[FF] Sad Marriage (Part 7)

Author :  Hyuna Choi / Rina

Title                 :  Sad Marriage (Part 7)

Main Cast        :

  • Choi Siwon
  •  Im YoonA

Support Cast :

  • Jina
  • Yuri
  • Tiffany
  • Kyuhyun
  • Yunho (cameo)
  • Nyonya Choi

 

Siwon dan Yoona saat ini sedang berada di apartement Siwon, sebuah apartement yang sederhana yang pernah di tempati semasa Siwon masih kuliah dulu. Keduanya kini duduk diam di sebuah Sofa, tak ada yang mencoba membuka pembicaraan yang terdengar hanya helaan nafas berat yang sesekali keluar dari mulut keduanya.

Suasana masih saja hening, keduanya masih betah bertahan dalam kebisuan. Baik Yoona maupun Siwon sama sekali tak beriat untuk memecahkan keheningan, keduanya larut dalam fikiran masing-masing.

‘Eomma, kenapa kau begitu kejam? Apa aku masih pantas mengharap cintamu setelah apa yang kau lakukan padaku dan Yoona, apakah masih ada secercah harapan untukku bisa memelukmu?’

Siwon merenung, Takdir baik sepertinya memang tidak pernah berpihak padanya. Setelah apa yang Ibunya lakukan pada Yoona, Siwon seakan putus asa. Sesungguhnya selama ini walau ia tau Ibunya membencinya, ia masih menyimpan setitik asa. Berharap suatu saat nanti Ibunya akan berubah, mau memeluknya dan kemudian tersenyum padanya.

Namun kini harapan itu musnah di telan kekecewaan yang sangat dalam, luka yang tertoreh seakan menghapus sisa-sisa mimpi yang coba Siwon wujudkan. Apakah memang Siwon harus menyerah?

‘Maafkan aku hyung, aku bukan adik yang baik untukmu. Aku tidak bisa menjaga Eomma dan aku juga tak bisa memimpin perusahaan seperti yang kau amanatkan kepadaku. Mianhae aku mengecewakanmu, mianhae huyung…aku mencintai Yoona.’

Walaupun Siwon memutuskan pergi dari rumah, walaupun ia kecewa dengan perbuatan Ibunya. Namun jujur saja, Siwon sama sekali tidak bisa membenci Ibunya. Seburuk apapun wanita itu tetaplah wanita yang melahirkannya kedunia ini, membuatnya bisa menghirup nafas dunia walaupun tidak seperti yang ia harapkan.

“Yoona-ya, atas nama Eomma aku minta maaf, maaf atas semua yang sudah Eomma lakukan padamu, ini benar-benar di luar dugaanku.” Siwon akhirnya membuka suara, entahlah rasanya ia perlu minta maaf pada Yoona karena Eomma nya telah mengasari Yoona.

Yoona menoleh kemudian tersenyum pada Siwon. “Gwenchana, kau tidak perlu minta maaf. Aku sudah melupakannya.” Jawab Yoona sambil tersenyum.

“Kau memang sangat baik Yoong, aku benar-benar merasa tidak enak padamu.” Sahut Siwon sambil menatap Yoona, Yoona kembali tersenyum.

“Sudahlah lupakan saja, bukankah kita akan mencari kebahagiaan kita disini? Jadi untuk apa kita mengingat hal yang menyakitkan kita.” Ucap Yoona kemudian meyenderkan kepalanya di bahu kekar Siwon.

“Ne kau benar Chagiya…” balas Siwon mengelus kepala Yoona sayang.

“Oh iya, setelah ini apa rencanamu? Apa kau akan mencari pekerjaan yang baru?” tanya Yoona.

“Molla, aku belum tau. Tapi untuk saat ini kita bisa menggunakan tabunganku untuk kehidupan kita sementara, sampai aku mendapat pekerjaan yang layak.” Jawab Siwon.

“Lalu kau tidak seriuskan mau menjual sahammu di perusahaan?” tanya Yoona lagi.

“Ani, Aboeji dan Yunho hyung pasti akan kecewa jika aku melakukannya.” Jawab Siwon. “Ya, aku juga berfikir seperti itu.” balas Yoona.

“Satu lagi yang ku harapkan darimu Yeobo.” Yoona merubah posisinya kemudian menatap serius pada mata Siwon.

“Apa itu chagi?” tanya Siwon penasaran.

“Aku harap apapun yang terjadi kau jangan pernah membenci Eomma, karena walau bagaimanapun dia Ibumu, wanita yang melahirkanmu. Kita hanya bisa berdoa semoga suatu saat nanti pintu hati Eomma terbuka untuk kita.” Kata Yoona membuat Siwon terperangah, Yoona memang paling bisa membuat suasana hatinya menjadi lebih baik.

Siwon tersenyum penuh haru, di tariknya Yoona dalam dekapan hangatnya. Ia sungguh merasa sangat beruntung memiliki istri yang sabar dan pengertian seperti Yoona. Rasanya sebesar apapun harta yang ia punya tak kan sanggup menandingi betapa berharganya Yoona bagi Siwon.

“Kajja kita tidur, sudah malam.”

***

Jina memperhatikan Nyonya Choi yang kini duduk termenung di balkon kamarnya, entah apa yang sedang di pikirkan wanita paruh baya itu. jina menghela nafasnya kemudian berjalan mendekati Nyonya Choi yang masih terdiam itu.

“Ahjumma sedang apa disini?” tanya  Jina membuat nyonya choi sedikit terkejut dengan kehadiran Jina di sampingnya kini.

“Kau membuatku terkejut.” Balas Nyonya Choi datar.

“Apa yang sedang Ahjumma pikirkan?” tanya Jina lagi namun tidak mendapat jawaban dari wanita paruh baya itu.

Jina menghela nafasnya, memandang lekat wajah Bibinya itu. nyonya choi yang sedari tadi memandang lurus kedepan, tiba-tiba menoleh membalas tatapan Jina karena merasa risih dengan cara Jina memandangnya.

“Kenapa kau menatapku begitu?” kali ini giliran Nyonya Choi yang bertanya. Jina tersenyum tipis.

“Aku hanya ingin tau bagaimana perasaanmu setelah Siwon Oppa dan Yoona meninggalkan rumah ini?” pertanyaan sekaligus jawaban dari Jina membuat Nyonya Choi kehilangan kata-kata. Ia hanya bisa terdiam dengan raut wajah yang sulit di artikan.

“Apakah Ahjumma senang sekarang…? atau menyesal?” jina tersenyum kecut.

“Aku tidak mengerti jalan fikiranmu Ahjumma, kenapa kau tega sekali membenci anak kandungmu sendiri? Siwon Oppa tidak salah Ahjumma, dia sama sepertimu. Dia juga korban, dia tidak pantas di benci. Walau bagaimana pun keadaannya dia tetap anakmu, darah dagingmu.”

“Cukup Jina, jangan pernah membahas itu lagi dihadapanku. Dan kau tidak perlu menasehatiku, aku tau betul apa yang harus aku lakukan.” Bentak Nyonya Choi.

“Kau memang Ibu yang kejam, tidak punya hati!!!” teriak Jina yang mulai terisak. Nyonya Choi beranjak dari duduknya kemudian berjalan masuk kekamarnya, tanpa memperdulikan Jina yang masih menangis terisak.

“Kalau bukan karena Siwon Oppa yang memohon padaku untuk mejagamu, aku tidak akan sudi tinggal disini bersama wanita jahat sepertimu.” Gumam Jina di sela tangisnya.

Jina benar-benar tidak menyangka ada seorang Ibu yang kejam seperti Ahjumma nya itu.

***

Satu bulan berlalu, kehidupan Siwon dan Yoona benar-benar berubah drastis setelah memutuskan keluar dari rumah mewah keluarga Choi. Kini sudah tidak ada lagi tangis kesedihan yang mewarnai kehidupan mereka. Siwon benar-benar menepati janjinya untuk membahagiakan sang istri, keduanya kini sangat menikmati kehidupan rumah tangga mereka yang baru.

Kini Choi Siwon bukan lagi seorang direktur atau pewaris tunggal Choi Corp, sejak memutuskan hengkang dari rumah keluarga Choi, Siwon juga berhenti dari jabatannya sebagai Direktur. Siapa yang mengendalikan perusahaan itu kini Siwon tidak peduli, yang jelas ia masih memiliki 30% sahamnya disana dan ia bisa mengambilnya kapan saja.

Saat ini Siwon bekerja sebagai seorang manager di sebuah Caffe yang lumayan terkenal di Seoul. Salah seorang sahabat lama Siwon yang bernama Park Jungsoo telah memberikan Siwon kepercayaan untuk mengelola Caffe nya karena Jungsoo harus mengurus bisnisnya yang lain di Jepang.

Siwon merasa sangat senang dan bahagia karena ia masih memiliki orang-orang yang begitu peduli padanya, termasuk Jungsoo. Padahal mereka sudah lama tidak berhubungan tapi Jungsoo begitu mempercayai Siwon, dan Siwon pun berusaha sebisa meungkin untuk menjaga kepercayaan itu.

Siwon menjalankan profesi barunya dengan senang hati, apa lagi Yoona sang istri selalu mendukungnya dan senantiasa menemani Siwon bekerja setiap hari.

Seorang gadis cantik dengan penampilannya yang menawan memasuki Caffe yang masih sangat ramai itu, kedatangannya tak urung membuat para pengunjung Pria berdecak kagum karena kecantikannya.

“Apa Siwon ada? Aku ingin bertemu dengannya.” Tanya gadis itu pada salah satu pelayan.

“Ada Nona, Siwon-ssi sedang bersama istrinya di ruangannya. Apa perlu saya antar?” tanya pelayan itu sopan.

“Ani, aku bisa menemuinya sendiri, gomawo.”

Gadis itu berjalan dengan anggunnya ke ruangan Siwon, saat ia berada di depan pintu ruangan Siwon ia langsung membukanya tanpa mengetuk pintu sebelumnya. Al hasil ia terlaonjak kaget melihat adegan yang tengah di lakukan sepasang suami istri yang berada di dalam ruangan itu.

Siwon dan Yoona yang sama terkejutnya langsung menghentikan ciuman panas yang sedang di lakukannya dan dengan buru-buru merapikan pakaian juga rambut mereka yang berantakan.

“Ah.. mianhae aku tidak mengetuk pintu tadi, aku pikir kalian tidak akan melakukannya disini. Mian mengganggu kegiatan kalian.” Ucap gadis itu tersenyum malu.

“Aish..Jina-ya, kau mengganggu saja.” Gerutu Siwon kesal pada gadis itu yang ternyata adalah Jina.

“Akukan sudah minta maaf Oppa..” kata Jina membela diri.

“Gwenchana Eonni, masuklah.” Ucap Yoona yang sedari tadi hanya diam, sebenarnya Yoona masih sangat malu karena kepergok sedang beradegan panas seperti itu dengan Siwon. Dalam hati Yoona merutuki kecerobohan Siwon yang memaksanya.

Jina kemudian masuk kedalam ruangan Siwon yang tidak begitu luas itu. Jina melirik Yoona yang terlihat gugup dengan pipi merah merona, Jina tersenyum penuh arti sebelum ia mendudukkan dirinya di Sofa disusul Siwon dan Yoona yang ikut duduk.

“Bagaimana kabar kalian? Aku lihat aku kalian hidup sangat bahagia sekarang?” tanya Jina kemudian menyesap kopi yang di buatkan Yoona.

“Ya, seperti yang kau lihat Jina-ya. Kami hidup lebih baik sekarang, bagaimana denganmu?” tanya Siwon, Jina tersenyum tipis.

“Hidupku masih seperti itu saja Oppa, tidak ada yang berubah.” Jina tersenyum miris, jujur saja selama ini dia tidak sempat memikirkan urusan pribadinya. Bagaimanapun Jina merasa kesepian, ia sungguh iri dengan Siwon dan Yoona.

“Eonni, sudah saatnya Eonni mencari kebahagiaan Eonni sendiri. Bukankah selama ini Eonni hanya memikirkan kebahagiaan orang lain?” ujar Yoona yang mengerti perasaan Jina.

“Ne, aku juga inginnya seperti itu. walau aku tidak tau sampai kapan aku harus berusaha.” Jawab Jina dengan nada lirih.

“Eonni jangan bicara seperti itu, Eonni berhak bahagia. Jangan pernah menyerah dengan keadaan Eonni.” Kata Yoona menasehati.

“Yoona benar Jina-ya, kau bisa lihat kami kan? Kau tentu tau bagaimana kami berusaha hingga mendapat kebahagiaan kami, ku harap kau juga jangan pernah putus asa.” Siwon ikut menimpali.

“Gomawo Oppa, Gomawo Yoong. Aku akan selalu mengingat nasehat kalian.” Jina tersenyum tulus pada pasangan yang ada di hadapannya.

“Eonni sudah banyak membantu kami, kami sangat berterima kasih padamu.”

“Itu sudah kewajibanku membantu kalian, aku turut bahagia jika kalian bahagia.”

“Ah ya, bagaimana kabar Eomma Jina-ya?” tanya Siwon yang tiba-tiba teringat akan sosok Ibunya.

“Entahlah, setelah kalian pergi Ahjumma banyak murung. Aku yakin dia menyesal, tapi setiap kali aku bertanya dia selalu marah.” Jawab Jina.

Siwon tersenyum simpul, dalam hati ia berharap Eomma nya benar-benar merasa kehilangannya. Dengan itu ia berharap sang Ibu mau merubah sikap buruknya terhadap ia dan istrinya.

***

Yoona berjalan cepat memasuki Apartement tanpa memperdulikan Siwon yang berjalan di belakangnya, dengan langkah cepat Yoona langsung masuk kedalam kamar lalu menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang. Yoona menekuk wajahnya kesal.

“Aigoo…istriku yang cantik kenapa jadi cemberut begitu?” tanya Siwon heran, pasalnya sejak Jina pamit dari Caffe hingga mereka sampai di, Apartement Yoona terus menekuk wajahnya dan tidak mau bicara dengan Siwon.

Yoona tidak menjawab malah mengerucutkan bibirnya lucu, membuat Siwon terkekeh melihatnya. Siwon mendudukkan dirinya di samping Yoona.

“Ada apa?” tanya Siwon lembut sambil memainkan rambut panjang Yoona namun langsung di tepis oleh Yoona membuat Siwon bingung.

“Aku kesal padamu…” akhirnya Yoona membuka suara.

“Wae?” tanya Siwon tidak mengerti.

“Kau membuatku malu pada Jina Eonni…” kata Yoona kesal dengan setengah berteriak.

“Kenapa harus malu?” tanya Siwon polos membuat Yoona mengeram kesal.

“Aish…kau tidak malu? Eonni melihat kita berciuman, itu sungguh memalukan?”

“Untuk apa malu, kita kan suami istri?”

“Tapi tetap saja tidak etis sekali, kau sih tidak sabaran sekali.” Yoona mempoutkan bibirnya membuat Siwon tidak tahan untuk tidak mengecup bibir merah itu.

“Yak! Aish.. menyebalkan…” Yoona yang tambah kesal karena Siwon mencuri ciumannya lansung memukul Siwon dengan bantal.

Siwon hanya tersenyum tanpa dosa, kemudian mendekati telinga Yoona dan membisikkan sesuatu disana. Entah apa yang di bisikkan Siwon sehingga membuat gadis cantik itu membelalakkan matanya, Yoona segera mendorong tubuh Siwon menjauh darinya.

“Dasar mesum… mandi dulu sana…” Yoona mendorong tubuh Siwon kearah kamar mandi.

“Ne, tapi setelah mandi bolehkan…” kata Siwon sambil mengedipkan sebelah matanya menggoda Yoona, seketika wajah Yoona memerah seperti tomat.

“Atau kau mau kita mandi bersama…?” siwon makin gencar menggoda istrinya itu.

“CHOI SIWON……!!!!”

***

Yoona terbangun dari tidurnya karena merasakan ada yang aneh dengan tubuhnya, kepalanya terasa berat, tubuhnya terasa lemas dan sedikit nyeri di perutnya. Yoona meringis saat nyeri di perutnya semakin terasa, diliriknya Siwon yang masih terlelap damai dalam tidurnya. Yoona mengalihkan pandangannya pada jam yang tertempel di dinding kamar menunjukkan pukul 4 pagi, masih terlalu pagi.

Semakin lama tubuh Yoona semakin terasa lemas dan perutnya terasa mual yang tidak tertahankan. Yoona menyingkirkan tangan Siwon yang melingkar di perutnya secara perlahan, supaya suaminya itu tidak terbangun. Dengan langkah pelan Yoona berjalan menuju kamar mandi.

Sesampainya di kamar mandi Yoona langsung memuntahkan isi perutnya di kloset, membuat tubuhnya semakin melemah. Yoona terus-terusan memuntahkan isi perutnya, sampai akhirnya yeoja itu tidak mampu lagi menopang tubuhnya. Tubuh Yoona tersungkur di lantai kamar mandi yang dingin.

Siwon yang mendengar suara berisik dari kamar mandi langsung beranjak dari tidurnya dan berlari kekamar mandi. Betapa terkejutnya Siwon mendapati Yoona yang terduduk lemas di lantai kamar mandi.

“Yoona..”

Tanpa basa-basi Siwon langsung membopong tubuh Yoona dan kemudian membaringkan tubuh Yoona di atas ranjang.

“Chagiya, kau kenapa? Apa yang sakit?” tanya Siwon khawatir.

“Badanku lemas dan perutku mual…” jawab Yoona dengan suara yang amat pelan.

“Tadi ku dengar kau muntah?” tanya Siwon lagi, Yoona mengangguk.

“Aish ini masih terlalu pagi, kau istirahat saja dulu. Nanti kita kerumah sakit.” Siwon membenarkan letak selimut Yoona. Yoona tersenyum melihat raut wajah suaminya yang terlihat bbegitu mengkhawatirkan dirinya.

“Aku tidak apa-apa Yeobo, tidak usah khawatir begitu. Aku hanya masuk angin, istirahat sebentar juga sudah sembuh.” Ujar Yoona.

“Bagaimana aku tidak khawatir Chagi, kau terlihat sangat pucat begini. Aku tidak mau kau sakit.” Jawab Siwon masih dengan nasa khawatir yang kentara dalam kalimatnya, Yoona kembali tersenyum.

“Tenanglah, aku sungguh tidak apa-apa.”

“Yasudah, pejamkan matamu..aku akan menjagamu.”

Yoona hanya menuruti perintah Siwon untuk memejamkan matanya, namun nihil Yoona tetap tidak bisa memejamkan matanya. Yoona menatap Siwon manja?

“Wae?” tanya Siwon bingung.

“Aku mau di peluk…” rengak Yoona manja. Siwon tersenyum melihat tingkah manja Yoona yang tidak biasanya.

“Baiklah, apapun akan aku lakukan untukmu Chagi…” siwon segera naik ke atas ranjang, berbaring di samping Yoona kemudian memeluknya. Dan akhirnya keduanya kembali tertidur, Yoona terlihat sangat nyaman tidur dalam pelukan hangat Siwon.

***

Yoona kembali terjaga dari tidurnya ketika jam menunjukkan pukul 8 KST, Yoona sedikit melenguh merasakan badannya yang masih lemas namun tidak separah yang semula. Diliriknya kearah kanan ranjang namun Yoona tak menemukan Siwon disana.

“Apa dia sudah bangun? Ah, aku terlambat membuatnya sarapan…”

Baru saja Yoona ingin bangkit dari tidurnya, Tiba-tiba pintu kamar terbuka menampakkan Siwon yang terseyum kearah Yoona. Siwon segera masuk dengan sebuah nampan berisi semangkuk bubur dan segelas susu. Yoona terseyum melihat begitu perhatiannya Siwon padanya.

“Selamat pagi istriku yang cantik…” sapa Siwon kemudian meletakkan nampan yang sedari di pegangnya ke atas nakas di samping tempat tidur.

“Selamat pagi suamiku yang tampan…” Yoona membalas sapaan suaminya dengan senyum manis yang terkembang di bibirnya.

“Bagaimana perasaanmu? Apa masih sakit?” tanya Siwon lembut.

“Ani, sudah lebih baik. Mianhae aku bangun terlambat, harusnya aku membuatkan mu sarapan.” Sesal Yoona, Siwon tersenyum kemudian membelai kepala Yoona lembut.

“Gwenchana, kau kan sedang sakit.. aku sudah membuatkanmu bubur.” Kata Siwon sambil memamerkan senyum mautnya.

Yoona melirik kearah nampan yang diletakkan Siwon di atas nakas itu kemudian beralih menatap Siwon dengan tatapan ragu.

“Wae? Kau meragukan kemampuan ku membuat bubur?” tanya Siwon seolah mengerti apa yang di pikirkan Yoona. Yoona tersenyum polos.

“Ani.. bukan begitu, hanya saja aku tidak lapar.” Jawab Yoona.

“Mwo? Tidak lapar bagaimana? Pokoknya kau harus makan Chagi, nanti tubuhmu lemas lagi.” Siwon berusaha membujuk Yoona yang tidak mau makan,.

“Buka mulutmu…aaaa” Siwon menyodorkan sendok berisi bubur ke mulut Yoona, tapi Yoona malah membekap mulutnya sambil menggeleng.

“Chagiya…sedikit saja ne…” bujuk Siwon memohon.

“Baiklah satu suap saja…” akhirnya Yoona menyerah, Siwon tersenyum kemudian menyuapi Yoona sesendok bubur buatannya.

“Bagaimana rasanya?” tanya Siwon penasaran.

“Enak.” Jawab Yoona tersenyum.

“Kalau begitu ayo makan lagi…”

Akhirnya Yoona memakan bubur buatan Siwon dengan lahap hingga tak ada yang tersisa, Yoona heran kenapa bisa Siwon membuat bubur seenak itu.

“Yeobo.. dari mana kau belajar membuat bubur?” tanya Yoona akhirnya.

“Aku belajar dari Bibi Jung, kepala pelayan dirumah Eomma.” Jawab Siwon.

Yoona mengeryit heran, Siwon belajar memasak bubur dari kepala pelayan? Sungguh sulit di percaya, bukankah selama ini Siwon hidup dengan mewah, untuk apa dia belajar membuat bubur segala kalau di rumahnya sangat banyak pelayan yang bersedia memasakkan apa saja untuknya.

“Sudah tidak usah di pikirkan, siap-siap lah kita ke dokter ne?”

“Ani.. aku baik-baik saja, sudah tidak apa-apa sungguh..” Yoona menolak.

“Aniya, kita harus ke dokter aku tidak mau kau kenapa-kenapa.”

“Gwenchana…jeongmal gwenchanayo…” Yoona tetap bersikeras menolak.

“Baiklah kalau begitu istirahatlah, aku akan menemanimu.” Siwon akhirnya menyerah.

“Aniya, kita harus ke Caffe.” Sanggah Yoona.

“Kau masih sakit Chagi…”

“Ani. Pokoknya kita ke Caffe sekarang.” Kata Yoona dengan penuh penekanan di setiap katanya. Kalau sudah begini Siwon bisa apa selain menuruti perkataan Istrinya yang mendadak berubah menjadi keras kepala.

***

Tiffany nampak begitu murung, akhir-akhir ini memang gadis itu tidak bersemangat untuk bekerja. Karena apa? Apa lagi kalau bukan gara-gara Choi Siwon yang tiba-tiba mundur dari kursi Direktur.

Awalnya Tiffany memang kurang menyukai sikap Siwon yang dingin. Bahkan pernah terbesit di benak Tiffany untuk berhenti menjadi sekretaris Siwon saat itu. namun kini keadaannya berbanding terbalik, Siwonlah yang berhenti menjadi Boss nya.

Rasa yang awalnya bernama benci itu kini pun berubah, Tiffany merasakan kerinduan yang sangat mendalam saat Siwon tidak berada disisinya. Tiffany sama sekali tidak mengerti apa yang menyebabkan Siwon Resign dari perusahaan keluarganya sendiri, hingga saat ini perusahaan itu di pimpin oleh Choi Seunghyun yang tak lain adalah Ayah kandung Jina sekaligus adik kandung dari Tuan Choi.

Tiffany hanya melamun di meja kerjanya, ia sama sekali tidak bersemangat untuk mengerjakan setumpuk dokumen yang di letakkan di atas mejanya. Hingga tiba-tiba Yuri datang menghampirinya.

“Melamun lagi?” tanya Yuri yang langsung duduk di hadapan Tiffany.

“Sedang apa kau disini? Bukankan ini masih jam kerja?” tanya Tiffany balik.

“Ne, tapi semua pekerjaanku sudah selesai. Kau sendiri bagaimana? Pekerjaanmu masih banyak malah melamun?” tanya Yuri sambil melirik setumpuk berkas di hadapan Tiffany. Gadis itu hanya diam tak menyahuti.

“Apa kau benar-benar merindukan mantan Boss mu yang dingin itu?” tanya Yuri membuat Tiffany tercekat, Yuri tersenyum kecil.

“Tidak usah menyembunyikan apapun dariku Tiff, kau tau kan kau tidak pernah bisa membohongiku.” Ujar Yuri, ya memang benar. Selama ini Tiffany memanga tidak bisa menyembunyikan apapun dari sahabatnya itu.

Yuri menghela nafasnya melihat Tiffany hanya terdiam, ia tau kalau Tiffany mulai menyukai Siwon. Tapi bagi Yuri ini benar-benar salah. Tiffany tidak pantas memiliki rasa itu karena Siwon bukanlah Pria lajang.

“Tiff, aku tau bagaimana perasaanmu. Tapi saranku, kau buang jauh-jauh perasaan itu. kalau tidak, kau akan semakin tersakiti. Kau tidak lupa kan, Siwon itu pria beristri.” Yuri menasehati.

“Ya aku tau.” Jawab Tiffany lirih, ia mengerti tidak perlu Yuri menjelaskannya. Ia tau rasa yang ia miliki untuk Siwon memang tidak seharusnya ia pelihara. Tapi rasa itu sudah terlanjur tumbuh dan sangat sulit untuk menghapusnya.

***

Suasana Caffe hari itu begitu ramai, Siwon pun bertambah sibuk mengawasi pekerjaan setiap pelayan. Ia harus benar-benar memastikan hidangan yang di sajikan bisa di terima dengan baik oleh pelanggan.

Saat ini Siwon dan Yoona sedang duduk di sebuah meja untuk makan siang, Siwon menyantap makanannya dengan lahap sementara Yoona hanya mengaduk-ngaduk makanannya saja. Siwon menghentikan makannya kemudian menatap Yoona penuh tanya.

“Chagi, kenapa tidak di makan?” tanya Siwon heran, tidak biasanya Yoona kehilangan nafsu makan seperti itu.

“Aku tidak nafsu makan Yeobo.” Jawab Yoona.

“Aku sudah bilang kau pasti sakit, kenapa kau terus mengelak? Aku tidak mau tau sekarang kita ke dokter.”

“Ani…aku tidak mau, aku hanya tidak nafsu makan saja.” Yoona masih berusaha menolak, namun Siwon tidak mengindahkannya. Siwon menarik tangan Yoona hingga mau tidak mau Yoona harus mengikuti langkah kaki Siwon yang membawanya ke mobil.

Sesampainya dirumah sakit Yoona masih menekuk wajahnya, ia benar-benar kesal karena Siwon memaksanya. Siwon menarik tangan Yoona hingga ke depan sebuah ruangan Dokter. Siwon mengetuk pintu putih itu beberapa kali hingga sebauh suara dari dalam mempersilahkan mereka masuk.

Yoona begitu kaget saat memasuki ruangan serba putih itu, ia tidak menyangka Dokter yang merekai temui di ruangan itu adalah Cho Kyuhyun sahabat lamanya. Sama halnya dengan Yoona, Kyuhyun pun terlihat terkejut. Lain hal dengan Siwon yang sepertinya sedang mencoba mengingat sesuatu.

Tapi keadaan itu tidak berlangsung lama, Kyuhyun tersenyum kearah keduanya lalu mempersilahkan pasiennya itu untuk duduk.

“Annyeong Yoong, bagaimana kabarmu?” sapa Kyuhyun basa-basi.

“Aku baik Kyu, bagaimana denganmu? Kenapa kau tidak pernah cerita kau bekerja di rumah sakit ini?” Yoona langsung memberondong pertanyaan pada Kyuhyun.

“Aku di pindahkan tugas kesini baru beberapa minggu Yoong, maaf aku belum sempat mengunjungimu.” Jawab Kyuhyun sambil tersenyum ramah.

“Ehmm…” siwon berdehem lumayan keras karena kesal dan merasa tidak di anggap kehadirannya, Yoona langsung menoleh kemudian tersenyum.

“Yeobo kau masih ingatkan ini Kyuhyun sahabatku yang ada di Busan itu..” Yoona kembali memperkenalkan Kyuhyun pada Siwon seolah mengerti kebingungan Siwon yang tidak ingat pertemuannya dengan Kyuhyun di Busan.

“Annyeong Dokter Cho.” Sapa Siwon.

“Annyeong Siwon-ssi, tidak perlu seformal itu. panggil saja Kyuhyun.” Kata Kyuhyun, Siwon hanya mengangguk singkat.

“Ah ya, siapa yang sakit?” tanya Kyuhyun.

“Istriku, tadi pagi badannya lemas dan dia muntah-muntah. Nafsu makannya juga menurun.” Jawab Siwon spontan membuat Kyuhyun tersenyum, sedangkan Yoona menggelengkan kepalanya.

“Benar begitu Yoong?” tanya Kyuhyun pada Yoona sekedar memastikan.

“Ne, benar Kyu.” Jawab Yoona.

“Baiklah, mari aku periksa.” Kyuhyun mempersilahkan Yoona untuk berbaring di ranjang. Sementara Kyuhyun memeriksa Yoona dengan seksama, Siwon pun memperhatikannya dengan teliti.

Tak lama kemudian Kyuhyun tersenyum kemudian menyuruh Yoona untuk bangun.

“Harusnya kalian tidak datang padaku, aku bukan Dokter ahli kandungan.” Ujar Kyuhyun, membuat Siwon dan Yoona bingung.

“Maksudmu apa Kyuhyun-ssi?” tanya Siwon tidak mengerti.

“Yoona hamil, aku tidak tau usianya berapa. Sebaiknya kalian periksa pada Dokter kandungan.”

Hening. Tidak ada yang bersuara setelah Kyuhyun berkata, Siwon masih melongo sedangkan Yoona masih tidak percaya dengan apa yang di dengar. Dia hamil?

“Chukkae Siwon-ssi, Chukkae Yoong kau akan segera menjadi Ibu.” Ujar Kyuhyun memberi selamat.

“Istriku hamil?” tanya Siwon masih tidak percaya, Kyuhyun mengangguk kembali tersenyum.

“Gomawo Kyuhyun-ssi.” Siwon tidak dapat menyembunyikan kebahagiaannya, ia langsung menghampiri Yoona kemudian memeluknya erat.

“Chagiya kita akan punya anak, Gomawo Chagiya…” siwon menghujani Yoona dengan kecupan-kecupan kecil, Siwon sama sekali tidak memperdulikan Kyuhyun yang masih berada di hadapan mereka.

Yoona pun tidak dapat menyembunyikan kebahagiaanya, air mata bahagia mengalir begitu saja tanpa terbendung. Yoona tidak dapat mengungkapkan kebahagiaannya dengan kata-kata.

Kyuhyun melihat adegan di depan matanya dengan perasaan yang gamang, di satu sisi dia ikut bahagia melihat kebahagiaan Yoona. Tapi di sisi lain, hatinya hancur melihat Yoona bersama Siwon.

“Sekali lagi Gomawo Kyuhyun-ssi.” Ujar Siwon membuyarkan lamunan singkat Kyuhyun.

“Gomawo Kyu..” ucap Yoona, Kyuhyun hanya tersenyum kemudian mengangguk.

“Kyu kalau kau ada waktu, mampirlah ke Caffe kami. Ini alamatnya.” Ujar Yoona kemudian memberikan sebuah kartu kecil pada Kyuhyun, Kyuhyun pun menerimanya dengan senang hati.

“Ne, kalau ada waktu aku akan mampir.”

***

Saat mengetahui kehamilan Yoona, Siwon sangat lah bahagia begitu juga dengan Yoona. Mereka sudah melakukan pemeriksaan pada Dokter kandungan, ternyata kandungan Yoona baru memasuki minggu ke empat dan di nyatakan sehat. Sejak saat itu Siwon sangat memanjakan Yoona dan melarangnya melakukan hal-hal berat, seperti yang tengah terjadi kini.

“Yeobo, biarkan aku yang mencuci piringnya.” Pinta Yoona saat melihat Siwon hendak mencuci piring bekas mereka makan malam.

“Aniya kau istirahat saja, biar aku yang mengerjakan semuanya.” Tolak Siwon, membuat Yoona kesal. Bagaimana tidak? Seharian ini Yoona hanya duduk diam tanpa mengerjakan apapun. Makanan yang mereka makan pun di beli Siwon di restoran, Siwon tidak membiarkan Yoona walau hanya untuk memasak saja.

Berlebihan menurut Yoona, tapi tidak untuk Siwon. Semua hal yang di lakukannya semata-mata adalah bentuk perhatiannya pada sang istri. Ia tidak mau Yoona kelelahan kemudian berdampak tidak baik pada janinnya. Apa lagi Dokter sudah mewanti-wanti bahwa kandungan Yoona masih sangat muda dan rentan, jadi harus di jaga sebaik mungkin.

Yoona yang kesal langsung meninggalkan Siwon sendirian di dapur, Yoona langsung merebahkan dirinya di atas ranjang.

“Kenapa dia jadi menyebalkan begitu? Aegi-ya, Appamu menyebalkan…” Adu Yoona pada bayi yang ada dalam kandungannya, Yoona mengelus lembut perutnya yang masih datar.

Tidak lama kemudian Siwon masuk kedalam kamar dan mendapati Yoona yang sudah terlelap. Siwon tersenyum melihat wajah Yoona yang begitu polos, sebentar lagi gadis itu akan menjadi Ibu dari anaknya. Sulit menggambarkan betapa bahagianya Siwon saat ini.

Siwon menghampiri Yoona kemudian ia duduk disisi ranjang, tangan hangatnya terulur mengelus perut Yoona dengan lembut. Ia tersenyum membayangkan darah dagingnya yang ada di dalam sana. Mulai saat ini Siwon berjanji akan selalu memperhatikan Yoona dan tentu saja Siwon semakin mencintainya dan juga buah cinta mereka.

“Aegi-ya, tumbuhlah yang sehat. Jangan menyusahkan Eomma mu, Appa mencintai kalian berdua.” Siwon mengecup lembut perut Yoona kemudian membenarkan letak selimut yang di pakai Yoona.

“Selamat tidur bidadariku yang cantik, aku semakin mencintaimu.” Siwon mengecup kening Yoona dalam, menyalurkan cinta dan kasih sayangnya yang begitu besar. Siwon pun akhirnya ikut berbaring di samping Yoona kemudian memeluk Yoona erat.

***

Saat ini Siwon sedang sangat sibuk di Caffe, Yoona duduk bosan di salah satu meja pengunjung sambil memperhatikan Siwon yang sibuk memberikan intruksi pada pelayan, dan mengurus beberapa pelanggan yang merupakan pelanggan spesial.

Yoona mengaduk-ngaduk Jus yang ada di hadapannya, Yoona benar-benar merasa bosan. Awalnya Siwon melarangnya untuk ikut ke Caffe, tapi ia memaksa ikut. Siwon pun tidak bisa berbuat apa-apa kecuali menurutinya.

Tiba-tiba saja Jina datang dan langsung duduk di hadapannya.

“Yoong, kata Siwon Oppa kau hamil?” tanya Jina dengan antusias dan tanpa basa-basi terlebih dahulu.

“Ne, Eonni. Aku hamil, usianya empat minggu.” Jawab Yoona tersenyum.

“Chukkae Yoong…aku ikut bahagia,” Jina langsung memeluk Yoona dengan ertanya.

“Gomawo eonni,”

“Aku akan memiliki keponakan, pasti sangat lucu sekali.”

Yoona dan Jina akhirnya berbincang-bincang, sesekali keduanya tertawa. Yoona sangat senang dengan kehadiran Jina, setidaknya ia ada teman berbicara dan tidak merasa jenuh lagi. Siwon yang melihatnya dari jauh hanya tersenyum, ia senang melihat adik seppupu dan istrinya itu begitu dekat. Mereka saling menyayangi satu sama lain.

“Permisi…” suara seorang pria menghentikan tawa Yoona dan Jina, Yoona tersenyum melihat siapa yang datang.

“Kyuhyun-ah, kau datang? Duduklah.” Yoona mempersilahkan Kyuhyun duduk, Kyuhyun langsung menarik kursi kemudian duduk di hadapan Jina dan Yoona.

“Kyu apa kau sedang tidak sibuk? aku tidak menyangka kau datang secepat ini?”

“Ne, hari ini aku mendapat Shift malam. Jadi mumpung ada waktu aku langsung kesini, Suamimu dimana?” tanya Kyuhyun yang tidak melihat keberadaan Siwon.

“Tadi dia ada disana, mungkin sudah kembali keruangannya.” Jawab Yoona, Kyuhyun mengangguk paham.

“Kyu, kenalkan ini kakak iparku. Jina Eonni, ini Kyuhyun sahabatku.” Yoona memperkenalkan keduanya.

“Cho Kyuhyun Imnida.” Kyuhyun mengulurkan tangannya pada Jina.

“Choi Jina Imnida.” Jina menerima uluran tangan Kyuhyun, lama mereka saling berjabat tangan sambil memandang satu sama lain dengan senyuman yang tersungging di kedua sudit bibir masing-masing.

‘Ya Tuhan, mengapa jantungku berdetak begitu kencang saat menatap wajahnya dan melihat senyumnya’ Jina membatin.

                        To be countinue….

Bagaimana dengan part ini? Tidak ada air mata kan? Pastinya pada happy donk semuanya… oh iya mohon maaf sebelumnya kalau Ff ini terkesan seperti sinetron indonesia, terlelu kejam, terlalu sadis, atau terlalu cengeng, maaf buat yang gak suka. Maaf juga jika bahasanya terlalu bertele-tele atau berbelit atau apalah itu namanya. Intinya karya saya masihlah banyak kekurangan oleh karena itu saya menerima apapun kritik dan saran readers semuanya…makasih buat admin, makasih buat readers semuanya.

Tinggalkan komentar

158 Komentar

  1. Nurul Hilda Rianda

     /  Agustus 21, 2014

    Next dong thor~

    Balas
  2. octavianii

     /  September 8, 2014

    wah couple baru nih 😀

    Balas
  3. yuliana

     /  September 8, 2014

    Dan selalu saja fany n yuri bergosip :=D ..

    Balas
  4. Knp y tifanyy peranx slalu pengganggu kehidupan orng ??hehehe v seru ,lanjut author

    Balas
  5. isna

     /  Juni 1, 2015

    Keluarga kecil yg bahagia

    Balas
  6. zubaidah

     /  Juni 9, 2015

    Sepertinya kyuhyun sudah mendapatkan pengganti yoona yaitu jina..
    Uwahhh…
    Yoonwon pasti bahagia bgt
    Karena sebentar lagi akan punya baby.

    Balas
  7. paris

     /  Desember 7, 2015

    Wah yoona eonni hamil 🙂
    Akhirnyaaa mereka bahgia ju, tapi belum sepenuhnyaaa sih soalnyaaa Eomma siwon masih tetep sinis sama mereka 😦
    Nah loh kyanyaaaa jina suka sama kyu hehe

    Balas
  8. ayana

     /  Maret 19, 2016

    seneng banget baca part ini, akhirnya setelah semua kesedihan itu yoonwon memiliki kebahagiaan mereka., penasaran ma part selanjutnya…

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: