[2S] Hate to Love

Tittle : Hate To Love

Write by : Adiknya Yoona

Cast : choi siwon❤ im yoonah , dll

Genre : romance , dll

Rating : umun

Type : twoshoot

 

Hallo semuanya ? member dan admin YWK ? saya penulis baru alias newbie bukan twibi -.- jadi harap maklum y kalo ceritanya gaje dan amburadul karena saya tak pandai membikin cerita bagus. Jadi selamat membaca dan happy reading😀

 

Typo bertebaran

kata sulit dipahami

dan

cerita sulit dimengerti

HAPPY READING…

(jangan ada plagiator dan siders diantara kita)

 

~~~

 

Udara malam di kota seoul begitu dingin . angin malam yang berhembus membuat tulang mengingil kedinginan. Dengan pakaian yang tebal tak lupa topi rajut dan syall bulu berwarna pink membalut lehernya , gadis itu berjalan pelan menyusuri trotoar jalan.

gadis itu rupanya tak peduli dengan cuaca disekitarnya. Pikirannya kini hanya tertuju pada satu hal di ubun-ubunnya, entah hal apa itu. Yoona berulang-ulangkali mendengus kesal , berulang-ulang kali pula ia menghujat seseorang . orang-orang yang melihatnya hanya menyeringitkan dahi dan sesekali ada yang memandang aneh kepada yoona.

Langkah yoona akhirnya terhenti tak kala melihat sebuah toko kelontong berada didepannya. Ia berhambur memasuki toko minimalis tersebut dengan tujuan membeli minuman yang mukin dapat mendinginkan pikirannya.

 

“huaa , segar sekali ..” ungkapnya setelah meneguk habis botol minuman yang ia beli tadi.

 

Sesaat kemudian suasana hatinya kembali hening. Sorot matanya kembali berubah sendu seperti semula. Tanpa ia sadari botol minuman yang tadi berada di gengamannya kini telah terlempar .

 

“bukkk”

 

Terdengar suara dentuman yang tak begitu keras dari arah depan yoona duduk. Terlihat seorang pria tengah meringgis kesakitan tak kala mendapat sebuah lemparan botol yang tak terduga mengenai kepalanya. Kemudian pria itu mengarahkan pandangannya menuju kesamping tepatnya menoleh kearah yoona duduk.

Setelah beberapa waktu memastikan bahwa pelempar botol tak diundang ini adalah yoona , pria bertubuh jangkun itu berjalan menghampiri yoona yang tengah duduk diam.

 

“apa ini botol anda nona ?” tanya pria itu pura-pura memastikan. Sedangkan yang ditanya tetap diam tak bergeming.

“nona ?” panggil pria itu mulai kesal , karena diacuhkan oleh yoona.

“nonaaaaaaaa ?” pria itu sepertinya telah kehilangan kesabaran , sehingga ia berteriak tepat di kuping kiri yoona.

“nde …” ringgis yoona sembari memegangi kuping kirinya. “ bisakah anda berbicara sopan kepada orang yang tidak anda kenal ?” lanjut yoona, nampaknya yoona juga merasa tergangu dengan perlakuan pria tersebut kepadanya.

“hah ? ada apa ini ? bukankah anda yang memulai tak sopan dengan orang yang tidak anda kenal?” tanya pria itu kembali.

“saya ? anda tidak lihat dari tadi saya hanya duduk disini ?” jawab yoona jujur. Jujur memang yang dikatakan yoona namun sedari tadi ia tak menyadari bahwa gerakan reflex dari tangannya.

“lalu ini apa ?”

 

Yoona menyeringitkan dahinya tak kala melihat sebuah botol minuman didepan matanya.

 

“masih tak tahu ?”  sindir pria tersebut kepada yoona yang sepertinya masih bingung dengan keadaan sekarang ini.

 

Dengan kasar yoona menepuk dahinya . “pabo” gumamnya tak percaya , setelah beberapa waktu memikirkan kembali apa yang ia perbuat. Sedangkan pria didepannya tersenyum sipul melihat yoona memukul kencang dahi nya sendiri .

 

“oh botol itu ? aku tadi memang melemparnya tapi saat kejadian berlangsung sungguh aku tak menyadarinya. Kukira didepan ku ada tong sampah” Aku yoona mungkin bisa juga dibilang pembelaan.

“jadi ?”

“jadi ? jadi apa maksutmu ?” tanya yoona bingung. Pria tersebut  hanya bisa menepuk dahi dan mengelus dadanya mencoba bersabar dengan kekonyolan orang didepannya ini. “oh , aku bisa mati berdiri kalau seperti ini.” Umpat pria tadi terlalu kesal .

“jadi kau harus minta maaf kepadaku. “ dengan lantang pria yang terkena lemparan botol dari yoona meneriaki kata-kata tersebut  tepat di telingga yoona , bukan di kuping kiri lagi tapi di sebelahnya. Karena marah dan kesal akhirnya pria itu memutuskan untuk pergi dari hadapan yoona , berharap dapat meredakan emosinya dan berhenti dari perkelahian antar mulut ini.

“hei kau ! seenaknya saja berteriak di kuping orang ! memangnya aku ini patung apa ?” umpat yoona ditujukan kepada pria yang telah berlalu darinnya , namun yang diumpat (?) malah tetap melanjutkan langkahnya seakan tak mendengarkan umpatan yoona.

“dasar pria tak tahu diri.” Yoona kembali mendengus kesal dengan perasaan kesal bercampur emosi.

 

~~~

 

Pagi itu sinar mentari begitu terang menyilaukan mata, langit kota seoul juga nampak cerah. Tak seperti pagi kemarin yang begitu berbeda 180 derajat. Orang-orang sibuk dengan rutinitas masing-masing seperti halnya Yoona. Yang kini tengah berdiri dihalte menuggu apa lagi jika tidak bus ?

“semoga kejadian sial kemarin tak menghinggapi dirikiu lagi . amin amin amin “kata yoona seperti berdoa kepada yang maha kuasa, ia mengharapkan agar kejadian diwaktu lalu , tidak tepatnya kejadian kemarin tak terulang lagi kepadanya.

Tak menunggu waktu lama , bus yang dinanti-nanti akhirnya datang juga walaupun agak terlambat 3 menit dari waktu kedatangan. Semua orang yang sedari tadi menunggu kendaran bermotor besar ini pada berhamburan kedalam unruk menaikkinya dan mengantarkannya menuju tempat tujuan masing-masing.

Yoona berjalan menuju bangku dibelakang bus yang nampaknya kosong. Namun apa yang terjadi ? baru saja ia akan menduduki kursi tersebut , niat nya harus terhenti tak kala ada bokong besar yang telah menempatinya. “huu , dasar ahjuma sialan.” Kesal yoona dalam hati ,ia tak berani mengutarakannya apalagi jika yang ia kata-katai adalah seorang ahjuma gendut dengan lemak yang menggantung dimana-mana.

Dengan terpaksa , akhirnya yoona merelakan kursi yang akan ia tempati dan tangannya meraih pegangan bus yang tergantung disepanjang atap bus. Baru saja ia berdoa tadi pagi di halte namun kesialan sudah menghinggapinya. Sepertinya dewi fortuna belum berada dipihaknya.

30 menit yoona berdiri , akhirnya bus yang ia tumpangi berhenti di halte tujuannya. Yoona segera berlari keluar mengingat jam ditangannya sudah menujukkan pukul 07.00 waktu korea. Walaupun rasa pegal masih menyelimuti kakinya karena berdiri sedari tadi , yoona tetap menggunakan kakinya untuk berlari menuju tempat kerjanya.

Nafas yoona tersengal-sengal ketika sudah sampai ditempatnya membanting tulang . ia mengembuskan nafas berkali-kali agar rasa lelah ditubuhnya sedikit berkurang.  Yoona memasuki sebuah gedung bertingkat dengan berkacak pinggang masih dengan nafas yang tersengal.

Rekan kerja yang melihat yoona seperti itu hanya bisa tersenyum mengerti karena sudah menjadi kebiasaan memang jika yoona datang ke kantor seperti itu. Yoona Nampak kesal karena teman-temannya hanya tersenyum , padahal ia berharap agar teman-temannya menawarinya minum atau menawarkan bantuan untuk mengendongnya.

Di perusahaan Hyundai ini lah tempat yoona mencari rezeki.sudah 3 tahun yoona bekerja disini.  Dengan gaji ya lumayan lah bahkan sisa jika untuk mengihudupi dirinya seorang diri. Namun beban yang ditanggung yoona begitu berat , sampai-sampai ia harus rela mengorbankan gajinya untuk membeli kebutuhan pribadinya demi melunasi hutang ayahnya yang bisa dibilang seorang bajingan.

Bagaimana tidak bajingan ? jika sehari-hari yang dilakukan ayah yoona hanya minum , main , dan tidur dengan wanita-wanita murahan. Sedangkan ibunya juga sudah bersuami setelah 15 tahun membina hubungan rumah tangga dengan ayah yoona. Ibu yoona juga bisa dibilang bajingan juga ! mengapa ? karena sudah jelas bahwa hak asuh anak jatuh ke tangan Ny.Im tetapi dengan kejamnya Ny.Im meninggalkan , bukan!  lebih tepatnya menelantarkan anak-anaknya termasuk yoona.

Sekarang yoona sudah dewasa dan ia juga harus memikul beban besar dipundaknya seorang diri , tak ada orang tua yang memahaminya atau membantunya . namun senyuman mampu terukir diwajah tirus yoona tak kala melihat kecerian yang ditunjukan kedua adiknya . Im Seo Hyun dan Im Jung Ha yang masih duduk dibangku sekolah menengah atas dan bangku sekloah menengah pertama.

Walaupun yoona menjadi tulang punggung keluarga , ia tak merasa terbebani dengan itu. Ia sadar itu sudah menjadi tanggung jawabnya. Terlebih lagi yoona merupakan anak tertua di keluarga Im. Jadi tak ada pilihan lagi untuk menghindar dari posisi tersebut.  Yoona sekarang  merasa tak semenderita dahulu , karena sekarang ayahnya sudah sadar akan kesalahan yang beliau perbuat dahulu kala.

~~~

 

Jam dinding sudah menunjukan pukul 12.00 waktu korea. Itu tandanya jam istirahat sudah dimulai. Semua pegawai kantor tak menyianyiakan kesempatan ini walaupun hanya berdurasi satu setengah jam saja. Banyak pegawi memanfaatkan waktu istirahat ini untuk makan siang , ada juga yang memanfaatkannya untuk tidur atau menyelesaikan pekerjaan yang lain .

Tak seperti kebanyakan pegawai yang lain , jam istirahat hari ini yoona gunakan untuk menemui sahabatnya . biasalah namanya juga wanita ! kalu tidak buat ngobrol , ngrumpi , ngosip sampai curhat lalu apa lagi ?

Kwon YuRi sudah paham dan mengerti dengan sahabat karibnya itu. Setiap ada masalah atau apa yoona pasti selalu mendatanginya . yuri menyamakan dirinya itu seperti mama dedeh yang selalu diajak yoona bercurhat-curhat ria. Meskipun begitu , yuri sangat tak merasa terbebani . ia suka berbagi masalah dan kesenangan dengan yoona, begitu pula sebaliknya.walaupun terkadang yuri juga kesal dengan yoona. Karena sewaktu yuri mempunyai masalah , yoona jarang menasehati atau memberi saran kepadanya . malah yoona keasyikan meneruskan curhatannya kemarin yang sempat tertunda.

 

“yak ! kwon yuri , apa kau tidak mendengarkanku ?” sebal yoona kepada yuri yang hanya terdiam dengan kepala menunduk setelah yoona menceritakan permasalahannya kemarin. Bagaimana yoona tidak sebal ? yoona telah mengeluarkan banyak suara untuk menceritakan permasalahannya , dari mulai masalah hutang piutang ayahnya , cicilan rumah kontrakan , biaya sekolah kedua adiknya , sampai persoalan kepergian yoona ke dokter THT karena kemarin malam ada seorang pria berteriak berulang kali di telingganya.

“kwon yuri !!! kau tuli ya?” kini yoona berteriak tepat didepan wajah yuri dengan kesal.

“hei, lihat siapa yang berada dibelakangmu !” kata yuri seperti bisikan kepada yoona. Yoona mengerinyitkan dahi , apa maksud kata-kata yuri barusan. Lalu dengan malas yoona menolehkan kepalanya kebelakang. Spontan saja yoona berteriak tepat diwajah orang tersebut.

“mwo …” teriak yoona begitu kencang karena terkejut setelah mendapati sebuah wajah tepat berada didepan matanya sendiri.

“maaf nona. Anda siapa ya? Bisakah anda mengecilkan volume suara anda. Kami didalam merasa terganggu.” Jelas seseorang yang bernama Kim Jae Hyuk. Yoona sepertinya tak peduli dengan ucapan pria tersebut. Ia malah asyik menatap pria yang berada di depannya kini.

“kau!!!” teriak yoona dan siwon bersamaan. Sedangkan yuri dan jae hyuk terkejut dengan kejadian ini.

“bukankah kau, wanita gila kemarin?” tanya siwon hati-hati dengan menekan kata gila. Sontak saja yoona terkejut dan marah bukan main. Sembarangan saja pria ini menyebutnya gila. Memangnya dia siapa ?

“enak saja kau ! kau pria sialan kemarin kan ? hah , kenapa bisa begini “ balas yoona tak mau kalah.

“apa makustmu dengan pria sialan ?” balas siwon tak mau kalah juga.

“lalu maksutmu apa dengan wanita gila ?”

“kau memang gila !”

“kau pria sialan”

“wanita gila”

“pria sialan”

Begitu seterusnya sampai kim jae hyuk dan kwon yuri melerai mereka dan mengajak mereka untuk duduk di sofa yang terletak di sudut ruang kantor tersebut. Suasana kemudian berubah menjadi hening tak seperti sebelumnya yang penuh dengan cekcok antar siwon dan yoona.

“bicarakanlah dengan baik masalah kalian , jangan seperti anak kecil yang berebut menaiki  ayunan.” Kata Kim jae hyuk bijak , lalu sedetik kemudian ia mendapatkan tatapan maut dari siwon dan yoona.

“hei , kau juga im yoona ! bersikaplah yang sopan kepada direktur.” Yuri menoba menasehati sahabatnya.

“mwo ? dia direktur ? pria sialan ini ? choi sangjanim benar-benar salah memilihnya” kata yoona tak percaya. Matanya menatap tajam pria yang dimaksud yang sedang berada didepannya dengan raut mata yang sama . yaitu menatap yoona tajam.

“jaga biaramu nona im.” Kata kim jae hyuk memperingati yoona . ia adalah sekrtaris pribadi choi siwon , direktur utama perusahaan hyundai.

“siapa namamu ?” kini siwon mulai angkat bicara.

“yoona , Im Yoona” balas yoona dingin.

“kau bekerja dibagian apa?” tanya siwon tak kalah dingin.

“pemasaran.” Jawab yoona acuh.

“sekertaris kim ?” panggil siwon kepada sekertaris kim jae hyuk.

“nde sangjanim ?” tanya sekertaris kim siap.

“beritahu kepada kepala bagian pemasaran untuk tak memperkerjaknnya lagi.” Perintah siwon lalu berlalu meninggalkan sekertaris kim , yuri , dan yoona yang sepertinya sangat terkejut dengan uapan choi siwon.

“tunggu !” mohon yoona , lalu berdiri dan berjalan mendekati siwon.

“apa lagi ? ha ?” tanya siwon kelewat dingin dari sebelumnya. Beberapa waktu kemudian , yoona bersujud dihadapan siwon. Semua yang berada ditempat itu nampak terkejut dengan tingkah yoona yang tengah bersujud di bawah (?) siwon.

“yak ,, im yoona! Apa yang kau lakukan ?” tanya yuri , menoba menarik tubuh yoona untuk berdiri. Yoona tetap tidak bergeming , ia tetap kekeh dalam posisinya . ia rela mengorbankan harga dirinya dari pada harus melihat kedua adiknya dan ayahnya tak bisa makan.

“kumohon , jangan pecat aku choi sangjanim . aku minta maaf dengan kesalahan dan sikap ku kepadamu . kumohon jangan pecat aku !” pinta yoona merasa bersalah , setetes buliran air mata mulai mengujani pipi putihnya. Siwon yang mendengarnya langsung tersenyum simpul. Akhirnya tujuannya terlaksana juga.

“tak semudah itu !” balas siwon tetap dengan kata-katanya yang dingin.

“aku tahu , kau pasti mempunyai maksud tertentu dengan ku . apapun itu , aku bersedia untuk melaksanaknnya asal kau jangan memecatku.” Seolah yoona sudah mengetauhi masud dari perkataan siwon. Ia hanya mampu pasrah dan menghela nafasnya dengan kasar.

 

~~~

 

Senyum siwon terus terpampang nyata di wajah tampannya. Garis lengkung itu tak pernah pudar dari wajah tirusnya. Senyuman itu mengiring langkahnya menuju ruangannya. Akhirnya niat yang kemarin ia pendam , dapat terwujud juga. Ia juga tak menyangka jika yoona akan bersujud didepannya. Ingin sekali siwon merekam kejadian tadi , namun apa daya . disisi lain ia juga merasa bersalah kepada yoona . apakah tindakannya untuk menghukum yoona terlalu jauh ?

Siwon sama sekali tak menyadari ada sepasang mata menatapnya dengan tatapan aneh. Ia tak sadar jika didalam ruangannya juga ada sekertaris kim , sekertaris pribadinya yang sudah jauh sangat ia kenal sebelum ia masuk ke perusahaan hyundai.

 

“hei , choi siwon ! sadarlah !!!” suara sekertaris kim mampu membuyarkan lamunan siwon tentang kejadian dimana yoona bersujud dihadapannya.

“ah , nde ? waeyo ?” tanya siwon tak suka kepada kim jae hyuk.

“ku kira kau sakit . sedari tadi kau hanya mengulum senyum . apa perlu kau kubawa ke rumah sakit ?” canda kim jae hyuk menggoda siwon . sedangkan yang digoda hanya mendengus kesal.

 

Jarum jam dinding sudah menunjukan pukul 13.30 itu tandanya , jam istirahat sudah berakhir dan pekerjaan sudah menunggu didepan mata. Itu tandanya para pegawai kembali dengan rutinitas mereka yang sangat melelahkan . begitu juga dengan siwon dan sekertarisnya yang kembali mengerjakan tugas mereka masing-masing.

 

~~~

 

Lagngit kini berubah jingga. Sang mentari kembali ke paraduannya . dewi purnama mulai melakukan tugasnya , menyinari dunia dengan sinarnya. Seorang wanita muda berjalan dengan lesunya menampaki jalanan . langkahnya terlihat sangat lambat seperti sebuah siput dengan cangkang yang selalu di bawa kemana-mana.

Mata indahnya tak berhenti mengeluarkan aliran sungai kecil diwajahnya. Walaupun wanita itu menangis, sama sekali tak terdengar suara isak’kan didalam tanggisan tersebut. Yang terdengar hanyalah sebuah cegukan dari dalam mulutnya.

Seperti sudah menjadi kebiasaannya . yoona kembali membeli minuman dan meminumnya sambil mengistirahatkan tubuhnya di bangku panjang yang terdapat disepanjang jalanan yang ia tapak’ki. Kini ia sudah tak tahan menahan isak’kan nya yang sedari tadi ia tahan .

Tangan munggilnya iya gunakan untuk menutupi wajah sendunya. sedangkan syal bulu yang sedari tadi menggantung dileher jenjangnya , ia gigit bermaksud untuk menghalangi suara isak’kan yang keluar dari dalam mulutnya. Yoona tak akan mungkin berani pulang dengan kondisi seperti ini . kondisi yang sangat membutuhkan penangngannan. Ia tak mungkin memendam masalahnya sendiri , namun ia juga tak mungkin akan meneritakan masalahnya kepada keluarganya , yoona tak mau membebani mereka . kemudian terlintas nama yuri dibenakknya . ya , mungkin yuri dapat membantunya . namun apakah pantas , malam selarut ini ia berkunjung ke rumah sahabatnya itu ?

“biarlah seperti ini, aku tidak akan pulang.” Batin yoona ditengah isak’kannya.

 

~~~

 

Selasa pagi yang mendung. Sang pemberi sinar tak mau datang menghampiri langkit kota seoul. Udara segar juga tak menyelimuti kota gingseng ini. Pagi ini terasa dingin , karena tak ada mentari diufuk barat. Suasana langit sepertinya menggambarkan keadaan hati yoona yang pilu dan mudah rapuh karena masalah-masalah hidup yang memberatkannya.

Senyum tak lagi menggembang diwajah tirus yoona. Yang ada hanya sebuah garis datar disana. Yoona kini mudah rapuh dan hancur karena ia terus saja memikirkan masalah-masalahnya. Ia tak dapat menetralkan dan merefreshkan pikirannya semenjak masalah yang datang bertubi-tubi menghampirinya.

Setelah selesai mengechek tas channel KW miliknya , ia bergegas keluar dari kamar losmen yang ia tempati kemarin malam. Ia sengaja tak pulang kerumah kontrakkannya karena tak kuasa melihat wajah kedua adik dan ayahnya.

Setelah menyelesaikan pembayaran losmen. Ia berjalan pelan ke arah pintu keluar. Terlihat sekali wajah sendu menghiasi wajahnya. Yoona tak sempat menghilangkan bekas hitam dibawah pelupuk matanya akibat tanggisannya kemarin . jangankan menghilangkan , memakai bedak pun tak ia lakukan . yoona terlalu kalut dengan masalahnya.

Hari ini perjalanan yoona menuju kantor tak begitu lama , hanya butuh waktu 5 menit ia sudah sampai di kantor tempatnya mencari sesuap nasi. Karena yoona sengaja mengginap di losmen dekat kantornya bekerja. Kini nafasnya tak lagi tersenggal seperti biasanya . tangannya juga sudah tak berkacak pinggang lagi . yang ada hanya wajah sendu dan langkah pelan dan lesu.

Teman-teman kantor yoona yang menyadari perubahan di temannya itu , menjadi bertanya-tanya. Benarkah ini yoona ? mengapa ia seperti mayat hidup saja ? . dengan berani kyuhyun mendekati temannya itu . ia memukul pelan pundak kanan yoona. Dan yoona pun menolehkan wajahnya kesamping kanan.

Ditatapnya wajah kyuhyun dengan perasaan tak menentu. Lalu mata yoona kembali menatap lurus kedepan. Ia kembali berjalan dengan langkah yang sama seperti semula . kyuhyun dibuat bingung dengan tinggkah yoona yang tak seperti biasanya , yang selalu mengajaknya bercanda jika ada waktu luang.

Yoona melepaskan mantel hitamnya yang sejak kemarin ia kenakan . baju kantornya pun sama seperti kemarin , dengan atasan kemeja cream dan bawahan rok bewarna coklat tua. Tak ada energi untuk hari ini sepertinya kalimat itu melekat di diri yoona untuk hari ini atau mungkin hari esok juga. Entahlah !

Yuri yang mengetauhi perubahan dratis disahabatnya itu , hanya bisa mendesah pelan. Ia sebenarnya tak tega melihat keadaan yoona yang seperti itu . namun apa yang dapat ia perbuat , ia hanya bisa memberikan solusi masalah yang sepertinya tidak akan menyelesaikan masalah yoona yang bertumpuk-tumpuk.

 

“Yuri-ssi ! bisa kau panggilkan yoona ? suruh ia untuk menghadapku !” panggil siwon kepada yuri , dan yuri pun hanya bisa mengganguk. Sebenarnya ia inggin menyanggah perintah atasannya tersebut ,namun lidahnya kelu saat ini.

“nde , sangjanim.” Jawab yuri patuh.

 

Sedikit kekhawatiran , bukan ! banyak kekhawatiran merasukki tubuh yuri saat berjalan mendekati meja yoona. Kembali ia mendesah pelan tak kala melihat sahabatnya itu hanya menataap layar kompunter dengan tatapan kosong walaupun jari jemari tangan yoona menari dengan lesu di atas keyboard.

 

“yoong ?” panggil yuri tak enak hati. Yoona tak menjawabnya ia hanya menoleh kan kepalanya kebelakang.

“kau disuruh untuk menghadap choi sangjanim sekarang.” Pinta yuri pelan, yuri langsung berlari memeluk tubuh kecil yoona . sebuah isak’kan mulai terdengar dari dalam mulut yuri.

“nde” jawab yoona pelan , sangat pelan.

~~~

 

“tok..tok..tok…”

Terdengar suara ketukan pintu jati dari ruang direktur. Sang juru kunci ruangan mempersilahkannya masuk. Lagi , lagi dan lagi terlihat jelas langkah pelan dan lesu yoona memasuki ruangan. Disisi lain siwon yang sebelumnya berniat untuk mengerjai yoona , kini tak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini.

Wanita yang sempat dikira oleh siwon gila itu berjalan seperti zoombi. Siwon menjadi terharu melihatnya. Ia menggurungkan niat jahilnya tersebut karena orang yang akan ia jahili terlihat sangat tak antusias dengan kejahillannya.

 

“yoona –ssi ?” panggil siwon pelan , saat yoona telah berdiri di depannya. Tak ada jawaban yang keluar dari dalam mulut yoona . yoona hanya mengangukan kepalanya pelan.

“apa kau baik-baik saja ?” tanya siwon tak yakin. Yoona kembali tak menjawab , ia hanya mengangukan kepalanya lagi. Dan itu membuat siwon tak tega melihatnya.

“lebih baik ku batalkan saja , syarat keamrin.” siwon merelakan kejahilannya terhadap yoona. Dan itu membuat yoona mendongkakkan kepalanya dan matanya yang sedari tadi hanya menatap lantai.

“jangan ! lakukan lah sesukamu , asalkan aku jangan kau pecat dari perusahaan ini.” Akhirnya yoona membuka suara walaupun suaranya terdengar parau, namun itu membuat siwon lega.

“aku tak akan memecatmu. Sekarang kembalilh bekerja !” perintah siwon lembut . yoona yang mendengarnya dibuat heran sendiri.

“apa aku tak salah dengar ?”tanya yoona memastikan. “aku tak akan kembali bekerja jika kau tak memberikan syarat itu kepadaku.” Yoona tetep kekeh pada pendirian egonya itu.

“jika itu maumu ! lakukan lah sesukamu !” kini jawaban siwon terdengar dingin.

“baiklah , aku akan menjadi pembantu selama satu minggu bagaimana ?”kata yoona menawarkan diri. Terlihat wajah kaget tergambar di mimik muka siwon.

 

TBC

 

 

 

 

Wahahahhahahha. Pasti gaje kan ? apa saya bilang ? heheh😀 *peluk yoona

Semoga readers yang membaca tidak menyesal yak😀

Thanks buat resty unni atau echa unni yang sudah mau ngepost epep tergaje sepanjang masa dunia per epep’an YWK J (sama2🙂 )

 

Ditunggu kritik dan sarannya , jika tanggapannya lumayan . maka akan saya lanjutin nih cerita gaje😀

Jadi buat yang sudah baca komentar yak ! kalau tidak ? siap-siap barbelnya agung Hercules melayang di kepala siders *maksa banget (biarin :p)

See you bye bye *ala tante cibi cibi -_-“

Tinggalkan komentar

103 Komentar

  1. azzryia noer hayyati

     /  Juni 10, 2014

    Yoonwon moment nya cuma dikit ya thor?? Trus yoona kynya jd yeoja paling mnderita di korea klo ceritanya begitu…. Kasian bgt lanjut…

    Balas
  2. Kekekekekke konyol yh?????

    Balas
  3. im yoo ra

     /  September 23, 2014

    Kasihan yoona😦

    Balas
  4. ayhu

     /  September 29, 2014

    Yoona kasian amat hidupx.

    Balas
  5. choi han ki

     /  Oktober 8, 2014

    Sebenernya apa syarat yg di berikan siwon sih, kok di tarik lagi mpe sekarang yoona yg ngajuin saratnya

    Balas
  6. Kasian bgt yoona,terlalu bny mslh yg dia tanggung.tp hidup memang mslh cm bs menikmati ja…

    Balas
  7. Waaahh klo pembantunya se cantik yoona pasti maulah…hehe next chapter

    Balas
  8. Rostina fince manalu

     /  Juli 22, 2015

    Aw lucu nih^^
    Lanjut thor

    Balas
  9. next next next

    Balas
  10. tambah yoonwon moment lagi

    Balas
  11. melani

     /  April 3, 2016

    Makin penasaran gimana kelanjutannya.. apa siwon bakal tetep ngerjain yoona..

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: