[2S] Please! Give Me Dongsaeng (Chapter 1)

Poster Please Give Me DongsaengTitle                 : Please! Give Me Dongsaeng   1/2 (Sequel My Life Perfect Because You)

Type                : Twoshoot

Author            : Choi Youngmi / Melshinys

Twitter                        :  https://twitter.com/EunHaeSiBum (@EunHaeSiBum)      

   [follow ya.. mention to follback]

Rating             : PG 15

Genre             : Family, Romance, Friendship, Comedy etc..

Main Cast      :

  • Choi Siwon
  • Im Yoona
  • Choi Minho

Other Cast      :

  • Yuri-Yesung
  • Jung Soojung

 

 

 

Disclaimer       : Mohon maaf jika ada typo yang bertebran, EYD yang nggak teratur dan kata-kata yang susah untuk dimengerti. This is story from my imaginations.. So, Please RCL if you finish read. I need your comment to continue the story. And If you may Copas Silahkan, asal jangan menghilangkan nama Author saya.. J

 

Happy Reading!!

 

Setelah menjenguk Yuri melahirkan, Minho merengek ingin membawa Krystal kerumahnya.. sifat Minho sangat sama seperti Siwon, sangat menyukai anak kecil.

“Eomma~!” rengeknya dipelukan Yoona. Siwon yang fokus menyetir dan mendengar itu mengangkat bahunya saat Yoona menatapnya berharap Siwon bisa mendiamkan sang anak.

“Eomma~ aku ingin bermain dengan Soojung” Yoona yang mendengar itu jadi bingung, mana mungkin mereka kembali kerumah sakit, mereka juga sudah lama bertamu. Ini pun sudah malam.. sudah waktunya untuk Siwon tidur, karena besok ia ada rapat penting dengan para investor.

“Eomma!! Please!” Minho memelas dengan kedua tangannya mengusap keatas kebawah. “Minho-ya Soojung harus tidur, Yuri Ahjumma juga perlu istirahat. Kalau Minho menemui Soojung kasian Ahjumma” Jelas Yoona. Namun, Minho malah merengutkan wajahnya

“Appa~” kali ini ia merengek pada Siwon yang disamping nya. Siwon yang mendengar itu tersenyum “Wae?”

“Kita temui Soojung lagi, nde?” Siwon tersenyum mengangguk, Minho yang melihat itu tersenyum “gomawo Appa. Kau memang terbaik” Minho mencium pipi Siwon, Yoona yang melihat itu membulatkan matanya “Oppa~”

“Sayangnya, kita sudah sampai didepan gerbang rumah” Minho dan Yoona yang mendengar itu terkejut, ternyata mereka tak menyadari kalau mereka sudah ada didepan murah.

“Tapi.. Appa, Jebal!!” Siwon menggelengkan kepalanya. Saat gerbang terbuka, ia langsung menginjak gas dan memarkirkan mobilnya tepat didepan rumah. “Kajja! Kita keluar” Minho menatap Yoona, berharap yeoja yang menemani harinya itu membantunya.

“kalau begitu Minho  tak mau keluar!” Siwon membukakan pintu untuk Yoona dan Minho dan terkejut melihat tampang Minho yang meletakkan tangannya didepan dada yang masih duduk dipangkuan Yoona.

“Kajja! Minho~ya lihatlah Appa membukakan pintu untuk kita” bujuk Yoona, namun Minho tak mendengarkannya malah tetap mempertahankan ego-nya. “Bagaimana kalau besok kita menemui Soojung?” Minho menggelengkan kepalanya mendengar itu “Aku mau sekarang” jawabnya lantang.

“Eyy! Lihatlah kasian eomma-mu yang memangkumu dari tadi, kau tak kasian?” Tanya  Siwon, Minho yang mendengar itu mendongakkan kepalanya melihat Yoona. “Mianhae eomma”  Yoona tersenyum. “Kajja! Kita keluar” ujar Yoona.

“Cakkaman, Appa gendong aku nde? “ Siwon yang mendengar itu tersenyum dan langsung menggendong anak semata wayangnya itu “ Eomma, tak usah menggendongku, kasian eomma tadi sudah memangkuku” Yoona tersenyum, ternyata sifat pengertian Siwon juga turun keanaknya.

“ Appa, bagaimana kalau aku juga punya adik kecil, pasti aku tak perlu menemui Soojung” Siwon yang mendengar itu membulatkan matanya, begitu juga dengan Yoona. “Mwo?! Kalau masalah itu tanyakan pada eommamu” Yoona yang mendengar itu langsung menajamkan matanya pada Siwon. “Eomma~, Ottokhae? Bisa kan?” Yoona bingung, apa yang harus ia katakan. “ Molla, kita lihat saja nanti. Minho tidur dulu, bukankah besok menemui Soojung?”

“ah.. nde.. tapi jadikan Dongsaengnya?” Siwon ingin sekali tertawa, tapi saat melihat wajah Yoona yang menatapnya. Jadi tak mungkin ia mengeluarkan suara besarnya itu.

“nde?” sahut Yoona

“Appa?” Minho menatap Siwon

“nanti Appa dan Eomma usahakan. Kajja! Kita bersihkan kaki, tangan dan ganti pakaian” Siwon membawa anaknya kekamar mandi pribadi milik Minho. “Luna Ahjumma , mana?” Tanya Minho, karena sepertinya ia tak melihat Luna saat pulang.

“Mungkin Ahjumma sudah tidur” jelas Siwon, “Eyy! Minho-ya pakai handuk!” Minho langsung berlari masuk kekamarnya, dan betapa terkejutnya dia saat melihat Yoona sudah berada dikamarnya “Aigoo!” pekiknya sambil menutup juniornya, saat melihat Yoona, Yoona yang menyadari pekikan anaknya itu menahan tawanya saat terlihat wajah malu dari Minho, pasalnya sekarang ia telanjang dengan menutupi juniornya.

“Wae?” Tanya Yoona mengahampiri anaknya itu dan mensejajarkan wajahnya dengan Minho. “hehee… apa eomma tak tidur?” ia langsung memeluk leher Yoona. “Bukankah tadi Minho meminta eomma untuk mendongeng sebelum Minho tidur?”

“Aniy, eomma tidur saja. aku bisa meminta Appa, nanti eomma sakit” ujarnya sambil mengelus pipi Yoona. “ Ya! Minho-ya pakai handukmu” ujar Siwon yang baru keluar dari kamar mandi, “Hey, kenapa kau menutup ‘itu’ mu?” Tanya Yoona saat menyadari Minho menutupnya dari tadi. “ Heheeee.. aku malu eomma, kata Jinwoon Ahjussi ini kesayangan semua lelaki, jadi harus ditutup dan dijaga” jelasnya sambil malu-malu, siwon yang mendengar itu menggelakkan tawanya “Kenapa Appa tertawa?” protes Minho

“Ya! Bukankah Sunny Ahjumma sering memandikanmu? Kenapa kau tak malu, malah dengan eommamu sendiri malu?”

“tapi kan rambut Sunny Ahjumma sama seperti Chanyeol Ahjussi!” dan alhasil kedua orang tua tertawa saat mendengar itu.

 

¤¤¤¤¤¤¤¤

Yoona tersenyum melihat kini sang anak tertidur seraya memeluk pinggangnya, perlahan ia melepaskan pelukan itu dan keluar dari kamar yang bernuansa bola itu. ia menemui sang suami masih diruang kerja

Yoona mengetuk pintu “masuklah” terdengar suara suruhan yang mengijinkan Yoona untuk masuk. “Wae yeobo?” Tanya Siwon saat melihat seorang yeoja yang memakai dres untuk tidur itu terlihat menggemaskan. “Kau tak tidur?” Tanya Yoona yang langsung membereskan beberapa berkas yang berserakan di meja kecil yang satunya. “Minho sudah tidur?” Tanya balik yang membuat Yoona menatapnya tajam, yah.. itu dikarenakan Siwon selalu bertanya balik jika mendengar Yoona menyuruhnya berhenti bekerja seperti sekarang. “ nde, Arraso.. Kajja! Kita tidur!” ia mematikan kompuernya dan menarik tangan Yoona untuk pergi menuju kekamar mereka.

“Oppa~” panggil Yoona saat kini mereka merebahkan diri dan saling memeluk satu sama lain. “ hm..” Siwon membalas dengan deheman dan mencium puncak kepala Yoona. “Oppa~” panggilnya lagi. “hm..”

“Oppa~” panggil Yoona “ wae chagi?” sepertinya Siwon terlihat kesal dengan istri satu ini, karena dari tadi memanggilnya tapi setelah ia bertanya Yoona hanya tersenyum “ Aniy, aku hanya ingin mendengar suaramu saja” Yoona mengeratkan pelukannya di pinggang Siwon. Siwon terkekeh mendengar itu dan mencium kening Yoona lagi.

“Benarkah?” Yoona mengangguk “Tak ingin menepati janji Minho?” Tanya Siwon memandang Yoona dengan lekat “Maksudmu?” Yoona mengernyitkan alisnya seperti memikirkan apa yang dimaksud Siwon. “Membuat Dongsaeng untuknya!” Yoona membulatkan matanya, “Ah.. itu?” Siwon mengangguk menggoda.

“Tapi, kemaren kita sudah melakukan” ujar Yoona dengan pipi memerah. “Kalau lagi juga tak apakan?” Yoona seperti mempertimbangkan perkataan Siwon. “Oppa mau?” tanyanya yang membuat Siwon tertawa “ jangan tertawa Oppa! kau membuatku malu!” Yoona menutup wajahnya , perlahan Siwon melepaskan tangan yang ada diwajah cantik istrinya dan mendekatkan wajahnya dengan Yoona, sampai bibirnya bertemu Yoona. Sepertinya acara untuk membuat adik untuk Minho sudah dilaksanakan oleh kedua orang, bukankah begitu readers? #MaafPintuKamarYoonWonHarusDitutup😀

¤¤¤¤¤¤¤¤

Yoona tersenyum melihat Siwon yang kini memeluknya, ia merasa pipinya merah apalagi kini ia tak memakai sehelai benang karena bermain tadi malam dengan Siwon. Ia memakai selimut tipis untuk menutupi  tubuhnya yang full naked. Ia memasuki kamar mandi karena merasa semua badannya lengket.

Siwon meraba-raba disampingnya, saat merasa tak ada seorangpun disampingnya Siwon terbangun mencari Yoona, tapi rencana itu ia urung saat mendengar suara gemercik air dari dalam kamar mandi. Ia mngambil bajunya yang berserakan dilantai lalu memakainya, dan mengambil handuk didekat pintu kamar mandi, Siwon keluar dari kamarnya lalu memasuki kamar mandi yang ada disamping kamarnya.

Tak lama setelah itu Yoona keluar , ia terkejut saat tidak ada Siwon disana, namun ia pastinya tak panic mengingat Siwon pagi ini ada rapat dengan para investor. Yoona mengambil bajunya dan memasangkannya. Lalu ia menyiapkan pakaian Siwon dengan rapi diatas kasur, ia pun keluar kamarnya menemui sang buah hati yang kini sudah tidur sendiri dikamar pribadi miliknya.

Perlahan Yoona membuka pintu kamar Minho, ia tersenyum ternyata Minho masih tertidur menikmati alam mimpinya. Ia mendekati Minho, mengusap kepala Minho dengan senyum yang tak lepas dari bibirnya. “Minho~ ya irona! Ini sudah pagi chagi” bisiknya ditelinga Minho. Minho sebenarnya sudah bangun hanya saja ia ingin menjahili Yoona pagi ini. “Irona chagi” Minho memeluk pinggang Yoona. Yoona tersenyum mengingat Siwon selalu seperti ini jika disuruh bangun. “Eomma tau kau sudah bangun” kekeh Yoona, toh Siwon juga seperti ini. Jadi, ia sudah tau sifat kedua namja itu.

“heheheee eomma!” Minho langsung duduk dan memeluk Yoona. “ Morning kiss eomma” ujar Minho tepat ditelinga Yoona. “ Aigoo, kau ini seperti Appamu! ~cup” Yoona mencium kedua pipi anaknya.

“disini eomma!” Minho meletakan jarinya di bibir miliknya, yang menandakan ia meminta ciuman disana. “Mwo?! Kau belum mandi, mandi dulu!” Minho mempout bibirnya , ia mengikuti Yoona yang membawanya kekamar mandi.

“Cakkaman eomma!” Yoona menghentikan langkahnya. “Wae?”

“Aku malu kalau mandi dengan eomma~” ujarnya dengan pipi memerah “ Nde? Aigoo… wae?” Yoona teringat tadi malam kalau Minho malu jika juniornya terlihat oleh Yoona.

“ckck.. eomma sudah tau punyamu itu, kajja! “ Yoona tetap membawa Minho kekamar mandi, melepaskan semua pakaian disana “Kau ini, seminggu tak eomma mandikan, jadi malu!”

“itu kata Jinwoon Ahjussi!” kata Minho dengan mendongakkan kepalanya melihat Yoona yang lebih tinggi darinya

“ Aigoo… dasar kau ini. Ayo cepat mandi, bukankah hari ini kita akan menemui Soojung?” Minho sepertinya lupa dengan acaranya hari ini yang akan menjenguk Soojung lagi. Dengan gerakan yang cepat Minho langsung membantu eommanya yang menyabun semua badannya. Yoona yang melihat tingkah anaknya hanya menggelengkan kepala. ‘Semoga saja, anak ini tidak Playboy seperti Siwon’ pikir Yoona seraya memberikan segayung air ketubuh Minho.

*SKIP

Minho mencium berkali-kali pipi Yoona saat ia kini digendong Yoona memasuki kamarnya “ Eomma, kenapa eomma cantik sekali?” tanya Minho yang kini menangkupkan wajah Yoona dengan kedua tangan mungilnya. Yoona yang mendengar itu tersenyum “ benarkah?” tanya Yoona. Minho mengangguk dan kembali mencium bibir Yoona dengan singkat “Suatu saat aku ingin menikahi yeoja seperti eomma yang selalu menyayangiku, memberikan ciuman hangat, pelukan nyaman, perhatian padaku dan selalu menemaniku dalam keadaan apapun itu” Siwon yang baru masuk kamar jadi terdiam tanpa kata saat mendengar ungkapan Minho pada Yoona. Sedangkan Yoona langsung memeluk Minho dengan erat, Bagaimana dengan Minho? Ia malah membalas pelukan sang eomma yang cantik ini tak lupa membisikan ‘Saranghae Eomma’ ditelinga Yoona. Bukankah anak ini sangat romantis? Jika dengan eommanya seperti ini. Bagaimana dengan yeojachingu atau istrinya nanti?

“Yeobo, tolong pasangkan dasiku” suara Siwon ternyata membuat moment romantis antara anak dan ibu yang kini masih berpelukan. “ Ah.. Oppa? Sejak kapan kau disini?” Siwon menghampiri keduanya “ Sejak namja kecil ini mengeluarkan kata-kata manisnya padamu” kekeh Siwon mengingat bagaimana Minho mengungkapkan keinginannya sudah besar memilik istri seperti Yoona.

“Aish… Appa, kau selalu mengganggu moment indahku dengan eomma” kesal Minho yang langsung turun dari pangkuan Yoona “Nde? Apa katamu?” tanya Siwon dengan sengaja bertanya meminta penjelasan yang lebih pada pernyataan yang ia berikan pada Siwon.

“Aniy, Appa sangat tampan pagi ini” bohong Minho yang langsung memilih bajunya yang ada dilemari. Siwon hanya menggelengkan kepalanya seraya memberikan dasinya pada Yoona. Yoonapun berdiri memasangkan dasi yang berwarna biru itu dileher Siwon.

“Oppa, kami menemui Yuri hari ini” kata Yoona yang masih memasangkan dasi dileher Siwon.

“Perlu aku antar yeobo?” tawar Siwon yang langsung menarik pinggang Yoona agar lebih mendekat dengannya “Oppa, disini ada Minho. Jangan macam-macam” bisik Yoona saat melihat Minho yang masih mencari bajunya sendiri.

“Aku belum dapat morning Kiss” bisiknya ditelinga Yoona. Yoona melihat Minho yang masih membelakangi mereka. Yoona pun langsung mencium bibir Siwon dengan singkat yang membuat Siwon terkejut.

“Kenapa sebentar sekali?” tanyanya dengan wajah yang cemberut “ Bukankah tadi malam sudah lebih dari ini? Sudahlah aku ingin mengurus Minho” Yoona berusaha melepaskan pelukan Siwon yang mana tangan Siwon masih menahan pinggangnya ~Cup . Namun, Siwon lebih dahulu mencium bibir Yoona dengan menahan leher yeoja manis itu agar ia bisa merasakan bibir Yoona lebih lama. Minho yang melihat adegan itu membulatkan matanya dan langsung menarik celana Siwon. Yoona yang menyadari bahwa ada anaknya itu langsung melepaskan tautannya dengan Siwon.

“Akh.. Minho-ya.. hm.. sudah dapat bajunya?” tanya Yoona dengan nada gugup yang langsung menyamai tubuhnya dengan Minho. Siwon yang melihat itu nampak kesal karena Minho selalu merusak moment Morning Kissnya dengan Yoona.

“nde.. eomma?” Minho langsung memeluk Yoona dan sepertinya dia akan membisikan sesuatu “ Morning Kiss eomma” bisiknya yang masih bisa didengar Siwon. “Akh… minta morning kiss juga” ejek Siwon yang membuat Minho melepaskan pelukannya dari Yoona dan langsung menatap tajam Siwon.

“Eomma, Appa jahat padaku” rengek Minho yang membuat Yoona tersenyum dan langsung mencium kedua pipi Minho “ Aniy, bukan dipipi eomma. Disini!” Minho meletakan jari telunjuknya dibibirnya . Yoona yang mengerti itu langsung mencium bibir Minho dengan singkat. Siwon yang meihat itu hanya menggelengkan kepalanya. “Bukankah dari tadi kau mencium bibir eomma?” kekeh Yoona

“Saranghae eomma” lagi-lagi Minho memeluk Yoona dan mencium pipi sebelah kananYoona dengan bertubi-tubi.

“ya! Ya! Minho hentikan!” kata Siwon yang membuat bibir Minho menghentikan bibirnya dipipi Yoona. “Astaga, bibirmu masih menempel dipipi eomma” ujar Siwon lagi yang membuat Minho tersenyum dengan kemenangan.

“Yoong, aku berangkat dulu. Nanti aku telepon kalau aku lembur” Yoona mengangguk dan langsung berdiri. Siwon pun mengecup kening sang istri. “Kau ingin juga?” tanya Siwon pada Minho saat anak itu melihatnya mencium kening Yoona. Minho pun mengangguk dan langsung memeluk siwon saat Siwon merentangkan tangannya. “ Jangan lupa beli robot Appa” Selalu seperti ini jika Siwon ingin bekerja Minho selalu meminta mainan.

“Aniy, Mainan Minho sudah banyak Oppa. Jangan beli lagi” sahut Yoona. Minho yang mendengar itu mempout bibirnya . Siwon yang melihatnya langsung mencium bibir anaknya ini “ Appa, beli saja tapi jangan sampai eomma tau” bisik Minho . Yoona yang masih mendengar itu menggelengkan kepalanya “ Eomma mendengarnya Choi Minho” kata Yoona dengan menyilangkan tangan didadanya.

“Appa. Jebalyo~” rengek Minho berharap Siwon mau membelikan mainan untuknya. “Jangan Oppa!” sahut Yoona.

“Appa~” Minho mengedip-ngedipkan matanya dengan kedua tangan yang keatas kebawah. “Kalau Oppa membelikan mainan untuk Minho. Kita tak jadi menjenguk Soojung” ancam Yoona yang membuat Minho membulatkan matanya. “Ottokhae?” tanya Siwon pada anaknya yang terlihat bingung memilih Soojung atau mainan. “Aku bertemu Soojung saja” jawabnya dengan nada lemas.  Siwon memeluk anak semata wayangnya “ Tapi, nanti dibeli ya Appa, jangan kasih tau eomma” bisiknya sepelan mungkin agar Yoona tak mendengarnya yang sedang membereskan perlengkapan Minho untuk menemui Soojung.

“Akan Appa usahakan, nde?” ujar Siwon dengan dimple yang selalu ada saat dia tersenyum. “Ok.. Appa berangkat , kau jangan nakal nanti waktu bertemu Yuri Ahjumma dan Jaga eommamu, Arraci?” Minho mengangguk dan tak lupa mencium pipi Siwon.

“yeobo aku berangkat!” pamit Siwon yang tak lupa mengecup kening Yoona lagi sebelum berangkat

Siwon keluar dari kamar Minho, Minho pun tampak sibuk mengurus perlengkapannya. “Minho ya~!” panggil Yoona

“Nde, eomma? Waeyo?” Minho menghampiri Yoona yang sepertinya memasukkan sesuatu kedalam tas kecil Minho.

“Nanti kalau kerumah sakit jangan lari-lari, disana banyak kuman. Dan jangan membuat keributan disana tempat orang untuk istirahat. Arraso?” Nasehat Yoona yang membuat Minho tersenyum serta memberikan jari jempolnya tanda ia mengerti.

“Eomma ganti baju dulu. Kau juga jangan lari-lari nanti keringatan. Ini bawa dulu tasmu tunggu diruang tengah.” Yoona memasangkan tas dipunggung Minho. Setelah dipasang Minho dan Yoona keluar dari kamar secara bersamaan namun arah Yoona dan minho berlawanan setelah itu.

Yoona memasukki kamarnya mencari sebuah baju yang cocok untuknya. Mata Yoona tertuju pada sebuah baju berwarna coklat dengan rok berwarna merah. Lalu ia mengambil sebuah blezer berwarna hitam dengan tas yang senada. Tak butuh waktu lama untuk Yoona tampil cantik seperti sekarang. Meskipun menjadi seorang ibu dari satu anak aura kecantikan Yoona tak kalah dengan anak yang berumur 17 tahun.

“wow…  Neomu yeppoda eomma” Yoona tersenyum melihat ekspresi Minho. “mana blezer mu?” tanya Yoona

“Aku tak mau, aku pakai seperti ini saja sudah tampan. Kalau aku tambah pakai blezer nanti penggemarku diluar sana akan meneriakiku” Yoona nampak bengong mendengar perkataan Minho yang menurutnya PD anak ini sudah sangat akut.

“Aigoo.. terserahmu saja. Kajja!”

Lincoln & Yoona (image Please! GMD)

 

*SKIP

 

Yoona dan Minho kini saling menyematkan jari masing-masing. Terkadang Minho ingin sekali berlari saat melewati lorong rumah sakit yang panjang. Namun, Yoona langsung mengantisipasi dengan mengancam tak bertemu Soojung.

“Annyonghaseo!” sapa Yoona saat memasuki ruangan Yuri. Yuri tersenyum saat melihat Yoona yang datang dengan membawa sekeranjang buah-buahan dan pastinya membawa Little Choi Siwon.

“Bagaimana kabarmu Yul?” tanya Yoona yang langsung duduk dikursi yang dekat dengan ranjang Yuri.

“Sudah lumayan dari yang kemaren” jawab Yuri dengan senyumnya yang masih terlihat pucat.

Minho sedari tadi memandang Soojung senyum tak lepas dari bibirnya saat melihat Soojung menggeliat dibox bayi dekat ranjang Yuri. “eomma, lihatlah Soojung dia tersenyum” Minho menarik tangan Yoona agar melihat Soojung yang katanya tersenyum.

“Aigoo.. nde, lihat dia tersenyum Yul.. bibirnya seperti Yesung Oppa” kekeh Yoona “Mana Yesung Oppa?” tanya Yoona mengingat saat dia datang Yuri hanya sendiri dikamar ini.

“Dia ada pasien Yoong” jelas Yuri. “Eomma, gendong Soojung. Aku ingin menciumnya” pinta Minho. Yoonapun menatap Yuri meminta ijin, dengan senyum yang manis dari Yuri, Yoona sudah tau jawabannya.

“Nah.. jangan ganggu Krystal dia masih tertidur” ingat Yoona pada Minho yang terlihat sangat exited ingin mencium Krystal.

“Aku hanya menciumnya, bolehkah?” Minho kali ini mendekati Yuri meminta ijin. Untungnya permintaannya itu dikabulkan oleh Yuri. Tak butuh waktu lama Minho langsung mencium kedua pipi Krystal yang terlihat lumayan cubby.

“Oh.. ada kau Yoong? Dan Siwon kecil juga datang?” Yesung yang baru datang langsung ikut acara yang tak direncanakan ini.

“Annyong Aboji!” sapa Minho seraya membungkukkan badannya yang membuat Yesung menyatukan alisnya “Aboji?” tanya Yesung meyakinkan Minho. ‘Apakah Anak ini tak salah panggil?’ pikir Yesung.

“Kau lupa dia ingin melamar Krystal, Oppa?” ujar Yuri yangmembuat Yesung tersadar dengan panggilan yang ditunjukkan Minho untuknya.

“ck.. ada-ada saja anakmu ini Yoong” Yoona tersenyum mendengar pernyataan yesung.

“Kau sudah makan chagi?” Yesung menatap Yuri dengan matanya yang sipit. “belum” yesung mengangguk dan langsung mengambil bubur untuk Yuri.

“makanlah, nanti kau menyusui Soojung” Yuri mengambil mangkok bubur itu dan perlahan memakannya dengan lahap. Yoona yang melihat itu menggidik ngeri saat melihat bubur. “Kenapa wajah mu seperti itu?” tanya Yuri.

“Tidak. Hanya saja aku merasa mual saat melihat buburmu” jawab Yoona dengan menggidikkan bahunya. “Ada-ada saja kau ini Yoong!” kekeh Yuri yang memasukan makanan kedalam mulutnya.

“Eomma, Soojung membuka matanya” pekik Minho yang membuat Krystal menangis dengan kencang karena suara Minho yang mengagetkannya. Yoona pun langsung menimang Krystal , Yuri yang mendengar suara tangisan anaknya pun langsung meminta Yoona mengembalikan anaknya.

“Minho, kenapa kau tadi teriak? Lihatlah Krystal jadi menangis kan?” ujar Yoona dengan nada suara yang layaknya seperti orang marah. Minho yang mendengar tangisan Krystal juga terlihat takut dan kini ia merasa Yoona memarahinya.

“Gwenchana Yoong! Krystal hanya haus makanya dia menangis “ ujar Yuri menengahi agar Yoona tak melanjutkan acara mengomelnya. Yuri pun melepaskan dua kancingnya yang paling atas dan langsung memberikan putingnya kemulut Soojung.

“Tapi karena suaranya, Soojung kaget dan menangis” Minho terdiam saat mendengar nada suara Yoona yang lumayan tinggi. Ini pertama kalinya Minho mendengar Yoona memarahinya, mungkin Yoona memang sering memarahi Minho tapi ia tak pernah sampai semarah ini , apalagi mata Yoona selalu menatap tajam Minho.

“Eommanim, Jongsonghamnida aku tak tau kalau Soojung akan menangis” sesal Minho seraya mendekati Yuri yang menyusui Krystal. Yuri hanya tersenyum dan mengelus puncak kepala Minho “Gwenchana chagi, Soojung menangis karena haus” Minho tersenyum lega dan kini ia mendekati Yoona. Namun, saat ingin mendekati Yoona, Minho menundukkan kepalanya dan meneteskan air matanya saat Yoona menatapnya dengan tajam.

“Mianhae eomma” isaknya seraya menghapus air dipipinya. “Eomma kan sudah bilang jangan macam-macam Minho” bentak Yoona yang membuat Yuri memukul bahu Yoona.

“kenapa kau memarahi anakmu? Lihatlah dia menangis! Aku sudah bilang Krystal menangis karena haus bukan karena Minho. Kenapa kau jadi seperti ini?”ujar Yuri.  Yesung yang melihat drama ini langsung berinisiatif mengambil salah satu peran.

“Aku kesal Yul, dari tadi dia tak bisa diam! “ mata Yoona masih menatap tajam Minho yang membuat namja tampan ini hanya menunduk

“ Ey!! Kenapa jadi seperti ini? “ Yesung mendekati Minho “Oppa, bawa Minho keluar. Aku takut Yoona semakin memarahinya” suruh Yuri.

“ Kajja! Minho-ya “ Minho menatap Yesung dengan air matanya. Yesung yang melihat itu langsung menggendong Minho dan membawanya keluar.

@Yesung’s Room

Minho kini menangis dipelukan Yesung, ia merasa eommanya sudah tak menyanyanginya. Yesung pun kini membujuk anak itu agar berhenti menangis.

“Aboji, aku hiks… ingin telepon .. Appa” Yesung menuruni Minho yang langsung mengambil smartphone yang ada disaku celananya. Yesung menekan beberapa tombol lalu memberikannya pada Minho.

“Yeobseo?” terdengar suara Siwon yang membuat Minho langsung menjawabnya.

“Appa.. hiks..”

“nde? Minho? Kau kenapa chagi? Eomma mana?” Siwon terdengar terkejut saat pertama suara yang ia dengar suara tangisan anaknya

“Eomma marah padaku Appa, aku takut” adu Minho

“Mwo? Kenapa bisa?” tanya Siwon, setahunya Yoona tak pernah memarahi Minho.

“Appa, aku ingin pulang dengan Appa, aku tak mau dengan eomma” ujar Minho lagi yang masih dengan isaknya

“nde? Arraso tunggu Appa”

~

Minho langsung memeluk Siwon saat Siwon memasuki ruangan Yesung. “Yoona memarahinya” ujar Yesung

“bagaimana bisa? “ Yesungpun mulai menceritakan semuanya yang membuat Siwon mengangguk mengerti.

“Dia masih dikamar Yuri kan?” Yesung mengangguk. Siwon pun berpamitan dengan Yesung. Minho sedari tadi memeluk Siwon, Apalagi sekarang Minho meminta digendong saat mereka ingin menemui Yoona, nampaknya Minho agak takut.

“Annyong!” Siwon memasuki kamar Yuri dan melihat Yoona yang sepertinya berbincang dengan Yuri. “Siwon Oppa? “ kaget Yoona

“ kenapa kau memarahi Minho?” tanya Siwon langsung yang membuat Yoona mengangkat bahunya. “Lihatlah dia ketakutan “ Yoona mempout bibirnya sepertinya Siwon akan memarahinya kali ini.

“Mianhae aku tadi agak emosi” sesal Yoona. Yoona pun kebelakang Siwon melihat Minho yang masih menangis dipelukan Siwon. “Minho-ya, Mianhae” Yoona mengelus tangan Minho yang memeluk leher Siwon. Namun, sepertinya Minho tak merespon permintaan maaf Yoona

“lebih baik kita pulang saja” saran Siwon yang membuat Yoona mengangguk setuju.

“Yul aku pulang dulu” pamit yoona. Yuri yang masih menggendong Krystal hanya mengangguk dengan senyumnya.

“nde. Gomawo sudah datang”

~

“Oppa, Minho tidur?” Siwon mengangguk . yoona pun langsung memeluk Siwon dan menangis dipelukan namja yang sudah 9 tahun ini menemaninya. “Kau kenapa yeobo?” bisik Siwon tepat ditelinga Yoona. Apalagi sampai tadi ia memarahi Minho.

“Molla, tadi aku tak sadar memarahi Minho sampai dia menangis” ujar Yoona dengan nada suara yang lemas

“Wajahmu pucat Yoong” Siwon menangkupkan wajah Yoona dengan kedua tangannya setelah melepaskan pelukan mereka

“Jinjja? Aku juga merasa sedikit mual dan agak pusing”

“Aigoo.. kalau begitu kau tidur saja dulu” Siwon menarik tangan Yoona membawa istrinya itu kekamar mereka.

“Tidurlah” Siwon memakaikan selimut untuk Yoona dan mengecupkening sang istri. “Oppa kekantor lagi?” Siwon mengangguk. Yoona yang melihat itu memasang wajah kecewanya “ Aku ingin kau menemaniku” pinta Yoona yang membuat Siwon tersenyum. “Mianhae, sebentar lagi aku ada rapat” jelas Siwon, Yoona yang mendengar itu hanya mengangguk dan mempersilahkan Siwon kembali kekantornya.

Yoona tak mampu menutup matanya, namun ia masih merasa kepalanya sedikit sakit. Ia pun membalikan badannya kearah samping kanan.

Yoona melihat kalender yang ada disampingnya, ia merasa janggal saat melihat tanggal yang ia silang sudah lewat dari 2 minggu. Pasalnya sampai sekarang dia belum datang bulan. Ia pun lagi-lagi menghitung hari itu, yah.. Yoona memang telat sekitar 2 minggu lebih 2 hari. Pikrannya pun langsung tertuju pada perutnya

“ah tak mungkin aku hamil” Yoona menggelengkan kepalanya. Bukannya ia tak mau hamil hanya saja ia tak mau berharap, toh ia juga pernah mengalami ini beberapa bulan lalu. Namun, ia sampai sekarang tak mendapatkan seorang bayi

“tapi.. cakkaman aku dan Siwon Oppa tak pernah melakukan selain malam tadi dan kemaren” gumamnya seraya memegang kalender itu.

“Aigoo! Aku lupa,  1bulan  yang lalu kami juga melakukannya” ingatnya saat ia dan Siwon pergi ke Busan hanya berdua. Yoona pun langsung keluar kamarnya dan memanggil Sunny.

“Nde, Nyonya waegeure?” tanya Sunny

“hm… Sunny-ssi bisakah kau membelikanku alat tes kehamilan?” pinta Yoona dengan sedikit berbisik.

“Nyonya hamil!” pekik Sunny yang membuat tangan Yoona repleks menutup mulut Sunny “hussttss .. aku juga belum tau, makanya aku ingin memastikannya dan memintamu membelikan itu” bisik Yoona seraya memberikan beberapa Won.

“Beli berapa Nyonya?”

“hm.. beli 5 saja” Sunny pun membengkuk seraya berpamitan dengan Yoona untuk membeli alat itu.

*SKIP

“Gomawo” ujar Yoona pada Sunny “Kembaliannya untukmu” sambungnya saat Sunny ingin mengembalikan kembaliannya. “Gamsahamnida Nyonya. Semoga hasilnya seperti yang kau harapkan!” kata Sunny yang langsung berlalu dari hadapan Yoona.

Yoona pun langsung membawa alat itu kekamar mandi, ia pun mengupas nya dan memasukan alat itu kedalam gelas kecil yang sudah ia sediakan sebelum sunny datang. Setelah beberapa menit menunggu Yoona mengangkat tes pack itu dan menghembuskan napas kecewa

“Ah… masih negatif, hm.. coba lagi, semoga ini berhasil” semangatnya seraya membuka sebungkus tes pack itu.

“Mwo? Positif? Ah.. sekali lagi. Kalau ini benar positif berarti aku memang hamil” tak lama sekitar beberapa menit Yoona melihat kedua garis di alat itu yang menandakan positif. Ia pun bingung dan lagi-lagi ia memakai tes pack itu dan tetap saja 2 garis itu keluar. Yoona menutup mulutnya, ia tak tahu bagaimana persaannya kini.

“Aku hamil?” gumamnya dengan menitikkan air mata seraya senyum terpampang dibibirnya. “Aku harus memastikannya” Yoona keluar dari kamar mandi. Mengambil blezernya serta tasnya lalu memanggil seorang supir untuk menyiapkan mobil.

~

“Choi Yoona-ssi!” panggil seorang suster yang menyatakan Yoona harus memasuki sebuah ruangan yang sudah ditunggu seorang dokter.

“Annyonghaseo!” sapa Yoona pada seorang dokter muda yang terlihat elegan. “nde, Annyonghaseo, silahkan duduk Nyonya Choi” ujar dokter yang bernama Ryejin

“Apa yang anda keluhkan Nyonya Choi?” tanya Ryejin

“hm… euisangnim, aku rasa sedikit mual dan pusing. Dan aku rasa aku hamil, karena aku sudah telat beberapa minggu, tadi aku juga sempat pakai alat tes kehamilan. Awalnya memang negatif, tapi saat aku coba beberapa kali hasilnya positif. Maka dari itu aku ingin memastikannya” jelas Yoona dengan senyumnya yang masih terlihat pucat.

Ryejin pun meminta Yoona untuk berbaring ditempat yang sudah disediakan. Ia mengintruksi Yoona untuk membuka mulut, menyenter mata Yoona, mendengar denyut nadi lalu memegang perut Yoona, Ryejin pun tersenyum saat ia mengetahui hasilnya yang membuat Yoona bingung. Setelah itu ia meminta ijin pada Yoona untuk membuka baju dibagian perut Yoona. Ryejin mengoleskan sebuah gel di perut Yoona. Lalu meletakkan sebuah benda diatas perutnya dan terlihat isi perut Yoona dari benda itu

Yoona yang melihat itu hanya bingung, tapi ia berharap Ryejin melakukan itu ingin melihat kondisi seseorang yang ada didalam sana. Ia juga pernah memakai benda itu saat menghamili Minho, makanya ia hanya tersenyum saat benda itu menyentuh perutnya.

“Anda hamil Nyonya Choi, lihatlah gumpalan darah itu.” Ryejin menunjuk sebuah gumpalan kecil yang hampir menyerupai manusia “itu bayi anda” ujar Ryejin dengan senyumnya. Yoona yang melihat itu pun meneteskan air matanya, ia tak menyangka ternyata ada seorang bayi lagi didalam rahimnya.

“aku perkirakan ini sudah sekitar 19-20 hari umurnya.” Yoona mengangguk dengan senyumnya. Ia tak bisa menyembunyikan senyumnya yang terpampang di bibirnya.

Setelah melihat bayinya Yoona kembali duduk dan mendapat pituah dari sang dokter muda yang mungkin baru berumur 27 tahun. Dokter itupun memberikan selembar kertas yang disana terlihat sebuah foto bayi yang ada dirahim Yoona.

“Gamsahamnida euisangnim” kata Yoona seraya berpamitan pada sang dokter muda.

~

Yoona tersenyum saat melihat foto itu, ia pun meminta sang supir untuk kekantor suaminya. Hanya beberapa menit saja mereka sampai. Dengan senyunya Yoona melangkah keruangan sang suami tak lupa menghampiri sekretaris Siwon.

“Annyonghaseo Nyonya Choi” sapanya pada yoona

“Sajangnim ada?” tanya Yoona

“nde, silahkan masuk . Sajangnim hanya menandatangani beberapa berkas” ujarnya. Yoona yang mendengar itu langsung mengetuk pintu ruangan Siwon

“Masuklah!” teriak Siwon dari dalam. Yoona yang mendengar itupun langsung masuk, namun ia memasang wajah nya yang datar. Sepertinya ia akan berakting.

“Oppa!” panggil Yoona seraya mendekati meja Siwon.

“Omo! Yeobo, kenapa kau disini?” tanya Siwon kaget dan menghampiri Yoona yang menyilangkan tangannya didepan dada.

“Oppa, apakah kau mencintaiku?” Yoona menatap Siwon dengan intens. ‘Apa dia marah padaku karena tak menemaninya tidur tadi?’  pikir Siwon

“Kenapa bertanya seperti itu?”

“Kalau suatu saat aku gendut. Bagaimana?” Siwon yang mendengar itu jadi heran, ada apa dengan istrinya ini.

“Aku akan tetap mencintaimu” jawab Siwon dengan pasti

“Tapi, bagaimana kalau ada seseorang yang datang dan kau pasti akan lebih menyanyanginya”

“Memangnya siapa yang datang?”

“ini!” Yoona memberikan foto hasil USG pada Siwon. Siwon yang melihat itu sempat heran dan berulang kali melihat foto itu dan kembali menatap Yoona.

“Yeobo? Benarkah ini?” tanyanya yang masih tak percaya saat melihat itu. Yoona mengangguk , Siwon pun memeluk Yoona dengan erat. Ia tak menyangka akan menjadi seorang ayah lagi. “Gomawo Chagi” bisiknya yang membuat Yoona tersenyum. “Saranghae” sambungnya seraya melepaskan pelukannya dari Yoona . Siwon pun mendekatkan wajahnya dengan Yoona, Yoona yang mengetahui itu langsung memajukan badannya dan merasakan bibir Siwon yang bermain dengan bibirnya

TBC

Saya nggak tau apa kalian dapat Fell nya atau nggak, jujur aja saya sekarng sibuk banget #SibukLibur. Bukan itu, saya harus bikin acara perpisahan sama anak-anak Osis, jadi dimaklumin ya J

Sebenernya sih mau bikin NC, tapi saya takut dimarahin lagi sama July eonie dan Ka Uchie < maklumlah saya  Maknae diantara mereka<  makanya itu saya nggak bikin FF NC waktu mereka (YoonWon) bikin ade buat Minho kkk~. Kalau Ka Uchie Cuma ngingetin kalau itu nggak cocok buat aku yang masih pelajar.  tapi July eonie beh… mungkin dia kecewa sih kemaren sampe ngoment ff aku dgn kata-kata yang nunjukin kalau dia itu marah . Tapi, yah.. maklumlah katanya saya ade kesayangannya #Ciee dan katanya saya masih maknae .__. #KalauDigrupKami

Makanya dia marah, tapi bener juga sih, saya baru 15 tahun J #CipokDuaEonnieKu

Dan buat Ka Echa atau Ka Resty makasih udah ngepublisin FF aku.

Buat yang baca FF ini jangan lupa RCL, tapi kalau nggak bisa RCL atau malas Doain aja biar saya masuk Surga dan Ketemu Cristiano Ronaldo. Tapi, usahain RCL biar saya cepet juga ngepublish Next Shoot J min Coment x 90 lah.. Coz, aku liat kmaren FF sebelumnya sampe lebih dari 100. Wah… Gamsahamnida buat yang Coment kemaren #BigHug

Dan saya juga catet nama-nama readers yang setia coment FF saya J. Buat apa? Lihat aja di FF terakhir saya ntar J

 

Tinggalkan komentar

223 Komentar

  1. Dirin panggaliningtyas

     /  Agustus 5, 2014

    Huaa ada sequel yg kemaren seneng:-)….
    Ak suka kalo gk ada NC nya soal.a kan ak masih dibawah umur hehe..
    Wah lucua pas minho ma wonpa slalu ngeributin yoong eon…
    Hua yoong eon hamil lg ne chukkae jd lengkap bentar lg keluarga Choi hehe…
    Mereka swwiiit bgtz:-*… Gk sabar nunggu chapter selanjut.a…
    Semangat eon FAIGHTING…{mian kalo kepanjangan:-D..}

    Balas
  2. ayu

     /  Agustus 23, 2014

    aku kangen sMa ff yoonwon jadi aku baca ulang

    Balas
  3. Daebakk YoonWon moment’y bnyak. Aku suka.

    Balas
  4. Wah… Ada sequelnya jg
    lucu ya lihat anak Yoonwon
    si Little Choi mengikuti sifat appanya, hahaha………
    Baca FF ini bikin perutku sakit
    habis ada unsur komedinya
    authornya keren bgt………

    Balas
  5. choi han ki

     /  Oktober 9, 2014

    Minho kecil2 udah bisa gombal aja hahaha… Yoona hamil pantesan tadi marah2 trus mual pas liat bubur

    Balas
  6. ayhu

     /  Oktober 11, 2014

    Minho bener2 mirip appax, sk gombalin Yoona.
    Pantesan aja Yoona marah2 tdk jelas terxta dia hamil

    Balas
  7. utycoyumy

     /  Desember 9, 2014

    daebak.. suka banget sama nih ff full yoonwon

    Balas
  8. utycoyumy

     /  Desember 9, 2014

    daebak.. suka banget sama nih ff full yoonwon little choi lucu banget tingkahnya

    Balas
  9. nadud

     /  Desember 9, 2014

    kyaaa >,<
    keluarga yang harmonis

    Balas
  10. Seru dan lucu klo siwon sama minho lg rebutan yoona belum lg dgn kadar kenarsisan mereka yg udah tingkat dewa
    Daebak deh

    Balas
  11. tiffany

     /  Januari 31, 2015

    Selalu berdesir saat membaca jika yoona Hamil..perasaan seorang wanita jika ada nyawa lain didalam perut..ooh God..its miracle..

    Balas
  12. marsiah

     /  Maret 3, 2015

    Klurga yg sangat2 harmonis bikin ngiri,yoonwon swiett banget apa lagi yoona hamil,pasti yoonwon jadi orangtua yang sangat bahagia karna akan memilikin 2buah hati yg sangat lucu dan mengemas kan.

    Balas
  13. Aku jadi senyum senyum sendiri baca FF ini. Lucu waktu Minho and Siwon Oppa ngerebutin Yoong Eonni. Wah… ada anggota baru keluarga Choi nih….

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: