[FF] Sad Marriage (Chapter 3)

Author :  Hyuna Choi / Rina

Title                 :  Sad Marriage (Part 3)

Main Cast        :

  • Choi Siwon
  •  Im YoonA

Support Cast : find out for yourself

Rating             : PG 15

Type                : Sequel

Genre              : Family, Sad, Romance

 

Annyeong…aku balik lagi bawa FF yang gaje ini (tapi tetep berani publish) masih ada yang ingat kah? Semoga ada #berharap. Sebenarnya aku selaku author sedikit kecewa karena peminat FF ini sedikit (dilihat dari jumlah Review, gk tau deh ama siders), tapi aku gak patah semangat, karena aku sadar tulisanku masih jauh dari kata bagus (maklum masih belajar) aku tetep lanjutin FF ini buat yang mau2 aja. Oh iya satu pesanku, jangan terlalu terpaku pada judul ya!

Oke.. Sorry for Typo (s) and happy reading guys!

Flashback

Siwon mempercepat langkahnya menuju sebuah bangku yang terletak di pinggiran taman itu, disana seorang gadis cantik tersenyum sambil melambaikan tangan kearahnya.

“Sudah lama menunggu?” tanya Siwon saat dirinya sudah sampai di hadapan gadis itu. Gadis itu -Yoona- merengut berpura-pura kesal.

“Ne, aku sudah menunggumu dari tadi kenapa kau baru datang?” kata Yoona sambil mengerucutkan bibirnya.

“Mianhae.. yang penting aku sudah ada disini sekarang kan?” siwon mendudukkan dirinya disebelah Yoona, ia menatap gadis yang masih saja menekuk wajahnya itu.

“Sudahlah aku minta maaf, jangan tekuk wajah mu terus kau terlihat sangat jelek.” Kata Siwon sembari tersenyum, sontak Yoona menatap tajam pria disampingnya itu.

“kau berani mengatai aku jelek, kau tau Siwon-ah? Kau orang pertama yang mengatai aku jelek. Karena aku ini wanita paling cantik sekorea kau tau itu?”

Siwon tertawa mendengar perkataan Yoona yang sangat membanggakan dirinya, meski ia akui Yoona adalah wanita paling cantik yang pernah ia temui, satu-satunya wanita yang mampu meluluh lantahkan hatinya. Siwon sangat berharap bisa menjadi pemilik hati gadis ini, menjadi penjaga hatinya. Namun ia sadar semua itu hanya akan menjadi harapan yang tiada pasti.

“ehmm..supaya kau tidak marah padaku, aku punya kabar bagus untukmu.” Kata Siwon.

“Mwoya??”

“Ada yang sedang jatuh cinta padamu.”

DEG

Jantung Yoona berdetak seribu kali lebih cepat dari semula, jantungnya bergemuruh saat mendengar penuturan namja tampan di samping nya, ia menatap lekat Siwon yang juga menatapnya. Yoona tersenyum, akankah penantiannya selama ini berbuah manis, apakah Siwon juga memiliki perasaan yang sama dengannya?

“Nuguya?”

Yoona memberanikan dirinya bertanya setelah beberapa saat menata perasaannya, Siwon masih diam. Yoona menatapnya berharap pria itu mengatakan bahwa dia mencintainya.

“Yunho hyung, dia sangat mencintaimu.”

Kalimat yang di lontarkan Siwon membuat Yoona membeku, senyum itu kini hilang seiring harapan yang sudah di terbangkan angin. Harapan tetap hanya akan jadi harapan, kadang yang kita harapkan belum tentu akan menjadi milik kita.

Yoona menunduk menghindari tatapan Siwon, ia tak sanggung lagi melihat mata itu. Mata yang membuatnya jatuh cinta, mata yang tak akan pernah menjadi miliknya. Yoona merasa malu, malu karena selama ini ia terlalu berharap lebih. Pada kenyataannya itu hanya harapan kosong, pria yang dicintainya tak membalas perasaannya. Kecewa, adakah kata yang lebih tepat untuk menggambarkan perasaannya kini.

“Ku mohon jangan kecewakan dia, tolong beri dia kesempatan.”

Disisi lain, Siwon juga merasakan sakit yang amat sangat di dadanya. Seperti ada ribuan jarum yang menusuk ulu hatinya, namun Siwon berusaha menahan kesakitan itu demi Yunho, satu-satunya orang yang masih menyayanginya hingga kini. Ia tidak mau membuat Yunho terluka, karena selama ini ia belum pernah bisa membalas semua kebaikan Yunho padanya.

“Aku harus pergi…”

Yoona meninggalkan Siwon yang masih duduk terdiam di tempatnya semula, pertahanannya runtuh seketika. Sedari tadi ia berusaha agar tidak menangis di hadapan Siwon meski sesuatu itu terus mendesak ingin keluar, tapi buliran kristal bening itu akhirnya lolos membasahi pipinya.

“Bagaimana aku bisa mencintainya jika hatiku sudah terjerat olehmu, seluruh hati ini adalah milik mu dan sampai kapanpun aku tidak akan bisa memberikannya pada orang lain. Bagaimana aku bisa mencari cinta yang lain sementara sayap-sayapku telah patah karenamu.”

Flashback end

“Saranghae Yoona-ya, aku melakukan ini karena aku mencintaimu.”

Yoona begitu terkejut mendengar ungkapan Siwon, benarkah yang dikatakannya? Atau itu hanya sebuah lelucon yang coba dibuat Siwon untuk menghiburnya.

“Apa kau sedang bercanda?” tanya Yoona, Siwon menggeleng.

“Aku tidak sedang bercanda, aku serius aku benar-benar mencintaimu.” Jawab Siwon yakin, Yoona menatap mata Siwon dalam, berusaha mencari kebohongan disana namun ia tak menemukannya. Yoona menarik tangannya hingga terlepas dari genggaman Siwon.

“Sejak kapan kau mencaintaiku?” Yoona masih berusaha mengumpulkan keyakinanannya, entahlah ia merasa senang menerima pernyataan cinta dari Siwon namun di satu sisi ia merasa sakit.

“Aku mencintaimu sejak pertama kita bertemu.” Ungkap Siwon jujur.

PLAKK!!!

Namun kejujuran itu membuahkan tamparan keras di pipinya. Yoona melayangkan tamparan yang begitu keras untuk Siwon, Siwon memegang pipinya yang merah akibat tamparan Yoona.

Siwon menatap Yoona tak mengerti sedangkan Yoona mengatur nafasnya.

“Kenapa kau menamparku? Apa aku salah jika aku mencintaimu? Apa aku tidak pantas mencintaimu?” tanya Siwon sedih, ia tak menyangka Yoona akan bereaksi seperti ini. Ia masih bisa menerima jika Yoona mengatakan tidak, tapi ini? Yoona menamparnya.

“Cintamu tidak salah Siwon. Tapi kau sudah menyiksaku.” Kata Yoona tajam, Siwon menatap Yoona intens, ia sungguh tidak mengerti akan maksud wanita itu.

“Apa maksudmu Yoona? Aku sama sekali tidak mengerti.”

Yoona mencoba mengatur nafasnya yang seakan memburu, emosinya sudah tidak bisa ia tahan lagi. Kecewa, tentu saja. Bagaimana tidak, pria di hadapannya ini adalah pria yang masih sangat ia cintai, namun mengapa Yoona seakan tidak bahagia atas pengakuan Siwon yang ternyata juga mencintainya.

“Kenapa kau baru mengatakannya sekarang? Kau tau bagaimana tersiksanya aku selama bertahun-tahun menanti semua itu? Apa kau tidak tau bagaimana sakitnya aku saat aku harus berpura-pura mencintai Yunho Oppa, padahal aku mencinta pria bodoh sepertimu, apa kau pernah memikirkannya huh?”

Emosi Yoona tak  terbendung lagi, Tangis yang ia tahan sejak tadi kini pecah seketika. Yoona menangis sejadi-jadinya, menggambarkan sakit yang kini menghujam jantungnya, harusnya ia bahagia karena saat-saat ini sudah ia nantikan cukup lama, tapi bagi Yoona kini seakan semua sudah tidak ada artinya lagi.

Sedangkan Siwon, ia masih terdiam. Siwon masih berusaha mencerna setiap kata yang terlontar dari bibir wanita yangia cintai itu. ‘Jadi selama ini Yoona juga mencintaiku’ batin Siwon, ia sungguh tidak tau semuanya akan berakhir seperti ini.

Yoona masih menangis tersedu, Siwon menatapnya iba. Seketika rasa bersalah kini tersemat di dadanya. Tangan hangatnya terulur mencoba menghapus airmata itu, namun dengan kasar Yoona menepisnya.

“Mianhae…” ujar Siwon lirih, ingin sekali ia merengkuh Yoona dalam pelukannya, namun ia tau ia tidak akan bisa.

Di sela-sela tangisnya Yoona berujar.

“Semudah itu kau minta maaf? Setelah kau mendustai aku, mendustai Yunho Oppa dan juga mendustai perasaanmu sendiri? Semudah itukah?” ujar Yoona dengan suaranya yang serak.

Siwon menunduk, ia tak tau apa yang harus ia ucapkan sekarang, Siwon tau ia bersalah. Tapi saat itu ia hanya tidak ingin membuat sang kakak kecewa karena ia begitu menyayanginya, yang ia tau saat itu adalah bagaimana membuat Yunho bahagia meskipun kebahagiaannya tergadaikan. Meski ia harus mengorbankan perasaan Yoona, egois memang. Seharusnya dulu Siwon membiarkan Yoona memilih.

“Aku sungguh minta maaf Yoong, saat itu yang aku tahu hanya bagaimana membuat Yunho hyung bahagia, kau tau dia adah satu-satunya orang yang menyayagiku setelah aboeji pergi, aku hanya tak ingin mengecewakannya. Aku tidak tau akhirnya akan seperti ini, Yoong.”

Siwon menatap manik mata Yoona yang terus mengeluarkan cairan bening, Siwon pun sudah tidak kuasa lagi menahan gejolak di dadanya yang sejak tadi bergemuruh, pertahanannya runtuh. Tak perduli ia adalah seorang pria, airmata itu pun kini jatuh membasahi wajah tampan itu.

“kau tidak tega mengecewakannya tapi kau tega membohonginya. Andai saja dari awal kau jujur, pasti sekarang juga aku tidak akan sesakit ini, aku pasti tidak akan merasa bersalah seperti ini saat dia sudah tidak ada.” Yoona mengembuskan nafas beratnya sejenak.

“Aku meyesal karena sampai saat ia menghembuskan nafas terakhirnya, aku masih belum bisa membalas cintanya. Padahal ia sangat tulus mencintaiku, tapi apa balasanku? Aku malah memendam rasa cintaku pada pria yang sama sekali tidak pernah memikirkan perasaanku.”

Perkataan Yoona itu membuat Siwon tertohok, bagai sebuah tamparan keras untuknya.  Andai saja ia bisa, Siwon akan memutar kembali waktu yang telah hilang, memulai semuanya dari awal. Namun semuanya kini percuma.

“Mianhae…” hanya kata maaf yang bisa Siwon ucapkan, ia tau segenggam maaf tak mampu menggatikan salahku.

“Keluarlah.” Ujar Yoona lirih. Siwon mengalihkan pandangannya pada Yoona, namun wanita itu tak membalasnya.

“Maaf jika aku mengusirmu dari kamarmu sendiri, tapi aku hanya ingin sendiri sekarang.” Ujar Yoona datar, Siwon mengangguk paham. Ia mengerti Yoona butuh waktu untuk menenangkan hatinya.

“Baiklah.”

***

Jina melihat Siwon keluar dari kamarnya dengan tampang lesu, gadis itu berjalan menghampiri Siwon.

“Oppa, ada apa? Kenapa wajahmu kusut begitu?” tanya Jina penuh rasa khawatir.

“Aniya, gwenchanayo Jina-ya.” Siwon tersenyum kearah Jina yang menatapnya khawatir. Siwon tau betapa Jina mengkhawatirknnya, namun ia sama sekali tidak ingin seorangpun mengkawatirkannya.

“Oppa sarapanlah, makanan sudah ada di meja makan. Yoona mana?”

“Tidak usah aku akan bersiap kekantor, Yoona ada di dalam. Jina-ya tolong nanti kau antarkan saja sarapan Yoona ke kamar.” Pinta Siwon, Jina hanya mengangguk tanda mengerti.

Siwon pun melangkah pergi meninggalkan Jina yang masih berdiri di dekat pintu kamarnya. Jina menatap sosok Siwon yang mulai menghilang dari pandangannya. Jina menggelengkan kepalanya, ia merasa kasihan dengan Siwon, Jina tau betul bagaimana kehidupan Siwon. Selama hidupnya Siwon tidak pernah mendapatkan kasih sayang Ibunya, namun pemuda itu tetap tegar dan Siwon juga sangat menyayangi keluarganya.

Jina kemudian bejalan ke dapur untuk mengambilakan sarapan untuk Yoona.

***

“Gomawo Eonnie,” kata Yoona tulus, Jina tersenyum melihat Yoona telah menghabiskan sarapannya. Pasalnya tadi ia menyuruh Yoona sarapan dengan sedikit memaksa, karena wanita itu selalu menolak.

“Yoong, sebenarnya ada apa antara kau dan Siwon Oppa? Aku seperti merasakan kalian sedang tidak baik-baik saja.” Tanya Jina, Yoona hanya bisa menunduk.

“Aku bukan ingin ikut campur urusan rumah tanggamu, tapi hanya tidak ingin ada ketegangan di antara kau dan Oppa.” Lanjut Jina, sambil mengenggam erat tangan Yoona.

“Aku dan Siwon tidak apa-apa Eonnie, eonnie tidak perlu khawatir. Kami baik-baik saja.” Kata Yoona sambil tersenyum, ia mencoba meyakinkan Jina kalau semuanya baik-baik saja.

“Yoong, kau ini sudah ku anggap seperti adikku sendiri. Jadi kalau ada sesuatu yang mengganjal di hatimu, kalau boleh mencurahkannya padaku.” Ucap Jina lembut, ia tau saat ini Yoona sedang berbohong, itu semua terlihat jelas dari sorot matanya juga senyumnya yang terkesan di paksakan. Namun sekali lagi, Yoona hanya tersenyum untuk menutupi keadaan yang sebenarnya.

“Gomawo Eonnie, aku beruntung memiliki kakak seperti mu.” Kata Yoona tulus.

“Ne. Aku juga senang punya adik sepertimu.” Balas Jina tersenyum tulus.

“Eonnie, bagaimana keadaan Eomma? Aku belum sempat menemuinya.” Tanya Yoona.

“Entahlah Yoong, Kau taukan semenjak Yunho Oppa pergi Ahjumma seperti kehilangan separuh nyawanya.” Jawab Jina, Yoona hanya diam menunggu Jina kembali melanjutkan perkataannya.

“Ahjumma sangat menyayangi Yunho Oppa melebihi apapun, bahkan jika saja bisa aku yakin Ahjumma akan memilih menukar nyawanya demi Yunho Oppa. Tapi aku tidak yakin, apa Ahjumma akan bersikap sama jika itu semua menimpa Siwon Oppa.” Lanjut Jina.

Yoona mengeryitkan dahinya tanda tidak mengerti akan kata terakhir yang terlontar dari mulut gadis cantik di hadapannya.

“Maksud Eonnie apa?”

“Aku tidak tau Yoong, aku seperti merasa kasih sayang yang di berikan Ahjumma pada Yunho Oppa sepertinya tidak pernah di berikan pada Siwon Oppa. Aku tidak tau apa itu hanya perasaanku saja, atau itu semua memang benar.” Jina tersenyum miris, ia tau betul bagaimana Ny. Choi memperlakukan Siwon sangat berbeda dengan Yunho.

Sementara Yoona nampak berfikir, ia tak tau ini sebelumnya. Selama mengenal Siwon dan Yunho ia memang melihat sedikit keganjalan antara Siwon dan Ibunya, namun ia berfikir itu hal yang biasa.

“Tapi meskipun demikian, Siwon Oppa selalu bersikap tegar, dia tidak pernah mengeluh. Dia tetap mencintai keluarganya, aku salut padanya. Kalau aku berada di posisinya, aku yakin aku tidak akan sanggup.”

“Siwon Oppa sangat menyayangi Yunho Oppa, oleh sebab itu ia tidak pernah protes atas perlakuan orang tuanya yang seolah membdekan mereka berdua.” Sambung Jina.

Mendengar cerita Jina membuat hati Yoona terenyuh, ia tidak menyangka Siwon mengalami kisah hidup yang begitu berat. Sekarang Yoona paham, betapa Siwon sangat menyayangi Yunho dan rela melakukan apapun demi kebahagiaan Yunho, meskipun harus mengorbankan perasaannya sendiri. Sekarang ia mengerti bukan hanya dirinya yang merasa sakit, tapi Siwon jauh lebih sakit.

Yoona tidak bisa membayangkan bagaimana Siwon bisa begitu tegar menjalani hidupnya yang berat, Yoona tau bagaimana Siwon perasaan Siwon yang tentu saja sangat sakit saat merelakan orang yang dicintainya bersama kakaknya. Bagaimana Siwon bisa tersenyum, sementara hatinya terluka.

Seketika Yoona merasa bersalah, ia kini sadar bahwa tidak sepatutunya ia menyalahkan Siwon sepenuhnya atas semua ini. Buliran kristal bening itu keluar dari pelupuk mata Yoona.

“Yoong, kau kenapa?” tanya Jina yang kaget melihat Yoona menitikan airmatanya, Yoona tersadar dari lamunan singkatnya dan segera menghapus airmtanya itu.

“Ahni, Gwenchana Eonnie.”

***

Siwon duduk di kursi kerjanya, beberapa saat yang lalu ia baru saja menyelesaikan meetingnya dengan salah satu investor. Pandangannya kini menerawang kedepan, entah apa yang sedang dilihatnya yang jelas fikirannya kini telah melayang membuatnya mengingat kejadian yang baru saja ia alami tadi pagi.

Siwon sama sekali tidak menyangka jika Yoona ternyata juga mencintainya sejak dulu, ia tidak habis fikir bahwa ternyata ia dan Yoona telah memendam perasaan bertahun-tahun. Siwon juga tidak menyangka akan reaksi Yoona yang langsung menamparnya setelah ia mengakui perasaannya.

Siwon tau dirinya yang bersalah, andai saja ia tau sejak dulu jika Yoona mencintainya, ia juga pasti akan lebih memilih merelakan Yoona untuk Yunho. Karena bagi Siwon kebahagian Yunho adalah perioritas utama baginya. Namun ia tidak menyangka semuanya berakhir kacau seperti ini.

Tok..tok..tok

Suara ketukan pintu itu membuat Siwon tersadar dari lamunan panjangnya.

“Masuk.” Perintah Siwon dari dalam, sedetik kemudian muncullah seorang wanita cantik yang ternyata adalah Tiffany, sekretaris Siwon saat ini.

“Sajagnim, ini ada dokumen yang harus anda tanda tangani.” Kata Tiffany sambil menyerahkan sebuah map berisi dokumen yang ia bawa.

Siwon langsung mengambilnya dan menanda tanganniya, kemudian ia mengembalikannya pada Tiffany.

“Kalau tidak ada keperluan lain kau boleh kembali bekerja.” Kata Siwon datar tanpa memandang sedikitpun kearah Tiffany.

“Nde Sajangnim, permisi.”

Tiffany langsung meninggalkan ruangan Siwon dengan perasaan yang kesal, bagaimana tidak ia sangat kualahan dengan sikap atasannya yang begitu dingin, Siwon hanya berbicara seperlunya padanya.

Yuri mendekati Tiffany yang sepertinya tengah menggerutu kesal, ia memperhatikan mimik wajah Tiffany yang seolah ia sangat kesal.

“Wae, kenapa wajahmu begitu?” tanya Yuri heran, Tiffany menghembuskan nafas berat.

“Aku benar-benar tidak tahan punya Bos yang seperti patung Es itu.” Sahut Tiffany kesal.

“apa maksudmu? Harusnya kau senang, kau begitu beruntung bisa menjadi sekretaris Bos kita yang tampan itu.” Ujar Yuri.

“Untuk apa tampan jika sikapnya itu sedingin Es? Aku tau aku ini hanya sekretarisnya tapi bisakah dia bersikap sedikit lebih hangat padaku? Jika kau jadi aku aku yakin kau juga tidak akan tahan.” Ungkap Tiffany dengan nada suara yang sedikit di tinggikan.

“Sssttt…jangan keras-keras, kalau dia dengar kau bisa di tendang keluar dari perusahaan ini. Kau sabar saja, kita kan tau Sajangnim baru saja kehilangan orang yang berharga dalam hidupnya, jadi wajar saja ia bersikap seperti itu. Karena aku yakin Siwon Sajangnim itu adalah sosok pribadi yang hangat.” Kata Yuri mencoba menasehati sahabatnya itu.

“Sabar…sabar” ujar Tiffany sambil mengelus dadanya.

***

“Eomma bagaimana keadaan Eomma?” tanya Yoona, ia sekarang berada di kamar Ny. Choi untuk menayakan kabar sang mertua.

“Eomma masih belum bisa melupakan Yunho, tapi sekarang Eomma sudah merasa lebih baik, bagaimana denganmu?”

“Aku juga lebih baik Eomma, Eomma kita tidak perlu melupakan Yunho Oppa. Meskipun dia sudah tidak ada lagi disisi kita, tapi dia akan selalu hidup di hati kita.” Kata Yoona lembut, ia tersenyum tulus pada sang mertua.

“Tapi Yoong Eomma masih belum bisa merelakannya.” Ujar Ny. Choi lirih.

“Aku tau ini berat untuk kita Eomma, tapi kita harus yakin Yunho Oppa akan bahagia disana, Di sisi Tuhan.”

Ny. Choi tersenyum mendengar penuturan menantunya itu dan menarik Yoona dalam pelukannya, Yoona pun membalas pelukan mertuanya. Sungguh hangat dan menenangkan, sudah lama ia tidak merasakan pelukan hangat seorang ibu.

“Eomma bangga memiliki menantu sepertimu Yoongie, walaupun Eomma sempat berharap yang menjadi suamimu itu Yunho, bukan Siwon.” Ucap Ny. Choi, Yoona melepaskan pelukannya kemudian menatap sang mertua.

“Memangnya kenapa kalau Siwon Eomma?” tanya Yoona.

“Eomma tidak suka anak itu,” jawab Ny. Choi datar.

Jawaban Ny. Choi itu sontak menghadiahi tanda tanya besar di kepala Yoona, kenapa? Kenapa Ny. Choi tidak suka Siwon? Bukankah Siwon juga anaknya? Ataukah benar yang di katakan Jina padanya?

“Wae Eomma? Kenapa Eomma tidak suka Siwon?” Yoona bertanya takut-takut, takut mertuanya akan tersinggung, takut jika menerima kenyataan yang menyakitkan bagi Siwon.

“Ah, Sudahlah. Yang jelas kau mencintai Yunho kan?” bukannya menjawab, Ny. Choi malah mengalihkan pertanyaan.

“Ne.”

Dan lagi-lagi Yoona hanya bisa berbohong, karena hanya itu yang bisa ia katakan. Ia takut jika ia berkata jujur, keadaannya akan semakin memburuk.

***

Siwon menghempaskan tubuhnya di sofa, ia baru saja pulang dari kantornya saat jarum jam telah menunjukkan pukul 8 malam. Jina menghampiri Siwon kemudian menyerahkan segelas menimun segar pada Siwon.

“Gomawo Jina-ya,” Siwon menerima menimuman itu kemudian meneguknya beberapa tegukan. Jina mengambil posisi duduk di samping Siwon.

“Oppa kau terlihat lelah sekali.” Kata Jina.

“Ne, aku memang sedikit lelah Jina-ya.” Jawab Siwon singkat.

“Kalau begitu Oppa makan dulu, setelah itu istirahatlah, jangan terlalu banyak fikiran Oppa, aku tidak mau kau jatuh sakit juga.”

“Ne, adik sepupuku yang cantik, gomawo sudah memperhatikanku. Tapi aku mau bertemu Eomma dulu.” Kata Siwon, Jina hanya mengangguk. Siwon kemudian beranjak dari duduknya lalu berjalan kearah kamar Ny. Choi.

Siwon mengetuk pintu kamar itu beberapa kali, sama sekali tak ada sahutan dari sang pemilik kamar. Siwon kemudian memilih untuk langsung masuk setelah ia menyadari pintu kamar itu tidak terkunci.

Siwon melangkahkan kakinya memasuki kamar yang luas itu, namun ia tidak menemukan sang Eomma di dalam sana. Mungkin saja sedang di toilet, pikir Siwon. Benar saja tak lama kemudian sosok wanita paruh baya itu keluar dari kamar mandi.

Ny. Choi terlihat kaget mendapati Siwon di dalam kamarnya, namun Siwon tersenyum berusaha menghilangkan ketegangan yang ada.

“Untuk apa kau masuk kekamarku?” tanya Ny. Choi sakartis, Siwon menelan salivanya.

“Aku hanya ingin tau bagaimana keadaan Eomma.” Jawab Siwon.

“Cih…seperti yang kau lihat sekarang ini.” Jawab Ny. Choi acuh.

“Sekarang keluarlah dari kamarku, aku tidak butuh belas kasihanmu.” Kata Ny. Choi tajam.

“Eomma…” panggil Siwon lirih, Siwon menatap sedih wanita di hadapannya itu. ia ingin memeluk Ibunya, Ia sungguh sangat merindukan kasih sayang seorang ibu. Karena sedari kecil ia tidak pernah merasakannya. Namun apa yang bisa Siwon perbuat? Bahkan untuk mendekatinya saja Siwon tidak mampu.

“Keluarlah.” Perintah Ny. Choi dengan nada tinggi, tidak ada yang dapat di lakukan Siwon lagi. Sang Ibu mengusirnya dan ia hanya bisa menurutinya.

Setelah keluar dari kamar Ny. Choi, Siwon langsuk beranjak menuju kamarnya, bahkan ia melupakan makan malamnya.

Siwon membuka pintu kamarnya perlahan, ia bisa melihat sosok Yoona sang istri sudah terlelap dalam mimpinya. Siwon berjalan mendekat kemudian mendudukkan tubuhnya di pinggiran ranjang di dekat Yoona berbaring. Siwon memandangi wajah Yoona yang begitu cantik walau sedang tertidur.

“Tak bisakah kau memaafkan ku?” lirih Siwon, ia memijit keningnya yang terasa pusing. Semua masalah yang ia hadapi membuatnya susah untuk berfikir.

Siwon kemudian beranjak dari duduknya dan langsung memasuki kamar mandi, untuk membersihkan tubuhnya dan tentu saja melepas penatnya. setelah beberapa saat berada dikamar mandi akhirnya Siwon keluar dengan hanya menggunakan handuk yang menutupi bagian bawah tubuhnya. Ia membuka lemari panjang itu, kemudian mengambil piyama tidurnya dan langsung ia kenakan.

Siwon naik ke atas ranjang dan kembali menatap Yoona yang masih terlelap. “Mianhae…aku benar-benar minta maaf. Aku berharap kau mau memaafkanku, aku tidak bermaksud melukai hatimu.” Lirih Siwon.

“Aku mencintaimu, selamat tidur.” Siwon kemudian mengecup kilat kening Yoona, sebenarnya ia ingin melakukannya lebih lama namun Siwon khawatir jika itu akan membuat Yoona terbangun dan semakin marah padanya.

Setelah itu pria tampan itu membringkan tubuhnya di samping Yoona dan langsung memejamkan matanya. Sementara itu Yoona yang tidur disamping nya ternyata tak benar-benar tertidur, ia mendengar semua ucapan Siwon, ia menyadari apa yang sudah dilakukan Siwon padanya. Setetes airmata mengalir lembut di pipinya.

To Be Countinue….

Otte? Makin garing aja ya? Atau kependekan? Mian aku paling gak bisa nulis banyak-banyak. Intinya mohon maaf atas segala kekurangan. Jika kamu masih mau baca part selanjutnya, tetap tinggalkan komentar, terima kasih buat admin yang mau publish and buat readers yang mau baca plus kasih komentar.

 

Iklan
Tinggalkan komentar

136 Komentar

  1. KieWonkyu

     /  Juni 28, 2013

    kasian siwonnya … Ny. choi nya gtu bgt ,,
    tpi untng msih ada jina yg pduli …

    Balas
  2. Aigoo, ny. choinya dingin amat ya -,-
    keren!! next ^^

    Balas
  3. Kasihan wonpa . Knpa sih ny. Choi benci bangetz ama wonpa ??

    Balas
  4. fath

     /  Juli 12, 2013

    siwon oppa yg tabah yaa 🙂

    Balas
  5. Penasaran Ama eomma siwon?

    Balas
  6. hana

     /  September 16, 2013

    Eon ff mu daebak #komentapaini

    Balas
  7. YOONIA

     /  Desember 6, 2013

    .sedihhh buanget lhat nsib siwon..

    Balas
  8. tia risjat

     /  Januari 20, 2014

    jangan2 siwon bukan anak kandung eommanya lagi? ya ampun.. kasian banget sich.. yoona-ya,, ayolah ubahlah sikapmu pada siwon oppa. kamu ga kasian sama dia?

    Balas
  9. yuli

     /  Maret 15, 2014

    kasian amat ya siwon oppa….. yang sabar aja oppa!

    Balas
  10. wulandari

     /  Maret 24, 2014

    Tisu aku butuh tisu,,,lanjut lagi ach

    Balas
  11. Deer Yayu

     /  Juli 30, 2014

    Ny.Choi kenapa kau jahat sekali kepada siwon ? ah aku ga kuat bacanya, terlalu sedih untug di pinggir aku ada tisu buat jaga jaga 😥
    next chap

    Balas
  12. Sedih bgt 😥

    Balas
  13. octavianii

     /  September 8, 2014

    kq halangannya banyak bgt yah 😦
    yang sabar yah siwon oppa

    Balas
  14. zubaidah

     /  Juni 9, 2015

    Tak bisakah yoona memaafkan siwon
    Dan menerima siwon sebagai suaminya..
    Kasian siwon, dia tdk pernah mendapat kasih sayang dari ibunya entah knpa, lagian bukannya yoona masih cinta sama siwon?
    Terus apa salahnya memaafkan.

    Balas
  15. Nabila Lailatul Q

     /  September 1, 2015

    Aduhhh,ff ini emang feelnya dpt bgt deh,bikin gw jdi baper…makanya gw baca lgi ff ini…
    Ohh ya aku ijin baca lgi yah author^^

    Balas
  16. ayana

     /  Maret 19, 2016

    ayolah yoona maafin siwon, kasihan siwon.
    omma siwon ko kelihatan benci banget ma siwon, kenapa?

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: