa laki-laki ini akan bertanya seperti ini padanya

“Maksud mu? Kenapa kau tanya seperti itu?” tanya Yoona memandang wajah angkuh Siwon. Siwon tersenyum sinis lalu mendekati Yoona sehingga membuat Yoona harus mundur satu langkah.

“Perlu ku ingatkan Im Yoona, menjauhlah dari Jong Hyun. Karena kau akan menyesal jika kau tahu siapa dia sebenarnya?” ucap Siwon pelan, namun memberikan penekanan di setiap kata-kata yang terluncur dari bibirnya.

“Ingat itu Im Yoona…” lanjut Siwon lagi, setelah mengucapkan itu Siwon pun membuka pintu gerbang lalu masuk kedalam. Sementara Yoona masih terlihat belum mengerti apa yang dikatakan Siwon padanya.

oOo

“Ahhhhh”

Jong Hyun dan Yoona melepas rasa lelah mereka di sebuah taman, setelah bersepeda mengelilingi taman akhirnya mereka memutuskan untuk beristirahat sambil menyantap ice crem yang sebelumnya mereka beli di sebuah kedai ice cream.

Yoona menolah pada Jong Hyun, mengamati Jong Hyun yang tengah menjilati ice cream cokelat di tangannya. Yoona tersenyum saat melihat wajah Jong Hyun, dia merasakan sebuah ketenangan yang berbeda saat berada di sampingnya. Seperti sekarang ini, sebenarnya Yoona tengah menanggung sebuah beban di pundaknya. Tapi, sejak kehadiran Jong Hyun Yoona merasa jika beban itu perlahan mulai hilang. Yoona sadar, jika dia dan Jong Hyun berbeda, Jong Hyun berasal dari kelurga terpandang. Sementara dia, bukanlah siapa-siapa. Ayahnya hanya pekerja pabrik berpenghasilan kecil, ibunya….pergi meninggalkannya. Yoona selalu merasa berkecil hati jika sudah memikirkan tentang perbedaan “derajat” antara dirinya dan Jong Hyun. Orang-orang banyak yang mencibirnya, teman-temannya di sekolah pun tak ketinggalan menghinanya dengan perkataan seperti “Gadis miskin” “Gadis sampah” Gadis hina” . Meskipun semua hinaan itu sering Yoona dengar, tapi dia berusaha untuk tetap tak membalas mereka. Malah Yoona bertekad, jika dia akan membuktikan pada orang-orang yang telah menghinanya suatu hari nanti.

“Suatu hari nanti akan ku beli omongan kalian” tekad Yoona dalam hati.

Yoona kembali memandang lurus ke depan, terjadi keheningan untuk sesaat sampai akhirnya Yoona bersuara.

“Jong Hyun boleh aku tanya sesuatu?” tanya Yoona hati-hati. Tanpa menoleh pada Yoona, Jong Hyun mengangguk.

“Apa benar dia kakak tiri mu?” tanya Yoona sedikit ragu.

“Nuguya?”

“Dia…yang kemarin membuat aku jatuh dari sepeda….” lanjut Yoona.

“Eum Wae?” tanya Jong Hyun menatap Yoona bingung.

“Euhh ku rasa sifanya sangat jelek, sombong, angkuh” jawab Yoona begitu hati-hati.

“Benarkah? Siwon Hyung tidak seperti itu….” potong Jong Hyun tertawa kecil

“Tapi tadi…” belum sempat Yoona melanjutkan ucapannya Jong Hyun memotong.

“Ahh sudahlah Yoona, oh yah Siwon Hyung bilang dia minta maaf karena sudah membuat mu jatuh.” Ucap Jong Hyun, seketika saja raut wajah Yoona terlihat kaget.

“Dia? bilang begitu?” tanya Yoona bingung.

“Ne, waeyo?”

“Eummm a…ani…” Yoona tersenyum kikuk lalu kembali memandang ke depan.

“Tidak mungkin, tadi dia bicara kasar pada ku…” gumam Yoona dalam hati.

oOo

Hari ke tiga di Busan, hari ini Siwon menghabiskan waktu lagi dengan bersepeda. Sebenarnya Siwon sudah ingin pulang ke Seoul, tapi karena sang ibu mengancamnya maka dia tak bisa berbuat apa-apa lagi selain menuruti perintah ibunya. Siwon menghentikan laju sepedanya, saat melihat seorang gadis yang ia temui dua hari lalu. Yoona tengah berlari, dia seperti sedang di kejar-kejar. Dan benar saja, 10 siswa laki-laki yang seusia Siwon tengah mengejarnya.

Siwon masih diam di tempat, membiarkan Yoona semakin mendekat padanya. Yoona yang menyadari keberadaannya segera berlari ke arah Siwon.

“Tolong aku, ku mohon tolong aku…”ucap Yoona nafasnya masih tersenggal-senggal. Yoona kembali menoleh ke belakang, 10 siswa berandalan itu semakin mendekat saja padanya. Yoona terlihat panik, dia segera bersembunyi di balik badan Siwon.

“Ku mohon tolong aku…” lirih Yoona mulai menitikan air matanya.

Siwon masih diam, sampai akhirnya kesepuluh siswa tersebut sudah mengepung mereka berdua.

“Hai, cepat lepaskan dia. Maka kau akan selamat..” ujar salah seorang siswa yang tengah mengunyah permen karet.

Siwon menatap mereka semua satu persatu, lalu dia turun dari sepedanya. Kembali Siwon menatap mereka satu persatu-satu, sementara itu Yoona masih berdiri di belakangnya. Mencengkram kuat bajunya.

“Kalian semua cepat pergi, maka kalian akan selamat…” ujar Siwon membalikan perkataan salah seorang siswa tadi.

“Hai, apa kau bukan orang sini? Kau tidak tahu siapa kami” ujar salah seorang siswa dengan arogannya.

“Memangnya kalian semua siapa? Pengemis? Atau gelandangan?” jawab Siwon begitu santainya.

“Mworago? Pengemis? Gelandangan? Apa aku tidak salah dengar?” ujar seorang siswa mulai terpancing emosinya.

“Yah, kalian semua memang seperti pengemis dan gelandangan. Lihatlah penampilan kalian, sangat menjijikan…” ujar Siwon yang langsung membuat emosi kesepuluh siswa tersebut tersulut. Dan terjadilah baku hantam, mereka memukuli Siwon, Yoona berteriak dia mencoba melerai perkelahian tapi naas malah dia yang kena pukul. Yoona pun tersungkur, darah segar mulai mengalir dari hidungnya.

Yoona berusaha bangkit untuk menolong Siwon, tapi terhenti saat melihat Siwon balik memukuli mereka. Emosi Siwon meluap, dia memukul mereka satu persatunya meskipun kondisinya sudah mulai lemah, Siwon tak perduli dia ingin membalas para preman-preman itu dengan sisa tenaganya.

oOo

Siwon tersungkur, darah segar mengucur dari hidung serta luka lebam menghiasa wajahnya. Sudut bibirnya juga terluka parah, Yoona segera bangun menghampiri Siwon yang terkulai di atas aspal. Sementara, kesepuluh siswa berandalan itu sudah kabur entah kemana.

“Gwaenchana..gwaencahana….” tanya Yoona panik, Siwon menatapnya tapi tak lama karena Siwon sudah tak sadarkan diri di pangkuan Yoona.

oOo

Dengan hati-hati Yoona mengompres luka di wajah Siwon dengan handuk yang sudah di celupkan kedalam air es, tadi saat Siwon pingsan Yoona minta tolong untuk membawa Siwon kerumahnya.

Dan saat ini Siwon tengah di obati, sudah dua jam tapi Siwon belum sadarkan diri. Yoona terlihat gusar, beberapa kali dia mengecek denyut nadi Siwon untuk memastikan jika Siwon baik-baik saja. Siwon masih bernafas, nadinya masih berdenyut  jantungnya pun juga masih berdetak tapi Yoona masih belum bisa tenang sebelum Siwon siuman. Yoona kembali akan mengompres luka di wajah Siwon, namun segera tertahan saat Siwon mulai menggerakkan kelopak matanya. Yoona tersenyum lega, akhirnya Siwon sudah mulai siuman.

“Gwaenchana?” Yoona bertanya sambil membantu Siwon untuk bangun dari tidurnya.

Siwon mengerjap-ngerjapkan matanya, lalu mulai menyapu setiap sudut kamar sederhana tempat sekarang ia berada.

“Dimana aku?” tanya Siwon masih mengamati ruangan yang menurutnya sangat asing.

“Di kamar ku, kau tidak apa-apa. Tadi kau pingsan…” Jawab Yoona. Siwon menoleh menatapnya sepertinya dia tengah mengingat-ngingat kejadian yang menimpanya.

“Oh, jadi tadi aku pingsan…” ucap Siwon pelan lalu memijit keningnya. Sementara itu, Yoona terlihat merasa bersalah karena sudah membuat Siwon babak belur seperti itu, Yoona memainkan jari-jari tangannya sambil mengumpulkan keberanian untuk meminta maaf pada Siwon.

“Mianhae…” ucap Yoona sangat pelan, bahkan Siwon pun tak mendengarnya.

“Kau bilang apa?” Siwon menatapnya bingung.

“Maaf, gara-gara menolong ku kau jadi terluka..” ucap Yoona gugup bercampur takut.

“Siapa yang menolong mu?” tanya Siwon datar. Yoona mengangkat kepalanya memandang wajah Siwon bingung.

“Maksud mu?” tanya Yoona.

“Heuh….” Siwon tersenyum sinis lalu menyibakan selimut yang menutupi tubuhnya.

“Kau jangan salah paham, tadi aku hanya ingin memberi pelajaran saja pada mereka semua…” lanjut Siwon lalu bangkit berdiri.

“Aku tak perduli alasan mu, tapi yang jelas aku minta maaf dan…terima kasih…tanpa kau ~~~”

“Lupakan!” potong Siwon cepat.

“Aku tidak pernah merasa menolong mu…” lanjut Siwon dingin.

“Lee Siwon” panggil Yoona. Siwon menghentikan langkah kakinya saat Yoona memanggil namanya.

“Kau salah menduga tentang Jong Hyun, dia orang baik.” Tegas Yoona. Kembali Siwon tersenyum sinis, lalu membalikan badannya menghadap Yoona.

“Dari mana kau bisa menarik kesimpulan jika dia baik?” tanya Siwon menampakan senyum meremehkan.

“Kau tidak berhak berkata seperti itu, Jong Hyun adalah adik mu. Tidak sepantasnya kau memusuhinya…” timpal Yoona mulai geram melihat sikap angkuh Siwon.

“Mworago? Kau siapa? Berani-beraninya kau bicara seperti itu pada ku…” ujar Siwon lantang, emosinya mulai tersulut tak kala mendengar penuturan Yoona.

Yoona tertegun, dia menelan salivanya dengan sekuat tenaga. Ada rasa penyesalan dalam dirinya saat sudah mengucapkan itu, ditambah melihat ekspresi Siwon yang menatapnya seperti seorang pemburu yang siap membidik buruannya.

“Kau?Im Yoona…” Siwon perlahan semakin mendekat pada Yoona. Tatapan matanya masih sama seperti tadi, Yoona mundur beberapa langkah berusaha untuk menghidari Siwon yang semakin mendekat padanya.

Dab….

Punggung Yoona tertempel pada dinding, kini Yoona tak bisa berkutik lagi karena Siwon sudah mengepungnya. Yoona mengangkat kepalanya menatap Siwon. Masih sama, pria itu masih memandangnya dengan tatapan mengerikan. Bahkan Yoona bisa merasakan aura kemarahan Siwon hanya dari sorot matanya saja.

“Sampai kapan pun, dia bukan adik ku. Dan perlu kau ingat, suatu hari nanti kau akan menyesal telah mengatakan itu pada ku” ucap Siwon setengah berbisik namun memberikan penekanan pada setiap kata-katanya.

Yoona menatap mata tajam Siwon dengan api kemarahan di dalamnya, pria ini begitu angkuh. Bisik Yoona dalam hatinya.

Siwon melepaskan kedua tangannya dari bahu Yoona, lalu pergi. Tapi, baru beberapa saja ia melangkah Yoona kembali bersuara.

“Memangnya kau siapa? Kau begitu yakin sekali jika kita akan bertemu lagi suatu hari nanti?” ujar Yoona lantang. Siwon tersenyum sinis lalu membalikan tubuhnya menatap Yoona.

“Kita pasti bertemu lagi, karena kau.” Siwon menggantung kalimatnya.

“Kau sudah membela Jong Hyun” lanjut Siwon.

“Dan satu hal lagi nama ku bukan Lee Siwon, tapi Choi Siwon. Percayalah padaku, jika kau akan bertemu lagi dengan ku suatu hari nanti” ucap Siwon Lalu kembali membalikan badannya, kini dia benar-benar pergi meninggalkan Yoona yang mematung melihatnya pergi.

“Kau pikir aku mau bertemu pria angkuh seperti diri mu, cih…aku tak sudi…”

oOo

Siwon memasuki rumah kakeknya dengan berjalan tertatih, sepertinya luka di tubuhnya sangat parah. Terbukti, Siwon tampak kesusahan untuk berjalan. Luka lebem di wajahnya pun terlihat sangat parah, tapi Siwon bersikap seolah-olah tak terjadi apa-apa padanya.

“Siwon Hyung! Kau kenapa?” teriak Jong Hyun dari lantai dua, dia segera menuruni anak tangga menghampiri Siwon di lantai dasar.

“Aigo!!!! Apa kau berkelahi Hyung?” tanya Jong Hyun saat sudah sampai di depan Siwon.

Mendengar ucapan Jong Hyun yang keras, Tn Lee serta Ny Lee pun menghampiri mereka.

“Ada apa?” tanya Tn Lee panik.

“Siwon? Lee Siwon, apa yang terjadi pada mu?” melihat kondisi Siwon yang terluka Ny Lee segera mempercepat langkah kakinya.

“Kau berkelahi dengan siapa?” cecar Ny Lee lagi.

“Siwon-ahh apa yang terjadi pada mu?” tanya Tn Lee, ayah tiri Siwon.

“Aku sudah remaja, jadi wajar saja jika aku berkelahi..” jawab Siwon dingin lalu berjalan melewati kedua orang tuanya serta Jong Hyun.

“Lee Siwon!!!” bentak sang ibu terdengar murka.

“Eomma…” Jong Hyun menahan tangan Ny Lee yang akan menghampiri Siwon.

“Biarkan Siwon Hyung sendiri…” lanjut Jong Hyun membujuk, Ny Lee membuang nafas lalu beralih menatap Jong Hyun.

“Baiklah…” ucap Ny Lee tersenyum. Sementara itu Siwon yang tengah berjalan tertatih di tangga membuat senyum sinis, karena ibu kandungnya sendiri selalu bisa di kendalikan oleh Jong Hyun, adik tirinya yang sangat Siwon benci.

oOo

Malam hari, keluarga Lee melakukan makan malam di halaman belakang rumah. Namun, kali ini Siwon tak ikut, dia lebih memilih untuk beristirahat saja di kamar. Tapi, sepertinya Siwon merasa jenuh. Dia kemudian berjalan ke balkon untuk menghirup udara segar. Siwon berdiri merasakan semilir angin malam yang menerpa permukaan wajahnya. Dia kembali melamun, namun tidak tahu apa yang sedang ia lamunkan.

“Hyung itu punya ku, kau jangan mengambilnya…..”

“Hueeee ayo ambil Myungsoo jelek, ayo ambil….”

“YA HYUNG!!! Cepat kembalikan….”

“Ayo ambil Myungsoo jelek, ayo ambil….”

“Whaaaa Eomma…..”

“Waeyo? Kenapa anak Eomma yang tampan menangis?”

“Itu, Jong Hyun Hyung mengambil mainan ku….”

“Jong Hyun-ahh cepat berikan pada adik mu…”

“Eomma…”

“Lee Jong Hyung, kau kan anak Eomma yang baik, cepat berikan pada adik mu sayang”

Siwon tersenyum kecut melihat pemandangan di bawah sana, sebuah pemandangan yang membuat hatinya kembali teriris. Dulu dialah yang selalu merengek pada ibunya, dulu dialah yang suka mengadu pada ibunya, namun sekarang posisinya di gantikan oleh kedua adik tirinya, Jong Hyun dan Myungsoo. Sebenarnya bukan hal itu saja yang membuat Siwon bersikap seperti ini, tapi ada hal lain. Hal yang sampai sekarang masih menjadi misteri bagi Siwon, yaitu kematian ayahnya.

Saat tengah melamun, tiba-tiba sosok Yoona berkelabat di benaknya. Siwon kembali memikirkan percakapannya dengan Jong Hyun kemarin malam saat menanyakan Yoona, meskipun Jong Hyun mengatakan jika hubungannya dengan Yoona hanya sebatas teman. Tapi, Siwon berpendapat hubungan mereka bukan hanya sebagai teman semata. Entahlah, kenapa Siwon bisa sampai berpikir seperti itu. Apa mungkin Siwon bisa menebak sesuatu dengan melihat bahasa tubuh mereka berdua?

oOo

Jong Hyun dan Yoona melepas lelah mereka di bawah pohon rindang, tadi mereka sudah melakukan lomba balap sepeda dengan jarak lumayan jauh. Pemenang dari balap sepeda kali ini adalah Yoona, maka sesuai perjanjian Jong Hyun harus melakukan apa pun yang Yoona perintahkan.

“Sekarang apa yang harus aku lakukan tuan putri?” tanya Jong Hyun yang membuat Yoona tertawa geli.

“Kenapa tertawa? Cepat katakan?” lanjut Jong Hyun sudah tak sabar menerima permintaan Yoona.

“Apa yah…” Yoona menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal, sambil menengadahkan kepalanya keatas seperti tengah mencari inspirasi.

“Aha!!! kau harus melakukan ini….” Yoona menunjuk kedua kakinya menyuruh Jong Hyun untuk memijitnya.

“Mwo?”

“Kaki ku pegal, ayo pijit..” ucap Yoona lalu menyilangkan kedua tangannya di dada, gayanya di buat-buat seperti seorang putri kerajaan saja. Jong Hyun mendengus kesal, lalu mulai memijit kaki Yoona.

“Yak!! Yang benar…” protes Yoona memasang wajah marah yang tentunya di buat-buat.

“Arraseo Yoongie…” ujar Jong Hyun lalu mencubit hidung Yoona.

“Yak! Apa yang kau lakukan, kemari kau Lee Jong Hyun…” Yoona berteriak sambil memegang hidungnya yang merah akibat cubitan Jong Hyun.

“Hueee…siapa suruh mengerjai aku…” ejek Jong Hyun sambil menjulurkan lidahnya. Yoona mendesis pelan sambil menghentak-hentakan sebelah kakinya di atas rerumputan, lalu dia mulai mengejar Jong Hyun yang sudah kabur terlebih dahalu.

Yoona terus mengejar Jong Hyun yang sangat susah untuk di tangkap, Jong Hyun kembali tertawa puas melihat wajah Yoona yang penuh dengan keringat serta dadanya yang naik turun mengatur nafas.

“Yoongie jelek…ayo kejar aku….” ejek Jong Hyun lalu menggerakkan pinggulnya sehingga membuat tawa Yoona pecah seketika. Jong Hyun baru sadar apa yang sudah dia lakukan, dia tersenyum malu lalu menggaruk tengkuknya. Tapi, sedetik kemudian dia juga ikut tertawa bersama Yoona.

oOo

Seseorang yang berdiri di balik pohon menyaksikan semuanya, kembali matanya memancarkan aura yang selalu sama yaitu kebencian dan iri. Siwon, ternyata dari tadi dia mengintip Jong Hyun dan Yoona. Tak sedetik pun Siwon melewatkan kebersamaan mereka berdua. Siwon menyandarkan tubuhnya pada pohon, setelah melihat pemandangan barusan Siwon merasa hatinya lebih sakit. Sakit? Apa ini tandanya dia mulai tertarik pada gadis  bernama Im Yoona? Tidak hanya itu, kebencian dan rasa iri kepada Jong Hyun juga kian membara dalam hati Siwon.

“Lee Jong Hyun, tunggu pembalasan ku” ucap Siwon terdengar tajam.

 

oOo

                                                             To Be Countinued            

oOo

Setelah sebelumnya mengeluarkan teaser yang alhamdulilah ternyata responnya melebihi target *sujud syukur* akhirnya chapter satunya aku keluarkan. Heheheh sebenarnya ini udah jadi bahkan sebelum teasernya jadi T___T Gimana? Aku yakin ini alurnya kecepetan iya kan? Tapi aku sengaja sih soalnya kalau terlalu panjang lama dong ke YoonWon dewasanya ckckckck.

Jadi mungkin chapter 1 ini sebagai pembukaan aja agar tak sulit menjelaskan masa kecil para cast nanti dichapter selanjutnya.

Jebal RCL ne? Aku bener-bener butuh respon dari ff ini, soalnya ff ini udah beres sampai chapter 4 dan sekarang lagi jalan ke chapter 5. So tinggalkan jejak plis dan berikan kesan(?) kalian setelah baca ini.

Oke ini udah aku acc beberapa kali, perasaan mah gak ada typo tapi gak tahu deh T___T jadi kalau ada typo tolong dimaafkan. Because, typo is Donghae’s style kekekekek…

For resty atau kak echa hatur nuhun heheheh gomawo dan makasih udah publish ff ku *bow. (sama2🙂 )

Pos Berikutnya
Tinggalkan komentar

404 Komentar

  1. masa kecil yoona n siwon sama2 ga bahagia….
    ada luka mendalam yang dialami keduanya…
    apakah mereka akan bersatu?
    wahaha
    baru chapter 1 udah mikir kejauhan…
    buat author semangat!!!!!!!!!!!11

    Balas
  2. Mieyoon

     /  Maret 22, 2015

    Aku suka min.. Tpi berhub uang udh mlm chapter 2 Aku lanjut in bsk min.. Goodnight min..

    Balas
  3. ysed

     /  Maret 23, 2015

    nasib yoona siwon kasian
    ibu yoona tega ninggalin yoona cuma gara* harta. ibu siwon yg uda g perhatian ma siwon dn lbh manjain adik tiri siwon. penasaran sama siapa yg tlfn tn Lee itu.
    ok next

    Balas
  4. unnie ff nya bagus banget
    next chapter unnie

    Balas
  5. Susi

     /  April 18, 2015

    Ibu yoona nya jahat banget sampe ninggalin anak dan suaminya karna ga mau hidup susah..😠

    Ada apa sebenernya knapa siwon benci banget sama jong hyun dan juga sama ayah nya,,

    Terus siapa yang nelfon Tn lee itu ya,,
    Dan kenapa dia jadi panik gitu,,
    Apa sebenernya ayah siwon masih hidup dan Tn lee yang nyembunyiin ayah siwon,, ???😨

    Balas
  6. mywon_407

     /  Mei 19, 2015

    Ffnya bgus, kasian yoonwon hrus mengalami masa kecil yg kurang bahagia, jdi penasaran knp siwon benci bget sma keluarga brunya, sepertinya bakalan ada cinta segitiga antara siwon, yoona n jonghyun…

    Balas
  7. DillaChan

     /  Oktober 18, 2015

    Siwon bener” benci banget ya sama sodara tirinya??
    Kematian tuan Choi apa ada hubungannya sama tuan Lee??
    Di chapter ini udah bagus banget diceritain masa kecil mereka.Good job thor…

    Balas
  8. Mudah YoonWonited Ya's

     /  November 1, 2015

    Wah . .crta’a mnarik. . . .

    Yoona ama j0nghyun kya’a sling menyukai . . .
    Tp siw0n kya’a jg suka ama yoonA , .

    Balas
  9. kayanya ff ini bnyk rahasia yang belum terungkap yaa makin penasaran,,trus aku jg pnsrn kmn prginya ibuny yoona??

    Balas
  10. Park ra chan

     /  Januari 2, 2016

    Owh jadi siwon am yoona masa kcl a hampir sama….

    Balas
  11. Ini ff yang menarik dan beda dri yang lain… Bukannya mw membandingkan.,,tapi di ff lain Siwon itu calm,,baik dan cool… Tpi di ff ini., sifat siwon sarat akan dendam dan kebencian., jdi aku blg ini beda dri yg lain…. Jdi pnasaran gmna slnjutnya.,ya….

    Balas
  12. arin

     /  Februari 29, 2016

    lama nggak baca ff dari yoonwon, iseng nyari di google, ketemu sama ff ini.. langsung ketagihan bacanya.. sumpah ff nya sangat bagus thor😊

    Balas
  13. adistasdp

     /  Mei 17, 2016

    Sukaa siii tp pas dialog ada yg lebay lebay gituuu jd kurang suka:(mian

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: