[FF] Unpredictable love (Part 5)

[FF] Unpredictable love (part 5)

Cast     : Im yoona

Choi siwon

Kwon yuri

Lee min ho

Tiffany hwang

Park min young

Choi sulli

Ariel lin

Author : vipventy (@vipventy)

Genre  : romance,drama,comedy

Halooo readers… ada yang nungguin FF ini ga??

Mianhae kalo readers ga puas sama jalan cerita dari FF ini, karena hanya ini ide aku T_T

Yaudah deh langsung baca aja ya

Happy Reading ^^

Terdengar riuh tepuk tangan orang-orang yang rupanya menonton siwon dan yoona sejak tadi. Mereka semua tersenyum bahagia melihat kebahagiaan pasangan itu.

Siwon memeluk yoona dengan erat,dia mencium puncak kepala yoona dengan sayang. “gomawo”ucapnya

Yoona membalas pelukan siwon dengan senyum lebar di wajahnya.

“nona im?”panggil siwon pelan

“hmmm”jawab yoona masih di pelukan siwon

“saranghae”lirih siwon. Hening diantara mereka berdua, hati yoona berdebar mendengar pernyataan cinta siwon barusan.

“hei, jawab aku”kata siwon tak sabar ketika yoona hanya diam

“na…..”ucapan yoona tak dapat diselesaikannya karena ada suara yang memanggil namanya. Suara yang terdengar familiar baginya, suara yang selalu ada di dalam hari-harinya beberapa tahun yang lalu

Min ho  pov

Hatiku sungguh sakit melihat pertunjukkan di hadapanku saat ini. Tidak akan kubiarkan mereka hidup bahagia bersama, ‘jika aku tidak bisa memilikinya, maka dia juga tidak bisa memilikinya’

“yoong”panggilku. Dia langsung melepaskan pelukannya dengan pria itu dan menatapku kaget.

“op..oppa”gagapnya

“ne..ini aku. Mantan namjachingu-mu”kataku menekankan kata-kataku

Terlihat ekspresi pria itu berubah, wajahnya mengeras seperti menahan amarah

“ah oppa sedang apa di paris?”tanya yoona yang mengalihkan perhatianku dari pria itu

“aku ada beberapa urusan disini. Kau sendiri sedang apa?”

“dia sedang berlibur denganku”pria itu yang menjawabnya

“oh begitu. Oh iya kita belum berkenalan, lee min ho imnida”

“choi siwon imnida. Sepertinya aku pernah melihatmu”pria itu tampak berpikir mungkin sedang mencoba untuk mengingatku

“ne.. kita pernah bertemu di kampusku beberapa tahun yang lalu, saat kau menarik yoona dari hadapanku”ketusku

“oh iya aku ingat kau. Namja yang mengajak yoona makan siang kan. Tidak kusangka ya kita bertemu lagi”kata-katanya terdengar sangat tak ramah bagiku

“oppa, aku rasa kami harus kembali ke hotel duluan. Sampai jumpa lagi”pamit yoona buru-buru, sepertinya dia bisa membaca situasi antara diriku dan choi siwon itu

“yoong…”panggilku. Tapi dia tidak berbalik dan terus berjalan walau kupastikan dia pasti mendengar suaraku.

Ahhh Im Yoona, hanya kau satu-satunya wanita yang selalu ingin kumiliki.

Yoona pov

Ah tidurku tidak nyenyak. Kejadian di menara Eiffel semalam terus-terusan berputar di otakku. Choi siwon, namja babo itu bagaimana bisa dia menyiapkan semua ini. Rasanya seperti mimpi dia melamarku di tempat seromantis itu dengan cara yang romantis juga.

‘saranghae’ucapnya

Kata-kata itu juga terus berputar di otakku. Dia mencintaiku! Ah akhirnya aku tahu cintaku dulu tidak bertepuk sebelah tangan

Tret—tret—tret—

Suara bel pintu membuyarkan lamunanku

“oppa”ucapku kaget ketika mengetahui min ho oppa-lah yang ada di hadapanku sekarang

“morning yoong”ucapnya seraya tersenyum. “apa aku mengganggumu? Mengapa aku tidak diijinkan masuk?”tanyanya lagi

“ah oppa silahkan”ucapku seraya mempersilahkannya masuk

“sudah 6 tahun ya kita tidak bertemu. Dan sekarang kita bertemu lagi di Negara orang”katanya memulai percakapan

“yah kurasa memang tidak ada alasan yang mengharuskan kita bertemu kan”

“ah kau benar”raut wajahnya berubah kecewa

Flashback

“yuri-ssi.. ada apa dengan yoona?”tanya min ho khawatir ketika melihat wanita pujaannya itu seperti tidak ada semangat hidup beberapa hari ini

“ah itu, siwon oppa kembali ke amerika seminggu yang lalu”

“siwon? Nugu?”

“pria yang membawa yoona di parkiran waktu itu”

“memang ada hubungan apa yoona dengan pria itu?”

“yoona menyukainya”yuri menutup mulutnya yang keceplosan bicara. “ah maksudku mereka… ah aku pergi dulu oppa”

Sejak saat itu, min ho semakin mendekati yoona. Berbagai cara dia lakukan agar yoona bisa kembali seperti dulu dan mau membuka hatinya untuknya.

Akhirnya saat itu tiba. Untuk kesekian kalinya min ho menyatakan cintanya pada yoona semenjak mereka menjadi dekat, tetapi berkali-kali itu juga yoona menolaknya. Tapi tidak untuk hari itu.

Mereka berdua duduk di kursi taman sambil menyesap coffee, menikmati daun-daun yang sedang berguguran musim itu.

“yoong, aku tau aku sudah sering mengatakan ini padamu tapi aku akan mengatakannya lagi. Saranghae..jeongmal saranghae”ucap min ho tulus

Yoona menitikkan air matanya, setelah menghapus air matanya dengan punggung tangannya dia menatap min ho dalam

“oppa, kau sudah tau jawabanku kan?”

“yoong aku mohon, ijinkan aku untuk menghapus jejaknya di pikiranmu”

“mungkin kau bisa menghapus jejaknya di pikiranku tapi tidak di hatiku oppa”lirih yoona sambil menenggelamnkan wajahnya di antara kedua tangannya

“aku akan terus berusaha yoong, aku akan terus berusaha hingga bisa menghapus jejaknya di hatimu”

Yoona kembali menatap min ho. “aku mohon”pinta min ho

“baiklah, bantu aku oppa menghilangkan jejaknya dari pikiran dan hatiku”ucap yoona akhirnya diiringi tangisnya yang langsung pecah setelah mengatakan itu

Min ho langsung membawa yoona ke dalam pelukannya, air matanya ikut jatuh. Akhirnya yoona bersedia menerimanya

“aku akan berusaha yoong. Gomawo karena telah mengijinkanku mencobanya”

Hubungan mereka tidaklah semulus yang di harapkan min ho. Hanya beberapa hari setelah yoona menerimanya, gadis itu malah susah untuk di temui. Yuri,sahabatnya-pun tidak tahu keberadaannya. Yoona seakan menghilang setelah memberikan sejuta asa kepada min ho.

Beberapa hari kemudian sejak kepergiannya tanpa pamit pada min ho, gadis itu kembali. Hal itu merupakan kabar paling menggembirakan bagi min ho, tapi sayang yoona kembali justru membawa kabar yang paling buruk bagi hubungan mereka

“yoong aku merindukanmu”ucap min ho sambil membawa yoona ke dalam pelukannya

Gadis itu tidak menjawab malah melepaskan pelukan dari min ho

“mari kita tidak bertemu lagi oppa”kata yoona pelan. Tapi itu terdengar seperti sebuah ledakan besar bagi min ho

“ap..apa maksudmu?”

“aku tidak ingin bertemu denganmu lagi”

“kenapa?”teriak min ho tak percaya akan ucapan gadis itu

“kau gagal. Kau gagal menghapus jejaknya dari pikiran dan hatiku”

“beri aku waktu lebih lama lagi yoong, aku janji akan berusaha lebih keras”

“kurasa waktu yang kuberikan selama ini sudah cukup”

“tidak yoong, bahkan baru beberapa hari kita berhubungan kau sudah menghilang. Kumohon beri aku kesempatan lagi”ucap min ho terus memohon

“apa kau tidak punya hati oppa?!”bentak yoona. “aku hanya bisa menyakitimu, aku tidak pantas untukmu. Kumohon carilah wanita yang lebih baik dariku”

“tidak yoong, hanya kau wanita yang kuinginkan”

“aku tidak mencintaimu sedikitpun! Aku hanya memanfaatkanmu untuk menghapus jejaknya dari hidupku! Apa kau masih mau menjalani hubungan dengan wanita sepertiku?”tantang yoona

Min ho terdiam, setiap kata-kata gadis itu terasa seperti pedang yang menusuk hatinya semakin dalam. “tapi kau bisa belajar mencintaiku kan yoong?”tanyanya tak putus asa

“tidak bisa, bukan… tapi aku tidak mau. Aku tidak mau belajar mencintaimu. Mianhae oppa, mulai sekarang kumohon jangan temui aku lagi”

“tapi kita kuliah di kampus yang sama yoong, bagaimana mungkin kita tidak akan bertemu?”tanya min ho putus asa

“kalau begitu, anggap saja kita tidak pernah saling mengenal”

“mungkin kau bisa melakukannya, tapi aku tidak akan bisa”

“kau sungguh bodoh oppa..”kata yoona pelan. “tetapi aku tidak akan mengubah keputusanku, dan mulai sekarang kupastikan kita tidak akan pernah mempunyai urusan yang mengharuskan kita harus saling bertemu”

Yoona berjalan menjauh, meninggalkan min ho dengan sejuta luka di hatinya. Luka yang mungkin tak akan pernah di lupakannya. Luka yang terlalu dalam hingga sulit untuk disembuhkan

End flashback

“jadi apa alasanmu menemuiku oppa?”tanyaku tak ramah

“aku ingin meminta pertanggungjawabanmu”

“apa maksudmu? Pertanggungjawaban apa?”

“karena kau telah menyebabkan luka yang sangat besar di hatiku yang masih belum sembuh hingga sekarang”

Aku tersentak mendengarnya “apa kau masih..?”ucapanku menggantung karena tiba-tiba siwon masuk ke dalam kamarku

“aku masih mencintaimu im yoona”ucap min ho tegas. Segera kutolehkan kepalaku melihat reaksi siwon, aku melihatnya menahan amarah yang sangat besar karena seluruh wajahnya memerah sekarang

“dia sudah menjadi tunanganku min ho-ssi”ucap siwon sinis

“tunangan kan? Kalian bahkan belum menikah”

“aku akan menikahinya sebentar lagi”

“kalau begitu tidak akan pernah kubiarkan itu terjadi”

Bukkk..

Author pov

“aaaaaa”teriak yoona kaget ketika melihat siwon meninju wajah min ho

Min ho tak mau kalah dari siwon, dia bangkit dan meninju perut siwon kencang. Keduanya terus saling memukul tanpa menghiraukan teriakan panik dan ketakutan dari yoona. Mungkin mereka dikuasai oleh amarah yang begitu besar

“stop sir, please”ucap beberapa pegawai hotel yang datang karena panggilan yoona sambil menarik min ho keluar

Sementara itu yoona langsung melihat keadaan siwon, terlihat ada beberapa lebam di wajah dan tubuhnya

“babo, apa kau tidak punya otak hah!”bentak yoona sambil membaringkan siwon di kasurnya. Setelah itu dia bergegas mengambil kotak P3K yang ada di kopernya.

Perlahan-lahan dia mengobati luka siwon sambil terus mengomel “apa harus kau menyelesaikannya dengan kekerasan? Kenapa tidak dengan kepala dingin? Lihat kan akibatnya, kau sendiri yang merasakannya! Lain kali gunakanlah dulu otakmu sebelum bertindak”

Siwon hanya diam, tak berniat membalas perkataan yoona yang bawel itu.

“kenapa kau diam saja hah? Apa terlalu sakit untuk membuka mulutmu itu?”

“tak bisakah kau diam?”tanya siwon dingin

“kenapa aku harus diam? Apa kau tau kalau kau sudah melakukan hal yang bodoh?”

“ini semua karenamu im yoona!”bentak siwon tak tahan lagi memendam amarahnya sejak semalam

“mwo?”yoona membulatkan matanya tak percaya

“kau..bagaimana kau bisa berpacaran dengan laki-laki itu?”

“kau cemburu huh?”

“tentu saja aku cemburu! Tiba-tiba ada pria yang menyatakan cintanya di depan calon istriku, dan pria itu adalah mantan pacarnya”

Yoona terdiam, bingung ingin menjawab apa.

“kenapa sekarang kau yang diam? Apa kau masih mencintainya?”desak siwon. Yoona masih terdiam, bingung ingin menjelaskan tentang hubungannya dengan min ho

“katakan saja padaku kalau kau mencintainya im yoona!”bentak siwon

“aku..aku tidak pernah mencintai min ho oppa”ujar yoona

“tapi dia mantan pacarmu kan?”

“kau benar, tapi kami hanya berhubungan selama beberapa hari”

“jinjja?”siwon terkejut mendengarnya

“ah sudahlah ayo kita obati lukamu lagi”yoona mengalihkan pembicaraan

“lukanya bukan hanya ada di luar saja, di dalam hatiku juga terluka”ucap siwon manja

“lalu bagaimana aku mengobatinya?”sinis yoona

“saranghae”ucap siwon tiba-tiba. Yoona yang tak menyangka mendengar itu dari siwon lagi membulatkan matanya sempurna

“kenapa?”tanya siwon aneh

“apanya yang kenapa?”

“kenapa kau tidak membalasnya, nona im yang bodoh”kata siwon kesal

“kenapa aku harus membalasnya?”tanya yoona memancing kemarahan siwon lagi

“ahhhh wanita ini”teriak siwon frustasi

“sudahlah ayo kita obati lukamu dulu”kata yoona sambil terus memberi obat ke luka siwon

restaurant

“im yoona, aku masih sangat mencintaimu. Kumohon kembalilah padaku”pinta min ho sungguh-sungguh

“oppa, mianhae.. sedari dulu kau sudah tahu kan bagaimana perasaanku terhadapmu. Aku tidak pernah mencintaimu oppa, karena satu-satunya pria di dunia ini yang kucintai adalah choi siwon”

Min ho terkekeh “hehehe kau begitu beruntung yoong, kalian akhirnya bersatu. Sedangkan aku…”

“oppa kumohon jangan menyakiti dirimu lagi. Lupakan aku dan carilah wanita lain yang jauh lebih baik dariku”sambil mengucapkan itu air mata yoona jatuh. Dia sungguh sedih dan merasa sangat bersalah telah membuat min ho hidup seperti ini sekarang

“kau tahu, kau adalah cinta pertamaku yoong. Pernahkah kau dengar ungkapan first love never die? Kurasa itu sungguh cocok dengan perasaanku kepadamu”

Yoona tersenyum tipis sambil menatap min ho dalam. “cinta pertama tidak akan pernah kembali. Jika cinta berikutnya datang, waktunya menumbuhkan cinta yang baru. Itu mungkin tidak sepolos cinta pertama, tapi itu akan sedikit lebih dewasa. Menghapuskan kesedihan akan cinta pertama. Seseorang yang mendambakan cinta yang tulus, itu adalah seseorang yang menunggu. Dan seseorang yang menunggu dapat mengenalinya, cinta yang akan datang mendekatinya”kata yoona tulus

“kumohon oppa tunggulah cinta sejatimu dan itu bukan aku. Biarkanlah aku hanya menjadi kenanganmu. Aku tidak akan pernah kembali kepadamu oppa, jadi lepaskanlah aku dari hatimu mulai sekarang”lanjut yoona lagi

“yoong…”

“semoga kau hidup bahagia oppa”kata-kata terakhir yoona sebelum meninggalkan min ho sendiri disana

Min ho pov

‘‘Apakah sudah saatnya aku melepaskannya dari hatiku’’gumamku

Aku terus berjalan tanpa arah , mendengar kata-katanya tadi sekarang aku merasa hidupku tanpa tujuan lagi. Bertahun-tahun kuhabiskan hidupku berusaha menjadi orang yang sukses, sehingga dia bisa terkesan kepadaku. Tapi pada kenyataannya…

“kenapa cinta itu menyakitkan”teriakku kesal. Tak kupedulikan tatapan orang-orang yang mungkin menganggapku gila berteriak di tengah jalan seperti ini

“are you ok?”tanya seorang wanita menghampiriku. Aku hanya menganggukkan kepalaku lalu meninggalkan tempat itu

Im yoona.. Im yoona.. Im yoona.. cintaku kepadamu begitu besar, tak pernahkah kau melihat itu? Tak bisakah kau merasakannya? Tak bisakah kau menghargainya? Tak bisakah kau membalasnya?

Kuhabiskan waktuku untuk mencintaimu, tapi itu sia-sia. Bahkan untuk melihatku saja kau tak senang. Kenapa harus kau? Kenapa? Kenapa aku harus mencintai wanita sepertimu?

Brukkk

Kurasakan tubuhku menabrak seseorang. “sorry”ucapku sambil terus berjalan. Tapi dia memegang lenganku, kutolehkan kepalaku melihatnya. Pria itu! Pria yang mendapatkan cinta yoona! Choi siwon!

“apa kabar min ho-ssi?”sapanya basa-basi

Aku hanya mendengus “lepaskan”kataku sambil menarik lenganku

“kita harus bicara”katanya

“katakan”

“maafkan aku atas kejadian waktu itu, aku terlalu emosi”sesalnya

“kuharap kau akan membuat yoona bahagia. Jangan pernah membuatnya menangis atau aku akan membunuhmu”kata-kataku meluncur begitu saja

Kulihat wajahnya terkejut tapi sedetik kemudian dia tersenyum “aku berjanji akan membahagiakannya. Tolong doakan kami min ho-ssi”ucapnya seraya menepuk pundakku

Setelah menyingkirkan tangannya dari pundakku, aku berjalan menjauh darinya. Aku akan mencoba berjalan menjauh dari hidup yoona, aku akan mencoba melupakan perasaanku padanya. Ya aku akan mencobanya.. karena aku ingin dia bahagia. Walau bukan denganku.

Author pov

Siwon dan yoona berada di bandara paris-charles de gaull untuk kembali ke Negara mereka masing-masing. Siwon dengan pekerjaannya di New York dan yoona dengan butiknya di Seoul

“nona Im, aku tidak akan melupakan liburan kita disini. Begitu banyak hal terjadi disini dan itu adalah hal yang begitu berarti bagiku”kata siwon tulus

“nde kau benar, aku juga merasa seperti itu”balas yoona

Di Paris, hubungan mereka akhirnya melangkah ke jenjang selanjutnya atas lamaran siwon di menara Eiffel. Di Paris juga mereka menyelesaikan masalah mereka masing-masing yang mengganjal hidup mereka selama ini. Siwon dengan Tiffany, dongsaeng kesayangannya yang diam-diam mencintainya dan Yoona dengan Min ho yang sedari dulu begitu mencintainya. Karena kedua masalah itu akhirnya terselesaikan, mereka bisa melanjutkan hubungan mereka tanpa beban.

“kau jangan lupa datang ke pernikahan yuri 3 bulan lagi”kata yoona mengingatkan

“tentu saja aku tidak akan lupa, kan aku akan bertemu denganmu”kata siwon yang sukses membuat pipi yoona memerah

‘Panggilan kepada penumpang France Airlines tujuan South Korean harap naik ke atas pesawat sekarang karena pesawat akan segera take off’panggilan operator itu menggema di seluruh bandara

“aku pergi dulu ya. Sampai jumpa lagi”kata yoona seraya berdiri

“aku akan merindukanmu nona Im”ucap siwon sambil membawa yoona ke dalam pelukannya. Yoona pun membalas pelukan siwon dengan erat, seakan takut tak akan bertemu lagi dengan kekasihnya ini.

Perlahan siwon melepaskan pelukannya dan mencium kening yoona cukup lama “pergilah”katanya

Yoona tersenyum sebelum membalikkan badannya menuju pintu keberangkatan

TBC

Ahhh gimana chapter ini?? Jujur aja aku sendiri kurang puas. Kurang banget ya konfliknya?? Abis aku ga tega sih bikin yoona sama siwon sedih (ahhh author alasan aja!!). Terlalu singkat ga? Ini chapter tersingkat yang aku buat loh. Next chapter diusahain lebih panjang deh ya hehe. Walaupun begitu, tetep RCL ya readers. Ok !

Mungkin next chapter bakal jadi akhir dari kisah yoonwon yang ga jelas ini, makanya kalau mau di publish secepatnya comment yang banyak ya.

Oh ya aku mau ucapin terima kasih banyak buat echa eonni, lagi-lagi mau direpotin sama aku dengan mem-publish FF ga jelas ini. Gomawo eonni 😀

 

Tinggalkan komentar

95 Komentar

  1. O… Ternyata itu Lee Min Ho?
    Cintanya bertepuk sebelah tangan
    tapi senang jg deh akhirnya wonppa dan Yoona bisa menyelesaikan masalah dgn org yg mencintai mereka
    Cinta emang tdk bisa di paksakan

    Balas
  2. nina

     /  November 17, 2014

    lanjutttt..

    Balas
  3. Nanda Wang

     /  Januari 21, 2015

    setidak ny mslh mereka selesei dgn damai

    Balas
  4. paris

     /  Desember 6, 2015

    Akhirnyaaa minho merelakan yoona eonni jugaa,
    Kenapa yoona eonni ngga jwab pernyataan cinta siwon oppa sih

    Balas
  5. melani

     /  Agustus 10, 2016

    Ternyata lee min ho bahkkan dia sempet jadi pacarnya yoona walaupun cuma sebentar n cuma jd pelampiasan yoona doang.. tapi akhirnya yoonwon tetep bersatu walaupun mereka harus pisah negara lagi..

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: