[FF] Wife for My Husband (Chapter 5)

ffyoonwon-wifeformyhusband-posterTitle : Wife for My Husband

Author: kkezzgw / Kezia Gabriella Winoto

Cast:

  • Im Yoona (SNSD)
  • Choi Siwon (Super Junior)

 

Other Cast:

  • Tiffany Hwang (SNSD)
  • Kim Kibum (Super Junior)
  • Taeyeon & Leeteuk
  • Krystal & Minho
  • Choi Sulli ( fx )
  • Kwon Yuri (SNSD)

 

Part : 5

Genre: Family, Sad, Tragedy, Romance

Length:  Chapter

Rated: General

Facebook: https://www.facebook.com/keziagw

 

Twitter: 

 

Blog:  keziagw.wordpress.com // kageweyoonwon.tumblr.com

 

PIN BB/INSTAGRAM/LINE: ask me XP

 

————————————————–

 

Author POV

“YOONA!!! APA BENAR YANG SIWON KATAKAN?” heboh Nyonya Choi saat masuk ke dalam ruang rawat Yoona, senyum sumringah terpancar jelas dari Tuan dan Nyonya Choi yang langsung datang saat mendengar, “Ne, eomma..” kata Yoona.

Setelah Siwon menghubungi eommanya, Nyonya Choi langsung histeris saking senangnya, dia pun langsung datang saat itu juga bersama Tuan Choi yang kebetulan sedang ada di rumah karena pekerjaannya yang digantikkan Leeteuk.

“Ah jinjja, eomma benar – benar senang, terimakasih sayang..” kata Nyonya Choi sambil mengelus rambut Yoona sayang, “Yoona-ah, gomawoyo, impian kami tercapai berkatmu, gomawoyo” kata Tuan Choi lalu memeluk Yoona singkat. Nyonya Choi mengelus perut Yoona yang masih rata, “Kira – kira dia tampan atau cantik ya yeobo?” Tanya Nyonya Choi dengan senyum bahagianya.

“Apa saja yang penting bisa membuat kita semua bahagia” kata Tuan Choi bijak.

“YOONA EONNIE! CHUKKAE!!” kata Sulli yang baru datang dan langsung berlari memeluk Yoona, “Eonnie tau tidak? Saat aku mendengar kabar itu dari pak Kim aku langsung kesini! Aku tidak sabar menunggu kehadiran keponakanku, eonnie, yeoja saja ne?” Yoona hanya tersenyum kaku mendengarnya.

“Eomma, appa, sudah ku bilang pasti Siwon oppa memberikan kita oleh – oleh di perut Yoona eonnie, benarkan apa kataku!” kata Sulli yang langsung dijitak oleh Tuan Choi.

“Yoona-ah! Aku bawakan kau bubur labu, makan ya…” kata Tiffany yang datang sambil membawa paper bag berwarna abu – abu, “Eh? Eomma, appa, Sulli?” Tiffany baru menyadari ada mereka bertiga disini, “Eonnie, kau sudah dengar tentang kehamilan Yoona eonnie?” Tiffany mengangguk ceria, “Tentu saja, aku mendengarnya langsung dari Dokter Lee” katanya sumringah.

“Lalu eonnie mau anaknya yeoja atau namja?” Tanya Sulli pada Tiffany, “Eonnie pinginnya sih yeoja, supaya bisa menemani eonnie, tapi terserah Tuhan saja” kata Tiffany lagi masih dengan senyum cerianya.

“Wah, kalau begitu kita sehati, aku juga pinginnya yeoja eonnie, supaya aku punya dongsaeng…” kata Sulli membalas ucapan kakak iparnya.

Nyonya Choi melirik jam tangannya sekilas, “Tiffany, kami akan pergi makan dulu, tolong jaga Yoona ya?” pesan Nyonya Choi. Tiffany hanya mengangguk mengiyakan, toh tanpa disuruh pun dia sudah tahu pasti dia akan disuruh menjaga Yoona.

“Eomma….ikut!” kata Sulli langsung berdiri dan mengikuti eomma dan appanya keluar. Tiffany duduk di samping Yoona sambil membawa paper bagnya, “Yoona, makan ini..” katanya lalu memberikan kotak bubur itu pada Yoona, “Gomawo eonnie…eonnie, apa ini rumah sakit tempat appaku dirawat?” Tiffany terdiam sebentar, “Sepertinya iya, waeyo?”

Yoona menggenggam tangan Tiffany erat, “Eonnie, boleh aku minta tolong padamu?” Tanya Yoona yang membuat Tiffany bingung, “Apa yang bisa kubantu?”

“Bisa tolong antarkan aku ke kamar appa?” Tiffany terdiam lagi, dia harus benar – benar memikirkan tindakannya, tidak ada satu pun keluarga Siwon yang boleh tahu tentang alasan kenapa Yoona ingin meminjamkan rahimnya, dan tidak boleh ada 1 orang pun yang tahu tentang keadaan Tuan Im, apagi mertuanya itu pasti sekarang sedang ketat – ketatnya menjaga Yoona, apalagi dengan sifatnya yang agak berlebihan, mungkin Yoona hanya ke kamar mandi pun akan dilarang, “Hajiman…..Yoona, ini agak berbahaya, sekarang ada eomma, appa, dan…..”

Yoona langsung menggenggam tangan Tiffany erat, “Jebalyo eonnie…aku sudah lama tidak mengunjunginya, apalagi kudengar keadaannya masih sama dan tak ada progress” kata Yoona memohon.

“Arasseo, tapi jangan lama – lama ne?” Yoona mengangguk setuju.

**

“ARGGHHHHHH!” Kibum membanting semua barang – barang di ruangannya, termasuk semua lukisan Yoona. Membanting semua perabot dan alat – alat melukisnya hingga kamar itu berubah menjadi kapal pecah yang berantakan, “Aku sudah benar – benar tidak tahan dengan semua ini….kenapa? KENAPA AKU HARUS PERGI DULU? AAAARGHHHH”

PRANG!

Tanpa sadar, tangan kanan Kibum mengeluarkan darah segar setelah dia menonjok kaca di ruangannya, tapi dia tidak merasakan sakit sedikitpun di tangannya, luka yang ada di tangannya tidak sebesar luka di hatinya saat mendengar Yoona hamil dengan Siwon, “Ini semua karena kau abeoji, kalau kau tidak menyuruhku untung memacari yeoja lain dan pindah ke luar negeri, mungkin Yoona masih menjadi kekasihku sampai sekarang………” kata Kibum dengan nada pelan karena frustasi. Kibum pun mengambil kunci mobil dan berlari keluar dari kamarnya, dia berpapasan dengan Hong ahjumma yang membuat Hong ahjumma hampir berteriak ngeri, “Tuan Kibum, tangan anda kenapa?” katanya shock.

“Gwaenchanayo, ahjumma”

“Hajiman, Tuan, Tuan!”

Tiffany mendorong kursi roda yang diduduki Yoona sampai di ruangan bernomor ‘407’ itu, Yoona tersenyum senang, dia sudah rindu dengan appanya yang sudah koma hampir 4 bulan lamanya, “Masuklah, jangan lama – lama ne?” Yoona mengangguk, Tiffany kembali mendorong kursi roda Yoona masuk ke dalam ruangan appanya.

Sulli yang sudah selesai makan memutuskan untuk meninggalkan kedua orangtuanya dan ingin berjalan – jalan di sekitar rumah sakit. Dia sedang memakan snack sambil mendengarkan music tak sengaja lewat di dekat sana dan melihat Tiffany mendorong Yoona ke dalam ruang rawat appanya, “Hmm? Itu bukannya Yoona dan Tiffany eonnie? Sedang apa mereka disana?”

“Tadi itu ruangan nomor berapa? Ah Sulli paboya, lebih baik aku kesana, daripada penasaran apa yang mereka lakukan..” Sulli pun berjalan melihat – lihat ke ruangan – ruangan yang ada di lorong itu, tapi semua kaca tertutup oleh kain hijau untuk menutupi pasien, “Aish, mereka ada dimana sih?” Sulli yang pada dasarnya ingin tahu segala hal alias memilik sifat ‘kepo’ terus mencari – cari YoonFany ada dimana, tapi berhubung sifatnya yang pikun membuatnya tidak kunjung menemukan YoonFany, akhirnya dia pun menyerah, “Hah, sudahlah, lain kali aku harus cari tahu….hah jangan sampai aku tidak bisa tidur karena penasaran…” Sulli pun perlahan meninggalkan lorong itu dengan rasa penasaran yang tinggi.

“Kurasa kalian butuh privasi, aku keluar saja ya, aku akan kembali lagi dalam waktu 15 menit,eotte?” Yoona berfikir sebentar, sejujurnya dia ingin menghabiskan waktu lebih lama di ruangan ini, tapi banyak kendala yang menghalanginya, Yoona pun mengangguk setuju lalu Tiffany meninggalkan mereka berdua.

Yoona mendorong kursi rodanya semakin mendekatkan dirinya dengan appanya, dia menggengam tangannya lalu menciumnya sayang, “Appa, aku datang…”

“Mianhae karena aku sekarang jarang sekali datang kesini, jeongmal bogoshippo! Appa tahu kan, aku sudah menikah, aku harus mengurus keluargaku yang disana dan tidak ada waktu datang kesini karena masalah ‘keamanan’…” Yoona terus berceletoh tanpa henti sekalipun appanya hanya diam tak bergeming.

“Appa tenang saja, aku melakukan ini semua demi appa, lihatlah, appa mendapatkan fasilitas terbaik karena usahaku, dan kenapa aku datang dengan kursi roda, tadi pagi aku jatuh muntah – muntah lalu jatuh pingsan, saat itu aku mengira aku demam dan ternyata pikiranku salah, aku mengandung appa! Usia kandunganku baru mencapai 2 minggu, aku sangat senang appa, inikah rasanya saat eomma mengandungku?”

“Tapi kebahagianku ini akan semakin lengkap jika appa sadar, karena orang yang menjadi suamiku saat ini benar – benar tidak sayang padaku, aku tahu orang yang sayang padaku hanya eomma & appa, aku membutuhkanmu appa, sadarlah….bogoshippo appa….” Yoona pun semakin menggenggam tangannya dan mengelusnya lembut, tiba – tiba kedua kelopak mata Tuan Im memproduksi air mata, setetes air mata pun keluar dari matanya dan leleh di sepanjang pipinya, Yoona yang melihatnya langsung kaget, “Appa? Appa mendengarku kan? Appa, sadarlah! APPA!”

Yoona menangis terharu, “Appa! Aku yakin kau mendengarku, appa, aku akan menunggumu sampai kau sadar, saranghae!” Yoona menggoncang – goncangkan tubuh Tuan Im saking senangnya.

“Mian Yoona ini sudah 15…….Yoona, apa yang kau lakukan?” kata Tiffany heran melihat Yoona seperti itu, Yoona menoleh kearha Tiffany dengan senyum bahagianya, “Eonnie…tadi….tadi…tadi appa menangis, appa menangis! Dia pasti sembuh kan eonnie?” Yoona masih memancarkan rasa kebahagiannya yang dalam terhadap Tiffany yang terus melirik jamnya, “Tentu Yoona, tapi appamu butuh istirahat, ayo kita kembali ke kamar…”

Yoona perlahan merenggangkan perlakuannya pada appanya, dia pun mengelus telapak tangan appanya yang kembali terdiam seperti semula.  Tiffany yang kelabakan agak kesal melihat tingkah Yoona, “Yoona-ah!”

Yoona pun  tersada, akhirnya dia menghapus air matanya lalu kembali mengelus telapak tangan appanya, “Appa, aku pamit dulu ya, annyeong”

“Ahjussi, saya Tiffany, aku sudah pernah mengenalkan diriku waktu itu kan? Aku juga pamit dulu, annyeong”

“………….” Tidak ada jawaban.

“Kajja Yoona” Yoona pun mengangguk,Yoona berdiri lalu mencium kening appanya, setelah itu Tiffany kembali mendorong kursi rodanya menuju ruangan Yoona.

“Yeobo, ini susu yang kau mau…………Sulli, mana mereka? (re: YoonFany)” Tanya Siwon bingung melihat yang ada di ruangan hanya Sulli yang sedang duduk di sofa, Sulli mengangkat bahu tanda tak tahu, “Molla, aku tidak tahu mereka kemana, appa dan eomma pun kembali ke rumah setelah makan, katanya eomma ada KAK (Kumpulan Ahjumma Keren-_-) jadi mereka harus pulang, dan aku disuruh disini dan pulang bersama oppa..”

“Geurae? Aneh, tidak biasanya mereka seperti itu” kata Siwon sambil menggaruk tengkuknya bingung. Dia pun mendudukan dirinya di samping Sulli yang sedang berkutat dengan iPadnya. Sambil menunggu YoonFany, Siwon pun memasang headset lalu menyetel music sekencang mungkin.

Tiba – tiba Sulli teringat kejadian yang tadi, saat dia melihat Tiffany mendorong kursi roda Yoona ke sebuah ruang rawat, “Ah oppa! Aku tahu dimana Yoona dan Tiffany eonnie!” kata Sulli semangat.

HENING.

Sulli menengok kesebelahnya yang ternyata sedang menyumpal kedua telinganya dengan headset, Sulli yang kesal karena ‘di-kacangin’ langsung menarik headset itu dari telinga Siwon, “Yak! Oppa!”

“WAE? Kau mengganggu saja!” kata Siwon sebal lalu mengambil headsetnya lagi, “Tadi aku bilang apa oppa pasti tidak dengar kan?” ketus Sulli sebal. Siwon hanya menggeleng cuek.

“Hah, padahal aku tau dimana Tiffany dan Yoona eonnie” kata Sulli pura – pura cuek dan langsung membuat Siwon menoleh, “Mwo? Eodigga? Kasih tahu oppa, palli!” kata Siwon memaksa.

“Aku tidak mau di-kacangin untuk ke dua kalinya!” kata Sulli balas ketus.

Siwon mengambil sesuatu dompetnya, “Aish ayolah Sulli…” kata Siwon menyodorkan 100 ribu ₩  pada Sulli yang langsung direbut oleh Sulli, “Baguslah, aku sudah tidak ke salon 2 minggu, gomawo oppaku yang tampan” kata Sulli sambil senyum – senyum.

Siwon menatap datar adiknya, “Jadi, beritahu aku mereka dimana?” kata Siwon yang penasaran, Sulli mengubah posisi duduknya jadi menghadap Siwon, “Aku tadi melihat mereka masuk ke sebuah ruang rawat VIP di rumah sakit ini”

Siwon menaikkan alisnya bingung, “Maksudnya?”

“Mereka sepertinya sedang menjenguk seseorang, tapi aku tidak tahu nomor ruangannya” kata Sulli terdengar benar – benar bingung dan penasaran, “Dan anehnya oppa, mereka seperti terburu – buru dan mengendap – ngendap, aku penasaran, sepertinya ada yang mereka sembunyikan dari kita oppa”

Siwon jadi bingung dan penasaran, sepertinya ada yang kedua istrinya itu sembunyikan dari dia dan keluarganya, tapi apa? Dan untuk apa? Kedua kakak beradik itu sama – sama terdiam karena memikirkan hal yang sama, mereka sama – sama penasaran.

CKLEK~

Kedua orang itu langsung mengalihkan perhatian pada seseorang yang sedang mendorong kursi roda kedalam ruangan, “Eh? Yeobo? Kau sudah disini?” kata Tiffany agak kaget.

“Ne, aku membawakan susu yang kau minta, ini!” kata Siwon sambil menyerahkan segelas susu coklat pada Tiffany, “Gomawo, Yoona, minumlah, ini baik untuk bayinya”

Yoona pun mengambil gelasnya, “Gomawo eonnie” Yoona lalu meminumnya dalam sekali tegukan habis. Tiffany mengambil gelas itu lalu menaruhnya di meja kecil di samping tempat tidur Yoona.

Yoona melirik Siwon sekilas dari sudut matanya, “Yeobo, apa kau sudah makan?” Tanya Siwon pada Tiffany yang dijawab dengan gelengan kepala, “Belum, wae?”

Siwon menghampiri Tiffany dan langsung merangkunya, “Ayo kita pergi makan”

“Eoddiga?” Tanya Tiffany antusias, mereka sudah jarang sekali pergi keluar bersama, “Tempat makan kita biasa pergi” kata Siwon tersenyum menggoda.

“Ahhh oppa, jangan kesanalah, aku malu” kata Tiffany tersenyum malu, Siwon menggelengkan kepalanya, “Ani, kita harus tetap kesana, kajja!” Siwon langsung ‘menjalankan’ Tiffany menuju pintu kamar.

“Oppa, janganlah, shirro!” terdengar suara samar Tiffany dari luar.

Yoona memperhatikkan kepergian Siwon dan Tiffany sampai di detik – detik terakhir saat suara Tiffany masih samar terdengar dari luar, Yoona menundukkan kepalanya dan terdiam sebentar dengan ekspresi murung, Sulli yang melihat perubahan raut wajah Yoona langsung mengerti lalu berdiri menghampirinya, “EONNIE!”

“AIGOO! Kkamjakiya, Sulli-ah!” Sulli terkekeh sebentar lalu mendorong kursi roda Yoona kearah ranjang dan membantu Yoona menidurkan diri diatasnya, “Gomawo” kata Yoona tersenyum. Lalu Sulli menarik kursi dan duduk di samping Yoona, “Eonnie, kapan kau bisa pulang dari rumah sakit?” Tanya Sulli.

“Seingatku, dokter bilang eonnie baru boleh pulang besok, wae?”

Sulli tersenyum lalu mengeluarkan selembar uang ke hadapan Yoona, “100 ribu ₩? Untuk apa?”

“Aku ingin mengajak eonnie ke salon dan belanja bersama, ya walaupun jelas uang ini benar – benar tidak cukup untukku, tapi aku menghemat 100 ribu ₩ uangku kan? Eonnie, apa eonnie tidak pernah berdandan?” Yoona terdiam mendengar pertanyaan itu, seingatnya dia berdandan hanya beberapa kali semasa hidupnya, itu pun saat graduationnya untuk lulus di jenjang TK, SD, SMP, dan SMA, juga saat pertemuan pertamanya dengan keluarga Choi dan Siwon, dan yang paling ‘wah’ adalah saat pernikahannya dengan Siwon, “Eonnie baru beberapa kali memakai make-up selama eonnie hidup” kata Yoona agak malu mengucapkannya, bagaimana mungkin seorang gadis yang tinggal di Korea bisa seperti dia sedangkan kemajuan Korea Selatan dalam hal make-up kian berkembang pesat? Itulah pemikirannya.

“MWO?” kata Sulli kaget lalu menyentuh wajah Yoona, “Wah…ternyata wajahmu benar – benar jarang di beri polesan ya eonnie, kulit wajahmu saja mengatakan itu”

Yoona memegang pipinya sekilas, “Kenapa kau bisa tahu tentang itu?” Tanya Yoona bingung.

“Aku memang sengaja mempelajarinya, karena aku ingin membuka salon dan menjadi designer juga, pokoknya setelah eonnie keluar dari rumah sakit, kita akan bersenang – senang, ne?” Yoona hanya mengangguk setuju, sejujurnya dia juga ingin merasakannya sejak dulu.

“Apa uang jajanmu sebanyak itu?” Yoona bingung sendiri membayangkannya.

“Banyak? Ini sangat kurang untukku, biasanya eomma memberikanku 300 bahkan 500 ribu ₩, tapi kali ini aku tidak diberi jajan karena pulang terlalu malam-_- kalau oppa, jarang sekali dia memberikan uang padaku, dia kan pelit-_-“ cerita Sulli yang terdengar seperti curhat.

“Geunde, kenapa Siwon oppa memberikanmu uang sebanyak itu?” menurut Yoona itu benar – benar uang yang banyak, dulu dia sangat susah untuk mencari uang sebanyak itu, dan setelah mendapatkan uang itu, dia mungkin bisa menggunakannya untuk jatah makannya selama 2 minggu lebih bersama appanya.

“Tadi dia  memberikannya padaku karena penasaran dimana Tiffany eonnie berada” Mendengar itu, reflex raut muka Yoona berubah lagi jadi terdiam, Sulli merutuki dirinya sendiri karena salah bicara dan lupa menambahkan ‘Yoona’ di dalamnya.

“Tapi, Siwon oppa juga mencarimu kok eonnie” kata Sulli menjelaskan.

“Tentu saja, karena aku sedang bersama Fany eonnie saat itu” kata Yoona tersenyum sedih. Sulli rasanya ingin memukul kepala besarnya yang ceroboh dan pelupa, karena salah bicara.

**

Keesokan harinya, Yoona dinyatakkan sudah boleh pulang oleh Dokter Lee, tapi harus tetap berhati – hati karena Yoona yang terbiasa bekerja dirumah karena kemauannya membua ttubuhnya kelelahan. Entah kenapa Nyonya Choi yang memang orangnya sedikit berlebihan menyuruh 1 keluarga untuk datang mengantar Yoona pulang dan semua harus memperhatikkan Yoona dengan baik dan tidak boleh memperlakukannya kasar, dia memang sangat antusias dengan calon cucunya yang berasal dari anak laki – laki satu – satunya, Choi Siwon, sehingga memperlakukan Yoona begitu khusus, Taeyeon tidak merasa iri akan hal itu karena memang dari dulu Nyonya Choi punya sifat yang berlebihan, selain itu, dulu dia memang lebih diperhatikkan karena dia seorang yeoja.

Mereka sampai di rumah Siwon-Yoona-Tiffany, Nyonya Choi dengan senyum sumringahnya langsung menoleh kearah Yoona, “Welcome chagi, terakhir kau ada disini hanya sebagai istri dari anakku Siwon, tapi sekarang, kau juga akan menjadi penglahir untuk anaknya” kata Nyonya Choi sumringah.

“Tiffany akan menyiapkan segala kebutuhan untuk bayinya, jadi kau hanya tinggal menjaga tubuhmu dan jaga janin ini, arasseo?” Yoona hanya mengangguk dan tak banyak bicara.

Nyonya Choi memutar badannya kearah Siwon yang berada tepat di samping Tiffany.  “Siwon, cepat antar istrimu ke kamar” kata Nyonya Choi pada putra satu-satunya itu.

Siwon mendelik kesal mendengarnya, “Istriku yang mana?” Sindir Siwon ketus. Nyonya Choi tampak cuek mendengarnya, “Apa perlu eomma berteriak hanya untuk menyadarkanmu yang mana maksud eomma?”

Siwon berdecak kesal lalu menghampiri Yoona yang ada di samping ibunya, “Ayo” katanya, bahkan menyentuh Yoona pun tidak. YoonWon baru ingin melangkah tapi sebuah tangan mencegahnya, tangan seseorang yang sudah panas melihat adegan sebelumnya, mereka yang ada disana bingung sendiri melihatnya.

“Biar aku saja yang mengantarnya, minggir kau Choi Siwon” kata Taeyeon benar benar ketus dan kasar sambil mendorong Siwon kebelakang, Siwon kaget melihat perlakuan Taeyeon yang seperti ini, tidak biasanya dia galak dan bersikap seperti ini padanya, terakhir dia melihat Taeyeon seperti ini seingatnya saat dia berusia 10 tahun dan saat Taeyeon berusia 13 tahun, itu pun hanya karena Siwon salah memberikan makan pada anjing Taeyeon yang membuatnya mati. Artinya sekitar 10 – 12 tahun yang lalu, dan saat Sulli yang masih balita tidak sengaja memecahkan salah satu koleksi bunga pot Taeyeon, saat itu Sulli berusia 6 tahun dan Taeyeon 17 tahun, artinya sekitar 6 – 8 tahun yang lalu.

“Noo….Noona……” Kata Siwon terlihat benar – benar bingung.

“Apa? Kau tidak mau kan mengantarnya? Kalau kau tidak mau katakan saja!” kata Taeyeon tegas yang membuat Siwon kaget, “Itu…aku..”

“Kau berubah Choi Siwon! Aku tidak melihat kau seperti Siwon yang dulu, kau kasar! Apa kau sadar seperti apa perlakuanmu tadi pada istrimu sendiri? Seorang Choi Siwon, adikku yang bersikap baik pada semua orang, sekarang sudah tidak ada lagi! Biar noona saja yang mengantarnya, kajja Yoona, ikut eonnie, jangan dengarkan  dan meladeni dia lagi mulai sekarang.” Kata Taeyeon sinis, Siwon tercekat mendengarnya dan Yoona hanya mengangguk pasrah, Taeyeon merangkul Yoona lalu mereka menaiki tangga satu persatu, membantunya berjalan karena memang dia sedang sakit. Siwon yang melihatnya hanya termenung dan terdiam. Sulli, Leeteuk, Nyonya Choi, dan Tiffany langsung terdiam, karena mereka tau jika Taeyeon sudah bersikap seperti itu, dia pasti sedang marah, dan jika Taeyeon sedang marah sangat susah untuk diredakan.

Yoona dan Taeyeon masih berjalan menuju kamar Yoona yang berada di lantai 2, Taeyeon membantunya berjalan karena dokter mengatakan Yoona terlalu lelah dan butuh banyak istirahat, itulah yang membuat Taeyeon marah pada Siwon. Akhirnya mereka masuk ke kamar Yoona, Yoona sedang berusaha mati – matian menahannya, Taeyeon pun menoleh lalu mendesah singkat, “Mianhae, adikku memang tidak pantas dianggap sebagai seorang laki – laki jika sikapnya seperti tadi padamu, jangan ditahan, aku tahu semuanya Yoona-ah, menangislah”

Perlahan isakan pun terdengar dari bibir Yoona dan dia mulai menangis, “Hmfm hikss….hikss……hikss…..hikssss….” Taeyeon mengelus punggung Yoona lembut lalu memeluknya erat, “Menangislah Yoona, menangislah, eonnie siap mendengarkanku”

“Huaaaaaa aaaaa….hikssss huaaaa……..aaaa hiksss…..” Yoona berteriak dalam tangisnya, “Hiksss….eonnie……” Yoona pun menangis di pelukan Taeyeon yang memeluknya erat sambil mengelus rambut Yoona sayang, “Menangislah terus sampai kau puas, ungkapkan semuanya…ada eonnie disini”

SIWON P.O.V

Aku pun keluar dari rumah dan menuju halaman belakang, aku dudukan tubuhku di kursi panjang di di depan kolam renang rumahku. Reflex kedua telapak tanganku meletakkan dirinya di depan wajahku, menutup sebagian hidung dan seluruh mulutku.

“Kau tidak mau kan mengantarnya? Kalau kau tidak mau katakan saja! Kau berubah Choi Siwon! Aku tidak melihat kau seperti Siwon yang dulu, kau kasar! Apa kau sadar seperti apa perlakuanmu tadi pada istrimu sendiri? Seorang Choi Siwon, adikku yang bersikap baik pada semua orang, sekarang sudah tidak ada lagi!” Kata – kata Noona terus terngiang -ngiang di kepalaku.

Apa perlakuanku benar – benar tidak pantas pada Yoona? Apa perlakuanku sangat kasar pada Yoona, pada seorang wanita? Apa aku terlalu egois? Apa aku terlalu dingin pada Yoona? Apa sikapku terhadapanyua benar – benar jutek dan cuek? Atau apa? Aku merutuki diriku sendiri, mungkin perlakuanku memang terlalu pada Yoona. Bahkan aku lupa, bahwa Yoona kini sedang mengandung anakku, darah dagingku, seharusnya, kalaupun aku tidak bisa menerimanya, kenapa aku tidak lihat bayi yang ada di dalam rahimnya? Bahkan aku menjaga bayiku saja tidak mau, bodoh kau Choi Siwon.

Apa aku benar – benar berubah?

“Hah……cuaca sejuk sekali siang ini” aku menoleh dan mendapati Leeteuk Hyung yang sekarang sudah duduk di sampingku, “Hyung..”

“Cuaca cerah, angin berhembus seperti sedang menari, bahkan awan pun seperti tersenyum karena cuacanya indah, tapi kenapa ekspresimu seperti itu?” Kata Leeteuk yang membuatku terdiam.

Aku mendesah kecil, “Hyung pasti tau kenapa alasannya”

Leeteuk hyung masih terlihat santai dan malah tersenyum, “Kau ini…wah, Hyung rasa noonamu benar – benar marah sekarang, aku saja tidak berani mendekatinya jika dia sedang marah…apa perkiraanku salah?”

Aku menoleh lagi kearahnya lalu menggeleng, “Hyung, kau 100% benar”

Leeteuk Hyung mengubah posisinya sambil menghadap kepadaku, “Apa kau sudah tahu kesalahanmu?” Aku berfikir sebentar, ragu, “Mungkin” sambil mengangkat bahuku.

“Apa perlu ku beritahu?” Sepertinya memang perlu, aku pun mengangguk lemah.

Leeteuk tersenyum lagi. Leeteuk Hyung memang bisa dibilang namja yang terlalu santai, kalem, tenang, damai, aman, dan tentram-_- Bahkan jika Noona sedang marah padanya, Hyung hanya tersenyum dan merayu Noona untuk tidak lagi marah padanya, betapa mudahnya-_-

“Baiklah, aku ingin bertanya padamu 2 pertanyaan dasar, kau pasti tau.”

Aku menoleh menunggu pertanyaannya, “Pertanyaanku……Apa tujuan Tuhan menciptakan Hawa di dunia?” Tanya Leeteuk Hyung padaku sambil menyilangkan kedua tangannya di dada kekarnya.

“Untuk menemani Adam yang sendirian” kataku cepat, aku sudah terlalu bosan mendengarkan pertanyaan semacam ini, sejak dulu teman – temanku selalu meledekku ‘si Alkitab berjalan’ karena aku hafal hampir seluruh isi di kitab suci itu.

“Apa tak ada yang lain?”

“Hmm…….membantu Adam…..mungkin?”

“Well….cepat sekali kau menjawab, tapi sayang kau tidak melakukan hal – hal itu secepat kau menjawabnya”

Aku menoleh, apa maksudnya? “Maksud hyung?”

Leeteuk hyun sekarang juga ikut menoleh kearahku dengan wajah yang serius, tumben sekali, biasanya dia terlihat santai, “Siwon, hyung ini bertanya padamu 1 hal, Yoona istrimu kan?” Aku terdiam sebentar…………….dan mengangguk, itu fakta.

“Bukankah Yoona juga istrimu sekarang? Artinya tujuannya diciptakan Tuhan adalah untuk menemanimu, walaupun….. hanya sementara” Aku terdiam mendengarnya, benar juga apa yang dikatakannya.

“Dan yang aku heran darimu, kenapa kau tidak memperlakukan Yoona seperti seseorang yang sedang menemanimu? Dan………bukankah dia juga sedang ‘menolongmu’? Atau kau tidak menyadarinya jika dia sedang menolongmu dan bahkan menyerahkan ‘semuanya’?”

Aku terdiam lagi. Bodoh kau Choi Siwon, bodoh.

“Dan juga…..” Leeteuk melanjutkan perkataanya, “Aku ingin memberitahumu sesuatu, Siwon-ah, wanita itu diciptakan bukan untuk kita bentak, kita marahi, kita suruh – suruh, kita perlakukan seenaknya. Tapi tujuan wanita diciptakan adalah untuk menjadi teman, penolong untukmu, untuk menjadi pendamping dan ibu untuk anak – anakmu, dan yang terutama, tujuan mereka diciptakan adalah untuk kita sayangi…….sekalipun Tiffany tidak bisa melakukannya, ada janin yang pernah hidup di dalam perutnya, bukankah janin itu tetap mahluk hidup, bukankah janin itu tetap anakmu? Apalagi sekarang Yoona yang sedang mengandung, apa kau tega memperlakukan ibu dari darah dagingmu se-kasar itu? Jika kau belum sanggup menganggapnya sebagai istri dan ibu dari anakmu, anggaplah dia sebagai seorang yeoja biasa, kau tega memperlakukan seorang yeoja sekasar itu? Jujur, Hyung juga tidak suka melihat sikapmu yang menurut Hyung benar – benar kasar, ubahlah sikapmu. Walaupun hyung tidak terlalu dekat dengannya, tapi Hyung bisa membaca karakternya, jika kau bersikap baik padanya, percayalah, dia adalah yeoja yang benar – benar baik hati, dia akan membalasnya berkali – kali lipat, jika kau mencintainya, dia akan jauh lebih mencintaimu, kau harus tahu itu.”

Aku hanya bisa mendengar, mencermati, dan diam mendengarkan nasehat Hyungku yang benar – benar bijak. Aku seperti ditampar oleh perkataannya yang benar – benar menyadarkanku.

“Jujur, sikapmu dengan Yoona benar – benar ketus dan dingin, aku mengerti kenapa Taeyeon bersikap seperti itu, kau tahu? Istriku saat mendengarmu mengatakkan ‘Istriku yang mana?’ sudah mulai tampak kesal, lalu saat kau mengajak Yoona dengan sikap yang benar – benar kasar, noonamu langsung menatap kau garang lalu menghalangi kalian. Dia mengerti perasaan Yoona sebagai seorang yeoja…..kurasa kau harus merenungkannya, aku tahu kau mencintai Tiffany, tapi tolonglah, jaga Yoona, jaga dia minimal sampai dia selesai melahirkan anakmu, jangan sampai dia meninggalkanmu dan kau menyesal….”

“…………………….”

Tiba – tiba ponsel Leeteuk berdering menandakan pesan masuk, “Chakkaman Siwon” Aku hanya mengangguk.

“Message from Park Taengoo :*”

Leeteuk pun membuka SMS dari Taeyeon dan membacanya:

“Yeobo, kau pulang duluan saja, aku mau menemani Yoona yang…….ya begitulah. Kalau kau bertemu dengan Siwon, bilang jangan masuk ke kamar Yoona dulu sekarang, suruhlah dia bersama Tiffany saja seperti harapannya. Suruh pak Jung menjemputku ya nanti.”

Leeteuk memasukkan iPhonenya lagi ke dalam kantungnya, “Noonamu bilang jangan datang ke kamar Yoona dulu sekarang……..ah, berarti jangan masuk ke kamarmu.”

“Mwo?” Leeteuk akhirnya kembali mengeluarkan iPhonenya dan membukakan pesan Taeyeon untukku. Aku pun membacanya dan langsung terdiam saat membaca bagian tentang keadaaan Yoona.

“Jadi kemungkinan keadaan Yoona juga sedang tidak baik”

Aku mengerti perkataan Hyung, Yoona bukan sakit di fisiknya, tapi batinnya. Rasa bersalah kembali menempel di dadaku.

“Sepertinya aku sudah harus pergi sekarang, ada investor dari Jepang, karena kau pergi waktu itu, proyek ini tetap diurus olehku, menyebalkan sekali. Kalau begitu Hyung pergi dulu ya, renungkanlah kata – kataku tadi, adikku” kata Leeteuk lalu merangkul pundak kekarku dan menepuknya singkat. Aku menangguk singkat lalu menatap air kolam renangku yang sekarang terlihat tenang karena tak ada yang ada di dalamnya.

Leeteuk hyung pun berdiri dari duduknya dan pergi meninggalkan aku yang masih diam di tempat, “Oh iya….” Katanya tertahan lalu menoleh kearakhu yang sekarang kembali menatapnya.

“Kurasa………kau harus menemukan tulang rusukmu yang sebenarnya” kata Leeteuk hyung lagi yang kembali membuatku terdiam bingung, “Maksud Hyung?”

“Pikirkanlah terus, dan setelah dapat jawabannya, beritahu aku” katanya tersenyum lagi lalu kembali berjalan meninggalkan rumahku.

Aku masih bingung dengan perkataannya, otakku terus mencerna kata – kata terakhir Hyung sebelum dia pergi……….

END OF SIWON P.OV

**

Yoona meminum air putih yang di berikan Taeyeon untuknya, perlahan hatinya merasa lebih tenang setelah meminum air dingin itu,”Apa sudah lebih lega?” Tanya Taeyeon lembut pada Yoona yang mulai menyeka air matanya, “Sudah eonnie, gomawoyo”

“Aigoo….kenapa formal sekali. Aku sekarang eonniemu, Yoona-ah.” Mendengarnya Yoona hanya tersenyum tipis, “Ne eonnie”

“Nah, itu kan lebih baik..” Kata Taeyeon lalu berdiri dari samping Yoona lalu menarik kursi dari meja rias Yoona dan duduk di depannya, Taeyeon memegang kedua bahu Yoona, Yoona menoleh kearahnya dan mendapat tatapan yang lembut dan penuh kasih, “Kita kan saudara, saudara harus saling berbagi bukankah begitu? Sekarang, aku mau kau berbagi tentang apa yang sedang kau rasakan sekarang tentang Siwon.” Yoona kaget mendengar permintaan Taeyeon yang satu ini.

Yoona diam, dia tidak berani berbicara, takut luka di hatinya yang tadi sudah ‘tertutup’ oleh plaster akan terbuka lagi. Yoona mendudukkan kepalanya dan menggeleng berat, dia tidak bisa melakukannya, dia benar – benar tidak kuat melakukannya.

“Eonnie……..aku…..” Taeyeon menggengam tangan Yoona, “Aku tidak akan bilang pada siapapun, aku janji” kata Taeyeon lagi sambil memasang lambang ‘peace’ dengan jarinya.

“Hajiman….ini terlalu menyakitkan untukku…” kata Yoona parau, Taeyeon tersenyum hangat pada Yoona dan semakin menguatkan Yoona utnuk bercerita, dia ingin tahu seberapa tersiksanya Yoona hidup bersama adiknya itu, “Eonnie ingin tahu semuanya, jebal, eonnie harus tahu itu. Bukan bermaksud untuk ‘kepo’, tapi demi kebaikkan kalian”

Yoona menaikkan kepalanya dan menatap Taeyeon yang tersenyum hangat padanya, tatapan Taeyeon seakan mengatakan ‘Gwaenchana’ padanya. Yoona pun menarik nafas dalam – dalam sebelum mulai bercerita, “Aku……aku sangat sedih diperlakukan seperti itu oleh Siwon oppa…..”

Taeyeon tersenyum senang kali ini, akrhinya…, “Apa yang dia lakukan padamu?”

Tanpa sadar, baru diawal mata Yoona sudah berkaca – kaca, “Saat pulang dari Paris, sifat oppa kembali seperti dulu, cuek dan dingin. Dia hanya menganggap ada Tiffany eonnie dan aku hanyalah pembantu. Setiap malam, Siwon oppa pindah ke kamar yang di tempati Tiffany eonnie dan biasanya Tiffany eonnie menunggunya lalu mereka bermesraan di dalam, aku sering mengintip untuk melihatnya dan aku kembali menangis. Aku tidak pernah diajak kemana pun, tidak pernah di belikkan apapun, tidak pernah di perhatikan, tidak pernah diajak bermain, tidak pernah diajak mengobrol, bahkan mungkin hanya dianggap seperti angin lalu saja……..dan juga………..hiks…..hikss…….” Yoona menepuk dadanya yang terasa sangat sakit.

Taeyeon kembali mengelus – ngelus punggung Yoona lembut, “Teruskan Yoona, keluarkan semuanya”

Yoona mengelap air matanya yang terus mengalir dari kedua matanya, “Aku…………..pernah beberapa kali menyiapkan cemilan untuk oppa saat dia pulang kerja, tujuanku baik agar tubuhnya tidak lelah dan barangkali kepenatan dia akan lebih baik jika mendapat asupan camilan, tapi dia hanya mendiamkannya saja, bahkan menyentuhnya pun tidak, sedangkan dia meminta dibuatkan sesuatu oleh Tiffany eonnie………rutinitas itu aku lakukan selama 5 hari dan sejak hari ke-5 aku memutuskan untuk berhenti melakukan hal – hal yang tidak dianggap……….”

“Aku sedih, kecewa, sakit, cemburu, tertekan, dan sakit hati. Aku……..aku………eonnie……” Yoona langsung memeluk Taeyeon yang matanya pun sudah memerah karena ikut sedih, menangis di dalam dekapan Taeyeon.

Taeyeon yang mendengarnya pun ikut menangis, dia tidak menyangka adiknya sekejam itu pada seorang yeoja yang sangat baik seperti Yoona, “Yoon……Yoona-ah…..”

“Aku……aku tidak benci pada Tiffany eonnie, aku bahkan tidak bisa membencinya, aku juga tidak bisa melarang Siwon oppa untuk mencintai Tiffany eonnie, tapi…..aku hanya minta dia memperlakukanku sepadan dengan Fany eonnie walaupun hanya sebentar, aku juga ingin di hargai….oleh……..oleh……….suamiku…….dan……..hikss…..hikss…..orang yang kucintai…..hiksss………hikss……..eonnie”

Yoona pun kembali memeluk Taeyeon erat dan Taeyeon pun langsung menenangkan Yoona dengan derai air mata yang juga berlinang, sedangkan seorang namja yang mendengar semuanya dari balik pintu yang terbuka sedikit mencengkram kedua telapak tangannya dengan penuh emosi, “Siwon…….kau tidak perlu repot – repot memperlakukannya sekejam itu, karena aku…aku akan segera menjadikannya milikku kembali.” Kata Kibum lalu berlalu dari depan pintu kamar Yoona.

Setelah menceritakkan semuanya pada Taeyeon, Yoona tertidur karena dia masih butuh banyak istirahat, setelah Taeyeon benar – benar memastikan dia sudah tidur, Taeyeon pun keluar perlahan – lahan berusaha tidak membuat kegaduhan, “Yoona, hwaiting!” Kata Taeyeon di depan pintu sambil menggepalkan tangannya.

Saat dia ingin berjalan menuju tangga, dia berpapasan dengan Siwon yang baru akan naik ke atas, Taeyeon yang melihat wajah Siwon langsung memasang muka emosi lalu membuang mukanya, Siwon yang melihatnya menatap noonanya itu sedih, dia benar – benar jarang atau bahkan sekali bertengkar, berdebat, dan sebagainya, mereka biasanya selalu sehati, tapi untuk kali ini……………………

“Noona…” panggil Siwon yang membuat Taeyeon berhenti di salah satu anak tangga, Siwon menoleh kebelakang begitupun Taeyeon, “Apa lagi?” Tanya Taeyeon ketus.

Siwon tercekat mendengar suara noonanya yang begitu ketus padanya, “Mian…mianhae untuk kejadian tadi” kata Siwon tertunduk, Taeyeon mengenali gerak – gerik Siwon yang sudah merasa bersalah, dia pasti akan menunduk, Taeyeon menoleh lagi kearah kaki Siwon, Siwon sedang memainkan kedua telapak kakinya bergantian, “Dia tidak berubah saat merasa bersalah” kata Taeyeon dalam hati.

“Lalu kenapa kau meminta maaf pada Noona? Apa noona yang kau perlakukan seperti itu?” Siwon kembali terdiam mendengarnya.

“Oh iya, jangan ke kamar Yoona, kau ke kamar Tiffany saja.” Taeyeon kembali berjalan kearah tangga lalu menuruninya satu-persatu.

Siwon terdiam, lalu memutar kepalanya melihat pintu kamar. Dia berjalan menuju pintu kamar Yoona, dia terdiam sebentar di depannya, teringat akan sms dan perkataan Taeyeon padanya untuk tidak masuk ke dalam kamar Yoona.Tapi dia memberanikkan diri lalu memuta knop pintu kamar dan membuka pintu putih itu perlahan. Matanya langsung tertuju pada seorang yeoja yang sedang tertidur di atas tempat tidur ruangan itu, Siwon pun berjalan mendekati Yoona yang sedang tertidur, dia berjongkok di hadapan Yoona yang ternyata masih menangis dalam tidurnya, Siwon merasa di tampar oleh air mata Yoona yang mengalir begitu saja tepat saat Siwon berjongkok di depannya, apa itu feeling?

Siwon menyeka air mata Yoona yang mengalir di pipinya, memegang kedua rahang Yoona dengan kedua telapak tangannya lalu mengelus kedua pipi Yoona lembut, “Mianhae Yoona……jeongmal mianhae…” Perlahan, Siwon melepaskan tangannya lalu berdiri dan meninggalkan kamar itu lagi, Siwon memutuskan untuk tidur di kamar Tiffany hari ini, seperti yang dia harapkan, tapi entah kenapa, semenjak kejadian tadi siang, Siwon merasakkan hal yang aneh, dia ingin tetap berada di kamar Yoona.

**

Hari berganti hari, tak terasa sudah 2 minggu ada janin yang tumbuh di dalam perut Yoona, semua memulai aktifitasnya seperti biasa. Siwon, Kibum, Leeteuk, dan Tuan Choi tetap bekerja, Nyonya Choi yang masih berkutat dengan hobinya, Taeyeon yang menjaga anak – anaknya dirumah, Sulli yang terus sekolah, dan Tiffany yang hanya dirumah sambil menjaga Yoona. Dan sudah 1 minggu lamanya Siwon-Yoona tidak saling bicara, Siwon yang ingin berada di kamar Yoona terus teringat kata – kata Noonanya yang melarangnya, Yoona yang juga berpura – pura tidak memperdulikan Siwon seperti biasanya, mereka saling tidak memperdulikan, Yoona tidak bicara hanya pada Siwon, dia tetap berbicara biasa dengan yang lainnya terutama Kibum, semenjak kejadian itu, Kibum yang tahu Yoona sudah benar – benar merasa sakit kiat mendekatkan diri dengan Yoona yang meresponnya dengan baik, setelah itu YoonBum kian hari kian dekat sedangkan Siwon kembali dengan Tiffany.

Siwon yang sekarang sedang berkutat dengan lembaran – lembaran kerjanya masih terlihat begitu serius memeriksa dan mengerjakan semuanya, sesekali dia melihat layar monitor di hadapannya dan mengecheck e-mailnya untuk keperluan pekerjaannya tentunya.

Tiba – tiba ponsel Siwon berdering menandakkan ada telpon masuk, Siwon yang masih sibuk hanya mengambil ponselnya lalu menekan tombol hijau di layar touchscreennya..

“Yoboseyo?”

“Siwon-ah, apa kau tak mau makan? Kajja kita makan”

“Aish, Hyung, aku sedang sibuk….”

“Se-sibuk apapun orang, harus tetap makan. Apa kau bisa bekerja tanpa makan seharian?”

Siwon mencibir Hyungnya itu dari balik telpon, “Arasseo, dimana?”

“Ada restoran baru di pertigaan depan, aku ingin mencobanya, apa kau mau? Ada Kibum juga…”

“Sendiri – sendiri atau bersama?”

“Bersama saja, kita tunggu di lobby ya…”

“Ok” Siwon menutup telponnya sepihak lalu berdiri, merenggangkan otot – otot tangannya yang kaku karena bekerja, dia pun keluar dari ruangannya tanpa jas yang sengaja dia tinggalkan di belakang kursinya. Dengan lift dia turun ke lobby dan langsung menemukan Leeteuk & Kibum yang sedang duduk di sofa lobby, “Hyung”

Leeteuk dan Kibum menoleh, “Ah akhirnya kau turun juga, kajja”

Mereka menuju mobil Leeteuk lalu pergi bersama menuju restoran yang Leeteuk maksud, saat mereka masuk kesana, restoran itu cukup ramai mungkin karena masih baru dan banyak orang yang ingin mecobanya, mereka bertiga duduk di bangku no 3 dan seorang pelayan langsung menghampiri mereka, setelah memesan mereka siap menunggu makanan yang sudah mereka pesan, sambil menunggu mereka asik berbincang – bincang dan bercanda bersama, melupakan pekerjaan mereka yang membuat kepala penat. Tak lama kemudian 3 makanan yang mereka pesan pun datang, saat mereka sedang makan, tiba – tiba ponsel Leeteuk berbunyi, menandakkan ada telpon masuk, Leeteuk segera mengambil ponsel yang dia taruh di kantung celananya..

“Taeyeon…” katanya tersenyum

“Yoboseyo……Waeyo yeobo? Apa kau sudah merindukanku? Padahal tidak lama lagi kita kan akan berjumpa dan….”

“YEOBO! ADA MASALAH SERIUS!” heboh Taeyeon dari telponnya yang membuat Leeteuk menjauhkan telponnya dari telinganya akibat jeritan Taeyeon yang sangat kencang.

“Yeobo-ah, kau tidak perlu berteriak seperti itu, aku…..”

“Ini menyangkut tentang Siwon dan Yoona!”

Seketika itu juga Leeteuk bingung mendengarnya dan mulai terlihat serius, “Ada masalah apa dengan Siwon&Yoona?”

Merasa di sebut namanya, Siwon menoleh kearah Leeteuk yang sekarang terlihat serius, begitupun Kibum setelah mendengar kata ‘Yoona’.

“Kau ada dimana sekarang?”

“Di restoran sedang makan siang..”

“Cepat kembali ke kantor dan lihat sendiri saja, masalah ini susah untuk dijelaskan melalui telpon,  atau kalau kau belum tahu telpon aku saat kalian sudah sampai disana dan sudah membacanya…”

“Membacanya? Maksudmu apa yeobo?”

“Sudahlah, lebih baik cepat ke kantor saja dan lihat sendiri”

“Arasseo, kami akan segera kembali” kata Leeteuk lalu memutus sambungan telponnya dengan Taeyeon, Leeteuk menatap Siwon & Kibum bergantian, “Aku tidak tahu apa yang terjadi sekarang, tapi Taeyeon menyuruh kita semua untuk segera kembali ke kantor”

“Ada apa hyung?” Tanya Kibum bingung, “Molla, istriku bilang  kita bisa melihatnya saat kita ada di kantor, ayo kita segera kembali ke kantor” Tanpa pikir panjang, mereka bertiga pun melewatkan makanan yang masih tersisa dan membayarnya, setelah itu mereka langsung kembali ke kantor dengan perasaan was-was.

Saat mobil mereka memasuki kantor, terlihat banyak wartawan yang sudah berada di depan kantor mereka, mereka semua menatap bingung melihatnya, Leeteuk yang menyadari sesuatu yang aneh pun akhirnya memarkirkan mobilnya lewat pintu belakang sehingga tidak terjangkau oleh para wartawan, mereka bertiga saling terdiam karena bingung, saat mereka masuk ke dalam kantor, terlihat banyak karyawan yang memperhatikkan Siwon tapi tidak berani bicara karena takut terjadi apa-apa pada pekerjaannya, “Hyung, sebenarnya ada apa ini?”

Leeteuk mengangkat bahunya, “Ayo kita ke ruanganmu, Siwon”

Saat sudah berada di ruangan Siwon, Leeteuk langsung menghubungi Taeyeon lagi, terdengar nada menunggu mengalun di telinga Leeteuk…

“Ne Yeobo, apa kau sudah sampai kantor?”

Leeteuk me-loudspeaker sambungan telponnya itu agar bisa di dengar oleh SiBum, “Ya, waegurae?”

Taeyeon yang masih terdengar panic mulai mengatur suaranya, “Sekarang, kalian bertiga lihat di internet, liat berita terpopuler siang ini”

Siwon dan Kibum saling melirik dan langsung bergerak cepat menuju computer Siwon dan menuruti perkataan Taeyeon, dibukanya beberapa web dan mencari berita terpopuler siang itu, mereka bertiga langsung kaget tatkala membaca semua postingan terpopuler siang ini:

“Direktur dari Hyundai Group, Choi Siwon, menikah lagi?”

“Putra konglongmerat Choi Minho, Choi Siwon, menikah untuk kedua kalinya?”

“Istri dari konglongmerat Choi Siwon, mandul?”

“Menikah kedua kalinya dengan diam – diam , apa yang Choi Siwon rencanakan?

“Choi Siwon menikah lagi atau selingkuh?”

“Siwon-Tiffany bercerai karena orang ketiga?”

Begitulah beberapa postingan terpopuler siang ini, atau lebih tepatnya 30 menit yang lalu tepat saat beberapa postingan ini di post dan langsung mentajdi trend, postingan itu menambahkan 3 gambar yang terlihat seperti Siwon dan Yoona yang sedang naik ke mobil Siwon saat di restaurant pertama kali mereka bertemu dan foto kedua saat Siwon sedang merangkul Yoona saat mereka berada di Paris, dan foto ketiga saat mereka memasuki hotel tempat mereka menginap di Paris. Dari artikel yang mereka bertiga baca, seseorang membuat account di beberapa forum international dan menyebarkan berita yang membuat gempar, walaupun Siwon bukan seorang artis.

Choi Siwon dan keluarganya, tidak ada 1 pun yang menjadi seorang artis dan berniat menjadi artis, tapi karena Choi Minho adalah konglongmerat yang popular diantara warga Korea Selatan, membuat keluarga Choi Minho disorot sejak dulu, bahkan saat Siwon masih single, berpacaran dengan Tiffany, hingga pesta pernikahan mereka yang bisa dibilang salah 1 pernikahan paling mewah di tahun 2011 itu disorot oleh media massa, tidak heran dan itulah alasannya mengapa pernikahan Siwon dan Yoona di lakukan secara diam – diam karena masalah ini. Tidak hanya Siwon, Taeyeon dan Leeteuk yang menikah di tahun 2008 pun juga di sorot habis – habisan oleh media massa karena kedua belah pihak keluarga mengeluarkan puluhan milyar hanya untuk pernikahannya, bahkan kelahiran anak pertama dari pasangan TaeTeuk ini juga disorot.

“HAH! Apa – apaan ini?” geram Siwon setelah membaca judul – judul postingan tentang dirinya, dia marah sekaligus kaget mengapa berita pernikahannya dengan Yoona diketahui oleh public.

“Aku bahkan bukan artis, tapi kenapa hidupku benar – benar diusik?” katanya geram.

“Mungkin karena kau tampan” ejek Kibum yang membuat Siwon menoleh kearahnya dan menatapnya garang, “Jangan bercanda dulu, Choi Kibum” Kibum langsung menahan tawanya dan pura – pura kembali serius.

Siwon yang kesal meremas tangan Kibum yang masih dibungkus oleh perban karena lukanya waktu itu, “AHHHHHHH CHOI SIWON, SIALAN KAU” pekik Kibum kesal dan memukul bahu Siwon kencang.

Setelah melihat postingan – postingan itu, Leeteuk kembali mendekatkan ponselnya ke telinga kanannya, “Yeobo, lalu…lalu bagaimana dengan Yoona? Apa kau sedang bersamanya?” Tanya Leeteuk cemas.

“Ne, aku sedang bersamanya. Saat aku membaca ini, aku langsung ke rumah Siwon, dia juga kaget berita ini menyebar, tapi untungnya namanya tidak disebut di semua artikel”

“Lalu, apa eomma sudah tahu?”

“Tentu saja, dia kembali mengajak kita berkumpul di rumah Siwon malam ini untuk membicarakan permasalahan ini”

“Arasseo, aku tutup dulu ya”

“Ne, bye yeobo”

“Bye” Leeteuk memutuskan sambungan telponnya dengan Taeyeon lalu menghampiri Siwon dan Kibum yang masih berkutat di depan computer.

“Hyung, bagaimana keadaan Yoona? Dia tahu tentang ini?” Tanya Kibum khawatir, Leeteuk mengangguk, “Ne, Yoona dan Tiffany sudah tahu tentang ini, eomma mengajak kita berkumpul dirumahmu malam ini” Siwon hanya pasrah mendengarnya. Entahlah rencana apalagi yang akan eommanya itu rencanakan kali ini.

“Siwon, lebih baik kau pulang sekarang, kau harus menenangkan pikiranmu” saran Leeteuk pada Siwon. Siwon hanya mengangguk pasrah, dia memejamkan matanya pusing sambil bersender di kursi kerjanya.

Leeteuk dan Kibum keluar dari ruangan Siwon dan mendapati hampir seluruh karyawan sedang menatap mereka, “Apa yang kalian lihat? Kalian tidak bekerja? APA KALIAN SEMUA INGIN DI PECAT?” hardik Kibum yang membuat seluruh karyawan ketakutan dan kembali mengerjakan pekerjaan mereka.

Siwon mulai membereskan barang – barangnya lalu keluar dari ruangan sambil membawa kunci mobilnya, dan sialnya mobil itu ada di halaman kantor bagian depan, otomatis akan banyak wartawan yang menunggunya di depan, Siwon yang baru keluar dari lift sudah dihujani oleh sinar blitz yang berasal dari puluhan wartawan yang ada disana menunggunya, tanpa bodyguard sama sekali dan hanya dengan bantuan satpam di kantornya, Siwon keluar dengan memakai kacamata hitamnya mulai melangkah melewati para wartawan yang sudah siap dengan alat perekam, kamera, pulpen dan kertas, serta pertanyaan – pertanyaan yang akan di tanyakan pada putra konglongmerat itu.

“Siwon-ssi, apa benar kabar yang beredar itu?”

“Bisakah kau menjelaskan tentang foto itu, Siwon-ssi?”

“Siapa wanita itu Siwon-ssi?”

“Apa benar kau menikahi wanita itu?”

“Siwon-ssi, tolong jawab”

Siwon terus berjalan tanpa meladeni semua wartawan yang mengerubuninnya disana, dia pun masuk ke dalam mobilnya dengan aman setelah berhasil melewati ‘badai’ wartawan tadi, Dengan cepat dia menyalakkan mesin mobilnya lalu meinggalkan kantornya.

Kibum mengamatinya dari atas lewat jendela besar yang berada tepat di belakang meja kerjanya, melihat Siwon yang dihujani berbagai macam pertanyaan dan berhasil kabur dengan mobilnya, Kibum tersenyum licik, ponselnya berdering menandakkan seseorang berhasil menghubunginya, Kibum mengangkat telpon itu..

“Ne?”

“Tuan, semua sudah sesuai rencana yang tuan suruh, bukankah berita – berita itu benar – benar bagus?”

“Kau mengerjakkannya dengan sangat baik, Young Won-ssi, tidak salah aku menyuruh kau mencalonkan diri menjadi pemandu mereka”

“Haha tentu saja, dan………untuk honor yang kau janjikan?”

“Ah…itu mudah sekali, nanti sore akan ku transfer sisanya, aku janji 3 kali lipat kan? Baiklah, itu sangat mudah, bahkan aku akan menambahkannya menjadi 5 kali lipat karena ini berhasil”

“Jeongmalyo? Khamsamnida, akan kutunggu, khamsannida, Kibum-ssi”

Kibum langsung memutuskan sambungan telponnya dengan Kim Young Won, orang suruhannya untuk memata-matai YoonWon di Paris.

KIBUM’S FLASHBACK!~

Kibum mendapatkan semua informasi tentang acara YoonWon di Paris dari iPad yang Nyonya Choi lupa password, “Electric Travel, Kim Young Won…….” Kibum membacanya, “Waw, ternyata Imo sengaja mencari pemandu orang Korea disana, rajin sekali…” kata Kibum.

Dia pun mencatat nomor ponsel Kim Young Won lalu segera keluar dari ruangan itu, berniat meghubunginya, “Imo benar – benar pintar mencari orang” Kibum langsung mengetik sederet angka dengan jari – jarinya di layar touch screennya, lalu memencet tombol hikau dan menempelkan ponsel itu ke telinganya.

“Selamat malam, ada yang bisa saya bantu?” *Bahasa Perancis*

“Young Won-ssi?”

“Hmm…ne, ini saya, nuguseyo?”

“Kim Kibum , kau pasti tidak mengenalku, kan?”

“Tentu saja, kau baru menelponku sekali……chamkkaman, kau orang Korea?”

Kibum hanya tersenyum mendengarnya, “Ne, aku orang Korea. Berapa gajimu selama menjadi seorang pemandu?”

“Itu rahasiaku, kau ini siapa sebenarnya?”

“Aku bisa memberikan 3 kali lipatnya jika kau ingin bekerja sama denganku…”

“JINJJAYO? SAYA MAU! Apa yang harus kulakukan?”

~

>>“Selamat malam, Tuan Choi Siwon dan Nyonya Choi Yoona, Perkenalkan nama saya Kim Young Woon, saya sebagai pemandu untuk bulan madu kalian disini akan mengurus segala kebutuhan tuan dan nyonya disini……..” (WFMH PART 4)

Ternyata Kim Young Woon adalah seorang pemandu di Paris yang memang disuruh oleh Kibum untuk memata-matai YoonWon saat mereka di Paris, dia jugalah yang memotret semua foto – foto itu, sedangkan foto yang ada di depan restaurant Kibum dapatkan dari Tiffany, ralat, ponsel Tiffany. Saat mereka masih di Kaledonia setelah YoonWon pergi ke Paris, Tiffany dan Kibum menghabiskan waktu berdua, dan saat mereka sedang makan di restaurant, Tiffany menitipkan ponsel dan dompetnya kepada Kibum karena dia ingin ke toilet, Tiffany yang lupa mempassword ponselnya membuat Kibum iseng membuka – buka isi gallery foto Tiffany yang rata – rata berisi foto selcanya, dan ada beberapa yang juga bersama Siwon atau keluarga atau temannya, tanpa sengaja Kibum melihat foto Yoona dan Siwon yang berada di depan mobil Siwon dari belakang…

>> “Tanpa mereka sadari, sepasang bola mata indah sedang menatap mereka dengan emosi, Tiffany sengaja melihatnya, Tiffany lalu memotret adegan YoonWon itu untuk kenang-kenangan tersendiri” (WFMH PART 1) *jadi sebenernya tiffany jg foto kejadian itu, tapi author sengaja gak tulisin di part 1^^*

Kibum yang melihatnya langsung mengirimkan foto itu ke ponselnya dengan iseng….

END OF KIBUM’S FLASHBACK

Kibum tersenyum mengingat itu semua, tidak salah dia menyimpan foto YoonWon dari ponsel Tiffany dan menyuruh orang untuk memata-matai YoonWon, dia kembali tersenyum licik sambil berkata pelan, “Siwon…..aku melihat sendiri Yoona menangis di depan noonamu, dan itu semua karenamu, dan saat itu juga aku berjanji akan merebut Yoona darimu. Dan sekarang…………adalah waktunya” kata Kibum.

**

Malam harinya, Keluarga Choi kembali berkumpul dirumah Siwon lagi. Siwon duduk diantara Yoona dan Tiffany, Kibum duduk di sebelah Sulli dan Tuan Choi, Nyonya Choi duduk di samping TaeTeuk, mereka sudah seperti ingin mengadakan rapat besar sampai harus berkumpul dengan ekspresi yang cukup serius dan tegang(?)

“Apa yang harus kita lakukan?” Tanya Siwon pada keluarganya.

“Tidak mungkinkan Siwon harus menceraikan Yoona yang sedang hamil anaknya?” Tanya Taeyeon langsung agar tidak ada ide seperti itu yang muncul.

“Memang tidak mungkin” kata Tuan Choi ikut menimpali.

“Lalu kita harus apa? Mengurung Yoona disini selama 9 bulan?” saran Tiffany.

“Itu tidak manusiawi, eonnie! Bagaimanapun Yoona eonnie tetap manusia” kata Sulli membalas perkataan Tiffany.

“Atau mengirimkan Yoona ke luar negeri?” saran Nyonya Choi.

“Aniya, aku tidak mau melihat Yoona naik pesawat saat sedang hamil begini.” Kata Taeyeon.

“Atau setiap Yoona ingin keluar, memakai alat penyamar?” saran Leeteuk.

“Dari samping wajahnya lumayan terlihat jika diperhatikkan, takutnya tetap dikenali” kata Siwon.

Kibum yang sudah yakin langsung tersenyum, “Bagaimana kalau kita mengasingkan Yoona ke desa yang tidak mungkin diketahui para wartawan sampai kasus ini mereda dengan sendirinya?”

BINGO! Semua yang ada disana langsung menatap Kibum, “Ide yang bagus” kata Taeyeon langsung.

“Hmm…aku setuju dengannya” kata Leeteuk juga.

“Itu ide yang bagus, ahjussi!” kata Sulli.

“Aku juga setuju, kenapa kita tidak memakai idenya saja?” kata Tiffany yang juga setuju dengan ide Kibum.

“Yeobo, bagaimana? Apa kau setuju?” Tanya Tuan Choi pada istrinya.

“Aku setuju, itu ide yang tidak buruk, dan keputusan ada di tangan seseorang, bagaimana denganmu Siwon?”

Kini semua menatap Siwon yang masih berfikir, mendengar ide Kibum seharusnya membuatnya senang berpisah dengan Yoona, tapi entahlah dia merasa sedikir keberatan, “Kenapa kau menyarankan itu?” Tanya Siwon pada Kibum.

Kibum yang sudah menyiapkan rencana ini sejak lama hanya tersenyum menanggapinya, “Kalau Yoona ada di desa, dia akan merasa lebih tenang, apalagi untuk bayinya, lagipula kau tidak akan kena scandal itu dan aku jamin, scandal itu akan lenyap begitu saja karena kau bukanlah seorang artis yang harus mengklarifikasikan masalah itu.”

Mendengar jawaban Kibum yang sangat matang, Siwon pun pasrah, “Aku setuju” katanya. Kibum tersenyum, bukan tersenyum tulus melainkan tersenyum licik. Sedangkan Yoona, topic pembicaraan mereka, hanya diam saja.

“Baiklah, semua setuju dengan ide Kibum, dan yang harus kita pikirkan selanjutnya, dimana kita akan menempatkan Yoona?” Tanya Nyonya Choi.

“Ah! Bagaimana kalau Yoona eonnie kita berikan villa kita yang ada di provinsi Gangwon? Disana sangat indah, udaranya bersih, dan suasananya tenang” saran Sulli yang langsung menarik perhatian Taeyeon, “Kau benar dongsaengku, bagaimana kalau disitu saja?”

“Baiklah, eomma akan memberikan kunci villanya” kata Nyonya Choi, berhubung villa itu miliknya.

Keluarga Choi seperti mendapatkan titik cerah setelah mendapat ‘ide brilian’ Kibum, “Lalu Yoona akan bersama siapa disana?”

Mereka semua langsung terdiam, “Mianhae Yoona-ah, eomma dan appa tidak bisa menemanimu” Yoona hanya tersenyum menanggapinya.

“Yoona eonnie, mianhae, aku kan harus sekolah dan sekolahku di Seoul, mianhae” kata Sulli sedih.

“Aku harus menjaga anak – anakku dan suamiku, mianhae Yoona-ah” kata Taeyeon.

Nyonya Choi melirik Tiffany yang diam saja, “Tiffany?” Tanya Nyonya Choi yang langsung membuat Tiffany menoleh, “Ah…aku….aku tidak bisa Yoona….aku masih banyak yang harus di lakukan di Seoul, mianhae” kata Tiffany cepat.

“Kalau kalian tidak ada yang bisa, aku saja…” kata Kibum lagi yang membuat orang – orang yang ada disana kembali menatapnya, Siwon menatap Kibum dengan tatapan aneh & curiga, “Bagaimana kalau Siwon saja? Sebagai suami yang baik bukankah sudah seharusnya dia yang menemani istri yang sedang hamil?” kata Taeyeon yang menolak penyalonan diri Kibum secara halus.

“Aku……”  kata Siwon terbata, dan langsung terpotong.

“Aniya oppa, aku tahu oppa tidak mau menemaniku, lagipula disini oppa masih harus mengurus pekerjaan dan ada Tiffany eonnie, jadi Kibum saja yang menemaniku disana”

Itulah perkataan pertama Yoona dari tadi yang langsung membuat mereka yang disana kaget, termasuk Siwon, “Kau tidak mau bersama Siwon?” Tanya Nyonya Choi heran.

Yoona menggelengkan kepalanya, “Ani, aku mau bersama Kibum oppa saja, biarkanlah Siwon oppa bekerja, mengurus yang ada disini, dan bersama Fany eonnie” kata Yoona tersenyum.

Siwon menatap Yoona tak percaya, sejujurnya Siwon ingin mengatakan ‘iya’ atau ‘setuju’ tadi, tapi Yoona keburu memotong perkataannya yang terbata, Siwon terbata karena dia malu untuk mengatakan ‘iya’. Tapi karena Yoona sudah melarangnya menemaninya, gengsi yang ada dalam dirinya mengalahkan semuanya dan dia pura-pura cuek.

“Baiklah kalau begitu, 3 hari lagi kalian (re: YoonBum) akan berangkat kesana, eomma akan menyuruh seseorang untuk membersihkan dan menyiapkan villa itu untung kalian, kalian tenang saja disana ada 5 pembantu yang akan melayani kalian” kata Nyonya Choi tersenyum.

“Ne eomma, gomawoyo, aku akan menjaga cucu eomma dan appa dengan baik disana” kata Yoona yang membuat Tuan dan Nyonya Choi tersenyum.

“Dan…Siwon oppa, Fany eonnie, kalian tenang saja, aku akan menjaga anak kalian disana..” Tiffany tersenyum mendengarnya sedangkan Siwon menatap Yoona sedih.

Kibum yang mendengarnya hanya tersenyum senang, semua rencanannya benar – benar berjalan sesuai yang dia harapkan, tinggal usaha untuk merebut Yoona-lah yang belum tercapai.

Tak lama kemudian, mereka perlahan – lahan membubarkan diri mereka masing – masing, Yoona dan Tiffany langsung naik ke atas, Taeyeon yang tadinya sedang mengajak bercanda adiknya, Sulli, langsung menghentikkannya saat Nyonya Choi mengajak Sulli pulang, Sulli pun bangkit lalu melambaikan tangannya kearah Taeyeon, Taeyeon membisikkan sesuatu pada Leeteuk, Leeteuk pun mengangguk lalu berdiri meninggalkan ruang tamu, Siwon yang masih terdiam di tempat perlahan berdiri dan berjalan menuju tangga, “Siwon” panggil Taeyeon yang membuat Siwon menoleh lagi ke belakang, “Waeyo noona?”

“Ada yang ingin noona bicarakan padamu” kata Taeyeon.

**

Siwon dan Taeyeon duduk di bangku di depan kolam renang, sama seperti waktu itu saat Leeteuk datang dan memberikan nasihat pada Siwon, Taeyeon juga sepertinya ingin melakukan hal yang sama.

“Malam hari setelah hari itu, suamiku (re: Leeteuk) memberitahu padaku kalau siang itu kau duduk disini dan terlihat murung, apa itu karena noona?” Siwon menoleh kearah Taeyeon lalu mengangguk, “Ne, itu karena noona”

“Kenapa kau seperti itu karena noona?”

Siwon tertawa bingung, “Bukankah noona harusnya tau?”

Taeyeon menoleh kearah Siwon dan menatapnya, “Kenapa kau seperti itu karena noona?”

Siwon langsung terdiam mendengar nada serius dari pertanyaan Taeyeon, dia pun membalas tatapan noonanya, “Karena……kau memarahiku…..”

“Kenapa aku memarahimu?”

Siwon menunduk, “Karena aku terlalu kasar dengan Yoona, seorang yeoja…”

“Karena kau kasar pada istrimu, itulah yang harusnya kau katakkan…..” kata Taeyeon lagi, Siwon kembali menoleh kearah noonanya, “Noona..”

“Aku mengerti perasaanmu pada Tiffany, aku juga mengerti apa yang kau dan Tiffny rasakan setelah kehadiran Yoona, aku mengerti itu. Geunde, cobalah kau pikirkan, jika tak ada Yoona, apa kau bisa punya anak?” Siwon diam seribu bahasa mendengarnya.

“Dan……apa kau tahu perasaan noona saat melihatmu memperlakukan Yoona seperti itu? Sakit, sedih, kecewa, dan merasa tidak berguna. Itulah yang membuatku marah padamu, kau kasar pada seorang yeoja, kau menyakiti perasaan seorang yeoja, dank au menyia – nyiakan istrimu. Jika aku ada di posisi Yoona pasti aku akan menangis saat itu juga, tapi dia hebat, dia bisa menahannya sampai masuk ke dalam kamar, itu pun setelah aku menyuruhnya mengeluarkan semuanya..”

Siwon menoleh kaget, “Yoona menangis? Karena…..aku?” Taeyeon mengangguk.

“Aku ingat saat itu, Yoona benar – benar menahan tangisnya, dia pikir aku tidak tahu, sejujurnya aku sudah tahu sejak pertama kali merangkulnya, tapi aku biarkan dia, sampai di kamar dia masih berusaha keras menahan air matanya, tapi noona bilang “Keluarkan saja semuanya” seketika itu juga, dia menangis……”

“Aku membuat seorang yeoja menangis?”

“Ada satu hal lagi yang ingin kuberitahu padamu…..” kata Taeyeon, Siwon menoleh lagi kearah noonanya.

Taeyeon bangkit dari duduknya dan berjalan kearah Siwon lalu memegang tangan Siwon, Siwon menatap Taeyeon bingung, Taeyeon membuka telapak tangan Siwon dan menyerahkan sebuah benda kecil berwarna hitam, “Recorder? Untuk apa noona?”

“Dengarkanlah, aku baru membeli recorder ini beberapa waktu yang lalu dan kebetulan sekali saat itu aku membawanya…kau dengarkanlah”

Siwon masih menatap recorder itu bingung, “Memang apa yang harus kudengarkan?”

“Kau akan tahu setelah kau mendengarnya sendiri” kata Taeyeon lagi, Siwon pun menggenggam recorder itu lalu memasukannya ke dalam kantung celananya.

“Hanya itu yang noona ingin bicarakan, apa kau ingin mengatakkan sesuatu?” Siwon menggeleng, “Ara, kalau begitu noona pergi dulu, jangan lupa dengarkan recorder itu, annyeong” Taeyeon melambaikan tangannya lalu berjaan meninggalkan Siwon. Siwon yang masih duduk disana mengeluarkan recorder itu lalu melihatnya seksama, “Sebenarnya ada apa di dalam sini?”

**

Yoona keluar dari kamar mandi sambil menenteng handuk kecil yang biasa dia gunakan untuk mencuci muka, dia berjalan menuju balkon kamarnya lalu berhenti tepat di depan pagar pembatas, menatap langit Seoul di malam hari yang penuh dengan gemerlap lampu – lampu yang menerangi warga Korea Selatan, berhubung rumah Siwon berada di kawasan elite atau yang dikenal sebagai Beverly Hills Versi Korea, Pyeongchang-don, serta ukuran bangunannya yang tinggi dan besar, Yoona bisa melihat semua itu dari balkonnya. Tepat di bawahnya adalah kolam renang pribadi di rumah Siwon, Yoona juga sering menatap air yang tenang di kolam itu, kalau sore hari biasanya dia akan langsung berada disana sambil memainkan air, tak sengaja matanya menangkap Siwon yang sedang memperhatikkan recorder tadi, Siwon mulai menekan tombol ‘Play’ pada recorder itu dan mulai mendengarkannya, Yoona tidak mau terlalu mempedulikan Siwon, toh semenjak kejadian waktu itu Siwon selalu tidur di kamar Tiffany dan hanya masuk ke kamar ini untuk mengambil pakaian. Yoona kembali menatap langit di malam hari, tak lama ponselnya berdering menandakkan ada seseorang yang sedang menelponnya, Yoona berlari masuk ke dalam kamarnya lalu meraih ponselnya yang dia letakkan di meja riasnya..

“Incoming Call: Yuri”

“Yuri……” gumamnya lalu segera memencet tombol hijau di layar touchscreennya.

“Yoboseyo, Yul!”

“Yoong! Jinjja, sudah berapa lama kita tidak berhubungan? Ah bogoshippo, mianhae aku tidak sempat menghubungimu, setelah pernikahanmu waktu itu, aku dan Yesung oppa langsung terbang ke Hongkong karena pekerjaan nampyeonku dan aku menetap di sana selama hampir 1 bulan, mianhae”

Yoona hanya tersenyum tipis mendengarnya, “Gwaenchana, kau ini, santai saja”

“Oh iya, kudengar kau hamil, apa benar?”

“Ne…..”

“JINJJA? CHUKKAE! Saat aku mendengarnya, aku senang sekali, dan Yesung oppa langsung meminta anak kedua, pervert sekali kan dia”

“Haha semua namja memang pervert, Yul. Aku juga tidak sabar melihatmu membawa 2 anak” ledek Yoona.

“Kau…jangan ikut – ikutan seperti nampyeonku ya! Oh iya, apa kau bisa keluar sekarang?”

Yoona melihat jam yang ada di dinding kamarnya, 08.38 KST, “Kurasa boleh selama tidak ada ibunya Siwon oppa, dimana?”

“Kerumahku ya? Kau kan belum pernah main kesini?”

Yoona mengangguk, “Ara, alamatmu apa?”

“Kawasan Cheongdam-dong XXX jalan XXX No 125”

Yoona mencatat alamat itu di iPhonenya dengan cepat, “Ok, saat aku akan berangkat, aku akan menghubungimu”

“Ok, aku tunggu ya, Yesung juga akan menunggumu, annyeong! Muah!”

“MUAH!”

KLIK~

Yoona memutus sambungan telponnya lalu berganti pakaian untuk ke rumah Yuri.

**

“….aku hanya minta dia memperlakukanku sepadan dengan Fany eonnie walaupun hanya sebentar, aku juga ingin di hargai….oleh……..oleh……….suamiku…….dan……..hikss…..hikss…..orang yang kucintai…..hiksss………hikss……..eonnie”

“Yoona….kau”

KLIK~

Siwon mengklik tombol ‘STOP’, dia sudah tidak tahan mendengarnya, tanpa sadar dia menangis mendengar semuanya, ternyata Taeyeon merekam semua curhatan Yoona padanya saat pulang dari rumah sakit. Siwon teringat saat dia ‘meperlakukan Yoona kasar’, saat Taeyeon marah padanya, saat Leeteuk menenangkannya, saat dia bertemu dengan Noonanya di tangga, saat dia masuk ke dalam kamar Yoona dan mendapati Yoona yang sedang tertidur, dan saat dia menyentuh pipi Yoona sambil menyeka air matanya, dia teringat semuanya…

Siwon menitikkan air mata perlahan, dia baru menyadari semuanya, sikap buruknya selama ini terhadap Yoona, dia benar – benar merasa gagal menjadi seorang suami dan ayah untuk Yoona dan anaknya, Siwon melipat tangannya saat itu juga, dia mulai memanjatkan doa meminta maaf atas semua kesalahannya, dia berjanji akan bersikap lebih baik pada Yoona, dia pun bangkit berdiri untuk pergi ke gereja lalu masuk ke dalam rumahnya kembali lewat pintu yang memang tersambung antara kolam renang dan rumah, saat dia masuk, dia melihat Yoona dengan pakaian santainya turun dari tangga sambil mencari – cari sesuatu di dalam tasnya, Siwon tersenyum melihatnya, “Aku harus memulainya sekarang juga”

Siwon menghampiri Yoona yang masih belum menyadari kehadirannya, “Yoona” panggil Siwon pelan.

YOONA P.O.V

“Ne….aish kau tidak sabar sekali, aku sedang ingin turun tangga sekarang…”

“Yak, aku ingin mengenalkan Yongshin (re: anak YulSung) denganmu, dan dia sudah rewel ingin tidur sekarang, lebih baik percepat gerakanmu, Im Yoona-sshi”

“Ara, kau bawel sekali Yuri-sshi, sudah ya tutup dulu”

“Ok, palli!”

“Ne”

KLIK~

“Aishh dimana oleh-oleh untuk Yuri ya?” kataku sambil mengorek-ngorek isi tasku sambil menuruni tangga.

“Yoona”

Aku tidak ‘ngeh’ siapa yang memanggilku dan aku hanya menoleh kearah sumber suara, mataku membulat kaget begitu tahu siapa yang memanggilku barusan, “Oppa…” kataku dengan ekspresi bingung dan kaget.

Siwon melirik jam tangannya, “Malam – malam begini kau mau kemana?”

“Yuri…menyuruhku datang ke rumahnya” jawabku seadanya.

“Geurae? Kebetulan sekali, aku juga ingin keluar rumah, kau mau sekalian?”  Aku tercengang mendengarnya. Aku jadi bingung sendiri apa yang harus kulakukan……………..

“Yoong, aku sudah siap ayo kita berangkat  seka……rang.” Kibum langsung menatap Siwon yang sekarang juga sedang menatapnya. Aku memperhatikkan mereka dengan was-was. Perlahan Kibum turun dari tangga lalu menghampiriku dan Siwon oppa, “Yoong, kajja…” katanya. Aku hanya terdiam mendengarnya, bingung karena sikap Siwon yang tiba – tiba seperti ini padaku dan bingung harus memilih siapa.

Kibum menggenggam tanganku lalu menariknya perlahan, aku ikut terbawa oleh tarikannya sampai seseorang menghentikannya, memegang bahu kanan Kibum yang membuat kami menoleh, “Bum-ah, aku juga ingin pergi keluar, daripada kau repot-repot untuk mengantarkannya, lebih baik aku saja yang akan sekalian pergi”

Kibum memutar badannya dan melepas tanganku, “Hajiman, dari awal Yoona sudah meminta tolong padaku untuk mengantarkannya, jadi lebih baik aku saja.” Aku terdiam di tengah – tengah mereka yang sedang bertatapan dengan ekspresi sinis seakan siap menerkam satu sama lain.

Siwon tersenyum pahit, “Kenapa kau berniat sekali mengantarnya? Padahal….aku, aku bisa mengantarnya karena aku juga ingin pergi keluar” kata Siwon dengan nada 2.

“Kalau aku ingin mengantarnya memang kenapa? Apa itu benar – benar menjadi masalah besar untukmu?” kata Kibum tak kalah sewot.

Siwon tertawa sinis, “Kenapa kau sangat ingin dekat – dekat dengan istriku, heuh?”

Aku yang dari tadi hanya terdiam langsung menoleh kearah Siwon oppa, apa aku tidak salah dengar? Istri? Sejak kapan dia menganggapku?

“Istrimu? HAHAHA Kau tidak pernah menganggapnya! Aku yang selalu menemaninya, dan sekarang kenapa kau tiba – tiba seperti ini?” kata Kibum dengan penuh emosi.

Aku sudah pusing melihat mereka yang sudah benar – benar emosi memperebutkan sesuatu yang tidak penting, mengantarku ke rumah Yuri, topic yang konyol, “STOP!” bentakku yang langsung membuat mereka berdua menatapku.

Kutarik nafasku berat lalu mulai berbicara, “Kalian ini kenapa? Aku hanya ingin ke rumah Yuri, untuk apa kalian memperebutkan untuk mengatarku?” Mereka saling berpandangan lalu terdiam.

Aku menoleh kearah Kibum, “Kibum-ah, aku tidak pernah meminta tolong padamu untuk mengantarkanku, kaulah yang menawarkannya” Kibum langsung kicep mendengar omonganku yang terus terang benar – benar blak-blakan.

Dan sekarang aku menoleh kearah Siwon oppa, “Oppa…..aku tidak perlu kau antar……dan juga, sejak kapan kau menganggapku dan bahkan memperdulikanku?” Siwon yang mendengarnya langsung menatap mataku kaget dan terdiam.

Aku menarik nafas lagi, “Aku akan pergi sendiri”

“Tidak perlu, Yoona-ah, aku saja yang mengantarmu” semua mata tertuju pada seseorang yang berbicara dari tangga, Fany eonnie sudah berdiri di sana sambil mengenggam kunci mobilnya, “Dari pada Siwon oppa dan Kibum ribut, lebih baik aku saja kan yang mengantarmu?”

“Ha…hajiman, aku bisa pergi sendiri eonnie, kau tenang saja” kataku. Fany eonnie menghampiriku lalu menggandengku, “Aku tidak mau membuat 2 namja ini khawatir, jadi aku akan mengantarmu. Rumah Yuri kan? Aku pernah kesana untuk mengambil dress, kajja!” Fany eonnie tanpa banyak bicara langsung menarikku menjauhi Siwon oppa dan Kibum yang kuyakini sekarang sedang menatap kepergian kami.

Sejujurnya aku sedikit aneh dengan perubahan sikap Siwon oppa tadi, dia kenapa?

~To Be Continue~

 

Author’s Note:

YAYYY\m/ akhirnya kelar juga part yan ini, eotte? Lumayan capet kan untuk takaran author yg 1 ini lols

Part yg sblmnya gk romantic honeymoonnya? Emang author sengaja kok^^ kalo romantic, ceritanya berakhir wkwk~~ Dan ada yg SMS author ngomongnya “ini udh kyk drama I miss you aja thor, melodrama ya?”😄 jinjja? Gak ah author gak ngerasa gitu, and jgn dong, author kan pengen bikin FF sejenis K-Drama itu^^

Author mau ngucapin TERIMA KASIH BANYAK BUAT SEMUA READER & YOONWONITED DISINI YANG MAU BACA FF ABAL INI, auhor gak nyangka reader FF ini diatas 200 org bahkan udh belih dari 300 org :’) Sekali lagi, terimakasih banyak readers^^ buat resty&echa eonnie yang udah bantu upload FF ini disini, terimakasih banyak^^

Oh iya, author bukannya sombong atau gimana gak mau kasih kalian pw di part sebelumnya, tapi jujur author itu termasuk org yg ketat, kalo mau sms author minta pw, lain kali WAJIB tulis nama dan janji RCLnya^^

Setelah FF ini nyaris tamat, pastinya author punya FF baru yg di perankan sama YoonWon dan lawan mainnya….bias ke-3 author alias suami ke 2 author setelah Siwon /slap/ oksip ayo tebak siapa? HAHAHA~

Okay, maaf kalo ada typo yg betebaran karna jujur author ini doayn bgt typo kyk Donghae-_-

THANKS FOR READING YOONWONITED^^

Pos Sebelumnya
Tinggalkan komentar

529 Komentar

  1. YoonaChoi

     /  September 19, 2015

    Yaampun yoona eonninya nangis , tega bgt sih siwon oppanya bikin yoona nangis, tpi siwon oppa nya udh sadar prlakuannya salah ke yoona, semoga makin mesra deh yoonwonnya

    Balas
  2. YoongNna

     /  Oktober 24, 2015

    Kshan bgt yoona dperlakukan kasar ma siwon untung da taeyeon yg jgain yoona..
    Akhrnya siwon jg sdar niii skrg agk prhtian ma yoona

    Balas
  3. Aku rasa “perang” yang sesungguhnya baru saja di mulai, haha daebak!

    Balas
  4. Kasihan banget lihat yoona, tapi snang lihat woonpa mulai jatuh ÇÍŋŤÅ , penasaRan kenapa baru nemu ni ff , walau chapter 4 belum baca, author keziaa keren

    Balas
  5. diah fibri

     /  Januari 19, 2016

    makin penasaran sm jalan ceritanya, walaupun blm baca part 4 nya … siwon mulai cemburu ni… lanjut baca part berikutnya … kajja hehehe …
    thor boleh minta PW part 4 nya ? …. makasih sebelumnya ….

    Balas
  6. Sarah aulia

     /  Maret 31, 2016

    Wahhh daebak eoni…
    Akhirnya siwon oppa perhatian jga sma yoong eoni…semoga ff eni happy ending yoonwon..ceritanya tambah menarik dan tambah seru

    Balas
  7. kasian banget yoona eonni di perlakukan begitu sama siwon oppa.. 😦

    let’s go next part

    Balas
  8. jessica Natasya

     /  April 22, 2016

    Kesekian kalinya aku baca fanfic ini, aku gk prnh bosen sama skli. Crtanya menarik bgt author…. Fighting!

    Balas
  9. wahh ceritanya makin seru ^_^
    tapi kasian banget yoona nya
    emoga nar siwonnya jadi suka sama yoonanya ^^

    Balas
  10. sahwa purem

     /  Agustus 6, 2016

    kasihan jadi yoona

    Balas
  11. airmatapun smpai mmbnjiri krn part ini.. sedih bgt jd yoona

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: