[OS] 5 Songs Challenge of YoonWon

cover 5 song challenge of yoonwon

A/N : Entah dapet wangsit darimana, tiba-tiba aku tertarik dengan permainan ini. Aku merasa tertantang ketika melihat beberapa author berhasil melakukannya. Seru nih, kita diharuskan menulis cepat tanpa persiapan apapun. It’s Wow! Melatih kerjasama kecepatan tanggap otak dan kinerja tangan^^

ð  How it work (aku translate aja deh^^)

  1. Ambil pairing atau cast yang kamu suka
  2. Putar 5 lagu atau berapapun terserah kamu. Putar lagu dengan mode shuffle (acak)
  3. Saat lagu mengalun, ketika sesuatu yang sesuai dengan tema lagu yang kamu putar, kamu punya waktu mengetik cerita itu sesuai dengan durasi lagu ; tidak ada persiapan : kamu mulai saat lagunya mulai, lalu berhenti ketika durasi lagu telah habis. Lanjut mengetik cerita ketika lagu selanjutnya mengalun (tidak adil jika kamu melompati lagu yang kamu anggap tidak meng-inspirasi, kamu harus mengerjakan apa yang ada!)

 

5 Songs Challenge of YoonWon—Nurul HytChoi StoryLine

Dislike?

Don’t read!

Don’t bashing!

Don’t be a silent reader!!

Yesungdahlah~~ Teukkidot!!^^

ð  Happy Reading^^

 

 

(Super Junior K.R.Y-Promise You)

-Promise You, kimiwo omotte bokuwa ikiruyo tsunagatteiru kokoroto kokorokara-

Langit Seoul dengan pancaran jingga. Wanita itu duduk termenung di antara keramaian pengunjung kedai sederhana kepunyaannya. Lalulalang tidak ia pedulikan. Ia hanya fokus pada satu hal. Warna jingga langit.

Disini ia berada. Duduk dengan sejuta harapan. Ia ingat betul akan sebuah janji seseorang padanya. Ketika kali terakhir pria itu menemuinya. Delapan tahun yang lalu. Ketika pria itu harus meninggalkannya untuk melanjutkan study ke Jerman.

Pria itu berjanji akan kembali. Pria itu berjanji hanya dirinyalah yang ada dalam hati pria itu. Janji seorang kekasih yang ia percayai betul dan ia telah berjanji untuk menunggu pria itu, menunggu janji itu terwujud.

Apa dia wanita terbodoh di dunia? Menunggu seorang pria yang hanya menjanjikan kata manis untuknya.

Ah, tidak. Ini bukan sekedar janji pria itu. Ini adalah janji mereka berdua. Janji atas nama cinta.

“Im Yoon Ah..”

Wanita itu menoleh ke belakang, “Siwon Oppa..?” lirihnya bagai sebuah bisikan.

Pria itu tersenyum. “Aku kembali..” lalu merentangkan kedua tangan.

Yoona berdiri dari duduknya. Ia masih mematung di tempat. Benarkah ini pria delapan tahun yang lalu? Pria yang menjanjikan hatinya untuk dirinya? Benarkah itu?

Mata Yoona sudah basah, isakan kecil terdengar dari mulut mungilnya. Dan tanpa membuang waktu ia berlari kearah pria itu. Ia mengahmbur kepelukan pria itu.

Bogoshipo… jeongmal bogoshipoyo…” bulir kristal bening jatuh dari kedua mata indahnya.

Siwon memeluk erat tubuh Yoona. “Yah, aku juga sangat merindukanmu, sayang.” Dia memejamkan mata, mengelus rambut Yoona serta menghirup dalam wanginya. Betapa ia sangat merindukan wanita ini.

“Terimakasih untuk kesetiannmu menungguku. Terimakasih karna telah menepati janji kita. Janji bahwa hati kita akan saling terhubung satu sama lain..”

 

(Super Junior-All My Heart)

-Igeon jinsimiya baby, neoro gadeukhan nae soke gaseume ne soneul daebwa dugeungeorineungeol-

Demi Tuhan dia adalah dewi bumi dalam hidupku. Melihat bagaimana dia tersenyum adalah bahagiaku. Apa kau tau Im Yoon Ah, aku memujamu. Aku sangat memujamu.

Ketika kurva melengkung tercipta di bibir merahnya hingga menciptakan lengkungan indah di kedua matanya, sungguh aku bersumpah tidak ada yang lebih indah dari pemandangan ini.

Rambut ikal yang menjulang jatuh melewati bahu, yang bergoyang ketika tubuhnya berguncang kecil lantaran tawa merdunya. Dia sangat cantik. Dewi-ku, Im Yoon Ah.

Dia menoleh kearahku, lantas tersenyum manis. “Oppa, kemarilah.”

Aku yang sedari tadi berdiri mematung, memutuskan untuk menghampirinya. Oh, betapa jantungku berpacu cepat sakarang ini. Betapa desiran cinta itu menjalar disekujur tubuhku tiap kali melihatnya sedekat ini. Dan betapa…. ah~ terlalu banyak ‘betapa’ hingga aku tak dapat menjelaskannya.

“Dia…” Yoona tersenyum sebelum melanjutkan kalimatnya—tanpa melepas objek penglihatannya.

“Jinwoo sangat tampan sepertimu..”

“Yah, dan sangat lembut seperti Ibunya..” balasku mengusap lembut wajahnya dengan jemariku. Sementara ia hanya tersenyum dan terus memandangi Jinwoo, permata berharga kami.

Ia mengecup sayang Jinwoo yang tertidur pulas, bayi kecil berusia delapan bulan, bayi kecil hasil buah cinta kami.

Benar kata Yoona. Jinwoo sangat tampan sepertiku tapi tidak ada yang bisa membuatnya tampan tanpa kecantikan wanita di depanku ini.

Kuraih jemari lembutnya lantas menuntunnya perlahan ke dadaku, tepat pada jantungku. “Apa kau tahu, debaran kuat ini?”

Matanya berkilat, aku menemukan cinta disana. Menemukan istanah dipenuhi hasrat kepemilikanku.

“Aku merasakannya..”

“Kau tahu, sayang. Kau dan Jinwoo adalah harta paling berharga yang kumiliki. Aku tidak bisa hidup tanpa kalian. Aku mencintaimu..” kukecup jemarinya yang terasa halus dan wangi di permukaan bibirku.

“Aku tahu. Dan aku juga sangat mencintaimu..” ia menarik tangan kami yang terpaut lantas balas mengecup telapak tanganku, menuntunnya untuk mengelus pipinya.

Aku tersenyum lantas memeluk tubuhnya serta Jinwoo. Kami berbaring diatas ranjang, tempat kami bercinta ketika malam pertama.

Oh, aku tidak akan pernah merasakan bahagia sesempurna ini tanpa kehadiran dua malaikat bumi-ku ini.

 

(B1A4-Only One)

-I pray no tears in your dreams, i know you’ll fly high in your life-

Entah sudah berapa kali ia menangis hingga mata ini memanas tiap kali menyaksikan lelehan bening itu meluncur dengan mulusnya dari kedua sudut matanya.

Bahunya bergetar hebat, kedua tangannya memeluk sebuah bingkai foto. Dan aku tahu foto siapa itu. Orang paling beharga baginya.

Tuhan, apa ini tidak terlalu kejam bagiku? Menyaksikan dia terisak serta menangis sepanjang hari ini.

Kududukkan tubuhku ditepi ranjan, tepat didekatnya duduk. Tanganku terulur untuk meraih pundaknya. Betapa ia sangat rapuh saat ini. Berjuta belati serasa mengiris lembut ulu hatiku.

“Yoona-ya..” panggilku lirih.

Ia menoleh dengan linangan air mata. Matanya sembab dan ada keperihan disana. Aku bisa melihatnya.

“Hiks…”

Kuraih tubuhnya untuk bersandar pada bahu kokohku. Serta kuelus lembut surai rambutnya. “Uljimayo..” bisikku, menghapus air matanya dengan ibu jariku.

Ia semakin menangis keras lantas memeluk erat tubuhku. Aku tahu ia sakit, aku tahu ia terluka dalam kenestapaan mendalam. Aku bisa merasakannya.

Tuhan, jangan biarkan ia menangis lebih pedih dari ini. Tolong, Tuhan. Aku mencintainya, sangat mencintanya.

Aku selalu berdoa untukmu, Im Yoon Ah. Meski kini dunia kita telah berbeda. Dari tempat-Nya aku akan menjagamu serta memohon setiap hari pada Tuhan agar kau dapat kembali tersenyum seperti dulu. Kembali tersenyum ketika saat kita masih bersama, ketika kedua tangan kita masih dapat bertautan serta ketika takdir tak memisahkan dunia kita.

“Bahagialah untuk selanjutnya, Im Yoon Ah. Aku akan menjagamu dari tempat-Nya. Aku mencintaimu Yoona-ku.”

 

(Big Bang-Monster)

-I need you Baby I’m not a Monster, nal aljanha ireohke kajima neo majeo beorimyeon nan jugeobeoril tende-

“Bagaimana kabarmu?”

Yoona tersenyum ringan, “baik. Kau?”

“Sepeti yang kau ketahui sekarang..” Siwon mengangkat bahu. “Sudah lama sekali yah kita tidak bertemu. Sekitar eum… satu tahun lamanya.” Siwon tersenyum samar sambil mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru cafe. Dia tidak tahu bagaiaman saat ini respon Yoona. Raut wajah yang sebenarnya tidak diinginkannya.

“Kau tidak merindukanku?”

Yoona tersenyum kecil kemudian menyesap coffe late yang dipesannya sekitar lima belas menit yang lalu. “Kurasa itu bukan topik yang patut dibahas.” Yoona mendongak dan langsung bertemu dengan mata gelap Siwon. Ada kerutan di dahi Siwon namun ia tahu pria ini sudah tahu akan maksud ucapannya.

“Baiklah, kurasa cukup perbincangan kita.” Yoona melirik arloji yang melingkar di pergelanan tangan kirinya, “aku harus pergi, senang bertemu denganmu, Siwon-ssi.” Ia tersenyum manis sebelum akhirnya beranjak dari duduknya.

Siwon mengerti dengan semua ucapan Yoona. Yah, dia tahu betul wanita itu bagaimana. Jauh lebih tahu dari pada Yoona sendiri.

Siwon tersenyum miring. Tak lama kemudian ia ikut beranjak dari duduknya. Menghela napas sejenak kemudian melangkahkan kaki, menjauh dari kursi tempatnya duduk.

“Aku tahu bagaimana keadaanmu..” sebuah kalimat yang terlontar dari bibir Siwon membuat Yoona terdiam. Tubuhnya terkunci oleh tangan kekar pria yang saat ini memeluknya dari belakang.

“Jangan pergi. Tidak lagi Im Yoon Ah. Satu tahun lamanya aku mencarimu. Satu tahun lamanya aku kehilanganmu. Itu semua sudah membuatku gila. Aku membutuhkanmu. Tolong tetap berada disisiku..” suara Siwon nyaris tidak terdengar. Nafas Siwon terasa hangat di sekitar bahu serta telinga Yoona.

Gadis itu akan jatuh, pertahanannya akan benar-benar roboh jika seperti ini terus. Ia memejamkan mata, mencoba untuk melawan egonya, ego untuk menuruti permohonan Siwon.

“Jangan katakan apapun. Aku tahu kau menjauhiku karna statusku sebagai ketua mafia. Kau takut mereka semua melukaiku karna kau adalah titik kelemahanku. Tidak, Im YoonA. Jangan lakukan hal itu. Kau adalah energi-ku..” suara Siwon masih terdengar bagai bisikan lembut di telinga Yoona.

Siwon membalikkan tubuh Yoona agar menghadap padanya. Ia menatap lembut kedua bola mata Yoona, “aku membutuhkanmu, tolong jangan pernah lari dariku lagi..”

Apa yang bisa Yoona lakukan ketika menatap mata gelap pria ini. Memangnya ia bisa untuk berkata tidak? Jawabannya tentu ia takkan sanggup. Lidahnya kelu, kepalanya enggan untuk sekedar menggeleng. Ia hanyut dalam tatapan dalam pria ini.

Kedua tangan Siwon melengkup kedua pipi Yoona. Perlahan ia mulai mendekatkan wajahnya pada Yoona.

Kini nafas hangat Siwon tidak lagi ia rasakan di telinganya namun telah menerpa permukaan kulit wajahnya.

Ketika bibir Siwon menyapu halus permukaan bibirnya, matanya mulai terkatup. Ia merindukan sentuhan lembut ini. Ia merindukan lumatan Siwon yang terasa manis di bibirnya. Ia merindukan ciuman hangat Siwon. Yah, dia merindukan semua yang ada pada pria ini.

 

(Super Junior-Marry You)

-Wooriga naireul mughguhdo wooseumyuh saragago shipuh-

Wanita itu berjalan sambil menjinjing gaun putih gading-nya yang menjulang panjang. Rambut yang tergerai bebas terbang bersamaan dengan tiupan angin. Kaki telanjangnnya menapaki pasir.

“Pria itu! Kemana dia sebenarnya? Menyuruhku datang tapi ia tak juga menunjukkan batang hidungnya.”

Di ujung sana, lautan biru telah berbaur dengan warna mega merah. Sebentar lagi matahari akan terbenam namun ia masih berada disini. Di luar rumah dengan bahu yang terekspos, mengakibatkan hawa dingin merasuk hingga ke tulang rusuk.

“Hai..”

Yoona menoleh kesamping kiri dan tepat mengadap pada seorang pria dengan senyum lesung pipitnya. Sejurus kemudian Yoona memalingkan kembali wajahnya dari pria itu. Membuat pria tadi tersenyum kecil.

Siwon meraih jemari Yoona., membuat si pemiliknya menghadap padanya. Sementara tangan satunya merogoh…..

Tidak, bukan merogoh saku celana namun merogoh ke dalam kemeja putihnya. Ia mengeluarkan sebuah kalung yang ia pakai. Itu bukan sekedar rantai kalung, ada sebuah benda berbentuk bulat sebagai bandu rantai itu.

Siwon memasangkan cincin—dengan batu safir putih di tengahnya—menyematkannya pada jemari lentik Yoona.

“Kita telah lama bersama. Ada bebagai badai yang kita hadapi sebelumnya namun kita bisa melewatinya dengan bergandengan tangan. Menggenggam tangan lembutmu..” Siwon menggenggam tangan Yoona, “menyentuh wajahmu..” tangannya terulur mengusap pipi Yoona, “dan mencium bibir merahmu..” ia menyentuhkan ibu jarinya di sekitar bibir Yoona.

“Kau tahu, aku pria paling beruntung karna telah memiliki tunangan secantik dirimu..” ia mengulas senyum manis.

“Cincin ini bukan sekedar cincin biasa. Benda ini berasal dari hatiku, telah terkunci rapat didalamnya. Dan sekarang benda ini kutunjukkan untuk pertama kali pada seorang wanita yang kucintai. Im Yoon Ah, menikahlah denganku. Jadilah ibu dari anak-anakku. Jadilah ratu dalam singgahsana cintaku..” Siwon mengecup jemari Yoona yang terpasang cincin.

Sepanjang Siwon berbicara, mata Yoona berkilat. Ia bertanya adakah kesungguhan dalam kalimat pria itu? adakah keseriusan dalam dua bola mata gelapnya.

Dan Yoona menemukan sebuah jawaban akan pertayaannya.

“Ya, Choi Siwon. Aku mau menikah denganmu. Aku bersedia menjadi ibu dari anak-anakmu dan menduduki tahtahku dalam cintamu..” kalimat itu begitu gamblang namun terdengar bagai irama merdu di telinga Siwon.

Ini mungkin lamaran sederhana namun Yoona merasakan suasana yang begitu melankolis, romantis. Dilamar di sebuah pantai dengan irama ombak yang merdu serta gesekan angin yang berhembus lembut. Ini impiannya, dilamar di sebuah pantai.

Pria itu kemudian melepaskan rantai kalung yang melingkar di lehernya lantas melepaskannya juga dari cincin yang telah bersemat di jari manis Yoona.

“Terimakasih, sayang. Aku berjanji akan menjaga kepercayaanmu.” Ia mengecup lembut dahi Yoona.

Tepat saat itu suara beludak kembang api menggema. Langit jingga yang telah berganti menjadi hitam kini bertaburkan bunga warna-warni kembang api.

Ah, Siwon tak melupakan satu hal ini. Ia juga mencantumkan kembang api dalam keinginan ketika seseorang melamarnya.

“Langit itu begitu indah..” kata Yoona menatap kembang api yang masih meletup-letup.

“E-em..” Siwon hanya bergumam pelan. Ia melepaskan tuxedo hitamnya lantas memakaikannya pada bahu Yoona dan merangkulnya. Membuat Yoona menoleh kearahnya.

Gomawoyo…” kata Yoona.

Siwon menatap lurus kearah Yoona, lama ia menatap manik mata Yoona sampai pada akhirnya bibirnya mengecup singkat bibir Yoona. “ini bukan seberapa. Kau akan mendapat perlakuan bak ratu Elizabet ketika resmi menjadi Nyonya Choi nantinya.”

Siwon melirik Yoona dan gadis itu tersenyum geli. Ia memukul lengan Siwon, “pria sombong.”

 

~FIN~

Absurd? Absurd? Absurd?! Oke saya tahu. Hah~ namanya juga baru belajar tapi kalian harus tahu apa yang terjadi pada saya setelah ngetik drabble ini. Saya langsung tepar!! =_=’ ngetik dengan durasi 3-4 menitan berasa kek dikejar-kejar kalongwewe(?), sumveh gak tenang. Tapi ini juga sumveh sumveh SERU abis^^ apalagi bagian 2 terakhir itu, gak tahu kenapa lancar banget pas bagian itu Kkkkk~ ini sekaligus kado ultah buat uri Deer yah^^ hayo-hayo pada suka cerita yang mana? Dan kujamin pasti gak ada yg suka cerita no. 3 :p iyakan??? Haha..

TEMAN-TEMAN, KAKAK, ADEK, SEMUANYA saya minta doanya yah supaya keterima di Unniv yang saya pinginin dengan jurusan sesuai dengan keinginan saya juga. Doain saya lolos SBMPTN yah^^ makasih sebelumnya. Saya sayang kalian muaaahh :* #kissbasah(?) J

Baut Resty; SEMANGAAAAAAAAAATT!!! (SEMANGAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAATTTTTTTT!!!) Ayo smangat buat para alumni putih abu2 Kkkk :D  Buat ka Echa apa yah? Eum Smangat juga deh buat kuliahnya, cepet lulus trus nikah deh #eh? 0.o becanda^^ mau ucapin makasih udah sempetin publish drabble ini, TE-RI-MA-KA-SIH!!^^ hoho..

Tinggalkan komentar

111 Komentar

  1. iewahhh keren walaupun singkat” ceritanya
    bener kata author no 3 bikin nyesek karena siwon meninggal
    aku doain dech author ………… tpi doain aku juga ya smoga qt berdua bisa masuk universitas yang diinginkan FIGHTING🙂

    Balas
  2. Fatha

     /  Juni 5, 2013

    paling seneng yg no 2 am 5……
    sweet uri yoonwon….
    and author bner no 3 nyesek bacanya….

    sukses for author……
    riders ini mendoakanmu…

    Balas
  3. Oowww… Hmm ini mah yg ngrasain tantangan & keseruan nya emg qmu pas bkin smbil dkjar2 lgu nya smpe mana akn brakhir… Btw bisa pas juga, yah walau bgi qu ini sbgai potong2an kecil kisah yg harus diselesaikan..😀 so slesein tuh 5 ksh yg cuma sekelumit kdlm bntuk yg lbh berkmbang😛

    Balas
  4. Yang terakhir marry you

    Balas
  5. keren banget eonni..
    iya nyesek banget baca cerita yang nmor 3..
    yang paling aku suka cerita nomer 4..
    pinter banget sih eonni nyusun kata2 nya.. aku sukaaaaa banget eon..🙂

    semoga eonni diterima ne di unvers yang eonni inginkan.. semangat eon🙂

    Balas
  6. uwaa.. bagus thor…
    malah aku dapet feel-nya….
    >.<

    Balas
  7. bagus bgt nee thor….
    boleh nee d praktekin….😀

    Balas
  8. nurul eonni…. bagus bgt jadi pengen nyoba tapi gtw bisa apa nggak hehe….

    Balas
  9. indiii

     /  Juni 8, 2013

    eonnie, saya sungguh merasa kesulitan dengan tantangan ini
    berarrti kalo sya nulis songfic dengan lagu durasi 5 menit berarti bacanya kita 5 menit dong, nulisnya juga

    tapi “LUPAKANLAH COMM NGGAK PENTING” ini
    daebak deh sonficnya

    Balas
  10. jadi kumpulan drabble sebagai hasil menantang jalannya lagu dan memaksa imajinasi bermain mengikuti irama musik yang mengalun…
    salut deh sama dirimu.. kalau aku pasti ga bisa (alias ga mau nyoba… lah wong ngetik ff yg nyantai kayak dipantai aja malasnya naudzubillah…)
    good job dear… bisa banget dirimu memikirkan cerita manis dalam waktu tiga menit…
    kesimpulannya : KAMU BERHASIL!!!! Kamu pantas mendapatkan pop mie… #eh #iklan #bawa2merk

    Balas
  11. RMYoona

     /  Juni 9, 2013

    Keren keren RT deh *anah*

    Balas
  12. nadd

     /  Juni 10, 2013

    Waah keren,bisa nulis ff kyak g2..
    tpi kdang pas bca gedje juga siih..
    Hehe😀

    Balas
  13. BISA gitu y author kepikiran bikin ff ini,keren

    Balas
  14. aat yoonwon

     /  Juli 10, 2013

    Keren thor pling suka ma lagu yang bigbang keren tu thor klu djadiin ff brchapter

    Balas
  15. Novinka Ifany Sari

     /  Juli 29, 2013

    Keren banget!!

    Balas
  16. Wawwww
    Amazing
    Keren bgt ceritanya
    Apalagi yg terakhir
    I love it so much

    You did it saeng?
    Daebakkk
    Jinjja daebak

    Balas
  17. Anita harahap

     /  Oktober 16, 2013

    Uwaahhhh…
    Keren bgt…..
    4 topik ceritanya berbeda2 dan semuany menarik..
    Daebak..

    Balas
  18. ayu dian pratiwi

     /  Februari 27, 2014

    Keren bisa nyelesai in ff secepet itu. .

    Balas
  19. dede

     /  April 15, 2014

    ceritanya keren walau pun kurang panjang.sering”aj bkin cerita spertii ini.

    Balas
  20. perfect. Saya suka.. jalan ceritanya dinamis

    Balas
  21. Cha'chaicha

     /  Juni 6, 2015

    Daebak, paling suka no 2 sama 5..

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: