[FF] Family (Chapter 10/END)

family

(FF) FAMILY (PART10) END

JUDUL: Family

Type: SEQUEL

Chapter:10

Author: yoonwonfp

Genre: romance, comedy, family

Rating: PG(15+)

Main cast: Choi Siwon, Im Yoona

Support cast: Tiffany Hwang

                        Kyuhyun

                       Sooyoung

                      Nickhun

 

Disclaimer:

GUYS, Thx y buat commentny di chap-chap sebelumnya. Anyway, I hope u like it^^. I’M sorry kalo ada typo. Thx buat Admin y^^ and don’t forget to comment.

 

“Komitmen cinta dalam pernikahan akan teruji oleh waktu. Cinta bukanlah kata semata yang terucap ketika hati dipenuhi perasaan romantis. Komitmen ucapan kata cinta  dibuktikan ketika cinta harus melangkah  melalui lembah-lembah gelap dan suram.”

 

“Engkau tidak memilih sendiri keluargamu. Mereka adalah anugerah yang diberikan Tuhan kepadamu; seperti halnya engkau adalah anugerah bagi mereka.”

KHUNFANNY

Hari ini  Tiffany merasa bahagia karena hari ini dia akan membawa putra semata wayangnya pulang dari rumah sakit. Dia berjalan di sekitar koridor rumah sakit dengan senyuman yang merekah. Tiffany membuka ruangan rawat anaknya dan bertemu dengan Yoona yang sedang bermain bersama putranya. Yah, semenjak Yoona kembali ke rumah sakit, dialah yang selalu merawat Min Woo.

“Ah! Fanny-ah, kau sudah datang…”Sapa Yoona sambil tersenyum.

“Neh.. Apa aku datang terlalu pagi?”Tanya Tiffany.

“Ani.. Haha.. Ayo kemari, sepertinya putramu merindukanmu..”Jawab Yoona sembari menyuruh Tiffany bergabung dengannya.

Tiffanypun berjalan dan duduk di samping Yoona yang sedang menggendong Min Woo. Dia memperhatikan wajah Yoona yang terlihat bahagia sekaligus sedih.

“Aku pasti akan merindukannya..”Gumam Yoona yang masih memeluk Min Woo.

“Wae? Bukankah setiap hari kau juga akan bertemu dengan anak kecil?”Tanya Tiffany.

“Aku tahu. Hanya saja Min Woo berbeda. Aku yang merawat dan memeriksanya setiap hari. Jadi boleh dibilang, aku sudah menganggapnya seperti anakku sendiri..”Jawab Yoona dengan nada sedih

Tiffany yang mendengar perkataan Yoona juga ikut sedih. Dia tahu Yoona pasti juga ingin memiliki anak sendiri.

“Yoona-ah, jangan sedih. Kau kan masih bisa berkunjung ke rumahku. Haha.. Lagipula kalau kau nanti punya anak sendiri kau juga pasti akan melupakan anakku..”Kata Tiffany sambil tertawa berusaha menghibur sahabatnya.

“Aku harap juga begitu.. Ah, suamimu tidak datang?”

“Ani.”Jawab Tiffany dengan nada kecewa.

Yoona yang mendengar jawaban Tiffany hanya bisa menepuk pundak Tiffany berusaha memberikan sahabatnya itu kekuatan. Dia tahu masalah yang di hadapi keluarga sahabatnya cukup rumit. Pasalnya semenjak kematian Eomma Nickhun, hubungan mereka semakin renggang. Tiffany selalu berusaha mendekati Nickhun, tapi Nickhun justru semakin menjauh. Mereka hanya akan bertemu, jika Nickhun kebetulan sedang datang menjenguk Min Woo.

“Fanny-ah, sabarlah.. Aku yakin Nickhun masih mencintaimu dan Min Woo…”

“Bagaimana kau bisa tahu dia mencintaiku? Ini sudah 2 bulan, dan sikapnya justru semakin hari semakin dingin padaku. Aku tak tahu lagi harus bagaimana..”Ujar Tiffany yang kini mulai menangis.

Perlahan-lahan Yoona menaruh Min Woo di ranjang lalu dia merentangkan kedua tangannya untuk memeluk sahabatnya yang kini menangis.

“Karena dia masih mencintai Min Woo.. Ingat, Min Woo adalah anaknya yang lahir dari rahimmu. Selama dia mencintai Min Woo, itu artinya dia juga mencintaimu… Percayalah, suatu saat dia pasti bisa membuka dirinya lagi. Aku rasa, dia hanya masih terbeban karena kematian Eommanya..”Ujar Yoona sementara Tiffany hanya bisa berdoa dalam hatinya semoga perkataan Yoona adalah kenyataan.

***

Di tempat lain, Nickhun masih tampak sibuk gelas-gelas wine yang ada di tangannya.  Siwon yang berada di sampingnya hanya bisa menghela nafas panjang sambil sesekali meminum beberapa gelas wine. Dia terus memerhatikan Hyungnya yang tengah sibuk meminnum wine-wine itu tanpa berhenti seakan tidak peduli kalau Siwon ada di sampingnya. Sejak kematian ibunya, Nickhun  berubah total. Dia benar-benar dingin.

“Hyung, aku mohon hentikan..”

Nickhun menoleh sekilas kemudian kembali meminum segelas wine lagi. “Wae?  Tenanglah. Aku baik-baik saja..”

“Apa kau yakin dengan keputusanmu? Apa kau yakin mau menceraikan Tiffany?”

Nickhun tersenyum getir, dia terdiam sejenak kemudian menganggukan kepalanya dengan yakin“Ne, aku yakin.”

“Tapi aku rasa alasanmu tidak masuk akal Hyung..”

“Mungkin bagimu tidak masuk akal. Tapi bagiku, itu sangat masuk akal. Mungkin aku memang marah pada ibuku karena memisahkanku dengan Tiffany, tapi itu dulu. Sekarang karena aku dia meninggal, dan aku ingin mengabulkan permintaannya. Dia sudah menyelamatkan putraku, maka sekarang aku harus melakukan sesuatu untuknya. Jadi, kalau dia ingin aku berpisah dengan Tiffany, maka aku akan melakukannya. Lagipula Tiffany tidak pernah mencintaiku. Ingat, alasannya menikah denganku hanya karena Min Woo.”

“Hyung, tapi kau masih mencintai Tiffany kan?”

Nickhun  menghela nafas berat. “Entahlah…”

“Tapi, bagaimana dengan putramu? Dia masih membutuhkan Tiffany.”

“Aku tidak akan mengambil Min Woo darinya. Selama di rumah sakit, aku tahu seberapa besar rasa cintanya pada Min Woo. Dan, aku juga bisa melihat ketakutannya akan kehilangan Min Woo. Aku rela Min Woo besar bersamanya.” Siwon menyerah. Ia beranjak keluar dari ruangan bar itu. Namun, langkahnya kembali terhenti di ambang pintu dan menatap Hyungnya itu dengan tatapan miris.

“Hyung..” panggil Siwon lagi. “Tolong, kau pikirkan matang-matang keputusanmu. Aku harap kau tak menyesal di masa depan.”Ujar Siwon lalu melangkah pergi meninggalkan Nickhun seorang diri.

***

 “Fanny-ah, Aku minta maaf. Aku sudah berusaha merayu Hyung untuk mengurungkan niatnya. Tapi, percuma Hyung sudah tidak mau merubah keputusannya..”Kata Siwon pada Tiffany yang ada di hadapannya.

“Aku tahu.. Bilang padanya, kalau aku berterima kasih karena dia tidak mengambil Min Woo.”Ujar Tiffany berusaha menahan kesedihannya.

“Neh.. Aku tahu.. Tapi kalau bisa temuilah Hyung sekali lagi. Siapa tahu dia merubah keputusannya jika bertemu denganmu..”

“Baiklah. Aku akan coba… Tapi apa kau yakin dia masih mungkin membatalkannya?”

“Mungkin saja. Hm.. Aku harus pergi sekarang, nanti kalau kau sudah menanda tangani surat ini, kirimkan saja ke kantorku.Tapi, aku berharap kalian tidak jadi bercerai. Semoga berhasil..” Ujar Siwon lalu melangkah pergi meninggalkan Tiffany seorang diri.

Tiffany merenungkan setiap kata-kata Siwon. Apa mungkin dia harus mengikuti saran Siwon? Tapi bagaimanapun dia tidak ingin pernikahannya berakhir. Terlebih lagi ini adalah permintaan terakhir mertuanya.  Tiffany langsung mengambil tasnya dan keluar dari café ini kemudian mengendarai mobilnya menuju kantor Nickhun.

***

“Tuan Nickhun..”

“Masuk!”

Salah seorang asisten Nickhun masuk ke dalam ruang kerjanya. Ia menatap Nickhun yang tengah sibuk dengan komputernya dan beberapa berkas yang menumpuk di atas kerja.

“Ada apa?”Tanya Nickhun dengan nada datar. Ia tak mendongakkan kepalanya sama sekali.

“Ada yang ingin bertemu dengan Anda, Tuan”

“Katakan padanya bahwa aku sedang sibuk dan tak bisa diganggu.”

Asistennya itu menelan ludah. “Ne, aku sudah mengatakan padanya berulang-ulang kali. Tapi, ia terus memaksa Tuan.”

Nickhun menghela nafas berat. Ia berhenti mengetik dan menatap asistennya dengan tajam. “Baiklah. Bawa dia ke ruanganku.”

Asisten itu membungkuk sekilas kemudian pamit untuk membawa tamu itu pada Nickhun. Saat asistennya kembali ke ruangannya dan membawa tamu itu masuk ke ruangannya, Nickhun langsung menghentikan kegiatannya dan menatap sesosok wanita itu dengan dingin.

“Kau boleh keluar..”Ujar Nickhun pada sekretarisnya.

“Aku ke sini untuk bicara denganmu.”Ujar Tiffany memecahkan keheningan di ruangan ini.

“Tidak ada yang perlu dibicarakan lagi.”Ujar Nickhun dingin.

“Ada!” sela Tiffany dengan nada tinggi. “Soal pernikahan kita..”

“Apa maumu lagi? Bukankah aku sudah menyuruhmu untuk menandatanganinya?”

“Aku tidak akan menandatanganinya sebelum kau memberiku alasan yang masuk akal!”Ujar Tiffany tegas.

“Aku rasa kau tidak perlu tahu alasanku.. Yang penting aku tidak mengambil Min Woo darimu.”

“Kalau begitu aku tidak akan menandatangani surat ini! Selama kau tidak memberitahuku alasannya! Kalau kau memang mau bercerai denganku karena Eommamu, aku tidak akan melakukannya..”

Nickhun tetap duduk di tempatnya memperhatikan Tiffany yang memandanganya sendu. Mata indah milik wanita di hadapannya itu kini mulai berair.

“Aku tidak akan melakukannya.. Karena Eommamu tidak ingin aku melakukan itu. Dia ingin aku tetap bersamamu. Itu adalah pesan terakhirnya padaku..”Ucap Tiffany yang mulai menangis.

Nickhun tampak terkejut mendengar kata-kata yang keluar dari mulut istrinya. Setahunya selama ini Eommanya adalah orang yang sudah memisahkannya dengan Tiffany, bagaimana mungkin dia bisa mengatakan kalau dia sekarang ingin mereka kembali bersama. Sungguh hal yang mustahil.

Perlahan-lahan Tiffany berjalan menghampiri meja kerja Nickhun. Dia berdiri di hadapan suaminya menatap kedua mata milik suaminya yang masih tampak dingin. Dia mengambil kedua tangan suaminya yang diletakkan di meja dan menggegamnya erat.

“Aku mohon, tolong biarkan aku memenuhi keinginan Eommamu. Dia sudah menyelamatkan Min Woo. Biarkan aku menebusnya…. Aku mohon..”Kata Tiffany lagi sembari menangis membasahi kedua tangan Nickhun yang masih digenggamnya.

“Bagaimana aku bisa tahu kalau dia menginginkanmu tetap di sisiku? Bukankah selama ini dia yang memisahkan kita?”Tanya Nickhun sembari menatap Tiffany yang masih menangis.

“Awalnya aku juga tidak percaya akan ucapannya, tapi kenyataannya itulah permintaan terakhirnya. Aku mohon.. Berilah aku kesempatan sekali lagi. Aku ingin memulainya dari awal…”

Nickhun menghela nafasnya panjang. Dia melepaskan tangannya dari genggaman tangan Tiffany. Lalu dia menghapus air mata yang masih mengalir di wajah cantik istrinya. Dia berdiri dari kursinya dan mencium kening istrinya dengan lembut.

“Fanny-ah… Aku senang dengan perkataanmu.. Tapi, ada hal yang lebih penting yang menjadi alasan perceraian kita..”Ujar Nickhun lembut sembari membelai rambut Tiffany berusaha menenangkan Tiffany yang masih terisak.

“Aku tahu kau tidak pernah mencintaiku kan?”Tanya Nickhun dengan helaan nafas yang berat.

“Aku tidak mau membuatmu menderita lagi. Kau adalah wanita yang paling kucintai. Aku tidak mau melihatmu menangis lagi. Jadi pergilah, dan mulailah kehidupanmu yang baru.…”Ujarnya masih terus membelai rambut istrinya.

Tiffany hanya terdiam dan terus melihat kedua manic mata suaminya yang terlihat sendu. Mata yang terlihat kesepian. Mata yang menatapnya penuh cinta.

“Aku mencintaimu…”Kata Tiffany dengan suara yang sangat pelan

Nickhun tampak terkejut mendengar suara pelan yang terdengan dari mulut Tiffany

“Aku mencintaimu..”Jawab Tiffany sedikit lebih keras.

“Aku mencintaimu. Saranghae..”Kata Tiffany sedikit lebih keras lagi.

“Dari mana aku bisa tahu kau mencintaiku?”Tanya Nickhun serius.

Tiffany mendekatkan wajahnya dan mencium bibir Nickhun dengan lembut.

“Apakah ini bisa menjadi buktinya?”Tanya Tiffany sembari menatap mata Nickhun.

Perlahan-lahan Nickhun kembali mendekatkan wajahnya pada Tiffany .Nafas hangatnya kini menyapu wajah Tiffany membuat Tiffany memejamkan matanya perlahan. Sapuan bibir hangat Nickhun terasa lembut di permukaan bibirnya.

“Nado Saranghae Tiffany..”Bisik Nickhun di telinga Tiffany.

***

Langit yang tampak gelap tak membuat kedua insan yang memulai kehidupan mereka yang baru ini enggan menutup matanya. Keduanya masih  tampak sibuk menatap seorang bayi yang tertidur pulas di tengah-tengah mereka. Bayi ini tampak begitu nyaman tertidur di tengah-tengah kedua orang tuanya. Wajar saja, semenjak anak ini lahir tak pernah sekalipun mereka tidur bersama. Jadi tidak aneh jika malam ini mereka enggan menutup matanya dan malah menikmati waktu dengan putranya.

“Dia sangat mirip denganmu..”Gumam Tiffany sembari membelai wajah putranya.

Nickhun tersenyum menanggapi perkataan Tiffany. Wajah anaknya memang sangat mirip dengannya. Walaupun masih bayi, tapi dia sudah dapat menebaknya. Mulut dan hidung yang dimiliki putranya memang mewarisi dirinya. Sedangkan mata putranya mewarisi kedua mata indah milik istrinya. Dia juga ikut membelai wajah putranya dan mencium pipi putranya dengan sayang.

“Fanny-ah, apakah sulit melahirkan Min Woo dan membesarkannya seorang diri?”

“Memang sulit. Tapi saat melihatnya pertama kali, rasanya semua rasa sakit dan bebanku hilang begitu saja… Dia adalah segalanya bagiku..”

“Apa kau pernah merindukanku saat kau meninggalkanku?”

“Tentu saja. Kalaupun aku tidak, tapi anak kita selalu merindukanmu. Saat aku jauh darimu, rasanya aku hampir gila. Setiap hari dia terus menendang perutku. Sampai-sampai aku menangis karena tidak tahan akan rasa sakitnya. Apalagi saat aku harus melahirkannya..  Jika aku ingat saat itu, aku ingin menangis rasanya..”Jawab Tiffany yang kini mulai terisak.

“Kau tahu, saat aku melahirkannya, rasanya aku hampir mau mati. Aku merasa iri pada orang-orang lain yang melahirkan didampingi suaminya. Sedangkan aku hanya didampingi oleh Eommaku… Bukankah itu menyedihkan?”

Nickhun terus memandang wajah istrinya yang kini menangis. Ada perasaan bersalah mendengar cerita yang keluar dari mulut istrinya. Dia bisa membayangkan kesedihan istrinya. Andaikan saja waktu itu Eommanya tidak memisahkannya dengan Tiffany, mungkin Tiffany tidak perlu mengandung dan melahirkan seorang diri. Dia juga berharap bisa mendampingi istrinya.

“Mianhae.. Aku tidak ada di sampingmu waktu itu..”Ujar Nickhun yang kini menghapus air mata yang keluar dari kedua mata milik Tiffany.

“Gwenchanna… Tapi aku harap lain kali itu tidak terjadi… Awas saja, kalau kau berani meninggalkanku lagi dalam keadaan seperti itu!”Ancam Tiffany sambil tersenyum kecil.

“Lain kali? Sepertinya kau sudah tidak sabar memberikan Min Woo seorang adik?”Goda  Nickhun sembari menatap istrinya tajam.

“Mwoya? Apa maksudmu?”Tanya Tiffany terkejut dengan wajah yang memerah.

“Aigoo.. Bukankah kau bilang lain kali? Itu artinya kau mau melahirkan lagi kan? Haha..”Goda Nickhun yang kini mulai mendekatkan wajahnya pada Tiffany yang kini mulai salah tingkah.

“Mwoya? Kau jangan aneh-aneh..”

“Aigoo.. Aku tidak masalah kalau kita memberikan Min Woo seorang adik sekarang. Lagipula rumah kita kan luas. Jadi, lebih baik kalau ramai oleh anak-anak kita kan?”Goda Nickhun lagi..

“Yah! Kau jangan aneh-aneh! Min Woo masih kecil! Shirreo!”Tolak Tiffany dengan sedikit berteriak.

Tiba-tiba saja, Min Woo menangis dengan keras.Tiffany dan Nickhun langsung mengalihkan pandangan mereka pada Min Woo. Tiffany langsung mengambil Min Woo dari ranjang mereka dan menggendongnya.

“Kenapa kau harus berteriak? Kan dia jadi terbangun…”Ujar Nickhun yang sedikit kesal melihat anaknya yang terbangun dari tidurnya.

“Yah! Ini semua juga gara-gara kau! Makanya jangan berpikir yang aneh-aneh.. Pabo!”

“Kau kan yang mulai!”Jawab Nickhun sedikit berteriak dan berhasil membuat Min Woo yang mulai tenang menangis lagi.

“Sssttt.. Aigoo.. Anak Eomma.. Diam ya sayang..  Kita main di luar saja ya…”Ujar Tiffany kesal lalu membawa Min Woo keluar dari kamar mereka. Sementara Nickhun yang ditinggal di kamar hanya bisa menghela nafas panjang lalu mengikuti langkah istrinya, sebelum Tiffany marah besar.

Nickhun berjalan dari belakang Tiffany dan melihat istrinya yang berdiri di depan balkon kamar mereka sembari menggendong putra mereka. Dia mendengar suara lembut Tiffany yang bersenanandung untuk putra mereka. Perlahan-lahan dia berjalan mendekat kea rah kedua orang yang amat dicintainya. Dia melingkarkan kedua tangan kekarnya memeluk  pinggang istrinya yang ramping. Sementara Tiffany awalnya kaget mulai tersenyum. Dia tahu hal inilah yang selalu menjadi kebiasaan suaminhya. Sejak mereka menikah suaminya sangat suka memluknya seperti ini. Dia tidak bisa berbohong, dia amat merindukan pelukan suaminya.

“Rasanya lucu sekali ya.. Dulu saat aku memelukmu seperti ini Min Woo masih berada dalam kadunganmu, tapi sekarang dia sudah 6 bulan…”Ujar Nickhun lembut di telinga milik Tiffany yang dibalas Tiffany dengan anggukan pelan.

Yah, Tiffany ingat sekali, saat dulu setiap malam Nickhun akan memeluknya seperti ini dan membelai perutnya perlahan.

“Mianhae.. Kalau aku tidak menemanimu selama ini..”Ujar Nickhun lagi dengan nada penyesalan.

“Aku juga minta maaf karena waktu itu aku selalu dingin padamu… Mianhae.. Aku tidak menjadi istri yang baik bagimu..”Ujar Tiffany.

Nickhun hanya tersenyum dan memeluk pinggang Tiffany dengan lebih erat. Dia menciun kepala Tiffany dengan sayang.

“I Love You, Tiffany Hwang..”Bisiknya lembut..

“Nado…”Balas Tiffany.

Mereka melewati malam mereka menikmati bintang-bintang yang tampak bersinar di depan mereka. Ini adalah permulaan baru bagi keluarga kecil mereka. Mungkin malam yang akan dianggap membosankan bagi banyak orang. Tapi tidak untuk pasangan ini. Bagi mereka, malam pertama seperti ini adalah malam terindah bagi mereka. Malam di mana mereka mencurahkan isi hati masing. Malam yang penuh cinta.

***

KYUYOUNG

Tak terasa sudah 3 bulan lebih aku dan Kyuhyun berpacaran. Walaupun Awalnya aku memulai hubungan ini dengan terpaksa tapi semakin lama aku semakin menikmati hubungan kami. Pada saat awal kami berpacaran, aku benar-benar merasa canggung dengannya, jagankan berkencan, mengirim pesan saja aku tidak berani. Semuanya selalu dimulai oleh dia dulu. Tapi seiring berjalannya waktu perlahan-lahan aku mulai bisa membuka diri. Aku mulai berani mengekspresikan perasaanku di depannya. Dia bahkan tahu kalau aku belum bisa melupakan Changmin. Tapi, dia tidak pernah mengeluh. Bahkan dia selalu menyuruhku bercerita seperti apa sosok Changmin di mataku. Sejujurnya terkadang, aku merasa bersalah padanya karena tidak bisa menjadi sosok yeojachingu yang perhatian seperti orang-orang lain.

“Summer-ah, Mianhae aku terlambat..”Suara Kyuhyun yang baru duduk di hadapanku memecahkan lamunanku.

“Gwenchanna… Aku juga belum datang lama..”Jawabku sambil tersenyum.

“Summer-ah, ada yang aku mau bicarakan hari ini…”Ujarnya serius.

“Wae?”Tanyaku.

“Aku akan kembali ke China 3 hari lagi..”

“MWO?”

“Neh.. Dan, aku rasa… Hm.. Hubungan kita harus berakhir..”

“Berakhir?”

“Neh.. Aku tahu kau tidak bisa melupakan Changmin. Dan, walaupun aku sudah berusaha, aku rasa aku tetap tidak bisa membuatmu mencintaiku. Jadi, aku rasa hubungan kita tidak mungkin berhasil…”

Entah kenapa ketika dia mengatakan ‘berakhir’ ada perasaan kehilangan dalam diriku. Ada perasaan sakit hati yang cukup dalam. Rasanya aku tidak rela jika harus kehilangannya.

“Summer-ah, aku tidak akan memaksamu mencintaiku. Karena itu sekarang aku akan melepasmu. Aku harap kau bisa bertemu laki-laki yang baik dan mencintaimu dengan tulus. Mianhae…”

“Ah.. Dan satu lagi. Aku tidak tahu apakah kamu mau menyimpannya atau tidak, tapi setidaknya terimalah foto ini.”Katanya sambil memberikan sebuah foto yang berisi foto kami berdua saat berkencan di  Lotte World beberapa waktu lalu.

Dengan ragu aku menerima foto dari tangannya. Aku menatap foto yang kini di tanganku. Entah kenapa kenangan-kenangan sederhana yang ada di foto itu membuatku sedih.

“Gwenchanna, Summer-ah?”Tanyanya padaku yang kini mengalihkan pandanganku padanya.

“Gwenchanna…”Jawabku berusaha tersenyum.

“Aku harap kita tetap bisa berteman. Bagaimanapun kau adalah bagian masa laluku yang sangat penting. Dan, ingat pesanku. Bukalah dirimu pada laki-laki lain. Dan, aku harap aku bisa menerima undangan pernikahanmu secepatnya… Haha..”Lanjut Kyuhyun sambil berusaha tertawa.

“Neh.. Aku harap kau juga bisa menemukan yeoja yang lebih baik di sana. Mianhae kalau selama ini aku mengecewakanmu…”

“Baguslah.. Hm.. Aku harus pergi sekarang.. Aku masih ada pasien. Gomawo..”Ucapnya kemudian bangkit dari duduknya dan melangkah pergi meninggalkanku seorang diri.

Aku hanya bisa menatap tubuhnya yang berjalan semakin menjauh dari pandanganku. Melihatnya pergi begitu saja, membuat hatiku terasa sangat sakit. Rasanya aku benar-benar kehilangan seseorang yang penting. Tanpa terasa air mata kini mengalir dari kedua mataku. Aku tidak tahu harus bagaimana sekarang. Bahkan isi hatikupun aku tidak tahu.

***

Malam ini Sooyoung sama sekali tidak dapat menutup matanya. Tangannya terus menyentuh foto yang tadi di berikan oleh Kyuhyuh.  Dia tersenyum miris jika melihat foto itu. Bagaimana tidak, di foto itu Kyuhyun tampak ceria sementara dia tampak canggung dan dingin. Sungguh foto yang amat menyedihkan untuk sepasang kekasih. Dia mengalihkan pandangannya pada foto yang ada di atas mejanya. Foto yang berisi sesosok lelaki yang begitu dia rindukan. Sosok lelaki yang tak bisa dia lupakan. Dia mengambil foto itu dan menciumnya dengan sayang.

“Oppa.. Ottohkae? Aku benar-benar bingung sekarang. Hatiku sakit saat mendengarnya meninggalkanku, tapi aku juga tidak bisa menahannya di sisiku jika aku tidak bisa melupakanmu…”Lirih Sooyoung sambil menangis.

Tok..Tok…

“Masuklah..”Ujar Sooyoung lalu meletakkan fotonya kembali ke meja danmenghapus air matanya.

“Sooyoung-ah, kau habis menangis?”Tanya Ahjumma yang kini duduk di sisi ranjang.

“Ani… Apa Halmeoni sudah tidur Ahjumma?”Tanya Sooyoung sambil mengusap matanya yang masih sembab.

“Neh.. Halmeoni sudah tidur… Sooyoung-ah, ada apa? Ceritakanlah ke Ahjumma..”

“Tidak ada apa-apa Ahjumma..”

“Apa karena Kyuhyun?”Tebak Ahjumma sambil menatap Sooyoung.

“Eh? Bagaimana Ahjumma tau?”

“Tentu saja Ahjumma tahu. Dia akan ke China kan 3 hari lagi?”Tanya Ahjumma.

“Neh..”

“Kau tidak ingin dia pergi?”

“Molla.. Aku bingung dengan hatiku sendiri…”

“Sooyoung-ah, Ahjumma tahu kau masih belum melupakan Changmin, tapi kau harus belajar melupakannya sayang. Dan, kalau memang kau tidak ingin Kyuhyun pergi katakanlah padanya, Ahjumma tahu dia masih mencintaimu. Dan, Ahjumma juga tahu kau sudah mulai mencintainya sayang..”Ujarnya sambil membelai rambut panjang Sooyoung.

“Bagaimana Ahjumma bisa tahu aku mencintainya?”

“Sayang, kalau kau tak ingin kehilangannya, itu artinya kau mencintainya. Ahjumma tidak ingin kau menyesal untuk kedua kalinya. Bicaralah dengan Kyuhyun isi hatimu.”

“Tapi, aku tidak mau menyakitinya lagi. Dia terlalu menderita bersamaku. Aku tidak bisa melupakan Changmin..”

“Kau tidak akan pernah bisa melupakannya sayang.. Changmin tetap akan selalu ada di hatimu. Hanya saja sekarang posisi Changmin siapkah kau ganti dengan Kyuhyun?”

“Maksud Ahjumma?”

“Kau tidak akan bisa mengganti Changmin di hatimu, kalau kau tidak pernah berusaha sayang. Ahjumma rasa kau mengerti maksud Ahjumma… Ah, Ahjumma mau memeberikanmu surat ini..”

“Ini surat apa?”

“Ini surat rumah sakit.  Ahjumma rasa seminggu lagi Ahjumma dan Halmeoni sudah boleh kembail ke rumah… Ya sudah, ini sudah malam. Lebih baik kau beristirahat. Jangan lupa pesan Ahjumma…”

“Neh..”

Sooyoung membaringkan tubuhnya di ranjangnya dan menatap kedua foto yang ada di sampingnya. Dia mengusap kedua foto itu secara bergantian. Foto yang memiliki kenangan indah di dalam hatinya. Foto yang berisi kedua orang yang teramat penting dalam hidupnya. Dia menatap foto foto itu satu-per satu dan mencoba mencari jalan dari masalahnya saat ini. Melihat foto Changmin dan Kyuhyun yang sama-sama ad di sampingnya. Kedua sosok lelaki yang sama-sama menjaganya, menemaninya, menghiburnya. Kedua sosok lelaki yang tidak pernah bisa ia lepaskan.

“Aku tidak mau menyesal untuk kedua kalinya…”Gumam Sooyoung lalu menutup matanya menuju alam mimpi.

***

Suasana bandara pagi ini tampak ramai oleh lalu lalang manusia. Semua orang tampak sibuk dengan kegiatannya sendiri. Begitu juga dengan Kyuhyun yang kini tampak sibuk memeluk bebrapa sahabatnya yang mengantarkan kepergiannya.

“Kyu, kau harus jaga diri baik-baik. Jangan lupa menghubungi kami..”Kata Taeyeon sambil memeluk Kyuhyun.

“Neh.. Kau juga harus jaga diri baik-baik. Ingat banyak istirahat. Aku akan selalu mendoakanmu dan keluargamu. Semoga anakmu lahir dengan selamat…”Ujar Kyuhyun kemudian membalas pelukan Taeyeon.

Sesudah Taeyeon, dia mengalihkan pandangannya pada seorang wanita yang tengah menangis. Wanita yang menjadi sahabatnya baiknya dan bahkan pernah mengisi hatinya. Dia memeluk tubuh ramping wanita itu dengan sayang tanpa peduli suaminya yang di sampingnya.

“Kyu, kau harus menghubungiku saat tiba di sana. Arra? Awas saja kalau tidak!”Ancam Yoona sembari menghapus air matanya yang sudah mengalir di wajahnya.

“Aigoo.. Yoong, kau mau aku di bunuh oleh suamimu karena menghubungimu setiap hari.. Haha..”

“Yah! Tapi setidaknya kan sesekali bisa. Jangan seperti dulu. Kau bahkan tak memberi kabar padaku. Huh..”

“Iya Ny.Im.. “

“Dan kau Tn. Choi.. Jaga sahabatku baik-baik. Jangan sampai dia menangis. Ah, dan ingat ya.. Kalian berdua harus segera memberiku keponakan. Arra?”Ancam Kyuhyun pada  Siwon yang hanya bisa mengelus tengkuknya malu.

“Ya sudah.. Aku pergi dulu ya.. Kalian semua harus jaga diri baik-baik…”

Sebelum dia meninggalkan mereka, dia menatap sekeliling bandara mencari sesosok wanita yang masih mengisi hatinya saat ini. Tapi sayang, jangankan melihatnya, wanita yang dicarinya saja tak menghubunginya sama sekali. Kyuhyun hanya bisa menghela nafas panjang. Dia segera menarik kopernya dan melambaikan tangannya kepada sahabat-sahabatnya.

“Selamat tinggal Korea… Selamat tinggal Choi Sooyoung..”Lirih Kyuhyun sambil melangkah masuk ke terminal airport bersama Eommanya.

***

Kyuhyun mengulaskan sebuah senyuman saat menatap rumah yang dia beberapa bulan lalu dia tinggalkan. Dia segera memencet bel  di rumah itu, dan tak lama kemudian seorang pelayan membuka pintu dan mempersilakan Kyuhyun untuk masuk. Kedatangan Kyuhyun dan Eommanya yang tiba- tiba tentu saja membuat seluruh keluarganya tampak terkejut. Sang kakak, Cho Ahra langsung berlari dan memeluk adik kesayangannya. Begitu juga dengan Appanya, dia langsung memeluk anak laki-lakinnya yang beberapa bulan ini tidak dia temui.

Setelah melepas rindu masing-masing, Kyuhyun memilih beristirahat di kamarnya. Tapi, baru saja dia membaringkan dirinya di ranjang tiba-tiba Eommanya masuk dan langsung duduk di sampingnya.

“Kyu, besok malam kau ada waktu?”Tanya Eommanya sembari membelai wajah anaknya yang tampak kelelahan.

“Ada. Wae?”

“Eomma ingin kau ikut Eomma menemui anak teman Eomma…”

“Eomma ingin menjodohkanku lagi ya?”Tebak Kyuhyun.

“Neh.. Lagipula kau juga belum punya pacar kan? Tidak ada salahnya kan Eomma menjodohkanmu..’

“Eommaku sayang, tolong jangan lakukan ini lagi. Aku yakin 100% aku tidak akan menyukai gadis itu..”

“Aigoo.. Tapi Eomma yakin 100% kau pasti akan menyukainya. Pokoknya besok kau ikut Eomma. Eomma yakin kau tidak akan menyesal…”

“Baiklah.. Tapi ini yang terakhir.. Setelah itu tidak ada perjodohan lagi…Eotte?”

“Iya sayang. Ya sudah, pokonya besok kau harus memakai jas yang rapi. Ingat, wanita ini bukan wanita sembarangan. Jangan membuatnya kecewa dengan penampilanmu. Arra? Sekarang istirahatlah…”Ujar Eommanya kemudian keluar dari kamarnya.

Kyuhyun membaringkan tubuhnya dan mengambil dompetnya. Dia mengambil sebuah foto yang berisi dirinnya dengan gadis yang dicintainya, Choi Sooyoung. Dia membelai foto itu dengan sayang dan memasangkan foto itu di bingkai kesukaannya.

“Summer-ah, aku harap kau bahagia di sana…”

***

Kyuhyun terus saja memainkan HPnya sambil sesekali memeperhatikan jam tangannya. Dia mendengus kesal mengingat jam tangannya sudah menunjukkan pukul 8 sementara Eommanya berkata bahwa wanita itu akan datang pada pukul 7. Berkali-kali dia merayu Eommanya dengan harapan Eommanya mengizinkannya pulang, tapi sayangnya percuma. Eommanya sama sekali tak mengizinkannya.

“AISH! Eomma,sebenarnya siapa sih wanita itu?”Gumam Kyuhyun kesekian kalinya.

Kyuhyun menghentikan kegiatanny saat mendengar suara pintu yang terbuka. Dia terperangah saat melihat 2 sosok wanita yang kini berada di hadapannya. Dia memperhatikan wanita yang tampak anggun dengan gaun warna biru yang berdiri di belakang noonanya. Wanita itu tampak menunduk, sehingga sangat wajar Kyuhyun tidak dapat melihat wajahnya.

Dia melihat kakaknya menggandeng wanita itu agar duduk di sampingnya. Kyuhyun hanya memandang wanita ini aneh. Bagaimana tidak, sejak tadi wanita ini hanya menundukkan kepalanya yang membuat wajahnya tertutup oleh rambutnya.

“Eomma, dia tidak gila kan?”Bisik Kyuhyun pada Eommanya yang ada di sampingnya.

Eommanya hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.

“Kalau kau mau melihat wajahnya, kau angkat saja.. Tapi, Eomma harap kau jangan terkejut…, Ayo Ahra kita pergi dulu…”Kata Eommanya sembari menahan tawanya. Begitu juga dengan Noonanya. Lalu mereka berdua meninggalkan Kyuhyun bersama wanita ini.

Melihat tingkah Eommanya dan Noonanya membuat Kyuhyun semakin bingung dan curiga. ‘Apa mungkin wajah wanita ini jelek?’Pikirnya.

Dengan perlahan, Kyuhyun mengangkat dagu wanita yang duduk di sampingnya. Dan, betapa terkejutnya dia saat melihat wajah wanita ini. Bukan hanya karena kecantikanny yang membuatnya terperangah, tapi lebih tepatnya karena wanita ini adalah sosok yang dia rinndukan. Sementara Sooyoung memberikan sebuah senyuman manis menatap Kyuhyun yang tampak begitu terkejut.

“Kau! Kenapa kau bisa ada disini?”Tanya Kyuhyun tak percaya saat melihat Sooyoung.

“Apa aku tak boleh kemari?”

“Bukan itu maksudku.. Hanya saja, kenapa jadi kau? Bukankah seharusnya aku ada di Korea?”

“Aku memang sengaja kemari untuk menemuimu..”

“Menemuiku? Memang ada apa?”

Sooyoung menghela nafasnya panjang lalu menatap kedua mata Kyuhyun serius.

“Kyu, aku ingin memulai hubungan kita lagi. Apa boleh? Aku tahu selama ini aku memang mengacuhkanmu. Tapi, sekarang aku sadar kalau aku salah. Apa boleh?”

“Summer-ah, aku tahu kau belum melupakan Changmin. Jadi tidak ada gunanya juga kalau kita memulainya. Hasilnya akan sama..”

“Ani.. Aku sudah memutuskan untuk melupakannya. Aku sadar kalau aku harus berani melupakannya dan aku sudah memulainya. Aku ingin kau mengisi hatiku. Boleh? Aku tidak ingin menyesal kedua kalinya..”

Kyuhyun terdiam mencerna semua kata-kata Sooyoung. Ada perasaan senang di hatinya. Apa mungkin Tuhan memang mengizinkannya bersama wanita ini? Kemudian dia tersenyum dan menatap Sooyoung dengan tatapan mengooda.

“Kau sedang menembakku?”Tanyanya dengan tatapan menggodanya yang membuat Sooyoung salah tingkah.

“Ani.. Aku…Aku..”Sooyoung yang salah tingkah langsung menundukkan wajahnya yang sudah memerah.

“Haha…Tenanglah.. Aku tidak akan menolakmu Nona Choi Sooyoung…”

Dia mengangkat wajah Sooyoung dengan tangannya lalu mencium kening Sooyoung dengan lembut.

“Saranghae.. Choi Summer…”Ujar Kyuhyun lalu memeluk Sooyoung yang masih tampak terkejut dengan perilaku Kyuhyun.

Tapi, tak lama kemudian Sooyoung membalas pelukan Kyuhyun dan berbisik pelan di telinga milik namjachigunya itu. “Saranghae Cho Kyuhyun…”

***

YOONWON

Jantungnya berdegup tidak karuan saat alat tes kehamilan tersebut sudah menunjukkan hasilnya. Yoona memejamkan mata kemudian membuka matanya dengan perlahan.

‘Lagi-lagi gagal…’Lirih Yoona sambil meletakkan 2 buah testpack yang ia gunakan.

 

Yoona terlihat murung saat keluar dari toilet yang ada didalam kamarnya. Sudah 2 kali Yoona  melakukan tes kehamilan dengan menggunakan test pack hari ini, namun hasilnya tetap sama. Padahal ini sudah satu tahun lebih semenjak dia keguguran, dan dia sangat berharap dirinya bisa segera hamil lagi. Karena terlalu kecewa, air mata Yoona mulai jatuh membasahi wajahnya, namun saat melihat Siwon yang tiba-tiba masuk kamr mereka, dengan cepat Yoona langsung menghapusnya.

 

Melihat istrinya yang tampak murung, Sipwonpun langsung menghampirinya yang sedang duduk di pinggir ranjang. Dia memeluk tubuh Yoona dengan sayang dan tak lama kemudian dia bisa mendengar tangisan sesegukan istrinya.  Siwon memutuskan untuk tidak bertanya apa yang menyebabkan Yoona menangis. Yang dilakukan Siwon saat ini hanya menepuk-nepuk bahu Yoona agar istrinya itu kembali tenang.

“Yeobo…”Panggil Yoona pada Siwon yang kini memeluknya manja.

“Waeyo, Yoona-ah?”Tanya Siwon sambil membelai rambut Yoona yang kini menyenderkan kepalanya di bahunya.

“Tadi aku melalukan tes kehamilan lagi..”Ujar Yoona pelan.

“Lalu hasilnya?”

“Negatif.. Hasilnya tetap negative..” Jawab Yoona dengan putus asa. Yoona kembali terisak didalam pelukan Siwon dengan membenamkan wajahnya.

“Gwenchanna… Mungkin memang bukan waktunya… Aku yakin Tuhan akan  memberikannya pada waktu yang tepat.. Uljimma…”Ujar Siwon sembari membelai pundak Yoona. Sejujurnya Siwon juga merasa sedih, namun Siwon sadar dia tidak mungkin menunjukkannya dihadapan Yoona. Jika ia bersedih, maka hanya akan membuat Yoona semakin menyalahkan dirinya.

“Tapi ini sudah setahun lebih… Aku takut… Bagaimana jika aku tidak bisa hamil lagi”Tanya Yoona  putus asa dan menangis lebih keras.

“Ani..  Itu tidak akan terjadi. Kau jangan takut. Ingatlah, dokter mengatakan rahimmu baik-baik saja. Kita hanya perlu menunggu dan berdoa.. Hm.?” Yoona mengangguk pelan dan memcoba mempercayai perkataan Siwon. Siwon menganngkat wajah Yoona dan menyeka pipi istrinya yang basah dengan air matanya sendiri.

“Yoona-ya, kau jangan terlalu memikirkan hal ini. Lebih baik kita nikmati saja waktu berdua seperti sekarang ini. Kalau nanti kita sudah mempunyai bayi kan suasananya sudah pasti berbeda…”Hibur Siwon.

Yoona tersenyum mendengar kata-kata Siwon. Dia sadar mungkin tidak baik juga kalau dia terlalu memikirkan hal ini setiap hari. Toh, itu hanya akan menjadi beban baginya. Dia melepaskan tubuhnya dari pelukan Siwon. Dia membelai wajah Siwon dengan sayang.

“Gomawo untuk semuanya dan Mianhae aku masih belum bisa memberikanmu seorang anak…” Ucap Yoona dengan perasaan bersalah. Siwon tersenyum dan menangkup wajah Yoona dengan kedua tangannya.

“Aku tidak peduli kau memberikanku anak atau tidak. Aku  hanya ingin kau terus  mencintaiku dan berjanji selalu di sisi ku… Aku tidak membutuhkan yang lainnya..”Siwon berkata membuat wajah Yoona merona.

“Aku berjanji untuk itu…Saranghae,” ucap Yoona.

Belum sempat Siwon menjawab ucapan cinta Yoona, sebuah ciuman lembut mendarat tepat di bibirnya. Sebuah ciuman yang penuh dengan rasa cinta. Siwon membalas ciuman Yoona dengan lembut dan penuh kasih sayang. Yoona mengalungkan tangannya ke leher Siwon dan memperdalam ciuman mereka. Siwon memeluk pinggang Yoona agar istrinya itu tak mempunyai jarak lagi untuk bergerak. Perlahan tapi pasti Siwon membaringkan tubuh istrinya ke ranjang dan melanjutkan permainan mereka yang sesungguhnya.

***

Siwon memarkirkan sedan mewahnya di depan sebuah rumah besar bergaya Eropa. Pemuda itu menekan bel di pintu rumah kemudian keluarlah 2 orang perempuan cantik. Yang pertama adalah gadis kecil yang memakai gaun putih seperti malaikat sementara seorang lagi adalah seorang wanita cantik yang memakai gaun berwarna merah muda dengan hiasan permata yang bertabur di bagian bawahnya.

“Aigoo.. Anak Daddy cantik sekali…”Ucap Siwon gemas sambil mecubit kedua pipi chubby milik Yoo Jin.

Siwon mengalihkan pandangannya pada Yoona yang masih menggandeng tangan Yoo Jin. Di tatapnya wajah Yoona yang amat cantik dengan dandanan polosnya. Dia tersenyum lembut pada istrinya. “Yepudda…”Bisiknya lembut yang membuat wajah Yoona merona.

“Kita berangkat sekarang?”Siwon mengalungkan tangannya pada pinggang Yoona dan membawanya masuk kedalam sedan mewahnya. Ketiga insan itu akan menghadiri sebuah pesta. Siwon mengendarai sedannya pelan dan sesekali ia menoleh ke kanannya.

“Yeobo, kau sudah selesai meetingnya?”Tanya Yoona memecahkan keheningan.

“Neh.. Mianhae aku terlambat menjemput kalian..”

“Gwenchanna..Ah, apa Sooyoung masih akan tetap bekerja padamu setelah menikah?”

“Mmmm, Untuk sekarang sepertinya iya.”

Yoona memandang  Siwon khawatir. Dia tahu Siwon pasti takut kalau sampai Sooyoung berhenti. Bagaimanapun selama ini Sooyoung adalah sekretaris pribadinya. Dan, tentunya kalau sampai Sooyoung berhenti dari pekerjaannya, tak akan mudah mengganti sosok Sooyoung. Apalagi dengan sifat Siwon yang cukup tegas. Meskipun ia baru mengenal Sooyoung beberapa bulan yang lalu. Namun menurut Yoona, Sooyoung adalah sekretaris yang baik dan cocok untuk suaminya.

***

Suara dentingan piano yang merdu memenuhi ruangan resepsi pernikahan yang mewah ini. Pintu yang sejak tadi tertutup mulai terbuka, membuat semua mata kini tertuju pada 2 sosok pengantin yang menjadi bintang utama di pesta ini. Sang pengantin wanita tampak anggun dengan gaun putihnya yang menawan dengan sebuah rangkaian bunga ditangannya ia berjalan dengan anggun. Di samping wanita itu, tampak seorang pria tampan dengan tuxedo hitam, pria itu tak bisa mengalihkan pandangannya ke arah lain. Matanya terus menatap dalam sesosok wanita cantik yang tengah berjalan kearahnya. Senyuman terus terpancar dari ujung bibirnya.

Air mata bahagia pun menetes dari beberapa mata orang-orang terdekat mereka. Begitu juga Yoona, dia tampak menangis bahagia memandang sahabat baiknya kini telah menikah dengan seorang wanita yang dicintainya. Siwon dan Yoona kembali melempar senyuman terbaiknya ketika pengantin baru itu memandang hangat ke arah mereka.

“Aigoo… Kyu, aku tak menyangka kau akan menikah secepat ini..”Kata Yoona masih memeluk Kyuhyun erat.

“Yah! Ny. Im, memang kau mau aku menjadi perjaka tua!”Gurau Kyuhyun yang masih membalas pelukan sahabat baiknya.

“Just kidding.. Hehe.. Ah, mianhae.. Aku lupa istrimu di sampingmu.. Haha..”Yoonapun melepaskan pelukannya dan mengalihkan pandangannya pada Sooyoung.

“Sekali lagi aku ucapkan selamat ya.. Chukkae… Dan ingat, kau harus tahan menghadapi sahabatku ini. Laporkan saja padaku kalau dia sampai bertingkah macam-macam. Aku akan membunuhnya..”Gurau Yoona sambil berbisik pada telinga Sooyoung.

“Yah! Apa yang kau katakan padanya Im Yoona?”Teriak Kyuhyun.

“Ani.. Haha..”

Setelah menyalami sang pengantin, Yoona dan Siwon memilih untuk bertemu dengan teman-teman mereka masing-masing. Yoona menggandeng tangan Yoo Jin berjalan kearah Taeyeon yang sedang duduk di meja makan bersama beberapa temannya yang lain. Setiap sahabatnya tampak sibuk dengan obrolan-obrolan mereka. Tapi, tidak dengan Yoona dan Yoo Jin.Yoona dan Yoo Jin memusatkan pandangannya pada seorang bayi mungil yang tampak pulas tertidur di pelukan sahabtanya, Taeyeon. Yoo Jin memandang takjub bayi mungil yang ada di pelukan kan Taeyeon. Sementara Yoona terus mengelus kepala bayi mungil itu dengan sayang.

“Mommy.. Dia sangt lucu. Yoo Jin mau punya dongsaeng sepertinya..”Kata Yoo Jin saat melihat Hyun Woo menguap. Yoona hanya bisa menanggapi perkataan putrinya dengan anggukan. Dia sedih sekaligus senang melihat anak di hadapannya. Dia senang karena sahabatnya kini mempunyai buah hati, dan tentu saja karena dia juga penyuka anak kecil. Tapi, di satu sisi dia juga sedih karena dia sendiri belum bisa memberikan seorang anak untuk suaminya, maupun dongsaeng untuk putrinya.

“Hyun Woo sudah besar ya…”Gumam Yoona.

Taeyeon tersenyum dan mengangguk menjawab pertanyaan Yoona. Dia tahu betapa sahabatnya itu ingin sekali mempunyai anak lagi.

“Yoong, sabarlah. Aku yakin Tuhan pasti akan memberimu anak sebentar lagi..”Hibur Taeyeon.

“Aku harap juga begitu.. Tapi sejujurnya aku sudah mulai putus asa…”

“Kau tidak boleh putus asa. Kau harus berusaha dan berdoa.. Lagipula ini kan baru setahun lebih dan kalian juga masih muda. Jangan terlalu dipikirkan Yoong…”

Setelah berbincang-bincang dengan Taeyeon, Yoona menghampiri Siwon yang sedang berbincang dengan Nickhun di sudut ruangan.

“Ah.. Tiffany mana?”Tanya Yoona ketika menyadari Tiffay tidak ada di samping Nickhun.

“Dia sedang beristirahat di rumah…”Jawab Nickhun sambil tersenyum.

“Apa dia sakit?”Tanya Yoona penasaran.

“Ani.. Dia sedang hamil dan sudah memasuki bulan ke-9, jadi dokter bilang lebih baik dia tidak pergi ke mana-mana..”Jelas Nickhun dengan senyum sumingrah.

Yoona berusaha tersenyum mendengar jawaban Nickhun. Sejujurnya hatinya sangat sakit mendengar sahabatnya kini juga akan punya anak. Rasa bersalah, kecewa, dan takut kini menghampirinya lagi. Siwon yang di sampingnya langsung menggegam tangan Yoona erat berusaha menguatkannya bahwa dia harus kuat. Dia tahu pasti istrinya kini merasa tertekan lagi.

“Hm.. Hyung, kami pulang dulu ya.. Besok aku ada meeting..”Seakan tahu istrinya yang tertekan, Siwon memilih untuk  pamit kemudian menggandeng  tangan Yoona  menuju mobilnya.

Di perjalanan Yoona terus diam dan berusaha menahan tangisnya. Dia hanya memandang jalanan yang kini tengah gelap. Siwon yang di sebelahnya hanya mampu terdiam dan memperhatikan Yoona yang sejak tadi tidak mengeluarkan suara apapun. Setelah tiba di rumah,  dengan cepat Yoona berjalan keluar dan berlari menuju taman, tanpa mempedulikan Siwon dan Yoo Jin yang memandangnya khawatir.

 “Daddy, Mommy kenapa?”Tanya Yoo Jin pada Siwon.

“Mommy sedang sedih sayang.. Yoo Jin  tidur dulu ya. Besok kan Yoo Jin harus sekolah…”Jawab Siwon sambil menuntun putrinya ke kamar nya.

‘Mungkin Yoona perlu waktu untuk sendiri’ batinnya dalam hati.

Yoona memilih duduk di sebuah ayunan memandangi langit yang berwarna hitam pekat persis seperti suasana hatinya saat ini. Ia tahu, sebentar lagi akan turun hujan.  Yoona mendongakkan kepalanya menghadap langit. Dengan tangan yang gemetar, ia mencoba merasakan rintik-rintik hujan yang kini membasahi tangannya. Sama seperti matanya, yang kini terus mengeluarkan air mata membasahi wajahnya yang amat cantik.

Setelah memastikan Yoo Jin tertidur, Siwon berjalan keluar taman. Dia berjongkok di hadapan Yoona yang masih menangis. Dia menangkup wajah Yoona dengan tangannya dan menghapus air mata yang mengalir di cantiknya yang kini bercampur dengan air hujan yang mulai deras.

“Uljimma.. Kita masuk ke dalam ya…”Kata Siwon yang kini memenggegam tangan Yoona.

“Masuk saja dulu. Aku masih mau disini..”Kata Yoona pelan di tengah tangisannya.

Siwon hanya menghela nafas panjang mendengar permintaannya. Perlahan, Siwon merentangkan kedua tangannya dan memeluk tubuh Yoona yang terasa sangat rapuh. Di pelukan hangat Siwon, Tangis Yoona semakin pecah dan isakannya semakin terdengar.

“Aku ingin hamil.. Aku ingin memberikanmu seorang anak..”Lirih Yoona parau di dekapan Siwon.

“Arra.. Aku juga ingin mempunyainya. Tapi, mungkin bukan sekarang waktunya..” ucap Siwon semakin mengeratkan pelukannya. Ucapan Siwon semakin membuat Yoona terisak.

“Tapi kapan?”Tanya Yoona frustrasi

“Kau mau sekarang?”Gurau Siwon agar Yoona berhenti menangis.

“Yah! Maksudmu apa?”

“Kalau kita membuatnya sekarang bagaimana? Siapa tahu berhasil..”Gurau Siwon lagi yang kini disertai senyuman menggodanya.

“Tapi… Bagaimana kalau tidak berhasil?” Tanya Yoona putus asa.

“Kau ini bicara apa? Kalau kita tidak mencobanya kita tidak akan pernah tahu hasilnya kan..”Ucap Siwon kemudian kembali menghapus sisa air mata Yoona.

Yoona mencoba tersenyum menanggapi perkataan Siwon.“Kajja…Ayo kita masuk ke dalam…”Ujar Siwon kemudian langsung menggendong tubuh Yoona masuk ke dalam kamar.

Di kamar, Siwon langsung membaringkan tubuh Yoona di ranjang. Di tatapnya wajah yang masih memancarkan kesedihan itu. Dia membelai wajah Yoona dengan sayang bagaikan sebuah permata yang sangat indah. Siwon mulai menghembuskan nafas hangatnya di wajah istrinya. Siwon mulai mendekatkan bibirnya pada bibir manis Yoona, tapi sebelum bibir itu menyentuh bibir Yoona, Yoona langsung menahan bibir Siwon dengan tangannya

 “Waeyo?” Tanya Siwon.

Yoona mendekatkan wajah Siwon dan berbisik ditelinganya. “Yeobo, aku rasa kita lebih baik mandi dulu. Kita kan kehujanan tadi. …”

Seakan sudah dipenuhi  hawa nafsunya, Siwon hanya membalas bisikan Yoona dengan senyuman yang sangat menggoda. Siwon kembali memandang Yoona dalam. Kemudian mendekatkan wajahnya kembali ke arah Yoona dan dia mendaratkan ciuman yang amat hangat di bibir Yoona sebagai permulaan permainan mereka.

***

-A FEW WEEKS LATER-

Hari  ini suasana rumah sakit tampak ramai oleh anak-anak kecil. Dengan senang hati Yoona melayani anak-anak itu satu-per satu. Senyuman hangat tak henti-hentinya dia berikan pada setiap pasiennya. Walaupun Yoona merasa lelah, tapi dia tetap melayani setiap pasien dengan baik.

“Apa dokter sudah makan?”Tanya suster yang membantu Yoona menanganni pasiennya.

“Ani..Sebentar lagi aku sudah mau pulang. Suster pulang saja dulu..”

“Baiklah. Tapi saya sarankan dokter makan. Wajah dokter sangat pucat..”

“Neh..”

Suster itupun keluar dari ruangannya meninggalkannya seorang diri. Yoona memilih mengistirahatkan tubuhnya sejenak dibanding mengisi perutnya. Yoona tersenyum seorang diri mengingat kejadian tadi pagi. Kejadian yang terus membuat senyumannya merekah hingga saat ini.Yoona mengelus perutnya perlahan berusaha memberikan makhluk di dalamnya suatu kenyamanan.

FLASHBACK

Jantungku terus berdetak tak karuan saat menunggu hasil tes dari tes pack yang saat ini sedang dipegangnya. Kali ini aku cukup yakin jika kemungkinan besar aku hamil karena beberapa hari ini aku mengalami gejala mual-mual dan juga keterlambatan menstruasi. Jantungku rasanya  berdegup kencang saat alat tes kehamilan tersebut sudah menunjukkan hasilnya. Perlahan aku yang sejak tadi  memejamkan mataku berdoa mulai membuka mata.Aku sungguh tak percaya saat melihat 2 garis merah yang ada di test pack ini. Aku menatap bahagia 2 garis merah yang ada di benda yang ada di tanganku. Ya, 2 garis merah yang menunjukkan bahwa di rahimku memang telah tumbuh janin yang bernyawa hasil hubunganku dengan suamiku. Aku hanya bisa meneteskan air mata bahagia sembari menyentuh perutku dengan sayang.

‘Semoga saja aku benar-benar hamil’

Pagi ini aku sengaja pergi ke dokter kandungan sebelum memulai praktekku. Saat pemeriksaan  Dokter Kim menyuruhku berbaring di ranjang kemudian dia mulai mengoleskan gel ke atas perutku. Lalu dia mengambil alat dan mendeteksi keadaan perutku sembari matanya terus menatap monitor yang ada di sampingnya. Tak lama setelah itu, dokter langsung menyuruhku duduk di mejanya dan aku melihat di mencetak hasil USGku.

“Bagaimana hasilnya? Apakah saya hamil?”Tanyaku antusias pada Dokter Kim yang baru saja duduk di hadapanku.

“Ne. Anda hamil..Chukkaehamnida,”Ujar dokter Kim sambil menjabat tanganku.

“Jeongmalyo Uisanim?”

“Ne. Ini hasilnya.”Dokter Kim menyerahkan sebuah surat padaku. Aku membukanya dan membaca isi dari surat itu. Dan pandanganku tertuju pada tulisan yang bercetak tebal dan hitam bertuliskan Positif Hamil.

“Ah.. Dan satu lagi. Ini hasil USG anda.”Ujarnya senang sambil memberikan sebuah foto hasil USG kepadaku. “Lihat.. Gambar titik di rahim Anda ini adalah janin Anda. Usianya kira-kira sudah 6 minggu.”

“Ah.. Neh.. Gomawo..”

“Hm.. Maaf, kalau saya boleh tahu, kenapa suami Anda tidak ikut?”Tanyanya hati-hati.

“Ah, suami saya sedang ke Busan beberapa hari…”

“Oh.. Kalau begitu saya rasa kehamilan anda pasti akan menjad kejutan yang sangat menyenangkan..”

“Tentu saja…Haha..”

“Baguslah.. Saya akan memberikan Anda resep vitamin dan obat yang mengurangi rasa mual. Dan saya harap Anda tidak terlalu melakukan aktivitas yang bisa membuat Anda kelelahan. Dan kalau Anda merasa mual, Anda juga tetap harus makan. Ingat janin Anda membutuhkan gizi yang cukup..Ah, dan satu lagi hal yang penting,  wanita yang pernah keguguran, tentunya kondisi rahimnya lebih lemah, jadi resiko  keguguran juga akan lebih tinggi. Jadi, saya ingatkan Anda harus banyak beristirahat, terutama saat usia kehamilan anda masih rentan seperti sekarang ini… Jangan terlalu banyak pikiran juga.. ”

“Baiklah Uisanim.. Sekali lagi Kamasahamida..”

FLASHBACK END

Rasanya aku benar-benar tak percaya dengan kertas yang ada di hadapanku. Kertas yang menyatakan kehamilanku. Semenjak tadi perasaan bahagia tak henti-hentinya mewarnai hatiku. Aku benar-benar merasa semuanya seperti mimpi. Penantianku selama berbulan-bulan kini telah terjawab.

“Aegi-ya, Eomma berjanji kali ini Eomma akan menjagamu baik-baik sampai kamu lahir di dunia ini… Eomma menyayangimu…”Aku masih tak dapat menahan tangis bahagia yang mengalir dari kedua mataku.

Seusai aku pulang dari rumah sakit, aku mengendarai mobilku menuju rumahku. Selama aku mengendarai mobil, senyumanpun tak henti-hentinya merekah di bibirku. Tangankupun sesekali akan aku gunakan untuk mengelus perutku. Rasanya hari ini adalah hari terbaik dalam hidupku. Ah, Aku tak bisa membayangkan bagaimana ekspresi Siwon jika tahu kalau sekarang aku telah hamil. Rasanya membayangkannya saja aku sudah terlalu bahagia. Apalagi hari ini adalah ulang tahunnya Siwon, tentu saja kehamilanku ini akan aku jadikan hadiahku untuknya. Hadiah yang akan mengawali umurnya yang baru.

“Aegi-ya, kau akan menjadi hadiah terbaik bagi Appamu malam ini…”Gumamku yang masih tetap mengelus perutku.

***

Malam ini seperti biasanya, Yoona tampak duduk didepan kaca riasnya, dia memoleskan wajahnya dengan bedak tipis sambil menyisir rambutnya yang masih basah. Tapi tentu ada kegiatan baru yang sejak tadi dia lakukan, yaitu menyentuh perutnya.

“Yeppeo.” Ucap seseorang dari arah pintu, Yoona langsung mengalihkan pandangannya kearah pintu dan memberikan senyuman manisnya.

“Tentu saja, kau saja yang baru menyadarinya.”Ujar Yoona percaya diri. Siwon perlahan masuk dan berdiri didepan Yoona dengan baju kantor dan dasi yang masih tampak rapi. Yoona memperhatikan dengan lekat wajah Siwon yang terlihat lelah.

Yoona segera berdiri dari kursinya, dia membalikkan badannya dan mulai melepaskan dasi yang terpasang di leher Siwon.

“Bogoshippo…”Ujar Siwon lembut di telinga Yoona. Yoona hanya mengangguk dan melanjutkan kegiatannya.

“Kau tak mengucapkan apa-apa padaku?”Tanya Siwon mesra.

Yoona hanya menggelengkan kepalanya berpura-pura tidak tahu.

“Apakah semua orang melupakannya?”Gumam Siwon frustrasi.

“Waeyo? Memang apa yang harus kuucapkan?”Tanya Yoona memasang muka polosnya.

“Ah, sudahlah.. Lupakan saja..”Kata Siwon kesal lalu melepas jasnya dan berbaring di ranjang.

Yoona menahan tawanya melihat tingkah suaminya yang seperti anak kecil. ‘Apakah hanya karena aku tak mengingat ulang tahunnya lalu dia marah?’ Pikir Yoona. Yoonapun berjalan dan duduk di samping Siwon yang masih berbaring sembari menutup kedua matanya. Dia membelai rambut Siwon dengan dengan lembut.

“Yeobo…”Panggil Yoona.

Mendengar panggilan Yoona, Siwon hanya bergumam. Dia terlalu lelah dan malas untuk membuka kedua matanya.

“Saengil Chukkae..”Bisik Yoona lembut.

Siwon yang tadinya kesal, kini luluh mendengar ucapan istrinya.

“Gomawo.. Aku yakin kau pasti mengingatnya..”Ujar Siwon yang masih saja menutup matanya akibat kelelahan.

“Hm.. Kau sudah menerima berapa hadiah Oppa?”Tanya Yoona penasaran.

“Ani. Tidak ada yang memberiku hadiah. Yeobo, aku lelah. Kita lanjutkan besok saja ya..”Ujar Siwon yang kini benar-benar tak sanggup lagi menahan kantuknya.

“Ani. Kau harus mandi dulu…”

“Shirreo.. Aku benar-benar lelah hari ini. Aku mandi besok pagi saja…”

“Ah.. Baiklah.. Kalau begitu hadiah dariku besok saja ya…”Bisik Yoona di telinga Siwon.

Seperti seorang anak kecik, Siwon langsung membuka matanya begitu mendengar kata ‘hadiah’.

“Hadiah? Kau memberiku hadiah?”Tanya Siwon yang kini menatap Yoona yang ada di sampingnya.

“Bukankah besok saja? Aku lelah ya.. Besok baru kuberikan…”Jawab Yoona malas. Dia kini juga ikut berbaring di sebelah Siwon.

“Yah! Cepat berikan hadiahku sekarang! Aku mau sekarang…”Rayu Siwon pada Yoona yang memalingkan wajahnya dari Siwon.

“Ayolah.. Tunjukkan hadiahmu. Aku penasaran…”Rayu Siwon lagi.

“Yah, kau ini seperti anak kecil saja Oppa. Sekarang sudah malam. Besok saja..”

“Yeobo, tapi kan ulang tahunku hari ini. Ayolah… Please..”

“Kalau begitu aku mau kau mandi dulu. Baru setelah itu aku berikan hadiahnya..”Ancam Yoona

“AISH! Baiklah!”Jawab Siwon kemudian dengan malas berdiri dan mengambil handuk yang ada di lemari.

“Tapi ingat ya..Hadiahmu!!”

“Arra.. Cepat sana mandi!”

***

Setelah selesai mandi, Siwon langsung duduk di sebelah Yoona yang tengah bersender di dinding ranjang sambil membaca sebuah buku diatas ranjangnya. Perlahan Siwon mulai berbaring dan mendekati Yoona.

“Yeobo mana hadiahku?” Bisik Siwon.

“Aish. Nanti saja.. Aku mau membaca  membaca ini sebentar” Bisik Yoona sambil mencubit lengan Siwon. Siwon tidak menyerah begitu saja. Direbutnya buku Yoona lalu melemparnya ke atas meja.

“Yah! Kau sudah berjanji padaku Ny. Im..  Aku mau hadiah itu sekarang..”

“Kau tidak sabaran sekali sih.. Huh.. Kalau aku memberimu hadiahnya, apa yang mau kau berikan padaku?”Tantang Yoona sembari melipat tangannya di dadanya.

“Lho? Kenapa aku yang harus memberimu sesuatu? Kan yang ulang tahun aku?”

“Kalau begitu aku tidak akan memberimu hadiahnya…”

“Baiklah. Apa maumu? Aku akan berikan..”Jawab Siwon lembut.

Yoona langsung membalikkan badannya dan tersenyum manis pada suaminya. Dia menatap kedua manic mata Siwon dengan sungguh-sungguh

“Aku hanya minta satu hal …”Kata Yoona yang menggantungkan kalimatnya.

“kau harus berjanji satu hal padaku…”

“Kalau kau akan tetap mencintaiku dan tetap menyayangi Yoo Jin sekalipun kau menerima hadiah ini.”

Siwon tampak bingung mendengar kata-kata Yoona. Dia sama sekali tak mengerti apa yang dimaksud Yoona. ‘Mencintainya? Tentu saja. Memang apa yang akan membuatku berhenti mencintainya?’Tanya Siwon dalam hati.

“Neh.. Neh.. Aku berjanji.. Mana hadiahnya?”Jawab Siwon dengan anggukan.

Perlahan, Yoona meraih tangan Siwon. Lalu dia meletakkannya di atas perutnya yang masih rata.. Siwon memincingkan matanya, pertanda kurang mengerti dengan tingkah Yoona.

“Yeobo…Hadiahmu ada di sini”Ucap Yoona lembut yang kini membuat Siwon mulai menatap Yoona.

“Uri aegy....” Bisik Yoona seraya menatap kedua bola mata Siwon dalam. Siwon  membulatkan matanya seolah tak percaya dengan apa yang barusan Yoona ucapkan.

“Kau hamil? Anak kita? Jeongmalyo?” Tanya Siwon seraya menunjukkan raut muka yang terlihat meminta penjelasan lebih dari Yoona.

“Ne, Yeobo.. Uri aegy..”Bisik Yoona sambil menganggukan kepalanya.

Perasaan Siwon kini tengah berbunga-bunga. Perasaan terkejut, bahagia, damai, cinta, semuanya telah bercampur jadi satu. Penantiannya bersama Yoona kini tengah membuahkan hasil. Dia langsung memeluk erat  Yoona dengan sayang.

 “Yoona-ya…Gomawo..”Bisik Siwon yang masih membelai rambut Yoona yang ada dalam dekapannya.

Siwon melepaskan pelukannya dan menatap Yoona dengan sayang. Dia memperhatikan wajah cantik Yoona dengan cinta, wajah seorang wanita yang kini mengisi seulruh hatinya, wajah yang selalu dirindukannya. Dan, hari ini wajah inilah yang meberikannya kebahagiaan baru.Dia membelai wajah itu dengan sayang

“Gomawo untuk hadiahmu… Ini adalah hadiah yang terbaik yang pernah kuterima.. Saranghae..”Kata Siwon sembari menciun kening Yoona dengan sayang.

Perlahan Siwon mengalihkan pandangannya ke perut Yoona. Dia mengulaskan senyum sumingrah menatap perut yang kini berisi calon anaknya. Anak yang selama ini dia nanti-nantikan. Anak yang menjadi buah cintanya dengan Yoona. Dia mengelus perut Yoona dengan sayang dan menciumnya lembut.

“Aegi-ya, ini Appa.. Gomawo kau sudah hadir dalam perut Eommamu. Appa berjanji mulai sekarang Appa akan menjagamu dan Eomma. Appa harap kau bisa lahir dengan selamat… Appa menyayangimu…”

Yoona hanya tersenyum saat mendengar dan merasakan setiap perilaku Siwon. Perilaku yang selalu membuatnya jatuh cinta dengan suaminya.

***

YOONA P.O.V

Aku membuka kelopak mataku yang masih berat dan berusaha menyesuaikan dengan cahaya matahari yang kini menerangi kamarku. Aku tersenyum menyambut objek pertamaku di pagi hari ini. Melihatnya wajahnya yang terlelap selalu menjadi objek kesukaanku. Wajahanya yang kelelahan tampak sangat polos seperti seorang bayi yang tengah terlelap. Perlahan, aku melepaskan diriku dari pelukannya. Ku tegakkan tubuhku dan duduk diatas ranjang sambil mengumpulkan kesadaranku.

Siwon yang ada disampingku tampak menggeliat dan merubah posisi tidurnya menjadi terlentang. Aku pun kembali merebahkan tubuhku sembari memandangi wajah sempurnanya. Wajah yang beberapa hari ini tidak kulihat. Wajah yang kurindukan. Wajahnya semakin terlihat tampan kalau sedang tidur. Aku mengulaskan sebuah senyuman manis ketika melihat Siwon mengernyitkan alisnya dengan mata yang masih terperjam. Mungkin saat ini dia sedang bermimpi.

“Aku tahu kalau wajahku ini sangat tampan..”Ucapnya masih dengan mata yang terpejam.

“K-kau sudah bangun?”Tanyaku gugup

“Ya, bahkan sebelum kau bangun Ny  Im..” Siwon memalingkan wajah ke arahku dan mengedipkan sebelah matanya.

“Mwoya? Aish! Kau menyebalkan…”Aku memukul dadanya singkat, lalu segera bangkit dari ranjang. Aku tidak mau dia tahu kalau wajahku tengah memerah saat ini.

“Kau mau kemana?”Tanyanya yang kini menahan tanganku.

“Aku mau membuatkan sarapan.. ”

“Disini saja dulu… Temani aku tidur lagi.”Ujar Siwon yang kini menarik tubuhku untuk berbaring di sebelahnya.

“Yah! Shirreo! Lepaskan aku.”Ujarku sedikit berteriak dan berusaha melepaskan diriku dari pelukannya.

“Ayolah.. Aku masih merindukanmu Yeobo.. Kau tahu beberapa hari di Busan aku tidak bisa tidur nyenyak..”Ujarnya pelan yang kini membuatku sedikit luluh.

“Tapi aku mandi dulu ya.. Setelah itu aku akan menemanimu tidur…”

“Tidak bisa..” Jawabnya dengan seenaknya.

Akupun hanya bisa pasrah dengan tingkahnya. Kuperhatikan setiap lekuk wajahnya yang tampak kelelahan.Matanya mulai terpejam dengan cepat. ‘Sepertinya dia benar-benar kelelahan..’Pikirku.

Tok.. Tok.. Tok..

Baru saja beberapa menit dia tertidur, tiba-tiba saja suara ketukan pintu menggema berkali-kali di kamar kami.

“Aishh… Mengganggu saja…”Gerutunya kesal, melepaskan pelukannya padaku. Siwonppun langsung turun dari ranjang dan membuka pintu.

“Ah! Daddy….. Bogoshippo… Miss u!..”Teriak Yoo Jin yang kini memeluk Siwon.

Aku segera turun dari ranjang dan menghampiri mereka berdua.

“Miss You too..”Ucap Siwon yang kini melepaskan pelukannya pada Yoo Jin dan mencium pipi Yoo Jin.

“Sebaiknya kita turun sekarang.. Kajja…”Ujarku sambil menarik tangan Yoo Jin.

“Dan Kau! Cepat sana mandi!”Teriakku dari luar kamar.

***

Pagi yang cerah ini mewarnai kediaman keluarga kecil ini. Tampak sang istri tengah menyiapkan sarapan mereka dibantu oleh seorang pembantu. Sang anak tengah asik menunggu sarapannya di meja makan,  sementara sang suami tampak masih tertidur lelap di atas sofa dengan mata terpejam. Setelah makanan selesai dihidangkan, Yoona kembai beranjak ke arah ruang tamu dan membangunkan Siwon yang masih tertidur pulas.

“ Yeobo..bangunlah…Makanan sudah siap..”Ucapnya lembut sambil menggoyangkan badan Siwon.  Siwon hanya menggeliat kecil namun tetap enggan membuka matanya.

“ Yeobo.. Ingat hari ini kau harus mengantarkan Yoo Jin..”Ujar Yoona sedikit lebih tegas.

 “Sebentar lagi, aku masih mengantuk..”dengan asal ditariknya Yoona ke atas tubuhnya. Dipeluknya tubuh Yoona erat.Sementara Yoona  hanya bisa mendengus kecil melihat tingkah Siwon.

“Yeobo…Yoo Jin harus sekolah…Lagipula kan kau sudah mandi.. Masa kau mau tidur lagi?”

“ 5 menit saja… “

Yoona pun menuruti permintaan Siwon. Siwon pun memeluk  Yoona semakin erat. Sementara Yoona terlihat sibuk memperhatikan wajah Siwon yang terlihat tampan. Dia. memainkan bulu matanya, hidungnya, bahkan bibirnya dengan tangannya.

 “Mommy.. Daddy…”

Suara polos Yoo Jin berhasil membuat Yoona yang tengah asik dengan aktivitasnya langsung terkejut dan menghempaskan tangan Siwon yang memeluknya. Begitu juga Siwon, dia langsung terkejut dan duduk di sofa.

“Mommy… kenapa lama sekali… aku harus sekolah… “

 “Ah Neh.. Kajja .. Kita sarapan sekarang…”Ujar Yoona yang langsung menggandeng tangan Yoo Jin menuju ruang makan meninggalkan Siwon yang masih menggarukkan kepalanya gusar.

***

Keluarga kecil itu tampak makan dengan tenang dimeja makan. Televisi yang menyetel film kartun pagi membuat Yoo Jin mengabaikan kedua orang tuanya dan asyik dengan pancake dan tontonannya.Siwon masih sibuk dengan Koran dan pancakenya, sementara Yoona terlihat tak menyentuh makanannya sama sekali. Matanya hanya menerawang kosong kea rah makanan yang ada di hadapannya.

“Kau tidak makan?”Tanya Siwon yang kini menutup korannya dan memandang Yoona yang duduk di hadapannya.

“Ani. Aku tidak lapar.. Kau mau?”Tawar Yoona sambil menyodorkan makanannya kea rah Siwon.

“Kalau kau tidak mau makan ini, kenapa kau masak?”Tanya Siwon sambil menunjuk pancake yang ada di atas meja.

“Awalnya aku memang ingin makan pancake. Tapi, sekarang aku malah mual melihatnya…”Jawab Yoona yang masih mengelus pelan perutnya.

“Lalu kau mau makan apa?”

“Aku tidak mau makan apa-apa..”

“Kalau begitu kau harus makan sedikit… Setidaknya kau harus mengisi perutmu..”

“Tapi aku benar-benar mual..”

“Im Yoona, aku mohon kau jangan keras kepala kali ini… Ingatlah kau sedang hamil.. Di dalam perutmu ada bayi kita. Aku tidak mau kalian berdua sampai sakit…”Ujar Siwon sedikit tegas.

Yoo Jin yang sedang menonton TV, langsung terkejut saat mendengar perkataan Daddynya. “Mwo? Bayi? Di dalam perut Mommy ada bayi, Daddy?”Tanya Yoo Jin yang kini ikut dalam perbincangan orangtuannya.

“Neh.. Sekarang Yoo Jin sudah punya dongsaeng lagi…”Jawab Siwon lembut sembari membelai rambut lembut putrinya.

“Chinjja?”Tanya Yoo Jin antusias.

“Neh…”Jawab Siwon dan Yoona bersamaan.

“Yoo Jin-ah, sekarang Yoo Jin rayu Momm untuk makan ya… Soalnya kalau Mommy tidak mau makan nanti dongsaeng Yoo Jin kelaparan…”

Dengan senag hati, Yoo Jin langsung bangun dari tempat duduknya dan berjalan kea rah Yoona. “Mommy makan ya…”Rayu Yoo Jin menarik-narik baju Yoona.

”Aigoo.. Mommy   ingin makan sayang.. Tapi adik Yoo Jin yang tidak mau …”Ujar Yoona membelai kepala Yoo Jin.

“Ah, kalau begitu Yoo Jin boleh bicara padanya? Yoo Jin mau menyuruhnya makan. Kalu tidak nanti dia kelaparan, Mommy…”Ujar Yoo Jin polos.

Yoonapun memutar badannya ke hadapan Yoo Jin. Dia dan Siwon tersenyum bahagia saat melihat Yoo Jin yang dengan polosnya berbicara pada perut Yoona seakan bayi dalam kandungannya benar-benar sudah bisa mendengarnya.

“Saeng-ah, kamu makan ya. Kalau tidak nanti kamu sakit… Kamu harus makan yang banyak… Kakak menyayangimu…”

“Mommy, Yoo Jin kapan bisa melihatnya?”Tanya Yoo Jin yang masih mengelus perut Yoona.

“Hm.. Masih beberapa bulan lagi sayang.. Yoo Jin sabar saja ya…”

“Neh.. Mommy.. Daddy. Gomawo. Yoo Jin janji Yoo Jin akan jadi kakak yang baik..”

“Neh. Kalau begitu mulai sekarang Yoo Jin tidak boleh menyusahkan Mommy.. Arra?”

“Neh Daddy. I Promise..”Ujar Yoo Jin sambil mengaitkan jarinya pada Siwon.

“Ya sudah, sekarang kita makan ya.. Kalau tidak nanti Yoo Jin terlambat..”Kata Siwon yang kini mulai melanjutkan makannya.

Yoona hanya mendesah pasrah dan mulai memasukkan potongan kecil pancake ke dalam mulutnya. Tapi, setelah memasukkan beberapa suapan, rasa mual dari perutnya seakan muncul lagi. Sepertinya hari ini dia harus mulai merasakn morning sickness lagi..

“Perutku mual Oppa..” Yoona kembali menangkupkan tangan kanannya sedangkan tangan yang kiri memegangi perutnya berusaha menahan mualnya.

 “Gwaenchana?”Tanya Siwon khawatir yang dibalas gelenagn lemah dari Yoona.

Dengan segera Yoona beranjak dari tempat duduknya ketika tak dapat lagi menahan rasa mualnya dan menuju kamar mandi. Siwon yang khawatir juga ikut bangkit dari duduknya dan mengikuti langkah Yoona.

“Muntah saja sampai kau merasa nyaman..”Ujar Siwon sembari memijat tengkuk belakang Yoona.

Siwon benar-benar tidak tega harus melihatnya mulai muntah-muntah lagi pagi ini. Tapi dia juga tidak bisa berbuat apa-apa. Karena memenag inilah yang harus dialami setiap wanita hamil. Setelah memuntahkan seluruh makanannya, Yoonapun merasa lebih nyaman. Tapi, tentunya tubuhnya menjadi lebih lemas dan membuat Siwon harus menopangnya.

“Kau masih mau makan?”Tanya Siwon pada Yoona yang masih terlihat lemas.

“Ani..”Kata Yoona pelan sembari terus mengusap perutnya berusaha menghilangkan rasa mualnya.

“Yoo Jin tunggu di sini sebentar ya.. Daddy mau ke kamar sebentar..”Ucap Siwon pada Yoo Jin yang masih memakan sarapannya.

“Kita ke kamar saja ya…”Kata Siwon yang dengan hati-hati memapah tubuh Yoona menuju kamar mereka. Dia membantu Yoona berbaring di atas ranjang dan menyelimutinya.

“Sekarang istirahatlah..Kalau kau ingin sesuatu hubungi aku saja..”Ujar Siwon yang kini menarik selimut untuk menutupi tubuh Yoona.

Yoona mengangguk pelan. Siwon pun segera duduk di samping ranjangnya sembari menatap wajah Yoona yang mulai tertidur lelap. Tangannya digerakkannya untuk membelainya rambut lembut Yoona dan mengecup keningnya hangat kemudian mengelus perut Yoona dengan perlahan.

 “Aegi-ya, Appa mohon jangan membuat Eommamu muntah terus. Appa tidak mau melihatmu dan Eomma sakit. Kalian berdua membutuhkan makanan yang cukup supaya kalian berdua bisa sehat, Appa pergi dulu ya..”Ucap Siwon dan mengelus perut Yoona dengan sayang.

***

A FEW MONTHS LATER

Malam itu Seoul di guyur hujan lebat. Membuat udara menjadi dingin. Langit-langit tampak gelap dan angin tampak bertiup kecang. Angin-angin itu menerbangkan rambut yang tergerai indah milik seorang Im Yoona. Yoona tampak memejamkan matanya rapat-rapat dan menikmati udara dingin yang kini merasuki tulang-tulangnya. Tak lama kemudian,Yoona merasakan sebuah pelukan hangat yang kini melingkar di tubuhnya. Tangan kekar seseorang yang amat dia cintai. Tangan itu mengelus perutnya perlahan mencoba meraskan pergerakan seorang  makhluk kecil yang kini ada di dalam perutnya.

“Kau sudah pulang?”Tanya Yoona pada Siwon yang ada di belakangnya,

“Neh.. Aku baru saja sampai… Bogoshippo..”Bisiknya lembut di telinga Yoona.

“Kajja.. Kita ke kamar. Kau pasti lelah..”Ujar Yoona kemudian melepaskan pelukan Siwon dan menarik tangan Siwon ke dalam kamar.

Di dalam kamar, Yoona melepaskan dasi yang terpasang di leher Siwon. Dia terus menundukkan wajahnya, tanpa mau memandang Siwon.

“Kau kenapa?”Tanya Siwon menatap wajah Yoona yang terlihat murung dan masih menundukkan wajahnya.

“Ani.. Gwenchanna..”Ujar Yoona yang masih enggan menatap wajah Siwon.

“Kau sudah makan?”Tanya Yoona pelan berusaha mengalihkan pertanyaan Siwon.

“Sudah..Tadi aku makan bersama klienku..”

Setelah selesai, Yoona membalikkan badannya dan hendak berjalan keluar kamar.

“Yoona-ah, kau kenapa?”Tanya Siwon yang berjalan dan menahan pundak Yoona dengan tangannya. Dia membalikkan tubuh Yoona dengan perlahan agar menghadapnya.

“Yeobo, Tatap aku…”

Siwon berbicara dengan nada lembut. Yoona tetap tak mau menatapnya. Akhirnya Siwon memegang dagu Yoona agar istrinya itu menatap ke arahnya. Mata mereka bertemu. Siwon melihat mata Yoona yang tampak sembab. Bahkan wajahnya masih tampak basah oleh tetesa-tetesan air mata.

Melihat istrinya yang menangis, Siwon merangkul Yoona dan membawanya untuk duduk di sisi ranjang. Dia segera berjongkok di hadapan Yoona dan menggegam tanga Yoona yang terasa dingin.

“Kau tidak ingin aku pergi?”Tanya Siwon sambil menatap wajah Yoona yang mulai meneteskan air mata.

“Yeobo, jawab aku.. Kau tidak ingin aku pergi? Hmmm?”Tanya Siwon sekali lagi pada Yoona.

Yoona semakin terisak mendengar pertanyaan Siwon. Dia benar-benar bingung harus bagaimana menjawab pertanyaan suaminya. Dia tahu dia tidak ingin Siwon pergi, tapi dia juga tahu betapa pentingnya tugas Siwon kali ini. Tugas untuk kepentingan negara yang tak mungkin bisa ia ganggu gugat.

“Yoona-ah, uljima… Kalau kau tidak ingin aku pergi, aku tidak akan pergi…”Ujar Siwon lembut sambil menghapus air mata di wajah Yoona.

“Ani… Kau harus pergi…”Ujar Yoona yang menatap Siwon sedih.

“Tapi bagaimana denganmu?”Tanya Siwonyang masih memandang Yoona khawatir.

“Gwenchanna.. Aku akan baik-baik saja…”Ujar Yoona yang kini mulai tenang.

“Baiklah… Tapi ingat aku tak mau mendengarmu menangis lagi. Hm?”

“Neh..”

“Ah, bagaimana kabar malaikat kecil kita hari ini?”Tanya Siwon yang kini beralih mengelus perut Yoona yang telah membesar.

“Hari ini dia terus menendangku. Sepertinya dia tahu hari ini perasaanku sedang tidak baik…”Jawab Yoona yang kini juga mengelus perutnya dengan sayang.

“Aigoo… Kalau nanti Appa tidak ada kamu jangan terlalu sering menendang peut Eomma.. Arra?”Nasihat Siwon pada  anaknya yang berada dalam perut Yoona. Yoona hanya tersenyum melihat tingkah Siwon. Andaikan saja anaknya benar-benar mengerti mungkin anaknya tidak akan membuat Yoona kesakitan setiap hari.

“Yeobo, kau pasti akan pergi sebulan?”Tanya Yoona.

“Neh.. Bahkan kalau belum selesai mungkin bisa saja ditambah…”Jelas Siwon.

“Apa tidak bisa dipercepat?”Tanya Yoona penuh harap.

“Wae? Bukankah bayi kita akan lahir sebulan lagi?”

“Aku tahu.. Hanya saja aku sedikit khawatir. Akhir-akhir ini dia sangat aktif dan membuatku sedit lemas… Aku jadi sedikit takut…”

“Aigoo.. Kau jangan terlalu banyak berpikir macam-macam.. Kau harus banyak beristirahat. Aku pasti akan kembali secepat yang aku bisa…Lagipula jarak kita tidak terlalu jauh, hanya 1 jam 40 menit kan?”Ujarnya sambil mencium tangan Yoona yang digenggamnya. Dia berusaha memberikan Yoona ketenanga.

“Neh.. Tapi, ingat kau harus menghubungiku setiap hari.. Arra?”

“Tentu saja Ny.Im…”

“Kajja.. Lebih baik kita tidur sekarang. Aku yakin kau pasti juga lelah..”Ujar Siwon yang kini bangkit dan duduk di sebelah Yoona.

“Tidur? Shirreo! Kau bahkan belum mandi! Cepat mandi sekarang!”

“Aigoo.. Baiklah Ny. Im…”Ujar Siwon lalu bernajak dari ranjang dan masuk ke dalam kamar mandi.

***

Semenjak tadi Yoona sama sekali enggan menutup matanya. Dia terus membelai wajah Siwon yang juga masih enggan menutup matanya di kegelapan ini. Dia menatap sendu wajah yang tak akan ia lihat selama sebulan. Wajah yang selalu menemaninya, wajah yang terus menatapnya penuh cinta. Rasanya dia tidak ingin menghadapi hari esok. Hari di mana dia akan berpisah dengan pria di hadapannya. Pikirannyha seakan terbawa ke 2 minggu lalu ketika mendengar perkataan suaminya. Sejujurnya, dia jadi sedikit menyesal menyuruh suaminya menyetujui pekerjaan yang ditugaskan oleh negara ini.

Saat tu, Siwon bercerita kalau seorang jaksa negara menawarinya sebuah kasus sulit. Kasus yang berhubungan dengan sebuah perusahaan milik pemerintah Korea yang ada di Jepang. Dan, itu artinya jika dia ingin menangani kasus ini maka dia harus tinggal di Jepang sampai sebulan lebih. Awalnya Siwon berkata kalau dia ingin menolaknya karena merasa tak mungkin meninggalkanknya seorang diri mengingat usia kehamilan Yoona yang sudah memasuki bulan ke-7. Namun karena Yoona tahu suaminya sangat tertarik pada kasus ini, Yoona memaksanya untuk menyetujui tawaran ini.Bagaimanapun, Yoona tahu Siwon masih muda dan pasti Siwon ingin meluaskan kariernya dan Yoona tak ingin dia dan anak-anaknya menjadi penghalang untuknya. Tapi,siapa sangka semakin dekat kepergiannya, justru hatinya semakin tak rela. Rasanya hatinya tak sanggup melihat Siwon pergi meninggalkannya dan anak dalam kandungannya selama sebulan.

 “Yeobo, berjanjilah padaku kau akan selalu sehat. Hmm? Jangan terlambat makan..Ingat hubungi aku terus…”Lirih Yoona yang masih membelai wajah Siwon dengan sayang.

“Jangan khawatir.. Aku akan menjaga diriku sebaik mungkin.. Justru yang aku khawatirkan dirimu.. Kau harus makan teratur, banyak beristirahat. Ingat, di dalam perutmu ada  seorang malaikat kecil, jadi kau harus menjaganya. Arra?”Jawab siwon sambil tersenyum dan segera mencium bibir manis Yoona lembut dengan penuh cinta.

Yoona  pun langsung membalas ciuman itu sama lembutnya dan penuh cinta, seolah-olah itu ciuman terakhir yang dapat mereka rasakan.

“Saranghae..”Ucap Siwon dan Yoona yang kini memeluk tubuh masing-masing dengan erat memasuki alam mimpi mereka.

***

Hari terus bergulir dan kini usia kehamilan Yoona sudah menginjak bulan ke-9. Seluruh anggota keluar besar Choi dan Im tampak tak sabar menyambut kelahiran sang buah hati yang kini masih berada di dalam perut Yoona. Segala macam peralatanpun sudah disiapkan oleh Yoona maupun mertuanya.

Semenjak Siwon pergi ke Jepang, Yoona selalu terlihat murung. Wajar saja, karena sekarang bukan hanya dia yang merindukan sosok Siwon, tapi terlebih lagi bayi dalam kandungannya.. Karena semenjak Siwon tak ada, bayinya sering sekali menendang perut Yoona yang membuat Yoona meringis kesakitan dan tidak bisa tidur dengan nyenyak. Sepertinya sang bayi memang terus mencari ayahnya.

Walaupun setiap hari mereka selalu berhubungan lewat telepon atau skype, tapi tetap saja kerinduan Yoona  akan Siwon tak terbayarkan. Terkadang bisa saja dia tiba-tiba menangis jika sedang merindukan Siwon. Apalagi, jika dia sedang memeriksa kandungannya ke rumah sakit, rasa iri dan sedih seolah muncul di hatinya jika menatap wanita-wanita lain yang datang di temani suami mereka. Yoona hanya bisa bersabar sembari menghitung hari menjelang kepulangan Siwon.

***

Malam ini seusai makan malam aku sengaja menemani Yoo Jin bermain boneka di ruang tamu. Aku merebahkan tubuh ku untuk beristirahat sambil memperhatikan Yoo Jin yang sedang mendadani barbienya. Aku mengelus dengan sayang perutku yang semakin hari perut semakin terasa berat sembari memejamkan mataku sejenak. Tiba-tiba aku merasakan sesuatu menghantam perutku. Aku mencengkeram kuat perutku saat rasa sakit itu datang bertubi-tubi. Air mata dan keringat dingin mulai bercucuran dari wajahku. Aku meringis merasakan sakit yang teramat sangat.

“Mommy… Mommy kenapa?”Tanya Yoo Jin yang menatapku khawatir.

“Sayang.. Tolong panggil Ahjumma sekarang..”Ujarku di tengah-tengah rasa sakitku yang semakin menjadi-jadi.

Aku bisa merasakan air yang mengalir di sela-sela kakiku saat ini. Ketakutanku seakan memuncak seketika saat melihat tetesan-tetesan air yang mulai jatuh ke lantai keramik putih ini.

“Ya Tuhan! Ny..”Aku melihat Ahjumma menutup mulutnya tak percaya melihat keadaanku.

“Tolong…. Telepon.. Eo..Eomonim.. Sekarang…”Ujarku masih berusaha menahan nafasku.

“Baiklah Ny..”Ujarnya lalu melangkah pergi meninggalkanku.

“Mommy.. Mommy kenapa?”Ujar Yoo Jin yang kini mulai menangis.

“Mommy… baik.. baik saja..”Ujarku berusaha tersenyum sambil membelai kepalanya dengan tenagaku agar dia tenang.

“Apa dongsaeng Yoo Jin baik-baik saja Mommy?”Tanya Yoo Jin yang kini juga menyentuh perutku.

“Neh.. Mommy… rasa sebentar lagi… dia…akan lahir sayang…”Ujarku masih terus menahan sakitku.

“Chinjja?”Tanyanya yang kubalas dengan anggukan.

Aku bernafas sedikit lega setelah beberapa menit ketika melihat kedua mertuaku ada di hadapanku. Syukurlah, jarak rumah kami tak begitu jauh. Aku melihat wajah Eomonim tampak khawatir. Tanpa banyak bicara, dia langsung menyuruh Abeoji dan Ahjumma untuk membantuku ke masuk ke dalam mobil. Di mobil, Abeoji menyetir dengan kecepatan tinggi. Sementara Eomonim duduk di belakang menemaniku yang masih menahan sakit yang luar biasa.

“Sabar ya sayang.. Kau harus kuat.. Percayalah, setelah kau melewati ini, kau akan mendapat kebahagiaan yang tak terkira..”Kata Eommonim sambil menggegam tanganku.

***

Di sebuah kamar hotel, tampak Siwon yang masih duduk  memandang lurus ke layar laptopnya. Tangannya sibuk mengetik keyboard sambil sesekali membaca file-file yang ada di atas mejanya. Dia taampak serius menekuni pekerjaannya yang sejak tadi pagi ia lakukan. Hp nya bergetar hebat pun tak dihiraukannya.

Ketika otot-otot badannya mulai pegal dan matanya mulai memberat Siwon segera meregangkan otot-ototnya dan mengalihkan wajahnya yang tampak kusut kearah  hp yang sejak tadi bergetar. Dia mengambil HPnya dan menjawab telepon di seberang sana.

“Yoboseo”Ucapnya datar.

“Yah! Choi Siwon! Kenapa kau lama sekali mengangkat telepon Eomma?”Tanya orang di seberang sana dengan marah.

“Mianhe Eomma. Aku sedang sibuk. Ada apa?”

 “Yoona akan melahirkan!”

“Mwo? Melahirkan? Bagaimana bisa? Bukankah 2 minggu lagi?” Tanya Siwon yang kini langsung tegang dalam seketika.

“Molla.. Tapi bisa jadi prediksi dokter salah. Masalahnya air ketubannya sudah pecah..”Jawab Eommanya yang mulai terdengar parau.

“Lalu sekarang dia ada di mana?”

“Kita sedang menuju rumah sakit…”

“Arra.. Aku akan ke sana sekarang!”

Dengan buru-buru Siwon langsung menutup teleponnya. Dia segera mematikan laptopnya. Setelah itu dia mengambil paspor, dompet, dan HPnya lalu berlari keluar hotel. Dia langsung naik taksi untuk mengantarkannya ke bandara. Dia bandara, dia berlari menghampiri loket penjualan tiket untuk mencari pesawat tercepat yang bisa membawanya tiba secepat mungkin di Korea.

Selama perjalanan, tak henti-hentinya Siwon mengacakkan kepalanya gusar. Bagaimana mungkin dia bisa tidak ada di samping Yoona, saat istrinya itu harus mengalami kesakitan seperti ini.Dia tak henti-hentinya menyalahkan dirinya. Mulutnya tak henti-hentinya berdoa untuk keselamatan Yoona dan bayi mereka.

“ Aku harap semua akan baik-baik saja..”Ujar Siwon yang terus memeperhatikan jamnya yang dia rasa saat ini bergerak terlalu lambat.

***

Aku hanya bisa menangis bahagia saat mendengar tangisan seorang bayi mungil yang keluar dari rahimku. Perjuanganku melahirkannya benar-benar tak sia-sia.Terlebih lagi saat dokter membersihkannya dan meletakkannya di sampingku. Rasanya semua kebahagiaanku kini telah sempurna, Aku sudah berhasil menjadi seorang ibu.

Walaupun tubuhku masih terasa sangat lemah, tapi menatap tubuhnya yang masih merah di sampingku terus membuatku enggan menutup mataku. Meliha darah dagingku yang tamapk pulas tertidur di sampingku benar-benar membuat air mataku terus mengalir. Rasa terharu kerana bahagia terus menguasai hatiku. Siapa sangka baru tadi pagi dia menendang perutku dan kini dia sudah lahir dan ada di sampingku. Aku menghapus air mataku saat melihat seorang yang kunanti-nantikan masuk dan duduk di sampingku.

“Yoona-ah..”Ujarnya pelan.

“Mianhae…”Ujarnya sambil menyentuh tanganku yang masih terpasang infus.

“Mianhe.. Aku terlambat…”Ujarnya menyesal. Aku terkejut saat merasakan tanganku yang basah oleh tetesan air mata yang jatuh dari matanya.

Aku mengulaskan senyuman hangat dan mengulurkan tanganku untuk mengusap airmatanya. Tapi dia menahan tanganku dan mengelap airmatanya dengan tangannya sendiri.

“Kau tidak terlambat…”Ujarku pelan.

“Ani.. Seharusnya aku menemanimu saat kau berjuang melahirkan anak kita.. Bukannya Eomma… Mianhe…”Ujarnya yang masih meneteskan air mata.

“Gwenchanna.. Bagiku siapapun yang menemaniku bukan masalah.. Yang terpenting adalah aku melihatmu disini bersama putra kita.. Itu adalah hal yang paling indah untukku..”

“Putra? Anak kita laki-laki?”Tanyanya yang dengan senyuman sumingrah.

“Neh.. Dia laki-laki…”Jawabku sambil menganggukan kepalaku pelan.

Aku melihat Siwon menatap putra kami yang tertidur di sampingku dengan sayang. Dia membelai wajahnya yang masih tampak merah dengan lembut. Dikecupnya wajah nya dengan sayang.

“Yeobo, berilah nama padanya…”Kataku pada Siwon yang masih mencium wajah putraku.

“Neh.. Hm.. Karena kau laki-laki, Appa akan memberimu nama Choi Myung Soo. Myung berarti kercerdasan dan terang sedangkan Soo berarti kesempurnaan. Appa berharap kelak kau akan menjadi anak yang cerdas dan selalu menjadi terang dimanapun kamu berada. Semoga saja kelak kau menjadi anak yang selalu berusaha mencapai kesempurnaan..”Ucapnya lembut lalu mencium kening putra kami.

 

“Yeobo…”Ujarnya yang kini membelai wajahku.

 

“Gomawoyo kau sudah mengandung dan melahirkan putra kita.. Gomawo kau masih ada di sini untukku. Gomawo untuk semuanya.. Saranghae..”

Dia mendekatkan wajahnya ke wajahku dan mencium keningku dengan penuh cinta.

***

 

5 Years Later

Malam hari ini suasana hangat tampak  mewarnai kediaman keluarga kecil ini. Seorang anak perempuan dan seorang anak lelaki tampak bermain bersama Mereka terus berlarian kesana kemari, tawa-tawa mereka terlihat begitu lepas tanpa beban sedikitpun.

Yoona dan Siwon memilih untuk duduk di sofa sambil memandangi anak-anak mereka  yang tengah bermain. Yoona menyenderkan kepalanya di bahu Siwon yang tak henti membelai rambutnya, membuatnya semakin nyaman.

“Yeobo.. Aku tak menyangka kini kita sudah menjadi orang tua dari 2 anak…”Kata Yoona sambil mengulaskan senyum pada anak-anak mereka.

“Ani.. Bukan 2 tapi 3…”Ralat Siwon sambil mencium kepala Yoona.

“Kenapa 3? Yang satu kan masih belum lahir…”Ralat Yoona sambil menunjuk bayi yang masih ada dalam perutnya,

“Tetap saja.. Sebentar lagi kan dia akan lahir sayang…”Jawab Siwon yang kini mengalihkan tangannya membelai perut Yoona.

“Tapi sepertinya aku lupa memberitahu sesuatu Oppa…”Kata Yoona yang membuat Siwon penasaran.

Yoona mendekatkan wajah Siwon dan berbisik ditelinganya. Wajah Siwon berubah menjadi terkejut lalu tersenyum bahagia.

“Mwo? Kembar?.. Haha..”Ujar Siwon sambil menyentuh perut Yoona dengan perasaan takjub.

“Kau sudah tahu jenis kelaminnya?”Tanya Siwon penasaran.

“Ani. Kemarin saat akuperiksa ke dokter, Salah satu anak kita ini berjenis kelamin laki-laki dan yang satunya lagi belum bisa di deteksi karena kedua kakinya mengapit terlalu rapat. Bukankah itu menyebalkan?”

“Aigoo.. Sabarlah. Bulan depan kan kita bisa mengtahuinya…”

“Tapi, aku harap yang anak kita satu lagi perempuan.. Kalau kau?”

“Bagiku laki-laki ataupun perempuan sama saja. Bagiku kita bisa mendapatkan 2 anak sekaligus saja sudah berkat yang sangat besar. Bagiku asalkan mereka berdua sehat dan lahir tanpa kekurangan apapun, aku sudah sangat bersyukur.”

“Benar juga. Tapi kan kalau sepesang berarti semuanya sudah lengkap. Yoo Jin mendapat teman, Myung Soo juga akan mendapat teman…”

“Kau benar… Tapi bagaimana kalau keduanya anak laki-laki?”Tanya Siwon.

“Aku tidak bisa membayangkannya Yeobo… Kalau keduanya anak laki-laki, pasti mereka akan selalu bertengkar karena tidak mau berbagi mainan. Belum lagi bertengkar dengan Myung Soo.. Terlalu mengerikan Yeobo.. Aku tidak bisa membayangkan mengurus 3 anak lelaki sepertimu Yeobo. Bisa-bisa aku gila..”

“Yah! Maksudmu apa sepertiku? Mereka kan juga anakmu!”

“Sudahlah Oppa, aku malas membicarakannya..”Kata Yoona yang kini melipat tangan di dadanya kesal.

“Sudahlah, kau jangan khawatir.. Ingatlah, apa yang Tuhan berikan pada kita pasti baik. Baik mereka laki-laki ataupun perempuan..”Ujar Siwon samba terus membelai rambut Yoona berusaha memberikan istrinya itu ketenangan.

“Kau mengantuk?”Tanya Siwon yang mulai melihat Yoona menguap.

“Ne.. Aku mengantuk..”

“Geureom, kita ke kamar sekarang ya…”

“Yoo Jin-ah, hari ini Yoo Jin temani Myung Soo tidur ya.. Mommy harus istirahat. Ah, nanti jangan tidur terlalu malam? Arra?”Ujar Siwon pada Yoo Jin di hadapannya.

“Neh Daddy…”

Sebelum Siwon dan Yoona berdiri, mereka mencium pipi putra dan putri mereka dengan sayang. Setelah itu, Siwon membantu Yoona untuk berdiri dan membawanya ke kamar.  Sesampainya di kamar,Siwon membantu Yoona berbaring di kamar. Dan seperti biasa, dia akan berbaring di sebelah Yoona dan memeluk tubuh Yoona.

“Kau sudah tidur Yeobo?”

“Belum.”

“Kau bilang tadi mengantuk.”

“Bagaimana aku tidur jika kedua anak dalam perutku ini terus menendang.”

“Chinjja?”

Siwon melonggarkan pelukannya, dia mengarahkan tanganya membelai lembut permukaan perutku, menyapa kedua calon anaknya yang masih didalam kandungan Yoona.

“Sayang,  kalian berdua tidur sekarang ya? Eomma kalian harus istirahat…Appa juga sudah mengantuk..”Ucapnya Siwon lembut.

Yoona tersenyum melihat tingkah Siwon yang berhasil membuat kedua anak dalam perutnya kini tenang.

“Bagaimana? Mereka sudah tenang?”Tanya Siwon yang dibalas oleh anggukan Yoona.

“Baguslah. Sekarang tidurlah…”

“Hm.. Yeobo, aku punya satu pertanyaan terakhir. Tapi, aku mohon kau jujur..”

“Baiklah. Wae?”

“Bagaimana kalau ternyata aku tak memberikanmu anak perempuan?”Tanya Yoona menatap mata Siwon dalam.

“Aigoo.. Sepertinya kehamilanmu benar-benar membuatmu khawatir ya?”

“Ayolah Yeobo. Aku serius…Aku takut kalau ternyata nanti kedua anak ini benar-benar lelaki. Setelah ini kan aku sudah tidak mau punya anak lagi..”

“Ny.Im.. Bagiku sekalipun waktu itu kita tidak mempunyai Myung Soo pun aku tidak peduli. Kan aku sudah pernah bilang padamu, aku hanya ingin kau selalu disampingku… Lagipula, aku sudah puas hanya dengan menatap 1 wanita..”

“Wanita? Siapa?”

Siwon mendekatkan wajahnya pada Yoona. Dia menghembuskan nafas hangatnya pada istrinya.Yoona mulai memejamkan matanya membiarkan Siwon mencium bibirnya lembut. Tapi  perasaannya, mulai tidak enak ketika merasakan ciuman Siwon mulai beralih ke lehernya.

“Yeobo.. Hentikan..Kau harus bisa menahan diri. Ingat kalau saat ini kita belum boleh melakukannya..”Ujar Yoona yang mengatur nafas, mencoba untuk menekan hasratnya dan Siwon.

“Arra.. Arra.. Ah, tapi sepertinya akku lupa menunjukkanmu sesuatu…”

“Apa?”

“Tunggu disini ya.. Aku keluar sebentar..”

Yoona memandang Siwon yang keluar dari kamar mereka dengan penasaran. Yoona duduk dan menyandarkan tubuhnya ke sandaran tempat tidur. Yoona mengelus pelan perutnya sambil bersenandung kecil pada 2 bayi yang ada dalam rahimnya.

“Yeobo…Lihat ini..”Siwon sebuah majalah pada Yoona.

“Mwoya? Kebaikan melakukan **** pada masa hamil?”Yoona terkejut membaca judul itu. Yoona mengalihkan pandangannya pada Siwon yang kini tengah tersenyum evil.

“Ya! Ini.. Hm.. Tapi aku… Mmmph..”Belum sempat Yoona mengeluarkan pendapatnya, Siwon sudah membungkam bibir manisnya dengan ciumannya. Siwon terus memperdalam ciumannya hingga membuat Yoona mulai tergoda dan masuk ke dalam permainan suaminya.

Dia membaringkan Yoona di ranjang dan membelai wajahnya yang amat cantik.

“The only women I need is you.. You’re the only one in my heart…”Bisik Siwon lembut lalu melanjutkan permainan mereka. (Satu-satunya wanita yang kubutuhkan cuma kau. Kau adalah satu-satunya di dalam hatiku..)

THE END

Wah… I can’t believe it’s finished!!!! 6 Juni 2013 jam 7.40!!!!!!! 46 hal!

Gimana Endnya? Pasti ga jelas ya? Aneh? Bingung? *Sebenernya g jg ngerasa begitu. Haha*

Jujur, gara-gara aku tahu banyak siders di FF ini, moodku sempet down, bahkan aku sempet mutusin ga lanjutin. Tapi, setelah ngobrol dengan bbrp org, akhirnya aku mutusin lanjutin nh FF.

Yang pertama aku mo terima kasih sama admin yang udah ngepost FF yang ga jelas ini sejak bulan Januari … Thank You so Much! (you are welcome^^)

N yang kedua aku mo terima kasih juga sama readers2 yang selalu baca n comment di FF ga bermutu ini. Kalo ga ada kalian mungkin FF ini ga selesai.

Anyway, walaupun aku ga rela ucapinya, tapi aku thanks juga sama siders2 yang udah bertobat dan akhirnya ngaku..(Walaupun gara2  mo pw chap 9 sh..) Tapi, aku ttp thx untuk kejujuran kalian…Haha…

N the last aku mo ucapin bye2 untuk kalian semua karena aku akan hiatus untuk waktu yang tidak menentu.. Haha..

Anyway, THX ALL^^.. AKU TUNGGU KARYA-KARYA KALIAN JUGA YA..^^ LOVE YOU^^..GBU^^

 

Iklan
Pos Sebelumnya
Tinggalkan komentar

239 Komentar

  1. Dede

     /  Maret 2, 2014

    Ceritanya emang gantung.tapi ahirnya yoonwon mendapatkan kebahagian mereka.sequel nya pasti seru soalnya mereka punya anak kembar.

    Balas
  2. yeona

     /  Maret 22, 2014

    Wahh,happy ending! Tapi gak bisa baca part 9 nya!! Trus juga gak tau knpa yoona onni bisa sampai keguguran!

    Balas
  3. keren dan happy ending

    Balas
  4. azzryia noer hayyati

     /  Maret 31, 2014

    Msh blum kelar ya thor gantung bgt… Aq sempet ngira dah bner2 tamat tp kynya msh ada lagi….

    Balas
  5. Yihaa.. Happy ending..
    Ending nya mantapppp..
    Very like it
    ᵗʰᵃᶰᵏ ᵧₒᵤ ⌣̈ author..

    Balas
  6. nice……

    Balas
  7. keren banget … akhirnya yoonwon berhasil mempunyai keturunan

    Balas
  8. Wkkw itu mau ngaapian? Nanti kasian bayi yang ada di kandungan yoong.. Oppa2 tidak bisa nahan hasratnya yah…
    Brarti wonpa sma yoong bakal punya 4 anak dong

    Balas
  9. Sekali udah dikasih anak sekarang malah lagi hamil lagi, aigoo demen banget deh nihh YW bikin anak Lol hahaha tapi tak apalah selagi itu membuat mereka bahagia 🙂

    Balas
  10. Akhirnya yoonwon mendapat kebahagiaan yg tak terkira. Keluarga yg bahagia

    Balas
  11. hua kenapa harus end ?? padahal cerita.nya bagus, cerita.nya masih gantung, aku penasaran jenis kelamin anak kembar yang satu.nya, sequel thor ..

    Balas
  12. yuyun

     /  Agustus 29, 2014

    kyaaa,,, akhirnya selesai juga ceritanya…
    dari awal baca sampe akhir puas banget bacanya…
    akhirnya yoonwon memiliki keluarga yang bahagia…

    Balas
  13. Endingnya benar2 puas author apalagi part 10 ini ceritanya benar2 panjang aku suka bgt
    tapi part 9 nya aku blm baca hbs di protect, meskipun aku penasaran tapi mau bagaimana lgi. Buat author sukses sllu
    ni FF benar2 sangat menyentuh, adakalanya pelajaran ini bisa diambil dan menurut aku inspirasi author benar2 luar biasa

    Balas
  14. chela

     /  Oktober 28, 2014

    wahhh.. akhir yg bahagia.. keren bgt ff ini.

    Balas
  15. Choi Han Ki

     /  Desember 5, 2014

    Ternyyata yoona sempat keguguran toh baru tau … Tapi sekarang dah memiliki anak lagi bahkan ada yg blm lahir dan itu kembar..

    Balas
  16. dedewjasmin

     /  Desember 20, 2014

    Keluarga yg sangat bahagia jd iri deh…..knph keluarga yoona engga dceritakan sih?

    Balas
  17. siska primadani

     /  Januari 3, 2015

    Endingnya keren, aku kira wonpa nemenin yoona melahirkan eh ternyata nggak.
    Thor akhinya agak gantung, please buat sequelnya ya biar lebih jelas.
    Semangat buat author teruslah berkarya. Makasi

    Balas
  18. Horeee….. Senneng deh semuanya berakhir bahagia
    FF nya Kereen…mengajarkan kita bahwa yg namanya family hrs saling melengkapi,memberi sekaligus menerima..
    Thanks author buat FF dan pw nya

    Balas
  19. Sip lah happy ending seneng rasx liat mereka, wah udah mau punya anak lagi 2 lg wah asik tu klo bener kembar cowok cewek seru tuh semoga kelg mereka happy ever after

    Balas
  20. Okelah akhirnya happy ending, ditunggu cerita yang seru lainnya..

    Balas
  21. happy ending

    Balas
  22. amalia an

     /  Mei 12, 2015

    endx gantung….tpi tetap bagus n keren karena yoonwon akhirnya bisa merasakan kebahagian.

    Balas
  23. nina

     /  Agustus 27, 2015

    happy ending… daebakkk

    Balas
  24. dias puspita

     /  Agustus 28, 2015

    Waaahhh akhirnya happy end

    Balas
  25. Karin

     /  Juli 6, 2016

    Hi author ijin baca ff nya, daebakk author senenga banget liat kebahagian mereka. happy ending ,maaf yah author baru komen di chapter terakhir. Penasara sama chapter 9. May i have a pw ? Kalo boleh kirim ke enakl kinaindradewi@gmail.com
    Keep writing author. Thanks before

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: