[Ficlet] Your Hurt is My Regret, Mianhae….

PicStory-2013-04-01-03-22

Your Hurt is My Regret, Mianhae…. By @uchie90 || Cast: Choi Siwon, Im Yoona, Im Soojung, Choi Minho etc || Genre: Angst, Drama || Type: Ficlet || Rate: PG-13 || Disclaimer: Jalan cerita murni hasil pemikiran saya. Bila ada kesamaan cerita itu benar-benar tidak disengaja. Saya hanya meminjam nama untuk melengkapi cerita dan berharap main cast memang berjodoh di kehidupan nyata ( Aamiin )

 

Typo! Maafkan… Happy Reading ^^

 

Your Hurt is My Regret, Mianhae…

 

 

“Boleh aku duduk disini?”

 

Aku sedikit tersentak mendengar suara yeoja yang entah sejak kapan berdiri dibelakang bangku yang kutempati. Aku menoleh dan mendapati senyum merekahnya menatapku tulus. “Silahkan saja dokter.” Ucapku datar lalu kembali menatap hamparan pemandangan yang tersaji didepanku.

 

Kulihat dari sudut mataku ia mendudukan dirinya disampingku, menghela nafas panjang. Mungkin ia lelah setelah melakukan operasi atau setelah tugas jaga di UGD. Ah, sudahlah apa peduliku….

 

“Aku yakin kamu bisa bertahan dan sembuh.” Ucapnya pelan. Aku tak menjawab, dan tak juga menoleh padanya. Aku tak tahu apa yang ada dipikirannya sampai-sampai mau bekerja dirumah sakit kecil ini, padahal ia lulusan universitas luar negeri yang bisa saja bekerja dirumah sakit yang lebih besar dan dengan gaji yang besar juga tentunya. Ah, apa jangan-jangan karena aku dia bekerja disini? Ya tentu saja, memang karena aku…..

 

“Sampai kapan kamu akan memperlakukan aku seperti ini Choi Siwon? Berhentilah seolah-olah kamu tak mengenalku.” Ucapnya lirih.

 

“Aku tahu aku salah, aku tahu tak seharusnya aku meninggalkanmu saat itu. Tapi aku sudah mengatakan alasannya padamu tapi kamu tak mau menerimanya.” Aku mendengar suara isakan tangis kini, apa dia menangis? Aku tak mau rapuh dengan tangisnya itu, aku tak mau lemah dihadapannya. Aku putuskan untuk berdiri dan mendorong tiang selang infus dengan tanganku tanpa menoleh ataupun berpamitan padanya. Ku akui sesak mengerogoti hati ini bila mendengar tangisnya, tapi aku berusaha tak peduli…

 

Kuatkan dirimu Choi Siwon….

 

~•~

 

“Anda semakin terlihat sehat Siwon-ssi…” Dokter Kim seperti biasa tiap sore mengunjungi kamar rawatku, rutin mengecek kondisiku.

 

“Tapi jantungku semakin lemah dokter.”

 

“Anda selalu bersikap pesimis seperti itu. Harusnya Anda berjuang Siwon-ssi, Anda tahu dokter Yoona selalu datang menanyakan kondisi Anda padaku. Ia terlihat sangat optimis dengan kesembuhan Anda.” Aku terdiam, ya dia selalu memantau kondisiku lewat dokter Kim. Aku tak mau tau, terserah dia mau melakukan apapun.

 

“Kita akan langsung melakukan pencangkokan jantung saat kita menerima donor jantung yang tepat untuk Anda.”

 

~•~

 

“Hai…” Suara lembutnya menyapaku. Tak bisa ku pungkiri hanya dengan mendengarnya saja membuat hatiku hangat dan nyaman sama seperti 5 tahun yang lalu. Aku tersenyum pahit dalam hati, aku berusaha enyahkan perasaan itu, aku tak boleh membuat hatiku hangat dengan kehadirannya lagi.

 

Tanpa basa-basi seperti kemarin ia duduk disamping kananku. “Apa kamu tidak bosan selalu duduk di bangku ini Oppa??” Oppa… Panggilan yang kurindukan.

 

“Jangan pernah lagi memanggilku dengan sebutan itu.”

 

“Oppa….”Terdengar menyakitkan untukku. Aku berdiri bersiap melangkah, tapi tanganku merasakan tangan lembutnya menahan langkahku.

 

“Aku mohon jangan pergi dulu. Temani aku sebentar disini, aku janji ini yang terakhir kali…” Akal sehatku menolak, tapi tubuh ini entah kenapa malah kembali mendudukkan dirinya dibangku tersebut.

 

Hening, hanya suara angin dan suara beberapa orang  berlalu lalang yang terdengar. Aku tahu yeoja disampingku ini sedang melamun, entah apa yang dilamunkannya. Dan aku tetap terpaku pada pemandangan didepanku. Kemudian aku merasakan ia berdiri dan melangkah berdiri dihadapanku.

 

“Aku Im Yoona masih dan akan selalu mencintaimu Siwon-oppa.” Tiba-tiba ia memelukku. Aku mencoba melepaskan. “Untuk terakhir kalinya Oppa…” Dan akhirnya kubiarkan ia memelukku, tanpa ada keinginan untuk membalas.

 

~•~

 

“Kita telah mendapatkan pendonor yang jantung yang cocok untuk Anda Siwon-ssi”.

 

“Benarkah dokter? Siwon bisa menerina donor jantung tersebut?” Eomma bertanya penuh harap. Dokter Kim mengangguk, anggukan yang terasa aneh.

 

“Tiga hari lagi jadwal operasi Anda, jadi bersiaplah.” Dokter Kim tersenyum, aku merasakan senyum yang berbeda.

 

~•~

 

Perlahan kurasakan cahaya silau memaksa masuk ke celah-celah mataku hingga mataku terbuka sempurna. Ku edarkan pandangan diruangan serba putih ini, ku lihat Eomma duduk di samping ranjangku.

 

“Kau sudah bangun Nak?” Suaranya lembut, tapi aku mendengar kesedihan disana. Minho, adikku yang juga berada disana hanya tersenyun kecut ke arahku. Ada apa sebenarnya? Apa pencangkokannya gagal? Apa jantung orang itu tak sesuai dengan ku?

 

“Eomma….”

 

“Aku akan panggilkan dokter Kim.” Minho langsung beranjak keluar kamar.

 

“Ada apa Eomma? Apa terjadi sesuatu dengan jantungku?”

 

“Tidak, tidak ada masalah operasimu berjalan lancar dan sepertinya jantung itu cocok untukmu.” Aku bernafas lega, tapi pikiranku bertanya-tanya kenapa raut wajah kedua sosok yang dekat denganku ini mengekspresikan hal yang bertolak belakang?

 

Dokter Kim masuk dengan senyuman leganya. “Anda sudah sadar Siwon-ssi. Bagaimana perasaanmu?”

 

“Aku baik dokter.” Dokter Kim mulai memeriksaku. “Kita akan lihat hasilnya beberapa hari lagi, jantung baru Anda sedang menyesuaikan kerjanya dengan tubuh Anda. Kalau tak ada masalah, paling cepat satu minggu lagi Anda bisa dipulangkan dan menjalani rawat jalan.” Kata-kata yang dari dulu sangat ku nanti, beberapa bulan berada di rumah sakit membuatku bosan. Dan akhirnya aku bisa keluar, aku harus berusaha secepatnya pulih pasca operasi ini.

 

Yoona….

Seketika pikiranku teringat sosok itu. Ia menepati janjinya, sejak sore itu ia tak pernah muncul lagi dihadapanku. Terasa ruang di dada ini kosong, tidak melihatnya beberapa hari ternyata membuatku merasa kehilangan. Bukankah itu yang kau inginkan Choi Siwon, harusnya aku merasa senang….

 

~•~

 

Satu bulan sudah pasca operasi jantungku, aku kembali ke aktifitas normalku. Malah aku bisa melakukan hal-hal yang sebelumnya tidak boleh dilakukan oleh penderita jantung sepertiku dulu. Senang tentu saja, tapi aku masih merasa ada sesuatu yang seharusnya aku lakukan, atau aku ketahui entahlah aku pun bingung menjelaskannya.

 

Pagi ini aku kedatangan tamu yang benar-benar tak ku duga. Soojung, adik Yoona. Dia datang dengan wajah dinginnya yang khas namun matanya menyimpan kesedihan dan kurasa juga kebencian terhadapku. Aku memakluminya, karena sejak Yoona kembali dari study nya di luar negeri dan datang menemuiku aku tak pernah mempedulikannya. Mungkin saja Yoona telah menceritakannya pada Soojung.

 

“Aku hanya ingin menyampaikan surat ini untuk mu Siwon-ssi, dari Eonni ku.” Aku mengerutkan keningku.

 

“Surat? Kenapa tidak Yoona saja langsung datang menemuiku?”

 

“Bukankah Eonni sudah berjanji tak akan menemuimu lagi?” Soojung mengucapkannya terbata-bata makin membuatku penasaran. “Aku permisi…”Soojung langsung pergi. Semula aku merasa malas membuka surat itu tapi rasa penasaranku ternyata lebih besar dari rasa gengsiku. Perlahan aku buka surat yang terbungkus amplop biru langit itu dan mulai membacanya.

 

Oppa….

 

Mungkin saat kamu menerima suratku, aku tak akan bisa lagi menampakkan wujudku dihadapanmu, bukankah itu yang kamu inginkan…

 

Mianhae, karena telah meninggalkanmu saat itu. Dulu aku memang berjanji akan selalu ada disampingmu dan menolak untuk kuliah di luar negeri. Aku berpikir, dengan kuliah disini pun aku masih bisa mewujudkan cita-citaku menjadi designer. Tapi semua berubah saat aku mengetahui ternyata kamu menderita penyakit jantung, aku merubah impianku. Aku ingin menjadi dokter, aku ingin menjadi pendamping sempurna untukmu. Dan akhirnya aku memilih belajar di luar negeri tanpa memberitahukan alasan sebenarnya padamu. Mianhae….

 

Aku memaklumi sikap penolakanmu saat pertama kali bertemu setelah 5 tahun meninggalkanmu tanpa kabar. Tapi aku tak menyangka setelah berbulan-bulan mencoba memohon maaf, tapi tak jua aku mendapatkan kata maaf itu dari mulutmu. Sebegitu besarkah kesalahanku? Sebegitu bencikah kamu padaku?

 

Seharusnya aku mengatakan alasan sebenarnya padamu saat itu, kalau tahu bahwa dampaknya akan membuat hubungan kita memburuk seperti ini, bahkan kamu seperti menganggapku orang yang tidak kamu kenal, menyakitkan….

 

Aku mencintaimu, sama seperti 7 tahun lalu saat kita memulai hubungan kita, dan rasa ini tak pernah berkurang sedikitpun hingga saat ini. Kuharap kamu masih menyimpan perasaan untukku di hatimu, aku akan senang walau hanya sedikit….

 

Terimakasih telah berkenan membaca surat ku ini Oppa, kuharap setelah membaca surat ini kamu mau memaafkan ku…

Aku janji ini yang terakhir kali aku menganggumu…

 

 

Yeoja yang mencintaimu

 

Im Yoona

 

 

Tubuhku terasa lemas, sebegitu kejamkah sikap ku selama ini padanya? Aku tak mau buang waktu lagi segera ku pergi tanpa mengindahkan teriakan Minho yang memanggil-manggil namaku.

 

~•~

 

Pekarangan rumah yang lumayan mewah tapi terkesan sederhana dan asri dengan berbagai bunga dan daun yang tertata rapi melihatnya membuat mata ini dimanjakan dengan ke indahannya. Sudah lama sekali aku tak kesini.

 

“Siwon-ah…” Aku membungkukkan tubuhku memberi hormat kepada wanita paruh baya didepanku.

 

“Eommoni…” Dia meletakkan gunting tanaman yang sedari tadi ia pegang, perlahan berjalan mendekati ku. Ia memelukku, pelukan yang sama seperti 5 tahun yang lalu. Dia selalu menganggap aku anaknya dan berharap aku menjadi menantunya sehingga ia memintaku memanggilnya Eommoni, tanpa ku sadari aku mengulas senyum mengingat hal itu.

 

“Apa kau sehat Nak??” Aku menganggukkan kepalaku. Ia tersenyum, senyumnya sedikit berbeda. “Ayo masuk.” Aku mengikuti langkah Eommoni memasuki rumah. Dekorasi rumah tampak masih sama seperti terakhir kali ku kesini, hanya beberapa barang yang tampak bertukar posisi. Aku di persilahkan duduk dan menunggu. Beberapa menit kemudian Eomoni keluar membawa minuman.

 

“Yoona mana Eommoni? Apa masih dirumah sakit?” Aku tak sabar melihat yeoja itu, aku ingin memeluknya, aku ingin meminta maaf atas sikap acuhku selama ini. Tapi kulihat mata Eommoni berkaca-kaca, aku tak mengerti, ada apa sebenarnya. Kenapa semua orang seperti menyimpan sesuatu dariku.

 

“Eonni sudah pergi, pergi untuk selamanya…”

 

Degg!!!

 

Mataku menatap tak percaya Soojung yang tiba-tiba menjawab dan berdiri dihadapanku. “Pergi untuk selamanya? Apa maksudmu Soojung-ah??”

 

“Biar ku jelaskan…”

 

“Soojung….”

 

“Biar aku jelaskan Eomma, dia harus tahu apa yang selama ini Eonniku rasakan, dia harus tahu semuanya, agar dia menyesal telah menyia-nyiakan Eonniku!!!”

 

“Soojung-ah…”

 

“Kau!! Membuat Eonniku tersiksa setelah kepulangannya dari luar negeri. Aku tak menyangka, pengorbanan Eonniku tak kau hargai. Ia bersekolah keluar negeri itu demi dirimu. Oh iya, pasti Eonniku sudah memberitahukan semua lewat suratnya tadi benar kan?? Tapi yang ini mungkin kau belum tahu.” Mata Soojung terlihat berapi-api.

 

“Jantung yang kau pakai adalah jantung Eonniku, jantung Im Yoona. Kekasih yang tak pernah kau acuhkan lagi.”

 

Aku tak dapat lagi menopang tubuhku, dua berita yang sangat menusuk hati. Aku tak dapat membendung air mata ku lagi. Aku egois, aku kejam tak tahu diri. Aku merutuki kebodohanku.

 

“Eonniku menderita karenamu, tapi dengan senang hati ia memberikan jantungnya untukmu.”

 

Aku memegangi dadaku, sakit… Nafasku tertahan, sesak… Kepalaku terasa berputar, pandanganku kabur dan akhirnya gelap…

 

~•~

 

“Sebelumnya aku tak tahu siapa yang bersedia mendonorkan jantungnya untuk Hyung, tapi aku secara tak sengaja mendengar dokter Kim bicara dengan nyonya Im saat akan menanyakan kondisi Hyung padanya. Setelah aku memaksa dokter Kim untuk memberitahuku ia pun mengaku kalau jantung yang akan didonorkan padamu adalah milik Yoona-noona.”

 

“Seharusnya kami merahasiakannya, kami sudah sepakat. Tapi sepertinya Soojung benar-benar tak bisa menahan untuk tidak mengatakannya pada Hyung.”

 

“Bagaimana bisa Yoona yang mendonorkan jantungnya, apa yang terjadi?” Ucapanku tersendat menahan tangis. “Yoona kecelakan 4 hari sebelum Hyung di operasi. Dan kata dokter kondisinya sudah parah dan kemungkinan tidak bisa diselamatkan. Ternyata Yoona-noona berwasiat kalau sampai terjadi apa-apa dengan dirinya, dia mau mendonorkan jantungnya untuk Hyung.”

 

“Bagaimana mungkin?? Apa dia merencanakannya? Apa dia mau aku menanggung semua kesalahan ini sampai mati dengan jantungnya yang ada ditubuhku?” Aku berteriak frustasi, hancur, rasanya tak mau hidup lagi.

 

“Hanya dia dan Tuhan yang tahu kebenarannya Hyung…” Benar, hanya Yoona yang tahu apa semua ini memang rencananya atau sebuah kebetulan semata. Tapi aku teringat ketika terakhir ia menampakkan dirinya dihadapanku.

 

“Aku janji ini yang terakhir kali….”

 

Derai airmataku makin menjadi, mengingat kembali kalimat itu, kalimat terakhir setelah ia memelukku dan menyatakan cintanya padaku. Pernyataan cinta yang juga menjadi kalimat perpisahan yang ia ucapkan untukku….

 

~•~

 

“Bagaimana kabarmu yeoja bodoh. Kenapa kamu tega membuatku menyesal sampai ingin mati begini? Andai saja saat itu kamu mengatakan alasan sebenarnya kenapa kamu pergi meninggalkanku, aku pasti akan menerimanya dan menunggu kepulanganmu.” Airmata ku mengalir, tak dapat aku tahan lagi. Perasaan sesak menyelimuti dada ini. Didepan batu nisan yang bertuliskan nama yeoja yang aku cintai. Aku tak pernah membencinya, egoku lah yang membuatku bersikap seolah-olah membencinya. Kenapa semua harus berakhir seperti ini, disaat aku belum sempat meminta maaf padanya. Langit seperti mengetahui apa yang aku rasakan saat ini dengan mengirim rintik hujan yang entah sejak kapan telah membasahi makam ini.

 

“Mianhae…. Jeongmal mianhae. Mungkin rasa sesal seumur hidup ini tak sebanding dengan rasa sakit yang kamu rasakan selama ini. Semoga kamu tenang disana, terima kasih atas cintamu dan….. Atas jantung ini…” Derai airmataku makin deras, aku menangis dalam diam… Rasa sesal pasti amat dalam kurasa, aku tak tahu bagaimana menjalani hidupku kedepannya, tanpa dia. Tapi aku memiliki jantungnya bukan? Apa ini yang Tuhan inginkan, meninggalkan jantung Yoona untukku dan mengambil tubuhnya agar dia terus hidup dalam diriku?…..

 

Mianhae…. Im Yoona saranghae…..

 

 

~FIN~

 

Lagi-lagi hanya bawa ficlet. Maaf kalau cerita diatas sangat jelek dan tak sesuai keinginan readers semua… Tiba-tiba jadi ingin membuat cerita yang memainkan emosi, tapi kayaknya gagal dan tidak sesuai harapan huhuhu….

 

Bagaimanapun diharapkan komentarnya bagi yang membaca, sekali lagi maaf karena lanjutan Sajangnim!! Belum bisa direalisasikan(?)…. Makasi yang udah ninggalin jejak di ff-ff ku sebelumnya… Love you all….

 

To Echa…. Thanks udah post ficlet kakak ini, peluk dari jauh…^^ (you’re welcome bunda *hug)

Iklan
Tinggalkan komentar

122 Komentar

  1. rizky

     /  Februari 24, 2017

    Hahh, sad ending ne gk adil ah msa yoona’y ninggal.

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: