[FF] Conquered The Heart Of Bride (Chapter 1)

Conquered the hearts of bride

Tittle               : Conquered The Heart Of Bride / 2S (1/2)

Author            : Tika Pink / Tika Sheila EverlastingFriend

Email/Twitter : tika_pinky@rocketmail.com / smantikalove@gmail.com / @SangRa_ELF (Mention ForFollback)

Main Cast      : ImYoona, Choi Siwon

Other Cast     : Uchie90 as Jusschie Quinnelia Sheldon, Lee Yoon Hee as Im Yoonhee, Choi Seung Hyun, etc.

Genre             : Romantic, Sad, Friendship or Set byYour self ^^

Length            : Two Shoot

Rating             : PG + 15

Cover              : Special ArtDesign by “Illah_Iluth”

 

 

Annyonghaseyoyeorobeun ^^ … Hi HiHi, Tika Pinkkembalimenyapa kalian denganmembawasatuffterbaru yang pastinya super duper nggak menarik alias ngebosenin. But, aku tetap berharap banyak yang akan menyukai ff ini #Ujung-ujungnyaTetapNgarep #Abaikan … Ok, nggak mau banyak cuap-cuap biar nggak disangka bawel buat yang penasaran silahkan membacanya but Jangan lupa RCL yaw … Don’t be SIDERs or PLAGIATOR, arachiii???!!! ^o^

 

Warning : Typo bersembunyi di mana-mana!!!

 

#Happy Reading#

 

Author Pov

Pagi berkabut, langit tampak suram karna awan hitam menghalangi sinar mentari yang seharusnya menerangi pagi itu. Udara dingin kian menusuk hingga ke pori-pori kulit yang paling dalam. Sehingga lebih banyak orang yang memilih untuk bergelung dengan mantel dan selimut tebal. Tapi di salah satu bangku taman di tengah udara dingin seperti itu tampak seorang gadis yang memakai gaun putih. Gaun putih yang panjangnya menjuntai ke tanah. Dilihat sepintas itu seperti gaun pengantin meski diatasnya dia memakai mantel yang hanya disampirkan begitu saja di punggungnya. Udara dingin itu kian menusuk. Namun gadis itu sama sekali tak menampakkan bahwa dia merasa kedinginan meski wajahnya kini sudah memucat. Wajahnya seperti tak ada ekspresi sama sekali. Menatap kosong ke tanah di bawahnya seakan ada yang sedang berkutat dalam pikirannya. Jika dipandang dari jauh, gadis itu bisa dikatakan patung pengantin cantik di tengah taman salju.

Im Yoona, itu lah nama gadis itu. Gadis cantik yang baik, periang dan ramah. Begitulah anggapan orang-orang yang mengenalnya terhadap kepribadian gadis itu. Tapi hari ini tidak ada lagi senyum yang nampak dari wajahnya. Raut wajah cantik itu begitu suram dan penuh kemarahan. Seharusnya hari ini adalah hari yang membahagiakan untuknya. Hari yang begitu bersejarah untuknya karna impian terbesarnya sebagai seorang gadis akhirnya akan terlaksana hari ini. Akan terlaksana di sebuah gereja megah yang selama beberapa bulan terakhir ini memang sudah direncanakannya menjadi tempat penyelenggaraan moment bersejarah dalam hidupnya yang akan disaksikan oleh keluarga, kerabat dan sahabat. Lonceng pernikahan akan berdentang menggema dengan merdu dan dia akan berjalan diantarkan ayahnya untuk diserahkan kepada pria pujaan hatinya, pria yang dicintainya yang sedang menunggu di altar. Semua impian itu seharusnya akan terlaksana hari ini, beberapa jam lagi. Karna perasaan bahagia, Yoona bahkan mengenakan gaun pengantinnya sejak subuh karna tidak sabar ingin melihat bagaimana indahnya gaun itu membalut tubuhnya.

Tapi ternyata itu saat ini hanya tinggal sekedar impian kosong belaka. Semua itu tidak akan terjadi. Semuanya kini telah hancur berkeping-keping sehingga tak menyisakan sedikitpun di hati Yoona. Bahkan rasa sedih pun kini sudah tak ada lagi sejak dia menerima pesan singkat dari pria itu. Pesan yang dengan seketika menghancurkan semuanya pada saat itu juga. Pria yang dicintainya dengan sepenuh hati, yang ingin dijadikan orang yang akan selalu berada di sisinya, menjadi orang yang akan memiliki seluruh hati dan jiwanya ternyata tidak akan datang. Pria itu sudah mengkhianatinya, mengkhianati cintanya dengan menduakan cintanya tapi begitu pengecut untuk menampakkannya. Semua baru diungkapkan pada hari menjelang pernikahan mereka dan hanya melalui sebuah pesan singkat yang menyatakan pria itu sudah pergi bersama gadis yang lebih dicintainya daripada Yoona.

Yoona menegakkan kepalanya yang sejak tadi menunduk memandang kosong ke arah tanah yang dipijaknya. Senyum kecut dan sinis kini mengukir di sudut wajahnya. Matanya menatap gereja di depannya yang seharusnya menjadi tempat pernikahannya hari ini. Kedua tangannya mengepal dengan keras.

“Pernikahan? Cinta? Ternyata semua itu hanya omong kosong yang hanya ada di opera sabun, dongeng dan fiksi saja. Semua itu bukan hal yang nyata!”

Tiba-tiba Yoona tersenyum geli seakan menertawakan dirinya sendiri.

“Haa, jinjja … !!! Im Yoona, ternyata selama ini kau memang gadis bodoh dan saking bodohnya kau tak menyadari kalau kau dibodohi oleh orang yang kau anggap mencintaimu.” Ujarnya pada diri sendiri. Lalu tiba-tiba senyum itu kembali berubah menjadi sinis. Gerahamnya seakan sedang menggeram.

“Aku tidak akan seperti ini lagi! Aku tidak akan mau menjadi orang yang bisa dibodohi oleh kata cinta omong kosong dari pria-pria penghianat dan pengecut. Nappeunnom … Nappeunnom … Nappeunnom !!!” batinnya memaki. Tak ada lagi tatapan hangat yang terpancar di matanya. Semua lenyap dan yang tersisa hanyalah kemarahan dan kebencian.

***

“Mwo? Menikah? Jinjja … Appa …?!” Yoona berdiri dari tempat duduknya dan menatap ayahnya dengan marah. Baru sebulan dia gagal menikah dan sekarang ayahnya memintanya untuk menikah. Semua ini tidak masuk akal.

“Yoong, tolong tenang. Dengarkan sampai appa menyelesaikan kalimatnya.” Kata Yoonhee, kakaknya yang duduk di samping ibunya. Seketika Yoona mengalihkan tatapan tidak suka pada kakak perempuannya itu.

“Kenapa aku harus mendengarkan pembicaraan yang tidak masuk akal ini?! Menikah? Cih,.. apa kalian semua sudah gila?”

“Yoona, jaga ucapanmu! Kenapa kau jadi tidak sopan seperti ini!” hardik ayahnya. “Kau pikir kau sedang berbicara dengan siapa sampai bisa berkata seperti itu? Sekarang duduk kembali dan dengarkan semuanya sampai selesai!” perintah ayahnya tegas.

Yoona berdecak kesal tapi dia menuruti perintah ayahnya itu untuk kembali duduk. Tapi dalam hatinya dia masih tetap mengumpat kesal.

Setelah agak sedikit tenang akhirnya ayahnya kembali melanjutkan pembicaraan mereka itu.

“Appa tahu ini adalah hal yang mengejutkan dan begitu tiba-tiba untukmu.”

“Kalau sudah tahu kenapa masih mau membicarakannya!”gumam Yoona yang mendapat teguran tatapan mata galak dari ibu dan kakaknya.

Tn. Im mendesah pelan. Dia mengerti kenapa putri bungsunya itu menjadi kesal seperti itu. Baru sebulan yang lalu putrinya itu kecewa karna pernikahannya gagal lalu saat ini malah sudah diminta untuk menikah dengan pria yang tidak pernah dia temui. Tapi Tn. Im sudah memutuskan dan dia ingin Yoona menikah dengan pria yang kini sedang mereka bicarakan. Dia punya alasan tersendiri untuk itu.

“Semua ini untuk kebaikanmu dan keluarga kita, Yoong. Appa ingin kau menikah dengan pria yang benar-benar appa pilihkan untukmu. Pria yang tentunya baik untukmu tidak seperti pilihanmu itu yang saking pengecutnya meninggalkanmu di hari pernikahan kalian.”

“Appa …!!!” Yoona kembali terpancing emosinya saat ayahnya kembali menyinggung tentang satu peristiwa yang ingin dilupakannya dan tak ingin dilakukannya lagi. “Jinjja … Aku tahu hal itu adalah kebodohan terbesar yang pernah aku lakukan dalam hidupku. Tapi sudah jelas aku katakan kalau aku tidak akan mengulanginya. Dan itu bukan berarti aku akan menyetujui keputusan appa untuk menikahkanku dengan orang yang bahkan tak pernah aku lihat.”

“Dia adalah pria baik-baik …”

“Aku tidak tahu dia sebaik apa di mata ayah tapi bagiku tak ada lagi pria yang baik di dunia ini dan mungkin itu juga termasuk ayah.”

“Yoong …” tegur ibunya pelan. Tapi Yoona sama sekali tidak menghiraukannya. Tatapannya begitu nyalang dan fokus pada ayahnya. Seakan di ruangan itu hanya ada dia dan ayahnya yang tampak dengan sosok berkuasanya.

“Maaf kalau kata-kataku begitu kasar. Tapi pada kenyataannya aku sudah tidak percaya lagi pada makhluk yang disebut PRIA itu. Aku mungkin masih menghormati ayah karna ayah adalah ayahku dan tidak pernah melakukan hal yang mengecewakan kami, keluargamu. Tapi aku juga tidak bisa mengabaikan kalau ayah adalah seorang pria yang juga membawa sifat-sifat seorang pria yang tidak bisa aku percaya lagi. Pria yang suka sok mengatur, berkuasa, menekan wanita, mengumbar kata cinta dengan mudahnya tapi tidak cukup berani untuk mempertanggung jawabkannya. Kure, ayah memang adalah pria yang cukup baik dan bertanggung jawab. Tapi ayah termasuk pria yang sok berkuasa. Semua yang ada di rumah ini harus ada dalam pengawasan dan perintah ayah. Mungkin aku bisa mentolerirnya tapi sekarang tidak lagi jika ayah mulai mengatur hidupku dan menentukan dengan seenaknya aku harus hidup dengan siapa hanya karna pria itu baik di mata ayah. Aku tidak akan menyia-nyiakan hidupku dalam kebodohan lagi hanya karna seorang pria terlebih lagi pria yang tidak aku kenal.” Ujar Yoona dengan suara yang meninggi.

“Yoona-ya, tenanglah dulu. Jangan emosi seperti ini! Semua yang dipilihkan ayah pasti untuk kebaikanmu!” Ny. Im mencoba menenangkan Yoona.

“Kebaikanku? Kebaikan apa?” Yoona semakin kesal dan kembali berdiri. “Lagipula, bukannya namja itu sebenarnya ingin kalian nikahkan dengan eonni, kenapa sekarang malah aku yang harus menikah dengannya? Kenapa bukan eonni? Bukankah seharusnya eonni yang harus kalian nikahkan dulu sebelum kalian memikirkan pernikahanku lagi?”

“Yoong … sebenarnya … sebenarnya ada yang belum aku ceritakan padamu.” Gumam Yoonhee pelan. Yoona mengernyit menatap kakaknya itu. Tampak kalau kakaknya itu sedang berusaha mengumpulkan keberanian untuk mengatakan sesuatu. Kakaknya itu menatap ke arah ayah dan ibunya bergantian. Yoona bisa melihat kalau ibunya mengangguk sepintas seolah meyakinkan Yoonhee untuk mengatakannya.

Yoonhee menghembuskan nafas berat lalu kembali melanjutkan ucapannya. “Sebenarnya aku sudah menerima lamaran Changmin oppa seminggu yang lalu.”

“Mwo? Eonni menerima lamaran Changmin oppa? Maksudmu atasan di kantormu itu?”

Yoonhee mengangguk. “Aku dan Changmin oppa sebenarnya sudah sebulan ini berkencan. Kami saling mencintai dan minggu lalu dia sudah resmi melamarku di hadapan appa, eomma dan orangtuanya. Tapi aku tidak berani memberitahukannya padamu karna aku takut menyinggungmu.”

“Mwo? Jadi kau sudah resmi dilamar di depan keluarga kita tapi aku satu-satunya orang yang tidak tahu-menahu mengenai hal itu dalam keluarga ini? Hah … jinjja … tapi bukankah kau tahu kalau kau ingin dinikahkan dengan putera dari keluarga Choi itu kan?”

“Ara. Tapi aku mencintai Changmin oppa. Aku dan appa juga sudah bertemu dengan keluarga itu untuk meminta maaf karna aku tidak bisa menerima lamaran keluarga itu terhadapku dan akhirnya mereka memintamu untuk menikah dengan pria itu sebagai gantinya.” Ujar Yoonhee lirih tapi cukup jelas terdengar ditelinga Yoona.

“Mworago? Aku diminta keluarga itu untuk menikah dengan anak mereka sebagai ganti karna kau menolak lamaran mereka? Aku? Lalu ayah dan kau menyetujuinya?” tanya Yoona memastikan yang dijawab dengan anggukan kepala Yoonhee yang menyatakan bahwa mereka menerima lamaran itu untuknya.

“Yaakk … !!!” pekik Yoona. “Kalian pikir aku ini apa? Kenapa kalian seenaknya menentukan hidupku seperti ini?”

“Yoona, setidaknya jika kau menikah maka keluarga ini akan terbebas dari rasa malu karna kegagalan pernikahanmu yang gagal pelaksanaannya itu.” Hardik Tn. Im

“Appa … !!!”

“Wae? Kau mau membantah? Kenyataannya gagalnya kau menikah karna ditinggalkan oleh pengantinmu di hari pernikahan itu memang telah membuat keluarga ini sangat malu. Semuanya telah siap, bahkan tamu-tamu undangan tapi semuanya malah jadi seperti acara makan-makan saja tanpa ada pengantin yang bisa diucapkan selamat. Di kantor ayah bahkan masih sering mendengar gunjingan-gunjingan tentang hal itu. Pokoknya kau tidak bisa menolak lagi. Terserah kau merasa ini tidak adil bagimu, yang jelas keluarga kita sudah sepakat untuk menikahkanmu dengan putera keluarga Choi Ki Ho itu. Dengan begitu mungkin semua gunjingan dan rasa malu yang telah kau sebabkan selama sebulan belakangan ini akan hilang karna kau mendapatkan pria dari keluarga yang lebih baik daripada pria brengsek yang kau puja-puja dulu itu.” Kata Tn. Im tegas seakan tak ingin dibantah lagi. Lalu pria paruh baya itu meninggalkan ruang keluarga dan masuk ke kamarnya dengan membanting pintu kamarnya kesal sehingga suara dentuman keras itu terdengar sampai ke ruang keluarga.

Yoona mendesah kesal. Dia menatap ibu dan kakaknya yang nampak takut-takut. Lagipula selama ini keluarganya memang selalu hidup di bawah pimpinan ketegasan ayahnya yang sering bertindak sok berkuasa di keluarga itu dan tak pernah ingin dibantah.

“Pada akhirnya semua pria memang sama.” Sungut Yoona marah lalu ikut meninggalkan ruangan itu dan masuk ke kamarnya.

***

Pernikahan itu berlangsung lebih cepat dari dugaan Yoona. Hanya berselang dua minggu dari pembicaraan keluarga yang penuh perdebatan itu, pernikahan dilaksanakan. Ya, tepatnya hari ini. Yoona bahkan tidak perlu mempersiapkan apapun untuk pernikahan itu. Tiba-tiba saja tadi pagi dia dibangunkan ibunya dan para penata rias entah darimana langsung ikut menerobos masuk ke kamarnya dan menyulapnya menjadi seorang pengantin wanita tanpa memperdulikan umpatan, keluhan dan protes yang keluar dari mulutnya sewaktu dipaksa memakai gaun pengantin dan merias wajahnya. Ibunya dan Yoonhee yang ikut berada di kamar itu malah ikut-ikut menegaskan kalau hal ini adalah yang terbaik untuknya dan keluarga mereka. Ayahnya bahkan bolak-balik untuk mengeceknya. Semua diaksanakan tanpa persetujuannya dan tanpa sepengetahuannya. Mungkin ayahnya sudah memperhitungkan jika dia tahu maka dia akan berusaha kabur dari semua itu.

Yoona tidak bisa apa-apa. Kebenaran bahwa dia memang telah membuat malu keluarga karna gagal menikah waktu itu tak bisa dipungkirinya. Harga diri ayahnya terlalu tinggi untuk menerima kenyataan itu. Dia juga mengakui bahwa itu kurang lebih adalah kesalahannya. Ayahnya sudah melarangnya berpacaran dengan Lee Min Ho, pria yang dicintainya dulu. Tapi karna cintanya yang buta membuatnya tetap memaksa untuk menikah dan akhirnya pernikahan itu gagal sehingga membuat ayahnya murka. Maka kali ini dia dipaksa untuk menikah bukan hanya sebagai pengganti kakaknya yang menerima lamaran lain tapi juga sebagai upaya penebusan untuk mengembalikan harga diri keluarganya.

Yoona menatap sosok pria yang dengan gagahnya berdiri di depan altar menunggunya. Pria yang sama sekali tidak di kenalnya.

“Jangan memasang wajah tanpa ekspresi seperti itu! Cobalah tersenyum karna para undangan memperhatikanmu! Setidaknya pria yang sedang menunggumu itu cukup tampan dan layak mendapatkan senyummu!” bisik Tn. Im lirih di samping Yoona. Mendengarnya Yoona malah menyunggingkan senyum sinis sepintas.

Setelah berhadapan dengan pria itu, Tn. Im menyerahkan tangan Yoona ke tangan pria itu.

“Choi Siwon, kuserahkan dan kupercayakan putri kesayanganku ini untuk kau cintai dan kau lindungi sepanjang hidupmu!” ujar Tn. Im penuh wibawa kepada pria yang ternyata bernama Choi Siwon. Ini pertama kali Yoona mendengar nama itu. Yoona tertawa dalam hati merasa geli karna mungkin hanya dia satu-satunya pengantin wanita yang baru mengetahui nama dan wujud calon suaminya di hari pernikahan dan di depan altar beberapa saat sebelum sumpah janji diucapkan.

Pria yang bernama Choi Siwon itu mengangguk dengan tegas dan penuh keyakinan pada Tn. Im, lalu menarik Yoona pelan ke altar di hadapan pendeta yang akan menikahkan mereka. Setelah Yoona dan Siwon saling memberi hormat maka pendeta itu segera memulai ritual sumpah janji setia pernikahan.

“Choi Siwon, apakah kau bersedia menerima Im Yoona sebagai istrimu, wanita yang akan kau cintai dalam suka maupun duka, susah maupun senang, sehat maupun sakit hingga maut memisahkan?!”

“Ya, aku bersedia!” jawab Siwon tegas dan mantap yang membuat Yoona mengernyit sedikit heran.

“Bisa-bisanya namja itu dengan mudahnya mengucapkan janji seperti itu. Aku yakin dia juga akan mudahnya mengingkari janji itu. Dasar namja.” Sungut Yoona dalam hati.

“Im Yoona-ssi?!”

“Ne?” teguran sang pendeta menyadarkan Yoona yang tadi asyik dengan pikirannya. Saking asyik dengan pikirannya dia tidak mendengar kalimat-kalimat sumpah yang ditujukan padanya.

“Kita ulangi sekali lagi.” Kata pendeta itu bersikap bijak. Dalam hati Yoona merutuki dirinya sendiri. “Im Yoona, apakah kau bersedia menerima Choi Siwon sebagai suamimu, pria yang akan kau cintai dan dampingi dalam suka maupun duka, susah maupun senang, sehat maupun sakit hingga maut memisahkan?!” pendeta itu mengulangi kalimatnya yang dilewatkan Yoona tadi.

Yoona mendesah. Dia ingin berteriak mengatakan ketidaksediaannya tapi dia tahu itu akan mempermalukannya dan keluarganya tentunya jika dia melakukan hal itu.

“Ya, aku bersedia!” jawab Yoona akhirnya walau sedikit enggan. Dan saat pendeta mempersilahkan pria yang kini resmi jadi suaminya itu untuk menciumnya, Yoona sedikit meringis kesal saat bibir pria itu menyentuh bibirnya singkat dan disoraki oleh para tamu yang hadir.

“Lihat saja, aku takkan membuat pernikahan ini mudah bagimu! Akan kubuat pria-pria yang mudah mengucapkan janji sepertimu menyesal karna telah berurusan denganku!” niat Yoona dalam hati seraya menatap wajah Siwon, pria yang kini resmi menjadi suaminya.

***

Yoona menatap wajahnya yang kini telah bersih dari riasan. Dia juga sudah mengganti pakaiannya dengan kaus putih kasual dan celana pendek sebatas lutut miliknya. Gaun tidur tipis dan sexy yang mungkin disediakan ibunya dan Yoonhee di dalam kopernya untuk persediaan malam ini diabaikannya. Dia memang benar-benar hanya dilibatkan sebagai pengantin di hari pernikahannya. Semua pakaian dan barang-barang keperluannya ternyata begitu cepat sudah berada di rumah yang akan menjadi tempat tinggalnya mulai saat ini tanpa sepengetahuannya. Yoona menyeringai menatap pantulan dirinya di kaca, tak menyangka kalau hidupnya terasa dipermainkan seperti ini bahkan oleh keluarganya sendiri.

“Kau sudah mengganti pakaianmu! Kau bahkan meninggalkanku sendirian untuk menyalami setiap tamu yang datang malam ini.” tegur Siwon yang ternyata sejak tadi berdiri di samping pintu seraya memperhatikan Yoona tanpa disadari wanita itu.

Yoona menoleh.

“Sejak kapan kau berdiri di situ?” tanyanya.

Siwon masuk ke kamar dan menutup pintu di belakangnya yang tadi masih terbuka. Melepas jas dan dasinya yang dipakainya lalu menyampirkannya di kursi yang terletak di dekatnya seraya mendekati Yoona.

“Mungkin sekitar 5 menit dan aku rasa itu cukup untuk menarik kesimpulan bahwa kau tadi sedang asyik melamun. Apa yang kau pikirkan?” tanya Siwon seraya menatap Yoona penasaran. Dia kini sudah berdiri di hadapan istrinya itu.

“Merutuki nasibku yang harus menjadi pengantin pengganti dan terjebak dalam pernikahan konyol bersama pria yang tidak kukenal yang bisa kupastikan adalah salah satu dari pria brengsek di muka bumi ini!” jawab Yoona ketus seraya berdiri dari tempat duduknya. Dia sama sekali tidak berniat berlama-lama berhadapan dengan Siwon. Namun tangan Siwon dengan sigapnya menahan tangannya.

“Apa maksud ucapanmu itu?” tanya Siwon.

Yoona mendengus kesal lalu menghempaskan tangan Siwon dengan kasar.

“Jangan coba menyentuhku karna aku sama sekali tidak suka disentuh olehmu!”

“Mwo?”

“Mungkin aku saat ini berstatus sebagai istrimu, tapi bukan berarti aku benar-benar akan menjadi istrimu yang sesungguhnya. Aku tidak tahu apa yang ada di pikiran keluargamu yang terpandang itu melamar kakakku dan karna kakakku menolak kalian menyuruhku untuk menjadi penggantinya sehingga keluargaku menikahkanku sperti ini. Tapi yang jelas aku tidak akan membuat ini mudah untuk kalian terutama untukmu yang membuat hidupku seakan dipermainkan seperti boneka. Kau adalah orang yang akan selalu aku benci selama hidupku karna telah menjebakku dalam pernikahan ini. Jadi jangan pernah sekalipun menyentuhku lagi.”

“Im Yoona, kau adalah istriku. Tidakkah seharusnya kau menujukkan sedikit kesopanan dan rasa hormatmu pada pria yang sudah menjadi suamimu? Kau adalah tanggung jawabku sekarang!” Siwon sedikit tidak suka melihat sikap istrinya yang seperti ini di malam pertama mereka.

“Mwo? Rasa hormat? Tanggung jawab?! … Yak, jangan bercanda denganku, Choi Siwon-ssi! Aku tidak akan pernah melakukan hal itu padamu. Kita memang suami istri tapi itu hanya status saja. Aku bukanlah pengantinmu yang sebenarnya. Aku hanya menggantikan tempat yang seharusnya ditempati kakakku. Kita sama sekali tidak saling mengenal tapi kau dengan mudahnya membual tentang sumpah janji setia padaku di gereja.”

“Apa kau pikir itu hanya bualan?”

“Tentu saja. Kau tidak mungkin melakukannya karna kau sungguh-sungguh. Ahh, aku mulai berpikir pernikahan ini mungkin hanya untuk sebagai investasi keluargaku. Karna sewaktu ayahku menjodohkanmu dengan Yoonhee dia sempat menyinggung soal join perusahaan dengan keluarga Choi. Jadi kau seharusnya berhati-hati denganku, karna aku bisa saja menjadi alat ayahku untuk mengeruk keuntungan dari pernikahan ini.”

“Begitukah cara pikirmu terhadap keluargamu?” Siwon tak percaya wajah malaikat yang dilihatnya ternyata bisa bersikap cukup sinis.

Yoona tersenyum kecil. “Ani, lebih tepatnya aku berpikiran seperti itu pada ayahku. Aku terpaksa melakukan pernikahan ini jadi jangan berharap banyak dariku apalagi bisa menyentuhku seenaknya. Aku rasanya ingin muntah karna harus menerima ciumanmu saat di gereja dan berpegangan tangan denganmu sepanjang acara tadi. Bagiku lakilaki hanyalah makhluk rendah yang suka menutupi sikap pengecutnya dengan kearoganan dan janji-janji palsu.”

“Yoona-ssi …”

“Ahh …. aku lelah. Aku takkan mengusirmu dari kamarmu ini tapi jangan coba-coba mendekatiku. Jika kau tidak suka maka kau bisa menceraikanku!” Ujar Yoona santai seraya berjalan menuju ke tempat tidur dan mengambil tempat di salah satu sisinya. “Jika tidak keberatan tolong matikan lampunya. Aku tidak bisa tidur dengan lampu seterang itu.” Lanjutnya lagi seraya menarik selimut dan beguling miring membelakangi sisi yang lainnya tanpa mau diusik lagi.

Siwon tersenyum kecut menatap Yoona tidak percaya kalau dia akan mendapatkan perlakuan seperti ini dari pengantinnya di malam pertama mereka. Dia sadar pernikahan ini memang diawali tanpa cinta tapi bukan berarti pernikahan ini dilaksanakan tidak dengan keinginannya. Semua ini terjadi justru karna keinginannya sehingga pernikahan ini dilaksanakan begitu cepat.

“Arasso, aku tidak akan mengusikmu karna mungkin kau merasa terpaksa menikah denganku. Tapi jika kau yang mengusikku dan menghampiriku sedikit saja, maka aku tidak akan segan-segan meraihmu dengan erat sehingga tak ada celah untukmu mengingkariku dan pergi dariku.” Kata Siwon dengan tidak kalah tegasnya.

“Itu hanya akan terjadi di dalam mimpimu!” balas Yoona.

“Kita lihat saja nanti Ny. Choi. Aku akan pastikan kau akan jatuh ke pelukanku sehingga tidak ingin jauh dariku meski hanya sejengkal saja. Menaklukkan hatimu merupakan hal yang sangat membuatku merasa tertantang.” Tekad Siwon dalam hati. Lalu dia masuk ke kamar mandi untuk menyegarkan tubuh dan emosinya.

***

Hari berjalan dengan begitu cepat sehingga tanpa terasa pernikahan itu telah berjalan hampir 2 bulan lamanya. Tanpa ada keistimewaan, tanpa luapan emosi ataupun cinta. Yoona merasa sedikit bersyukur karna Siwon tidak pernah mengusiknya meski sering kali mereka masih sering berdebat. Tapi setidaknya mereka saling menghargai dan tidak mengusik satu sama lain. Siwon membiarkan Yoona dengan segala yang dia inginkan begitupun sebaliknya. Tapi jika mereka berhadapan dengan orang lain, maka mereka akan berpura-pura seperti layaknya pasangan pengantin baru yang harmonis dan mesra. Tapi setelah itu mereka akan bersikap seolah-olah seperti orang yang hidup serumah tapi tidak saling mengenal satu sama lain bahkan tak saling sapa jika tidak diperlukan.

Yoona tengah asyik membaca sebuah novel di balkon mansion mewah yang dia tinggali sejak menikah dengan Siwon yang merupakan salah satu pengusaha terkaya di Korea. Mungkin kebanyakan orang menganggapnya gadis yang beruntung karna bisa menikah dengan pengusaha tampan dan kaya raya tapi baginya pernikahan itu masih merupakan sebuah jebakan yang belum terlihat dampaknya. Menurutnya namja bernama Choi Siwon itu memang cukup tampan tapi mempunyai kepribadian yang dingin dan arogan. Dia bisa melihat sedikit kemiripan antara pria itu dengan ayahnya. Semua itu terbukti ketika beberapa kali dia melihat Siwon pernah begitu tegas dan ketus pada beberapa karyawannya yang sempat datang ke rumah. Dari ketakutan yang sering muncul di wajah karyawan-karyawannya itu Yoona bisa menarik kesimpulan kalau Siwon tidak cukup dekat dengan orang lain dan sering bersikap sok berkuasa.

Suara mobil Siwon yang khas mengalihkan perhatian Yoona. Diliriknya jam dinding sepintas yang baru menunjukkan pukul 5 sore.

“Hmm, dia pulang lebih awal hari ini.” Gumamnya. Yoona meletakkan bukunya dan segera ke bawah ingin melihat Siwon. Entah kenapa pulangnya Siwon lebih awal membuatnya sedikit penasaran. “Apa dia sakit?” pikirnya.

Yoona baru saja ingin menegur Siwon saat namja itu masuk ke dalam rumah. Tapi tegurannya itu urung setelah melihat ternyata Siwon tidak sedang sendiri. Ada seorang gadis berparas cantik dan anggun berjalan menggamit lengan pria itu dengan nyamannya. Perhatian Yoona seketika tertuju pada gadis berambut pirang itu selama beberapa saat lalu ke wajah Siwon yang nampak tersenyum manis menggamit gadis di sampingnya masuk lebih dalam ke rumah mereka. Rumah mereka? Apa Yoona bisa berpikiran bahwa ini juga adalah rumahnya? Yoona menggeleng-gelengkan kepalanya mengeyahkan pikiran tidak masuk akal itu.

Siwon menyadari kalau Yoona sedang memperhatikannya. “Ahh, yeobo kau sudah ada di rumah?” tanya Siwon dengan senyum manis yang dirasa Yoona baru pertama kali dilihatnya sejak mereka menikah.

Yoona tidak menjawab. Tapi semakin memperhatikan tangan gadis asing yang sedang menggamit di lengan suaminya itu. Ada sedikit perasaan tidak suka yang tiba-tiba saja dirasakannya.

“Kenapa kau pulang lebih awal?”tanya Yoona dingin saat Siwon dan gadis itu sudah berdiri di hadapannya.

Siwon tersenyum. “Aku ingin menyediakan makan malam spesial hari ini untuk tamu kita!” jawab Siwon seraya menatap gadis di sampingnya dan gadis itu membalas senyuman itu dengan tidak kalah manisnya.

“Ah, kenalkan dia adalah Juchie Quinnelia Sheldon. Dia sahabatku ketika aku kuliah di Pranciss. Malam ini dia akan menjadi tamu istimewa di rumah kita.” Kata Siwon memperkenalkan gadis itu kepada Yoona. “Dan Uchie, Im Yoona.” Lanjut Siwon.

Gadis yang dipanggil Uchie oleh Siwon itu menarik tangannya dari lengan Siwon dan mengulurkannya pada Yoona. “Annyeonghaseyo, naneun Uchie imnida. Jusschie Quinnelia Sheldon. Bangapsibnida!” kata gadis itu memperkenalkan dirinya dengan bahasa Korea yang cukup baik disertai dengan logat Pranciss yang khas.

Yoona menyambut uluran tangan itu. “Choi Yoona imnida! Istri Choi Siwon. Bangapda!” ujar Yoona sedikit penekanan yang seperti ingin menegaskan bahwa dia nyonya rumah itu. Dalam hati Siwon merasa senang mendengarnya. Dia tidak menyangka kalau Yoona akan memperkenalkan dirinya sendiri sebagai istrinya.

Gadis itu tersenyum. “Aku tahu. Aku minta maaf tidak bisa menghadiri acara pernikahan kalian karna ada pekerjaan yang tidak bisa aku tinggalkan.” Jawab gadis itu.

Yoona hanya tersenyum sepintas menanggapi hal itu seakan itu sama sekali tidak perduli. Tiba-tiba matanya tertuju pada tas yang dipegang Siwon.

“Ahh, aku baru menjemput Uchie dari bandara dan langsung mengajaknya ke sini untuk makan malam bersama kita. Mungkin dia juga akan menginap jika sudah terlalu malam untuk mengantarkan dia pulang ke apartementnya.” Ujar Siwon yang menyadari arah tatapan Yoona.

“Yaak, mana mungkin aku menginap di sini malam ini. Kalian kan masih pengantin baru!” tegur Uchie lirih.

“Wae? Bukankah kau juga sering menginap di rumah orangtuaku sewaktu aku belum menikah?!”

“Aissh, kapan aku melakukannya, eo?! Kapan?” Uchie mencubit gemas lengan Siwon.

Yoona merasa ada amarah yang tiba-tiba merasukinya melihat dua orang di depannya itu.

“Silahkan lanjutkan acara kalian. Maaf aku tidak bisa menemani karna ada pekerjaan yang harus aku selesaikan.” Kata Yoona lalu tanpa menunggu respon dari Siwon dan Uchie, dia segera membalikkan badannya dan kembali menuju ke kamar utama di lantai dua. Tidak ingin lagi berlama-lama berhadapan dengan dua orang yang entah kenapa membuat hatinya cukup panas.

~~~

Yoona mengamati Siwon dan Uchie yang sedang sibuk di dapur dari ruang makan. Sebenarnya dia berniat ingin mengurung diri saja di kamar tapi mendengar cekikikan tawa Uchie dan Siwon dari bawah membuatnya tak bisa menahan diri untuk tetap berada di kamar. Dia turun ke ruang makan seraya membawa novel bacaannya dengan alasan haus lalu memilih untuk tetap duduk di ruang makan sambil menunggu makan malam. Ternyata Siwon menyuruh Han ahjumma, pembantu rumah tangga mereka untuk pulang lebih cepat karna Yoona tidak melihat tampang ahjumma itu di dapur. Dan gantinya Siwon dan teman gadis Prancissnya itu yang sibuk membuat makan malam sambil sesekali saling menggoda, tertawa dan mengacak-ngacak rambut masing-masing atau apalah yang mereka lakukan di sana yang membuat Yoona semakin terpancing emosinya.

“Ahh, Siwon-aa mataku sakit.” Kata Uchie tiba-tiba yang menarik perhatian Yoona.

Dilihatnya Siwon mendekat ke arah Uchie. “Wae? Sini aku lihat dulu!” Siwon mencoba melihat mata Uchie yang katanya sakit itu. Posisi mereka begitu dekat yang membuat Yoona tak bisa menahan diri lagi.

“Matamu sedikit memerah. Mungkin kelilipan! Aku akan meniupnya.” Kata Siwon. Dia baru saja hendak meniup mata Uchie tapi tiba-tiba ada yang menariknya ke belakang.

“Mianhaeyo Uchie-ssi, aku ingin bicara sebentar dengan suamiku.” Kata Yoona lalu menarik tangan Siwon agar namja itu mengikutinya ke kamar mereka. Menurut Yoona tempat yang paling aman untuk berbicara dengan Siwon saat ini.

“Apa-apaan kau, eo?!” tanya Yoona kesal saat mereka sudah berada di kamar. Tapi Siwon tidak menanggapinya. Tatapan matanya justru terpaku pada tangan Yoona yang masih memegang erat tangannya. Yoona yang sadar akan arah mata Siwon segera melepaskan pegangannya tapi justru malah Siwon yang bergantian menahan dan menggenggam tangannya.

“Yakk, lepaskan aku!” ujar Yoona dingin.

Siwon kali ini beralih menatap wajah Yoona dengan tegas dan malah semakin mengeratkan genggaman tangannya. “Sirreo!”

“Yak … Choi Siwon, aku bilang lepaskan tanganku!”

“Dan aku bilang aku tidak mau.”

“Choi Siwon …”

“Aku sudah pernah mengatakan padamu pada malam pertama kita ketika kau memintaku untuk tidak mengusikmu ataupun menyentuhmu tanpa seijinmu bahwa aku akan melakukan seperti yang kau minta. Tapi jika kau yang mengusikku dan menghampiriku sedikit saja, maka aku tidak akan segan-segan meraihmu dengan erat sehingga tak ada celah untukmu mengingkariku dan pergi dariku. Apa kau melupakan hal itu?” Siwon mencoba mengingatkan Yoona kembali akan perdebatan mereka malam itu.

“Yaak, aku …”

“Kau sudah mengusikku Choi Yoona.” Siwon menyela kalimat Yoona. “Mengusikku sejak awal aku melihatmu. Aku mencoba menahannya karna aku tahu kau menikahiku dengan keterpaksaan. Tapi saat kau menghampiriku tadi dengan rasa cemburu di sorot matamu dan menarikku kesini, aku tidak bisa menahannya lagi. Aku tidak akan membiarkanmu menarik dirimu lagi dariku!” lanjutnya.

“Yak, jangan salah paham. Aku sama skali tidak cemburu. Tak ada alasan aku untuk cemburu melihatmu bersama gadis pirang itu atau siapapun.”

Seketika Siwon menarik Yoona ke arahnya dengan sekali hentakan. Lengannya yang kekar langsung melingkari pinggang Yoona dengan kuat agar wanita itu tidak mudah melepaskan diri dari pelukannya.

“Yak, apa yang kau lakukan?!” bentak Yoona.

“Berhenti mengelak Yoona-ya! Aku tahu kau cemburu. Aku bisa melihatnya dengan jelas di matamu dan kau punya alasan kuat merasakan hal itu. Aku suamimu!”

“Yak, lepaskan aku!” Yoona masih berusaha melepaskan dirinya dari pelukan Siwon.

“Sudah kubilang jangan mengelak!” hardik Siwon cukup keras sehingga membuat Yoona menghentikan usahanya yang memang tampak sia-sia. Siwon yang mulai kesal menatap Yoona dengan tatapan yang begitu mendominasi.

“Jangan membohongiku, Yoong. Aku bisa melihatnya dengan jelas dari caramu melihatku tadi saat aku bersama Uchie tadi. Kau bahkan tak bisa lagi menahannya saat kau melihatku begitu dekat dengannya sehingga kau menarikku. Yang aku pikirkan benar kan, Yoong?! Maka dari itu, jangan mengelak Yoong. Datanglah ke sisiku!” Siwon mengatakan hal itu dengan penuh harap. Rasanya sudah cukup baginya menunggu pengantinnya itu agar bisa membuka hati untuknya selama dua bulan ini. Saat ini dia tidak bisa menahan keinginannya lagi untuk merengkuh Yoona ke dalam pelukannya.

Yoona tertawa sinis. “Jangan bercanda Choi Siwon! Aku sama sekali tidak merasakan hal itu padamu dan pada siapapun. Sudah kukatakan padamu kalau aku tidak bisa mempercayakan hidupku lagi pada pria. Aku sudah mengenal pria seperti apa dirimu. Kau mungkin saat ini begitu menginginkanku tapi setelah itu kau akan mencampakkanku seperti layaknya mainan yang tidak menarik lagi. Aku sudah tahu rencana seperti apa yang ada di otak pria sepertimu, tapi sayang sekali itu tidak akan berhasil padaku.”

“Apa sebegitu besarnya kekecewaanmu pada kekasihmu yang meninggalkanmu di hari pernikahan kalian membuat pikiranmu menjadi sepicik ini? Apa keinginan ayahmu yang memaksamu untuk menikah denganku juga begitu mengecewakanmu sehingga kau melampiaskannya padaku?” tanya Siwon beruntun. Pertanyaan-pertanyaan itu memang yang seharusnya dia lontarkan sejak awal perdebatan mereka di hari pernikahan itu. “Aku bukan mereka. Aku Choi Siwon. Aku mungkin memang pria tapi aku bukan mereka jadi jangan samakan aku dengan mereka!”

Siwon sudah terlihat begitu kesal. Bahkan rahangnya mengeras menahan amarah yang sudah ingin meluap-luap.

“Aku tidak menyangka kau sudah sangat mengenalku dengan baik karna kau mengungkit tentang pernikahanku yang gagal. Tapi bagiku kau tetap seorang pria yang tidak bisa dipercaya seperti mereka. Jadi jangan bermimpi kalau kau bisa mendapatkanku semudah yang kau pikirkan terhadap gadis lain karna aku tidak akan pernah membuat hatiku takluk padamu apalagi menyukaimu meski aku harus menghabiskan sisa hidupku dengan hidup bersamamu.”

“Kalau begitu aku akan mengkonfirmasinya!” kata Siwon dan serta merta langsung melumat bibir Yoona tanpa tanggung-tanggung. Yoona begitu terkejut mendapati serangan tiba-tiba itu. Dia berusaha meronta untuk melepaskan diri. Tapi Siwon terlalu kuat untuk di lawan oleh tubuhnya yang mungil. Siwon malah menariknya agar lebih merapat lagi ke dalam pelukan namja itu. Bibir dan lidahnya dengan begitu ahli memberikan ciuman yang dalam yang tidak pernah Yoona rasakan sebelumnya. Walau bagaimanapun dia seorang wanita normal yang juga tidak mampu melawan jika disentuh dengan ciuman seperti itu. Siwon menggigit kecil bibir bawahnya sehingga membuatnya sedikit mengerang dan namja itu tidak menyia-nyiakan kesempatan mulut Yoona yang sedikit terbuka untuk memasukkan lidahnya ke dalam mulut Yoona. Semakin menggodanya hingga membuat desiran aneh mengalir di sekujur tubuhnya dan kakinya lemas sehingga Siwon harus menopang punggungnya agar dia tidak jatuh.

Nafas mereka terengah-engah ketika ciuman panas itu berakhir sehingga membuat mereka nyaris kehabisan nafas. Yoona mencoba kembali menetralisasi pernafasannya dan ketika dia rasa dia sudah cukup stabil, dia mendorong tubuh Siwon dengan sisa-sisa kekuatan yang berhasil dikumpulnya selama beberapa detik sehingga pelukan namja itu ditubuhnya terlepas.

PLAKKK~~~

Sebuah tamparan keras berhasil Yoona daratkan di pipi Siwon sehingga menimbulkan warna memerah di sana. Matanya berkilat-kilat marah menatap Siwon yang tampak terkejut mendapat tamparan yang cukup perih itu.

“Kau … Kau …” Yoona mencoba mengatur nafasnya. “Berani-beraninya kau menyentuhku, menciumku!!! Yakkk …….” pekik Yoona.

“Wae? Bukankah kau istriku? Aku berhak menyentuhmu di manapun yang aku inginkan. Kau bahkan cukup menikmatinya tadi.” Sindir Siwon.

“Mwo? Yaak, kau memang benar-benar sudah keterlaluan Choi Siwon. Aku tidak akan memaafkanmu untuk ini. Aku akan menuntut cerai darimu secepatnya!” kata Yoona marah.

“Jangan bermimpi karna aku tidak akan membiarkanmu melangkah sedikitpun meninggalkanku!” Siwon dengan tegas mengatakan hal itu sebelum dia keluar kamar dengan meninggalkan bunyi pintu yang berdebam karna di banting dengan keras.

***

“Sepertinya istrimu tidak cukup menyukai jika kau bersamaku, Siwon! Tapi kau malah jadi sering menemuiku.” Ujar Uchie ketika dia dan Siwon sedang makan siang di salah satu caffe favorit mereka. Sudah dua minggu sejak kejadian malam itu. Setelah meninggalkan Yoona dengan penuh kemarahan malam itu, Siwon mengantarkan Uchie pulang ke rumah gadis itu. Saat dia pulang Yoona sudah tertidur pulas tapi dia memutuskan untuk tidur di kamar lain. Dan setelah itu selama dua minggu terakhir ini Siwon dan Yoona tidur di kamar yang terpisah. Mereka juga tidak saling sapa seperti sebelumnya bahkan saling menghindari pertemuan satu sama lain. Hal itu sebenarnya memberikan waktu kepada mereka untuk menenangkan diri tapi Siwon merasa begitu merindukan Yoona. Sejak dia memeluk dan mencium Yoona malam itu, dia semakin mempunyai keinginan untuk melakukannya lagi. Seakan Yoona adalah ekstasi yang khusus diciptakan untuknya yang membuatnya begitu kecanduan hanya dengan sekali mencobanya. Namun sepertinya Yoona tidak mempunyai sedikit perasaaan padanya meski malam itu Siwon yakin kalau istrinya itu cemburu.

“Apa kau begitu mencintainya?” tanya Uchie seraya menatap sahabatnya itu.

Siwon mendesah dan dengan perlahan dia mengangguk.

“Oo. Aku sangat mencintainya. Mungkin aku sudah merasakannya sejak pertama kali aku melihatnya berlari memakai gaun pengantin di tengah dinginnya salju. Dia seperti bidadari yang begitu terluka karna diusir ke bumi. Aku menyukainya sejak itu dan tidak menyangka kalau dia ternyata adalah adik dari gadis yang dijodohkan denganku.” Jawab Siwon.

“I knew it. Kau sudah menceritakannya padaku berkali-kali mengenai pertemuanmu dan pernikahanmu itu. Tapi apa Yoona tahu? Bukankah seharusnya kau menceritakan itu padanya? Mengungkapkan betapa besarnya cintamu padanya?!”

Siwon menggeleng. “Dia tidak akan percaya padaku, Uchie. Kekecewaannya pada kekasihnya yang telah membatalkan pernikahan di hari itu membuatnya membenci pria dan tak bisa percaya lagi pada pria.” Siwon menunduk sambil mengusap rambutnya frustasi.

“Kau kelihatan putus asa. Aku tidak pernah melihatmu seperti ini terhadap seorang gadis. Kau yang biasanya begitu dingin pada banyak gadis yang mendekatimu ternyata bisa jatuh cinta pada pandangan pertama. Aku malah sempat khawatir karna selama ini kau hanya aku satu-satunya teman wanitamu.”

Siwon tersenyum miris. “Kau benar juga. Selama ini aku sama sekali tidak pernah begitu tertarik pada seorang gadis tapi entah kenapa aku merasa hatiku bergetar saat melihatnya.”

“Yaak Choi Siwon, kau harus mengungkapkan perasaanmu yang sebenarnya pada Yoona. Jika dia tidak percaya maka yang perlu kau lakukan adalah meyakinkannya. Bukannya duduk putus asa di sini dan tidak melakukan apa-apa. Atau kau ingin menyerah saja terhadap pernikahanmu ini?”

Ucapan Uchie sontak saja membuat Siwon menatap sahabatnya itu. “Yaak, kenapa kau berkata seperti itu? Mana mungkin aku menyerah?! Aku mencintainya.” Ujar Siwon tidak suka.

“Lalu apa yang kau lakukan selama ini? Kau hanya selalu mengeluh karna tidak bertegur sapa dengannya di rumah. Berpura-pura akur di depan orang lain tapi seolah tidak saling mengenal jika tak ada yang melihat. Apa itu tidak bisa dikatakan kalau kau menyerah? Kau sama sekali tidak melawannya dan tidak menunjukkan padanya bahwa kau begitu mencintainya. Jadi bagaimana dia bisa percaya padamu?! Bahkan jika aku jadi Yoona, aku juga tidak akan percaya kau mengatakan mencintaiku tanpa pernah menunjukkannya.” Uchie semakin mencecar Siwon. “Seperti yang pernah kau ceritakan bahwa Yoona itu benci pada pria semenjak dia dikecewakan kekasihnya. Tapi menurutku apa yang dia rasakan belum sampai pada batas kebencian jika melihat sikapnya malam itu padamu. Dia hanya terlanjur kecewa karna kepercayaannya dikhianati oleh orang yang dia cintai tapi bukan berarti dia tidak bisa mencoba percaya pada orang lain lagi. Yang harus kau lakukan adalah menunjukkan perasaanmu yang sebenarnya dan seberapa besar kau menginginkannya di sisimu, sebagai istrimu yang akan mendampingimu.” Lanjut Uchie lagi.

Siwon merenungkan setiap kalimat sahabatnya itu dan dia memang merasa kalau semua yang dikatakan Uchie memang ada benarnya.

Uchie tersenyum saat melihat namja di depannya itu mengangguk penuh keyakinan.

“Kau benar. Aku harus menunjukkan padanya bagaimana perasaanku sebenarnya. Bagaimana besarnya keinginanku untuk bersamanya. Yang terpenting aku ingin menunjukkan bahwa aku adalah pria yang cukup bertanggung jawab, bisa menjadi orang yang dia percayai untuk mencintainya dan ada di sisinya selama sisa hidupnya.” Kata Siwon penuh tekad. “Yahh, aku tidak menyangka kalau kau cukup bijak memberikan nasihat seperti ini. Kau belajar di mana, eo?” puji Siwon seraya menggoda sahabatnya itu.

“Hmm, mungkin pengalamanku hidup bersama sepupumu yang angkuh dan arogan itu membuatku menjadi sedikit bijak dalam menghadapi masalah seperti ini. Kau juga tahu kan bagaimana sifat Hyung-mu itu dulu sejak awal pernikahan kami. Apa yang aku rasakan saat itu yang tiba-tiba harus menikah tanpa mengenal calon suaminya mungkin sama dengan perasaan Yoona saat dia menikah denganmu. Kau juga sedikit banyak mempunyai sifat seperti Hyung-mu itu.”

“Hmm, kenapa aku merasa kalau aku sedang diperbincangkan saat memasuki caffe ini ya?!” Ujar seorang pria yang berjalan menghampiri meja tempat di mana Siwon dan Uchie duduk. Pria itu langsung mengambil tempat duduk di samping Uchie dan mengecup pipi wanita itu singkat. “Sorry I’m late, Sweety. Apa yang sedang kalian bicarakan, eo? Aku merasa seperti sedang disinggung-singgung tadi.” Tambahnya.

Siwon tersenyum melihat kakak sepupunya itu. Pria itu adalah Choi Seung Hyun, saudara sepupunya yang sudah hampir 5 tahun ini tinggal di Paris mengelola salah satu bisnis perusahaan keluarga mereka dan juga sekaligus suami dari sahabatnya, Uchie. Siwon awalnya tidak pernah menyangka kalau dua orang itu akan menjadi pasangan suami istri karna Seunghyun bisa dibilang dingin pada wanita-wanita yang mendekatinya tapi entah bagaimana sepupunya yang dingin itu bisa jatuh cinta pada sahabatnya yang terkesan kutu buku. Mungkin karna Uchie dulu adalah gadis yang tidak mudah jatuh hati padanya sehingga membuat pria itu menjadi penasaran dan kini begitu mencintainya. Setelah berpikir sejenak tampaknya dia juga menjadi begitu mencintai Yoona istrinya karna susahnya menaklukkan hati wanita itu sedangkan dia adalah termasuk pria yang sering dikejar-kejar dan diimpikan gadis-gadis untuk menjadi suami.

“Siwon-aa, kenapa kau tidak mengajak istrimu kesini? Apa kau tidak mau mengenalkannya padaku? Kata istriku, istrimu itu sangat cantik. Apa kau mengurungnya di dalam rumah agar dia tidak di lihat orang lain? Kau malah sering menyita waktu istriku ini.” Seunghyun bercelutuk asal.

Siwon tersenyum. “Aku belum terlalu percaya diri untuk mengenalkannya padamu.”

“Yak, apa maksudmu? Apa kau dan dia sedang ada masalah?” tanya Seunghyun.

Siwon mengangguk pelan. “Aku masih harus melakukan sesuatu yang harus aku lakukan untuk membuatnya agar bisa menaklukkan hatinya.”

“Mwoya? Apa dia tidak mencintaimu?”

Uchie mencubit pinggang Seunghyun pelan untuk menegurnya. “Oppa, kenapa kau jadi seperti wartawan saja?!”

“Ahh wae? Aku kan hanya ingin tahu saja!”

Uchie memelototi Seunghyun dengan mendesis giginya seperti ular yang siap menggigit Seunghyun kalau suaminya itu tidak diam juga.

“Ahh, arasso! Dari dulu kau selalu membela dia daripada aku yang suamimu!” celutuk Seunghyun protes.

“Itu karna aku sahabatnya.” Ledek Siwon.

Seunghyun mencibir. “Oh ya, akhir pekan ini datanglah ke rumah. Aku akan mengadakan sedikit pesta di rumahku. Ajaklah istrimu!”

Siwon mengangguk. “Arasso!”

“Ya sudah! … Sweety, jam berapa kau buat janji dengan dokter hari ini?” tanya Seunghyun pada Uchie.

“Jam 1 oppa.”

Seunghyun melirik arlojinya sepintas. “Sepertinya kita harus berangkat sekarang agar kau cepat diperiksa.” Ujarnya.

“Yak, ada apa ini? Kenapa Uchie harus ke dokter? Apa kau sakit?” tanya Siwon penasaran seraya menatap dua orang di depannya bergantian.

Kedua orang itu tersenyum. Bahkan senyuman itu begitu merekah seakan ada hal yang sangat membahagiakan. “Ahh, kakak iparmu ini sedang mengandung anakku.” Jawab Seunghyun gembira.

“Mwo?” Siwon membelalakkan matanya.

“I’m pregnant!” Uchie membenarkan pernyataan suaminya. “8 weeks.” Imbuhnya bahagia.

“Jinjja?! Wuah, chukkae hyung, Uchie!” ucap Siwon tulus ikut senang mendengar kabar bahagia kakak dan sahabatnya itu.

“Mercy!” jawab Uchie & Seunghyun bersamaan dalam bahasa Pranciss.

“Kami harus pergi sekarang. Ingat datanglah akhir pekan ini dengan membawa istrimu, arachi?!”

Siwon mengagguk. “Eo!” jawabnya singkat. Ya, dia pasti akan mengajak Yoona. Dia sudah bertekad akan menunjukkan perasaannya yang sebenarnya pada Yoona. Dia akan membuat Yoona mempercayainya dan mencintainya. Siwon yakin bisa menaklukkan hati pengantinnya itu. Pasti!

***

Sepanjang perjalanan pulang hujan mengguyur deras kota Seoul. Siwon dengan fokus melajukan mobilnya seraya bersenandung kecil mengikuti irama lagu yang dimainkan di music player mobilnya. Perbincangannya dengan Uchie dan Seunghyun tadi membuat dia semakin tidak sabar untuk menemui Yoona. Ya, tidak seharusnya dia hanya diam saja seperti yang dia lakukan selama ini terhadap Yoona. Mereka harus membicarakannya. Jika Yoona tetap bersikukuh dengan pendiriannya, maka Siwon akan menahannya dan meyakinkan istrinya itu bahwa dia sungguh-sungguh mencintai istrinya itu dan merupakan pria yang bertanggung jawab untuk dia percayakan seluruh hidupnya.

Tapi saat dia melewati sebuah restoran dia melihat Yoona sedang berdiri di luar restoran itu yang nampaknya sedang dipakai untuk sebuah acara. Siwon segera menghentikan mobilnya di depan restoran bintang 5 itu. Dengan berlari-lari kecil dia menghampiri Yoona yang masih berdiri mematung di depan pintu itu.

“Yoong, apa yang kau lakukan di sini?” tanya Siwon yang sedikit basah karna hujan. Tapi Yoona tak bergeming. Wanita itu masih berdiri mematung dengan mata lurus menatap ke karangan bunga yang terpajang di samping pintu masuk restoran itu. Ekspresi wajahnya sulit dibaca. Siwon melirik karangan bunga itu.

 

HAPPY WEDDING: LEE MIN HO ♥ PARK MIN YOUNG

 

“Lee Min Ho?” Siwon berpikir keras setelah melihat nama itu. Lalu dia menlihat foto pengantin di sudut pintu lainnya. Dan akhirnya dia menemukan jawaban tentang siapa pria itu. Dia sudah pernah mencari tahu tentang pria yang dulu berhubungan dengan Yoona dan rasanya nama dan wajah itu sama dengan yang pernah dilihatnya dari data yang diberikan oleh asistennya beberapa bulan yang lalu.

“Kau? Sedang apa kau disini?” tanya Yoona yang sepertinya sudah menyadari keberadaan Siwon di sampingnya saat dia menoleh.

Siwon tidak menjawab tapi dia langsung menarik tangan Yoona untuk mengikutinya memasuki restoran itu. Ternyata karangan bunga bukan hanya terletak di depan pintu masuk tapi saat berada di dalam Siwon sempat melihat yang lainnya.

“Yak, apa yang kau lakukan?” tanya Yoona lirih. Siwon masih tidak menjawabnya. Pria itu masih terus menarik Yoona menuju ke salah satu meja yang terletak paling depan. Semua mata tertuju memperhatikan Siwon dan Yoona yang tampaknya salah masuk tempat. Tapi Siwon tidak perduli. Dan dia baru menghentikan langkahnya setelah tiba di meja yang di duduki oleh pria yang diyakininya bernama Lee Min Ho dan pasangannya.

Siwon bisa melihat keterkejutan di mata pria itu.

“Yak, Choi Siwon?!” Yoona berbisik lirih ditelinganya seperti merasa risih karna menjadi bahan perhatian semua orang.

“Yoona-ya … ?!” pria bernama Lee Min Ho itu berdiri dan menatap Yoona dengan tatapannya yang masih sedikit terkejut. Sedang perempuan cantik yang duduk di sampingnya ikut memandang pria itu, Siwon dan Yoona bergantian.

“Oppa, siapa mereka? Apa orang yang kau kenal?” tanya gadis itu. Mungkin dia adalah istrinya.

“Hi, aku Choi Siwon. Aku datang ke sini untuk mengucapkan terima kasih padamu!” ujar Siwon.

Lee Min Ho menatapnya heran. “Terima kasih padaku?”

Siwon mengangguk. “Ya. Terima kasih karna telah mematahkan hati Yoona.” Ucapnya.

Lee Min Ho masih tidak mengerti maksud pria yang tiba-tiba menerobos pesta perayaan pernikahannya itu bersama mantan kekasihnya. “Nuguseyo?”

“Aku sudah mengatakan namaku tadi. Aku Choi Siwon, suami Yoona.” Jawab Siwon. Yoona membelalakkan matanya tidak mengerti dengan apa yang dilakukan Siwon saat ini.

“Rasa sakit dan kecewa yang telah kau berikan pada Yoona membuat dia lebih cantik di mataku.” Ujar Siwon. Lalu dia beralih menatap Yoona yang juga sedang menatapnya penuh tanya. “Dan itu membuatku ingin lebih mencintainya.” Imbuhnya seraya tersenyum tulus pada istrinya itu. Lalu setelah beberapa saat dia kembali mengalihkan pandangannya pada Lee Min Ho yang masih kurang mengerti dengan arah pembicaraannya.

“Aku mencintai dia dengan cara yang tak akan pernah bisa kau lakukan. Mencintai dia dengan cara yang seharusnya.” Ujarnya lagi.

“Oppa siapa mereka?” tanya gadis di samping Lee Min Ho yang kini ikut berdiri meminta penjelasan Lee Min Ho.

“Selamat atas pernikahan kalian. Aku rasa kalian pantas untuk satu sama lain.” Ucap Siwon kepada pasangan di depannya itu. Lalu dia menatap Yoona dengan lembut dan tersenyum. “Ayo pergi sayang. Urusan kita di sini sudah selesai!” katanya seraya menggenggam tangan Yoona semakin erat lalu berjalan kembali meninggalkan Lee Min Ho yang masih mengikuti kepergian mereka dengan tatapannya. Begitu juga semua orang yang ada di ruangan itu yang juga tertuju pada mereka berdua.

Seorang pria paruh baya berlari kecil menghampiri menghalangi langkah Siwon dan Yoona. Laki-laki itu memberi hormat secara formal pada mereka.

“Ahh, annyeonghaseyo! Yoona-ya, lama tidak bertemu!” sapa pria paruh baya itu.

Yoona membalas sapaan itu dengan formal juga. “Ne. Bagaimana kabar anda?”

“Aku baik-baik saja.” Jawab pria itu. “Ahh, maafkan saya. Saya Lee Soo Man, ayah dari mempelai pria.”

“Ahh, ne. Ada apa?” tanya Siwon santai dan terkesan angkuh.

“Saya hanya ingin menyapa anda. Saya tidak menyangka kalau anda bisa datang ke pesta ini. Anda begitu terkenal di kalangan bisnis dan saya sama sekali tidak menyangka kalau ternyata Yoona adalah istri anda. … Saya ingin mengundang anda dan Yoona untuk ikut makan malam bersama kami jika anda berkenan.” Ujar pria paruh baya itu. “Kita juga sudah lama tidak berbincang bersama kan, Yoong?!”

“Ne?” Yoona sedikit kaget karna tiba-tiba ditanyai seperti itu.

“Maafkan kami karna harus menolak undangan anda, Lee Soo Man-ssi. Kami juga minta maaf jika sudah mengganggu acara. Kami hanya ingin menyapa & memberikan ucapan selamat pada kedua mempelai terutama pada putra anda yang sudah begitu bodohnya mencampakkan wanita sesempurna Im Yoona. Dan saya juga berterima kasih untuk itu. Kami harus segera pergi.” Siwon mengambil alih.

Lee Soo Man tampak sedikit gelagapan mendapat respon seperti itu. Dia lalu merogoh saku bajunya dan mengeluarkan selembar kartu nama dan menyodorkannya pada Siwon.

“Ahh, saya mengerti anda pasti sangat sibuk sekali. Ini kartu nama saya. Jika anda ingin …”

“Sekali lagi maafkan saya. Saya tidak menerima kartu nama orang lain untuk keperluan bisnis di luar jam kerja. Silahkan anda mengirimkannya ke kantor atau langsung menyerahkannya ke asisten saya. Maaf, kami permisi dulu.” Kata Siwon menyela kalimat Lee Soo Man dengan sedikit tidak sopan seraya menarik Yoona dan segera meninggalkan tempat itu tanpa mau memperdulikan lagi pada hal lain.

***

Hujan masih turun dengan derasnya. Yoona menatap derasnya hujan itu dari balik jendela kamarnya. Namun pikiran Yoona terus berkutat dengan berbagai pertanyaan mengenai apa yang dilakukan Siwon hari ini di pesta Lee Min Ho. Dia masih belum mengerti apa maksud Siwon sebenarnya. Dan …

 

“Rasa sakit dan kecewa yang telah kau berikan pada Yoona membuat dia lebih cantik di mataku. Dan itu membuatku ingin lebih mencintainya. Aku mencintai dia dengan cara yang tak akan pernah bisa kau lakukan. Mencintai dia dengan cara yang seharusnya.”

 

Kalimat-kalimat yang tadi diucapkan Siwon di pesta itu begitu mengusiknya dan entah kenapa membuat tubuhnya berdesir hangat ketika mendengarnya tadi bahkan saat memikirkannya sampai saat ini. Jantungnya pun berdegup dengan abnormal lebih kencang dari yang seharusnya.

Apa Siwon mencintainya???

Pertanyaan itu yang menjadi mendominasi dipikirannya saat ini. Tanpa sadar dia menuliskan: Choi Siwon ♥ Im Yoona di kaca jendela yang berkabut itu.

Sebuah ketukan di pintu membuyarkannya dari segala pikiran yang menghinggap di kepalanya. Dia menoleh dan Siwon muncul dari balik pintu.

“Aku hanya ingin memberitahu kalau Yoonhee datang ingin menemuimu.” Kata Siwon.

“Yoonhee?”

“Eo. Dia sedang menunggu di ruang tamu.”

“Baiklah. Tolong temani dia dulu. Aku akan menyusul sebentar lagi.”

Siwon mengernyit mendengar jawaban Yoona. Tidak ada nada sinis dari nada bicara Yoona saat ini. Tidak seperti biasa.

Tanpa sengaja matanya menangkap sebuah tulisan di kaca jendela di belakang Yoona. Meskipun samar tapi cukup jelas bagi penglihatan Siwon apa yang tertulis di sana. Dia tersenyum tanpa sadar.

“Apa masih ada lagi?” tanya Yoona yang membuat Siwon sadar.

“Ahh, ani. Baiklah, aku akan menemani Yoonhee.” Kata Siwon. Sebelum meninggalkan kamar itu dia masih sempat melayangkan pandangannya ke tulisan samar di kaca itu.

Yoona mengernyit heran lalu ikut melihat ke arah yang dilihat Siwon tadi dan betapa terkejutnya dia mendapati hasil tulisannya ketika sedang asyik dengan pikirannya tadi.

“Aissh, kenapa aku bisa sebodoh ini? Ada apa sebenarnya denganku?” rutuknya kesal pada diri sendiri. Tangannya bergerak hendak menghapus tulisan itu tapi urung saat dia merasakan degupan jantungnya yang mulai abnormal lagi saat melihat tulisan di kaca itu. Rasanya jantungnya seakan ingin meloncat keluar saja saking tak karuannya perasaannya saat ini. Apa dia mulai mempunyai perasaan pada Choi Siwon hanya karna tindakan namja itu hari ini?

Yoona menggeleng-gelengkan kepalanya dengan keras.

“Tidak mungkin. Aku tidak mungkin bisa secepat ini jatuh cinta padanya. Dia adalah seorang pria yang tidak bisa dengan mudahnya aku percayai. Aku tidak akan jatuh secepat ini. Tidak lagi!” tegasnya pada diri sendiri. Tapi entah kenapa dia tidak yakin dengan apa yang diucapkannya itu. Rasanya berbeda dengan apa yang dia inginkan saat ini.

Setelah merapikan sedikit rambutnya yang tadi belum di sisirnya karna baru selesai di keringkan dan merasa jantungnya normal kembali, Yoona pun segera keluar kamar untuk menemui Yoonhee dan Siwon di ruang tamu.

Namun saat ingin memasuki ruang tamu, kakinya terhenti.

“Kau benar. Jika bukan karna hal itu kau mungkin yang menyandang status sebagai istriku!” kalimat yang keluar dari mulut Siwon itu seketika membuat Yoona seakan merasakan ditikam oleh sebuah pisau tajam tepat di ulu hatinya.Tangannya mengepal dengan kuat di sisi tubuhnya menahan perih yang tiba-tiba menyerang sekujur tubuhnya.

“Lalu kenapa kau malah menikahiku, bukan dia?”

Siwon dan Yoonhee sontak menoleh ke arah Yoona yang berdiri tak jauh di belakang mereka dengan tatapan tajamnya yang seakan menusuk.

***

To Be Continued~~

 

Author said :Hmm, sebenarnya niatnya ff ini Cuma mau dibuat OS aj. Tapi karna ceritanya agak kepanjangan, makanya aku berpikir untuk menjadikannya TwoShoot aja #NambahinHutang #Gubrak ^o^ … But, tenang aja, lanjutannya nggak akan lama kok. Di story ini aku juga menggandeng salah satu sahabatku di Nited sebagai support cast di sini. Namanya bagus ya? Hahaha #lirikUchie #Abaikan

 

Masalah LIY maaf belum bisa lanjut karna terhalang beberapa ide yang simpang siur. Tolong di maklumi. Tapi aku pasti akan melunasinya dan berusaha nggak akan mengecewakan my lovely readers.

                          Ok, aku rasa kata penutupnya udah cukup. PLEASE LEAVE YOUR COMENT AFTER READ THIS. DON’T BE SILENT READERS OR PLAGIATOR, OKAY !!! LOVE YOU ALL ♥♥♥

 

#BigHugbuatEcha / Resty, yang udahbersediamempublishffini. Thank you so much.Janganbosen-bosen yaw say !!! ^^ (ga akan^^ makin rajin2 aja bikin FF nya ka.. kkk you are welcomeeeee..)

 

Tika Pink ^^

 

Tinggalkan komentar

293 Komentar

  1. waaaaahh keren bangetttt kak. aku suka sama ceritanya 😘tapi kalo menurutku ada sedikit bahasa yg berantakan😔

    Balas
  2. Waaaahh …. Kesalahpahamannya makin melebar,padahal yoona udah mulai ada feeling tuh,gmn terusannya ya …. Lanjuut

    Balas
  3. selalau suka sama semua ffnya… kereennn… lanjutkan ya minn!! Fighting!!🙂

    Balas
  4. aku suka…..aku suka…..keren

    Balas
  5. Wah ceritanya keren banget.Aku baru ketemu ff ini padahal ffnya udah lama banget dipublishnya.Daebak!!

    Balas
  6. Ridha Alifa

     /  Maret 17, 2015

    Anyyeong, aku reader baru. Ff nya bagus thor, kata-kata nya aku suka. Alurnya bagus, kerennn dehhhh

    Balas
  7. ira mariana

     /  Maret 21, 2015

    ffnya bagus min, aku suka.

    Cie, cie, cie..
    Yoona eooni mulai suka tuh sama siwon oppa, dia juga udh nulis klw dia suka sama siwon oppa secara tidak sadar di kaca kamar tidurnya.
    Tpi apa maksudnya siwon oppa bilang, kau benar. jika bukan karena hal itu, mungkin kau yang menyandang status jadi istriku.?
    Yoona eooni pasti salah paham kan.??lanjut min.

    Balas
  8. viana

     /  Maret 27, 2015

    salam kenal kakak,,
    aq suka bgt cerita yg kaia gini kakak,bagus bgt,,.
    yoona yg tidak gmpang ditaklukan siwon,, apalagi pas yoona cemburu gtu,,seneng bgttt,,,
    aq jd penasaran lanjitannya gmna..moga yoona cepet luluh dehh,,
    tetap semangattt kakak!!?

    Balas
  9. selvy

     /  Mei 18, 2015

    annyeong, author salam kenal aku reader baru
    crita nya deabak bgttt seruuu, pnympaian kta nya jga bgus
    ahhhh smoga yoona eonnie bner2 jtuh cinta ma wonppa

    Balas
  10. dedewjasmin

     /  Mei 26, 2015

    Ternyata siwon sudah pernah lihat yoona yah??ketika dia sedang berjalan dengan hati galau ditengah salju.hehehe knph pacar kk nya yoona tidak menikah bukannya mereka juga sudah tunangan??orng tuanya siwon kmn engga nongol*semoga yoona tidak salah paham dengan perkataan siwon dan kk nya??dan menganggap itu cuma cerita..

    Balas
  11. Nur khayati

     /  Mei 28, 2015

    Siw0n benar2 udah jatuh cinta ke Y00na dr prtama ngeliat, tp sayang.a Y00na ngira kalau Siw0n bakal sama aja kayak laki2 lain yg udah ngecewain dia,.
    Siw0n jangan pantang menyerah,,
    Ending part.a kayak.a Y00na salah paham nih waktu dengar pembicaraan antara Siw0n & Y00nhee,,.

    Balas
  12. Keren.. yoona udah mulai suka tuh ma siwon tp masih menyangkal..
    Wah yoona bakal salah paham dgr percakapan kakaknya dan siwon..

    Balas
  13. Kyyyaaaakkkkk!!! Ceritanya menarik!! Penasaran banget sama caranya Siwon oppa buat yakinin Yoona eonni.

    Balas
  14. mia

     /  Oktober 21, 2015

    dia pasti sudah slah paham

    Balas
  15. Keren athor ceritanya…
    Jadi dulunya yg mau dijodohkan dg Won pa itu Yoonhee…
    Yoona oenni mulai ada rasa sama Won pa, tapi dia sekarang malah salah paham…

    Balas
  16. Riskaa

     /  Desember 2, 2015

    Woow, baru chapter 1 aja udah bikin gregetan🙂

    Balas
  17. Park ra chan

     /  Desember 25, 2015

    Min bagus banget alur critanya. Tapi bahasanya…

    Balas
  18. Waaaa bagus sekaliii.. karyamu thorrr 👍👍👍👏😁

    Balas
  19. nhia

     /  Januari 25, 2016

    Ya yoona pasti salahpaham lg nih am siwon aduh baru juga mau lebih baek eh malah yoona denger yg kayak gitu bakal pupus deh rasa cinta yg baru tumbuh, kesian siwon semoga gak terjadi apa apa deha kelg baru mereka

    Balas
  20. diah fibri

     /  Januari 29, 2016

    yah salah paham lagi …. suka dech sm cerita2 perjodohan yoonwon macam begini …. kereeen, fighting thor ….
    NEXT ….

    Balas
  21. YoongNna

     /  Februari 7, 2016

    Seru bgt ceritanya..
    Krketer yoona yg jutek mlah mkin seru di tmbah siwon yg udh cinta bgt ma yoona..
    Mdh2n siwon bsa naklukin hati yoona

    Balas
  22. desy rita

     /  Juni 24, 2016

    tika kau tipu aku ya….aku sdh setor uang utk pembelian buku novel LTC D TIMELESS sampai sekarang mana bukunya dan kau juga delcon aku…mana tanggung jawabmu????

    Balas
  23. ayana

     /  Juli 14, 2016

    sebegitu benci nyaman yoona pada nama mpe memperlakukan siwon kayak gitu.
    tapi kayaknya yoona udah mulai falling in love dech ama siwon, buktinya aja dia seperti cemburu melihan siwon ma Uchie, udah gitu setelah dia dari acara nikahnya lee min ho yoona nulis itu di kaca jendelanya.
    arrrgggggg…. yoona salah paham ama yoonhee gara gara denger percakapan siwokn ama yoonhee. moga salah pahamnya cepet kelar.

    baca next part biar nggak penasaran.

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: