[OS] Loveliest Gifts

LG

Tittle               : Loveliest Gifts

Author            : Tika Pinky / Tika Sheila EverlastingFriend

Email/Twitter: smantikalove@gmail.com / @SangRa_ELF

Length            : One Shoot

Rating             : +15

Main Cast      : Choi Siwon, Im Yoona

Other Cast     : Kim Heechul, Kim Taeyeon

 

Author Said : Annyonghaseyo yeoroboeun … Di hari special ini aku akan mencoba menyuguhkan salah satu ff yang mungkin adalah ff yang paling nggak menarik buat kalian semua. Tapi ide ini emang udah kepikiran sejak beberapa hari yang lalu. Bagi yang udah mampir buat view ff ini aku tekankan untuk WAJIB KUDU HARUS RCL …!!! Hargailah karyaku meski nggak akan sesuai harapan kalian seperti aku menghargai kalian dan berusaha menyajikan yang terbaik. Dan satu hal lagi bagi yang namanya PLAGIATOR cobalah menjauh dariku. Karna selain SIDERS aku juga sangat membenci PLAGIATOR.

Sepertinya kalimat pembukaan dariku udah cukup kepanjangan. So, let’s reading and happy reading … ^^

 

#Please RCL

Author Pov

Siwon terbangun di sebuah tempat yang sudah beberapa lama ini telah dia tempati. Tempat dengan nuansa serba putih, berkabut dan dingin. Bahkan saat ini dia pun mengenakan setelan berwarna putih. Padahal dia yakin setelan terakhir yang dipakainya sebelum sampai ke tempat ini hanya kemejanya saja yang berwarna putih. Sedangkan celana, tuxedo dan sepatunya berwarna hitam. Tapi sekarang atau lebih tepatnya sejak dia sampai di tempat ini, pakaiannya menjadi serba putih. Tapi dia sudah terbiasa dengan hal itu dan juga tempat ini. Tempat yang cukup damai atau mungkin bisa dibilang sangat damai. Di depan terhampar taman yang luas dan tentu saja lagi-lagi hanya di tumbuhi oleh aneka ragam bunga yang berwarna putih. Tak ada warna lain yang bisa dia temui di tempat ini.

Sebenarnya penghuni tempat ini bukan hanya dirinya saja. Tapi di tempat ini hampir tak ada yang bersuara atau saling bergabung satu sama lain. Tempat ini begitu damai sehingga Siwon makin merasakan kekosongan dalam hatinya. Dibukanya telapak tangan kanannya yang sejak tadi menggenggam sesuatu. Seuntai kalung yang tergantung sepasang cincin berlian yang berukirkan namanya dan nama seorang yeoja. Nama seorang yeoja yang selama hidupnya dia cintai dengan sepenuh hatinya. Yeoja yang selalu menjadi kekuatannya bahkan di saat-saat menyakitkan sekalipun. Yeoja yang mampu membuatnya bertahan dan terus hidup dengan cintanya meski dalam kematian sekalipun. Yeoja yang dicintainya dan telah ditinggalkannya di dunia yang berbeda. Yeoja pemilik cincin ini. cincin yang disediakannya untuk mengikat yeoja itu. Tapi yeoja iitu bahkan tak tahu bahwa cincin itu ada. Dia tak sempat memberikannya pada yeoja itu bahkan di saat-saat terakhir mereka. Dan sekarang dia hanya bisa mengenang yeoja itu dengan kegalauan hatinya.

Seharusnya dia tak seperti ini. karena seharusnya dia yang sudah tinggal di tempat ini, tak bisa merasakan apapun lagi. Tapi cincin ini membuat hatinya tak pernah merasa damai. Dia selalu merindukan yeoja itu dan menangisinya. Menyiksa dirinya sendiri.

“Yoong, apa kau baik-baik saja di sana? Mianhae, seharusnya kita saling merelakan. Tapi aku benar-benar belum bisa merelakanmu padahal akulah yang meninggalkanmu!” ucapnya lirih sambil menunduk sedih. Air bening kembali jatuh dari kedua matanya, mengalir dan membasahi pipinya.

Seseorang menghampirinya. Menepuk pundaknya pelan dan terkesan sangat ringan. Siwon menoleh dan mendapati seorang namja yang juga memakai setelan berwarna putih. Tapi bedanya namja itu memakai kemeja berwarna pink di dalamnya dan ada sebuah pin berlian dengan bentuk hati terkait di depan dada kanannya. Dari semua orang yang menghuni tempat itu, hanya namja itulah satu-satunya yang berpakaian seperti itu. Setahu Siwon, namja itu adalah namja yang paling di cari oleh semua orang yang masih merasa tak bisa nyaman berada di tempat damai itu. Dan namja itu tak akan pernah mendatangi seseorang kecuali orang itu mampu membuat hatinya bergetar sehingga pin hati yang terkait di pakaiannya itu berkerlap-kerlip. Namja itu adalah jelmaan dari seorang dewa yang bisa memberikan kesempatan kepada setiap orang yang bisa menggerakkan hatinya. Dia dikenal dengan peri Heechul.

Siwon sedikit terkejut saat melihat namja itu. Siwon tak mengenal namja itu dan ini kali pertama dia melihatnya. Dia mengernyitkan alisnya tapi namja itu tersenyum. Dan seperti layaknya seorang kawan yang sangat dekat, namja itu duduk di samping Siwon.

“Kau bahkan masih bisa sedih, menangis dan terkejut padahal seharusnya hal-hal semacam itu tak ada lagi sejak kau tiba di tempat ini.” tegurnya tetap dengan senyum yang merekah bagai malaikat. “Jadi, apa yang membuat hatimu tak bisa merasa damai berada di tempat ini?” tanyanya pada Siwon.

“Ne?” Siwon yang masih tidak mengerti malah balik bertanya sambil menatap namja itu agak heran. Tetapi namja itu tetap saja tersenyum seakan senyuman itu tak akan pernah hilang dari wajahnya.

“Aku bertanya apa yang membuatmu tak bisa damai berada di sini?! Kau membuat hatiku ikut sedih karna merasakan aura kesedihanmu dari tempatku. Jadi katakanlah dan aku akan memberikan kesempatan yang langka untukmu agar bisa mengobati kesedihanmu itu. Karna tempat ini bukan tempat dari orang yang masih membawa bebannya dari dunia. Jadi katakanlah.”

“Apa kau peri Heechul?” tanya Siwon yang mencoba menerka identitas namja itu. Namja itu tertawa kecil.

“Dan kau bahkan masih punya insting. Benar-benar masih seperti manusia yang hidup saja.” Kata namja itu sedikit terkekeh. Lalu dia menatap Siwon sambil mengangguk.

“O. Aku adalah Heechul si peri pemberi kesempatan. Tapi aku sedikit tidak suka kalau aku dipanggil dengan embel-embel peri di depan namaku. Jadi panggil aku saja Heechul. Kata peri membuatku terkesan seperti perempuan saja hanya karna aku memiliki kelembutan hati seperti makhluk bernama perempuan. Jadi apa masalahmu?” ujar Heechul dan bertanya lagi kepada Siwon.

Siwon menghela nafasnya pelan. Seakan tak percaya bahwa dia dihampiri seorang peri dan peri ini menawarkan bantuan kepadanya. Dia sedikit ragu apa Heechul akan benar-benar membantunya jika Heechul tahu bahwa dia masih menginginkan pertemuan dengan Yoona, kekasih yang ditinggalkannya dan bersama dengan gadis itu sekali lagi dalam hidupnya dalam ikatan pernikahan. Tapi setidaknya dia harus mencoba. Ini adalah kesempatan yang ditawarkan kepadanya dan dia berharap Heechul benar-benar akan mengabulkannya. Perlahan Siwon memperlihatkan barang yang sejak tadi di genggamnya di hadapan Heechul. Namja itu sedikit mengernyitkan keningnya mencari tahu makna dari cincin yang ditunjukkan Siwon padanya. Lalu beralih menatap mata Siwon. Menembus kedalaman hati Siwon lewat sorot matanya. Tak butuh waktu lama untuknya bisa mengetahui kisah apa yang ada di balik kesedihan dan keinginan terbesar Siwon di dalam lubuk hatinya yang paling dalam.

“Jadi, apa kau ingin kembali dan hidup lagi bersama yeoja itu?” tanya Heechul kemudian. Siwon mengangguk mantap.

“Ne. Apa kau bisa mengabulkannya?”

Heechul tersenyum lagi.

“Tentu saja. Tapi mungkin kau akan mendapatkan tantangan agar kau bisa mendapatkan keinginanmu itu. Kau tahu kan, semua hal butuh pengorbanan!”

“Aku akan menerima seluruh tantangan yang kau berikan asal aku bisa kembali bertemu dengannya dan bisa hidup dengannya lagi.”

“Apa kau yakin? Tantangan ini cukup berat!” Heechul mencoba mengendurkan kemantapan hati Siwon. Tapi bagi Siwon dia bisa berkorban apa saja agar bisa bersama Yoona lagi.

“Aku yakin. Katakan saja apa tantangan yang harus aku lewati!”

Heechul mendesah pelan dan dengan senyum khasnya dia pun mulai mengatakan tantangan yang ingin diberikannya kepada Siwon.

“Aku akan langsung mengembalikanmu ke dunia itu dan akan memberikanmu semua fasilitas yang sangat lengkap untuk kehidupanmu di dunia. Kau juga bisa langsung menemui pujaan hatimu itu jika kau mau kau juga bisa memakai namamu. Tapi …” Heechul menatap Siwon intens.

“Tapi kau tidak bisa memakai margamu. Kau juga tidak bisa mengatakan pada siapapun terutama pada gadismu itu kalau kau adalah Siwon kekasihnya. Kau tidak bisa mengungkapkan jati dirimu yag sebenarnya pada siapapun. Sampai kekasihmu itu yang akan menyadari sendiri siapa dirimu sebenarnya. Jika dia benar-benar mengenalimu sebagai Choi Siwon kekasihnya yang sudah meninggal, maka aku akan memberikan kesempatan kehidupan kedua untukmu. Tapi jika sampai akhir dia tidak menyadarinya, maka aku akan menjemputmu untuk kembali ke tempat ini dan kau benar-benar harus sudah bisa merelakan semua tentangnya. Walaupun aku akan membantumu dengan menghapus semua kenanganmu selama kau hidup. Dan untuk hal ini, aku hanya akan memberikan waktu sebulan untukmu. Bulan depan tepat tanggal 7 april, di hari ulang tahunmu kalau dia benar-benar tak sedikitpun menyadari dan mengakuimu sebagai Choi Siwon yang dikenalnya, maka kau tahu apa yang akan terjadi. Jadi bagaimana? Apa kau akan tetap menerima kesempatan ini?” lanjut Heechul. Dia bisa menangkap kalau Siwon sedikit berpikir.

“Tapi jika dia tidak pernah menyadari siapa aku sebenarnya sampai batas waktunya, apa boleh aku menyerahkan cincin ini untuknya? Setidaknya aku bisa menyerahkan benda yang tak pernah sempat aku berikan padanya di kehidupanku yang dulu. Menyerahkan benda yang kuperuntukkan untuknya. Apa boleh?” tanya Siwon penuh harap. Kali ini Heechul yang tampak berpikir sejenak. Lalu dia mengangguk.

“Baiklah. Tapi kau hanya bisa menyerahkan benda itu di saat terakhir jika dia tak bisa mengenalimu. Tapi kalau dia bisa mengenali siapa sebenarnya dirimu sebelum waktunya, maka kau akan langsung mendapatkan hadiah kesempatanmu saat itu juga.” Jawab Heechul menyetujui. Siwon bernafas lega.

“Kalau begitu ayo kita lakukan. Aku menerima kesempatan dan tantangan ini untuk mendapatkan kesempatan hidup kedua kalinya darimu.” Ucap Siwon mantap. Dia lalu berdiri dengan bersemangat.

Heechul terkekeh melihat semangat namja yang telah mapu menggetarkan hatinya itu sehingga menawarkan bantuan ini kepada namja itu. Dia ikut berdiri di hadapan Siwon. Lalu mengeluarkan sebuah arloji dari saku dalam jasnya dan memasangkannya di pergelangan tangan kiri Siwon.

“Arloji ini akan menunjukkan waktu padamu. Jika tepat tanggal 7 april itu kau gagal, maka arloji ini akan mati dengan otomatis dan aku aka nada di sana menjemputmu, kau mengerti?!” ujar Heechul sambil menjelaskan dan dijawab dengan anggukan mantap Siwon.

Heechul tersenyum dan menatap arloji itu dengan misterius. Lalu dia menggenggam tangan kiri Siwon. “Aku akan mengantarkanmu!” ucapnya kemudian.

Seketika itu juga Siwon merasa tubuhnya seakan berputar dengan sangat cepat dan memusingkan seperti layaknya sedang berada di pusaran angin beliung yang sangat besar dan mematikan. Siwon merasa kepala dan isi perutnya seakan dikocok sehingga ingin mengeluarkan isinya. Benar-benar merasa masih seperti anak manusia yang tak pernah mengalami apa yang disebut dengan kematian. Perasaannya bahkan selalu hidup setelah kematiannya dan saat ini dia akan mendapatkan kesempatan untuk hidup kembali di dunia yang pernah ditinggalkannya.

Entah berapa lama mereka berada di pusaran itu. Sampai akhirnya mereka sampai di sebuah ruangan dari rumah yang cukup megah. Siwon merasa sedikit limbung, sehingga dia mencoba untuk menyeimbangkan badannya agar tidak jatuh. Lalu dia menatap ke sekeliling ruangan itu.

“Selamat datang kembali di dunia kehidupan Choi Siwon!” ujar Heechul sambil merentangkan kedua tangannya seakan menyambut kedatangan Siwon.

“Ini di mana?” tanya Siwon masih menyapukan pandangannya melihat sekelilingnya.

“Aku sudah katakana padamu tadi bahwa aku akan memberikan semua fasilitas yang kau butuhkan selama ada di dunia ini. Dan ini adalah salah satu rumahku yang pernah aku beli dan sering aku gunakan jika aku ingin berkunjung ke dunia.”

Siwon menatap Heechul heran. Peri ini sedikit aneh, pikirnya. Tapi Heechul malah tertawa.

“Mungkin kau tidak tahu, tapi aku ini adalah peri yang suka bersenang-senang dan mengunjungi tempat-tempat yang aku suka. Aku bahkan sangat sering datang ke dunia ini hanya untuk melihat-lihat. Maka dari itu aku punya rumah, punya uang untuk aku gunakan bertahan hidup di dunia ini. dan sekarang aku akan memberikannya padamu karna kau memerlukannya.”

Siwon masih sedikit tak percaya dengan apa yang dialaminya saat ini. Jangan-jangan ini hanya fantasinya belaka.

Seakan mengerti apa yang ada di pikiran Siwon, Heechul menghampirinya dan menepuk lengannya pelan.

“Kau tenang saja. Ini nyata. Rumah ini, uang dan mobil yang ada di garasi yang akan aku tinggalkan padamu adalah nyata. Kau tak perlu meragukannya. Dan ini masih ada di kawasan Seoul. Jadi tentu saja kau bisa mendekati gadismu itu. Aku juga akan tinggal di sini bersamamu karna saat ini kau berada di dalam pengawasanku dan tanggung jawabku. Jadi jika kau melakukan pelanggaran aku akan bisa langsung membawamu pergi kembali ke tempat serba putih itu. Di dunia ini anggaplah aku kakakmu. Dan karna nama lengkapku adalah Kim Heechul, jadi untuk sementara kau akan menyandang marga Kim juga. Kalau kau berhasil kau bisa menyandang margamu lagi.” ujar Heechul panjang lebar. Lalu dia menguap.

“Ahh, perjalanan ini membuatku mengantuk. Aku ingin tidur dulu. Selamat menikmati harimu Choi Siwon!” lanjutnya lagi lalu segera naik ke lantai dua. Menuju salah satu kamar.

Siwon mendesah. Sekarang dia berada di dunia ini lagi. Dia mungkin egois karna tidak menerima takdir awal yang sudah digariskan untuknya. Tapi dia tidak menyesali keputusan ini. setidaknya dia akan mencoba merubah sedikit takdirnya. Tuhan sudah berbaik hati memberikan kesempatan padanya melalui Heechul dan dia mensyukurinya. Dia juga bersyukur karna wajahnya juga tetap wajah yang dimilikinya. Sekarang yang harus dia lakukan adalah bagaimana caranya membuat Yoona bisa mengenalinya sebagai Choi Siwon, dirinya yang sebenarnya. Mengenalinya sebagai kekasihnya. Bukan mengenalinya sebagai orang yang memiliki wajah yang sama dengan kekasihnya yang sudah meninggal. Mungkin akan sangat sulit karna apa yang terjadi saat ini benar-benar di luar logika. Tapi dia akan mencoba. Mencoba membuat Yoona menyadari keberadaannya lagi. ditatapnya sepasang cincin itu sekali lagi, lalu mengalungkannya di lehernya.

“Yoong, aku yakin kau bisa mengenaliku. Tunggu aku sayang!” ucapnya dengan tekad yang kuat.

***

Siwon Pov

Aku berdiri di depan sebuah gedung perusahaan yang merupakan tempat dimana Yoona bekerja. Menunggu gadis itu keluar dari gedung itu. Sudah 3 minggu aku kembali ke dunia ini tapi aku belum menemukan cara untuk menemuinya secara langsung. Yang kulakukan hanya mengikutinya seperti penguntit yang begitu terobsesi padanya tanpa berani berhadapan langsung. Aku masih merasa takut kalau dia akan terkejut dan malah menghindariku. Tapi hari ini aku memutuskan untuk menemuinya apapun yang terjadi. Aku juga takut kalau aku terus menundanya maka aku akan kehabisan waktu. Ani, bahkan searang aku memang sudah kehabisan waktu.

Aku tetap berdiri kaku mengamati pintu kantor itu. Sebentar lagi dia akan keluar dari pintu itu dan aku akan menemuinya. Entah apa yang harus aku katakan saat berhadapan dengannya, aku akan memikirkannya nanti. Tapi saat ini yang penting adalah aku ingin menemuinya. Melihat wajahnya dari dekat. Melihat wajah yang selalu kurindukan bahkan setelah kematianku.

Setelah menunggu beberapa lama, akhirnya dia keluar juga. Berjalan menuruni tangga depan kantor itu dengan langkah pelan. Wajahnya Nampak sedih bahkan aku bisa dengan jelas dia mendesah seakan menanggung beban kesedihan yang dalam. Tapi dia tetap cantik. Dia tetap gadis yang aku cintai.

Lalu kulihat Taeyeon datang menghampirinya dengan sedikit berlari. Menepuk pundaknya dan saat dia menoleh ke arah Taeyeon, kulihat raut wajahnya berubah. Dia tampak tersenyum. Entah apa yang mereka bicarakan yang jelas setelah beberapa saat bercakap-cakap akhirnya Taeyeon pergi sambil melambaikan tangannya padanya. Lalu wajah gadisku kembali berubah muram lagi. Aku tahu dia hanya berpura-pura senang di depan orang lain tapi sebenarnya gadisku itu sangat sedih dan dia tak ingin menunjukkan pada orang lain apalagi di depan Taeyeon sahabat kami.

“Yoong, apa kau masih sedih karenaku?” batinku. Lalu kurasakan tepukan ringan di pundakku. Aku menoleh dan mendapati Heechul berdiri di sampingku. Dia memang sering muncul tanpa di duga.

“Apa yang kau lakukan di sini?” tanyaku. Pandangan namja itu tertuju lurus pada Yoona. Lalu tersenyum.

“Tentu saja aku kesini untuk membantumu karna aku tahu kau pasti masih akan terus diam disini, mengamatinya dari jauh tanpa berani mendekatinya. Selain itu, aku juga bisa merasakan kesedihannya. Jadi, aku akan membantu kalian berdua.”

“Ne?” aku berusaha mencerna maksud ucapan Heechul itu. Tapi dia tidak menjawab dan sedetik kemudian entah bagaimana hujan deras segera mengguyur tempat itu begitu saja. Padahal tadi sangat cerah. Semua orang berlari mencari tempat berlindung. Aku bisa melihat sekilas senyum tersungging di wajah Heechul.

“Apa yang kau lakukan? Kau akan menghampirinya dan memayunginya atau tetap berdiri di sini seperti orang bodoh melihat gadismu itu sedang basah kuyup diguyur oleh hujan buatanku?” katanya kemudian sambil menyerahkan sebuah payung kepadaku. Aku sedikit terpana lalu pandanganku kembali kualihkan ke sosok Yoona.

Di saat semua orang sedang kalang kabut berlari mencoba mencari tempat berteduh, Yoona malah semakin melambatkan langkahnya. Membiarkan tubuhnya diguyur hujan yang deras itu. Dia bahkan tak berniat untuk mencari tempat berlindung. Aku segera membuka payung yang diberikan Heechul dan berlari ke arah gadisku berada. Aku akan mendekatinya.

“Kau bisa sakit kalau berjalan lambat di tengah-tengah guyuran hujan yang deras seperti ini Nona!” tegurku saat tepat berada di depannya. Kupayungi dia dari guyuran hujan yang telah membuatnya basah kuyup. Dengan lambat dia mengangkat wajahnya untuk melihatku dan sedetik kemudian, saat mata kami bertemu, wajahnya terperangah dan dia sontak melangkah mundur satu langkah sambil menatapku seperti orang yang sedang melihat hantu. Dadaku pun sontak berdegup kencang. Meskipun aku merasa gemetaran tapi aku berusaha untuk bersikap senatural mungkin seakan kami belum pernah bertemu. Aku mencoba menyunggingkan senyum dan melangkah maju mendekatinya. Kembali memayunginya. Lalu salah satu tangannya terangkat dan menyentuh pipiku dengan ragu-ragu. Aku hampir saja memejamkan mataku ingin menyesapi sentuhan tangan dinginnya dipipiku. Tapi aku menahannya.

“Kau … kau … kkau ssi…apa?” tanyanya putus-putus. Meski bercampur dengan air hujan, aku bisa melihat sebulir air mata mengalir di pipinya. Rasanya aku ingin berteriak mengatakan namaku dan langsung menariknya ke dalam pelukanku. Tapi … tapi itu tak mungkin aku lakukan. Aku akan kehilangan kesempatan ini sehingga aku hanya bisa menahan keinginan itu kuat-kuat.

Aku tersenyum lagi. mencoba bersikap natural.

“Well, namaku Siwon, Nona.” Lagi-lagi aku melihat dia terperanjat. “Kim Siwon!” tambahku buru-buru. Sontak saja dia menarik tangannya dari pipiku. Dia terlihat pucat.

“Kau kenapa Nona? Kenapa kau menatapku seakan-akan kau seperti melihat hantu?” tanyaku lagi tetap berakting. Meredam dalam-dalam keinginanku untuk meneriakkan namaku di depannya.

***

Yoona Pov

Aku masih terpana melihat namja yang saat ini sedang berdiri di depanku dan memayungiku. Suaranya, tubuhnya, wajahnya, bahkan namanya …

Aku menggeleng-gelengkan kepalaku. Ini tidak mungkin. Ini benar-benar tidak mungkin.

“Nona, kau kenapa?” tanya namja itu sambil menyentuh pundakku mencoba menyadarkanku. Ini nyata. Aku bisa merasakan tangan namja itu dipundakku. Tapi ini tidak mungkin. Sebenarnya apa yang terjadi? Mengapa namja ini …?

“Nona … ? nona?” panggilnya lagi. aku segera mengumpulkan kesadaranku.

“Mianhaeyo, aku hanya sedikit pusing.” Jawabku pelan.

Benar. Aku hanya pusing. Namja ini bukan dia. Meski mereka sangat mirip bahkan memiliki nama yang sama, namja ini bukan dia. Namja ini bukan Siwon. Bukan Siwonku. Bukan Choi Siwon kekasihku. Siwonku sudah meninggal. Aku bahkan masih mengingat dengan jelas saat-saat Siwon oppa menghembuskan nafas terakhirnya beberapa bulan lalu. Aku juga masih ingat dengan jelas saat aku mengantarkan kepergian Siwon oppa ke liang lahatnya. Dia tidak mungkin Siwon oppa. Mereka hanya mirip tapi bukan orang yang sama.

“Nona, kau kenapa? Apa kau sakit? Kau terlihat sangat pucat!” kata namja itu yang juga mengaku namanya adalah Siwon.

Aku memegang pelipisku dan menggeleng.

“Gwenchana!” jawabku. Tapi aku sendiri tidak yakin.

“Kau sangat pucat. Hujan semakin deras. Aku akan mengantarmu pulang.” Katanya dengan nada cemas. Aku ingin mengangguk. Tapi aku terlalu pusing dan badanku terasa sangat lemas sehingga aku langsung ambruk di depannya. Tapi aku tak merasakan sakit. Aku bisa merasakan tangannya menahan punggungku.

“Nona, kau kenapa? Nona?” tanyanya cemas. Tapi aku tidak bisa menjawab. Aku mulai kehilangan kesadaranku. Tapi aku masih bisa merasakan badanku terangkat.

“Yoong, bertahanlah sayang! Yoong, tolong!” Entah itu hanya halusinasiku saja atau aku memang masih sedikit tersadar, yang jelas aku mendengar kalimat itu sebelum akhirnya aku tak mendengar apa-apa lagi.

***

Author Pov

Entah sudah berapa lama Yoona tak sadarkan diri, yang jelas saat dia membuka matanya dia berada di sebuah kamar yang terasa sangat asing baginya. Ini bukan kamarnya.

“Kau sudah sadar?!” suara itu menyapa dari sisi kirinya. Yoona segera menoleh dan melihat namja itu. Namja yang mengaku bernama Kim Siwon itu sedang duduk di kursi yang tersandar di dinding kamar itu sambil menatapnya.

“Aku ada di mana?” tanya Yoona pelan.

“Kau ada di rumahku. Tadi kau pingsan dan aku tak tahu harus mengantarkanmu kemana. Jadi aku membawamu pulang ke rumahku.” Jawab Siwon.

Yoona memegang pelipisnya yang masih terasa pening. Lalu dia menyadari kalau saat ini dia sudah tidak mengenakan bajunya lagi. Tapi memakai sepasang piyama berwarna hitam dan dengan ukuran yang sedikit kebesaran. Sontak saja dia langsung menatap Siwon.

“Bajuku?”

“Ahh, kau juga basah kuyup dan aku tak mungkin membiarkanmu kedinginan. Jadi aku meminta salah satu pelayan untuk mengganti bajumu. Karna aku tidak punya baju wanita, maka aku menyuruhnya memakaikan piyamaku kepadamu.” Jelas Siwon. Yoona mengangguk.

“Gomawo.” Ucapnya. Tapi kemudian dia teringat kalimat terakhir yang di dengarnya saat dia pingsan tadi dan dia kembali menatap Siwon penasaran.

“Apa aku boleh bertanya sesuatu padamu?”

“Silahkan.” Siwon mengangguk.

“Aku sebenarnya merasa sedikit ragu, tapi … aku yakin mendengar kalimat itu samar-samar.” Yoona menatap Siwon dengan lekat dan namja itu juga terlihat penasaran menunggu pertanyaan Yoona.

“Aku ingin tahu saat aku pingsan tadi … apa kau … apa kau mengatakan sesuatu?”

“Maksudmu mengatakan apa?” tanya Siwon mencoba memperjelas arah pertanyaan Yoona.

Yoona memejamkan matanya sesaat lalu kembali menatap Siwon. Dia mendesah mencoba mengumpulkan kesadarannya.

“Apa … apa kau mengatakan sesuatu seperti … menyebutkan namaku?” tanyanya akhirnya.

Raut wajah Siwon berubah seketika. Dia membalas tatapan Yoona. Tapi beberapa saat kemudian dia tertawa kecil.

“Apa maksudmu Nona? Kau bahkan belum mengatakan siapa namamu. Jadi mana mungkin aku menyebut namamu!” jawab Siwon tersenyum. Tapi sebenarnya saat ini jantungnya seakan ingin meledak.

Yoona masih menatap Siwon dengan curiga.

“Lalu kenapa kau menghampiriku tadi? Kenapa kau memayungiku dan menolongku?” tanya Yoona curiga dan dengan tatapan yang semakin lekat mencoba mencari tahu kejujuran di mata Siwon.

Siwon merasa tatapan Yoona sangat mematikan dan dia memang tak pernah bisa berbohong jika Yoona menatapnya seperti itu. Tapi kali ini dia harus menahannya. Selama Yoona belum mengakuinya langsung sebagai Choi Siwon, maka dia tidak bisa mengatakan yang sebenarnya karna itu akan menghancurkan kesempatannya. Harapannya untuk bisa hidup kembali bersama Yoona.

“Aku hanya kebetulan lewat di tempat itu dan aku melihat seorang gadis yang sedang basah kuyup di tengah-tengah derasnya hujan. Karna kau tak juga bergerak mencari tempat berteduh makanya aku menghampirimu dan menawarkan bantuan.” Lagi-lagi Siwon berusaha senatural mungkin agar tak membuat Yoona curiga. Tapi Yoona benar-benar mempunyai insting yang kuat. Dia masih merasa curiga pada Siwon.

“Kenapa kau perduli? Seharusnya kau membiarkan dan mengabaikanku saja. Kita tidak saling mengenal sehingga kau tidak perlu repot-repot membantuku!” kata Yoona dengan nada yang sedikit keras.

“Mwo?” Siwon menatap Yoona tak percaya. Dia berdiri sambil mendesah kesal. “Kau mau aku mengabaikanmu? Mana mungkin aku melakukannya! Melihat seorang gadis yang diguyur hujan deras dengan langkah lemah mana mungkin aku bisa mengabaikannya! Apa perlu saling mengenal dulu agar aku membantumu? Apa perlu saling mengenal dulu untuk memayungimu? Apa pikiranmu sepicik itu Nona? Jika aku tidak menghampirimu, mungkin kau masih terbaring tak sadarkan diri di sana di tengah hujan lebat yang mengguyurmu. Dan kau menyuruhku untuk mengabaikanmu? Aisshh, jinjja …” Siwon benar-benar kesal saat ini sekaligus sedih di saat yang bersamaan. Rasanya dia ingin lepas, tak sanggup lagi menahan gejolak dadanya yang ingin memeluk Yoona. Dia merasa tak sanggup lagi menahan emosinya saat mendengar Yoona mengatakan dia seharusnya mengabaikannya. Mengabaikan gadis yang dia cintai. Mana mungkin dia bisa melakukannya sementara keinginannya untuk hidup kembali adalah untuk bersama dengan gadis yang ada di depannya saat ini.

Siwon mencoba mengatur nafasnya perlahan. Meredam emosinya. Dia berjalan menuju pintu dan kemudian berhenti sejenak saat mendengar suara Yoona.

“Mianhaeyo, kau mengingatkanku pada orang yang sangat dekat denganku. Tapi dia sudah meninggal. Aku hanya merasa bingung. Mianhae. Dan kau juga boleh memanggilku dengan namaku. Namaku Yoona. Im Yoona.” Ucap Yoona lirih sedikit menyesal. Siwon hanya mengangguk.

“Bajumu sedang di cuci dan dikeringkan. Jika sudah selesai aku akan menyuruh orang mengantarkannya ke sini. Setelah itu aku akan mengantarkanmu pulang. Sebaiknya kau istrahat dulu dan minum susu coklat yang ada di meja itu. Kau kelihatan sangat pucat!” kata Siwon tanpa menoleh. Lalu dia keluar dan menutup pintu itu dengan sedikit keras.

Yoona merasa sikap namja itu sedikit aneh. Bukan sedikit tapi sangat aneh. Kenapa namja itu bisa sangat kesal dan tampak frustasi menjawab pertanyaannya. Yoona masih merasa curiga. Tapi dia juga sdar dia tak bisa memikirkan hal yang aneh itu. Walau bagaimanapun namja yang dia hadapi saat ini bukanlah Choi Siwon kekasihnya. Choi Siwon sudah meninggal.

***

Siwon meninju dinding kamarnya dengan keras. Meski menimbulkan bunyi yang keras tapi tangannya sama sekali tak merasa sakit. Waktunya tinggal sedikit dan ketika bertemu Yoona dia malah merasakan emosi seperti ini. Yang sakit saat ini justru hatinya. Dia merasa hatinya ditikam berkali-kali di tempat yang sama. Dia kesal sekaligus frustasi karna dia tak bisa langsung mengungkapkannya pada Yoona.

Semua kenangannya selama masih hidup bersama Yoona kian merasuk di dalam relung hati dan pikirannya. Kebiasaannya saat memeluk Yoona, mendekap gadis itu dengan erat di pelukannya, menyebut nama gadis itu di setiap hembusan nafasnya, mendengar suara lembut gadis itu memanggil namanya. Memanggilnya dengan sebutan khas yang diberikan gadis itu.

Simba. My lovely Simba. Begitulah gadis itu biasa memanggilnya. Dia benar-benar merindukan gadis itu serasa ingin mati rasanya. Ani, dia memang sudah mati. Tapi perasaan ini membuatnya menderita. Menyiksanya dengan rasa rindu yang sangat amat dalam. Dia merindukan semua itu. Semua kenangannya bersama Yoona, gadis yang dia cintai.

“Yoong, bogosihoyo! Jeongmal bogosiphoyo!” rintihnya dalam hati seraya terduduk di lantai dengan perasaan frustasi.

“Mulai menyerah Choi Siwon?!” tanya sebuah sosok yang tiba-tiba saja muncul di hadapannya dengan menyunggingkan senyum yang memang tak pernah hilang dari wajah sosok itu. Siapa lagi kalau buka Heechul. Hanya dia yang bisa muncul di mana saja dan kapan saja semaunya di tempat ini. siwon tak heran lagi. Siwon hanya menatapnya sepintas tak ingin menggubrisnya.

“Sudah ku bilang tantangan ini sangat berat. Kau baru bertemu dia sekali saja sudah seperti ini. Apa kau yakin kau masih bisa melewatinya dan berhasil? Mengingat kau selama 3 minggu ini hanya diam dan mengamatinya seperti seorang penguntit, membuatku sedikit kasihan padamu. Jika aku tak menolongmu tadi mungkin kau tetap akan diam saja dan tak bergerak mendekatinya sedikitpun. Jadi lebih baik lupakan saja semuanya dan kita kembali ke dunia kita yang seharusnya.”

“Diam kau!” bentak Siwon. “Aku tak akan menyerah. Aku masih punya waktu seminggu untuk mencoba membuat Yoona mengakui bahwa aku memang Choi Siwon. Aku tidak akan kembali sekarang.” Tambahnya ketus. Heechul tertawa kecil.

“Terserah padamu saja. Aku hanya sekedar ingin menghiburmu.”

“Terima kasih tapi saat ini aku tak butuh hiburanmu.” Dan lagi-lagi Heechul hanya tersenyum menanggapi kefrustasian Siwon.

***

Sudah dua hari sejak pertemuannya dengan Yoona. Dan Siwon tak punya alasan khusus agar bisa menemui Yoona. Dia tak tahu apa yang harus dia katakan jika bertemu dengan gadis itu. Tapi dia benar-benar sudah tak punya waktu lagi. siwon termenung di sisi gundukan tanah yang merupakan tempat disemayamkannya tubuhnya yang sebenarnya. Ya, dia saat ini merasa frustasi dan memutuskan untuk mengunjungi kuburannya sendiri. Menikmati kesendiriannya dan berkeluh kesah dikuburannya.

“Apa benar ini yang kau inginkan Choi Siwon? Apa keputusan ini sudah benar? Kau bahkan tidak bisa mengunjungi keluargamu dan kau juga tidak bisa mengungkapkan siapa sebenarnya dirimu di depan orang yang kau cintai. Setiap hari hanya ada keraguan yang kau rasakan di dalam harimu. Bertanya bagaimana jika Yoona benar-benar tak akan menyadari jati dirimu sampai saat terakhir. Dimana tekadmu yang bulat itu? Tekadmu yang penuh keyakinan bisa berhasil melakukan ini semua! Apa kau tahu saat ini kau menjadi seperti seorang pengecut?!” keluhnya pada diri sendiri sambil menunduk.

“Ssssiiiiwonnn???” seketika Siwon terperangah mendegar suara tertahan dari arah belakangnya. Suara itu adalah salah satu suara yang sangat dikenalnya. Dengan perlahan Siwon menoleh ke belakang dan saat itu juga sang pemilik suara merasa sangat terkejut dan nyaris saja jatuh kalau tidak di tahan oleh orang yang berdiri di sampingnya yang juga terkejut saat melihat wajah Siwon.

Siwon ingin bersikap biasa saja dan menyapa biasa saja. Tapi air mata malah mengalir di pipinya karna matanya tak sanggup menahannya. Bagaimana mungkin dia tidak menangis jika saat ini dia berdiri di hadapan kedua orang tuanya. Orangtua yang pernah melahirkan, merawat dan membesarkannya. Siwon menundukkan kepalanya. Apa saat ini dia sudah gagal? Dia benar-benar tak bisa menahan perasaannya di depan kedua orang tuanya yang sangat dia cintai.

Ny. Choi perlahan mendekati Siwon dan menangkup wajah Siwon dengan kedua telapak tangannya agar anak itu menatap wajahnya.

“Kau … kau Siwon kan? Kau anakku kan?” tanya Ny. Choi. Siwon tak menjawab tapi air matanya semakin deras mengalir keluar dari matanya. Dan ibunya tak perlu jawaban yang lebih dari itu. Sebagai seorang ibu, Ny. Choi mempunyai insting dan perasaan yang kuat untuk mengenali anaknya. Mengenali darah dagingnya yang telah dia kandung dan dia lahirkan dengan nyawanya ke dunia ini. meski dia tidak tahu apa yang sedang terjadi saat ini dia merasa tidak ingin memperdulikannya lagi. Saat ini anaknya sedang berdiri di hadapannya dan nyata dalam genggamannya. Ny. Choi segera memeluk Siwon dengan penuh perasaan haru. Terisak sejadi-jadinya memeluk anaknya itu.

Tn. Choi yang masih terkejut dengan pemandangan itu ingin merasakan apa benar saat ini mereka berhadapan dengan sosok nyata anaknya. Sehingga dia pun menghampiri istrinya dan sosok anaknya yang sedang berpelukan itu. Dia memegang pundak Siwon dan memang terasa nyata. Tapi logikanya bekerja. Mana mungkin anaknya yang sudah meninggal & di saksikannya sendiri itu kini berdiri nyata di hadapannya.

Siwon segera melepaskan pelukan ibunya di tubuhnya dan mundur selangkah.

“Joesonghaeyo.” Ucapnya sambil membungkuk sejenak. Lalu dia segera berlari meninggalkan tempat itu tanpa ingin menoleh lagi meski dia mendengar ibunya berteriak memanggil namanya berulang kali.

“Aku gagal! Aku telah gagal! Aku tak bisa menipu orang tuaku! Sekarang aku akan kembali meninggalkan mereka. Dan kali ini tanpa jejak!” batin Siwon masih terus berlari.

***

“Kau tenang saja. Kau belum gagal!” kata Heechul santai. Siwon yang sedang menyetir langsung menatapnya.

“Apa maksudmu? Aku tadi bertemu dengan orang tuaku dan aku ketahuan. Aku tak bisa berbohong di hadapan mereka. Meski aku tadi tak menjawab, aku yakin mereka sudah tahu siapa aku sebenarnya. Mereka bisa merasakannya. dan sekarang apa maksudmu bilang kalau aku belum gagal?”

“Aku tahu kekuatan batin antara anak dan orang tuanya itu sangat kuat, jadi aku tak bisa menyalahkanmu jika kau ketahuan. Lagipula saat ini mereka belum tahu benar keberadaanmu. Dan yang terpenting kesepakatan kita adalah menyangkut Yoona. Jadi kau tenang saja. Kau masih punya waktu. Bukankah itu baik untukmu?” Heechul masih bersikap santai saja.

“Benarkah?” siwon menatapnya penuh harap dan dia mengangguk. Seketika itu juga Siwon tersenyum karna tahu harapan itu masih ada.

“Gomawo … Hyung!” ucapnya dan untuk pertama kalinya dia memanggil Heechul dengan sebutan Hyung seperti yang diminta Heechul di awal kesepakatan mereka. Heechul tersenyum.

“Mendengar kau memanggilku dengan sebutan itu membuatku merasa sangat senang.”

***

Siwon melangkah menghampiri Yoona yang baru saja keluar bersama Taeyeon dari kantornya. Dia tak akan mundur dan menunda lagi. Dia ingin mengungkapkan perasaannya pada Yoona sebelum waktunya habis.

Seperti yang telah dia perkirakan sebelumnya, Taeyeon sahabatnya terkejut sama seperti orang-orang yang dia temui sebelumnya saat melihat wajah Siwon di hadapannya.

“Yyyyoooooong …” ucapnya lirih sambil membelalakkan matanya menatap Siwon.

“Mungkin dia mirip dengan Choi Siwon, eonni. Tapi orang ini bukan dia!” jelas Yoona pada Taeyeon. Lalu dia beralih menatap Siwon.

“Ada apa kau datang ke sini Kim Siwon-ssi?” tanya Yoona dingin. Tapi sikapnya itu lebih cenderung ingin menekan perasaannya yang masih curiga dan mencoba mengatakan kalau namja itu adalah kekasihnya.

“Kkim … Ssiwonnn?” Taeyeon mengucap nama itu seakan ingin memastikan.

“O. namanya Kim Siwon. Bukan Choi Siwon!” jelas Yoona lagi.

Siwon menundukkan kepalanya sepintas di depan Taeyeon.

“Annyonghaseyo, naneun Kim Siwon imnida. Bangapsimbnida.” Kata Siwon memperkenalkan diri yang di balas Taeyeon dengan anggukan perlahan.

“Ne, Kim Taeyeon imnida!” balas Taeyeon memperkenalkan diri.

Siwon kembali mengalihkan pandangannya pada Yoona.

“Aku ingin meminta waktumu sebentar. Apa kau bisa ikut denganku?” tanya Siwon.

“Untuk apa?”

“Ada yang ingin aku bicarakan denganmu!”

Meski masih terkejut apa yang dialaminya saat ini tapi Taeyeon mengerti.

“Yoong, aku pulang duluan. Aku harus menemui Jung Soo oppa. Bye!” kata Taeyeon pamit dan langsung melangkah pergi tanpa mau mendengarkan jawaban Yoona.

Yoona mendesah melihat kepergian sahabatnya itu lalu kembali menatap Siwon.

“Apa yang ingin kau bicarakan?”

“Tidak di sini! Ikutlah denganku!” tanpa menunggu persetujuan Yoona, Siwon langsung menarik tangan gadis itu agar mengikutinya. Dia membukakan pintu mobil untuk Yoona dan setelah itu dia pun ikut masuk lalu menjalankan mobilnya meninggalkan tempat itu.

***

Senja kini telah berganti malam. lampu-lampu mulai berkerlap-kerlip bagai panorama bintang di dataran luas. Saat ini Siwon dan Yoona sedang memandangi pemandangan lampu-lampu itu yang menyinari tempat-tempat yang berada di kota Seoul bahkan sampai ke sudut-sudutnya. Pemandangan yang benar-benar indah karna mereka saat ini sedang berada di lantai atas Namsan Tower. Yoona masih merasa bingung kenapa namja yang menyerupai Siwon kekasihnya itu mengajaknya ke sini. Sudah hampir sejam mereka ada di sini dan namja itu sama sekali belum mebuka suara. Hanya mengarahkan pandangan kosongnya dan mendesah sekali-kali.

“Sebenarnya apa tujuanmu mengajakku ke sini? Jika hanya untuk melihatmu diam seperti ini, aku lebih baik pulang.” tegur Yoona tak sabar lagi dan ternyata berhasil membuat Siwon menoleh menatapnya.

“Aku hanya ingin menghabiskan waktu berdua denganmu di sini! Kau membuatku tertarik dan membuatku sering memikirkanmu sejak awal pertemuan kita. Dan aku merasa aku tidak akan bisa mengalami moment seperti ini lagi.” kata Siwon lirih.

“Apa mungkin … kau menyukaiku?” tanya Yoona seraya menatap Siwon penasaran. Namja itu tersenyum.

“O. Aku menyukaimu. Sangat menyukaimu!”

Yoona tertawa kecil mendengar jawaban Siwon itu.

“Mwoya? Jangan bercanda! Mana mungkin kau bisa menyukai gadis yang bahkan baru bertemu denganmu dua kali!”

“Wae? Andwae? … Mungkin bagimu kita baru bertemu dua kali tapi bagiku tidak seperti itu. Aku merasa sudah seperti telah mengenalmu selama bertahun-tahun.” Ucap Siwon dengan sorot mata yang serius. Dia lalu merogoh saku jaketnya dan mengeluarkan sebuah gembok lengkap dengan sebuah kartu kecil. Lalu dia memasang gembok itu di pagar yang berada di dekatnya. Setelah itu melemparkan kunci gembok itu sejauh mungkin.

Yoona semakin mennatap heran namja itu.

“Aku sudah menuliskan sesuatu di kartu yang aku gembok itu. Perasaanku padamu & mungkin itu juga apa yang kau rasakan saat ini. Saranghaeyo Im Yoona-ssi!” ucapnya sambil menatap Yoona lekat-lekat.

Yoona merasa hatinya berdesir hangat tiba-tiba setelah mendengar ungkapan cinta itu. Tapi dia mencoba menekannya kuat-kuat agar tak keluar. Lagipula namja yang berada di depannya saat ini bukan namja yang dia cintai. Namja itu hanya mirip dengan namja yang dia cintai. Yoona yakin hatinya berdesir hangat hanya karena wajah itu mengingatkannya pada namja yang sangat dia cintai.

“Aku bukan gadis yang mudah jatuh cinta. Kau tahu, kau mungkin juga membuatku tertarik. Tapi itu karna kau sangat mirip dengan orang yang pernah kucintai. Orang yang kini telah meninggalkanku untuk selama-lamanya. Tapi sampai sekarang aku masih mencintainya. Bahkan aku berpikir tak bisa mencintai orang lain selain dia. Jadi aku minta maaf jika aku mengecewakanmu.”

Yoona menolak. Tapi Siwon tersenyum.

“Ne, aku mengerti! Dan aku juga sudah menyiapkan hatiku jika kau menolak perasaanku. Tapi aku cukup senang karna bisa mengatakannya. Setidaknya jika aku pergi, aku tak akan membawa penyesalan lagi.” ucap Siwon lirih.

Yoona mengernyitkan keningnya. Mencoba mencari makna dari kalimat yang diucapkan namja itu.

“Apa kau akan pergi?” tanyanya kemudian. Siwon tersenyum.

“Mungkin. Jika aku tidak berhasil mencapai tujuanku, aku pikir aku akan pergi ikut bersama kakakku untuk pindah dari tempat ini!”

“Tujuan?”

“O. Aku datang ke Seoul karna satu tujuan. Tujuan untuk mendapatkan sebuah pengakuan sehingga kakakku bisa mengijinkan aku tetap berada di sini. Tapi sampai saat ini tak ada titik terang sehingga aku mulai berpikir aku mungkin akan ikut kakakku pindah dalam waktu dekat ini. Tapi setidaknya saat ini aku merasa sudah cukup senang karna setidaknya aku bisa menghilangkan bebanku.” Jelas Siwon.

“Pengakuan apa sebenarnya yang di tunggu namja ini?” batin Yoona penasaran.

Siwon menghembuskan nafas panjang lalu tersenyum pada Yoona.

“Sudah malam. Ayo kita pulang. Aku akan mengantarmu!” ajak Siwon. Lalu menggenggam tangan Yoona mengajaknya pergi. Siwon menekan tombol lift sehingga pintu itu terbuka. Dia lalu masuk dan di susul Yoona. Setelah itu dia menekan tombol angka 1. Dan sebelum pintu lift itu tertutup dia sempat berkata lirih pada Yoona.

“Ada satu mitis yang selalu ingin kucoba saat ada di sini. Yaitu berciuman di dalam lift ini sambil menahan nafas sampai ke lantai dasar untuk mengetahui apakah dia benar-benar pasangan sejatimu atau bukan.” Lalu seketika itu juga Siwon menarik Yoona ke dalam pelukannya di saat yang bersamaan saat pintu lift bergerak menutup. Dan Yoona langsung merasakan bibirnya dilumat oleh Siwon tanpa tanggung-tanggung.

Yoona terkejut tapi entah dorongan apa yang membuatnya perlahan memejamkan matanya dan menikmati lumatan demi lumatan bibir Siwon di bibirnya. Bahkan tanpa sadar dia membuka bibirnya memberikan celah yang langsung dimanfaatkan Siwon untuk memperdalam ciuman itu dengan lidahnya. Menggoda seluruh bagian mulut Yoona dengan lidahnya.

Tangan Siwon makin menarik tubuh Yoona lebih mempererat pelukannya dan di saat yang bersamaan dia makin memperketat ciumannya. Meluapkan seluruh kerinduan yang selama ini hanya terpendam di dadanya. Dan jika ini adalah saat yang terakhir, dia tak akan menyesal. Dia akan mensyukurinya.

***

Hari ini adalah hari terakhir Siwon. Ani, waktunya hanya tinggal beberapa jam lagi. Jika tepat jam 12.00 malam nanti Yoona tetap belum menyadari siapa dirinya maka dia akan pergi bersama Heechul kembali ke tempat serba putih di dunia lain. Dan saat ini dia sedang menatap rumahnya. Rumah orangtuanya yang pernah menjadi tempat tinggalnya selama bertahun-tahun.

“Omma, aboji, mianhaeyo karna aku benar-benar tak bisa bersama kalian lagi. hiduplah dengan bahagia. Relakan aku, karna aku juga akan merelakan semuanya. Merelakan semua kenanganku bersama kalian orang yang aku cintai agar aku bisa mendapat kedamaian di alam sana. Mianhae kurigu gomawo. Saranghanda omma, aboji.” Ucapnya lirih dengan air mata yang berderai. Dia lalu menjalankan mobilnya untuk menemui gadis yang dia cintai. Tujuan awal dan terakhirnya.

~~~

 

Saat itu Yoona sedang berjalan mondar-mandir di depan rumahnya. Setelah mendapat telfon dari Siwon bahwa namja itu akan ke sini, dia menjadi sedikit gelisah. Pasalnya setelah malam itu, setelah mereka berciuman di lift itu, ada perasaan aneh yang membuatnya sangat penasaran akan namja itu. Ciuman itu … dia merasakan ciuman itu seperti …

Sebuah mobil akhirnya berhenti di depannya dan kemudian Siwon turun dari mobil itu dan menghampirinya.

“Apa kau menungguku?” tanya Siwon sambil tersenyum.

“O.” jawab Yoona singkat tapi tatapannya sangat tajam mencoba menembus mencari tahu sebuah jawaban yang membuat hatinya penasaran.

“Well, aku kemari hanya ingin pamit padamu. Aku akan pergi!”

Kalimat Siwon itu seketika membuat Yoona merasakan sakit di relung hatinya.

“Mwo? Kau benar akan pergi? Secepat ini?” tanyanya beruntun.

Siwon mengangguk.

“Aku gagal dan itu berarti aku harus ikut bersama kakakku. Aku kesini hanya ingin mengucapkan selamat tinggal padamu.” Ucap Siwon seraya mengelus pipi Yoona dengan lembut dan Yoona membiarkannya.

“Jangan bersedih lagi! Jangan membiarkan dirimu sakit hanya karna memikirkan sesuatu yang seharusnya kau relakan! Jadilah tegar dan ceria! Kau tahu, kau sangat cantik saat tersenyum dan senyumanmu adalah satu anugerah terindah di dalam hidupku. Berbahagialah Yoong!” ucap namja itu lalu menangkup wajah Yoona dengan kedua telapak tangannya dan sedetik kemudian mendaratkan ciumannya di bibir tipis Yoona dengan lembut. Memangutnya perlahan dan kemudian melumat bibir itu dengan segenap perasaan yang ada. Mencecap seluruh rasa manis yang ada dan yang hanya bisa dirasakannya dibibir Yoona. Bibir orang yang dia cintai dengan sepenuh hatinya baik di hidup dan matinya. Gadis yang sangat dia cintai, Im Yoona. Dan saat itu juga dia menyelipkan seuntai kalung di saku sweater yang dipakai Yoona.

~ ~ ~

Entah berapa lama Yoona masih terpaku di tempatnya berdiri. Siwon sudah pergi kurang lebih 30 menit yang lalu dan dia masih terpaku mencoba menelaah apa yang dia rasakan saat ini. lagi-lagi ciuman dan pelukan namja itu membuatnya merasakan sesuatu. Sesuatu yang pernah dia rasakan dan selalu dia rindukan. Apa mungkin sesuatu seperti itu bisa terjadi?

Angin malam mulai terasa dingin menggigit tubuhnya. Yoona memasukkan kedua telapak tangannya ke dalam saku sweaternya untuk sedikit menghilangkan rasa dingin di tubuhnya. Tapi tiba-tiba dia merasakan sesuatu di kantong kirinya dan mengeluarkan benda itu. Seuntai kalung dan di gantungi sepasang cincin.

Yoona mendekatkan cincin itu dan menelitinya. Di situ jelas terukir :

CS ♥IY

Seketika Yoona membelalakkan matanya. Semua kenangannya bersama Siwon kembali menari-nari diingatannya. Dan akhirnya dia tersadar. Dia langsung menyetop taksi yang lewat. Masih ada yang harus dia pastikan untuk saat ini.

“Ahjussi, antarkan aku ke Namsan Tower!” pintanya.

“Ne!” jawab sopir taksi itu lalu melajukan taksinya menuju tempat yang dituju.

Sesampainya di sana, Yoona langsung mencari keberadaan gembok yang beberapa hari lalu di pasangkan Siwon di sana. Hampir sejam dia mencari dan malam kian larut. Yoona hampir putus asa. Tapi dia tidak ingin menyerah. Dia harus menemukannya.

Barulah setelah sejam kemudian, Yoona menemukan gembok itu. Malam itu dia sempat melihat bentuk gembok itu sepintas dan kartunya. Yoona segera melihat gembok itu dan menerangi tulisan di kartu itu dengan cahaya handphonenya.

Aku akan selalu mencintaimu

Di hidup & kematianku

Mianhae, jika waktu kita terlalu singkat.

Kurigu gomawo karna masih mencintaiku

Saranghae my Deer ♥

~Simba~

Tangis Yoona langsung meledak. Ternyayta itubenar Siwon. Choi Siwon, kekasihnya. Orang yang dia cintai. Namja itu kembali lagi. entah apa yang terjadi, yang jelas namja itu kembali dengan identitas yang berbeda. Yoona terisak. Namja itu kembali tapi dia menyangkalnya. Dan tadi namja itu mengatakan akan pergi. Atau mungkin sudah pergi.

Tiba-tiba handphone Yoona bordering mengalunkan lagu ulang tahun. Diliriknya handphonenya itu dan sebuah tulisan sedang bergerak-gerak di sana dengan gambar kue ulang tahun di sampingnya.

My Lovely Simba Birthday

Yoona langsung tersadar. Apa mungkin Siwon diberi kesempatan untuk menemuinya sampai hari ulang tahunnya? Dan ulang tahun Siwon tinggal 5 menit lagi karna dia menyetel alarm itu 5 menit sebelum waktunya.

Dia lalu teringat perkataan Siwon tempo hari bahwa namja itu datang karna ingin menunggu pengakuan. Apa mungkin Siwon menunggu pengakuannya terhadap dirinya yang sebenarnya?

Lagi-lagi Yoona terisak. Apa waktunya sudah habis?

Yoona menatap langit seakan menantangnya.

“Tuhan, sebenarnya apa yang coba kau lakukan pada kehidupanku? Namja itu ,.. kau membuatnya kembali menemuiku dan sekarang kau ingin mengambilnya lagi? aku tidak tahu apa yang terjadi di sini dan aku juga tidak tahu apa maksudmu melakukan semua ini,,,,tapi aku mohon Tuhan, tolong ijinkan kami bersama lagi! aku mencintainya! Aku sangat mencintainya! Dan ketika dia berada di depanku aku malah mencoba menyangkalnya! Tuhan, tolong maafkan aku! Tolong Tuhan, jangan rebut dia lagi dariku! Berikan aku kesempatan untuk menebus semuanya! Berikan aku kesempatan untuk mengatakan bahwa aku sangat mencintainya! Berikan aku kesempatan untuk bersamanya Tuhan. Kesempatan untuk bersama dia yang kucintai. Bersama Choi Siwon, kekasih yang bahkan selalu mencintaiku dalam hidup dan matinya. Tolong Tuhan! Tolonglah aku …!!! Kembalikan Choi Siwon Tuhan … Jebalyo …!!!” Yoona memanjatkan doa penuh harap dengan air mata yang kian deras mengalir dari kedua matanya. Berharap Tuhan masih mau bermurah hati untuk mengabulkan doanya.

***

Air mata Siwon mengalir. Mungkin ini adalah terakhir kalinya dia akan menangis. Arlojinya sudah mati sejak 20 menit yang lalu dan saat itu harapannya sudah pupus. Tapi dia bersyukur. Setidaknya dia bersyukur karna dia sudah mengungkapkan perasaannya pada Yoona. Dia tidak akan pergi tanpa beban dan penyesalan lagi. Dia akan merelakannya dan dia yakin Yoona & keluarga yang dicintainya juga akan merelakannya dan hidup bahagia.

“Kau sudah siap?” tanya Heechul dengan senyum khasnya. Siwon mengangguk. Lalu Heechul menggamit tangan Siwon dan menggenggamnya.

“Ayo kita pergi!” kata Heechul lalu sedetik kemudian mereka berdeperate dengan cepat dan mereka akhirnya sampai di sebuah tempat. Tapi itu bukan tempat bernuansa putih. Langit malam yang pekat di atas kepala mereka membuat Siwon menyapukan pandangannya ke sekeliling tempat itu sampai akhirnya matanya menangkap sosok seorang gadis yang sedang terisak di sudut pagar.

“Yoona” batinnya. Dia lalu menatap Heechul tak mengerti dan memohon penjelasan.

“Kau tidak gagal. Kau berhasil! Im Yoona mengakuimu 5 menit yang lalu tepat sebelum waktumu habis!”

“Ne?  Tapi bukankah arloji ini sudah mati sekitar 20 menit yang lalu?”

“Aku sengaja menyetelnya lebih awal sebelum waktunya. Hanya ingin mencoba menghiburmu jika gadis itu tak mengucapkan pengakuannya!” jelas Heechul. Siwon benar-benar tidak percaya dengan apa yang baru di dengarnya. Jadi dia berhasil. Cintanya berhasil!

“Hampirilah dia dan peluklah cintamu! Kau membuktikan padaku bahwa keyakinan cinta kalian lebih kuat dibandingkan takdir yang sudah di tentukan. Dan sesuai janjiku aku memberikan kesempatan kehidupan kedua untukmu agar bisa bersama gadismu yang sangat kau cintai itu. Hiduplah dengan bahagia dan jika kita bertemu lagi, aku harap kau benar-benar sudah tak pernah merasa sedih lagi dan selalu bahagia sepertiku.” Ujar Heechul. Siwon terharu dengan kemurahan hati peri itu.

“Hyung … gomawo!!!” ucapnya tulus. Heechul mengangguk dan memberi isyarat pada Siwon untuk menghampiri Yoona. Siwon mengangguk.

Lalu dengan perlahan dia berjalan menghampiri Yoona.

“Yoong …!” panggilnya lembut. Gadis itu langsung menoleh dan menatap Siwon tak percaya. Tapi kemudian dia langsung berlari memeluk Siwon & di sambut Siwon dengan suka cita.

“Mianhae oppa. Jeongmal mianhae karna aku terlambat mengakuimu. Aku mencoba menyangkalmu padahal kau benar-benar nyata di depanku. Mianhae oppa!” isak Yoona dipelukan Siwon.

Siwon melepaskan pelukan Yoona dan menatap wajah gadisnya yang basah dengan air mata itu. Dia menghapus air mata itu dengan lembut.

“Gwenchana! Gwenchana! Kita berhasil! Karna kau, aku mendapat kado terindah hari ini! Tuhan memberikan kesempatan untuk kita lagi Yoong dan aku bersyukur akan hal itu. Jadi, mullai sekarang kita harus tetapkuat dan bersama menjaga kekuatan cinta kita. Saranghaeyo Im Yoona!” ucap Siwon dengan penuh ketulusan dan rasa syukur. Air mata mengalir dari kedua matanya.

Yoona terharu mendengar kalimat itu. Tempo hari saat Siwon menyatakan cinta itu dia mencoba menekan dan menyangkalnya. Tapi kali ini tidak lagi. Yoona tahu ini adalah kesempatan yang sangat langka yang diberikan Tuhan kepada mereka berdua dan dia mensyukurinya juga tak akan menyia-nyiakannya. Dia mengangguk.

“Nado. Nado saranghaeyo Choi Siwon!” ucapnya kemudian. Dia juga tak bisa menahan air mata haru yang mengalir dari matanya. Kemudian dengan buliran-buliran air mata haru itu, mereka berdua berciuman. Melepaskan segala kerinduan yang terpendam. Saling memberi dan menerima cinta dan kasih sayang yang memang tercipta untuk mereka. Ini kado terindah untuk mereka yang patut mereka syukuri.

Heechul yang melihat pemandangan romantic dari kedua insan itu dari kejauhan tanpa sadar ikut terharu dan meneteskan air mata.

“Mwoya? Kenapa aku bisa ikut menangis melihat mereka? Ini bukan aku!” ucapnya sambil menghapus air matanya dan kembali menyunggingkan senyum khasnya.

Kekuatan cinta yang besar kadang memang bisa mengalahkan takdir.

***

THE END

 

Fiuh~~ akhirnya selesai juga. Air mata dan rasa haru juga ikut aku rasakan saat menulis ff yang satu ini. aku sendiri tak menyangka bisa membuat ff yang seperti ini.

Otthe? Bagaimana menurut kalian? Meskipun nggak menarik, aku berharap kalian bisa menikmatinya.

Aku ingin mengucapkan terima kasih atas semua dukungan yang telah diberikan kepadaku. Terutama buat Kak Uchie, Kak Rindu, July, Mutti, Nurul, Echa dan semua Niteds yang selalu mendukungku, berbagi cerita denganku dan memberikan inspirasi kepadaku agar terus berkarya. Aku beruntung memiliki kalian #big Hug. (hugback 🙂 )

And thanks sekali lagi buat Echa karna udah mau direpotin buat publish ff eonnimu yang gaje ini. Saranghae J

So, buat yang udah mampir please RCL yaw. Aku mohon jangan jadi SIDERS yang suka nongol tanpa menghargai karya yang dibacanya & baru benar-benar nongol kalau pengen minta pw doank. Jujur, aku sangat benci pada READERs yang seperti itu. Jadi aku mohon, hargailah karya ini dan berikan pendapat kalian agar aku bisa menciptakan karya yang lebih baik lagi setelah ini.

Btw, aku rencananya pengen buat epilognya. Tapi nunggu komentar readers dulu. Kalau banyak yang minta maka aku akan menyempatkan diri membuatnya.

Sekali lagi terima kasih dan sampai bertemu di ff selanjutnya. Bye #nebar kiss bareng YoonWon J

 

Tinggalkan komentar

140 Komentar

  1. miyoon

     /  Juni 29, 2013

    Keren miin DAEBAK

    Balas
  2. nandita oktaviani

     /  Juni 29, 2013

    keren keren keren , Gomawo gomawo gomawo thor 😀

    Balas
  3. Jungie

     /  Juni 29, 2013

    ahh… jeongmal deabek eon…

    Balas
  4. aat yoonwon

     /  Juli 8, 2013

    So sweet suka banget ma ceritanya

    Balas
  5. keren min.terharu kekuatan cinta yoonwon bisa mengalahkan takdir
    buat ff os yoonwon lagi ne min
    ditunggu min

    Balas
  6. Cikha Choi

     /  Agustus 17, 2013

    ya dtggu epilogx,ff x keren

    Balas
  7. Chika Choi

     /  September 15, 2013

    kyaa daebak,menharukan sekali.bkin sequel lagi ya.

    Balas
  8. Awal Ά̯͡к̲̣̣ύ baca os ini Ά̯͡к̲̣̣ύ kira bakal gagal dan endingnya sedih..
    Gomawo thor bikin yoonwon happy ending..lnjut ÐƠ̴̴͡.̮Ơ̴̴͡ñƘ thor..
    Gimna kelanjutan dr os ini.. Gomawo gomawo..saranghaeyo

    Balas
  9. Merisa Hermina putri

     /  November 25, 2013

    Huaaaa legaaa aku kira yoona telat , siwon udah balik ternyata enggak hahahh SENENG !!!!

    Balas
  10. Merisa Hermina putri

     /  November 25, 2013

    Huaaaa legaaa aku kira yoona telat , siwon udah balik ternyata enggak hahahh SENENG !!!! KEREN thor

    Balas
  11. Rosiie

     /  Desember 18, 2013

    Sumpah keren bgt, bener2 terharu, hikss..hikks.. T_T

    Balas
  12. ayu dian pratiwi

     /  Maret 4, 2014

    Ff nya keren feelnya dapet. Di tnggu lanjutannya

    Balas
  13. aat yoonwon

     /  Maret 12, 2014

    So sweet

    Balas
  14. ayuxpoppycute

     /  April 6, 2014

    Daebak keren,feelny jga dpet ampe nangis bcany

    Balas
  15. Mia

     /  Juli 13, 2014

    Bnr” mengharukan kisah cintaxa

    Balas
  16. Rommmantis bggtt

    Balas
  17. huhhh ini ff joga buat gue nguras air mata karna saking terharu bacany tapi sumpah ni ff geze abisss…gomawo unt postingnx.

    Balas
  18. Ini ceritanya benar2 sangat mendalam bgt ya, sedih bercampur bahagia. Gk ku sangka wonppa seakan di ksh kesempatan hdp, sebenarnya sih agk sedikit kurang masuk akal wonppa bisa hdp lgi, tpi aku teringat klo kisah wonppa ini seperti org mati suri yg di beri kesempatan hdp lgi. Itu sebenarnya emg ada di kehidupan nyata, author inspirasimu benar2 daebak. Penulisan kata2nya sangat bgs

    Balas
  19. Huahh daebak kerenn banget ffnya ^^

    Balas
  20. Kren bget
    smpae2 ikutn nangis

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: