[FF] Yesterday, I Saw Your Face And Now.. (Chapter 4)

Yesterday, I Saw Your Face and Now...

Tittle               :           Yesterday, I Saw Your Face And Now….

Type               :           Sequel

Part                 :           3

Author            :           Choi Young Mi

Genre             :           Romance, Family, Angst

PG                  :           12

Main Cast      :           Im Yoona                   as         Im Yoona

                                    Choi Siwon                as         Choi Siwon

Other Cast     :           Gongyoo                     as         Im Gongyoo

                                    Hwang Tiffany          as         Hwang Tiffany

                                    Lee Donghae              as         Lee Donghae

                                    Choi Sooyoung          as         Choi Sooyoung

                                    Cho Kyuhyun                        as         Cho Kyuhyun

                                    Kwon Yuri                 as         Kwon Yuri

                                    Kim Jong Woon        as         Yesung

                                    Shim Changmin        as         Shim Changmin

                                    Kim Suho                   as         Choi Suho

                                    Etc.

 

Disclaimer      :           Mohon maaf jika ada typo yang bertebran, EYD yang nggak teratur dan kata-kata yang susah untuk dimengerti. This is story from my imaginations.. So, Please RCL if you finish read. I need your comment to continue the story. And If you may Copas Silahkan, asal jangan menghilangkan nama Author saya.. J

Contac Me      :

Twitter           :           https://twitter.com/EunHaeSiBum (@EunHaeSiBum)

                         [follow ya.. mention to follback]

            Facebook        :           https://www.facebook.com/C.RonaldoC.Siwon?ref=tn_tnmn

 

 

           

 

Summary        :           Hari ini aku akan menyatakannya, Namun.. Apakah aku egois?

 

  • 2AM – Confession of A friend ( sambil dengerin lagu ini J )

Donghae masih memegang pil milik Siwon, ia menemui sang paman yang merupakan lulusan kedokteran.

“Ahjussi, ini obat apa?” Tanya Donghae to the point setelah pulang sekolah ia menyempatkan diri menemui sang paman, karena penasaran dengan obat yang dimiliki Siwon. Sebenarnya bukan obatnya, hanya saja ia merasa kini Siwon sering mengeluh pusing dan pucat saat disekolah, bermain pun ia sekarang jarang karena Siwon selalu mengeluh sakit kepala saat diajak bermain.

“Dari mana kau dapatkan ini?” Tanya Sungmin yang merupakan paman Donghae.

“ck.. jelaskan saja , itu obat apa?”

“ini untuk menahan rasa sakit, untuk penderita Tumor otak” jelas Sungmin yang membuat mata Donghae membulat

“Ahjussi serius?” Tanya Donghae meyakinkan “ mungkin kau salah Ahjussi” kekeh Donghae.

“he.. aku ini lulus dengan IP 3,5. Kau lupa Ahjussimu ini pintar?” ujar Sungmin yang membuat Donghae tak bisa berbuat apa-apa

“Tapi, aku rasa kali ini kau salah untuk obat itu. Kata temanku itu hanya Vitamin” jelas Donghae saat mengingat kata Siwon.

“Vitamin apanya eoh? Vitamin menahan sakit kepala? Bagitu?” Donghae yang mendengar itu bagaikan tersambar petir disiang bolong ‘Siwon terkena penyakit tumor otak?’ batinnya.

“ah.. kalau begitu terimakasih Ahjussi, Mianhae merepotkanmu. Aku pulang” Donghae keluar dari rumah sang paman dengan perasaan yang bingung. Yang ada dikepalanya saat ini adalah… ‘Mengapa Siwon tak memberitahuku?’

[][][][][]

Siwon menyusun foto-foto Yoona yang baru ia cetak sendiri, senyum selalu terlukis dibibirnya saat melihat Foto Yoona.

“Siwon!” teriak Boa dari luar.

“nde eomma!” balas Siwon dengan suara yang tak kalah nyaring.

“Cepat makan!!” teriak Boa lagi. Siwon yang mendengar itu langsung keluar dan terlihat jelas disana Boa sedang mengambil nasi untuk Kangta sang suami. Dan terlihat Suho yang menunggu diambilkan nasi oleh Boa.

“eomma, aku ingin yang itu” tunjuk Suho pada paha Ayam, Siwon yang sering menggoda adiknya itu lolangsung mengambil paha ayam dan menggigitnya.

“Ya! Hyung!!!” teriaknya yang membuat Siwon tersenyum evil.

“Eomma, aku ingin paha ayam” pinta Suho pada Boa.

“Siwon-ya berhentilah menggodanya, jangan membuat eomma semakin pusing” ujar Boa, yang kini mengambil nasi untuk Siwon.

“Ini, dasar manja “ ejek Siwon pada Suho, sedangkan Suho meleletkan lidahnya pada Siwon.

“hei, kalian ini makan saja,  masih bertengkar. “ suara Kangta nampaknya dapat membuat Siwon dan Suho berhenti berkelahi.

Namun, kegiatan saling menjahili tetap mereka lakukan dengan menendang kaki satu sama lain dibawah meja.

“Eomma, Hyung menendang kakiku” lagi dan lagi Suho mengadu pada Boa, karena kelaukuan Siwon yang selalu mengganggunya.

“Aigoo,.. Siwon, berhentilah mengganggunya” tegur Boa dengan lembut, namun Siwon hanya tersenyum menanggapi itu. Suho melirik sang kakanya dengan tatapan yang tajam. Siwon yang melihat itu hanya terkikik geli.

Selang beberapa waktu setelah makan Siwon meminta ijin pada Boa untuk pergi keluar sebentar menemui.

“Kau mau kemana?” Tanya Boa. “hm.. kerumah.. Donghae. Ada yang ingin aku pinjam dengannya”

“Jinjja? Kalau begitu hati-hati dan pulangnya jangan terlalu larut malam” Siwon tersenyum ia langsung memeluk Boa dan mencium pipinya. “Saranghae eomma” bisiknya. Boa yang mendengar itu tersenyum “ Kenapa kau minggu ini semakin aneh? Tidak biasanya kau seperti ini?” Siwon yang mendengar itu tersenyum kecut .

“Aku hanya ingin saja.” Jawab Siwon, ia langsung menuju pintu namun langkahnya terhenti, Boa yang melihat itu menatap heran namja dingin ini. “Dan satu lagi , aku akan mencium eomma, sebelum tidur, bangun tidur, saat pulang kerumah dan pergi dari rumah” Siwon kembali menghampiri Boa dan mencium pipi Boa dengan kilat. Setelah itu ia menghilang dibalik pintu. “Kenapa anak ini? Ada apa dengannya?” pikir Boa.

[][][][][]

Dengan kecepatan sedang Siwon mengendarai mobil miliknya, akhirnya ia sampai pada sebuah tempat yang selalu ia datangi jika obatnya habis atau kepalanya terasa sakit. Ia tersenyum pada seorang perawat yang lalu lalang.

“dr. Kim ada?” Tanya nya pada seorang perawat yang sedang bertugas.

“nde? Dr.Kim? Ah.. Kau Choi Siwon?” Siwon mengangguk dengan senyumnya yang pucat “nde, dokter ada?” Tanya Siwon lagi.

“ikut aku.” Perawat itu memberikan sebuah lembaran kepada temannya dan mengajak Siwon menemui dr. Kim

~tok.. tok..

Perawat tersebut  mengetuk sebuah pintu yang berwarna coklat. “Masuklah!” teriak suara namja . Perawat itu mempersilahkan Siwon untuk masuk. “Gamsahamnida” ujar Siwon. “nde, cheonma” balas Perawat itu.

“Annyong euisangnim!” sapa Siwon saat memasuki sebuah ruangan yang bernuansa putih itu.

“Ah.. kau Siwon, aku kira siapa.. hm, bagaimana keadaanmu?” Tanya Heechul to the point.

“hm.. tadi aku pingsan disekolahan, dan hampir setiap aku bangun aku merasa kepalaku lumayan sakit, tangan ku susah untuk digerakkan. Tadi saja aku menulis sangat susah..” jelas Siwon yang langsung duduk ditempat duduk yang memang ditempati untuk para pasien.

“Jinjja? Kalau begitu, kita lebih baik ke lab, untuk mengetahui penyakitmu lebih lanjut. “ Heechul dan Siwon keluar bersamaan.

“hei.. orang tuamu masih belum kau beritahu?” Tanya Heechul membuka pembicaraan saat menuju lab.

“belum, nanti saja kalau aku sudah sangat sekarat” canda Siwon dengan kikikannya

“ck… kau ini, aku sangat khawatir padamu. Harusnya kau beri tahu mereka Tn.Choi” kata Heechul

“aku takut mereka larut dengan kesedihan jika mereka tahu tentang penyakitku” jelas Siwon. Heechul mengangguk mengerti bagaimana perasaan Siwon saat ini, apalagi namja ini sangat menyayangi ibunya.

“Araso, semoga keputusanmu tak memberitahu mereka itu pilihan yang baik” kata heecul membuka sebuah pintu dan terlihat disana sahabatnya yang sudah menunggu.

“Annyonghaseo dr. Shin”sapa Siwon pada Shindong yang terlihat focus pada sebuah layar didepannya.

“Shindong-ssi, tolong periksa Siwon seperti biasa” suruh Heechul “Kau, seperti biasa juga, ganti bajumu” Siwon mengangguk , ia pun mengganti pakaiannya dengan pakaian berwarna biru.

“Siwon-ssi, silahkan kau berbaring disini” ujar Shindong. Siwon langsung berbaring ditempat yang disuruh Shindong. Shindong menekan sebuah tombol dan perlahan badan Siwon bergerak dengan sendirinya dengan sinar laser. Heechul yang berada diluar memperhatikan layar monitor didepannya , setelah itu ia mengacungkan jempol pada Shindong yang tanda nya ia sudah tau bagaimana perkembangan penyakit Siwon

“Siwon-ssi, silahkan bangun, sudah selesai” kata Shindong.

Heechul mengambil hasil pemeriksaan Siwon. Ia langsung mengajak Siwon kembali keruangannya.

“Bagaimana keadaanku?” Tanya Siwon saat mereka menuju ruangan Heechul. “Kita masuk keruanganku dulu. “ Siwon mengangguk mengerti. Heechul membuka pintu ruangannya dan langsung duduk .

“hm… tumormu mulai membesar, mungkin kau harus segera melakukan Kemo. Aniy,.. aniy harus melakukannya segera” Siwon yang mendengar itu menghela napasnya dengan pasrah.

“ kalau  kau tak melakukannya mungkin akan lebih parah Siwon-ssi” Siwon mengangguk mengerti dengan senyumnya. “ Adakah yang lebih simple?” Heechul yang mendengar pertanyaan itu membulatkan matanya. “Ada, dengan pengangkatan Tumornya”

“Apakah aku bisa melakukannya?” Heechul mengangguk “hanya saja resikonya lebih besar Siwon-ssi. Dan aku takut misalkan kau berhasil melakukan itu, kau akan mengalami replase, replase itu mengakibatkan tumor lebih besar 2 kali lipat dan lebih cepat dari tumormu yang sekarang”

[][][][][]

Boa tersenyum melihat Suho yang tertidur saat dipelukannya, ia melepaskan dengan perlahan melepaskan pelukannya dari Suho. Dan mencari Kangta “Yeobo, tolong bawakan Suho kekamarnya” pinta Boa. Kangta yang masih berkutat dengan laptopnya mengangguk kepala dan menemui Suho yang tertidur diruang santai.

Kangta dan Boa meletakkan Suho kekamarnya “Good Nigth Bunny” Kangta mencium pipi Suho, begitu juga dengan Boa. Mereka berdua keluar dari kamar Suho “Siwon belum pulang?” Boa menggelengkan kepalanya” Memangnya dia kemana?”

“Katanya ketempat Donghae” Kangta mengangguk “Yeobo, aku ingin kekamar Siwon dulu, ada yang ingin aku ambil”

Setelah mendapat ijin dari sang suami, Boa memasuki kamar Siwon yang penuh dengan wajah seorang Im Yoona “ck… Siwon siwon” Boa menggelengkan kepalanya saat melihat foto-foto itu yang terpajang dimanapun dikamar Siwon.

Boa langsung membersihkan kamar Siwon yang lumayan berantakkan , matanya tertuju pada sebuah kertas seperti memang disembunyikan Siwon dibawah penahan meja belajarnya.

“Apa ini?” perlahan Boa membuka kertas yang berukuran F4 itu. membaca sedikit demi sedikit yang akhirnya satu kata membuat matanya membulat sempurna “Positif Tumor otak?” Boa kembali membaca kertas itu, namun tetap saja nama yang ada disana tetap “Choi Siwo’ dan penyakitnya tetap ‘Tumor Otak’. Menangis, hanya itu yang Boa lakukan setelah membaca itu “apakah ini benar milik Siwon?”

Boa langsung mencari obat milik Siwon yang sering ia minum setiap hari. Ia mengambil satu persatu obat, ia langsung mengambil jaket dengan air mata yang terus membanjiri pipinya. Tanpa pamit dengan Kangta, Boa berlari ke Apotik terdekat. Setelah berlari hampir 50 meter, Boa sudah sampai di Apotik yang memang dekat dengan rumahnya.

“Apakah ada dokter?” Tanya Boa langsung tanpa menyapa dengan napas yang masih tersenggal-senggal. “nde”

“Bolehkan aku bertemu?” orang tadi mempersilahkan Boa bertemu dengan dokter yang melakukan praktek.

“Annyonghaseo” Sapa Boa saat memasuki ruangan tersebut

“Annyonghaseo” balas sang dokter

“apa gejala yang anda rasakan?” pertanyaan itu selalu diatanyakan seorang dokter jika ada seorang pasien menemuinya, namun Boa bukan bermaksud seperti itu.

“hm.. aku hanya ingin tau ini obat apa?” Tanya Boa masih dengan matanya yang sembam

“ini obat biasanya untuk menahan sakit kepala, yaitu penyakit..”

“tumor otak?” potong Boa

“nde, “

“benarkah? Mungkin anda salah ?” kekeh Boa, yang berharap dokter didepannya ini hanya salah menanggapi obat itu

“Aniy, obat ini memang untuk seseorang yang mengalami tumor otak, ini untuk penahan rasa sakit kepala” Boa merasa napasnya tercekat, mendengar itu ia bagaikan kehilangan belahan jiwanya. Mungkinkah dia akan merelakan namja yang selama ini membuat rumah tangganya dengan kangta sempurna akan meninggalkannya?

“Euisangnim, biasanya mereka bisa bertahan berapa lama?”

“hm.. tergantung kondisi orang tersebut, paling lama mungkin sekitar 2 tahun atau beberapa bulan” Boa mendengar itu tanpa sadar mengeluarkan air matanya .

“Apakah bisa diselamatkan?”

“hm.. sangat sulit karena dari 10 orang yang mengidap penyakit itu mungkin hanya 1 orang yang selamat. Dan itu juga harus dengan Kemoterapi, dan satu lagi pengangkatan tumor”

“Jinjja? Kalau begitu aku pulang dulu, terimakasih atas informasinya” dokter tersebut berdiri dan sedikit membungkuk, begitu pula dengan Boa.

[][][][][]

Boa terus menangis dengan langkah yang lemah. Ia terus menghapus air mata yang mengalir dipipinya, Kangta yang berniat mencari Boa ternyata sang yeoja sudah datang tepat dipekarangan rumah mereka. Kangta mengernyitkan alisnya dengan heran melihat sang istri yang menangis “Yeobo, gwenchana?” Boa langsung memeluk Kangta. Menangis didada bidangnya “Wae Chagi?” Boa terus menangis dan mengeratkan pelukannya dengan Kangta.

Siwon yang baru datang terkejut dengan keadaan Boa yang menangis dipelukan Kangta. “Eomma, Wae?” Tanya Siwon menghampiri Boa. Boa yang mendengar kedatangan Siwon langsung melepaskan pelukannya dan memukul pipi Siwon. “Yeobo!” Kangta menarik tangan Boa “Yeobo,wae? Kenapa kau memukul Siwon?” Boa menggelengkan kepalanya dengan air mata yang terus membasahi pipinya.

“Kau! Kenapa tak memberitahuku?” teriaknya pada Siwon, Siwon yang masih heran hanya diam melihat sang eomma yang terus menangis. “Ini, apa maksud isi kertas ini?” Boa menunjukkan kertas yang disimpan Siwon tepatnya yang ia sembunyikan. Siwon membulatkan matanya sempurna saat mengetahui itu. Kangta mengambil kertas yang masih ada ditangan Boa, ia langsung membacanya “Ini punyamu?” Tanya nya pada Siwon. Siwon mengangguk dan menundukkan kepalanya. “kapan?” Kangta kali ini mengintrogasi sang anak.

“1 bulan yang lalu” jawab Siwon singkat. “Why? Kenapa tak memberitahu kami?” Siwon terus menunduk karena takut melihat Kangta yang menatapnya dengan tajam.

“Aku.. aku hanya takut eomma sedih” jawabnya yang kali ini matanya  mengeluarkan sebuah cairan bening. “Mianhae” kata terakhir Siwon tak mampu membuat perasaan Boa tenang, mungkin ia sudah bisa memaafkan Siwon, tapi apakah dengan memaafkannya Siwon akan hidup bertahan lebih lama?

“Eomma, Mianhae” Boa memeluk anak 17 tahun yang lalu keluar dari rahimnya, anak yang membuat hidupnya merasakan menjadi seorang wanita yang sesungguhnya. Begitu pula dengan Siwon, ia membalas pelukan yeoja yang selama ini sangat berharga dalam hidupnya “Mianhae Saranghae Eomma” kata-kata itu memang seperti bisikan, tapi itu dapat membuat Boa tersenyum.

“Kalau begitu besok kau jangan sekolah kita melakukan pengobatan” ujar Boa, namun Siwon menggelengkan kepalanya “Wae?”

“Aku besok harus sekolah, karena aku akan menyatakannya eomma” Boa yang mendengar itu tersenyum akhirnya Siwon mengungkapkan perasaannya, tapi apakah taka pa? “Are you sure?”

“Yes.. I’m Sure” Kangta yang memang tak mengerti hanya tersenyum dan merangkul Boa “Kajja! Kita tidur” Siwon mengangguk namun saat Kangta membawa Boa, Siwon langsung menahan tangannya “Wae?”

“Aku tidur dengan eomma” pinta Siwon seperti tingkah Suho. “Mwo?! Aniy malam ini Appa ingin minta jatah pada Eommamu” Boa mencubit perut Kangta yang membuatnya meringis. Siwon yang melihat itu terkikik geli melihat keharmonisan orang tuanya.

[][][][][]

Yoona tersenyum setelah diantarkan oleh Gongyoo  “kau nanti pulang menungguku?” Tanya Gongyoo saat Yoona sudah ada diluar mobilnya, sedangkan ia masih didalam.

“hm… Molla, sepertinya hari ini aku juga masih latihan untuk olimpiade untuk minggu depan.” Gongyoo hanya tersenyum dan ikut keluar mengikuti langkah Yoona “Kenapa Oppa? tak kuliah?”

“aku ada penelitian kesekolah-sekolah” Gongyoo melangkahkan kakinya mengikuti Yoona. “ untuk?”

“Kau ingin tau?” Yoona mengangguk tersenyum “kau masih kecil.. belum sampai umur” Gongyoo mengacak rambut Yoona yang sudah tertata rapi, Yeoja itu pun mempout bibirnya “Oppa~” Gongyoo tertawa melihat ekspresi sang adik.

“Aigoo, siapa disamping Yoona itu?”

“omo.. omo namja disamping Yoona itu,, tampan sekali”

“Wah.. mimpi apa aku semalam bertemu pangeran setampan dia disini?” Gongyoo tersenyum mendengar itu, ternyata banyak yang mengagumi ketampanannya. Sedangkan Yoona menjadi ilfeel mendengarnya.

“eh.. kelas Tiffany dimana?” Tanya Gongyoo. “disana!” tunjuk Yoona pada sebuah kelas diseberang mereka . “Oppa, ingin bertemu eonie?” Gongyoo menggelngkan kepalanya. “Lalu?”

“Aku hanya bertanya, aku menunggu teman-temanku”

“Jadi, Oppa ingin menunggu dimana?”

“hm… mungkin disini saja. Kalau kau ingin masuk, masuk saja”

“oh.. Arraso, aku masuk dulu Oppa, Annyong!”

[][][][][]

Yoona memasuki ruangannya yang disambut oleh ocehan para yeoja yang seperti biasa membicarakan seorang namja. Saat Yoona masuk, semua mereka menghentikan pembicaraan mereka dan menatap Yoona dengan intens. Yoona yang merasa aura aneh itu segera duduk disamping Sooyoung yang juga sepertinya membicarakan sesuatu dengan Yuri , Seohyun dan Hyoyeon . “ah.. itu dia!” pekik Sooyoung melihat Yoona yang baru datang.

“Eyy! Siapa namja tadi?” semprot Seohyun

“namja? Nugu?” Tanya Yoona  heran

“yang tadi denganmu chagi” ujar Sooyoung sambil memakan keripik yang ada ditangannya

“Wae?”

“itu siapamu?” Tanya Sooyoung yang mulai sebal dengan tingkah Yoona

“iya.. aku tau memangnya kenapa?” pertanyaan Yoona membuat yang ada disana mengeluarkan asap dari kepala mereka

“Oh tuhan!!!!”

“Hahaaa… itu Oppaku. Wae?” kekeh Yoona yang membuat keempatnya membulatkan matanya

“”Mwo?! Jinjja? Aigoo.. tampan sekali, kenapa kau tak bilang punya Oppa setampan itu?” pekik Yuri

“nde, kau tak mengenalkannya pada kami, kau jahat sekali” ujar Hyoyeon tak mau kalah.

“ooo, kalian ingin kenalan? Kajja! Aku kenalkan “ Yoona menarik tangan Yuri dan Hyoyeon, kedua orang yang di tarik tadipun berusaha melepaskan tangan mereka dari Yoona “Wae? “ Tanya Yoona heran.

“Ya! Kau jangan membuat kami malu babo!”

“kan mau kenalan?” ujarnya Polos

“Aish… kan bisa waktu dirumahmu? Atau saat apapun itu. jangan disekolhan”

“Oppaku tak mungkin dirumah, ia di Apartemennya sendiri”

“Ah… kalau begitu tak usah saja”

Yoona hanya tresenyum mendengar itu

****

Suho terlihat heran dengan sikap sang kakanya kali ini, biasanya namja itu rajin mengganggunya, tapi sepertinya namja itu tak melakukan kegiatan rutinnya. Ia memasukkan pudding kemulutnya melihat gerak-gerik Siwon, perlahan ia mengambil ayam milik kakanya yang berada dipiring Siwon, Tapi Siwon hanya tersenyum “ Kau ingin makan itu? ambillah” Suho tak henti-hentinya mengganggu Siwon, ia kembali menjahili Siwon, kali ini ia melempar saus tomat kebaju seragam Siwon, tapi lagi-lagi Siwon hanya tersenyum dan mengambil tissue untuk memberishkan baju seragamnya

“Aigoo, Siwon-ya kenapa bajumu?” Tanya Boa

“Ah.. tadi Suho tak sengaja eomma” Suho mendengus kesal biasanya sang Hyung selalu menuduhnya tapi kali ini tidak “ Aku ganti baju dulu eomma” Boa menganggukan kepala, dan menghampiri Suho yang terlihat memikirkan sesuatu.

“Annyong” sapa Boa

“Eomma, HYung kenapa?” Tanya Suho yang masih melihat Siwon menaiki tangga.

“Wae?” Boa langsung duduk disamping Suho

“Hyung berbeda hari ini” ujarnya menatap Boa

“maksudmu?”

“biasanya setiap pagi dia menggangguku, tapi kali ini tidak” Boa tersenyum dan mengusap rambut sang anak “bukankah bagus?” Suho menggelengkan kepalanya “Tidak seru, biasanya aku dan Hyung kerjar-kejaran, tapi sekarang dia jarang melakukan itu denganku” keluh Suho, Boa yang mendengar itu juga merasa sedih biasanya ia setiap pagi meneriaki kedua anaknya itu karena selalu bertengkar atau berlari kesana-kemari sampai membuat bantal sofa berlari kedapur karena ulah mereka.

“mungkin Hyungmu lagi tak enak badan”

“hm… Jinjja? Hyung sakit?”

“kan kata eomma mungkin chagi”

“oooo…. Eomma?”

“nde?”

“ Bagaimana cara eomma membuatku?” Tanya Suho yang membuat Boa membulatkan matanya, Kangta yang baru datang membawa tasnyapun sampai terjatuh, begitu juga dengan Siwon yang hampir terjatuh saat menuruni tangga.

“hm… itu… tanyakan pada Appamu” ujar Boa yang terdengar gugup

“Appa?” panggilnya yang melihat Kangta menghampiri keduanya “nde? Appa juga tak tau”

“Hyung?! Jangan katakana kau tak bisa, bukankah kau selalu masuk 3 besar dikelas?”

“Mwo? Ah.. baiklah, kau dibuat dengan … hm… dengan.. sebuah sel … ovum punya eomma dan sel sperma punya Appa”

“ovum dan sperma? Bagaimana bentuknya? Aku ingin melihatnya?”

“Andwee!!!” teriak Boa yang membuat ketiganya menutup kuping mereka masing-masing

[][][][][]

“Siwon!” panggil Boa saat Siwon ingin memasuki gerbang sekolahnya. “nde?”

“Kau jangan melakukan hal-hal yang berat, nanti eomma menjemputmu kau telepon saja eomma. Dan jangan nakal. Arraso?” nasehat Boa yang membuat Siwon menganggukkan kepalanya dengan senyumman yang menyerupai Kangta

“nde, jangan nakal Hyung!” sahut Suho yang ada disamping Boa. Siwon yang mendengar ocehan sang adik meleletkan lidahnya “Yah.. Aku serius Hyung! Jangan nakal, nanti dihukum ditengah lapangan dan hormat pada bendera”

“itu hukuman hanya untukmu, tak mungkin untukku! “ ujar Siwon saat mengingat Suho menceritakan padanya bahwa ia dihukum gurunya karena menjahili teman yeojanya.

“Aish… Eomma! Kajja! “ Suho langsung memalingkan wajahnya , Boa pun hanya menggelengkan kepalanya melihat sikap kedua anaknya.

[][][][][]

Kali ini Seohyun, Yoona, Siwon dan Kyuhyun duduk menghadap Jungsoo “ Hm… kalian sudah siap?” Tanya Jungsoo yang membuat keempatnya menganggukan kepala. “ Lusa, kalian akan mengikuti perlombaannya . jujur saja, aku terkejut karena pasalnya kemaren kata mereka mingu depan, tapi ternyata dipercepat. Karena Siwon dan Kyuhyun akan melakukan Ujian ” Raut khawatir terlihat diwajah YoonSeo, sedangkan WonKyu, mereka berdua sudah terbiasa karena tahun kemarenpun mereka ikut dan masing-masing membawa pulang mendali emas.

“Tenang saja, jangan khawatir santai saja” ujar Jungsoo saat melihat ekspresi YoonSeo.

“ kalian berdua?” tanyanya pada kedua si tampan “ hm.. santai saja” jawab Kyuhyun yang memang menjawab dengan santai. “Kau?” ujarnya menatap Siwon

“Aku akan berusaha Sonsaengnim, mohon bimbingannya. Karena Junso Sonsaengnim belum datang, dia masih memintamu!” Jungsoo tersenyum mendengar jawaban dari Siwon dan mengangguk sebagai jawabannya.

“hm… kalau begitu, nanti kau dan Yoona tetap bertahan untuk latihan lagi” Siwon mengangguk semangat apalagi nanti belajar bersama Yoona lagi. Yoona yang mendengarnya pun terlihat senang. “ekhm..” deheman Kyuhyun membuat Siwon menatap tajam namja itu, sedangkan Kyuhyun hanya membalas dengan senyum evilnya.

[][][][][]

Yoona dan Siwon terlihat duduk berdampingan sambil mengisi jawaban. Tak ada suara, bahkan hanya ada suara tikus yang menggigit kayu(?) sedangkan Jungsoo? Jangan ditanya dia sedang makan seperti biasa.

“hm.. Yoona-ssi malam ini jadikan?” Tanya Siwon yang masih berkutat dengan lembaran yang ada dihadapannya “nde? Ah nde..”

“aku  akan menjemputmu, jam 7 jangan lupakan itu” Yoona tersenyum, sedangkan Siwon hanya memasang wajah datarnya. Namun, dalam hatinya ia sangat bahagia.

Tak selang beberapa lama, Jungsoo datang “ hm.. sudah selesai!” serunya yang membuat Yoona mendongakkan kepalanya, karena pasalnya 5 soal masih belum Ia jawab. “gwenchana Yoona-ssi, ini hanya percobaan, lebih baik kalian berdua pulang” ujar Jungsoo.

“Siwon-ssi, kau antar Yoona , nde?” Jungsoo menatap Siwon

“hm… Sonsaengnim, hari ini aku dijemput eommaku” ujarnya dengan nada yang menyesal “Aku sudah minta ijin dengan eommamu” YoonWon yang mendengar itu membulatkan matanya “ Eommamu ada diluar sudah, 10 menit yang lalu ia sudah disini” Siwon yang mendengar itu menganggukan kepalanya dan langsung membereskan barang-barangnya, sedangkan yoona terlihat gugup, ia pun langung mengikuti Siwon yang merapikan barang-barang miliknya dan keluar dari ruangan Jungsoo

[][][][][]

Yoona terlihat takut saat mengetahui ia akan pulang dengan eommanya Siwon ‘Aish.. Sonsaengnim, aku kan bisa telepon Gongyoo Oppa’ batinnya. Ia masih mengekori Siwon bak seorang bodyguard yang sedang mengawal sang pangeran. “Yoona-ssi, itu eommaku” ujar Siwon yang langsung menghadap Yoona yang terlihat selalu menunduk “ gwenchana, eommaku orangnya baik, ia juga tak mungkin makan orang” sepertinya Siwon bisa membawa isi pikiran dari wajah Yoona, Yoona yang mendengar itu hanya tersenyum.

Boa tersenyum saat melihat sang anak yang terlihat bahagia saat keluar gerbang sekolah, namun sepertinya kabahagiaannya itu juga karena suatu hal. Boa menajamkan matanya melihat sosok itu, sepertinya ia mengenal sosok itu. yeoja itu terlihat selalu menunduk, Siwonpun terlihat membalikan badannya meyakinkan yeoja itu.

“Sepertinya Siwon sudah melakukannya “ gumam Boa. “Eomma! Kenapa Hyung lama sekali?” Suho mengelurakan kepalanya melalui jendela mobil melihat Boa yang duduk didekat mobilnya.

“sebentar chagi, itu Hyungmu!” Suho keluar dari mobil sambil membawa PSPnya, betapa terkejutnya ia saat melihat Siwon datang dengan Yoona “ eomma, itukan yeoja yang selalu didinding kamar Hyung!” bisiknya yang menghampiri Boa.

“nde, ssttss jangan sampai ketahuan orang, termasuk yeoja itu. Jangan diberi tahu Arraso?” Suho menganggukan kepalanya dengan gaya Aegyonya yang membuat Boa tertawa “ Eomma! “ panggil Siwon, Yoona yang dibelakangnya pun sedikit menunduk seperti memberi hormat.

“ooh.. Annyong!” sapa Boa. “ Eomma, kata Sonsaengnim dia sudah minta ijin agar Yoona ikut kita, nde?” Boa menganggukan kepalanya. “ Annyonghaseo Yoona-sii” Yoona tersenyum “ Annyonghaseo Ahjumma” balasnya.

“Yasuddah, ayo masuk. Suho dengan Hyung dan Yoona disamping eomma” titahnya pada Suho yang terlihat sudah lebih dulu ingin masuk dan duduk disamping Boa . “nde? Ah.. lebih baik Nuna manis ini disampingku, kenapa harus Hyung?” Siwon yang mendengar itu ingin sekali menyelentik jidat Suho, namun ia sadar kini ia dihadapan Yoona. “ Nuna manis, kau mau duduk denganku dibelakang?” Tanyanya dengan Aegyonya siapapun yang melihat anak ini pasti ingin langsung mencubit pipinya . Yoona menatap Siwon, Siwon hanya tersenyum ‘terserahmu’ seperti itulah ibaratnya dari tatapan Siwon.

“ Siapa namamu?” Tanya Yoona menyamakan tubuhnya dengan Siwon “ Choi Suho, Nuna manis bisa  memanggilku Suho atau mungkin ‘ Baby Suho ‘ “ ujar Suho. Siwon yang mendengar itu ingin muntah yang benar saja ‘ baby Suho? ‘ pikirnya. Yoona tersenyum “ nama Nuna manis siapa?”

“Namaku Im Yoona. Panggil aku Nuna Yoona” Suho menggelengkan kepalanya “ wae?” Tanya Boa yang heran dengan anaknya itu “ baby Yoona atau Nuna manis, itu panggilanku untuk Nuna” Siwon yang mendengar itu hanya menggelengkan kepalanya dan langsung masuk mobil. Begitu juga dengan Yoona, Suho dan Boa.

[][][][][]

*Happy Ending  – Jay Park ( sambil dengerin lagu ini J )

Yoona terlihat sibuk mencari baju yang tepat untuknya. Ini sudah ke tiga kalinya ia mengganti bajunya. “ hm… sepertinya ini bagus” gumamnya tepat didepan cermin . Yoona mengambil ponselnya dan benar saja Siwon me’sms nya yang menyatakan bahwa ia sudah didepan rumahnya.

“Hai Yoona-ssi” sapanya, Yoona terlihat senang saat Siwon mengajaknya berkencan, meskipun ia masih memanggil Yoona dengan embel-embel ‘ssi’

“Kita kemana Oppa?” Tanya Yoona yang mengambil helm ditangan Siwon. “ hm… liat saja nanti”

~

“Namsan tower?” Siwon mengangguk. Ia langsung mengajak Yoona untuk duduk disuatu bangku “ ini..” Siwon memberikan sebuah gembok dan spidol. Yoona mengambilnya “ tulislah, apa yang kau inginkan. Dan tulislah seseorang yang kau suka” jelas Siwon. “Oppa?”

“Aku juga akan melakukannya” Yoona mengangguk mengerti, ia mulai menggoreskan spidolnya di gembok itu. Siwon tersenyum melihat yeoja itu, ia pun mengikuti yang dilakukan Yoona, namun ia merasa ada rasa sakit dikepalanya. Tapi, ia tak ingin acara menyatakan cintanya ini batal hanya karena penyakitnya.

“ Oppa, aku sudah” ujar Yoona, Siwon mengangguk langsung mengambil pergelangan tangan Yoona. Yoona yang merasakan itu terkejut dan tampak senang. Kini Siwon membawanya tepat dipaling atas di namsan tower “mana punyamu? “ Yoona memberikan punyanya. Siwon pun langsung mengambilnya dan memasangkan miliknya dan Yoona disebuah kawat pagar.

“Yoong?” panggil Siwon, Yoona menatap Siwon. “ lihatlah bintang disana” ujarnya pada Yoona. Yoona menatap langit “indah bukan?”  Yoona mengangguk.

“kau pilih yang mana? Antara 2 bintang ini?” Yoona kali ini menatap Siwon, dan langsung melihat 2 bintang krystal ditangan Siwon. “ maksud Oppa?”

“pilih saja Yoona” Yoona mengangguk dan mengambil sebuah bintang dari tangan Siwon “ baca apa dibelakangnya !” pinta Siwon. Yoona mengerutkan keningnya “ Would You Be My Boyfriend?” itulah kata yang keluar dari yang Yoon abaca dibalik bintang itu “ Yes, I can be your boyfriend “ Yoona semakin bingung dengan semua ini. “ Aku tahu kau masih bingung”

“Im Yoona” Siwon kini beralih dari tempatnya dan menunduk didepan Yoona “ Aku menyukaimu tepatnya Mencintaimu” Yoona membulatkan matanya. “ Apakah kau setuju dengan yang tadi?” Tanya Siwon mengingat. Yoona mengangguk tersenyum  dan langsung memeluk Siwon, tak perlu berpikir panjang baginya. Toh.. ia sangat mencintai Siwon dari dulu bahkan.. “ Saranghae” bisik Siwon “ nado, Saranghae Oppa” balas Yoona, Siwon merasa kalau kepalanya kini sangat sakit, tapi itu ia tahan.. ia tak ingin yeoja didepannya ini khawatir kalau ia tiba-tiba pingsan. “ Mianhae, kalau caraku ini tak romantic, jujur saja.. aku tak bisa merangkai kata-kata romantic seperti namja lain. Tapi, aku akan selalu berusaha disampingmu agar membuatmu bahagia. Aku akan berusaha disampingmu tiap, menit, detik, jam, hari, minggu, bulan , tahun dan sampai aku mati.Dan aku akan berusaha disampingmu sampai rambutmu yang hitam ini menjadi putih, kulitmu yang kencang ini jadi berkerut, matamu yang indah ini semakin sayu, bahkan jika sampai gigimu tak ada lagi Kau akan tetap no. 1 dihatiku, dan jika aku tak disampingmu lagi, aku akan tetap membuatmu bahagia, meskipun kita didunia yang berbeda.” ujar Siwon. Yoona menitikan air matanya “ Kau barusan mengatakan suatu hal yang romantis untukku Oppa, tapi kau menggagalkan semua itu, aku setuju dengan semuanya tapi masa kata ‘jika sampai gigimu tak ada lagi’ harus kau ungkapkan juga. “

“bukankah benar begitu? Aku tak peduli apapun Chagi.. yang penting kau disampingku sampai ajal menjemputku!”

“tapi, aku tak ingin Oppa duluan yang meninggalkanku, aku saja yang duluan”

“kau tak bisa memungkiri takdir Chagi”

“Maksud Oppa?”

TBC

Gimana di part ini? Nggak galau kan? Nih saya udah cape-cape bikin moment YoonWon sampe nguras otak banget. Nggak tau deh… nih FF susah banget aku bikin, sampe aku harus sering minta note isi lagu yang sesuai alur FF ini. Tiap hari nge-BBM dia. Sampe-sampe dia emosi ngejelasin tuh alur lagu. Nama temen aku Indah Ayu lestari jadi kalau FF nya agak aneh ato gimana, salahkan dia.. karena dia yang memberikan alurnya dan saya Cuma nulis FFnya. Dan tebak ya.. lagu apa .. kalau kalian tau lagunya kalian pasti tau endingnya gimana..

Nggak bingung antara Happy Ending atau Sad Ending.. Coz, saya liat kemaren dikoment katanya dipart berikutnya pada nyiapin Tisue.. kalau uangnya habis buat beli tissue, saya nggak mau bayar uang buat belinya  ya..

Tinggalkan komentar

82 Komentar

  1. nophietha407

     /  Mei 3, 2013

    Ada sad.nya ada happy.nya jadi bisa dibilang seimbanglah.. . Trus tdi maksud Wonpa apa yg kta” terakhir. Pasti mau ninggalin Yoong eonni kandt ??. Jangan yyah oppa. Thor jangan dibikin sad ending yyah. Akku nggak tega klo liat yoong eonni nangis meratapi [?] . Pkoknya hrus happy ending. Gimanapun caranya #maksa

    Balas
  2. hiks hiks hiks…
    Antara senang dan sedih…
    Senang krna akhirnya YoonWon bersatu,,
    Juga sedih karna tkutnya siwon oppa nya meninggallllll…
    Ahhhh,,pkkx q gak rela klo siwon oppa meninggal… (*plakk-lebay*😐 )
    Author,,,jngan bkin sad ending ya…
    Bkin happy ending aja…
    Hee

    Balas
  3. an_siwonie

     /  Mei 3, 2013

    siwon pliss jgn tinggalin yoona…Demi Tuhan…………..!!!!!!!
    .#aryawiguna mode on:

    Balas
  4. Mela Robsten

     /  Mei 3, 2013

    Ahh akhirnya dpost juga .. Thorr bguss kok .. Lanjut ya!

    Balas
  5. bagus thor… gak sabar chapter selanjutnya…
    semoga ceritanya benar-benar diluar dugaan ne ^^
    fighting!!

    Balas
  6. hendrayani

     /  Mei 6, 2013

    kerennn,,, tpi smoga happy ending ya,!! jangan pisahin mereka (yoonwon) ya!!

    Balas
  7. Kwon Liia (liia_sa)

     /  Mei 8, 2013

    huhu..moga Wonpa bisa smbuhh biar always together with Yoona eonnie ..
    buat happy ending dums authorr ^^
    keep writing & fighting ^^

    Balas
  8. baru kali ini suka ff baca per kata dan gak di skip. lanjut ya… ^^

    Balas
  9. kezia

     /  Mei 21, 2013

    Feel sad + happynya dapet bgt thor
    Lanjutakan ff nya thor
    Gomawo

    Balas
  10. moga aja siwon oppa bisa sembuh dari kanker nya..
    feel sad+happy nya dapet bgt thor..
    tapi jangan pisahkan mereka ne thor..

    Balas
  11. Weny

     /  Juli 7, 2013

    bagus ceritanya

    Balas
  12. dina

     /  Juli 25, 2013

    ​ƍäª kepengen sad ending..part ini åjå ud buat ​‎​(˘_˘) ☹нΐќS̤̈s нΐќS̤̈s ☹ (˘_˘)
    ‎​☹ н|ĭ|ι̥|κ̇S̈s (-̩̩̩-͡ ̗–̩̩̩͡) (-̩̩̩-͡ ̗–̩̩̩͡) н|ĭ|ι̥|κ̇S̈s ☹
    ‎​..mudah2an happy end for everyone..specially for YoonWon..lanjut

    Balas
  13. Annyeong chingu
    niken imida
    pas sy baca ff ini,sy langsung tertarik dengan ff tapi sy tidak bisa menemukan part 3nya ,pokonya YOONWON bersatu neh🙂

    Balas
  14. Chika Choi

     /  November 14, 2013

    yah critax hmpir nyerempet ma film ”dealova”

    Balas
  15. Merisa Hermina putri

     /  Desember 9, 2013

    Wahhhhhh ini chapter 5 nya udah ada belom sih ? Aku cari kok gak ada , kereeeeeeennnnnnnnn . Mau baca ,pleasee siwon jangan meninggal donk

    Balas
  16. Merisa Hermina putri

     /  Desember 9, 2013

    Wahhhhhh ini chapter 5 nya udah ada belom sih ? Aku cari kok gak ada , kereeeeeeennnnnnnnn . Mau baca ,pleasee siwon jangan meninggal donk . Tapi aku kok gak bisa nemu chapter 3 nya yahhhh

    Balas
  17. Merisa Hermina putri

     /  Desember 9, 2013

    Wahhhhhh ini chapter 5 nya udah ada belom sih ? Aku cari kok gak ada , kereeeeeeennnnnnnnn . Mau baca ,pleasee siwon jangan meninggal donk . Tapi aku kok gak bisa nemu chapter 3 nya yahhhhhhhhhhh

    Balas
  18. Thor, penasaran sama kelanjutannya. Jangan buat sad end thor. Pleaseee, lanjut thor. Jgn lama lama.

    Balas
  19. Relly

     /  Maret 19, 2014

    Hiks…hiks. ..hiks. .. jgn sad end ya thor… bikin happy end aja hehehehe

    Balas
  20. Daebak bener. Lanjut , unnie nnti jangan sad end ya rasanya tuh kalo yoonwon ga bersatu nyesss bgt gitu :((

    Balas
  21. Omg

    Yoooonnnwwooonnn

    Balas
  22. Sediiih please jgn sad ending dong…. Ga suka dan Ga rela yoonwon hrs terus bersama … Hiks..hiks…

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: