[FF] Family (Chapter 8)

family(FF) FAMILY (PART8)

JUDUL: Family

Type: SEQUEL

Chapter:8

Author: yoonwonfp

Genre: romance, comedy, family

Rating: PG(15+)

Main cast: Choi Siwon, Im Yoona

Support cast: Tiffany Hwang

                        Kyuhyun

                       Sooyoung

                      Nickhun

 

Disclaimer: GUYS, Thx y buat commentny di chap-chap sebelumnya. Anyway, I hope u like it^^. I’M sorry kalo ada typo. Thx buat Admin y^^ and don’t forget to comment.

 

AUTHOR P.O.V

Kyuhyun terus mendengarkan Yoona yang menggerutu di sampingnya. Dia hanya bisa tertawa menanggapi setiap gerutuan yang dilontarkan Yoona. Semenjak Yoona masuk di mobilnya hingga di perjalanan sekarang ini, Yoona sama sekali tidak berhenti mengomeli Siwon yang dianggapnya jahat hanya karena tidak mengizinkannya makan di luar.

“Kau tahu, Siwon itu sangat menyebalkan! Kerjanya setiap malam hanya berkutat di depan laptopnya! Seharusnya dia menikah saja dengan laptopnya!”

“Dia benar-benar jahat! Dia tak mengizinkan aku makan di luar! Aku kan bosan!”

“Dia sama sekali tidak peduli padaku! Aku membencinya! Dia menyebalkan!!!”

“Rasanya aku tidak mau lagi pulang ke rumah! Aku tidak mau melihatnya! Dia terlalu menyebalkan!”

“Untung ada kau yang mau menemaniku, kalau tidak aku pasti akan menangis dan memilih mengurung diri di kamar. Huh!!!”

KYUHYUN P.O.V

Mendengar gerutuan Yoona sebenarnya membuatku sedikit kasihan dengan Siwon. Sebagai pria tentu saja aku juga akan melakukan hal yang sama sepertinya. Bagaimana mungkin aku akan membiarkan istriku yang sedang hamil mengendarai mobil di malam hari. Tapi kalau dipikir, aku rasa  Siwon juga salah. Tidak seharusnyha dia membuat Yoona marah. Bagaimanapun kan Yoona sedang hamil.

Sebenarnya hari ini akupun menemani Yoona karena aku sedang tidak ada pekerjaan dan tidak tega mendengarnya menangis di telepon. Mau tidak mau sebagai sahabat aku harus mengantarnya untuk memenuhi keinginannya.

“Yoong, apa kau tidak merasa bersalah sedikit pun dengan suamimu itu?”Tanggapku setelah Yoona selesai menggerutu tentang Siwon.

“Kenapa aku harus merasa bersalah padanya?”Ucap Yoona santai yang membuatku menggelengkan kepalaku tak percaya dengan pikiran sahabatku  ini.

“Kau tak merasa bersalah padanya apa pergi begitu saja denganku malam-malam begini?”Tanyaku lagi.

“Tidak. Inikan salahnya! Dia tidak mengizinkanku pergi sendiri dan dia juga tidak mau menemaniku…”

“Tapi kan saat itu dia sedang sibuk Yoong. Aku rasa seharusnya kau juga mengerti..”

“Aku tahu dia sibuk dan aku tidak memaksanya menemaniku. Aku bisa pergi sendiri. Tapi dia tidak mengizinkanku.”

“Kalau aku jadi dia aku juga tidak mungkin mengizinkanmu pergi sendiri.”

“Jadi kau membelanya Kyu?”

“Ani! Aku hanya merasa tindakannya tidak salah. Dan, aku rasa seharusnya kau mengerti keadaanya..”

“Itu artinya kau membelanya Cho Kyuhyun! Kalian memang tak mengerti keinginanku! Huh! Sudahlah, aku tidak mood bicara padamu… Cepat carikan aku restoran yang menjual Jjangmyeon!”

“Iya dokter Im.”

Akupun melanjutkan perjalananku mencari restoran Jjangmyeon di malam hari seperti ini. Dan ternyata mencari restoran yang buka di tengah malam seperti ini tidaklah mudah. Aku benar-benar dibuat pusing dengan tingkah sahabatku ini.

Setelah hampir 1 jam mencari di sekitar Seoul, akhirnya kami menemukan sebuah restoran yang menjual Jjangmyeon. Tentu saja aku berharap dia akan menikmati makanannya di sini sembari aku bisa beristirahat. Tapi nyatanya aku salah besar, ketika dia memesan satu porsi Jjangmyeon dia langsung merasa mual mencium bauny. Jangankan dimakan, disentuhpun tidak.

“Kyu, aku tidak mau Jjangmyeon yang ini. Jjangmyeon ini membuatku mual. Kita cari yang lain ya..”Ujarnya menatapku dengan tatapan memelasnya.

Aku hanya bisa menghela napas panjang dan menuruti permintaannya. Akupun mulai berkeliling lagi dan berhenti di 2 restoran lagi, dan ternyata hasilnya sama. Jjangmyeon itu hanya membuatnya mual.

“Yoong, sebenarnya maumu apa? Aku rasa setiap Jjangmyeon rasanya sama. Aku mohon kita pulang saja ya..”Pintaku frustasi karena aku benar-benar sudah tidak tahu lagi harus mencari Jjangmyeon di mana.

“Tapi aku ingin makan Jjangmyeon…”Gumamnya pelan.

“Tapi Yoong ini benar-benar sudah malam. Apa ada restoran lagi yang buka? Aku rasa tidak ada gunanya juga kita pergi, toh nanti kau juga akan mual.”Ujarku berusaha meyakinkannya.

“Tapi Jjangmyeon yang waktu itu tidak membuatku mual  Kyu. Aku ingin makan Jjangmyeon itu..”

“Jjangmyeon apa Yoong? Kapan kau makan?”

“Ah! Jjangmyeon yang waktu itu Siwon beli. Aku mau Jjangmyeon itu!”

“Im Yoona, kalau begitu segera tanyakan suamimu di mana kau membelinya.. Aku akan mengantarmu ke sana..”Ujarku berusaha menahan emosiku.

“Tidak. Aku tidak akan bertanya padanya…”

“Tapi yang tahu hanya suamimu! Kalau kau tidak mau bertanya sampai pagi pun kita tidak akan menemukannya!”Ujarku kesal.

“Tapi…”

“Mana HPmu?”Tanyaku serius.

“Mau apa?”

“Kalau kau tidak mau tanya padanya. Biar aku yang tanya! Lagipula kau tidak kasihan pada anakmu yang kelaparan?”

“Baiklah. Kau saja yang tanya… Tapi jangan bawa-bawa aku ya..”

Aku pun menerima HPnya dan menghubungi Siwon. Baru saja beberapa detik  HP itu langsung terangkat. Aku rasa Siwon sedari tadi pasti khawatir dengan Yoona.

“Yoona-ya, kau kemana?”Tanya Siwon sehalus mungkin di seberang sana.

“Hm.. Mianhae. Aku Kyuhyun bukan Yoona..”Kataku.

“Nde? Lalu Yoona di mana? Kenapa Hpnya bisa ada padamu? Dia baik-baik saja kan?”Tanya Siwon bertubi-tubi.

“Tenang dia ada di sampingku dan dia baik-baik saja. Begini Siwon-sshi, ada yang ingin aku tanyakan padamu.. Hm.. Kata Yoona beberapa waktu yang lalu kau pernah membeli Jjangmyeon. Dia ingin memakan Jjangmyeon itu. Kira-kira alamatnya di mana ya?”Tanyaku.

“Tunggu. Jadi selama ini kalian belum makan? Jadi apa yang kalian lakukan?”

“Ani. Kau tahu, istrimu ini membuatku berkeliling berjam-jam hanya untuk mencari Jjangmyeon. Tapi saat aku menemukannya di beberapa restoran, dia malah tidak mau memakannya dan mual. Dan, akhirnya dia baru memberitahuku kalau dia ingin Jjangmyeon yang beberapa waktu lalu kau berikan padanya. Aku benar-benar bisa gila dibuatny!”

“Mwo? Lalu kenapa kau yang bertanya padaku?”

“Dia tidak mau bicara padamu. Dia bilang dia masih marah.”

“Kalau begitu aku akan mengirimkaan alamatnya.”

Setelah aku tiba di restoran yang dimaksud Siwon, aku dan Yoona segera turun dan masuk ke dalam restoran.

AUTHOR P.O.V

Yoona terus membolak-balik menu di hadapannya yang cukup menggoda seleranya yang tengah kelaparan tanpa peduli pada Kyuhyun yang duduk di smpingnya. Dia terus memperhatikan makanan-makanan yang ada di buku menu itu sampai tak menyadari bahwa kini suaminya, Siwon tengah memperhatikannya. Saat Yoona menentukan pilihannya dan menutup buku menunya, barulah dia menyadari Siwon ada di hadapannya.

Yonna sedikit terkejut dengan kehadiran Siwon, tapi dia memilih tak menghiraukannya. Diapun mengalihkan pandangannya pada Kyuhyun yang sedang menatap Siwon juga.

“Kau. Kenapa bisa ada di sini?”Tanya Kyuhyun sambil menunjuk Siwon yang masih berdiri di samping Yoona.

“Ada siapa? Aku tidak melihat siapa-siapa..”Jawab Yoona cuek.

Kyuhyn hanya bisa menatap kasihan Siwon yang harus diacuhkan oleh istrinya sendiri. Dengan ragu Siwon duduk di samping Yoona dan terus memandang Yoona yang masih main ndengan HPny sambil menunggu makanannya datang. Yoona sama sekali tak peduli kehadiran Siwon. Sementara Kyuhyun hanya menatap bingung kedua suami-istri yang tengah bertengkar ini.

Yoona menatap Jjangmyeon, bimbimbap, Kimchi, Japcahe, dan juga Seolleontang yang dilletakkan seorang Pelayan di atas meja  dengan mata yang berbinar seakan dia baru saja mendapatkan undian.  Sementara Siwon dan Kyuhyun justru menatap tak percaya akan makanan yang yang begitu banyak yang dipesan Yoona.

“Yonng, kau akan makan semua ini?”Tanya Kyuhyun.

“Neh. Kau mau?”Tawar Yoona sembari tersenyum yang mendapat gelengan dari Kyuhyun.

Yoona mulai mencicipi makanan itu satu per satu dengan senang hati. Tapi tak lama setelah itu, dia langsung merasa kenyang dan meletakkan sendok serta sumpitnya di atas pirng.

“Aku sudah kenyang. Sisanya untukmu saja Kyu.”

“Mwo? Kenyang?”

“Iya..”

“Kau gila Yoong. Makanan ini bahkan seperti tak tersentuh sedikitpun. Bagaimana mungkin kau bisa bilang kenyang.”

“Molla. Tapi aku sudah kenyang.”Ujarnya sembari mengelus pelan perutnya.

“Sini. Biar aku saja yang makan”Ujar Siwon tiba-tiba kemudian mengambil makanan yang ada di atas meja.

“Ani! Kau tidak boleh menyentuh makananku! Shirreo!”Ujar Yoona tiba-tiba.

“Yah! Kenapa Kyuhyun boleh dan aku tidak boleh?”

“Karena Kyuhyun sahabatku. Dia yang menemaniku ke sini!”

“Tapi Aku suamimu!”

“Ani. Istrimu kan laptop di rumah itu.”Jawab Yoona cuek.

“Kalian ini! Kumohon hentikan! Aku benar-benar pusing mendengar pertengkaran kalian!”Ujar Kyuhyun berusaha menghentikan perdebatan kecil kedua pasangan muda ini.

“Kalau kalian tidak berhenti bertengkar, aku akan pulang duluan!”

“YAH! Kau tidak boleh meninggalkanku sendirian!”

“Kau kan tidak sendirian? Itu ada suamimu di sampingmu..”

“Yah! Kau yang membawaku kesini artinya kau juga yang harus mengantarku pulang Cho Kyuhyun!”

“Atas dasar apa kau menyuruhku?”

“Nde?”

“Sudahlah. Aku lelah. Aku pulang duluan. Bye..”Ujar Kyuhyun kemudian bangkit dari tempat duduknya dan keluar dari restoran itu.

Melihat Kyuhyun pergi, Yoona pun langsung mengejar Kyuhyun.

“Aku mohon jangan tinggalkan aku..”Ujar Yoona mulai menangis di hadapan Kyuhyun.

“Ada apa sebenarnya? Kenapa kau tiba-tiba menangis?”

“Aku tidak tahu. Yang aku tahu aku kesal dengannya, tapi aku juga merasa sedikit bersalah dengannya.”

“Yoong, kau bukan anak kecil lagi. Selesaikanlah masalahmu dengannya. Kalau kau tidak hamil, mungkin aku masih akan mengejarmu. Tapi sekarang keadaannya berbeda, dia suamimu dan juga ayah dari bayi yang kau kandung. Sekarang dialah orang yang berhak menjagamu.Tadi aku kan hanya menemanimu karena suamimu tidak ada, tapi sekarang dia sudah datang, jadi sekarang dia yang harus menjagamu.”Ucapku sembari menghapus air mata yang keluar dari mata sahabatku ini.

“Tapi dia tidak mencintaiku. Dia hanya mencintai pekerjaannya. Dia tidak peduli padaku.”

“Aigoo.. Yoong, kau benar-benar seperti anak kecil sekarang. Ingatlah, sebentar lagi kau akan menjadi seorang ibu…. ”

“Iya.. Iya..”

“Ya sudah. Selesaikanlah urusan kalian. Kasian anak mu… Aku pulang dulu ya..”

Yoona terus memandang mobil Kyuhyun yang menjauh darinya dengan pasrah. Dia tidak tahu apa yang harus lakukan sekarang. Mungkinkah dia harus kembali ke dalam dan memaafkan Siwon seperti saran Kyuhyun?

“Dia sudah pergi?”Tanya Siwon tiba-tiba yang membuat Yoona membalikkan badannya dan berhadapan dengan Siwon.

Yoona tak menjawab pertanyaan Siwon. Dia segera masuk kedalam restoran itu dan mengambil barang-barangnya.  Setelah itu, dia langsung keluar dan berjalan melewati Siwon.

“Yah! Kau mau kemana?”Tanya Siwon sembari menahan tangan Yoona sebelum menahan tangan Yoona  yang akan berjalan lebih jauh.

“Aku mau kemana bukan urusanmu! Lepaskan aku!”

“Sebenarnya maumu apa? Aku sudah minta maaf kan!”Teriak Siwon gusar.

“Kau kenapa suka sekali berteriak padaku! Kau jahat! Kau jahat Choi Siwon!”Teriak Yoona tak kalah kencang dan mulai menangis.

Siwon yang melihat Yoona menangis mulai mendekap tubuh Yoona. Yoona terus memukul tubuh Siwon dengan kedua tangannya.

“Kau jahat Oppa.. Kau tidak peduli padaku!”

“Mianhae… Aku membuatmu menangis. Mianhae…”

“Kau jahat! Kau hanya mencintai pekerjaanmu. Kau tidak peduli padaku!”

“Mianhae. Aku terlalu sibuk. Tapi percayalah, aku hanya mencintaimu Im Yoona… Saranghaeyo..”Kata Siwon lembut sembari terus mendekap tubuh Yoona di dekapannya.

YOONA P.O.V

Pernyataan yang keluar dari mulutnya seakan membuat jantungku yang sedari tadi tenang mulai berdetak tak karuan. Cinta? Dia mengatakan kalau dia mencintaiku. Aku merasakan pelukannya mulai melonggar. Dengan perlahan dia menghapus air mataku dengan kedua tangannya dan tersenyum lembut ke arahku.

“Saranghaeyo Im Yoona..”Katanya lembut sembari mentap kedua mataku.

Aku membalas tatapan matanya yang tampak hangat. Aku sama sekali tak dapat menemukan suatu kebohongan di matanya. Aku rasa semua ini seperti mimpi. Mendengarnya mengadakan kata cinta di hadapanku. Kalaupun ini hanya mimpi, aku bahkan berharap aku tak akan pernah bangun daritidurku.

Tanpa banyak bicara, dia merangkul pundakku dan membawaku ke dalam mobilnya. Sepanjang perjalanan yang kulakukan hanyalah menatap wajah tampannya yang sedang menyetir.

“Apa wajahku begitu tampan?” Ujarnya tiba-tiba yang membuatku salah tingkah.

“Mwo? Ani..”

“Lalu kenapa kau menatapku terus?”

“Siapa yang menatapmu Tuan Choi…Jangan terlalu percaya diri..”

“Oh iya, kau tidak marah lagikan padaku?”

“Tidak usah membahas masalah itu lagi.”

“Ah, mianhae… Tapi kau belum menjawabku..”

“Menjawab apa?”

“Kau belum menjawab perasaanku..”

“Ah.. Aku membencimu.” Ucapku berpura-pura sembari memalingkan wajahku dan melipat tangan didepan didada.

“Jadi kau belum memaafkanku?”

“Apa aku pernah mengatakan kalau aku memaafkanmu Tuan Choi?”

“Ya!! Kau ini! Cepat jawab aku!”

“Lalu kau ingin mendengar aku menjawab apa?”

“Aku juga ingin mendengar kalau kau juga mencintaiku.”

“Kalau aku tidak mau bagaimana?”

“Kalau kau tidak mau maka aku akan memaksamu mengatakannya di rumah! Ani, bukan mengatakan lebih tepatnya membuktikannya.”

“Maksudmu?”

“Aku rasa kau sudah tahu maksudku Ny. Im..”

“Yah! Jangan pernah berpikir untuk melakukan itu padaku!”

“Jadi bagaimana? Kau masih tidak mau menjawab pertanyaanku tadi?”Siwon kembali menatapku lekat dari dan kali ini ku beranikan diri untuk membalas tatapannya.

“Nanti kau juga akan mengetahuinya”

“Kenapa harus nanti? Kenapa tidak sekarang saja?”

“Karena aku tidak mau menjawabnya. Sudahlah jangan membuatku kesal lagi! Aku mau tidur” “Apa semua yeoja yang hamil gampang sekali marah ya?”Gerutunya sendiri, sambil menggaruk kepalanya yang aku yakin sebenarnya tidak gatal.

“Mungkin, Bangunkan aku kalau kita sudah tiba dirumah.”

“Ne. Tidurlah.”

Setelah tiba di rumah, aku langsung membersihkan tubuhku di kamar mandi. Setelah itu aku masih duduk didepan meja rias sambil menyisir rambutku dan memolesi wajahku dengan bedak sebelum tidur. Tapi, tak lama kemudian aku melihat mendengar suara pintu kamar mandi yang terbuka dan membuatku menghentikan kegiatanku sejenak. Mataku seakan membesar ketika melihat suamiku, Siwon keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan handuk. Jantungku mulai berdetak tak karuan saat melihat Siwon berjalan ke arahku. Aku tidak pernah menyadari kalau dia memiliki tubuh yang sebagus itu. Dan, tubuhku menegang seketika saat Siwon berdiri di belakangku dan memegang kedua bahuku.

“Kau cantik sekali…” ujar Siwon tersenyum tipis yang membuatku semakin tegang.

‘Aishh… Apa dia itu sengaja menunjukkan bentuk tubuhnya padaku atau untuk menggodaku?”Kataku dalam hati.

Akupun mulai menggelengkan kepalaku dan meneguk ludahku sendiri untuk menghilangkan perasaan yang tidak jelas ini. Aku pasti sudah gila sekarang!

“Rambutmu sangat harum..”Ujarnya  lembut sembari mencium ramutku.

Aku mulai menutup mataku ketika dia aku merasakan ciuman lembutnya beralih ke leherku. Aku ingin mencegahnya, tapi rasanya malam ini aku tidak bisa. Kata hatiku seakan mendominasi pikiranku saat ini. Aku tidak bisa berbohong, aku sangat merindukan sentuhan tubuhnya. Terlebih lagi aku tahu, kalau malam ini dia melakukannya bukan lagi karena hawa nafsunya, tapi karena dia mencintaiku. Aku dapat merasakan detak jantungnya yang tak karuan di dadaku, sama seperti yang kumiliki. Perlahan-lahan, dia membalikkan tubuhku dan mencium lembut bibir mungilku yang membuatku mulai menikmatinya dan membalasnya. Tanpa banyak bicara aku mengalungkan tanganku di lehernya, dan dengan tiba-tiba dia menggendongku ke ranjang.

Dia membaringkanku di ranjang sembari menatap wajahku dan membelai rambutku. Dia membelai rambutku lembut dan berbisik di telingaku.

“Saranghae Im Yoona..”Bisiknya lembut.

Aku kembali tertegun akan ucapannya dan mencium bibirnya yang berada di atasku dengan lembut.

“Aku akan menjawabmu sekarang..Nado Saranghae Choi Siwon..”Bisikku lembut di telinganya dan dibalas dengan senyuman lembutnya.

“Jadi apa malam ini aku boleh melakukannya?”Tanyanya lembut sembari menatap mataku dalam.

“Malam ini seluruhnya akan kuberikan padamu. Termasuk hatiku…”Ujarku lembut.

“Gomawo. Aku akan melakukannya dengan hati-hati. Aku tidak akan menyakitimu dan menyakiti anak kita.. I promise…”

Aku hanya menganggukan kepalaku pelan sembari menutup mataku dan membiarkannya memiliki tubuhku untuk kedua kalinya. Aku rasa malam ini aku akan menikmatinya. Karena hari ini bukan hanya tubuhnya yang juga akan aku nikmati, tapi hatinya. Malam ini akan menjadi malam terindah dalam hidupku.

AUTHOR P.O.V

Saat ini Tiffany hanya bisa tertunduk lemas memandang kertas yang baru saja diterimanya dari seorang dokter. Kertas yang menyatakan hasil pemeriksaan sumsum tulang Nickhun. Air matanya mulai mengalir lagi. Bahkan dia  sudah tidak tahu berapa banyak air mata yang dikeluarkannya hari ini. Nickhun yang sedari tadi berdiri di sampingnya, segera menarik kertas itu dengan kasar dan membacanya.

“Tidak! Ini tidak mungkin! Bagaimana mungkin hasilnya tidak sama!”Gumam Nickhun sembari meremas kertas itu.

“Pasti ada yang salah! Pasti! Aku adalah ayahnya! Tidak mungkin berbeda!”Nickhun terus menggelengkan kepalanya frustasi.

Tiffany yang sedari tadi berusaha berdiri mulai jatuh terduduk di lantai rumah sakit itu. Dia sudah tidak dapat lagi menopang tubuhnya. Tangisannya pecah dalam seketika. Rasanya semuanya terlalu berat. Nickhun segera berjongkok dan memeluk tubuh Tiffany yang masih menangis. Dia membiarkan bajunya basah oleh air mata Tiffany.

“Aku mau mati saja..Aku mau mati..”Gumam Tiffany di dalam tangisannya.

Nickhun yang mendengarnya, hanya bisa mendekap erat tubuh Tiffany. Dia bisa merasakan tubuh rapuh Tiffany seperti yang dirasakannya saat bertemu dengan Tiffany pertama kali. Dan, kerapuhan Tiffanylah yang membuatnya selalu ingin melindungi dan mencintai wanita itu.

Perlahan-lahan tangisan Tiffany mulai tidak terdengar di dalam pelukannya. Dan, dia mulai melepaskan dekapan hangatnya pada tubuh Tiffany. Betapa terkejutnya saat menyadari Tiffany yang ternyata sudah tidak menyadarkan diri di dekapannya. Berkali-kali dia memanggil dan menggoyangkan tubuh Tiffany, tapi hasilnya nihil. Tiffany tetap tidak membuka matanya dan membuat Nickhun khawatir dalam seketika.

TIFFANY P.O.V

Ku kerjapkan mataku dengan perlahan saat aku bangun. Sudah berapa lama aku tertidur? Kenapa rasanya sudah lama sekali. Aroma tempat ini sangat tidak asing bagiku. Ini pasti rumah sakit. Sayup-sayup aku mendengar suara Nickhun yang sedang berbincang dengan seorang suster diambang pintu ruang rawatku. Setelah dia menutup pintu, Nickhun segera menghampiriku dengan raut wajah yang terlihat lega. Dia kemudian menarik kursi dan duduk disampingku.

“Kau sudah sadar?”Tanyanya dengan suara yang terdengar parau sembari menggenggam erat tanganku yang bebas selang infus. Aku hanya mengangguk pelan. Rasa sulit sekali untuk mengeluarkan suaraku. Tenggorokkanku juga terasa sangat kering.

“Aku haus…”Kataku dengan suara yang terdengar serak dan lirih.

“Bisa kau mengulanginya lagi? Aku tidak dengar apa yang kau katakan tadi..” Nickhun berdiri dan mendekatkan telinganya kewajahku.

“Tenggorokkanku kering sekali. Tolong ambilkan segelas air..”Ucapku nyaris berbisik. Nickhun mengangguk, kemudian menuangkan segelas air untukku. Dia membantuku untuk minum menggunakan sedotan hingga air itu tersisa setengah. “Gomawo..”

“Apa ada yang sakit?”Tanyanya sambil menatapku khawatir.

“Ani. Apa yang terjadi padaku? Kenapa aku bisa ada di sini?”

“Tadi kau pingsan.”

“Nde? Lalu bagaimana keadaan Min Woo?”

“Keadaanya masih sama. Dia masih diopname…”

Aku menghela nafas panjang ketika mendengar kata-kata Nickhun. Aku merasakan tubuhku seakan melemas lagi. Mataku juga mulai berkaca-kaca lagi.

“Fanny-ah, kau harus kuat. Min Woo membutuhkanmu.. Kau adalah Eommanya.”Katanya sambil menghapus air mata yang mulai menghiasi wajahku.

“Aku bukan Eomma yang baik. Aku tak bisa melakukan apa-apa untuknya. Seharusnya aku saja yang mengidap penyakit itu…”

“Fanny-ah, kau adalah ibu yang terbaik untuknya. Kalau kau mengidap penyakit itu, lalu siapa yang akan merawat Min Woo? Aku mohon kau jang berpikiran yang tidak-tidak..”

“Tapi sekarang aku harus bagaimana? Aku tidak mau dia mati! Dia bahkan belum memanggilku Eomma… Bagaimana mungkin dia harus mati!”Tangisanku pecah sudah.

“Tidak… Dia tidak akan mati…Dia anakku juga. Aku tidak akan membiarkannya mati.. Dia putra kita…”Ujarnya sembari memeluk tubuhku yang semakin melemah ini.

“Lalu kita harus bagaimana?”Gumamku pelan di bahunya.

“Pasti ada cara lain. Yang penting sekarang kau harus menjaga kesehatanmu. Min Woo membutuhkanmu. Aku berjanji aku tidak akan membiarkan putra kita mati.. Hm..?”

Aku hanya mengagguk lemah menanggapi ucapnnya sembari berdoa semoga saja ada secercah harapan baru untuk menyelamatkan putraku.

KYUHYUN P.O.V

Pagi ini aku sengaja bangun lebih pagi untuk mempersiapkan diriku. Setelah mandi, aku segera memakai kemeja biru yang rapi dan dipadukan dengan celana hitam. Kemudian aku juga merapikan rambutku dengan gel di depan cermin dan memastikan bahwa hari ini penampilanku harus sempurna.

“PERFECT…”Gumamku saat melihat penamipilanku yang terpantul di depan cermin.

Jalanan Seoul pada pagi ini cukup ramai, mengingat hari ini adalah hari Sabtu. Aku mengendarai  mobilku menuju sebuah apartemen yang terletak di pussat kota Seoul. Setelah memarkirkan mobilku, aku segera turun dan menuju sebuah kamar yang terletak di lt 3 apartemen itu. Atau lebih tepatnya sebuah kamar bernomor 312.

Aku segera memencet bel agar orang yang berada di dalam sana menyadari kedatanganku. Tak perlu menunggu lama, pemilik apartemennya itu membukakan pintunya untukku yang tentunya membuat seulas senyuman di bibirku menatapnya. Dia tampak sangat terkejut menatapku.

“Ah.. Kyuhyun-sshi. Kau sudah datang?”Tanya wanita yang disapa Sooyoung kepadaku.

“Neh.. Apa aku terlalu pagi?”Tanyaku padanya yang masih berdiri di hadapanku. Di terlihat nbingung dan menatapku yang telah rapi dengan kemejaku berbeda sekali denngannya yang hanya memakai baju tidur yang menanadakan kalau dia baru bangun dari tidurnya.

“Ah.. Ani.. Memang sekarang jam berapa?”Tanyanya lagi.

“Jam 9.30..”

“Mwo? Aish! Mianhae.. Aku semalam lembur. Jadi aku bangun kesiangan. Aku akan bersiap-siap dulu. Ah! Kau mau masuk?”

“Hm.. Kalau boleh aku akan masuk dan menunggumu di dalam saja.”

“Silahkan..”

Saat aku duduk, aku melihatnya langsung membersihkan beberapa sampah makanan yang berserakan di mejanya. Tak lupa juga dia memberikanku segelas teh saat aku harus menunggunya mempersiapkan diri.

Aku menatap ruangan di sekelilingku. Ruangan ini memang bukan ruangan yang luas, tapi ruangan ini memiliki desain dan furniture-furniture yang memberikan kesan hangat. Sangat sesuai untuknya. Kemudian aku mulai berdiri dan menatapn  foto-foto di sekitar rak-rak buku. Aku menatap bing-bingkai itu satu per satu. Aku mengerutkan keningku saat menatap foto-foto itu.Foto-foto yang ada di bingkai-bingkai itu bukanlah fotonya dengan keluarganya, tapi semua foto itu hanyalah foto seorang lelaki dengan dirinya. Di setiap foto itu, Sooyoung tampak bahagia dengan laki-laki itu. Senyumannya seakan merekah. Begitu juga laki-laki  yang ada di foto itu. Mereka tampak bahagia bersama. Aku benar-benar penasaran siapa laki-laki itu.

“Ah. Kyuhyun-sshi. Mianhae membuatmu lama menunggu..”

Suara Sooyoung yang baru keluar dari ruangannya membuatku mengalihkan pandanganku dari foto-foto itu dan menatapnya atau lebih tepatnya memeperhatikannya. Aku mengulaskan senyumku saat melihat penampilannya. Dia mengenakan jeans panjang dipadukan dengan kaus putih dan blazer berwarna cream, dia juga  hanya berdandan ala kadarnya dengan make up tipis dan rambutnya yang tergerai indah. Dia mengenakan sepatu High Heels warna cream yang menghiasi kaki jenjangnya yang indah. Benar-benar penampilan yang kusukai yang tentunya membuat jantungku berdegup kencang saat ini.

“Neh.. Gwenchanna. Kau sudah selesai?”Tanyaku tersenyum sembari berusaha mengendalikan kerja jantungku yang kurasakan terlalu cepat saat ini.

“Neh. Aku sudah selesai. Kajja..”

AUTHOR P.O.V

Saat ini Kyuhyun menatap pintu kedatangan luar negeri dengan resah. Lagi – lagi ia melirik arlojinya. Ia resah bukan karena telah lama menunggu, lebih tepatnya ia resah karena rasa gugupnya yang tak kunjung hilang karena gadis yang ada di sampingnya.

“Kenapa lama sekali?”Gumam Kyuhyun untuk kesekian kaliny

“Tenanglah Kyuhyun-sshi. Mungkin sedang menunggu bagasi.”Jawab Sooyoung berusaha menenagkan Kyuhyun.

“Ah.. Neh. Mungkin saja..”

Tak selang berapa lama tampaklah seorang wanita paruh baya yang melambaikan tangannya kearah Kyuhyun yang membuat wajah Kyuhyun seakan merekah seketika. Begitu juga Sooyoung, dia menmbuat senyuman terindahnya menatap wanita yang sedang berjalan kea rah mereka.

“Kyuhyun-ah! Eomma merindukanmu!”Sapa Eomma Kyuhyun kemudian memeluk tubuh putranya itu.

“Neh. Eomma aku juga merindukanmu..”Balas Kyuhyun sembari memeluk tubuh Eommanya.

Setelah kediua orang di hadapannya melepaskan pelukan mereka, dengan canggung dan gugup Sooyoung langsung menyapa Eomma Kyuhyun yang menatapnya bingung.

“Annyeonghasaeyo Ahjumma..”Sapa Sooyoung kemudian membungkukkan dirinya hormat pada Eomma Kyuhyun.
“Kau siapa?”Tanya Eomma Kyuhyun.

“Eomma tak mengingatnya?”Tanya Kyuhyun.

“Ani. Dia siapa?”

“Dia Summer Eomma. Gadis kecil yang ada di rumah Choi Halmeoni.”Jelas Kyuhyun.

“Mwo? Chinjja?”Tanya Eomma.

“Neh Ahjumma. Aku Summer.”Jawab Sooyoung canggung.

“Omo.. Ahjumma sangat merindukanmu Sayang..”Kata Eomma Kyuhyun sembari memeluk hangat tubuh ramping Sooyoung.

“Neh. Aku juga merindukan Ahjumma…”Balas Sooyoung.

Sepanjang perjalanan, Eomma Kyuhyun tak henti-hentinya memuji kecantikan Sooyoung yang membuat Sooyoung tersipu malu.

“Aigoo, Summer, kau cantik sekali”Puji Eomma Kyuhyun.

“Gomawo Ahjumma..”

“Aigoo.. Padahal dulu kau sangat tomboy. Tapi sekarang kau justru sangat anggun…”

“Neh.. Gomawo.”
Kyuhyun yang duduk di samping kursi Sooyoung hanya bisa tersenyum menggapi perkataan Eommanya. Dia pun juga terkejut melihat penampilan Sooyoung dari awal bertemu dengannya. Sooyoung benar-benar berbeda. Kalau dulu dia adalah gadis kecil yang tomboy, maka sekarang dia adalah wanita yang anggun.

SIWON P.O.V

Aku membuka  mataku perlahan menyambut pagi hari ini saat mendengar bunyian alarm yang menggema di samping ranjangku. Dengan kesal aku menggerakkan tanganku hati-hati untuk mengambil alarm itu dan mematikannya. Aku mengalihkahn pandanganku pada wanita yang masih terlelap di sampingku. Dia memeluk tubuhku dengan erat dengan tangannya yang membuatku mengulaskan sebuah senyum menyambut pagi ini. Wajahnya yang cantik menunjukkan kalau dia tengah kelelahan akibat aktivitas kami semalam membuatku tidak tega membangunkannya. Perlahan-lahan aku melepaskan tangannya yang berada di atas tubuhku dan bangun dari ranjangku. Setelah itu aku merapikan selimut untuk memberinya kehangatan di tubuh polosnya saat ini.

AUTHOR P.O.V

Setelah Siwon bersiap-siap, Siwon  langsung turun ke meja makan untuk sarapan bersama Yoo Jin. Sesekali Siwon menanggapi celotehan Yoo Jin. Kegiatan mereka terhenti saat mendengar teriakan Yoona dari kamar atas.

“YAH! CHOI SIWON! Kenapa kau tidak membangunkaku! AISH!!!”Teriak Yoona cukup kencang yang membuat Siwon hanya bisa menghela nafasnya sabar.

“AIsh! Sepertinya moodnya benar-benar buruk pagi ini. Tak bisakah dia bersikap manis apa yang terjadi semalam..”Gumam Siwon asal sembari melanjutkan makannya.

“Memang apa yang terjadi semalam Daddy?”Tanya Yoo Jin.

Siwon langsung terbatuk saat mendengar pertanyaan Yoo Jin. Dia benar-benar salah tingkah sekarang.

“Ani.. Tidak ada apa-apa semalam. Yoo Jin lanjutkan saja makanmu…”Ujar Siwon berusaha mengalihkan pertanyaan Yoo Jin.

“AISH! Anak ini benar-benar membuatku gila! Kenapa dia selalu bertanya yang aneh-aneh.Dia kan masih kecil!”Gerutu Siwon dalam hati.

Yoona terus merutuki dirinya kesal karena dia bangun terlambat pagi ini. Pagi ini benar-benar membuat moodnya buruk. Dengan buru-buru dia mandi dan siap-siap. Setelah itu dia langsung mengambil tasnya dan kunci mobilnya lalu berlari turun menuju lantai bawah.

“Yah! Kenapa kau berlari?”Teriak Siwon dari meja makannya.

“Aku sedang buru-buru. Bye…”Jawab Yoona kemudian beralih ke rak sepatu dan memakai sepasang high heels.’

“Lepaskan High Heels mu…”Kata Siwon tegas yang kini berdiri di depan Yoona.

“Mwo? Kenapa aku harus melepaskannya?”Tanya Yoona bingung.

“Aku tidak mau kalau kau sampai terjatuh karena sepatumu yang setinggi  itu..”

“Ah! Aku tidak apa-apa Oppa. Aku sudah bisa memakai ini. Kau tenang saja.”

“Ani. Lepaskan itu sekarang atau kau tidak boleh bekerja.”

“Lepas? Lalu aku akan pakai apa?”

“Kan kau masih punya beberapa pasang Flat shoes yang bisa kau gunakan.”

“Tapi aku tidak mau menggunakan itu saat bekerja.”

“Tidak ada tapi-tapian. Tukar atau aku tidak akan mengizinkanmu bekerja..”

“AISH! Tapi kan…”

“Dengarkan aku sekali ini saja. Aku tidak mau terjadi apa-apa pada kandunganmu. Mengertilah..”

“Terserahmu saja!”Ujar Yoona kesal kemudian melepaskan High Heelsnya dan mengambil sepasang flat shoes untuk dipakainya.

Siwon hanya tersenyum senang saat melihat tingkah Yoona. Dia tahu walaupun Yoona kesal, tapi Yoona tidak bisa menolak jika sudah menyangkut anak mereka. Dia tahu Yoonaa pasti juga menyayangi anak dalam kandungannya.

“Sekarang kau makan dulu ya..”Ujar Siwon lagi.

“Aku sedang buru-buru…”

“Ani. Kau harus makan!”

“Shirreo! Aku tidak lapar!”

“Aku tidak akan mengizinkan kau pergi kalau kau tidak mengisi perutmu.”

“Aku tidak lapar! Kenapa kau selalu mengaturku!””

Siwon benar-benar menahan emosinya menghadapi Yoona yang keras kepalanya.

“Aku melakukan ini demi kau dan anak kita. Yoona-ya, aku tahu kau tidak lapar. Tapi setidaknya kau harus ingat di dalam perutmu ada yang membutuhkan gizi. Di dalam perutmu ada anak kita…”Kata Siwon berusaha selembut mungkin.

Yoona hanya bisa pasrah mendengar alasan Siwon. Yah, kalau sudah menyangkut anaknya Yoona juga tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Bagaimanapun saat ini anaknya memang membutuhkan makanan.

“Aish! Baiklah. Tapi aku tidak akan makan banyak-banyak…”

Siwon pun menarik tangan Yoona menuju meja makan dan menaruh sepiring nasi goreng kesukaan Yoona. Tapi, melihat makanannya saat ini justru membuatnya kehilangan selera. Yang ada hanyalah rasa mual menatap makanan itu. Sepertinya hari ini dia harus merasakn morning sickness lagi.

“Aku tidak mau makan itu…”Gumam Yoona sembari menatap makanannya kosong.

“Lalu kau mau makan apa?”Tanya Siwon lembut.

“Aku tidak lapar Oppa..”

“Yoona-ya, makanlah sedikit ne?”

“Tapi aku benar-benar mual..”

“Ingat pesan dokter, kau harus makan walaupun nanti kau muntah.”

Dengan pasrah, Yoona pun menyendokkan makanan itu ke dalam mulutnya.

“Perutku mual Oppa..” Yoona kembali menangkupkan tangan kanannya sedangkan tangan yang kiri memegangi perutnya berusaha menahan mualnya.

          Uoeekkk…

“Gwaenchana?”Tanya Siwon khawatir yang dibalas gelenagn lemah dari Yoona.

Dengan segera Yoona beranjak dari tempat duduknya ketika tak dapat lagi menahan rasa mualnya dan menuju kamar mandi.

“Muntah saja sampai kau merasa nyaman..”Ujar Siwon sembari memijat tengkuk belakang Yoona.

Siwon benar-benar tidak tega harus melihatnya muntah-muntah Setiap pagi. Tapi dia juga tidak bisa berbuat apa-apa. Karena memenag inilah yang harus dialami setiap wanita hamil. Setelah memuntahkan seluruh makanannya, Yoonapun merasa lebih nyaman. Tapi, tentunya tubuhnya menjadi lebih lemas dan membuat Siwon harus menopangnya.

“Kau masih mau makan?”Tanya Siwon pada Yoona yang masih terlihat lemas.

“Ani..”Kata Yoona pelan sembari terus mengusap perutnya berusaha menghilangkan rasa mualnya.

“Yoona-ya, hari ini kau istirahat saja ya.. Wajahmu terlihat pucat…”Kata Siwon. Yoona pun hanya bisa pasrah mendengar saran Siwon. Dia sadar dia pun tidak bisa memaksakan dirinya untuk ke rumah sakitt jika keadaannya seperti ini.

“Neh..”

Dengan hati-hati Siwon memapah tubuh Yoona menuju kamar mereka. Dia membantu Yoona berbaring di kasurnya dengan perlahan dan menyelimutinya.

“Istirahatlah… Kalau kau menginginkan sesuatu hubungi aku saja…”

“Neh.. Hm.. Oppa.. Bisakah kau menemaniku sebentar?”

“Baiklah…”

Siwon pun segera duduk di samping ranjangnya sembari menatap wajah Yoona yang mulai tertidur lelap. Tangannya digerakkannya untuk membelainya rambut lembut Yoona dan mengecup keningnya hangat kemudian mengelus perut Yoona dengan perlahan.

 “Aegi-ya, Appa mohon jangan membuat Eommamu muntah terus. Appa tidak mau melihatmu dan Eomma sakit. Kalian berdua membutuhkan makanan yang cukup supaya kalian berdua bisa sehat, Appa pergi dulu ya..”Ucap Siwon dan mengelus perut Yoona dengan sayang.

SIWON P.O.V

Malam ini aku harus bertemu klienku dan itu menandakan kalau aku tidak akan makan malam di rumah. Akupun mengambil HPku dan segera menghubungi rumah sekaligus mengecek keadaan Yoona.

“Yeoboseyo ahjumma. Apa Yoona ada?”

“Ada Tuan.”

“Dia sedang apa?”

“Ah. Nyonya sedang makan malam bersama Yoo Jin. Hanya saja sepertinya Nyonya tidak bernafsu.”

“Bisa ahjumma memberikan telepon ini padanya?”

“Algeuseumnida.”

“Yeoboseyo. Nuguya?” sahut Yoona ketus.

“Ini aku..”

“Ah. Oppa.. Ada apa?”

“Aku harus bertemu klien malam ini. Jadi aku akan pulang terlambat.”

“Neh.. Arayo..”

“Ahjumma bilang kau sedang makan. Kenapa kau tidak berselera? Apa makannya tidak enak? Atau kau mual melihat makanan itu?”

 “Makanannya enak dan aku tidak mual.”

“Lalu?”

“Hm.. Aku ingin… Ah tidak!”

“Wae? Kau mau apa? Aku akan membelikannya untukmu…”

“Aku kesepian.”

“Kesepian? Bukankah Yoo Jin menemanimu?”

“Neh.. Tapi aku ingin kau makan bersamaku …”

“Mwo? Tapi aku tidak bisa. Aku harus bertemu dengan klien.”

“Kalau tidak bisa ya sudah. Kau lanjutkan saja pekerjaanmu..”

 Walaupun Yoona mengatakan kepadaku tidak apa-apa tapi terdengar sekali kalau Yoona meletakkan telepon dengan kasar sehingga menimbulkan bunyi seperti benda yang dibanting. Aku yakin saat ini Yoona pasti tengah menahan kesalnya.

“Yah! Yoona-ah, tunggu…”

“Maaf tuan, Nyonya sepertinya menangis..”

“Neh? Ah! Panggil dia sekarang. Aku mau bicara lagi padanya.”

“Tuan, Nyonya tidak mau bicara dengan Anda..”

“Ya sudah Ahjumma. Ahjumma tolong paksa dia makan ya.. Gomawo.”

Aku menutup teleponku. Aku rasa kali ini aku benar-benar harus mengalah padanya. Bagaimanapun, anakku harus sehat. Aku tidak mau kalau dia tidak mau makan hanya karena aku tidak menemaninya. Akupun segera menelepon klienku dan membatalkan pertemuan kami malam ini setelah itu aku langsung mengambil jasku dan melajukan mobilku menuju rumahku.

Setelah tiba di rumah, Siwon langsung masuk ke rumah dan mencari Yoona.

“Ahjumma, Yoona di mana?”Tanya Siwon pada Ahjumma.

“Nyonya sedang berada di taman belakang tuan..”

“Neh.. Ah! Apa dia sudah makan?”

“Belum Tuan…”

“Lalu Yoo Jin di mana?”

“Yoo Jin sudah tidur tuan..”

“Ah. Baiklah..”

Aku segera pergi ke taman belakang.Aku lihat Yoona sedang duduk diatas ayunan sambil memejamkan matanya mendengarkan mp3 player. Sesekali Yoona akan menyanyikan beberapa bait lagu yang didengarkannya dengan suara merdunya. Aku terus memperhatikan matanya yang terlihat sembab, aku yakin dia pasti habis menangis.

“Yoona-ah…”Panggilku pelan.

Tapi sepertinya dia sama sekali tak mendengar panggilanku. Diam-diam ku ambil mp3 player dari tangannya dan memelankan volumenya.

“Yah! Jangan sentuh mp3 ku!”Bentak Yoona tiba-tiba…

“Kau mau apa disini?”Tanyanya ketus ketika melihatku yang masih berdiri di hadapannya.

“Kau marah padaku?”Tanyaku menatap intens wajahnya.

“Untuk apa aku marah?”Jawabnya yang kembali memejamkan matanya seperti enggan menatapku.

“Jeongmalyo?”

“Harus berapa kali ku katakan kalau aku tidak marah!!!!”Bentaknya dengan suara yang meninggi.

“Pergilah. Aku ingin sendiri.”

“Yoona-ah.. Mianhae.. Aku sudah membuatmu marah..”

“Pergilah. Kau kan sedang sibuk.. Aku mohon jangan membuat emosiku naik saat ini..”Jawabnya dengan suara parau.

Aku melihat air matanya yang ditahannya mulai mengalir dari kedua matanya yang dipejamkan. Dengan perlahan aku menjongkokkan diriku di hadapannya dan mengelus perutnya perlah dengan sayang.

“Aegi-ya, Mianhae Appa membuat Eommamu menangis lagi… Appa mohon rayu Eommamu supaya tidak marah lagi pada Appa ne?…”Ujarku kemudian mengelus perutnya dengan sayang.

“HAHA.. Apa yang kau lakukan Oppa?”Tawanya tiba-tiba.

“Kenapa kau tiba-tiba tertawa?”
“Tingkahmu sangat lucu Oppa… Kenapa kau berbicara dengan perutku.. Aku merasa geli kalau kau mengelus perutku. Haha..”

“Mulai sekarang kau harus terbiasa. Karena aku akan sering mengelus dan mencium perutmu. Aku ingin berkomunikasi dengan anak kita. Arra?”

“Baiklah Tuan Choi.”

Melihatnya terus tertawa membuatku menggelengkan kepalaku sekaligus senang. Kenapa Yoona bisa berubah sedrastis ini. Sebentar dia senang, sebentar marah, sebentar kesal. Benar-benar aneh.Tapi setidaknya aku bisa bernafa lega krena amarahnya pasti sudah mereda sekarang.

“Kau sudah tidak marah lagi?”Tanyaku di sela-sela tawanya.

“Molla…”Jawabnya sembari mengangkat kedua bahunya yang membuatku semakin gemas dengan tingkahnya.

“Hm.. Yoona-ah, kalau boleh tahu tadi kau benar-benar ingin makan bersamaku?”

 “Ani. Bukan aku. Tapi aku rasa Anak kita cuma ingin appa-nya cepat pulang dan menemani eomma-nya.”

“Kau yakin? Anak kita yang menginginkanku cepat pulang atau kau?”

“Tentu saja anak kita yang menginginkan appa-nya cepat pulang!!!”

“Haha.. Baiklah-baiklah.. Kalau begitu sekarang kau harus makan neh?”

“Ani. Aku tidak lapar lagi..”

“Hm.. Begini, tadi kan katamu anak kita yang menginginkan aku pulang. Karena aku sudah pulang, artinya sekarang Anak kita pasti mau makan kan?”

“Tapi..”

“Tidak ada tapi-tapian Ny. Im…”Ujarku sembari menarik tangannya memasuki ruang makan.

AUTHOR P.O.V

“Halmeoni, tinggal bersamaku ya.. Aku mohon…”Rayu Sooyoung pada Halmeoninya untuk kesekian kalinya.

“Aigoo, bagaimana mungkin Halmeoni mau tinggal bersamamu sementara kau masih bekerja sayang…”

“Kenapa tidak? Aku kan masih bisa menjaga Halmeoni setelah aku pulang kerja..”

“Sayang, kalau nanti Halmeoni kenapa-napa bagaimana? Kau kan tidak bisa menajga Halmeoni 24 jam..”

“Tapi aku kesepian Halmeoni…”

“Begini saja, kalau nanti kau sudah menikah , Halmeoni akan tinggal bersamamu. Neh?”

“Tapi itu kan masih lama Halmeoni. Aku saja belum memepunyai pacar…”

“Aigoo, kalau begitu cepatlah cari pacar dan menikah…”

“Ahjumma tenang saja. Aku yang akan mencarinya pacar..”Celetuk Eomma Kyuhyun tiba-tiba.

“Yah, Eomma apa maksudmu?”Tanya Kyuhyun sembari menyenggol lengan Eommanya.

“Nanti kau juga akan tahu..”

Sooyoung hanya bisa menggerutu kesal akan usul neneknya. Menikah? Bagaimana mungkin. Pacar saja dia belum punya. Bahkan mungkin dia sama sekali tak berniat mencari pacar. Kyuhyun yang di sampingnya hanya mengulum senyumnya ketika mendengar perkataan Sooyoung. Sejujurnya, ada perasaan bahagia ketika mendengar bahwa Sooyoung tidak mempunyai pacar. Setelah makan malam, Sooyoungpun diantar pulang oleh Kyuhyun dan juga Eommanya.

“Eomma, apa maksud Eomma tadi?”Tanya Kyuhyun pada Eommanya yang duduk di sampingnya.

“Eomma hanya membantumu..”

“Membantu?”

“Iya.. Eomma membantumu supaya kau bisa lebih mudah mendapatkan Sooyoung. Ah maksud Eomma Summer… Kau menyukainya kan?”Selidik Eomma Kyuhyun.

“Ani.. Aku tidak menyukainya..”Jawab Kyuhyun gugup.

“Aigoo.. Cho Kyuhyun, kau itu anak Eomma. Kau tidak bisa membohongi Eomma. Eomma tahu kau menyukainya. Dari caramu menatapnya dan berbicara padanya saja sudah terlihat… Kau menyukainya kan?”

“Neh..”

“Tenanglah, Eomma akan membantumu. Lagipula Eomma juga menyukainya…”

“Baguslah kalau Eomma menyukainya…”Kyuhyun menghela nafas lega mendengar Eommanya mendukungnya.

 

 

TIFFANY P.O.V

Saat ini aku sedang berada sendirian diruang rawat Min Woo karena baru saja aku menyuruh Eomma untuk pulang. Sedang Nickhun, aku tidak tahu kemana perginya namja itu karena dia tidak berpamitan padaku. Buliran air bewarna bening itu mulai menggenang lagi dipelupuk mataku karena aku kembali teringat akan penyakit Min Woo yang belum menunjukkan perkembangan apapun. Sebagai seorang ibu, hatiku benar-benar sakit menatap tubuh mungil putraku yang dipenuhi oleh alat-alat rumah sakit. Aku segera menyeka air mataku begitu mendengar ada yang datang. Dan, betapa terkejutnya aku saat melihat Nickhun muncul bersama seseorang wanita paruh baya di sampingnya. Seseorang yang menghancurkan pernikahanku sendiri.

Aku tak bisa berkata apa-apa. Tubuhku dan mulutku seakan kakau seketika. Bayang-bayangnya yang dulu menghinaku seakan muncul dalam ingatanku. Aku melihatnya dan Nickhun mendekat ke arahku atau lebih tepatnya ke arah putraku yang terbaring lemah di atas tempat tidurnya.

“Jangan sentuh putraku..”Kata-kata itu keluar begitu saja dari mulutku yang tentunya membuat Nickhun dan Eommanya mengalihkan pandangan ke arahku.

“Jangan sentuh putraku..”Kataku lagi.

“Fanny-ah, apa maksudmu? Dia itu Eommaku.. Dia itu Halmeoninya Min Woo…”

“Tidak. Dia tidak menyayanginya. Dia hanya akan menyakitinya! Pergi! Aku tidak mau melihatmu!”Kataku tegas.

PLAKK…

“Tiffany Hwang! Ingat! Kita belum bercerai! Dia masih mertuamu! Apa maksudmu mengusirnya! Dia bahkan belum pernah bertemu dengan cucunya sendiri karena kau pergi meninggalkan kami!”Bentaknya setelah menampar pipi kananku.

“Kau yakin gara-gara aku dia tak pernah bertemu cucunya? Kau yakin?!”Teriakku tak kalah kencang

“Maksudmu apa?”

“Tanya saja pada Eommamu tercinta itu!”

Pertengkaran kami tiba-tiba saja terhenti saat mendengar Min Woo yang tengah menangis. Tapi yang membuatku terkejut adalah saat melihat mertuaku yang kini sudah berdiri di samping ranjang Min Woo dan membelai  wajah putraku. Tak lama kemudian, aku melihat Min Woo mulai terlelap lagi dalam tidurnya.

“Nickhun, ikut Eomma keluar. Eomma akan bercerita tentang semuany..”Ujarnya kemudian keluar dari kamarku dan diikutu Nickhun.

NICKHUN P.O.V

Aku benar-benar tak percaya akan pendengaranku sendiri. Bagaimana mungkin Eommaku sendiri yang menghancurkan pernikahanku dengan Tiffany hanya karena dia merasa Tiffany menghancurkan masa depanku? Bagaimana mungkin aku bisa percaya kebohongan yang Eommaku ciptakan sendiri yang membuatku kehilangan waktu yang berharga dengan istri dan putraku sendiri? Aku benar-benar bodoh!

“Khun-ah, kalau kau mau memebenci Eomma, silahkan. Eomma tahu Eomma salah, tapi sekarang Eomma mohon biarkan Eomma melakukan pemeriksaan dulu. Siapa tahu tulang sumsum Eomma sama..”Ujar Eommaku yang masih menangis di hadapanku.

Aku tak menjawab pernyataan Eomma. Aku hanya bisa menangis meratapi kehidupanku. Aku meninggalkan Eomma yang masih menangis dan pergi menghirup udara segar. Setidaknya untuk menenangkan pikiranku sejenak.

TIFFANY P.O.V

Aku masih menangis saat aku melihat Eomma Nickhun yang tiba-tiba saja masuk dan duduk di sampingku.

“Fanny-ah, Eomma benar-benar minta maaf atas semuanya…”

Aku tak menjawabnya dan hanya menangis.

“Eomma sebenarnya tidak ingin memberitahumu masalah ini. Tapi, Eomma rasa sudah saatnya kau tahu. Eomma waktu dulu membencimu sebenarnya karena dulu Appa Nickhun meninggal karena mengetahui Nickhun harus menikah di usianya yang terbilang muda. Apalagi harus menikah karena kau hamil di luar nikah. Tapi Eomma sama sekali tak pernah memberitahumu ataupun Nickhun akan masalah ini. Yang Nickhun tau Appanya hanya meninggal karena sakit jantung yang dideritanya..”

“Eomma berusaha menerimamu di keluarga Eomma, tapi ternyata hal itu tidaklah mudah. Setiap kali Eomma melihatmu dan Nickhun yang bahagia, Eomma selalu teringat dengan Appa… Sehingga Eomma jadi melampiaskan kemarahan Eomma padamu dengan cara yang salah. Mianhae..”

Aku mengalihkan pandanganku pada Eomma yang juga menangis di sampingku. Menatap wajahnya, membuatku merasa bersalah.

“Fanny-ah, Eomma tahu kau membenci Eomma, tapi Eomma mohon biarkan Eomma mencoba melakukan pemeriksaan sekali saja. Dan,juga kau jangan pernah menceritakan masalah ini… Eomma mohon..”Aku menatap kedua tanganku yang digenggam erat oleh Eomma.

“Baiklah..”Kataku pasrah.

Tiba-tiba saja dia memeluk tubuhku  erat dan membelai pundakku.

“Gomawo…”

SOOYOUNG P.O.V

Semenjak hari di mana aku mengetahui Kyuhyun adalah sahabat kecilku, hubungan kami semakin dekat. Terlebih lagi setelah Eomma Kyuhyun datang ke Korea. Dia sering kali menyuruhku ke rumahnya dan membuatku semakin sering bertemu dengan Kyuhyun.

Hari ini seusai pulang kerja, Kyuhyun menjemputku di kantorku. Sebenarnya aku benar-benar bingung kemana dia akan mengajakku pergi, tapi aku mengurungkan niatku ketika melihat wajahnya yang tampak tegang dan pakaiannya yang sangat formal. Selama di perjalanan aku melihatnya berkali-kali menatapku lewat kaca mobilnya, seakan ingin tahu apa yang akan aku lakukan, tapi dia juga tidak bertanya apa-apa. Dia benar-benar aneh!

Dia menghentikan mobilnya di depan lobby sebuah hotel dan menyerahkan kuncinya pada seorang supir hotel. Setelah aku keluar dari mobil dengan tiba-tiba dia menggegam tanganku erat dan menarikku bersamanya. Merasakan genggaman tangannya yang erat membuat jantungku berdebar kencang.

“Selamat datang… Silahkan duduk..”Ujar seorang pelayan sembari mempersilahkan kami duduk di sebuah meja yang berisikan 2 orang.

“Gomawo..”Ujarku tersenyum hangat pada pelayan tersebut.

Aku menatapnya yang terlihat tegang di hadapanku. Tak ada suara yang keluar dari mulutnya.

“Kyuhyun-sshi, apa kau baik-baik saja?”Tanyaku memecahkan keheningan di antara kami.

“Ah.. Neh. Aku baik-baik saja..”Jawabnya tegang.

“Ani. Kau terlihat aneh hari ini.. Sebenarnya ada apa kau mengajakku kemari?”Tanyaku kembali.

“Aku.. Nanti kau juga akan tahu..”Jawabnya tegang.

Aku benar-benar tak mengerti apa maksudnya. Akupun mengalihkan pandanganku pada makanan yang tak lama datang di hadapan kami. Dengan senang hati aku menyantap makanan Prancis itu satu-per satu. Sementara Kyuhyun, aku melihatnya tak henti-hentinya mencuri pandang padaku dengan gugup yang membuatku semakin penasaran akan apa yang sebenarnya terjadi.

“Summer-ah..”Ujarnya tiba-tiba saat aku sedang makan.

“Neh?”

“Ada yang mau aku katakan padamu.. Ani.. Maksudku aku tanyakan padamu..”Ujarnya tegang sembari menatap mataku dalam.

“Wae?”

“Aku menyukaimu Summer. Dan aku mau bertanya padamu, maukah kau menjadi yeojachinguku?”

Mendengar pengakuan yang keluar dari mulutnya membuat aku menghentikan makanku. Aku mengalihkan pandanganku pada dirinya dan menatap matanya. Aku melihat ketulusan di dalamnya. Aku ingin mengatakannya kalau aku ingin mencobanya. Tapi, aku belum siap. Aku belum bisa sepenuhnya melupakan laki-laki ynag beberapa tahun ini juga mengisi hidupku. Laki-laki yang baru saja  pergi meninggalkanku. Meninggalkanku seorang diri sampai aku bertemu dengan laki-laki di hadapanku ini yang membuatku kembali bisa merasakan hangatnya keluarga. Hangatnya sebuah persahabatan. Aku tidak mau menyakitinya seperti aku menyakiti Changmin di masa lalu!

“Kyu, mianhae.. Aku.. Aku tidak bisa…”Jawabku berusaha setegas mungkin dan mengalahkan kata-kata di hatiku.

Aku melihat kekecewaan di matanya seketika. Dia menghela napas panjang kemudian menutup kedua matanya seakan berusaha menahan hatinya yang pastinya sangat sakit saat ini.

“Sudah kuduga.. Aku akan kecewa untuk kedua kalinya..”Gumamny pelan yang membuatku merasa bersalah.

“Mianhae Kyu, ini lebih baik. Aku tidak mau menyakitimu…Selamat tinggal Cho Kyuhyun..”Kataku dalam hati berusaha menahan tangis ku kemudian melangkahkan kakiku meninggalkannya seorang diri.

AUTHOR P.O.V

Yoona memarkirkan mobilnya di depan sebuah rumah yang sederhana di kawasan perumahan Seoul. Dengan ragu dia memencet bel rumah tersebut. Tak lama kemudian seorang perempuan muda membuka pintu rumah tersebut dan mengizinkan Yoona untuk masuk ke dalam rumah tersebut.

Yoona menatap sekeliling rumah yang tampak sederhana. Rumah ini sederhana dengan gaya tradisional yang membuat Yoona sedikit takjub. Yoona menatap foto keluarga yang berukuran besar yang terpampang di dinding rumah itu. Dia cukup mengenal orang-orang yang ada di foto itu. Foto yang berisi orang-orang yang dicintainya. Yaitu keluarganya sendiri.

“Mianhae Nn. Im Yoona, membuat Anda lama menunggu..”Sapa seorang wanita muda yang kini duduk di samping Yoona.

“Gwenchanna.. Ada apa menyuruhku tiba-tiba kemari?”

“Hm.. Sebenarnya ada yang ingin kami beritahukan pada Anda.”

“Ada apa?”

“Sebenarnya Eomma Anda sudah meninggal 1 minggu yang lalu.”

“Apa maksud Anda? Anda pasti bercanda kan..”

“Ani. Saya tidak bercanda.. Dia meninggal 1 minggu yang lalu karena penyakit tumor otaknya..”

“Aku tidak percaya! Bagaimana mungkin! Eomma tidak pernah mengatakan apa-apa kepadaku!”

“Eomma Anda memang tidak mau kami mengatakannya pada Anda.. Ini ada surat dan sebuah kotak yang dititipkannya pada Anda..”

Sepanjang perjalanan tubuh Yoona seakan bergetar hebat. Air mata tak berhenti mengalir dari kedua matanya. Dia benar-benar tak percaya akan berita yang baru saja di dengarnya. Dia memang sempat kecewa dengan Eommanya, tapi bagaimanapun dia tetap menyayangi Eommanya.

Dia menghentikan mobilnya di pinggir jalan karena dia merasa tak mungkin lagi mengendarai mobilnya dalam keadaannya yang kacau seperti ini. Dia menatap surat yang tadi dititipkan untuknya dan membacanya perlahan.

Yoona-ah, Eomma mohon maafkan Eomma karena tak memberitahumu tentang penyakit Eomma. Tapi semua itu Eomma lakukan karena tak mau melihatmu sedih. Eomma tak mau melihatmu harus menangis lagi di hadapan Eomma. Eomma tahu masalahmu saat ini sudah cukup banyak. Yoona-ah, Eomma minta maaf karena selama ini sudah membuatmu dan Oppamu kecewa. Eomma tahu Eomma salah karena memilih bercerai dengan Appamu. Eomma mohon kau maafkan Eomma neh? Eomma harap kau bahagia dengan Siwon. Eomma tahu kau menikahinya karena Yoo Jin, tapi Eomma harap kau bisa belajar mencintainya. Bagaimanapun pernikahan bukanlah suatu permainan. Eomma benar-benar menyesal bercerai dengan Appamu, dan Eomma harap kau tidak melakukan kesalahan yang sama. Eomma tahu Siwon orang yang baik dan dia akan menjagamu. Begitu juga dengan mertuamu. Eomma yakin dia akan menjadi Eomma yang baik untukmu. Kau tahu, sebenarnya Eomma sedih karena kau tidak pernah menghubungi Eomma semenjak kau menikah, padahal Eomma ingin sekali mengetahui keadaanmu. Apa kau sudah hamil sayang? Kalau sudah, kau harus menjaga kandunganmu baik-baik. Banyaklah makan dan jangan bekerja terlalu lelah. Dan satu pesan Eomma, jadilah Eomma yang baik untuk Yoo Jin dan anakmu sendiri. Ingatlah Yoo Jin itu titipan Oppamu, jadi kau harus menyayanginya. Yoona-ah, kau harus berjanji pada Eomma untuk menjaga Appamu neh? Appamu sangat menyayangimu…

Ingat pesan Eomma, jadilah wanita yang kuat. Eomma menyayangimu Im Yoona.. Doa Eomma akan selalu menyertaimu sayang..

Tuhan memberkatimu…

Yoona menutup surat itu dan memasukkannya kembali ke dalam amplop berwarna pink. Amplop yang selalu menjadi warna kesukaannya. Dia mengalihkan pada kotak yang dia letakkan di kursi sampingnya. Dia membuka kotak itu dan mengambil sebuah album foto yang terlihat kusam.

Dia tersenyum miris melihat foto-foto pernikahan Eommanya yang tersusun rapi di halaman pertaman, dia terus membalik-balikkannya dan menatap foto Oppanya yang masih kecil. Dia membalikkanya lagi dan menatap fotonya sendiri. Hingga di halaman terakhir foto itu, dia melihat foto pernikahannya dengan Siwon. Dia menutup foto itu dengan air matanya. Dan mengalihkan pandangannya pada sebuah kotak kecil. Dia membuka kotak kecil itu dan mengambil kalung emas yang ada di dalamnya. Menatap kalung itu seakan membuatnya ingatannya kembali ke masa lalu.

FLASHBACK

“Eomma, kalung Eomma sangat cantik..”Ujar Yoona kecil di pangkuan Eommamya.

“Ini dari Halmeonimu..Kau mau sayang?”Tanya Eommanya yang mendapan anggukan senang dari Yoona.

“Nanti kalung ini juga akan menjadi milikmu…”Ujar Eommanya sembari mengelus rambut panjang Yoona.

“Kenapa nanti Eomma? Kenapa tidak sekarang?”

“Aigoo.. Kalau sekarang kau tidak akan bisa menjaganya. Nanti kalau kau sudah dewasa, Eoma pasti akan memberikannya padamu. Akan ada waktunya sayang, kau harus sabar ya…”

“Neh..”

FLASHBACK END

Yoona tersenyum miris mengingat sepotong kenangan indahnya bersama Eommannya. Dia membiarkan air matanya terus membasahi wajahnya. Menangis meratapi kebodohannya sendiri karena tidak pernah tahu akan penyakit Eommanya. Dia menangis hingga tubuhnya terasa lelah dan membuat kepalanya sakit.

“Aku benar-benar jahat…”Gumamya seorang diri.

SIWON P.O.V

Aku menatap jam yang terpampang di dinding yang sudah menunjukkan pukul 10 malam. Aku terus menunggu di ruang tamu dan menatap HPku yang tak juga mendapat kabar darinya. Berkali-kali aku menghubunginya tapi dia juga tak mengangkatnya.

“Sebenarnya kemana dia?”Gumamku untuk kesekian kalinya..

Tiba-tiba HPku berdering, wajahku seakan mencerah seketika. Dengan buru-buru aku mengangkatnya.

“Kau dimana?”Tanyaku khawatir.

“Oppa, bisakah kau datang dan menjemputku?”Jawabnya dengan suara yang terdengan parau menandakan dia habis menangis.

“Kau di mana? Kau baik-baik saja?”

“Aku ada di pinggir jalan perumahan X.”

“Ya sudah. Kau tunggu aku di situ. Aku akan kesana sekarang.”

Dengan segera, aku mengendarai mobilku menyusuri jalanan yang terbilang sepi ini dengan kecepatan tinggi. Aku benar-benar khawatir dengannya. Setelah aku memarkirkan mobilku di belakangnya, aku langsung mengetuk kaca mobilnya. Saat melihatku, dia langsung turun, dan memeluk tubuhku erat.Dia menangis di tubuhku. Aku memeluknya dan menepuk pundaknya berusaha menenangkannya.

“Oppa.. Aku jahat… Aku jahat…”Ujarnya sembari menangis kencang di dipelukanku..

“Wae? Bicaralah pelan-pelan..”

“Aku jahat..”

“Yoona-ya, kumohon tenanglah dan ceritakan semuanya..”

Dia terus menangis dan tak menjawab pertanyaanku. Dia memelukku semakin erat. Aku benar-benar khawatir dengan keadaannya sekarang.

Tiba-tiba saja, dia terdiam di sela-sela tangisannya dan melepaskan pelukannya. Aku melihat wajahnya memucat seketika dan dia meletakkan tangan kirinya di perutnya sementara tangan kanannya mencengkeram pergelangan tanganku dengan erat.

“Oppa.. Perutku.. Perutku sakit..”

TBC

GUYZ, aku update lumayan cepet soalny rencana sebelum harus selesaih FF. Doain aj y^^ semoga lancar.

Oh iya, Mianhae kalau semua partnya ep ini menggalau ria^^. Hehe…*Tapi tetep bakal happy ending ko…Hehe…

Aku Cuma bakal rencana bikin paling bnyk 2 chap lagi ko. Malh bisa jd part 9 last chap.. Tergantung ide aja deh..Hehe…

Don’t forget to comment y.. Thx n GBU^^

See u in next chap…

Tinggalkan komentar

318 Komentar

  1. rita octaria

     /  November 22, 2014

    yoona mnja banget omo tapi ap yang terjadi fengan yoonam…. smoga kndngannya tdak ap2

    Balas
  2. Choi Han Ki

     /  Desember 5, 2014

    Oh jadi fany dan nickhun pisah krn eomma nickhun toh… Yaampun itu kenapa lagi sama perut yoona

    Balas
  3. lucu ngliat tingkhnya yoona dkit2 maraah trus ketawa haha
    pasangan unik

    Balas
  4. dedewjasmin

     /  Desember 19, 2014

    Aduh ngidamnya yoona bikin pusing…..ko yoona sarapanya nasi goreng sih emng ada nasi goreng dkorea??semoga anak nya fanny selamat dan yoona semoga dia baik* aj…

    Balas
  5. siska primadani

     /  Januari 2, 2015

    Wah yoona manja ya ama wonpa. Aku kasian ama kyu yg di tolak dgn sooyoung. Semoga aja min woo selamat. Dan kandungan yoona baik” aja. Buat author semangat buat ffnya.

    Balas
  6. Akhirnya dua jiwa itu bersatu dlm ikatan cinta.
    Sudah waktunya setiap org kembali ke pasangannya masing2 hehe…
    Waduuh yoona knp tuh?

    Balas
  7. Ah part mengharu kan semoga semua bahagia yoonwon, nickhun fany, kyunsooy, semua happy, wah yoona mau melahirkan lah, semoga baby nya sehat juga

    Balas
  8. yoona ngidam.siwon harus ekstra sabar

    Balas
  9. mohon maaf jika dichapter2 sebelumnya saya tdk pernah memberi komentar, tapi saya sangatt menikmati jlnnya FF ini dan saya sangat mohon kepada adminnya u/ memberikan kode/pw FF lanjutannya. Saya sangat memohon makasih :’)

    Balas
  10. amalia an

     /  Mei 12, 2015

    yoona kenapa? Kog pucat….jangan sampai keguguran dah…

    Balas
  11. kenapa dengan yoona unnie… semoga tidak terjadi apa-apa..

    Balas
  12. Rumini

     /  Mei 29, 2015

    Yoona eonni knp tuh?? Smoga ga apa2…

    Balas
  13. Aigoo yoona eonni kdang pngen dmanja ya sma siwon oppa.menggemaskan
    Ksian kyu oppa hrus ditolak lgi.mungkin blom jdoh oppa

    Balas
  14. dias puspita

     /  Agustus 28, 2015

    Akhirnya mreka mulai dri awal lagi,, mudah2an yoona gag keguguran…

    Balas
  15. yoonwonlove

     /  Mei 19, 2016

    Hahahaha😂😂
    yoong oenni kenapa ?

    Balas
  16. yoonaddict

     /  Mei 29, 2016

    Knapa lagi tuh yoona oenni

    Balas
  17. Karin

     /  Juni 18, 2016

    Hi author i’m new reader. Ijin baca ff nya yah. Maaf baru comment di chapter ini. Aku suka banget sama ceritanya. Apalagia cerita yoonwonya yg udh sweet. Ditunggu kelanjutanya yah, next chapter jangan lama2 yah author dan kalo bisa happy ending, ohyah hehe request jangan cepet2 ending dulu dong masih pengen baca ceritanya.hehehe thanks before author. Mian nanyak request

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: