[FF] Sad Marriage (Part 4)

Author :  Hyuna Choi / Rina

Title                 :  Sad Marriage (Part 4)

Main Cast        :

  • Choi Siwon
  •  Im YoonA

Support Cast : find out for yourself

Rating             : PG 15

Type                : Sequel

Genre              : Family, Sad, Romance

Annyeong… Part ini aku persembahkan buat Siwon Oppa yang berulang tahun yang ke 27, saengil chukkaehamnida Oppa (bener gk sih tulisannya, au ah.)

Seperti biasa Soorry for Typo(s) and Happy readings guys!

Yoona POV

Ku kerjapkan mataku saat ku rasakan cahaya matahari yang menerobos masuk lewat jendela kamar ini mengusik tidurku. Aku menolehkan kepalaku ke samping kiri tempatku berbaring, kulihat dia –Siwon- masih terlelap. Aku heran, biasanya dia selalu bangun lebih awal dariku, tapi kenapa dia belum bangun juga.

Aku menatapnya yang sedang terlelap itu, sepertinya ia tidak berniat untuk segera bangun. Aku sedikit heran dengan deru nafasnya yang sepertinya tak teratur, dan peluh membasahi wajahnya. Ada apa dengannya apa dia sakit? Ku beranikan diriku untuk menyentuh keningnya, dan rasanya hangat. Astaga Siwon sakit, dia demam, bagaimana ini? Apa yang harus ku lakukan?

Aku segera turb dari ranjang, aku harus mencari sesuatu untuk menurunkan demam Siwon, tapi apa? Aku bingung. Tiba-tiba aku teringat saat aku masih keci, saat aku demam Appa selalu mengompres keningku dengan handuk kecil yang sebelumnya di rendam dengan es batu. Karena tidak menemukan cara lain, aku berniat untuk melakukan itu pada Siwon.

Aku segera berlari menuju dapur untuk mengambil mangkuk serta esbatu, saat aku sampai di dapur aku melihat beberapa pelayan sedang menyiapkan sarapan membungkuk hormat padaku, aku membalasnya dengan sedikit canggung, terang saja aku belum pernah seumur hidupku di perlakukan sebagai seorang yang terhormat seperti ini.

“Maaf, Nyonya muda sedang mencari apa?” tanya salah seorang pelayan yang tidak ku ketahui namanya itu, pelayan disini sangat banyak membuat aku tidak bisa menghafal namanya satu persatu.

“Aku membutuhkan mangkuk dan es batu.” Jawabku terus terang.

“Akan ku ambilkan Nyonya muda,” kata Pelayan itu sopan.

“Aniya, aku bisa mengambilnya sendiri,” tolakku halus, aku tidak mau merepotkan orang lain hanya untuk hal kecil yang sesungguhnya bisa aku lakukan sendiri.

“Animnida Nyonya muda, itu sudah menjadi tugasku.” Setelah itu pelayan itu langsung mengambilkan mangkuk berserta es batu yang aku butuhkan. Lalu ia menyerahkannya padaku.

“Gamsahamnida,” ucapku tulus sambil tersenyum. Pelayan itu hanya membalasnya dengan membungkukkan badannya.

“Oh iya, bisakah tolong aku setelah ini kau buatkan bubur, setelah itu kau antar ke kamarku?” pintaku.

“Nde, akan saya kerjakan Nyonya muda.” Jawabnya.

Setelah itu akupun langsung meninggalkan dapur dan kembali ke kamar, ku lihat dia masih saja tertidur. Tapi kali ini ku lihat ia bergerak gelisah dalam tidurnya. Saat aku mendekat ke arah ranjang tempatnya berbaring, ku dengar ia mengigau kecil memanggil nama Yunho Oppa.

Aku mendudukkan tubuhku di sampingnya, ku ambil handuk kecil yang ada di laci nakas kemudian ku celupkan kedalam mangkuk berisi es batu tadi, ku sibakkan anak rambut yang menutupi keningnya kemudian ku tempelkan handuk kecil pada keningnya itu.

“Hyung..Yunho hyung….”

Dia masih saja mengigau memanggil nama Yunho Oppa, apa yang sadang ia mimpikan? Apa ia bermimpi tentang Yunho Oppa? Seketika aku semakin merasa bersalah padanya, mungkin aku egois karena berfikir akulah yang paling menderita selama ini, tanpa ku perdulikan Siwon yang juga jauh lebih menderita dari aku.

Tapi aku bingung dengan perasaanku saat ini, disatu sisi aku sangat ingin memaafkan Siwon, aku ingin menghambur dalam pelukannya. Aku ingin memulai hidup baru sebagai suami istri yang bahagia seperti yang aku dambakan dulu, namun sayang ego ku mengalahkan segalanya.

“Aaarrrghh…”

Suara erangan yang kuyakini milik Siwon itu membuyarkan lamunan singkatku, kulihat ia terbangun dari tidurnya. Dia memijat kepalanya yang sepertinya sangat sakit itu, terlihat sekali wajahnya yang sangat kesakitan itu. aku jadi tidak tega melihatnya. Ia mencoba melepaskan handuk kecil de keningnya itu, tapi aku menahannya.

“Jangan di lepas, tunggulah sampai demam turun,”

Dia memandangku dengan tatapan yang sulit aku artikan, mata sendunya saat menatapku membuatku tak kuasa untuk membalas tatapannya itu. sangat sulit menata perasaanku saat ini.

“Yoona…”

“Ne…”

“Mianhae…” ucapnya lirih, aku tau kemana arah kata itu. aku hanya diam menatap keuar jendela.

“Yoona…aku…aarrggh kepalaku.” Rintihnya, ia mencoba untuk bangun namun sepertinya ia tak cukup kuat.

“Sudahlah, apa kau tidak dengar apa yang aku katakan tadi. Tunggu sampai demam mu turun dan sakit kepalamu hilang.” Ujarku datar, dia hanya mengangguk kemudian kembali berbaring.

“Yoona…” ia masih saja berusaha mengajakku berbicara, tapi entahlah rasanya aku malas menanggapinya.

“Sudah, tidak usah banyak bicara dulu. Istirahatlah.” Kataku acuh, kenapa susah sekali bersikap dingin padanya.

Dia hanya diam dan terus menatapku, Ya Tuhan apa yang dia lakukan? Kenapa ia terus menatapku seperti itu. tak taukan dia tatapannya itu adalah kelemahan bagiku, setiap ia menatapku aku seperti terhanyut dalam lautan cinta. Dan aku tidak ingin itu terjadi sebelum aku bisa melupakan kesalahannya padaku.

Hening. Tiba-tiba saja suasana kamar ini begitu hening, tidak ada yang berbicara di antara kami. Yang terdengar hanya deru nafsnya yang mulai teratur dan aku hnya mneunduk sambil memainkan jemariku. Sampai akhirnya suara ketukan pintu itu memecahkan keheningan.

Aku berjalan menuju pintu kemudian membukanya, ternyata pelayan yang tadi datang membawa bubur yang aku minta tadi. Setelah menerima nampan berisi semangkuk bubur dan segelas susu hangat, aku kembali berjalan ke arah ranjang kemudian meletakkan nampan itu diatas meja nakas.

“Makanlah buburnya, setelah itu jangan lupa minum obat aku sudah meletakkannya di meja nakas.” Kataku, Siwon hanya diam memndang bubur itu dan aku bergantian

“Aku..sedang tidak lapar.” Ujarnya singkat namun berhasil membuatku menoleh padanya.

“Aku tidak peduli kau lapar atau tidak yang jelas kau harus mengisi perutmu supaya kau bisa minum obat. Kau ingat kau sedang sakit?” ucapku dengan sedikt tajam, terdengar kejam memang tapi aku tidak peduli. Aku hanya belum bisa dengan mudahnya merubah sikapku padanya.

“Lalu apa pedulimu jika aku sakit? Bukankah kau sama sekali tidak amu peduli lagi padaku. Ya sudah tinggalkan saja aku, kalau kehadiranku dalam hidupmu hanya akan membuatmu sakit hati.”

DEG

Kenapa rasanya begitu sakit mendengarkan penuturannya, rasanya seperti ada ribuan sembilu yang menusuk ulu hatiku. Sakit sekali.

“Sekali aku minta maaf padamu, jeongmal mianhae atas segala kesalahanku padamu. Tapi sungguh aku sama sekali tidak pernah berniat untuk melukai hatimu.”  Kata Siwon dengan suara bergetar, ku tatap matanya yang berkaca-kaca. Mata itu seperti menyimpan kepedihan yang amat sangat dalam.

Aku tak mampu bersuara, tenggorokanku rasanya tercekat. Seperti ada sebuah tali yang menjerat leherku sehingga tak ada satu katapun yang mampu keluar dari mulutku.aku hanya berdiri mematung tanpa bisa melakukan apapun. Mendengar kata-kata yang keluar dari mulutnya sungguh menyakitkan.

“Pergilah… pergilah agar kau tak akan semakin terluka jika terus berada di dekatku. Aku merelakanmu, pergilah.”

Aku menggelengkan kepalaku saat mendengar ucapannya itu, aku sungguh tidak sanggup memenuhi permintaannya itu. Kata-kata Siwon bagai menusuk jantungku. Paru-paruku terasa kempis dan tidak bisa mencerna oksigen lagi. Tapi aku tidak menangis. Atau lebih tepatnya mencoba untuk tidak menangis.

Jika tadi jantungku tertusuk. Sekarang jantungku hancur berkeping-keping. Aku menggigit bibir bawahku menahan derai air mata yang mengumpul di pelupuk mataku. Aku tak bisa mengatakan apa-apa. aku sangat ingin menahan suamiku dan berkata betapa aku mencintai namja itu.

aku tau aku tidak akan sanggup jika harus kehilangan Siwon, sudah cukup aku menderita selama ini dan aku tidak mau itu terjadi lagi, aku tidak bisa. Tidak terasa airmata lolos begitu saja dari mataku, aku tidak mampu menahannya lagi. Airmata semakin deras bercucuran di pipiku, ku coba untuk menghapusnya namun percuma.

‘Aku..tidak bisa meninggalkanmu. Aku..aku tidak sanggup jika harus kehilangan kau juga, sudah cukup aku kehilangan orang-orang yang aku cintai, sudah cukup. Aku tidak mau kehilangan kau juga Siwon-ah.’

Aku hanya bisa menjerit dalam hati, semua kata itu tak mampu aku keluarkan, semuanya tertahan di tenggorokanku.  Lututku terasa lemas sekali, aku sudah tidak mampu berdiri terlalu lama lagi disini, aku pun berlari meninggalkannya sendiri di kamar tanpa mengucap apapun.

End Yoona POV

***

Jina dan Ny. Choi sedang duduk di meja makan, bersiap untuk sarapan bersama. Beberapa menit mereka menunggu Siwon dan Yoona namun keduanya belum juga menampakkan batang hidung mereka.

“Jina-ya sebaiknya kita sarapan saja dulu, percuma kita menunggu mereka sampai sekarang belum keluar juga.” Kata Ny. Choi.

“Ahjumma makan saja duluan, biar aku mencari mereka.” Kata Jina kemudian berdiri dari tempat duduknya.

“Bibi apa tadi melihat Yoona atau Siwon Oppa keluar?” tanya Jina pada salah satu pelayan yang sedang melakukan pekerjaannya.

“Ne, nona.. tadi pagi-pagi sekali Nyonya Yoona keluar meminta es batu dan mangkuk padaku.” Jawab Pelayan itu sopan. Jina mengeryitkan keningnya heran.

“Es batu dan mangkuk? Untuk apa?” tanya Jina heran.

“Saya kurang tau nona, tadi Nyonya juga meminta saya membuatkan bubur.” Jawab pelayan itu lagi, Jina nampak berfikir.

“Es batu, mangkuk dan bubur? Siapa yang sakit?” Jina lansung berjalan menuju kamar Siwon dan Yoona yang berada di lantai atas.

Baru saja Jina hendak mengetuk pintu kamar bercat putih itu, pintu itu telah terbuka dengan menampakkan sosok Yoona yang sedang menangis. Jina terkejut di buatnya, Yoona hendak lari namun Jina menahan tangannya.

“Yoona, apa yang terjadi kenapa kau menangis seperti ini.” Tanya Jina dengan nada seduktif.

Yoona tidak menjawab, ia menggelengkan kepalanya dan menutup mulutnya sendiri dengan tangannya untuk menahan isakannya, sedangkan air mata itu terus mengucur deras di pipinya. Jina semakin bingung di buatnya.

“Yoong ada apa?” Jina bertanya sekali lagi, berharap yeoja itu mau mengatakan sesuatu padanya.

“Mian Eonni, tapi aku sedang ingin sendiri. Jebal.” Kata Yoona seakan memohon pada Jina untuk melepaskan tangannya, karena ia hanya ingin sendiri saat ini. Dan akhirnya Jina melepas tangan Yoona membiarkan yeoja itu pergi.

Saat masuk kedalam kamar Siwon, Jina sangat terkejut melihat Siwon yang terbaring lemah di atas ranjangnya. Belum lagi melihat kepalanya yang di kompres, Jina juga melihat semangkuk bubur dan segelas susu yang belum tersentuh sama sekali di atas meja nakas disamping ranjang Siwon.

“Oppa apa yang terjadi? Oppa sakit?” tanya Jina khawatir, ia langsung mendekati Siwon kemudian meraba kening namja itu.

“Omona…Oppa panas sekali, oppa demam!”

“Gwenchana Jina-ya.”

“Mwo? Tidak apa-apa bagaimana, tubuhmu panas sekali Oppa. Aku sudah pernah bilang kan padamu, tidak usah berkerja terlalu keras dan jangan banyak fikiran, ini akibat Oppa itu keras kepala.” Cerocos Jina panjang lebar.

“Aku sungguh tidak apa-apa.” Siwon masih saja mempertahankan sifat keras kepalanya.

“Baiklah, sekarang aku ingin tanya. Kenapa Yoona keluar dalam keadaan menangis?” tanya Jina skeptis namun sanggup membuat Siwon membisu.

“Wae Oppa? Ada apa sebenarnya?” Jina bertanya dengan nada frustasi, bukannya ia ingin ikut campur tapi ia peduli pada Siwon dan juga Yoona.

Siwon masih saja bungkam, membuat Jina gemas di buatnya.

“Oppa…ada apa? Ceritakan padaku.”

“Aku bersalah padanya, selama ini aku sudah membuatnya menderita. Jadi aku rela melepasnya jika itu bisa membuat rasa sakit hatinya padaku berkurang.” Siwon akhirnya berujar, sedangkan Jina semakin tidak mengerti.

“Apa maksudmu Oppa?”

“Kami saling mencintai sejak dulu, namun karena keegoisanku membuat hatinya tersakiti. Aku sudah mencoba meminta maaf berulang kali, tapi sepertinya itu tidak cukup untuk menebus semua kesalahanku padanya.”

“Omo…jadi oppa dan Yoona sudah saling mencintai sejak dulu? Lalu..lalu bagaimana dengan Yunho Oppa?” Jina mulai mengerti apa yang sebenarnya terjadi.

“Aku dan Yoona tidak pernah tau perasaan kami masing-masing, aku memaksa Yoona untuk menerima cinta Yunho hyung karena aku tau Yunho hyung sangat mencintai Yoona.”

“Aigoo…Oppa, harusnya Oppa membiarkan Yoona menentukan pilihannya sendiri, kenapa Oppa egois sekali.” Jina mulai menitikan air matanya mendengar cerita Siwon yang membuatnya terharu.

“Aku juga tidak tau akan begini jadinya.” Kata Siwon putus asa.

“Kasihan sekali Yoona, dia pasti sangat terpukul. Lalu kenapa Yoona tadi menangis?”

“Aku membiarkannya pergi supaya dia tidak semakin tersakiti olehku.” Jawab Siwon datar.

“Mwo? Oppa kau ini bodoh sekali! Lalu kemana Yoona sekarang, kalau dia benar-benar pergi bagaimana?” kata Jina panik, ia benar-benar tak habis fikir dengan jalan fikiran Siwon.

“Molla..” jawab Siwon seakan tidak perduli.

“Oppa..aku tidak mengarti apa yang ada di otakmu itu.”

“Sudahlah Jina-ya, biarkan saja ia pergi mencari kebahagiaannya sendiri.”

“Oppa jika kau merasa bersalah padanya harusnya kau berusaha lebih keras lagi agar dia memaafkanmu, karena aku yakin Yoona bukannya tidak mau memaafkanmu tapi dia ingin melihat sejauh mana kesungguhanmu, bukankah dia masih mencintaimu? Bagaimana sia bisa mencari kebahagiaannya di luar sana sedangkan sumber kebahagiaannya adalah kau Oppa.” Ucap Jina panjang lebar dengan emosi yang menggebu-gebu.

Siwon hanya diam membuang mukanya, ia sendiri tidak tau apa yang di lakukannya benar atau salah. Ia hanya tidak sanggup jika melihat Yoona menatapnya dengan tatapan penuh kemarahan.

“Kau harus mencari Yoona Oppa, kalau terjadi sesuatu dengan Yoona aku tidak akan pernah memaafkamu.” Ucap Jina tajam sebelum meninggalkan kamar Siwon.

“Aaaaaarrrrrggghhhh” Siwon berteriak frustasi. (lebay!)

Siwon mengambil ponselnya yang ia letakkan di samping bantalnya, lalu menekan beberapa digit nomor.

“Yeobseo, Nona Hwang. Aku tidak bisa masuk hari ini, tolong batalkan semua jadwalku hari ini.” Perintah Siwon pada sekretarisnya yang berada di seberang telephon.

***

“Ada apa?” tanya Yuri ketika melihat sahabatnya terlihat lesu sesaat setelah menerima telepon dari Bos nya.

“Sajangnim tidak masuk hari ini, aku harus membatalkan semua jadwalnya hari ini dan mengaturnya kembali.” Jawab Tiffany lalu menghela nafs panjang.

“Memangnya kenapa sajangnim tidak masuk?” tanya Yuri penasaran.

“Ya mana aku tau, mungkin dia sedang bersenang-senang dengan istrinya barang kali.” Sahut Tiffany asal.

“Hussh.. bicara apa kau, setauku Siwon-ssi itu orang yang profesional, tidak mungkin dia meninggalkan pekerjaannya hanya untuk masalah pribadi.” Kata Yuri.

“Molla, yang aku tau pekerjaan ku har ini akan semakin berat.” ujar Tiffany.

“Huh…kenapa sajangnim harus tidak masuk, sehari saja tidak melihat wajah tampannya itu rasanya ada yang kurang,” gumam Yuri namun masih bisa di dengar oleh Tiffany yang langsung melotot ke arah nya.

“Hey, kau tidak lupa kan? Dia sudah punya istri.” Sahut Tiffany mengingatkan sahabatnya yang keganjenan (?) itu.

“Ne aku tau, andai saja Yunho-ssi tidak pergi secepat itu pasti gadis itu tidak akan menikah dengan Siwon-ssi dan aku pasti punya kesempatan mendekatinya.” Keluh Yuri.

“Berhentilah berhayal!” Tiffany langsung menghentikan fikiran aneh sahabatnya itu.

“Ne, tapi ngomong-ngomong seperti apa ya gadis yang menjadi Nyonya Choi itu?” tanya Yuri sambil mencoba menerawang.

“Aku tidak tau, sudah lah kau suka sekali mencampuri urusan orang. Kembali bekerja sana.” Kata Tiffany sambil mengibas tangannya seolah menyuruh Yuri segera pergi dari hadapannya.

***

Siwon POV

Sudah dua hari Yoona pergi dari rumah, sudah dua hari pula aku mencarinya terus menerus namun aku tidak juga menemukannya. Eomma sangat marah padaku karena membuat Yoona pergi, Jina juga tidak meu berbicara denganku sebelum aku menemukan Yoona dan membawanya kembali ke rumah.

Sudah sekitar dua jam aku menelusuri jalanan panjang kota Seoul ini namun aku sama sekali tidak menemukan tanda-tanda keberadaan Yoona istriku. Yoona sebenarnya ada dimana kau? Aku sangat merindukanmu, aku menyesal telah melakukan itu semua padamu. Aku tau aku telah banyak menyakitimu, tapi aku sangat ingin menebusnya. Aku ingin membahagiakanmu, sayang.

Kemana lagi aku harus mencarinya, aku sudah menelusuri setiap tempat di kota ini namun aku tidak bisa menemukan Yoona. Aku juga sudah menyuruh beberapa orang suruhanku untuk mencari keberadaan Yoona, namun hasilnya nihil. Ya Tuhan dimana sebenarnya Yoona berada, lindungi dia Tuhan.

Aku memarkirkan mobilku di garasi rumah kami, hari sudah gelap dan sudah tidak mungkin untuk mencari Yoona, lebih baik aku istirahat dan kembali melanjutkan pencarian besok.

Saat aku masuk kedalam rumah, kulihat Jina dan Eomma sedang duduk di sofa. Eomma menatapku penuh kebencian, selalu saja begitu, entah kenapa aku juga tidak tau karena memang aku tidak pernah tau mengapa Eomma tidak pernah menyayangiku seperti Eomma menyayangi Yunho Hyung.

“Oppa…bagaimana sudah menemukan Yoona?” tanya Jina, dia hanya berbicara padaku saat menanyakan kabar  Yoona.

“Aku belum menemukannya.” Jawabku singkat, Jina menghela nafasnya.

“Cepat temukan Yoona dan bawa dia kembali ke rumah ini, aku tidak akan pernah memaafkanmu jika terjadi hal yang buruk pada Yoona.” Kata Eomma tajam, Eomma benar-benar emosi dan sangat marah padaku. Tuhan tolong jaga Yoona untukku.

“Ne Eomma aku mengerti.” Jawabku singkat kemudian aku melangkahkan kakiku menuju kamarku.

End POV

Siwon merebahkan tubuh lelahnya ke ranjang empuknya setelah sebelumnya Siwon sudah membersihkan dirinya dan berganti pakaian. Namja tampan itu memejamkan matanya namun ia sama sekali tidak bisa tidur, kepalanya terasa berdenyut-denyut. Fikirannya hanya tertuju pada sosok istrinya yang tidak di ketahui keberadaannya itu.

Rasa bersalah semakin besar di rasakan oleh Siwon, bukan hanya pada Yoona tapi juga pada Jina dan Eomma nya. Siwon merasakan ngilu di hatinya, Andai saja ia mau bersabar menghadapi Yoona, ini semua tidak akan terjadi dan pasti saat ini Yoona sudah berbaring di sampingnya. Namun Siwon hanya bisa merutuki kebodohannya dan berharap segera menemukan Yoona.

Tiba-tiba Siwon bangkit dari pembaringannya, ia seperti sedang mengingat-ngingat sesuatu.

“Bukankan dulu Yoona tinggal di Busan bersama Ayahnya? Ya, seingatku Yoona pernah bercerita saat kecil ia tinggal di Busan bersama ayahnya. Mungkin saja Yoona ada disana.”

Bagaikan mendapatkan setitik cahaya didalam kegelapan, Siwon tersenyu senang. Akhirnya ia mendapatkan petunjuk keberadaan Yoona. Meski ia tidak terlalu yakin Yoona ada di Busan, tapi firasatnya mengatakan Yoona ada disana dan ia harus memastikannya. Namun sepertinya Siwon masih harus sedikit bersabar, karena hari sudah larut dan tidak memungkinkan untuknya melakukan perjalanan ke Busan.

***

Yoona POV

Sudah tiga hari aku berada disini, di kota kelahiranku Busan.setelah meninggalkan rumah keluarga Choi, Aku sekarang tinggal sendirian di rumahku yang dulu, rumah sederhana yang di wariskan Ayahku untukku. Rumah ini adalah tempat aku menghabiskan masa kecilku bersama ayahku tanpa Ibuku, karena Eomma sudah terlebih dahulu di panggil Tuhan setelah melahirkanku.

Hatiku sangat sakit saat Siwon memintaku pergi, tapi bukankah ini yang aku inginkan? Menjauh dari kehidupan Siwon? Namun kenapa hatiku terasa kosong saat dia tidak ada disisiku? Hati ini terasa hampa dan perih saat aku memutuskan meninggalkannya.

Sekilas aku teringat akan masa-masa yang indah silam, saat aku pertama kali bertemu dengan Siwon dan Yunho Oppa. Mereka begitu baik padaku, mereka berdua selalu ada untukku, hingga cinta itu datang menghancurkan segalanya, aku mencintai Siwon tapi Siwon memintaku menerima Yunho Oppa. Cinta itu telah merenggangkan hubungan kami, Cinta itu harusnya tidak hadir di antara kami. Andai saja cinta itu tidak datang begitu saja, pasti tidak akan ada yang tersakiti di antara kami.

Entah kenapa aku begitu marah pada Siwon saat aku mengetahui dia mencintaiku sejak pertama kali kami bertemu, aku tidak tau kenapa pengakuannya itu terasa begitu menyakitkan bagiku. Aku selalu saja berandai-andai, andai saja ia mengakuinya dari awal pasti aku tidak akan merasa tersakiti seperti ini.

Aku tau Siwon melakukan itu semua demi Yunho Oppa yang juga mencintaiku, tapi aku yakin kalau ia jujur pasti Yunho Oppa juga akan menerimanya dengan lapang dada. Dia tidak pernah tau bagaimana sakitnya perasaanku saat aku harus berpura-pura mencintai orang lain padahal aku mencintainya, dan aku merasa menyesal pad Yunho Oppa karena aku telah membohonginya.

Sesak, dada ini sesak saat mengingat semua itu. tidak terasa aku menitikan air mata ini lagi, karena memang hanya ini yang bisa aku lakukan, menangis dan menangis menyesali semua, menyesali takdir cintaku yang begitu menyakitkan.

Pernah ku coba untuk membuka pintu maaf yang telah lama tertutupi, karena semakin aku mengenang hatiku semakin terluka, menjadi harapan yang tiada pasti. Namun menyesal sudah tiada artinya lagi kini, sepertinya mulai saat ini aku harus terbiasa mengisi hari-hariku tanpa kehadirannya. Walau aku akui aku sangat merindukannya, dan aku sangat mencintainya aku harus merelakannya.

End POV

***

Siwon nampak bersemangat sekali pagi ini, ia sudah tidak sabar untuk pergi ke Busan dan berharap dapat menemukan Yoona disana. Siwon berhenti saat melihat Jina dan Ny. Choi di meja makan.

“Eomma, Jina-ya. Aku akan membawa Yoona kembali ke ruamh ini.” Kata Siwon dengan yakin.

“Jinja Oppa? Kau sudah menemukan Yoona?” tanya Jina girang.

“Ani, tapi sepertinya aku tau dia ada dimana” jawab Siwon.

“Aku harap kau bisa menepati janjimu.” Sahut Ny. Choi, Siwon tersenyum pasti. Entah kenapa ia begitu yakin akan menemukan Yoona.

“Oppa sarapan dulu,” ajak Jina, namun Siwon menolak karena ia ingin segera pergi sekarang juga.

***

“Jadi kau sudah menikah Yoong?” tanya Kyuhyun seolah tidak percaya.

Kyuhyun adalah sahabat Yoona sejak kecil, mereka berteman sangat akrab tapi pertemanan mereka sempat merenggang saat Yoona dan mendiang ayahnya memutuskan pindah ke Seoul.

“Ne.. benar Kyu.” Jawab Yoona.

Kyuhyun menatap Yoona tak percaya, ia merasa kecewa karena gadis yang diam-diam ia cintai itu sudah menjadi milik namja lain. Namun Kyuhyun sadar, dirinya tidak pantas dengan Yoona, karena meurut prinsip Yoona sahabat tetaplah seorang sahabat.

“Lalu kenapa kau sendirian disini? Mana suamimu?” tanya Kyuhyun, ia mencoba untuk tetap tegar. Kyuhyun tidak ingin Yoona mengetahui perasaannya yang sakit itu.

“Aku rindu rumah ini makanya aku kesini, tapi suamiku sedang banyak pekerjaan jadi dia tidak bisa menemaniku.” Dusta Yoona, ia tidak ingin sahabatnya tau apa yang terjadi padanya.

“Begitukah, kalau begitu kapan-kapan kau harus memperkenalkan namja beruntung itu padaku.” Kata Kyuhyun sambil tersenyum.

“Ne, tentu saja.” Jawab Yoona membalas senyum tulus sahabatnya itu.

“Kalau begitu aku pulang dulu ne? Ada sesuatu yang harus aku urus.” Kata Kyuhyun kemudian beranjak dari duduknya, Yoona pun ikut berdiri.

“Tapi kita masih bisa bertemu kan Kyu?”

“Ne, kapanpun kita bisa bertemu.”

***

Yoona tersentak saat mendengar suara ketukan pintu beberapa kali.

“Siapa yang datang? Apa Kyuhyun? Bukannya dia baru saja pergi, ah mungkin ada yang ketinggalan.”

Yoona beranjak dar duduknya, tanpa mecari tau siapa yang datang ia langsung membuka pintu.

“Apa ada yang tertinggal Kyu…”

Ucapan Yoona terpotong begitu saja saat melihat yang datang ternyata bukanlah Kyuhyun. Yoona tercekat saat melihat sosok yang sangat ia rindukan sedang berdiri di hadapannya sambil memamerka senyum menawannya. Untuk sesaat Yoona hanya bisa terdiam, ia terpaku melihat Siwon di hadapannya.

“Yoona…” sapa Siwon.

“Ada apa kau kesini?” tanya Yoona berusaha sedingin mungkin.

“Apa aku boleh masuk?” tanya Siwon penuh harap, Yoona mengangguk kemudian mempersilahkan Siwon masuk.

Yoona meletakkan segelah teh hangat diatas meja di hadapan Siwon, kenudian ia duduk dihadapan Siwon.

“Yoona aku mencarimu kemana-mana, ternyata kau disini.” Ujar Siwon memulai pembicaraan, ia sudah tidak kuasa lagi menahan kerinduannya pada sosok wanita cantik itu.

“Untuk apa mencariku? Bukannya kau yang memintaku untuk pergi?” tanya Yoona tanpa sedikitpun memandang Siwon.

“Mianhae…aku memang benar-benar bodoh, aku mohon maafkan aku Yoona.”

Yoona hanya diam mendengar ucapan Siwon, ia merasa bosan tiap kali mendengar kata maaf itu keluar dari mulut Siwon.

“Tolong berikan aku kesempatan satu kali saja Yoong, aku sangat mencintaimu, aku tidak sanggup kehilanganmu.”

Pertahanan Yoona runtuh begitu saja mendengar permohonan Siwon, hatinya yang membeku seoalh kini cair sudah, haruskah ia memberikan Siwon kesempatan? Bila kenyataannya Yoona juga tidak sanggup hidup tanpa Siwon.

“Aku janji aku akan membahagiakanmu, aku akan berusaha menghapus semua rasa sakit mu selama ini. Jebal, beri aku kesempatan itu Yoong.”

Hati Yoona terenyuh mendengar kata demi kata yang terucap dari bibir namja yang paling ia cintai itu. sudah cukup selama ini ia dikuasai egonya, pada kenyataannya ia tidak pernah membenci Siwon jadi untuk apa ia tetap mempertahankan egonya.

“Aku juga tidak sanggup kehialanganmu Siwon.” Yoona akhirnya berujar, di iringi air mata yang mengalir lembut di pinya.

Siwon menatap Yoona penuh haru, inikah akhir dari penantiannya? Yoona memaafkannya.

“Kau memaafkanku Yoong?” tanya Siwon dengan suara yang bergetar menahan haru.

“Aku tidak pernah membencimu, karena aku sangat mencintaimu.” Sahut Yoona yang berhasil membuat Siwon melayang.

Siwon tidak dapat lagi membendung rasa bahagianya, ia beranjak mendekati Yoona kemudian menarik gadis itu dalam dekapan hangatnya. Yoona membenamkan wajahnya di dada bidang suaminya lalu menangis meluapkan kebahagiaannya.

“Gomawo Yoong, aku sangat bahagia kau mau memaafkanku.” Kata Siwon sambil mengecup puncak kepala sang istri. Siwon juga sudah tidak kuasa menahan air mata bahagia itu.

“Aku merindukanmu, bogoshippo.” Ujarnya lagi.

“Na do, aku juga sangat merindukamu. Jangan pernah lagi kau memintaku untuk pergi dari hidupmu karena sungguh aku tidak bisa hidup tanpa dirimu.” Ujar Yoona disela tangisnya.

“Mianhae… kau juga jangan pernah mencoba pergi dariku, apapun keadaan kita.”  Jawab Siwon sambil tersenyum.

“Sekarang kita pulang ne? Eomma dan Jina sudah menunggumu.”

Yoona mengangguk kemudian kembali mempererat pelukannya pada Siwon, sungguh ini adalah moment paling membahagiakan dalam hidup mereka.

To be countinue…

Tralalaaaaa…. Siwon bahagia, Yoona bahagia, author bahagia, readers bahagia? Harus bahagia dong inikan moment ultah Siwon Oppa…

Untuk misteri emaknya Siwon, mian gak bisa di bongkar sekarang. Inikan lagi bahagia bahagianya, jadi sabar ya…

Jgn lupa RCL yaw!!!!!

Thanks buat Echa yg udah meluangkan waktunya untuk ngepost ff aku. (sama2🙂 )

Tinggalkan komentar

142 Komentar

  1. Cikha Choi

     /  Juni 27, 2013

    akhrx yoona maafin siwon

    Balas
  2. KieWonkyu

     /  Juni 28, 2013

    akhrnya yoona mau maafin siwon ,, tngal masalh Ny. choi …

    Balas
  3. Akhirnya yoona eonni maafin wonpa . Dan mrk udh bersatu . Smg gk ada mslh yg mengganggu mrk lg

    Balas
  4. Oke, lanjut

    Balas
  5. Kyaa keren akhir nya mereka bisa balikan😀.
    Keren thor

    Balas
  6. bgitu donk yoong eonni maafin wonppa jdi gg sia sia wonppa ke busan,,:-):-)

    Balas
  7. imaniarimoi

     /  September 3, 2013

    Uyeeeeeee ~(‾▿‾~)(~‾▿‾)~

    Balas
  8. hana

     /  September 16, 2013

    Co cweeeeetttttttttttt

    Balas
  9. tia risjat

     /  Januari 20, 2014

    akhirnya yoonwon.. tapi jangan bahagia dulu. jangan2 nanti eommanya siwon macem2in mereka lg. arghh.. no…!!!

    Balas
  10. yuli

     /  Maret 15, 2014

    kyaa akhirnya…….sdikit cahaya datang

    Balas
  11. wulandari

     /  Maret 24, 2014

    Aku juga bahagia hahahay,,,

    Balas
  12. any

     /  April 23, 2014

    Hikhikhik nangis bahagia aku hehehe.

    Balas
  13. Deer Yayu

     /  Juli 30, 2014

    akhirnya yoona nerima siwon🙂
    ah senangnya🙂
    next chap

    Balas
  14. octavianii

     /  September 8, 2014

    so sweet🙂
    akhirnya baikan juga

    Balas
  15. yuliana

     /  September 8, 2014

    Aku bahagia😀

    Balas
  16. dedewjasmin

     /  Desember 6, 2014

    Ahir yoona mau memaaf kan siwon…..kirain yoonwon engga akan ketemu….msh penasarn sm ibunya siwoon knph sih jutek bngt.

    Balas
  17. stay with wonpa nde yoong..

    really like

    Balas
  18. zubaidah

     /  Juni 9, 2015

    Yeayyy
    Akhirnya yoona mau memaafkan siwon juga
    Tp masih ada masalah lagi..
    Ibu siwon belum berubah.

    Balas
  19. paris

     /  Desember 7, 2015

    Akhirnyaaaa mereka bersama juga, mudah2an kebhagiaan selalu datang pada mereka🙂

    Balas
  20. ayana

     /  Maret 19, 2016

    akhirnya setelah dibikin nangis bawang dan hati tersayat-sayat di part 1&2. di part ini ada secercah kebahagiaan. and yoona mau maafin siwon., jadi ikutan seneng…

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: