[FF] FAMILY (PART7)

family

(FF) FAMILY (PART7)

JUDUL: Family

Type: SEQUEL

Chapter:7

Author: yoonwonfp

Genre: romance, comedy, family

Rating: PG(15+)

Main cast: Choi Siwon, Im Yoona

Support cast: Tiffany Hwang

                        Kyuhyun

                       Sooyoung

                      Nickhun

 

Disclaimer: GUYS, Thx y buat commentny di chap-chap sebelumnya. Anyway, I hope u like it^^. I’M sorry kalo ada typo. Thx buat Admin y^^ and don’t forget to comment.

 

AUTHOR P.O.V

“Appo … Appo…”Rintih Yoona sembari mencengkeram kuat perutnya.

Tanpa pikir panjang, Siwon langsung menghampiri Yoona yang masih meringkuk kesakitan. Kekhawathiran jelas terpancar di wajahnya melihat keadaan Yoona. Dia membelai wajah pucat Yoona dan berusaha berbicara dengannya.

“Yoona-ah.. Kau kenapa? Gwenchhannayo?”Tanya Siwon panik. Namun Yoona sama sekali tidak menjawab pertanyaan Siwon karena rasa sakitnya yang tak tertahankan.

“Yoona, kumohon katakanlah apa yang terjadi? Jangan membuatku khawatir!”Teriak Siwon mendengar rintihan Yoona yang semakin melemah. Hal ini tentu saja membuatnya curiga kalau Kyuhyun telah melakukan sesuatu yang berbahaya pada Yoona. Dengan emosi, Siwon langsung bangun dan menarik Kyuhyun yang masih tergeletak di lantai untuk menuntut pertanggungjawannya.

”Cho Kyuhyun! Apa yang kau lakukan pada istriku huh!!!!!!”Teriak Siwon sambil mencengkeram kemeja Kyuhyun dengan erat.

Melihat keadaan Yoona, Kyuhyun pun seakan langsung tersadar kembali. Dengan panic, dia langsung melepaskan cengkeraman Siwon dan menghampiri Yoona. Dia masih dapat mendengan rintihan-rintihan kecil dari mulut Yoona. Dia mulai memeriksa keadaaan Yoona. Dia melihat darah yang mengalir dari sekitar kaki Yoona atau lebih tepatnya selangkangan Yooa. Sebagai seorang dokter, tentu saja dia menyadari apa yang telah terjadi pada Yoona.

Tanpa banyak bicara Kyuhyun langsung bersiap menggendong Yoona, tapi sayangnya sentuhan Kyuhyun seakan langsung ditepis oleh Yoona walaupun lemah. Kyuhyun sadar dia telah melakukan kesalahan yang sangat besar, walaupun itu di luar kesadarannya sepenuhnya.

“Siwon-sshi, cepat bawa Yoona kerumah sakit! Sekarang!”

Siwon yang sama sekali belum mengerti apa yang telah terjadi hanya menatap Kyuhyun tajam seakan meminta penjelasan lebih.

“Kau tidak lihat! Yoona mengalami pendarahan! Kemungkinan besar dia bisa mengalami keguguran! Cepat!!!!!”

Mendengar apa yang dibicarakan Kyuhyun membuat Siwon benar-benar terkejut. Dengan cekatan, Siwon langsung mengangkat tubuh Yoona dan menggendongnya didepan dada. Dia juga langsung memberikan kunci mobil miliknya kepada Kyuhyun supaya Kyuhyun bisa membawa mereka ke rumah sakit.

Sepanjang perjalanan, Siwon benar-benar panic. Dia tidak mempedulikan pertanyaan-pertanyaan Yoo Jin yang juga bingung melihat keadaan Yoona. Yang dilakukannya hanyalah mengambil sapu tangan dan membersihkan darah yang masih mengalir di sela-sela kaki Yoona sembari berdoa berharap tidak ada sesuatu yang buruk terjadi pada Yoona dan anaknya, jikalau memang benar Yoona tengah hamil saat ini.

“Siwon-sshi Aku minta maaf kejadian tadi. Tapi, aku benar-benar tidak tahu.. Kalau.. tenyata.. Yoona sedang hamil..”Ucap Kyuhyun dengan merasa bersalah. Dia benar-benar merasa bersalah dan berdosa pada Yoona, terutama jika memang Yoona keguguran. Dia tidak tahu lagi apa yang harus dialakukan.

“Tapi sejak kapan Yoona hamil Siwon-sshi?” tanya Kyuhyun ragu-ragu.

“Aku juga tidak tahu. Dia tidak mengatakan apa-apa padaku”

“Kau tidak pernah melihatnya mual-mual?”

“Neh. Aku melihatnya, dan itu beberapa minggu yang lalu. Itu berarti…” Siwon menggangtungkan kalimatnya. Dia menyadari kalau beberapa minggu ini tanpa dia sadari Yoona memang selalu mual-mual seperti yang dialami wanita hamil pada umumnya.

“Oh Tuhan…Aku mohon lindungilah istriku dan anakku.. Yoona-ah… Bertahanlah..” Siwon memeluk tubuh Yoona yang sudah kehilangan kesadaran semakin erat. Saat ini Siwon sangat takut terjadi sesuatu pada Yoona terutama jika benar kalau memang Yoona sedang hamil.

Sesampainya di rumah sakit, Siwon langsung membawa Yoona ke ruang UGD untuk ditangani dokter. Selama Yoona ditangani, Siwon hanya bisa berjalan bolak-balik di  depan pintu ruangan itu. Seumur hidupnya, Siwon tidak pernah setakut ini, sekalipun dia harus menangani kasus apapun. Tapi hari ini seakan ketakutannya memuncak. Dia merasa dia adalah orang yang paling bodoh, bagaimana mungkin dia tidak mengtahui bahwa Yoona selama ini kemungkinan besar tengah hamil. Dia benar-benar bodoh.

“Bagaimana keadaan istri saya dokter?”Tanya Siwon pada dokter yang baru saja keluar dari ruangan Yoona.

Dokter itu membuka maskernya dan menghela napas panjang kemudian dia tersenyum.

“Syukurlah kondisi kandungannya cukup kuat dan untungnya dia bukan menabrak benda yang kuat ataupun tajam. Kemungkinan besar pendarahan terjadi karena terjadi goncahan mental atau emosi.”

“Ah.. Neh.. Saya mengerti. Jadi istri saya benar-benar hamil dok?”Tanya Siwon.

Dokter itu mengangguk pelan, dan membuat wajah Siwon seakan mencerah seketika.

“Saya harap kejadian ini jangan terulang lagi terutama mengingat kondisi kandungan istri Anda yang masih sangat muda. Dan, saya sarankan istri Anda beristirahat di rumah sakit selama masa pemulihan sampai kandungannya kami nyatakan sudah cukup kuat. Karena sekarang, keadaaan istri Anda dan kandungannya masih lemah. Dan, tentunya supaya jangan sampai terjadi pendarahan lagi.”

“Neh. Algeumseumnida Uisanim. Kamsahamnida.”

Kyuhyun menepuk pundak Siwon, kemudian mengulurkan tangannya.

“Aku rasa Tuhan memang ingin aku menyerah. Chukkae.. Jadilah Ayah yang baik buat calon anakmu dan bahagiakanlah Yoona. Aku tidak mau melihatnya menangis. Sekali lagi aku minta maaf telah membahayakan Yoona dan calon bayi kalian.”

“Sudahlah, walaupun aku marah padamu, tapi bagaimanapun kalau tidak ada kau, aku juga tidak tahu lagi apa yang harus aku lakukan. Mungkin Yoona sudah benar-benar keguguran. Dan satu lagi, kalau tidak ada kejadian tadi mungkin aku tidak pernah tahu Yoona hamil. Jadi aku juga berterima kasih padamu.”Ujar Siwon kemudian membalas salaman tangn Kyuhyun.

“Neh… Tapi ingat pesanku. AKu ingin kau membahagiakan Yoona..Sejujurnya, aku tidak ingin menyerah sekarang, tapi kenyataannya Tuhan memang ingin aku menyerah. Jadi bahagiakan Yoona, jika tidak aku tidak segan-segan membawanya pergi, sekalipun dia mengandung anakmu. Arra?”

“Neh..”

SIWON P.O.V

Aku memasuki ruangan di mana istriku, Yoona tengah tertidur dengan damainya. Aku segera duduk di sampingnya dan menyentuh wajahnya. Wajahnya tampak pucat seperti habis menahan kesakitan yang luar biasa. Tapi wajah itu tetaplah wajah yang sangat cantik. Kemudian aku mengalihkan pandanganku kearah perutnya. Perut yang kini berisi calon anakku, ah! Makksudku calon anak kami. Sejujurnya aku juga juga bingung pada diriku sendiri, aku sama sekali tidak pernah berpikir untuk memliki anak dalam pernnikahan kami, tapi entah kenapa saat mendengar bahwa Yoona tengah hamil seakan hatiku tengah berbunga-bunga seakan aku baru saja memenangkan sebuah kasus yang sangat sulit, Ani! Bahkan rasanya lebih dari itu! Mungkin inilah rasa bahagianya seorang calon ayah. Aku meraih tangannya dan menggenggamnya erat. Rasanya ini semua seperti mimpi! Yoona tengah mengandung darah dagingku!

“Yoona-ah… Kau tahu? Kita akan punya anak sebentar lagi. Darah daging kita sendiri. Kita akan memberikan Yoo Jin seorang donsaeng. Kita akan menjadi orang tua lagi. Gomawoyo.. ” bisikku sambil masih menggenggam erat tangannya.

Aku mengulurkan tangan kiriku dan menyentuh perutnya dan mengelusnya perlahan. Entah kenapa, rasanya aku benar-benar merasa bahagia. Sepertinya hidupku akan semakin lengkap dengan kehadiran calon anak kami.

“Aegi-ya, gomawo sudah hadir dan bertahan dalam rahim Eommamu. Kamu harus menjadi anak yang kuat. Appa berjanji, Appa akan menjagamu.”Ucapku kemudian mengecup pelan perutnya dengan sayang.

“Yoona-ya, gomawo. Aku berjanji mulai saat ini akan menjagamu dan Aegi kita. Tidurlah yang nyenyak..”Ucapku kemudia mencium keningnya dengan sayang dan merapikan selimutnya.

YOONA P.O.V

Perlahan-lahan aku membuka mataku yang terasa berat dan menyesuaikan dengan cahaya matahari yang menerangi kamar ini. Aku menatap sekelilingku dengan kepala yang berat. Dan aku melihat suamiku, Siwon tengah tertidur di sampingku. Tangan kirinya menggegam erat tanganku sementara tangan kanannya diletakkannya untuk menyenderkan kepalanya di ranjangku. Aku terus menatap wajah damainya yang tengah tertidur yang membuatku tersenyum kecil. Aku tidak pernah menyadari kalau ternyata aku mempunyai suami setampannya.

Aku pun berusaha untuk menyenderkan tubuhku di dinding ranjang, tapi tiba-tiba saja aku merasakan nyeri pada perutku yang membuatku merintih dan membuat Siwon yang tengah tertidur langsung bangun dari tidurnya.

“Waeyo?”Tanyanya khawatir sambil menatap lekat wajahku.

“Perutku masih terasa sedikit sakit. Ah.. Kenapa aku bisa berada di rumah sakit?”Tanyaku pada Siwon.

“Kau tidak ingat kejadian semalam di Club X?”

“Club X?”

“Iya. Kau bertemu dengan Kyuhyun di sana. Dan tak lama kemudian kau mengalami pendarahan.”Jelas Siwon.

Mendengar kata pendarahan seakan menyadarkanku akan kehamilanku. Sebagai seorang dokter tentu saja aku mengerti kalau seorang wanita hamil mengalami pendarahan kemungkinan besar itu menandakan keguguran. Dengan panic, aku langsung melepaskan tanganku dari genggamannya dan menyentuh perutku.

“Tidak! Aku tidak keguguran kan? Aku tidak kegugurankan Oppa?”

Siwon yang mendengar pertanyaanku malah menatapku tajam seakan ingin menginterogasiku. “Jadi kau sudah tahu kalau kau hamil?”

Aku menundukkan kepalaku mendengar pertanyaan Siwon. Aku baru menyadari kalau selama ini aku belum memberitahuny akan kehamilanku.

“Cepat jawab aku Im Yoona!” Ucapnya sedikit membentak. Aku hanya bisa mengangguk kecil dan air mata juga mulai mengalir dari mataku.

“Lalu Kenapa kau tidak memberitahuku kalau kau hamil?”

“Aku… tidak bisa memberitahumu..”Jawabku pelan tanpa berani menatapnya.

“Jawab aku sekarang! Kenapa kau tidak memberitahuku kalau sedang hamil?!!”

“Aku tidak siap dengan kehamilanku…”

“Maksudmu apa?”

“Aku mengetahui kehamilanku beberapa hari yang lalu. Dan aku benar-benar shock! Aku benar-benar tidak siap! Aku takut! Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan! Apa kau tahu aku bahaan pernah berpikir untuk menggugurkannya! Kau tahu! Ini semua gara-gara kau Oppa! Kenapa kau harus melakukan ini padaku!!! Kenapa kau harus membuatku hamil!”Aku mencurahkan semua isi hatiku dan menangis kencang di hadapannya.

“Mianhae Yoona-ah.. Aku tidak tahu kau setakut itu. Tapi seharusnya kau memberitahukannya padaku.. Anak itu bukan hanya anakmu, dia kan juga anakku..”

“Tapi aku  benar-benar takut. Aku takut kau bahkan tak akan mengakui anak ini. Aku takut kau marah.”

“Pabo. Mana mungkin aku tak mengakuinya. Aku yang merebut keperawananmu. Dan, menghitung usia kandunganmu, tentu saja aku tahu kalau itu anakku. Lebih tepatnya anak kita. Tenanglah, kau tidak keguguran.. ”Ucapnya kemudian menghapus air mataku dan tersenyum.

“Tapi…Bagaimana dengan Tiffany?”

“Tiffany? Dia hanya  mantan kekasihku.”

“Tapi kenapa aku dengar kalian selalu bertemu setiap malam? Apa yang kalian berdua lakukan?”

“Kenapa? Kau ingin mengetahuinya?”

“Aku… Hm.. Sudahlah. Lupakan saja.”

“Kau cemburu?”

“Aku? Cemburu? Ani! Kenapa aku harus cemburu?”Tanyaku sambil menunjuk diriku sendiri.

“Kau yakin kau tidak cemburu? Baiklah. Kalau begitu aku tidak akan memberitahumu apa yang terjadi.”

“Yah! Tunggu.. Aku.. memang cemburu…”Ucapku pelan sembari menundukkan wajahku malu.

“Haha.. Wajahmu memerah! Haha…”

“AISH! Sudahlah cepat beritahu aku!”

“Tenanglah. Aku hanya membantu Tiffany menyelesaikan kasus hak anaknya. Aku tidak akan berselingkuh…”Kata Siwon.

“Anak? Ah.. Min Woo bukan anakmu?”

“Bukan. Dia itu anak Tiffany dan Nickhun..”

“Ah! Pabo! Kenapa aku bisa berpikir itu anakmu! Aku benar-benar bodoh!!!”Gerutuku sambil memukul kecil kepalaku sendiri.

“Kau pikir Min Woo itu anakku? Yang benar saja!”

“Mianhae… Oppa, bisakah kau jujur padaku? Bagaimana perasaanmu sewaktu mengetahui aku hamil?”

“Aku juga bingung, tapi entah kenapa aku benar-benar merasa bahagia mendengar berita kalau kau sedang hamil. Mungkin ini rasa bahagianya mejadi calon ayah! Yoona-ah,bagaimana kalau kita memulainya dari awal?”Ujarnya sembari menggegam kedua tanganku erat.

“Maksud Oppa?”

“Aku mau kita memulainya dari awal. Aku ingin anak kita tumbuh di keluarga yang sesungguhnya, bukan sebuah keluarga yang palsu, seperti yang kita jalani saat ini. Aku ingin kelak dia tumbuh di keluarga yang penuh dengan kasih sayang.”

“Neh.. Aku rasa itu lebih baik. Yoo Jin  pasti akan senang.”

“Dan satu lagi, aku tahu ini mungkin tidak mudah. Tapi, aku berharap kita bisa belajar saling mencintai satu sama lain.”

“Neh. Aku akan berusaha Oppa..”

SOOYOUNG P.O.V

Saat ini hari tengah malam, dan aku belum mengantuk. Karena merasa bosan akhirnya aku memutuskan untuk membuka-buka tasku dan memeriksa beberapa catatan di noteku. Tapi tiba-tiba saja pandanganku teralih pada memory card yang beberapa hari lalu aku ambil dari Kyuhyun. Aku benar-benar penasaran dengan isi memory card itu. Aku rasa tidak ada salahnya jika aku hanya melihat isi foto-fotonya bukan? Toh, aku tidak akan membuka file-file pentingnya. Aku rasa ini kegiatan yang cukup baik untuk mengisi waktu luangku.

Akupun segera menyalakan laptopku dan memasukkan memory card itu kedalam card readerku.Tak berapa lama muncullah file-file yang ada di dalamnya. Ada file lagu, film, rumah sakit, hingga foto. Aku mengklik file yang berisi foto-foto. Dan tak lama muncullah foto-fotonya.

Aku memperhatikan ssetiap foto yang ada. Dan bisa kupastikan kalau dia pasti sangat dekat dengan istri sajangnim. Tak lama kemudian aku mengalihkan pada sebuah file foto yang berjudul Summer. Tentu saja judul itu menarik perhatianku, karena Summer adalah nama bahasa Inggrisku.

Aku benar-benar terkejut melihat foto-foto yang ada di layar laptopku. Foto-foto itu tidak asing bagiku. Gadis kecil yang ada di foto itu adalah diriku, tapi siapa laki-laki yang ada di sampingku? Dan kenapa dia memiliki banyak fotoku? Sepertinya aku memang mengenal laki-laki ini. Tapi, aku sama sekali tak mengingat namanya. Ah.. Aku harus bertanya pada Kyuhyun.

Keesokan harinya aku memutuskan bertemu Kyuhyun. Kebetulan hari ini hari Minggu, jadi aku mempunyai waktu luang setelah pulang dari gereja. Aku memutuskan bertemu dengannya di seuah kafe. Tak perlu menunggu lama, dia tiba di hadapanku.

“Sooyoung-sshi, ada apa? Katamu ada sesuatu yang penting?”Tanyanya sambil menyesap segelas Frappuccino yang dipesannya.

“Aku ingin bertanya. Apa kau mengenal anak kecil ini?”Tanyaku sambil menunjukkan foto yang sengaja aku save di komputerku.

“Hah? Kenapa kau bisa ada foto ini?”

“Aku.. mengambilnya dari memory cardmu.”

“Mwo? Kau membuka memory cardku?”

“Neh. Aku minta maaf. Tapi, jawab pertanyaanku dulu..”

“Aish! Aku memang mengenalnya. Wae?”

“Siapa nama anak perempuan ini?”

“Namanya Summer. Wae? Lagipula buat apa kau tahu?”

“Sudah kuduga. Lalu laki-laki ini siapa?”

“Itu aku!”

“Kau tahu… Anak perempuan itu adalah aku. Nama inggrisku adalah Summer..”Gumamku pelan.

Kyuhyun yang sedari tadi kesal dengan tiba-tiba memalingkan wajahnya ke hadapanku dan menatapku serius.

“Summer? Kau Summer? Kau yakin?”

“Neh. Lihatlah, ini fotoku waktu kecil.”Ujarku kemudian menunjukkan fotoku yang kuambil dari dompetku.

“Sulit dipercaya… Kalau begitu apa setelah ini kau ada acara?”

“Tidak.. Wae?”

“Untuk membuktikannya aku akan mengajakmu ke suatu tempat. Tapi sebelum itu, aku mau menjenguk Yoona di rumah sakit.”

“Hah? Yoona? Istri Sajangnim? Apa yang terjadi dengannya?”

“Dia mengalami pendarahan.”

Akupun mengikuti Kyuhyun menuju rumah sakit untuk menjenguk Yoona. Sepanjang perjalanan aku dan dia hanya terdiam dengan pikiran kami masing-masing. Sama sekali tak ada pembicaraan di antara kami, terkecuali ketika aku dan dia membeli sekotak kue dan sebuket bunga untuk Yoona. Aku rasa kami masih shock dengan kenyataany yang ada. Bagaimana mungkin, aku dan dia dahulu adalah sahabat baik? Sungguh sulit dipercaya.

AUTHOR P.O.V

Sudah hampir 3 jam lamanya Yoona ditinggal dikamanya seorang diri karena Siwon sedang pergi ke gereja da pulang sebentar kerumah mereka. Yoona hanya bisa mengeluh bosan menatap ruangan yang begitu sepi. Dia tidak bisa berbohong kalau saat ini dia tengah merindukan sosok Siwon yang beberapa hari ini memang selalu menemaninya. Dia sadar semenjak dia hamil, sosok Siwon seakan memenuhi pikirannya. Mungkin itu adalah bawaan calon bayi mereka. Bagaimanapun dia tidak bisa mengelak, bayi ini adalah darah daging Siwon juga.

“Aegi-ya, Eomma merindukan Appamu.. Huh.. Sabar ya sayang. Appamu pasti sebentar lagi kembali..”Ujarnya sambil mengelus perutnya perlahan.

Saat dia sedang menghabiskan waktunya dengan menggonta-ganti channel TV di hadapannya, tiba-tiba seorang pria masuk. Pria yang adalah sahabat baiknya, Cho Kyuhyun. Namun pria itu tidak datang sendiri, dia datang bersama seorang wanita yang merupakan sekretaris suaminya, Choi Sooyoung.

Yoona menatap bingung kedua insan yang tengah berjalan menuju ranjangnya dengan sekotak kue dan sebuket bunga mawar yang dipegang Kyuhyun.

“Yoona-ya.. Aku benar-benar minta maaf atas kejadian di bar itu. Saat itu aku mabuk berat.. Dan, aku tidak tahu kalau saat itu.. Kau sedang hamil.. Jeongmal Mianhae..”Kata Kyuhyun sembari membungkukkan badannya di hadapan Yoona.’

“Ah.. Sudahlah Kyu. Jujur aku masih takut padamu, tapi aku sadar kalau bukan karena kejadian itu mungkin hubunganku dan Siwon tidak akan membaik. Justru aku yang seharusnya berterima kasih padamu..”

“Selamat siang Ny.Choi.”Sapa Sooyoung yang sedari tadi berada di samping Kyuhyun.

“Selamat siang juga. Kalian kenapa bisa datang bersama?”

“Kami akan pergi ke suatu tempat.”

“Tempat apa?”

“Aku akan mengajaknya ke rumah Halmeoni. Kau tahu ternyata dunia itu sangat kecil. Ternyata gadis kecil yang waktu dulu kutemui di rumah Halmeoni adalah dia. Dia ini adalah Summer.”

“Chinjja? Jadi Kau itu Summer?”Tanyaku pada Sooyoung.

“Neh. Summer adalah nama bahasa Inggrisku.”

“Ya Tuhan. Dunia itu memang sangat kecil ya..”

“Kyuhyun-ah. Sepertinya kau sudah mendapatkan penggantiku.”Ujarku sambil berbisik kecil di telinga Kyuhyun.

“Maksudmu?”

“Kau akan mengerti maksudku..”

KYUHYUN P.O.V

Aku hanya bisa mnahan air mataku yang sepertinya akan jatuh melihat adegan pertemuan Sooyoung dengan Halmeoninya. Sooyoung terus memeluk Halmeoni yang berada di kursi roda dan menangis kencang yang menandakan kalau dia memang sangat merindukan Halmeoni. Begitu pula Halmeoni, dia membalas pelukan Sooyoung dan membelai rambut panjangnya.

Setelah berjam-jam menghabiskan waktu disana, setelah makan malam aku dan Sooyoungpun pamit pulang ke Seoul.

“Kyuhyun-sshi, gomawo kau sudah membawaku bertemu dengan Halmeoni..”Ujarnya tiba-tiba yang duduk di sampingku.

“Neh..Kalau boleh tahu kenapa orang tuamu membawa kau ke Amerika?”

“Aku pindah karena pekerjaan Ayahku..”

“Ah.. Jadi kenapa kau kembali ke Korea?”

“Sejak ayahku meninggal semenjak aku berumur sepuluh tahun, ibuku menikah lagi. Ibuku tidak peduli apakah aku setuju atau tidak dengan pernikahanya. Akhirnya karena aku tidak tahan hidup bersama mereka, aku memutuskan untuk kuliah di Korea dan memulai hidupku di sini.”

“Apa kau mempunyai sahabat?”

“Ani. Dulu aku memang nekat karena tidak tahan dengan keluargaku di Amerika. Semenjak ibuku mempunyai anak lagi dari suaminya yang baru, ibu tidak pernah peduli padaku. Dan, itu membuatku merasa lebih baik hidup sendiri. Toh, aku disana juga tidak dianggap oleh siapapun.”

Aku benar-benar tidak menyangka kehidupan wanita yang duduk di sampingku ini begitu rumit. Aku tidak bisa lagi menemukan sosoknya yang ceria, senyumannya yang manis dalam dirinya saati ini. Yang terpancar dalam diriny hanyalah kekecewaan dan kesendirian.

“Sooyoung-sshi… Hm.. Bolehkah aku memanggilmu Summer?”

“Nde?”

“Aku dulu mengenalmu sebagai Summer. Dan, aku rasa aku lebih nyaman memanggilmu Summer. Boleh?”

“Silahkan saja.”

“Baguslah. Ah, dan satu lagi. Hm.. Aku mau minta maaf atas semuanya. Mulai dari kejadian di Jeju sampai hilangnya memory cardmu. Minahae..”

“Gwenchanna. Kalau tidak ada kejadian itu, aku tidak mungkin menemui Halmeoniku. Justru aku yang harus berterima kasih padamu. Gomawo…”

“Summer, apa bisa kita memulainya dari awal?”

“Maksudmu?”

“Dulu kita kan sahabat, dan sekarang aku mau kita juga memulainya sebagai sahabat. Eotte?”

“Baiklah. Aku rasa itu ide yang baik…”

Sesekali aku memperhatikannya yang tengah tertidur pulas di sampingku. Rasanya hari ini seperti mimpi. Aku bisa bertemu dengan seseorang yang paling aku rindukan. Walaupun aku menemuinya dalam sosok yang berbeda. Tak ada lagi sosok Summer, gadis kecil yang dulu selalu tertawa, ceria, dan selalu bahagia. Yang ada hanyalah guratan kesedihan, lelah, dan kecewa yang terpancar jelas dari wajah cantiknya.

“Summer-ah, bogoshippo.. Aku berjanji aku akan membuat senyumanmu kembali seperti dulu..”Ucapku dalam hati.

SIWON P.O.V

Sejak tadi aku terus duduk di samping Yoona dan merayu istriku itu untuk makan. Tapi jangankan di makan, dia saja sama sekali tak mau menatap bubur yang disediakan oleh rumah sakit itu. Semenjak tadi dia hanya membaca buku kedokteran yang dipegangnya. Akupun hanya dijadikan pajangan yang menemaninya yang sama sekali tak dihiraukannya.

“Yoona-ah, makanlah sedikit. Hm?”Rayuku untuk kesekian kalinya.

“AISH! Aku sudah bilang kan, kalau aku tidak mau makan itu! Bubur itu tidak ada rasa dan hanya akan membuatku mual…”

“Tapi setidaknya kau harus makan. Kumohon ingatlah Aegi kita…”

Aku melihatnya tampak berpikir kemudian dia menutup bukunya dan mengalihkan pandangannya padaku.

“Cepat berikan bubur itu!”

Dengan senang hati akupun memberikan bubur itu padanya. Tapi dia hanya mengaduk-ngaduk bubur itu di atas mejanya. Aku tidak mengerti apa yang dia lakukan, tapi tak lama setelah itu dia menghentikan kegiatannya dan menatapku dengan tatapan memelasnya.

“Aku sudah kenyang Oppa..”

“Mwo? Kenyang? Kau bahkan belum makan satu sendok pun..”

“Menatap bubur ini sudah membuatku kenyang. Lagipula aku sudah lelah muntah sejak tadi pagi. Ah! Lebih baik bubur ini untukmu saja Oppa..”

“Untukku?”

“Iya.. Ayolah! Lagipula kau juga belum makan kan?”

“Tapi aku tidak suka bubur ini..”

“Huh.. Kalau kau saja tidak suka untuk apa kau menyuruhku makan ini! Sungguh tidak adil!”

“Tapi kan kau sedang sakit.. Sedangkan aku kan sehat-sehat saja. Jadi kenapa harus aku yang makan?”

“Kalau begitu kau saja yang sakit? Kau yang mengandung anak kita. Nanti kau juga akan merasakan mual sepertiku, lalu nanti kau juga akan makan makanan sepertiku. Eotte? Bukankah itu lebih baik?”

“Yah! Im Yoona! Bagaimana bisa kau berpikiran seperti itu! Mana ada laki-laki yang bisa hamil?”Jawabku sambil menyentil pelan dahinya.

“Ya sudah. Kalau begitu makan bubur itu sekarang! Kalau tidak mulai besok aku tidak akan makan makanan di rumah sakit lagi.”

“Baiklah. Tapi kau juga harus makan. Arra?”

“Iya..”

Akhirnya dengan terpaksa aku menyantap sebagian besar bubur yang tak berasa itu dan membuatku hampir muntah sementara Yoona hanya memandangku dengan wajah tak berdosanya. Sedangkan dia, hanya memakan 2 sendok bubur. Itupun setelah aku merayunya setengah mati. Dan aku hanya bisa pasrah dengan tingkahnya yang sangat menggemaskan. Rasanya sangat lucu, Yoona yang biasanya bersikap dewasa malah bersikap seperti anak kecil di hadapanku. Benar-benar menggemaskan!

TIFFANY P.O.V

Aku dan Siwon Oppa bernafas lega ketika mendengar hasil pengadilan. Walaupun masih ada pengadilan lanjutan, tapi setidaknya hasil hari ini menunjukkan kemungkinan besar Min Woo akan menjadi hakku selamanya. Tapi di sisi lain sebenarnya aku merasa bersalah pada Siwon Oppa. Setelah Nickhun tahu kalau Siwon Oppa yang menjadi pengacaraku, Nickhun terlihat marah pada Siwon.

“Oppa, aku benar-benar berterima kasih. Dan aku juga minta maaf karena sepertinya Nickhun marah padamu..”

“Sudahlah. Aku hanya berharap kasus ini  bisa selesai secepatnya. Aku harap kau juga bisa pegang janjimu.”

“Iya Oppa, tenanglah. Ah iya, bagaimana keadaan Yoona?”

“Dia sudah bisa pulang hari ini. Setelah ini aku akan menjemputnya..”
“Ah.. Baguslah. Aku minta maaf karena beberapa hari ini aku sangat sibuk sehingga tak sempat membesuknya.”

“Gwenchanna. Kalau ada waktu datanglah ke rumah. Aku sudah menceritakan semuanya pada Yoona.”
“Ah.. Neh.. Baiklah.”

Setelah pulang, aku langsung menghampiri putraku yang tengah tertidur pulas di kamar bayinya. Aku membelai wajahnya yang sangat tampan. Kalau kuperhatikan dia memang sangat mirip dengan Nickhun. Menatap Min Woo mengingatkanku akan Nickhun, pria yang sebenarnya aku cintai. Ingatanku kembali kepada masa-masa pernikahan kami.

————FLASHBACK———–

Setelah aku mengetahui aku hamil, Nickhun memutuskan untuk menikahiku. Walupun saat pertama aku menikahinya hanya karena aku ingin dia bertanggung jawab atas anakku, tapi lama-kelamaan pernikahan kami dapat dikatakan cukup bahagia. Terutama karena dia begitu mencintaiku.

Semenjak aku hamil, dia selalu memberi perhatian padaku. Dia selalu menjagaku dan juga calon anak kami. Aku rasa saat itu adalah saat yang paling bahagia dalam hidupku. Tapi semuanya seakan berubah ketika mertuaku, ibunya Nickhun, datang dan tinggal bersamaku. Dia sangat membenciku. Dia beranggapan kalau aku tengah merusak masa depan Nickhun. Aku berusaha bertahan menghadapinya, sampai pada satu titik membuatku menyerah. Saat itu ayahku sakit kanker dan aku hanyalah satu-satu anak perempuannya yang harus mengurusnnya. Saat itu aku juga membutuhkan biaya yang sangat besar untuk pengobatan ayahku. Dengan senang hati, ibu mertuaku menawarkan bantuannya dengan syarat aku harus meninggalkan Nickhun. Padahal saat itu aku tengah mengandung 6 bulan. Tapi apa daya, saat itu hanya itulah cara aku bisa menyembuhkah ayahku. Dan hal yang paling membuatku sedih adalah ibu mertuaku berbohong pada Nickhun bahwa aku pergi bersama laki-laki lain. Dan tentunya itulah alasan Nickhun sangat membenciku sekarang.

——–FLASHBACK END————

“Min Woo-ah, Mianhae.. Kau tak bisa mendapatkan kasih sayang Appa. Tapi Eomma benar-benar membutuhkanmu. Kau adalah segalanya buat Eomma…”Ucapku sambil mengecup dahi Min Woo.

Aku terus menatap putraku mulai terbangun. Aku melihatnya mulai menangis. Dengan cekatan aku menggendongnya perlahan ke dalam pelukanku. Dengan perlahan aku membuka kancing bajuku dan memberikan susu pada bayi mungilku ini sambil membelainya pelan membawanya kembali ke alam mimpinya.

YOONA P.O.V

Hari ini aku sudah boleh pulang ke rumah. Rasanya aku benar-benar merindukan suasana rumah. Saat kami tiba di rumah, kami langsung disambut oleh putriku, Yoo Jin. Baru saja aku duduk di sofa, Yoo Jin langung berlari memelukku erat karena merindukanku. Selama ini aku tidak  mengizinkan Yoo Jin untuk datang ke rumah sakit karena menurutku udara rumah sakit tidak baik untuknya. Jadi wajar saja jika dia merindukanku.

“Mommy.. Bogoshippo..Miss u so much”Ujarnya sambil memelukku erat.

“Miss u too dear…”Kataku sambil mengelus rambutnya.

“Mommy, kata Halmeoni dan Daddy sekarang Yoo Jin punya dongsaeng. Ada di mana Mommy?”Ujarnya sembari mencari-cari bayi kecil di sekitarku.

Mendengar dan melihat tingkahnya tentu saja membuatku dan Siwon terkekeh. Siwon yang duduk di sampingku langsung menggendong Yoo Jin ke pangkuannya dan membisikkan sesuatu yang kemudian dibalas anggukan kecil dari Yoo Jin setelah itu aku melihat Yoo Jin langsung beranjak turun dari pangkuan Siwon dan pergi masuk ke kamarnya. Sementara aku hanya menatapnya bingung.

“Oppa, apa yang kau katakan pada Yoo Jin?”Tanyaku pada Siwon.

“Ani.. Aku hanya bilang padanya kalau aku akan memberikan dongsaengnya nanti saat dia menyelesaikan hadiahnya.”

“Hadiah?”

“Iya. Lebih baik kita ke kamar saja. Kau juga harus istirahat. Nanti juga dia akan ke kamar kita.”Ujarnya sambil menarik tanganku dan menuntunku ke kamar.

Aku langsung terperangah begitu masuk ke dalam kamarku. Aku menatap bingung sekeliling kamar ini. Bayangkan saja, tadinya di kamar ini terdapat 2 kasur dan 2 lemari. Tapi semuanya berubah menjadi satu kasur yang luas dan juga 1 lemari yang besar. Semuanya terlihat lebih indah. Desain dan suasana kamar ini terasa lebihh indah. Kamar ini juga tersa lebih sejuk.

“Kenapa? Kau pasti kaget ya melihat kamar kita?”

“Neh.  Di mana ranjangku dan lemariku?”

“Aku memang sengaja membuat kamar kita seperti ini. Barangmu semuanya sudah aku pindahkan ke dalam rak buku yang ada di ruang sebelah. Bajumu sudah ada di lemari. Dan ranjangmu sudah aku buang.”

“Buang? Lalu aku tidur di mana?”

“Kau ini! Mulai sekarang kita akan tidur di kasur itu.”

“Hah? Maksudmu kita tidur bersama?”

“Iya.”

“Tapi..”

“Tidak ada tapi-tapian..”

Dengan tiba-tiba dia langsung menggendong tubuhku dan membaringkanku dia atas ranjang kemudian dia segera merebahkan diri di sampingku.

“Oppa, kenapa kau melakukan ini?”Tanyaku.

“Bukankah kita mau memulainya dari awal?”

“Neh. Tapi tidur bersama? Sepertinya aku belum siap…”Gumamku pelan.

Tiba-tiba saja aku melihat Siwon membalikkan badannya kearahku dan menatapku.

“Tidur bersama? Kau yakin belum siap?”

“Neh.. Aku tidak terbiasa Oppa..”

“Aku rasa hal ini tidak perlu terbiasa. Bukankah kita sudah melakukannya di Jeju.”

“Nde?”

“Kau tidak usah bingung. Anak dalam perutmu adalah buktinya kan?”

“MWOYA! Kenapa kau membahas itu! AISH!”Aku memukul dadanya karena kesal tanpa berani menatp wajahnya karena aku yakin saat ini wajahku pasti tengah merona merah.

“Yoona-ya…”Ucapnya lembut dan membuatku menghentikan kegiatan tanganku.

”Bagaimana kalau kita mencobanya lagi?”

“Maksudmu?”Tanyaku bingung.

Perlahan –lahan aku melihat wajahya semakin medekat ke wajahku. Tangannya mulai membelai wajahku dengan lembut.  Tak lama kemudian bibirnya sudah menyentuh bibirku dan membuatku mulai sadar dan bisa membayangkan apa yang akan terjadi. Aku melihatnya mulai berlari ke leherku dan sudah mulai menyentuh pakaianku. Aku mulai ketakutan, aku berusaha mendorongnya, tapi sayangnya kekuatannya lebih besar dari padaku.

“Oppa, aku mohon jangan lakukan ini lagi..Jeball”Pintaku pada Siwon yang kini mulai menguasai seluruh tubuhku.

“Oppa.. Aku mohon kau bisa menyakiti anak kita..”

“Tenanglah, aku akan berhati-hati.. Hm?”Kata Siwon pelan d telingaku dengan nada menggodanya.

Aku benar-benar ketakutan apalagi jika membayangkan kejadian yang aku alami dengan Kyuhyun. Aku tahu saat itu aku mengalami pendarahan karena tindakan Kyuhyun yang kasar dan juga karena tekanan emosi yang memuncak. Aku tahu Siwon tidak mungkin melakukannya sekasar itu, tapi tetap saja aku tidak ingin melakukannya sekarang, terlebih lagi aku masih takut kalau nanti Siwon menindih tubuhku dan tanpa sengaja menindih rahimku. Tentu saja membuatk takut. Aku hanya bisa berdoa dalam hatiku semoga seseorang menolongku saat ini.

Tiba-tiba saja aku mendengar ketukan pintu. Pertama dan kedua kali ketukan pintu itu sama sekali tak dihiraukan oleh Siwon. Tapi karena merasa kegiatannya terganggu, dengan kesal dia langsung berdiri dan membuka pintu kamar ini dengan kasar. Dan aku bisa melihat betapa kagetnya dia melihat Yoo Jin di hadapannya. Seakan tersadar, aku melihatnya langsung merapikan kemejanya dan dengan buru-buru aku juga langsung merapikan pakaianku yang sudah sedikit berantakan olrh ulah Siwon.

“Mommy..Daddy kenapa?”Ujar Yoo Jin langsung berlari ke kasurku dan duduk di sampingku sambil menunjuk Siwon yang tengah menggaruk kepalanya yang aku yakin sama sekali tak gatal.

“Hm… Mollaa.. Ada apa sayang? Ini kan sudah malam?”Tanyaku berusaha mengalihkan pembicaraan kami.

“Yoo Jin mau memberi hadiah untuk adik bayi..”

“Hadiah?”

“Iya. Kata daddy kalau Yoo Jin  memberi dongsaeng hadiah, Mommy dan Daddy baru mau memberi adik bayinya pada Yoo Jin.”

Aku semakin tidak mengerti perkataan Yoo Jin. Sebelum dia menunjukkan hadiahnya dia memanggil Siwon untuk duduk di sampingku. Setelah itu, dia memperlihatkan kami sebuah kertas gambar yang sangat lucu. Di dalam gambar itu terdapat gambar sebuah keluarga yang sangat bahagia. Di gambar itu ada 2 orang dewasa dan 2 orang anak kecil.

“Ini Daddy, Mommy, Yoo Jin, dan adik bayi. Bagus kan?”

“Neh, sangat bagus sayang.”

“Lalu mana adik bayinya?”Tanya Yoo Jin sambil menatap sekeliling kamar.

Aku hanya menatap Siwon bingung, karena pada kenyataannya aku memang tidak mengerti apa yang Yoo Jin katakan.

Tak lama kemudian, Siwon menyuruhku berbaring di ranjang. Lalu aku melihat tangan Siwon sudah mengambil tangan kecil Yoo Jin. Dia meletakkan tangan Yoo Jin di atas perutkuu.

“Yoo Jin-ah, adik bayinya ada di sini..”Kata Siwon.

“Hah? Maksud Daddy apa? Yoo Jin tidak melihat adik bayi di perut Mommy?”Tanya Yoo Jin polos.

Aku hanya tersenyum meperhatikan Siwon yang sedikit kebingungan membalas pertanyaan polos yang keluar dari mulut Yoo Jin.

“Adik bayinya belum kelihatan sekarang. Tapi beberapa bulan lagi dongsaeng Yoo Jin akan lahir. Yoo Jin harus sabar.”Kata Siwon bingung.

“Hah? Tapi daddy bilang kalau daddy akan memberinya sekarang?”

“Yoo Jin-ah, sekarang Dongsaeng Yoo Jin masih ada dalam perut Mommy. Yoo Jin harus sabar, nanti beberapa bulan lagi juga Yoo Jin bisa melihatnya. Dan kalau Yoo Jin mau melihatnya maka Yoo Jin harus menyayanginya.”Jelas Siwon yang membuat Yoo Jin semakin bingung.

“Bagaimana Yoo Jin bisa menyayanginya? Yoo Jin kan tidak bisa mengajaknya bermain?”

“Aigoo.. Yoo Jin sangat polos ya… Pokoknya mulai sekarang Yoo Jin sering-seringlah berbicara dan bernyanyi untuk Dongsaeng. Dan satu lagi, Yoo Jin tidak boleh membuat Mommy  repot. Yoo Jin harus menjadi anak yang baik. Arra?”

“Neh Daddy..”

“Promise?”

“Neh..I promise…”

Aku tersenyum melihat kedua orang di hadapanku yang tengah mengaitkan jari mereka. Sepertinya anak dalam kandunganku membawa kebahagiaan baru untuk keluarga kecilku ini.

“Ya sudah. Ini sudah malam. Yoo Jin kan harus tidur. Besok Yoo Jin harus sekolah.”Kataku pada Yoo Jin.

“Neh Mommy.. Ah, boleh tidak Yoo Jin mengucapkan selamat malam pada Dongsaeng?”Tanya Yoo Jin padaku yang kubalas dengan anggukan kecil.

“Saeng-ah. Selamat malam ya.. Sekarang sudah waktunya tidur.. Good Night. Love You..”Ujar Yoo Jin sembari mencium perutku.

Sesudah Yoo Jin kembali ke kamarnya, aku dan Siwon terdiam. Akupun sama sekali tak berani menatapnya yang kini berbaring di sampingku. Aku langsung menarik selimutku dan membalikkan tubuhku agar tak berhadapan dengannya. Rasanya aku terlalu malu jika harus membayangkan kejadian tadi.

TIFFANY P.O.V

Aku terbangun ketika mendengar suara tangisan Eomma yang menggema memanggil-manggil namaku. Aku langsung keluar kamar dan melihat Eomma yang sedang menggendong putraku di meja makan. Dan betapa terkejutnya aku saat melihat anakku yang tengah memuntahkan semua makanannya, bahkan yang terlihat hanyalah cairan-cairan dalam tubuhnya.

“Eomma, Min Woo kenapa?”Tanyaku khawatir sambil langsung mengambil Min Woo yang masih menangis dari gendongan Eommaku.

“Molla. Tadi saat Eomma mengajaknya ke depan untuk berjemur, tiba-tiba saja dia menangis. Eomma rasa dia mungkin lapar. Jadi Eomma langsung menghangatkan susu nya. Tapi saat dia minum, dia malah muntah-muntah dan badannya juga langsung demam seperti ini.”Jelas Eomma.

Melihat keadaan Min Woo, membuatku benar-benar khawatir. Dengan segera aku langsung menyuruh Eomma untuk mempersiapkan pakaian Min Woo dan beranjak ke rumah sakit. Sepanjang perjalanan aku hanya bisa berdoa semoga saja baik-baik saja.

Sesampainya aku di rumah sakit, aku langsung membawa putraku ke ruangan UGD agar Min Woo dapat langsung ditangani dokter. Dengan segera aku langsung menelepon Siwon, karena aku yakin saat ini hanya dialah satu-satunya orang yang bisa membantuku.

Tak perlu lama, aku melihatnya langsung berada di hadapanku. Entah kenapa melihatnya membuatku menangis kencang. Yah, sejak dulu hanya Siwonlah tempat aku bisa mencurahkan isi hatiku. Dia mendekapku ke dalam pelukannya dan membisikkanku kata-kata yang menguatkanku.

“Fanny-ah, tenanglah. Semuanya akan baik-baik saja..”

Tiba-tiba saja aku teringat akan sosok Yoona. Hanya Yoonalah dokter yang mengetahui kondisi anakku.

“Oppa.. Tolong hubungi Yoona. Aku mohon…”

“Nde? Apa hubungannya dengan Yoona?”

“Hanya dia yang tahu penyakit Min Woo. Aku yakin dia bisa menyelamatkan Min Woo. Aku mohon Oppa…”

“Baiklah. Aku akan coba menghubunginya untuk turun ke ruangan ini.”

Tak lama kemudian aku melihat Yoona dengan buru-buru menghampiriku yang masih sesegukan menangis di samping Siwon. Dia segera menanyaiku di mana Min Woo ditangani dan segera masuk ke dalam ruangan itu.

“Fanny-sshi, Min Woo harus diopname. Dia kekurangan cairan.”Ujar Yoona saat dia keluar dari ruangan itu dan duduk di sampingku.

“Opname? Haruskah?”

“Neh. Kau bisa ikut aku sebentar. Ada yang mau aku bicarakan denganmu..”

Aku mengikuti Yoona menuju ruangannya. Sementara Siwon masih menemani Eommaku menunngui Min Woo. Saat duduk Yoona menatapku serius dan dia menggenggam kedua tanganku.
“Fanny-sshi… Kau harus menghubungi suamimu sekarang.”Ujarnya.

“Wae?”

“Melihat keadaan Min Woo sepertinya dia tidak akan bertahan lama. Satunya-satunya cara adalah pencangkokan sumsum tulang.”

“Tapi bukankah waktu itu dia masih bisa menjalanai terapi?”

“Harusnya. Tapi aku tidak menyangka penyebaran sel kankernya secepat ini.”

Mendengar pernnyataan yang keluar dari mulut Yoona seakan membuat kekuatan tubuhku runtuh seketika. Bagaimana mungkin putraku akan meninggal. Tidak! Itu tidak mungkin! Dia masih sangat kecil, bahkan dia belum memanggilku Eomma. Bagaimana mungkin dia meninggal!

“Fanny-sshi, kau harus kuat… Aku tahu masalahmu dengan suamimu. Tapi setidaknya sekarang hanya itulah satu-satunya cara untuk menyelamatkan putramu.”

“Apakah kau yakin Min Woo akan selamat?”

“Aku tidaka bisa menjamin.. Tapi, kalau  suamimu mempunyai tulang sumsum yang cocok dengan anakmu maka operasi bisa dilakukan. Aku rasa mencoba tidak ada salahnya… Sisanya kita serahkan pada Tuhan.”

Perasaanku benar-benar kalut saat ini. Di satu sisi aku harus menyelamatkan putraku, tapi di satu sisi aku tidak ingin berurusan lagi dengan Nickhun. Aku benar-benar tidak tahu apa yang harus aku lakukan.

NICKHUN P.O.V

Saat ini aku sedang duduk berhadapan dengan Tiffany. Aku benar-benar bingung apa yang sebenarnya wanita ini inginkan. Semalam dia bilang dia ingin bertemu denganku karena ada sesuatu yang penting. Tapi saat ini dia malah diam dan tak bersuara sedikitpu. Yang dilakukannya hanya menopang dagunya dan menatap sendu jalanan yang tengah diguyur hujan lewat kaca.

“Nickhun-sshi, Min Woo… Anak kita.. terkena Leukimia…”Katanya pelan tanpa mengalihkan pandangannya dari jendela.

“Apa katamu? Tatap aku sekarang! Kau pasti bercanda!”

“Ani. Aku tidak bercanda. Min Woo mengidap leukemia. Dan satu-satunya orang yang bisa kuharapkan tinggal kau..”

“Maksudmu?”

“Kalau kau mempunyai tulang sumsum yang sama maka kita bisa melaksanakan operasi untuknya. Tapi jika berbeda.. Maka.. dia akan meninggal..”

Aku melihat air matanya mulai menangis mengikuti langit yang kini menangis seolah-olah mendengar isi hatinya. Sementara aku yang masih terkejut dengan berita ini hanya bisa menatap kosong sekelilingku. Bagaimana mungkin putraku satu-satunya mengidap penyakit yang begitu mengerikan dan bahkan bisa merenggut nyawanya. Dia masih terlalu kecil untuk mengitap penyakit mengerikan itu. Tidak mungkin!

“Sejak kapan kau tahu tentang penyakitnya?”Tanyaku.

“Sudah 2 bulan lau saat aku kembali ke Korea…”

“Lalu kau tak memberitahuku?”

“Saat itu aku pikir dia masih bisa menjalani terapi. Tapi ternyata sel kankernnya menyebar terlalu cepat. Lagipula kita kan akan bercerai.”

“Tiffany Hwang! Kita bercerai atau tidak, Min Woo tetap putraku! Darah dagingku! Bagaimana mungkin kau tidak memberitahukannya padaku!”Bentakku.

“Aku…”

“Sekarang cepat antar aku ke rumah sakit! Aku mau menemuinya!”

AUTHOR P.O,V

Malam ini Yoona terus membolak-balik tubuhnya berusaha untuk tidur lagi saat melihat jam di hadapannya menunjukkan pukul 11 malam. Tapi dia sama sekali tak bisa menutup matanya. Perutnya seakan berbunyi terus menandakan kalau dia membutuhkan makanan. Setelah beberapa lama seperti itu akhirnya dia menyerah. Dia segera keluar kamar dan berjalan kearah ruang tamu yang masih menyala lampunya dan bertemu Siwon yang masih berkutat di depan laptop. Dengan kesal Yoona langsung duduk si samping Siwon dan memeluk bantal kecil yang ada sofa.

“Kau sudah bangun?”Tanya Siwon pada Yoona. Setahunya tadi setelah makan malamYoona mengeluh lelah dan dia langsung ke kamar dan tidur.

“Aku tidak bisa tidur lagi Oppa.. Kau sedang apa?”

“Aku sedang mengerjakan beberapa kasus. Wae?”

“Aku bosan Oppa.. dan .. hm.. sedikit lapar.”Kata Yoona sembari mengelus perutnya.

Siwon yang mendengar keluhan Yoona langsung menghentikan pekerjaannya dan mengalihkan pandangannya pada Yoona.

“Kau ingin makan apa?”

“Aku ingin makan diluar. Boleh?”Tanya Yoona dengan tatapan memelasnya.

“Ini sudah malam dan aku sedang sibuk. Kau mau makan apa? Aku akan memesankannya untukmu.”Jawab Siwon yang sudah siap mengambil HP ditangannya.

“Ani. Aku bosan. Jadi aku mau makan diluar.”Jawab Yoona tegas.

“Tapi ini sudah malam. Aku tidak bisa mengantarmu.”

“Aku juga tidak minta kau mengantarku kan. Aku mau pergi sendiri.”

“Tidak. Aku tidak akan mengizinkanmu mengendarai mobil malam-malam seperti ini.”

“Lalu aku harus bagaimana? Aku ingin makan keluar!”

“Tapi aku sedang sibuk Im Yoona! Mengertilah! Kau juga bukan anak kecil lagi kan?!”Ujar Siwon sedikit berteriak karena emosi akan tingkah Yoona yang dianggapnya seperti anak kecil.

“Ya sudah! Lanjutkan saja pekerjaanmu! Kau menyebalkan CHOI SIWON!!!!!”Ujar Yoona kemudian melempar bantal yang dipegangnya dan berlari kecil menuju kamar.

Melihat Yoona yang menangis membuat Siwon merasa bersalah,  tapi dia juga kesal akan tingkah Yoona. Seharusnya Yoona mengerti akan kesibukannya. Dia berusaha melanjutkan pekerjaannya lagi, tapi sayangnya pikirannya seakan terbawa pada istrinya. Akhirnya dia menghentikan pekerjaannya  dan menuju kamarnya. Siwon mengetuk berkali-kali pintu yang kini telah dikunci oleh Yoona. Beberapa kali dia memanggil Yoona tapi sama sekali tak dihiraukannya. Tapi tak lama kemudian, tiba-tiba saja dengan kasar pintu di hadapannya terbuka dan menampakkan sosok Yoona yang tengah rapi dengan tas dan pakaian rapinya. Belum sempat Siwon mengatakan apa-apa, Yoona sudah melewatinya begitu saja dan pergi ke pintu depan. Siwon hanya mengikuti langkah Yoona dan betapa terkejutnya saat melihat Kyuhyuh yang tengah berdiri di hadapan mereka.

“Oppa. Aku akan pergi bersama Kyuhyun. Bye…”Kata Yoona dingin kemudian menggandeng tangan Kyuhyun meninggalkan Siwon yang masih mematung menatap Kyuhyun dan Yoona yang tengah melangkah masuk ke dalam mobil Kyuhyun.

“YAH!! Im Yoona! Kenapa kau pergi dengannya! AISH!!!!!”Teriak Siwon kesal memandang mobil Kyuhyun yang tengah keluar dari perkarangan rumah mereka.

TBC

Please Comment^^

THX N GBU

Tinggalkan komentar

276 Komentar

  1. amalia an

     /  Mei 11, 2015

    yoona Benar2 manja dan keras kepala, bkn siwon pusing sja.

    Balas
  2. Rumini

     /  Mei 29, 2015

    Aigoo yoona eonni… ckckkck 😀

    Balas
  3. Smoga mreka bsa memulainnya dngan baik.sabar siwon oppa wanita hmil kdang susah ditebak maunya apa.hihihii

    Balas
  4. dias puspita

     /  Agustus 28, 2015

    Hahahaaa rasain siwon dh tau istri ngidam bkn di bela2in demi anak akhirnya yoona sm kyu kn perginyaa hahahaaaa kasiiiaann. Poor wonnie

    Balas
  5. yoonaddict

     /  Mei 29, 2016

    Yoong oenni😀😀

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: