[FF] Sad Marriage (Part 5)

Author :  Hyuna Choi / Rina

Title                 :  Sad Marriage (Part 5)

Main Cast        :

  • Choi Siwon
  •  Im YoonA

Support Cast :

  • Jina
  • Yuri
  • Tiffany
  • Kyuhyun
  • Yunho (cameo)
  • Nyonya Choi

Rating             : PG 15

Type                : Sequel

Genre              : Family, Sad, Romance, Marriage Life.

 

Siwon dan Yoona memutuskan untuk menginap satu malam di rumah Yoona yang ada di Busan. Kebahagiaan yang menyelimuti pasangan itu, membuat keduanya lupa segalanya. Mereka hanya ingin menikmati waktu berdua yang sudah banyak terbuang sia-sia. Ya, hanya berdua. Tanpa ada siapapun yang bisa merampas kebahagiaan mereka.

Siwon menatap Yoona dalam dan penuh cinta, hal itu membuat Yoona salah tingkah. Gadis cantik itu tak bisa menyembunyikan rona merah yang merekah di pipinya, membuatnya semakin cantik.

“Kenapa melihatku begitu?” tanya Yoona malu saat suaminya itu tak berhenti menatapnya.

Saat ini Siwon dan Yoona sedang berada di dalam kamar Yoona, mereka duduk di atas ranjang Yoona tentunya. Setelah tadi sempat memasak bersama dan makan malam mereka memutuskan untuk beristirahat di kamar Yoona.

“Kau cantik sekali.” Jawab Siwon tersenyum.

“Kau mau merayuku?” tanya Yoona berusaha menutupi kegugupannya, pasalnya baru kali ini ia merasakan suasana yang begitu intim dengan Siwon. Dan siwon memujinya, memang terdengar biasa namun tak di sangka kalimat itu berhasil membuat Yoona melayang.

“Ne, aku memang sedang merayu istriku.” Jawab Siwon tenang.

Yoona tak mengatakan apapun, ia terlalu bahagia dengan perlakuan Siwon padanya. Siwon menggenggam erat tangan Yoona. Perlahan ia menarik lembut tubuh wanita itu dalam dekapan hangatnya

“Aku mencintaimu, Yoona. Jeongmal  saranghae.” Bisik Siwon lembut, tepat di telinga Yoona.

Yoona tersenyum bahagia, sudah lama ia menantikan kata itu. bahagia, saat impianmu menjadi kenyataan, inilah yang di rasakan Yoona.

“Kenapa kau tidak menjawabku? Apa kau tidak mencintaiku?” tanya Siwon kecewa melihat Yoona yang sedari tadi hanya diam.

“Bodoh! Kenapa kau bisa berfikir seperti itu?” tanya Yoona.

“Lalu kenapa kau tak menjawabku?”

“Apa harus aku jawab? Bukankah kau sudah tau jawabannya?”

Perkataan Yoona membuat Siwon semakin gemas, ia melepas pelukannya lalu tangannya memegang erat pundak Yoona, memaksa yeoja itu menatapnya.

“Katakan padaku, kalau kau mencintaiku!” paksa Siwon, Yoona menatapnya kesal.

“Kenapa kau memakasaku?”

“Jadi kau tidak mau?”

Siwon semakin mendekatkan wajahnya pada wajah Yoona, perlakuan Siwon itu sontak membuat wajah Yoona semakin tegang.

“Bila aku tidak mau kau mau apa?” tantang Yoona.

“Aku akan menciummu?” Kata Siwon menyeringai.

“Coba saja kalau berani!!!”

Yoona segera turun dari ranjang dan berlai menghindari Siwon yang terus mengejarnya.

“Awas kau!”

Siwon terus mengejar Yoona yang terus berlari sambil tertawa mengejaknya. Dan akhirnya Siwon berhasil menangkap Yoona, menarik pinggang Yoona sehingga tidak ada jarak yang tersisa diantara keduanya.

“Kau mau bermain-main denganku Nyonya Choi?”

Yoona menggelengkan kepalanya takut, seakan hal buruk akan terjadi padanya.

“Ayo cepat katakan!” Siwon terus memaksa Yoona namun yeoja itu tetap bungkam.

“Sepertinya kau benar-benar ingin ku cium chagi.”

“Aku mencintaimu…..!!!!” teriak Yoona saat wajah Siwon semakin mendekat. Siwon tersenyum penuh kemenangan.

“Katakan sekali lagi chagi.” Pinta Siwon kali ini dengan nada yang lembut.

“Aku mencintaimu.” Jawab Yoona tulus.

Siwon tersenyum kemudian dengan cepat Siwon menyambar bibir tipis milik Yoona, Yoona membulatkan matanya. Ia terlalu kaget. Siwon melumat bibir Yoona dengan lembut, meskipun sedikit kaku ia berusaha membalas ciuman Siwon.

Siwon melepaskan ciumannya kemudian menatap Yoona lembut, mereka saling menatap dengan penuh cinta dan tersenyum penuh arti.

“Gomawo Yoong, aku bahagia akhirnya kau menjadi milikku selamanya. Aku bahagia sekali.”

“Ne, aku juga bahagia akhirnya cinta kita menyatu dan aku harap tidak ada yang bisa memisahkan kita.”

“Ne. Itu akan menjadi janjiku padamu, selamanya aku akan selalu bersamamu.”

Keduanya kini kembali larut dalam ciuman yang begitu tulus, ciuman yang di dasari oleh cinta kasih yang sangat dalam. Bukan ciuman yang hanya di landasi nafsu semata.

 

000

Siwon mengerjapkan matanya menyesuaikan dengan sinar matahari yang menerobos lewat jendela kamar yang terbuka. Sambil mengumpulkan nyawanya yang belum kembali seutuhnya, Siwon meraba tempat tidur disampingnya dan merasakan Istrinya tidak berada di sampingnya.

“Yoona, kemana dia?”

Siwon turun dari ranjangnya kemudia langsung keluar kamar untuk mencari keberadaan Yoona.

Siwon tersenyum saat mendapati Yoona yang sedang asyik menyiapkan sarapan di dapur, Siwon berjalan perlahan mendekati Yoona yang tak menyadari kehadiran Siwon di belakangnya. Yoona tersentak kaget saat merasakan tangan kekar itu memeluknya dari belakang.

“Apa yang kau lakukan? Aku sedang memasak, lepaskan!” perintah Yoona pada suaminya itu. namun sang suami tak mengindahkannya, ia malah semakin mengeratkan pelukannya dan membenamkan wajahnya di leher Yoona.

Yoona merasa risih dengan perbuatan Siwon, ia jadi tidak konsentrasi pada masakannya.

“Oh ayolah, Siwon-ah lepaskan atau kita akan kelaparan pagi ini.” Ancam Yoona sambil berusaha melepaskan tanga Siwon yang ada di pinggannya.

“Aku ingin sebentar saja, seperti ini.” Kata Siwon manja.

“Aish…kenapa kau tiba-tiba jadi manja begini, huh?” tanya Yoona sedikit kesal.

“Karena aku belum pernah merasakannya. Seumur hidupku.” Jawab Siwon lirih sambil melepas pelukannya pada Yoona.

Yoona membalikkan badannya menghadap Siwon, jelas terlihat wajah Siwon yang berubah menjadi sendu. Yoona merengkuh pipi Siwon dengan kedua tangannya dan tersenyum untuk memberikan ketenangan untuk Siwon.

“Mianhae. Aku mengerti, tapi kau tak perlu sedih. Sekarang kau tidak perlu khawatir lagi, kau tidak sendirian karena ada aku yang akan selalu ada di sampingmu.”

Siwon tersenyum mendengar penuturan bidadari cantiknya itu, itu membuat hati Siwon sangat tenang. Ia sangat bersyukur masih memiliki orang yang mencintainya dan menyayanginya.

“Gomawo.” Ucap Siwon tulus, Yoona mengangguk dan tersenyum pada Siwon.

“Sekarang duduklah, aku akan segera menyiapkan sarapan kita.

Siwon pun hanya menurut kemudian duduk di meja makan, ia tersenyum memperhatikan istri cantiknya itu menyiapkan sarapan. Istri yang baik dan cantik, begitulah yang Siwon pikirkan. Betapa beruntungnya Siwon dapat memilikinya.

000

Hari masih sangat pagi, pukul 7 KTS. Kedua insan itu Menyusuri Pantai Haeundae yang masih sangat sepi. Semburat mentari di ufuk timur telah hadir dengan sempurna. Semburat jingga di tingkahi deburan ombak perlahan, menghadirkan bentuk syukur yang tak terkirakan.

Pasir putih yang masih basah terkadang mencengkram kaki dua insan yang sedang berjalan di pinggir pantai sambil bergandengan tangan itu.

Deretan kursi-kursi pantai berwarna putih yang berjajar di sepanjang pantai bak pagar bumi penjaga daratan. Yoona dan Siwon akhirnya memilih duduk di salah satu untuk kursi itu, menikmati ombak dibawah sinar mentari nan hangat.

Siwon menatap Yoona penuh cinta, begitupun sebaliknya. Suasana pantai  di pagi hari itu menambah keromantisan yang terjalin pada kedua insan yang tengah di penuhi gelora asmara itu.

‘Aku membutuhkanmu. Kau terasa tepat untukku, pelukanmu serasi dengan hangat tubuhku. Dan setiap bagian dari diriku sudah terlalu terbiasa dengan kehadiaranmu-dengan suaramu, dengan sentuhanmu, dengan aroma khas tubuhmu. Dengan debaran yang terdengar seperti ketukan bermelodi saat kau menatapku penuh cinta seperti itu.’ Yoona membatin, ia membalas senyum Siwon yang begitu tulus dan membaukkan.

“Apa aku boleh bertanya sesuatu?” tanya Yoona. Siwon mengangguk.

“Kenapa kau mencintaiku?”

Siwon kembali tersenyum mendengar pertanyaan Yoona.

“Apakah cinta butuh alasan?” Siwon balik bertanya, Yoona hanya diam dan terus menatap Siwon.

“Dengarkan aku, segala sesuatu yang ada di dunia ini butuh alasan untuk tetap bisa di rasakan keberadaannya. Setiap kali ada aksi, pasti ada reaksi. Segala sesuatu berasal dari sesuatu. Kita mencintai karena cinta adalah pemberian Tuhan. Dalam hidup ini, kita memiliki banyak alasan untuk tidak jatuh cinta dan juga alasan untuk jatuh cinta pada seseorang, semua tergantung pada diri kita sendiri. Cinta adalah perasaan emosional. dan, perasaan tak perlu alasan untuk tetap ada, karena mereka memang ada.” Ujar Siwon panjang lebar membuat Yoona terperangah.

“Aku tidak butuh alasan untuk mencintaimu, karena jika aku mencintaimu karena sebuah alasan, maka aku juga akan meninggalkanmu jika alasan itu sudah tidak ada lagi pada dirimu. Tapi aku, mencintaimu tanpa alasan dan syarat apapun. Aku mencintaimu karena kau Im Yoona.” Sambung Siwon.

Yoona yang terharu mendengarnya tak kuasa menahan perasaannya hingga ia meneteskan airmatanya, bukan air mata kesedihan melainkan air mata kebahagiaan. Ia merasa menjadi wanita yang sangat beruntung, bisa mendapatkan cinta yang begitu besar dari Pria yang sangat ia cintai.

Tangan hangat Siwon terulur untuk mengahapus jejak air mata di pipi lembut Yoona.

“Jangan menangis.” Ujar Siwon lembut seraya tersenyum hangat.

“Apa kau punya alasan untuk mencintaiku?” tanya Siwon.

“Aku mencintaimu karena kau Siwon ku, karena hatiku telah memilihmu bukan yang lain.” Jawab Yoona yakin. Siwon tersenyum lebar kemudian menarik Yoona dalam pelukannya.

“Aku mencintaimu, hingga sangat sulit menjelaskan betapa bahagia nya aku sekarang.”

Drrrttt…drrrttt

Getar ponsel Siwon menghentikan susana romantis Siwon dan Yoona, Siwon melepas pelukannya kemudian merogoh saku celananya. Sebuah panggilan dari Jina. Siwon langsung menjawab panggilan itu.

“Yeobseo… ne Jina-ya aku sudah menemukan Yoona. Ne, kami akan segera pulang.”

Setelah itu Siwon langsung memutuskan sambungan telepon dengan Jina dan kembali menatap Yoona.

“Dari Jina eonni?” tanya Yoona, Siwon mengangguk.

“Eomma memintaku segera membawamu pulang, kalau tidak ia akan membunuhku.” Kata Siwon sambil tertawa kecil yang serasa di paksakan.

“Bercandamu tidak lucu, mana ada seorang ibu yang tega membunuh anaknya.” Kata Yoona membuat Siwon menghentikan tawa anehnya itu.

“Ya kau benar, memang terkadang seorang anak merasa bahwa Ibunya tidak menyayanginya ketika sang Ibu tidak memperhatikannya. Padahal kita tau tidak ada Ibu yang menyayangi anaknya.” Tutur Siwon sambil memandang lurus ke arah ombak yang saling berkejaran.

Yoona mengerti arah pembicaraan Siwon, ia bisa merasakan perasaan Siwon yang pasti merasa sedih dengan sikap Ibunya. Yoona meraih tangan Siwon, menggenggamnya untuk menyalurkan kehngatan, berharap bisa membuat Siwon lebih baik.

“Ceritakan padaku apa yang kau rasakan. Aku tau selama ini kau hanya memendam kesakitanmu sendirian, sekarang ada aku istrimu. Berbagilah sakit itu padaku agar kau tidak menanggungnya sendiri.” Ujar Yoona.

Siwon tersenyum. Mungkin yang dikatakan istrinya itu benar. Selama ini ia hanya memendam rasa sakit itu sendiri, mungkin dengan membaginya sedikit dengan orang lain akan membuatmu lebih baik.

“Sejak kecil, atau bahkan mungkin sejak aku lahir aku sama sekali tidak merasakan yang namanya kasih sayang dari Eomma, Eomma selalu mengacuhkanku seakan aku ini bukan anaknya. Aku selalu berusaha berfikir positif , bahwa tidak ada orang tua yang tidak menyayangi anaknya. Aku berusaha meyakinkan diriku mungkin Eomma punya cara lain untuk menyalurkan kasih sayangnya padaku. Tapi semua keyakinan itu runtuh ketika aku melihat Eomma begitu mencintai Yunho hyung.”

Suara Siwon bergetar saat menceritakannya, matanya sedikit memerah. Mungkin ini luapan emosinya yang bertahun-tahun terpendam. Yoona mengelus bahu Siwon, agar membuat Siwon lebih tenang.

“Dulu aku dan Yunho hyung selalu mendapatkan juara kelas, Eomma sangat membanggakan hyung. Tapi Eomma mengabaikanku, ia bahkan tidak peduli padaku bahkan ketika aku sakit. Saat itu hanya Aboeji dan Hyung yang menyayangiku.” Lanjut Siwon dengan suara yang semakin terdengar bergetar, sepertinya ia berusaha menahan tangisnya.

“Terkadang aku bingung, apa sebenarnya salahku sehingga Eomma bersikap dingin padaku. Aku sangat ingin Eomma membelaiku, menyayangiku seperti Eomma menyayangi hyung, tapi itu hanya mimpi untukku. Apa mungkin aku ini anak yang tidak di harapkan? Atau aku ini bukan anaknya?”

Matanya berkaca-kaca, suaranya bergetar berat. Ada nada emosi bercampur sedih didalamnya. Matanya juga berair, tetapi tidak sampai tumpah keluar membentuk tangisan. Mungkin saja hatinya yang meraung tangis.

“sssttt… jangan berkata begitu. Apa kau tidak pernah bertanya apa penyebabnya?” tanya Yoona, Siwon menggeleng lemah.

“Aku tidak berani untuk bertanya, karena aku takut jika kenyataannya akan semakin menyakitiku.” Jawab Siwon.

“Aku mengerti perasaanmu, tapi kau masih lebih beruntung dari pada aku. Aku sudah kehilangan Ibuku semenjak aku bayi, aku sama sekali tidak sempat melihat wajahnya. Tap kau, kau masih punya harapan. Yakinlah suatu saat nanti Eomma akan menyadari bahwa ia memiliki anak yang sangat mencintainya.” Ujar Yoona sambil tersenyum. Siwon membalas senyum tulus itu. hatinya lebih tenang setelah bercerita pada wanitanya itu.

“Gomawo, kau membuat hidupku jauh lebih berarti.”

Keduanya saling melempar senyum, senyum yang menyimpan berjuta makna.

Aku disini untukmu, Mungkin memberi cinta pada dirimu. aku disini untumu, tak usah kau tanya lagi. Coba kau hayati peranmu, lupakan sekilas esok hari. semua telah terjadi . aku dan dirimu tenggelam dalam rasa dan tak ingin lari. Cobalah entaskan pastikan lepas atau terus, semoga perih terbang tinggi di awan.

000

Siwon dan Yoona kini sedang bersiap-siap untuk pulang ke Seoul. Siwon baru akan membukakan pintu untuk Yoona, tapi tiba-tiba seorang pria muncul di hadapan mereka dengan senyum yang menghiasi wajah tampannya.

“Annyeong, Yoong kau akan kembali ke Seoul.” Tanya Pria bernama Cho Kyuhyun itu.

“Ah, ne Kyuhyun-ah.” Jawab Yoona singkat, Siwon terlihat menatap Kyuhyun bingung.

“Siwon-ah ini Kyuhyun shabatku sejak kecil dan Kyu ini suamiku Siwon.” Kata Yoona memperkenalkan kedua namja ini.

“Annyeong Siwon-ssi.” Sapa Kyu.

“Annyeong Kyuhyun-ssi, kau sahabat Yoona?” tanya Siwon basa basi.

“Ne, kami berteman sejak kecil.” Jawab Kyuhyun sambil tersenyum.

“Ah baiklah kalau begitu, kami permisi dulu Kyuhyun-ssi.” Kata Siwon dan langsung membukakan pintu mobilnya untuk Yoona.

“Yoong, kalau kalau kalian ada waktu mampirlah kesini lagi.” Ujar Kyuhyun sedih, pasalnya baru beberapa hari ia bertemu kembali dengan wanita yang sudah lama tak ia temui itu, tapi sekarang mereka harus berpisah lagi.

“Tentu saja Kyu, kau juga harus mengunjungi kami di Seoul.” Jawab Yoona, Kyuhyun tersenyum.

Yoona pun langsung masuk kedalam mobil, disusul oleh Siwon setelah itu.

Tak lama kemudian mobil itupun semakin jauh meninggalkan pekarangan rumah sederhana itu. kyuhyun hanya bisa memandangi mobil itu hingga menghilang dari pandangannya.

“Yoona sudah bahagia sekarang, Suaminya sangat tampan dan sepertinya sangat baik.” Kyuhyun tersenyum getir, ia hanya bisa berdoa semoga Yoona selalu bahagia dengan pilihannya.

000

Siwon dan Yoona kini sudah sampai di Seoul, setelah mengantar Yoona pulang kerumah Siwon langsung pergi ke kantor. Ia sudah tidak mungkin meninggalkan tanggung jawabnya sebagai Direktur, sudah cukup beberapa hari ini ia mengabaikan pekerjaannya karena fokus untuk mencari Yoona.

Sedangkan Yoona kini sudah berada di ruang keluarga kediaman keluaraga Choi, Jina dan juga Nyonya Choi begitu bahagia karena Yoona telah kembali di tengah-tengah keluarga mereka.

“Aigoo…Yoongie, kau kemana saja beberapa hari ini, kau tau Eomma begitu mengkhawatirkanmu?” kata Nyonya Choi, Yoona tersenyum. Betapa beruntungnya ia mempunyai orang-orang yang menyayanginya dan ia sedikit merasa bersalah telah membuat mereka khawatir.

“Mianhae Eomma, aku pulang ke Busan tanpa pamit. Aku hanya ingin menenangkan diriku.” jawab Yoona pelan.

“Ne, Eomma mengerti. Ini semua gara-gara anak bodoh itu makanya kau pergi kan?” kata Nyonya Choi sakartis, sontak membuat Yoona dan Jina tersentak.

“Ahjumma jangan berbicara seperti itu.” sergah Jina yang tidak suka dengan sebutan bodoh yang nyonya Choi tujukan untuk Siwon. Begitu juga dengan Yoona yang terlihat perubahan di raut wajahnya.

“Memang benarkan? Gara-gara kebodohannya itu Yoona pergi dari rumah ini. Aku benar-benar tidak habis fikir apa yang sebanarnya ada di dalam otaknya itu.” kata-kata Nyonya Choi yang semakin tajam, membuat telinga Yoona panas. Memang benar ia pergi karena Siwon, tapi ia tidak suka jika mertuanya itu menjelekkan suaminya.

“Sudahlah Ahjumma, sudah tidak ada gunanya lagi kita saling menyalahkan. Yang terpenting Yoona sudah kembali bersama kita.” Tutur Jina.

“Ne Eomma, ini bukan hanya salah Siwon tapi aku juga salah.” Sambung Yoona.

“Yoong, lain kali kalau ada masalah bicarakanlah dengan kepala dingin. Supaya hal seperti ini tidak terjadi lagi. Arraso?” kata Jina menasehati.

“Ne, Eonni.” Jawab Yoona sambil mengangguk.

“Sudahlah kau istirahatlah dikamar, kau pasti lelah.”

Yoona pun hanya menurut, ia bergegas kekamarnya setelah berpamitan pada Nyonya Choi dan Jina.

Jina menatap Bibinya itu dengan tatapan yang sulit di artikan, jujur saja ia bingung. Sungguh bingung dengan keadaan ini. Ia tidak habis fikir kenapa sang Bibi kelihatan begitu membenci Siwon, apa salah Siwon sebenarnya. Itulah pertanyaan yang terus berputar di otaknya.

“Katakan padaku apa yang terjadi susungguhnya Ahjumma?”

“Apa maksudmu?”

“Apa yang terjadi antara Ahjumma dan Siwon Oppa?” tanya Jina lagi.

“Tidaka ada.” Jawab Nyonya Choi singkat.

“Tidak mungkin, lalu kenapa Ahjumma seperti membenci Siwon Oppa? Apa salah Siwon Oppa?” Jina semakin mendesak Nyonya Choi untuk memberitahu hal yang sebenarnya.

‘Aku membencinya karena kehadirannya telah merampas kebahagiaanku dengan suamiku, harusnya dia tidak ada karena aku tidak pernah mengharapkannya.’

Nyonya Choi hanya bisa membatin, pertanyaan Jina itu membuat ia harus kembali mengingat masa lalunya yang kelam. Hal yang sudah mati-matian ia hilangkan dalam ingatannya, tapi kini luka itu kembali menganga lebar dan terasa sangat perih.

“Ahjumma kenapa diam saja, katakan sesuatu.” Jina semakin geram dengan sikap diam yang di tunjukkan Bibinya itu.

“Ini tidak ada sangkut pautnya dengan dirimu Jina-ya, jadi lebih baik kau diam saja!” kata Nyonya Choi yang mulai terbawa emosi.

“Ini memang bukan urusanku, tapi aku peduli pada Siwon Oppa, dia Oppa ku dan aku sayang padanya.”

“Ah..sudahlah, kau tidak perlu tahu.”

Nyonya Choi langsung meninggalkan Jina sendiri yang masih mencoba mengatur nafasnya yang memburu akibat emosi yang meluap-luap.

“Tuhan, ada apa sebenarnya? Mengapa hati Ahjumma begitu keras?”

000

“Nona Hwang, apa hari ini aku ada jadwal?” tanya Siwon pada Tiffany sekretarisnya.

“Nde Sajangnim, hari ini anda ada Meeting dengan Direktur dari perusahaan Kim Corp.” Jawab Tiffany Sopan.

“Hanya itu saja? Apa tidak ada yang lain?” tanya Siwon bingung, karena biasanya jadwal nya sangat padat di luar kantor.

“Animnida sajangnim, untuk hari ini hanya itu saja.” Jawab Tiffany lagi.

“Begitukah, bagaimana dengan perkejaan yang aku tugaskan padamu selama aku tidak ada?”

“Semuanya berjalan dengan lancar Sajangnim.”

“Baiklah, bisa aku lihat laporannya?”

Tiffany lalu menyerahkan berkas laporan hasil kerjanya kepada Siwon, Siwon menerimanya lalu membaca dengan seksama. Tak lama kemudian, Siwon terlihat tersenyum puas atas hasil kerja Tiffany. Tiffany pun merasa lega.

“Kerja mu bagus, Terimakasih. Kau boleh kembali bekerja.”

“Gamsahamnida Sajangnim.” Tiffany lalu meninggalkan ruangan Siwon dengan senyum yang mengembang di bibirnya.

Yuri melihat gelagat Tiffany yang menurutnya sedikit tak biasa setelah keluar dari ruangan Bos nya itu, Biasanya Tiffany selalu bermuka masam setelah keluar dari ruangan Bos tampannya itu. tapi kali ini yang Yuri lihat Tiffany tersenyum terus, tidak biasanya.

“Hey, ada apa denganmu?” tanya Yuri heran.

“Huaaa…aku senang sekali, akhirnya dia bersikap sedikit hangat padaku.” Jawab Tiffany ceria.

“Kan sudah aku bilang, dia itu memang pribadi yang hangat. Kau hanya perlu bersabar menghadapinya.” Kata Yuri.

“Ne, kau benar. Dan kau tau tadi dia tidak berhenti tersenyum, dia terlihat sangat tampan.”

“Mwo? Tidak berhenti tersenyum? Maksudmu dia sudah gila?” tanya Yuri polos, Tiffany langsung menjitak kepala sahabatnya itu.

“Aish, bukan itu maksudku. Kau lihat saja, wajahnya itu sangat berseri-seri.” Kata Tiffany dengan antusias.

“Mungkin dia sedang bahagia, karena istrinya sudah hamil mungkin.” Sahut Yuri asal, namun mampu membuat Tiffany terdiam dan senyumannya langsung lenyap.

“Ah, kau ini sok tau sekali.” Kata Tiffany tak suka.

“Kenapa? Aku akan hanya menebak, mungkin.”

000

Siwon membuka pintu kamarnya perlahan, bisa Siwon lihat Yoona yang sedang duduk diatas ranjang sambil membaca majalah tersenyum padanya, Siwon pun membalas senyum itu. Yoona meletakkan majalah yang telah ia baca itu ke meja nakas, lalu ia berjalan menyambut Suaminya yang baru pulang.Yoona mengambil tas keja Siwon, kemudia ia membantu Siwon melepas dasinya.

“Kau pasti sangat lelah, sebaiknya mandi dulu setelah itu kita makan malam bersama Eomma dan Jina Eonni.”

“Ne, Yeobo tunggu aku ya.” Kata Siwon dengan menyunggingkan senyum jokernya.

“Mwo?? Panggilan apa itu?” Yoona sedikit risih dengan pangilan baru itu.

“Kita kan suami istri, kau juga harus memanggilku Yeobo.”

“Aish…menggelikan, sudah sana mandi.”

“Yak! Romantislah sedikit dengan suamimu!”

“Ne Yeobo…mandilah sana kau ini bau sekali.” Kata Yoona berpura-pura kesal sambil menutup hidungnya. Siwon terkekeh melihat tingkah istrinya yang masih malu-malu itu, ia pun menurut dan segera masuk kekamar mandi.

000

Siwon dan Yoona berjalan kearah meja makan dengan bergandengan tangan dan terus menebar senyum bahagia, disana Jina dan Nyonya Choi sudah menunggu mereka untuk makan malam.

Jina tersenyum bahagia melihat Siwon dan Yoona yang terlihat sangat bahagia itu, namun sebaliknya dengan Nyonya Choi yang menampakkan raut wajah tidak sukanya.

“Mianhae, kami telat.” Kata Siwon karena merasa tidak enak setelah melihat wajah Eommanya yang masam.

“Apa saja yang kau lakukan, kau tau kami sudah menunggu sedari tadi?” kata Nyonya Choi ketus.

Siwon hanya diam, hal seperti ini sudah sangat biasa baginya. Yoona memandang Siwon kahatir, namun Siwon membalasnya dengan senyuman seolah mengatakan ia baik-baik saja.

“Ah, Oppa dan Yoona duduklah kita makan malam sekarang.” Kata Jina berusaha mencairkan suasana yang sempat mengang.

Siwon dan Yoona lalu mengambil tempat duduk berhadapan dengan Jina dan Nyonya Choi. Yoona mengambilkan beberapa makanan lalu meletakkannya di piring Siwon.

“Gomawo Yeobo.” Ucap Siwon, Yoona hanya tersenyum mesra. Nyonya Choi yang melihatnya menjadi panas.

“Baiklah ayo kita makan.” Sahut Jina.

Mereka berempat pun makan malam dalam diam, tidak ada seorangpun yang berani mengeluarkan suara. Yang terdengar hanya dentingan sendok yang beradu dengan piring, hingga makan malam itupun di akhiri dengan diam pula.

000

Rembulan menggantung besar di langit nan hitam, sinarnya mampu menerangi gelapnya dunia. Kelamnya malam tersapu cerianya rembulan yang terseyum penuh menyaksikan dua insan berbeda jenis itu saling melempar tatapan penuh cinta. Keduanya asyik duduk di sebuah bangku taman belakang kediaman Choi itu, sambil menikmati sejuknya malam yang menambas suasana romantis.

“Yoona kau tau apa yang membuat aku bertahan sampai saat ini?” tanya Siwon pada Yoona yang kini bersandar di bahunya.

“Apa?” tanya Yoona.

“Kau dan Yunho hyung, aku sangat mencintai kalian berdua. Tapi hyung mendahuluiku, aku sempat merasa putus asa dan berfikir hidupku tak ada gunanya lagi. Tapi dia seolah mengerti bahwa aku tidak bisa hidup sendiri, makanya dia mengirimkan bidadari cantik untukku. Dan itu kau.”

Yoona tersenyum mendengar kata-kata Siwon, ia sangat bahagia sehingga sangat sulit untuk mengungkapkannya.

“Aku juga merasakan seperti itu, aku sangat bersyukur karena Yunho Oppa memilihkan orang yang tepat untuk menjagaku.”

“Yunho hyung dia orang yang sangat baik Yoong, tidak ada satuorangpun yang tega menyakitinya. Apa lagi aku, dia sangat sayang padaku dan aku juga sangat menyayanginya.”

“Aku mengerti, aku bisa melihatnya. Dia orang yang tulus.”

Lama mereka saling terdiam, terlarut dalam fikirannya masing-masing. Hingga akhirnya Yoona kembali membuka suara.

“Siwon-ah, aku rasa sikap Eomma padamu tadi terlalu berlebihan.”

“Sudahlah bagiku itu hal yang biasa, bahkan aku sudah sering mendapatkan perlakuan yang lebih buruk dari pada itu.” jawab Siwon tenang.

“Jinja???” tanya Yoona tidak percaya.

“Ne. Tapi sudah lah, toh aku ikhlas menerimanya.”

Yoona memperbaiki posisinya mengahdap Siwon, ia tersenyum begitupun dengan Siwon. Betapa tulusnya hati pria di hadapannya ini, walau pun hatinya tersakiti tapi ia tidak sedikitpun menaruh dendam. Ia tetap mencintai Ibunya.

“Sebenarnya hatimu terbuat dari apa Yeobo????”

Siwon terkekeh mendengarkan pertanyaan Yoona.

“Pertanyaan mu konyol sekali.” Siwon masih saja terkekeh, membuat Yoona kesal lalu memukul dada Siwon berkali-kali, meski tenaga Yoona tidak ada apa-apanya tapi cukup membuat Siwon meringis.

“Ahhh…berhenti Yeobo, Appoyo!” rengek Siwon manja sambil mempoutkan bibirnya, tapi kini giliran Yoona yang menertawakan Siwon.

“Hahahaha…wajahmu lucu sekali…” Yoona masih saja tertawa, Siwon merasa kesal kemudian menggelitiki tubuh Yoona tanpa ampun.

“Ahhahha…apa yang kau lakukan??? Berhenti.” Teriak Yoona kegelian, Siwo yang tidak tega langsung menghentikan aksinya.

Yoona mengatur nafasnya yang terengah-engah seperti orang yang baru saja melakukan lomba lari marathon puluhan meter.

“Kau jahat sekali, kenapa menggelitikiku?” protes Yoona tidak terima.

“Siapa suruh menertawakanku?”

“Habisnya wajahmu itu lucu sekali tadi…hahaha” Yoona kembali tertawa membuat Siwon geram.

“Kau!! Mau aku gelitiki lagi?” ancam Siwon.

“Ne.. mianhae.” Akhirnya Yoona berhenti tertawa.

“Tidak semudah itu, kau harus aku hukum!!!”

“Mwo???”

Belum sempat Yoona berbicara lebih lanjut, Siwon sudah mengangkat tubuh kecil Yoona ala Bridal Style. Yoona yang kaget langsung memberontak.

“Aaaahhh…apa yang kau lakukan? Turunkan aku!”  teriak Yoona sambil mecoba berontak namun tenaganya tak cukup kuat.

“Tidak sebelum aku menghukummu.”

Yoona akhirnya hanya bisa pasrah, Siwon menggendongnya hingga kekamar mereka.

Sementara itu, tanpa Yoona maupun Siwon sadari ada seseorang yang sejak tadi telah mengamati setiap adegan romantis mereka dengan hati yang panas. Nyonya Choi, wanita paruh baya itu sempay naik darah saat melihat kebahagiaan yang di pertunjukkan Yoona dan Siwon.

“Beraninya kalian menari di atas penderitaanku!” Nyonya Choi mengepalkan tangannya kuat, mencoba meredam api kemarahan yang membakar hatinya.

000

Suasana sarapan pagi itu masih sama seperti biasanya, masih berlangsung dalam diam. Entah kenapa diantara mereka tidak ada yang berani berbicara, masih betah dalam suasana yang kaku itu. tidak ada rasa seperti keluarga sedikitpun, semuanya terasa asing.

Hingga tiba-tiba Nyonya Choi membuka suara.

“Kau pasti sangat senang sekali sekarang, Yunho sudah tidak ada jadi kau bisa menguasai perusahaan sepenuhnya. Tak cukup dengan itu, sekarang kau juga mau merebut Yoona dari Yunho???” kata Nyonya Choi sambil menatap tajam Siwon.

Siwon cukup shock mendengar ucapan yang keluar dari mulut wanita yang di hormatinya itu, begitupun dengan Jina dan Yoona namun mereka memilih diam.

“Eomma kenapa berbicara seperti itu? aku tidak pernah sedikitpun berniat buruk seperti itu.” ujar Siwon tenang.

“Pintar sekali kau berkelit, apa perusahaan besar yang sudah diberikan padamu itu tidak cukup? Hingga kau juga merampas Yoona dari Yunho?” Nyonya Choi berkata setengah berteriak, Siwon hanya bisa menunduk begitupun Yoona ia hanya bisa menatap penuh kahawatir pada Siwon.

“Ahjumma..”

“Diam kau Jina!” baru saja Jina ingin bersuara, Nyonya Choi sudah memotongnya.

“Katakan padaku, apa kau puas sekarang???”

“Eomma, aku hanya menjalankan amanat Yunho hyung padaku. Aku sama sekali tidak berniat merebut apapun yang menjadi haknya.”

“Bohong, buktinya kau mencintai Yoonakan? Jawab!” bentak Nyonya Choi.

“Mianhae…” hanya kata itu yang kini mampu Siwon keluarkan.

“Eomma, jangan salahkan Siwon kalau dia mencintaiku. Karena memang kami saling mencintai sejak dulu. Mianhae Eomma.” Kata Yoona mencoba membela suaminya.

“Oh bagus sekali, ternyata kau juga seorang pendusta Yoona. Jadi selama ini kau hanya mempermainkan Yunho? Pintar sekali kau bersandiwara!”

“Ani Eomma, tidak seperti itu aku juga menyayangi Yunho Oppa.”

“Bohong!!!”

“Ahjumma sudahlah, jangan memojokkan mereka terus. Mungkin ini sudah takdir.” Jina berusaha menenangkan Bibinya itu agar emosinya tidak meledak lagi.

“Lebih baik kau diam saja Jina, ini semua tidak ada urusannya denganmu.” Kata Nyonya Choi tajam, Jina terdiam sementara Yoona sudah tak kuasa menahan tangisnya.

“Eomma mengapa kau membenciku, mengapa kata pedas dan makian tajam selalu terlontar atas tindakanku? Mengapa Eomma sangat menyayangi hyung sementara aku tidak? Eomma mengapa matamu nanar setiap kali aku ingin mendekatimu? Mengapa tanganmu selalu terulur untuk menjewer bukan memelukku? Eomma mengapa tanganmu terkibas kasar kala aku ingin menggapai hangat cintamu?”

Siwon akhirnya mengutarakan rasa sakit yang selama ini ia pendam, sungguh ia tak kuasa lagi menahannya. Siwon hanya inmgin mendapa kepastian dari Eommanya, ia sudah siap menerima kenyataan sepahit apapun itu.

Nyonya Choi terdiam, sedangkan Jina dan juga Yoona tidak mampu menahan airmatanya. Mereka berdua turut merasakan kesedihan yang Siwon rasakan.

“Eomma, mengapa api kemarahan terpancar tiap kali kau memandangku? Apa salahku Eomma? Aku hanya rindu setitik belai kasihmu, selama 27 tahun usiaku aku mendambanya. Ku mohon jangan benci aku lagi Eomma, bukankah aku ini terlahir dari rahimmu?”

Ujar Siwon dengan suara yang bergetar hebat, airmata itu pun tak kuasa lagi ia tahan. Ini sungguh hal yang sangat sulit baginya.

“Kau memang terlahir dari rahimku, tapi aku tidak pernah mengharapkanmu terlahir ke dunia ini.”

Ucapan itu sontak membuat ketiga orang itu terperanjat, terutama Siwon yang lansung shock berat,wajahnya berubah pias dan pucat pasi.  ada apa ini? Jika Siwon memang terlahir dari rahimnya lantas mengapa ia membenci Siwon?

To Be Countinue…

Hallo….aku balik lagi, mian ya updatenya lama, pas muncul ceritanya jadi tambah aneh gini. Mian banget yaaa sebenarnya aku juga ngga tega menistakan abang Won tercinta seperti ini tapi apa boleh buat, sudah tuntutan sekenario…hehehe bang Won juga ikhlas kok menjalankannya, hikhihk.

Oke segitu aja dulu deh ya… jangan lupa komentar setelah membaca, gomawo!!!!!

Iklan
Pos Sebelumnya
Tinggalkan komentar

145 Komentar

  1. imyoongchoding

     /  Juli 1, 2013

    stelah di 4 part awal gk koment karena sering laman kebesaran. ini top bgt, so sweet. kira2 ny.choi bakal ngapain lagi ya?

    Balas
  2. Tinggalin jejak….
    Kira* nyonya choi bkln ngapain lgi yahhhh

    Balas
  3. Sejujur.y saya masih bingung pa crita.y

    Balas
  4. Aigoo… nyesek nyesek nyesek 😥
    penasaran, next ^^

    Balas
  5. nada

     /  Juli 8, 2013

    sedih
    hiks..hiks 😥
    tapi ceritanya bagus

    Balas
  6. Sedih banget . Wonpa digituin ama eomma nya sndri . Mkin daebank crtanya .. Next chap

    Balas
  7. Benci bget ama eomma Siwon, huhuhuhuhuhuhuhuhu

    Balas
  8. Yoonwon so sweet
    Kenapa nyonya choi kayak gt sm wonppa
    Smoga aja happy end

    Balas
  9. bneran aku sekarang sedang pegang tisu critanya haru bangets,,hiks hiks wonppa kasian bnget,,

    Balas
  10. hana

     /  September 16, 2013

    I hate Ny. Choi
    eomma dan appa yg sabar ne.

    Balas
  11. Kasian wonppa nyaa… Kira-kira bkal ngapain sih nyonya choi-nya??

    Balas
  12. Merisa Hermina putri

     /  Desember 27, 2013

    Apasihhh kok Ibuny siwon benci banget sama siwon , apa salah siwon coba ? Anak kandungnya sendiri kan itu .. Aduh bagus nih ceritanyaaa , penasaaarnnnn chapter selanjutnyaaa KEREN

    Balas
  13. tia risjat

     /  Januari 20, 2014

    meskipun ga diharapkan tapi kalo terlahir dari rahimnya sendiri tetep harus disayangin donk.. aish.. pemikiran choi ahjumma ini aneh! poor yoonwon..

    Balas
  14. ayu dian pratiwi

     /  Januari 31, 2014

    Haduh baru baca part ini aja udah mulai nangis apa lagi lanjutannya. . Makin penasarN deh

    Balas
  15. yuli

     /  Maret 15, 2014

    hua ap ya maksud ny. choi jd penasaran!

    Balas
  16. wulandari

     /  Maret 24, 2014

    Lanjut terus

    Balas
  17. any

     /  April 23, 2014

    Wow banget. Eommanya siwon apa kena baby blues yg keterusan ya hahahaha emang ada???hehehe tega bgt sama anaknya. Moga2 selalu ada yoona yg selalu ada untuknya. Lebay

    Balas
  18. Deer Yayu

     /  Juli 30, 2014

    penasaran deh kenapa Ny.Choi benci banget sama siwon oppa
    langsung next chap deh

    Balas
  19. Kasian bgt siwon oppa *nangis dipojokan

    Balas
  20. octavianii

     /  September 8, 2014

    kasihan banget siwon oppa 😦

    Balas
  21. yuliana

     /  September 8, 2014

    Oalaah fany n yuri suka kali bergosip (y) haaaaa
    Ya ampun ny.choi jahat banget , ap sebabnya ?

    Balas
  22. isna

     /  Juni 1, 2015

    Ih jahat banget siwon omma mpengen nampar ih

    Balas
  23. zubaidah

     /  Juni 9, 2015

    Knpa ada ibu yang setega itu..
    Sebenernya apa salah siwon?
    Sepertinya ibunya ini
    Amat sangat membencinya
    Apakah tidak ada belas kasihan walau hanya sedikit?
    Dan sekali lagi jadi pertanyaan..
    Knpa?

    Balas
  24. paris

     /  Desember 7, 2015

    Yaaaaa tuhan kasihan banget siwon opppa, Eomma nyaa tega bnget ngomong sekasar itu , dan Eomma nyaa juga bilang kalau siwon oppa itu anak yang tak di harapkn Oh, jahatnyaaa itu mulut Eomma nyaaa.
    Padahal siwon oppa bik banget 😦

    Balas
  25. ayana

     /  Maret 19, 2016

    baru juga mulai seneng udah dibikin was-was lagi. author emang dahsyat bikin situasi kaya gini, , , daebank. . .
    next…

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: