[Ficlet] Secret Love

Cover Ficlet

Title                 : Secret Love

Author            : (@Nurul_Choi3027)

Rating             : PG 15

Length            : Ficlet

Genre             : Romance

Main Cast      :

  • Choi Siwon
  • Im YoonA

 

Note: Anyeonghaseo^^ ohoho dan saya kembali dengan sebuah cerita. Sosok author satu ini yang katanya mau hiatus dari dunia per-FF an detik ini meluncurkan cerita baru. Dikarenakan terlalu banyak bergulat pada soal-soal membuat saya justru kepikiran bikin ficlet ini. Kalo cuma soal-soal matematik mah masih mending lah ini tiap hari harus ngadepin soal Sastra dan BI. Dan dapat kalian bayangkan betapa tersiksanya saya tiap baca puisi-puisi itu selalu terngiang alur ff dalam otak saya#plakk_ jangan ditiru!!

Oke, tak perlu banyak cincong nyok langsung aje dinikmatin ceritanya^^

 

Dislike?

Don’t read!

Don’t bashing!

Don’t be a silent reader!!

 

ð  Happy Reading^^

 

Sayup-sayup hembusan angin menyapa. Menggugurkan dedaunan yang telah menguning, mengajaknya menari di udara, melewatiku yang termangu di atas bangku ini. Sejuk kini kurasa. Menghirup dalam wanginya angin “Ahhh….” bukan sebuah desahan namun hembusan nafas kejenuhan. Ketika ada pernyataan menunggu adalah pekerjaan yang membosankan, mungkin aku dapat membenarkannya. Namun….

“Oppa….”

Senyum rekah tersungging di bibirku. Aku tahu siapa gerangan si pemilik suara. Ku tolehkan kepalaku kearahnya. Ia berlari kecil kearahku, masih dengan senyum yang mengembang di bibir mungilnya. Dialah satu-satunya alasan bagiku untuk tak pernah mengeluh dengan kata menunggu. Dialah cahaya terang dalam kegelapanku. Dialah sang penyejuk jiwa. Aku rela bahkan untuk menunggunya sampai seratus tahun atau bahkan selamanya. Deminya, gadis yang ku cinta. Dialah dewiku.

“Sudah lama menunggu?” tanyanya setelah duduk disampingku. Aku menggeleng pelan “Ani. Aku juga baru sampai” bohongku padanya. Dia tersenyum kecil seraya menyibakkan beberapa helai rambut ke belakang daun telinganya. Oh tuhan betapa sempurna dewiku ini. Lengkungan yang begitu indah itu sedetikpun tak dapat kulewatkan. Memandang elok parasnya, sungguh sebuah surga duniaku.

“Oppa, kau berbohong” ungkapnya dengan memincingkan mata. Sedikit kutarik sudut bibirku “Aku tak bohong” elakku.

“Jinjjayo? Arraseo, aku percaya” kembali aku tersenyum kecil. Dia memang tahu segalanya tentangku. Aku tak tahu bagaimana ia bisa dengan mudah membaca pikiranku. Mungkin hatiku telah terpaut olehnya.

“Kau memang tak dapat dibohongi”

“Oppa yang tak pandai berbohong” aku tertawa mendengar kalimatnya. Mungkin memang benar aku tak akan dapat untuk membohonginya seumur hidupku. Biarlah, dengan begitu ia akan tahu seberapa besar rasa ini untuknya.

“Ada apa?” tanyaku padanya. Usai menghentikan tawa, kulihat ia justru memandang kearahku.

“Ani” ia menggeleng samar “Hanya saja kau terlihat lebih tampan ketika tersenyum” sambungnya dengan senyum rekah.

“Jadi, dengan kata lain kau mau mengatakan aku terlihat jelek jika tertawa?” selidikku memajukan kepala mendekatnya. Dengan jarak sedekat ini, dapat kulihat cahaya yang terpancar dari sorot matanya. Lembut bibir tipisnya juga aroma tubuhnya. Semua dalam dirinya begitu memabukkan bagiku. Membuatku ingin selalu berada di sisinya.

“Aku tak berkata seperti itu” ia menarik kepalanya menjauh dariku membuatku kembali mengulum senyum. Lihatlah dewiku ketika ia tengah menahan malu, wajahnya bersemu merah bak tomat matang. Ku tarik ia dalam posisi seperti tadi.

“Kau sungguh menggemaskan dengan wajah seperti itu” dan kini wajahnya benar-benar bersemu merah. Ia memukul lenganku layaknya gadis biasa yang malu telah digoda oleh kekasihya.

“Jangan menggodaku”

“Biar begitu tapi kau menyukainya kan?” godaku kembali. Sebuah kepuasan tersendiri dapat melihatnya tersipu malu.

“Issshh” aku mengerang kecil merasakan cubitannya yang mendarat pada perutku. Sejurus kemudian, ia telah menyandarkan kepalanya pada pundakku. Memeluk pinggangku dengan nyamannya. Tak dapat ku pungkiri, aku senang melihatnya menunjukkan sikap manjanya padaku.

Ku usap lembut rambut coklatnya. Apa ia tertidur? Ku rasa iya, mendengar betapa tenang deru nafasnya yang mengalun. Ku pandang lautan hijau di depanku. Sepoi angin menghantarkan sejuk senja sore ini. Aneh, padahal ku rasa kami baru menghabiskan waktu beberapa menit namun jingga langit telah menyelubungi bumi seoul. Ku perhatikan wajah damainya. Tuhan, aku berjanji takkan membiarkan raut kesedihan menghiasi parasnya.

Ku sibakkan beberapa helai yang menghalangi wajahnya. Berpantulkan senja sore, wajahnya nampak lebih bercahanya. Dewiku, tenanglah bahagiamu takkan pernah sirna. Aku berjanji demi Tuhan aku akan selalu berada di sisimu hingga jantung tak lagi berdetak sampai mata tak lagi dapat terbuka.

Ku kecup sayang pucuk kepalanya. Betapa aku mencintai dewiku ini Tuhan. Dari pucuk kepalanya aku beralih ke bibir tipisnya. Bibir merah yang selalu menyebutkan namaku, bibir mungil yang mampu melumpuhkanku dalam sekejap hanya dengan senyumnya. Ku rasakan ia sedikit terusik, mungkin karna aku terlalu lama mengecup bibirnya.

“Mianhae membuatmu terjaga” bisikku pelan. Ia tersenyum lembut menanggapinya.

“Gwanchana” aku menangkap sebuah nada tak biasa dari suaranya “Ada apa?” tanyaku lembut. Bola mata bergerak seperti mencari sebuah alasan untuk sebuah kalimat yang akan ia keluarkan.

“A-an…..”

“Jangan berbohong” selaku sebelum ia mengelak. Raut wajahnya nampak muram.

“Aku hanya merasa takut” lirihnya pelan. Kini aku tahu kegundahannya. Dewiku, kau risau akan sesuatu yang ku pahami. Segera ku tarik ia dalam dekapanku. Tuhan, baru saja aku berjanji akan membahagiakannya namun saat ini ia justru memperlihatkan kesedihannya.

“Tenanglah dewiku, kau tak perlu merasa takut. Ada aku yang akan terus berada di sisimu. Percayalah padaku kita dapat melewatinya bersama” ku tengkup wajahnya dengan kedua tanganku. Dapat ku lihat bulir air mata mengalir dari sudut matanya. Ku seka kristal bening itu dengan ibu jariku.

“Saranghae, jeongmal saranghaeyo” kali ini ku kecup kening dewiku, menyalurkan kasih cintaku padanya. Mengharap dapat memberikan ketenangan untuk kegelisahannya.

“Nado saranghae oppa” aku tersenyum tulus menatapnya. Ia pun balas tersenyum manis untukku.

“Palli ku antar kau pulang. Tak baik anak gadis pulang larut malam” ku tarik tangannya untuk ikut berdiri namun ia justru menampakkan wajah kesal bahkan memanyunkan bibirnya. Oh dewiku tahukah kau betapa aku ingin melumat bibirmu.

Aku terseyum kecil seperti mengetahui isi pikirannya “Palliwa, sebelum….”

“Arra arra” nadanya sedikit meninggi namun itu justru membuatku kembali mengulum senyum begitupun dirinya. Kami berjalan menyusuri hamparan rumput di bawah teduhnya mega merah. Ia merangkul lenganku seolah tak mau lepas dariku. Tuhan, jadikan hari-hari kami penuh dengan berkah-Mu.

Aku dan dewiku telah sampai di depan rumah. Setelah memencet bel beberapa kali, pintu rumah bergayakan eropa itupun terbuka. Menampakkan sosok wanita paruh baya yang masih terlihat muda.

“Ah yoona-ya kau membuat eomma cemas, chagi” ungkapnya pada dewiku.

“Mianhaemnida eomma”

“Oh siwon……..”

“Yeobo-ah nuguya?” terdengar suara dari balik tubuh wanita itu.

“Astaga, kenapa masih berdiri disini? Kajja kajja makan malam telah siap”

Kamipun masuk ke dalam rumah bergayakan eropa itu. Kini kami telah duduk di kursi meja makan.

“Yak! Simba, bagaimana kuliahmu hari ini?”

“Yeobo jangan panggil siwon dengan sebutan simba”

“Biarkan saja. Pangilan itu sangat cocok untuknya. Yak simba kau dengar aku hauh?”

“Ne appa, aku dengar” jawabku akhirnya, dengan nada malas. Aku makan dengan lahapnya. Sesekali ku lirik dewiku yang duduk di seberang. Ia mendongak menatapku, pandangan kami bertemu dan kami hanya saling lempar senyum.

“Yoongie, apa simba jelek ini dapat  menjadi oppa yang baik untukmu?”

‘Uhukk…’

‘Uhukk…’

“Aigooo lihatlah mereka berdua yeobo, bahkan tersedakpun bersamaan. Benar-benar adik kakak yang manis”

Ahh, jika ada pernyataan kebenaran adalah sebuah perihal yang menyakitkan. Mungkin kalimat itulah yang sangat pas untuk kami saat ini. Pandanganku tertuju pada bingkai foto yang terpampang di sudut ruang, foto dengan ukuran besar di ruang tengah. Aku tersenyum miris. Disana berdiri sepasang pengantin dengan senyum rekah, rona kebahagiaan terpancar jelas pada wajah mereka. Berbeda dengan dua sosok insan yang berdiri di belakang pengantin itu. Tersenyum memang mereka tersenyum namun senyum itu terkesan memaksa. Dan inilah kebenarannya. Sebutir pil pahit yang harus ku telan.

Setahun yang lalu ayahku mempersunting seorang janda beranak satu. Wanita itu adalah ibu dari dewiku. Bagaimana semua ini dapat terjadi? Entahlah semua terasa begitu rumit jika harus dijelaskan. Rentenan kejadian yang membawa kami kedalam pusaran lembah kasih. Aku mencintainya, adik tiriku. Hubungan kami tak satupun yang mengetahuinya terkecuali sang pemilik jiwa.

Pertemuanku dengannya sebenarnya jauh sebelum pertemuan orang tua kami. Sulit memang, sakit memang ketika mendengar pernikahan orang tua kami. Namun apalah daya, aku dan dia hanyalah sosok anak yang menginginkan kebahagian orang tua kami. Mengkesampingkan ego kami demi orang tua kami, sebuah keputusan berat yang harus kami jalani namun hal itupun lambat laun tak menjadi apa bagi kami. Asalkan kebahagiaan mereka tak pupus oleh hadirnya cinta kami.

Sinar terangnya tak dapat mengalihkan pandanganku. Tak mungkin aku membiarkan sinar itu meredup. Begitu besar bibit itu telah tertanam dalam jiwa. Ini memang salah, cinta yang semakin menjalar dalam satu atap. Tidak, tidak ada yang salah dalam cinta. Ketika cinta telah melebarkan sayapnya bahkan logikapun tak lagi berfungsi. Semua benar dalam cinta, bukankah setiap diri memiliki kebebasan dalam bercinta? Maka biarkan kami tetap mencintai, tetap seperti ini hingga seruan sang penggenggam jiwa meneruskan garis tangan kami. Ulasan kata yang ku benarkan bahwa cinta memang buta. Dan karna kebutaan itulah yang membawa kami pada kebahagiaan.

“Tidak peduli apapun yang terjadi asalakan kau, dewiku selalu berada di sisiku itu sudah lebih dari cukup bagiku”

 

Menggenggam cinta kita bersama

Melangkah setapak demi setapak

Mengarungi bahtera di depan mata

Dewiku, sudikah kiranya engkau memeluk jiwa? Merangkul lara?

Jangan khawatir, hadirku kan sapukan luka laramu

Duhai jiwa pengekuh rasa

Sirnakan kegelisahan yang menggundah

Dewiku, percayalah

Bersama kita akan menggapai suka

Menerjang kepekatan duka

Dewiku, tetaplah bersinar dalam jiwaku

Karna namamu telah terpahat disini, di relung hatiku.

 

~FIN~

 

Udah lama gak nulis jadi hasilnya pun tak dapat maksimal. Aku bahkan lupa bagaimana cara menggambarkan cerita ini agar terkesan hidup di mata readers. Entah cerita ini dapet feel atau tidak, tapi ku harapkan readers dapat menangkap pesan singkat yang ku sampaikan dalam cerita ini. Jangan menilai dari sisi negatifnya saja, jangan juga menilai sebuah cerita hanya dari Endingnya.

Anyway, saya tetap membutuhkan komentar kalian terkait cerita yang ku buat ini^^

Jadi jangan ragu jika ingin berkomentar cerita ini jelek dan tak bermakna. So, aku menunggu respon kalian :^)

NB: sapa aja yang jadi SILENT READER semoga hidupnya penuh dengan kesengsaraan dan segera mendapat petujuk-Nya untuk bertobat >,< *amiiiiiiiiinn

Pos Berikutnya
Tinggalkan komentar

116 Komentar

  1. euiscutee

     /  April 9, 2013

    Wuuuaaahhh,,,
    So sweeeett bangettt oenni…
    Aq jd terbawa suasana dech (?)

    Buat FF lagi ya oenni🙂
    #fighthing

    Balas
  2. so sweet bgt eon.. tapi knapa harus ortu mereka yg nikah..😦
    aku suka banget gaya bahasa dan penggunaan kata2 nya eonni, menurutku feel nya dapet banget🙂
    bkin lagi yang banyak ne eonni, fighting😀

    Balas
  3. wulandariyang

     /  April 11, 2013

    gaya bhasa nx bgus..q suka..

    Balas
  4. bagus bgt thor baru baca berasa kaya mwelayang ckckkck.

    Balas
  5. Renysta

     /  April 19, 2013

    Ff nya puitis bgt eon, brasa kya bca puisi.. over all pesannya nyampe kok, bagus🙂

    Balas
  6. wah yoonwon harus tetap bersama walau apapun yg terjadi. fighting

    Balas
  7. nadyaaaa

     /  Juli 31, 2013

    ffnya bagusss bnget tpi endingnya gantung, kasiaan yoonwonnya.
    buatin sequelnya dong hehehe🙂

    Balas
  8. KieWonkyu

     /  Juli 31, 2013

    suka sama pnulisan n bahsanya ,,
    kisah yoonwonnya rumit , saling mncntai tpi hrs mngalah hnya demi kbhgiaan ortu , ya walupn masih sling brhbungan n hnya mreka yg tau ,tpi mreka bsa mngendalikannya jka d.hdpan ortunya …
    ini klopun ada sequelnya ,pastinya yoonwonnya gx mngkin bsa brsatukan ?🙂

    Balas
  9. imaniarimoi

     /  September 6, 2013

    Omaygat!! Kata-katanya daebak!! ~(‾▿‾~)(~‾▿‾)~

    Balas
  10. nunung

     /  Desember 3, 2013

    Waduh cinta terlarang

    Balas
  11. Sriyanti

     /  Desember 31, 2013

    Wah sayang bnget kenapa harus jadi kakak adik,tpi daebak author..

    Balas
  12. Kasian bgt Siwon oppa dilema ,gara2 Yoona eonnie itu adik tirinya😥 . Daebak buat author , kata2 nya keren bgt

    Balas
  13. ff ny sangat2 bgus eonn 🙂
    knpa mlah ortu nx yaa yg nikah, adeeh😦

    Buat ff yg buanyak lg ya eonn :((
    *fighting

    Balas
  14. DeAnanda

     /  Januari 25, 2014

    Yah, adik dan kakak -_-
    Tpi gpp Secret Love. Ya mskipun ngelanggar peraturan dikit, dikit kan gpp. Hehe.. Yg penting YoonWon bersama lah.

    Balas
  15. tia risjat

     /  Maret 2, 2014

    bahasanya puitis sekali. Benar-benar korban sastra. He3
    Tapi sampai kapan yoonwon seperti ini? tanpa adanya kejelasan dalam hubungan mereka..

    Balas
  16. FF ini jadi kya puisi yg dijdikan cerita. Tpi bagus kok. Feel-nya jga dpat. Aplg cast-nya couple fav. Fighting thor ….

    Balas
  17. cinta terlarang.. aq jd trbawa suasana.. sweett, tp agk sdih jg. keren dch

    Balas
  18. Hadeuh yw… Kasihan😦

    Balas
  19. Cha'chaicha

     /  Oktober 8, 2014

    owh sayang sekali mereka kakak adik, ku kira yoona tadi ga tau perasaan wonppa..

    Balas
  20. cinta itu rumit jika harus di jabar kan satu persatu . tapi dengan adanya cinta orng bisa melihat kebahagiaan . next ff di tunggu

    Balas
  21. Anggun YoonAddict SY

     /  November 2, 2014

    Ya aku kira yoongie sama wonppa tu pacaran, ternyata KA …………😦😦😦

    Balas
  22. si tiyaak

     /  Oktober 27, 2015

    Nice lanjutt

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: