[FF] My Silly Engagement (Chapter 6)

Image

Author : misskangen ‖ Length : Sequel ‖ Genre : Romance ‖ Rating : General ‖ Main cast : Im Yoona, Choi Siwon ‖ Support cast : Lee Donghae, Byun Baekhyun, Kwon Yuri ‖ Disclaimer : This story is mine instead of the plot and characteristics, but the casts are belongs to themselves and god.

CHAPTER VI

Bunyi deru kendaraan terdengar lantang di halaman rumah Yoona, belum ada seorangpun yang muncul membuka pintu utama sebagai jalan masuk ke dalam rumah. Sampai di dekat teras rumah barulah suara motor sport itu tak terdengar lagi karena sudah dimatikan oleh si pengendara.

 

“Gomawo, Baekhyunie… kau sudah mengantarku pulang,” kata Yoona sambil tersenyum manis.

 

“Tentu saja aku akan mengantarmu pulang. Kau kira aku akan membiarkanmu sendirian di jalan seperti gembel. Memangnya apa yang sedang kau lakukan disana? Jarang sekali aku melihatmu tidak membawa mobil biru kesayanganmu itu… siapa namanya… Bret…brett…” Baekhyun mencoba mengingat-ingat suatu nama.

 

 

“Maksudmu Bradley…” potong Yoona.

“Ah..iya, namanya Bradley. Nama mobil yang aneh. Si Bradley itu kenapa hanya terparkir manis disana?” tunjuk Baekhyun dengan memonyongkan bibirnya ke arah mobil Yoona yang terparkir di sisi kiri halaman rumahnya. Yoona mengerucutkan bibirnya tanda tak setuju dengan pendapat Baekhyun.

“Bradley-ku baik-baik saja. Dia itu mobil paling pengertian sepanjang sejarah hidupku. Aku tadi naik mobil yang lain untuk pergi makan malam.”

 

 

“Lantas kenapa kau malah pulang jalan kaki? Kemana mobil yang membawamu pergi sebelumnya?” tanya Baekhyun penasaran.

 

“Nah, itu masalahnya. Kalau bukan karena si Kuda seenaknya menurunkanku di jalan, aku pasti tak akan pernah terlihat tersaruk-saruk di jalanan saat malam hari di tempat asing begitu.” Gerutuan Yoona membuat Baekhyun mengernyit.

 

 

“Kuda? Tadi Bradley sekarang Kuda. Siapa lagi itu??” Yoona menghela napas pelan. “yang jelas seseorang yang sangat menyebalkan dan paling aneh sedunia!” Baekhyun terlihat sedang berpikir.

 

“Kupikir orang paling aneh sedunia itu temanmu si Hyeri. Jadi siapa lagi ini, apa aku mengenalnya?” Yoona menggeleng-gelengkan kepalanya dan Baekhyun mulai bingung sendiri.

 

 

“Oh, Yoona kau sudah pulang!” lengkingan suara Yuri terdengar dari depan pintu. Yuri baru saja membuka pintu karena merasa seseorang datang setelah tadi terdengar suara deru kendaraan.

 

“Hai, Yuri Noona! Kau semakin sexy saja…” belum apa-apa Baekhyun sudah menebar gombalannya pada Yuri.

 

“Jinja? Aku rasa juga begitu…” Yuri benar-benar termakan gombalan Baekhyun. “jadi tadi suara motormu ya, Baekhyun?”

 

 

“ya, bagus sekali kan..” jawab Baekhyun sambil mengelus-elus motor barunya, merasa bangga dengan suara kendaraan itu.

 

Yuri menoleh pada Yoona, “kau pulang bersama Baekhyun?” Yoona mengangguk lambat dan lemah. “Kenapa tidak bersama Siwon? Kemana dia?” selidik Yuri membuat Yoona kembali cemberut.

 

“Entahlah, mungkin sekarang dia sudah tidur lelap di rumahnya. Terserah orang itu mau melakukan apa saja, aku tidak peduli!! Tega-teganya dia menurunkan aku ditengah jalan. Benar-benar pria yang sangat sensitif!!” Yoona lagi-lagi menggerutu diikuti helaan napas berat Yuri.

 

“kalian itu selalu saja bertengkar setiap ada kesempatan. Sampai kapan kalian mau seperti itu, kapan kalian akan terlihat akur dan mesra?”

 

 

“Ada yang bisa memberitahuku siapakah orang yang bernama Siwon itu?” tanya Baekhyun penuh kebingungan. Yoona dan Yuri nyaris lupa bahwa Baekhyun masih ada disana.

 

Yoona menoleh pada Baekhyun, “Yang jelas dia seseorang yang sangat ingin kutelan saat ini!”

 

 

“Ih.. menyeramkan sekali sampai kau ingin memakannya. Memangnya siapa orang itu?”

 

“Siwon itu tunangannya Yoona.” Justru Yuri yang menjawab, Baekhyun membelalakkan matanya tak percaya.

 

“Oh, jadi gosip yang beredar bahwa kau sudah bertunangan itu benar? Aku pikir gadis sepertimu bukan type yang suka dengan komitmen, apalagi bila orang itu adalah kau, Im Yoona.” Kata Baekhyun sok bijak sambil menggelengkan kepalanya.

 

 

Pletakk!! Satu pukulan kembali melayang ke kepala Baekhyun. “yak! Kenapa kau memukul kepalaku lagi. Aishh… kau ini suka sekali melakukannya.” Protes Baekhyun seraya mengelus kepalanya yang mendapat jitakan Yoona.

 

“Kau ini sepupu macam apa yang tidak hadir di acara pertunanganku? Padahal semua keluarga besar hadir disana, hanya kau yang menghilang!”

 

 

“Aku kan sedang melakukan trip ke Belanda dengan dosen dan teman kampusku, mana mungkin aku mangkir. Aku pikir ayahku bercanda waktu mengatakan kau akan bertunangan.” Baekhyun membela diri. “Aku yakin tunanganmu pasti dari kalangan Chaebol – anak konglomerat. Iya kan?”

 

Yoona membuang muka karena kesal, “ya, begitulah…”

 

 

“Apa tadi ia mengendarai Jaguar Hitam?” tanya Baekhyun lagi dan membuat Yoona melotot.

 

“Bagaimana kau bisa tahu? Kau kan tidak pernah melihatnya..” Tiba-tiba Baekhyun tertawa dan membuat Yoona bingung.

 

“Sebenarnya dia tidak sepenuhnya meninggalkanmu di jalan. Dia kembali untuk menjemputmu, tapi kau sudah lebih dulu bersamaku. Sejak tadi aku memperhatikan sebuah mobil Jaguar hitam dari kaca spionku. Mobilnya terus mengikuti sampai disini. Aku yakin ia masih ada di sekitar sini, mungkin ada di luar gerbang rumah. Dia pasti ingin memastikan kau selamat sampai di rumah.” Yoona dan Yuri celingukan menjulurkan kepala mencari keberadaan mobil Siwon yang mungkin ada di luar gerbang rumahnya.

 

 

Sebenarnya yang dikatakan Baekhyun benar. Siwon memang mengikuti sampai di depan rumah Yoona, tapi Siwon hanya sebentar untuk memastikan Yoona telah sampai di rumahnya, walau bukan Siwon sendiri yang mengantar sampai di depan pintu. Siwon langsung pergi meninggalkan pelataran rumah Yoona karena tidak ingin melihat lebih jauh keakraban yang ditunjukkan Yoona dan Baekhyun.

 

 

♥♥♥♥♥

 

 

Donghae menghela napas panjang setelah berjalan terburu-buru sejak keluar dari tempat parkir. Kalau bukan Siwon yang menelponnya untuk bertemu di sebuah bar yang kerap mereka datangi, Donghae tidak akan rela membuang waktunya untuk meninggalkan pekerjaannya yang cukup menumpuk di rumah.

 

 

Mengambil posisi duduk di sebelah Siwon, Donghae merasa seperti mengalami dejavu. Duduk di meja bar untuk menunggu seseorang sambil menikmati segelas minuman beralkohol. Tapi kali ini bukan dirinya yang harus menunggu, melainkan pria yang sudah nyaris mabuk yang juga sahabatnya, Choi Siwon.

 

 

“Siwon-ah, gwenchana?” tanya Donghae dengan nada khawatir melihat kondisi Siwon yang tidak biasa itu. Tangannya terangkat untuk memberi penolakan pada bartender yang menawarkannya segelas minuman, namun mata Donghae masih lekat menatap Siwon. Pria itu menunduk, menahan keningnya menggunakan salah satu tangan yang masih memegang gelas minumannya. Donghae mengguncang bahunya pelan, berharap pria itu memberikan reaksi terhadap kehadirannya.

 

 

“Hae-ah, apakah aku sudah menjadi anak yang begitu durhaka pada ayahku?” tanya Siwon pelan, masih dengan posisi duduknya yang sama. Donghae mengerutkan kening, merasa bingung dengan pertanyaan Siwon.

 

“Apa maksudmu, Siwon-ah?”

 

“Kau tahu, selama ini aku tidak pernah akrab dengan ayahku. Hubunganku dengannya sudah seperti atasan dan bawahan. Sikapku juga tidak pernah manis padanya, bahkan aku terkesan membencinya. Apakah aku begitu berdosa hingga aku tidak pantas bahagia?” keluhan Siwon ibarat luka lama yang terbuka kembali. Donghae sangat mengerti kegundahan hati Siwon saat ini.

 

 

“Mengapa kau berpikir seperti itu? Semua orang pantas bahagia. Kau, aku, dan siapapun di dunia ini pantas untuk merasakan kebahagiaan. Yang harus kau lakukan adalah mensyukuri apa yang kau miliki sekarang.”

 

 

Mendengar perkataan Donghae, Siwon menoleh dan menatap sahabatnya itu dengan ekpresi yang sulit digambarkan. “Lalu bagaimana bila apa yang kumiliki akan segera pergi dariku, aku akan kehilangannya karena kesalahanku sendiri dan apa kau tahu rasanya bila harus melihat sesuatu yang kau miliki menjadi milik orang lain?”

 

 

Donghae berpikir sejenak, ia tak ingin salah memberikan jawaban. Ia khawatir Siwon akan salah mengartikan maksud dari perkataannya. “Siwon-ah, kau tidak boleh putus asa begitu saja. Kau bisa mengusahakan segala cara untuk mempertahankan semua milikmu. Kau pantas untuk melakukan apa saja asal hal itu tidak akan menyakiti dirimu sendiri.”

 

Siwon tersenyum, lalu meneguk lagi air dari gelasnya yang sudah nyaris habis. Donghae sangat ingin merebut gelas itu dari tangannya, tetapi ia mengurungkan niatnya karena Siwon akan melakukannya sendiri saat isinya benar-benar habis. “Kau benar, Hae-ah. Tak seharusnya aku menyerah begitu saja dengan keadaan ini. Aku tidak akan membiarkan siapapun merebutnya dariku… siapapun itu, walaupun orang itu adalah kau, Lee Donghae. Aku tidak akan membiarkannya.”

 

 

Donghae berpikir bahwa Siwon sudah mulai berbicara asal, meracau tidak jelas karena mabuk. Tapi dari gestur tubuhnya, Siwon tampak masih baik-baik saja. “Apa yang sudah terjadi, Siwon-ah. Apa kau bertengkar dengan ayahmu lagi? Bukankah kau bilang hari ini harusnya kau mengajak tunanganmu makan malam dengan ayahmu?”

 

 

Siwon kembali tersenyum – sedikit tergelak lebih pantas untuk dikatakan. Sambil memainkan es batu dalam gelasnya yang sudah kosong, ia tak menatap Donghae karena pandangannya yang tampak kosong hanya tertuju pada gelas itu. “Seandainya aku bisa bermain dengan waktu, aku ingin sekali kembali ke masa sebelum aku mengajak Yoona bertemu dengan ayahku. Kalau bisa selamanya aku tidak akan mempertemukannya dengan ayah.” Siwon menggerakkan tubuhnya, mengangkat tangannya kemudian sedikit menjambak rambutnya frustasi. “kau tahu, hari ini aku sudah membuat kesalahan yang cukup besar dan aku tidak tahu akan bagaimana lagi ke depannya.”

 

 

Donghae menggelengkan kepalanya pelan, merasa takjub dengan tingkah pola sahabatnya yang sedang dirundung kegundahan itu. “Siwon-ah, bicaramu sudah mulai kacau. Aku rasa kau sudah mabuk. Lebih baik kau pulang dan istirahatlah. Kau bisa memikirkan solusi masalahmu esok hari ketika kau sudah sadar sepenuhnya.”

 

 

“Aku tidak mabuk, Lee Donghae. Segelas tequila tidak akan membuatku mabuk dengan begitu mudah.” Ujar Siwon seraya menatap Donghae dengan tatapan tajam yang membuat Donghae yakin bila Siwon memang tidak mabuk.

 

 

♥♥♥♥♥

 

 

Yoona menuruni tangga rumahnya sambil bernyanyi-nyanyi kecil. Gadis itu tampak berdandan kasual – seperti biasa yang dilakukannya – memadupadankan jeans berwarna gelap dan kaus merah marun berlengan tiga per empat. Sesekali ia memainkan tali tas sandangnya, dan merapikan rambutnya yang sengaja digerai. Ia melemparkan senyuman lebar pada ibu dan kakaknya yang sudah berdiri di kaki tangga, mendongakkan kepala mereka yang berisi seribu satu pertanyaan yang siap dilontarkan pada Yoona.

 

 

“Halo Eomma-ku tersayang dan Eonni-ku yang… sexy! Selamat berakhir pekan!!” pekik Yoona dengan nada begitu gembira.

 

 

“Sepertinya kau senang sekali, apa karena akan pergi berkencan?” tanya ibunya sambil membelai rambut Yoona yang terasa begitu lembut dengan sedikit aroma lavender menguar dari rambutnya.

 

 

“Dasar gadis aneh. Baru tadi malam aku melihatmu pulang dengan wajah kusut dan mengomel tidak jelas sampai membuat telingaku panas. Sekarang wajahmu sumringah bak bunga mawar yang baru mekar. Kapan kau berbaikan dengannya, secepat itu sudah akan pergi berkencan lagi?” tanya Yuri dengan keheranan tingkat tinggi sambil berkecak pinggang.

 

 

“Eung? Berbaikan. Berkencan. Siapa yang kau maksud? Aku akan pergi dengan Baekhyun untuk mencari keperluan risetku dua minggu lagi di Pulau Nami, bukannya mau berkencan. Kau ini aneh sekali, Eonni.”

 

 

Yuri membulatkan matanya, merasa cukup kaget karena perkiraannya tentang situasi saat itu benar-benar meleset. “Kau akan pergi dengan Baekhyun? Lalu mengapa Choi Siwon juga ada disini?”

 

 

Spontan senyum Yoona sirna, kini berganti dengan ekspresi ragu tergambar diwajahnya. “Eonni, kau bilang Choi Siwon ada disini? Untuk apa dia ada disini?”

 

 

“Kau ini ditanya malah balik bertanya. Tentu saja aku tidak tahu. Dia datang kesini untuk menemuimu, jadi sekarang kau temui saja dia di ruang tamu dan tanyakan sendiri maksud kedatangannya kesini. Mungkin saja ia ingin meminta maaf…”

 

 

Tanpa ancang-ancang lebih lama Yoona segera melangkah cepat menuju ruang tamu, tempat Siwon sedang menunggu dirinya. Yoona menemukan Siwon duduk tenang di sebuah sofa dan seperti biasa penampilannya selalu saja bisa memukau setiap orang. Walau hanya ada ekspresi datar di wajahnya, tapi pria itu tetap saja terlihat sangat tampan. Tapi sepertinya Yoona hanya sekilas merasakan aura pesona Siwon, segera mood nya berubah kesal.

 

Yoona POV

 

 

Kejutan!! Tak kusangka orang yang sudah membuatku dongkol setengah mati tadi malam kini muncul di rumahku. Setelah seenaknya menurunkan aku di jalan seperti gelandangan kelas jetset sekarang dia datang dengan sejuta muslihat yang mungkin dibawanya untuk mengintimidasiku. Ya… Choi Siwon jangan harap akan semudah itu kau bisa membuatku tertekan.

 

 

Aku rasa dia datang untuk meminta maaf, tapi tak kusangka sesegera ini. Mungkin dia benar-benar sudah menyesali kelakuannya yang sudah keterlaluan. Apalagi menurut Baekhyun, Siwon kembali ke tempat ia meninggalkanku, hanya saja aku sudah lebih dulu meninggalkan tempat itu. Jadi dapat dikatakan ia bermaksud menggertakku dengan sikap tegasnya. Tapi apakah sikap itu pantas dilakukannya padaku yang bermaksud memberinya usul untuk bersikap baik dengan ayahnya setelah kejadian malam itu.

 

 

Aku tidak keberatan bila Siwon tidak bersedia menceritakan masalahnya dengan sang ayah. Yah.. walaupun sebenarnya aku penasaran. Bila ayahnya bisa bersikap begitu manis terhadapku yang hanya berstatus sebagai calon menantu, lantas mengapa dengan anak sendiri begitu kaku? Pasti ada suatu hal rumit yang membuat hubungannya keduanya begitu runcing seperti itu. Semoga saja suatu saat bisa selesai, aku tidak mau berada di tengah-tengah keluarga dengan hubungan satu sama lain yang seperti musuh. Tapi itu bila aku benar-benar jadi menikah dengan Siwon. Oh ya ampun… aku belum sanggup memikirkan soal pernikahan!!

 

 

Sekarang saja aku berakting layaknya aku masih diselimuti amarah yang sangat besar, padahal aku sendiri kurang paham mengapa aku bisa begitu saja melupakan kejadian malam tadi saat aku bangun tidur di pagi hari. Tapi aku akan mencoba terus bersikap seolah aku belum memaafkannya, setidaknya aku harus membalas perlakuannya yang mengesalkan itu. Baiklah, camera rolling and… action!!

 

 

“Yoona…” panggilnya padaku. Aku langsung membuang muka, berdiri sambil melipat tanganku di depan dada dan memasang gestur arogan paling aneh sedunia. Aku meliriknya sedikit, kulihat ia bangkit dari duduknya dan berjalan mendekatiku. Setelah itu dia mengambil posisi berdiri di hadapanku, tapi aku berusaha untuk tidak menatapnya dan bertahan dengan sikap arogan jadi-jadian tadi.

 

 

“Yoona-ya… Maafkan aku. Aku sadar sudah membuat kesalahan dengan sikapku yang tidak menyenangkan kemarin malam.” Katanya sambil memegang kedua lenganku. Aku membuka lipatan tanganku, mencoba memberikan penolakan terhadap sentuhannya. Dan Siwon menjauhkan tangannya dariku.

 

 

“Tidak menyenangkan? Itu bukan hanya tidak menyenangkan tapi sangat-sangat menyebalkan dan mengesalkan. Kau tahu Oppa, itu pertama kalinya aku diturunkan paksa oleh seseorang di tengah jalan. Kau sudah menjatuhkan pamorku, untung tidak ada satupun temanku yang melihatnya!” kataku spontan dengan nada tinggi. Aku sudah berani melihat wajahnya, tapi aku menyesalinya karena aku sekarang melihatnya tersenyum lebar dengan kedua lesung pipinya yang indah. “Kenapa tersenyum? Tidak ada yang lucu disini…”

 

 

Ia mengelus kepalaku beberapa kali dan masih bertahan dengan senyumannya. “Aku tahu kau pasti marah sekali padaku. Karena itu aku benar-benar minta maaf. Masalah dengan ayahku terkadang suka membuatku emosi, tapi kau tidak perlu memikirkan itu. Aku sangat khawatir setelah meninggalkanmu begitu saja di jalanan. Kau mau memaafkanku kan, Jagiya?”

 

 

“Cih, kata siapa aku memaafkanmu semudah itu? Aku heran, sebenarnya kau ini orang seperti apa, Oppa? Kadang kau begitu manis, tapi tiba-tiba kau bisa menjadi begitu dingin dan arogan. Bahkan kecongkakanmu bisa sangat tinggi. Aku tidak habis pikir bagaimana bisa bertahan dengan sikapmu itu. Dasar orang aneh!” Aku memberanikan diri menanyainya – lebih tepatnya itu ungkapan perasaanku yang tidak paham dengan dirinya. Anggap saja itu sebagai bentuk protesku untuk karakternya yang suka berubah-ubah.

 

 

Aku mendapatkan satu pelukannya secara tiba-tiba. Ia merengkuhku ke dalam pelukannya yang terasa hangat, namun aku mencoba berontak. Ia menahan tubuhku dan aku merasakan sentuhan bibirnya di ujung telingaku. “Tetaplah seperti ini dan berhentilah berusaha melepaskan dirimu dariku. Ibu dan kakakmu sedang memperhatikan kita. Kau tidak mau mereka melihat kita bertengkar disini kan?” bisiknya di telingaku.

 

 

“Yak, tapi tidak harus peluk-pelukan seperti ini kan? Jangan mencoba mencuri kesempatan!” balasku tajam dengan suara pelan. Tanganku terkepal di kedua sisi tubuhku, aku menahan tanganku agar tidak berusaha membalas pelukannya. Aku merasa tubuhnya sedikit berguncang, ya… pria ini tertawa sejenak. Jadi Choi Siwon sungguh-sungguh mencuri kesempatan dalam kesempitan.

 

 

“Ini bukan kesalahan dan aku tidak mencuri kesempatan. Justru aku selalu memiliki kesempatan untuk memelukmu karena kau adalah tunanganku, milikku.” Jantungku berdegup kencang dan aku merasa telapak tanganku mulai basah karena keringat. Aku harap ia tidak mendengar suara denyut jantungku yang begitu cepat. Tapi mungkinkah dalam situasi yang begitu dekat seperti ini dia tidak akan menyadarinya?

 

 

“Kau tadi bertanya soal sikapku yang sebenarnya, aku bisa memberikan satu jawaban untukmu. Aku tahu kemarin malam sikap dingin dan arogan itu muncul. Tapi aku pastikan kau tidak akan diperlakukan seperti itu lagi. Kau hanya akan mendapatkan kehangatan dariku.”

 

 

“Selain arogan ternyata kau juga pintar menggombal, Oppa. Aku tidak akan percaya begitu saja.” Kami masih bertahan berbicara sambil berbisik. Aku sesekali melirik ke arah Eomma dan Eonni yang masih betah mengintip sambil tersenyum-senyum. Mereka itu benar-benar koalisi paling menyebalkan di rumah ini.

 

 

“Benarkah? Kau harus percaya, Sayang. Jika kau bisa bersikap manis padaku, maka kau akan mendapat semua hal yang paling diinginkan semua wanita di dunia ini. Apapun itu, aku bisa memberikannya untukmu. Tapi bila kau tega menusukku, aku tidak tahu hal buruk apa yang mungkin menimpamu.” Aku membulatkan mataku mendengar penyataannya yang terakhir. Apa maksudnya berbicara dengan nada antagonis seperti itu, aku tidak mengenal Choi Siwon dengan karakter seperti ini. Dia terkesan seperti seorang penguasa yang sedang menebarkan ancaman kepada bawahannya.

 

 

“Jadi kau sekarang mengancamku, Choi Siwon-ssi? Aku tidak takut. Aku tidak tertarik padamu dan semua hal bodoh tentangmu. Kau hanya seseorang yang kerap kali membuatku kehilangan akal sehat!” kataku sedikit berbisik sambil menggeretakkan gigiku. Tubuhku menegang karena aku mulai emosi.

 

 

“Kau salah, Im Yoona. Kau lah seseorang yang selalu membuatku kehilangan akal sehat. Kau seperti minuman memabukkan yang selalu memanggil-manggilku untuk terus mengkonsumsimu. Jangan pernah katakan kau tidak tertarik kepadaku. Memangnya kau pikir apa artinya degup jantungmu yang begitu cepat ketika aku memelukmu seperti ini?”

 

 

Bingo!! Aku tertangkap basah sekarang. Aku ketahuan sedang gugup karena perlakuannya padaku. Jika aku punya kekuatan super, ingin sekali rasanya aku melempar Choi Siwon jauh-jauh dari diriku. Kalau bisa aku ingin memindahkan ke luar angkasa, dengan begitu ia akan jadi alien paling tampan sejagat raya dan tidak akan menggangguku lagi.

 

 

Aku tak lagi mendapati Eomma dan Eonni berdiri mengawasi kami. Aku memukul punggung Siwon pelan, agar ia merenggangkan pelukannya. “Ibu dan kakakku sudah pergi, sekarang kau bisa melepaskan pelukanmu karena aku mulai kesulitan bernapas!”

 

“bagaimana kalau aku tidak mau melakukannya?”

 

“Yak!!! Kau ini sedang kesurupan setan apa? Atau kau tadi salah minum obat? Cepat lepaskan aku!!”

 

 

Akhirnya ia melepaskannya pelukannya yang begitu erat tadi. Segera aku mengambil udara, paru-paruku terasa sempit sekali selama beberapa menit ia memelukku dan menjalani perdebatan sambil berbisik dengannya. Kini ia menatapku dalam, aku tidak tahu apa yang sedang ia cari di mataku. Ia menangkup wajahku dengan kedua tangannya dan dengan bodohnya aku sama sekali tak punya tenaga untuk menyingkirikan tangannya dari sana.

 

 

“Maafkan aku untuk insiden pelukan tadi. Tapi semua yang kukatakan padamu bukan rekayasa. Itu adalah hal yang aku ingin kau tahu, Yoona-yah.” Aku memutar bola mata, merasa tak percaya bahwa pria ini begitu percaya diri dan mulai menunjukkan sikap bossy nya. Beberapa saat kemudian aku mendapat kejutan lainnya saat ia mendaratkan satu ciuman di bibirku. Ciuman itu begitu cepat, tapi cukup bagiku untuk merasakan tekstur lembut bibirnya yang tipis. Ouch! Yoona… apa yang kau pikirkan?? Choi Siwon sudah menciummu lagi tanpa izin. Aku heran sekali dengan reaksi tubuhku terhadapnya hari ini. Aku yang biasanya melakukan penolakan keras untuk setiap skinship dengannya, kini aku menjadi orang linglung yang tak tahu harus berbuat apa.

 

 

“Berani sekali kau kembali mencuri ciuman dariku, Choi Siwon!!” pekikku tertahan. Aku ingin berteriak tapi takut didengar orang-orang yang ada di rumah. Reaksi yang kudapat darinya sungguh membuatku sakit kepala. Pria itu tersenyum, dengan senyuman yang mungkin selalu digunakannya untuk menebar pesona pada wanita.

 

“Sudah aku katakan aku berhak melakukannya padamu. Jadi berhentilah untuk melayangkan protes!” jawabnya cuek sekali.

 

 

Aish… orang ini sungguh ingin membuatku naik darah. “Hah… berbicara denganmu membuatku makan hati, Oppa. Sebaiknya kau pulang saja, sebentar lagi juga aku mau pergi.”

 

“Kau mau pergi kemana? Aku akan mengantarmu…”

 

“Mwo? Tumben sekali… Biasanya kau selalu sibuk dengan bisnismu walaupun di saat weekend. Apa sekarang kau sedang bolos kerja, Choi Sajangnim?”

 

 

Sepertinya pertanyaanku tadi bukan sesuatu yang lucu, lantas mengapa orang yang ada di depanku ini malah tertawa? Choi Siwon, apakah kepalamu baru terbentur sesuatu hingga membuat pikiranmu seakan keluar jalur seperti ini?

 

 

“Kau menyebutku ‘Sajangmin’ itu sudah menjelaskan mengapa aku ada disini sekarang. Tidakkah itu berarti aku punya kebebasan kapan aku ingin bekerja dan kapan aku ingin bermain. Ternyata selama ini kau memperhatikanku, buktiya kau tahu schedul kerjaku.”

 

 

Aigoo… kata siapa aku memperhatikanmu. Semua orang juga tahu seperti apa kesibukan putra mahkota Choi di dunia bisnis. Kalau begini siapa yang benar-benar bodoh ya? Aku menghela napas cukup panjang, ingin sekali rasanya aku menyeretnya keluar pintu rumah karena begitu kesalnya aku pada pria satu ini.

 

 

Aku mendengar bunyi klakson dari luar rumah. Aku benar-benar terselamatkan dengan kedatangan Baekhyun yang memang sudah membuat janji denganku. “Ah.. jemputanku sudah datang. Oppa, tersrah padamu ingin langsung pulang atau kau ingin bergosip dengan ibu dan kakakku disini.” Aku bergegas meninggalkannya, tapi urung karena ia menahanku dengan cengkeraman tangannya di lengan kiriku.

 

 

“kau pergi dengan siapa dan mau kemana?” Oh.. jadi dia sudah mulai posesif padaku. Baiklah, aku jahili saja sekalian. Aku ingin lihat bagaimana kecemburuan seorang Choi Siwon sekaligus membuktikan kata-katanya yang tadi diucapkan olehnya dengan nada tajam itu.

 

 

“Aku pergi dengan pacarku dan tentu saja kami akan pergi berkencan ke tempat-tempat romantis.” Aku menggigit bibir bawahku, mencoba menutupi kebohongan yang sedang kutebarkan di hadapannya. Siwon menatapku sambil menyipitkan mata, mungkinkah ia mencurigai sesuatu?

 

 

“Pacar? Aku tidak tahu kau punya pacar.”

 

“Tentu saja, karena aku tak pernah mengatakannya kepadamu. Lagi pula pacarku memang baru saja kembali dari luar negeri. Kalau begitu sekalian saja aku memperkenalkanmu padanya.” Aku langsung berlari menjemput Baekhyun dari halaman rumah.

 

♥♥♥♥♥

 

 

 

“Oh.. Yoona, maaf aku sedikit terlambat…” belum sempat Baekhyun menyelesaikan kalimatnya, aku langsung menarik tangannya. “yah… mengapa kau menarikku seperti ini?” protes Baekhyun membuatku berhenti sejenak.

 

 

“Aku ingin kau bertemu dengan seseorang. Yang perlu kau lakukan hanya berbicara seperlunya, mengatakan ‘ya’ atau cukup dengan tersenyum saja.” Baekhyun menatapku aneh, sepertinya ia tidak mengerti maksudku. Tapi mau bagaimana lagi, aku harus membuatnya melakoni peran sebagai ‘pacarku’.

 

 

“Kenapa begitu, kau tidak berniat melakukan sesuatu hal yang aneh-aneh padaku kan?”

 

“Ck, ah… sudahlah, kau ikuti saja instruksiku sebaik-baiknya. Arasseo??” tanpa mendengar jawaban dari Baekhyun, aku kembali menyeretnya masuk ke dalam rumah untuk bertemu dengan Siwon.

 

 

Aku dan Baekhyun sampai di hadapan Siwon, pria itu masih berdiri di tempatnya tadi sejak aku tinggalkan sebentar. Aku menggandeng tangan Baekhyun – lebih tepatnya memaksa untuk menggandeng tangannya karena Baekhyun merasa tidak nyaman dengan perlakuan ‘istimewa’ ini.

 

 

“Siwon Oppa, perkenalkan namanya Byun Baekhyun. Dia adalah kekasihku.” Kataku dengan cengiran yang dipaksa seraya memeluk lengan Baekhyun.

 

 

“Mwo??!” pekik Baekhyun. Merasa terkejut, Baekhyun menoleh kepadaku. Ia melihatku dengan tatapan ‘apa-maksudmu-berkata-seperti-itu?’

 

Aku paham bila Baekhyun merasa kaget, tiba-tiba harus berubah status dari sepupu menjadi kekasih palsu. Aku memaksa senyuman lebar pada Baekhyun, dan memberikan jawaban lewat tatapan ‘sudah-kau-lakukan-saja-permainanku’. Baekhyun menyeringai, tapi aku tahu ia mengerti maksudku. Segera ia menoleh pada Siwon dan melemparkan senyum padanya.

 

 

Annyeong,  Byun Baekhyun imnida…”

 

 

Jagiya, dia ini Choi Siwon dan dia adalah…adalah…” aku bingung melanjutkan kata-kataku. Mengatakan bahwa Siwon adalah tunanganku kini menjadi begitu aneh karena situasinya aku sedang memperkenalkan ‘kekasihku’ pada ‘tunanganku’. Aku melirik ekspresi Siwon saat masih tergagap untuk melanjutkan kata-kataku. Pria itu mengangkat sebelah alisnya, aku yakin ia menungguku menyelesaikan kalimat itu sesuai kenyataan yang sesungguhnya.

 

 

Annyeong, Choi Siwon imnida. Aku adalah tunangan dari Im Yoona, kekasihmu…”

 

 

Ya Tuhan… situasi ini sekarang jadi aneh dan kikuk. Bodoh sekali kau Im Yoona! Bagaimana bila niatmu membuat Siwon cemburu ini malah berakibat buruk bagimu dan Baekhyun? Aish… tiba-tiba saja aku berpikir tentang Choi Siwon yang mempunyai kekuasaan melakukan sesuatu hal tak menyenangkan seperti yang sering dilakukan tokoh antagonis dalam drama-drama yang kutonton. Barusan aku mendengar Baekhyun menelan ludahnya, sepertinya ia gugup harus bertemu dengan Siwon untuk pertama kalinya tapi dengan status yang membahayakan dirinya. Sepertinya Baekhyun menyadari resiko dari rencana gilaku ini. Ah, entahlah… apa yang terjadi selanjutnya, aku akan pikirkan solusinya nanti. Aku dan Baekhyun harus memainkan peran ini sebaik-baiknya hingga aku bisa membuka tabir keangkuhan seorang Choi Siwon termasuk sikap kecemburuannya pada seseorang.

 

To Be Continue…

Annyeong semuanya… maaf ff ini baru bisa muncul kelanjutannya sekarang. Aku kasihan dengan kisah yang satu ini, benar-benar terbengkalai dan ceritanya juga selambat kura-kura atau keong berjalan. Beneran aku duh nyaris malas melanjutkan ff satu ini, tapi sepertinya akan terasa tidak adil bagi readers yang mungkin ada yang menunggu kelanjutan ceritanya. Ini salah satu alasan kenapa aku kurang suka membuat cerita dengan banyak chapter, tidak seperti 2S atau 3S yang lebih simpel dan bisa cepat berakhir ceritanya sehingga aku bisa move on dengan cerita baru (ya elah…kenapa jadi curcol)

Terus… gimana cerita di chapter ini? Apakah membosankan?? Atau ada yang kaget tiba-tiba melihat karakter Choi Siwon sedikit berubah?? Apa benar Siwon sudah berubah dan menjadi dirinya yang sesungguhnya? Apa yang menyebabkannya jadi seperti itu ya?

Lalu, soal ide Yoona untuk bekerjasama dengan Baekhyun untuk membuat Siwon cemburu, apakah akan berhasil? Atau malah ada senjata makan tuan?? Jawabannya ada bagian selanjutnya…

 

NB: Thanks for uri dongsaeng (Resty dan Echa)… yang sudah meluangkan waktu untuk mem-publish ceritaku ini. Hug for You from Medan…  #hugback

Pos Berikutnya
Tinggalkan komentar

141 Komentar

  1. Wonpa nyebelin dan tpi lucu ama cemburu nya , ap yg direncanakan yoona ?
    Next min

    Balas
  2. RannySuryani

     /  Februari 3, 2014

    tamatlah riwayatmu byun baekhyun karna kau sudah membuat seorang singa cemburu😀

    Balas
  3. indah sari

     /  Februari 10, 2014

    Smakin seru aja critanya.
    Lanjuuuutt

    Balas
  4. isfa

     /  Februari 10, 2014

    cemburu nieh.. hahaha

    Balas
  5. Kim Eun Kyo

     /  Februari 22, 2014

    OMO yoongg kasian baekhyunnya

    Balas
  6. tia risjat

     /  Maret 2, 2014

    jadi ceritanya oppa mulai cemburu nich? berarti cinta donk? hahaha,,,

    Balas
  7. dede

     /  Maret 8, 2014

    cari chaptet 5nya ko engga ada yah?aduh siwon cemburu nih.yoona sm sepupunya ada2 ajah.

    Balas
  8. hanna lee

     /  Maret 13, 2014

    Wahahaha kasian baekyuh jadi sasaran:D makin seruuu next thorr:D

    Balas
  9. kasian sma baek hyun ny,, ff ny keren,, di lanjut.

    Balas
  10. Rhiiyoonah

     /  April 24, 2014

    Yoona jahil bgt sich,pke acra boongin wonppa bgtu….baekhyun jg,pke nurutin yoona sgla…aduh,mkin seru aj ni crta..

    Balas
  11. orien

     /  Juli 1, 2014

    Hahahah lucu,ksian baekhyun jadi tumbalnya yoona buat cemburui siwon

    Balas
  12. Yoona mau ngerjain siwon lagi. Takutnya siwon cemburu buta pada baekhyun

    Balas
  13. Capternya gk membosankan, bahkan ceritanya nyambung bgt author. Jln ceritanya pas bgt, hanya saja jln ceritanya masih kurang memuaskan, tapi FF nya daebak jg

    Balas
  14. Yoona bnr2 gila,ideny smua aneh,yg sbr ya woon oppa…

    Balas
  15. Dwi Sivi Fatmawati

     /  November 5, 2014

    percya aja nih wonpa kalo baekhyun kekasih yoona eonni… bkalan kebakar api cemburu nih..

    Balas
  16. nina

     /  November 14, 2014

    lanjuttttttt

    Balas
  17. Dasar Si Rusa bisa bisanya ngerjain Si Simba, awas ntar dibales lho :3.. Cuss~ Next Chapter😉

    Balas
  18. Hahaha….. Kasian banget baekhyun…. Bakalan jd sasaran kekuasaan siwon nih.
    Untuk kesekian kalinya nih FF bikin aku kayak org gila ketawa sendiri… Daebak misskangen..

    Balas
  19. Novi

     /  Februari 11, 2015

    Kasian baekhyun d jadiin tumbal…
    Kekeke..
    Penasaran hmn siwon cemburu…

    Balas
  20. My labila

     /  April 9, 2016

    pasti end tuh baekhyun.

    Balas
  21. Jaga diri mu baik2 baekhyun kau akan jd korban kemarahan Mr.Choi Siwon krn kejahilan sepupu mu Im Yoona..kkk~

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: