[FF] Cinderella After Midnight (Chapter 2)

CAM 2Author             : misskangen

Type                : Sekuel

Genre              : Romance, Drama, Family

Rating             : PG 17

Main Cast        : Im Yoona, Choi Siwon

Support Cast   : Choi Minho, Jung Jessica, Kim Taeyeon, Bae Suzy

Disclaimer       : Cerita ini fiktif dan murni karangan penulis. Bila terdapat kesamaan kisah dengan kehidupan nyata, maka itu semua adalah ketidaksengajaan semata.

 

Happy Reading all…

 

 

CINDERELLA AFTER MIDNIGHT : CHAPTER 2

 

Taxi itu melaju dengan kecepatan cukup tinggi, sesuai dengan permintaan penumpang yang merasa tidak sabar dengan cara mengemudi sang sopir. Penumpang wanita itu terus saja meminta sopir taxi itu untuk menaikkan kecepatannya. Sopir taxi itu sedikit demi sedikit merasa jengah dan jengkel, ingin sekali rasanya ia menurunkan wanita itu segera dimanapun ia bisa melakukannya. Tetapi mengingat waktu telah masuk dini hari sehingga sopir itu pun mengurungkan niatnya, dan berhasil mengantarkan penumpang ‘istimewa’nya sampai ke tempat tujuan.

 

Yoona segera berlari memasuki gerbang rumahnya yang tinggi, melewati taman yang tertata rapi yang dihiasi sebuar air mancur mini tepat di depan pintu masuk rumahnya yang mewah. Sambil memegangi rok gaunnya yang menjuntai lebar, ia menghentikan larinya ketika melihat mobil milik Bibi Kim baru saja berhenti di depan rumah. Ia melihat wanita itu turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah diiringi beberapa pelayan. “Matilah! Aku terlambat.” Umpat Yoona pada dirinya sendiri.

 

Yoona beringsut mendekati pintu rumah, dengan berjalan pelan-pelan tanpa membuat keributan ia berhasil sampai ke depan pintu. Dengan hati-hati ia menengok ke kanan dan kiri, mengawasi seandainya ada yang melihat kehadirannya. Sambil mengintip dari balik pintu, ia melihat Bibi Kim telah naik ke lantai dua menuju ruang pribadinya di bagian sayap kanan rumahnya. Itu artinya Yoona memiliki kesempatan untuk masuk ke kamarnya yang berada di lantai dua bagian sayap kiri rumahnya.

 

Sambil berjingkat-jingkat ia menaiki tangga seraya sibuk mengangkat rok gaunnya hingga betisnya terlihat. Sampai di lantai 2, Yoona berpapasan dengan seorang pelayan. Spontan Yoona meletakkan satu jari di depan bibirnya, memberi perintah kepada si pelayan agar menutup mulutnya dan tidak mengeluarkan suara walaupun sebelumnya pelayan itu terkesiap kaget.

 

Yoona langsung berbalik membelakangi pelayan yang masih berdiri terpaku itu, bergegas menuju kamarnya. Ia sedikit terburu-buru ketika telah melihat pintu kamarnya. “Berhenti di tempatmu, Nona Im!” Yoona sontak menghentikan langkahnya, tubuhnya menegang karena mengenali suara yang barusan menghardiknya itu. Yoona meringis membayangkan wajah horor yang mungkin tergambar dari wajah orang itu.

 

Yoona mendengar langkah dari sepatu stiletto yang menghentak lantai mendekatinya, dengan enggan ia berbalik hendak menghadapi wanita itu. Yoona tersenyum kecut saat wanita itu sampai tepat di depannya sambil bersedekap menyilangkan lengan di depan dada. “Kau datang ke pesta lagi? Sungguh kau tidak jera, padahal aku sudah mengunci lemarimu. Kau masih saja bisa pergi dengan… senjata seadanya,” seringaian Bibi Kim tergambar jelas saat ia memperhatikan gaun Yoona yang sudah lusuh karena dibawa berlari itu.

 

“Aku…mmm…aku…” Yoona tergagap tak mampu memberikan jawaban.

“Jelas kau takkan bisa memberikan alasan, kau sudah tertangkap basah! Kau ini benar-benar keras kepala dan tidak bisa diatur. Ternyata kau senang sekali menerima hukuman dariku. Kalau begitu kali ini aku akan memotong uang sakumu untuk tiga bulan ke depan!”

“Mwo?? Imo, kau tega sekali. Uang sakuku yang tak seberapa itupun kau potong juga. Aku memang pergi ke pesta, tapi aku punya alasan bagus untuk datang kesana,” Yoona mencoba membela diri.

“aku tidak ingin mendengarkan alasan apapun darimu! Sebaiknya kau kembali ke kamarmu dan renungkan kesalahanmu kali ini. Aku akan menemuimu setelah sarapan.” Bibi Kim langsung berbalik dan meninggalkan Yoona yang masih shock dengan hukumannya.

 

Sampai di kamarnya Yoona langsung menjatuhkan tubuhnya di atas ranjangnya. Sesekali ia memijit betisnya yang terasa lelah karena berlari. Ia juga mengeluhkan telapak kakinya yang terluka karena memaksa untuk berlari tanpa memakai alas kaki.

 

-Cinderella After Midnight-

 

“bila melihat wajahmu itu, aku yakin kemarin kau gagal menjalankan misimu kan?” tanya Jessica saat bertemu Yoona di meja makan sambil menikmati sarapannya. Yoona tampak menopang dagunya dengan dua tangan, pandangannya kosong. Yoona mendengar Jessica tapi ia malas untuk menjawab. “Yak, kau ini kenapa seperti tak punya semangat hidup begitu! Kalau gagal kan bisa coba lagi,” gerutu Jessica yang kesal karena diacuhkan adiknya.

 

“ini bukan hanya soal misiku yang gagal, tapi aku benar-benar habis sekarang! Kau tahu Eonni, lagi-lagi si perawan tua itu memotong uang sakuku. Aku sekarang sudah jadi gembel… yah, gembel glamour.” Yoona bersungut-sungut meratapi nasibnya.

 

Jessica tergelak mendengar penuturan adiknya, bukannya ia tak merasa prihatin hanya saja Yoona terlalu berlebihan dalam menyikapi setiap kejadian yang menimpanya. Yoona meliriknya kesal, menganggap kakaknya tidak peduli pada nasib buruknya. “Kapan kau akan belajar jadi dewasa? Baru juga dipotong uang saku, kau sudah beranggapan bahwa langit akan runtuh.”

 

Yoona mendecakkan lidahnya, “Masa bodoh lah!”

“Nona kecil, anda sudah ditunggu Nyonya Kim di ruang kerjanya,” kata seorang pria yang tak lain adalah Kang Ahjussi, kepala pelayan di rumahnya. Pria itu jelas agak ragu untuk memberitahu Yoona, melihat kondisi wajahnya yang terlihat hopeless.

 

Dengan langkah lunglai Yoona memasuki ruang kerja Bibi Kim, wanita itu sedang duduk di kursi kebesarannya dengan pose angkuh memandang Yoona dengan tatapan tajam. “kau sudah merenungkan kesalahanmu dengan baik?” Tidak ada jawaban yang keluar dari mulut Yoona. “hah… percuma saja, sampai kapanpun kau takkan bisa mengambil hikmah dari kejadian yang kau alami. Lalu kemarin kau pergi ke pesta mana lagi, apa dengan teman-temanmu yang bodoh itu?”

“sudah aku katakan, aku bukan pergi ke pesta sembarangan. Aku pergi ke pesta dansa yang diadakan di Hotel Royale.” Jawab Yoona tanpa memandang wanita itu.

 

“Oh, sungguh mengejutkan kau datang ke pesta itu! Memangnya apa tujuanmu datang kesana, aku yakin kau bukan hanya ingin bersenang-senang. Siapa yang kau cari disana?” tanya Bibi Kim disertai ekspresi sarkatis.

 

“Tentu saja aku mencari seorang pebisnis yang mau berinvestasi untuk perusahaan tanpa iming-iming pernikahan!” Bibi Kim menganga sesaat mendengar jawaban Yoona, lalu ia tersenyum penuh arti.

“lalu, apa kau berhasil menemukannya?”

Aku nyaris berhasil kalau bukan karena kepulanganmu yang mendadak itu! Kata Yoona dalam hati. Yoona hanya menggeleng lemah.

 

“Sudah kuduga! Kau tidak berhasil melakukannya, kau sama sekali tidak punya kemampuan untuk meloby seseorang. Kau masih harus banyak belajar, Nona Im!” ejek Bibi Kim, Yoona menyeringai pelan menanggapinya.

 

“Aku memanggilmu kesini bukan untuk menghakimimu yang gagal mendapat investor, karena aku sudah mendapatkannya untukmu. Kau harus tahu bahwa kondisi perusahaan semakin gawat, mau tak mau secepatnya harus mendapat kucuran dana segar dari investor. Jadi aku terpaksa mempercepat rencana pernikahan itu.”

“Mwo??!! Shireoo…

“Tidak usah banyak protes! Aku akan mengatur pertemuanmu dengannya secepat mungkin!” ancam Bibi Kim.

 

-Cinderella After Midnight-

 

“Apa ada sesuatu yang aneh dengan sepatu itu hingga kau butuh konsentrasi penuh untuk sekedar memandanginya?” Siwon tersentak dari lamunannya mendengar seseorang menegurnya.

 

“Minho-ya, kau sudah datang. Sejak kapan kau masuk? Aku tak melihatmu atau mendengarmu mengetuk pintu.” Siwon kembali mengatur posisi duduknya selayaknya yang biasa ia lakukan di atas kursinya.

 

Minho tersenyum lebar, menyadari bahwa kakak laki-lakinya itu sedang gugup, “Aku sudah datang sejak tadi, bahkan aku melihat kau tersenyum-senyum sambil memandangi sepatu itu. Memangnya itu sepatu siapa? Aku yakin itu bukan sepatu baru melihat ada goresan-goresan kecil di sisinya.”

 

“Matamu jeli sekali, bahkan kau bisa menyadari kondisinya dalam sekali lihat. Ini sepatu milik seorang wanita yang aku temui di pesta kemarin malam.” Jawab Siwon sok cuek.

 

“kau bertemu dengan wanita yang memberikan sepatunya dan sekarang kau jadi kehilangan fokus hanya untuk memandangi sepasang sepatu? Memangnya apa yang sudah terjadi, Hyung?” tanya Minho penasaran.

 

“Oh itu… wanita itu tiba-tiba saja pergi sebelum menyelesaikan cerita dan tujuannya bertemu denganku. Ia sangat terburu-buru bahkan ketika sepatunya terlepas ia tak berniat mengambilnya, malah membuang sepatu yang satunya.”

 

Minho terkikik mendengar cerita kakaknya, “benarkah? Ceritanya mirip Cinderella tapi dengan sepasang sepatu.”

“ya aku juga berpikir seperti itu, hanya saja saat itu sudah lewat jam satu.” Gurau Siwon.

“jadi Cinderella after midnight – Cinderella lewat tengah malam. Jadi kau akan mengambil peran sebagai pangeran untuk mencari sang putri?” Minho mengambil posisi duduk di kursi di depan meja kerja kakaknya.

Siwon mengedikkan bahunya cuek, “Mungkin saja aku akan melakukannya.”

 

“Oh ayolah Hyung… ini tahun 2013. Ada jutaan wanita dengan ukuran kaki yang sama dengan sepatu itu. Kau tidak mungkin mencarinya, apalagi sepasang sepatunya ada padamu. Lantas bagaimana kau akan menemukannya?”

Siwon tersenyum lebar dengan gerutuan adiknya, “Setidaknya aku tahu namanya…”

 

“Yahh, baguslah kalau begitu. Kau tidak perlu uring-uringan seperti halnya kau penasaran dengan gadis yang kau temui di Paris setahun yang lalu. Kau membuatku pusing hanya karena kau tak mengetahui identitas wanita yang kau taksir, kau benar-benar mengesalkan!” Siwon tergelak mendengar keluhan Minho karena pertemuannya dengan seorang wanita Korea di Paris. Siwon begitu penasaran dengan wanita itu, tapi ia tidak beruntung hanya karena tak sedikitpun mendapat informasi tentangnya hingga ia merepotkan banyak orang untuk mengetahui keberadaan wanita itu.

 

“Apakah wanita yang kau temui di pesta itu cantik? Lebih cantik mana dengan wanita misterius dari Prancis itu?” desaka Minho pada Siwon.

“Mereka sama… sama-sama cantik,” jawab Siwon.

 

“kalau begitu kau tunggu apa lagi, segera temukan wanita itu. Kau tidak lupa kan dengan ancaman ibu yang menginginkan kau cepat-cepat memperkenalkannya dengan calon istrimu atau kau akan dinikahkan secara paksa dengan wanita pilihannya!”

 

Tiba-tiba bahu Siwon menegang, “Ah.. kau mengingatkanku soal itu lagi. Aku tidak habis pikir dengan kemauan ibu melihatku cepat-cepat menikah dan memberinya cucu. Tidak bisakah ibu menunggu sedikit lebih lama? Aku kan ingin menentukan pilihan terbaik untukku sendiri, bukannya sengan wanita pilihannya.”

 

“Aku rasa ibu punya alasan kuat. Kau sendiri sudah hampir berumur 30 tahun, tapi belum juga menikah dan memberikan jaminan pewaris untuk Hyundai Group. Ingatlah Hyung, beban perusahaan ke depannya ada di pundakmu termasuk untuk menghasilkan penerusnya.” Celoteh Minho panjang lebar.

 

“hei..hei… sejak kapan pikiranmu bisa sedewasa itu? Kenapa tidak kau saja yang menikah dan memiliki anak, kau kan juga anak ibu dan pemegang saham Hyundai!” gerutu Siwon.

 

“Enak saja, aku memang anak ibu tapi aku masih sangat muda dan aku masih mau menikmati semuanya tanpa beban. Bisa-bisa aku stres memikirkan soal perusahaan dengan segala tetek-bengeknya hingga membuatku kehilangan masa muda. Kau yang sudah cukup umur yang memang harus melakukannya, Hyung!”

 

“Yak, kau ini sudah berani memojokkanku, Minho-ya. Kau benar aku sudah cukup umur dan sudah nyaris kepala tiga. Tapi aku merasa masih menjadi anak kecil yang menyusu pada ibunya dengan perlakuan ibu yang seenaknya padaku.”

 

“kalau itu sih memang deritamu sebagai anak tertua, Hyung!” ejek Minho yang buru-buru keluar ruangan karena takut diamuk oleh kakaknya.

“Yak!! Kurang ajar kau Choi Minho!!” teriak Siwon sepeninggal Minho.

 

 

-Cinderella After Midnight-

 

Di masa break kerja Yoona sengaja menyendiri di dapur yang tampak kosong, ia duduk di depan pantry dengan menopang dagunya. Suzy yang melihat kondisi Yoona merasa prihatin, ia akhirnya menghampiri Yoona.

 

“Kelihatannya kau hopeless sekali, apa kau gagal bertemu dengan pangeran itu?” tanya Suzy. Yoona memandang Suzy dengan tatapan sendu, ia menggembungkan pipinya kemudian menghela napas.

 

“Tidak, aku berhasil bertemu dengannya. Hanya saja aku tidak berhasil menariknya sebagai investor karena harus buru-buru pulang. Ini semua gara-gara Bibi Kim yang galak itu. Kau lihat kakiku sampai lecet-lecet begini karena berlari tanpa alas kaki” Jawab Yoona sambil menunjuk-nunjuk kakinya.

“Kenapa bisa begitu, memangnya kemana sepatumu?”

“Nah, itu! Sepatu sialan itu juga turut andil menyebabkan kakiku cedera begini, jadi aku membuangnya di depan ballroom hotel!” Suzy menganga mendengar jawaban Yoona.

“Ya ampun… kalau kau membuang kedua sepatumu bagaimana dia bisa menemukanmu? Kau ini Cinderella yang gagal!” pekik Suzy dan dibalas Yoona dengan memutar bola matanya.

“Yak! Berhentilah terobsesi dengan cerita Cinderella itu. Kita tidak hidup di dunia dongeng, ini kenyataan dan nasib burukku juga kenyataan!” gerutu Yoona sambil menatap Suzy dengan menyipitkan mata.

“kau lah yang seharusnya berhenti meratapi ketidakberuntunganmu itu. Di luar sana masih banyak orang yang hidupnya jauh lebih menderita dari pada yang kau alami. Sekarang pikirkanlah cara lain untuk menemui pria itu, dengan datang langsung ke kantornya mungkin?” saran Suzy ditanggapi dingin oleh Yoona yang menggelengkan kepalanya mantap.

 

“Kau gila! Mana mungkin aku datang memintanya berinvestasi tanpa persiapan matang dengan menunjukkan presentasi mengenai perusahaanku padanya. Aku sendiri juga tidak tahu dimana kantornya atau perusahaannya.”

Suzy menghela napas, ia sadar percuma berbicara panjang lebar dengan Yoona bila kekeraskepalaannya kumat. “Kalau kau saja tidak mau berusaha untuk dirimu sendiri, bagaimana mungkin bisa menyelamatkan perusahaan. Jika sudah begitu aku juga tidak bisa berbuat apa-apa.”

 

“Kenapa kau juga jadi putus asa begitu. Aku juga memikirkan alternatif lain, kabur dari rumah misalnya. Tapi soal pria itu, yaaa… kalau memang berjodoh maka aku akan bertemu lagi dengannya.” Yoona mengepalkan tangannya tanda semangat.

“lalu bila kau telah bertemu lagi, apa yang akan kau lakukan?”

“Mungkin aku akan merayunya atau menggodanya agar ia mau memenuhi permintaanku! Hahaha,” candaan Yoona terdengar tidak lucu di telinga Suzy, ia hanya menggeleng-gelengkan kepala, menyayangkan sikap acuh tak acuh Yoona pada masalahnya sendiri.

 

“hei, kalian berdua! Mengapa hanya mengobrol disini. Cepat ke depan, café sedang ramai pengunjung!” tegur seorang supervisor pada mereka. Yoona bangkit dari duduknya, dengan wajah cemberut ia melangkahkan kaki untuk kembali bekerja.

“Inilah saatnya kerja rodi…” sungut Yoona dibarengi tawa Suzy.

 

-Cinderella After Midnight-

“Uuh… sudah tiga hari ini café ramai sekali, pengunjung tak henti-hentinya datang. Aku lelah sekali, tubuhku terasa remuk…” gerutu Yoona sambil mengelap meja. Saat itu sudah malam dan café sudah mulai sepi, hanya terlihat beberapa pengunjung saja.

 

“berhentilah mengeluh, kan bagus bila café ini ramai. Itu artinya pelayanan disini bagus, dan kerja kita juga sukses,” ujar Suzy dari balik meja kasir. Namun Yoona masih saja terus menggerutu sambil mengerjakan pekerjaannya. Yoona mengangkat beberapa cangkir kosong dari atas meja dengan talam. Ia membalikkan badanya namun tak sengaja menabrak seseorang. Cangkir-cangkir itu saling bertabrakkan hingga menimbulkan bunyi. Sebuah cangkir yang masih berisi kopi tergelimpang dan airnya membasahi jas yang dipakai seorang pria yang ditabrak oleh Yoona.

 

Yoona kaget dan merasa tidak enak, “Maafkan aku… aku benar-benar tidak sengaja!” ucap Yoona sambil membungkukkan badannya, belum berani melihat ekspresi marah yang mungkin diperlihatkan orang itu.

“kau… bukannya kau Nona Im? Benarkan, kau Im Yoona yang kutemui beberapa hari lalu di Hotel Royale?” Yoona langsung mendongak kaget karena orang itu mengenalnya. Ia melebarkan matanya saat mengenali sosok yang berdiri di hadapannya.

“kau… Choi Siwon?”

Siwon mengangguk mantap dan tersenyum, “Kebetulan sekali bertemu disini. Tapi mengapa kau menggunakan seragam itu, apa kau bekerja disini?”

“Euh.. itu…mmm… iya, aku bekerja disini. Aku kerja part time disini,” Yoona tersenyum kecut menyadari ia tertangkap basah sedang tempil jelek dengan seragam karyawan café itu.

“Wah… mengejutkan sekali wanita sepertimu mau bekerja seperti ini. Tapi kau baik-baik saja kan? Ini bukan karena masalah yang kau bicarakan beberapa waktu lalu kepadaku kan? Tahukah kau, aku penasaran karena kau belum menjelaskan duduk perkaranya padaku karena kau kabur begitu saja.”

“Maafkan aku soal itu, mendadak aku harus buru-buru pulang. Jadi aku tak sempat pamit padamu.” Kata Yoona sambil menggigit bibir bawahnya.

 

Siwon mengambil posisi duduk di salah satu kursi terdekat dengan posisi mereka berdiri, “Apa jam kerjamu sudah selesai? Aku rasa kau bisa menjelaskannya padaku lebih lanjut.”

“Apa? Kau serius mau mendengarkan ceritaku lagi?”

Siwon mengangkat bahunya cepat, “Ya… anggap saja aku sedang santai, jadi aku membutuhkan pelampiasan untuk menghabiskan waktuku. Kalau begitu aku akan menunggumu selesai bekerja, setelah itu kita bisa mengobrol.”

“baiklah, terima kasih kau mau repot menungguku.” Kata Yoona sambil tersenyum dan bergegas meninggalkan pria itu. Suzy yang sedari tadi mengawasi Yoona dan pria itu langsung menghampiri Yoona.

 

“Siapa pria itu, kau mengenalnya?” tanya Suzy penasaran.

“Dia itu Choi Siwon. Dia pria yang kutemui di pesta beberapa hari yang lalu. Aku sungguh tak menyangka bertemu dengannya disini, di café ini.”

“Jadi dia pria yang akan kau jadikan investor itu?” Yoona mengangguk. “Itu artinya kau berjodoh dengannya dan café ini…. lalu apa yang dikatakannya tadi?”

“Dia ingin melanjutkan pembicaraan kami yang tertunda soal perusahaan keluargaku.”

“Itu berita bagus! Kau harus berusaha meyakinkannya untuk membantumu!” pekik Suzy seraya mengguncang-guncang tubuh Yoona.

 

 

-Cinderella After Midnight-

Mereka berdua duduk menyudut di sebuah restoran di pusat kota. Siwon sengaja mengajak Yoona sedikit menjauh dari café tempatnya bekerja, dengan alasan mencari suasana baru serta jauh dari orang-orang yang mungkin mengenali mereka.

 

Sedari tadi Yoona lebih banyak menunduk, ia merasa canggung sekali duduk berdua dengan seorang pria yang baru dikenalnya dan berbicara panjang lebar soal masalahnya. Ia tak menyangka harus berbagi cerita dengan orang asing, tapi setidaknya ada satu rasa dalam hatinya yang mengatakan bahwa pria itu bukanlah orang jahat.  Yoona berpikir bahwa kemungkinan peluangnya sangat besar untuk mendapat pertolongan dari Siwon menilik dari antusiasme pria itu pada setiap ceritanya.

 

Yoona menceritakan soal perusahaannya yang nyaris pailit, walau yang diketahuinya hanya secara umum dan sedikit mengarang. Maklum selama ini Yoona tidak pernah berurusan dengan perusahaan milik ayahnya itu, hanya keadaan ini yang memaksanya untuk belajar mengetahui banyak hal soal perusahaan.

 

“Nona Im, apa kau sudah menceritakan semuanya?” tanya Siwon kemudian.

“Eh, apa maksudmu?”

“Aku merasa kau menyembunyikan sesuatu dalam ceritamu. Kau yakin hanya perusahaan keluargamu yang nyaris bangkrut hingga kau mati-matian mencari investor sendirian dan kau juga memaksa dirimu untuk mengetahui seluk beluk perusahaanmu?”

 

Yoona terperanjat, ia tak menyangka Siwon mampu menebak motif lain dari aksinya mencari pria itu. Yoona menggaruk kepalanya yang tidak gatal, mencoba mencari jawaban yang tepat. “Itu.. sebenarnya aku juga sedang terdesak, karena…” Yoona menarik napasnya dalam lalu menghelanya dengan cepat, “…karena Bibiku berniat menikahkan aku dengan koleganya yang akan berinvestasi untuk perusahaan dengan dalih agar peran orang itu sebagai investor lebih nyata. Entahlah aku juga tidak mengerti apa yang dipikirkannya.” Yoona kemudian menatap Siwon, jantungnya berdesir karena pria itu terlihat sangat tampan dibawah pendaran cahaya lampu malam. “kau akan menolongku kan, Siwon-ssi? Aku tahu kita baru mengenal, tetapi aku merasa kau orang yang tepat yang akan membantuku keluar dari masalahku.”

 

“Aku? Sejauh itukah kau berpendapat tentangku?” Siwon mendapatkan jawaban tatapan memohon dari Yoona. Siwon berdehem menghilangkan kegugupannya, “Begini, Yoona-ssi. Berinvestasi bukanlah suatu permainan yang mudah dilakukan atau diakhiri. Semua harus dipertimbangkan baik-baik dari jauh hari, tidak secara spontan begini. Aku juga harus memikirkan baik-buruknya hal ini untuk perusahaanku ke depannya.”

 

Wajah Yoona kini berubah cemberut, ia merasa harapannya untuk mendapat pertolongan Siwon semakin tipis, “jadi kau tak bisa menolongku?” Siwon sebenarnya bingung ingin menajwab apa. Disamping ketertarikannya terhadap gadis itu, tapi seperti yang dikatakannya bahwa ini semua tak semudah membalik telapak tangan.

 

“Aku akan pikirkan lagi. Tapi… aku jadi penasaran akan satu hal.”

“Apa itu?”

“Seandainya aku memintamu untuk menikah denganku demi investasi ini, apakah kau bersedia melakukannya?” tanya Siwon enteng. Ekspresi horor tampak dari wajah Yoona, ia tak menyangka Siwon melontarkan pertanyaan konyol seperti itu.

“Aku tidak tahu harus bagaimana, setidaknya kau bukan pria tua yang jompo.” Jawab Yoona tak yakin.

“huh, pria tua yang jompo? Apa maksudmu kau akan dinikahkan dengan seorang tua bangka?” pekik Siwon sambil menahan tawa. Yoona merengut kesal, ia menggembungkan pipinya hingga wajahnya terlihat sangat lucu.

 

“ya begitulah… kau pasti bisa membayangkan bagaimana kacaunya hidupku bila itu terjadi. Aku masih muda, bahkan belum menyelesaikan kuliah. Bagaimana mungkin aku harus hidup dengan seorang pria tua sebagai suamiku? Aku kan masih ingin menikmati masa mudaku sebagi wanita lajang!” ujar Yoona sewot. Siwon tergelak melihat ekspresi kesal yang tergambar di wajah Yoona. Siwon sama sekali tak menyangka gadis itu begitu blak-blakan menunjukkan rasa kesalnya. “mengapa kau malah menertawakanku?” gerutu Yoona.

 

“Aku hanya merasa aneh dengan ide gila bibimu itu. Dari mana ia berpikir menikahkan keponakannya dengan pria yang jauh lebih tua? Apalagi saat kau membandingkan dirimu dengan pria itu, pasti nantinya sangat lucu.” Siwon bersusah payah menahan tawanya, bahkan suaranya sedikit tercekat.

 

“kau tega sekali, Siwon-ssi. Sekarang aku hanya bisa berharap kau bisa memberi keputusan secepatnya. Kalau tidak maka hidupku akan berada dalam neraka dunia,” kata Yoona dengan wajah lesu.

“Hei… menikah bukan berarti langit akan runtuh. Aku akan berusaha memberi jawaban dalam waktu dekat. Aku akan meneleponmu bila aku telah mempunyai jawaban. Lebih baik sekarang aku mengantarmu pulang, sepertinya bibimu yang baik hati sudah menanti kepulanganmu.” Cengiran Siwon begitu lebar, hingga Yoona melemparnya dengan tissu.

“Berhentilah mengolokku, Siwon-ssi.” Begitulah pertemuan kedua mereka berakhir, ada candaan yang membuat keduanya saling melempar senyuman dan menghilangkan situasi canggung di antara dua orang asing yang mulai menjalin hubungan tak terduga.

 

 

-Cinderella After Midnight-

Dengan kesal Siwon melangkahkan kakinya menuju ruang khusus tamu penting di kantornya. Tepat sehari yang lalu ibunya memaksa Siwon untuk menemui relasi bisnisnya untuk membahas proyek baru yang diambil alih oleh ibunya. Siwon merasa kesal karena sang ibu yang seenaknya mengambil keputusan untuk menjalin hubungan bisnis dengan seseorang atau perusahaan lain. Karena jelas selama ini Siwon yang memegang kendali perusahaan selepas ayahnya meninggal empat tahun yang lalu.

 

Memang bukan perkara mudah untuk melawan kehendak sang ibu karena ibunya adalah seorang wanita berperangai keras dan suka memaksakan kehendak. Ibunya tidak segan untuk menebarkan ancaman menakutkan yang membuatnya maupun Minho mau tidak mau menuruti segala keinginannya. Untuk itulah mengapa Siwon merasa sebagai orang dewasa yang belum dianggap cukup umur untuk melakukan keinginannya sendiri.

 

Kekesalan Siwon memuncak ketika ibunya dengan begitu mudah dan tanpa ancang-ancang memintanya segera memperkenalkan calon istri atau menerima perjodohan yang diatur olehnya. Siwon masih sulit menerima keinginan ibunya yang satu itu. Ia masih saja teringat dengan seorang wanita yang ditemuinya di Paris setahun yang lalu. Ia tidak menyangka jatuh cinta begitu saja pada wanita Korea itu. Padahal Siwon hanya membantunya mengambilkan scarf yang terbawa angin sampai ke tepi sungai Seine, tapi Siwon begitu terpukau pada kecantikannya dan tanpa sadar menaruh hati padanya. Benar-benar bodoh! Itulah yang dipikirkan Siwon saat ini.

 

Sekarang ia pun sedikit dipusingkan dengan seorang gadis yang tiba-tiba datang dan meminta bantuannya. Gadis yang menarik perhatiannya itu tak dipungkiri membuatnya berpikir untuk menolong menyelesaikan masalahnya. Tapi kembali semua situasi ini seolah tumpang tindih hingga membuatnya sakit kepala. Ia tak bisa mengambil keputusan secepatnya, ia masih harus banyak berpikir.

 

“Kau sudah datang… kemarilah dan temui klien baru kita,” panggil Nyonya Choi begitu Siwon menginjakkan kaki di depan pintu ruangan itu. Siwon mengambil posisi duduk berhadapan dengan wanita yang menjadi klien baru Hyundai Group itu.

“Taeyeon-ssi, perkenalkan ini putraku Choi Siwon… Dia adalah Presiden Direktur Hyundai Group.” Nyonya Choi memperkenalkan Siwon kepada tamunya.

 

“Perkenalkan, aku Kim Taeyeon dari Jeongsan Group. Aku adalah suksesor Im Jeong Sun setelah beliau meninggal. Senang berkenalan denganmu, Siwon-ssi.” Sapa Taeyeon ramah.

 

“Siwon-ah, Kim Taeyeon akan menajdi klien bisnis kita yang baru. Aku memutuskan untuk berinvestasi di perusahaan miliknya. Walau Jeongsan group sedang kolaps tapi aku yakin dengan bamtuan dana dari Hyundai maka mereka bisa bangkit lagi. Aku sangat tahu bahwa Jeongsan memiliki potensi untuk bangkit dan kembali ke masa jayanya.” Nyonya Choi menjelaskan maksud pertemuan mereka. “Siwon, ibu ingin kau mengurus semua prosedur secepatnya. Ibu yakin kau bisa melakukan itu…”

 

Siwon mengerutkan keningnya, tiba-tiba saja bayangan demi bayangan dari ingatannya muncul ketika melihat Kim Taeyeon. Ia berpikir mungkinkah ada sesuatu yang terlewat olehnya.

Jeongsan Group…

Kim Taeyeon…

Im Jeong Sun

Investasi…

Dan… Im Yoona, Mungkinkah ini….???

 

To Be Continue…

 

Segini dulu ya cerita Cinderella 2013 versiku… Kira-kira siapakah wanita yang ditemui Siwon di Paris hingga membuatnya penasaran? Maukah Yoona menikah dengan pria tua sesuai paksaan Bibi Kim? Lalu apa sebenarnya yang dipikirkan Siwon terkait kesepakatan bisnis antara Nyonya Choi dan Kim Taeyeon?? Dapatkan jawabannya di chapter berikutnya…

#NB Thanks for the admin who post this story, berhubung ada dua jadi peluk dua-duanya Echa dan Resty… *kisseu from Medan* (kiss back from bandung^^)

Pos Berikutnya
Tinggalkan komentar

130 Komentar

  1. tia risjat

     /  Maret 2, 2014

    aigo.. wonppa ayolah.. tolong yoona. masa gitu aja ga mau sich? Jangan jadi namja pelit ah!

    Balas
  2. hanna lee

     /  Maret 6, 2014

    Makin seru udh mulai jelas konfliknya cuz next part😀

    Balas
  3. im yoo ra

     /  Juli 18, 2014

    udah penasaran banget awa cerita selanjutnya…

    Balas
  4. Kira-kira siapakah wanita yang ditemui Siwon di Paris hingga membuatnya penasaran? Maukah Yoona menikah dengan pria tua sesuai paksaan Bibi Kim? Lalu apa sebenarnya yang dipikirkan Siwon terkait kesepakatan bisnis antara Nyonya Choi dan Kim Taeyeon?? Gue bingung jawabnya :v

    Balas
  5. jgan2 yg mau di jodohkn sm yoona, wonpa bibi kim cm boong klo yoona mo di nikahin pria tua.. ahh semoga sj… lanjut ya thor..

    Balas
  6. raraputi19

     /  Oktober 12, 2014

    Aaaaaaaa semoga yg di jodohin bibi Kim dengan yoona itu siwon hehhehe

    Balas
  7. Sumpah ceritanya benar2 keren dan sangat menarik, apalagi ceritanya nyambung bgt. O ia apa ya kira2 rencana bibi kim
    ni cerita benar2 di bikin penasaran

    Balas
  8. tiffany

     /  Desember 30, 2014

    Selalu suka sma ff ini

    Balas
  9. Hulda Maknae

     /  Februari 26, 2015

    Jangan jangan siwon yg bakal dijodohkan ama yoona??#soktau…next

    Balas
  10. Nhiina

     /  Maret 23, 2015

    Emangnya siapa wanita yg ditemui wonppa di paris ? apkh itu yoong eonn ?

    ohh , ayolaah oppa , bantu yoobg eonn ne ? ?
    jeball . .

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: