[FF] Hate To Love (chapter 2)

Tittle : Hate To Love

Write by : Adiknya Yoona

Cast : choi siwon ❤ im yoonah , dll

Genre : romance , dll

Rating : umun

Type : chapter.

 

Hallo ? semua admin dan member YWK ? saya bawa kelanjutan epep Hate To Love. Walaupun respon  yang diberikan sedikit mengecewakan , tapi saya berusaha untuk tidak mengecewakan . sebelumnya terimakasih buat yang sudah meluangkan waktu untuk membaca. saya juga yakin ada siders di epep saya , tapi gak papalah namanya juga dunia per’epep’an yang tak akan lengkap tanpa adanya siders . saya menghargai semuanya termasuk siders walaupun siders tidak menghargai saya J hahahah *keep calm and stay write

Oh ya , sepertinya epep ini ngak jadi twoshoot 😀 *oke gw labil -_- karena kalau 2S bakal panjang banget. Jadi kayaknya aku buat sequel deh, paling cuman 4 chapter. Giman ? sebelumnya aku juga minta maaf karena perubahan type cerita ? semoga kalian tetap terhibur dengan cerita yang kuberikan J.

 

Typo bertebaran

kata sulit dipahami

dan

cerita sulit dimengerti

HAPPY READING…

(jangan ada plagiator dan siders diantara kita)

 

~~~

“baiklah , aku akan menjadi pembantu mu selama satu minggu bagaimana ?”kata yoona menawarkan diri. Terlihat wajah kaget tergambar di mimik muka siwon. Nampaknya siwon sedang berpikir untuk memberikan jawaban. Akhirnya dengan sedikit ragu , siwon menerima tawaran yoona.

“oke , jika itu keinginanmu.” Jawab siwon lalu menyuruh yoona untuk segera keluar dari ruangannya. Dan yoona pun segera keluar tak lupa sambil membungkuk tanda mengerti.

Yuri yang sedari tadi menunggu dan mencoba mengintip percakapan yoona dan siwon dari balik pintu sangat cemas dan was-was dengan keadaan yoona. Yuri sangat mengkhawatirkan sahabat karibnya itu , ia takut jika syarat yang diberikan siwon akan menambah beban dipundak yoona .

“krekk”

Suara decitan pintu membuat tubuh yuri terpental  dan tersungkur dilantai tak kala pintu jati berwarna cokelat tua itu terbuka. Yoona yang melihat yuri tersungkur dengan keadaan tubuh yang terlentang  langsung saja meledakkan tawanya yang selama ini hilang. Yuri yang mengetauhi bahwa sekarang dirinya sedang ditertawakan oleh yoona , ia merasa senang dan lega . akhirnya sahabatnya itu dapat tertawa kembali walupun nantinya yoona akan berubah murung lagi.

“hei rusa ? bantu aku berdiri !!” perintah yuri kepada yoona yang masih asyik dengan tertawanya . bukannya membantu , eh yoona malah nyelonong pergi dan berlalu meninggalkan yuri dalam keadaan yang sama yaitu masih tertawa.

“dasar ! awas saja , aku tak akan membantu mu lagi . rusa jelek !” ancam yuri saat mengetauhi bahwa yoona berlalu meninggalkannya tanpa memberi bantuan apapun. Yoona yang tadinya akan pergi , seketika saja langkahnya terhenti dan berbalik menatap yuri.

“maaf yuri-ya ! aku akan menemui direktur choi lagi , ada sesuatu yang ingin aku tanyakan kepadanya. Nanti setelah urusan ku selesai , aku akan membantumu ! jadi tetaplah dalam posisi seperti itu.” Kata yoona saat melewati yuri dan yoona kembali meledakkan tawa aligator miliknya. Sedangkan yuri hanya mendengus kesal tak percaya dengan ucapan yoona baru saja.

Yuri membelakkan matanya saat ada uluran tangan mencoba membantunya berdiri. Ia gugup saat meraih tangan kekar itu. Ia tahu siapa pemilik tangan ini . dan dengan sedikit rasa cangung , pria pemilik tangan kekar itu menarik tangan yuri . bukannya berhasil , pria itu juga ikut terungkur dan terjatuh di atas tubuh yuri.

Tubuh keduanya menegang . bibir mereka bersentuhan satu sama lain. Cukup lama situasi ini sampai deringan suara dari arah handphone yuri berbunyi. Kim jae hyuk bangun dari posisinya yang menindih tubuh yuri. Begitu pula dengan yuri yang mencoba beridiri dengan tangan dan kakinya sendiri.

 

~~~

 

Tangan yoona kembali mengetuk pintu jati dengan papan nama ‘direktur choi’ itu. Ia menunggu sebuah suara untuk memperbolehkannya masuk. Hanya butuh waktu sebentar suara yang yoona tunggu berbunyi juga. Langsung saja yoona memutar knop pintu itu dan berjalan pelan memasukinya.

Yoona berdiri tepat didepan meja siwon. Pandangannya ia arahkan ke sekeliling ruangan , untuk memastikan tak ada orang lain didalam ruangan itu kecuali dia dan siwon. setelah dirasa aman , kini pandangannya beralih menatap siwon.

“apa yang harus ku lakukan?” tanya yoona kepada siwon begitu saja. Siwon pun menjadi bingung dibuatnya. Ia tak tahu apa maksud dari ucapan yoona.

“apa maksudmu ?”

“maksudku , apa yang harus ku lakukan saat menjadi pembantumu ?” ulang yoona kembali. Sejujurnya yoona masih bingung dengan apa yang harus ia lakukan dengan persyaratan yang ia ajukan sendiri. Siwon yang mendengar maksud ucapan yoona , benar-benar tak percaya dengan wanita didepannya ini. ‘sebodoh inikah dia?’ batin siwon seraya tersenyum kecil.

“yak!! Direktur ? apa yang harus ku lakukan untukmu.” Yoona merasa terabaikan oleh siwon. Karena siwon tak menjawab pertanyaannya sedari tadi.

“masa kau tidak tahu ?” tanya siwon yang mendapat sebuah anggukan dari yoona. ‘plakkk’ siwon menepuk dahinya sendiri .”yang harus kau lakukan adalah …..” lanjut siwon menggantung . ia kembali berfikir tugas apa yang harus dilakukan oleh yoona untuknya.

“yang harus kau lakukan adalah membersihkan rumahku , mencuci bajuku , membuatkanku sarapan dan tinggal dirumahku.” Entah mengapa jawabn itu yang terlontar dari dalam mulut siwon. Memang begitukah tugas seorang pembantu ?

“haruskah aku tinggal dirumahmu ?” tanya yoona tak yakin . ia sungguh tak keberatan dengan apa yang dikatakan siwon baru saja , namun satu tugas yang membuatnya tak enak yaitu haruskah dia tinggal di rumah siwon ?

“harus ! mana mungkin seorang pembantu akan tinggal di rumah nya sendiri.” Jawab siwon asal . sebenarnya siwon tak terlalu terobsesi dengan syarat yang diberikan oleh yoona. Karena niatnya untuk mengerjai yoona menjadi kacau balau.

“baiklah , jika itu maumu.” Jawab yoona lalu pamit undur diri dari hadapan siwon.

“eh, tunggu yoona-ssi !” cegah siwon saat yoona akan keluar dari ruangannya.

“ada apa direktur ?”

“tidak apa-apa ! pergilah” lidah siwon seakan kelu saat akan menggatakan kalau yoona tak usah tinggal dirumahnya.

Sepenginggalan yoona dari ruanggannya . pikiran siwon jadi tak terfokuskan lagi dengan pekerjaannya . tangannya serasa kaku saat menyentuh tumpukan berkas-berkas itu. Pikirannya pun sama , kaku juga .

Satu jam lebih siwon tak menggerjakan apapun. Tuga-tugasnya pun begitu mudah ia abaikan karena pikiran dan tubuhnya kompak tak mau diajak bekerja sama. Diliriknya jam silver yang melilit tangan kanannya itu. Di jam keluaran terbatas itu jarum jamnya sudah menunjukan pukul 12.00 waktu korea . itu tanda nya waktu untuk beristirahat. Padahal sejak tadi yang dilakukan siwon hanya beristirahat juga.

Hari ini siwon aneh sekali, tak biasanya ia pergi ke kantin kantor. Sekeratarisnya pun juga dibuat bingung dengan atasannya ini. Bahkan siwon juga ikut memasan makanan dan minuman disana. Sederet pertanyaan pun langsung menghinggapi kim jae hyuk. Dan jujur saja jae hyuk sendiri juga malas untuk meanyakannya.

Mereka berdua duduk di ujung sudut kantin kantor. Para pegawai yang melihat siwon dibuat heran dengan atasannya itu. Jarang sekali bahkan tak pernah mereka melihat siwon datang ataupun makan dikantin kantor. Yah , kalian tahu lah . namanya juga seorang atasan mana mau berbaur dengan bawahannya .

Suasana kantin yang tadinnya hening karena ada atasan mereka , kini telah kembali ramai . atmosfir udara didalamnya juga dipenuhi dengan berbagai canda tawa ataupun obrolan-obrolan ringan dari para pegawai.

Terlihat yoona dan yuri tengah mencari bangku yang kosong. Mereka berdua memutarkan pandangan mereka ke penjuru ruangan kantin. Namun hasil yang mereka dapat nihil. Tak ada satupun bangku yang kosong. Dengan terpaksa kedua orang ini pun meninggalkan kantin yang sudah ramai dan penuh. Hingga sebuah suara membatalkan niat mereka.

“im yoona !!!” teriak seseorang yang ditunjukan kepada yoona yang baru saja akan keluar dari ruang kantin. Yoona membalikan tubuhnya dan mencari seseorang yan tadi memanggilnya. Dilihatnya sebuah lambaian tangan dari seseorang . yoona rasa lambaian tangan itu untuknya.

Yoona merangkul pundak yuri untuk berjalan mendekati orang tersebut. Awalnya yuri menolak ajakan yoona namun gaya aegyo yoona yang terkesan manja berhasil meluluhkannya.

“lihatlah , disini juga penuh !” kata yuri kesal saat mereka berdua sampai di meja nomor 79 yang ditempati oleh kyuhyun dan beberapa temannya.

“siapa bilang ? disini masih tersisa satu kursi .” tukas yoona lalu duduk dikursi yang kosong.

“lalu aku ?” tanya yuri sambil menunjuk dirinya sendiri dengan jari tanggannya.

“kita duduk berdua.” Jawab yoona enteng.

“tidak mau ! lebih baik aku pergi saja.” Yuri berjalan keluar dan meninggalkan yoona yang sedang memasan makanan , namun tangannya dicekal oleh tangan yoona agar tak pergi.

“baiklah , kita pergi bersama saja.” Kata yoona seraya bangit dari kursi yang tadi ia duduki.

“kau tak jadi makan yoong ?” tanya kyuhyun yang terlihat asyik dengan psp di tanggannya tanpa melihat ke arah yoona.

“tidak jadi kyuhyun-ssi. Terimakasih .” balas yoona tersenyum , lalu berjalan keluar bersama yuri . namun langkahnya kini benar-benar harus terhenti saat sebuah suara menyuruhnya untuk duduk dibangku orang tersebut.

“duduklah disini.” Siwon merubah duduknya bersebelahan dengan jae hyuk , sekertarisnya. Yoona terkejut dengan hal tersebut, awalnya yoona akan menolak namun sahabatnya sudah terlanjur duduk dan memilih-milih menu makanan.

“terimakasih.” Kata yoona berterimakasih kepada siwon karena sudah memberinya tempat duduk.

Setelah duduk dan memesan makanan , suasana dimeja yang yoona dan yuri tempati menjadi hening . padahal sekitar mereka penuh dengan obrolan-obrolan seru yang sepertinya tidak boleh dilewatkan. Namun obrolan itu tak terjadi dimeja yoona yang semua nya diam membisu dengan pikiran masing-masing.

“yoona-ya , aku minta lagu mary you milikmu.” Suara yuri memecah keheningan di antara mereka berempat .

“marry you ? Bruno mars?” tanya yoona seraya menggambil smartphone dari balik saku celananya.

“siapa lagi ?”

“ku kira marry you milik Eminem.” Balas yoona sambil mencari lagu yang dimaksud yuri.

“memangnya ada ?” tanya yuri penasaran pasalnya baru kali ini ia mendengar bahwa eminem mempunyai lagu yang berjudul marry you.

“tidak ada sih . hehehe” canda yoona denga tawa garingnya yang mendapat jitakkan dari yuri.

“hei ! kalian berdua mengapa hanya memandang kami aneh seperti ini ? memang ada yang salah ?” yoona mendongkakan kepalanya menatap dua pria didepannya yang masih betah diam membisu.

“tidak ! eh, yoona-ssi . aku juga minta lagu itu ya !” kata jae hyuk lalu meraih smartphone didepannya.

“aku juga.” Siwon juga ikut memintaanya.

“oke , tapi bayar ya ? satu lagu 10 ribu !” canda yoona diikuti tatapan maut dari kedua pria didepannya.

“ya ya , aku hanya bercanda !” yoona bergeridik ngeri saat mendapat tatapan tajam dari dua pria tersebut , ternyata canda’annya berbuah tatapan maut.

Jam istirahat kali ini dilewati mereka dengan cada tawa dan obrolan .tak ada lagi keheningan dan kebisuan diantara mereka setelah semuanya cair oleh suara yuri yang memecahnya.

 

~~~

 

Yoona pov.

Ku rapikan beberapa pakaian dan barang-barangku . dengan teliti dan halus aku memasukannya satu-satu kedalam tas ransel milik adik ku. Aku tak mungkin membawa semua pakaian ku ke sana , aku hanya tinggal seminggu saja. Setelah itu aku akan kembali ke kamar kecil ini dan tinggal bersama kedua adik dan ayahku lagi.

Sejujurnya aku masih heran dengan diriku sendiri. Mengapa kemarin aku malah memberinya tawaran padahal sudah jelas ia tak mempermasalhkannya lagi. Sunggu bodoh aku waktu itu , aku benar-benar kalut dengan permasalahan diriku , sampai akhirnya aku menawarinya agar aku memnjadi pembantunya. Benar-benar aneh , tapi mau bagaimana lagi ? nasi sudah terlanjur basi dan waktu tak akan mungkin  bisa ku ulang lagi.

Hari ini aku akan pergi kerumah choi siwon, aku akan bekerja disana. Sebelumnya , aku telah berpamitan kepada keluarga ku , namun aku tak mengatakan yang sesunguhnya. Aku berbohong kepada mereka bahwa aku ada tugas diluar kota selama satu minggu , dan merekapun percaya. “aku akan kembali seminggu lagi , jaga diri kalian dan appa ya ? jika kalian lapar mintalah pada bibi lee , besok aku akn membayarnya.” Kataku kemarin malam kepada kedua adikku yang sebenarnya tak ingin jika aku harus pergi.

Aku berjalan pelan menyusuri beberapa kompleks perumahan elit dikawasan chongdamdong. Mataku menatap takjub rumah dengan taman dan air mancur disetiap unitnya. Tak seperti rumahku , yang sewaktu-waktu dapat rubuh karena badai.

Langkahku terhenti ketika melihat rumah dengan nomor 307 tertulis didindingnya. Ku cek lagi alamatnya , dan ternyata benar. Saat aku akan menuju pintu dan memencet bel , tiba-tiba suara gongongan anjing mengagetkanku. Jujur saja aku ini takut dengan anjing. Aku takut dengan giginya yang tajam dan suara gongongannya yang membuat bulu kudukku berdiri ketakutan.

Tas yang sedari tadi ku jinjing , ku hempaskan begitu saja ke segala arah. Tubuhku langsung bergetar hebat. Gongongan anjing itu sungguh membuatku syok. Bagaimana ini ? apa aku harus lari ? nanti anjing itu malah mengejarku dan merobek celana ku , lalu memakan kakiku ! andweee.

Aku masih saja diam ketakutan hingga suara decitan pintu membuatku lega. Aku langsung berlari menuju kedalam rumah. Sang pemilik pun hanya dapat diam saat aku langsung nyelonong masuk kedalam rumahnya.

Ku dudukan diriku di sofa panjangnya . nafas ku naik turun tak karuan. Sekarang ini aku sedang mencoba untuk menenangkan diriku dari kejadian tadi. Siwon menghampiriku sambil membawa tas yang tadi ku lempar asal. Di juga mengambilkan ku air untuk menenangkan ku.

“terimakasih.” Kataku saat siwon memberiku minum.

“apa kau baik-baik saja?” kulihat matanya memancarkan raut kekhawatiran tentang diriku. Kubalas pertanyaanya dengan sebuah angukkan dan senyum yang seakan dibuat-buat.

“kau takut dengan anjing ?” tanyanya lagi , dan aku hanya mengganguk mengiyakan.

“aneh sekali !” gumamnya , sepertinya perkataannya itu menjurus kepadaku.

“siapa yang aneh? Aku?” tanyaku tak suka.

“mungkin.”

“sudahlah ! oh ya , cepat buatkan aku sarapan. Aku sudah sangat lapar.” Lanjut siwon . ia langsung saja menyuruhku , ia tak seikitpun menyuruhku untuk menaruh barang ku dikamar .

“kau tak menyuruhku untuk menaruh barangku dikamar ?” tanyaku saat ia akan berlalu dari hadapanku.

“kamar apa maksutmu ? kau kan hanya seminggu disini. Tidurlah di sofa saja.” Jawabnya acuh. Aku bingung dengannya , baru kemarin kami saling mengobrol dikantin , dan sekarang sifat kembali seperti kemarin.

“bilang saja , kau inggin melihatku tidur.” Yak , im yoona . apa yang kau katakana. Untung saja siwon tak mengubrisnya , sepertinya ia tak mendengar ucapanku tadi. “Lega , lega.” Ucapku seraya mengelus dada.

~~~

Hari pertama bekerja disini , dengannya . tak begitu berat . aku juga tak keberatan kalau aku harus tidur di sofanya . sofanya pun juga terlihat empuk jika ku tiduri. hanya saja sambutan anjing tadi pagi sungguh membuatku syok sampai saat ini. Aku masih takut jika harus keluar rumah tanpa ditemani olehnya. Sepertinya aku adalah pembantu paling manja didunia ini , bayangkan saja keluar rumah pun aku harus diantar olehnya.Biarlah , toh siwon juga tak peduli.

Untung saja hari ini hari minggu , jadi aku tak perlu bekerja dan dapat melaksanakan tugas ku dengan baik dirumahnya. Setelah membuatkannya sarapan dan membereskannya. Aku melanjutkan tugasku lagi. Ku kelilingi rumah ini , satu tujuan ku yaitu mencari sapu. Namun satu sapu pun tak berada dirumah ini.

Siwon yang melihatku hanya mondar-mandir tak karuan , lalu menegurku. “yoona-ssi.” Tegurnya .

“siwon-ssi , apa dirumahmu tak ada sapu ?” tanyaku masih mondar mandir dan berjongkok dibawah meja , berharap ada sebatang sapu tersembunyi dibawahnya

“ck ! ini tahun 2013 yoona-ssi. Aku tak punya sapu.” Jawabnya lalu mengalihkan pandangannya kembali kea rah Koran.

“kau tak punya sapu ? katanya kau orang kaya ? sapu pun kau tak punya ? kau juga seorang direktur bukan?” kataku tak percaya. Aku berkacak pinggang menatpnya. Haruskah aku menyapu rumahnya dengan kuas ?

“kau ini polos atau bodoh sih ?” siwon berdiri dari duduknya dan berjalan menuju pintu disudut ruangan. Ia membuka lemari tersebut dan menggambil sebuah tabung lalu menyerahkannya padaku.

“ini apa?”

“ini pembersih debu , bodoh !” katanya seraya mengacak rambutku pelan. Entah mengapa saat ia mengacak pelan rambutku , tubuhku menjadi tegang dan jantungku pun berdetak abnormal tak seperti biasanya , aku seperti ini.

“pembersih debu ? apa itu ?”

“hahahaha , kau tak tahu ? sekarang ku tanya ! kau masuk keperusahhan melalui jalur apa ?” tanyanya menatapku.

“jalur tes.”

“tak mungkin ! tes di perusahaan Hyundai itu terkenal sangat berat dan rumit. Bagaimana kau bisa lolos?” tanyanya lagi .

“benar ya ! aku masuk lewat jalur tes.” Jawabku mulai kesal. Aku pun memegang penyedot debu itu dan menekan tombol paling besar diantara tombol lainnya.

“ya , ya , ya !! bagaiman cara menggunakannya ?” kataku kencang seperti berteriak , karena udara yang keluar dari alat ini menggakibatkan tubuhku tak seimbang dan akhirnya aku pun terjatuh. Eh tidak jadi, aku tidak jadi terjatuh. Tanggan siwon menahan ku dan… mata kami saling bertemu.

Aku malu mengatakannya , karena baru kali ini aku bertatapan seperti ini dengan seorang pria. Karena selama ini aku belum pernah menjalin suatu hubungan yang lebih dari sebuah hubungan hubungan teman.

Lama kami dalam posisi seperti ini , posisi menatap satu sama lain. Dengan ragu aku memajukkan tubuhku agar aku dapat berdiri kembali. Namun apa yang terjadi ? justru bibir kami saling bersentuhan. Aku kaget , dan sontak aku melepaskannya.

Kulirik wajahnya , siwon sepertinya masih syok dengan apa yang terjadi tadi. Ya , tuhan. Aku sungguh khilaf . Mohon ampuni aku , aku tak bermaksud untuk menciumnya. Ku pegag bibir ranumku. Kugigit pelan , dan aku merasa sakit . ternyata aku tak bermimipi.

Aku segera bergegas pergi dari kondisi yang tak pernah kubayangkan sebelumnya . ia pun juga . ia lansung pergi menuju kamar tidurnya. Dan aku melanjutkan pekerjaanku. Yang tertunda akibat adegan tadi.

Yoona pov end

~~~

 

Siwon pov

Astaga ? apa yang terjadi padaku dan yoona. Mata kami saling bertatapan bahkan bibir kami juga saling menempel satu sama lain. Sungguh aku tak pernah menduga hal ini. Sejak aku bertemu dengannya , ada yang aneh dari dalam diriku. Aku merasa , aku berubah dari sebelumnya.

Saat malam dimana aku tak sengaja mendapat lemparan botol itu, dia selalu saja hinggap di fikiranku. Lalu saat dimana kami bertemu kembali di kantor . dan sekarang ? aku mungkin tak dapat tidur malam ini. Kejadian tadi pasti akan selalu mengiang di otak ini.

Apakah aku sanggup satu minggu tinggal bersamanya ? melihatnya setiap hari dan ia adalah orang , bukan !  wanita yang akan kulihat pertama kali dalam setiap hariku. Perasaan seperti ini baru kurasakan kali ini saja. Sebelumnya aku tak pernah merasa seperti ini. Aku tak pernah merasakan gejolak yang tak dapat ku ungkap dengan kata-kata. Bahkan rasa ini lebih dalam dan luar biasa dibanding rasa saat aku menjalin hubungan dengan mantan kekasihku,

“tok tok tok”

Suara ketukan pintu , membuyarkan lamunanku. Aku tau siapa yang mengetuknya , tak slah lagi itu pasti yoona.

“aku akan membeli sapu keluar , tolong antarkan aku sampai depan . aku masih syok dengan anjingmu.” Katanya dari balik pintu.

Tak ada balasan dariku , aku langsung bergegas keluar seraya tangan ku meraih jaket hitam yang terdapat di atas kursi kerjaku.

“ayo” kataku canggung.

Aku tak jadi mengantarnya sampai depan rumah , aku mengantarnya sampai supermarket. Aku beralasan bahwa ada beberapa barang yang kubutuhkan dan ia pun menggaguk mengerti. Didalam perjalanan menuju super market , tak ada satupun dari kami yang membuka suara. Kami masih canggung sejak kejadian tadi.

Langkah kami berjalan beriringan saat memasuki supermarket. Kami sibuk dengan pikiran kami masing-masing. Kulirik dirinya pelan , ia terus saja mengigit pelan bibir bawahnya. Dia terlihat sangat imut jika seperti ini . hei ? apa yang kau katakana choi siwon ?

Aku mengambil sebuah kereta lalu mendorongnya. Yoona berjalan didepanku , aku seperti sedang mengekorinya. Yoona menanyakan barang apa saja yang aku butuhkan. Dan saat itu aku bingung harus menjawab apa. Kemudian sebuah alasan tak logis muncul di fikiranku. Haruskah aku mengatkannya ?

“apa yang kau butuhkan siwon-ssi ?” tanyanya menatapku.

“ce… celana dalam.” Jawabku ragu. Kulihat matanya terbelak kaget saat mendengar jawabanku. Lalu ia pun mengganguk mengerti dan mengajak ku untuk mengikutinya. Yoona mengantarku menuju stand yang berisi ratusan celana dalam.

“pilihlah , aku akan menunggumu disana.” Katanya sambil menunjuk bangku cokelat diujung sana.

“yoon-ssi” cegah ku saat ia akan meninggalkanku.

“ya ?”

“bantu aku memilih.”

“memilih apa?” tanyanya. Lalu aku menunjuk celana dalam yang ku masud.

“mwo ?” pekiknya keras. Aku meruntuki diriku sendiri. Ya , choi siwon ? ada apa denganmu ?

 

To Be Continue.

 

Lalala yeyeye , akhirnya lanjutan epep gaje kelar juga. Kependekkan kah ? maaf jika iya J.

Ditunggu kritik dan saran , apapun itu aku akan membacanya 😀 buat siders segeralah bertobat sebelum barbell akan melayang kepada kalian *sok ngancem.

Matur thanks sebanyak-banyaknya buat kak resty or kak echa yang udah mau post.

 

See you bye bye ? *ala tante cibi cibi

Iklan
Tinggalkan komentar

94 Komentar

  1. hahah pea dsuruh milih celana dalam ;D

    Balas
  2. Eh….kok endingnya gini?udah end atau blom?kan 2S jd Ga jelas nih…

    Balas
  3. Rostina fince manalu

     /  Juli 22, 2015

    Astaga ngakak:v
    Lanjut thor^^

    Balas
  4. melani

     /  April 3, 2016

    Haha pengen ketawa waktu baca yg terakhir siwon nyuruh yoona pilihin celana dalam.. makin penasaran sama hubungan mereka semoga cepet bersatu..

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: