[FF] I Think I Love You (Chapter 9)

I Think I Love You

Title                 : I Think I Love You

Type               : Sequel

Chapter          : 9

Author            : Choi Youngmi (@EunHaeSiBum)

Rating             : PG 15

Genre             : Family, Romance, Friendship, … *tentukan sendiri*

Main Cast      :

  • Choi Siwon
  • Im YoonA

Other Cast    

  • Ham Eunjung
  • Lee Donghae
  • Gongyoo
  • Seo Joo hyun
  • Choi Sooyoung
  • Kwon Yuri
  • Lee Sunny
  • Kwon Boa
  • Kangta
  • Ha Jiwon

Disclaimer      : Mohon maaf jika ada typo yang bertebran, EYD yang nggak teratur dan kata-kata yang susah untuk dimengerti. This is story from my imaginations.. So, Please RCL if you finish read. I need your comment to continue the story. And If you may Copas Silahkan, asal jangan menghilangkan nama Author saya.. J

 

 

Summary : Saat aku mulai bisa melupakanmu, kau datang dengan senyummu yang putih.

 

Happy reading /                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    _/\_

 

Youngmi tersenyum melihat sebuah foto yang membuatnya ingin sekali memiliki benda itu “ Bagaimana Young?” Tanya JinHun

“Ah…  lucu sekali Oppa!” pekiknya seperti ingin sekali mencium pipi cubby seorang bayi dari Smartphone milik Jinhun

“Aigoo.. kau punya keponakan? Wah.. cukkae” Taejun merangkul sahabatnya itu

“Annyong!!” pekik Hyori yang baru datang yang juga terlihat bahagia. “sepertinya kau terlihat bahagia”

“nde.. kalian tahu?” semuanya menggelengkan kepala “ Keponakanku sudah lahir!!” senangnya yang langsung mengeluarkan Ipad dan membuka galeri foto yang terlihat seorang bayi. “nde? Jinhun Oppa juga baru punya keponakan.. wah.. apa jenis kelamin keponakanmu Hyori, mungkin saja bisa dijodohkan dengan keponakan JinHun Oppa” ujar Hyobyung

“namja…Oppa?”

“Keponakan ku juga namja!” balas Jinhun. Alhasil acara perjodohan pun tak jadi.

“ Wah… lucu sekali, aku ingin menggendongnya!” girang Youngmi “ eh.. Taejun, Nuna mu katanya sudah hamil? “ Taejun menganggukan kepalanya “ nde.. aku akan punya keponakan nanti”

“Young, Oppamu tak menikah?” Tanya Hyori yang membuatnya menggelengkan kepala “ dia bekerja terus, tapi sekarang ia sudah punya yeojachingu!” bangga Youngmi, karena selama ini ia selalu diejek teman-temannya, pasalnya kedua kakanya belum ada yang menikah, sedangkan teman-temannya sudah sampai punya keponakan “ Wah… siapa yeoja itu? beruntung sekali mempunyai Oppamu yang super tampan itu” ujar Hyejun yang masih focus melihat foto adiknya JinHun

“dia seorang dokter tulang” jawabnya sambil melihat foto keponakan Hyori “ Mwo?! Wah.. bukankah kau ingin jadi dokter tulang juga? Jadi kau bisa belajar dengannya, bukan?” Tanya Sangjin . “nde, dia juga menyukai Ronaldo” jelas Youngmi. “aigoo.. seorang Madridizta juga?” Youngmi menganggukan kepalanya

“eh, Young.. coba kau suruh Oppamu cepat menikah, kan biar kau punya keponakan, lihatlah kami.. aku, Hyejung, Sooeun, Jinhun Oppa apalagi Taejun juga nanti punya keponakan. ” Youngmi yang mendengar itu merasa panas

“nde,  nanti aku minta Oppaku memberiku Keponakan, dan nanti punya  bayi yang lucu seperti aku” kata Youngmi membayangkan menggendong seorang bayi. Teman-teman yang mendengar kata terakhirnya pun langsung meneriaki Youngmi

~~

Boa mengernyit heran melihat tingkah anaknya yang satu ini, menaruh tas sembarangan, kaos kaki yang satunya sembarang lempar, topi sekolahnya ia lempar sampai diatas lemari hias “ Choi Youngmi!!!” pekiknya. Youngmi yang mendengar menatap eommanya dengan perasaan tak bersalah “ Wae eomma?” tanyanya santai.

“oh.. Youngmi, lihatlah apa yang kau lakukan? Kau ini pembantu dirumah sudah membersihkannya..” Youngmi langsung mengambil perlengkapannya dan segera masuk kamarnya. ‘ Kenapa anak ini?’ pikirnya. Ia langsung mengikuti Youngmi yang masuk kamarnya dengan wajah yang ditekuk

“ Kau kenapa chagi? Madrid kalah lagi?” Boa menghampiri Youngmi yang menutup wajahnya dengan boneka doraemonnya yang sebesar badannya , ia mengelus rambut anaknya itudengan lembut “ eomma~” anak bungsunya itu langsung memeluknya “ gwenchana, nanti Real Madrid juga menang lagi..”

“Aish.. eomma, bukan itu. Madrid kemaren menang lawan MU.”

“lalu?”

“Aku diejek teman-temanku  “ ujar Youngmi dengan memasang wajah cemberutnya

“Mwo?! Wae?”

“. Eomma tau Hyori?” Boa mengagguk “ Hyeri eonie sudah melahirkan, dan Hyobyung kakanya juga sudah punya anak, terus, Sooin juga punya keponakan, Taejun Nunanya sedang hamil, padahalkan umur kakanya Taejun lebih muda dari Siwon Oppa, , masa hanya aku yang belum punya keponakan!” kesalnya. Boa yang mendengar itu menahan tawanya “ Jadi? Kau…”

“Aku ingin punya keponakan” ujarnya lebih dulu

“ nde? Ah… benar juga, eomma juga ingin punya cucu” Youngmi tersenyum dan mengangguk “ makanya eomma, cepat suruh Siwon Oppa untuk menikah!”

“betul juga… nanti eomma akan mengundangnya dan Yoona untuk makan disini”

“hm… Eunjung eonie?” Boa mengernyitkan alisnya saat mendengar nama Eunjung dari anak bungsunya

“maksudmu?”

“Eomma sudah memberitahu Oppa?” Tanya Youngmi mengingat beberapa hari lalu Eunjung datang kerumah mereka

“Molla, eomma tak mau memikirkan dia” Youngmi hanya menghela napas pasrah, ia juga heran kenapa ia masih berharap Eunjung. Bukankah Yoona sudah jadi pacar Oppanya?

~

 

 

Boa langsung terpikir permintaan Youngmi yang ingin minta keponakan darinya “Aku juga ingin punya cucu” ujarnya yang langsung mengambil Smartphonenya “ yeobseo?”

‘nde, wae eomma?” tanya Siwon langsung tanpa menjawab sapaan Boa

“hm.. kau masih ngajar?”

“nde, “

“loh.. kenapa Youngmi duluan pulang?.” Tanya Boa saat melihat ternyata masih jam 10 pagi.

“mungkin kaka kelasnya ingin ujian.  minggu depan kaka kelasnya ujian”

“oo.. nanti kau dan Yoona kerumah, nde?”

“Wae?”

“eomma hanya ingin mengajak kau dan dia makan siang” ujar Boa dengan senyumnya

“Ah.. begtu kah? Baiklah, eomma sudah dulu nde, aku masih mengajar”

“nde..”

~

Sudah satu minggu ini Eunjung melakukan kemoterapi, saat itu juga ia dirawat oleh Yoona dan Yuri. Sakit saat melakukan Kemo tak ia rasakan karena mengingat namjachingu yang dicintainya, Tapi ia tahu kalau namja itu mungkin sudah mempunyai yeojachingu, ia melihat Siwon memasangkan tali sepatu pada yeoja itu ditempat Siwon mengajar.

“Bagaimana keadaanku Yoona-ssi?” Yoona melihat sebuah lembaran ditangannya.

“Sepertinya imun tubuhmu mulai membaik dan eritrositmu juga bisa bekerja dengan baik” jelas Yoona dengan senyumnya”tapi sepertinya kau harus segera mencari sumsum tulang belakang untukmu” Eunjung hanya mengangguk mendengar itu.

“Kau hebat kau menyandang penyakitmu selama 2 tahun”  ujar Yoona “Karena biasanya kurang dari satu tahun pun seseorang yang mengidap penyakit leukemia pasti sudah tak bisa bertahan. Kau sepertinya semangat sekali untuk menyembuhkan penyakitmu. Jarang yang ada sepertimu”  Eunjung tersenyum mendengar pujian dari Yoona.

“itu Karena seseorang aku jadi seperti ini”

“ wah.. sepertinya seseorang itu sangat special dihatimu!” tebak Yoona.

“nde, sangat special karena dia namja yang selalu menemani hariku selama 8 tahun” yoona yang mendengar itu terlihat kagum dengan perjuangan yeoja ini. Demi seorang namja ia mampu menghalau penyakit yang mematikan ini.

“Tapi aku meninggalkannya 2 tahun yang lalu karena aku takut dia tau tentang penyakitku dan itu membuatnya sedih tentang penyakitku ini, maka dari itu aku pergi ke Amerika dengan alas an sekolah disana” jelas Eunjung dengan mata yang berkaca-kaca mengingat kenangannya dengan Siwon.

“Aigoo.. mianhae Eunjung-ssi aku tak bermaksud deperti itu” sesal Yoona saat melihat ekspresi Eunjung

“gwenchana, aku senang kau mau mendengar curhatanmu”

“ aku akan mendengar curhatanmu jika kau mau” Yoona menyetel alur infuse milik Eunjung

“Gomawo” Yoona mengangguk tersenyum “ Sudah cepat tidur , sepertinya besok aku tak bisa merawatmu” sesal Yoona dan duduk disamping Eunjung

“Wae? Yuri-ssi juga tak bisa?”

“nde, karena besok kami wisuda” girang Yoona dengan senyumnya

“ooo.. cukkae Yoona-ssi” Yoona mengangguk tersenyum “lalu siapa yang akan merawatku?” Tanya Eunjung.

“ada, dia seniorku”

“Nugu?” Eunjung terlihat penasaran dengan dokter yang akan merawatnya “lihat saja besok” kata Yoona dengan sedikit tertawa kecil. “Aish.. kau menyebalkan Yoona-ssi”

“Kau tidurlah aku ingin pulang … nanti Jungsoo euisa akan menemui katanya ” Eunjung mengangguk. Yoona pun berpamitan dengan Eunjung

~
Yoona melambaikan tangannya pada Siwon saat namja itu terlihat menunggunya  dengan menyadarkan badannya di mobil Audi miliknya.

“Oppa sudah lama menunggu?” tanya Yoona saat Siwon membukakan pintu untuknya. “hm… tidak sampai setahun kok” kekeh Siwon yang membuat Yoona mempout bibirnya.

“Kita kemana Oppa?” Siwon tersenyum mendengar pertanyaan sang kekasih yang terlihat bingung. “ Aku mau ganti baju dulu kerumahku” Yoona hanya mengangguk menandakan bahwa ia setuju dengan keinginan Siwon.

#SKIP

Siwon memarkirkan mobilnya di halaman rumah yang bergaya eropa, Yoona yang disampingnya terlihat heran ‘Ini rumah orang tua Siwon Oppa,kan?’ pikirnya. Karena dulu ia juga pernah kesini mengingat ia adalah teman Sooyoung, hanya saja kini ia jarang kesana saat ia dan Sooyoung yang sama-sama sibuk mengurus kuliah mereka. Meskipun mereka satu kampus, Yoona juga pernah kesini saat dulu mengantarkan Youngmi, namun ia tak kepikiran atau lupa hanya diam melihat Youngmi. Sampai-sampai ia juga dulu berpikir kalau Sooyoung dan Siwon adalah sepasang kekasih.

“Kenapa kesini?” tanya Yoona saat Siwon membukakan pintu untuknya “ Bukannya aku bilang aku akan kerumahku” ujar Siwon yang membuat Yoona mengembungkan pipinya. Dia pikir Siwon akan Apartemen, ternyata ketempat orang tua Siwon.

Siwon meraih tangan Yoona, menyematkan jari masing-masing. Dapat dirasakan kalau tangan Yoona yang awalnya suhunya normal menjadi dingin seperti ini. Siwon hanya tersenyum mengetahui itu, ia pun membuka pintu rumahnya. Saat ingin masuk Yoona menahan tangan Siwon

“Wae?” Siwon menatap Yoona “hm.. aku masih belum siap” bisiknya dengan sedikit nada takut. Siwon yang mendengar itu tersenyum , Siwonpun lantas mendekatkan bibirnya ketelinga Yoona “Eommaku tak makan manusia” bisiknya yang membuat Yoona memukul lengannya dengan sedikit tertawa.

“Kalaupun eomma makan manusia, kau bukan sasaran utama” sambung Siwon, Yoona pun menaikkan satu alisnya “ Lihat saja badanmu, hanya tulang. Tak ada daging” gelak Siwon berhasil membuat Yoona menatapnya tajam.

“kalau begitu , aku pulang saja!” Yoona langsung mengambil ancang-ancang untuk pergi, Siwon yang mendengar itu pun langsung menahan tangan Yoona “ Gitu saja sudah marah” goda Siwon seraya mencolek dagu Yoona.

“Aish..” gerutu Yoona. Siwon yang melihat kelengahan Yoona langsung membawa Yoona masuk. Yoona yang tadinya menggerutu terlihat terkejut saat Siwon menarik tangannya, kini ia tak mau lagi memberontak, toh sudah ada didepan rumah orang tua Siwon.

Dengan langkah yang lumayan tenang Yoona mengikuti langkah Siwon yang menuntunnya.

“Eomma! Aku pulang!” teriak Siwon,

“Kalian sudah datang? Masuklah!” Boa masih didapur jadi yang terdengar hanya suaranya. Youngmi yang juga mendengar teriakan Siwon dari kamar Boa keluar dari kamar menghampiri Siwon.

“eh? Yoona eonie datang kesini? Wah.. eonie ayo duduk dulu. Eonie mau minum apa juz, sirup atau apa? Dan mau snack apa? Atau eonie mau makan? “ Yoona yang mendengar pertanyaan beruntut dari Youngmi hanya tersenyum, Sedangkan Siwon mengikuti gaya bicara Youngmi yang cerewet. Youngmi yang melihat tingkah Siwon langsung mencueki sang Oppa.

“Eoni duduk dulu, aku ambilkan minum dulu, tapi eonie mau minum apa?” Youngmi menggandeng tangan Yoona dan menuntun yeoja itu duduk diruang keluarga. Siwon yang melihat itu memasang wajah bahwa ia iri dengan Yoona yang mendapat perlakuan khusus oleh adiknya

“Aniy, tak usah Youngmi. Tapi kalau kau memaksa , bolehkah aku meminta orange juz? Ada?” Youngmi mengangguk, dan langsung meninggalkan kedua orang ini. Boa dan Youngmi berpapasan senyum keduanya pun tersimpul dari bibir mereka “Kemana kau?” tanya Boa

“Aku ingin mengambil minum untuk Yoona eonie” katanya yang langsung mencolek dagu Boa, yeoja yang dicolek ini pun menggelengkan kepalanya saat anak bungsunya selalu menggodanya bahkan sampai membully #AnakDurhaka

Boa menghampiri Yoona yang hanya duduk sendirian diruang keluarga. Yoona berdiri saat melihat Boa dan sedikit membungkuk “ Annyonghaseo ahjumma” sapa Yoona dengan senyumnya. Boa pun tak lupa membalas senyumnya “nde, ayo duduk , mana Siwon?” mata Boa mengitari ruang keluarga namun Siwon tak terlihat hidung mancungnya “Katanya mau ganti baju Ahjumma” jawab Yoon yang masih sedikit gugup.

“Ya… kenapa kau segugup ini, dulu kau juga sering kesini kan? Biasanya kau yang paling aktif dari Yuri dan Sunny kalau kesini”

“nde? Aku juga heran ahjumma” Yoona tersenyum malu saat Boa mengungkapkan dirinya selama ini. Ia juga merasa aneh, mungkin karena dia sekarang kekasihnya Choi Siwon.

“ Eonie, ini airnya” Youngmi datang membawa segelas orange juz, Yoona tersenyum seraya mengucapkan “Gomawo”

“Eonie dan Sooyoung eonie besok lulusan kan?” Youngmi duduk disamping Boa tak lupa mengerling Boa, Boa yang melihat itu sudah pasrah dengan tingkah anak bungsunya ini yang selalu menggodanya. Yoona yang melihat itu pun menahan tawanya “ nde, Kau datang?” Youngmi mengangkat kedua bahunya kalau ia masih belum pasti akan kesana.

Saat ketiganya tenggelam dalam percakapan seorang yeoja yang tinggi semampai masuk tanpa mengetuk pintu dan langsung meneriaki Boa bahwa ia sudah sangat lapar. “Eomma! Aku lapar!” teriak Sooyoung, namun saat ia ingin terus kedapur ,matanya melihat sesosok yang tak asing . Sooyoung yang awalnya sudah lewat dari ruang keluarga mengundurkan kakinya.

Dan benar saja disana ada Yoona yang terlihat malu-malu duduk disofa “Wah… ada kau disini? Kyaaa!!” Sooyoung langsung menghampiri Yoona seraya memeluk sahabatnya itu. Maklum saja kini mereka jarang bertemu mengingat tempat kerja mereka berbeda selama beberapa hari ini.

“kau sudah siapkan semuanya?” tanya Sooyoung mengingat besok mereka akan mendapat gelar dokter. “Pasti, ini moment yang aku tunggu Soo” ujar Yoona dengan senyumnya, Siwon yang baru keluar dari kamarnya menghampiri para yeoja yang terlihat masih hangat dengan perbincangan mereka.

“ooo… kau kesini perkenalan dengan eomma sebagai yeojachingu Oppa atau sebagai sahabat yang mencariku?” tanya Sooyoung sedikit menggoda saat melihat Siwon datang. Yoona yang mendengar itu terlihat malu-malu

“Aigo.. aigooo… Kyaa! Yoona kau kenapa? Aigoo… sahabatku ini tumben memasang wajah seperti ini” ejek Sooyoung saat melihat raut wajah Yoona

“Yoona eonie pusing mendengar suaramu yang cempreng itu” sahut Youngmi yang membuat mata Sooyoung beralih kearahnya. Youngmi yang menyadari itu langsung berdiri dari tempatnya dan pergi menghilang tak tau kemana.

“Aish.. eomma, kenapa sibungsu itu sangat menyebalkan?” gerutu Sooyoung, saat Sooyoung menggerutu Youngmi malah melewati orang-orang yang ada disana “Choi Youngmi!” panggil Boa yang membuat yeoja itu menghentikan langkahnya. “nde?”

“Kau mau kemana?” tanya Boa yang langsung menghampiri anaknya “ Aku ingin menemui Appa! Bye..” Youngmi langsung meninggalkan Boa dan tak lupa juga melambaikan tangannya pada Yoona, Siwon dan Sooyoung. “Ya! Untuk apa kau menemui Appamu?”

“Aku ingin punya dongsaeng jadi aku minta Appa pada Appa biar membuat Eomma hamil” katanya yang langsung berlari mengambil helm sepedanya. Boa yang mendengar itu ingin sekali memotong mulut si bungsu, namun ia bukan ibu yang setega itu. Sedangkan Yoona, Sooyoung dan Siwon sedikit menahan tawa. “Aku juga mau punya dongsaeng” kekeh Siwon yang membuat mata Boa kearahnya.

“Kau yang seharusnya memberikan eomma cucu, kau sudah punya dua dongsaeng!” Siwon terdiam mendengar itu, senyumpun terukir dari bibirnya. “Secepatnya aku akan memberikan eomma, iyakan Yoong?” ujar Siwon yang langsung mengarah pada Yoona. Yoona yang mendengar itu terlihat kikuk yang membuat ia jadi bahan tertawaan keluarga Choi dari tadi.

~

Donghae terlihat prustasi menunggu Ailee, apalagi mereka berdua akan duet untuk perpisahan besok.

“Donghae-ssi!” teriak seorang menghampiri Donghae seraya terengah-engah  “Wae?”

“huh… Ailee, dia sakit. Tadi pagi dia masuk rumah sakit. Jadi, kau diminta Kyosu untuk menemui Jessica, katanya dia jadi pengganti Ailee.” Donghae melengo mendengar itu. Yang benar saja ia akan menyanyi dengan jessica? Apakah ia bisa?

“Pallii!!! Donghae-ssi! Cari Jessica!” Donghae yang masih termenung mengingat bagaimana dia dan Jessica bernyanyi setelah selama ini sesuatu yang mereka lalui ? meskipun Jessica juga masuk dalam panitia, tapi Donghae dan Jessica jarang saling berkomunikasi. Donghae pun langsung mencari Jessica, jujur saja ia tak tahu ingin kemana mencari yeoja itu. Saat ia berlari mendekati mading Kampus dia melihat Jessica yang sepertinya juga mencarinya, terlihat Jessica menghampiri pelatih nyanyi Donghae dan Ailee.

Donghae hanya terdiam saat melihat Jessica yang menoleh kekanan maupun kekiri kepalanya.  Saat melihat Donghae , Jessica tersenyum seraya sedikit berlari menghampirinya. “hm… Oppa. “ Jessica sedikit tertunduk saat melihat ekspresi Donghae yang terlihat tak mempedulikannya “ Aku sudah tahu, kajja! Kita latihan” Donghae langsung menarik tangan jessica, jessica yang menyadari itu hanya mengikuti Donghae

~

Yoona tersenyum malu saat mendengar keinginan Boa yang sangat ingin menggendong seorang cucu. Bahkan Boa secara blak-blakan berharap setelah lulus ini Yoona dan Siwon langsung menikah. Sooyoung yang mendengar itu juga mengangguk setuju, ia juga sepertinya sudah bosan melihat kakanya yang sudah cukup umurnya untuk menikah.

“Sering-sering lah kesini, aku dirumah hanya bersama Youngmi. Siwon diapartemennya, Sooyoung juga meskipun sering juga kesini. Apalagi Appa mereka yang selalu bolak balik Jepang-Korea”

“Aigoo… kasian sekali eommaku ini.” Sooyoung merangkul Boa dengan sedikit nada mengejek

“Makanya kau tidur disini menemani eomma” sahut Siwon

“nde, Aku juga akan sering kesini.” Ujar Sooyoung “Kalau aku lapar” sambungnya.

“nde, semoga saja aku bisa sering kesini Ahjumma. Gamsahamnida untuk makan siangnya” Yoona memeluk Boa . Kini, ia tak merasa canggung. Mungkin ini juga karena ada Sooyoung yang selalu menjadi perantara perbincangannya dengan Boa. Sedangkan Siwon hanya diam mendengar ketiga yeoja ini, toh ia tak paham dengan pembicaraan ketiganya.

“Eomma , aku berangkat dulu dengan Yoona. Annyong!” Siwon mencium kening Boa dengan cukup lama yang membuat Boa mengangakan mulutnya, bukannya apa. Masalahnya namja ini sangat lama menciumnya apalagi dia ada yeojachingunya.

“Kau sangat cantik hari ini eomma” Boa yang mendengar itu hanya menggelengkan kepalanya dengan senyum simpulnya “ menggombal saja terus. Ah.. Yoona-ya kau hati-hati termakan gombalannya” ingat Boa pada Yoona yang membuat Yoona juga mengangguk dengan senyum simpulnya.

“Baiklah, kami pergi dulu” Yoona sedikit membungkuk sebelum meninggalkan Sooyoung dan Boa.

~

Gongyoo tersenyum saat Tiffany memasang wajah merengutnya tepat dikursi seberang diantara sebuah meja yang menjadi penglahang mereka. “Kau masih marah padaku?” tanyanya yang berdiri mendekati Tiffany lalu menyamai tingginya dengan Tiffany memakai lututnya sebagai penyangga badannya.

“Aniy” jawabnya singkat . Gongyoo tersenyum “Aku ingin pulang” pinta Tiffany yang hanya melihat gelas dihadapannya.

“Kau ingin pulang? “ Tiffany mengangguk  “ Kau sudah pulang chagi” Tiffany menatap Gongyoo dengan heran. “aku tak mau becanda, aku ingin pulang”

“Siapa yang becanda? Itu rumahmu” Tiffany melihat sebuah rumah disampingnya dengan gaya minimalis “Jangan berbicara yang aneh, Kau masuk halaman rumah orang ini pun tak minta ijin. Dan sekarang kau mengatakan rumah itu rumahku”

“Kalau begitu” Gongyoo mengambil sebuah kotak yang membuat Tiffany mengernyit heran “ Aku ingin rumah itu akan menjadi rumahmu dan rumahku. Dimana kau menjadi seorang istri dari Im Gongyoo, menjadi ibu seorang bayi, menjadi ibu seorang pelajar, menemani anakmu mencari gaun pernikahan. Menemaniku menunggu cucu kita” ujar Gongyoo yang masih membuat Tiffany heran “ Rumah itu. Sekarang jadi rumahmu dan rumahku” Tiffany membulatkan matanya, kini ia tahu apa maksud dari ungkapan Gongyoo barusan.

“Maukah kau menjadi ibu untuk anak-anakku nanti?” Gongyoo membuka isi kotak itu, dan terpampanglah  cincin berlian yang membuatnya menitikkan air mata. “Hey, aku melamarmu! Aku tak memarahimu”  kekeh Gongyoo yang langsung memeluk Tiffany “ Aku mau Oppa”ujar Tiffany dengan pelan yang membuat Gongyoo tersenyum mendengarnya.

 

~

Setelah dari rumah orang tua Siwon. Yoona sedari tadi hampir setiap saat meliriknya, Siwon awalnya biasa saja. Tapi melihat Yoona yang seperti ini, dia jadi gelisah juga.

“Wae?” Yoona yang mendengar pertanyaan spontan dari Siwon menatap Siwon dengan terkejut “ hm.. itu aku kemaren menang tarohan” katanya yang membuat tawa Siwon pecah.

“Kau melupakannya?” Siwon menggeleng “ Aku pikir ada apa, ternyata masalah itu” kikik Siwon dengan segumpal tangannya menutup mulutnya dengan senyum.

“Aku menang! Jadi belikan aku jersey!” pinta Yoona yang membuat Siwon menggelengkan kepalanya. ‘Wae? Madrid kemaren menang.  jangan bilang kau tak mau membelinya”

“ Aniy..”  sanggah Siwon

“Lalu?”

“kau pasti memilih nomor punggung 7 kan?” Yoona mengangguk dengan semangat yang membuat Siwon terlihat malah tak bersemangat

“itu sudah pasti, kau taukan aku menyukai Ronaldo. Kau tak boleh egois Oppa” Siwon hanya mengangguk kepalanya dengan pasrah. Inilah yang namanya Cinta sesuatu yang tak kau suka , harus kau sukai jika bersamanya.

Siwon memasuki mobilnya didekat departemen store terdekat. Yoona terlihat senang, apalagi dia akan menambah koleksi baju real Madrid. Siwon keluar dari mobilnya begitu juga dengan Yoona sampai-sampai yang biasanya dia yang membukakan pintu untuk Yoona kini malah Yoona menarik tangannya.

Setelah sampai di stand dimana tempat itu menyediakan perlengkapan olah raga. Yoona dan Siwon nampak mencari-cari jersey real madrid yang berwarna hijau. Mengingat Yoona yang memenangkan tarohan ini. “Masa real Madrid yang menang “ gerutu Siwon yang nampak tak percaya.

“Itu karena mereka hebat”

“itu keberuntungan Yoong!”

“Aish… Oppa!”

“nde.. mianhae aku hanya bercanda”

Setelah mendapat jersey itu terlihat raut senang dari wajah Yoona. Begitu juga dengan Siwon, yah meskipun dia sedikit tak suka dengan jersey yang dibeli Yoona yang ada tulisan ‘Ronaldo’ . Apalagi dia memang kalah dalam taruhan kemaren, jujur saja dia tak percaya dengan keadaan persepakbolaan Real Madrid. Dari Barcelona yang sangat susah dikalahkan dan kini Mengalahkan Manchester United.

Kini Siwon membawa Yoona duduk ditepi sungai Han, Yoona bersandar dibahu Siwon. Begitu juga sebaliknya Siwon memeluk pinggang Yoona dengan tangan kanannya dan tangan kirinya kadang usil menyentil hidung atau dahinya Yoona.

“Aku sangat bahagia Oppa” ujar Yoona memejamkan matanya menikmati aroma khas tubuh Siwon. “Jinjja? Apakah karenaku?” Kali ini Siwon mengeluarkan kepercayaan dirinya yang membuat Yoona terkikik “ termasuk dan besok aku resmi menyandang sebagai dokter” bangganya yang membuat Siwon tersenyum .

“Oppa datang keacara wisudaku?” Yoona melepaskan pelukannya menatap Siwon. “sudah pasti, Kau lupa Sooyoung juga lulusan? “

Yoona memasang wajah sendunya, kenapa selalu berhubungan dengan Sooyoung baru dia bisa melakukannya? Oh.. Yoona kini dikalut rasa cemburu yang amat buta, sampai dia lupa kalau Sooyoung adalah adik kandung Choi Siwon.

“Aigoo.. kenapa wajah yeojaku ini berubah? Bukankah tadi katanya bahagia?” Yoona kembali menatap Siwon dengan mengembungkan pipinya membuat Siwon mendaratkan ciuman singkat disana.

“Oppa~ kau ini! “ umpat Yoona “ nanti dilihat orang” sambungnya dengan wajah memerah. Siwon memeluk yeoja itu. “ Saranghae” bisiknya ditelinga Yoona. “Nado My Rival” Siwon tertawa mendengarnya. Kini dia merasakan seperti beberapa tahun lalu, namun tetap saja ada yang mengganjal dihatinya saat mengingat Eunjung dan Yoona seraya bersamaan. Oh tidak, dia bukan namja yang hanya mencari pelarian karena sudah tak lama berhubungan dengan seorang yeoja. Ia yakin Yoona adalah cinta sejatinya. Tapi dulu ia juga merasa seperti itu dia merasa eunjung adalah cinta sejatinya dan buktinya Eunjung meninggalkannya.

~

Yoona dan Donghae tampak terburu-buru mencari celana Donghae untuk ia bernyanyi nanti. Ini masih pukul 5.30 pagi. Tapi, mengingat keduanya hari ini wisuda secara bersamaan mereka juga melengkapi perlengkapan mereka secara bersamaan.

“Seharusnya kau siapkan dari tadi malam” gerutu Yoona membuka lemari baju Donghae didaerah lacinya “disana tak ada saeng, aku sudah mencarinya” Yoona langsung menutup lemari itu. Kini ia beralih ketempat dimana Donghae meletakkan baju kotornya.

“Ini bukan?” tanya Yoona saat mengambil celana panjang berwarna hitam. Donghae menghampiri Yoona dengan memberi jempol pada sang kembaran.

“ck.. untung tak dicuci Ahjumma. Kalau sudah habis kau” Donghae hanya diam mendengar gerutuan Yoona. Wajar saja Yoona juga harus menyiapkan keperluannya, jadi dia harus pergi bersama teman-temannya agar menata rambutnya, make up dan banyak lagi . wajar lah dia seorang yeoja.

“Berhentilah mengoceh, aku akan mengantarmu setelah aku ganti baju. Tunggu diluar” Yoona langsung keluar dari kamar Donghae mengambil tasnya dan menunggu tepat diruang keluarga.

“Kajja! “ Donghae mengangkat tas milik Yoona, Yoona hanya ikut dari belakang Donghae “Kita kemana?” tanya Donghae saat memasuki mobil.

“Tunggu aku telepon Yuri dulu” Donghae hanya mengangguk mengiyakan. Ia mulai menginjak gas “Yul , kalian dimana?”

“Kami dirumah Sooyoung”

“Mwo? Kenapa disitu?”

“Disini sudah lengkap, jangan bertanya terus. Cepat kesini sudah dulu aku lagi dirias”  

Donghae mencolek siku Yoona meminta agar yeoja ini menyebutkan kemana arah mereka akan melaju “ Rumah Sooyoung” ujarnya tanpa menghadap Donghae.

*SKIP

Yoona dengan cepat keluar dari mobil Donghae. Begitu juga dengan Donghae yang membawa tas Yoona, Yoonapun mengetuk pintu rumah yang kemaren juga baru ia singgahi.

“Annyonghaseo” sapa Yoona sedikit membungkuk pada seorang pembantu keluarga Choi. “nde, silahkan masuk “ Yoona dan Donghae pun mengikuti langkah pembantu itu. Mereka memasuki ruang yang cukup luas. Sepertinya ini memang tempat untuk ruang rias , karena ini bukan kamar Sooyoung.

Sooyoung , Yuri dan Sunny terlihat diriasi oleh beberapa orang yang sudah disewa Sooyoung. Ini tak mudah mengingat Sooyoung anak pemilik perusahaan Hyundai. Jadi, Yoona, Yuri dan Sunny tak perlu repot mengeluarkan isi dompet mereka.

“Astaga, akhirnya kau datang!” ujar Yuri yang melihat dari cermin kedatangan Yoona dan Donghae. Donghae tampak melihat-lihat isi rumah yang mewah itu, ini pertama kalinya dia memasuki rumah salah satu pemilik perusahaan Hyundai.

Yoona menduduki kursi Sooyoung , karena yeoja itu memang lebih dulu dirias. Siwon yang sudah bangun merasa terusik mendengar beberapa ocehan beberapa yeoja mengingat Siwon tidur dikamar sebelah. Siwon memasuki ruangan tersebut dan melihat Sooyoung yang sibuk melihat wajahnya, Siwon tak langsung melihat orang-orang disana. Matanya hanya tertuju pada Sooyoung yang berdiri didekat pintu.

“Kau ingin menikah? Astaga Oppa belum mandi, tenang Oppa akan mendampingimu sebagai perwakilan” Sooyoung yang mendengar suara Siwon langsung melihat sang namja. “ck.. Kau saja belum menikah, bagaimana aku menikah? Apakah aku akan mendahului Oppaku ini?” sepertinya mereka akan berbalasan seperti mereka waktu kecil dulu.

“ Tenang saja, aku sudah punya calon istri. Jadi, kau akan segera menikah juga” Sooyoung mengangguk-angguk tanda mengerti “ Oh.. Yoona? Kau mau jadi istrinya Oppaku?” Sooyoung menghampiri Yoona yang masih dirias . Yoona juga mendengar disana ada Siwon.

Siwon langsung masuk ruangan itu saat Sooyoung menghampiri seseorang yang ia kenal. Dan ternyata benar disana ada sang yeojachingu . “ Kau disini juga chagi? Kenapa tak memberi tahuku?” Siwon langsung duduk disamping Yoona yang masih dirias.

“Aku juga tak tau” ujar Yoona dengan senyum manisnya

“ oh.. Donghae-ssi kau juga ada disini?” Donghae mengangguk saat Siwon menyapanya. Donghae baru saja menerima telepon kalau dia sudah ditunggu untuk latihan lagi.

“Saeng.. Nanti Oppa akan menjemputmu lagi. Oppa ada urusan sebentar”

“urusan apa? Lalu nanti aku bagaimana?”

“kataku kan tadi ‘akan menjemputmu lagi’ bukan?”

“oppa latihan lagi? Hm.. bernyanyilah dengan baik nanti eomma menonton. Mungkin juga kau bisa memperkenalkan teman duetmu sebagai calon istrimu”

“Mwo?” Donghae membulatkan matanya saat mendengar kata-kata terakhir dari Yoona

“sudah sana berangkat. Dan tak perlu menjemputku” kata Yoona saat matanya diberikan eyeshadow

“Aku bisa mengantarnya Donghae-ssi” sahut Siwon . Donghae yang mendengar itu langsung berterimakasih pada Siwon dan langsung pergi dari sana.

~

Kini semua mahasiswa Kyunghee University memakai toga. Semuanya memberikan senyum terbaik saat memakai kamera sebagai kenangan yang akan disalurkan menjadi sebuah gambar. Begitu juga dengan Yoona, Sooyoung, Yuri dan Sunny, kini gelar dokter ada ditangan mereka. Keempat orang itu pun tak lupa mengabadikan moment indah ini. Apalagi, mungkin mereka akan berpisah setelah ini.

Yoona memeluk sang eomma dengan erat bahkan ia sampai meneteskan air matanya. Jiwon mengelus-elus rambut Yoona dengan sayang. Kini Yoona memeluk sang Appa, Hyunbin mencium pipi sang anak.

“Cengeng” bisiknya yang membuat senyum Yoona mengembang saat Hyunbin berbisik ditelinganya. “Gomawo Appa”

Siwon dan Seohyun pun datang. Guru dan Murid ini menjadi pusat perhatian disekitar keluarga mereka. Seohyun langsung menghampiri Yoona dan Hyunbin yang masih berpelukan. “Eonie! Cukkae!” Yoona dan Hyunbin melepaskan pelukan mereka saat mendengar suara seohyun. Kini Yoona memeluk Seohyun “Kau dengan siapa kesini?”

“Sonsaengnim” jawabnya dengan bangga. Mungkin ia berhasil membuat semua yeoja disekolahannya iri karena kedekatannya dengan Siwon

Yoona melihat kedepannya dan benar disana dia melihat Siwon yang memeluk Sooyoung . Siwon yang menyadari ada mata yang menghampirinya langsung meninggalkan Sooyoung yang sepertinya langsung bergelayut manja dengan Changmin saat namja itu datang.

Siwon tersenyum dan sedikit membungkuk pada orang tua Yoona. Seohyun yang menyadari itu sedikit menjauh membiarkan acara sang kaka dengan sang guru. Siwon langsung memeluk Yoona tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

“Cukkae Chagi” akhirnya dia membisikannya ditelinga Yoona. “ Gomawo Oppa”

“kau cantik hari ini” bisiknya lagi yang membuat senyum Yoona semakin merekah.

“Omo! Donghae oppa!” pekik Seohyun saat melihat Donghae dan Jessica berdiri bersamaan diatas panggung. Semua mata tertuju pada mereka. Perlahan alunan musik berkumandang.

[Jessica] ibyeoli oneun geol algo isseodo
geudae ddeonalgga nan sumeul meomchwodo
nunchi motchaen deut utgo isseumyeon
urireul jinachyeo galkka

[Donghae] nan moreuneun cheok utgo itjiman
gwaenhi jaggu mali manajigo itjiman
sasil naneun ulgo sipeun maeumbbuingeol
geureon nuneuro baraboneun neon

[HaeSica] Sarangi ireohkae ggeutmeoril boyeodo
ibyeori eoneusae naege dagawa annyeong insal geonnedo
Ajik naegen neol naeryeonohneun ge
eoryeoungeol jogeumman siganeul jwo
I can’t live without you, My all is in you

[Donghae] hoksi naega meonjeo ibyeoreul malhaejugil
meonjeo neol nohajugil gidarineun geonji
yejeongwa dalrajin neoui nunbicheun
ije deo isang sarangi eobseodo naneun gwaenchana

[Jessica] jeomjeom siganeun gago ibeun mareugo
neoreul bogo itneun naui nuneun buranhae
anjeolbujalmothago na seoseongijanha
geudaega ibyeoreul malhaelggabwa

Sarangi ireohkae ([Donghae] Ireohkae ggeuttaereol baraedo)
ggeutmeoril boyeodo ibyeoli eoneusae
([Donghae] Imi eotcholsueobneun)
naege dagawa annyeong
([Donghae] Annyeongirado my girl) insal geonnedo
Ajik naegen ([Donghae] Imi ajikgonnaegen)
( neol naeryeonohneun ge eoryeoungeol jogeumman siganeul jwo

[Hae] naega eobsido geudaen useulso isseodo
[Sica] sarangi imi dahaesseodo
[Hae] gyeolguken ibyeolirado jamsiman naege isseojwo

[HaeSica] Sarangi ireohge ggeutmeoril boyeodo
ibyeori eoneusae naege dagawa
annyeong insal geonnedo ajik naegen neol naeryeonohneun ge
eoryeoungeol jogeumman siganeul jwo

Sarangi ireohge ibyeori eoneusae naege dagawa annyeong insal geonnedo
Ajikeun naegen neomu ganjeolhan dan han saram beoreul noheulsu eobseo

I can’t live without you, My all is in you
I can’t live without you, My all is in you
You

meskipun aku tahu perpisahan ini menjelang (akan tiba)
Karena kamu menyisakanku menahan napas
ketika aku tersenyum tanpa menyadarinya, aku yang kita lewatkan
Meskipun berpura-pura tersenyum tanpa tahu mengapa …
Sejujurnya Aku ingin menangis
Kamu melihat ke mataku
nampak cinta kita berakhir seperti ini
sebelum aku tahu perpisahan ini menjelang
kamu berkata ”selamat tinggal”
meninggalkanmu seperti ini masih sulit bagiku,
ku mohon beri aku sedikit lebih waktu
aku tidak dapat hidup tanpamu,
semua yang ada didalamku adalah kamu

jika aku mengatakan selamat tinggal yang pertama,
kemudian kamu akan menduga bahwa aku meninggalkanmu pertamakali
meskipun di dalam tatapanmu, yang sudah diubah sejak sebelumnya
tidak ada lagi cinta lain, aku baik.
Waktu adalah perlahan melewati / berlalu dan mulut ku berjalan kering
Aku sedang melihatmu dengan cemas
Aku gugup dan mondar-mandir
Aku takut kamu akan mengucapkan selamat tinggal

nampak cinta kita berakhir seperti ini (meskipun kamu mengatakan berakhir seperti ini)
sebelum aku tahu perpisahan ini menjelang (Ini sudah tidak dapat dihindari)
kamu berkata ”selamat tinggal” (kamu mengatakan selamat tinnggal kekasihku)
meninggalkanmu seperti ini masih sulit bagiku, (bagiku ini masih)
ku mohon beri aku sedikit lebih waktu
meskipun tanpaku kamu dapat tersenyum
cintaku telah berlari pergi
akhirnya kamu mengatakan ”selamat tinggal” memberikanku ucapan beberapa waktu

nampak cinta kita berakhir seperti ini (kamu berkata berakhir seperti ini)
sebelum aku tahu perpisahan ini menjelang (Ini sudah tidak dapat dihindari)
kamu berkata ”selamat tinggal”
ku mohon beri aku sedikit lebih waktu
cinta seperti ini

sebelum aku tahu perpisahan ini menjelang (Ini sudah tidak dapat dihindari)
kamu berkata ”selamat tinggal”
aku masih tidak dapat membiarkan pergi seseorang itu
yang sangat berarti bagiku
aku tidak dapat hidup tanpamu, semua yang ada didalamku adalah kamu
aku tidak dapat hidup tanpamu, semua yang ada didalamku adalah kamu

 

Semua yang ada disana menangis terharu. Yoona pun tak dapat menahan air matanya. Sooyoung, Yuri dan Sunny menghampirinya. Mereka berempat berpelukan . Sedangkan Siwon hanya diam melihat keakraban keempat bersahabat itu.

~

Siwon tersenyum setelah berkencan dengan Yoona. Yah bisa dibilang karena Yoona lulus dengan IP yang lumayan bagus, dia pun akhirnya membawa yeoja itu kencan dan memberi sedikit hadiah.

Saat Siwon menekan beberapa kode dan ~Klik . Siwon membuka Apartemennya yang tak ia tiduri tadi malam. Gara-gara Sooyoung memintanya untuk tidur dirumah orang tua mereka, mungkin karena itu hari wisudanya dan dia pastinya meminta Siwon menelpon orang-orang terpercaya seperti contohnya tadi para tata rias itu.

Siwon mengernyit heran saat melihat sebuah sepatu yeoja . “Sooyoung?” panggilnya  mungkin Siwon berpikir itu sepatu Sooyoung.

“Oppa?” yeoja itu mengeluarkan badannya yang membuat Siwon membulatkan matanya. Apakah ia tak salah lihat? Kini dia melihat yeoja yang 2 tahun lalu meninggalkannya.

“E.. eun.. jung?” gagapnya saat melihat Eunjung yang tersenyum membalas kakagetan Siwon. “Oppa?” Siwon masih mematung melihat eunjung . Kini ia melihat yeoja itu yang tersenyum pucat kepadanya.

TBC

 

Maaf banget ya.. saya KUDET banget sama nih FF, jujur mentok abis diotak. Tapi, saya selalu berpikir biar bisa lebih greget, tapi saya malah buat FF lain kaya kemaren . btw, mkasih buat RCL x di FF We Are Visual Family, ntar kalau udah END ada lagi sequelnya #Sequel Mulu, FF ini aja belum Kelar. Dengan judul ‘Holiday’ update aja ya.. itu saya udah kirim FF nya . Cuma nunggu waktu yang tepat saya minta ke ka resty buat dipublish.

Dan saya minta maaf ya kalau FF ini ntar nggak sampai END #NggakTanggungJawab. Kenapa? karena saya harus melakukan sesuatu yang sangat penting dalam hidup saya *Bukan Nikah ya.. umur saya baru 15 tahun. Apalagi saya harus siapin ini dan itu buat melakukan sesuatu yang penting itu. Jadi sekali lagi mohon maaf ya kalau FF ini nggak sampai kelar. Tapi, insyaallah saya usahain.

Apalagi sekarang jaman Piala Konfederasi, mudahan itu juga bisa bantu Coz, selama ini saya tidur selalu jam 3 pagi gara-gara nonton Bola, bahkan kemaren sempat nggak tidur gara-gara nonton Ronaldo dan untungnya FF ini juga selesai gara-gara nonton Ronaldo /                                                                                                                                                                                                                                                                                                     _/\_

Makasih buat Ka resty atau ka Echa karena udah post my FF J Dan buat ka Resty juga aku minta maaf kalau FF ini nggak sampe END, soalnya keadaan yang tak memungkinkan. Tapi, insyaallah aku bakal usahain END kok.. (lanjut dong.. kasian kan sama readers yang selalu mantengin FF ini dari awal tapi malah gada kelanjutannya -v- itu rules YWK sist, lanjut yaaa..)

Sekali lagi maaf ya.. *Bungkuk90derajat

 

 

Tinggalkan komentar

110 Komentar

  1. fira imnida

     /  Juni 20, 2013

    jenjeng o.O konflik sepertinya mau di mulai? *plaak
    next, FIGHTING🙂🙂🙂🙂

    Balas
  2. viera

     /  Juni 21, 2013

    waah keren lanjut thor

    Balas
  3. eunjung ku mohon jgn rusak kebahagiaan Yoonwon..
    siwon oppa jgn terpengaruh ne..* wink
    author jgn berenti tengah jalan itu jadi gantung ff daebak!! jgn berenti di tengah jalan…

    Balas
  4. deti

     /  Juni 21, 2013

    lanjut lanjut… baguuus

    Balas
  5. Yulisa

     /  Juni 21, 2013

    Aduuuhhh…
    Knpa eunjung dtg sih?? Rusuh aj deh…

    Hruss smpae ending doonk…
    Klo gak ntar d.teroorr para readers lohh..hehe *bcanda dehh🙂

    Balas
  6. Eunjung pun muncul di hadapan siwon
    Dan konflik pun akan sgra di mulai
    Lnjut thor~

    Balas
  7. yah oppa ketemu eunjung deh..😦
    thor ff ini pokoknya harus sampe end yah gak boleh gak #maksa

    Balas
  8. ReginaBabyKyuWon

     /  Juni 23, 2013

    Laannjjuutttt..seerruu…

    Balas
  9. Anita harahap

     /  Juni 23, 2013

    Mudah2an siwon oppa gk goyah krn kedatangan eunjung..
    Siwon oppa pilih yoona onnie z yh..

    Balas
  10. Rusyda

     /  Juni 26, 2013

    Yahh, kenapa eunjung dateng..? Bomat, yang penting YoonWon.. Daebak thor..🙂

    Balas
  11. DeerDian407

     /  Juni 27, 2013

    Next donkk eonn

    Balas
  12. dhikaparamitha

     /  Juni 28, 2013

    aduuuuhhhh…
    jangan sampe Siwon jadi luluh trus ninggalin Yoona…
    kasian Yoona…😦

    Balas
  13. ayu dian pratiwi

     /  Februari 5, 2014

    Wah . Konflik nyaa mulai muncul ni

    Balas
  14. Mia

     /  Juli 16, 2014

    Duh gimna dengan yoona ea setelah ni

    Balas
  15. Dahlia GaemGyu

     /  Juli 19, 2014

    kumohon tetaplah bersama yoona,,, aduh,,,

    Balas
  16. So sweet bgt ya lihat keromantisan Yoonwon, meskipun mereka mengidolakan Fans Club berbeda tapi mereka saling mencintai meskipun rasanya agak aneh. O ia keknya Dong Hae ada kemajuan dgn Jessica ya, lalu siapa wanita yg berada di Apartemen Si Won apa itu Eun Jung? Kira2 apa yg akan terjadi ya

    Balas
  17. Dedewjasmin

     /  Oktober 9, 2014

    Wah pastinya tmbh seru nih.kira*siwon mrh engga yah sm mantan pacarnya?

    Balas
  18. Choi Han Ki

     /  November 12, 2014

    Wah eunjung kembali… Dia ada di apartemen siwon kira2 gimana reaksi siwon ?

    Balas
  19. Nanda Wang

     /  Januari 21, 2015

    ige mwoya??
    aigoo eunjung eonnie die saja ah

    Balas
  20. Susi

     /  April 13, 2015

    Yang di khawatirka oleh ku tidak terjadi
    keluarga siwon welcome sama yoona. 😊
    💙💜💚❤💗💓💛💘💘

    Dan yoona baru aja merasakan kebahagiaan karna kelulusan nya,,
    Tapi setelah nya eunjung malah memunculkan diri nya di depan siwon,, duuuh akan gimana ya kelanjutan hubungan yoonwon..😢 #Cemas

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: