[Ficlet] A little problem

cats2

A little problem by @uchie90 & echa307 ||  Cast : Choi Siwon, Im Yoona, ect  ||  Genre : Romance, Comedy a little Sad  ||  Type : Ficlet (2831 words)  ||  Rate : PG 13+  || Disclaimer : This story is purely ours, please don’t copy or bashing the cast in this story. I just borrow the name of idol above for complement in this story and wishing Yoona and Siwon to be a real couple in the real life (Aamiin).

~•~

Seorang lelaki dengan sorot mata tajam menatap foto yang terpampang jelas di layar ponselnya. Ada kilat amarah disana, tangan kirinya mengepal erat sedangkan tangan kanannya tetap menggenggam ponsel touch screennya, hampir saja ia membanting ponsel itu kalau saja ia tak ingat dimana ia berada saat ini. Perlahan ia masukkan ponselnya ke dalam saku celananya lalu menyambar kunci mobilnya keluar dari kediaman rumah orangtuanya tersebut.

Siwon, lelaki itu akhirnya sampai di tempat tujuannya dengan penyamaran yang seadanya –berharap tidak ketahuan fans—dia melangkah memasuki gedung yang menjadi pusat manajemen artis yang menaunginya. Dengan langkah tergesa-gesa ia mencari sosokYoona, gadis yang pagi ini telah membuat emosinya naik hingga ia tak bisa menahan diri untuk tidak bertemu dan bicara dengan gadis itu pagi ini juga.

“Hyung!” Siwon menoleh, Jonghyun menyapanya dengan suara riang membuat Siwon menghentikan langkahnya dan berbalik. Wajah emosinya seketika berubah, “Jonghyun-ah kau sudah sembuh? Syukurlah.” Jonghyun berjalan ke arah Siwon dan tiba-tiba memeluk Siwon. “Terimakasih Hyung, karena dokter rekomendasimu aku jadi cepat pulih.” Siwon hanya menganggukkan kepalanya dengan tersenyum terpaksa. “Iya, iya. Tapi bisakah kau melepas pelukanmu? Aku harus bergegas menemui Yoona.”

“Yoona? Oh, dia sedang rapat di ruang Sajangnim. Hyung tunggu saja didepan ruangannya.”

“Oke, thanks atas infomu Jonghyun-ah. Aku pergi dulu.” Siwon setengah berlari meninggalkan Jonghyun dengan tanda tanya besar. “Apa dia begitu merindukan kekasihnya itu?”

~•~

Siwon berjalan mondar-mandir didepan ruangan yang didepan pintu jelas tertulis itu adalah ruangan direktur utama SM Entertaiment Lee Sooman. Hampir setengah jam Siwon menunggu tapi pintu itu belum juga terbuka. Oke, sepertinya Siwon tak bisa bersabar lagi. Dengan keberanian yang ia miliki diketuknya pintu itu dan kemudian membukanya tanpa menunggu sahutan dari dalam.

Jelas saja semua mata tertuju padanya. Semua anggota girl band SNSD yang sedang rapat dengan direktur mereka menatap Siwon dengan penuh tanya.

“Apa yang kau lakukan Siwon-ssi, apa aku mengundangmu ke rapat ini?” Pria paruh baya itu tampak tak suka dengan sikap tak sopan Siwon.

“Maafkan saya Sajangnim. Tapi saya harus segera berbicara dengan Yoona.” Siwon mencari sosok Yoona diantara kesembilan gadis-gadis disana.

“Oppa!”

Tanpa aba-aba Siwon langsung menggenggam tangan Yoona. “Maafkan saya Sajangnim, saya pinjam Yoona sebentar.” Siwon langsung menarik tangan Yoona tanpa mempedulikan teriakan member SNSD maupun ucapan makian yang keluar dari direktur mereka.

“Oppa, lepaskan tanganku. Kau menyakitiku” Yoona meringis merasakan perih ditangannya. Siwon tak pernah memperlakukannya seperti ini sebelumnya. Siwon menghentikan langkahnya tanpa melepas genggaman tangannya dilengan Yoona.

“Kau yang menyakitiku!”

“Oppa!”

Siwon kembali menyeret Yoona menuju mobilnya memasukkan gadis itu ke dalam dengan sedikit kasar dan menutup pintu mobilnya hingga menimbulkan bunyi yang cukup membuat Yoona terkejut. Dia tak pernah melihat Siwon -kekasihnya- begitu semarah ini. Sumpah, ia tak pernah. Kesalahan apa yang ia lakukan sampai-sampai membuat kekasihnya ini begitu terlihat penuh emosi.

Yoona hanya diam, tak berani menatap apalagi mengeluarkan suara sepanjang perjalanan entah kemana Siwon membawanya. Siwon terlihat fokus mengemudi, rahangnya menegang. Tangannya mengenggam kemudi dengan penuh emosi hingga urat-urat di sepanjang lengannya terlihat jelas.

Hanya 15 menit perjalanan akhirnya mereka sampai. Yoona tahu sekarang kemana Siwon membawanya, ke apartemen miliknya. Milik Yoona. Siwon membukakan pintu untuk Yoona, “Ayo turun.” Nada dingin yang menusuk. Yoona berusaha meredam emosinya. Ia harus tenang, ia belum tahu alasan apa yang membuat Siwon begitu murka terhadapnya. Jadi dia akan menunggu sampai Siwon menjelaskan apa sebenarnya yang terjadi.

Yoona berjalan didepan mendahului Siwon memasuki lift menuju lantai dimana apartemennya berada. Yoona memasukkan beberapa angka sebelum akhirnya membuka pintu apartemennya. Ia menghempas kan dirinya di atas sofa dan menatap penuh tanya lelaki yang sedari tadi diam yang berdiri di hadapannya.

“Sekarang jelaskan Oppa, kenapa kau jadi aneh begini?” Siwon tidak menjawab, malah merogoh saku celananya dan melemparkan ponselnya tepat disamping Yoona. “Lihat! Lihat itu!!”

Yoona mengambil ponsel Siwon dan melihat Foto dirinya disana. Yoona mengerutkan keningnya, tidak ada yang salah dia rasa. “Apa yang salah Oppa?”

“Lihat bagian dadamu!” Yoona dengan wajah polosnya menurut, dan betapa terkejutnya dia mendapati sesuatu yang salah dari tampilanya.

“See? Lihatkan? Kenapa kau tak menjaga penampilanmu Yoong?”

“A… Aku…”

“Apa eoh? Apa pembelaanmu? Aku kecewa padamu Yoong.”

“Oppa kumohon, ini…  aku benar-benar tak tahu.” Tanpa terasa air mata Yoona mengalir keluar melalui celah-celah matanya. Pantas saja Siwon begitu emosi padanya, foto nya benar-benar tak pantas.

“Bagaimana mungkin kau tak tahu? Harusnya kau menyadarinya Yoong. Lihatlah, di media sosial foto-fotomu sudah tersebar, mereka semua mengejekmu, kenapa kau tak bisa menjaga penampilanmu, menjaga harga dirimu!” Yoona seperti tertampar oleh kalimat Siwon. “Harga diri? Jadi Oppa menganggap aku tak punya harga diri begitu?” Yoona terisak, Siwon—kekasihnya menghinanya secara terang-terangan.

“Pergi! Pergi dari sini! Aku tak ingin melihat mu Oppa.” Yoona tak tahan, ia benar-benar merasa terhina. Ia tahu itu tak pantas, tapi itu bukan sepenuhnya kesalahannya.

Siwon yang masih dilanda emosi itupun tanpa pertimbangan akhirnya meninggalkan Yoona sendiri. Ia terlalu marah, selama ini Yoona selalu berpenampilan sopan dan selalu menjaga penampilannya. Dan karena foto yang secara tak sengaja ia lihat beberapa jam lalu membuatnya begitu marah. Yoona membuatnya benar-benar merasa kecewa.

~•~

Yoona membuka pintu dorm nya dan berjalan sambil menekuk wajah melewati member SNSD lain yang tampak sibuk dengan kegiatan mereka. Walau Yoona sudah mencoba berhati-hati untuk tidak terlalu mencuri perhatian atas kedatangannya, tapi tetap saja para member lain mengetahui kedatangannya.

“Yoong…” Langkah Yoona terhenti. Ia tak menoleh tapi tetap menekuk kepalanya. Taeyeon menghampirinya, “Ada apa?” Nada suara Taeyeon penuh perhatian dan tulus terdengar membuat Yoona tak dapat menahan sesak didadanya.

“Eonni…. Hiks…hiks..” Yoona berhamburan kepelukan Taeyeon. Tangisnya pecah, sepertinya dia memang tak bisa menanggung semuanya sendiri. Ia perlu seseorang untuk berbagi dan tak ada tempat yang paling aman selain para eonni-eonninya dan Seohyun.

“Ada apa Yoong?” Tanya Taeyeon lagi saat mereka telah berkumpul di kamar Yoona. Yoona mengeluarkan ponsel Siwon dan menyerahkannya kepada Taeyeon. “Ini bukan ponselmu bukan?” Sooyoung merebut ponsel itu dari tangan Taeyeon. “Bukankah ini ponsel Siwon-Oppa.” Yoona mengangguk mengiyakan. Sooyoung kemudian memeriksa ponsel Siwon. Yang ia temukan setelah
membuka ponsel itu adalah foto Yoona, ketika mereka ada acara di Thailand. “Fotomu?”

“Coba perhatikan Eonni. Dibagian dadaku.”

“Omoo!” Sooyoung tampak terkejut. Dan memberikan ke member lain ponsel itu.

“Yoong….”

“Siwon-Oppa marah padaku Eonni,”

“Apa yang harus ia marahi? Ini bukan kesalahanmu.” Jessica tampak berapi-api, “Harusnya stylish itu memperhatikan penampilanmu. Aku yakin ini karena dia keasyikan bermain twitter dan mengacuhkan penampilan kita waktu itu.”

“Benar, dia kan tahu kau tak suka memakai bra yang berbusa tebal, seharusnya dia memperingatkanmu.” Sekarang giliran Yuri yang marah-marah. “Aku akan melapor kepada Sajangnim agar memecatnya, dia sudah tidak becus dalam bekerja.”

“Eonni…. Bukan itu masalah terbesar saat ini. Siwon-Oppa… Penggemarku…. Hiks… Hiks… Mereka pasti kecewa, dan sangat marah padaku.” Yoona kembali larut dalam tangisnya.

“Sudah lah Eonni, semua pasti ada jalannya. Berita ini pasti akan segera berlalu. Jangan menangis lagi Eonni, “Seohyun memeluk Yoona, ia ikut menangis disela-sela tangis Yoona.” Semua tampak bersedih, ini bukan masalah besar, tapi mereka tahu Yoona selalu tampak perfect disetiap penampilannya dan tentu saja ini merupakan pukulan buat Yoona, apalagi Siwon turut menyalahkan Yoona. Mereka hanya bisa menghibur Yoona, dengan cara selalu berada disamping Yoona.

~•~

“Hyung, kau terlalu kekanak-kanakkan. Yuri saja yang sering berpenampilan sangat sexy tak pernah aku permasalahkan.”

“Tentu saja, kau kan menyukainya karena kesexy-annya itu.” Sinis Siwon kepada Kyuhyun. Kyuhyun menghirup udara guna memenuhi rongga dadanya yang meradang. Ingin sekali dia memukul Hyungnya itu saat ini juga. Ia memang menyukai tubuh sexy Yuri tapi bukan hanya itu alasannya
menyukai yeoja itu. “Aku tahu Hyung sedang emosi, jadi aku tak mau beradu argumen lagi denganmu Hyung. Tenangkan dirimu, setelah itu pasti Hyung akan menyadari kalau tindakan Hyung itu salah.” Kyuhyun berlahan meninggalkan Siwon sendiri di ruang tamu dorm mereka menuju
kamarnya. Siwon terduduk mengusap wajahnya. Serba salah, itu yang ia rasakan saat ini.

Setelah acara curhatnya kepada Eonninya, Yoona meminta tolong pada Kyuhyun untuk mengembalikan ponsel Siwon. Dan karena itulah Kyuhyun jadi mengetahui permasalahan yang terjadi diantara sepasang kekasih itu.

~•~

Seminggu penuh mereka berdua kehilangan kontak, tidak ada komunikasi diantara mereka. Yoona berusaha menghindar setiap kali mendengar kalau anggota Suju berada di area yang sama dengannya. Ia masih membenci Siwon, jelas. Perkataan kasar Siwon tentang harga dirinya membuat hati Yoona terluka. Walau ia tahu ia ceroboh tidak menyadari kesalahannya saat foto-foto itu diambil, tapi haruskah Siwon sebegitu marahnya padanya. Seharusnya Siwon mengerti, bukan malah menghakiminya dan menghinanya seperti itu.

Yoona sedang termenung diatas tempat tidurnya, memikirkan masa depan hubungannya dengan Siwon. Sepertinya ia harus bicara dengan lelaki itu, walau sebenarnya hatinya masih belum siap bertemu lagi dengan Siwon tapi dia harus. Tak lama Yoona mendengar nada dering yang berasal dari ponselnya. Sebuah sms masuk ke kotak pesan ponselnya, dari Siwon. “Kebetulan sekali,” Yoona tersenyum miris. Tanpa melihat penampilannya, segera ia turun dari tempat tidurnya dan berlari meninggalkan dorm menuju taman disekitar tempat tinggalnya itu. Teriakan Sunny tak ia hiraukan. Taman tersebut lumayan privat, jadi tak masalah buat mereka untuk bertemu karena taman tersebut hanya diperbolehkan untuk penghuni kawasan eksklusif disekitar taman. Lagian hari sudah gelap, jadi mereka makin leluasa untuk berbicara.

Yoona mendudukkan dirinya disamping Siwon, tanpa menoleh Siwon sudah tahu kalau yang ada disebelahnya adalah Yoona. Hening, hanya suara angin yang terdengar. Sepertinya Yoona merasa tidak tahan, bukankah Siwon yang mengajaknya bertemu?

Akhirnya Yoona mengeluarkan suara, “Kita sudahi saja. Kalau saling menyiksa seperti ini, sebaiknya hubungan ini di akhiri saja.” Ujar Yoona terbata-bata, sambil menjaga nada bicaranya agar terdengar datar -tidak tertahan-.

Lagi, hanya keheningan….

“Tolong bicaralah! Bukankah kau yang meminta untuk bertemu?!” Kesabaran Yoona habis, terlalu lama duduk sebangku dengan Siwon membuatnya benar-benar tak betah, “Kau tinggal mengatakan Ya, dan semuanya berakhir.” Lirih Yoona terdengar menahan isak tangisnya.

Siwon menghembuskan nafas berat, “Aku tak mau kita putus, kita harus tetap bersama Yoona.”

“Lalu apa yang kau inginkan? Bukankah kau bilang kecewa padaku? Aku tak punya harga diri? Aku merasa seperti perempuan tak bernilai dimatamu. Aku tak tahan, kita sudahi saja. Kita putus.”

“Aku bilang tidak Yoona, tidak!! berarti tidak akan pernah melepasmu apa kau paham?!”

“Lalu apalagi yang harus kita pertahankan, sedangkan kau menganggapku rendah,” Yoona makin terisak.

“Maaf, aku yang salah.”

“Maaf?? Kenapa baru sekarang? Aku membencimu, aku membencimu!” Siwon akhirnya menoleh setelah mendengar kalimat Yoona. “Kau tak boleh membenciku Yoona-ya.”

“Aku membencimu-membencimu!!”

Siwon memeluk Yoona erat, “Jangan katakan itu.” Yoona mencoba melepaskan pelukan Siwon dan masih menggumamkan kata-kata bencinya kepada lelaki itu. Pelukan Siwon terlalu erat, dan Yoona hanya bisa menangis menumpahkan kemarahan serta kesedihannya dipelukan Siwon.

Tak lama berselang ketika tangisan Yoona sudah berganti dengan isakan-isakan lirih didorongnya tubuh Siwon yang memeluknya.

“Yoong…”

Siwon tak bisa melanjutkan kalimatnya begitu Yoona langsung berdiri dan berlari menjauhinya

“Arggghhhh..bodoh kau Choi Siwon” erangnya menarik kasar surainya dengan kedua tangannya frustasi

~•~

Flashback

Siwon bersama Kangin berada dalam sebuah ruangan yang berada di kantor SM dengan beberapa stylish yang biasa menunjung penampilan mereka. Malam ini ia dan Kangin akan menghadiri sebuah Movie Priemere dan meminta stylish yang biasa menunjang penampilan mereka itu untuk
melakukannya kali ini, karena kebetulan mereka memang berada di gedung SM sejak tadi.

Ketika selesai makeup, stylish yang menangani mereka sedang duduk di sisi ruangan dan berbincang. Siwon dan Kangin yang masih berada diruangan tersebut tentunya mendengar percakapan mereka.

“Kau tau Kim Min Ji stylish yang belum lama bekerja disini. Ahh..dia sudah melakukan kesalahan besar” seorang stylish memulai percakapannya

“Memang apa yang dilakukannya?”

“Kau tak lihat media sosial, semua membicarakan penampilan Yoona di thailand belum lama ini”

“Ahh aku tau, Jadi yang menangani SoShi dirinya. Pantas saja terjadi seperti itu–dia ceroboh. Sudah jelas sekali setiap menangani Yoona, kita akan dimintanya memilih kostum yang lebih tertutup dan agak tebal karena ia tak suka memakai bra yang berbusa tebal, seharusnya ia tahu kostum apa yang pantas untuk Yoona”

“Ya kau benar, Yoona memang tak terlalu suka jika menunjukan lekuk tubuhnya padahal sebenarnya lekuk tubuhnya begitu indah. Tapi karena kita semua tahu Yoona wanita yang tak suka mengumbar tubuhnya makanya ia berpakaian lebih tertutup dari pada member lain”

“Dan semua hancur karena Min Ji, ia terlalu ceroboh. Yang aku dengar dari beberapa stylish yang ikut mereka ke thailand ia malah sibuk dengan ponselnya sambil menangani Yoona. Kau tahu sendiri ruang makeup tak seterang ketika di stage ataupun di lingkungan luar. Yahh jelas saja Yoona juga tak bisa melihat begitu ada yang salah dengan kostumnya, hingga dia ke stage dan sinar lampu maupun kamera yang begitu terang..dan terlihat terdapat kesalahan disana”

“Aku jadi kasihan pada Yoona, ia pasti mendapat hinaan dari antisnya,yah walaupun penggemarnya akan membelanya tetap saja antisnya akan merasa bangga karena menemukan keburukan Yoona walaupun itu bukan kesalahannya” stylish yang merupakan lawan bicaranya mengangguk
membenarkan

Siwon dan Kangin sama-sama terdiam mendengar percakapan mereka. Kangin tahu apa yang terjadi pada adiknya ini melihat Siwon yang mengepalkantangannya menahan amarah. Kangin langsung menyusul, begitu Siwon langsung berbalik dan tergesa-gesa keluar ruangan itu.

“Ya Siwon-ah kau mau kemana” seru Kangin menahan langkah Siwon

“Aku harus menemui Yoona hyung, aku sudah melakukan kesalahan yang besar padanya”

“Ya aku tahu, tapi kau tak bisa menemuinya sekarang. Setelah acara ini kau baru menemuinya. Kau harus bersikap profesional”

Flashback END

 

~•~


Siwon menghempaskan tubuhnya di ranjang ketika sampai di kamarnya. Ia menghela nafas dengan kasar, Yoona tak mau memaafkannya dan membencinya. Apa yang harus ia lakukan agar mendapat maaf dari wanita yang dicintainya itu?

“Siwonnie boleh eomma masuk?” Siwon menoleh begitu mendengar suara yang tak asing itu, ia mendudukan dirinya “Ada apa? Apa terjadi sesuatu” tanya sang ibu begitu duduk di sisi ranjang tersebut, ia menghampiri anak sulungnya tersebut karena melihat tingkah sang anak yang tak seperti biasanya, seperti tadi—masuk rumah tanpa salam dan langsung berlalu ke kamar.

Siwon diam dan menghela nafasnya “Apa yang harus kulakukan eomma?”

Sang ibu mengusap punggung sang anak penuh kasih “Ada apa? Kau bisa menceritakannya pada eomma”

Siwon pun akhirnya menceritakan masalahnya, dari mulai foto yang membuatnya emosi, pertengkarannya dengan Yoona, hingga ia mendengar sendiri kebenarannya dari seorang stylish.

Sang ibu tersenyum menenangkan “Eomma akui perbuatanmu salah, kau gegabah mengambil keputusan dan eomma memaklumi jika Yoona kecewa padamu. Apa kau sudah meminta maaf dan menjelaskan kesalahpahaman ini”

“Aku sudah meminta maaf dan mencoba menjelaskan, tapi Yoona tak ingin mendengarkanku—dia mengatakan membenciku” suara Siwon terdengar putusasa

“Biarkan dia menenangkan diri dahulu, setelah itu kau coba lagi berbicara dengannya..eomma yakin Yoona akan memaafkanmu” sang ibu memberikan ketenangan pada putranya itu

~•~

Siwon menarik sosok wanita yang ia lihat tak sengaja di koridor gedung SM, Kyuhyun yang melihatnya ikut mengikuti mereka.

“Ya oppa apa yang kau lakukan” seru wanita itu yang ditarik paksa Siwon

“Ya hyung kenapa kau menarik Yuri” Kyuhyun berseru mengikuti mereka

Begitu sampai di sudut koridor yang telah sepi Siwon melepaskan genggamannya pada Yuri.

“Ishh oppa, apa maksudmu menarikku kesini” omel Yuri begitu berhadapan dengan Siwon

“Yuri-ya bantu aku ne” Siwon memohon, Yuri dan Kyuhyun saling pandang sesaat dan beralih kembali menatap Siwon “Kumohon, kau harus membantu hubunganku dengan Yoona” lanjutnya

Terjadi keheningan untuk beberapa saat “Bukankah kau sudah menghina saudara kembarku, jadi untuk apa kau minta pertolonganku” sepertinya Yuri masih terpancing emosi jika mengingat apa yang sudah Siwon lakukan pada Yoona

“Arra..aku tahu aku salah, kumohon bantu aku”

~•~

“YA! Kenapa kita kesini”

“Sudahlah, mencari udara segar sebentar tak ada salahnya”

“Aiss kau aneh eonnie”

Salah satu dari mereka membuka pintu yang berada dihadapannya, keduanya masuk.

“Hahh sungguh menengkan” sosok gadis yang padahal sedari tadi menggerutu “Ya eonnie kenapa kau diam saja” gadis itu menoleh dan mendapati sosok yang ia ajak bicara itu sudah ada dibalik pintu dan seperti—“Eonnie” pekik gadis itu berlari menuju pintu

“Ya eonnie buka pintunya, ini tidak lucu” pekik gadis itu kesal, sosok yang berada dibalik pintu itu hanya meringis sambil bergumam meminta maaf dan berlalu

“Ya! Ya!! Eonnie!! Kau benar-benar meninggalkanku? Eonnie?!”

“Aishh eottokhae?!”

Hampir saja dia terlonjak dan memekik ketika mendapati sebuah lengan yang melingkar ditubuhnya, tapi begitu mengetahui aroma yang menguar dari sosok yang memeluknya itu—ia terdiam.

“Mian..mianhae” gadis itu terdiam begitu bisikan itu menelisik telinganya “Jeongmal mianhae Yoona-ya”

Gadis itu yang diketahui Yoona hanya diam tak memberikan respon apapun.

“Tak pernah ada niat untuk menghina apalagi merendahkanmu Yoong. Oppa terlalu emosi saat itu, maaf. Oppa salah karena hanya melihat dari satu sudut pandang, hingga kau yang menjadi pelampiasan oppa. Seharusnya yang oppa salahkan adalah Stylist sialan itu”

Yoona tak memberi komentar, yang ada hanya isakkannya yang mulai terdengar, ia menggumamkan kata-kata benci yang pernah ia tuturkan sebelumnya. Siwon semakin mengeratkan pelukkannya, sungguh menyakitkan mendengar kata-kata kebencian yang terlontar dari seseorang yang dicintainya—ia tak marah, ia tahu ini salahnya hingga membuat orang yang dicintainya ini tersakiti termasuk leh dirinya.

“Arrayo, oppa salah. Kumohon, maafkan oppa eoh?” Siwon mengecup puncak kepala Yoona, posisinya masih memeluk tubuh Yoona dari belakang “Oppa terlalu bodoh hanya menyalahkan dirimu yang sesungguhnya juga merupakan korban dari insiden ini dan terlalu emosi—oppa hanya terlalu takut, takut akan dirimu yang akan menerima hujatan. Oppa mencintaimu, hingga oppa begitu takut akan ada yang menyakitimu. Mianhae, cara oppa yang salah. Seharusnya oppa bisa memberikan solusi atas kejadian ini, bukan malah ikut menyalahkanmu”

Yoona membalikkan tubuhnya menatap Siwon, masih dengan sungai kecil yang menghiasi pipinya. Ia langsung menghambur memeluk Siwon “Jangan lakukan lagi” kalimat itu yang keluar dari bibir mungilnya. Siwon mengeratkan pelukkannya dan mengangguk menyetujui ucapan sang kekasih.

“Gomawo, saranghae”

FIN

Yeeeyyy ini sebenernya udh selesai dari kapan tau, tapi aku males posting heheheee..
Ini sebenernya ide gila yang muncul diotakku, dan pas banget lagi bbm an sama bunda Uchie, aku minta tolong buatkan ff dari kejadian ini, terserah ma drabble atau ficlet yang penting cerita pendek ajja..dan kebesokkannya bunda minta aku buat nglanjutin nihh fic, ko dijadiin drabble ga mungkin karna udh sampe 1500words da itu belum ketahuan endingnya..yahh dengan senang hati aku tambahkan dan jadilah ficlet….

Ini pertama kalinya buatku bikin ff kolaborasi, tap sebenernya seru karna 2 pemikiran yang berbeda dijadikan satu..itu menarik, malah bagiku—jadi menambah daya imaginasi hihihiiiii..

Bun, sudah aku post ff berdua pertama kita ini..maaf yahh lama hehehee tolong dimaklumi V*piss

Dan satu lagi, soal tittle nih ff..itu nama langsung nongol dikepala kayak lampu #plakk maaf yaa klo kurang pas heheheee….

 

Iklan
Tinggalkan komentar

152 Komentar

  1. Menarik chingu, tapi itu foto yg mana, yang yoona mksd yahh??

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: