[FF] Still With You (1st Chapter)

cover ff Still with you1

Author            : Nurul HytChoi (@NurulChoi407)

Lenght            : Chaptered/Series

Rating             : PG 15

Genre             : Romance, Marriage Life, Friendship etc

Main Cast      :

  • Choi Siwon [Super Junior]
  • Im YoonA [SNSD]

Another Cast :

  • Nichkhun Horvejkul [2PM]
  • Lee Jonghyun [CN Blue]
  • Choi Minho [SHINee]
  • Kang Minhyuk [CN Blue]
  • Kwon Yuri [SNSD]
  • Tiffany Hwang [SNSD]
  • Jung Soojung [f(x)]
  • Choi Jinri/Sulli [f(x)]

Disclaimer      : All cast milik Yang Maha Kuasa. Saya hanya meminjamnya guna melengkapi imajenasi readers. Alur cerita ASLI sekolah dari otak saya^^ Jika ada kesamaan judul, alur, ide cerita serta nama tokoh itu dikarenakan faktor ke-TIDAK SENGAJA-an! Sungguh!

Warning!!      : Typo bersembunyi dimana-mana, but typo itu SENI 😀

Dislike?

Don’t read!

Don’t bashing!

Don’t be a silent reader!!

Yesungdahlah~~ Teukkidot!!^^

ð  Happy Reading^^

 

Still With You (1st Chapter)

 

Malam itu hujan tengah mengguyur bumi Seoul. Daun-daun serta ranting pohon basah akan derasnya air hujan. Angin malam yang berhembus serasa semakin dingin melingkup tubuh. Jarum jam masih menunjukkan pukul 03.00 KST. Wanita itu telah terjaga. Deru nafas hangat menerpa permukaan kulit wajahnya. Yoona tersenyum simpul, memandang sosok pria berparas tampan di depannya. Mata itu terpejam dengan damainya menghanyutkan si pengamat untuk larut dalam buaian bunga tidur. Bau maskulin pria itu begitu menggelitik indera penciuamannya.

Tangan Yoona tergerak, menelusuri tiap inch sebuah maha karya Tuhan yang diciptakan begitu sempurna di hadapannya ini. Rambut hitam pekatnya, alis tebal itu perpaduan yang begitu apik. Jemari lentik Yoona turun mengelus kedua mata yang masih terpejam. Mata dengan bola mata kecoklatan jika saja mata itu terbuka, sorot mata tajam yang selalu dapat membuatnya hanyut ke dalam pusaran kelembutan. Yah~ kelembutan dari sorot mata itu.

Kemudian jemarinya beranjak, mengelus lembut pipi pria didepannya. Sudut bibirnya tertarik. Telunjuknya menelusuri bibir tipis nan merah milik pria ini. Bibir itu yang biasa mencumbunya. Bibir itu yang biasa memanjakan bibirnya dan bibir itu yang senantiasa memberi kehangatan untuknya. Gerak telunjuknya pada bibir pria itu terhenti ketika sebuah tangan kekar mencegah tangan mungilnya.

“Aku tahu aku begitu mempesona.” Pria itu bersuara namun matanya masih terpejam, membuat bulu mata hitamnya sedikit bergerak.

“Kau sudah bangun..”

Dengan sedikit erangan, pria itu menarik Yoona lebih dekat kearahnya, membuat tubuhnya menempel pada tubuh Yoona. “Bagaimana aku tidak terjaga jika sentuhan-sentuhan lembutmu mengganggu tidur nyenyakku..” katanya dengan nada mengeluh.

Mianhae…” Yoona menunduk, menyembunyikan wajah penyesalan.

“Kau menghancurkan mimpi indahku lalu membawaku pada kenyataan yang lebih indah..” Pria itu berbisik lembut, tepat ditelinga Yoona. Tubuhnya mendekap tubuh Yoona seolah-olah tubuh mungil itu adalah batu kristal yang sangat berharga dan siap pecah jika tidak dijaga dengan baik.

Yoona tersenyum dalam dekapan pria yang telah mencuri hatinya ini. Dekapan itu begitu hangat dan memabukkan membuatnya enggan untuk sekedar memberi udara menghembus menciptakan cela diantara mereka.

“Tidakkah itu begitu menggelikan, Tuan Choi Siwon yang terhormat..” sedikit menyindir terdengar dari nada Yoona. Kalimat yang membuat pria tadi terkikik geli.

“Bukankah kau menyukainya Nyonya Choi Yoona yang terkasih..” balas Siwon tak kalah menyindir. Yoona mencubit perut Siwon membuat pria itu mengaduh dan refleks menjauhkan perutnya dari tangan Yoona.

“Hei.. jauhkan tangan nakal itu dari perutku! Atau aku akan—“

“Atau kau akan….?” Yoona mengulang kalimat Siwon, sedikit menantang begitu jelas dari ucapannya. Siwon menarik sudut kanan bibirnya. Matanya membidik mata bening Yoona, seperti seekor singa yang telah meraup mangsanya, si rusa kecil.

“Atau aku tidak akan memelukmu lagi..”

Yoona terkekeh lantas memukul dada bidang Siwon, “Aku tidak butuh pelukan posesif darimu!” katanya meremehkan ancaman Siwon yang tadinya ia kira ancaman mengerikan. Siwon menaikkan sebelah alisnya seolah berkata ‘Benarkah?’

Yoona menaikan dagu, berusaha menantang tatapan pria itu. Belum sempat lidahnya berucap, tubuhnya terhuyung, jatuh dalam dekapan Siwon. “YA!!” protesnya setengah berteriak. Pria itu begitu erat memeluknya.

“Kau bisa saja berbohong dengan bibirmu tapi tubuhmu tidak dapat berbohong. Kau membutuhkan pelukan posesif dariku, tubuhmu mengatakannya..” bisikan itu meski dengan suara lirih namun begitu tegas, bagai alunan merdu yang bereksplorasi ke gendang telinganya. Bekerja seperti virus-virus tak terdeteksi yang merusak kerja otak.

Nde, kau benar Choi Siwon!” Yoona balas bebisik, mengeratkan pelukannya pada pinggang Siwon.

Bagaimana mungkin ia bisa tidak membutuhkan pelukan posesif dari pria ini? Itu sebuah kebohngan besar! Ia butuh, ia membutuhkannya untuk memberi kehangatan bagi tubuhnya yang kedinginan, untuk memberi kesejukkan bagi tubuhnya yang kepanasan.

Yoona memejamkan mata menikmati momentum seperti ini. Berada dalam dekapan pria yang dicintainya. Aroma tubuh Siwon terhirup kedalam rongga dadanya. Aroma khas pria yang menjadikannya lupa akan segalanya jika sudah berada didekatnya.

“Aku mencintaimu…”

~[]~

 

Langit itu begitu mendominasi dengan warna biru cerah. Matahari yang ceria nampak mengahangatkan. Terdengar sedikit kebisingan diantara awan, layaknya lalu lalang pada jalanan.

Bandara Internasional Incheon nampak begitu dipadati oleh orang-orang yang baru akan atau baru selesai ke luar negeri. Wanita itu menarik koper hitam serta tas berukuran sedang dengan satu tangan lainnya menempelkan ponsel pada telinganya. Kaca mata hitam yang menutupi mata serta balutan mantel beludru hitam membungkus tubuh rampingnya, sepertinya ia baru datang dari negera dengan bermusim kan dingin karna saat ini masyarakat korea tengah menikmati kehangatan musim panas.

Nde Appa aku sudah datang…”

“…..”

“Baru saja. Ah ya, dan kurasa Seoul sudah seperti London.”

“…..”

“Disini begitu padat, apa semua orang pergi dengan menggunakan pesawat? Oh, astaga..”

“…..”

Nde, nde jangan terlalu lama. Aku bisa tersesat jika jemputan Appa tak segera datang..

“…..”

“Ah, Arraseo—“

‘Brugh!’

Terdengar sebuah hantaman keras. Wanita itu membelalakan matanya yang masih tertutup kacamata hitam.

Ah, mianhae agassi, aku tak sengaja..” wanita itu masih menunduk, lebih tepatnya terkesima melihat ponselnya—yang ia yakini saat ini sudah tak bernyawa—tergeletak di lantai. Bahkan koper serta tas berukuran sederhana miliknya juga sampai berhambur karna seseorang yang mungkin tidak tahu cara berjalan dengan baik, telah menabraknya.

“YA! Dimana matamu! Kenapa menabrak orang sembarangan!” wanita itu menatap seorang pria didepannya geram. Sementara pria itu nampak panik. Tidak, bukan karna ditatap galak oleh wanita di depannya tapi lebih tepatnya ia seperti sedang menghindar entah dari kejaran siapa.

“Maaf tapi aku buru-buru..” kata pria itu tak memedulikan tampang garang si wanita.

“Hei! Kau harus bertanggung jawab! Kau sudah merusak ponselku!”

Pria itu berdecak kesal menghadapi wanita cerewet di hadapannya ini ditambah lagi dengan tatapan tak menyenangkan dari orang-orang.

“Nona, aku benar-benar tak sengaja dan aku buru-buru. Aku akan—“ pria itu terbelalak melihat segerombol orang yang mengejarnya sudah semakin mendekat. Tidak tanggung-tanggung lagi ia langsung membalikkan badan dan mengambil seribu langkah.

“Ya! Neo! Aissh..! jinjja!” wanita itu memekik, berdecak kesal memandang punggung pria tadi yang sudah menghilang dari pandangannya. Sebenarnya tanpa minta ganti rugi ia mampu untuk membeli ponsel yang baru. Tapi ia paling tidak suka dengan orang yang tidak bertanggung jawab apalagi pria tadi terkesan mengabaikan ucapannya. Dan dia paling benci diacuhkan.

“Jika bertemu dengannya lagi akan benar-benar kupatahkan hidungnya!”

~[]~

 

Yoona mengikat asal rambut panjangnya. Ia menguap lebar, merentangkan kedua tangannya, mengendorkan otot-ototnya yang serasa kaku. Matahari telah beranjak naik mengitari belahan bumi. Ia menoleh kearah samping, melihat pria yang masih tertidur pulas dengan mengulas senyum.

“Selamat pagi, sayang..” bisiknya mengelus pipi Siwon kemudian mengecup kilat bibir pria itu. Ia tahu Siwon habis lembur kemarin makanya ia tak tega membangunkannya. Pria itu nampak lelah.

Yoona beranjak dari ranjang. Ia berjalan menuju kamar mandi berniat untuk membasuh wajahnya dan menggosok gigi. Yoona mematut diri di depan cermin kemudian menuangkan pasta gigi pada sikat giginya. Ia mulai menggosok gigi sambil mematut diri. Ada senyum kecil yang tersungging di bibirnya.

Usai menggosok gigi serta membasuh wajah, Yoona berjalan menuju dapur. Ia harus menyiapkan sarapan untuk Siwon dan dirinya. Dibukanya lemari es, ia sedikit mendesah.

“Well, masak apa kita hari ini…” Yoona bertanya pada dirinya sendiri.

Yoona mengeluarkan beberapa sayuran dari lemari es, menyiapkan bumbu-bumbu masakan. Sebelumnya ia mencuci sayuran tadi. Setelahnya ia memotong kecil-kecil sayuran tadi *well, ini fanfic atau semacem procedur text 0o #abaikan!

Senandung kecil menemani paginya. Yoona suka bersenandung kecil saat sedang menyiapkan sarapan untuk Siwon. Setidaknya itu akan membunuh kesunyian ditengah apartemen ini. Ia menghela napas berat. Yeah~ ia butuh teman di apartemen seluas ini. Ia butuh teman ketika Siwon tak dapat pulang, ia butuh teman ketika Siwon harus lembur kerja, ia butuh teman ketika Siwon tak berada disampingnya. Mungkin kehadiran bayi mungil dapat menemani kesepiannya. “Ah! Apa yang kau pikirkan Im Yoona.” runtuk Yoona memukul kepalanya.

Ketika hendak berbalik tiba-tiba saja tubuhnya menabrak sesuatu. “Astaga, Oppa! Kau mengagetkanku..” Yoona memukul dada bidang Siwon yang tepat berada didepannya.

Eiii… apa-apaan pria ini! Bertelanjang dada didepanku? Apa dia belum mencuci wajah serta menggosok gigi? Pikir Yoona. Pasalnya Siwon tidur dengan bertelanjang dada. Tapi inikan sudah cukup siang, setidaknya pria itu langsung mandi saja. Kenapa malah masih berkeluaran dengan bertelanjang dada?

“Tadi kenapa kau memukul kepalamu sendiri?” tanya Siwon mengabaikan ucapan Yoona, masih dengan posisi tadi.

Yoona memandang Siwon, mengernyitkan dahi. “B-bukan apa-apa..” sanggahnya memalingkan wajah dari Siwon. Jangan sampai pria ini tahu yang tadi bersarang dalam pikirannya. Mengharapkan bayi untuk menemaninya. Oh jangan! Bisa-bisa ia tamat oleh pria didepannya ini.

Siwon nampak tidak begitu saja percaya, entah sedang menggoda Yoona atau sungguh-sungguh penasaran. Ia menyilangkan kedua tangan dimuka dada, mencondongkan tubuhnya kemudian menyipitkan matanya.

“Benarkah? Aku tidak percaya..”

Yoona melirik kearah Siwon dengan gugup. Tentu saja ia gugup. Pria ini sudah seperti para normal yang biasa mengelus bola kristal didaerah Itaewon. Ia selalu tahu apa yang dipikirkan Yoona.

Aniya aniya..” Yoona mendorong dada Siwon kemudian berjalan menuju kearah kulkas, “Cepat mandi dan pakai bajumu! Kau pikir baik bertelanjang dada begitu..” kata Yoona sambil meneguk segelas air, untuk menghilangkan kegugupannya.

Wae? Kau tergoda oleh tubuh atletisku..”

Hueekk, Yoona ingin muntah saat itu juga!-_-

“Kita bisa bercinta disini jika kau mau..”

“Uhukk…! Uhukk…!” Yoona menepuk dadanya beberapa kali. Sial! Tenggorokannya tidak bisa diajak kompromi.

Apa tadi pria itu bilang? Bercinta disini? Didapur? Oh lihat, dia benar-benar seorang para normal dengan tingkatan Master.

Siwon yang melihat Yoona tiba-tiba tersedak berubah menjadi panik. Ia memijit tengkuk Yoona, “Hati-hati minumnya. Jangan karna terlalu terobsesi olehku makanya jadi tersedak begitu..”

Bisa-bisanya dalam keadaan seperti ini dia masih mengunggulkan kenarsisannya. Yoona sudah akan bersuara namun Siwon langsung memberi segelas air padanya—memaksa minum air itu, lebih tepatnya.

“Minum yang banyak untuk menghilangkan rasa sakit ditenggorokanmu..”

Mau tak mau Yoona harus meminum segelas air itu dengan perasaan dongkol memandang wajah Siwon. Wajah itu memang memperlihatkan bentuk perhatian tapi mata itu menyiratkan sebuah ledekan. Pasti pria ini tertawa terbahak-bahak dalam hatinya.

“Tidak perlu cemas, aku akan segera mandi dan tidak akan memancing hasratmu..” kata Siwon yang sudah berjalan menjauh dari Yoona, ada senyum kecil yang tersungging di bibirnya.

“Ah ya!” sebelum beranjak pergi dari dapur, Siwon menghentikan langkahnya. Ia berbalik menghadap Yoona. “Sepertinya aku tahu apa yang kau pikirkan, sayang. Kita akan mendiskusikannya nanti. Aku akan bernegosiasi denganmu, dan sepertinya kau menginginkan lebih banyak dariku..” senyum penuh arti mengakhiri ucapannya. Siwon mengerlingkan sebelah mata sebelum akhirnya benar-benar meninggalkan dapur.

Wajah Yoona sudah bersemu merah, menahan malu. Jika tidak karna berusaha menahan malu terlebih dahulu tadi, ia sudah melayangkan panci ke kepala Siwon. Agar pria itu bisa sedikit sembuh dari syndrom kenarsisannya.

~[]~

 

Hiruk riuh begitu menggema di lapangan itu. Bukan karna ada parede disney, bukan juga karna pengangkatan seorang raja. Suara-suara itu berasal dari bangku penonton, jeritan serta histeria para gadis.

“Permisi.. maaf permisi…” dua orang gadis mencoba untuk menagambil duduk di bangku depan meski harus berdesakan.

“Jung Soojung! Setelah ini kau harus benar-benar mengerjakan soal matematikaku! Apa yang kau lakukan? Mengajakku melihat pertandingan basket ditengah kegilaan orang-orang ini..”

Soojung menghiraukan ocehan sahabatnya yang ia anggap kicauan burung beo itu. Matanya sibuk mencari sosok yang tengah dikerubuni orang-orang ditengah lapangan.

“Oh lihat! Ia sedang menggiring bola!” seru Soojung mengikuti sosok pria itu berlari menembus daerah lawan.

Sulli, gadis yang berada disamping Soojung memutar kedua bola matanya. Ini bukan kali pertama saja Soojung tiba-tiba menariknya kelapangan basket HANYA UNTUK BERTERIAK “OH LIHAT! OH LIHAT!”

Sulli sampai hafal lanjutan dari kalimat ‘OH LIHAT’ itu. Paahal waktunya sangat berharga. Dan sekarang waktu berharga itu harus terbuang sia-sia hanya karna ia tidak pernah bisa untuk menolak permintaan Soojung. Seharusnya saat ini ia tengah asik tenggelam dalam bacaan sasatra lama di perpustakaan. Atau kalau tidak ia bisa meminta Minhyuk untuk mengajarkan soal dari Guru Shin yang ia tak bisa. Dan sekarang apa? Ia malah terjebak dalam jeritan-jeritan para gadis penggila basket—ah ralat! Penggila CHOI MINHO!

Dan ia harus merasakan kasihan pada dirinya sendiri karna sahabatnya ini, JUNG SOOJUNG telah tertular penyakit penggila dari para gadis itu. Bisa-bisa besok ia akan mengganti telinganya dengan telinga gajah jika begini terus.

“Soojung-ah, ayo kita pergi dari sini. Aku tak tahan mendengar teriakan itu..” rengek Sulli menggenggam lengan Soojung namun gadis itu tak melepaskan matanya dari si kapten basket, Choi Minho.

Sulli mendengus kesal. Sepertinya kegilaan itu tak dapat disembuhkan dari apapun, pikir Sulli mulai beranjak meninggalkan Soojung. Ia sempat menoleh kearah belakang sebelum benar-benar pergi dari tempat berisik itu namun Soojung, gadis itu tetap menghiraukannya. Apa boleh buat, dari pada ia harus mati kutu disana akan lebih baik jika ia pergi ke perpustakaan.

“Sulli-ya..” gadis itu menoleh ketika seseorang memanggilnya.

“Oh, Minhyuk…” Sulli mengulum senyum ketika Minhyuk berlari kearahnya.

“Kau darimana saja? Aku mencarimu..”

“Aku? Dari lapangan basket. Wae?” ujar Sulli mulai berjalan bersama Minhyuk. Pria itu mengernyitkan dahi. Sulli? Dari lapangan basket? Tidak biasanya, pikir Minhyuk.

“Oh! Aku hanya menemani Soojung saja, tidak lebih..” sahut Sulli seperti tahu pikiran Minhyuk.

“Ah, kupikir kau seperti para gadis itu. Kau tahu, itu…. em… yeah…”

“Menyedihkan!” Sulli menyahut cepat. Dia memang satu pemikiran dengan Minhyuk. Pria ini menurut Sulli jauh lebih enak diajak bicara ketimbang Soojung, kadang! Maksudnya ‘terkadang’ Soojung jauh lebih menyebalkan dari guru Bahasa Jepang ketika ia sudah membicarakan kegemarannya mengamati pria bernama Choi Minho itu. Apapun itu tentang Choi Minho, gadis itu pasti mengetahuinya dan selalu saja menceritakan pada Sulli.

“Dan Soojung, sahabatmu itu turut dalam sekelompok para gadis itu..” desis Minhyuk seperti tak sadar telah mengatakannya.

“Hei! Dia juga sahabatmu Kang Minhyuk, siswa dengan IQ tertinggi!” Minhyuk memutar kedua bola matanya. Well, gadis ini selalu saja mengatakan hal yang sama ketika bicara padanya. Mengatakan dirinya siswa dengan IQ tertinggi.

“Sebenarnya itu pujian atau ledekan?”

“Eum…” Sulli menepuk-nepuk dagunya dengan jari telunjuk menampakkan wajah seolah-olah sedang berfikir keras.

“Kuanggap itu pujian. Dan aku sunggu tersanjung nona Choi Sulli..” Minhyuk membungkuk dalam, memaksakan senyum kemudian beranjak meninggalkan Sulli.

Gadis itu terkekeh, “Ya! Kang Minhyuk. Kau harus mentraktirku karna aku telah memujimu,” Sulli berlari kecil mengimbangi langkah minhyuk.

“Ya ya ya! Tunggu aku…”

~[]~

 

Malam itu langit Seoul nampak gelap menciptakan kesunyian tanpa bintang. Lalu lalang kendaraan sudah tak sepadat di siang hari. Mengingat ini sudah memasuki tengah malam, tentu saja sebagian besar orang-orang lebih memilih untuk meringkuk dalam hangatnya selimut tebal mereka. Berbeda dengan pria ini. Pria yang duduk dibalik kemudi Audi R8 miliknya, baru saja pulang menyelesaikan pekerjaannya. Raut wajah lelah serta penat sudah menjadi riasan wajahnya di saat-saat seperti ini. Tangannya mengetuk-ngetuk stir mobil, berusaha membunuh kebosanan. Sesekali ia mendongak keatas, melihat lampu lalu lintas yang tak kunjung berubah warna hijau.

Getar ponsel di dashboard mobil mengejutkannya. Diraihnya benda Touch-screen itu. Mendapat sebuah pesan singkat beserta pesan gambar membuatnya mengulum senyum.

Good night, sayangku. Aku tidur dulu..” tulis pesan itu dan menampilkan gambar Yoona yang tengah tertidur pulas diatas bantal.

“Mau mendahuluiku tidur rupanya. Lihat apa yang akan kuakukan begitu sampai rumah nanti..” desis Siwon seperti merencanakan sesuatu di otaknya. Dan senyumnya tak kunjung berhenti. Ingin sekali rasanya segera terbang menuju pada wanita pujaan hatinya itu.

Selang beberapa detik ponselnya kembali bergetar. Sebuah pesan singkat. Siwon menggeram begitu membuka pesan singkat itu. Ia membanting ponselnya ke bangku sebelah. Ada apa gerangan?

Ketika lampu sudah menunjukkan warna hijau, Siwon segera melajukan Audi R8 miliknya membelah kota Seoul.

Mobil Siwon melaju memasuki area rumah besar bergayakan Eropa. Siwon menghela napas kasar ketika memasuki rumah itu. Seharusnya saat ini ia pulang ke apartemennya dan dapat memeluk Yoona. Dapat bersama Yoona melewati mimpi-mimpi yang indah namun sekarang ia berada di rumah ini. Rumah yang begitu mengerikan menurutnya.

Lampu-lampu di sepanjang lorong sudah padam, hanya ada penerang seadanya. Siwon berjalan dengan tak bersemangat. Sangat berharap si penghuni rumah tak berada di tempat dan ia bisa segera melompat ke atas ranjang bersama Yoona, wanita tercintanya.

Tiba-tiba saja lampu-lampu pada lorong itu menyala satu per satu hingga menerangi sosok yang berdiri di ujung lorong, tak jauh dari tempat Siwon berdiri.

“Dari mana saja, kau?” suaranya terdengar dingin. Matanya menatap tajam kearah Siwon.

Siwon menghiraukannya dan hendak segera beranjak.

“Aku bertanya padamu Choi Siwon!” kali ini suaranya meninggi, sedikit membentak. Siwon menghela napas sejenak dan memandang malas kearah sosok itu.

“Apa pedulimu? Aku darimana memangnya apa urusanmu? Sejak kapan kau jadi sok perhatian terhadapku? Hehh!” Siwon mencibir dengan menatap enggan sosok didepannya itu.

“Aku berhak tahu karna aku—“

“Sudahlah aku lelah..” Siwon berjalan melewati sosok tadi. Ia tak ingin akan terjadi perang dunia ketiga yang mungkin dapat terjadi.

“Choi Siwon, aku isterimu!” jeritan dari wanita tinggi dengan rambut panjang itu sejenak menghentikan langkah Siwon. Sejenak yah hanya sejenak, setelahnya Siwon melenggang pergi. Meninggalkan wanita tadi yang menatap penuh amarah punggung Siwon yang sudah menghilang dibalik lorong.

“Kau benar-benar keterlaluan, Choi Siwon..”

 

TBC or END????

Yohhooo….! anggap saja ini debut FF seriesku. Dan keputusan ada ditangan readers. Jika menginginkan fic ini lanjut maka silahkan tinggalkan komentar terkait dengan cerita diatas^^ komentar kurang dari 70 saya anggap ketidak tertarikan readers terhadap fic ini hehe… ada yang kaget gak kenapa Cast-nya se-RT Sukowi[?] gitu?? Haha… entahah sekarang2 ini saya lagi demen ama pairing Jonghyun-Tiffany, Minhyuk-Krystal, Nichkhun-Tiffany, Jonghyun-Sulli, Minho-Krystal, Minho-Sulli, Minho-Yuri ama Nichkhun-Yuri^^ nahloh gimana tuh *sok misterius-_-

Oke, komentar tetap ditunggu dan kuharap ini mendapat respon yang baik dari readers setia YWK hihi 😀 spesial for Admin GEE/ka Admin Choi Kyucha, kuucapkan ‘HATUR NUWUN’ yang telah bersedia nge-post secuil fic absurd ini^^ makasih banyak.. J (sama2 🙂 )

Tinggalkan komentar

257 Komentar

  1. im yoo ra

     /  September 15, 2014

    Jadi yoona itu simpanan yah?

    Balas
  2. rara

     /  September 27, 2014

    Mwoo???
    Siwon oppa punya istri slain yoona eonni? Siapa? Knapa tega skali..
    padahal yoonwon harmonis.

    Balas
  3. Lho lho lho..siwon punya istri selain yoona ?? penasaran thor lanjutan ceritanya..

    Balas
  4. Shatia

     /  Oktober 16, 2014

    Waduh bang Siwon poligami toh..sempet ngira Siwon dateng ke rumah selingkuhannya,,gak taunya masih rumah istrinya..
    Makin bikin penasaran..

    Balas
  5. ayya kim

     /  Oktober 18, 2014

    Wanita tdh istri siwon juga

    Balas
  6. raratya19

     /  November 9, 2014

    Istri? Siwon punya istri atau dia belum menikah sama yoona?

    Balas
  7. Mwoo…siapa yg blg istrinya siwon?bknnya yoona?jd bingung. !!!

    Balas
  8. Wah wah ini ff bikin penasaran banget…
    Siwon apa yang sebenarnya terjadi? ISTRI ??? Lalu bagaimana dengan yoona?kau hanya menpermainkannya ? Apa kau akan membokar rahasia mu itu?
    Bagaimana cara seorang choi siwon untuk mejelaskannya?
    Krystal semangat!!!
    Dan buat author FIGHTING…

    Balas
  9. siwon punya istri? omo

    Balas
  10. susi

     /  Februari 20, 2015

    Ya ampun jadi Im yoona itu,,,, Siapa????? Ko siwon udah punya istri,, ya ampun bagaimana nasib yoona, 😢

    Balas
  11. Awawaw pertama baca ff ini seneng yoonwon hidupnya bahagia, sudah menikah pula tp pas akhirya ternyata ada istri yg lain. Jadi penasaran sama lanjutannya, part 1 ini bagus kok kak^^

    Balas
  12. Zhahra

     /  Maret 23, 2015

    Ya TBC donkz unni masak udah END…?
    Looh kok wonpa punya istri trus yoona unni apanya wonpa…
    Selingkuhan apa istri kedua…?
    Wah seru niiih..

    Balas
  13. Mwo…!Jadi Yoong Eonni tu selingkuhannya WonPa to…Aduh WonPa jangan mainin Yoong Eonni dong… tapi bagus kok ! ^_^

    Balas
  14. mywon_407

     /  Mei 16, 2015

    Yoona apanya siwon oppa sih, istri atau selingkuhannya, trus siapa wanita yg ngaku2 jdi istrinya siwon…
    Pantas aja tdi yoona ga mau berpikir punya anak sma siwon…
    Tpi kyaknya siwon oppa cintanya sma yoona….

    Balas
  15. YoongNna

     /  Desember 30, 2015

    Jd yoona bkn istri dri siwon yaaa..
    Pnsran niii spa istrinya..
    Part niii msh pengenalan karkter pemainnya jd msh agk sdkt bngung

    Balas
  16. OMEGAAAATTT!!! Siwon oppa punya istri lagi?? Bagaimana dengan Yoona eonni??

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: