[FF] My Silly Engagement (Chapter 7)

My Silly Engagement (Chapter 7)

Image

Author : misskangen ‖ Length : Sequel ‖ Genre : Romance ‖ Rating : General ‖ Main cast : Im Yoona, Choi Siwon ‖ Support cast : Lee Donghae, Seo Joo Hyun, Jung Hyeri (OC), Han Young Ran (OC), Kwon Yuri ‖ Disclaimer : This story is mine instead of the plot and characteristics, but the casts are belong to themselves and god.

 

MY SILLY ENGAGEMENT : CHAPTER 7

 

Byun Baekhyun menghela napas pelan, matanya tak henti melirik ke arah jam 2, ke arah sebuah meja yang diduduki seorang pria sendirian. Baekhyun selalu merasakan aura tak menyenangkan dengan kehadiran orang itu. Baekhyun merasa menjadi mangsa yang sedang di awasi seekor macan, dan mungkin dalam waktu singkat macan itu siap menerkamnya. Dengan ragu ia menyesap bubble teanya dari sedotan plastik, ia memainkan titik-titik air yang menyembul keluar dari dinding gelas minumannya. Tatapan kesal kini ia lemparkan pada seorang gadis yang duduk manis di depannya, yang sedari tadi berceloteh riang dengan segala rencana risetnya yang sama sekali tidak dipahami oleh Baekhyun. Gadis itu adalah alasan mengapa Baekhyun merasa gelisah seperti ini, karena rencana gilanya pula Baekhyun harus berjibaku dengan aura ancaman.

 

“Yoona-yah, kau yakin mau terus berbohong seperti ini?” tanya Baekhyun menghentikan pidato panjang lebar Yoona.

“Berbohong soal apa?”

“Tentu saja soal kau yang memperkenalkanku sebagai kekasihmu kepada tunanganmu. Aku pikir kau sudah membuat kita menjadi santapan lezat singa yang buas.” Jawab Baekhyun lirih.

“Hahaha…” Yoona tergelak dengan kepolosan Baekhyun. “Sepertinya kau ketakutan, Baekhyunnie… kau jangan berlebihan begitu. Tunanganku memang pintar dalam hal mengintimidasi orang, tapi aku yakin dia tidak akan memakanmu.” Ujar Yoona enteng, tapi sukses membuat Baekhyun merengut kesal.

“Benarkah? Lalu bagaimana dengan aksi pengawasannya yang bak singa lapar pada rusa buruannya? Sepertinya kau sudah siap diterkam, kalau aku lebih memilih kabur saja.”

Yoona mengerutkan dahinya, “Rusa? Kau ini kenapa tiba-tiba mengejekku dengan panggilan itu. Apa maksudmu, eoh?” sembur Yoona pedas.

 

Baekhyun lagi-lagi menghela napas, menyadari bahwa ia satu-satunya yang menjadi kelinci buruan di antara singa dan rusa galak. Baekhyun benar-benar pusing kalau menghadapi Yoona yang sudah mengeluarkan tatapan sinis dan untaian kata beracunnya. Baekhyun lebih memilih dihujani omelan pedas dan khotbah panjang lebar dari dosen paling killer di kampusnya daripada harus disiksa terang-terangan oleh sepupunya sendiri.

 

“Jadi kau tidak menyadari sedari tadi diawasi oleh tunanganmu dengan matanya sendiri? Aku saja sudah merinding sejak tadi meliriknya duduk disana,” Baekhyun menggerakkan dagunya ke arah pria yang duduk tidak begitu jauh dari mereka. Yoona menoleh sedikit dan cukup terkejut mendapati Siwon yang duduk tegak dan memandangnya lurus.

 

“Omo! Sejak kapan dia ada disana? Jadi, dari tadi dia melihat kita disini?” gumam Yoona dan mengalihkan pandangannya pada Baekhyun yang membalasnya dengan tatapan ‘kubilang-juga-apa’.

 

Yoona mulai berpikir bagaimana cara menghadapi kejutan yang diberikan Siwon. Pria itu benar-benar sulit diprediksi reaksinya, tiba-tiba saja ia muncul disana dan parahnya ternyata ia memang mengikuti mereka untuk mengawasi gerak-geriknya. Seketika Yoona tersenyum saat dikepalanya muncul ide yang menurutnya cukup cemerlang.

 

Yoona menggeser duduknya lebih rapat ke sisi Baekhyun, sengaja menghadapkan diri kepada Siwon yang berpisah jarak tidak sampai lima meter jauhnya. Pemandangan Yoona dan Baekhyun sangat terekspos di mata Siwon, sama sekali tidak terhalangi oleh pengunjung lain di restoran itu. Baekhyun tentu saja kaget dengan aksi Yoona, ia membulatkan matanya saat memahami apa yang maksud Yoona mendekatinya.

 

“Yak, kau ini ternyata tidak mau membuang kesempatan untuk membuat kita semakin dipandang melakukan hal menjijikkan oleh tunanganmu itu. Kau sudah bosan hidup ya? Kalau aku masih muda, dan aku masih mau menikmati hidupku!” pekik Baekhyun pelan.

 

Yoona hanya memberikan cengiran pada Baekhyun, tapi tatapan mautnya membuat Baekhyun menelan ludah dan tidak bisa berkutik. Yoona melanjutkan aksi gilanya dengan memegang tangan Beakhyun yang ada di atas meja, menggenggamnya dengan tingkat kemesraan yang menurut Baekhyun sungguh menakutkan.

 

Jagiya, kau sungguh tampan hari ini.. terima kasih ya, kau sudah menemaniku jalan-jalan. Aku senaaaang sekali,” suara Yoona terdengar sangat manja, tetapi justru Baekhyun mual mendengarnya. Satu tangan Yoona mengelus kepala Baekhyun yang membuat pria itu merinding di sekujur tubuhnya.

 

Baekhyun menyadari kalau Yoona sedang menunggunya ikut beraksi, jadi ia mulai memaksakan diri untuk melancarkan acting singkat di depan Choi Siwon. “Ne.. Jagiya. Kau juga sangat cantik hari ini. Aku juga senang menemanimu, kemanapun kau ingin pergi.Your wish is my command, baby…” Baekhyun menyentuh pipi Yoona dan menggosok pelan telapak tangannya di atas kulit mulus itu. Kini berganti Yoona yang meringis karena menahan mual di perutnya. Baekhyun memang membuat semua seperti nyata, tetapi bayangan memiliki kekasih seperti sepupunya yang satu itu membuatnya begidik ngeri. Bagaimana tidak, selain sikapnya yang kekanakan, Baekhyun juga kerap kali menjadi objek omelan dan keisengan Yoona.

 

Siwon tampaknya belum menyadari betul situasi di depannya. Ia membelalakkan matanya saat Baekhyun berani menyentuh pipi Yoona dengan begitu lembut. Padahal sebelum ini, Siwon sudah menyangka bahwa Baekhyun hanya seorang tameng bagi Yoona untuk menghindar darinya. Tidak lebih dari sosok pacar yang dipaksa hadir ke hadapannya oleh Yoona.

 

“Berani sekali anak kecil itu menyentuh Yoona-ku…” umpat Siwon pelan dan hanya di dengar oleh telinganya sendiri. Tangannya terkepal menahan gemuruh dalam dadanya. Lagi, ia terbakar rasa cemburu. Setelah kejadian malam ia meninggalkan Yoona di jalan hingga Yoona di antar pulang oleh Baekhyun membuatnya sedikit kalap dan takut. Siwon takut jika ada seseorang yang berusaha menjauhkan Yoona darinya. Entah kenapa ketakutannya akan hal itu semakin menjadi-jadi belakangan ini, saat ia menyadari bahwa Yoona tak juga merespon baik perasaannya dan juga kehadirannya sebagai tunangan. “Jadi, si rusa kecil sudah berani menantangku, eoh? Baiklah Im Yoona sayang, aku akan ikuti permainanmu. Kita lihat siapa yang akan tersenyum lebar di akhir cerita, aku atau kekasihmu itu!” ujar Siwon pada dirinya sendiri.

 

Baekhyun merasa cukup gerah sedari tadi harus ber-acting menjadi kekasih Yoona dan disaksikan dengan tatapan tajam dari tunangan Yoona yang sedang terbakar api cemburu. Baekhyun sudah menilai bahwa dirinya telah berdiri di tepi jurang, dan sebentar lagi seseorang akan memaksanya untuk secara sukarela terjun ke dalamnya.

 

Jagiya,bagaimana kalau kita jalan-jalan lagi. Di Mall ini masih banyak yang bisa kita lihat.” Baekhyun bangkit sambil menggandeng Yoona yang mengangguk mengerti maksud Baekhyun mengajaknya pergi dari tempat itu.

 

Mereka berjalan dengan langkah sedikit cepat, berharap Choi Siwon akan kehilangan penglihatan atas mereka. Tetapi harapan mereka sia-sia, Siwon kali ini bersikap kekanakan dengan terang-terangan mengikuti setiap langkah Baekhyun dan Yoona.

“Aduh! Kenapa ia terus mengikuti kita? Aku sudah lelah harus berperan bodoh seperti ini!” geram Baekhyun berbisik pada Yoona yang tampaknya juga sangat kesal.

“Aku juga tidak tahu. Pria itu sepertinya sudah tidak waras! Dia terus saja menguntitku dengan begitu tololnya. Memangnya dia tidak punya pekerjaan lain?” gerutu Yoona kesal.

“Lebih baik kau tanyakan sendiri padanya!”

“Tidak mau! Kalau aku mendekatinya, maka ia akan menyeretku untuk ikut bersamanya!”

 

Beberapa langkah mereka berjalan menjauh, kemudian Yoona menoleh ke belakang. Ia tidak menemukan lagi sosok Siwon yang mnegikuti mereka. Yoona menghentikan langkahnya, celingukan mencari keberadaan Siwon di sekitar mereka. “Baekhyunnie… Dia sudah tidak mengikuti kita!” pekik Yoona.

“Ah, syukurlah…” ucap Baekhyun lega.

“tapi kemana dia pergi ya? Secepat itukah dia menyerah?” Penasaran Yoona berbalik dan berjalan ke tempat terakhir ia melihat Siwon mengikutinya. Baekhyun mau tak mau mengikuti Yoona dari belakang sambil menggerutu kesal karena Yoona kembali untuk mencari Siwon – orang yang ingin dihindarinya seharian ini.

 

Langkah Yoona mendadak berhenti saat dari kejauhan ia dapat melihat Siwon sedang bersama seorang wanita. Yoona melebarkan matanya, memastikan bahwa wanita yang ada bersama Siwon adalah seseorang yang ia kenali. Yoona mencoba mengingat-ingat seseorang yang pernah dilihatnya, dicocokkan dengan penampilan wanita di sebelah Siwon. Lalu ia menemukan satu sosok menyebalkan dalam ingatannya. Han Young Ran! Wanita bergaya kampungan yang membuatnya muak dan kesal setelah begitu berani menamparnya pada pertemuan pertama mereka di sebuah Cassino.

 

Tak sengaja tatapan mata Yoona bertumbukan dengan mata Siwon. Pria itu tersenyum, lalu seperti dengan sengaja memegang tangan Young Ran yang sedari tadi sudah bertengger manja di lengannya. Siwon berlaku seolah-olah dia merasa senang bersama dengan Young Ran, ia tampak sedang menebar pesona dan merayu wanita itu. Siwon berbalik menyerang Yoona dengan perlakuan manis kepada wanita lain.

 

Yoona menghentakkan satu kakinya ke lantai, wajahnya kini berubah kesal. Baekhyun merasa sangat heran dengan tingkah Yoona, ia mengikuti arah tatapan Yoona lalu mengerutkan dahinya bingung. Baekhyun mencoba memahami situasi, yang tampak pada Yoona adalah bahwa sepupunya itu sedang kesal dan sangat tidak suka dengan pemandangan di depannya.

 

“Yoona, kau baik-baik saja kah? Mengapa wajahmu berubah masam seperti itu?” Yoona tidak menjawab pertanyaan Baekhyun, ia masih sibuk dengan kekesalannya terhadap tingkah Siwon bersama wanita tak jelas itu. Baekhyun menggaruk-garuk kepalanya sendiri, semakin bingung dengan tabiat sepupunya. “Hei, apa kau cemburu pada tunanganmu karena sekarang ia bersama dengan wanita lain? Ayolah… kau bilang kau tidak suka dan ingin membuatnya cemburu, kenapa sekarang justru kau yang jadi kacau begini?”

 

“Oh, diamlah Baekhyun!” Yoona menoleh pada Baekhyun dengan ekspresi galak. Baekhyun terdiam dan hanya bisa menelan ludahnya. “Dari pada aku kesal sendiri, lebih baik sekarang kita pulang!” Yoona menarik lengan Baekhyun yang direpotkan dengan kantongan-kantongan plastik belanjaannya. Dengan begitu antusias, Yoona sengaja memalingkan wajah dan membuang muka saat melewati Siwon.

 

Yoona berdiri dengan tak nyaman tak jauh di depan pintu masuk Mall menunggu kedatangan Baekhyun yang mengambil motornya di tempat parkir. Yoona merasa menjadi tontonan dengan wajahnya yang ditekuk dua belas, dan itu terlihat sangat menyedihkan. Kalau bukan karena kehadiran Young Ran di dekat Siwon, mood Yoona tidak akan rusak separah ini. Tapi benarkah Yoona cemburu pada Siwon? Bukankah ia tidak peduli pada tunangannya itu? Tidak. Tidak. Yoona menggelengkan kepalanya kuat. Pikiran bahwa ia menyukai Siwon dan cemburu padanya benar-benar sulit untuk diterimanya.

 

Baekhyun sampai di depan Yoona berbarengan dengan sebuah sedan mewah milik seseorang yang dikenal Yoona – Siwon. Pria itu keluar dari mobilnya dengan raut wajah datar dan tampak tenang. Ia mendekati Yoona dan tanpa aba-aba memegang erat pergelangan tangan Yoona. “Baekhyun-ssi, aku yang akan mengantarkan Yoona pulang. Terima kasih sudah repot menemani tunanganku seharian ini.”

 

“Hei, siapa yang mau pulang bersamamu, eoh? Aku pergi bersama Baekhyun, jadi harus pulang dengannya juga!” pekik Yoona sambil berusaha melepaskan tangannya dari cengkeraman Siwon. Selain itu ia juga memberikan isyarat mata agar Baekhyun melakukan sesuatu untuk membantunya.

“Siwon-ssi, Yoona benar. Sejak awal ia pergi bersamaku, jadi aku berkewajiban dan juga berhak mengantarkannya pulang.” Butuh keberanian besar bagi Baekhyun untuk mengatakan itu di depan Siwon.

“kau bicara soal hak, Baekhyun-ssi?” Siwon menyeringai penuh ejekan. “Aku rasa aku punya hak yang jauh lebih besar daripada kau. Jangan lupa, kalau aku adalah calon suami Yoona – wanita yang sedang kau kencani ini.” Siwon menoleh menatap Yoona. “Dan kau Im Yoona, segera masuk ke mobil dan jangan membantahku kali ini.”

 

Siwon menyeret Yoona menuju mobilnya, membukakan pintu bagian depan dan medudukkan Yoona di kursi penumpang. “Berhati-hatilah di jalan, Baekhyun-ssi.” Pamit Siwon dan berlari kecil menuju kursi kemudi.

 

Yoona menatap Siwon penuh kekesalan di dalam mobil, sesekali ia mengumpat pelan – begitu pelan seperti berbisik – dan Siwon tak bisa mendengarnya dengan jelas. “Mengapa kau menatapku seperti itu, apa aku terlalu tampan? Dan kalau kau ingin memakiku tidak perlu berbisik-bisik seperti itu.” Ujar Siwon yang masih fokus menatap lurus sambil mengemudi.

“Aku heran padamu, Oppa. Sebenarnya apa maumu? Kau mengikuti atau sedang berkencan dengan wanita kampungan itu?” tanya Yoona sinis. Siwon tergelak, tak sanggup lagi menahan senyumannya.

“Wanita kampungan? Maksudmu Han Young Ran?  Bisa dibilang begitu… aku rasa dia tidak buruk.”

“Cih, seleramu aneh! Wanita itu sama sekali tidak ada istimewanya menurutku. Apalagi tingkahnya itu, euh!! Menyebalkan sekali…” gerutu Yoona sambil begidik jijik.

 

“Jadi kau cemburu pada Young Ran?” tanya Siwon to the point. Yoona terdiam, mati kutu. Ingin sekali rasanya Yoona melempar Siwon dengan sesuatu tepat di kepalanya. “Ternyata benar kau cemburu… ah, aku tidak menyangka ternyata kau bisa juga mencemburuiku.”

“Tidak! Aku tidak cemburu. Untuk apa aku cemburu padamu. Aku kan sudah punya pacar!” Berbohong lagi adalah strategi paling tepat untuk saat ini, itulah yang dipikirkan Yoona.

 

“Oh, jadi kau menyukai tipe pria kekanakan seperti Baekhyun itu? Lucu sekali…”

“Mwo? Kata siapa tipe pria yang kusukai seperti itu? Aku menyukai pria yang manis, penyayang, dan tentunya tidak suka memaksa sepertimu!” umpat Yoona skeptis. Tiba-tiba senyuman Siwon menghilang dari wajahnya.

“Jadi kau punya kekasih lainnya disamping Baekhyun?” suara Siwon terdengar begitu dingin. Yoona pun membeku. Jelas tadi ia membayangkan Lee Donghae sebagai tipe pria idamannya.

“Entahlah…”

 

ΩΩΩ

“Jadi kau menyeret kami kesini hanya untuk melihat pria pujaanmu itu?!” omel Seohyun diikuti anggukan kepala Hyeri. Keduanya merasa telah tertipu oleh rayuan manis Yoona yang mengajak mereka menghadiri seminar praktisi hukum di Fakultas Hukum – bukan Fakultas tempat mereka kuliah. Yoona tersenyum singkat, lalu bersikap seolah tak terjadi sesuatu. “Ih menyebalkan sekali. Aku pikir kau benar-benar ingin tahu soal hukum, ternyata hanya untuk memandangi si narasumber.” Lanjut Seohyun.

 

“Hah… aku sama sekali tidak mengerti apa yang mereka bicarakan di seminar ini. Dan aku tidak peduli. Aku hanya ingin melihat wajah serius Donghae Oppa sewaktu memberikan ceramahnya soal hukum.” Yoona bahkan tidak menoleh pada kedua teman yang duduk disamping kanan dan kirinya. Matanya hanya fokus pada Lee Donghae yang memberikan berbagai materi kuliah umum dalam seminar itu. Donghae sengaja diundang menjadi narasumber sebagai praktisi hukum untuk mengisi acara tersebut. Yoona yang telah diberitahu Donghae sebelumnya langsung berinisiatif mengajak Seohyun dan Hyeri untuk menghadiri seminar yang sama sekali tidak mereka mengerti arah pembicaraannya.

 

Hyeri mendesah pelan, tidak heran dengan kelakuan naif Yoona. “Kau bilang ingin melihat-lihat pria-pria atau mahasiswa keren di kampus hukum. Kenyataanya kita terjebak dalam topik pembicaraan dengan tingkat roaming tinggi yang sama sekali tak bisa kutangkap sinyalnya.” celetuk Hyeri, tapi diselingi tawa tertahan Seohyun.

“aku tidak bohong. Kau lihat di depan sana, bukankah pria yang sedang berbicara itu sungguh tampan dan keren?” Yoona masih saja terbuai pada pesona seorang Lee Donghae. Seohyun dan Hyeri serentak menepuk kening mereka.

 

“ya, aku akui Lee Donghae-ssi adalah pria yang tampan, mempesona, dan senyumanya bisa melelehkan baja sekalipun. Tapi ingat Yoong, kau sudah punya tunangan!” Seohyun mengingatkan Yoona soal Siwon.

Yoona mengibas-ngibaskan tangannya di depan wajah Seohyun tanpa melihat ke arahnya. “Ah jangan khawatir, Siwon Oppa sedang dinas ke luar negeri selama seminggu ini. Kau tenang saja, aku sedang menikmati kebebasan melakukan apa saja tanpa interupsi tak penting darinya.” Ucap Yoona enteng. Sedangkan Seohyun hanya menganga mendengar kata-kata Yoona.

 

Selesai seminar itu, Yoona kembali memaksa kedua temannya mengikuti kemana ia berjalan. Mereka terkesiap saat tahu bahwa Yoona membawa mereka kembali menemui Lee Donghae, tepat di parkiran fakultas hukum di depan mobil pria itu.

“Yoong, kau datang..” sapa Donghae begitu melihat Yoona dan kedua temannya datang menghampiri.

“Tentu saja, aku kan sudah berjanji padamu, Oppa.” Yoona tersenyum lebar, tetapi kedua temannya hanya memberikan cengiran terpaksa. “Oppa, kita jadi pergi kan?”

“Ne… masuklah,” Donghae membukakan pintu mobilnya dan mempersilahkan Yoona masuk.

 

“kau mau pergi kemana, Yoona? Bagaimana dengan kami?” tanya Hyeri penasaran.

Yoona menghentikan langkahnya sejenak sebelum memasuki mobil Donghae, “aku ada janji dengan Donghae Oppa. Maafkan aku kalau ini sangat tiba-tiba. Kalian bisa kembali ke kampus sendiri kan?” Seohyun dan Hyeri terpaksa mengangguk, setelah melihat isyarat dari mata Yoona. “baiklah, kalau begitu aku pergi dulu. Bye!

 

Mobil Donghae melaju pelan meninggalkan tempat parkir dan juga meninggalkan dua gadis yang berdiri diam sambil berpandangan pasrah.

“Kau lihat, Hyeri. Teman kita yang satu itu nekat selingkuh terang-terangan. Walaupun ia tidak pernah memandang Choi Siwon dan ia juga sangat menyukai Lee Donghae, bukan berarti ia bisa seenaknya mendua seperti itu kan?” ujar Seohyun.

“Ya, kau benar Seohyun-ah. Tapi kupikir kedua pria itu sama sekali tidak tahu bahwa Yoona sedang mempermainkan mereka.” Hyeri menghela napas berat membayangkan nasib temannya. Seohyun terkesiap, ia menangkap dengan jelas maksud perkataan Hyeri soal kelanjutan hubungan Yoona kedepannya.

It’s bad! Really..really bad!!” pekik keduanya berbarengan.

 

ΩΩΩ

 

“Wah.. Oppa, kau tadi terlihat hebat sekali! Kau tahu banyak sekali mahasiswi yang terpukau melihatmu. Aku rasa mereka bukannya mendengar ceramahmu, tetapi hanya memandangimu dan terpesona padamu.” Celetuk Yoona sambil menyendokkan es krim stroberi ke dalam mulutnya. Sekarang Yoona dan Donghae sedang duduk berhadapan di sebuah café sambil menikmati sajian es krim spesial, sesuai permintaan Yoona.

 

Donghae tergelak, lalu mengacak rambut Yoona pelan. “Benarkah? Lalu bagaimana denganmu, apa kau juga terpesona padaku seperti halnya mereka?” goda Donghae membuat Yoona tersipu malu.

“Yah… sepertinya begitu.”

“Wow, jadi seorang Lee Donghae bisa membuat Im Yoona terpesona dan juga meleleh seperti cokelat atau seperti es krim ini?” tunjuk Donghae pada mangkuk es krimnya.

“kalau itu sih… sudah dari dulu, Oppa.” Ceplos Yoona tak sadar.

“Mwo? Kau serius. Jadi sudah lama aku membuatmu tergoda?”

Hening. Yoona baru menyadari kalau dia sudah salah ucap. Matanya kemudian nyalang menghindari tatapan Donghae yang terasa menusuknya dengan panah penasaran. “Mmm… itu.. yah, siapapun wanita normal pasti akan terpesona padamu, Oppa. Bukan hanya aku.” Yoona berdalih pasrah.

 

“Tapi aku sedang bertanya tentang dirimu, Im Yoona.” Seketika Donghae berubah serius. “kalau memang sejak lama kau sudah memperhatikan aku, itu artinya kita sama.” Suara Donghae terdengar lembut namun tegas.

“Apa maksudmu, Oppa?”

“Sejak dulu… aku sudah menyukaimu. Hanya saja aku tidak berani untuk mengungkapkannya karena aku rasa saatnya belum tepat.” Ungkap Donghae penuh keseriusan. “tapi sekarang, aku sudah meyakini diriku bahwa aku tidak ingin membuang lagi kesempatan untuk mengungkapkan semuanya kepadamu. Jadi, bila kau memiliki rasa yang sama, maukah kau menerimaku sebagai kekasihmu?”

 

Yoona terperangah, ia tak menyangka Donghae akan menyatakan perasaannya saat itu. Hatinya berjingkrak bahagia, bahwa ternyata selama ini rasa sukanya bukan sekedar pepesan kosong, bahwa selama ini Donghae juga memiliki rasa yang sama dengannya. Yoona ingin sekali berteriak kepada dunia bahwa ia merasa sangat senang pada momen itu. Namun sesuatu menahannya untuk berbicara, mengeluarkan suaranya dan menjawab Donghae. Sekelebat bayangan muncul di kepalanya. Siwon. Wajah pria itu muncul begitu saja di pikirannya. Memaksanya untuk mempertimbangkan banyak hal, tidak hanya untuk Donghae dan Siwon tapi juga untuk dirinya sendiri.

 

Yoona tak pernah sebimbang ini soal perasaannya. Selama ini ia selalu menyebut-nyebut Donghae sebagai pria idamannya, kepada sahabatnya dan kepada Yuri, kakaknya. Tapi bagaimana saat begitu banyak orang yang mengetahui fakta bahwa nantinya semua ini tidak akan mudah untuk dijalani bersama Donghae? Apalagi Donghae tidak tahu soal status Yoona yang sudah bertunangan.

 

“Oppa, aku… tidak bisa menjawab sekarang.” Beberapa kali Yoona berdehem, menghilangkan kegugupannya. “Aku memang menyukaimu, tetapi untuk menjadi kekasihmu itu… aku harus memikirkannya lagi.”

“Kenapa? Apa kau sudah mempunyai kekasih?”

Bergantian Yoona memegang kening dan tengkuknya. Ia sangat bingung bagaimana menjawab pertanyaan Donghae yang satu itu. “Tidak. Aku tidak punya kekasih.” Sergah Yoona sambil menggigit bibir bawahnya. Tapi aku memiliki tunangan, jerit Yoona dalam hati.

“Lalu dimana letak keraguanmu menerimaku?” tanya Donghae dengan berat hati.

“Aku juga tidak tahu. Aku hanya butuh waktu. Kau bisa menerimanya kan, Oppa? Aku berjanji akan memberimu jawaban. Paling lama setelah aku kembali dari penelitianku di Pulau Nami. Bagaimana?”

 

Donghae menghelas napas, tidak bisa dipungkiri bahwa ia kecewa. Hatinya yang berbunga-bunga dalam satu menit berbalik menjadi penuh tanya dan penasaran. Ia sangat ingin tahu jawaban Yoona, tetapi gadis itu sepertinya kesulitan sendiri membuat keputusan. “Jujur kau sudah merusak moodku, Yoong. Tapi mau bagaimana lagi, aku akan menunggu jawabanmu. Semoga itu tidak akan lama.” Ujar Donghae lemas.

 

“Mianhae… Oppa.” Sesal Yoona.

 

ΩΩΩ

Siwon menepuk bahu Donghae yang sedang termenung memandang keluar melalui jendela kaca ruangannya. Cangkir kopinya nyaris terlepas dari tangan Donghae karena kaget dengan kedatangan temannya itu.

“Apa yang membuatmu melamun di senja hari sambil menunggu matahari terbenam, eoh?” tegur Siwon. Pria itu langsung memposisikan dirinya duduk di sofa empuk yang ada di ruang kerja Donghae.

 

“Aku tidak sedang melamun, Siwon-ah.” Donghae meletakkan cangkir kopinya di atas meja, kemudia bersedekap menatap lurus ke arah Siwon. “Kau sudah pulang? Kau bilang akan berada di New York selama seminggu.”

“Kalau pekerjaanku bisa selesai lebih cepat, kenapa harus berlama-lama disana? Lagipula aku sudah merindukan Korea, jadi aku langsung pulang.”

 

“Kau merindukan Korea?” Donghae menyeringai. “Kau berbicara seolah-olah kau sudah pergi bertahun-tahun meninggalkan negara ini. Kau merindukan Korea atau seseorang yang ada di Korea? Aku tahu kau merindukanku, sehingga kau menemuiku begitu kau kembali.”

 

“Hoh, percaya diri sekali kau! Untuk apa aku merindukanmu.”

“Ah, aku lupa. Kau sekarang sudah punya wanita yang ingin selalu kau rindukan. Beruntung sekali kau ini.” Mendengar kalimat Donghae, Siwon bangkit dari duduknya dan mendekati pria itu.

 

“Ada apa denganmu? Aku tak pernah mendengarmu berbicara dengan nada sarkasme seperti itu. Kau seperti orang yang sedang patah hati saja. Atau jangan-jangan kau baru saja ditolak seorang gadis? C’mon Hae… kau jangan menyerah begitu saja. Berjuanglah!” Siwon memegang kedua bahu Donghae, memberinya semangat.

 

“Aku belum resmi ditolak. Hanya saja dia masih menggantung nasibku.” Gerutuan Donghae disambut Siwon dengan satu alis terangkat. “Kau tahu, ia bilang juga menyukaiku. Tapi ia tidak bisa menerimaku menjadi kekasihnya. Apa sebenarnya yang dia inginkan? Aku tidak mengerti.”

 

“Mungkin dia punya pertimbangan lain. Misalnya ia juga menyukai pria lain, atau dia sudah punya kekasih atau parahnya mungkin sudah punya suami?” Siwon memegang dagunya dan sedikit berpikir untuk mencari solusi masalah sahabatnya itu. “Terpaksa kau harus memaksanya memberimu jawaban secepat mungkin!”

 

“Tidak. Aku tidak akan memaksanya, Siwon-ah. Aku tidak ingin memaksakan kehendak pada wanita yang kusukai, aku takut jika aku melakukannya maka ia akan lari dariku.” Donghae menggeleng pelan.

 

Aku menyukai pria yang manis, penyayang, dan tentunya tidak suka memaksa sepertimu! Telinga Siwon terngiang-ngiang ucapan Yoona terakhir kali mereka berdebat di dalam mobil. Perkataan Donghae barusan juga membuatnya khawatir, bahwa semuanya benar dan seseorang itu akan lari jika ia terlalu memaksa.

 

“Hae-ah, aku jadi penasaran dengan wanitamu itu. Kapan-kapan kenalkan dia padaku.”

“Pasti. Itupun jika ia bersedia untuk bersamaku.”

 

ΩΩΩ

Sudah sepuluh menit Yoona memandangi ponselnya. Ia masih belum dapat memutuskan apa yang akan dilakukannya pada ponsel itu. Ia ingin sekali menggunakannya saat ini untuk memberitahu jawabannya kepada Donghae. Tetapi sejujurnya Yoona ragu untuk melakukannya, bahkan ia ragu untuk mengambil keputusan.

 

Yoona menyadari bahwa keputusan menerima Donghae sebagai kekasih jelas akan memiliki batu sandungan besar berupa statusnya yang masih disembunyikan dari pengacara itu. Bila saja Donghae tahu bahwa ia memiliki pria lain yang terikat dalam satu perjanjian pra nikah, tentunya pria itu akan berpikir ulang untuk meminta Yoona menjadi kekasihnya.

 

Yoona sangat bahagia dan punya hasrat besar untuk menyambut uluran perasaan Donghae, tapi Siwon bukanlah seseorang yang mudah disingkarkan untuk saat ini. Tanpa disadari olehnya, Siwon selalu muncul di kepalanya, bahkan pada saat-saat dimana ia bersama orang yang disukainya. Siwon sedikit demi sedikit mulai menguasai pikirannya dan merambat memasuki hatinya. Yoona saja yang begitu kekeuh ingin menolak semua tarikan magnet yang dimunculkan Siwon di hidupnya.

 

Yoona mengotak-atik ponselnya, menuliskan pesan yang berisi ungkapan hatinya. Dipikirannya terbayang dua wajah Siwon dan Donghae, dan dihatinya terukir dua nama yang sama. Tetapi ia tidak bisa memilih – sulit untuk memilih.

Satu sentuhan jarinya di layar ponsel mengirimkan satu pesan kepada seseorang. Yoona tersentak saat membaca laporan pesan terkirim. Segera ia membuka pesan yang dikirimnya tadi dan matanya terbelalak kaget.

 

To: My Silly Fiance

Oppa, maafkan aku. Aku merindukanmu. Dan aku juga mencintaimu. ^^

 

“Omo! My Silly Fiance!!!” teriak Yoona, memekik dengan nada tinggi. “Eothokke… Aku salah kirim pesan!! Mati aku!!” Yoona membuka-buka semua aplikasi secara random, berharap menemukan sesuatu yang bisa membatalkan pengiriman pesan itu. Tapi semua sia-sia, pesan itu terlanjur sampai kepada si penerima sesuai dengan nama yang tertera di ponselnya.

 

Yoona mendesah lemas, pasrah dengan kejadian yang akan terjadi selanjutnya. “Kalau seperti ini ia pasti akan salah sangka.  Huaaaa… bagaimana ini?!!” Yoona meremas rambutnya, frustasi. Ia tidak tahu persiapan apa yang akan dibuatnya untuk menghadapi Siwon setelah ini.

 

Ponselnya berdering. Yoona menoleh dan kali ini lututnya lemas melihat ID si penelpon. Sudah ia duga kalau Siwon akan segera meneleponnya setelah satu pesan tak masuk akal tadi. Yoona menelan salivanya dengan susah payah sebelum menjawab panggilan itu.

“Yeoboseyo…”

Jagiya, kau baik-baik saja? Pesan itu kau serius mengirimnya?” suara Siwon terdengar antusias di seberang sana.

“Ah Oppa, pesan itu…”

“Aku juga merindukanmu. Sangat merindukanmu. Dan aku tak menyangka kau juga mencintaiku.”Siwon langsung memotong kalimat Yoona sebelum ia sempat memberikan pembelaan diri. Yoona meringis, menepuk keningnya pasrah.

“Oppa…”

“Ne, Jagiya. Kalau kau sangat merindukanku, sekarang bukalah pintu rumahmu. Aku punya kejutan untukmu.”

“Kejutan apa?? Bukankah Oppa masih berada diluar negeri?”

“Sudahlah… kau buka saja pintunya sekarang dan kau akan mendapatkan jawabannya.” Belum sempat Yoona berbicara lagi, Siwon sudah menutup teleponnya.

 

Tanpa ba-bi-bu lagi Yoona segera berlari keluar dari kamarnya, menuruni tangga rumah dengan terburu-buru dan melewati tatapan aneh ayah dan ibunya yang saling tatap tak mengerti dengan tingkah putri mereka. Yoona buru-buru membuka pintu dan ia pun mendapati jawaban kejutan seperti yang dikatakan Siwon sebelumnya.

 

To Be Continue…

Hello everybody… sejujurnya aku sudah sangat malas melanjutkan cerita ini, tapi mau bagaimana lagi sudah menjadi tanggung jawab untuk menyelesaikannya. Bukan hanya karena males ngetiknya, tapi juga susah dapatin ide untuk melanjutkan cerita. Mungkin readers ada yang kecewa karena ff ini terlalu lama masa hibernasinya. Atau mungkin ada yang memang nungguin, jadi kesal karena ga muncul juga. Oleh karena itu, aku selaku penulisnya meminta maaf kepada kawan-kawan semua. Doakan saja semoga aku jadi rajin ngetik, dan dapat ide bagus jadi ceritanya bisa terus lanjut. And… jangan lupa komentar, kririk, dan saran dari readers tetap ditunggu… ^^

Tinggalkan komentar

160 Komentar

  1. Cinta Segita.. Masih bertahan sama ni FF, Kerenn deh pokoknya😀❤

    Balas
  2. yoona makin terikat dengan siwon gara2 salah kirim.kejutan apa ya kira2? jangan sampe siwon datang sambil bwa donghe buat pamerin tunangannya.makin bingung kaya’y ntar yoona’y.keep writing y author. . .

    Balas
  3. Siapa yg akan di pilih yoona??? Penasaran nih …lanjuut

    Balas
  4. yoong407

     /  Januari 2, 2015

    Wah yoona lg dilema kekeke, lucu deh ngliat sikan yoonwon hehe… Tetep smgt bikin ffnya unn

    Balas
  5. Novi

     /  Februari 12, 2015

    Omoo…
    Cinta segitiganya udah mulai neh…
    Hehehe..lnjut thor…

    Balas
  6. Zhahra

     /  Maret 25, 2015

    Kejutan apa itu…?
    Jngan sampai yoona unni menerima donghae oppa…
    Gag rela aku..klau yoona unni sma hae oppa…

    Balas
  7. jessica natasya

     /  Juli 9, 2015

    Ckckck… Yoona terbakar api cmburunya sndri. Slh krm pesan/emg dah niat ? Yoona terlalu tinggi gengsinya. Kejutan apa ya yg d ksh Siwon? Jd gk sabar bc part slnjutnya. Keep writing author!!! Smoga mendapatkan ide2 yg fantastic, dan menciptakan ff yg very great

    Balas
  8. My labila

     /  April 9, 2016

    itu pesan pasti buat donghae tuh. kasihan baekhyun jadi korban. buru-buru komentar mumpung sinyalnya lagi gak error.

    Balas
  9. Astaga donghae km katakan cinta ma tunangan sahabat mu sendiri. Gnn klo siwon tau nanti¿

    Lanjut baca!

    Balas
  10. AuliaYW

     /  Juli 13, 2016

    Huh Yoona eonni & Donghae oppa udh sami2 tau tntng prsaan mrka 1 sami laen jgn smpe Yoona eonni nrma Donghae oppa..
    Untungny tu pesan terkrimny ke Siwon oppa…

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: