[FF] We Got Baby (Chapter 3)

We got Baby

Author           : arazahra17

Title              : We Got Baby chapter 3

Genre           : happy,  romance , family

Type             : Sequel

Rating           : general

Main cast       :  – Choi Siwon

– Im Yoon Ah

– Choi Kyo Rii (yoonwon’s baby)

Other cast      : sebagian member Super Junior dan SNSD

Kim Na Young  as MC 1

Lee Seung Gi  as  MC 2

Im Hana as kyo rii’s aunty

Warning        :  story full gaje, banyak typo , minim kata, garing kriuk kriuk

Disclamer       : Annyeong ketemu lagi dengan ku yang membawa kelanjutan ff yang super   aneh.  Gomawo yang udah comment hehe walaupun gaje ^^ bagi yang jadi silent readers gomawo baca. Go to the story…..

Summary       : menjadi seorang public figure adalah impian semua orang tetapi di balik semua impian itu terselip kisah yang mungkin orang biasa tidak merasakannya. Di balik gemerlap keindahan dan ketenaran ternyata terdapat duka karena tidak bisa menjalani kehidupan normal seperti selayaknya orang di luar sana…

 

 

Happy reading ~ (^.^)

Last episode

“yeoboseyo, ne sekarang mereka sudah keluar dari lokasi shooting.”

“….”

“ne, aku akan mengikutinya..”

“….”

“arraseo,kupastikan sampai ke target. Ne annyeong”

“….”

BEEP… suara sambungan telpon terputus sepihak

“Ck…jangan bilang aku hebat jika tidak bisa melakukan ini.”

~//~

Yoona dan Hana berjalan memasuki apartemen pribadi milik siwon dan yoona di Cheongdam-dong, gangnam dengan hana yang mengendong kyo rii sebagai pengelabuan dari orang – orang yang mungkin melihat mereka dan mengenali wajah mereka, walaupun apartemen tersebut terkenal sebagai apartemen para hallyu star yang mewah dengan pengamanan yang sangat ketat. Tak lama kemudian siwon  memasuki kawasan apartemen langsung menuju basement apartemen tersebut , memakirkan mobil yang terbilang luxury dan memasuki apartemen dengan penyamaran juga. Tanpa sepengetahuan siwon seseorang mengikuti siwon tepat di belakangnya dengan mengambil beberapa jarak.

BRUKK….. suara tempat sampah besi terjatuh berhasil mengalihkan perhatian siwon sehingga pandangannya beralih menengok ke arah sumber suara tersebut. Orang yang mengikuti siwon tak memiliki cukup waktu untuk menghindar pun hanya bisa berdiri kaku dan mengembalikan tempat sampah yang terjatuh ke posisi semula.

“ jiwon, apa yang kau lakukan di situ?” tanya siwon dengan alis terangkat satu menandakan keherananya.

“ani… oppa aku hanya ingin berkunjung” sebelum orang – orang lebih lama melihatnya dan sadar jika mereka adalah kakak beradik yang terkenal jiwon dengan cepat berjalan ke arah siwon.

“ eo?? Tumben sekali kauberkunjung ke apartemenku?? Tidak salah??” tanya siwon sambil memegang dahi adik perempuannya itu.

“ op…paaa wae?? Tidak boleh aku berkunjung ke apartemen oppaku sendiri?aku juga tidak rindu denganmu tapi dengan kyo rii my jokha dan mungkin ada sedikit urusan dengan mu oppa” jawab jiwon

“urusan apa??” tanya siwon

“ yah nanti akan ku ceritakan, di sini bukan tempat yang tepat” jawab jiwon

“sebegitu pentingnya? Sampai tidak mau menceritakan langsung”

“entahlah aku hanya menyampaikan mandat eomma” jawab jiwon sambil mengangkat bahu

“mandat? Eomma??” siwon bertanya – tanya

“ne, sudahlah oppa banyak bertanya, cepat ke apartemenmu aku sudah tidak sabar melihat kyo rii…” jiwon menarik lengan siwon dengan semangat.

Mereka berjalan beriringan menuju ke aprtemen siwon yang terletak di lantai 5. Setelah sampai di  lantai 5, mereka berhenti di depan apartemen dengan nomor 529. Segeralah siwon memasukkan password apartemen tersebut. Saat siwon dan jiwon hendak masuk ke dalam apartemen  mereka berpapasan dengan hana yang ingin keluar.

“oh hana noona… eodieseo?” tanya siwon

“pulang, urusanku mengantar yoona dan kyo rii sudah selesai” jawab hana dengan tersenyum

“oh.. berhati – hatilah…” pesan siwon kepada hana

“ne… annyeong” sapa hana dan segera keluar dari apartemen tersebut

“nado annyeong..” siwon dan jiwon sama – sama membungkukkan badan membalsa sapaan hana.

“yeobo… aku pulang” panggil siwon sedikit berteriak

“ssts… bisakah tidak berteriak?” bisik yoona menghampiri siwon dan jiwon sambil menggendong kyo rii.

“wae?” siwon ikut – ikutan berbisik. Yoona memberi isyarat dengan gerakan matanya menghadap kyo rii yang tidur di dekapannya.

“siapa yang datang?” yoona bertanya saat melihat ada seseorang di balik tubuh kekear siwon.

“annyeong… eonni…” sapa jiwon

“oh jiwon ah ada perlu apa? Lama tidak kemari” jiwon disambut hangat oleh yoona

“ne, eonni -” belum selesai jiwon berbicara siwon sudah memotongnya

“katanya rindu kepada kyo rii, dan ada urusan sedikit dengan ku, entah apa yang ia ingin bicarakan” sela siwon yang berjalan mendekati yoona hendak mencium kyo rii.

“yeobo~ kau banyak kuman, segeralah mandi baru bisa dekat dengan kyo rii” ucap yoona menjauhkan kyo rii dari siwon.

“hanya satu kecupan saja yeobo ya~” pinta siwon menggunakan agyeo nya

“andwe!! Nanti jika kyo rii sakit bagaimana? Dan jangan pasang agyeo mu mengganggu kyo rii baru saja tidur..” tolak yoona

“ne arraseo, kalau tidak kyo rii eommanya saja” dengan gesit siwon mencium pipi yoona yang sekarang berubah menjadi merah.

Jiwon yang melihatnya setengah tidak percaya dan terkikik geli. Tak habis pikir siwon bisa bersikap seperti itu. Di rumah pun dulu ia tidak pernah melakukan hal seperti itu, ia selalu menjaga imagenya sebagai seorang pria, ya.. seorang pria bagi sebagian orang, tampan, manly, berwibawa, cool…dan apapun itu yang begitu sempurna hingga bisa disebut seorang pria. Pria sempurna idaman wanita. Setelah siwon berlalu menuju kamar mandi, yoona mempersilahkan jiwon duduk di ruang keluarga yang terkesan hangat.

“jiwon ah mianhe kyo rii sudah tertidur jadi tidak bisa bermain dengan mu…” ucap yoona yang ikut mendudukkan diri di dekat jiwon

“ne, ghwencanayo eonni, melihat kyo rii saja sudah merasa senang.” Jiwon menjawab sambil mengusap pipi kyo rii yang tertidur di dekapan yoona.

“kyo rii terlihat sangat lelah.” Yoona memandang wajah kyo rii

“ne, eonni terlihat dari tidurnya yang begitu pulas. A.. ya eonni, sebenarnya eomma yang menyuruhku kesini tadi.”

“waeyo?? Ada apa dengan eomeoni??” tanya yoona khawatir

“tidak terjadi apa – apa eonni, hanya saja tadi eomma melihat eonni dan oppa di acara tv bersama kyo rii. Takut terjadi sesuatu terhadap kalian eomma menyuruhku datang ke lokasi shooting hanya untuk memastikan saja keadaan aman terkendali. Eomma takut dengan paparazzi yang mungkin mengikuti kalian.”

Flashback

“jiwon ah.. jiwon ah…” panggil ny.choi dari ruang keluarga.

“wae eomma??” jawab jiwon berlari cepat menuruni anak tangga

“cepat kau susul oppa dan eonni mu di daerah daegu ” titah ny.choi

“waeyo ??”

“lihat oppa dan nuna mu sekarang terlibat variety show bersama kyo rii”

“bagus eomma mereka mungkin akan go public”

“mana mungkin keadaan sekarang kurang tepat rasanya? Cepat kau ke lokasi shooting mereka, eomma takut jika ada hal yang kita tidak inginkan” ny.choi mendorong tubuh jiwon pelan menuju halaman rumah

“ne, eomma tidak akan terjadi apa – apa dengan mereka. Mereka itu cerdas eomma” niat jiwon untuk menghindar dari perintah eomma nya itu gagal.

Flashback end

“Setelah aku sampai di lokasi shooting eomma menelpon ku lagi dan menyuruhku untuk mengikuti kalian pulang sampaiapartemen dengan selamat.” Lanjut jiwon

Flashback

“yeobseyo.. jiwon ah… otthokke??” tanya ny. Choi mengawali hubungan telponnya

“yeoboseyo, ne sekarang mereka sudah keluar dari lokasi shooting.”

“cepat kau ikuti mereka eomma takut jika ada paparazzi yang mengikuti mereka…tolong ne chagi”

“ne, aku akan mengikutinya..” jawab jiwon

“ ingat jangan sampai kau kehilangan jejak mereka chagi” pesan ny. choi

“arraseo,kupastikan sampai ke target. Ne annyeong”

“target? Kau ada –ada saja jiwon ya sudah annyeong..”

BEEP… suara sambungan telpon terputus sepihak

“Ck…jangan bilang aku hebat jika tidak bisa melakukan ini.” Jiwon langsung menghidupkan mesin mobilnya dan kembali mengikuti mobil siwon

Flashback end

“mianheyo jiwon ah kami merepotkanmu dan membuat eomeoni khawatir gomawo saengi” yoona merasa bersalah karena membuat mertuanya khawatir.

“cheonma eonni sudah tugas ku, aku juga senang bisa menjadi SPY untuk sementara waktu. Merasakan bahwa cita – cita ku dulu terlaksana hahaha” balas jiwon sambil tertawa

“oh ya eonni aku pulang dulu pasti eomma khawatir sudah larut malam..” pamit jiwon saat melihat jam dinding yang menunjukkan angka 08.00

“gomawo jiwon mian merepotkan mu ” yoona mengantar jiwon sampai depan pintu apartemen

“tidak apa eonni, salam buat siwon oppa bye eonni annyeong” jiwon melambaikan tangannya ke belakang

“berhati – hati lah di jalan jiwon ah” pesan yoona

Yoona meletakkan kyo rii ke dalam box bayi dengan perlahan takut membangunkan kyo rii yang begitu nyenyak.

“yeobo jiwon eodieseo??” tanya siwon yang baru saja keluar dari kamar mandi.

“sudah pulang, kau terlalu lama mandi jadi jiwon tidak ingin menunggu mu” ucap yoona yang masih sibuk membenahi posisi kyo rii di box bayi

“yang tidak ingin menunggu ku lama jiwon atau kau yeobo??”siwon berdiri di belakang yoona

“eung?? Aku?? Apa tidak salah??terlalu percaya diri ternyata seorang choi siwon…” jawab yoona

“ehem kurasa tidak, karena yang ku katakan ini benar. Apa perlu bukti??” dengan smile smirknya siwon memandang yoona

“singkirkan tatapan mesumu itu tn.choi…” yoona mengalihkan pandangannya kesembarang arah

“oh jadi ny. Choi yoona ingin bukti nyata??” siwon semakin mempersempit jarak diantara mereka

“ng..ng.. choi siwon kau mau ap…” belum yoona menyelesaikan kalimatnya siwon sudah menghujaninya kecupan di setiap bagian wajah yoona.

“kedua kelopak mata ini… hidung ini…. pipi yang merona…. dan bibir tipis nan lembut yang selalu menggoda untuk memiliki rasa tidak rela melepasnya… bogoshipo.. bogoshipoyo yeobo…” ucap siwon setelah puas memberi kecupan hangat melepaskan rindu.

Yoona  hanya bisa terdiam kaku menatap wajah siwon seksama. Tangan halusnya menyentuh pipi siwon mengusapnya menyalurkan rasa rindu dan cinta yang besar yang kini terlalu banyak terpendam tak sempat tersalurkan. “nado bogoshipo yeobo…neomu bogoshipo” kalimat itu yang terucap mengutarakan isi hatinya saat ini.

“kau tahu sudah lama aku tidak merasakan sentuhan dari tangan lembutmu ini aku sangat merindukannya…” ucap siwon menatap mata indah yoona

“sekarang kau bisa merasakannya jika kau mau… tangan ini selalu terbuka, menerima apapun perintah untuk menyentuh wajah mu sepuas hati mu” yoona membalas tatapan siwon dengan lembut.

Siwon mengalihkan pandanganya ke arah box bayi dimana kyo rii tertidur dengan lelapnya memperlihatkan wajah yang masih begitu polos tanpa dosa. Mungkin kyo rii belum merasakan apa yang ditanggung kedua orang tuanya dan entah apa yang terjadi di kemudian hari.

“seperti malaikat bukan? ” yoona mengikuti arah mata siwon.

“ne, kyo rii memang malaikat kita… malaikat yang dikirim Tuhan” tanpa mengalihkan pandangannya dari kyo rii siwon menjawab dengan senyum manis terukir indah di wajahnya

“kau tahu? Selama kau jauh dari pandanganku dan rasa rindu ini tidak dapat tersampaikan kepadamu kyo rii lah penawar dari rasa rinduku.. kyo rii obat di setiap masalah yang menghadang ku ketika kau tidak ada disampingku. Kyo rii menjadi penguatku jika tak ada kau disamping ku..” yoona memandang wajah polos kyo rii

“gomawo… gomawo… gomawo…” ucap siwon mengeratkan pelukannya ke tubuh yoona

“untuk apa kau berterima kasih yeobo?” tanya yoona

“gomawo telah bersedia menjadi anae ku dengan segala kekuranganku, gomawo bersedia merawat kyo rii, menjaganya, dan berkorban untuknya…” jelas siwon

“ani.. kau tidak perlu berterima kasih kepadaku. Seharusnya aku yang berterima kasih kepadamu. Gomawo karna bersedia menjadi nampyeon dari anae yang tidak tahu diri ini, gomawo mempercayaiku untuk menjadi eomma dari kyo rii,menjaga kyo rii di rahim ku, melahirkanya ke dunia menjadi aegy yang begitu lucu dan menggemaskan. Yang menjadi pelipur lara disetiap masalah yang kita hadapi.”  Tak terasa yoona air mata yoona jatuh membasahi kedua pipi mulusnya

“waeyo?? Kenapa menangis yeobo?? Mianheyo jika aku salah bicara” siwon panik melihat yoona menangis.

“unutk apa minta maaf?? Kau tidak salah. Aku hanya terlalu bahagia Tuhan memberikan segala nikmat kepada kita.” Ucap yoona sambil mengusap air mata yang mengalir

“uljima,,,, bahagia itu harusnya tersenyum bukanya menangis seperti ini” siwon membantu menghapus sisa air mata di pipi yoona

“bahagia itu tidak selamanya diluapkan dengan tersenyum terkadang menangis juga merupakan luapan perasaan bahagia” terang yoona kepada siwon.

Yoona POV

Yoona memejamkan mata indahnya memperlihatkan  bulu mata yang lentik .

‘Tuhan gomawo telah memberi kebahagiaan kepadaku kepada keluarga ku. Kau telah memberikan nampyeon yang begitu sempurna di dalam sosok siwon oppa. Seorang yang selalu dipuja oleh setiap kaum hawa di muka bumi ini. Gomawo telah mempercayakanku menjadi eomma dari salah satu malaikat- Mu yang Kau turunkan menjadi sesosok bayi tanpa dosa dengan wajah bersinar, menampakan segala keindahan yang ada di muka bumi ini. Gomawo telah memberi karir yang cemerlang seperti bintang yang menaburi jagad raya. Tuhan aku tahu semua yang aku lakukan adalah takdir-Mu yang terbaik untuk ku jalani. Mianheyo aku selalu meminta kepada-Mu. Tolong bimbing aku menjadi eomma yang terbaik untuk kyo rii menjadi anae yang selalu setia kepada nampyeonku siwon oppa. Kuat kanlah cinta kami hingga akhir hayat. Lindungi semua anggota keluarga ku appa. Aboejji, eomeoni, dan eomma yang sampai aku dewasa dan sudah membangun rumah tangga belum dapat bertatap muka dengannya, semua member di So Nyeo Si Dae dan artis SM lainya. Semoga aku tidak mengecewakan fans yang telah setia kepadaku dan SNSD semenjak kami belum debut. Gomawo…gomawo..gomawo Tuhan…’

Yoona POV end

“ apa yang sedang kau lakukan yeobo??” tanya siwon yang sedari tadi memperhatikan yoona

“hanya berdoa kepada Tuhan atas semua ini..” jawab yoona tersenyum

“ne. Memang kita harus selalu berdoa kepada Tuhan entah di kala kita susah maupun senang” tambah siwon membenarkan

“ayo kita istirahat sudah malam dan masih banyak pekerjaan esok.” Ajak siwon

“ jaljayo aegy eomma.. CUP” yoona memberi kecupan singkat di dahi kyo rii yang diikuti siwon

“jaljayo junior appa.. have a nice dream boy… CUP” siwon sama memberi kecupan di dahi kyo rii.

Setelah mereka memberi ucapan selamat malam kepada kyo rii siwon dan yoona segera merebahkan diri ke tempat tidur ukuran king size.

“oh ya yeobo ternyata jiwon kemari karena eomeoni khawatir jikaada paparazzi yang mengikuti kita.” Cerita yoona saat merebah diri.

“eomma??”

“ya eomeoni melihat kita di variety show itu”

“aku jugasebenarnya merasa khawatir tapi sudahlah anggap saja kesempatan kita menjadi keluarga seutuhnya di kehidupan sehari – hari” ucap siwon

“ne kau benar…”

“ya sudah tidur.. jaljayo yeobo”

“jaljayo…”

Siwon POV

Setelah aku dan yoona memberi kecupan singkat untuk kyo rii kami memutuskan untuk beristirahat sejenak dari segala aktifitas yang menyita energi selama sehari penuh ini. Seperti mimpi yang menjadi kenyataan semua kejadian di hari ini tidak dapat diduga sebelumnya.kejutan luar biasa yang telah Tuhan berikan kepada ku dan yoona. Ku lihat wajah yoona yang begitu damai saat tidur seperti bidadari di surga. Memang yoona adalah bidadariku dari surga yang di kirim Tuhan kepadaku. ‘ jaljayo chagi sarangheyo’ kalimat yang hanya diucapkan dalam hati dan tidak diucapkan oleh mulut ini. Sebelum menutup mata ini menuju mimpi yang indah ku panjatkan doa kepada-Mu.

‘Tuhan gomawo atas segala sesuatu yang terjadi pada hari ini. Semua kejadian yang tidak pernah aku sangka. Semua yang telah Kau gariskan pada hari ini. Aku sangat bersyukur, apapun itu. Buatlah keluarga ku dalam keadaan bahagia dengansenyum yang terpatri di wajah mereka. Gomawo telah memberi malaikat – malaikat yang ada di sisi ku. Gomawo telah mempercayaiku untuk menjaga malaikat – malaikatku dengan baik.Semoga esok Kau menggariskan hal – hal indah dalam aku menjalani kehidupan. Aku yakin Kau telah menetapkan hal indah di dalam setiap kehidupan umat-Mu’

Aku segera menutup mata dan segera ikut menjelajah ke alam mimpi bersama yoona dan kyo rii.

Siwon POV end

 

 

 

 

 

Tbc

Annyeong mian nggak bisa update cepat.

Gomawo atas semua comment.

Yang jadi silent readers. Aku nggak maksa gomawo mau baca…

Resty eonni or echa eonni gomawo mau publish ni ff yang  kualitas rendah (wew.. quality high kok :p kkkk ya, you are welcome)

Mian pendek lagi gak ada ide hehe….

Oh ya jangan panggil aku author karena rasanya gak pantes. Aku line 98 panggil aja ima bangapta ^o^

Arazahra17

Pos Berikutnya
Tinggalkan komentar

124 Komentar

  1. Choi Han Ki

     /  Juli 23, 2015

    Kirain jiwon tadi paparazi eh ternyata bukan.. Untung dah gk ada paparazi yg mergokin mereka berdua jadi masih aman2 aja…

    Balas
  2. ria

     /  Oktober 7, 2015

    Aman,
    Ternyata cm adik siwon

    Balas
  3. park ra chan

     /  Desember 29, 2015

    Ternyata ga paparazi,udah khawatir thor!!

    Balas
  4. Amiiiinnn….
    Semoga selalu bahagia

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: