[FF] We are Family (Chapter 7/END)

Title: We are Family (Chapter 7/End)

Type: Sequel (I Love You, Choi Songsaenim)

Genre: Romance, Family, Marriage Life

Rating: PG 15+

Author: Choi Mutie OeziL / @ChoiMutie

Main Cast:

  • Choi Siwon (SJ)
  • Im YoonA(GG)

Other Cast:

  • SuGen Couple (SJ + GG Member’s)
  • Choi & Im’s Family
  • Yoon Eunhye
  • Choi Minho (SHINee)

 

~~**~~

 

Siwon tak bisa lagi menyembunyikan rasa sedihnya usai menerima telepon dari Kyuhyun dan Seohyun bahwa istrinya sedang sakit. Akankah ini pertanda bahwa ia harus segera pulang ke pelukan keluarganya itu? Semua masih membuatnya bimbang. Jadi dari pada ia terus larut dalam kebimbangan lebih baik ia putuskan untuk pulang saja ke Seoul. Pulang ke rumahnya yang hampir empat tahun lebih tak ia tempati. Pulang ke pelukan istri tercinta dan kedua anak kembarnya yang jelas sangat membutuhkan figur seorang suami sekaligus ayah sepertinya.

“Yoong..kau baik-baik saja kan yeobo-ya?” lirihnya cemas.

“Tidak!Aku harus segera pulang sekarang. Kasihan Yoona, Shiyoon dan Wona pasti sangat menderita karena selama ini aku tak pernah berada disamping mereka.” Siwon kembali bergumam.

Setelah termenung sendirian di beranda rumah tradisional itu cukup lama, Siwon pun bergegas ke kamarnya. Sampai di kamar ia membereskan barang-barangnya. Semua pakaian dan barang-barang lainnya di masukkan ke dalam koper. Setelah itu ia mengunci rumah tua itu dan beranjak ke para tetanggga untuk minta pamit pulang ke Seoul. Sebenarnya ia juga cukup tak rela jika harus berpisah dengan para tetangga yang dinilainya sangat baik padanya selama ini. Selalu mengajaknya bermain dan bergurau bersama.Terutama bocah-bocah kecil namja yang seumuran dengan anaknya yang selalu saja diajaknya untuk bermain sepak bola bersama di sore hari.

“Paman, kapan paman kembali lagi kesini..?” Tanya seorang bocah lelaki kecil yang berdiri disamping Siwon sambil menarik lengan kemeja Siwon.“Eumm… paman pasti akan berkunjung kesini jika ada waktu. Dan itu artinya kita akan bermain bersama lagi. Arraseo?” jawab Siwon tersenyum menatap wajah polos bocah lelaki tersebut.

“Jeongmalyo? Kau janji paman?” Tanya sang bocah memastikan seolah tak mau apa yang dikatakan Siwon hanya janji palsu semata.Siwon lalu mengangguk yakin padanya.Kemudian mereka berpelukan dan Siwon pun segera berlalu dengan mobilnya meninggalkan kawasan rumah tradisional Korea itu.

On the way hati Siwon kembali bergulat dengan beragam pertanyaan aneh kala mengingat Yoona.Pasalnya yang dikatakan Seohyun dan Kyuhyun beberapa jam yang lalu melalui telepon cukup membuatnya kaget dan shock.Kata mereka Yoona pingsan dari kemarin dan belum sadarkan diri. Jadi bagaimana ia bisa tenang dan tentu saja tak mau sesuatu yang buruk menimpa istrinya lagi.

>>>

Minho dan Eunhye terlibat dalam sebuah pembicaraan yang cukup serius di kamar rawat Eunhye yang ditempatinya sudah lebih dari dua tahun usai kejadian penculikan itu.“Jadi bagaimana noona?Apakah kau masih mau mengganggu kehidupan rumah tangga dosen Choi dan noona Yoona lagi?” seru Minho dengan tatapan mengintrogasi mantan dosennya ini.

“Lalu apa urusanmu? Lagi pula aku sudah melupakan dosen Choi.” Jawab Eunhye sekenanya.Minho menghela nafas beratnya sesaat sebelum kembali membully Eunhye dengan pertanyaan-pertanyaan mendadaknya.

“Kau tahu tidak?Noona Yoona dan dosen Choi itu sangat baik.Mereka sudah melupakan kejadian waktu itu, maksudku mereka sudah melupakan kejadian penculikan yang dilakukan padamu waktu itu.Jadi kusarankan kau pergilah jauh-jauh dari kehidupan mereka. Karenamu noona Yoona jadi sakit, dan dosen Choi menjauh dari kehidupan anak istrinya.” Papar Minho satu-persatu.

“dda.. dari mana kau tahu kalau akulah yang menjadi pelaku utama dalam penculikan itu?” Tanya Eunhye terbata-bata.“Aku pernah mendengarmu berkata begitu beberapa hari yang lalu kala aku dan dokter Joo keluar dari kamar rawatmu. Waktu itu kulupa mengambilkan mantelku jadi aku sempat mendengar semua ocehanmu waktu itu ketika pintu kamarmu kubuka perlahan.” Jelas Minho to the point.

Eunhye tak bisa lagi membantah apa yang dijelaskan oleh pria bernama lengkap Choi Minho ini, mulut Eunhye seakan diplester dengan perban yang membuatnya tak bisa mengeluarkan sepatah kata apapun dari bibirnya.

“Lalu apakah kau ingin melaporkan ini semua pada Siwon dan Yoona..??”Tanya Eunhye dengan nada khawatir.“Untuk apa aku lapor.Jika dosen Choi dan noona Yoona sendiri saja tak pernah mengungkit hal ini.Seharusnya kau patut bersyukur karena mereka tak mengusut masalah ini lagi.”Tukas Minho kemudian bangkit dari duduknya.

“Tunggu!” teriak Eunhye ketika Minho hendak keluar dari kamar rawatnya. “Waegurae?” Tanya Minho mengerutkan alisnya. “aku akan pergi dari Korea. Tapi kumohon kau membantu aku keluar dari rumah sakit jiwa ini.Bisakah?” itulah yang diucapkan Eunhye.

Lantas Minho mengangguk mengerti kemudian berlalu dari ruang rawat Eunhye. Usai kepergian Minho dari kamar rawatnya, Eunhye terduduk lemas dilantai, tak tahu kenapa ia mengeluarkan titik-titik cairan beningnya dari kedua sudut matanya.

“Mengapa kau jahat sekali Yoon Eunhye?Tak sadarkah kau bahwa selama ini sudah banyak dosa yang kau lakukan.”

“sadarlah bahwa cinta gilamu pada Choi Siwon hanya akan membuatmu sakit hati.”

“Kau harus tahu diri bahwa sampai kapanpun cinta Siwon hanya untuk istrinya, Yoona.”

“Gara-gara kau keharmonisan rumah tangga mereka jadi retak hanya karena kelicikanmu itu.”

“Kau harus melupakannya Eunhye!Kauharus bisa menghapus sosok Siwon dari hidupmu..”

Kalimat-kalimat lirihan itu terus keluar dari bibir mungil Eunhye. Akankah ini pertanda bahwa ia telah menyesali segala perbuatannya tempo dulu?

“Noona..ini kubawakan makanan untukmu..” Dokter muda nan tampan itu menyeru Eunhye untuk menikmati makan siangnya. “Aku tak lapar dokter..” sanggah Eunhye mencoba tegar. “Jinjjayo?” Tanya sang dokter memastikan.

Dokter Joo yang melihat perubahan sikap Eunhye cukup heran, pasalnya dari kemarin-kemarin sikapnya tak seperti sekarang ini. “eumm… noona, apakah seseorang mengatakan sesuatu padamu?” curiga sang dokter.

“Aniya.Hanya saja aku merasa keadaanku telah mengalami kemajuan sejak beberapa hari belakangan ini. Aku juga sudah bisa berpikir dengan jernih.” Imbuh Eunhye lalu menyantap bubur udang dan segelas air putih hangat yang tadinya dibawah oleh sang dokter.

“Aku akan melupakanmu Siwon.Mianhae karena aku, hubungan kau dan istrimu jadi hancur berantakan.”Sesal Eunhye dalam hati.Terlihat jelas guratan penyesalan yang terus muncul diwajah cantiknya.

>>>

“Yoong. Makanlah dulu..” bujuk Yesung pada adik yeoja semata wayangnya itu. “aku tak lapar oppa..” tolak Yoona sehalus mungkin. Seohyun dan Kyuhyun yang sejak kemarin merawat Yoona di rumahnya juga tak henti-hentinya terus berusaha untuk membangkitkan mood makan Yoona yang masih menurun.

“Eomma..makanlah, nanti eomma makin sakit.” Dua bocah kembar itu turut membujuk eomma mereka untuk segera mencicipi makanan yang disediakan oleh nenek mereka.“Yoong, kau jangan terus tenggelam dalam suasana sedih dan keeogisanmu ini.Kasihan Shiyoon dan Wona membutuhkanmu nak. Ayolah eomma mohon kau makanlah..” nyonya Im dan tuan Im turut membujuk Yoona.

Mendengar berbagai perhatian yang diungkapkan oleh semua sanak keluargnya, rasanya tak tega bila Yoona tak mengindahkannya.Apalagi bila menatap wajah tak berdosa kedua buah hatinya itu membuatnya sungguh sedih.“Mianhae, jeongmal mianhaeyo.Gara-gara aku kalian semua jadi menderita seperti ini. Shiyoon-ya.. Wona-ya..mohon maafkan eomma. Eomma memang babo tak memperdulikan perasaan kalian berdua.”Sesal Yoona bertubi-tubi.

“Bibi..bibi harus cepat sembuh, supaya kita main bersama lagi di taman hiburan anak-anak ya?” kata Nana, putri kecil Hangeng dan Tiffany. “Nde sayang..pasti..” semangat Yoona bangkit kembali tatkala tampang polos kedua malaikat kecilnya serta para keponakannya ikut membujuknya dengan rayuan mereka yang sungguh menggemaskan.

“Nah..begitu yang kami inginkan darimu Yoona.” Ujar tuan Choi ikut menyemangati sang menantu. “Yoong..aza-aza Fighting! Aku yakin Siwon oppa tak lama lagi akan kembali kepelukan kau, Shiyoon dan Wona. Arra?”Yuri yang tadinya diam ikut membuka mulut.

“Nde Yoong..yang dikatakan Yul benar..” koor SeoFany. Yoona mengangguk mengerti lalu berlari kepelukan kedua anaknya. Disanalah ia lepaskan semua kegundahan hatinya pada saat memeluk Shiyoon dan Wona. Semua yang berada dalam rumah cukup terharu melihat adegan mereka bertiga.Wona, sang putri kecil menggunakan punggung tangannya untuk menghapus air mata pilu sang eomma tercinta.

DRETT!! DRETT!! DREETT!! Getaran ponsel Kyuhyun sukses menarik perhatian semua orang dalam rumah sekaligus membongkar suasana sedih Yoona dan kedua buah hatinya.

“Yeobseo..” kata Kyuhyun kala menjawab teleponnya.

“…………….”

“Dimanakah kau hyung?” tanyanya hingga membuat seisi rumah menjadi penasaran akan siapakah yang menjadi lawan bicaranya.

“………………….”

“Cepatlah datang. Semuanya ada dirumah..” lanjut Kyuhyun.

“……………….”

“Baiklah..ppalliyo ne?” Kyuhyun lalu mengakhiri prosesi teleponnya dengan orang itu.

Kyuhyun tersenyum sudah setelah menerima telepon dari orang itu, “Siapakah yang menelepon oppa?”Tanya Seohyun sambil mengelus puncak kepala putra kecilnya.“Sepupuku. Katanya ia ingin kesini melihat Gokyu, karena kita tak dirumah makanya ia putuskan untuk kesini saja..” jawab Kyuhyun.

“O…O…” mulut Seohyun membentuk huruf O. “Mianhae paman, bibi, Seo, Yul, Fany, Han hyung. Hae hyung. Yesung hyung, Wona, Shiyoon..tadi yang meneleponku adalah Siwon hyung. Beberapa menit lagi ia akan sampai. Jadi kalian harus tetap menunggu kedatangannya.” Batin Kyuhyun tanpa terasa matanya berkaca-kaca. Jelas saja ia ikut merasakan penderitaan Yoona karena ditinggal suaminya, Siwon.

“Yak! Cho Kyuhyun..waeyo? Kenapa kau menangis?” Seohyun bertanya dengan mimik cemas sekaligus heran dengan sikap sang suami yang tak biasanya. “Ani..aku hanya terharu karena Yoona telah kembali ke jati dirinya yang sebenarnya. Hanya itu..” bohong Kyu.

“Aishh… kau ini. Ada-ada saja..” kesal Yesung.

Semuanya hening tatkala suara bel rumah berbunyi.Mereka saling melempar tatapan heran sesama.Yoona yang penasaran dengan calon tamu mereka bangkit dari duduknya dan hendak membukakan pintu, namun lagi-lagi Donghae yang duduk disampingnya menghadang langkah kakinya.

“Kau duduklah saja, biar oppa yang membukakan pintu ne?” tawar Donghae lembut.Yoona setuju lalu duduk kembali ke tempat duduknya. “Hyung..biar aku yang membukakan pintu, mungkin itu sepupuku yang datang. Yang beberapa menit lalu meneleponku.Oke?” kali ini Kyuhyun yang menghalangi Donghae.

“Baiklah..” pasrah Donghae.

Tanpa tunggu lama Kyuhyun berlari kecil ke pintu utama rumah mewah itu.“Satu, dua, tiga…” hitungnya dalam hati sebelum membuka gagang pintu.

Dan……………………, semua orang dalam rumah itu kaget, heran, bingung, sedih, terharu, tak percaya ketika melihat sang tamu yang tadinya sangat membuat mereka penasaran. Kedatangan pria tinggi nan tampan yang selalu ditunggu oleh semua anggota keluarga besarnya. Terutama sang istri terkasih, Choi Yoona dan tentu saja kedua malaikat kecilnya. Koper ditangan kirinya terjatuh sudah ke lantai kala ia memandang wajah sayu sang istri yang sangat dirindukannya pasca empat tahun kepergiannya dari rumah itu.

“Appaaa……….” Pekik twins Choi girang sambil berlari kepelukan sang ayahanda tecinta yang selama ini ingin mereka lihat dan ingin mereka peluk. “Appa..kemana saja? Kami rindu padamu?” Tanya twins Choi seraya keduanya menangis di pundak Siwon.

“Maafkan appa anak-anakku. Selama ini appa tak berada disamping kalian..”Siwon mengeluarkan kalimat penyesalannya pada kedua malaikat kecilnya.Semua orang dirumah itu seakan membisu melihat adegan pelepas rindu Siwon dan kedua anaknya.Hanya saja Yoona yang mungkin belum sanggup menerima kenyataan bahagia ini.

Mata Seohyun, Tiffany, Yuri dan Jessica basah sudah. Menurut mereka ini sungguh diluar dugaan, Siwon yang selama ini mereka kira menghilang dan muncul secara tiba-tiba begitu saja.Ini sungguh keajaiban.

Siwon melepaskan adegan kerinduannya bersama Shiyoon-Wona dan beralih meminta maaf pada anggota keluarganya yang lain. Terutama pada kedua orang tuanya dan tak lupa pula kedua mertuanya yang saat ini juga hadir dirumahnya.

“Mianhaeyo..maafkan aku. Gara-gara aku semuanya jadi kacau begini.Kumohon perkenankan aku untuk menjelaskan semuanya. Waktu itu aku tak punya pilihan lain ketika kepercayaan aku dan Yoona mulai goyah, aku juga meminta maaf karena lantaran diriku Yoona dan si kembar jadi menderita. Jujur sejak kejadian itu aku tak bisa mengontrol diriku ketika harus berpisah dengan semua orang tercintaku. Choi Yoona, eomma, appa, eomma dan appa mertua, Han hyung, Hae hyung, Yesung hyung, Kyu, Sicca, Fany, Yul, Seo, Yongsun, Nana, Gokyu, Sassy dan kedua malaikat kembarku terkasih, kumohon maafkan aku. Aku memang bodoh hingga masalah sekecil itu tak bisa kuselesaikan dengan caraku sendiri, malah lari dan menjauh dari masalah itu.Choi Yoona maafkan aku yeobo-ya.Aku pergi ke Paju dan tinggal di rumah paman dan bibi Lee bukan karena aku membencimu, tapi karena aku merasa telah jadi suami yang gagal bagimu, tak bisa membuatmu bahagia.Jeongmal  mianhaeyo my yeobo-ya..” tutur  Siwon menjelaskan asal muasal ia pergi dari rumah empat tahun silam.

Yoona terdiam kaku mendengarnya.Semua air mata yang tadinya menggumpal di pelupuk mata cantiknya tak bisa lagi dibendung. Menangis, ya..menangislah yang mungkin menjadi jawaban atas semua penuturan suaminya tadi. Suami yang sangat ia rindukan selama ini. Suami tercintanya yang selalu memberikan kehangatan untuknya, kecupan tulus untuknya, ciuman lembut untuknya dan dekapan hangat untuknya.

Perlahan Siwon mulai melangkah ke tempat duduk Yoona. Ketika ia sampai didepan Yoona buru-buru Yoona menundukkan wajahnya. Jujur saja ia belum sanggup berbicara face to face dengan istrinya ini. Namun, walaupun kaku ia mencoba untuk mengangkat wajah Yoona dengan telapak tangannya.

“Yoong… aku merindukanmu yeobo-ya. Apakah kau juga merasakan hal yang sama..??”Tanya Siwon mulai berbasa-basi. “Kami keluar dulu, kalian berdua bereskan kesalapahaman ini dulu..kami akan kembali lagi..” ujar Hangeng seolah mewakili yang lainnya. Kini setelah kepergian mereka tinggal Siwon dan Yoona saja dirumah.

“Yoong…” Siwon kembali menyeru panggilan itu, panggilan sayang untuk istrinya yang sudah sangat lama tak ia lakukan. “Choi Siwon..hiks.. hikss….” Yoona membuka mulut sudah walau disusul tangisnya.

“Biarkan aku memelukmu oppa, kumohon jangan bicara apa-apa lagi oppa, akulah yang salah dengan bodohnya tak mempercayaimu waktu itu.Padahalhal itu mungkin merupakan cobaan bagi rumah tangga kita. Aku minta maaf oppa.gara-gara aku, kau terpisah dengan kedua anakmu..” Yoona mengungkapkan itu dari lubuk hatinya yang paling dalam.Lega rasanya ketika indera pendengar Siwon menangkap semua ucapan penyesalan istrinya itu.

“Kau tak salah..yang salah itu aku..” imbuh Siwon sambil mencium puncak kepala Yoona. “Aniya..akulah yang salah. Jika waktu bisa kuulang kembali maka aku takkan membiarkanmu pergi dari hidupku dosen Choiku..” bantah Yoona makin menangis keras.

“Gomawo yeobo-ya..gomawo kau masih mempercayaiku, masih menungguku kembali dan tentu saja masih mau menerimaku..” Siwon berkata seperti itu ketika ia menghapus air mata Yoona dengan kedua ibu jarinya.

“Kau babo oppa!Kenapa kau pergi?Memangnya aku mengusirmu?Ini rumah kita oppa, kenapa hanya karena waktu itu aku terlalu emosi jadi membuatmu pergi meninggalkanku hah?” Yoona mulai merajuk pada sang suami. Mereka tertawa sudah. Bahagia, ya kata itulah yang tepat untuk mengekspresikan ribuan rasa bahagia yang tengah  mereka rasakan. Rasanya seperti mereka pertama kali menikah 6 tahun yang lampau.

“Dengarkan aku..aku melakukan itu karena ingin tahu apakah kau benar-benar ingin aku pergi ataukah kau tidak mencintaiku lagi, makanya cara itu kulakukan agar aku bisa mengetahui sampai sebesar apa cintamu padaku yeobo-ya..” pungkas Siwon sambil memamerkan lesung pipitnya. Semua itu dilakukannya karena ia tahu Yoona pasti sangat merindukan senyuman khasnya itu.

“Kumohon peluklah aku oppa..” pinta Yoona mulai menangis lagi.

“Jangan menangis lagi.Intinya aku sudah kembali kerumah ini, kembali kepelukanmu Yoong. Aku janjiakan menebus semua kesalahanku selama ini dengan cara menjadi ayah dan suami yang baik untukmu, Shiyoon dan Wona.

“Jinjjayoo??” kata Yoona.

“Nde..demi kau yeobo-ya..” balas Siwon semangat.

“Yak! Kalian jangan bermesraan dulu dihadapan kami, masih ada enam anak dibawah umur..” tegur Yuri dan Yesung yang baru saja muncul dibalik pintu. YoonWon yang tersadar menjadi malu karena adegan mesra mereka ketahuan.

“Ekhh… ekhhm….” HanFany seakan ikut meledek YoonWon. “Huh..akhirnya kedua keponakanku ini mempunyai orang tua yang utuh lagi..” ujar Kyuhyun senang sambil menggandeng lengan twins Choi.

“Oppa..kau bicara apa?” kesal Seohyun mulai menatap horor kearah sang suami. “Ingat! Lain kali kalian tak boleh seperti itu lagi ya? Mengerti?” nasehat HaeSica dengan kekompakkan mereka.

Tuan Im, tuan Choi, Nyonya Choi dan nyonya Im meminta Siwon dan Yoona untuk duduk bersama di sofa yang lebih panjang. Setelah itu mereka menyuruh anak dan menantu mereka untuk mendengarkan nasehat mereka bagaimana cara membina rumah tangga yang baik.

“Ingat!Kalian harus saling percaya.Mau masalah kecil atau sebesar apapun harus dihadapi dengan kepala dingin.Jangan seperti waktu itu lagi ne?ingat jika kalian seperti itu lagi maka Shiyoon dan Wona pasti sangatlah menderita karena tak punya orang tua yang lengkap.” Kata Nyonya Choi bijak.

“Nde..kalian berdua tak boleh mengulanginya lagi. Choi Siwon, jika kau meninggalkan keluarga kecilmu lagi maka kepalamu akan kucukur..” nasehat tuan Choi dengan nada bergurau.

“Dengarkan itu Yoong.Kita sebagai wanita dan istri yang baik jangan cepat mengambil keputusan yang salah.Coba kau lihat eomma dan appa sampai setua ini masih tetap saling percaya.”Tambah Nyonya Im.

“Im Yoona, Choi Siwon..kami hanya ingin kalian terus harmonis sampai hari senja menjemput kalian. Ne?” kata tuan Im langsung ke inti pembicaraan.

Mendengar semua nasehat dari keempat orang paroh baya itu rasanya Siwon dan Yoona seakan punya energi baru dan mendapat pelajaran baru dalam mahligai rumah tangga mereka.Senang rasanya orang tua mereka tak mengungkit masalah rumah tangga mereka yang terjadi empat tahun yang lalu.

“Gomapta eomma, appa..kami janji takkan mengulanginya lagi..” kompak YoonWon. “Baiklah kalau begitu. Kami pulang dulu..hari sudah malam.” Ujar Nyonya Choi mengakhiri ucapannya.

Semuanya pamit pulang. YoonWon dan twins Choi mengantar sampai didepan gerbang. “Kajja..kita masuk oppa, akan kubuat makan malam yang enak untukmu..” seru Yoona sambil menggandeng tangan Shiyoon. Sedangkan Wona masih ada dalam gendongan appanya yang selalu iarindukan itu. “Yak! Choi Won-ah turun kau! Sekarang giliranku yang digendong appa, ppalli..”Shiyoon nampaknya cemburu dengan Wona yang sejak tadi digendong terus oleh Siwon.

“Sedikit lagi oppa..kau ini..” tukas Wona sambil menjulurkan lidahnya. “Yak!Kalian berdua ini kenapa hah? Jangan bertengkar terus sayang..” teriak Yoona yang masih fokus dengan bahan-bahan masaknya.

“Eomma..marahi oppa ne? dari tadi dia terus memarahiku..” adu Wona jengkel. Siwon tertawa melihat perkembangan Shiyoon dan Wona.Hal inilah yang amat ingin dinikmatinya ketika tinggal di Paju dulu.

“Sudahlah, kalau kalian terus bertengkar, bagaimana kalau Shiyoon oppa naik ke punggung appa selama 10 menit, setelah itu gantian lagi Wona yang naik ke punggung appa. Setujukan?”Siwon mencoba berlaku adil atas aduan mulut kedua anaknya yang masih saja merebut dirinya.

Yoona yang melihat ketiga orang tercintanya itu tersenyum puas melihatnya. Jujur ia sangat menyesal telah salah paham dengan sang suami empat tahun silam. Padahal diawal pernikahan mereka telah berikrar bahwa apapun yang menimpa rumah tangga mereka takkan membuat kepercayaan mereka luntur begitu saja.Namun semua itu tak penting. Karena mereka juga mendapatkan pelajaran berharga dari kejadian itu yakni keduanya benar-benar tahu bahwa mereka saling mencintai satu sama lain.

>>>

Eunhye merasa lega karena ia telah mengubur dalam-dalam impiannya untuk mendapatkan Siwon yang memang sejatinya tak pernah menyukainya. Ia tahu hanya karena egonya terlalu besar dan ketertarikannya pada ketampanan Siwon sejak awal mereka bertemu membuatnya melupakan kenyataan bahwa ia salah dalam mencintai pria yang sudah beristri itu.

“Dosen Yoon, semoga kau cepat menikah ne? kau cantik sekali jadi kau pasti mendapatkan pria yang sama denganmu..’’ kata Minho yang duduk menemani Eunhye di ruang tunggu Bandara Incheon untuk menanti keberangkatan mantan dosennya itu ke London.

“Gomawo.Kau juga, semoga sukses selalu. Oh ya nanti kau tolong ke apartementku, disana telah kutitipkan dua kotak hadiah ulang tahun untuk anaknya Dosen Choi dan Yoona. Bisakah kau membantuku memberikannya?” ucap Eunhye berharap.

“Boleh saja. Kau tenang saja dosen Yoon, aku pasti membawanya.” Angguk Minho mantap.“Biar bagaimanapun aku pernah mengasuh Shiyoon dan Wona sejak mereka masih bayi waktu kejadian penculikan itu, jadi anggaplah itu tebusan dariku karena pernah memisahkan mereka dengan orang tua kandung mereka.”Nada Eunhye kembali terdengar sangat menyesal dengan sikap brutalnya dulu.

“Sudahlah..jangan sedih lagi. Oh ya apakah kau sudah pamit pada dokter Joo? Nampaknya dia menyukaimu..” goda Minho mulai bercanda dengan mantan dosennya itu. Eunhye melepaskan tawanya menanggapi godaan Minho.

“Tidak.Aku malu karena telah berpura-pura gila dan mendapat perawatan yang sangat layak darinya.Padahal nyatanya aku bukan seorang yang benar-benar mengalami gangguan mental.” Pasrah Eunhye seakan tak rela berpisah dengan dokter muda nan tampan itu.

“PERHATIAN… PERHATIAN…!!! PESAWAT KOREAN AIR TUJUAN LONDON 15 MENIT LAGI AKAN SEGERA MENGUDARA. JADI, CALON PENUMPANG DIHARAPKAN SEGERA NAIK KE PESAWAT UDARA. TERIMA KASIH ATAS PERHATIANNYA.” pemberitahuan dari pihak bandara bahwa pesawat tujuan London akan segera mengudara jadi diharapkan bagi calon penumpang segera masuk dan stand by dalam pesawat udara Korean Air.

“Aku pergi.Jika kita berjodoh pasti ketemu lagi Minho-ya.Terima kasih karena berkatmu aku sadar dan kembali ke jati diriku yang sebenarnya.Salam hangatku buat Yoona, Siwon dan kedua anak mereka ne?” pamit Eunhye lalu memeluk Minho.Kata-kata pamitan Eunhye cukup sukses membuat Minho terharu.

“Nde dosen Yoon, ternyata kau itu sebenarnya baik.Hanya saja kurasa egoismu dulu terlalu besar hingga kau bertindak seperti itu.Semoga kelak jika kita bertemu kau sudah bersuami dan punya anak yang lucu.”Minho turut mendoakan Eunhye.

“Semoga terkabul..” tanggap Eunhye ceria lalu menarik kopernya menuju pintu bandara pesawat tumpangannya.

Minho tersenyum lega.Ia merasa turut bahagia bisa menjadi bagian dari penyelesaian konflik rumah tangga wanita pujannya itu, Yoona. Sosok seniornya dulu yang amat dikaguminya kala masih menyandang status sebagai mahasiswa kedokteran di Universitas Chung Ahn.

“Bahagialah noona. Semoga aku bisa mendapatkan istri sebaik dan setegar dirimu noonaku..” lirih Minho sembari mengingat sosok Yoona.

Minho lalu melangkah keluar bandara. Sampai di area parkiran ia segera masuk dalam mobil dan melaju jauh meninggalkan area bandara dengan mobil pribadinya.

>>>

Untuk pertama kalinya Siwon mengantar kedua buah hatinya berangkat ke sekolah.Senyuman dibibirnya tak pernah redup ketika canda tawa terlakoni sudah antara dirinya, Shiyoon dan Wona. “Appa..gomawo sudah memberikan kami hadiah telapak kaki bayi itu..” ucap twins Choi koor.

“Sama-sama.Semoga kalian panjang umur dan menjadi anak yang baik dan pintar.”Do’a Siwon tulus.

“eumm… appa, kami berdua ingin punya dongsaeng.. kata paman Kyu dan bibi Seo punya dongsaeng itu lucu dan membuat rumah kita jadi ramai. Ayolah appa berikan aku dan Wona dongsaeng kecil..” tuntut Shiyoon dan Wona dengan tampang tak berdosa mereka.

“Mwoooooo?” pekik Siwon menanggapi pintaan anak-anaknya.

“Paman Kyu dan bibi Seo bilang begitu?” ulang Siwon.Keduanya lalu mengangguk jamaah mengiyakannya.

“Aishh… dasar, Cho Kyuhyun… awas kau!!” gerutu Siwon frustasi, padahal ia sangat senang jika membahas hal itu. “Baiklah..tapi kalian berdua harus membujuk eomma kalian agar mau memberikan kalian dongsaeng juga. Eottoe??” Siwon mencoba bernegosiasi dengan twins Choi.

“Baik..siapa takut..” setuju keduanya mantap. “Hahaha… Choi Yoona, inilah saatnya kau akan kuhukum..” tawa Siwon dalam hati.

“Appa… apa yang kau pikirkan? Sekolah kami sudah kau lewati..” protes twins Choi heran dengan tingkah Appa mereka yang tak memberhentikan mobil mereka di depan area sekolah malah melewati area sekolah.

“Oh..aishh.. mianhae, ayolah turun.. jam 12 appa akan menjemput kalian ne? appa ke kampus dulu. Sudah lama appa tak kesana..” ujar Siwon lalu mencium pipi kedua anaknya sebelum mereka keluar dari mobil.

“Bye appa… love you..” kedua anak kembar itu melambaikan tangan mereka ke sang appa tercinta. Siwon turut melambaikan tangannya juga.“Ingat!Jangan nakal ne?” ceramah Siwon.

Keduanya mengangguk paham lalu berlari cepat ke dalam kelas. Siwon kembali melakukan perjalanannya, namun entah kenapa ia malah kembali lagi ke rumah. padahal tadinya ia sendiri yang berkata pada kedua anaknya bahwa ia akan segera ke kampus. Apakah ini artinya bahwa ia ingin bernostalgia dengan Yoona? Ingin memulai kembali masa-masa mesra mereka yang selama ini putus?

“Choi Yoona. Matilah kau! Kali ini kau harus membayar semuanya. Ya, anggaplah yang akan kulakukan padamu ini sebagai bentuk hukuman atas apa yang sudah kau lakukan padaku..” batin Siwon sambil tersenyum evil.

>>>

Yoona membukakan pintu rumah dan betapa kagetnya dia melihat Siwon yang berdiri sambil menyunggingkan senyuman lesung pipitnya.

“Yak! Oppa, kau….” Kata Yoona terputus karena Siwon telah membungkam mulutnya dengan ciuman kilat di bibir merah mudahnya. Yoona terlena sudah dan tentu saja ia tak bisa menolak hal ini, karena ia sendiripun rindu sekali dengan sentuhan Siwon yang selalu memanjakannya dengan adegan-adegan romantis.

Kedua pasang bibir itu saling menghisap, menggigit dan melumat dengan irama yang sangat lembut.Tanpa sadar tubuh Yoona telah digendong oleh Siwon.Langkah kaki Siwon melangkah terus melewati satu persatu anak tangga rumah mereka menuju lantai dua.Sampai dikamar itu Siwon melepaskan ciuman mereka untuk mengambil nafas sejenak.

“Kau merindukan ini semua?” Tanya Siwon sambil menatap manik mata Yoona selekat-lekatnya. “Oppa..kau bicara apa?” Tanya Yoona polos.

Siwon akhirnya memberikan penjelasan bahwa tadi Shiyoon dan Wona memintanya untuk diberikan adik.“Mwooo? Dda… dari mana mereka bisa mengatakan hal itu.?” Tanya Yoona tak percaya dengan penuturan sang suami.

“Seohyun dan Kyuhyun..” jawab Siwon jujur. “Apaaaa?Mereka berdua yang bilang begitu?Dasar pasangan suami istri evil, Seohyun juga kenapa ikut suaminya mengatakan hal itu?” runtuk Yoona kesal.

“Awas kalian!!” batin Yoona jengkel.

“Oppa..dengarkan aku ya? Aku janji akan melakukannya tapi jangan sekarang ne? kita kan masih harus bekerja. Bagaimana kalau sebentar malam saja?” kata Yoona dengan tampang malu-malu.

“Aishhh….” Pasrah Siwon. Yoona lalu cepat berdiri namun Siwon kembali menarik tubuhnya dan segera menindihnya.Ini artinya adegan mereka selanjutnya lebih intim.Siwon tak peduli dengan kata-kata Yoona tadi yang menunda hal itu untuk dilakukan sebentar malam.Nafas keduanya sudah berhembus jadi satu.

“Saranghae Choi Yoona..” bisik Siwon mesra. “Nado..saranghae oppa, aku milikmu seutuhnya..” balas Yoona tersenyum dan mereka kembali berciuman. Ciuman itu semakin lama makin dalam. Tangan Siwon terus menjelajahi setiap lekukan tubuh sang istri tercinta. (*Woee…. Authornya kasih SKIP aja ne?bayangin aja sendiri apa yang YoonWon lakuin ne? apalagi kalau bukan membuat adik untuk Shiyoon dan Wona, kekeke~~*).

>>>

Tiffany mengantarkan Shiyoon dan Wona pulang ke rumah. Pasalnya ia tadi sudah menelepon Siwon untuk menjemput mereka pulang, namun alhasil ponsel Siwon, Yoona maupun nomor telepon rumah mereka tak bisa dihubungi.

“eumm… Shiyoon-ya, Wona-ya..apakah nenek dan kakek Lee masih tinggal di rumah?” Tanya Tiffany pada kedua keponakan kembarnya.“Tidak lagi bibi. Mereka sudah pulang ke Paju sehari setelah kedatangan appa..” jelas keduanya.

“Oh..bibi kira masih tinggal dengan kalian, maksud bibi jika kakek dan nenek Lee masih di rumah biar kita telepon ke nomor ponsel mereka saja supaya memberitahu Siwon appa untuk menjemput kalian.” Jelas Fany.

“Bibi..apakah kami boleh bertanya sesuatu?” pinta Shiyoon dan Wona kala mereka telah duduk manis dalam mobil Tiffany. “Apa itu sayang? Kalau soal pelajaran mungkin bibi bisa membantu.” Respon Fany setuju.

“Eumm..bibi, cara membuat adik itu bagaimana?” Tanya Wona. Tiffany mengerem mobilnya mendadak usai mendengar pertanyaan yang tak pernah ia duga sebelumnya. “bibi.. bibi kenapa? Bibi sakit?” heran Shiyoon.

“Aishh… tidak sayang! Bibi hanya lelah saja..” jawab Tiffany asal. “Ya sudah, kalau bibi tidak lelah jawablah pertanyaan kami dulu..” kedua anak itu nampaknya ingin tahu akan hal yang berbau orang dewasa itu.

“Ahh… bibi juga tidak tahu sayang..” jawab Tiffany pasrah. Ia lalu berpikir bahwa bagaimana bisa anak kecil berusia 5 tahun seperti twins Choi bisa melontarkan pertanyaan itu. Apakah ada seseorang yang mengajari mereka? Apakah orang tua mereka sendiri yang mengajari ataukah ada orang lain yang sengaja memberitahukan hal itu pada mereka?

“Siapa yang bilang begitu pada kalian?” Tanya Tiffany penasaran. “Paman Kyu dan bibi Seo..” jawab Keduanya berjamaah. Tiffany kaget lagi mendengarnya.

“Dasar Cho Kyuhyun! Kau ingin dibunuh Yoona dan Siwon oppa? Kau itu babo atau apa?” jengkel Fany yang masih fokus menyetir.

Sampai dirumah, Shiyoon dan Wona menarik tangan Tiffany untuk masuk ke rumah.pintu rumah rupanya tak terkunci sehingga memudahkan mereka untuk masuk kedalam rumah tanpa perlu menekan bel rumah.

“Annyeong appa..eomma…” sapa twins Choi koor. “annyeong my aegideul..” ucap Siwon dan Yoona sambil turun dari lantai dua. Mata Tiffany melotot menatap Siwon dan Yoona yang berjalan sambil merapikan baju kerja mereka.

“Yak! Choi Yoona, Siwon oppa..kalian darimana saja hah? Kenapa dari tadi kutelepon tak ada satupun diantara kalian berdua yang menjawab teleponku?” curiga Tiffany sambil menatap YoonWon satu persatu.

“Aishh..kau ini, kau kan tahu paman dan bibi Lee tak ada lagi dirumah, jadi urusan bersih-bersih rumah kembali menjadi tugasku dan Siwon oppa. Jadi untuk apa kau curiga?” sela Yoona cepat.

“Nde..benar, kami baru saja mandi karena baru saja membersihkan rumah ini dan jadinya kami berkeringat. Begitu.” Tambah Siwon berusaha untuk tak membuat Tiffany curiga.

“Dasar suami-istri sama saja. Seperti aku tak pernah menikah saja jadi tak tahu apa yang terjadi saat ini..” batin Tiffany.

Jadi, daripada terus melihat sandiwara Siwon dan Yoona lebih baik ia pamit pulang saja, “Aku pergi! Hari ini Han oppa dan Nana sedang menantiku untuk makan siang dirumah. Shiyoon, Wona, bibi pulang dulu, ingat PR kalian harus dibuat ne? besok harus kumpul jam 8 dimeja Sooyoung songsaenim.. bye…” pamit Tiffany kemudian berlalu.

“Oppa… aku merasa ada yang tak beres dengan Tiffany..” seru Yoona tiba-tiba. “Aku sudah tahu kenapa dia menyergap kita tadi dengan pertanyaan mautnya itu.Tapi ya sudahlah, toh dia juga pasti melakukannya dengan Hangeng hyung. Jadi kau tenang saja.” Respon Siwon santai.

“Ayolah aegi-ya..kita ganti baju dan appa akan buatkan makanan lezat untuk kalian berdua.. oke?” ajak Siwon sambil merangkul pundak mungil kedua anaknya.

“eumm.. oppa, kalian bermain saja dulu, aku yang akan menyiapkan makan siang kita..” tawar Yoona riang. “Baiklah..” angguk Siwon setuju sembari mengedipkan sebelah matanya kearah Yoona.

>>>

“Oppa..aku takut Yoona akan memarahiku..” cemas Seohyun ketika mereka dalam on the way kerumah YoonWon. Mereka baru saja menerima telepon dari Yoona untuk segera ke rumah mereka. “apa jangan gara-gara perkataan kita waktu itu ya oppa?” lanjut Seohyun makin cemas. Tak bisa ia bayangkan bagaimana wajah horor Yoona ketika memarahinya nanti.

“Kau tak usah khawatir, anggap saja itu kejahilan kita untuk Yoona, kan sudah lama kita tak menjahilinya.” Pungkas Kyuhyun yang masih fokus pada jalan raya didepannya.“Semua ini gara-gara kau oppa, gara-gara kau namaku jadi terbawa-bawa.Menyebalkan!!” gerutu Seohyun sebal.

“Jangan terus menyalahiku.Lagipula Yoona dan Siwon hyung tak mungkin membully kita. Hahaha…” Kyuhyun mengeluarkan tawa narsisnya. “Sudahlah..diam! Gokyu sudah tidur. Jadi kau diamlah, aku tak mau Gokyu terbangun hanya karena mendengar tawa evilmu itu.” Ketus Seohyun.

“Baiklah yeobo-ya..aku makin sayang padamu..” lagi-lagi Kyu mengeluarkan jurus evilnya.

“Yak! Cho Kyuhyun. Coba berhenti sebentar, bukannya itu Yuri dan Yesung oppa? Eh ada Yongsun juga. Kenapa mereka bisa ada disini? Coba hentikan mobilnya..” perintah Seohyun. Saat mobil berhenti ia pun turun dan bertanya pada YulSung akan apa yang sedang terjadi.

“Yul..waeguraeyo?” Tanya Seohyun khawatir.“Aigoo!Nyonya Cho, apakah kau tak lihat ban mobil kami kempes?” balas Yuri cemas. “Memangnya kalian mau kemana?” Tanya Kyuhyun sambil mendudukkan Yongsun disamping Gokyu yang telah terlelap dalam mobil. “Mau ke rumah Yoona..” jawab Yesung.“Kalau begitu kita pergi bersama saja. Akan kusuruh temanku yang mempunyai bengkel datang kesini untuk memperbaiki mobil kalian..bagaimana? Setuju?” tawar Kyu.

Yuri dan Yesung terlihat menimbang tawaran SeoKyu dan terpaksa mereka menyetujuinya.

>>>

Yesung, Kyuhyun, Yuri dan Seohyun kaget ketika memasuki rumah YoonWon. Kekagetan mereka ini jelas disebabkan karena kehadiran Hangeng, Donghae, Tiffany dan Jessica yang rupanya telah sampai duluan dari mereka. Mereka pun disambut dengan senyum ceria dan sikap hangat dari sang empunya rumah.

“Yak!Oppa, kenapa kalian terlambat? Dan kenapa pasangan evil ini bisa bersama kalian?” Tanya Yoona dengan tatapan membidik.“Yak!Mobil kami mogok, makanya kami terpaksa menumpang kemari dengan pasangan evil ini.”Tanggap Yuri pura-pura kesal.

“O…..” mulut Yoona membentuk huruf O. “Nde Yoong..mobil Yul dan Yesung oppa mogok, makanya kami kesini bersama..” tambah Seohyun cepat.

“Cho Kyuhyun..kau benar-benar menyebalkan. Kenapa kau mengatakan hal itu pada kedua anakku hah?Tak pikirkah kau bahwa mereka itu masih anak-anak? Hah? Dasar kau raja evil..” omel Yoona pada salah satu sahabat dekatnya itu.

“Yak! Choi Yoona. Kau ini kenapa?Aku hanya bilang pada Shiyoon dan Wona bahwa mereka sudah besar dan itu artinya mereka harus segera punya adik. Aku dan Seo saja sedang dalam tahap membuat adik untuk Gokyu..” jawab Kyuhyun hingga memicu tawa dari masing-masing pasangan.

Seohyun yang memang pada dasarnya malu-malu merasa tak enak bila suaminya berkata seperti itu, ia pun menginjak kaki kanan sang suami sebagai aksi protes.

“Aouwww… appoyo Hyunnie..” ringis Kyuhyun merasa sakit akibat Seo menginjak kaki kanannya. “Itu hukuman untukmu babo..” bisik Seohyun.

“Semuanya tolong diam sebentar..” seru Hangeng tiba-tiba. Tiffany heran dengan sikap suaminya, “Oppa, kau kenapa?” tanyanya penasaran. “Baiklah..karena adikku Siwon telah kembali, jadi bagaimana kalau kita memintanya untuk dansa romantis bersama Yoona? Eottokhaeyo?”Hangeng meminta persetujuan yang lainnya.

“Setuju….” Tanpa tunggu lama mereka semua mengangguk mantap.Siwon yang malu menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Menurutnya, ini modus mereka untuk mengerjainya dan sang istri tersayang. Namun lantaran tak mau dibilang pengecut maka mau tidak mau ia terpaksa menyetujuinya karena sejujurnya dia juga sudah lama tak melakukannya bersama sang istri.

“Baiklah… kami akan melakukannya..”Siwon pun setuju dan meraih tangan Yoona untuk diajak berdansa. “Oppa..apa yang kau lakukan?” heran Yoona.

“Ssttttt….” Siwon menempel telunjuknya di bibir Yoona tanda bahwa Yoona harus mengikuti saja permintaannya sore ini.Sesaat kemudian Kyuhyun melantunkan lagu balad romantis serta Seohyun yang memainkan biola dengan lihai membuat keduanya tambah bersemangat untuk berdansa.

Shiyoon, Wona, Sassy, Yongsun, Nana dan Gokyu yang melihat prosesi dansa YoonWon hanya tersenyum seolah mengerti dengan apa yang dirasakan oleh kedua orang dewasa itu.

“Jangan pernah tinggalkan aku lagi oppa, apapun yang terjadi kau harus tetap berada disisiku ne?” ujar Yoona dengan nada memohon.Siwon tersenyum senang mendengarnya.Ternyata Yoona memang sangat mencintainya. Bahkan cinta Yoona padanya tak berkurang sepersenpun semenjak ia hengkang dari rumah mereka empat tahun yang lalu.

“Kalian berdua benar-benar pasangan yang serasi..” puji Yuri yang nampaknya iri dengan keromantisan YoonWon sekarang ini. “Yeobo-ya..kau iri dengan mereka? Kalau itu benar kita bisa melakukan yang lebih gila dan romantis dari pada mereka.”Seru Yesung sangat bersemangat.

“Yak! Im Jongwoon, apa maksudmu dengan melakukan yang lebih gila dari mereka? Dasar otak mesum..” sindir Yuri mulai berteriak.Yesung meledakkan tawanya melihat ekspresi Yuri yang mulai ketakutan.Sedangkan yang lainnya ikut meledakkan tawa mereka melihat aksi YulSung.

“Shiyoon-ya, Wona-ya..ayo duduk disamping Siwon appa dan Yoona eomma. Paman Hae akan memfoto kalian.” Ajak Jessica lembut.Kedua anak kembar itu mengangguk setuju kemudian mengambil tempat duduk disamping eomma-appa mereka untuk berfoto bersama.

CRECK….CRECK…CRECK!!!! suara jepretan kamera sebanyak tiga kali menandakan bahwa keluarga Choi itu telah resmi berfoto bersama. YoonWon dan kedua anak mereka berlari bersama kearah Donghae untuk melihat hasil foto mereka.

“Shiyoon benar-benar tampan sepertiku..” kagum Siwon.

“Wona juga cantik sepertiku..” kagum Yoona tak mau kalah.

“Yeobo-ya, aku ingin mengatakan sesuatu padamu..”

“Apakah itu oppa?” Tanya Yoona tak sabar.

“Jangan pernah mengulangi kejadian itu lagi yeobo-ya, jujur aku sangat terpukul dan kehilangan kendali kala kau tak berada disampingku.Kau adalah nafasku, darah dan nadiku.Aku lihat Shiyoon dan Wona sangat bahagia jika kita bersatu seperti ini.Sampai kapanpun kita adalah keluarga, sampai sejarah dunia ini berakhir pun kita tetap satu keluarga. Kau, aku dan mereka berdua akan selalu bersama dalam keadaan apapun, baik dalam keadaan senang maupun susah. I Love you Choi Yoona.” Ungkap Siwon tulus.

“Oppa..jangan berkata begitu oppa. Karena sampai kapanpun kita akan tetap menjadi keluarga. Kau adalah raja dalam rumah ini, jadi jangan pernah meninggalkan ratumu,dan kedua prajurit kembarmu lagi ne? I love you too oppa..” tanggap Yoona tak kalah tulusnya. Siwon dan Yoona kembali berpelukan. Hangeng, Tiffany, Yesung, Yuri, Donghae, Jessica, serta Kyuhyun dan Seohyun ikut bersuka cita melihat keharmonisan rumah tangga YoonWon kembali seperti dulu. Bahkan Donghae berjanji kalau ia akan memberikan nama untuk foto keluarga kecil YoonWon dengan judul fotonya yakni “We are Family”.

Semua penghalang maupun cobaan yang dulunya datang menghampiri rumah tangga YoonWon selama ini seakan terbayar sudah.Kini tak ada lagi jurang pemisah diantara mereka.Bahkan Minho yang diam-diam mengintip adegan romantis YoonWon tadi ikut merasakan bahagia melihat wanita pujaannya bahagia kembali bersama suami dan kedua anaknya setelah lama berpisah. Hadiah ulang tahun dari Eunhye diletakkannya begitu saja ke depan pintu lalu ia beranjak pergi.

“Kami adalah keluarga, sampai kapanpun tak ada satu orang pun yang bisa memisahkan kami. Kumohon Tuhan, jagalah selalu cinta suciku pada Yoona, dan jagalah cinta suci Yoona padaku juga. Aku tak mau kehilangannya lagi. Terima kasih juga telah melindungi Yoona dan kedua anak kami ketika aku tak berada disamping mereka..” batin Siwon disela-sela kecupan hangatnya di puncak kepala sang istri tercinta. Kecupan hangat yang melambangkan betapa besar cintanya pada istrinya sekaligus ibu dari kedua buah hati kembarnya, Choi Shiyoon dan Choi Won Ah.

 

**_THE–END_**

Author Notes:Annyeong yeoreobeun-ah…J, lama banget yah nunggu chapter ini?#pasti gag ada yang nunggu. Kekee~~, aku senang skali krna ini FF We are Family udah tamat. Emang dari awal FF ini aku targetinakan end di chapter 7. Karena jujur aku bukan type author yang suka membuat FF berchapter yang terlalu panjang.Takutnya all readers pada bosan n’ penasaran dengan next storynya. Okay… gimana endingnya? Pasti semuanya pada happy karena ini FF berhappy Ending kan?#ayongaku^^, pokoknya bagi yang udah baca jangan lupa READ, COMMENT AND LIKE nie FF…FF ini keknya menjadi FF terakhirku di YWK, aku mau pamit hiatus dulu sampai aku ujian sarjana. Setelah itu comeback lagi dengan FF baruku#SokPenting! Halaa~~, eungg… Spesial thank’s buat adek Echa yang selalu ngepost FF kakak (Mianhae selalu ngerepotinmu dekk:)^^ (sama2🙂 ). Makasih juga bagi all readers yang udah dengan setia membaca dan mengomentari FF gag mutu ini dari awal…:D, sampai jumpa di FF lainnya dan tetap tunggu aku comeback dengan FF baruku setelah aku meraih gelar sarjana hukumku^^#Aminn…J, Salam-Nited-Bersaudara..:)^_^

Tinggalkan komentar

135 Komentar

  1. kyurang

     /  November 6, 2013

    Kyaaaaa akhirnya bahagiaaa🙂

    Balas
  2. Kim Eun Kyo

     /  November 29, 2013

    Wahhh min aku udah sering baca ff ni tapi Gɑ̤̈ bosen2
    Dulu nickname ku Raya sekarang udah ganti hehehehe
    Just info

    Balas
  3. Ika Rahma

     /  Desember 9, 2013

    Cerita.a daebak eon! HAPPY ENDING…..

    Balas
  4. daebak ff nya. sukaaaa

    Balas
  5. Akhirnya happy end seneng bgt lihat yoonwon bersatu lagi hehe…
    Buat ff yoonwon lg ya thor yg buanyakkkkkk..#keke
    I♥YoonWon

    Balas
  6. yeona

     /  Maret 29, 2014

    Hhuh,untung endingnya happy
    Kalau gak! Duh gak tau gimana jadinya😀

    Balas
  7. Daebakkk..
    Akhirnya.. Good story.. Very like it..
    ᵗʰᵃᶰᵏ ᵧₒᵤ ⌣̈ author..

    Balas
  8. simoppa

     /  Mei 29, 2014

    daebak.. happy ending.. bagus banget.. always forever yoonwon bahagia… ^^

    Balas
  9. nurul isnaini

     /  Juni 29, 2014

    terharu dan bahagia .. ga tau rasanya jdi yoona eonnie yg hris ditinggalin siwon oppa 4 tahun lamanya.. daebak thor FF mu..

    Balas
  10. Hulda Audry

     /  Januari 8, 2015

    Yeay happy ending…….minho baik banget….harusnya minho diberi pasangan……sweett

    Balas
  11. Choi Han Ki

     /  Januari 22, 2015

    Hoaaa DAEBAK… Akhirnya happy ending juga yoonwon kembali bersama dan membangun keluarga yg lengkap dan bahagia🙂

    Balas
  12. dedewjasmin

     /  Februari 11, 2015

    Ahirnya keluarga yoonwon kmbli bersama…dan semua keluarga besar mereka ikut bahagia…..si kmbar bisa ketemu ayahnya juga…..

    Balas
  13. Anggun YoonAddict SY

     /  Februari 11, 2015

    Happy End🙂

    Balas
  14. nova

     /  Juli 23, 2015

    ff nya daebak bngt aku baru baca ff ini sumpah sampe nangis bacanya , keren bngt , tpi aku msh bingung ko tiba tba yooenhye nya ada di rs gila hehe

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: