[FF] Sequel Sajangnim!! Part V END ~ “Wish Happiness Till The End

PicStory-2013-04-05-03-57

Sequel Sajangnim!! Part V END ~ “Wish Happiness Till The End” by Uchie / twitter @uchie90 || Cast: Im Yoona, Choi Siwon, Im Eunhye, Park Yoochun, Tiffany Hwang, Nickhun, Kim Jongwoon, Cho Kyuhyun, Kim Hyoyeon, Seo Joohyun etc || Genre: Life, Humor, Romance, set by yourself || Type: Sequel || Rate: PG 15 || Disclaimer: this story pure from my mind. Bila ada kesamaan cerita atau alur itu benar-benar tidak disengaja. Saya hanya meminjam nama-nama diatas dan berharap agar Yoona dan Siwon berjodoh didunia nyata ( Aamiin)

 

Haiii… Masih pada nungguinkah?? *readers: enggak!!! T_T

 

Ini link sequel sebelumnya:

 

https://yoonwonitedkingdomstory.wordpress.com/2013/03/02/ff-im-sorry-sequel-sajangnim-part-iv/

 

Typo? Maafkan….

Happy Reading ^^

 

 

Sequel Sajangnim!! Part V ( END )

~ Wish Happiness Till The End ~

 

 

Derap langkah tergesa-gesa memenuhi koridor Seoul University Hospital sore itu. Siwon, ditemani Nickhun dan Fany makin mempercepat langkahnya menuju ruang rawat yang mereka tuju. Raut wajah khawatir terpampang jelas di wajah Siwon. Setelah memastikan nomor kamar rawat dihadapannya benar, Siwon langsung memasuki kamar tersebut. Nickhun dan Fany yang tadi sempat tertinggal langkahnya akhirnya juga ikut memasukinya.

 

Pandangan Siwon langsung tertuju pada sosok wanita yang sedang terlelap dengan damai di atas tempat tidur rumah sakit. Di tangannya terpasang selang infus, wajah pucatnya tak mengurangi kecantikannya yang terlihat alami. Segera ia melangkah mendekati Yoona, wanita yang terbaring lemah disana. Siwon langsung menggenggam tangan Yoona, dan mengelus pelan wajah Yoona yang sedikit cubby dikarenakan kehamilannya saat ini.

 

“Siwon….” Suara lembut sang Eomma membuat semua orang menoleh ke sumber suara.

 

“Ada apa dengan Yoona Eomma?? Tadi pagi saat aku tinggal ia baik-baik saja.” Tanya Siwon kepada nyonya Choi yang sedari tadi memang berada dalam kamar tersebut.

 

“Eomma juga tidak tahu, saat Eomma datang Yoona tampak pucat waktu membukakan pintu untuk Eomma lalu tiba-tiba ia pingsan. Eomma langsung menelpon Eunhye dan membawa Yoona ke rumah sakit ini.” Jelas nyonya Choi

 

“Kita tunggu saja diagnosisnya, sebentar lagi dokternya datang.” Kata Eunhye yang sedari tadi hanya diam melihat Siwon. Semua yang ada disana hening tak bersuara, menunggu hasil yang akan dibawa sang dokter. Tak lama pintu kamar itupun terbuka menampakkan sosok yeoja dengan jas putih yang melekat ditubuhnya. Dipastikan ia dokter yang ditunggu-tunggu dari tadi.

 

“Selamat sore…. ” Sapa sang Dokter.

 

“Bagaimana keadaan Yoona dan calon bayi kami, Joohyun-ah??” Tanya Siwon langsung pada dokter yang bernama Joohyun itu.

 

“Jangan menampakkan wajah seperti itu Oppa. Kau kehilangan ketampanan dan wibawamu tahu kalau berwajah seperti ini.”

 

“Kau masih sempat-sempatnya bercanda ya, Yoona kenapa? Ayo jelaskan!!” Ujar Siwon tak sabaran.

 

“Oke oke tuan Choi, sabar.” Dengus Joohyun, “Yoona hanya kelelahan, saat di bawa ke rumah sakit ia kekurangan cairan makanya kami beri cairan infus.”

 

 

“Hanya itu kan Hyunnie?” Tanya nyonya Choi.

 

“Sepertinya tidak hanya itu, tadi Yoona sendirian di apartemennya kan Imo??” Tanya Joohyun pada nyonya Choi. Nyonya Choi hanya mengangguk memberi jawaban.

 

“Jadi kita tak tahu apa yang terjadi sebelumnya. Tapi aku harus pastikan dulu saat Yoona bangun nanti. Kalian tak usah khawatir. Aku yakin dia baik-baik saja. Dari hasil USG pun janinnya tak ada masalah, sehat-sehat saja.”

 

“Syukurlah kalau begitu.” Semua yang ada disana pun menarik nafas lega setelah mendengar penjelasan Joohyun. “Dan kau Oppa, berhentilah terlalu mencemaskan Yoona secara berlebihan. Aku mendengar dari Yoona beberapa hari yang lalu kalau kau terlalu mengekangnya. Sudah cukup kau memaksanya berhenti bekerja sebulan yang lalu. Jadi sekarang biarkan Yoona menikmati masa-masa akhir kehamilannya, ingat itu!” Siwon melongo mendengar nasihat Joohyun yang adalah sepupu sekaligus dokter kandungan Yoona sejak beberapa bulan yang lalu. Jadi selama ini Yoona merasa terkekang olehnya? Apa benar Yoona merasakan hal itu? Apa tidak salah? Ia merasa kalau dirinyalah yang menderita sejak awal kehamilan Yoona.

 

Ya, sejak sebulan yang lalu menginjak usia kandungan Yoona 8 bulan Siwon menyuruh Yoona berhenti bekerja untuk sementara waktu. Ia tak tega melihat Yoona dengan kondisi perut besar bekerja dari pagi hingga sore, dan semenjak itu Siwon makin over protective pada Yoona. Kalau tidak ada yang menemaninya untuk keluar rumah, ia tak diperbolehkan keluar rumah oleh Siwon. Agak sedikit miris memang melihat Yoona diperlakukan seperti itu oleh Siwon. Seharusnya dia tahu kalau istrinya itu adalah tipe wanita yang tak bisa berdiam diri dirumah. Membiarkan Yoona melakukan hal-hal yang menyenangkan dan positif diluar rumah bukankah lebih baik dari pada mengurungnya dirumah bukan?

 

“Ingat apa yang aku katakan, biarkan Yoona melakukan hal-hal menyenangkan di bulan terakhir kehamilannya ini arraso!!” Joohyun lagi-lagi memperingati Siwon. “Arra dokter Seo Joohyun yang terhormat.”

 

“Aisshh kau ini. Aku permisi dulu, mari semua…” Pamit Joohyun meninggalkan ruang perawatan Yoona.

 

“Apa benar yang dikatakan Joohyun itu Wonnie??” Nyonya Choi memastikan kembali apa yang Joohyun beritahu tadi. Siwon hanya diam, ia merasa sedikit bersalah pada Yoona. “Seharusnya kau tidak perlu seposesif itu pada Yoona. Eomma tahu kau mengkhawatirkannya, tapi mengekangnya juga merupakan hal yang tidak baik untuknya dan untuk calon bayi mu.”

 

“Nde, Eomma…”

 

“Ya sudah Eomma pergi dulu, kalau Yoona sudah bangun beritahu Eomma ya.” Siwon mengangguk tanpa suara. Perlahan nyonya Choi pun meninggalkan ruangan setelah sebelumnya pamitan juga pada Eunhye, Fany dan Nickhun.

 

Eunhye yang hanya menjadi pendengar dari tadi jadi memandang kesal adik iparnya ini, setelah mengetahui Sikap Siwon pada Yoona, “Tak kusangka kau jadi over protective begini adik ipar. Pasti Yoona sangat kebosanan dirumah.”

 

“Mianhae Noona…”

 

“Kalau nanti aku menikah, aku tak akan mau diperlakukan seperti itu oleh Yoochun-oppa.” Celetuk Eunhye.

 

“Nyatanya Noona belum menikah sampai saat ini.”

 

Pletak!! Sebuah jitakan berhasil mendarat di kepala Siwon. “Makin lama mulutmu itu makin berani mengataiku ya? Apa ini ajaran Yoona?” Siwon yang masih meringis mengusap kepalanya menatap takut kakak iparnya itu. “Ani Noona….”

 

“Tapi kenapa Yoona tak pernah cerita tentang hal ini pada ku??” Fany yang dari tadi diam akhirnya angkat bicara. Ia seperti tak memperhatikan aksi yang Eunhye lancarkan pada Siwon, malah ia asyik dengan pikirannya sendiri dan bertanya pertanyaan tidak berbobot itu. Siwon menatap tajam Fany akibat bertanyaannya, menjadikan nyalinya ciut seketika.

 

“Sudah, tidak usah dibahas lagi sekarang kita tunggu saja Yoona siuman. Fany-ah Nickhun-ssi apa kalian tidak bekerja??”

 

“Kami kebetulan sudah pulang bekerja saat Noona menelepon Fany tadi.” Eunhye pun tak bertanya lagi. Ia mempersilahkan Fany dan Nickhun duduk di sofa yang telah disediakan rumah sakit di kamar rawat VVIP tersebut.

 

Tak lama setelah itu Yoona terlihat mengerjapkan mata, menyesuaikan cahaya yang memaksa masuk ke retinanya. Perlahan matanya pun terbuka. Ia melihat disekitarnya mencari sosok yang sangat ia rindukan saat ini.

 

“Oppa….” Yang dipanggil mendongakkan kepalanya, perasaan lega tampak menghiasi raut tampan itu.

 

“Oppa… Aku dimana??”

 

“Dirumah sakit Dear. Sebenarnya apa yang terjadi?” Tanya Siwon dengan rasa penasaran.

 

“Yang aku ingat, saat aku ingin mengambil cemilan tiba-tiba perutku terasa sakit Oppa… Aku berusaha menahannya, dan itu berhasil tak lama setelah itu Eommoni datang berkunjung dan aku tak ingat lagi….”

 

“Bayi kita tak kenapa-napa kan Oppa? Dia baik-baik sajakan? Aku takut….” Nada suara Yoona sedikit bergetar menahan tangis. Membuat Fany, Nickhun dan Eunhye kasihan melihat Yoona.

 

“Bayi kita sehat dan Oppa ada disini jadi kau tidak usah takut ya…” Ujar Siwon menenangkan Yoona. Yoona hanya mengangguk lemah.

 

“Yoong bagaimana rasanya sekarang? Kau tak apa kan?” Eunhye mendekat menghampiri ranjang Yoona. Sebenarnya sejak Yoona pingsan tadi Eunhye sangat cemas. Tapi ia berusaha menutupinya, takut sang adik ipar menjadi semakin cemas. Melihat dongsaengnya sudah sadar begini hatinya terasa lega. Dan ia tak perlu repot-repot menelpon orang tua mereka yang ada di Jeju, karena takut nanti orang tua mereka jadi khawatir dengan kondisi Yoona.

 

“Ne Eonni, aku sudah merasa lebih baik.” Jawab Yoona terdengar lemah.

 

“Yoong… Kau ini membuatku khawatir saja. Seharusnya suamimu ini tidak membiarkanmu sendirian dirumah dalam keadaan hamil besar begitu, lihatkan akibatnya.” Cerewet Fany tanpa sadar dengan ucapannya dan lagi-lagi harus menerima tatapan mengerikan dari Siwon.

 

“Maaf Sajangnim tapi aku harus bicara sekarang. Bagaimana mungkin Sajangnim mengurung Yoona seperti itu didalam rumah, biasanya Yoona tak mau diperlakukan seperti itu oleh siapapun, tapi kenapa oleh Anda dia menurut-menurut saja tanpa protes. Ini sangat aneh.” Fany akhirnya menyatakan semua uneg-unegnya pada orang-orang yang ada disana. Dapat dipastikan ia dipandang dengan mata kagum oleh Yoona, Nickhun dan Eunhye karena seperti yang sama-sama mereka tahu Fany sangat takut pada Siwon. Entah keberanian dari mana yang ia miliki hingga dapat berkata seperti itu hari ini.

 

“Aigoo Fany-ku, kau tak perlu marah-marah begitu pada suamiku ini, kau seperti monster tahu. Bisa jadi suamiku ini yang takut padamu.” Yoona tampak cekikikan geli mengingat lagi ucapan Fany barusan.

 

“Biar kujelaskan, suamiku yang tampan ini tidak salah, ia memang seperti mengurungku dirumah, tapi aku menikmatinya. Tapi entah kenapa seminggu terakhir ini aku ingin pergi keluar, tapi dia tidak memperbolehkanku pergi sendiri.” Jelas Yoona sambil menatap ke arah Siwon.

 

“Wajarkan Oppa tidak mengijinkanmu. Kau sedang hamil besar Yoong….”

 

“Tapi Oppa, aku ingin pergi sendiri. Apa Oppa tak sadar kita belum membeli apapun untuk calon anak kita ini??” Yoona mengelus perutnya sambil memasang raut murung.

 

“Mwoo??” Koor Eunhye, Fany dan Nickhun.

Siwon pun tak kalah terkejut dengan penuturan Yoona. Memang mereka belum mempersiapkan apapun untuk menyambut calon anak mereka yang dalam beberapa minggu akan lahir. Siwon tampak bersalah.

 

“Yak!! Adik ipar, apa-apaan ini. Kau mau menunggu anakmu lahir dulu baru kau akan membeli perlengkapannya ah…” Teriak Eunhye frustasi pada Siwon. Siwon diam mendengar penuturan sang kakak ipar, dia merutuki dirinya sendiri. Bagaimana bisa ia melupakan hal penting itu. Waktunya benar-benar tersita oleh pekerjaan dan Yoona yang sedang hamil besar beserta segala macam permintaan anehnya, sampai-sampai pada hal-hal seperti berbelanja dan mempersiapkan kebutuhan bayinya saja terlupakan.

 

“Dan kau dongsaengku yang yeppo, kenapa kau tidak merengek kalau perlu memaksa suamimu yang tidak tahu apa-apa ini sebelumnya? Malah mau pergi sendiri.” Marah Eunhye menjadi-jadi.

 

“Eonni aku tak mau merepotkannya, ia sudah sibuk dengan berbagai urusannya di kantor.” Semua yang ada disana jadi melongo mendengar alasan Yoona.

 

“Sejak kapan kau jadi mempedulikan suamimu Yoona-ssi? Bukankah sejak kau hamil kau selalu merepotkannya?” Sindir Nickhun.

 

“Mwo?? Jadi kalian melihat selama ini aku merepotkan suamiku?? Benarkah?” Yoona mengarahkan pandangannya ke Siwon, “Oppa, benarkah aku selalu merepotkanmu selama ini?” Tanya Yoona dengan mata berkaca-kaca. Siwon menghela nafasnya bersiap menjawab.

 

“Hiks… Hiks..” Isak tangis Yoona mulai terdengar dibarengi tetesan airmata yang sudah mengaliri pipi cubby nya. “Mianhae Oppa, kalau memang selama ini aku merepotkanmu… Hiks… Hiks…” Siwon yang sudah menyiapkan kata-kata untuk mendukung ucapan Nickhun tadi menjadi tak tega melihat tangisan istrinya itu. Ya, tangisan Yoona adalah kelemahannya.

 

“Ani Yoong, Oppa sama sekali tak merasa direpotkan olehmu. Jangan kau dengarkan kata-kata orang syirik itu.”

 

“Benarkah Oppa?” Siwon mengangguk tersenyum lalu menoleh ke arah Nickhun yang menatapnya garang. Nickhun telah membelanya tapi lihat malah orang yang dibela menyudutkannya saat ini. Nickhun mengacak ranbutnya frustasi. Eunhye dan Fany hanya terkekeh geli dengan kelakuan dua namja ini.

 

~•~

 

“Jadi sebelum pingsan, kamu merasakan kontraksi Yoong?” Yoona mengangguk menjawab pertanyaan Joohyun, “Itu hal biasa, pertanda tak lama lagi bayimu akan lahir. Apa ada keluhan lain?” Yoona terlihat berpikir mengingat apa lagi yang ia rasakan.

 

“Aku hanya merasa nafsu makan ku makin bertambah, apa tak apa Hyunnie??” Yoona bertanya dengan wajah polosnya membuat Joohyun tak dapat menahan tawa, “Hahaha… Yoong, kau ini ada-ada saja, nafsu makan bertambah tidak akan berdampak buruk hanya aku sarankan makanlah makanan yang lebih banyak mengandung serat dan protein dari pada karbohidrat. Dengan begitu ukuran janinmu tak akan melebihi berat normal usia kandunganmu.” Jelas Joohyun. Yoona mengangguk paham.

 

“Mana suamimu?? Kenapa dia meninggalkanmu sendiri?”

 

“Oh, tadi dia aku suruh makan dikantin rumah sakit.”

 

Bunyi suara pintu membuat Yoona dan Joohyun menghentikan percakapan mereka. Terlihat Eunhye memasuki kamar rawat Yoona. Eunhye tak sendiri dibelakangnya Yoochun tampak mengekori langkah Eunhye. Jam menunjukkan pukul sembilan malam, Eunhye memang sedari tadi berada di kamar Yoona hanya saja beberapa menit yang lalu dia permisi mau membeli sesuatu. Sedangkan Fany dan Nickhun sudah diusir oleh Yoona gara-gara ucapan Nickhun yang hampir membuatnya menangis beberapa saat yang lalu.

 

“Bagaimana keadaanmu calon adik ipar?” Tanya Yoochun dengan nada sedikit khawatir.

 

“Aku baik-baik saja Oppa…”

 

“O iya, kenapa Oppa bisa berbarengan begini dengan Eonni?”

 

“Tadi aku tak sengaja melihat Eunhye di minimarket sebelah rumah sakit, jadi sekalian saja, ya kan chagi…” Yoochun menatap Eunhye mesra. Eunhye tak menjawab malah membuang mukanya, sebenarnya ia sedang kesal dengan tunangannya ini gara-gara Yoochun lebih memilih melanjutkan kerjaannya dibanding menemaninya mengantarkan Yoona ke rumah sakit tadi sore.

 

“Ada hawa-hawa aneh nih…” Celetuk Joohyun dan membuat Yoona keheranan dengan sikap Eunhye. “Aku keluar dulu ya Yoona, Eonni, Yoochun-oppa.” Permisi Joohyun sebelum kena dampak dari kekesalan Eunhye.

 

“Chagi…. Kau masih marah padaku??” Yoochun mencoba meraih tangan Eunhye tapi sayang Eunhye malah mengelak sambil berjalan menuju sofa dan mendudukkan dirinya. Yoochun menghela nafas, ia pun mengikuti Eunhye dan duduk di sebelahnya.

 

“Mianhae chagiya… Aku tahu aku salah, tapi aku juga mohon pengertianmu. Tadi aku benar-benar sibuk. Bukankah ada nyonya Choi disana, kau juga bisa membawa mobil sendiri. Dan lihat lah, Yoona tidak apa-apa kan?”

 

“Memang Yoona tidak apa-apa sekarang, tapi kalau dia kenapa-napa saat itu bagaimana? Oppa tahu aku panik setengah mati saat melihat Yoona sudah terkapar tak berdaya di apartemennya.” Yoona yang mendengar percekcokan pasangan didepannya ini jadi merasa tidak enak.

 

“Eonni sudahlah, maafkan Yoochun-Oppa. Toh aku tidak apa-apakan? Kau harus lebih mengerti tunanganmu ini Eonni,kalau tidak bisa-bisa pernikahanmu tidak akan pernah terjadi.” Merasa di sentil Yoona, Eunhye pun makin meradang. “Oh,jadi selama ini kau sudah merasa menjadi istri yang pengertian dongsaengku?? Apa kau tak sadar apa yang telah kau lakukan selama kau hamil pada suamimu itu?” Sindir Eunhye.

 

“Apa yang aku lakukan?”Heran Yoona, “Aku hanya meminta sesuatu yang dipesan oleh anak yang aku kandung ini kok.” Eunhye kehilangan kata-kata. Yoona tersenyum puas karena telah berhasil memenangkan pertandingan adu mulut ini.

 

“Oke, aku memaafkanmu Oppa.” Membuat Yoochun mengedipkan sebelah matanya kepada Yoona. Iapun merengkuh tubuh Eunhye ke pelukannya. “Gomawo chagiya…”

 

~•~

 

Hanya satu malam Yoona menginap di rumah sakit, keesokan harinya ia sudah diijinkan pulang ke apartemennya. Tampak Eunhye, Yoochun serta nyonya Choi menemani Siwon menjemput Yoona sore itu. Joohyun pun sengaja mengantar mereka ke parkiran. Tapi saat mereka berjalan di koridor rumah sakit mereka bertemu dengan Hyoyeon, Yesung dan Kyuhyun. Ternyata mereka berniat membesuk Yoona dirumah sakit tersebut setelah mendapat kabar tadi pagi tentang Yoona.

 

“Yoona, kau tidak kenapa-napa kan?” Yesung yang menampakkan kekhawatiran yang berlebihan meraih tangan Yoona membuat aura disekitar Siwon memanas. Bisa-bisanya si kepala besar besar itu dengan santai memegang tangan Yoona didepan matanya secara terang-terangan. Apalagi disana ada Eommanya yang tampaknya juga sedikit heran dengan pemandangan tersebut. Sadar dengan tatapan tak suka sepupunya, Joohyun pun berusaha menetralkan situasi.

 

“Yoona sudah tak apa-apa, aku dokternya. Apa Anda teman kantor Yoona?” Suara lembut Joohyun menyadarkan Yesung, ia pun tersenyum kikuk menyadari sikapnya. “Ah, ne. Aku teman kantornya. Ini Hyoyeon dan Kyuhyun. Kami bertiga rekan kerja Yoona.” Ucap Yesung memperkenalkan diri sambil mengulurkan tangannya. Hyoyeon pun berkenalan dengan Joohyun tapi saat Joohyun mengulurkan tangannya pada Kyuhyun, Kyuhyun tak membalas malah terpaku menatap Joohyun yang ada didepannya. Sadar kalau Kyuhyun sedang termenung, Hyoyeon pun menyikut lengan Kyuhyun membuatnya tersadar dan kelabakan, Joohyun tersenyum geli. Kyuhyun dengan malu-malu menyambut uluran tangan Joohyun.

 

“Cho Kyuhyun imnida.” Ucap Kyu terbata.

 

“Seo Joohyun Imnida, senang berkenalan dengan Anda.” Balas Joohyun sambil menyunggingkan senyumnya, membuat Kyuhyun makin terpesona.

 

“Sepertinya tak akan ada lagi yang menjadi rival Jongwoon dalam mendapatkan hati Yuri.”Celetuk Yoona. Membuat semua yang ada disana tertawa, kecuali Kyuhyun yang tentu saja wajahnya merah padam akibat sindiran Yoona.

 

~•~

 

Seminggu sejak kepulangannya dari rumah sakit, Yoona jadi makin hati-hati memilih makanan. Sesuai yang disarankan Joohyun, Yoona lebih memilih makanan yang lebih banyak mengandung serat dan protein dibandingkan karbohidrat. Dan tiap sore Siwon selalu membelikan buah-buahan pesanan Yoona, kali ini Siwon melakukannya dengan senang hati. Karena permintaan Yoona tidaklah sulit. Dan mendekati hari persalinannya, orang tua Yoona telah berada di Seoul sejak tiga hari yang lalu. Mereka ingin menemani Yoona menghadapi detik-detik kelahiran cucu mereka nanti.

 

Perlengkapan dan segala kebutuhan bayipun telah mereka siapkan. Siwon yang merasa sangat bersalah saat itu langsung memesan tempat tidur bayi yang ternyata telah dirancang Yoona. Penataan kamar bayi ternyata juga diam-diam telah dipikirkan oleh Yoona. Dan semua itu telah terealisasikan di kamar yang tak terlalu besar di samping kamar utama. Dekorasi yang dominan berwarna kuning. Kenapa kuning? Karena menurut ahli psikologi warna kuning memberi kesan hangat dan nyaman serta menstimulasi aktifitas supaya perkembangan otaknya lebih maksimal. Sedangkan perlengkapan lainnya Siwon telah mengajak Yoona membelinya dua hari yang lalu. Dan sekarang mereka hanya perlu menanti saat-saat kelahiran itu datang.

 

Seperti biasa sore itu Yoona selalu mengisi waktu luangnya dengan membaca buku seputar persalinan dan cara mengurus anak. Kebiasaan yang baru beberapa minggu ini ia lakukan. Setidaknya dengan membaca buku-buku tersebut bisa mengurangi ke canggungan Yoona dalam mengurus bayinya nanti.

 

Ting-tong

 

Suara bel memecah konsentrasi Yoona. Ia meletakkan buku yang sedari tadi ia baca ke atas meja lalu berdiri menuju pintu. Ia tersenyum senang ketika melihat siapa yang berkunjung. Perlahan ia putar knop pintu dan membukanya.

 

“Hai….”

 

“Hai Yoong….” Sapa Hyoyeon, Yesung dan Kyuhyun berbarengan. Tapi Yoona terdiam ketika melihat Yuri dan…. Joohyun! “Apa aku ketinggalan sebuah berita?” Nada Yoona terkesan menyelidik. Yesung dan Kyuhyun tampak tersenyum malu-malu membuat Hyoyeon geli melihat tampang namja-namja yang sedang kasmaran ini.

 

Setelah mempersilahkan mereka semua masuk Yoona beranjak menuju dapur diikuti Joohyun. “Apa kau mau menjelaskannya padaku Hyunnie?” tanya Yoona menggoda sambil meletakkan gelas-gelas ke atas nampan.

 

“Well baiklah, aku tak akan menutupinya. Aku sudah berpacaran dengan Kyuhyun-oppa.”

 

“Mwoo?? Secepat itu?? Kau harus hati-hati padanya, dia namja evil tahu. Aku tak mau saudara suamiku jadi kecewa gara-gara iblis yang berwujud manusia itu.”

 

“Apa kau bilang? Aku iblis? Aishh…. Jinjja…” Kyuhyun tiba-tiba telah bergabung bersama mereka didapur dan mungkin secara tidak sengaja mendengar percakapan Joohyun dan Yoona.

 

“Jangan kau hasut Seohyun Yoong, aku benar-benar mencintainya bahkan sejak pertemuan pertama dirumah sakit kemarin.” Kalimat Kyuhyun sukses membuat pipi Joohyun merah padam.

 

“Seohyun??”

 

“Ya Seohyun, panggilan sayangku untuknya.” Yoona benar-benar ingin muntah sekarang, Kyuhyun, namja evil yang sangat jahil dan kekanak-kanakkan bisa-bisanya bersikap manis dan sekarang ‘panggilan sayang’? Apa lagi itu.

 

“Joohyun, aku sudah memperingatkanmu, tapi keputusan ada ditanganmu.” Yoona berjalan melewati pasangan kekasih baru tersebut sambil membawa minuman ke ruang tamu dimana yang lain telah menunggu. Ia tidak memperdulikan gumaman kesal Kyuhyun untuknya.

 

Sepanjang obrolan, Yoona jadi mengetahui kalau Yesung telah berhasil membuat Yuri jatuh cinta. Yoona jadi iri  ketika mengetahui cara Yesung menyatakan cintanya pada Yuri. “Dia menyuruhku datang ke sebuah kafe, tapi aku tak menemukan sosoknya disana. Tiba-tiba lampu redup dan disudut kafe yang satu-satunya ada cahaya lampu aku melihat sosoknya memegang mikrofon lalu mulai bernyanyi. Suaranya indah sekali, mungkin karena suaranya itu aku jatuh cinta padanya. Seharusnya dia menjadi penyanyi dari pada karyawan kantoran.” Yuri tersenyum, wajahnya merona mengingat kembali saat-saat dimana Yesung menyatakan cinta.

 

“So sweet….” Koor Yoona, Hyo dan Joohyun berbarengan. Membuat Yesung tersipu malu.

 

“Aku tak menyangka Jongwoon seromantis itu. Joohyun, si tuan Cho ini bagaimana menyatakan cintanya. Aku jadi penasaran, apa dia tipe namja yang romantis juga?”

 

“Jangan ceritakan Seo.” Sela Kyuhyun.

 

“Didalam mobil, ia tiba-tiba menciumku tanpa ijin.” Celetuk Joohyun dengan memandang dingin Kyuhyun. Membuat semua yang ada disana melongo lalu kemudian tertawa melihat perubahan wajah Kyuhyun yang sama seperti Yesung tadi, malu-malu kucing.

 

“Hyo, pacarmu mana?”

 

“Oh, dia sedang sibuk Yoong. Lagi pula aku sedang tak ingin bertemu dengannya.”

 

“Wae??”

 

“Biasalah pertengkaran kecil. Nanti juga baikan.” Jawab Hyo santai. Perbincangan mereka mengalir dari suasana kantor yang sepi karena tidak adanya Yoona, tentang pekerjaan Joohyun dan lain-lain.

 

Saat tengah asyik mengobrol, rumah Yoona kembali kedatangan tamu. Eunhye dan Fany tentu saja dengan pasangan masing-masing. Mereka bergabung dan setelah tahu ada dua pasangan yang baru jadian, otomatis itu akan menjadi bahan godaan bagi mereka sore itu.

 

~•~

 

“Oh jadi kalian disini rupanya.” Suara berat Siwon mengalihkan perhatian mereka semua. Pandangan tajam yang dilancarkan Siwon membuat mereka bergidik.

 

“Kim Hyoyeon, Cho Kyuhyun dan Anda Kim Jongwoon. Berani-beraninya kalian meninggalkan kantor disaat saya sedang sibuk-sibuknya sore ini.” Geram Siwon.

 

Yoona dengan santainya berdiri dan menatap suaminya itu penuh cinta. ” Bukan salah mereka Oppa, jam kantor memang telah selesai makanya mereka pulang dan ternyata mereka berkunjung kemari.”

 

“Tapi mereka meninggalkan aku sendirian disana.”

 

“Terima nasibmu Oppa. Oppa atasan mereka, dan kerjaanmu tidak bisa dikerjakan oleh mereka. Oppa harus mengerjakannya sendiri.” Sela Joohyun. “Yak!! Kenapa kau disini ah? Kau tidak kerumah sakit?”

 

“Aku free sampai hari minggu, memang kenapa?” Jawab Joohyun cuek. Siwon melihat keanehan ketika Joohyun dan Kyuhyun duduk berdekatan. “Apa ada sesuatu yang belum aku ketahui?” Tanya Siwon penuh selidik. Sadar dengan emosi suaminya yang sedikit berlebihan, Yoona pun menarik Siwon menjauh dari kerumunan teman-temannya. Ia menyeret Siwon menuju kamar dan menutup pintu.

 

“Oppa, mandi dulu ya. Aku akan menyiapkan makan malam untuk kita semua.”

 

“Kenapa mereka semua ada disini Yoong? Dan kenapa tuh si evil dekat-dekat dengan Joohyun?”

 

“Aku tidak tahu, aku tak mengundang mereka. Tapi Oppa jangan mengusir mereka, aku senang jadinya apartemen ini ramai kan? Kalau untuk masalah Kyuhyun dan Joohyun, sepertinya mereka telah berpacaran.”

 

“Mwoo?? Secepat itu??” Yoona mengangguk mengiyakan.

 

“Lalu Eommoni, Aboji kemana?” Tanya Siwon sambil melepas jas dan melonggarkan dasinya. “Eomma dan Appa diajak Eommoni ke rumahnya. Mungkin menemui Aboji disana.” Siwon hanya mengangguk lalu berjalan menuju kamar mandi untuk menyegarkan diri.

 

~•~

 

Suasana di apartemen lebih mirip pesta kecil-kecilan dibanding acara makan biasa. Mengingat yang bertamu lumayan banyak. Yoona sampai bingung mau memasak apa, tapi akhirnya makanan di pesan saja lewat telepon. Lebih praktis, kata Siwon. Saat Yoona senang mengupas buah untuk tamu-tamunya ia merasakan kontraksi di rahimnya. Mulanya ia bisa bertahan tapi lama-kelamaan kontraksi makin intens dan tidak tertahankan membuat Yoona menjerit sambil memegang perutnya. Siwon yang sedang asyik bercakap-cakap dengan Yoochun, Nickhun, Kyuhyun dan Yesung segera berlari menuju dapur.

“Mungkin ini saatnya, ayo kita bawa kerumah sakit.” Joohyun menginstruksikan pada Siwon agar memapah Yoona menuju parkiran apartemen. Yang lain pun tampak tegang dan khawatir. Mereka semua sepertinya berniat pergi kerumah sakit malam itu dengan membawa mobil masing-masing.

 

“Noona, tolong hubungi Eomma ya.” Eunhye mengangguk menerima perintah Siwon. Di mobil Yoona terus saja mengerang kesakitan, membuat Siwon panik. Untung Joohyun dan Hyoyeon satu mobil dengannya. Dimobil Yesung, Yuri dan Kyuhyun pun tampak cemas. “Moga Seohyun bisa menenangkan Yoona.” Harap Kyuhyun.

 

Dimobil lainnya. “Aku melihat Yoona sangat kesakitan tadi, hiks hiks… Apa itu tak apa?” Fany terisak memeluk Nickhun. “Yoona pasti kuat, kau tak usah khawatir Fany-ah.” Eunhye coba menenangkan walaupun di dalam hati rasa cemas dan khawatir itu amat besar berkecamuk, seperti biasa ia tak mau menampakkannya.

 

Setelah menempuh perjalanan sekitar 20 menit, Yoona akhirnya telah berada di ruang persalinan. Joohyun selaku dokter kandungan Yoona mau tak mau harus mengenakan jas putih kedokterannya lagi walau dia sudah ijin libur, tapi kalau yang akan melahirkan Yoona ia tak akan mau digantikan oleh dokter lain.

 

“Baru pembukaan tujuh.” Kata Joohyun.

 

“Pembukaan tujuh? Apa maksudnya??” Tanya Kyuhyun polos. Seketika Joohyun menjitak kepala kekasih barunya itu. “Jangan tanya macam-macam. Aku tak akan menjelaskannya kepadamu.”

 

“Seo-ah aku kan hanya bertanya, kenapa kamu menjitakku??” Ringis Kyuhyun.

 

“Jadi kita tunggu saja. Aku harap Yoona kuat. Tapi kalau dia merasa tak kuat lagi terpaksa kita lakukan cecar.” Semua yang ada disana tertunduk lesu, mendengar penjelasan Joohyun. “O iya, Siwon dimana?” Saat matanya tak menemukan sosok Siwon.

 

“Aku melihat ia berjalan ke arah kapel rumah sakit.”

 

~•~

 

Dengan hikmat Siwon berdoa, mengenggam kedua tangannya didepan dada. Matanya mengatup sempurna. Mengingat betapa Yoona menahan kesakitannya tadi, membuat Siwon merasakan ketakutan yang luar biasa. Ini memang pengalaman pertama untuknya, tapi ia tak menyangka akan setegang ini rasanya. Dan melihat keringat dingin yang keluar dari kening Yoona, Siwon dapat merasakan betapa besarnya perjuangan Yoona. Dan disinilah ia kini, memohon kepada Tuhannya agar meringankan sakit yang dirasakan istrinya serta berdoa agar persalinan nanti berjalan dengan lancar. Tanpa dia ketahui, Eunhye dan Yoochun melihat apa yang Siwon lakukan, mereka sebenarnya juga akan berdoa tapi ketika melihat Siwon yang begitu larut dalam doanya, mereka mengurungkan niat mereka. Airmata haru tak dapat lagi Eunhye tahan, ia menangis dipelukan Yoochun. Siwon, suami terbaik untuk Yoona.

 

~•~

 

Tepat saat Siwon datang ke ruang persalinan, Yoona sedang berjuang melahirkan anaknya. Diluar ruangan, semua rekan-rekan dan sahabat mereka menunggu dengan cemas. Orang tua Yoona dan Siwon pun sudah datang sekitar satu jam yang lalu. Sama dengan yang lain tampak cemas, malah nyonya Im tampak menangis memeluk suaminya, takut putrinya tidak memiliki kekuatan melahirkan bayi yang ia kandung.

 

“Yoong, saat aku mengatakan dorong, kau harus mendorongnya. Sekarang tarik nafas dalam-dalam. Ya dorong.” Yoona mendengar instruksi Joohyun. Ia mulai menarik nafasnya dan mencoba mendorong beban yang selama sembilan bulan lebih ini bersemayam di rahimnya.

 

“Sekali lagi Yoong.” Yoona pun kembali melakukan yang Joohyun suruh. Dan saat Joohyun mengatakan dorong, Yoona pun mendorong dengan sekuat tenaga.” Ya, bagus Yoong. Kepalanya mulai terlihat. Siwon yang berada disana tak merasakan kesakitan apapun akibat cengkraman dan cakaran kuku-kuku Yoona. Melihat Yoona berjuang melahirkan seperti itu membuatnya terdiam. Ia hanya mengelus pelan kepala Yoona dan sesekali mengusap peluh didahi indah istrinya itu.

 

Kelegaan ia rasakan saat mendengar tangis bayi laki-kaki yang mengelegar disetiap sudut kamar persalinan Yoona. Semua yang menunggui proses persalinan Yoona di luar ruangan mengucap syukur dan saling berpelukan. Eunhye dan Fany tak dapat membendung air mata bahagianya. Orang tua Siwon dan Yoona pun saling berpelukan, akhirnya mereka mempunyai cucu. Sama-sama cucu pertama bagi mereka.

 

Didalam ruang persalinan. Saat Yoona telah berhasil melahirkan bayinya, ia tergolek pingsan. Joohyun yang melihatnya segera memberikan bayi Yoona kepada suster dan langsung memeriksa Yoona. Kepanikan tersirat dari wajah Joohyun membuat Siwon bertanya-tanya.

 

“Ada apa Hyun-ah?? Yoona hanya kelelahankan?”

 

“Yoona, sepertinya ia pendarahan. Aku akan memasang tabung oksigen agar Yoona bisa bernapas.” Siwon terpaku melihat Yoona yang tak sadarkan diri. “Oppa keluar sebentar ya, aku akan memeriksa lebih lanjut. Oppa tenang saja.” Siwon dengan langkah berat meninggalkan ruang persalinan. Ketika pintu terbuka, semua mata tertuju padanya. Mereka semua ingin mengucapkan selamat, tapi melihat wajah tak biasa Siwon membuat mereka bertanya-tanya.

 

“Wonnie….”

 

“Yoona….” Airmatanya mengalir tanpa bisa ditahan. ” Yoona  pendarahan Eomma, ia tak sadarkan diri.” Dengan kekuatan yang tersisa Siwon menyelesaikan kalimatnya. Semuanya terpaku. Eunhye terisak bersautan dengan isakan Fany.

 

“Tenanglah, Yoona kuat. Joohyun pasti akan melakukan yang terbaik untuk menyelamatkannya.”

 

~•~

 

Lima hari sudah Yoona tak sadarkan diri. Joohyun menjelaskan kalau Yoona mengalami pendarahan hebat pasca melahirkan dan mengakibatkan ia koma. Siwon yang selalu mendampingi Yoona, terlihat kacau saat ini. Yang ia takutkan ternyata benar-benar terjadi, Yoona tidak kuat tapi ia memaksa melahirkan secara normal. Seandainya ia memilih jalan operasi mungkin kejadian ini tak akan terjadi. Dan saat ini mungkin saja mereka telah kembali ke rumah dan berbahagia dengan bayi mereka.

 

“Bangunlah chagi…. Apa kau tak mau melihat putramu? Ia pasti merindukanmu Yoong. Jadi kumohon bangunlah.” Siwon mengelus lembut rambut Yoona, dan perlahan mendekat mencium kening Yoona. “Aku merindukanmu…”

 

Tak lama bunyi pintu terbuka, menampakkan sosok wanita paruh baya yang wajahnya juga memancarkan kesedihan. “Wonnie, kau harus pulang. Istirahatlah….”

 

“Aniyo Eommoni, aku akan selalu disamping Yoona. Aku hanya butuh pakaian ganti. Apa Eommoni membawakannya?” Nyonya Im mengangguk. Kembali matanya memanas melihat putrinya terbaring lemah dengan alat-alat medis yang melekat ditubuhnya. Tapi ia berusaha tegar, tentunya demi menantunya ini dan juga putrinya. Ia yakin Yoona akan sembuh dan kembali menjadi putri ceria seperti dahulu.

 

Sejak Yoona dinyatakan koma, Siwon tak pernah absen mengunjungi kapel yang berada di rumah sakit tersebut. Memohon, berdoa untuk kesadaran Yoona. Hikmat dan penuh harap agar doanya dikabulkan. Ia tak akan pernah bisa membayangkan hidup tanpa Yoona, membesarkan bayi mereka sendiri. Ia tak akan sanggup. Dan lagi-lagi airmata memohon itu mengalir, meminta dikabulkan apa yang diminta.

 

Tiap hari sahabat serta rekan kerja Yoona selalu bergantian membesuk. Mereka juga merasakan kesedihan yang mendalam, masih dengan rasa tak percaya sosok ceria itu kini sedang terbaring dengan peralatan medis yang lengkap. Apalagi Eunhye, tidak mendengar celoteh dongsaengnya itu membuatnya merasakan kekosongan jiwa yang luar biasa.

 

~•~

 

Siwon sedang menggendong putra kecilnya di kamar rawat Yoona. Ini hari ketujuh Yoona terbaring tak sadarkan diri. Siwon berbicara sendiri, seolah-olah Yoona mendengarkan ia bicara. Putra mungilnya sepertinya tertidur pulas digendongan sang daddy.

 

“Yoong, lihatlah. Putra kita sedang tertidur pulas. Kalau dilihat ia mirip denganmu, hanya alis dan bibirnya yang mirip dengan Oppa. Ia sangat tampan.”

 

Hening….

 

Siwon membelakangi Yoona, tak bisa menahan aliran air matanya. Ia merasa tersiksa, kenapa Tuhan menakdirkan ini untuk mereka. Apa ini sebuah ujian? Ia ingat ketika Yoona baru saja dinyatakan mengandung anaknya. Mereka merasa sangat senang, ucapan syukur tak pernah lepas dari bibir mereka. Mereka merasakan limpahan kasih sayang-Nya. Apa karena selalu dilimpahi kasih-Nya, lalu sekarang Tuhan memberi mereka cobaan?

 

“Op…pa…” Tangis Siwon tercegat. Ia berbalik melihat sosok yang baru saja memanggilnya. “Yoona….” Siwon mendekat, semua prasangka buruknya hilang seketika melihat Yoona yang telah membuka mata. “Ba..yi kita…” Siwon mengangguk. Ucapan Yoona terbata dikarenakan alat bantu pernapasan yang melekat disekitar hidung dan mulutnya. Siwon hampir saja akan menekan tombol panggilan darurat, tapi ia urungkan karena Joohyun ternyata telah lebih dahulu datang.

 

“Yoong….” Yoona tersenyum lemah. “Oppa, tunggu diluar ya. Dan serahkan bayimu kepada suster, biar dia tidur dengan nyaman di ruang bayi.” Siwon menuruti perintah Joohyun. Setelah pintu tertutup, Joohyun kembali menatap Yoona lega. “Akhirnya kau bangun Yoong. Aku akan memeriksamu.”

 

Setelah mendapat telepon dari Siwon, orang tua Siwon dan Yoona langsung bergegas ke rumah sakit. Eunhye yang sedang bekerja pun sampai meminta ijin pulang cepat siang itu.

 

“Bagaimana Wonnie?”

 

“Masih diperiksa Eomma, tapi kenapa lama sekali Joohyun memeriksanya ini sudah hampir satu jam.” Siwon terlihat frustasi. “Kau harus bersabar, mungkin pemeriksaannya memang membutuhkan waktu yang lama. Yang penting Yoona sudah sadar.” Tuan Im mencoba menenangkan Siwon. Benar, apa yang dikatakan mertuanya ini. Yoona sudah sadar saja adalah keajaiban untuknya.

 

Beberapa saat menunggu, akhirnya Joohyun keluar dengan senyuman dibibirnya. “Yoona sudah sadar sepenuhnya, tapi masih perlu pemeriksaan lebih lanjut.” Rona kelegaan terpancar jelas di wajah mereka, terlebih Siwon. “Apa kami boleh masuk Hyunnie?” Joohyun mengangguk. Siwon segera masuk disusul orangtua Siwon, orangtua Yoona dan tentunya Eunhye yang tak sabar melihat dongsaeng tersayangnya.

 

Siwon langsung memeluk Yoona, betapa lega dan bahagia perasaannya saat ini. “Oppa, aku merindukanmu.” Siwon hanya mengangguk sambil menahan air mata yang kapan saja siap jatuh membasahi pipinya. Orangtua mereka memandang haru kejadian didepan mereka. Terlebih Eunhye yang entah dari kapan airmata telah mengairi pipi tirusnya.

 

~•~

 

Dua minggu berselang Yoona telah diperbolehkan pulang. Putra kecil mereka sudah terlebih dahulu di bawa ke apartemen oleh Eunhye, dan yang merawatnya adalah nyonya Choi dan Nyonya Im secara bergantian. Mereka tak keberatan, malah kelihatan senang. Sejak Yoona bangun dari komanya, Yoona bertekad memberikan ASI pada buah hatinya. Syukurlah, ASI Yoona sudah keluar sejak sebelum hari persalinan. Saat putranya jauh darinya, tiap hari Yoona selalu memompa ASI nya dan kemudian mengirimnya ke apartemen supaya Joon, bayi mereka tetap bisa minum ASI. Joon, lengkapnya Choi Hanjoon nama yang diberikan Siwon untuk putranya. Yoona menyetujuinya tanpa protes karena memang nama tersebut juga bagus menurutnya.

 

Dan kini Yoona telah kembali pulang, kerinduannya terhadap putra kecilnya terobati sudah. Yoona menggendong Joon dengan hati-hati karena inilah pertama kali ia menggendong putra kecilnya tersebut. Yoona terharu, ia masih belum percaya sepenuhnya kalau anak yang dia kandung selama sembilan bulan kemarin telah hadir dihadapannya. Umurnya sudah tiga minggu, Yoona merasa sedikit sedih karena tak bisa memberikan kasih sayang semenjak Joon lahir, tapi ia bersyukur masih diberi kesempatan oleh Tuhan untuk membesarkan Joon. Jadi waktu tiga minggu yang terbuang tak perlu ia sesali lagi, sekarang ia akan fokus mencurahkan kasih sayangnya pada putra tercintanya.

 

~•~

 

“Aku senang akhirnya kau kembali sehat Yoong.” Ujar Fany yang sedang berkunjung ke apartemen Yoona. Tidak hanya Fany sebenarnya, tapi juga ada Hyoyeon, Kyuhyun, Yesung dan tentunya mereka membawa pasangan masing-masing.

 

“Bolehkah aku menggendongnya Yoona?”

 

“Tentu saja Yul.” Yoona dengan hati-hati menyerahkan Joon ke pangkuan Yuri. “Sepertinya Joon nyaman digendong olehmu Yul.” Goda Kyuhyun. “Pertanda bagus nih, jadi kapan tuan Kim akan melamarmu Yul?” Yesung memberikan tatapan mematikannya pada Kyuhyun.

 

“Mianhae Jongwoon-ssi, mulut orang ini memang tidak bisa dijaga.” Joohyun memukul pelan kepala Kyuhyun guna memberikan pelajaran.

 

“Yak!! Sakit Seo, apa kamu tidak kasihan padaku?.”

 

“Aku menyadarkanmu tuan Cho, mulut mu benar-benar tidak sopan.” Yoona, Yuri, Fany, Yesung dan Nickhun terkekeh geli . Kegiatan mereka teralihkan ketika bunyi knop pintu terbuka.

 

“Makanan datang…..” Senyum mereka merekah, maklum cacing-cacing diperut mereka telah meminta jatah sejak tadi. Tapi mereka menahannya karena Yoona mengatakan kalau Siwon dan Yoochun sedang membeli makanan diluar. Hitung-hitung biaya pengiritan.

 

Yoona membawa kantong-kantong yang berisi makanan tersebut ke dapur dan meletakkannya ke atas piring. Tak lupa Yoona menyiapkan minuman sebagai pelengkap acara makan kecil-kecilan mereka.

 

“Anggap saja ini sebagai acara syukuran atas kelahiran Joon dan sembuhnya Yoona.”

 

“Yah, Sajangnim seharusnya acaranya lebih meriah dong. Masa hanya begini saja?” Ceplos Kyuhyun. Hampir saja Joohyun menjewer telinga kekasihnya itu tapi buru-buru Kyuhyun menghindar. Siwon jadi sewot, ” Apa Anda mau saya pecat Kyuhyun-ssi?” Senjata terakhir Siwon kalau menghadapi Kyuhyun dan seperti biasa berhasil, Kyuhyun terdiam seketika.

 

“Sebaiknya kita mulai acara makannya.”

 

“Mari selamat makan…..” Koor semua. Mereka terlihat menikmati semua makanan tersebut. Siwon tidak ikut makan, ia malah menggendong Joon yang sebelumnya tidur nyenyak di pangkuan Yuri. Sepertinya Siwon telah mahir menggendong buah hatinya itu, Yoona diam-diam memperhatikannya. Seulas senyum ia sunggingkan, betapa beruntungnya ia memiliki suami seperti Siwon.

 

“Diantara kita siapa ya yang akan menikah duluan?”

 

“Eunhye-noona dan Yoochun-hyung kurasa.” Jawab Kyuhyun.

 

“Aku meragukannya, kurasa Fany dan Nickhun-Oppa.” Yoona berargumen sendiri. Eunhye memberi tatapan membunuh pada dongsaengnya itu. “Waeyo Eonni?”

 

“Kau!! Setelah sembuh bukannya memperbaiki sikapmu pada Eonnimu ini tapi malah makin tidak sopan.”

 

“Eonniku sayang, makanya segeralah menikah, nanti Yoochun-Oppa lumutan loh karena terlalu lama bertunangan denganmu.” Yoochun yang sedari tadi asyik dengan makanannya pun tersedak ketika namanya disebut. “Uhuk…uhuk…”

 

“Oppa, kau tak apa??”

 

“Lumutan? Memangnya calon kakak iparmu ini tembok?” Nada Yoochun kesal.

 

“Sudah-sudah, siapapun yang nanti menikah duluan kuharap kalian semua berbahagia. Seperti aku dan Yoona.” Pamer Siwon dan sukses mendapat cibiran dari semua yang hadir disana.

 

“Tapi benar kan??”

 

“Terserah apa katamu…..” Merekapun kembali melanjutkan acara makan tanpa mempedulikan pertanyaan dan pernyataan tidak penting Siwon.

 

~•~

 

Two Years Later

 

“Oppa, ayo cepat nanti kita terlambat.”

 

“Tunggu Yoong, Joon tidak bisa diam dia terus saja berlari susah memakaikan celananya.” Siwon jadi kewalahan memakaikan celana pada putra kecilnya. “Oke, selesai.” Joon tersenyum manis dan langsung mencium pipi Siwon. “Daddy, I love you”

 

“Love you too, ayo mana tanganmu.”

 

Siwon menggandeng tangan Joon. “Apa kita akan bertemu Imo Daddy??”

 

“Tentu saja, apa Joon merindukannya?” Joon menggeleng. “Aku merindukan Aunty Fany.” Siwon mengernyitkan dahinya.

 

Yoona yang mendengarnya terkekeh geli. “Oke aku selesai, bagaimana Oppa apa aku terlihat cantik?” Siwon mengangguk malas. Yoona yang tak menyadarinya,  malah tersenyum puas.

 

“Ayo kita berangkat.”

 

Hari ini pesta pernikahan Fany dan Nickhun, lebih dari tiga tahun menjalin hubungan akhirnya mereka sepakat menikah. Eunhye dan Yoochun juga telah menikah malah sekarang Eunhye sedang mengandung 8 bulan. Lain cerita dengan Kyuhyun dan Joohyun yang masih saja asyik menjadi sepasang kekasih. Yang uniknya mereka kerap kali putus nyambung. Jangan ditanya tentu saja karena keusilan dan ke evilan si tuan Cho itu. Untung saja hal itu tak terjadi pada hubungan Yesung dan Yuri, mereka sudah bertunangan dan sedang dalam persiapan menuju pernikahan. Sayang Hyoyeon tidak lagi bersama mereka, sejak menikah satu tahun yang lalu dengan kekasihnya Eunhyuk, ia berhenti bekerja karena suaminya itu dipindah tugaskan ke Jepang. Tapi setidaknya semua telah menemukan kebahagiaan mereka, menemukan cinta yang akan terus mereka siram agar terus tumbuh dan kuat dalam hati mereka.

 

~•~

 

“Fany tadi terlihat cantik ya Oppa…” Siwon berdehem mengiyakan ucapan Yoona. Yoona sedang mengganti pakaian pestanya tadi dengan piyama. Sedang Siwon sedang menidurkan Joon di atas tempat tidur.

 

“Oppa tahu, waktu pertama kali Oppa menjadi atasannya di kantor dia selalu memuji Oppa, dan berniat menggodamu.” Kenang Yoona.

 

“Oh ya?? Kalau tahu begitu lebih baik aku menggaetnya saja dulu.”

 

“Tuk” sebuah sisir berhasil mengenai kepala Siwon membuat Siwon meringis. Yoona melanjutkan ceritanya. “Tapi setelah kami di rolling dari masing-masing divisi dan bertukar tempat denganku, aku selalu mengatakan kejelekanmu.” Siwon mengerutkan dahinya. “kejelekan??”

 

“Iya… Atasan yang dingin, egois, pemarah, sok perfeksionis. Bukankah itu semua sifat yang Oppa tunjukan padaku waktu itu?” Siwon memandang kesal Yoona. “Dan itu membuat Fany tak menyukaimu lagi, hehehe”

 

“Tapi kau tetap suka kan pada atasanmu ini…”

 

“Awalnya tentu saja tidak, tapi saat Oppa menyatakan perasaan padaku. Aku akhirnya menyadari perasaanku. Terima kasih Oppa sudah memilihku dan memberi kejutan tak terduga di hari pernikahan kita waktu itu. walau ku tahu aku bukanlah wanita yang sempurna untukmu.” Yoona mendudukan dirinya didepan meja rias, matanya berkaca-kaca ketika mengingat kembali semua kenangan yang ia lewati untuk sampai ke kehidupan sekarang bersama namja didepannya ini.

 

Melihat Joon yang telah terlelap nyaman, Siwon beranjak mendekati Yoona. Berlutut dan memeluk sosok yang dicintainya itu. “Uljima Yoong, yang penting sekarang semua telah kita lewati dengan baik sampai saat ini. Pernikahan kita pun tidak pernah mengalami masalah besar bukan? Dan Oppa selalu berdoa agar keharmonisan ini berlanjut sampai kita tua nanti, sampai maut yang terpaksa memisahkan kita.”

 

Yoona mengangguk, airmatanya makin mengalir. Airmata bahagia, bahagia memiliki suami sesempurna Siwon, bahagia memiliki Joon, bahagia memiliki keluarga yang hangat dan bahagia memiliki sahabat dan rekan-rekan kerja yang selalu mendukungnya.

 

“Oppa punya penawaran untukmu.”

 

“Eumm… Apa maksud Oppa?”

 

“Apa kau mau bekerja lagi diperusahaan? Oppa rasa Joon sudah besar lagi pula dia tidak minum ASI lagi kan?”

 

“Lalu Joon kita titipkan pada siapa Oppa?”

 

“Kan ada Eommaku, Eunhye, Joohyun. Kita bisa pilih, siapa yang punya waktu luang.” Yoona tampak berpikir. “Baiklah, tapi aku tak mau jadi bawahan yang ditindas lagi. Bawahan yang hanya menjadi pelampiasan emosimu Oppa.”

 

“Tapi Yoong, karena itulah aku memintamu kembali, hanya kau yang punya mental kuat menghadapiku. Kau tahu sudah berapa kali posisimu digantikan orang lain?” Yoona menggeleng. “10 orang Yoong, mereka bermental lemah. Dan kemarin orang ke sepuluh itu sudah mengundurkan diri.”

 

“Aiisshh… Oppa, apa kau benar-benar tidak bisa mengendalikan emosimu?” Siwon hanya menghela nafas.

 

“Oke baiklah aku akan bekerja kembali. Terserah Oppa, mau emosian ataupun tidak yang jelas kita bekerja secara profesional bukan?” Siwon mengangguk senang, dalam pikirannya ternyata Yoona sangat mengerti dirinya. Siwon kembali memeluk Yoona sayang.

 

“Tapi jangan salahkan aku kalau Oppa mendapat balasannya di rumah.” Gumam Yoona sambil tersenyum penuh arti.

 

 

~ END ~

 

Kyaaaaaa!!!! Akhirnyaaaaa ending juga nih ff GaJe. Setelah sebelumnya hanya membawa drabble dan ficlet. Ini ff terpanjang yang pernah aku bikin dan inilah part terpanjangnya  #gaknanya.

 

Curcol dikit ya, sebenernya buat lanjutin ini sangat-sangat malas pake banget, kenapa? Karena responnya benar-benar merosot tajam. Jadi tolong untuk endingnya ini, tinggalkan jejak kalian (kalau bisa koment yang panjang #plak) tuliskan kesan-kesan kalian dari mulai Drabblenya, Before Story nya hingga sequel-sequelnya itu…. baik buruknya akan aku terima, dan akan menjadi pembelajaran untuk tulisan-tulisanku berikutnya…. Sebenernya ada rasa tak rela buat nge-cut cerita ampe disini, ff Sajangnim!! ini adalah ff special buatku karena ff inilah yang menjadi penyemangatku(?) untuk terus bikin ff-ff lainnya ampe sekarang. T_T

Makasih banyak buat readers setiaku, yang udah sabar nungguin ni ff. Maaf kalau cerita endingnya jauh dari kata memuaskan. Lagi-lagi ngingetin aku line 90 jd jgn lagi dipanggil author…. Love You All, terus dukung pasangan terperfect kita ya, sampai jumpa di tulisan-tulisanku berikutnya…. Annyeong…. *Tebar LOVE!!…

 

Echaaa thanks you so much… #Peluk jauh (mau peluk, tapi kejauhan *plakk)

Tinggalkan komentar

170 Komentar

  1. azzryia noer hayyati

     /  Mei 11, 2014

    Woaahh bener2 keren deh ni ff yoonwon akhirnya bahagia sama anaknya trus couple lainnya juga happy semua….keep writting ya chinggu!!!

    Balas
  2. ayu dian pratiwi

     /  Mei 15, 2014

    gak bosan bacanya

    Balas
  3. q suka bgt crta ini dr awl smpe akhir.. krna konflik’y gk berat, malah lucu menurut q.. pokok’y is the best dech..
    dr drabble ampe squel’y..

    Balas
  4. Wah… Endingnya benar2 tepat, dan semua jln ceritanya sangat bagus selain itu ceritanya penuh dgn komedi I LiKE It… Berharap ceritanya seperti ini jg penuh dgn adegan romantis dan Komedi. Authornya daebak bgt ya..

    Balas
  5. raraputri19

     /  Juli 8, 2014

    daebak 😀

    Balas
  6. ayu

     /  Agustus 15, 2014

    entahlah aku ngerrasa gak bosan sama ni ff . . semngat

    Balas
  7. Awal bc ff sajangnim!! ak ga terlalu trtarik krn judulny,tp kalimat jgn nilai buku dr coverny berlaku bt ff in,alny krn ga sengaja buka ff nie mlh jth cinta ma ff sajangnim!!pa lg pesan2 yg ak rasain ditiap partny,intiny keren uchie,cinta pst slalu menemukan pasangan dan kebahagianny masing2..

    Balas
  8. Cha'chaicha

     /  Oktober 14, 2014

    Bagus..

    Balas
  9. ayhu

     /  Oktober 17, 2014

    Semuanya berakhir happy ending dgn pasanganx masing2.

    Balas
  10. Endingnya benar2 sangat memuaskan dari awal bacanya semua ceritanya penuh dgn komedi, hahaha………
    FF nya benar2 memuaskan

    Balas
  11. Waaahh Daaeebbbaakkk … keren bingitz thoorr .. D’tunggu FF slanjutx ne? .. FIGHTING😀

    Balas
  12. Ceritanya bagus eonni Ga bikin bosen… Semangat terus bikin ff nya ya…

    Balas
  13. titien

     /  Maret 19, 2015

    di tunggu ff lainnya…

    Balas
  14. Anna

     /  Maret 23, 2015

    eonni ff keren..di tunggu ff berikutnya

    Balas
  15. Susi

     /  April 10, 2015

    Owwww so sweet,,, 😘Akhir yang bener-bener sangat amat manis,,😚😍😊 Setelah menangis sedih karna yoona koma,, 😭akhirnya menangis bisa bahagia di akhir cerita,,,,😂 ΠΠΠΠΠΠ Fanny sayang banget sama yoona 😚sampe berani marahi siwon,,😄 dan kagum bangett sama eunhye eonny dia kuat dan selalu berusaha tegar dan tidak menangis untuk membuat orang di sekitar nya lebih tenang,…😘

    Balas
  16. marsiah

     /  April 14, 2015

    Akhir nya happy ending,swiettt banget yoonwon,keluarga kecil yang harmonis dan bahagia(keluarga impian)soswiettt…..

    Balas
  17. cie udah punya anak

    Balas
  18. Yeeey happy ending ,semuanyaa udah bahagia,, and yoonwon udah punya Joon, daebak thorrrr..

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: