[FF] Love Is You (Chapter 7)

902854_450531095023401_1870835214_o

Tittle                           : Love Is You / Chapter 7

Author                        : Tika Pink / Tika Sheila EverlastingFriend

Email/Twitter             : tika_pinky@rocketmail.com / smantikalove@gmail.com / @SangRa_ELF

Main Cast                  : Im Yoona, Choi Siwon

Other Cast                 : Heo Young Saeng (Im Young Saeng), Tiffany Hwang, Lee Seung Gi, Yesung, Tika Pink (Tika Park – Author ikut nimbrung🙂 ), Choi Sooyung, Shim Chang Min, Taeyoon, Yuri

Genre                         : Tentuin sendiri

Length                        : Chapter

Rating                         : PG + 15

 

Author said : Annyonghaseyo, ^^ Ahh, jeongmal mianhaeyo karna lagi-lagi aku kelamaan ngelanjutin ff ini. Aku juga punya banyak pekerjaan yang tak bisa aku abaikan. Jadi aku benar-benar minta maaf karna telah membuat readers menunggu terlalu lama dan juga aku mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya karna kalian sudah bersedia menunggu. Semoga, ff ini tidak akan pernah mengecewakan kalian di tiap kemunculannya.

Aku senang karna ff nie ternyata readersnya makin banyak sekaligus kecewa karna readers yang lain baru bermunculan di kolom coment setelah chap sebelumnya di protect. Jadi sekarang aku menghimbau jangan ada yang jadi SILENT READER lagi yaw.

 

#Happy Reading#

 

Author Pov:

Siwon menghentikan mobilnya di depan gerbang sebuah rumah yang cukup mewah. Rumah itu terlalu mewah mengingat tempatnya jauh dari pusat kota. Siwon membuka kaca mobilnya dan mencoba meneliti rumah itu.

“Kau yakin di sini?” tanya Siwon pada Tika yang sedang mengamati layar handphonenya. Tika mengangguk membenarkan.

“Ne. Yoona pasti dibawa ke sini. Posisi Yoona benar-benar tepat ada di sini.” Jawab Tika sambil menunjukkan layar handphonenya pada Siwon yang menunjukkan posisi keberadaan Yoona yang telah di lacaknya melalui GPS.

“Ayo, kita lihat!” ajak Siwon buru-buru melepaskan safebeltnya dan turun dari mobil yang diikuti oleh Tika. Saat ini Siwon benar-benar mengkhawatirkan keadaan Yoona. Apalagi Tika tadi sempat mengatakan kalau Yoona sedang sakit.

Mereka berdua melangkah mendekati rumah itu. Gerbang yang terbuka dengan lebar sedikit membuat mereka heran tapi mereka tidak perduli. Siwon melihat sebuah mobil yang sangat dikenalnya terparkir tepat di depan tangga beranda rumah itu.

“Bukannya itu mobil Young?” tanyanya.

“Ne, berarti Young oppa sudah sampai di sini. Ayo, cepat!” kata Tika seraya berlari masuk ke dalam rumah itu yang lagi-lagi pintunya terbuka.

“FANNY-YAAAAAAAAA ……!!!”

Tiba-tiba terdengar teriakan seorang namja menggema dengan keras di rumah itu. Siwon dan Tika saling bertatapan sepintas. Lalu tanpa aba-aba mereka berlari bersamaan menuju sumber teriakan itu. Sampai mereka melihat seorang yeoja yang berlari memasuki sebuah ruangan di bagian belakang rumah itu. Mereka mengikuti yeoja itu masuk ke dalam ruangan itu. Dan tentu saja mereka terperangah karna melihat Young memeluk seorang yeoja yang bersimbah darah. Sedangkan Seunggi di depannya tetap histeris mencoba memanggil nama yeoja itu. Yeoja yang diikuti Siwon dan Tika pun ikut menangis mencoba menyadarkan gadis yang ada dipelukan Young.

“Fanny-ya, irona! Jebal irona!” kata Seunggi. Dia lalu menoleh pada gadis di sampingnya.

“Eunjung, cepat panggil ambulans!!!” perintahnya sambil membentak. Gadis yang dipanggil dengan nama Eunjung itu mengangguk lalu segera berlari keluar dari ruangan itu melewati Tika dan Siwon. Tapi tatapan Siwon tidak lagi berada di sana. Dia sibuk menyapukan pandangannya mencari sebuah sosok yang sangat dikhawatirkannya. Sampai akhirnya matanya mendapatkan sosok itu terkulai lemas di sudut ruangan. Dia segera berlari menghampiri sosok itu.

Yoona. Itulah sosok yang dicarinya. Gadis itu terkulai lemas tak sadarkan diri di sudut ruangan. Wajahnya tampak pucat pasi dengan keringat dingin membasahi tubuhnya. Siwon segera berjongkok di samping tubuh mungil itu dan dia melihat baju Yoona yang telah robek di bagian dadanya. Siwon segera mengeluarkan jasnya dan menutup bagian tubuh Yoona dengan jasnya itu. Lalu dia mengangkat tubuh Yoona ke pangkuannya. Tika langsung menghampirinya..

“Yoong, irona! Yoong!” kata Tika yang juga sudah berada di sampingnya mencoba membangunkan Yoona. Namun tak di respon oleh tubuh itu. Siwon merasakan suhu tubuh Yoona yang sangat panas seakan membakar. Yoona demam tinggi. Siwon mencoba menekan amarahnya.

“Bagaimana keadaan Yoona?” tanya Young yang sejak tadi hanya terdiam. Bukan karna dia tidak perduli tapi karna dia merasa sangat syok dan hampir melupakan apa yang seharusnya dia lakukan.

“Tubuhnya sangat panas oppa!” jawab Tika khawatir.

Young berdiri sambil membopong Fanny.

“Ayo kita pergi dari sini!” ajak Yoong kemudian dengan mantap. Dia baru saja ingin melangkah keluar tapi Seunggi menahannya.

“Yaa, kau pikir kau mau kemana dengan membawa adikku?” bentak Seunggi.

“Minggir kau! Apa kau tidak lihat kalau dia terluka parah? Dia harus segera di bawa ke rumah sakit!” jawab Young tak kalah kerasnya.

“Ambulans sedang dalam perjalanan ke sini! Lepaskan dia!”

“Jika kau masih ingin menunggu ambulans datang, mungkin saja Fanny tak bisa selamat lagi. Jadi sebaiknya kau minggir dari hadapanku!” Young semakin marah dan langsung menerobos Seunggi dengan kasar. Siwon pun segera mengangkat tubuh Yoona dan membopongnya keluar dari tempat itu. Dia masih sempat melayangkan tatapan penuh kemarahan saat melewati Seunggi.

***

Entah berapa lama Yoona tak sadarkan diri. Saat dia mulai membuka matanya dia menyadari bahwa dia saat ini telah berada di sebuah ruangan yang bernuansa putih. Aroma obat tercium di ruangan itu. Dia mencoba menyapukan pandangannya ke ruangan itu dan didapatinya Young sedang berdiri di samping tempat tidurnya dengan raut wajah yang sangat cemas.

“Yoong, kau sudah sadar? Gwenchana?” tanya Young khawatir sambil menggenggam tangan Yoona.

Yoona masih merasakan pening di kepalanya. Tapi dia berusaha mengangguk.

“Kita ada di mana oppa?” tanyanya pelan.

“Kita ada di rumah sakit. Kau pingsan tadi dan suhu badanmu sangat tinggi. Jadi kau dibawa kesini. Mianhae Yoong. Karna aku, kau harus mengalami semua ini. jeongmal mianhae Yoong.” Ucap Young sambil menunduk penuh sesal. Tapi Yoona tahu itu bukan kesalahan kakaknya.

“Ani oppa. Kau tak perlu minta maaf karna ini bukan salahmu.” Yoona menggeleng dan menggenggam tangan Young dengan lembut.

“Kau sakit Yoong. Kau bahkan nyaris dinodai oleh namja itu dan itu semua karna aku. Karna dia dendam padaku. Aku bukan kakak yang baik Yoong. Aku yang mencelakaimu!” Young menatap Yoona dengan tatapan penuh sesal dan rasa bersalah. Mengingat tadi Yoona nyaris saja menjadi korban perkosaan, membuat hatinya terasa tercabik-cabik. Dan semua itu dialami Yoona hanya karna dirinya. Dua wanita yang berharga, yang dicintainya, terluka di saat yang bersamaan hanya karna dia. Hatinya benar-benar hancur mendapati kenyataan ini.

Yoona tahu saat ini kakaknya pasti semakin mencoba menyalahkan dirinya sendiri. Dia benar-benar bisa merasakan kegetiran yang dirasakan oleh kakaknya itu lewat pancaran matanya.

“Oppa, jangan menyalahkan dirimu hanya karna aku mengalami semua ini! Aku baik-baik saja oppa. Aku seperti ini bukan karna kesalahanmu!” Yoona menggenggam tangan Young dengan erat tapi tetap lembut. “Mungkin aku harus terbaring lemah di sini, tapi itu bukan karna dirimu oppa. Aku hanya sedang demam.”

“Tapi tadi kau nyaris diperkosa …”

“Nyaris oppa! Kalaupun jika itu terjadi, itu bukan kesalahanmu dan aku juga tak akan menyalahkanmu! Jadi berhentilah menyalahkan dirimu sendiri! Mungkin aku akan sangat sedih dan terluka kalau sampai itu terjadi. Tapi aku tetap tidak akan menyalahkanmu! Seunggi oppa mungkin tadi dibutakan oleh dendamnya padamu tapi itu karna dia salah paham. Aku tidak tahu apa alasanmu sampai meninggalkan Fanny eonni waktu itu dan aku juga tak ingin mencampurinya. Tapi aku tahu kau sangat mencintainya jadi tidak mungkin kau melakukan hal yang tidak senonoh padanya. Kau hanya perlu menjelaskannya pada Seunggi oppa agar dia tak salah paham lagi. aku tahu dia orang yang sangat baik. Dia sangat menyangi adiknya sehingga dia bisa berbuat nekat seperti ini. Tapi Fanny eonni menyelamatkanmu dan aku juga baik-baik saja. Jadi jangan menyalahkan dirimu apalagi sampai membenci dirimu sendiri!”

“Yoong …”

“Oppa, jebal! Aku tahu kau sangat menyayangiku dan tak ingin aku terluka. Tapi kalau kau sampai menyalahkan dirimu sendiri hanya karna sesuatu menimpaku, itu sama artinya kau juga menyakitiku, oppa! Karna aku juga akan menyalahkan diriku jika kau sampai bersedih hanya karna aku!”

Young menatap Yoona dengan mata yang berkaca-kaca. Dia tak pernah menyangka adiknya yang selalu bersikap manja padanya bisa begitu bijak menghadapi masalah seperti ini. meskipun dia hampir saja menjadi korban. Dia segera merendahkan tubuhnya dan memeluk Yoona dengan penuh rasa haru. Dia benar-benar sangat bersyukur memiliki adik seperti Yoona. Tuhan begitu baik padanya dan kalaupun Tuhan ingin menjemputnya sekarang, dia merasa sudah sangat siap karna dia merasa sudah sangat beruntung dan telah menerima limpahan anugerah yang tiada tara dari Tuhan.

Yoona membalas pelukan kakaknya sambil menepuk-nepuk punggung kekar itu dengan pelan. Mencoba menenangkan dan meyakinkan namja itu kalau dia baik-baik saja.

Setelah beberapa saat akhirnya Young melepaskan pelukan itu dan kembali berdiri tegak sambil menggenggam tangan Yoona dengan lembut.

“Aku akan menelfon omma dulu dan memberitahukan kalau kau ada di sini. Aku sangat mengkhawatirkanmu sampai-sampai aku lupa kalau belum memberitahu omma!”

“Andwae oppa!” cegah Yoona saat Young mulai memencet-mencet handphonenya. Young menatap Yoona heran.

“Wae?”

“Aku hanya tidak ingin membuat omma dan appa khawatir. Lagipula aku hanya demam. Aku hanya butuh istrahat. Jangan katakan pada mereka kalau aku ada di rumah sakit. Cukup katakan saja kalau aku akan menginap di apartemenmu selama beberapa hari. Aku baik-baik saja oppa. Mungkin hari ini aku harus menginap disini tapi aku yakin besok dokter akan langsung mengijinkanku pulang. Jadi jangan buat mereka khawatir dan jangan katakana apapun mengenai kejadian hari ini pada mereka! Kau tahu sendiri kan bagaimana repotnya jika omma tahu kita sakit?! Omma pasti akan memaksakan dokter agar melakukan berbagai macam test pada kita untuk meyakinkannya!” ujar Yoona. Young berpikir beberapa saat. Tapi akhirnya dia mengangguk menyadari apa yang dikatakan adiknya itu.

“Arasso, aku tidak akan mengatakan hal ini pada mereka. Aku akan menelfon hanya untuk memberitahu kalau kau bersamaku agar mereka tidak mencarimu! Sekarang istrahatlah. Aku akan menungguimu!” ujar Young seraya ingin duduk kembali di kursi yang terdapat di samping pembaringan Yoona.

“Apakah kau tidak ingin melihat Fanny eonni?” tanya Yoona hati-hati. Dan cukup membuat Young menghentikan niatnya untuk duduk. Dia juga sebenarnya sangat ingin melihat keadaan Fanny yang saat ini masih berada di ruang operasi. Luka tusukan itu terlalu dalam sehingga dokter memutuskan untuk mengoperasinya. Tapi dia juga tidak ingin meninggalkan adiknya sendirian.

“Apa dia baik-baik saja?” tanya Yoona lagi.

Young mendesah.

“Aku juga belum tahu Yoong. Saat ini dia masih sedang ditangani dokter. Luka tusukan itu dalam dan hampir menembus ususnya. Maka saat ini dia harus dioperasi.” Jawab Young murung.

“Omona! Oppa, kau harus berada di sana! Aku yakin kau juga saat ini sangat mengkhawatirkannya. Jadi pergilah!”

“Ani. Aku tak bisa meninggalkanmu! Kau juga sedang sakit dan aku sebagai kakakmu bertanggung jawab untuk menjagamu! Aku meminta Tika untuk menemani Seunggi di sana. Jadi jika ada sesuatu yang terjadi, Tika pasti akan langsung menghubungiku.”

“Seharusnya kau menyuruh Tika untuk menungguiku saja. Pergilah oppa! Kau tidak perlu mengkhawatirkan aku. Aku akan baik-baik saja. Saat ini Fanny eonni lebih membutuhkanmu daripada aku dan aku tahu kau juga tidak tenang berada di sini sedangkan wanita yang kau cintai sedang dioperasi.”

“Yoong, tapi …”

“Oppa, kau tahu kan kalau kau tak akan pernah menang jika berdebat denganku? Jadi pergilah! Aku ingin tidur dan perlu ketenangan. Jadi kau boleh pergi!” Kata Yoona meski dengan suara yang sedikit lirih tapi nadanya sangat tegas sehingga membuat Young tersenyum.

“Baiklah, aku memang tidak pernah bisa menang darimu! Aku akan melihat keadaan Fanny dank au beristrahatlah. Aku akan meminta Siwon untuk menjagamu! Jadi jika kau perlu apa-apa, ada orang di sampingmu!”

Yoona sedikit tertegun saat mendengar Young menyebut nama Siwon.

“Siwon-ssi? Andwae oppa! Tidak perlu! Jika aku perlu sesuatu aku haya akan memanggil suster. Jadi kau tidak perlu memintanya datang kesini untuk menjagaku!” cegah Yoona. Tapi Young malah tersenyum.

“Aku tidak perlu memintanya datang karna dia memang sudah ada di sini.”

“Mwo? Siwon-ssi ada di sini?” tanya Yoona memastikan.

“O. Bahkan dia yang membawamu kesini. Dia sangat mengkhawatirkanmu dan saat ini dia sedang menunggu di luar.” Jawab Young tersenyum tapi membuat Yoona makin terbelalak.

“Mwo? Dia di luar?” Young mengangguk.

“Aku akan menyuruhnya masuk. Jadi aku tenang karna ada yang menjagamu. Sekarang istirahatlah!” kata Young lalu mengecup kening Yoona dengan lembut.

“Aku pergi dulu!” ucapnya lagi lalu beranjak keluar dari ruang rawat Yoona tanpa mau mendengar perkataan apapun dari Yoona lagi.

“Masuklah! Aku ingin melihat keadaan Fanny dulu. Tolong jaga dia! Aku percayakan adikku padamu!” kata Young saat menemui Siwon yang sedang berdiri di depan ruangan Yoona.

“Kau tenang saja. Tanpa kau minta pun aku pasti akan menjaganya!” jawab Siwon mantap. Young tersenyum mendengar jawaban Siwon itu. Siwon seperti terang-terangan menunjukkan bahwa dia menyukai Yoona dan akan melindungi adiknya itu.

“Arasso. Aku pergi dulu!” ucap Young lalu pergi. Sepeninggal Young, Siwon pun masuk ke ruang rawat Yoona dan mendapat sambutan tatapan Yoona yang tak bisa dia artikan.

“Kau sudah sadar?” tanya Siwon saat berada di sisi pembaringan Yoona.

“Kenapa kau ada di sini?” bukannya menjawab pertanyaan, Yoona malah balik bertanya. Siwon tersenyum.

“Aku yang membawamu ke sini. Apa kau baik-baik saja?”

“Kenapa bisa kau yang membawaku kesini?” Lagi-lagi Yoona mengabaikan pertanyaan Siwon dan malah bertanya dengan nada yang sedikit ketus.

“Lalu apa yang harus aku lakukan saat aku melihatmu di sana terbaring tak sadarkan diri dengan tubuh yang sangat panas dan pakaian terkoyak? Apa kau ingin aku tetap membiarkanmu di sana?” Siwon sedikit kesal karna mendapati sikap Yoona yang ketus padanya seperti saat mereka pertama bertemu. Padahal beberapa hari lalu dia yakin hubungannya dengan Yoona mulai membaik, apalagi mengingat saat mereka berciuman di tempat parkir waktu itu. Ciuman yang membuat Siwon serasa gila karna akhirnya Yoona tanpa paksaan menyambut dan membalas ciuman itu. Tapi kenapa sikap Yoona saat ini malah kembali ketus?

“Kenapa kau bisa ada disana?” tanya Yoona lagi.

“Karna aku mencarimu dan akhirnya menemukanmu di sana!”

“Kenapa kau mencariku?”

“Yak, Im Yoona …!!!” Siwon kesal dihujani dengan pertanyaan-pertanyaan ketus itu. Tapi karna melihat Yoona yang terbaring di bangsal, dia mencoba mengendalikan dirinya. Yoona sedang sakit. Dia tak boleh terbawa emosi saat berbicara dengan Yoona. Siwon mendesah.

“Tika menelfonku untuk menjemputmu. Tapi sesampai di kampus, Tika malah mengajakku untuk mencarimu karna dia khawatir kau pergi dengan namja itu. Dan saat itu aku juga sangat khawatir karna Tika mengatakan padaku kalau kau sedang demam dan memaksakan diri untuk ikut dengan namja itu. Sampai akhirnya kami bisa menemukan lokasimu dan aku mendapati dirimu tak sadarkan diri di ruangan pengap itu dengan pakaian yang terkoyak, terluka dan demam. Aku mencemaskanmu. Jadi aku membawamu ke sini. Apa itu suatu masalah? Lalu aku harus membawamu kemana kalau bukan ke rumah sakit?” lanjut Siwon. Tapi dia berusaha berbicara selembut mungkin.

Yoona menatap namja di depannya itu dengan perasaan yang bahkan tak bisa dimengerti oleh dirinya sendiri.

“Gomawo karna kau menolongku. Tapi yang aku tidak mengerti, kenapa kau mau saja saat Tika menelfonmu untuk menjemputku? Kenapa kau mencariku? Kenapa kau mengkhawatirkanku? Kenapa kau …. Mmmp …mppppppph…” Yoona membelalakkan matanya. Dia tak bisa melanjutkan kalimatnya. Mulutnya terkunci. Ya, mulutnya terkunci karna dengan tiba-tiba Siwon mengunci mulutnya dengan bibir namja itu. Kisseu …??? Again …???

Siwon tidak tahan lagi mendengar pertanyaan-pertanyaan Yoona yang seakan menyudutkannya untuk mengungkapkan perasaannya. Maka Siwon memutuskan untuk melakukan hal ini. Tanpa bisa mengendalikan dirinya lagi, dia langsung melumat bibir Yoona dengan lembut. Mencoba menjawab dan menjelaskan atas pertanyaan Yoona melalui ciumannya. Dia bukan namja yang pintar mengungkapkan perasaannya apalagi di depan orang itu sendiri. Tindakannya adalah bentuk penjelasannya. Dia mencium Yoona selain karna dia tidak tahan Yoona menghujaninya dengan pertanyaan-pertanyaan itu, dia juga sangat merindukan Yoona. Dia juga tidak tahu kenapa dia bisa merasa seperti ini pada Yoona. Padahal sebelum ini banyak yeoja yang mencoba menarik perhatiannya, tapi dia tidak tertarik. Tapi Yoona … Yoona seperti magnet yang mampu menahannya dan membuatnya selalu tak ingin berpisah dengan yeoja itu. Selalu merindukan yeoja itu seperti orang gila. Selalu ingin merengkuh Yoona dalam pelukannya dan menyentuh Yoona untuk menunjukkan perasaannya.

Yoona bingung dan tak tahu harus berbuat apa. Dia terkejut mendapati dirinya di cium dengan tiba-tiba lagi oleh Siwon. Dia ingin melawan tapi tubuhnya sangat lemah untuk mendorong tubuh kekar Siwon. Sedangkan ciuman namja itu semakin dalam melumat bibirnya, tapi tidak menuntut. Tetap lembut dan begitu ahli. Membuat jantung Yoona seakan berhenti dan akan meledak saat itu juga.

“Bogosiphoso, Yoong!” ucap Siwon saat melepaskan ciuman itu. Tapi dahinya masih menempel di dahi Yoona. Yoona bisa merasakan hembusan nafas hangat Siwon di permukaan wajahnya. Dia memejamkan matanya selama beberapa saat lalu mendorong tubuh Siwon agar menjauh. Dia lalu menatap Siwon sinis. Tapi dia tidak punya tenaga untuk berdebat lagi. yoona menghembuskan nafasnya dengan susah payah. Mencoba menahan emosinya. Yoona merasa Siwon benar-benar kelewatan karna sering menciumnya dengan tiba-tiba dan semaunya sendiri. Dan tadi namja itu bilang merindukannya? Merindukannya karna apa? Karna ingin menciumnya? Yoona masih belum bisa melupakan bagaimana cara Siwon memandangnya seperti gadis gampangan bahkan namja itu dengan terang-terangan mengatakannya. Jika tubuhnya tidak terasa lemah dan sakit, mungkin dia sudah mendaprat namja itu habis-habisan. Mungkin namja itu mulai bersikap sedikit baik dan dia sempat tergoda saat insiden di parkiran beberapa waktu lalu, tapi jika Yoona mengingat Siwon pernah menganggapnya seperti gadis murahan, maka Yoona ingin menghujat namja itu habis-habisan.

“Young, gwenchana?” tanya Siwon lembut.

“Aku lelah. Aku ingin tidur.” Jawab Yoona ketus.

“Arasso, kau memang harus istrahat.” Siwon tersenyum lalu menarik selimut Yoona hingga ke dada Yoona.

“Dan aku ingin sendirian! Jadi kau tak perlu repot-repot berada di sini untuk menjagaku!” kata Yoona lagi saat melihat Siwon melangkah menuju sofa yang terdapat di salah satu sisi ruangan itu.

Mendengar kalimat itu, sontak saja Siwon kembali menatap Yoona heran.

“Yoong, aku tidak mengerti kenapa kau kembali bersikap ketus padaku dan saat ini aku juga tak ingin membahasnya. Tapi, Young sudah memintaku untuk menjagamu meski tanpa dia minta pun aku tetap akan melakukannya. Jadi, jangan harap kau bisa mengusirku dari sini. Aku akan berada di sini, di dekatmu, menjagamu sehingga aku tidak perlu mengkhawatirkanmu dan menahan emosiku untuk menghajar namja yang hampir saja menodaimu. Sekarang kau tidurlah dan aku berjanji tidak akan mengeluarkan suara yang dapat mengusik tidurmu!” kata Siwon tak kalah ketus. Dia lalu merebahkan tubuhnya di sofa itu, meraih majalah yang terletak di atas meja dan membacanya meski tak berminat.

Yoona mendesah. Tapi dia akhirnya membalikkan tubuhnya membelakangi Siwon dan mencoba memejamkan matanya.

“Apa namja itu benar-benar menyukaiku? Bahkan meski dia menganggapku seperti gadis gampangan?” batin Yoona bertanya-tanya.

***

Setelah 5 jam, akhirnya pintu ruangan operasi itu terbuka dan satu tim dokter keluar dan Yesung termasuk di dalam tim dokter bedah itu.

Seunggi, Young dan Tika langsung menghampiri dokter itu tak sabar ingin mengetahui keadaan pasien yang baru saja selesai mereka tangani.

“Dokter, bagaimana keadaan adikku?” tanya Seunggi pada ketua tim dokter itu. Wajahnya masih dipenuhi dengan kecemasan. Dokter itu tersenyum.

“Dia baik-baik saja. Sebentar lagi dia akan dipindahkan ke ruang rawat. Jadi kalian tidak perlu khawatir.” Jawab dokter itu. Suara hembusan nafas lega terdengar lirih.

“Terima kasih dokter!” ucap Seunggi penuh syukur. Dokter itu tersenyum dan mengangguk. Lalu tim dokter itu pamit pergi. Hanya Yesung yang masih tinggal. Tika, tunangannya segera menghampiri.

“Kau belum pulang chagi?” tanya Yesung saat Tika berada di sampingnya.

“Ne oppa. Aku menunggumu. Aku juga ingin tahu keadaan yeoja itu. Bagaimana keadaan yeoja itu? Apa dia baik-baik saja?” tanya Tika.

“Dia baik-baik saja dan saat ini sudah sadar.” Jawab Yesung tersenyum. Dia lalu mengalihkan pandangannya pada Young yang berdiri menunduk sambil bersandar di dinding. Saat ini yang justru lebih di khawatirkannya adalah Young.

“Young, kau baik-baik saja?” tanyanya khawatir. Young mengangguk pelan.

“Ne, aku baik-baik saja hyung!” jawab Young lirih.

“Kau juga perlu istirahat. Jangan terlalu membebani fisik dan batinmu!” kata Yesung tegas. Tika merasa sedikit aneh dengan ucapan Yesung pada Young itu.

***

Seunggi duduk di sisi pembaringan Fanny sambil mengenggam tangan adiknya itu dengan sayang.

“Fanny-ya, jeongmal mianhae. Aku telah membuatmu terluka seperti ini!” sesal Seunggi dengan air mata yang menetes di pipinya. Meski Fanny hanya saudara tirinya, tapi dia sangat menyayangi Fanny.

“Ani oppa. Aku yang seharusnya minta maaf. Karna melihatku sedih dan terluka, oppa menyimpan dendam seperti ini. aku yang seharusnya minta maaf karna membuat oppa salah paham. Aku memang marah, benci dan sakit karna Young oppa memutuskanku. Aku juga bahkan ingin membalas dendam padanya, menghancurkannya karna menyakiti hatiku. Tapi sebenarnya Young oppa … dia bukanlah orang yang memperkosaku.” Ujar Fanny. Seunggi terkejut mendengar hal itu. Jadi dia salah paham?

“Mwo? Young … bukan dia pelakunya?” Fanny mengangguk.

“Ne oppa. Malam itu Young oppa memutuskanku. Tapi bukan dia yang memperkosaku. Aku hanya sakit hati padanya dan mulai menyalahkannya. Aku tak menyangka hal itu bisa membuatmu salah paham dan melakukan semua ini demi aku. Mianhae oppa. Jeongmal mianhaeyo!”

“Fanny-ya …”

“Aku menyalahkan Young oppa, aku membencinya. Aku selama ini mungkin terpuruk itu karna aku masih belum bisa menyingkirkan perasaanku padanya. Aku memang hancur karna aku diperkosa tapi aku merasa seperti ingin mati itu bukan karna hal itu. Tapi karna aku merasa tak bisa hidup tanpa Young oppa. Tapi kau membuatku bertahan oppa. Cinta dan kasih sayangmu padaku membuatku ingin bangkit dan melawan rasa itu. Meskipun aku harus hidup terkurung seumur hidup setidaknya aku bisa hidup dengan seorang kakak yang sangat menyayangiku. Setidaknya aku merasa bahwa aku masih dibutuhkan dan dicintai oleh seorang kakak sepertimu. Tapi saat melihatmu tadi menyeret Yoona, adiknya ke gudang, bayangan saat aku diperkosa kembali menghantuiku. Rasa bersalah ikut menghantuiku karna gara-gara aku, kau dibutakan oleh dendammu pada orang yang salah. Mungkin aku ingin melihat Young oppa hancur dan merasakan sakit, tapi tidak dengan cara mengorbankan adiknya seperti itu. Mengalami apa yang pernah kualami. Aku ingin menyelamatkannya sekaligus menyelamatkanmu dari dosa itu. Dan kemudian Young oppa masuk. Kebencian juga ikut merasuk sehingga membuatku terdiam. Tapi … tapi saat kau ingin menusuk Young oppa … aku merasa tidak sanggup oppa. Ternyata … ternyata … ternyata rasa cintaku padanya lebih besar dari rasa benci itu. Mianhae oppa. Mianhae karna aku telah membebanimu seperti ini … mianhae …” ucap Fanny panjang lebar sambil terisak.

Penjelasan itu benar-benar mencengangkan Seunggi. Dia … dia hampir saja berbuat sesuatu yang salah pada orang yang salah. Dia hampir saja melukai seorang gadis yang tak bersalah dan juga hampir saja menciptakan seorang kakak yang akan menjadi seperti dia. Dipenuhi dendam karna tak sanggup melihat adiknya terluka. Seunggi menunduk penuh sesal.

“Ya Tuhan … apa yang telah aku lakukan?” sesalnya.

Tanpa mereka sadari Young dan Yesung ikut mendengarkan percakapan itu dari balik pintu. Young merasa hatinya semakin sakit. Ternyata malam di saat dia memutuskan mengakhiri hubungannya dengan Fanny, yeoja itu menjadi korban pemerkosaan. Yeoja yang sangat dicintainya.

Yesung menatap sahabatnya itu. Dia menepuk pundak Young untuk sedikit menenangkannya.

“Aku yang salah hyung. Aku begitu beruntung di kelilingi oleh orang-orang yang mencintaiku. Tapi tanpa sadar aku lah yang membuat mereka terluka.” Kata Young lirih.

“Young, jangan menyalahkan dirimu! Itu bukanlah salahmu!”

“Ani hyung. Semua ini salahku. Fanny diperkosa itu mungkin karna aku meninggalkannya sendirian di taman saat tengah malam itu. Fanny yang terluka itu juga karna aku. Seunggi yang dipenuhi hasrat untuk balas dendam, itu karna aku. Yoong yang nyaris menjadi korban, itu juga karna aku. Dan Fanny yang tertusuk pisau itu juga karna dia menyelamatkanku dan itu salahku. Aku yang bersalah hyung! Aku bersalah atas semua ini!” Young merasa kakinya tak mampu lagi bertumpu dengan tegak sehingga dia duduk dengan lemas di lantai rumah sakit itu.

Yesung merasa sangat kasihan pada sahabatnya itu.

“Young jangan membebani fisik dan batinmu seperti ini! Kau juga harus menjaga kondisimu!” tegurnya khawatir. Tapi Young tidak perduli.

“Aku meninggalkannya untuk membuatnya tetap hidup dengan tenang tanpa beban dan jauh dari kesedihan. Tapi kenapa dia justru hidup seperti ini? Kenapa aku justru membuat hidupnya hancur? Tapi kenapa dia hidup seperti seakan mati karna tenggelam dalam kesedihannya? Apa tindakanku salah? Hyung, apa aku telah salah? Kenapa aku selalu membuat kesalahan?” tanya Young sambil mengusap rambutnya dengan frustasi.

Yesung mendesah. Mungkin Young mengambil keputusan yang salah saat mengakhiri hubungannya dengan Fanny. Meskipun karna alasan yang sangat kuat tapi kenyataannya hasil dari akhir hubungan itu mengakibatkan mereka berdua sakit dan terluka. Meski tak pernah mengeluh, tapi Yesung tahu Young sangat terluka. Young selalu menunjukkan pada semua orang bahwa dia bahagia, tapi sebenarnya hati namja itu sakit. Dia tahu Young sangat mencintai Fanny dan memutuskan Fanny karna tidak ingin Fanny bersedih. Dan sampai saat ini yang tahu alasan Young itu, baru dia dan mungkin hanya dia. Saat ini yang bisa Yesung lakukan adalah tetap berada di sisi sahabatnya itu. Mencoba memberi sedikit ketenangan agar sahabatnya tidak terlalu membebani diri.

***

Yoona bergerak merasa tidak nyaman dengan posisi tidurnya yang sejak tadi menyamping dan menghadap satu sisi. Ruangan itu membuatnya sesak apalagi aroma obat tercium jelas di hidungnya. Selang infuse yang terpasang di tangannya pun sangat mengusiknya. Dia melirik Siwon yang berbaring di sofa. Perlahan Yoona bangun dan berdiri. Dia menghampiri Siwon. Dapat di dengarnya suara nafas Siwon yang teratur. Namja itu sedang tidur. Yoona melepaskan selang infuse dengan sedikit meringis perih akibat terlepasnya selang itu. Dengan pelan dia melangkah ke pintu dan membukanya. Dia keluar dan kembali menutup pintu dengan sama pelannya. Dia tak ingin membuat Siwon terbangun. Sambil mengeratkan sweaternya dia mulai berjalan menjauhi kamarnya. Naik ke lantai atas.

~ ~ ~

Siwon terjaga dari tidurnya dan menyapukan pandangannya. Tiba-tiba dia terlonjak dan langsung bangun dengan sekali gerakan saat melihat tiang infuse Yoona di tengah ruangan dengan selang infuse yang menjuntai ke lantai. Sontak saja Siwon mencari Yoona. Tapi yeoja itu tidak ada di ruangan itu. Maka dia pun keluar.

“Suster, apa anda melihat pasien yang di rawat di kamar nomor 307 keluar?” tanya Siwon saat melewati meja perawat yang terletak di dekat ruang rawat Yoona.

“Tadi dia sepertinya masuk lift dan sepertinya ke lantai atas. Tapi tepatnya lantai berapa, saya tidak tahu.” Jawab suster itu.

“Benarkah? Ahh, kamsahabnida!” ucap Siwon. Lalu dia segera masuk ke lift. Dia pun mencari Yoona di setiap lantai. Tapi bahkan sampai ke lantai 7, Yoona tidak ditemukan. Maka dia memutuskan untuk naik lagi hingga ke lantai 8 yang merupakan lantai paling atas dari rumah sakit itu dan mencari Yoona hingga ke sudut ruangan. Sampai akhirnya dia menemukan Yoona sedang berdiri di rooftop dari rumah sakit itu sambil berpegangan dip agar besi. Mengarahkan pandangannya ke kerlap-kerlip lampu kota Seoul yang sangat padat dan terlihat indah itu.

“Apa yang kau lakukan di sini?” tanya Siwon.

Mendengar suara maskulin itu membuat Yoona sedikit terkejut. Ternyata namja itu terbangun dan mencarinya. Mencarinya? Apa namja itu memang mencarinya?

Sedetik kemudian dia menoleh. Lalu berjalan menghampiri Siwon. Mungkin sudah saatnya dia kembali ke kamarnya.

“Aku hanya ingin mencari udara seggar!” jawab Yoona santai. Dia ingin berjalan melewati Siwon, tapi namja itu malah mencekal tangannya.

“Kenapa kau melepaskan infusmu?” tanya Siwon ketus sambil melihat punggung tangan kanan Yoona yang tadi terpasang infuse.

“Karna aku merasa terganggu. Jadi aku melepasnya.”

“Kau sakit, kenapa kau malah berjalan-jalan tengah malam yang dingin tanpa membangunkanku?”

“Kenapa aku harus membangunkanmu? Aku bahkan tidak menginginkanmu berada di dalam kamar rawatku. Sekarang lepaskan tanganku!”

Bukannya melepas, Siwon malah makin menggenggamnya dengan erat.

“Waegure? Kenapa kau tiba-tiba berubah menjadi seperti ini?” tanya Siwon sedikit kesal dengan perubahan sikap Yoona.

“Berubah? Apanya yang berubah? Bukannya aku memang seperti ini?” tanya Yoona sinis.

“Yaak, apa kau sengaja memancing amarahku? Apa kau sengaja ingin membuatku marah dengan cara membuatku khawatir dan bersikap ketus seperti ini lagi?”

“Mwo?” Yoona mendesah kesal. “Yaa, Choi Siwon-ssi, aku rasa kau terlalu berusaha masuk ke dalam area pribadiku. Kita tak ada dalam ikatan apapun, kenapa kau harus mengkhawatirkanku? Aku juga tidak mengerti kenapa kau selalu bersikap seenaknya padaku. Menciumku sembarangan dan sekarang bersikap protektif bahkan lebih dari keluargaku! Aku mulai muak dengan sikapmu ini. Apa kau pikir kau tidak keterlaluan?” Yoona menepiskan tangan Siwon dengan kesal.

“Menciummu sembarangan? Muak? Apa aku terkesan seperti itu? Bukankah tempo hari kau sudah membuka dirimu padaku? Kau membalas ciuman itu bahkan memberi respon saat kita berciuman di parkiran. Apa kau lupa?” Siwon pun mulai kesal. Dia menatap Yoona dengan tatapan yang menyala-nyala.

Yoona tersenyum kecut dan kembali menatap Siwon sinis. Meski begitu wajahnya ikut merah padam antara malu dan marah.

“Ciuman itu? Jika kau menganggap aku membuka diri untukmu kau salah besar Choi Siwon-ssi. Aku masih belum bisa melupakan saat kau mengucapkan bahwa aku gadis gampangan. Kau mengatakan kau menginginkanku tapi di saat yang sama kau tetap menyatakan aku bukan gadis baik-baik. Aku juga tidak menyangka kau begitu menginginkanku, gadis yang kau sebut gampangan ini! mungkin di parkiran waktu itu aku merespon ciumanmu tapi itu bukan berarti aku mengijinkanmu masuk lebih dalam ke hidupku. Aku saat itu sedang ketakutan karna nyaris di tabrak. Dan aku juga tidak sadar saat berciuman denganmu. Tapi itu sama sekali tidak berarti untukku. Ciumanmu dan dirimu tak ada artinya untukku. Jadi jangan mencoba mendesak untuk masuk ke dalam kehidupanku. Karna aku akan mendorongmu dan menyingkirkanmu sekuat tenaga.”

Siwon menatap Yoona makin lekat. Seandainya jika Yoona mengenal Siwon lebih dalam, dia seharusnya tahu dia harus berhenti saat mendapat tatapan seperti itu dari Siwon.

Yoona lagi-lagi tersenyum kecut dan hendak berjalan meninggalkan Siwon tapi baru beberapa langkah saja, namja itu kembali menariknya dan kali ini lebih kuat. Sehingga Yoona tersandar di pelukan namja itu.

“Coba saja kalau kau bisa Im Yoona-ssi! Kau belum tahu, jika aku sudah menginginkan sesuatu, aku pasti akan berusaha sekuat tenaga untuk meraihnya. Apalagi jika itu benar-benar sudah dalam genggamanku, aku takkan pernah melepaskannya dengan mudah! Dan saat ini aku sangat menginginkanmu dan kau telah ada dalam genggamanku. Maka jangan berpikir kau akan mudah lepas dariku apalagi bisa menyingkirkanku!” ucap Siwon dengan tegas lalu dengan satu tangannya dia mendorong leher Yoona dari belakang sehingga sedetik kemudian bibirnya melumat bibir Yoona dengan begitu ahli. Melampiaskan kemarahan, cinta dan kerinduan yang selalu hadir saat dia di dekat Yoona.

***

To Be Continued

 

Author said : Segini aja dulu yaw? Puas nggak puas, di puas-puasin aja yaw readersku ^^. Aku juga nggak bisa janji kalau aku bisa post next chapter secepatnya karna kerjaanku lagi banyak-banyaknya dan tak bisa aku abaikan. Tapi aku akan tetap menyempatkan diri. Karna ff ini juga adalah tanggung jawab tersendiri untukku. So, jangan pelit untuk ngasih RCL’y. Jangan jadi SIDERS apalagi PLAGIAT. Aku mohon berikanlah komentar yang kreatif dan imajinatif untuk membangun semangatku dan mungkin memberikan inspirasi padaku. Mian juga kalau ff ini makin nggak menarik dan membuat kalian bosan menunggu. Typonya juga di maklumin aja. Aku mohon sekali lagi jebal berikanlah komentar kalian. Suka ngak suka, karna kalian sudah mampir buat baca jadi harus RCL. Kalau nggak di saat aku bikin chap yang di pw, aku nggak akan ngasih pw’y ke SIDERs. Hargailah karyaku meski nggak menarik karna aku juga selalu menghargai kalian dan berusaha menyajikan yang terbaik untuk kalian, ok!!! ^^ Kamsahabnida #nebar kiss bareng Siwon oppa *,^

 

Buat Echa, gomawo udah mau di repotin lagi buat publish ff ini. #hug ^^ (sama2 #hugback🙂 )

 

Yg ingin lebih kenal aku bisa langsung add akun fb-ku : Tika Sheila EverlastingFriend atau akun twitterku @SangRa_ELF … Annyong ^^

Tinggalkan komentar

259 Komentar

  1. anggre debora

     /  Maret 8, 2015

    Yoona eonni harus lebih peka sama perasaan siwon oppa .kasian siwonpa nya

    Balas
  2. Susi

     /  April 11, 2015

    Astataga siwon masih aja nyium-nyium sembarangan kaya gitu,, tapi mungkn itulah cara seorang choi siwon untuk mengungkapkan perasaan dan cintanya pada yoona..😊 Seunggie makanya jadi manusia jangan terlalu egois tanya dulu yang benner jangan main bales dendam aja,,, pake nyentuh-nyentuh yoona segala lgi.. 😡

    Balas
  3. Hm,, full kiss of yoonwon🙌
    Moga kedepannya makin bnyak moment manis yoonwon,,
    Next chap thoorr 😉

    Balas
  4. Daebbk thor … O’y author readers atau siapapun ada yg tahu gk password LIY chap. 6 & 10 … Soalx author Tika dihbungin gk bsa, mz ug’ gk diblez … Please klo ada yg tahu ksih tahu yea😦

    Balas
  5. YoonaChoi

     /  Agustus 28, 2015

    Siwon kayanya doyan bgt nyium nyium yoona, ayolah siwon katakan perasaanmu yg sbenernya sama yoona, biar cpt jadian

    Balas
  6. marsiah

     /  Oktober 16, 2015

    Yoona polos apa begosi ko gak pekak banget sama tindakan siwon oppa yang terang2an menunjukan ketertarikan melaluin sekinsif yang dilakukan siwon oppa dan siwon oppa juga tingal bilan ” yoona saranghae ” aja susanya minta ampun.
    Young oppa yang sabar ya dan jangan menyalakan diri sendiri atas kejadian yang menimpa tifany dan kejadian sama yoona karna kesalapahaman dan denda.

    Balas
  7. ambar.syw

     /  November 4, 2015

    Hiks, hiks.. dikarenakan baca ffnya jm segini jadi gk bisa minta pw yg chap 6 ke eonnie secepatnya ㅠㅠㅠ dan krna gk tahan, trpaksa lngsung di chap 7 aja dah. tpi penasaran banget sama yg di chap 6 nya ㅜㅠ apalagi sama kjadian yg menimpa yoona unnie. omg~ dia hampir diperkosa??? dan Fany unnie.. trnyata dia.. ya ampun kasihan banget ㅠㅠㅠㅜ bdw anywau busway~~ yoonwon kapan akurnya, bertengkar mulu deh!!

    Balas
  8. Nhiina

     /  November 5, 2015

    omg! momentx sweet bget !
    yoonwon jjang ! makin kesini makin seru critanya .
    gara² kesalah pahaman seunggi, fany eonn jadi korbannya .
    semoga seunggj bisa sdar dan minta maaf sama yoong eonn dan young oppa

    Balas
  9. Nur Khayati

     /  November 24, 2015

    Syukurlah gk sampai trjadi hal yg serius sama Tiffany & kesalah pahaman yg d miliki Seunggi dpt cahaya terang stlh Fany ngejelasin yg sebenar.a tntang Y0ung.,

    Siw0n makin nunjukin perasaan.a secara terang-terangan ke Y00na,, tp Y00na.a jg masih nyangkal perasaan.a & nganggap ciuman d parkiran dulu gk berarti apa2😦

    Fighting buat Siw0n aja dh kalau gtu -_-

    Balas
  10. arum

     /  Desember 29, 2015

    Wow ceritanya keren, bagus dan semakin menarik untuk dibaca

    Balas
  11. Deery00ng

     /  Januari 7, 2016

    Kangen bgt ma ni ff jadi baca lagi . .
    Gak tau knapa bisa suka bgt ma karakter wonpPa dsini hehe

    Balas
  12. nhia

     /  Januari 19, 2016

    Yoona masih keras kepala aj gak tau apa siwon dahh cinta mati gak bisa kemana mana lagi mentok di hati yoona, oh kesian sekali siwon semoga yoona cepaet ngebuka hati buat siwon

    Balas
  13. diah fibri

     /  Februari 2, 2016

    di chapter ini sedikit2 udh mulai jelas kyknya namja yg sakit itu si young dech trs dia mutusin fanny krn penyakitnya, itu br kesimpulanku aja sich … tp hubungan yoona sm siwon msh tarik ulur nich … ff karya tika yg udh pernah aku baca pokoknya sll the best dech, jd keep fighting trs ya tika utk karya2 selanjutnya …..
    HWAITIING….. !!!!!

    Balas
  14. Waa kenapa wonppa nggak jujur ajaa sih kalo sebenernya wonppa itu suka amaa yoongie,, hihh makin seru ajaa

    Balas
  15. YoongNna

     /  Februari 8, 2016

    Kshan juga nasib cintanya fanny dan young pdhal mreka saling mencintai tp young mutusin aja dan bhkan fany diperkosa..
    Untng yoona bsa slamat dri seunggi kalau smpe terjdi sesuatu mungkn young jg yg akn slalau mrsa berslah…
    Aduuuh greget niii ma hubgngan yoona ma siwon msh aja agak memnas kapn niii berdamainya

    Balas
  16. yhanies_Nited

     /  Februari 13, 2016

    Wonppa bawaanya nyosor mulu ke unnie kayak bebek😉
    yoong unnie yang nggak peka apa emang gengsi ngakuin kalo dy juga suka , , , padahal kodenya wonppa udah level max tuh😀

    Balas
  17. Amirah ELF

     /  Februari 14, 2016

    makinnn kerennnnnnnnnnnn huwwwwwaaaaaaaaahh

    Balas
  18. Anggita

     /  April 29, 2016

    Siwon oppa main cium cium aja..

    Balas
  19. sebenarnya kesal jyga sama siwon. nganggap yoona cwek gmpangn aja. sesuka hati cium yoona. yoona yg sbar yahhhh

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: