[Ficlet] Because Of Seira

PicStory-2013-05-02-04-32

Because Of Seira by @uchie90  ||  Cast : Im Yoona, Choi Siwon, Choi Seira (OC), Kim Myungsoo  ||  Genre : Set By Your Self  ||  Type : Ficlet (2537 words)  ||  Rate : PG 13+  || Disclaimer : This story pure is mine, bila ada kesamaan cerita itu benar-benar tak disengaja. Saya hanya meminjam nama idol diatas dan berharap. Yoona dan Siwon benar-benar berjodoh dikehidupan nyata ( Aamiin ).

 

Typo! Maafkan…

Happy Reading^^

Because Of Seira

 

Perlahan mata indah itu bergerak terusik akan sinar yang menyeruak mencari celah-celah dibalik bulu mata lentik itu. Dengan sedikit demi sedikit yeoja yang terbaring itu berusaha membuka matanya. Pertama yang ia lihat adalah rangkaian kain yang mengiasi tiang-tiang tempat ia berbaring. “Dimana aku?” Wanita itupun berusaha untuk duduk, walau ia merasakan beberapa bagian tubuhnya sakit tapi ia memaksakan dirinya untuk duduk. Ia menatap pakaiannya, masih sama seperti kemarin. Tapi kenapa ia ada disini? Terakhir ia sedang bermain di apartementnya bersama Hyeyoung. Hyeyoung, kemana dia! Ia mendadak panik.

Hyeyoung, keponakan kecilnya kemarin bersamanya seharian. Lalu ada seseorang yang menekan bel, dan saat membukanya ia seperti di sekap dan kehilangan kesadaran. Penculikan! Yeoja itupun berdiri menuju pintu kamar dan bersiap membuka.

 

“Mau kemana Nyonya Choi.” Wanita tadi berbalik dan…. Ya Tuhan, ternyata ada orang lain dikamar ini. “Kenapa aku ada disini?”

 

“Apa aku harus menjelaskannya?” Yeoja itu menghela napas. Ia tahu apa tujuan namja yang ada dihadapannya ini. Tapi sepertinya yang ia lakukan kali ini sedikit keterlaluan. Ia tahu apapun akan dilakukan namja ini untuk mendapatkan keinginannya, tapi yeoja itu sudah tak ingin berurusan malah tak ingin lagi melihat sosok namja didepannya ini. Ia lelah, sudah cukup! “Aku tak menyangka kau akan berbuat seperti ini, dimana Hyeyoung!”

 

“Hyeyoung sudah dijemput Myungsoo.”

 

“Mwoo? Dan dia meninggalkan ku disini?!” Namja itu mengangguk. “Dasar dongsaeng kurang ajar.” Gerutu Yoona, namja itu menggelengkan kepalanya, “Aku yang menyuruhnya meninggalkanmu disini.” Yeoja tadi tersenyum sinis. “Apa hak mu menahanku eoh?” Namja tadi mengeram berusaha menahan amarahnya.

 

“Apa kau lupa Im Yoona, aku ini suamimu.”

 

“Suami? Aku memang pernah memiliki suami tapi itu dulu, sekarang tidak lagi.”

 

“Im Yoona!!! Aku Choi Siwon suami sah mu dan sampai kapanpun kau tetap akan menjadi Istriku.”

 

“Terserah kau mau menganggapku apa, tapi aku tak peduli Siwon-ssi.”

 

Siwon-ssi panggilan yang terdengar menyakitkan ditelinga Siwon. Ia berjalan menghampiri Yoona, tak ada rasa takut di mata Yoona saat menyadari Siwon makin mendekat ke arahnya. Siwon menatap tajam mata Yoona dan tiba-tiba pandangan itu berubah sendu.

 

“Seira merindukanmu, ia merindukan eommanya.” Yoona tak bergeming. Bukankah selama ini lelaki itu berusaha menjauhkannya dari Seira. Tapi kenapa ia malah berbicara seolah-olah ia mengijinkannya untuk menemui gadis mungil itu.

 

“Sudah sepantasnya ia merindukanku, Siwon-ssi. Aku eommanya.”

 

“Ya benar…” Nada Siwon terdengar lirih. “Aku akan pergi dan jangan pernah lagi mencoba menemuiku apalagi memintaku untuk kembali, aku tak akan mengubah keputusanku.” Yoona perlahan membuka knop pintu dan berjalan keluar, ia hafal dimana pintu keluar, karena rumah ini tak asing baginya. Rumah yang dulunya penuh kenangan, dan sebagian besar adalah kenangan buruk untuk Yoona. Ia tak akan pernah melupakannya, tak akan. Yoona tersenyum perih, dengan cepat ia melangkah keluar rumah melewati pintu utama. Tidak ia hiraukan sapaan sang pelayan yang memang telah mengenalnya sejak dulu.

 

Ia ingin melupakan semua dan itu hampir saja berhasil, tapi sejak dua bulan yang lalu Siwon kembali hadir dikehidupannya. Meminta kembali. Apa dia tak punya malu, menjilat air ludahnya sendiri. Dan tentu saja Yoona menolak mentah-mentah permintaan konyol itu.

 

Yoona memang berpisah dari Siwon sejak tiga tahun lalu, dengan terpaksa. Yoona sadar saat itu Siwon menikahinya bukan karena cinta tapi paksaan ibunya. Dan Yoona tetap menjalankan perannya sebagai istri yang baik, melayaninya, mempersiapkan kebutuhan Siwon. Selalu ada disamping Siwon saat diperlukan. Tapi itu tak mengubah hati namja itu, perlakuannya tetap dingin bahkan saat Yoona dinyatakan positif hamil pun tak ada yang berubah dari namja itu. Tapi Yoona berusaha sabar, bertahan dan selalu tampak ceria didepan keluarga suaminya itu.

 

Kesabaran Yoona akhirnya harus runtuh saat ia masih bersedih akan kepergian ibu mertuanya, ibu mertuanya saat itu. Seminggu sejak kepergian ibu mertua yang sangat menyayanginya, Siwon mengusirnya, mengusir tanpa alasan yang jelas. Yoona sempat memohon agar tetap diijinkan tinggal, tapi Siwon tak menggubrisnya. Bahkan saat Yoona ingin membawa Seira yang saat itu berusia tiga tahun, Siwon tak mengijinkan. Yoona tak berdaya, ia hanya yeoja sederhana yang tak punya kekuatan. Ia menerima nasibnya. Nasib malangnya, lalu berusaha bangkit menjalani hidupnya lagi. Walau awalnya tersiksa karena tak dapat bertemu dengan putri kecilnya, tapi Yoona yakin suatu saat putrinya itu akan mencarinya dan menemuinya.

 

Tak disangka ternyata Siwon sendiri yang mengantarkan Seira padanya, tapi ia tahu maksud Siwon dan ia tak mau kembali pada namja itu walau harus menahan rindu akan putrinya. Harga dirinya yang dulu diinjak-injak tak ingin lagi ia korbankan.

 

~•~

 

“Noona…” Yoona menatap marah Myungsoo. Tadi Siwon bilang Myungsoo meninggalkannya dirumah Siwon. Dan dia percaya, karena Myungsoo selama dua bulan ini sering membujuknya untuk kembali pada Siwon. Entah apa yang dikatakan Siwon pada Myungsoo sehingga adik lelakinya ini bisa jadi pendukung Siwon.

 

Airmata Yoona mengalir tanpa sadar, “Kau tahu Myungsoo, Noona kecewa padamu. Noona tahu kau mungkin sudah dipengaruhi lelaki itu, tapi tak bisakah kau mengerti perasaan Noona?”

 

“Noona..”

 

“Noona harap kau tak akan melakukan hal seperti itu lagi. Dan jangan lagi mengucapkan nama lelaki itu didepan Noona.” Myungsoo mencelos. Ia punya alasan kuat untuk mendukung Siwon, yang berstatus masih kakak iparnya itu. Yoona mengusap airmatanya bersiap kekamar, Myungsoo tak dapat lagi menahan diri. Kakaknya harus tahu sekarang. Ia tak mau nanti kakaknya ini akan menyesal bila tak mengetahuinya saat ini juga.

 

“Seira sakit Noona.” Langkah Yoona terhenti. Tubuhnya menegang. Seira sakit, dan itu hal biasa kan terjadi pada anak-anak. Tapi getaran dalam nada bicara Myungsoo  membuat Yoona tak bisa tidak memikirkan hal terburuk yang akan Myungsoo ucapkan selanjutnya. “Seira butuh Noona, Seira butuh Siwon-Hyung, Seira butuh melihat kalian bersama-sama Noona!!”

 

“Apa maksudmu Im Myungsoo!! Apa yang terjadi pada Seira?!!”  Perasaan Yoona tak tenang, sesak. Seira, putri kecilnya. Apa yang terjadi padanya. Yoona tak ingin menduga-duga, ia berbalik mendekati Myungsoo. “Katakan dengan jelas Myungsoo!” Kalimat Yoona terdengar tegas.

 

~•~

 

Yoona berlari menyusuri lorong rumah sakit, isakan tangisnya memenuhi sudut-sudut yang ia lewati, airmatanya semakin deras saat menatap nomor kamar yang tertulis didepannya. Sesaat ia hanya berdiri disana dan akhirnya Yoona memutuskan masuk. Ia mengusap habis airmatanya berusaha meredam tangisnya dan perlahan membuka pintu kamar tersebut. Matanya langsung menangkap sosok gadis kecil yang sedang tertidur pulas. Ada selang yang mengitari pipi melewati lubang hidungnya. Dan selang infus yang membekap tangan kirinya yang mungil. Yoona berlahan melangkah tanpa melihat sosok lain yang juga berada di kamar itu memandangnya sedih.

 

Gadis kecilnya sudah besar sekarang. Tentu saja sudah tiga tahun ia lewati tanpa melihat pertumbuhan putrinya itu. Yoona duduk dikursi samping tempat tidur Seira, menggenggam dan mengelus tangan kanan yang terlihat pucat itu. Yoona menciumnya, airmatanya kembali mengalir. Ia merindukan putrinya ini, sangat dan ia sangat ingin menemuinya. Tapi bukan dengan cara ini, ia tak mau menemui Seira dalam keadaan seperti ini. Seiranya, putri kecilnya terbaring sakit.

 

“Yoona-ya.” Yoona menoleh, wajah sendunya seketika berubah dingin. Ia bangkit dan mendekati Siwon, lelaki yang memanggilnya.

 

“Kau! Kenapa kau tak memberitahuku. Kenapa kau menyembunyikannya? Bahkan tadi kau tak membuka mulutmu itu, kenapa eoh? Kenapa?!!” Yoona memukul-mukul dada Siwon. Ia marah, kenapa ia harus menjadi orang terakhir yang mengetahuinya. Siwon memeluk Yoona berusaha menenangkan Yoona. “Kenapa? Kenapa harus putriku?” Kaki Yoona lemas ia melorot kebawah saat berusaha melepaskan diri dari pelukan Siwon.

 

“Kenapa kau tak menjaganya ah? Kenapa kau biarkan dia mempunyai penyakit mematikan itu!” Yoona menatap sinis Siwon.

 

“Aku baru mengetahuinya satu tahun yang lalu, aku berusaha memberikan pengobatan terbaik sampai-sampai mengirimnya keluar negeri untuk menjalani pengobatan tapi hasilnya tidak memuaskan. Malah dokter mengatakan kanker ditubuhnya makin menyebar.” Siwon akhirnya tak kuasa menahan airmatanya lagi. “Dia selalu menyebut-nyebut namamu, ia selalu memanggilmu. Dan akhirnya dua bulan lalu aku tak dapat lagi menahan diri untuk tidak menemuimu. Aku ingin langsung mengatakan yang sebenarnya tapi aku tak bisa aku takut kau bersedih aku takut kau tak akan bisa menerima semua.”

 

“Sejak kapan kau memikirkan perasaanku Choi Siwon! Sejak kapan!! Harusnya kau mengatakan langsung saat itu.”

 

“Mianhae….”

 

“Eomma…” Yoona menoleh, Seira membuka matanya. Matanya berkaca-kaca menatap wajah Yoona. “Seira!” Yoona menghampiri tempat tidur Seira. “Bagaimana perasaanmu, Nak?”

 

“Eomma… Seira merindukan Eomma.”

 

“Eomma juga merindukanmu…” Yoona memeluk Seira. Ia harus tersenyum, ia harus terlihat kuat didepan putrinya ini. “Appa sudah menepati janji untuk membawa Eomma kembali. Maafkan Appa Eomma.” Bisik Seira yang bisa ditangkap jelas oleh telinga Yoona. “Eomma akan memaafkan Appa kan? Kalian akan kembali bersama kan?” Yoona tahu inilah yang diinginkan putrinya, mana mungkin ia menggelengkan kepalanya. Tangan gadis kecil itu masih memeluk erat Yoona, dan Seira pun tersenyum setelah mendapat tanda anggukan dari Yoona. “Gomawo, Eomma.” Hati Yoona perih, ia yakin Seira kini sedang tersenyum dan ia merasa bersalah karena membohongi Seira. Kebohongan yang akan membuat Seira kecewa bila mengetahuinya.

 

~•~

 

“Wah, Seira kamu kelihatan lebih cerah hari ini.” Dokter Jung, dokter yang menangani Seira berkunjung untuk memeriksa keadaan Seira. “Apa Dokter tak lihat aku ditemani Eommaku?” Dokter Jung melihat Yoona dengan pandangan haru. “Akhirnya saya bertemu dengan Anda Nyonya.” Yoona tersenyum. “Dimana Appamu Seira?”

 

“Aku tak tahu Dokter, mungkin sedang ada urusan kantor.”

 

“Baiklah, kalau begitu sini coba dokter periksa dulu.” Setelah selesai dengan alat-alatnya, Yoona menatap intens dokter Jung. Ia menangkap raut sedih diwajah wanita paruh baya itu. “Baiklah Seira, kamu harus makan yang banyak oke, kan ada Eommamu yang menemani. Jadi kamu harus semangat ya.” Dokter Jung seperti berusaha terlihat ceria didepan Seira.

 

Sepeninggalnya dokter Jung, Yoona pun menyusul dokter Jung keruangannya. Ia ingin mendengar penjelasan atas hasil pemeriksaan putrinya tadi. Setelah mendengar hasil pemeriksaan Seira tadi Yoona menutup pintu dan terduduk lemas di bangku yang terletak di sepanjang lorong. Matanya berkaca-kaca dan akhirnya tangis itu kembali menyeruak. Yoona menutup mulutnya supaya isakannya tak terdengar tapi sia-sia, tangisnya makin dalam. Yoona merasakan seseorang berlutut didepannya dan menggenggam tangannya. Yoona mengangkat wajahnya. Siwon, menatapnya penuh tanya. Yoona makin sesak ia memeluk Siwon, ia merasa tak kuat menanggungnya sendiri.

 

“Ada apa Yoong?”

 

“Seira… Seira, dokter baru memeriksanya dan…” Yoona tak bisa melanjutkan kalimatnya, terlalu menyakitkan. Siwon yang sudah tahu apa yang Yoona maksudpun hanya bisa terdiam dalam tangisnya, ia sudah tahu ini akan terjadi. Vonisnya sudah lama tapi ia tak mengira akan secepat ini takdir itu akan datang. Walau tak tahu waktunya tapi Siwon bisa merasakan, takdir itu mulai mendekat.

 

~•~

 

“Appa, aku mau pulang saja, boleh ya? Kata dokter Jung aku boleh pulang dan menjalani perawatan dirumah.” Siwon melirik Yoona yang berada disampingnya. Yoona mengangguk, “oke, kita pulang. Tapi kamu harus tetap rutin minum obat ya. Appa tak mau kecolongan lagi.”

 

“Siap Bos.” Yoona dan Siwon tersenyum merasakan keceriaan putri mereka. Senyum yang menyimpan kepedihan.

 

Selang beberapa jam kemudian mereka telah tiba dirumah Siwon. Ya dirumah Siwon, Yoona memutuskan untuk ikut tinggal disana. Tak mungkin ia meninggalkan Seira sedangkan ia sudah mengatakan kalau ia sudah bersama dengan Siwon lagi. Yoona terkejut saat mendapati Myungsoo sudah berada diruang tamu rumah Siwon.

 

“Samchon!” Seira mengarahkan kursi rodanya mendekat pada Myungsoo. Myungsoo tersenyum, Samchon merindukanmu Seira-ya. Yoona jadi bertanya-tanya sejak kapan Seira jadi dekat begini dengan Myungsoo.

 

“Jangan memandang mereka seperti itu Yoona, Myungsoo memang dekat dengan Seira sejak dua bulan yang lalu. Ia rutin mengunjungi Seira dirumah sakit. Menceritakan tentangmu, tentang Hyeyoung.”

 

“Dan aku adalah orang yang terakhir mengetahui semuanya.”

 

“Jangan berkata begitu.”

 

“Tapi itu memang benarkan?” Yoona melangkah meninggalkan Siwon dan mendekati Seira dan Myungsoo yang tampak asyik bersenda gurau. Siwon menghela napasnya , “Kapan kau akan mengerti.”

 

~•~

 

“Eomma tidak tidur dikamar Appa?”

 

“Eoh? Apa Seira tak mau Eomma tidur disini?” Seira menggeleng, “Aku senang Eomma mau menemaniku.” Yoona tersenyum, “Jadi biarkan Eomma menemanimu.” Seira tersenyum mengangguk. Yoona pun memeluk Seira dan perlahan menutup matanya. Seira terlihat melakukan hal yang sama setelah sebelumnya berdoa dalam hati agar Eomma dan Appanya kembali bersama. Ia tahu sebenarnya Yoona berbohong, tapi Seira tetap terlihat ceria dan tak akan menuntut macam-macam lagi disisa umurnya ini. Melihat Appa dan Eommanya “bersama” seperti ini sudah membuatnya bahagia, tapi tetap impian terbesarnya adalah kedua orang tuanya benar-benar akan terus bersama walau dirinya dipanggil nanti.

 

~•~

 

Siwon berlari menuju ruang gawat darurat, barusan ia mendapat telepon dari Myungsoo yang mengatakan Seira pingsan di rumah dan dilarikan kerumah sakit. Siwon melihat Yoona sudah terisak dengan tangisnya bersandar dibahu Myungsoo. “Yoona,” Yoona mengangkat kepalanya dan kemudian bangkit dan memeluk Siwon. “Seira… Dia ingin berjalan-jalan disekitar kolam. Dan ia memintaku mengambil kue kesukaannya, dan saat aku kembali Seira sudah pingsan, hidungnya mengeluarkan darah Siwon-ah.” Yoona menjelaskan terbata-bata disela isak tangisnya. Siwon mengusap punggung Yoona.

 

“Tenanglah, ia putri kita, Seira pasti kuat.” Siwon merenggangkan pelukannya dan kembali mendudukan Yoona di bangku depan ruangan tempat Seira diperiksa.

 

Satu jam menunggu akhirnya sang dokter pun keluar, dokter Jung dan beberapa dokter yang mendampinginya. “Kami berusaha memberi pertolongan pada Seira, namun….” Perlahan kepala dokter itu menggeleng lemah. “Maaf, kami sudah berusaha sebaik-baiknya, mungkin ini yang terbaik untuk Seira.” Dokter Jung menepuk bahu Siwon memberikan kekuatan dan akhirnya melangkah meninggalkan Siwon.

 

Yoona masih tak percaya, ia baru saja bertemu dengan putrinya walau ia mengetahui waktunya tak banyak tapi kenapa secepat ini Seira dipanggil, bahkan belum genap seminggu kepulangan mereka dari rumah sakit. Yoona merasa pusing, kakinya lemas dan mendadak pendangannya gelap untung Myungsoo segera menangkapnya. “Noona! Noona!!”

 

~•~

 

“Seira-ya, Seira-ya…”

 

“Eomma, apa Eomma mau berjanji satu hal padaku?” Yoona mengangguk. “Berjanjilah untuk selalu berada di sisi Appa. Berjanjilah Eomma…” Yoona lagi, mengangguk. “Terima kasih Eomma.”

 

“Seira! Seira-ya!!” Sosok itu menghilang bagai ditiup angin. “Seira!!!”

 

Yoona terbangun dengan napas terengah-engah. Ia memandang disekelilingnya. Sebuah ruangan putih.

 

“Noona, akhirnya Noona sadar!”

 

“Myungsoo-ya apa yang terjadi? Dimana Seira?” Myungsoo terdiam, ia mencari kata-kata agar tak terlalu membuat Noonanya semakin terpuruk.

 

“Noona, Seira sudah dimakamkan tadi pagi. Kemarin Noona pingsan.” Yoona ingat ia tak sadarkan diri setelah mendengar penuturan dokter tentang Seira. “Kenapa mereka tidak menungguku?” Yoona berusaha menahan sesaknya. Harusnya Siwon menahan untuk menunda upacara pemakaman Seira.

 

“Siwon-Hyung tak mau menunggu Noona, ia rasa Noona tak akan kuat.” Ya, Siwon memang benar ia mungkin tak akan sanggup melihat upacara pemakaman putrinya itu. Mungkin itu yang terbaik. “Lalu dimana dia?”

 

“Siwon-Hyung?” Yoona menganguk, “Siwon-Hyung sedang menuju bandara Noona, ia akan kembali ke LA.”

 

Degg…

 

Siwon akan meninggalkannya? Setelah ia ditinggalkan oleh Seira? Memang harusnya begitu kan Yoona, ia selama ini hanya ingin melihat Seira bahagia, hanya itu. Apa yang ia harapkan?

 

 

Enam Bulan Kemudian

 

 

“Hai, anak Eomma. Apa kabarmu disana?” Eomma sudah terlihat ceria kan Seira? Sekarang Eomma bisa melepasmu dengan ikhlas. Maaf karena Eomma tak bisa mewujudkan permintaanmu saat itu. Appamu pergi tanpa sempat Eomma cegah. Mungkin Appamu merasa sangat kehilanganmu, makanya tak kuat berlama-lama di negara ini.” Yoona mengusap airmata yang tanpa sadar mengaliri wajahnya. “Eomma pergi dulu ya, nanti Eomma akan kesini lagi.” Yoona berdiri dan kemudian berjalan meninggalkan makam Seira.

 

Yoona menunduk disepanjang melewati jalan setapak di pemakaman itu, dan tiba-tiba langkahnya terhenti karena melihat seseorang yang berdiri dihadapannya. Yoona mengangkat kepalanya, matanya berkaca-kaca melihat sosok didepannya. Ia masih terbaku berdiri sampai akhirnya sosok itu merengkuhnya dalam dekapan tubuh kekarnya.

 

“Yoona-ya.” Tangis Yoona pecah seketika. “Kenapa kau meninggalkanku? Kenapa kau membiarkanku menanggung semua sendiri?”

 

“Yoong.”

 

“Kau keterlaluan, kau pikir hanya kau yang merasa kehilangan eoh? Kau bahkan tak berpamitan dan tak membiarkanku mengatakan permintaan Seira.” Siwon melonggarkan pelukannya. Menatap dalam mata Yoona. “Dia mengiginkan kita untuk bersama lagi. Ia tahu kalau selama ini kita hanya berpura-pura didepannya. Dalam mimpiku, tapi aku yakin itu adalah impian terbesarnya.”

 

Siwon menatap Yoona tak percaya, “Kau mau Yoong?” Yoona mengangguk yakin, “Bukan hanya karena permintaan Seira, tapi karena hatiku. Karena sampai saat ini aku masih mengharapkanmu tetap menjadi suamiku. Aku mencintaimu.” Siwon kembali memeluk Yoona, pelukan hangat dan erat pelukan posesif yang baru pertama Yoona rasakan.

 

“Terimakasih Yoona…”

 

“Terimakasih Seira…”

 

 

~FIN~

 

Bawa Ficlet yang cukup panjang, maaf kalau feelny gak dapet n alurnya berantakan (́_̀). Bagi yang baca wajib ninggalin Komentar ya…

 

Buat Resty dan Echa makasih udah nyempetin posting cerita ini #bigbigbigHug ^^ #hugback

Iklan
Pos Sebelumnya
Tinggalkan komentar

95 Komentar

  1. Anggun YoonAdidict SY

     /  Mei 16, 2014

    Berlinang air mata tpi tetep keren

    Balas
  2. huaa mngharukan..

    Balas
  3. fitria

     /  November 7, 2014

    hufffff, bikin nyesek

    Balas
  4. Nur Khayati

     /  Oktober 10, 2015

    Sad ending dengan meninggal.a Seira, tp gk d jelasin kenapa Siw0n ninggalin Y00na gt aja stlh meninggal.a Seira ,, & kenapa jg Siw0n harus mikirin perasaan.a Y00na, apa krna udah cinta / cuma ngerasa brsalah aja ??

    Tp syukurlah pd akhir.a Y00na-Siw0n brsatu lg.,,

    Balas
  5. melani

     /  Februari 22, 2016

    Terharu bgt n sedih sampe nangis waktu bacanya tapi keren kok..

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: