[Drabble] Goodbye My Love

Goodbye My Love by @uchie90  ||  Cast : Choi Siwon, Im Yoona  || Genre : Find After Reading This Story ||  Type : Drabble  || Rate : General  || Disclaimer : Cerita ini terinspirasi dari adegan terakhir dari drama ‘Stairway To Heaven’, mengenai isi cerita dan alurnya murni hasil pemikiran saya.

 

Typo(s) maafkan!!

Happy Reading

Goodbye My Love

 

 

Siwon POV

Lengkung bibirnya membentuk seulas senyuman kala ia memandang lautan lepas di sore ini. Aku tepat berada di sampingnya, menatap lekat dirinya dengan sejuta pertanyaan tentang hal apa yang ia pikirkan. Ia menikmatinya, aku yakin. Tapi wajahnya berbeda, lekuk sempurna itu seperti menyimpan lara. Aku tak akan memungkiri, karena aku mengetahui pasti apa yang terjadi pada dirinya. Apa yang membuatnya seperti ini.

 

Aku merapat, hingga tangan kami saling bersentuhan, aku sandarkan kepalanya di bahu ku. Tak ada penolakan. Perlahan ku usap rambut lurus yang menghiasi kepala cantik itu. Kami masih terdiam, seperti tahu kalau suasana ini tak boleh disia-siakan. Kebersamaan ini, yang mungkin tak akan ada kesempatan lagi seperti saat ini.

 

“Oppa…” Napasnya berat terdengar di telingaku. “Oppa tahu apa yang aku rasakan saat tahu kalau Oppa yang merawatku?” Aku menggeleng.

“Aku marah, aku sedih karena kenapa harus Oppa orangnya. Sejak awal kita menjalin hubungan itulah yang aku hindari, aku bertekat untuk melawan rasa sakit ini tapi aku tak mau kalau Oppa yang merawatku, cukup bagiku melihatmu dari jauh. Diam-diam menjadi penyemangatku.”

 

“Tapi aku kecewa saat Appa memintamu yang merawatku. Aku tak ingin terlihat lemah dihadapanmu, tak ingin menangis dihadapanmu bila merasakan sakit itu. Tapi Oppa bersikeras merawatku. Aku tak punya pilihan.”

 

“Sejak pertama bertemu denganmu, mengenalmu lebih dekat membuat aku seperti mempunyai secercah harapan. Oppa selalu berhasil membuatku lupa akan kelemahanku.” Aku mempererat pelukanku ditubuhnya. Aku ingat, saat pertama bertemu dengannya. Dia gadis lemah tapi tetap memiliki senyum yang merekah. Semua yang ada padanya membuatku ingin mengenalnya lebih dekat, dan tanpa sadar hatiku telah terebut oleh ketulusan yang ia miliki. Ia memang lemah tapi rasa yang aku punya bukanlah rasa kasihan, ini lebih dari sekedar kasihan. Lebih dalam lagi. Dan saat orangtua gadis ini memintaku menjadi dokter pribadinya, tanpa ragu-ragu aku langsung mengangguk. Aku tak tahu pasti kenapa orangtua Yoona memilihku, tapi yang jelas aku merasa senang. Berada setiap saat disampingnya, adalah keinginanku saat ini.

 

“Oppa melihatku kesakitan, dan akhirnya melihatku terkulai lemas di atas tempat tidur tanpa bisa mengerjakan apapun. Aku merasa sakit ini tak seberapa dibanding melihat raut Oppa yang melihatku sendu saat itu, aku membencinya.”

 

Yoona benar! Kala ia kesakitan, tak dapat menahan rasa sakitnya aku malah hanya memandangnya kala itu. Saat teriakannya memenuhi kamarnya, barulah aku tersadar dan langsung memberinya pertolongan.

 

Ia terkekeh geli, “Dokter Choi yang tidak profesional!” Aku ikut tertawa. “Bagaimana kalau saat itu aku tak selamat Oppa? Jangan dijawab, aku tahu Oppa pasti marah padaku karena membahasnya saat ini.” Terdengar helaan napas berat, lagi.

 

“Aku tahu Oppa mencintaiku, dan Oppa tahu juga kan kalau aku, Im Yoona juga mencintaimu?” Aku mengangguk. Yoona berusaha menegakkan kepalanya, “Oppa, aku ingin berbaring,” aku bergeser sedikit lalu membaringkan kepalanya dipangkuanku. Cahaya matahari yang sedikit demi sedikit mulai berubah menjadi merah membuat wajah yang sebenarnya pucat itu malah tampak merona.

 

“Oppa, perasaanmu tak akan hilang kan? Oppa akan tetap menyediakan tempat dihatimu untukku kan?” Aku berusaha menahan air mataku saat ia menanyakan hal itu. Aku lagi-lagi hanya bisa mengangguk, walau ia tak melihatnya tapi senyumannya menandakan ia tahu jawabanku. “Lihat Oppa. Mataharinya akan segera tenggelam, indah ya…”

 

Napas berat Yoona makin sering terdengar olehku. “Oppa aku lelah, aku mau tidur. Jangan bangunkan aku, sepertinya aku akan tidur sepanjang malam.” Aku melihat mata lentik itu mengatup perlahan. Yoona tertidur, tertidur damai dengan senyuman yang melengkung di bibirnya. Tidurnya beriringan dengan sang mentari yang juga makin menghilang dibalik laut lepas didepanku.

 

Isakan tangis ku tak tertahankan lagi. Aku menepati janjiku, tak akan menangis dihadapannya, menemaninya sampai detik terakhir dihidupnya. Kisah cinta kami yang seumur jagung ini harus berakhir sampai disini. Ia telah tenang dalam perjalannya ke sana, dan aku tak boleh meratapi kepergiannya. Hanya boleh menangis, menangisi kisah ini.

 

Selamat jalan Yoona-ya….

 

 

~FIN~

 

 

Please, don’t judge a story from the ending. Siapa yang pernah nonton Drakor jadul di atas?? Drakor yang cukup menguras airmata….

Maaf kalau feelnya gak dapet. Aku ngetik ini dalam keadaan Down (hobi banget nge-Downnya)…

Aku harapkan komentnya bagi yang udah mampir di cerita ini…

 

Cerita “Joon” lagi diusahakan secepatnya ya, karena tiba-tiba kehilangan alurnya. Moga gak berantakan tu cerita.

 

Thanks To adekku Echa (Resty lagi keluar kota kan?) Udah post cerita ini sekaligus menjadi tempat berkeluh kesah ku tentang YW , jangan bosan-bosan ya cha kkk~ #Hug #hugback kekeke sama2 kakk ({})

Pos Sebelumnya
Tinggalkan komentar

63 Komentar

  1. Merisa Hermina putri

     /  Desember 7, 2013

    Ya tuhaaaannnnn sedihh banget , PALING BENCI ada cerita kaya gini nih , yg akhirnya YOONA atau SIWON nya meninggal . Sebel banget bacanya , tapi over all keren kok thor ceritanyaaa

    Balas
  2. Udah pernah baca ini, tapi RCL lagi boleh kan?🙂
    Sedih ceritanya😦

    Balas
  3. tia risjat

     /  Desember 21, 2013

    bener kata lagu. cinta tak harus memiliki..
    hiks..hiks..

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: