[FF] Sad Marriage (Chapter 6)

Author :  Hyuna Choi / Rina

Title                 :  Sad Marriage (Part 6)

Main Cast        :

  • Choi Siwon
  •  Im YoonA

Support Cast :

  • Jina
  • Yuri
  • Tiffany
  • Kyuhyun
  • Yunho (cameo)
  • Nyonya Choi

Rating             : PG 15

Type                : Sequel

Genre              : Family, Sad, Romance, Marriage Life.

Sorry for typo and Happy Reading… mohon maaf juga bila nanti di temukan kata-kata yang kurang enak di baca.

Siwon duduk termenung di ruang kerjanya, pandangannya kosong. Sorot matanya seperti menyimpan kepedihan yang amat dalam. Fikirannya kini kembali melayang pada kejadian yang baru saja ia alami, di saat ia harus mengetahui kenyataan pahit yang selama ini berusaha ia hindari. Tapi pada kenyataannya ia tetap harus mengetahui kebenarannya, meskipun itu perih.

Siwon masih hafal betul bagaimana kata-kata menyakitkan nan tajam itu terlontar dari bibir Eommanya, Wanita yang ia hormati. Seorang Ibu yang selama ini ia harapkan cinta dan kasih sayang, nyatanya dengan tegas mengatakan bahwa ia bukan anak yang diharapkannya. Jujur saja ia sangat terpukul.

“Kau memang terlahir dari rahimku, tapi aku tidak pernah mengharapkanmu terlahir ke dunia ini.”

Siwon benar-benar shock dengan kata-kata pedas yang terlontar dengan lancar dari mulut Eommanya. Ia benar-benar tidak menyangka Ibu yang melahirkannya ke dunia ini dengan teganya mengatakan bahwa Siwon bukan anak yang di harapkan oleh wanita paruh baya itu.

“A…apa maksud Eomma?? Aku tidak mengerti?” Siwon bertanya dengan suara bergetar, sesungguhnya ia masih menyimpan setitik asa, ia masih berharap kata-kata Eommanya itu tidak serius.

“Aku tidak pernah menginginkan anak sepertimu, apa kau masih belum mengerti?” Nyonya Choi berkata sinis sambil tersenyum meremehkan.

“Wae Eomma? Apa salahku?” Siwon masih tidak mengerti apa sesungguhnya yang terjadi sehingga Ibu kandungnya sendiri tega membencinya.

“Itu..karena kau adalah anak dari pria yang tidak betanggung jawab. Ayahmu adalah seorang lelaki bejat.” Jawab Nyonya Choi dengan nada tinggi bercampur emosi, sepertinya masa lalu kelam yang berusaha di simpannya selama puluhan tahun lalu harus kembali terkuak.

Sementara itu Siwon, Yoona dan Jina terperanjat mendengar jawaban Nyonya Choi yang terkesan seperti kumpulan puzzle yang berserakan. Sulit, sangat sulit untuk mengumpukannya menjadi sebuah jawaban yang bisa di terima oleh logika.

“Aku tidak mengerti Eomma…” ujar Siwon terdengar begitu lirih, sebenarnya ia tidak sanggup mendengar lebih banyak lagi kenyataan pahit itu, namun ia berfikir memang ia harus mengetahui hal yang sebanarnya agar tidak ada lagi kejanggalan dalam hidupnya.

“Sudah cukup Ahjumma, jangan teruskan lagi…” ucap Jina dengan suara seraknya, wajar saja sedari tadi ia hanya bisa menangis.

“Aniya, lanjutkan saja Eomma. Aku harus tau yang sebenarnya.” Jawab Siwon yakin.

“Siwon-ah, kau yakin??” tanya Yoona dengan wajah khawatir, pipinya basah oleh air mata.

“Gwenchana…” Siwon tersenyum kemudian menggenggam erat tangan Yoona, mencari ketenangan disana.

“Baiklah kalau memang kau ingin tahu, aku akan menceritakannya. Meskipun aku harus menahan saki di dada ini…” Nyonya Choi menghentikan ucapannya sejenak, kemudian menarik nafasnya.

“Dulu saat Yunho berumur 3 bulan, saat itu suamiku sedang berada di Jepang untuk keperluan bisnis. Malam itu, malam yang ,penuh mala petaka untukku laki-laki bejat itu datang dan merampas kehormatanku. Hingga pada akhirnya aku mengandung bayi yang bukan darah daging suamiku.” Wanita paruh baya itu menghentikan ucapannya. Sementara Siwon sudah mulai mengerti apa yang di maksud Eommanya itu.

“Maksud Eomma, aku bukan anak kandung Aboeji?” Ya, sementara hanya itu yang terlintas di fikiran Siwon setelah mendengar cerita Eommanya.

“Kau benar, dan jika kau tanya kenapa aku membencimu? Jawabannya karena kahadiranmu membuatku merasa bersalah pada suamiku, seumur hidupku.” Sambung Nyonya Choi.

“Lalu kenapa Eomma melahirkanku, kenapa Eomma tak membunuhku saja saat itu?” lirih Siwon dengan suara bergetar hebat, sementara itu Yoona dan Jina sudah tidak kuasa lagi menahan tangisnya. Jina beranjak dari duduknya dan meninggalkan meja makan karena ia tak sanggup mendengar lebih banyak lagi kenyataan pahit itu, sementara Yoona masih bertahan di samping Siwon, menggenggam erat tangan Siwon.

“Suamiku terlalu baik, dia melarangku untuk membunuhmu. Dan sikapnya padaku sangat dingin. berbeda denganmu, dia malah menyayangimu selayanknya anak kandungnya sendiri, bukankah itu tidak adil untukku? Dia membenciku sedangkan kau di sayangi!!!” wanita paruh baya itu semakin gencar mengeluarkan kata-kata tajamnya.

“Mianhae Eomma… maaf jika kehadiranku membuatmu menderita, sungguh aku minta maaf.” Siwon tidak dapat lagi menahan kepedihan itu, tangisnya tumpah begitu saja. Ia mencoba mendekati Eommanya, berlutut di hadapannya.

“Eomma…mianhae” ucap Siwon sambil mencoba meraih tangan Nyonya Choi, namun langsung di tepis oleh wanita paruh baya itu.

“Percuma….!!! walau kau mencoba minta maaf berjuta kalipun, tidak akan sanggup merubah keadaan.”

Nynya Choi beranjak dari tempak duduknya meninggalkan Siwon yang masih berlutut, Siwon hanya mampu menatap nanar Eommanya yang berlalu meninggalkannya. Yoona membantu Siwon untuk berdiri.

“Aku tidak menyangka hidupmu seberat ini…” kata Yoona menatap Siwon sedih, namun Siwon berusaha tersenyum. Seolah mengatakan pada istrinya itu bahwa ia baik-baik saja.

“Sudah.. tidak usah menangis, aku tidak apa-apa” ucap Siwon sambil menghapus air mata di pipi Yoona.

“Tidak usah berpura-pura, kau pasti sangat terpukul aku tau itu. aku mengerti perasaanmu sekarang.”

Siwon tersenyum kembali, kemudian menarik yeoja itu dalam dekapan hangatnya.

“Aku memang terpukul, tapi aku tidak apa-apa. Yang penting aku sudah tau yang sebanarnya, jadi aku tidak penasaran lagi.”

“Ne, ada aku disini untukmu. Jadi kalau kau sedih, jangan menutupinya. Katakan padaku, aku akan membuatmu tersenyum.” Ujar Yoona tulus.

“Gomawo Yeobo, aku bangga memiliki istri sepertimu.” Siwon mengecup beberapa kali puncak kepala Yoona dengan sayang.

~

“Sajangnim…rapat sebentar lagi akan di mulai.” Suara Tiffany sang sekretaris membuat Siwon tersadar dari lamunan panjangnya.

“Ah ya, Aku akan bersiap sekarang.” Ucap Siwon kemudian langsung meninggalkan ruangannya.

Tiffany memandang Bosnya itu dengan heran “Ada apa dengannya, kemarin dia sangat ceria kenapa sekarang dia kembali murung?” tanya Tiffany pada dirinya sendiri. “Ah.. molla, Pria itu sangat misterius.” Tiffany menaikkan bahunya, kemudian ia berjalan menyusul Siwon yang sudah terlebih dahulu keluar.

o0o

Siwon POV

Saat ini aku sedang duduk di sebuah bangku di pinggir sungai Han, seorang diri. Untuk saat ini aku hanya ingin menyendiri, susanan sungai Han yang mendadak sepi pun seolah mendukung keinginanku untuk menyendiri saat ini.

Jujur saja perasaanku saat ini sedang kalut, bagaimana tidak? Aku baru saja mengetahui sebuah rahasia besar menyangkut masa laluku. Sebuah kenyataan yang sangat menyakitkan, seperti ada sebuah pisau tajam yang memaksa merobek perutku. Sakit, seperti itulah yang aku rasakan saat ini.

Mengetahui bahwa ternyata aku adalah anak haram, sungguh menyakitkan bukan? Ternyata aku bukan darah daging dari Pria yang selama ini aku anggap Ayah kandungku, Pria yang sangat menyayangiku. Bahkan aku tidak tau anak siapa aku ini, siapa lelaki bejat yang telah membuatku terlahir sebagai anak haram, siapa lelaki bejat yang membuat Eomma membenciku, Siapa dia Tuhan?

Pantas saja Eomma tidak pernah sayang padaku, jadi ini sebabnya. Aku adalah anak yang terlahir dari sebuah paksaan seorang pria bejat. Aku masih sangat ingat, ketika aku masih kecil Eomma kerap kali mengabaikanku. Eomma sama sekali tidak peduli padaku bahkan saat aku sakit sekali pun, sekarang aku tau apa penyebabnya.

Jujur saja aku sangat sedih saat mengetahui kenyataan itu, aku merasa hancur. Aku merasa jijik pada diriku sendiri, aku merasa diriku ini sangat hina. Dan sejujurnya saat ini aku sangat membutuhkan orang yang bisa ku jadikan sandaran dan tempat ku mencurahkan isi hatiku, tempat aku membagi rasa sakit ini.

Hanya Yoona yang ku punya saat ini, namun ternyata dia lebih lemah dari pada aku. Aku tidak bisa menunjukkan kelemahanku padanya, bagaimana aku bisa menguatkannya sedangkan aku sendiri lemah. Biarlah aku menanggung rasa sakit ini sendiri.

Aboeji begitu baik padaku, padahal aku ini sama sekali bukan darah dagingnya. Dia memperlakukanku sama seperti Yunho hyung, aku merasa tidak pantas sekarang. Perusahaan itu, aku sama sekali tak pantas memilikinya. Dan Yoona, harusnya ia mendapatkan namja yang lebih baik dariku, yang berasal dari keturunan terhormat, bukan anak haram sepertiku.

Tidak terasa air mata jatuh begitu saja membasahi wajahku, aku menagis. Ya, aku lemah. Aku hanya lelaki lemah yang tidak berdaya saat ini.

o0o

Aku memarkirkan mobiku di garasi rumah kami, hari sudah gelap, jam sudah menunjukkan pukul 8 malam. Aku segera turun dari mobilku, kemudian aku segera masuk kedalam rumah.

Namun, betapa terkejutnya aku saat aku melihat Eomma memarahi Yoona. Aku tidak tau apa penyebabnya, kulihat Yoona hanya menunuduk takut. Aku tidak tega melihat Yoona seperti itu, aku langsung masuk dan menghentikannya.

“Cukup Eomma!” seruku membuat Yoona dan Eomma menoleh padaku.

Aku menghampiri keduanya kemudian kutarik Yoona hingga mendekat denganku, kulihat ada air mata dipipi Yoona. Eomma mebuatnya menangis, ku hapus segera air mata itu.

“Eomma boleh membenciku, tapi ku mohon Eomma jangan limpahkan kemarahanmu pada Yoona.” Ujarku terdengar memohon. Eomma hanya diam sambil memandang kami sinis.

“Kalau ada yang patut di salahkan disini, itu aku Eomma. Yoona tidak salah, jadi ku mohon jangan membuat Yoona menagis lagi, bukankah Eomma menyayangi Yoona?”

“Aku memang menyayanginya dulu, sebelum aku tau kebusukannya. Aku muak melihat kalian berdua!” ucap Eomma tajam kemudian berlalu meninggalkan kami.

Yoona menangis lagi, ia terisak. Aku segera mendekapnya, mengusap pelan punggungnya, sebisa mungkin aku berusaha membuatnya tenang. Aku tau, kata-kat tajam yang terlontar dari mulut Eomma itu sungguh menyayat hatinya.

“Sudah… jangan menangis lagi.” Aku mengelus puncak kepalnya.

“Eomma membenciku Siwon…” Yoona menangis semakin keras, ya aku mengerti bagaimana perasaannya. Dia pasti sangat sedih karena orang yang menyayanginya tiba-tiba membencinya atas kesalahan orang lain, yaitu aku.

“Ani..eomma tidak membencimu, ia hanya terbawa emosi.. mianhae, gara-gara aku kau juga jadi kena imbasnya…mianhae…”

Aku benar-benar merasa bersalah sekarang, Eomma ikut-ikutan membenci Yoona karena aku. Padahal dulunya Eomma sangat menyayangi Yoona layaknya anaknya sendiri, tapi semuanya berubah dan aku penyebabnya, mianhae Yoona. Aku tau ini sangat berat untuk mu.

“Ini bukan salahmu, tidak seharusnya Eomma membencimu. Ini bukan kesalahanmu, setiap anak yang lahir ke dunia ini suci. Jika harus membenci, harusnya yang pantas di benci adalah laki-laki itu.” ujar Yoona membuatku terkesima, meskipun terkadang ia terlihat lemah tapi sesungguhnya hatinya itu sangat kuat. Kata-katanya itu sangat bijak menurutku.

“Dia, laki-laki bejat itu Ayahku Yoona. Pantas saja rasanya Jika Eomma membenciku, itu sangat wajar. Jika kau berada di posisi Eomma, apa yang akan kau lakukan?” entah mengapa pertanyaan itu terlontar begitu saja dari mulutku, aku hanya ingi tau apa setiap wanita akan membenci anak yang terlahir dari sebuah kesalahan.

“Aku tidak akan membenci anak itu, yang salah itu orang tuanya. Sedangkan anaknya tidak tau apa-apa jadi kenapa harus di benci, apapun yang terjadi tidak ada seorang Ibu yang pantas membenci darah dagingnya sendiri. Begitu juga jika aku yang mengalaminya.” Jawab Yoona yakin, aku kembali di buat terkesima. Aku tidak sanggup berkata apa-apa. Satu sisi aku sangat mencintai Yoona, aku ingin meyakini kata-katanya itu. tapi, di sisi lain aku masih merasa tidak pantas. Aku marasa hina, aku ini hanya anak haram. Dan kenyataan itu tidak akan pernah bisa berubah.

“Sudahlah, tidak usah di pikirkan lagi. Sebaiknya kau istirahat, aku akan mengantarmu ke kamar.”

End Siwon POV

Author POV

Sementara itu, tak jauh dari Yoona dan Siwon berada seorang Yeoja menangis mendengarkan pembicaran sepasang suami istri itu. Jina, gadis itu menatap Iba Siwon dan Yoona. Ia sama sekali tidak menyangka, kenyataan hidup mereka sangat berat.

“Tuhan, ku mohon berikan kebahagiaan untuk mereka.. mereka pantas mendapatkan kebahagiaan setelah segala hal berat yang mereka lalui.” Doa tulus terucap dari bibir tipisnya, berharap semua kesedihan itu segera berganti dengan kebahagiaan sejati.

o0o

“Tidurlah, kau terlihat sangat lelah” ucap Siwon setelah membantu Yoona berbaring di ranjang mereka. Siwon menarik selimut untuk menutupi tubuh Yoona hingga sebatas dada.

“Siwon-ah…” panggil Yoona lirih, Siwon yang akan berjalan menuju kamar mandi membalikan tubuhnya kemudian menoleh pada istrinya itu.

“Waeyo? Apa kau butuh sesuatu?” tanya Siwon, Yoona menggeleng.

“Lalu ada apa?” tanya Siwon lagi.

“Aniya… tidak ada apa-apa.” Jawab Yoona. Siwon tersenyum.

“Tidurlah, aku mandi dulu.” Siwon kemudian meneruskan langkahnya menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.

Yoona menatap kosong pintu kamar mandi yang baru saja di tutup oleh Siwon, jujur saja ia merasa kasihan pada Siwon. Siwon pasti akan mengalami hari-hari yang berat setelah ini, ah ani… bahkan mungkin dirinya pun juga akan mengalaminya. Nyonya Choi kini juga membencinya.

Yoona merasa sangat sedih saat Nyonya Choi menatapnya penuh kebencian, mata itu biasanya menatapnya penuh cinta dan kasih sayang. Namun kini, wanita paruh baya yang masih terlihat cantik itu membencinya. Padahal dulu, Nyonya Choi sudah seperti Ibu kandung bagi Yoona, namun tidak lagi untuk kini.

Yoona tak dapat menyalahkan Siwon atas kebencian Nyonya Choi padanya, karena menurutnya Suaminya itu sama sekali tidak bersalah dalam hal ini. Bagaimana mungkin seorang Ibu tega membenci anak kandungnya sendiri hanya karena kesalahan ayahnya.

Yoona hanya bisa berharap semoga suatu saat nanti pintu hati Nyonya Choi akan terbuka, dan mau menerima Siwon dan dirinya sebagai anak dan menantu. Ia sangat merindukan sebuah keluarga yang hangat, Yoona terud berusaha memupuk harapan itu. semoga Tuhan berkenan mengabulkan doanya.

Ceklek!

Suara kenop pintu yang berasal dari kamar mandi yang di buka Siwon menyadarkan Yoona dari lamunan singkatnya. Siwon keluar hanya dengan menggunakan handuk putih yang ia lilitkan di pingganngnya.

“Belum tidur?” tanya Siwon saat melihat Yoona menatapnya, Yoona menggeleng. Siwon berjalan menuju lemari kemudian mengambil setelan piyama lalu langsung ia kenakan, tak lama kemudian Siwon mendekati Yoona kemudian duduk di tepian ranjang.

“Apa yang sedang kau fikirkan?” tanya Siwon tanpa mengalihkan pandangannya dari Yoona.

“Aniya… hanya sedikit merenung.” Jawab Yoona singkat. Siwon menatap Yoona intens, dapat Siwon lihat gurat kesedihan dari wajah istrinya itu.

“Mianhae…” ucap Siwon lirih.

“Untuk apa?”

“Ini semua karena aku, Eomma tidak seharusnya membencimu. Akulah yang menyebabkan semuanya, mianhae…” ucap Siwon penuh penyesalan. Yoona bangkit dari posisi berbaringnya.

“Aku sudah pernah mengatakannya padamu, ini bukan salahmu. Jadi berhenti menyalahkan dirimu sendiri.”  Ujar Yoona pelan namun terkesan tegas, ia jadi tak suka dengan sikap Siwon yang terlihat lemah.

“Tapi aku anak haram Yoong, aku merasa tidak pantas untukmu.” Ucap Siwon lirih, Yoona menghela nafasnya.

“Tidak ada yang namanya anak haram, yang haram itu perbuatan orang tuanya. Sudahlah, aku tidak mau kau membahas masalah anak haram lagi. Dan jangan pernah lagi kau merendahkan dirimu sendiri, apapun yang terjadi kau adalah suamiku dan aku mencintaimu, tak perduli kau anak siapa. Sejak kapan Choi Siwon menjadi lemah seperti ini?”

Siwon merutuki dirinya sendiri karena kebodohannya setelah mendengar penuturan Yoona, bukankah ia sendiri sudah pernaha berjanji poada dirinya sendiri agar tidak memperlihatkan kelemahannya di hadapan Yoona? Tapi lihatlah apa yang yang telah ia lakukan.

Melihat Siwon yang terdiam sambil menunuduk, Yoona segara memeluk tubuh kekar yang kini terlihat lemah itu. siwon pun membalas pelukan itu.

“Kau harus kuat Yeobo, kini ada aku yang bergantung padamu. Jika kau lemah, kemana aku harus bersandar saat aku bersedih?”

“Mianhae Yoong, mianhae… Aku tidak akan bersikap seperti ini lagi” kata Siwon sambil memperat pelukannya.

“Yaksok???” Yoona melepaskan pelukannya kemudian menatap Siwon dengan mata yang berbinar, Siwon tersenyum melihatnya.

“Ne aku janji?” Siwon mendekatkan wajahnya kemudian mengecup bibir cherry milik Yoona.

“Kajja kita tidur, kita butuh istirahat. Besok kan hari minggu, aku akan mengajakmu jalan-jalan, otte?” kata Siwon, wajah Yoona berubah ceria.

“Jinja??” tanya Yoona memastikan, Siwon terseyum kemudian mengangguk.

“Gomawo Yeobo…”

Siwon kemudian merangkak naik keatas ranjang, berbaring di samping Yoona. Siwon menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka, tak lama kemudian keduanya telah terlelap menuju alam mimipi masing-masing.

o0o

Minggu pagi yang cerah, Siwon benar-benar menepati janjinya untuk mengajak Yoona jalan-jalan. Saat ini keduanya sedang berada di dalam mobil, Yoona masih bingung Siwon akan membawanya kemana.

“Siwon-ah, kita mau kemana sebenarnya…?”

“Lihat saja nanti…”

Setiap kali Yoona bertanya, pasti selalu itu yang menjadi jawaban dari Siwon. Yoona pun hanya bisa mengerucutkan bibirnya kesal, Siwon yang melihatnya di buat terkekeh oleh kelakuan Yoona yang seperti anak kecil yang sedang mengambek.

Beberapa lama kemudian Siwon memberhentikan mobilnya di area sebuah taman bermain, Yoona mengedarkan pandangannya ke setiap sudut area taman bermain itu.

“Kajja kita turun…” ajak Siwon.

“Kau…mengajak ku ke taman bermain?” tanya Yoona memasang wajah polosnya.

“Apa kau tidak suka?”

“Aniya…sudah lama aku ingin kesini, kajja aku sudah tidak sabar.” Jawab Yoona semangat, keduanya pun segera turun dari mobil.

“Ramai sekali….” kata Yoona saat keduanya sudah memasuki taman bermain itu, memang benar sudah ramai sekali padahal masih pagi. Maklum saja ini hari minggu, banyak orang yang memilih berlibur bersama keluarga di tempat yang penuh dengan wahana permainan.

“Gwenchana… kajja kita coba satu persatu wahana bermain yang ada disini.” Kata Siwon yang di balas anggukan oleh Yoona.

Kseduanya pun larut dalam kecerian, mencoba satu persatu wahana permainan yang ada di taman bermain itu. kebahagian jelas terpancar dari raut wajah keduanya, sejenak mereka melupakan segala permasalahan yang ada, membauang jauh-jauh rasa sedih yang membelenggu jiwa mereka. Mereka hanya ingin bahagia, tidak untuk hari ini saja tapi untuk selamanya.

“Kau lelah?” tanya Siwon ketika mereka telah selesai mencoba beberapa wahana bermain.

“Ne” jawab Yoona sambil mengatur nafasnya.

“Kita istirahat dulu, setelah itu kita pulang.” Siwon kemudian menuntun Yoona untuk duduk di sebuah bangku panjang.

“Apa kau mau makan sesuatu?” tanya Siwon.

“Emmm…” Yoona terlihat berfikir sejenak. “Aku mau eskrim..” jawab Yoona sambil mengarahkan telunjuknya pada kedai eskrim yang berada tak jauh dari tempat mereka duduk saat ini.

“Baik, aku akan belikan untukmu. Mau rasa apa?”

“Coklat saja.”

Siwon pun beranjak dari duduknya, ia berlari kecil menghampiri eskrim itu, setelah mendapatkan dua Cup eskrim rasa coklat, Siwon kembali menghampiri Yoona.

“Ini untukmu Chagi…” Siwon menyodorkan satu cup eskrim rasa coklat pada Yoona, Yoona tersenyum kemudian menerimanya dengan senang hati.

“Gomawo Yeobo…”

Siwon kemudian kembali duduk di samping Yoona, mereka menikmati eskrim masing-masing.

“Apa kau senang hari ini?” tanya Siwon menatap Yoona.

“Ne, aku sangat bahagia bersamamu hari ini. Aku ingin selalu bersamamu.” Jawab Yoona tersenyum bahagia.

“Tentu saja kita akan selalu bersama, apapun akan aku lakukan untuk kembuatmu bahagia.”

Yoona terharu mendengar perkataan suaminya, ia sungguh bangga bisa memiliki seorang suami yang tampan, berhati tulus dan penuh kasih sayang seperti Siwon. Yoona menyenderkan kepalanya di bahu Siwon.

“Gomawo…aku beruntung memilikimu.” Ujar Yoona, Siwon tersenyum kemudian mengacak pelan surai kecoklatan milik Yoona.

“Aku lebih beruntung memiliki bidadari cantik sepertimu.” Balas Siwon tak mau kalah.

“Gombal…” Yoona memukul pelan dada bidang Siwon.

“Hanya padamu Chagi…”

Tiba-tiba saja pandangan Yoona teralihkan pada sebuah keluarga kecil yang sedang bermain tak jauh dari temapt duduk mereka, Yoona tersenyum memperhatikan keluarga kecil yang bahagia itu. sepasang suami istri muda sedang bermain bersama anak laki-laki mereka yang kira-kira berumur 3 tahun, mereka nampak sangat bahagia.

Siwon mengikuti arah pandang Yoona, ia pun kemudian tersenyum.

“Chagi, apa yang sedang kau lihat?” tanya Siwon, jelas-jelas Siwon sudah tau apa yang dilihat dan dipikirkan istrinya itu. tapi Siwon masih bertanya, hanya untuk sekedar memastikan.

“Kau lihat keluarga kecil itu? aku iri pada mereka, mereka kelihatan sangat bahagia.” Jawab Yoona.

“Kau tidak perlu iri, suatu saat kita juga pasti akan mendapatkan kebahagiaan itu. memiliki keluarga kecil yang bahagia, aku akan berusaha mewujudkannya untukmu.”

“Ya aku percaya padamu.”

“Aku juga sudah tidak sabar menanti seorang melaikat kecil diantara kita.” Kata Siwon menatap Yoona intens, Yoona tersipu mendengarnya.

o0o

Sepulang dari taman bermain, Yoona dan Siwon tidak langsung pulang kerumah. Mereka berdua kini sedang berada di sebuah pusat perbelanjaan, membeli beberpa pakaian serta keperluan lainnya. Seperti janjinya Siwon ingin menjadikan hari ini sebagai hari yang membahagiakan bagi Yoona, untuk hari ini tidak ada kesedihan, yang ada hanyalah kebahagiaan.

Setelah puas berbelanja, Yoona dan Siwon kini mampir di sebuah restoran yang menyajikan aneka makanan lezat. Mereka menikmati makanan yang mereka pesan dengan lahap, sesekali mereka bercanda dan kemudian tertawa. Saling menyuapi makanan sampai saling membersihkan sisa makanan di mulut pasangan.

Kemesraan mereka tentu saja menarik perhatian para pengunjung restoran tersebut, kemesraan yang mereka tunjukkan tak ayal membaut para pengunjung iri. Tapi baik Yoona maupun Siwon tak ingin memperdulikannya, yang terpenting bagi mereka adalah kebahagiaan mereka sendiri.

Tak jauh dari tempat Siwon dan Yoona, Seorang gadis yang sedang duduk dengan seorang gadi lainnya tengah memperhatikan Yoona dan juga Siwon.

“Tiff, coba kau lihat bukankah itu Siwon sajangnim?” tanya gadis bernama Yuri pada sahabatnya Tiffany yang sedang asyik dengan ponselnya.

Mendengar nama Bos nya di sebut oleh sahabatnya, Tiffany langsung menolehkanpandangannya mengikuti arah pandang Yuri.

“Ne kau benar, itu Siwon sajangnim.” Sahut Tiffany sambil terus memperhatikan pasangan itu.

“Lalu siapa wanita itu? apa dia itu istrinya? Sepertinya itu benar istrinya, lihatlah mereka sangat romantis.” Kata Yuri seperti orang yang sedang menrka-nerka sesuatu.

Tiffany hanya diam kemudian membuang mukanya, ia terlihat tidak begitu menyukai pemandangan dihadapannya. Berbeda dengan Yuri yang justru begitu takjub dengan keromantisan yang di tunjukkan pasangan Bos nya dangan sang istri.

“Lihatlah mereka sangat mesra, aku jadi merindukan kekasihku…huh Yesung Oppa sedang menjalankan wajib Militer, aku benar-benar merindukannya” oceh Yuri.

“Aku ke toilet sebentar.” Sahut Tiffany kemudian meninggalkan Yuri sendiri.

Tiffany menatap pantulan dirinya di cermin yang ada di toilet itu, apa yang di tunjukkan Siwon dengan istrinya itu entah kenapa membuatnya jengah dan tak ingin lama-lama melihatnya.

“Bukankah mereka menikah karena sebuah kecelakaan? Tapi kenapa mereka terlihat sangat bahagia?” Ya Tuhan, ada apa denganku? Apa aku mulai menyukai Pria dingin itu?”

o0o

Jina membuka pintu utama saat mendengar bel yang berbunyi. Ternyata Siwon dan Yoona baru saja pulang saat jarum jam menunjukkan pukul 9 malam. Siwon dan Yoona tersenyum pada Jina yang memasang tampang kesal.

“Darimana saja kalian? Kenapa baru pulang larut malam begini?” Jina langsung mencecar keduanya dengan berbagai pertanyaan saat Yoona dan Siwon sudah masuk kedalam rumah, sedangkan Siwon dan Yoona hanya memasang senyum tanpa daosa.

“Siwon menajak aku jalan-jalan eonni.” Jawab Yoona.

“Yak! Kalian curang, kenapa tidak mengajakku? Kalian tau aku hampir mati bosan di rumah sendirian!” Jina mengeluarkan protesnya.

“Mana mungkin kami mengajakmu saat kemi berkencan, memangnya kau mau jadi obat nyamuk?” candan Siwon membuat Jina tambah kesal.

“Sudahlah, eonni kapan-kapan kami akan mengajakmu.” Kata Yoona.

“Aniya, Yoong aku hanya bercanda. Lagi pula aku senang kalian bisa menhabiskan waktu berdua.” Kata Jina tersenyum pada keduanya.

“Jina-ya, kau juga harus segera mencari kekasih supaya kau tidak kesepian lagi.” Usul Siwon, tapi terdengar seperti sebuah ledekan.

“Yak! Oppa…” Jina yang kesal langsung melempari Siwon dengan bantal kecil yang ada di sofa. Siwon hanya tertawa.

“Sudahlah Yeobo, jangan menggoda eonni terus.” Kata Yoona menengahi, Siwonpun berhenti tertawa.

“Mianhae Jina-ya, aku hanya bercanda. Oh iya, dimana Eomma?” tanya Siwon kemudian.

“Sudah tidur.” Jawab Yoona singkat.

o0o

Hari berganti hari tidak terasa sudah satu bulan berlalu dari semenjak terkuaknya rahasia besar yang disimpan Nyonya Choi  menyangkut masa lalu Siwon. Baik Siwon maupun Yoona telah berusaha keras untuk membuat Nyonya Choi luluh dan mau menerima mereka sebagai anak dan menantunya, namun sepertinya hanya sia-sia saja karena yang ada Nyonya Choi semakin menaruh kebencian pada keduanya. Hatinya begitu keras.

Saat Siwon tak sibuk bekerja di kantor, Yoona lah yang menjadi sasaran kemarahan wanita paruh baya itu. kata-kata kasar selalu terlontar dari mulutnya, bahkan ia pernah menampar Yoona karena sesuatu yang bukan kesalahannya. Jina berusaha membela Yoona tapi yang ada dirinya juga menjadi sasaran kemarahan sang Nyonya.

Tidak banyak yang  bisa Yoona lakukan, ia hanya bisa menangis. Tapi ia tidak mau menyampaikannya pada Siwon, karena ia tau Siwon juga memikul beban yang berat. Ia tidak mau jika Siwon harus bertengkar dengan Ibunya hanya untuk membelanya. Ia harus kuat, berharap semua kepedihan itu segera berakhir dengan bahagia. Sabar, Yoona percaya sabar itu memang pahit tapi buahnya amatlah manis.

“Nyonya sedang apa?” tanya salah satu pelayan saat melihat Yoona sedang berkutat di dapur.

“Ah..ini aku ingin membuat teh untuk Eomma.” Jawab Yoona tersenyum pada pelayan itu.

“Biar saya saja Nyonya.” Tawar pelayan itu.

“Ani, aku bisa sendiri. Lagi pula sudah selesai.” Tolak Yoona halus, pelayang itu mengangguk kemudian membungkukkan badannya sebelum meninggalkan Yoona di dapur.

Yoona membawakan secangkir teh yang sudah di buatkannya untuk Nyonya Choi yang sedang duduk di Sofa sambil membaca sebauh majalah. Nyonya Choi memndang sinis Yoona yang tersenyum padanya.

“Eomma, ini aku buatkan teh untuk Eomma.” Kata Yoona sambil menaruh cangkir teh itu di meja.

Nyonya Choi meletakkan mejalah yang ia baca, kemudian mengambil teh yang di buatkan Yoona. Yoona tersenyum melihatnya, namun sedtik kemudian Nyonya Choi membanting cangkir itu hingga pecah membuat Yoona terlonjak kaget. Lututnya bergetar, Yoona di landa ketakutan saat melihat tatapan tajam penuh kebencian mertuanya itu.

“Kau pikir kau bisa mengambil hatiku setelah apa yang kau perbuat huh?” Bentak Nyonya Choi membuat Yoona semakin takut, wajahnya berubah pucat pasi.

“Eomma…maafkan aku, aku sama sekali tidak bermaksud seperti itu.” Yoona mencoba membela diri dengan sisa keberaniaan yang ada.

“Cih…kau tidak perlu membela diri, aku sudah tau semua kebusukanmu. Kau tidak usah sok peduli padaku, Apapun yang kau buat tidak akan merubah pandanganku padamu, di matamu kau wanita rendahan.”

Ucapan Nyonya Choi membuat Yoona tertohok, bagai sembilu yang mengiris ulu hatinya. Yoona hanya bisa menangis, ia tidak tau harus menjawab apa lagi. Karena ia tau semakin ia membela diri, semakin Nyonya Choi mengeluarkan kata-kata yang lebih menyakitkan lagi.

“Ajhumma apa yang kau katakan, kenapa Ajhumma selalu membentak Yoona? Kasihan dia.” Sahut Jina yang baru saja datang karena mendengar keributan yang di ciptakan Bibinya.

“Tidak usah ikut campur Jina.” Sergah Nyonya Choi.

“Kenapa kau menangis huh? Apa kau sudah menyesal sekarang? Kau mengkhianati Yunho dan berpalingpada anak haram itu.” kata Nyonya Choi dengan nada tinggi dan sarat akan emosi.

“Eomma Siwon bukan anak haram.” Kata Yoona dengan suara bergetar karena ia menangis. Yoona rela jika dirinya di rendahkan tapi ia tak bisa diam saja jika Siwon di rendahkan apa lagi oleh Ibu kandungnya sendiri.

“Lalu harus ku sebut apa anak dari namja brengsek itu, huh?” Nyonya Choi yang tak lagi dapat mengontrol emosinya langsung menjambak rambut Yoona, Yoona meringis kesakitan dan terus menangis.

“Ajhumma apa yang kau lakukan? Lepaskan Yoona Ahjumma!” Jina berusaha melerai, namun Sia-sia.

“Ini untuk pengkhianatanmu pada Yunho.” Ujar Nyonya Choi yang semakin kasar menjambak rambut Yoona.

“Eomma sakit… maafkan aku Eomma.” Yoona memohon sambil terus meringis kesakitan.

“Hatiku lebih sakit dari pada ini, dan aku tidak akan pernah memaafkanmu.”

“Lepaskan Yoona Eomma!” suara berat itu menghentikan aksi Nyonya Choi.

Di depan pintu, Siwon berdiri dengan pandangan yang sulit diartiakan. Wajahnya memerah, tangannya terkepal menahan amarah yang mungkin saja akan meledak jika ia tidak kuasa mengendalikannya. Siwon berjalan mendekat.

“Apa yang sudah Eomma lakukan pada Yoona benar-benar keterlaluan!” siwon masih berusaha mengendalikan emosinya, ia mendekati Yoona yang masih menangis kemudian mendekap erta tubuh rapuh itu.

“Aku sudah pernah mengatakan padamu Nyonya Choi yang terhormat, jika kau marah lampiaskan saja padaku. Aku masih bisa terima jika kau membentakku dengan kata-kata kasar, tapi aku tidak akan diam saja jika kau kasar pada istriku. Apa lagi kau sampai menyakitinya seperti tadi.” Ujar Siwon, unntuk pertama kali dalam hidupnya Siwon berkata dengan nada tinggi pada wanita yang telah melahirkannya itu.

“Lalu kau mau apa? Dia tidak jauh beda denganmu, dia wanita rendahan!” kata Nyonya Choi tak mau kalah.

“Tak sadarkah kau Nyonya Choi? Perbuatanmu ini lebih rendah dari pada binatang. Binatang buas saja bisa mencintai anaknya, tapi kau seorang manusia, diaman hati nuranimu?” hilang sudah kesabaran Siwon, sudah cukup selama ini ia bersabar. Sekarang sudah tidak ada gunanya lagi ia bersabar, setelah apa yang dilakukan Ibunya pada Yoona di depannya.

“Asal kau tau saja, aku tidak butuh anak haram sepertimu!”

“Ya, aku juga tidak butuh Ibu yang tidak punya hati sepertimu. Selama ini aku mencoba bersabar, aku tetap menyayangimu meski kau tak menganggapku, tapi ternyata semuanya sia-sia. Hatimu terbuat dari apa Nyonya Choi?”
siwon menitikan air mata kepedihannya, sesungguhnya ia tidak sanggup melontarkan kata-kata itu pada Ibunya. Tapi ia sudah tidak dapat menahannya lagi, Yoona pun masih menangis tersedu di pelukan Siwon.

“Yoong, kau tidak usah menangis lagi. Kalau kita tidak bisa mendapatkan kebahagiaan di rumah ini, kita akan mencarinya di tempat lain. Kita keluar dari rumah ini.” Siwon menuntun Yoona kekamar mereka.

“Apa yang sudah Ahjumma lakukan!” pekik Jina sambil menangis. Nyonya Choi hanya bisa terdiam.

“Kau benar-benar Ibu yang kejam.” Sambung Jina. Terdengar nada sedih dan juga kecewa.

o0o

“Siwon-ah, kiat benar-benar akan pergi dari rumah ini?” tanya Yoona, melihat Siwon yang sibuk memasukkan pekaian mereka dalam sebuah koper besar.

“Tidak ada gunanya lagi kita bertahan di rumah ini Yoong, Apa yang sudah dilakukan Eomma padmu itu sudah di luar batas.” Jawab Siwon tanpa memandang Yoona yang duduk di pinggiran ranjang.

“Mianhae Yeobo, gara-gara aku kau jadi bertengkar dengan Eomma.” Kata Yoona merasa bersalah, jujur saja ini pertama kalinya Yoona melihat Siwon begitu marah.

“Kau tidak salah, Eomma yang keterlaluan. Lagi pula hubunganku dengan Eomma memamng tidak pernah membaikkan?”

Yoona terdiam, sungguh ia tidak pernah menginginkan ini semua terjadi.

“Lalu kita akan kemana?” tanya Yoona lagi.

“Kita akan tinggal di apartemenku yang dulu. Awalnya aku berniat menjualnya, tapi untung saja aku urungkan niat itu. jadi sekarang kita bisa menempatinya. Kajja” Siwon menarik tangan Yoona mengikutinya.

Siwon dan Yoona menggandeng Yoona turun dari lantai dua, di tangan kirinya ia menarik sebuah koper besar. Jina menghampirinya dengan raut wajah sedih.

“Oppa ku mohon kalian jangan pergi…” lirih Jina memohon, ia tidak ingin Siwon dan Yoona pergi.

“Kami harus pergi, Jina-ya. Tidak ada yang bisa kami lakukan lagi disini.” Jawab Siwon.

“Mianhae Eonni…” Yoona memeluk Jina, kedua nya menangis bersama.

“Jaga diri kalian baik-baik, Oppa jaga Yoona.” Ujar Jina setelah melepas pelukannya. Siwon mengangguk.

Siwon menoleh pada Nyonya Choi yang duduk di Sofa.

“Kami akan pergi Eomma, ku harap setelah ini kau hidup dengan baik, karena kau tidak perlu lagi membuang waktumu untuk membenci kami. Dan satu lagi, aku mengundurkan diri dari perusahaan. Saham milik Yunho hyung aku kembalikan dan saham milikku akan aku jual. Selamat tinggal.”

Nyonya Choi hanya diam tak menyahut satu katapun Ucapan Siwon. Siwon dan Yoona pun akhirnya keluar dari istana yang bagaikan neraka itu. mereka berharap bisa menemukan kebahagiaan setelah ini.

To Be Countinue…

Semua rahasia telah terkuak… bagi yang betul tebakannya, selamat deh ya… author gak bisa ngomomg apa-apa lagi nih. Pokoknya terimakasih aja buat semaunya…

Iklan
Tinggalkan komentar

140 Komentar

  1. aigoo wonppa emg daebak,,,bner” gentle,,,critanya makin mnarik ja

    Balas
  2. hana

     /  September 16, 2013

    Huwaaa hiks bisa bisanya NY,CHOI yg terhormat menjambak eonnie ku.. Aishhhhh menyebalkan

    Balas
  3. Merisa Hermina putri

     /  Desember 27, 2013

    Nah gitu donk !! Siwon harus tegas , Harus bisa ambil keputusaaannnn .. BAGUS ceritanyaaa

    Balas
  4. ibunya siwon keterlaluan…
    huft…bikin greget…

    Balas
  5. tia risjat

     /  Januari 20, 2014

    aduh.. tu eomma2 kenapa sich? udah anak tinggal 1 juga. ga bisa ya dia nerima siwon? udah 27 tahun yang lalu kali. kurang berbakti apa coba siwon sama dia?

    Balas
  6. ayu dian pratiwi

     /  Januari 31, 2014

    Ceritanya makin bikin penasaran ni

    Balas
  7. wulandari

     /  Maret 24, 2014

    Lanjut lagi ahk tissu nya udah bnyak nih dilantai

    Balas
  8. any

     /  April 24, 2014

    Tandukku udah keluar nih, habisnya sebel banget sama eommanya siwon. Emang sih anak itu g boleh kasar sama orang tua tapi kalo udah keteelaluan gitu masak anaknya juga yg harus disalahkan kalo harus ambil sikap….hmmm

    Balas
  9. Cha'chaicha

     /  Mei 27, 2014

    makin seru, mga fany ga jdi org ketiga..

    Balas
  10. Ana29

     /  Juli 14, 2014

    GENTLEMAN! 😀 Biar sih nenek Choi nyadar. Gapapa oppa, aku merestui kepergian kalian :C hiks hiks *plakk/apaansih?/LOL

    Balas
  11. Deer Yayu

     /  Juli 30, 2014

    nah gitu dong oppa lawan si Ny.Choinya udah kelewatan dia kasarnya
    next chapter

    Balas
  12. Ceritanya bikin geregetan

    Balas
  13. octavianii

     /  September 8, 2014

    gitu dong wonpa yang tegas 😀

    Balas
  14. yanthy

     /  Desember 10, 2014

    ny.choi jahat…..kasian siwon oppa ma yoona eon…ap ad ibu mcm itu ddunia ini….huhhhh ngg hbis pikir

    Balas
  15. isna

     /  Juni 1, 2015

    Harusnya itu yg siwon lakukan dari dulu..

    Balas
  16. zubaidah

     /  Juni 9, 2015

    Sebenernya hati eomma siwon tuh terbuat dari apa sih, masa gk ada rasa iba sama sekali, lagian kan itu bukan kemauan siwon
    Terlahir dari hasil perkosaan..
    Knpa dia sampai sebenci itu..

    Balas
  17. paris

     /  Desember 7, 2015

    Udah tinggalin aja itu Eomma siwon, supaya sendirian ngga ada yang nemenin, biar tau rsa tuh, aku kesel banget sama dia, dia itu hti nya terbuat dari apa sih tega banget sam siwon sama yoona 😦
    Siwon oppa yang sabar yah suatu saat kalian bakaln menemukan bkebhgiaan yang sebenarnyaaa 🙂

    Balas
  18. ayana

     /  Maret 19, 2016

    apalagi ini, siwon bukan anak tuan choi. author daebank.,

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: