[FF] Love Is You (Chapter 8)

Cover LIS

Tittle                           : Love Is You / Chapter 8

Author                        : Tika Pink / Tika Sheila EverlastingFriend

Email/Twitter             : tika_pinky@rocketmail.com / smantikalove@gmail.com / @SangRa_ELF

Main Cast                  : Im Yoona, Choi Siwon

Other Cast                 : Heo Young Saeng (Im Young Saeng), Tiffany Hwang, Lee Seung Gi, Yesung, Tika Pink (Tika Park – Author ikut nimbrung 🙂 ), Choi Sooyung, Shim Chang Min, Taeyeon (Choi Taeyeon), Yuri

Genre                         : Tentuin sendiri

Length                        : Chapter

Rating                         : PG + 15

 

Author said : Annyonghaseyo, ^^ Ahh, jeongmal mianhaeyo karna lagi-lagi aku kelamaan ngelanjutin ff ini. Aku selama beberapa minggu ini sedang sakit dan tidak bisa banyak gerak. Jadi aku benar-benar minta maaf karna telah membuat readers menunggu terlalu lama dan juga aku mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya karna kalian sudah bersedia menunggu. Semoga, ff ini tidak akan pernah mengecewakan kalian di tiap kemunculannya.

Don’t be Silent Readers … Please RCL yaw !!!

Warning: Typo bersembunyi di mana-mana!!!

 

#Happy Reading#

 

Author Pov:

Yoona mencoba meronta di pelukan Siwon. Tapi tenaganya masih begitu lemah dan Siwon terlalu kuat untuk dilawan. Ciuman itu semakin mengetat. Siwon setengah menuntut dalam ciumannya agar Yoona membalasnya. Sampai akhirnya Yoona tak bisa melawan lagi. meski dia tak memberi respon tapi dia mulai diam di pelukan siwon. Tak berusaha melepaskan diri dan itu berhasil membuat Siwon menghentikan ciumannya dan sedikit melonggarkan pelukannya.

Yoona menatap Siwon dengan sinis. Dia merasa marah dan direndahkan. Yoona benar-benar tidak suka namja itu memeluk dan menciumnya seenaknya. Baru kali ini dia bertemu dengan namja yang begitu kurang ajar terhadapnya. Ani, mungkin Seunggi telah melakukan hal kurangajar padanya beberapa jam lalu, tapi itu karna Seunggi dipengaruhi oleh dendam dan semua itu tidak terlaksana. Tapi namja yang sedang memeluknya saat ini tanpa alasan yang jelas m terus memeluk dan menciumnya sesuka hati. Namja itu hanya menginginkannya karna namja itu menganggap Yoona gadis murahan.

“Neo … neo jinjja …” Yoona masih tak sanggup mengatakan apa-apa. Dadanya masih berdebar kencang karna amarah dan alasan yang tak dia ketahui. Dia hanya bisa menatap Siwon dengan sinis.

Tapi lain dengan Siwon. Meski ditatap seperti itu oleh Yoona, dia malah mengusap pipi Yoona dengan salah satu tangannya dengan lembut. Dia tersenyum.

“Jangan menatapku seperti itu karna takkan ada gunanya. Mungkin kau marah dan membenciku saat ini, tapi itu takkan lagi mempengaruhiku. Aku sudah memutuskan untuk membuatmu tetap di sisiku. Jadi jangan berpikir kau bisa lepas dariku, Yoong!”

Yoona mendesah kesal.

“Mwo? Yaa, apa kau pikir kau tidak terlalu arogan Choi Siwon-ssi? Memangnya kau siapa berani berkata seperti itu padaku? Kau bukan siapa-siapa dan sama sekali tak punya hak untuk memutuskan hal yang sama sekali tidak akan pernah terjadi bahkan di dalam mimpimu!”

Siwon mengeratkan pelukannya lagi sehingga Yoona makin merapat dan wajah mereka kembali dekat.

“Saat ini mungkin aku belum punya hak. Tapi hal itu akan terjadi beberapa hari lagi. Aku bersumpah!” kata Siwon tegas.

“Kau terlalu percaya diri …”

“Tentu saja. Aku sangat percaya diri dan sangat yakin bisa mendapatkanmu. Mungkin kita akan membahasnya nanti.” Kata Siwon. Tiba-tiba dia membopong tubuh Yoona.

“Yaa, apa yang kau lakukan?!” tanya Yoona terkejut.

“Sekarang kita harus kembali ke kamar. Kau sedang sakit dan tidak seharusnya berkeliaran seperti ini.”

“Turunkan aku! Aku bisa jalan sendiri!” kata Yoona ketus.

“Ani, Sirreo!” Siwon membantah dan kembali menatap Yoona tajam. “Mulai saat ini aku akan membuatmu terbiasa dengan kehadiranku di dekatmu! Terbiasa sehingga kau takkan bisa memungkiri artiku di hidupmu lagi Im Yoona-ssi!” tegas Siwon. Lalu dia melihat tangan Yoona yang masih angkuh tak ingin berpegangan padanya.

“Kau bisa berpegangan padaku jika merasa pusing atau merasa akan jatuh. Meski akan kuyakikan kau takkan cedera sedikitpun dalam gendonganku.” Tambahnya lagi lalu membawa Yoona dalam bopongannya untuk kembali ke kamar rawat.

Awalnya Yoona tak ingin mengalungkan tangannya di leher Siwon untuk berpegangan. Tapi karna langkah Siwon yang sedikit cepat dan kepalanya yang pusing sehingga merasa sedikit oleng, dengan enggan dia pun akhirnya menyerah dan mengalungkan tangannya di leher namja itu. Sepintas dilihatnya Siwon tersenyum penuh kemenangan dan langkahnyapun di perlambat.

“Yaa, apa kau sengaja melakukan ini padaku?” tanyanya kesal tapi tak bisa berbuat apa-apa.

“O, tentu saja. Dan kau tak bisa melawan.”

“Untuk saat ini. Aku akan membalasmu nanti, dasar kau namja mesum.”

“Kau lupa akan peringatanku Yoona-ssi. Kau tahu kan aku akan menciummu setiap kau menyebutku seperti itu. Apa kau mau aku melakukannya?” ancam Siwon sambil menatap Yoona.

“Yaaa…” bentak Yoona frustasi yang hanya ditanggapi Siwon dengan senyumnya yang membuat Yoona semakin kesal.

Setelah sampai di kamar, dengan perlahan dan hati-hati Siwon membaringkan tubuh Yoona di tempat tidur dan menyelimuti gadis itu.

“Tidurlah. Sebagai orang sakit kau terlalu banyak membuang-buang waktu istrahatmu. Dan kali ini aku akan pastikan kau takkan bisa melakukannya.”

“Dan sebagai orang yang hanya diminta oppa-ku untuk menjagaku, kau bersikap terlalu berlebihan Choi Siwon-ssi.” Cibir Yoona.

“Aku tidak perduli. Meski Young tidak memintaku untuk menjagamu, aku akan tetap melakukan ini. Sekarang tidurlah!” kata Siwon seraya menarik kursi dan duduk di samping tempat tidur Yoona.

“Aku takkan bisa tidur kalau kau duduk di dekatku seperti ini! Bisakah kau duduk di sofa saja?”

“Aku takkan melakukannya. Aku tadi sudah memberimu kesempatan dengan leluasa tapi kau malah keluar ruangan. Jadi sekarang aku akan duduk di sini dan memastikanmu untuk tidak keluar lagi.”

“Yaaaaakkk …!!!” pekik Yoona kesal. Tapi Siwon bersikap acuh dan malah memperhatikan tempat tidur Yoona.

“Setelah kupikir-pikir bangsal ini lumayan besar juga. Sepertinya aku bisa berbaring juga dengan nyaman. Bisakah kau bergeser sedikit Yoong?!” gumamnya yang membuat Yoona membelalakkan mata.

“Mwo?”

“Hmm, biar aku saja.” Kata Siwon dan tanpa menunggu persetujuan Yoona dia mengangkat tubuh Yoona lagi dan menggeser tubuh Yoona sedikit sehingga menyisakan ruang yang cukup di samping tubuh gadis itu. Siwon pun langsung berbaring miring di sebelah Yoona, berhadapan dengan satu-satunya gadis yang bisa membuatnya bertingkah konyol dan tak pernah dia lakukan sebelumnya. Dilihatnya mata gadis itu semakin membelalak. Siwon langsung menahan tubuh gadis itu dengan satu tangannya saat gadis itu mencoba untuk bangun sehingga gaadis itu kembali terbaring dan kali ini terbaring di salah satu lengannya yang kekar. Siwon mencoba mengulum senyumnya saat melihat kekesalan di wajah gadis itu, Yoona.

“Yaa, Choi Siwon-ssi … apa yang sedang kau lakukan saat ini?” tanya Yoona kesal.

“Aku sedang berbaring di sampingmu dan memelukmu!” jawab Siwon acuh.

Yoona memejamkan matanya sepintas sambil mendesah kesal.

“Yaa, sebaiknya kau melepaskanku dan turun dari tempat tidurku jika kau tidak ingin mati konyol. Aku serasa ingin membunuhmu saat ini!” Yoona mengancam. Tapi bukannya mengikuti apa yang dikatakan Yoona, Siwon malah mengeratkan pelukannya. Menarik tubuh mungil Yoona ke dalam pelukannya.

“Aku tidak keberatan jika kau ingin membunuhku saat ini. Aku akan merasa sangat bahagia jika mati sambil memelukmu.”

“Yaaakkk … Choi Siwon-ssi …” pekik Yoona. Siwon segera menempelkan jarinya di bibir Yoona untuk mendiamkan gadis itu.

“Aku akan kembali menciummu jika kau tidak diam. Kau tahu kan aku akan dengan sangat senang hati melakukannya.”

“Kenapa kau melakukan ini padaku?”

“Seperti yang aku katakan tadi. Aku akan membuatmu mengerti arti diriku dalam hidupmu sehingga kau takkan bisa mengelak dariku lagi.”

“Mwo?”

“Sudahlah. Sekarang lebih baik kita tidur. Kau harus istrahat dan aku juga lelah karna mengkhawatirkanmu sepanjang hari ini dan berdebat denganmu untuk masalah yang tidak penting lagi.”

“Kenapa kau harus mengkhawatirkanku?” Yoona penasaran. Tampak Siwon sedang berpikir sebentar sebelum menjawab.

“Entahlah. Kau sudah terlalu mempengaruhiku baik pikiran dan hatiku sejak aku mengenalmu. Hal itu cukup membuatmu tahu kalau kau berarti untukku.”

“Apa kau menyukaiku?”

“Oo. Aku sangat menyukaimu!” aku Siwon.

“Kau menginginkanku, menyukaiku, tapi kau menganggap aku sebagai gadis gampangan?! Apa kau tahu kau adalah namja asing yang pertama berani menyentuhku sedekat ini? Apa ini membuatmu puas? Apa kau berusaha membuatku menjadi gampangan untukmu? Apa kau sedang mempermainkanku? Apa aku terlihat mudah untukmu?” Yoona tak bisa menahan rasa marah. Tapi entah kenapa di saat bersamaan dia juga merasakan jantungnya berdetak dengan abnormal tiap kali berdekatan dengan Siwon.

“Choi Siwon-sii …”

“Saranghae!” ucap Siwon tiba-tiba memotong kalimat yang ingin dikatakan Yoona. Sontak saja Yoona menatapnya kaget.

“Inilah alasan utamaku Yoong! Ini adalah ungkapan hatiku yang sebenarnya.”

“Choi Siwon-ssi …”

“Aku mungkin pernah salah menilaimu, mianhae! Tapi Young yang membuatku salah paham. Meski begitu aku merasakan hal ini padamu dan aku semakin yakin akan perasaanku setiap kau ada di dekatku. Aku bukan sekedar menyukai dan menginginkanmu, tapi aku mencintaimu. Aku bertingkah konyol karna aku mencintaimu. Saranghaeyo Im Yoona!!!” ungkap Siwon meluapkan perasaannya dengan lantang. Padahal jarak Yoona darinya hanya beberapa senti.

Author Pov End

***

Yoona Pov

Aku masih tidak percaya dengan apa yang aku dengar. Mwo? Choi Siwon mencintaiku?

Aku masih berada di dalam pelukannya dan dia dengan lantang menyatakan cinta padaku? Apa ini tidak salah? Dan kenapa jantungku yang tadi berdetak abnormal sekarang malah seakan berhenti berdetak dan terasa sesak? Seakan ada sesuatu yang tepat menusuk jantungku dan membuatnya ingin meledak. Apa ini mimpi? Apa aku berhalusinasi?

Tidak, ini bukan mimpi atau halusinasi. Ini nyata. Aku bisa merasakan nafasnya di permukaan kulit wajahku karna jarak kami yang terlalu dekat. Aku masih menatapnya. Aku bingung harus mengatakan apa.

Mwoya? Apa yang dia lakukan? Kenapa dia …… menciumku lagi?

Bibirku kini sudah dilumat lagi olehnya. Apa yang harus aku lakukan? Kenapa … kenapa ciuman ini begitu memabukkan? Kenapa …??? Oh God, please help me! Aku tidak ingin tergoda. Aku tidak ingin menyerah ke pelukan namja ini … tapi …

Tanpa aku sadari aku malah memberinya kesempatan untuk memperdalam ciumannya. Aku merespon ciumannya. Aku sudah jatuh. Aku tak bisa mengelak lagi kalau aku telah jatuh.

Setelah namja itu mengungkapkan isi hatinya, tanpa sadar aku juga ikut meluluh. Apa aku juga tanpa sadar telah menyukai namja ini? Oh Tuhan, tolong hentikan aku! Tolong sadarkan aku!

“Kau merespon. Kau semakin tidak bisa mengelak lagi dariku, Yoong!” ucap Siwon ketika ciuman itu berakhir. Aku masih sedikit kesulitan mengatur nafasku yang seakan masih terengah-engah karna ciuman itu. Aku yakin wajahku saat ini sedang memerah.

“Sssiwon-ssi …” aku ingin mengatakan sesuatu tapi lidahku seakan kelu dan tak bisa mengatakan apa-apa selain menyebut namanya. Dia langsung mengeratkan pelukannya.

“Sebenarnya aku ingin mendengar kau mengatakan kalau kau juga mencintaiku. Tapi aku pikir saat ini kau belum siap mengatakannya dan kau sudah cukup lelah. Tidurlah. Maafkan aku malah semakin membuatmu tak bisa beristirahat. Sekarang pejamkan matamu dan tidurlah.” ujarnya dan anehnya aku malah melakukan apa yang dia katakan. Mataku juga semakin berat dan rasa kantuk itu semakin kuat menyerang. Tak ada lagi kesal dan amarah yang sempat menggorogotiku beberapa saat yang lalu. Aku benar-benar sudah terjatuh dan terbuai dalam pelukan namja yang bernama Choi Siwon itu.

Yoona Pov End

***

Siwon Pov

Aku terusik saat aku merasakan sebuah tangan mencoba menepuk-nepuk lenganku pelan. Perlahan aku membuka mataku. Sosok yang pertama kulihat adalah Yoona yang masih terlelap tidur dengan berbantal lenganku. Lalu tangan itu kembali menepuk. Aku menoleh dan mendapati Young dan Tika sedang menatapku. Tidak, mereka sedang menatap aku dan Yoona bergantian.

“Kau harus pulang. Ayahmu menelfonku karna kau tidak menjawab telfonmu. Katanya kau harus menghadiri meeting penting.” Kata Young lirih bahkan setengah berbisik. Mungkin dia tidak ingin membuat Yoona terbangun.

Aku mengangguk. Dengan perlahan dan hati-hati aku menarik lengan kiriku dan membaringkan Yoona ke bantal. Setelah itu dengan tidak kalah hati-hatinya aku beranjak bangkit dari tempat tidur. Lalu melangkah ke kamar mandi untuk membasuh wajahku. Ternyata Young menyusulku.

“Aku tidak menyangka hubungan kalian sudah sedekat itu!” tegurnya lirih.

Aku tersenyum sambil menanggapi “Kami sudah tak bisa saling mengelak. Siap-siaplah untuk menjadi kakak iparku, Young!”

“Mwo?” Dia menatapku heran.

“Aku harus ikut meeting sebentar dengan klien dari Amerika. Jadi kakak iparku yang baik, tolong jaga yeojaku yang merupakan adik kesayanganmu itu dengan baik sementara aku pergi ya! Buthakhaeyo hyungnim!” ucapku lalu menepuk lengannya pelan. Lalu keluar dari kamar mandi. Aku menyambar kunci mobilku yang terletak di meja nakas dekat tempat tidur Yoona lalu mengecup kening Yoona sepintas.

“Aku pergi sebentar ya Chagi” bisikku. Entah dia mendengarnya atau tidak, aku tidak perduli. Tika dan Young semakin menatapku dengan penuh tanda tanya. “Aku pergi dulu!” pamitku lalu pergi meninggalkan ruangan itu sebelum mereka menyerbuku dengan berbagai pertanyaan yang pasti sedang bersarang di kepala mereka. Yang aku tahu aku sangat bahagia saat ini. Bahagia seakan aku memiliki seluruh dunia di tanganku. Akhirnya aku sudah memutuskan dalam hatiku cinta yang ada di dalam hatiku, cinta yang kumiliki adalah dia. Cinta itu dia, Im Yoona. Hanya sesederhana itu.

Siwon Pov End

***

Author Pov

“Gwenchana?” tanya Young pada Fanny. Setelah menjenguk Yoona sebentar dia kembali ke kamar rawat Fanny. Sejak semalam dia hanya menunggui Fanny di luar. Tapi beberapa menit yang lalu Seunggi mengijinkannya untuk menjenguk Fanny dan sekarang disinilah dia. Duduk di samping ranjang sambil menatap wajah yeoja yang pernah disakitinya. Yeoja yang dirindukannya dan lagi-lagi terluka karnanya.

“Gwenchana!” jawab Fanny singkat dan dingin. Meski dia telah menyelamatkan Young, Fanny masih belum bisa melupakan rasa sakit yang pernah ditimbulkan oleh namja itu.

“Baguslah …!!!” Young mencoba tersenyum. “Fanny-ya … Aku … aku minta maaf. Kau terluka karna menyelamatkanku. Jika…”

“Bukan salahmu. Aku bukan menyelamatkanmu tapi mencegah oppa-ku melakukan sesuatu yang tidak benar. Jika akhirnya kau selamat, itu adalah keberuntunganmu!” ujar Fanny memotong kalimat Young.

“Apa kau masih membenciku? Saat di taman … kau …”

“Lupakan soal itu. Jangan mengungkitnya. Sebaiknya kau keluar. Aku sedang tidak ingin berbicara denganmu! Kecuali kau menjelaskan padaku kenapa kau meninggalkanku malam itu!” kata Fanny ketus sekaligus penasaran dan ingin menuntut penjelasan.

Young sadar Fanny pasti masih sangat membencina karna apa yang telah diperbuatnya di masa lalu. Tapi apa dia harus mengatakan alasannya sekarang? Jujur, di dalam hatinya yang paling dalam Young begitu mencintai Fanny. Dia memang menyakiti Fanny malam itu tapi karna tidak ingin Fanny terluka. Siapa yang menyangka apa yang terjadi malah hal yang tidak diharapkannya.

“Aku … aku belum bisa menjelaskannya sekarang! Tak bisakah kau menunggu sampai aku siap?”

“Kalau begitu jangan temui aku sebelum kau siap mengatakannya!”

“Fanny-ya …”

“Aku hanya tak ingin semakin membencimu, oppa! Entah kenapa sejak melihatmu kemarin di rumahku untuk menyelamatkan adikmu, aku malah mendorong jauh rasa benciku padamu. Melihatmu yang begitu ingin melindungi adikmu, aku merasa bahwa ada sesuatu yang kau sembunyikan dariku saat memutuskanku. Kita memang sudah berpisah selama hampir 3 tahun tapi mungkin perasaanku padamu tak pernah mati. Selain itu aku tidak ingin Seunggi oppa terjerumus dalam dendam yang salah. Kau pasti sudah tahu kalau aku menjadi korban pemerkosaan di saat setelah kau pergi meninggalkanku di Taman. Seunggi oppa mengira dirimu yang melakukannya meski sebenarnya itu juga salahku karna aku juga waktu itu mencoba menyalahkanmu. Tapi saat ini aku sudah belajar menerima keadaan dan takdirku. Itu masa lalu dan aku tidak ingin semakin terpuruk. Satu hal yang aku inginkan yaitu menuntut penjelasanmu. Aku ingin pertanyaan yang menghantui pikiranku hilang dan akhirnya aku bisa merelakan dan membunuh perasaanku padamu.” Ujar Fanny panjang lebar sambil menatap nanar Young.

Dengan perlahan Young menggenggam tangan Fanny dengan lembut.

“Aku akan menjelaskannya. Tapi tidak saat ini.”

“Waeyo?”

“Karna aku tidak ingin dikasihani!” pekik Young dalam hati. Young hanya mendesah dan mengusap lembut pipi Fanny.

“Hanya saja aku merasa ini belum saatnya. Tunggulah sedikit lagi, aku akan menyiapkan hatiku untuk mengatakannya padamu. Tapi selama itu tolong jangan pergi menjauh apalagi menghilang dari pandanganku. Karna sesungguhnya aku takkan sanggup lagi kalau tak bisa melihatmu. Tolonglah tetap ada di tempat di mana aku bisa melihat dan menjangkaumu. Kau bisakan?” Young menatap Fanny penuh harap.

Fanny mendesah. “Dari ucapanmu entah kenapa aku menangkap kesan bahwa kau masih mencintaiku oppa. Tapi di saat yang sama aku merasa semakin tidak pantas untukmu. Aku sudah ternoda. Tapi penjelasanmu tidak ada hubungannya dengan itu. Baiklah, aku akan menunggu sampai kau siap.” Jawab Fanny akhirnya. Tiba-tiba Young menariknya ke dalam pelukan namja itu.

“Gomawo Fanny-ya!” ucap Young penuh syukur. Hatinya membuncah bahagia. Setidaknya saat ini yeoja yang dia cintai takkan menjauh lagi darinya dan mencoba mengerti dirinya yang seharusnya dibenci. Ini kesempatannya. Hanya tinggal menunggu bagaimana dia akan mencoba menyelesaikannya.

“Kau sama sekali tidak ternoda. Bagiku kau tetap sama seperti Fanny yang aku kenal dan aku cintai.” Batin Young.

***

“Keadaanmu sudah cukup membaik. Demammu juga sudah turun. Kau memang hanya demam biasa dan dehidrasi kemarin sehingga membuatmu pingsan. Kau hanya perlu istrahat yang cukup, makan dan minum obat yang telah aku resepkan untukmu.” Terang Yesung setelah memeriksa keadaan Yoona.

Yoona mengangguk dan menatap Tika sahabatnya yang masih berdiri cemas “Yaa, kau dengarkan apa kata suamimu. Aku hanya demam biasa. Jadi jangan mendesakku untuk CT scan atau semacamnya!” kata Yoona pada Tika. Sejak tadi sahabatnya terus saja ingin dia agar di periksa lebih lanjut.

“Kau pingsan kemarin dan nyaris menerima kekerasan. Tentu saja aku khawatir. Aku bahkan mengira kau cukup tergoncang dan merasa perlu memeriksakanmu ke psikiater sekaligus.” Jawab Tika. Yoona hanya mengernyit lalu kembali menoleh ke Yesung.

“Oppa, Fanny eonni bagaimana keadaannya?” tanya Yoona. Sejak tadi dia merasa penasaran ingin mengetahui keadaan Fanny.

“Sudah kubilang dia baik-baik saja.” Tika yang menjawab.

“Yaak, aku bertanya pada suamimu. Bukan padamu!” protes Yoona.

“Anggap saja aku juru bicaranya. Lagipula aku sudah mengatakannya padamu tadi tapi kau masih menanyakannya saja.”

“Apa salahnya jika aku lebih memastikannya?”

“Untuk apa? Jujur saja meski aku sedikit kasihan pada yeoja itu tapi aku juga kesal. Kalau dia tidak terlalu menyalahkan Young oppa, mungkin Seunggi tidak akan salah paham apalagi dendam pada kalian. Sekalipun jika dia ingin membalas dendam tak seharusnya hal itu dilampiaskan padamu yang tidak tahu apa-apa. Untung saja Young oppa cepat datang menyelamatkanmu, kalau tidak mungkin saat ini bukan hanya kau yang menjadi korban yang salah tapi Young oppa juga akan menjadi seorang kakak yang akan dipenuhi dendam seperti Seunggi. Dan itu hanya karna yeoja itu membiarkan Seunggi percaya akan pemikiran bahwa Young oppa yang telah melakukan apa yang tidak pernah Young oppa lakukan padanya. Meski aku tahu Young oppa agak playboy tapi Young oppa bukan namja yang tega menyakiti seorang yeoja tanpa alasan apalagi melakukan tindakan sekeji itu.” Ujar Tika kesal dan panjang lebar. Ada sedikit rasa tidak suka yang timbul dihatinya kepada Fanny karna hampir mencelakakan sahabatnya hanya karna selama ini yeoja itu diam saja dan membiarkan Seunggi mempunyai dendam pada orang yang salah. Yoona dan Yesung hanya bisa melongo melihatnya.

“Tika-ya, sudahlah! Yang penting saat ini semuanya baik-baik saja. Begitupun denganku. Setahuku kau juga bukan yeoja yang bisa kesal seperti ini. Tapi hari ini …”

“Kadang-kadang aku juga bisa kesal, Yoong!” tandas Tika memotong kalimat Yoona.

“Aigoo … chagi, sudahlah! Benar kata Yoong, yang penting saat ini semua baik-baik saja. Jadi kau jangan kesal seperti ini lagi, eo?!” Ucap Yesung sambil merangkul Tika untuk menenangkannya. Tika mendesah dan mengangguk.

“Arassoyo oppa.” Jawab Tika mulai tenang dan tersenyum. Yoona hanya mencibir dua orang yang kini mulai ber-So-Sweet-an di depannya.

~ ~ ~

Setelah Yesung pergi meninggalkan ruang rawat Yoona, Tika langsung menarik kursi ke dekat ranjang Yoona dan mulai menatap sahabatnya itu dengan tatapan penuh selidik.

Yoona sedikit heran mendapat tatapan seperti itu.

“Yaa, kenapa kau menatapku seperti itu?” tanya Yoona sedikit mengernyit.

“Im Yoona-sii, kau sedang menyembunyikan sesuatu dariku kan?” tanya Tika yang semakin membuat Yoona mengernyit tak mengerti.

“Menyembunyikan apa?”

“Ck … tak usah berpura-pura. Aku sudah tahu semuanya.”

“Tahu apa? Apa sebenarnya maksudmu?” Yoona masih tidak mengerti.

“Aigoo, jinjja …”

PLETAK~ Tika menjitak kepala Yoona dengan gemas.

“Yaak, Park Tika … kenapa kau menjitakku?” protesnya sambil meringis dan memegang kepalanya yang dijitak sahabatnya.

“Siapa suuruh berpura-pura begitu di depanku!”

“Berpura-pura apa? Aku benar-benar tidak tahu apa maksudmu!”

“Hubunganmu dengan Siwon, sudah berapa lama kau menyembunyikannya dariku?”

“Mwo?”

“Aisshhh, kau dan Siwon berkencan kan? Dan kau menyembunyikannya dariku! Sejak kapan? Kau bertingkah seolah Siwon adalah namja yang menyebalkan tapi diam-diam kau berkencan dengannya. Kalau aku dan Young oppa tidak melihat kalian tidur bersama tadi pagi mungkin kau akan tetap menyembunyikannya dariku.”

“Mm…mwo?” Yoona sontak saja merasa kaget. Saat dia bangun tadi pagi, dia sudah tidak melihat Siwon dan hanya mendapati Young dan Tika di ruangannya. Young dan Tika juga tak menyinggung soal itu sejak pagi dan dia juga enggan bertanya tentang keberadaan namja itu. Jadi dia berpikir mungkin saja Siwon sudah bangun dan pergi pagi-pagi sekali sebelum kakak dan sahabatnya itu menjenguknya. Tapi ternyata …

“Yaak, ini tidak seperti yang kau pikirkan. Aku dan Siwon sama sekali tidak …”

“Kau mau mencoba mengelak lagi ya, Im Yoona? Aku ini sahabatmu dan apa yang aku lihat tadi sudah cukup jelas untuk membuktikan anggapanku bahwa kalian berkencan. Jadi, sejak kapan? Sejak kapan kalian berkencan?”

“Ini sama sekali tidak seperti dugaanmu. Aku dan dia tidak berkencan!” jawab Yoona sedikit frustasi.

Tiba-tiba pintu diketuk dan seorang namja masuk ke ruangan itu dengan senyum yang sumringah. Namja itu mengangguk sedikit menyapa Tika dan langsung menghampiri Yoona.

“Hi, sayang! Bagaimana keadaanmu? Sudah baikan?” tanyanya beruntun seraya mengecup kening Yoona singkat.

“Oho … kau tidak perlu menjawab lagi Yoong. Karna aku sudah mendapatkan jawabanku sendiri meski aku belum tahu waktunya.” Ujar Tika tersenyum sedang Yoona masih terkejut dengan tindakan Siwon yang tiba-tiba di depan sahabatnya itu.

“Eo? Jawaban? Jawaban tentang apa?” tanya Siwon sambil menatap Tika ingin tahu.

“Aniya, amugotdo!” jawab Tika singkat. “Sepertinya aku harus pergi. Masih ada urusan. Tolong jaga sahabatku yang keras kepala ini ya, Siwon-ssi! Sampai ketemu nanti Yoong!” sambung Tika seraya menyambar tasnya dari atas meja lalu melangkah keluar dari ruangan itu sebelum Yoona mengucapkan apapun untuk mencegahnya.

Siwon kembali menoleh pada Yoona. Mengusap pipi Yoona lembut dan penuh perhatian.

“Kau baik-baik saja? Sudah makan siang?” tanya Siwon seraya duduk di tepi ranjang Yoona.

Yoona hanya bisa mengangguk. Tak tahu harus berkata apa-apa karna tiba-tiba bibirnya kembali kelu dan jantungnya kembali berpacu abnormal di depan namja yang telah berhasil mengaduk-ngaduk perasaannya.

***

Setelah 3 hari di rawat di rumah sakit, akhirnya hari ini Yoona bisa pulang ke rumahnya dan berbaring di kamar tidurnya. Yoona menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidurnya dengan perasaan lega. Selama 3 hari ini dia dan Young tak mengatakan apapun pada orangtua mereka bahwa dia dirawat di rumah sakit. Orangtuanya hanya tahu bahwa Yoona menginap di apartement Young dan untungnya orangtuanya pun percaya.

Baru saja Yoona merasa nyaman di tempat tidurnya dan ingin tidur siang tiba-tiba saja pintu kamarnya diketuk dan Young masuk. Kebetulan hari ini hari minggu, jadi Young memutuskan untuk ikut mengantarkan Yoona pulang sekaligus mengunjungi orangtua mereka.

“Yoong, ayo keluar! Ada tamu untukmu!” kata Young.

“Tamu? Nugu?”

“Siwon dan keluarganya. Ayo cepat!”

“Mwo? Siapa katamu tadi oppa?” tanya Yoona masih tidak percaya dengan pendengarannya. Tapi Young tidak berniat untuk menjawab dan malah memilih untuk pergi meninggalkan kamarnya.

“Keluarga Siwon? Mau apa?” batin Yoona penasaran. Tapi dia segera bangkit dari tempat tidurnya dan menyusul kakaknya ke ruang tamu.

Ternyata di ruangan itu keluarganya sudah berkumpul bersama Siwon, sepasang pria-wanita paruh baya, mungkin orangtuanya dan seorang gadis yang cantik. Yoona menyapa mereka sepintas dengan formal lalu mengambil tempat duduk di samping Young kakaknya.

“Ahh, ternyata dia lebih cantik daripada foto yang diperlihatkan Siwon padaku!” ujar gadis cantik itu. Yoona hanya tersenyum.

“Yoong, kenalkan mereka ini adalah keluarga Choi. Orang tua Siwon dan kakaknya yang cantik Choi Taeyeon!” kata ayah Yoona memperkenalkan keluarga itu pada Yoona. Yoona kembali memberi hormat sepintas kepada mereka.

“Hi, Yoona-ssi! Aku kakaknya Siwon yang bandel itu. Senang bisa bertemu denganmu!” sapa gadis yang dikenalkan bernama Taeyeon itu pada Yoona.

“Siwon dan keluarganya hari ini datang ke sini untuk membicarakan tentang pertunangan antara kau dan Siwon, Yoong!” jelas Ny. Im yang sontak saja membuat Yoona terkejut.

“Ne? Pertunangan? Siapa?” tanya Yoona beruntun.

“Kau tidak perlu terkejut seperti ini. Bukankah kalian berkencan?” tegur Young di sampingnya.

“Ne, Siwon sudah menceritakan pada kami kalau dia sedang menjalin hubungan denganmu dan mendesak kami untuk segera melamarmu beberapa hari belakangan ini. Jadi hari ini kami memutuskan untuk datang melamarmu memenuhi permintaan putra kami yang nakal itu.” Ujar Tn. Choi menjelaskan.

“Benar Yoong. Dan karna Young sudah menceritakan bahwa kalian memang berhubungan, appa dan omma sudah menyetujui dan menerima lamaran keluarga Choi untukmu! Pesta pertunangan kalian akan dilaksanakan minggu depan!” timpal Tn.Im yang semakin membuat Yoona membelalakkan mata.

“Ne??? Minggu depan???” tanyanya. Dia melirik Siwon sepintas dan namja itu hanya menyunggingkan senyumnya.

~ ~ ~

“Yaak, apa maksudnya semua ini?” tanya Yoona. Mereka baru saja selesai makan siang bersama keluarga mereka setelah tadi kedua keluarga itu berhasil membuat Yoona terkejut dan tak bisa berkata apa-apa. baru setelah makan siang dia berhasil menarik Siwon untuk mengikutinya ke halaman samping rumahnya untuk menuntut penjelasan.

“Memangnya menurutmu apa? Aku datang melamarmu!” jawab Siwon santai.

Yoona mendesah kesal.

“Justru itu. Kenapa kau melamarku? Kita bahkan tidak ada dalam hubungan apapun!”

Kali ini Siwon ikut kesal. “Apa maksudmu kita tidak dalam hubungan apapun? Kau dan aku jelas-jelas ada di dalam suatu hubungan. Aku mencintaimu.”

“Tapi aku tidak pernah mengatakan kalau aku juga mencintaimu!”

“Kau merespon ciumanku dan itu sudah cukup menjadi jawabannya!”

“Apa yang bisa diartikan dari sebuah ciuman? Ciuman hanya sekedar ciuman! Lagipula kau memanfaatkan keadaanku yang masih lemah sehingga aku tidak bisa berbuat apa-apa.”

“Mwo?” Yoona kali ini berhasil memancing kekesalan Siwon. Tidak, saat ini Siwon merasa marah. Jadi Yoona masih menganggap bahwa diantara mereka memang tidak ada yang khusus dan ciuman itu hanya sekedar ciuman biasa? Dan Yoona menganggap dirinya memanfaatkan Yoona yang lemah untuk memaksakan perasaannya?

Siwon mendesah kesal. Ternyata yeoja di depannya ini masih belum mau mengakui bahwa sebenarnya gadis itu merasakan hal yang sama dengan apa yang dia rasakan. Dia ingin kembali menarik gadis itu ke dalam pelukannya dan menekan gadis itu untuk mengungkapkan yang sebenarnya tapi dia tidak ingin gadis itu kembali menganggap dirinya terlalu memaksakan kehendaknya. Tidak, tidak sekarang.

“Baiklah, terserah jika kau belum ingin mengakuinya. Aku akan memberikanmu waktu. Dan jika kau benar-benar sudah memahami perasaanmu yang sebenarnya, kau harus segera mengatakannya padaku. Kau tak boleh menutupinya. Karna aku akan mendesakmu! Seperti yang pernah kukatakan padamu, aku takkan membiarkanmu mengelak lagi!” kata Siwon ketus lalu pergi meninggalkan Yoona yang masih berdiri diam di tempatnya.

***

Yoona melangkahkan kakinya dengan lemas keluar dari kelasnya. Hari ini Tika tidak masuk kuliah karna ada sedikit acara keluarga sehingga Yoona merasa sedikit kesepian di kampus tanpa sahabatnya itu. Setelah pembicaraannya kemarin dengan Siwon, entah kenapa pikirannya selalu melayang ke namja itu. Semalam dia kurang tidur dan bahkan saat mengikuti mata kuliah tadi dia juga tidak terlalu berkonsentrasi. Dia malah memikirkan namja bernama Choi Siwon itu. Apa namja itu benar-benar sudah mempunyai arti di hidupnya? Apa dia juga mempunyai perasaan yang sama dengan namja itu? Apa dia jatuh cinta pada namja itu?

Sebuah mobil berhenti di depannya. Mobil Seunggi. Namja itu turun dari mobilnya dan berhadapan dengan Yoona, agak canggung.

“Hi, Yoong!” sapa Seunggi sedikit tesenyum.

“Hi, oppa! Ada apa kau ke sini?”

“Aku ingin mengatakan sesuatu padamu. Bisakah kita ngobrol sambil makan siang?” ajak Seunggi agak takut-takut. Dia tahu dia sudah menakuti dan menyakiti Yoona beberapa hari yang lalu. Jadi dia sedikit mengantisipasi jika Yoona ingin menghindarinya. Tapi ternyata tidak. Yeoja itu tersenyum dan mengangguk.

~ ~ ~

“Apa yang ingin kau katakan oppa?” tanya Yoona membuka percakapan saat dia dan Seunggi sudah duduk berhadapan di sebuah caffe yang terletak di dekat kawasan apartement milik Young. Yoona memang sengaja memilih tempat ini karna dia tadinya memang ingin ke apartement kakaknya untuk mengambil beberapa barangnya yang ada di apartement itu.

Seunggi masih tampak sedikit canggung di depan Yoona. Tenggorokannya seakan kering sehingga dia harus meneguk minumannya beberapa kali sebelum akhirnya menjawab pertanyaan Yoona.

“Aku … aku ingin minta maaf padamu Yoong!” akhirnya kalimat itu berhasil keluar dari mulutnya. “Aku telah melakukan kesalahan padamu karna kesalahpahamanku, karna dendam dan sakit hatiku. Maafkan aku, Yoong!”

Yoona tersenyum. “Gwenchana oppa! Aku sudah memaafkanmu bahkan sebelum kau meminta maaf.”

“Ne? Kau memaafkanku? Tapi aku telah melakukan kesalahan yang mungkin bisa membuatmu untuk membenciku! Apa aku tidak salah dengar?” tanya Seunggi masih merasa bersalah. Dia nyaris saja melakukan tindakan asusila pada gadis di depannya ini dan dia tahu tidak seharusnya gadis itu memaafkannya dengan mudah.

“Aniya oppa. Aku mengerti apa yang kau rasakan saat itu. Kau hanya seorang oppa yang terlalu mencintai adiknya dan ikut terluka karna adik kesayanganmu terluka sehingga dendam itu muncul merasukimu. Aku memang sempat marah tapi aku sudah memaafkanmu oppa. Karna aku percaya kau bukanlah orang yang jahat.”

“Yoong …”

“Sudahlah oppa. Yang terpenting sekarang kau sudah mengetahui kebenarannya dank au hanya salah paham. Lagipula aku juga baik-baik saja. Fanny eonni, bagaimana keadaannya?”

Seunggi tidak percaya dengan apa yang dikatakan yeoja di depannya itu. Yeoja itu memaafkannya dan tidak menyalahkannya. Sekarang yeoja itu malah bertanya tentang keadaan adiknya?

“Fanny … dia baik-baik saja. Hari ini dia sudah bisa keluar dari rumah sakit.”

“Ahh, syukurlah!” desah Yoona lega.

“Yoong, apa benar kau memaafkanku? Aku bisa menerima jika kau membenciku Yoong!”

“Oppa, kau aneh sekali! Kau sudah minta maaf dan aku memang benar-benar memaafkanmu setulus hatiku. Bukannya senang, kau malah terlihat was-was. Apa kau ingin aku membencimu?”

“Tidak. Tentu saja tidak Yoong!” kata Seunggi cepat.

“Kalau begitu kau tak perlu memastikan seperti itu lagi. Aku sudah memaafkanmu!” ucap Yoona tulus. Seunggi akhirnya bernafas lega. Mereka berdua tersenyum tulus.

Yoona baru saja ingin menyesap jus jeruknya saat matanya tertuju pada namja yang memasuki caffe. Tanpa sengaja tatapannya bertemu dengan mata namja itu. Namja itu berhenti di tempatnya berdiri dan menatap Yoona tajam. Seorang yeoja yang berjalan di belakang namja itu langsung menghampiri namja itu dan bergelayut manja di lengannya.

“Oppa, kenapa berhenti? Ayo kita cari tempat duduk! Penerbangan selama beberapa jam membuatku jadi sangat lapar!” kata sang yeoja pada namja itu. Tapi namja itu seakan tidak menghiraukannya. Dia terus saja menatap Yoona.

Seunggi yang menyadari Yoona sedang terpaku menatap sesuatu ikut menoleh dan akhirnya tahu apa yang menjadi obyek tatapan Yoona. Sepintas namja itu pun ikut menatapnya lalu kembali menatap Yoona lekat.

“Oppa, sebaiknya kita pergi. Aku harus mengambil beberapa barangku di apartement.” Kata Yoona pada Seunggi memecah jeda yang hening diantara mereka selama beberapa saat itu.

“Baiklah, aku akan mengantarkanmu!” jawab Seunggi menyetujui. Mereka pun beranjak dari tempat itu. Melewati namja dan yeoja yang masih berdiri di tempatnya. Yoona bahkan tak lagi melirik mereka. Entah mengapa ada sedkit perasaan tidak suka merasukinya.

Seunggi membukakan pintu mobil untuk Yoona dan ketika Yoona ingin masuk, tiba-tiba saja lengannya ditahan oleh sebuah tangan yang kuat. Dan ternyata namja itu kini ada di depannya. Menahannya. Yeoja yang tadi bersama namja itu berdiri di depan restoran seakan bertanya-tanya kenapa namja itu menahan tangannya.

“Ayo ikut aku!” kata namja itu seraya menarik Yoona agar mengikutinya. Namja itu lalu membukakan pintu depan mobilnya untuk Yoona dan setelah Yoona masuk namja itu pun menutup pintu mobil, mengitari mobilnya dan akhirnya duduk di samping Yoona di depan kemudi. Beberapa saat kemudian mobil itu pun berjalan meninggalkan tempat itu.

Tak ada suara. tak ada percakapan. Sunyi. Namja itu fokus menyetir dan Yoona juga tak ingin berkata apapun meski saat ini hatinya sedikit kacau. Entah apa yang dirasakan Yoona saat ini dia pun tidak tahu. Maka dia pun memilih untuk diam.

Ternyata namja itu membawanya ke sungai Han. Selama beberapa menit mereka masih terdiam di dalam mobil.

“Keluar!” kata namja itu dengan nada memerintah. Lalu namja itu keluar dari mobilnya. Yoona pun menyusul keluar.

“Kenapa kau membawaku ke sini?” tanya Yoona. Dia memilih untuk menjaga jarak dengan namja itu beberapa meter sehingga dia memutuskan untuk berdiri di tempatnya setelah turun dari mobil. Namja itu menatapnya. Ada sedikit kemarahan yang tertangkap dari sorot matanya.

“Kenapa kau bersama namja itu?” tanya namja itu yang tak lain adalah Choi Siwon. Mendapati Yoona bersama Seunggi di caffe itu membuatnya marah seketika.

“Bukan urusanmu!” jawab Yoona singkat lalu mengalihkan pandangannya dari tatapan Siwon. Tak di sangka Siwon malah menghampirinya dan mencekal tangannya dengan kasar dan kuat sehingga membuat Yoona sedikit meringis.

“Yaa, lepaskan tanganku!” kata Yoona ketus. Tapi Siwon tak mengindahkannya. Dia menatap Yoona masih dengan kekesalan yang merasukinya.

“Aku tanya sekali lagi kenapa kau bersama namja itu di caffe?”

“Dan aku jawab sekali lagi itu bukan urusanmu, Siwon-ssi! Lepaskan tanganku!” Yoona mencoba melepaskan tanggannya dari cekalan Siwon tapi tangan Siwon terlalu kuat.

“Im Yoona, apa kau lupa dia adalah namja yang beberapa hari lalu masuk rumah sakit dan menyakitimu?!” bentak Siwon.

“Dia memang menyakitiku tapi dia bukan penyebab aku masuk rumah sakit. Aku masuk rumah sakit karna demam bukan karna Seunggi oppa!”

“Mwo? Seunggi oppa? Kau bahkan masih memanggilnya dengan embel-embel sebutan oppa di belakang namanya! Sedangkan padaku kau terus-terusan memanggilku hanya dengan sebutan namaku saja. Apa kau tidak keterlaluan? Aku tunanganmu!”

“Kau bukan tunanganku!!!” tandas Yoona ketus.

“Mwo?”

“Kau bukan tunanganku! Kita belum bertunangan, ingat?”

“Tapi kita akan bertunangan beberapa hari lagi! Kau yeojaku!”

Yoona mendengus kesal.

“Yaak, Choi Siwon-ssi, aku sama sekali belum menyetujui rencana pertunangan itu dan aku tidak akan bertunangan denganmu.” Ketus Yoona.

“Mwoya?” Siwon semakin menatap Yoona kesal.

“Aku bukan yeojamu dan kita tidak akan bertunangan. Kenapa kau tidak bertunangan dengan kekasihmu yang sebenarnya atau dengan gadis lain yang bisa bermanja-manja padamu? Kenapa kau harus bertunangan denganku di saat kau mempunyai orang lain yang bisa kau jadikan tunanganmu? Gadis tadi misalnya?!” pekik Yoona kesal. Rasa tidak suka yang dipendamnya tadi tanpa sadar keluar begitu saja dari mulutnya. Benar, dia tidak suka karna melihat Siwon dekat dengan yeoja lain. Entah kenapa, dia pun tak tahu alasannya.

Yoona merasa cekalan Siwon melonggar di tangannya. Tapi namja itu malah menghimpitnya sehingga tersandar di samping mobil. Tatapan namja itu semakin tajam seakan menusuk.

“Kau … apa kau cemburu?” tanya Siwon.

“Mwo? Cemburu? Untuk apa?” sanggah Yoona. Dia mengalihkan pandangannya tapi Siwon segera menahan wajahnya sehingga mereka kembali bertatapan.

“Kau cemburu. Aku bisa merasakannya. Sama seperti yang aku rasakan saat melihat kau bersama namja itu. Akuilah kalau ternyata kau juga mencintaiku, Yoong!”

“Ani … aku sama sekali tidak mencintaimu dan aku tidak cemburu! Sebaiknya kau kembali menemui kekasihmu yang kau tinggalkan di caffe itu daripada memaksaku untuk hal yang tidak mungkin terjadi.”

“Sudah kubilang jangan mengelak Yoong! Dia bukan kekasihku! Aku mencintaimu dan aku juga tahu kau mencintaiku! Apa susahnya jika kau mengakuinya Yoong?”

“Kenapa aku harus mengakui hal yang tidak aku inginkan? Aku tidak akan melakukannya!” elak Yoona keras kepala.

“Kau mengelak Yoong. Aku bisa melihat di matamu dan aku juga bisa merasakannya! Katakan kau juga mencintaiku Yoong. Akuilah perasaanmu atau kau akan menyesal!”

“Kenapa aku harus menyesal?” tantang Yoona.

“Karna jika kau tidak mengakuinya sekarang meski telah tertangkap olehku, aku akan meninggalkanmu. Aku akan menghilang dari kehidupanmu seakan tidak pernah mengenalmu apalagi mencintaimu untuk membuatmu puas dengan tindakan bodohmu ini. meski aku harus membunuh dan menyakiti hatiku sendiri. Kau mungkin akan menyesalinya Yoong karna aku tahu kau juga mencintaiku. Jadi katakan dan akui saja kalau kau mencintaiku. Kau mencintaiku seperti aku mencintaimu. Kau …”

“Iya iya iya. Aku mencintaimu. Aku juga mencintaimu dan marah saat melihat yeoja itu bergelayut manja di lenganmu padahal kau mengatakan cinta padaku. Aku mencintaimu. Aku mencintaimu. Aku mencintaimu. Puas?” pekik Yoona akhirnya mengeluarkan apa yang ada di dalam hatinya. Mengeluarkan semua ungkapan perasaannya terhadap namja yang bernama Choi Siwon itu saking frustasi dan sesak yang dia rasakan karna di desak seperti itu. Sebulir air mata menetes di pipinya.

Siwon menangkup wajah Yoona dan menghapus air mata di pipi gadisnya itu.

“Seharusnya kau mengatakannya sejak tadi. Dasar gadis keras kepala.” Ujar Siwon sambil mengecup singkat pipi Yoona. “Jadi kau sudah menyadari arti diriku di hidupmu, eo?”

“Tapi apa gunanya? Kau punya kekasih! Yeoja itu …”

“Dia bukan kekasihku. Jika aku punya kekasih maka kau akan menjadi satu-satunya kekasihku. Sekarang dan untuk seterusnya. Ani, kau bukan hanya akan menjadi kekasihku. Kau akan menjadi gadisku, istriku, ibu dari anak-anakku, orang yang akan aku cintai di dalam hidupku, bagian dari hidupku! Saranghae Yoong!” ucap Siwon dan tanpa bisa dicegah lagi dia langsung mengulum bibir Yoona. Memberikan ciuman yang penuh dengan cinta, ungkapan perasaannya yang memang sudah ada sejak dia mengenal Yoona. Ditariknya Yoona agar semakin merapat di pelukannya dan Yoona pun akhirnya menyerah. Gadis itu menyerah dan mengakui perasaannya. Dia pun membalas ciuman Siwon dengan seluruh ungkapan perasaannya.

Ya, dia kini tak bisa memungkiri lagi bahwa dia juga mencintai Siwon.

***

To Be Continued

 

Author said : Jejjjrennnnggggggggg. Fiuh, selesai juga chap ini dengan dibantu oleh seseorang dalam proses pengetikannya. Mian, kalau sangat-sangat lama di postnya. Aku sedang sakit dan perlu bersusah payah menyelesaikannya meski konsepnya sudah menari-nari di otakku. So, aku harap kalian puas. Hmm, tapi di lihat-lihat sepertinya memang banyak kisseunya apa aku salah pilih judul ya? #plakk … gk lach. Nanti readers akan menemukan sendiri kenapa judulnya akupilih seperti itu. Tapi nanti. Hahaha #gubrak. Oke, aku udah kebanyakan cuap-cuap #abaikan … please yang udah mampir buat view ff super duper gaje ini dan berikanlah komentar kalian. Mian kalo makin gaje, makin banyak typo, makin nggak dapet feelnya dan making k menarik. Tapi kalian HARUS KUDU WAJIB RCL, ARRASSO!!! #maksa ^^ Kamsahabnida #nebar kiss bareng Siwon oppa *,^

 

Buat Echa/Gee, gomawo udah mau di repotin lagi buat publish ff ini. #hug ^^ (#hugback)

 

Yg ingin lebih kenal aku bisa langsung add akun fb-ku : Tika Sheila EverlastingFriend atau akun twitterku @SangRa_ELF  …  #modus … wkwkwk … Annyong ^^

Pos Sebelumnya
Tinggalkan komentar

239 Komentar

  1. nayla

     /  September 9, 2014

    Ahaha….
    seperti biasa injek kaki dulu. Meskipun telatnya seabad.
    Yuk ah, mau lanjut ke chapter 9 dulu.

    Balas
  2. akhirnya yoona eonni mengaku juga kalo dia suka sama siwon oppa
    lanjut tambah seru aja nh

    Balas
  3. shin ana

     /  November 13, 2014

    akhirnya,,,,,,,,,,,,
    bicara juga,,,,

    Balas
  4. Dirin panggaliningtyas

     /  Desember 5, 2014

    Aaah yoona eon cemburu nih ye:-)…
    Akhir.a yoona eon mengakui jg kalau dia jg cinta sm wonpa:-*…
    Keren gak sabar nunggu next chap.a ditunggu ni eon:-)…
    FIGHTING Ok:-)…

    Balas
  5. massa putri

     /  Desember 10, 2014

    Akhirnya yoona eonni mengakui perasaannya jg ke siwon oppa.
    Makin seru saja, next.

    Balas
  6. Choi Han Ki

     /  Desember 18, 2014

    Akhirnya yoona mengakui kalo dia mencintai siwon juga 🙂 setelah berdebat mulu tiap hari wkwkwkw

    Balas
  7. ritaoctaria

     /  Desember 23, 2014

    yoona malu2 kucing hhhhh…. pdhal dah cinta sama siwon
    ..

    Balas
  8. hufft,.. Ampe kebawa suasana. Gereget deh, suer. Nanja keras kepala + yeoja keras kepala,.. Cocok cocok,..

    Balas
  9. Jenjeje

     /  Desember 28, 2014

    Cie cie wonppa
    udah blng cinta buat yoong eonni 😀
    tpi yoong eonni msh keras kpla buat mngakuix
    hihihihi 😀

    Balas
  10. Cie cie ada yang ngungkapin perasaan nya nie ye, cie cie ada yang cemburu juga ni ye! Hahahahaha, akhirnya!! 😀 chapter ini bikin aku tersenyum senyum sendiri, apa lagi pas adegan wonpa tidur di ranja yang sama dengan young! Oh itu sungguh co cuite, 😀

    Aku izin baca next chapter ne thor! 🙂

    Balas
  11. Aduuuh tuh hati yoona trbuat dr apa sih?baiiik banget bahkan sama namja yg hampir menodai dia aja masiiiih baik,tp kok sama siwon slalu ketus??
    Tp yg penting skrg yoona udah sadar klo hatinya udah brlabuh ke siwon
    Semoga Ga ada pertengkaran lg. Next chapter…

    Balas
  12. desy amanaf

     /  Maret 8, 2015

    aigo aigo
    ciee yang udah tahu perasaan satu sama lainn…
    seneng baca chapter ini

    Balas
  13. anggre debora

     /  Maret 8, 2015

    Huft akhirnya ada juga yg ngaku sayang juga hahaha makin seru aja

    Balas
  14. Susi

     /  April 11, 2015

    Akhirnya sama-sama ngungkapin perasaan masing-masing,,, 😍Udah ga sabar nunggu hari pertunangan nya nih,, 😊terus pakabar young ooppa nih,, gimana dengan penyakit nya,, aku semakin yakin klo young ooppa yang sakit,,

    Balas
  15. Cuit cuit,, jingkrak2 deh bawaany tiap momen yoonwon,, gemesin mereka terutama si yoong yang sok jual mahal,,
    Ehm,, btw yang sakit itu young oppa kah ?? Andweee

    Balas
  16. YoonaChoi

     /  Agustus 29, 2015

    Sosweetnya, akhirnya mereka saling mengakui jga klo mreka saling cinta 🙂 keren ff nya:)

    Balas
  17. marsiah

     /  Oktober 16, 2015

    Akhir nya yoona ngakuin juga perasaanya kalu yoona juga mencintain wonoppa hehehe….cie cie cie yoonwon akhirnya mempunyain setatus pasangan kekasi atau calon tunangan.

    Balas
  18. ambar.syw

     /  November 4, 2015

    Huwaa~ gemes banget dgn tingkah mereka.. Banyak hal yg mengejutkan yg trjadi, ungkapan cinta siwon, bahkan lamaran, dan.. dan.. kyaa~~ yoona unnie~~ akhirnya.

    Balas
  19. Nhiina

     /  November 5, 2015

    Tuh kan aku blang apa ^_^
    benci beda² tipis ama cinta ! dan ternyata terbukti kan ^_^
    hihi ^_^
    chukkae siwon oppa ^_^ usaha mu gga sia sia . .
    neext

    Balas
  20. Nur Khayati

     /  November 24, 2015

    Kyaa, akhir.a Y00na ngaku kalau dia udah cinta sama Siw0n stlh melewati fase panjang prtengkaran mereka dulu,,

    Y00na jg udah kasih maaf buat Seunggi bahkan sebelum Seunggi minta maaf…

    Tp siapa perempuan yg ikut Siw0n ke cafe sampai bikin Y00na jeal0us ? 😐

    Balas
  21. arum

     /  Desember 29, 2015

    Akhirnya yoona mengakui juga kalau dia cinta sama siwon. Bagus banget.

    Balas
  22. Deery00ng

     /  Januari 7, 2016

    Selalu dapet feelnya . .
    Uh,berharap yo0nwon bisa menjadi pasangan yg sbenarnya . .

    Balas
  23. nhia

     /  Januari 19, 2016

    Bersatu deh akhirnya happy ending kah ini semoga deh , yoona ama siwon in klo gak berantem gak bisa ya , gak gak to mau juga yoona
    Tap

    Balas
  24. diah fibri

     /  Februari 2, 2016

    yeaay akhirnya yoona ngaku jg kl dia suka jg sm siwon, tp yoeja yg dtg ke cafe sm siwon siapa ya ? kyknya bakalan ada penghalang lg nich …. next aja dech biar ga makin penasaran ….
    ##KEEP FIGHTING YA TIKA

    Balas
  25. Yeee akhirnyaa mereka berdua bersatuu (yoonwon) ah senangnyaa

    Balas
  26. YoongNna

     /  Februari 8, 2016

    Yeeess akhrnya yoona ngakuin jg klau dia mencintai siwon walapun harus siwon yg terus2 ngedesek yoona supya ngkuin..
    Kyanya td sooyong deehh yg dtng ma siwon dan akhrnya seunggi jg mnta maaf ma yoong..
    Sediiih jg dgn crta fany dan young,, hhmm curiga young yg wktu tu skit dan hrus dioprasi sumsum tulng belkng deehh..
    Pnsran gmn nnti hubngn yoonwon

    Balas
  27. yhanies_Nited

     /  Februari 14, 2016

    Akhirnya , ,
    Lega juga kan yoong unnie udah ngakuin perasaanya , ,
    young oppa yang sakit itu ya?

    Balas
  28. Anggita

     /  April 29, 2016

    Cie kan yoona eonni ngaku juga..😀

    Balas
  29. akhirnya ngku juga yoona low cinta ama siwon. dasar pasangan anh hehe

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: