[Ficlet] The Last Present

JUDUL: The Last Present

Type: Ficlet

Chapter:-

Author: yoonwonfp

Genre: romance, sad

Rating: PG(15+)

Main cast: Choi Siwon, Im Yoona

Disclaimer: Guys, ini ficlet pertamaku.. hehe.. Ini FF sepenuhnya adalah ideku yang muncul tiba-tiba.Alias iseng..Jadi maaf kalau sedikit tidak jelas^^ soalnya aku kebut dalam sekitar 2-3 jam aja. hehe…N anggap aja ini ff perpisahan dariku. Soalnya aku ga bkl bkn ff dalam waktu deket.. Alias HIATUS..  Kecuali buat yang iseng2 kaya gn aja…

 Thx y buat admin^^..(my pleasure)  Enjoy y Guys^^.. Semoga kalian suka…

 

“I love you, and I will love you until I die, and if there is life after that, I’ll love you then.”

“Aku mencintaimu, dan akan terus mencintaimu sampai aku mati, dan jikalau ada kehidupan setelah itu, aku akan terus mencintaimu.”

(Choi Siwon)

“Our body and soul can be separated by place and time. But your name and your love will always live in my heart..”

“Jiwa dan raga kita bisa saja terpisah antara ruang dan waktu, tapi nama mu & cintamu tetap hidup di hatiku”

(Im Yoona)

Suasana rumah sakit pagi itu tampak sangat menegangkan. Seorang dokter dan beberapa perawat tampak berlari tergesa-gesa sambil mendorong sebuah ranjang pasien di mengitari lobi rumah sakit ini menuju sebuah ruangan operasi. Di ranjang itu terlihat jelas seorang wanita yang tengah kehilangan kesadarannya. Ranjang pasien itu dipenuhi oleh lumuran darah.

“Air ketubannya sudah pecah saat di mobil ambulans!!”Teriak seorang suster berusaha menjelaskan keadaan pasiennya pada dokter.

“Gawat dokter! Detak jantung bayinya tidak bisa terdeteksi!”Teriak seorang suster lagi dengan panik.

“Bagaimana kondisi ibunya?”Tanya sang dokter yang juga terus berlari ke arah ruang operasi dan memegangi pinggir tempat tidur pasiennya.

“Detak jantung ibunya juga lemah. Pendarahannya juga belum bisa dihentikan!”Jawab seorang suster dengan wajah khawatir.

Seorang wanita paruh baya yang ada di sampingnya tak henti-hantinya menangis dan terus menggegam tangan menantunya. Wajah dokter itu tampak berkeringat saat dia berusaha mengerahkan seluruh tenaganya berusaha menyelamatkan wanita  itu.

“Cepat siapkan ruang operasi sekarang!”Teriak dokter sambil terus berlari secepat mungkin dengan wajah khawatir.

“Dokter, saya mohon selamatkan menantu saya dan cucu saya! Saya mohon…”Ujar seorang wanita paruh baya yang kini menggenggam tangan dokter itu sambil menangis.

“Kami akan berusaha semampu kami. Kami harus pergi sekarang..”

Dokter dan suster-suster tersebut bergegas mendorong ranjang itu memasuki ruang operasi. Wanita paruh baya ini tampak menghentikan langkahnya tepat di depan pintu yang kini telah tertutup rapat. Dia menghapus air matanya dengan tangannya daan menutup matanya sejenak.

“Tuhan.. Aku mohon padamu, tolong jangan mengambil Yoona dariku. Tolong biarkan dia tetap bersamaku. Kepergian anakku sudah membuat hidupku kesepian. Jika kau mengambil Yoona juga, lebih baik aku mati. Tolong kau jaga Yoona dan anaknya.. Berilah Yoona kekuatan supaya dia bisa melahirkan anaknya dengan selamat..” Doa wanita itu dengan penuh harap.

“Siwon-ah, Ini adalah permohonan Eomma yang terakhir padamu. Eomma berjanji setelah ini Eomma akan merelakan kepergianmu sayang. Eomma mohon..”Lirih wanita itu sembari membelai foto anaknya yang kini ada di tangannya..”

***

Di sebuah taman, tampak seorang yeoja cantik duduk seorang diri di sebuah bangku. Kedua matanya terus memperhatikan pemandangan yang begitu indah di sekelilingnya. Bunga-bunga yang berwarna-warni, daun-daun hijau yang berjatuhan, serta burung-burung yang berterbangan memberikan keindahan bagi musim semi kali ini. Perlahan, yeoja cantik ini menutup kedua matanya yang terlihat sembab.  Perasaan sedih, takut, dan kecewa dia rasakan untuk kesekian kalinya kini melandanya lagi. Dia menghembuskan nafasnya perlahan sembari menahan air matanya agar berhenti mengalir dari kedua matanya. Nampaknya seindah apapun pemandangan saat ini, tak akan mampu mengisi kekosongan di hatinnya.

“Yoona-ah….”

Suara seseorang yang memanggilnya tak ia hiraukan. Yeoja ini tetap enggan membuka matanya. Mendengar suara lembut yang terdengar merdu di telinganya, membuat yeoja ini semakin terisak. Dia tidak berani membuka matanya. Dia takut dia akan kecewa jikalau tak menemukan sosok yang amat dia rindukan, sosok yang selalu memberikannya cinta. Dan, kehilangan sosok itulah yang terus membuatnya menjadi kosong seperti hari ini.

“Yoona-ah…”

Terdengar suara itu lagi dengan lebih jelas. Seorang pria tampak tersenyum memandang wanita yang ada di hadapannya. Wanita yang terus menangisi kepergiannya. Perlahan dia berjongkok di depan wanita ini dan mengambil tangannya. Dia menggenggam tangan yeoja itu erat dan menciumnya lembut. Ciuman yang terakhir yang akan dia berikan. Dia menangkup wajah wanita yang masih enggan menatapnya. Dia menghapus jejak-jejak air mata yang membekas di wajah cantik yeoja itu.

“Uljimma…”Ujar Siwon pelan yang juga masih berusaha menahan tangisnya. Dia tidak sanggup berpisah dengan wanita cantik yang ada di hadapannya ini. Wanita yang mengisi hatinya selama bertahun-tahun. Wanita yang selalu memberinya kebahagiaan. Wanita yang selalu menjadi prioritas dalam hidupnya.

Melihat Yoona yang makin terisak, membuat air mata yang sedari tadi Siwon tahan juga mengalir dipipinya. Inilah hal yang dari dulu paling ditakutkannya, melihat Yoona menangis. Melihat sosok Yoona menangis selalu membuat pertahanannya runtuh. Dia selalu merasa menjadi pria yang paling gagal jika sudah melihat Yoona menderita seperti ini. Tapi, dia tidak bisa berbuat apa-apa. Takdir sudah membuat mereka berpisah di dunia. Yah, hanya di dunia, tapi tidak di hati mereka. Mereka bahkan tidak pernah sanggup melepaskan satu sama lain.

“Yeobo, tatap aku…”Kata Siwon pelan.

Siwon berbicara dengan nada lembut. Yoona tetap enggan membuka matanya. Dia terlalu takut untuk membuka matanya. Dia tidak sanggup melihat wajah lelaki yang dia rindukan. Mendengar suaranya saja sudah membuatnya terisak. Apalagi jika dia melihat wajahnya,, dia tidak sanggup. Hatinya sudah terlalu sakit.

“Yeobo, aku mohon buka matamu dan tatap aku. Ini adalah terakhir kalinya aku bertemu denganmu…”

Perlahan Yoona mulai membuka matanya dan menatap kea rah seseorang yang terlalu dirindukannya. Dia menutup mulutnya tak percaya ketika melihat wajah Siwon. Dia membelai wajah itu dengan lembut. Bagaikan permata yang terlalu rapuh, dia terus menelusuri wajah itu satu per satu. Mulai dari mata, hidung, mulut, dan telinga pria yang telah menjadi suaminya itu. Dia tidak peduli berapa banyak air mata yang mengalir di wajahnaya. Yang dia inginkan saat ini adalah merekam wajah tampan dan bersinar ini dalam ingatannya untuk terakhir kalinya.

Siwon membiarkan wajahnya terus menerima sentuhan dari istri yang amat dia rindukan. Dia juga terus memperhatikan wajah Yoona yang amat rapuh. Dia juga membelai wajah itu dengan sayang.

“Bogoshippo…”Kata Siwon dengan lembut sambil terus membelai wajah Yoona.

“Yoona-ah, aku mau kau berjanji satu hal padaku sebelum aku pergi…”Ujar Siwon yang kini menggemgam tangan Yoona erat.

“Aku mau kau hidup dengan baik mulai sekarang. Kau jangan menyiksa dirimu lagi. Aku mohon…Ini adalah permohonan terakhirku…”Ujar Siwon sambil menangis dan mencium tangan Yoona dengan sayang. Dia memperhatikan cincicn emas yang terletak di jari manis istrinya, sama persis dengan yang dimilikinya. Dia mengusp cicncin itu dengan lembut.

“Aku tidak bisa… Aku tidak mau kau pergi lagi.. Aku tidak bisa melepasmu.. Aku mohon kau jangan pergi.. Aku mohon jangan tinggalkan aku lagi…”Yoona kini membuka suaranya. Dia menggenggam tangan Siwon dengan erat seolah tidak mau melepaskannya. Dia mengeluarkan seluruh isi hatinya.

“Yeobo… Aku tidak mungkin bersamamu. Ingat, aku sudah seharusnya pergi. Tuhan sudah memanggilku untuk pulang.”

“Kalau kau pergi, aku mau ikut denganmu. Aku tidak sanggup tinggal dibumi tanpamu. Aku mohon…”

“Yeobo, kau tidak mungkin ikut denganku. Tugasmu belum selesai sayang..”

“Tugas apa?”

“Tugasmu yaitu melahirkan anak kita dan membesarkannya..Kata Siwon sambil mengalihkan pandangannya pada perut Yoona yang tengah membesar.

“Tapi, Aku merindukanmu Yeobo…Aku tidak mungkin bisa melupakanmu..”

“Yoona-ah, kau tidak akan pernah bisa melupakanku. Ingatlah, bagian dari hidupmu adalah diriku. Anak ini adalah bagian dari darahku. Aku tidak ingin kau melupakanku. Justru aku ingin kau kelak menyalurkan seluruh cintamu padaku untuknya, untuk Siwon kecil kita…”Ujar Siwon yang kini membelai perut Yoona dengan sayang.

Yoona tersenyum sendu melihat Siwon yang membelai perutnya. Perasaan nyaman hadir di dalam perutnya. Dia yakin, anaknya pasti tahu ayahnya tengah menyapanya. Ayah yang menyapanya beberapa bulan lalu. Ayah yang selalu menyalurkan kasih sayangnya beberapa bulan lalu. Yah, semuanya terjadi beberapa bulan lalu. Kejadian kecelakaan yang menimpa Siwon telah memebuat Yoona dan bayinya kini tak bisa lagi merasakan kehangatan Siwon.

“Yeobo, kau harus menjaganya dengan baik. Ingatlah, dia adalah bagian dari diriku. Rawatlah dan didiklah dia dengan baik…”Ujar Siwon yang kini berdiri di hadapan Yoona.

“Tapi… Rasanya aku tidak kuat.. Aku hanya ingin kau menyelamatkannya…Aku tidak kuat.. Rasanya terlalu sakit… Kau tahu itu kan?”Tanya Yoona yang kini juga berdiri dari bangkunya.

“Kau jangan takut.. Aku yakin kau pasti kuat. Kau adalah Im Yoona, istriku yang paling kuat. Aku berjanji aku akan menemanimu dan memberimu kekuatan saat kau melahirkan Siwon kecil kita..Dia akan lahir dengan selamat. Begitu juga denganmu…Aku berjanji padamu…”Ujar Siwon menghapus air mata Yoona.

“Menemani? Bagaimana caranya? Bukankah ini terakhir kalinya kau menemuiku…”Tanya Yoona menatap Siwon bingung.

“Aku akan menemanimu selalu di hatimu…Ingatlah, aku tidak pernah meninggalkanmu. Sedetikpun tidak…”Siwon mencium kening Yoona dengan bibirnya yang lembut. Dia berusaha memberi Yoona ketenangan.

“Yeobo, Ingat pesanku, kau harus hidup dengan baik. Dan, ingat kau harus menjaga Siwon kecil kita. Ini adalah hadiah terakhir yang aku bisa berikan untukmu… Mulailah kehidupan yang baru dengannya.. Selamat tinggal.. Saranghae..”Ucap Siwon sembari mencium bibir Yoona dengan lembut. Yoona  pun langsung membalas ciuman itu sama lembutnya dan penuh cinta, itulah ciuman terakhir yang dapat mereka rasakan.

Yoona menatap kepergian Siwon dengan senyuman yang terlukis jelas di wajahnya. Dia sadar pertemuannya dengan Siwon membuat hatinya damai. Walaupun pertemuan itu bukan terjadi secara nyata. Tapi, dia tetap merasakannya di dalam hatinya. Dia melambaikan tangannya mengantar kepergian Siwon, suaminya yang sangat dicintainya.

“Aegi-ya, mulai sekarang Eomma berjanji akan menjagamu… Kita harus memulai kehidupan yang baru..”Ujar Yoona sambil membelai perutnya dengan sayang.

***

 Eomma Siwon dengan senyum sumringah mendorong sebuah kursi roda yang diduduki oleh Yoona. Langkah mereka berhenti di depan sebuah ruang ICU anak. Mereka berdua memandangi seorang bayi mungil yang terbaring di sebuah ruangan incubator. Bayi yang mungil itu tampak sedang menguap seolah baru bangun dari tidurnya. Bayi itu tampak terlihat sangat menggemaskan tapi juga menyedihkan. Bayi yang lahir dari rahimnya saat ini masih harus menerima perawatan khusus mengingat usianya yang belum cukup  untuk lahir ke dunia seperti bayi-bayi lain. Yoona hanya bisa menatapnya dengan perasaan bersalah.

“Ia tampan seperti Siwon ya?”Ujar Mertuanya yang juga tengah menatap cucunya  dengan semyuman.

“Neh.. Dia sangat tampan…”Jawab Yoona yang masih memandang lekat bayinya dari balik kaca.

“Yoona-ah, kau tenang saja. Eomma percaya dia akan baik-baik saja…”Lantun Eomma Siwon dengan suara yang begitu tenang.

Yoona yang sejak tadi berusaha menahan tangisnya, kini tak mampu lagi memendam perasaanya. Tangisannya tampak pecah saat mertuanya mengtakan anaknya akan baik-baik saja. Dia sangat khawatir memandang bayinya yang mungil harus berjuang seorang diri di dalam sana. Dia ingin menggendongnya, menciumnya, dan memebelainya. Bahkan jika boleh dia ingin menggantikan posisi anaknya saat ini.

Perasaan bersalah terus melandanya jika menatap anaknya yang seperti ini. Andaikan saja semenjak kematian Siwon dia bisa mengontrol perasaannya, andaikan dia bisa menjaga kesehatannya, andaikan saja dia bisa menerima kepergian Siwon, mugnkin dia tidak akan mengalami pendarahan hebat yang menyebabkan bayinya lahir premature. Kalau saja dia bisa membalikkan waktu, mungkin dia tidak akan membiarkan Siwon pergi ke kantornya malam yang kelam itu. Malam yang menyebabkan semua kebahagiaannya hilang. Yah.. Andaikan…. Dia hanya bisa berandai-andai. Tapi sayangnya semuanya telah terlambat. Nasi sudah menjadi bubur. Dan, mulai sekarang dia harus bisa menerima semuanya dan menjalani harinya yang baru. Seperti janjinya pada Siwon. Dia harus berani menghadapi hari yang baru  bersama putranya. Putra yang menjadi buah cintanya dengan Siwon. Putra yang menjadi hadiah terakhir untuknya.

“Sayang, kau akan menamainya siapa?”Tanya Eomma Siwon sambil memmbelai pundak Yoona berusaha memberikannya kekuatan.

“Namanya adalah Choi Siwon.. Yah, Choi Siwon.. Dia adalah Siwon kecil-ku…”Ujar Yoona pelan.

“Yeobo, kau harus tepati janjimu. Biarkanlah aku merawatnya sampai dewasa. Aku berjanji akan mendidiknya dan menjaganya. Gomawo untuk hadiah terakhirmu. Hadiah ini adalah hadiah yang terbaik yang pernah kuterima. Aku berjanji padamu.. Aku akan mejaga Siwon kecil kita… Saranghae…”Kata Yoona dalam hati sambil terus menatap bayi mungilnya yang kini teridur pulas dari balik kaca.

THE END

BYE2 ALL…. Kl ini aku bneran bye2.. Haha.. Kl kmrn msh ga gt rela. Tp kali ini bnrn, soalnya mulai besok ada sesuatu yang mesti aku kerjain, jd ga mgkn nulis ff lagi dalam waktu deket… Thx all….n GBU..

Tinggalkan komentar

95 Komentar

  1. Sriyanti

     /  Desember 31, 2013

    Huhuhu…Dramatis bnget critanya….

    Balas
  2. Ana

     /  Januari 31, 2014

    Ngena bnget di hati
    ngapa siwon meninggal??? #nangis bombay

    Balas
  3. ayu dian pratiwi

     /  Maret 31, 2014

    sad ff .

    Balas
  4. Dahlia GaemGyu

     /  Juli 19, 2014

    yah siwon oppa meninggal 😦

    Balas
  5. Knapa Siwon oppa ninggalin Yoong eonnie T.T

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: