[2S] Fortunate Scandal (Chapter 1/2)

Cover FS

Author                                     : misskangen

Length                                     : 2 Shots

Genre                                      : Romance

Rating                                     : G

Main Cast                                : Im Yoon Ah, Choi Siwon

Support Cast                           : Kwon Yuri, Jung Yunho

Disclaimer                               : Semua cast meminjam nama idol Korea. Cerita ini fiktif dan hanya karangan belaka. Inspirated by Scandal in Spring by Lisa Kleypas, selebihnya adalah karangan penulis.

 

Halooo… readers yang berbahagia,,

Jangan ditanya kenapa aku yang sedang hiatus malah mengeluarkan satu FF baru lagi. Ini cuma kegiatan yang sangat ingin aku lakukan ketika libur long weekend. Cerita ini terinspirasi dari novel historical romance yang sudah sangat lama aku baca, beruntung aku masih inget jalan ceritanya. Jadi ga ada salahnya kalau aku campur ceritanya dengan ceritaku sendiri sesuai memori yang ada. Ceritanya mungkin ‘agak’ berbelit-belit, tapi semoga readers bisa mengerti jalan ceritanya dan semoga juga menyukainya.

Selamat membaca….

 

FORTUNATE SCANDAL : PART 1

 

Yoona duduk termenung di balkon kamarnya, memikirkan segala perkataan ayahnya yang telah menimbulkan perdebatan antara kedua orangtuanya. Bukan itu saja, perdebatan itu juga telah membuat kepalanya pusing hingga membuatnya ingin sekali meminum banyak pil pain killer.

 

Flashback

 

“Aku sudah membuat keputusan tentang masa depan Yoona,” Tuan Im memberitahu istri dan anaknya. “Meskipun keluarga Im tak suka mengakui kekalahan, kita tidak dapat mengabaikan kenyataan.”

 

“Apa kenyataan itu, Appa?” tanya Yoona. “Kau tidak cocok untuk kalangan Chaebol. Atau mungkin kalangan Chaebol tidak cocok untukmu. Sepertinya sulit sekali bagimu mendekatkan diri dengan satu orang saja pemuda dari kalangan itu.” Yoona tertohok dengan kata-kata ayahnya.

 

Memang benar sudah hampir dua tahun ini keluarga Im meninggalkan kediaman mereka di Shanghai dan kembali ke Korea. Tentu saja tujuan utama Tuan Im melakukannya adalah untuk mengembangkan bisnisnya di Korea. Tuan Im adalah salah seorang pengusaha garmen yang cukup terkenal yang memiliki perusahaan di Jepang dan China. Usahanya berkembang cukup pesat di kedua negara tersebut, tapi tidak di negara asalnya. Putra sulungnya tidak bisa ia harapkan untuk melakukannya, karena putranya itu lebih suka berkelana ke berbagai negara hanya untuk mengembangkan usaha rintisannya sendiri. Sehingga Tuan Im berinisiatif membawa keluarganya kembali ke Korea dan mencoba peruntungan dengan menjalin kerjasama dengan pengusaha asal Korea.

 

Takdir membawa Tuan Im berkenalan dengan seorang pengusaha muda yang sukses bernama Jung Yunho, selain itu ia juga berasal dari kalangan Chaebol. Selain membawa ide mengembangkan bisnis di Korea, Tuan Im juga memiliki maksud mencarikan calon suami yang sangat ‘layak’ untuk kedua putrinya – Yuri dan Yoona. Kedua putrinya terkenal dengan wajah yang cantik namun suka membuat masalah – akibat berbagai skandal yang sering ditimbulkan oleh keduanya yang memiliki tingkah yang tak sesuai dengan image wanita kalangan atas.

 

Sempat terjadi suatu kebingungan yang melanda pikiran banyak orang di sekitar mereka ketika Yuri berhasil menggaet Yunho sebagai suaminya. Entah apa yang telah terjadi di antara pasangan itu, padahal sebelumnya Yunho bersikap acuh tak acuh pada Im bersaudara bahkan cenderung tak menyukai kelakuan ajaib kakak beradik itu. Keajaiban terjadi ketika Yunho menyatakan pada Tuan Im bahwa ia mencintai Yuri dan ingin menikahi gadis itu secepatnya. Jadilah pernikahan antara Yunho dan Yuri yang membuat Tuan Im seolah berada di atas angin. Dengan kata lain Keluarga Im berhasil menaikkan statusnya sebagai besan keluarga Chaebol dan jelas memperbesar peluang pengembangan usahanya di Korea.

 

Segala keberuntungan yang ada pada Yuri sepertinya tidak tertular pada sang adik, Yoona. Tuan Im berkali-kali mendorong putri bungsunya itu untuk setidaknya mencoba mendekati dan kalau bisa juga mendapatkan calon suami seperti kakaknya – berasal dari kalangan atas atau konglomerat tentunya. Tapi dari beberapa pertemuan dengan pemuda-pemuda yang sesuai kriteria tersebut, tak ada satupun yang berhasil digaet oleh Yoona. Gadis itu sendiri tak pernah tahu alasan kenapa kenyataannya seperti itu. Walaupun terkadang Yoona sering membuat hal aneh bila sudah bergabung dengan kakaknya, namun aslinya gadis itu lebih cenderung menyukai membaca buku-buku atau berkumpul bersama teman-teman untuk berbagi kesenangan.

 

Melihat Yoona yang tak kunjung mendapat calon suami yang diperkenalkan kepadanya tak pelak membuat Tuan Im jengah. Hingga akhirnya membuat keputusan sendiri untuk masa depan putri bungsunya itu. “ketidakberhasilanmu tidak menguntungkan, putriku. Aku keberatan dengan semua biaya yang kukeluarkan untuk membeli gaun dan perhiasan. Lebih dari itu, aku keberatan dengan urusan yang membuatku harus tinggal di Korea padahal aku dibutuhkan di Shanghai. Dengan demikian aku memutuskan memilihkan calon suami untukmu.”

 

“Siapa yang ada dalam benakmu, Appa?” Yoona menatap ayahnya dengan tatapan kosong. “Choi Siwon.” Yoona kini menatap ayahnya seakan-akan ayahnya sudah gila. Nyonya Im menarik napas pendek. “Itu tidak masuk akal, Yeobo! Sama sekali tidak masuk akal! Kita tidak mendapat untung apapun kalau menjodohkan Yoona seperti itu. Choi Siwon bukan konglomerat, dan juga tidak memiliki kekayaan yang cukup besar…”

 

“tapi dia salah satu anggota keluarga Choi dari Seoul, keluarga bangsawan. Tidak ada satu keluarga pun yang akan menganggap remeh dirinya. Dia dari keluarga terhormat dan keturunan terpandang. Dan yang lebih penting lagi, Siwon setia padaku. Dia juga pria berotak bisnis paling tajam yang pernah kutemui. Aku ingin dia menjadi menantuku. Aku ingin dia menjadi pewaris perusahaanku bila waktunya tiba.” Tukas Tuan Im.

 

“Kau punya tiga orang anak yang bisa menjadi pewaris sah bisnismu, bahkan anak sulungmu seorang laki-laki!” seru nyonya Im berang. “tak satupun dari mereka berniat melakukannya.” Memikirkan Choi Siwon yang berkembang di bawah asuhannya selama hampir sepuluh tahun, membuat Tuan Im merasa bangga. Choi Siwon lebih mencerminkan sifat Tuan Im dibandingkan anak-anak kandungnya sendiri. “Tak satu pun dari mereka punya ambisi dan kelihaian dalam berbisnis seperti Siwon,” Tuan Im melanjutkan. “Aku akan menjadikan dia ayah dari keturunanku.”

 

“Appa, tidak ada kekuatan di dunia ini yang dapat memaksaku untuk mempunyai anak dari pria yang tidak kucintai.” Yoona mulai angkat bicara. “Kupikir kau ingin punya suami dan rumah sendiri daripada terus menjadi parasit seperti sekarang.” Hardik Tuan Im, Yoona mengernyit seakan habis kena tampar. “Aku bukan parasit.”

 

“Oh, terserahlah apa katamu. Ini ultimatum, Yoona. Temukan calon suami yang pantas sampai akhir Mei, kalau tidak kau akan kuberikan pada Choi Siwon.” Kata Tuan Im yang membuat hati Yoona mencelos.

Flashback End

 

Pikiran yang semakin ruwet dan tidak karuan membuat Yoona memutuskan untuk menemui kakaknya, Yuri. Yoona berharap Yuri bisa memberinya solusi atau setidaknya bisa membuat beban pikirannya sedikit berkurang. Yoona mendapati kakaknya sedang duduk di ruang keluarga bersama suaminya. Yuri terlihat menikmati momen menenangkan bersama sang suami setelah berhari-hari merasa tak nyaman dengan kondisi tubuhnya yang tak karuan akibat pengaruh kehamilannya yang masih muda. Bahkan Yunho sengaja membawa Yuri beserta keluarga untuk bersantai dan menikmati udara segar di sebuah mansion miliknya di sebuah desa jauh dari keramaian kota Seoul.

 

“Katakan padaku apa yang dikatakan Appa padamu?” ujar Yuri yang duduk di sebelah Yunho di atas sofa panjang nan empuk. “Katanya kalau aku tak menemukan seseorang yang mau menikahiku sampai akhir bulan Mei dia akan memilihkan suami untukku. Dan coba terka siapa calonnya itu? Terka saja!”

 

“Aku tak dapat membayangkan siapapun. Appa tak pernah menyukai siapapun.” Jawab Yuri. “Oh ya ada. Ada satu orang di dunia ini yang disukai Appa seratus persen.” ujar Yoona skeptis. Sekarang Yunho mulai tertarik dengan pembicaraan mereka. “Apakah orang ini seseorang yang kukenal?”

 

“kau akan segera kenal dengannya. Ayah sudah memanggilnya ke sini. Dia akan tiba lusa untuk ikut pembicaraan bisnis dengan Appa.” Jawab Yoona. Yunho mengingat-ingat kembali nama-nama tamu yang diminta Tuan Im untuk diundang ke pembicaraan bisnis mereka. “Apa dia mengurus bisnis ayah kalian yang di Jepang? Apakah dia Choi Siwon?”

 

“Ya” singkat saja jawaban Yoona. Yuri menatap Yoona kosong, kemudian memalingkan wajahnya kepada Yunho sambil memekik tertahan kemudian  jelas Yuri terkikik geli. “Benar-benar tidak masuk akal… kau tidak mungkin…”

“Eonni, kau tidak akan menganggap ini lucu kalau kau yang akan menikah dengannya,” ucap Yoona sambil cemberut. Yunho melirik  kakak-beradik itu bergantian, “Apa salahnya dengan Choi Siwon menurut cerita yang kudengar dari ayahmu bahwa dia adalah pria terhormat.”

“Oh, keangkuhan Appa menghilang bila melihat usaha Choi Siwon untuk mengikuti kesuksesannya dan bagaimana dia percaya pada setiap kata yang ayah ucapkan.” Yuri menjawab pertanyaan suaminya. “jadi penilaian ayah kalian bahwa Choi Siwon seorang yang cerdas itu salah?” tanya Yunho lagi. “Dia memang cerdas, tapi semua itu diimbuhi sikap dingin dan aura berkuasa yang menyebalkan. Kita tidak perlu memberitahunya apapun – dia sudah tahu semuanya.” Timpal Yoona.

“Dia bahkan tidak menarik. Dia seperti tulang belulang.” Ujar Yuri sambil menepuk dada Yunho yang berotot. Yunho tampak geli, “Apakah Choi Siwon tidak memiliki sesuatu yang baik?” Kedua kakak beradik itu mempertimbangkan pertanyaan itu. “giginya bagus,” kata Yoona sambil menggerutu. “Bagaimana kau bisa tahu, dia kan tidak pernah tersenyum!” sanggah Yuri. “Penilaian kalian terhadap pria itu kejam sekali, tapi mungkin saja dia sudah berubah sejak terakhir kali kalian bertemu,” tegur Yunho. “Tidak mungkin berubah banyak sehingga aku bersedia menikah dengannya,” kata Yoona.

 

-0-

Masalah itu terus saja terputar ulang di kepala Yoona, tak sedetikpun ia bisa memikirkan solusi. Bahkan memikirkan cara untuk bertemu pria lain di Seoul jika sudah kembali kesana nantinya pun tak dapat ia lakukan. Yoona memutuskan untuk berjalan-jalan di lingkungan sekitar mansion milik Yunho. Ini sudah hari ketiga Yoona berada disana, jadi sedikit demi sedikit ia tahu situasi disekitarnya.  Ia menyusuri jalan setapak yang cekung, melewati padang rumput basah yang tampak indah dipenuhi berbagai warna bunga.

 

Tak lama kemudian ia tiba pada tujuan perjalanannya – sebuah sumur yang muncul pada musim  semi. Menurut tradisi penduduk setempat, sumur itu dihuni oleh makhluk gaib yang akan mengabulkan permohonan kalau seseorang melempar jarum ke dalamnya. Yoona sengaja membawa jarum dari mansion tanpa sepengetahuan siapapun. Jadi ia mulai melakukan aksinya, berdiri dekat ke pinggir sumur kemudian mengambil satu strip jarum dari kantong bajunya. “Roh sumur,” ucapnya memulai permintaan, “Karena aku bernasib buruk dalam mencari suami idamanku, aku menyerahkan pencarian itu padamu. Aku tak akan mengajukan permintaan apapun, yang kuinginkan hanyalah… dia yang paling tepat untukku. Aku berharap dalam waktu dekat orang itu akan segera muncul dihadapanku.” Yoona menarik tiga jarum sekaligus dari kertasnya dan melemparkannya ke dalam sumur. Benda logam itu berpendar cemerlang di udara sebelum menyentuh permukaan air yang menyeramkan lalu tenggelam ke bawah air yang keruh.

 

“Aku ingin jarum-jarum ini mewakili permohonan yang sama,” ia memberitahu sumur itu. Yoona masih berdiri lama sambil memejamkan mata, berkonsentrasi. Tiba-tiba terdengar suara  derak dibelakangnya, seperti suara kaki menginjak ranting yang pecah. Yoona menoleh ke belakang dan melihat sosok pria berjalan ke arahnya. Pria itu hanya beberapa meter darinya. Terkejut mendapati orang lain begitu dekat dengannya padahal Yoona mengira ia sedang sendirian di tempat itu membuat jantungnya berdetak cepat. Mungkinkah sumur itu mengabulkan permintaanku secepat ini? pikir Yoona sejenak kemudian menepisnya. Pria itu tinggi dan kekar, seperti kakak iparnya, Yunho. “maafkan aku, aku tak bermaksud membuatmu takut,” kata pria itu dengan nada rendah ketika melihat ekspresi wajah Yoona. “Oh, kau tidak membuatku takut. Aku hanya sedikit… terkejut.”

 

Pria itu berjalan mendekat dengan tenang, tangannya dimasukkan ke dalam saku. “Aku tiba di mansion beberapa jam yang lalu. Mereka bilang kau pergi keluar, jalan-jalan.” Pria itu sepertinya tidak asing. Ia menatap Yoona seakan mengharapkan  Yoona mengenalinya. “Kau tamu Jung Yunho?” tanyanya, berusaha mengingat orang itu. Pria  itu melirik heran dan sedikit tersenyum, “Ya, Nona Im.”

 

Pria itu tahu namanya. Yoona memandang pria itu dengan seksama, ia tidak mengerti mengapa sampai lupa pada pria semenarik ini. Sosoknya kuat dan sempurna, terlalu maskulin untuk disebut indah, terlalu mengesankan untuk disebut biasa-biasa saja. Saat Yoona melangkah mundur, ia hampir saja terjatuh ke dalam sumur itu bila sang pria tidak menangkapnya. Yoona melihat lebih dekat pria itu. Potongan rambutnya yang cepak dengan sedikit hairstyle dan juga tatapan matanya. Tiba-tiba Yoona sadar siapa pria itu sebenarnya hingga lututnya nyaris tak dapat ditegakkan. “Kau…” desisnya, matanya melebar penuh rasa terkejut menatap lekat-lekat wajah Choi Siwon.

 

Ia tak dapat berhenti menatap pria itu. Ya Tuhan, ia tak pernah melihat perubahan sebesar ini dalam hidupnya. Yang dulunya dijuluki Yuri sebagai ‘tulang belulang’, sekarang telah tumbuh menjadi pria yang tampak makmur, memancarkan kesehatan dan vitalitas. Pria itu mengenakan setelan yang elegan dan modis. Bahkan bahannya seperti tak mampu menyamarkan tubuh kekar di baliknya. Perubahan besar terjadi pada diri pria itu lebih dari sekedar perubahan fisik. Kedewasaan membuat pria itu tampak sangat percaya diri. Yoona ingat pertama kali Choi Siwon datang bekerja untuk ayahnya… pria itu kurus, oportunis bermata dingin tapi memakai setelan yang usang.

 

Yoona melepaskan diri dari cengkeraman Siwon. “Kau sudah berubah,” katanya sambil mengendalikan diri. “Apa yang kau lakukan di sumur itu?” tanya Siwon. “Aku…kupikir…” Yoona berusaha keras mencari penjelasan, tapi tak berhasil menemukan satupun. “ini sumur permohonan.” Siwon memasang ekspresi serius, tapi ada binar mencurigakan di matanya seakan pria itu merasa geli. “Semua orang di desa setempat datang ke sumur ini. Ini sumur permohonan yang legendaris.” tambah Yoona. Pria itu menatap Yoona dengan tatapan yang selalu dibencinya, tatapan yang menyerap segalanya hingga Yoona merasa pipinya memerah. “lalu apa permohonanmu?”

“Ini urusan pribadi.”

“karena aku mengenalmu, permohonanmu bisa saja macam-macam.” Kata Siwon lagi.

“Kau tidak mengenalku,” tukas Yoona. “Mungkin tidak,” aku Siwon akhirnya tapi tak terdengar tulus. “Mengingat betapa legendarisnya sumur ini, aku jadi tak ingin melewatkan kesempatan,” kata Siwon sambil merogoh kantongnya dan mengeluarkan sekeping uang logam. Rasanya sudah lama sekali Yoona tak melihat uang logam Jepang.

“harusnya kau melempar jarum,” tukas Yoona. “Aku kan tidak punya jarum,” jawab Siwon. “Itukan uang logam lima Yen, kau tidak mungkin melemparkan uang itu kan?” ucap Yoona tak percaya. “Aku bukan mau melempar uang. Aku mau menanam modal. Sebaiknya kau beritahu aku bagaimana prosedur membuat permohonan yang baik, uang sebanyak ini tak boleh disia-siakan.” Yoona berjalan mendekati sumur dan berkata dengan ketus, “Genggam koin itu hingga hangat ditanganmu, pejamkan matamu dan konsentrasilah pada sesuatu yang amat kau inginkan. Dan itu harus permintaan pribadi, tidak boleh mengenai sesuatu seperti merger atau banking trust.” Suara Yoona terdengar seperti bersungut-sungut.

 

“Aku memikirkan hal selain bisnis kok,” Yoona melemparkan tatapan tak percaya, dan pria itu mengejutkannya dengan memberikan senyuman singkat. Pernahkah ia melihat Siwon tersenyum? Mungkin sekali atau dua kali, itupun ketika wajah pria itu masih tirus. Ingatannya masih sangat kabur.  Yoona hanya ingat pada giginya yang putih tatkala pria itu meringis karena merasa sedikit gembira. Tapi senyum yang satu ini membuatnya kewalahan, membuatnya terpesona dan tergoda. Yoona benar-benar lega setelah senyum itu menghilang dan Siwon kembali memasang wajah kaku lagi. “pejamkan matamu,” Yoona mengingatkan, “Buang semua yang ada dibenakmu kecuali permohonan itu.”

 

Setelah itu semua berjalan seperti seharusnya, Siwon pun membuang koinnya diikuti tatapan aneh dari Yoona. “Apa permohonanmu?” tanya Yoona. “Itu urusan pribadi,” Yoona langsung cemberut karena pria itu meniru ucapannya. Ia langsung berjalan secepatnya menjauhi pria itu, “Selamat sore Tuan Choi, selamat menikmati jalan-jalanmu. Aku akan kembali ke mansion.

 

“Aku akan menemanimu,” ternyata Siwon sudah menyamai langkah Yoona. “Aku lebih suka tidak ditemani.” Jawab Yoona ketus. “Kenapa tidak? Kita kan berjalan ke arah yang sama.”

“karena aku lebih suka berjalan sambil diam,” Yoona beralasan asal-asalan. “kalau begitu, aku akan diam.” Siwon tetap tak melambatkan langkah kakinya. Yoona menyimpulkan tidak ada gunanya membantah kalau pria itu sudah membuat keputusan. Merekapun berjalan dalam kebisuan melewati jalanan cekung setapak demi setapak. Akhirnya Yoona bersuara memecah kesunyian, “Apakah kau yang menanamkan gagasan itu ke dalam kepala Ayahku?”

 

“Gagasan apa?”

“Oh, tak perlu merendah dihadapanku. Tentu saja semua tentang perjanjian yang kau buat dengan ayahku. Kau ingin menikah denganku supaya perusahaan ayah bisa jatuh ke tanganmu.” Siwon berhenti dengan tiba-tiba, dalam situasi yang bisa membuat Yoona tertawa. Raut wajahnya seperti baru saja menabrak dinding. Yoona ikut berhenti, melipat tangannya di depan dada dan menghadap ke arah Siwon.

 

“Aku tidak mengerti apa yang kau katakan tadi.” Meskipun tidak bisa membaca pikiran Siwon, Yoona yakin pria itu dengan cepat memilah kemungkinan dan mengambil kesimpulan. “Ayahku mengatakan seolah-olah itu semua sudah pasti. Kukira kalian sudah membicarakannya sewaktu terakhir kali ayah mengunjungi Tokyo.”

 

“Beliau tidak pernah menyinggung hal seperti itu kepadaku. Pikiran untuk menikahimu tak pernah terlintas di dalam benakku. Dan aku tak berambisi untuk mendapatkan perusahaan ayahmu.”

“kau tidak punya apapun selain ambisi.”

“Betul,” jawab Siwon, menatap Yoona lekat-lekat. “Tapi aku tak perlu menikahimu untuk membuat masa depanku terjamin. Bukannya bisnis ayahmu sendiri bisa memberimu kemewahan bahkan cukup untuk  memberimu kesempatan menikahi seorang konglomerat.”

“tapi aku tidak minta kemewahan! Aku tak menginginkan apapun selain kehidupan yang tenang.” Tegas Yoona. “Duduk seorang diri di perpustakaan sambil membaca buku? Berjalan-jalan di taman? Menikmati kunjungan teman-teman?” usul Siwon sedikit berpuas diri. “Ya!” jawab Yoona singkat. “Buku itu mahal. Begitu pula rumah indah yang dikelilingi taman. Pernahkah terpikir olehmu bahwa seseorang harus membayar untuk kehidupanmu yang tenang itu?’ pertanyaan itu mirip dengan tuduhan yang dilontarkan ayahnya, bahwa ia parasit, dan itu membuat Yoona mengernyit.

 

“bagaimana aku menjalani hidupku atau siapa yang membayar itu bukan urusamu. Aku tidak peduli pada pendapatmu, dan kau tidak berhak memaksakan pendapatmu kepadaku.” Yoona menyela dengan kata-kata ketus. “Aku berhak, kalau masa depanku akan dikaitkan dengan masa depanmu.”

“Tidak akan!”

“ya, menurut dugaan sementara.” Yoona benci sekali dengan orang yang suka berbelit-belit bila sedang berdebat. “Pernikahan kita memang hanya dugaan sementara. Appa memberiku batas waktu sampai akhir Mei untuk mencari calon suami yang lain – dan aku pasti menemukannya.” Siwon menatap Yoona dengan rasa tertarik sekaligus waspada, “Aku bisa menebak pria macam apa yang kau cari. Seorang pria tampan, aristokrat, sensitif, ramah, dan punya waktu luang untuk melakukan kesenangan-kesenangan pria…”

“Ya” potong Yoona singkat. “Sudah kuduga.” Lanjut Siwon. “Satu-satunya alasan wanita dengan wajah sepertimu kesulitan mendapat jodoh karena kau menetapkan standar terlalu tinggi. Kau tidak menerima kalau pria itu tidak sempurna. Karena itu ayahmu mengeluarkan peringatan itu.”

“aku tidak bercita-cita menikah dengan pria sempurna. Aku tahu tidak ada hal seperti itu,” kata Yoona membela dirinya. Yoona yang makin kesal dengan semua tingkah Siwon mempercepat langkahnya, berusaha menjauh dari pria itu. Tapi Siwon malah ikut-ikutan mempercepat langkahnya.

 

“akhir bulan Mei… itu hanya tinggal dua bulan lagi. Bagaimana kau bisa menemukan jodoh dalam waktu sependek itu.?” Tanya Siwon sedikit mengejek. “Aku akan berdiri di sudut jalan sambil memakai plakat kalau memang harus.”

“Dengan tulus hati aku mendoakanmu semoga kau berhasil, Nona Im. Dalam keadaan apapun aku tidak yakin bersedia mengajukan diriku untuk secara otomatis menjadi pemenang.” Siwon semakin gencar menggoda Yoona.

“kau tidak akan menjadi pemenang secara otomatis! Tenang saja, Tuan Choi, tak ada satu hal pun di dunia ini yang membuatku bersedia menjadi istrimu. Rasanya malang betul orang yang terpaksa bersuamikan pria dingin, mau menang sendiri dan angkuh sepertimu!” tegas Yoona merasa emosi.

“Baiklah, aku minta maaf Nona Im, kau tidak perlu marah-marah. Aku rasa sebaiknya kita berkepala dingin sampai kita mendapat solusi terbaik.” sergah Siwon. “hanya ada satu solusi. Kau memberitahu ayahku bahwa kau menolak menikah denganku dalam situasi apapun. Kalau bisa janji melakukan itu aku berjanji akan bersikap sopan dan berkepala dingin padamu.”

“tidak,” jawab Siwon pelan seolah berbicara pada dirinya sendiri. Yoona menggelengkan kepala bingung. “Apakah itu ‘tidak’ yang berarti… ‘tidak, aku tidak akan menikah denganmu’?” tanya Yoona gusar.

“Itu adalah ‘tidak’ yang berarti… ‘tidak, aku tidak mau berjanji,’” Setelah mengucapkan itu, Siwon melewati Yoona dan terus berjalan menuju mansion, membiarkan wanita itu mengejarnya.

 

-0-

“Dia mencoba menyiksamu!” pekik Yuri ketika Yoona selesai menceritakan semua kejadian yang dialaminya di dekat sumur permohonan. Yoona masih saja memasang wajah cemberut, “Harusnya kau mendengar cara dia berbicara. Angkuhnya bukan main. Dia bilang ini semua salahku sendiri sampai tidak bisa mendapatkan suami dari kalangan konglomerat. Dia menyimpulkan kalau aku menetapkan standar yang tinggi. Ia seolah menguliahiku panjang lebar, benar-benar menyebalkan.”

“Kurang ajar sekali dia! Aku akan mengusahakan agar kau tak menikah dengan pria itu, meskipun aku harus berperang dengan Appa!” sahut Yuri emosi. Yoona jadi menyesal sudah mengadu pada Yuri, padahal kondisi kakaknya sendiri sedang dalam emosi yang tidak stabil. Beberapa saat kemudian Yunho muncul dan membuat Yoona sedikit bernapas lega. Setidaknya Yunho bisa menenangkan istrinya yang sedang kalut itu, bahkan kini jadi lebih kalut daripada Yoona sendiri. Dengan segera Yoona meninggalkan keduanya, tak ingin terlibat dalam perdebatan suami istri nantinya.

 

“Oh.. Yeobo, aku dengar kau sudah bertemu dengan Siwon dan berbincang dengannya. Aku ingin mendengar cerita tentang Choi Siwon. Apa saja yang kau bicarakan dengan orang-orangan sawah yang bisa berjalan itu?” Yuri menghambur ke pelukan Yunho begitu suaminya duduk di sebelahnya.

“Aku rasa dia sama sekali tidak mirip orang-orangan sawah. Tampaknya dia banyak berubah sejak terakhir kali kau melihatnya.” Yuri menyipitkan mata menatap suaminya. “Tapi tetap saja ia tidak enak dilihat.” Yunho tergelak mendengar gerutuan istrinya. “Aku jarang memikirkan daya tarik seorang pria, tapi aku rasa Siwon tidak pantas dideskripsikan sebagai orang yang tidak enak dilihat.”

“jadi menurutmu dia menarik?” anggukan Yunho membuat Yuri terkesiap dan mengajukan jarinya ke depan wajah Yunho. “Yeobo, katakan berapa jari yang kutunjukkan sekarang?” tanya Yuri membuat Yunho mengernyit, “Itu empat jari, Sayang. Mataku masih baik-baik saja, kalau kau menganggap aku sudah salah melihat Choi Siwon. Sebaiknya kau sendiri yang melihatnya, jadi kau bisa menilainya sendiri.” Yuri jadi berpikir bahwa banyak keanehan pada Siwon dari semua cerita yang di dengarnya.

 

Sebelum acara makan malam, Yuri sengaja mencuri kesempatan untuk mencari Siwon dan melihatnya sendiri seperti apa yang dikatakan ‘menarik’ oleh suaminya. Yuri mendapati Siwon berdiri di dekat perapian sedang bercakap dengan ayahnya. Melihat apa yang terpampang dari Choi Siwon membuat Yuri menganga tak percaya. Beberapa kali ia memukul pipinya berharap sedang bermimpi.

 

Yuri segera menemui Yoona yang masih betah membaca di kamar tidurnya. “Yoona-yah, kenapa si tulang-belulang kini menjadi si pria gagah nan tampan?” Yoona menatap kakaknya aneh, “Mana aku tahu. Yang jelas si pria itu sudah membuatku makin terpojok dengan tampilannya yang sekarang. Aku jadi tak lagi punya alasan menolaknya dengan alasan ia tidak menarik kan?”

 

“Aduuuhhh, kau benar. Kini masalah jadi semakin rumit. Appa pasti semakin gencar membangga-banggakan anak kesayangannya itu! Lalu bagaimana rencanamu selanjutnya, apa kau sudah punya kandidat pengganti Siwon?” tanya Yuri setelah merebut buku yang dibaca Yoona karena adiknya yang tak jua memperhatikannya. “Sayangnya aku tak punya sama sekali. Sepertinya aku harus terima nasib menikah dengan orang seperti Choi Siwon.”

 

Saat makan malam berlangsung, semua anggota keluarga termasuk beberapa tamu bisnis yang diundang Yunho duduk melingkari meja besar yang telah ditata sedemikian rupa untuk acara itu. Kebetulan sekali Yoona dan Siwon duduk berhadapan, membuat keduanya merasa tak nyaman. Keduanya sesekali melirik, dan terkadang bertemu pandang. Tanpa disadari keduanya, banyak saksi mata yang melihat perilaku kedua orang itu. Hal ini membuat Tuan Im tersenyum, berharap ada perkembangan baik diantara keduanya.

 

-0-

“perjanjian yang kau buat dengan ayahku…” kata-kata Yoona masih terngiang-ngiang di benak Siwon sejak pertemuan mereka di dekat sumur permohonan. Siwon terus bertanya-tanya apakah Tuan Im telah mempertimbangkannya masak-masak untuk menjodohkan dirinya dengan Yoona. Selama bertahun-tahun ini Siwon selalu mengkhayalkan yang indah-indah tentang Yoona, tapi tak satupun ada hubungannya dengan pernikahan. Pernikahan seperti menjadi sesuatu yang jauh dari dunia nyata sehingga tak patut dipertimbangkan. Jadi Siwon tak pernah menyentuh gadis itu, berdansa dengannya, atau berjalan dengannya karena tahu persis dampaknya sangat berbahaya.

 

Rahasia masa lalunya menghantui jati dirinya yang sekarang dan membahayakan masa depannya. Siwon menyadari bahwa identitas yang ia buat bagi dirinya setiap waktu dapat hancur berkeping-keping. Orang hanya perlu menyambungkan hal yang satu dengan yang lainnya maka dapat dengan mudah diperoleh siapa dan apa dirinya yang sesungguhnya. Yoona pantas mendapat suami yang jujur dan utuh, bukan seseorang yang membangun hidupnya dengan kebohongan.

 

Siwon juga merasa heran tak seorangpun mampu menerka perasaannya pada Yoona, bahkan tiap kali gadis itu muncul dihadapannya. Untunglah Yoona tidak pernah tahu, Yoona hanya menganggap Siwon sebagai pegawai di perusahaan ayahnya, dan Siwon sangat mensyukuri itu. Meskipun begitu sesuatu sepertinya telah berubah, ia menagkap cara Yoona menatapnya mulai dari keterkejutan di dekat sumur permohonan, hingga curi-curi pandang saat makan malam. Siwon menarik kesimpulan bahwa penampilannya yang sekarang telah mengubah cara pandang Yoona padanya.

 

Suatu pagi, sehari sebelum mereka kembali ke Seoul. Siwon mendapati Yoona sedang duduk di tepi sebuah danau buatan di dekat mansion. Yoona sedang memandangi sekelompok angsa yang sedang bermain di dekat danau itu. Tak lama kemudian, Yoona terlihat mendekati seekor angsa yang di kakinya terdapat lilitan benang pancing. Sepertinya Yoona mencoba menolong angsa yang kelihatan tak nyaman itu untuk melepaskan benang pancingnya. Tapi sepertinya angsa lainnya merasa terganggu sehingga mereka menyerang Yoona. Gadis itu kaget saat sekelompok angsa menyerangnya hingga Siwon berinisiatif menariknya dari lokasi itu.

 

Kondisi jalan yang berbukit-bukit diantara rumput-rumput basah membuat keduanya sulit berjalan normal. Hingga akhirnya Yoona yang berjalan dibelakang Siwon terpeleset sambil menarik lengan Siwon, membuat keduanya kehilangan keseimbangan dan jatuh terguling-guling dengan posisi berpelukan. Ketika berhenti dari kondisi itu, di luar dugaan kini posisi Siwon ada di atas tubuh Yoona, menindihnya dan wajah mereka pun berjarak sangat dekat. Keduanya bertatapan cukup lama dan tanpa kata-kata terucap, hanya degup jantung yang cepat terdengar dari keduanya. Dengan kesadaran singkat mereka saling melepas pelukan dan mencoba membersihkan diri masing-masing – berdalih dari situasi salah tingkah. “sebaiknya kita segera kembali ke mansion karena kita terlihat begitu kotor sekarang,” Siwon membuka suara yang diikuti anggukan Yoona. Saat sampai kembali ke mansion begitu banyak tatapan curiga yang melihat kedatangan mereka. Keduanya pulang bersama-sama dan dalam kondisi yang sama pula. Yuri menatap Yoona seolah berkata ‘apa yang terjadi?’ dan Yoona hanya menjawab dengan mengedikkan bahunya.

 

-0-

 

Setelah kembali ke Seoul, hubungan Yoona dan Siwon masih saja canggung dan tetap berada pada tahap tak meyakini perasaan masing-masing. Yoona yang mulai sering memperhatikan setiap kegiatan Siwon sedikit demi sedikit memperlihatkan ketertarikannya pada pria itu. Hanya saja gengsinya karena sudah lebih dulu memberi ‘cap’ Siwon sebagai pria yang tidak menarik membuatnya ogah-ogahan menunjukkan secara terang-terangan terlebih di depan Yuri.

 

Siwon sendiri telah mendapat konfirmasi dari Tuan Im soal perjodohan itu, dan tentu saja Siwon seakan tak kuasa menolak permintaan Tuan Im. Pertama, Siwon merasa Tuan Im mempunyai banyak peran dalam hidupnya terutama untuk perjalanan karirnya. Siwon merasa mempunyai hutang budi pada pria paruh baya itu, walaupun Siwon tak bisa mengatakan sendiri mengenai identitas yang disembunyikannya selama ini dari Tuan Im. Di sisi lain, Siwon yang telah lama menyukai Yoona meskipun tak pernah berpikir untuk menikahinya tentu saja tak ingin membuang kesempatan untuk memiliki gadis itu seutuhnya.

 

“malam ini suamiku mengundang beberapa sepupu dan kerabatnya ke rumah untuk acara keluarga besar nanti. Aku harap kau bisa berusaha keras, setidaknya kau bisa mendekati satu orang agar memperhatikanmu sehingga kau bisa dekat dengannya.” Yuri mengingatkan Yoona soal rencana Yunho menghadirkan kerabatnya untuk diperkenalkan pada Yoona sebagai jalan untuk menghindari pernikahannya dengan Siwon, karena batas waktu yang diberikan Tuan Im tinggal satu bulan lagi. “Aku mengerti…” jawab Yoona singkat.

 

“Aku harap kau tidak membuang kesempatan bagus ini. Jangan sekalipun kau memberi perhatian pada Siwon, aku yakin pria itu diminta ayah untuk bergabung dalam acara ini. Aku melihat sendiri bagaimana kau jadi kacau bila sudah berpandangan dengan pria itu!” tegas Yuri membuat Yoona jadi cemberut. “Iya, aku tahu jelas soal itu. Lagi pula siapa yang tidak terpesona dengan pria yang sudah berubah dari itik buruk rupa menjadi pangeran angsa.” Gerutuan Yoona membuat Yuri geli dan menggelengkan kepalanya.

 

Saat acara makan malam di antara keluarga Jung selesai, acara dilanjutkan dengan ramah tamah di antara anggota keluarga besar. Sesama tetua dan anggota keluarga yang berstatus telah menikah memiliki kelompoknya tersendiri. Mereka tentu saja masih tetap dalam tahap pembicaraan yang tak jauh-jauh dari bisnis atau kegiatan-kegiatan hedon lainnya.

 

Berbeda dengan para pemuda yang memutuskan untuk berkumpul dan memainkan satu permainan membosankan seperti menikmati minum wine, bir, atau berbagai minuman rendah alkohol lainnya, atau bahkan memainkan game payah bernama truth or dare. Yoona sedari tadi merasa bosan, bukannya dua pemuda dari kerabat Yunho tidak tampan. Jung Yonghwa dan Jung Yoseop tidak sedikitpun menarik perhatiannya. Meskipun kedua pria itu sudah memperlihatkan ketertarikannya pada Yoona, tapi Yoona malah sedikitpun tak menggubris mereka.

 

Yoona lebih sibuk dengan rasa kesalnya yang sejak tadi melihat kerabat Yunho lainnya, kali ini Jung sisters – Jung Soo Yeon dan Jung Soo Jung. Kedua kakak beradik itu jelas sedang berusaha menarik perhatian sekaligus menggoda Siwon. Yoona seakan ingin menarik kedua wanita itu menjauh dari pria yang tak lain diajukan sang ayah untuk dinikahkan dengannya. Entah dari mana datangnya perasaan tak rela melihat Siwon berada begitu dekat dengan kedua wanita itu. Tanpa Yoona sadari Siwon dengan jelas dapat menangkap pandangan tak suka yang diperlihatkan Yoona padanya.

 

Keempat kerabat Yunho itu terkejut ketika dengan tiba-tiba Siwon meninggalkan cengkeraman Jung sisters dan menarik Yoona dari tempat duduknya, menyeretnya keluar dari ruangan itu dan masuk ke ruangan lainnya. Siwon dan Yoona tak sedikitpun menyadari pandangan aneh yang dilontarkan keempat orang dibelakangnya. Keributan kecil yang terjadi akibat situasi ini menarik perhatian para tamu lainnya termasuk Yuri dan orangtua Yoona.

 

“yak! Apa yang kau lakukan? Kenapa kau membawaku secara paksa kesini?” teriak Yoona begitu mereka sampai di sebuah ruang berdekorasi klasik – salah satu ruang kebanggan di rumah besar Jung Yunho. “aku justru menyelamatkanmu dari kemungkinan kekacauan dan peperangan di ruangan itu!”

 

“Kekacauan dan peperangan apa? Aku tak mengerti maksudmu..”

“Kau tak usah mengelak lagi, sejak tadi bukankah kau ingin sekali memaki Jung bersaudara karena sudah dekat-dekat denganku kan?” potong Siwon dan membuat Yoona membelalakkan matanya. “Memangnya siapa kau? Jangan terlalu percaya diri. Justru aku tak suka dengan kehadiranmu di ruangan itu sehingga membuat kekacauan dan aku tak bisa mendekati Yonghwa ataupun Yoseob.” Pekik Yoona kesal.

 

“Kenapa kau menyalahkan kehadiranku? Memangnya aku sudah mengacaukan pikiranmu hingga kau tak sudi memandang dua pria itu? Jadi kau menyukaiku?” kata Siwon dengan nada tinggi. “Mwo? Sudah kukatakan aku membencimu karena kau yang mengacaukan rencanaku untuk…”

 

“Aku harus mensyukuri kegagalanmu. Dengan demikian jelas bahwa aku telah menjadi pemenang tanpa harus bersaing. Itu artinya hanya aku yang berhak untuk menyukaimu. Sekarang terima saja kenyataan kalau kau memang menyukaiku, Nona Im.” Potong Siwon yang sontak membuat emosi Yoona naik.

 

“Ya, aku memang menyukaimu. Kau yang tiba-tiba datang dalam wujud berbeda mengubah segalanya, aku harap lebih baik…” belum selesai Yoona berbicara kata-katanya sudah terhenti karena bibir Siwon yang mendarat dibibirnya.

 

Begitu bibir mereka bertemu, Siwon tahu ia membuat kesalahan, karena tak ada yang yang dapat menandingi kesempurnaan Yoona dalam pelukannya. Ia telah merusak hidupnya sendiri.

 

Mulut Yoona begitu lembut dan panas, seperti percik api di kayu bakar perapian. Yoona terkesiap ketika Siwon menyentuh bibir bawahnya dengan ujung lidah. Perlahan Yoona meletakkan tangannya di pundak Siwon, kemudian Siwon merasakan jemari Yoona telah ada di belakang kepalanya, meluncur masuk ke rambutnya, mencegahnya melarikan diri.

 

Situasi itu semakin panas ketika tubuh keduanya terjatuh ke atas sofa yang tadinya berada tak jauh dari tempat mereka berdiri. Tangan-tangan keduanya mulai menjelajah pakaian pasangannya hingga terlihat kusut. Rok dari gaun satin yang dipakai Yoona sedikit terangkat ke atas, memperlihatkan kaki jenjangnya hingga ke bagian paha. Hanya saja kegiatan itu terinterupsi ketika pintu ruangan terbuka keras dan terdengar suara terkesiap dari beberapa orang yang menyaksikan kejadian itu.

 

Yoona dan Siwon terkejut bukan main. Bukan hanya terkejut karena ada banyak orang yang melihat kejadian itu, tapi juga terkejut ketika mereka menyadari hal yang baru saja mereka lakukan. Keduanya tak berani melihat ke arah orang-orang yang telah memergoki keduanya. Mereka tertunduk dan semakin kacau karena mendapati pakaian mereka yang compang camping.

 

“apa yang kalian lakukan disini…??” suara Tuan Im terdengar begitu menggelegar di telinga keduanya. Yoona merasa tubuhnya gemetar, lidahnya juga kelu. Yoona terlalu gugup dan takut untuk menjawab pertanyaan ayahnya. Ia masih saja tertunduk, tak sedikitpun mempunyai keberanian untuk menatap ayahnya.

 

“Tuan Im, aku bisa menjelaskan semua ini…” Siwon memberanikan diri menjawab teguran Tuan Im. “Benarkah? Aku harap penjelasanmu bisa kuterima dengan baik, Choi Siwon….”

 

To Be Continue…

 

Bagaimana ceritanya? Menarikkah? Atau biasa saja??

Sedikit adegan NC tadi, mohon dimaafkan.. tapi itu hanyalah bagian dari cerita karena memang tidak berniat membuat FF full NC hehehe….

Dengan keluarnya 2S ini, maka hutangku semaaaaakiiiin banyak… mulai dari Need Jealousy, Cinderella After Midnight, ampe My Silly Engagement… sabar ya readers, ketiga cerita itu sudah terpikir lanjutannya. Tinggal menunggu waktu hiatus selesai (yang sebenarnya selesai) tanpa ada promo hiatus lagi… terus nunggu mood negtik datang juga kekeke ^^

Oke..oke.. ditunggu komen nya yaaa… gomawooo….

Buat Echa, gomawooo saengi… aku menganggumu dua malam berturut-turut dengan email yang lagi-lagi berisi FF yang menyusul minta di posting hehehe… jangan bosan-bosan ya cinnn… (sama2 kak🙂 hihihii ini lagi di kampus, numpang wifi kekekee)

Tinggalkan komentar

142 Komentar

  1. rostina fince manalu

     /  April 12, 2013

    huwaaaaa ,,,
    daebakkkk
    klanjutannya ditungguuuu ^^

    Balas
  2. hania

     /  April 18, 2013

    Kya ada sedikit adegan..
    Gk apa thir cuma sedikit ini
    Oh ya kira kira apa ya penjelasan wonppa
    Ditunggu lanjutannya thor
    Gomawo

    Balas
  3. deka

     /  April 25, 2013

    author next chptr please ^^

    Balas
  4. intanichamr

     /  April 29, 2013

    Emang rahasia masa lalu Choi Siwon apa ya??
    Penasaran.. .-.

    Balas
  5. mery

     /  Mei 1, 2013

    wuduh malu sekali itu sepertinya ..

    Balas
  6. 707fauncy

     /  Mei 10, 2013

    KEREN,,,, next .. next ….

    Balas
  7. neny

     /  Juni 2, 2013

    Jiah tutup mta wktu adegan disofa Kkk^
    Critnya mnarik bnget, snyum2 gaje ku bca tingkah Yoongie ƔάϞƍ slah tingkah ktika da Wonppa, pnsran sbnarnya Wonppa tu spa sich, jng2 sbnarnya dia itu bngsawan konglomerat (smoga sja) Kkk^
    Jlan crita maupun konfliknya ngena pnulisnya mudah dphami buat ridersnya krna tdk rumit, apa lgi riders kyak aku Kkk^ #abaikan-,-
    Tp ku cmn mau ngsih sran thor, kyak kta2
    Hedon tau chaebol sbaiknya dksih ktrangnya krna ga smua riders tau artinya trmsuk sya Kkk^ #tnjuk dri sndri itu sja sran sya.
    Skali lgi Daebak ma ff ini, dua jempol dech ku ksih buat authornya and Fighting!!!😀

    Balas
  8. rahasia masa lalu siwon apa???? hiyya ampun…hampir aja mereka b2 hilang kendali ckckckckck

    Balas
  9. Jung Eun Soo

     /  Juni 20, 2013

    Rahasia dan identitas Siwon yang sebenarnya? Apaan? Penasaran ><
    Ntar deh abis ini baca sekuel nya..
    Hampir aja mereka melakukan hubungan yang tak sepantasnya dilakukan -_- ckck

    Balas
  10. dina

     /  Juli 20, 2013

    Seru…ϐαяυ baca ceritanya..daebak..

    Balas
  11. KieWonkyu

     /  Juli 23, 2013

    sbnrnya idntits apa yg d.smbunyiin siwon ?
    trus knpa mnyukai yoona tpi gx bsa utk mnikahinya ?
    wah untng kbru ada yg bka pintu kalo enggak bhaya tuhh ..🙂

    Balas
  12. Chika Choi

     /  November 6, 2013

    kya bgus critax,nc x knp gk dtrusn ja.hehehe

    Balas
  13. Chika Choi

     /  November 6, 2013

    o ya sbnrx idntitas apa yg dsmbnyikn wonppa?apa jgn2 wonppa i2 anak dri orang klangn chaebol ya.pnasarn.

    Balas
  14. hye yeon

     /  Maret 5, 2014

    kerreeeen pake banget. eoniii…… ceritanya lucu. aku kebayang kaya film” barat jaman dulu … terus berkarya eon🙂

    Balas
  15. RhiiYoonah

     /  April 14, 2014

    Hihihi…
    Good job…eonni,daebak ff’a…mian,aq reader bru…jd ru bca..wlpn bgtu,blh kn ninggalan coment di ff yg dh brlalu…aq bru jd reader thun ini..

    Balas
  16. yoonwon

     /  Juli 25, 2014

    siapakah identitas siwon sebenarnya???

    Balas
  17. Umii 93

     /  Agustus 4, 2014

    Nice story. . .:-D:-D next chapt😉

    Balas
  18. Wahh..wahhh…malu tingkat dewa yoonwon couple,mkny cr tmp yg aman dl klo ma panas2an kiiiiikkkkk….ah kerennnn thor….

    Balas
  19. Choi Han Ki

     /  Desember 2, 2014

    Yoona udah suka ma siwon aja masih ngelak gara2 gengsi hahaha… Masa lalu aapa yg di sembunyikan siwon ?? Akhirnya mereka mengakui perasaan masing2

    Balas
  20. Waduuuh ketauan lg hot2nya… Tp rahasia apa ya yg disembunyikan siwon dr masa lalunya ? Jd penasaran…..

    Balas
  21. Kya…ada sedikit adegan tadi hehehe…gak papa Thor. Emang ada apa dengan masa lalunya WonPa? Kok ada identitas yang disembunyikan? Ah bikin penasaran aja.

    Balas
  22. Waaa kereenn ceritanyaaa
    Daebakkk thorr…

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: