[3S] My Life Perfect Because You 2/3 ( Sequel Partner My Life)

My Life Perfect Because You 2

Tittle                :           My Life Perfect Because You  2/3 ( Sequel Partner My Life)

Type                :           3Shoot

Athena                        :           2

Author             :           Melshinys / Choi Young Mi

Twitter                        :           https://twitter.com/EunHaeSiBum (@EunHaeSiBum)

Genre              :           Marriage Life, Romance, Happily

PG                   :           15

Main Cast        :           Im Yoona

Choi Siwon

Other               : Boa , Bada & Kangta

YulSung

ChangSoo

Summary        :  Aku yakin kau bisa menjalaninya.

 

 

Announcement dulu ya…Btw, disini aku bikin 2 pairing yang nyempil dikit ya.. yaitu ChangSoo and YulSung . Why? Karena tuh pairing Favorit saya and moga ajj anak Imperfectionist and Sage’s .

Tapi, YoonWon lebih mendominan sih…

Jadi silahkan merapat  Yoonwonited, Imperfectionst and Sage’s .

And Don’t Forget RCL J

 

 

Happy Reading

Yoona memarkirkan mobilnya tepat dihalaman rumah yang dulu ia tempati sebelum menikah dengan Siwon. Ia keluar mobil dan langsung meminta pada pelayan untuk memasukkan Kopernya ke kamarnya.

Tn. Im yang memang sedang bekerja sekarang tak ada dirumah yang ada hanya 3 pelayan yang mengurus rumah itu.

“Sudah lama aku tak tidur disini” Yoona langsung mengganti pakaiannya, dan Merebahkan badannya di ranjang kesayangannya.

 

>>>

 

Tn. Im yang mendengar anak bungsunya itu datang dari seorang pelayan yang membawa Koper Yoona langsung kekamar Yoona.

“Ah.. kenapa lagi anak ini? “ gumam Hyunbin yang langsung duduk disamping ranjang Yoona.

“Yoong! Irona” panggil Hyunbin. Yoona yang mendengar suara ayahnya langsung terbangun.

“eungh… Appa” Yoona masih mengucek-ngucek matanya.

“ Kau kenapa eoh?” Tanya Hyunbin yang membantu Yoona duduk

“Aku lagi ada masalah dengan Siwon”

“Kenapa lagi?” Tanya Hyunbin mengernyitkan alisnya

“Dia membentakku Appa” Adu Yoona seperti saat ia berumur 5 Tahun

Hyunbin hanya menggelengkan kepalanya . Ia tahu permasalahan mereka pasti karena masalah yang sepele. Hyunbin juga pernah merasakan saat Istrinya hamil, ia yakin bagaimana kesabaran Siwon menjaga anak bungsunya ini sudah sekuat tenaga. Ia juga pernah mengalami ini saat Jiwon hamil, dan itu membuat Hyunbin teringat akan mendiang istrinya yang telah meninggalkannya 1 tahun yang lalu

 

~tok.. tok

“masuklah!” teriak Yoona.

“Ny. ada Tn. Choi, katanya mencari Ny.” ujar seorang pelayan. Yoona yang mendengar itu mengerutkan alisnya , yang langsung menatap Hyunbin dengan senyum manisnya

“Appa, appa saja yang menemuinya” Hyunbin hanya bisa mengikuti apa kata Yoona.

“nde.. Appa akan keluar” Hyunbin pun keluar dari kamarnya dan tak susah mendapati Siwon kaena namja itu sudah menunggu diruang tamu

“Aboji..” sapa Siwon membungkukkan badannya sebagai hormat.

“duduklah, “ Siwon langsung duduk setelah dipersilahkan Hyunbin “ Aku tau kau ingin menjemputnya”  Siwon mengangguk tersenyum dan terlihat dari raut wajahnya kalau ia tak enak dengan ayah mertuanya.

“temuilah dia, dia dikamarnya”

 

~

 

Yoona hanya diam melihat keluar jendela dari tadi ia merasa mual. Ia memasuki kamar mandi yang berada dikamarnya dengan terburu-buru

 

“hoe.. Hoek..” Siwon yang memasuki kamar itu terkejut saat melihat istrinya yang berada di kamar mandi, ia pun menghampirinya dan mengusap punggung Yoona.

 

Yoona yang mersakan itu membasuh mulutnya dan membalikkan badannya.

“Oppa..” Siwon hanya tersenyum.

“Kenapa kesini?” Tanya Yoona

“Bukankah aku akan menemanimu setelah aku rapat?” Yoona tak menghiraukan Siwon, ia malah langsung masuk kamarnya dan duduk dekat jendela.

“Mianhae, tadi aku membentakmu” Kini Siwon menunduk dihadapannya seperti saat Siwon melamar Yoona  7 bulan yang lalu.

“Aegy.. lihatlah eommamu tak menegur Appa” ujar Siwon yang berbicara dengan anaknya.

Yoona merasakan ada sesuatu yang membuat perutnya terasa sakit ah.. tidak.. mungkin ini kram diperutnya

“Aw…”

“Mwo?! Wae Yoong?” Tanya Siwon yang terlihat panik

“Perutku kram Oppa”

“Jinjja?” Siwon langsung mengusap-usap pelan perut Yoona dan menciumnya.

“Aegy.. kau sedang apa didalam? Lihat lah eommamu kesakitan” Dan.. yang benar saja rasa kram Yoona segera hilang.

“Ottokhae?”  Tanya Siwon.

“sudah.. tidak kram lagi” Sejujurnya saja Yoona sangat heran dengan dirinya, mungkin ini karena pengaruh hormon kehamilannya, Ia sering kram selama beberapa hari ini, dan kalau Siwon menyentuh atau mengelusnya, rasa kramnya hilang.

“benarkah?”

“nde..”

“Ayo pulang,” yoona tak mempedulikan ucapan Siwon, ia langsung mengambil sebuah novel yang memang ia baca saat hamil sekarang

“Mianhae, kalau kau masih marah. Ayolah.. aku tak nyaman kalau seprti ini apalagi anak kita” Yoona langsung memeluk Siwon. “ Mianhae oppa, selama ini aku merepotkanmu” ujar Yoona dengan nada pelan. Siwon mengusap sayang rambut Yoona

“Aniy, aku bahagia bisa kau repotkan”

**

 

Setelah rapat tadi, Yuri dipersilahkan Siwon untuk pulang, karena Siwon tadi mendapat telepon dari beberapa pelayannya yang mengatakan kalau Yoona pergi dari rumahnya. Ia langsung membereskan beberapa berkas.

 

Ia langsung mengambil tasnya dan keluar ruangan dan kantor yang sudah ia lakoni selama 5 tahun ini. Dengan senyum tipisnya banyak yang menggodanya dengan sebuah siyulan, Yuri hanya tersenyum menanggapi itu, lantas ia memasuki mobilnya, dan memakai kecepatan.

 

Setelah beberapa menit mengendarai mobilnya, ia sampai diistananya yang sudah ia tempati selama kurang lebih 2 tahun. Ia memasukkan kode disana dan masuk. Melepaskan sepatu nya menggantikannya dengan sandal rumah.

 

Yuri masuk kekamarnya untuk mengganti pakaian kantornya dengan baju rumah.

“Sepi sekali rumah ini” pikirnya. Bagaimana tak sepi, hanya ia sendiri dirumah. Kalau pun  ada Yesung, mereka hanya berbincang seadanya karena sama-sama cape dengan pekerjaan masing-masing . Ia menyalakan TV nya , saat TV itu hidup munculah beberapa anak-anak yang berumur dari 5-8 tahun yang sedang bermain dengan aktivitas yang telah di tentukan oleh scenario.

 

“Hyung! Sendok ku jatuh” ujar seorang anak itu. Yuri tersenyum melihat itu.

“Hyung! Palli, Kau harus mengambil untukku!” Yuri lagi-lagi tersenyum melihat tingkah anak yang berumur 5 tahun itu

“ Siapa nama anak itu? lucu sekali” gumamnya.

“Lincoln.. ooo Lincoln namanya, dan yang Hyungnya tadi…” Yuri masih menonton adegan yang lucu-lucu itu.

“Daniel, apa yang kau rencanakan untuk menjadi ketua kelas?” Tanya Seorang cameramen pada anak itu yang di panggil ‘Hyung’ oleh Lincoln.

“oo.. namanya Daniel? Mirip seperti Siwon Oppa wajahnya” lagi-lagi senyum Yuri mengembang saat acara itu berlangsung, apalagi saat mereka ingin tidur. Mereka semua berebutan ingin tidur disamping yeoja yang bernama ‘Cristina’

#nih Acara Reality Show Favorit saya Real Kids story Rainbow, and my bias Daniel pastinya , Coz mukanya mirip Choi Minho Shinee. Sumpah.. lucu-lucu 😀

 

Dalam cerita tersebut Yuri tersenyum dan tersentuh saat seorang anak yang bernama Doyoon menunggu ibunya, ia dari tadi menunggu ibunya. Semua temannya sudah bertemu dengan ibu mereka masing-masing, sedangkan ia terus menunggu ibunya datang, tetesan air mata anak itu membuat Yuri tak tahan ia juga menitikkan airmatanya.

“Pangeran!” teriak seseorang yang baru datang dan langsung memeluk Doyoon. Doyoon yang melihat itu langsung memeluk ibunya dengan erat.

“Saranghae eomma” bisik anak itu pada ibunya

 

Yuri sadar apa yang ia lihat sejujurnya membuat hatinya lumayan sakit, Yah.. selama hampir 2 tahun ini ia juga belum diberikan keturunan, Sedangkan Yoona yang menikah baru beberapa bulan yang lalu sudah hamil. Terkadang ia bisa menangis saat melihat acara anak-anak seperti tadi, Yesung sejujurnya kalau melihat Yuri seperti ini antara marah dan tak tega pada istrinya. Untungnya sekarang Yesung sedang bekerja.

 

“Ah.. lebih baik aku membuat lunch untuk Oppa” Yuri melangkah kan kakinya kedapur dan menyiapkan bahan-bahan nya.

Setelah masak, ia memasukkannya kebox makanan dan menghiasnya dengan cinta.

“Finish” Ia tersenyum melihat hasil hiasannya, Yuri langsung mengganti pakaiannya lalu menuju tempat dimana Yesung bekerja.

 

~

Yuri tersenyum saat memasuki sebuah rumah sakit yang membuatnya jatuh cinta dengan Yesung yang dulu merupakan Dokternya juga.

“dr. Kim Joong Won ada?” Tanya Yuri pada resepsionist dirumah sakit itu.

“Ada, dia sedang memeriksa. Silahkan, “

“Gamsahamnida” ujar Yuri dengan senyumnya dan membungkukkan badannya dengan hormat.

 

Setelah sampai didepan ruang Yesung ia menemui seorang perawat yang membantu Yesung .

“Annyonghaseo!” sapa Yuri pada yeoja itu.

“nde, Ah..  Yuri?” ujar perawat itu mengingat nama Yuri.

“Annyonghaseo” sapanya lagi saat mengingat Yuri adalah istrinya Yesung.

“nde.. Apakah dokternya ada?”

“ada, kau ingin berobat?” Yuri tersenyum dan langsung mengangguk.

“Isi biodata dan keluhanmu” Yuri langsung mengambil kertas itu dan polpen. Tak butuh waktu yang lama bagi Yuri untuk menulis itu.

 

Setelah itu ia memberikan kertas itu, perawat itu tersenyum dan meminta ijin masuk. Perawat itu keluar memanggil seorang pasien

“Park Min Eun!” panggilnya. Sekitar 3 orang yang sudah menunggu, Suster itu memanggil satu-satu nama pasien dan sekrang nama..

“Kim Yuri!” Yuri langsung berdiri setelah duduk dikursi tunggu, dan membawa tasnya yang berisi makanan untuk Yesung.

“SIlahkan” ujar Perawat itu mempersilahkan Yuri masuk.

Yuri langsung masuk, ia langsung melihat namja yang selama ini menemaninya. Saat melihat Yesung, namja itu masih melihat beberapa berkas para pasien yang ia rawat dan sedang menginap.

“Annyonghaseo!” sapa Yuri dengan sopan. Yesung yang melihat itu membulatkan matanya, dan mengambil biodata Yuri.

“Kim Yuri?” Tanya Yesung dengan menaikkan alisnya. Yuri langsung mengangguk. “ nama Suamiku Kim Joong Won, aku mengikuti marga suamiku dokter” jawabnya yang membuat Yesung tersenyum.

“Kau sakit perut?” Tanya Yesung saat melihat gejala yang ditulis Yuri tadi.

“Aniy,” jawabnya menggelengkan kepala

“lalu?”

“Aku hanya ingin berobat denganmu dan memberikan ini” jawab Yuri yang menopang dagunya setelah memberikan box makanan.. Yesung langsung berdiri dan memegang tangan istrinya itu seraya menunduk mencium kening yeoja itu.

“Jinjja? Kajja!” ujarnya yang langsung membawa Yuri keranjang.Yesung langsung memeriksa istrinya dengan sayang. Ia melihat mata, hidung dan mulut yeoja itu. Dan sedikit meraba tubuh yeoja itu.

“Oppa, coba periksa perutku” ujar Yuri. Yesung mengernyitkan alisnya dan langsung meraba perut Yuri.

“Kenapa aku belum juga hamil?” Tanya Yuri yang membuat Yesung terpaku, sekarang ia mengerti kenapa istrinya meminta diperiksa.

“Kapan ada janin dirahimku?” Tanya Yuri lagi dengan matanya yang mulai memerah.

“Apakah aku tak bisa hamil?” Yesung hanya diam tak menjawab ia malah memeriksa bagian tubuh Yuri yang lainnya.

“Apakah aku tak bisa jadi seorang ibu?” Yuri kali ini menitikan air matanya, dan langsung duduk ia memegang tangan Yesung untuk menghentikan pemeriksaan itu.

“Oppa! Jawab aku? Apakah aku mandul?” Yesung langsung memeluk istrinya itu. Ia tau bagaimana perasaan Yuri saat ini.

“Aniy, Tuhan hanya belum memberikan kita seorang anak. Nanti suatu saat ada janin yang tumbuh disini. “ujar Yesung setelah melepaskan pelukannya dan mengelus perut Yuri.

”Kita pacaran dulu chagi ”

“Jinjja?” Yesung mengangguk dan menghapus air mata Yuri .

“Tuhan menyuruh kita pacaran dulu dan menikmati waktu berdua kita” Yuri lagi-lagi memeluk Yesung, “mianhae Oppa, aku masih belum bisa memberikanmu keturunan” Yesung melepaskan pelukan itu dan menangkupkan istrinya dengan kedua tangannya

“Aku bahagia kau belum bisa, karena cintamu tak kau bagi-bagi. Just for Me. Kalau nanti kita punya anak pasti aku kau cueki” Yuri menggelengkan kepalanya.

“Kau tak mau punya anak?” Tanya Yuri

“aniy, bukan itu maksudku hehee.. aku betulkan cintamu hanya untukku ?” Yuri hanya mengangguk

“Aigoo. . istriku ini kenapa jadi polos seperti ini” lagi-lagi Yesung memeluk istrinya itu dan pastinya mendapat balasan dari Yuri.

“Gomawo, kau telah disampingku selama ini” bisik Yesung melepaskan pelukannya pada Yuri dan mendekatkan wajahnya pada istrinya itu. Bibir mereka bertemu dan memainkannya secara lembut.

 

Setelah sudah cukup lama, Yesung melepaskan pautan bibirnya dengan Yuri. Ia tersenyum melihat sang istri dengan wajah yang merah.

“Ah,… Kau malu?” Tanya Yesung mencolek dagu Yuri.

“Mwo? Apa-apaan kau ini!” Yuri memukul lengan Yesung, namja itupun menahan tangan Yuri dan lagi-lagi mendekatkan wajah nya dengan Yuri. Yesung tersenyum melihat ekspresi Yuri yang langsung menutupkan matanya saat jarak mereka hanya 3 cm. perlahan Yesung sudah menyentuh bibir Yuri, namun ia hanya menyentuhnya tak memainkan bibir Yuri. Saat menyadari bahwa ia dipermainkan Yuri membuka matanya dan mendorong dada yesung agar menjauh darinya

“Oppa mempermainkanku?” Tanya Yuri. Yesung hanya tertawa melihat ekspresi istrinya ini.

“Baiklah, jangan pernah menyentuh bibirku lagi” ujar Yuri yang membuat Yesung menghentikan tawanya. Yuri menuruni ranjanga mengambil tasnya yang berada kursi pasien. Yesung yang menyadari itu langsung menggapai tangan Yuri yang langsung membuat Yuri menghadapnya.

” Jadi kau menginginkan ciuman yang tadi?”

“Aniy.. “ Yuri menggelengkan kepalanya

“lalu kenapa kau marah?”

“Oppa!”
“ iya sayang? Kenapa mau minta cium?” Tanya Yesung

“Oppa!! Ah.. berhenti menggodaku”

“ lalu kenapa kau tadi marah?”

“nde, aku berharap kau menciumku, tapi kau malah main-main.”

“OOO.. Istriku sekarang malu-malu tapi mau ternyata”

“Oppa!!! Sudahlah cepat makan nanti ada pasien”

 

>>>

Yoona  dari tadi tak dapat tidur, ia terus membolak-balikan badannya . Siwon yang merasa terganggupun terbangun. Sekarang kandungannya sudah beranjak 8 bulan

“Chagi.. kau kenapa?” tanya Siwon menghadap istrinya itu.

“Molla, dari tadi aku tak mau tidur. Oppa temani aku, nde?” Siwon yang mendengar itu ingin sekali marah, tapi kalau ia marah lagi bisa-bisa yeoja itu pulang lagi kerumah orang tuanya seperti waktu itu

“memangnya kau mau apa?” Tanya Siwon mengelus lembut pipi Yoona

“aku mau main PS2”

“mwo?”

“kita main bola ya oppa. Kita tanding”

“Andwe, ini sudah jam 1 pagi chagi.” Kata Siwon yang melihat jam dinding

“Tapi aku ingin main. Jebal Oppa” rengek Yoona

“Aniy, kau sekarang hamil tua,Yoona”

“aku tak bisa tidur Oppa” ujar Yoona yang sekarang memohon dengan mendudukan dirinya dan mengusap-usapkan tangannya seperti waktu ia minta maaf

“kalau begitu sini aku peluk” ujar Siwon menarik Yoona masuk kepelukannya

“tidak mempan, ayolah oppa. Aku mau main” Yoona menduduki dirinya dan menarik –narik tangan Siwon

“Aniyo,, nanti kau sakit”

“Oppa~” rengek Yoona

“arraso, kalau begitu setelah habis 1 babak kita selesai mainnya”

“nde”

Yoona dan Siwon pun akhirnya bermain plastasion, Yoona memilih Real Madrid sebagai klub miliknya dan Siwon memilih Barcelona sebagai klub miliknya.

Permainan diantara mereka sangat sengit, sampai akhirnya Siwon dulu mencetak gol dan ia pun sangat senang, namun saat ia melihat kesamping ternyata sang istri tertidur, pantesan para pemain Real Madrid tak ada yang bergerak paling bergerak hanya berlari takmerebuti bola.

“Omo, kau main sampai ketiduran. Aegy kau harusnya jangan sampai menyiksa eommamu seperti ini kasian dia”

 

>>>

Sooyoung dan Boa terlihat heboh, pasalnya sekarang mereka membelikan perlengkapan untuk anak Yoona, Sooyoung yang baru datang dari Jepang karena ia sedang libur menjalani sekolah S2.

“Soo, beli yang ini saja!” ujar Boa saat memegang sebuah topi.

“Omo! Eomma itu untuk balita, eomma pikir anak Yoona nanti kalau keluar langsung seperti anak berusia 2 tahun?” kata  Sooyoung, dari tadi kedua ibu beranak ini selalu ribut dengan barang pembelian mereka

~pletak

“Kau kira eomma babo? Eomma juga tau. Ini itu untuk ia kalau sudah besar. Ish.. anak ini!” Sooyoung yang habis dipukul keplanya oleh sang eomma meringis mengusap keplanya.

“Annyonghaseo Eomanim!” sapa seorang namja yang tingginya semampai yang membuat Sooyoung membuang mukanya saat melihat namja itu.

“Aigoo! Changmin~ya.. ah.. Kau ingin menjemput Sooyoung?” Tanya Boa saat mengingat namja itu adalah tunangan Sooyoung.

“nde? Aniy, aku menemani eomma berbelanja karena aku juga baru datang dari China” jelas namja itu sambil melirik aktivitas Sooyoung yang masih mencari perlengkapan untuk keponakannya.

“Selesaikanlah masalah kalian, jelaskan padanya !” ujar Boa, karena ia tahu kalau Changmin dan Sooyoung sedang bertengkar, itu karena Changmin meninggalkannya tak memberitahu Sooyoung saat ia ingin pergi ke China, dan alhasil Sooyoung pulang sendiri dari Jepang.

“Ah.. Changmin~ya kau ini kenapa meninggalkan eomma?” Tanya Bada menghampiri Changmin.

“Aigo…Annyonghaseo Boa! Ah, sudah lama kita tak bertemu” Bada langsung memeluk Boa yang merupakan teman satu jurusannya saat kuliah, dan sekarang anak mereka membuat sebuah jalinan yang membuat keduanya semakin senang.

“nde, aku juga merindukanmu. Kapan kau datang ke Korea?”

“sekitar 2 minggu yang lalu, mianhae aku belum sempat mampir. Karena kau tahulah ..” ujar Bada yang membuat keduanya tertawa.

“Ah.. Eomma Eommanim, aku menemui Sooyoung dulu ya.. sepertinya ia kerepotan” ujar Changmin saat melihat Sooyoung yang kerepotan membawa beberapa perlengkapan bayi.

“Memangnya Sooyoung membeli semua itu untuk apa?” Tanya Bada, saat melihat calon menantunya itu.

“Itu untuk cucu pertamaku, Istrinya Siwon. Sekarang lagi hamil sudah sampai 9 bulan, tinggal menunggu waktunya saja” terlihat dari wajah Boa yang menceritakan itu sangat senang dan membuat Bada juga ingin merasakan kebahagian itu.

“Ah.. aku juga ingin sepertimu” perkataan itu membuat Boa mengangguk. “ makanya kau suruh anakmu itu membujuk Sooyoung untuk menikah” jelas Boa

“aku sudah menyuruh mereka, Changmin juga sepertinya sedang menyiapkan semuanya. Semoga saja Sooyoung menerimanya, aku masih teringat saat dulu kau beberapa kali menolak Kangta Oppa”

“ Hahaaa.. nde, anak itu mengikuti sifatku sepertinya”

“hm.. sangat Ny.Choi” gumam Bada yang masih terdengar oleh Boa

~

Changmin langsung mengambil beberapa barang itu membuat Sooyoung terlihat tak mau.

“Aku yang akan membawanya, kau pilih saja.” Sooyoung tak mempedulikan namja yang kini disampingnya.

“Chagi~ya! Mianhae” ujar Changmin yang masih mengikuti langkah Sooyoung yang masih focus memilih pakaian untuk keponakannya.

“Soo..” lagi-lagi panggilan itu tak ditanggapi oleh Sooyoung. Changmin hanya mengela napasnya dengan kasar.

“Yasuddah kalau kau tak memaafkanku, biarkan aku yang membawa ini. “ Sooyoung langsung memberikan itu pada Changmin dengan wajah yang sangat tak enak untuk dilihat.

“hm.. permisi, disini ada jual.. hm.. apayah? “ Sooyoung menggaruk-garuk kepalanya, ia lupa apa yang tadi akan ia belikan, padahal ia sudah menulisnya tapi hilang. Changmin yang memang disampingnya dari tadi tak tahu menahu jadi ikut bingung.

“Ah.. Chakkaman aku menemui eomma ku dulu aku lupa” ujar Sooyoung yang langsung menemui Boa yang masih berbincang dengan topic yang menarik. Sedangkan Changmin hanya ditinggal begitu saja, ia langsung memberikan beberapa baju bayi tadi untung dihitung berapa harganya. Ia pun hanya menunggu baju itu dihitung harganya.

“Annyonghaseo eommanim.” Sapa Sooyoung pada Bada, dan langsung mendapat pelukan dari yeoja yang sudah ia anggap seperti ibunya itu.

“Ah.. bogoshipo Sooyong~ya” ujar Bada yang berada dipelukan Sooyoung.

“Nado Eommanim.” Mereka pun melepaskan pelukannya setelah melepaskan rindu.

“Eomma, tadi apa-apa saja yang dibeli? Aku lupa?”

“Ish.. bukankah eomma menyuruhmu mencatatnya?”

“heheee.. Aku hilangkan” jawabnya dengan enteng yang membuat Bada terkikik geli.

“ckck… Kajja, kita cari bersama” Boa membawa Bada dan Sooyoung mencari beberapa perlengkapan yang tadi belum lengkap.

“mana perlengkapan yang tadi?” Tanya Boa saat menyadari tak ada perlengkapan bayi.

“Ah.. Dengan Changmin Oppa, aku akan menemuinya dulu” ujar Sooyoung yang langsung mencari Changmin. Ia melihat Changmin dimana namja itu sedang memilih beberapa baju bayi yang untuk musim semi.

“Ini untuk anakmu?” Tanya seorang pelayan yang tadi menghitung harga beberapa perlengkapan bayi dan memberikan 2 kantongan . Changmin hanya tersenyum dan memberikan Kartu ATM nya untuk membayar semua itu.

“Oppa!” panggil Sooyoung yang memegang pundak Changmin, ia langsung mengambil kantongan tadi namun dilarang oleh Changmin.

“biar aku yang bawa” ujar namja itu dengan senyum manisnya pada Sooyoung.

“Tuan ini, ah.. ini istrimu? Dia hamil ya?” Sooyoung mendengar itu membulatkan matanya sempurna, kalau disebut istri Changmin itu tak masalah, toh ia juga mungkin akan menjadi calon istrinya Changmin, yang ia tak relakan iya dibilang hamil? Yang benar saja?

“nde.. dia istriku. Dia sedang hamil tapi sepertinya belum saatnya” Sooyoung lagi-lagi membulatkan matanya. Changmin tersenyum melihat ekspresi tunangannya, padahal Changmin hanya bercanda

“Oppa”

“lihatlah dia sekarang sedang ngidam” ujar Changmin yang membuat Sooyoung membulatkan matanya lagi.

“hm.. permisi kami ingin kesana dulu ya” kata Sooyoung yang langsung memabawa Changmin menjauh dari sana.

 

**

“Apa yang oppa katakana tadi?” Tanya Sooyoung setelah lumayan jauh.

“hm.. Apayah, Oppa lupa”

“ck.. kau selalu seperti ini”

“Maksudmu?” Tanya Changmin

“Oppa selalu lupa” ketus Sooyoung, yang langsung meninggalkan Changmin.

“Ya! Chagi~ya.. Mianhae” ujar Changmin mengikuti langkah Sooyoung

“Sudahlah.”

“Soo..”

“Wae?” Tanya Sooyoung yang langsung menghadap Changmin

“Mianhae, aku tau salah, kemaren aku terlaru terburu-buru sampai lupa memberi tahumu. “

“Bukankah kau selalu seperti itu?” airmata Sooyoung sudah berada dipelupuk matanya, ia sudah sangat kesal dengan namja yang kini dihadapannya. Changmin jadi bingung harus berbuat apa, sekarang semua orang menatap mereka namun untungnya tak terlalu banyak.

“Hiks… napuen!” Changmin langsung memeluk yeoja yang kini sudah menemani harinya, Boa dan Bada tersenyum melihat tingkah kedua anak mereka yang akhirnya akur.

“Mianhae..Chagi~ya”

Changmin melepaskan pelukannya pada Sooyoung

Changmin mengangkat wajah Sooyoung yang menunduk, senyuman yang selalu membuat Sooyoung senangi ia berikan .

~Cup

Ciuman dikening itu mengejutkan Sooyoung, meskipun hanya dikening, 4 mata yang dari tadi melihat mereka langsung menentukkan tanggal pernikahan untuk anak mereka.

“bagaimana kalau 1 minggu lagi?” Tanya Bada . Boa yang mendengar itu tersenyum mengangguk

 

**** MLPBY ****

Setelah berbelanja Sooyoung dan Boa kerumah Siwon menemui Yoona, Kedua yeoja itu langsung masuk dengan senyum merekah.

“Yoona mana?” Tanya Sooyoung pada Suzy yang sedang mengelap meja ruang tamu.

“Ny. dikamar tempat calon bayinya” Sooyoung dan Boa mendengar itu langsung menuju kamar yang dimaksud Suzy.

‘Annyong Yoong!” sapa Sooyoung saat membuka pintu kamar

“Omona! Sooyoung Eommanim!” Yoona langsung menghampiri kedua ibu dan anak itu dan membawa mereka duduk diranjang yang memang Yoona sediakan untuk ia menyusui anaknya nanti.

“ck.. perutmu besar Yoong” itulah kalimat utama yang keluar dari mulut Sooyoung saat melihat perut Yoona yang kini 9 bulan.

“Kau pikir ada ibu hamil yang perutnya kempes?” Tanya yoona dengan sakratis

“hahaaa.. aku juga tau Yoong”

“Ah.. yoona, ini eomma belikan beberapa perlengkapan untuk cucu eomma” ujar boa sambil memberikan beberapa kantongan yang berisi perlengkapan bayi.

“Gomawo eomma” ujar Yoona.

Saat membuka beberapa hadiah dari Sooyoung dan Boa. Yoona merasa ada yang aneh diperutnya

“Aw..” jeritnya sambil memegang perutnya

“Wae Yoong?” Tanya Sooyoung panic

“molla, perutku sakit Soo”

“Jinjja? Kalau begitu Kajja kita kerumah sakit” ujar Boa

>>>

Kini Yoona dibawa Sooyoung dan Boa kerumah sakit, sekarang memang ketuban Yoona belum pecah, tapi tetap saja Yoona mengalami Kontraksi yang lumayan sakit.

“Ah.. oppa, tolong Yoona” kata Sooyoung memberikan Yoona yang berbaring diranjang. Yesung tersenyum lalu menyuruh beberapa perawat untuk menangani Yoona.

“Kau telepon Siwon, sepertinya dia harus datang sekarang” Sooyoung mengangguk, langsung mengambil Ponselnya. Sedangkan Boa juga sibuk menelpon Kangta, Gongyoo dan Tiffany.

“Oh.. choi Siwon… kenapa lama sekali” gumam Sooyoung sambil menggit kuku telunjuknya. Sekarang Sooyoung merasa ia lebih stress dari pada mengerjakan soal kimia yang ia kerjakan saat di Lab.

“Yeobseo?” akhirnya suara Siwon keluar dari speaker ponsel Sooyoung

“Oppa!!!” teriak Sooyoung saat mendengar suara Siwon, Siwon pun menjauhkan I-phonenya dari telinga setelah mendengar teriakan Sooyoung.

‘Ya! Kau ini jangan teriak” kata Siwon dari sebrang sana

“kau itu, dari tadi aku menelpon. Yoona sekarang dirumah sakit cepat kesini, dia kontraksi! “ ujar Sooyoung

“Mwo?!”

“Cepat Oppa!!”

“nde.. ktakan padanya untuk menungguku, aku sebentar lagi sampai”

~

Siwon dengan terburu-buru memasuki rumah sakit yang ditemani Yuri.

Ia langsung melihat Sooyoung yang ditemani Boa dan Changmin.

“dimana dia?”

“Ah.. Siwon kau sudah datang? Kau masuk dia membutuhkanmu” ujar yesung saat keluar yang ditemani 2 suster.

“nanti kalau sudah pembukaan 8 panggil aku” kata Yesung, yang  langsung berlari tak lupa member senyum kearah Yuri. Sekarang Yesung harus mondar-mandir karena ada 2 pasien sekaligus yang dia urus.

~

“Yoong!” panggil Siwon yang sekarang  langsung duduk disamping ranjang Yoona dan menggenggam tangan Yoona.

“Oppa” senyum dan rasa tenang ada dihatinya saat melihat Siwon.

“Kalau sakit, genggam saja tanganku” ujar Siwon

“Aniy, nanti tangan Oppa sakit. Aku tak apa” kata Yoona yang terlihat keringat disela-sela rambut dan diwajahnya.

“Kau jangan memikirkanku, kenapa kau jadi pengertian saat melahirkan tak manja seperti waktu hamil” kata Siwon dengan senyumnya, dan mengusap keringat diwajah yoona

“Jinjja? Aku manja hanya selama aku hamil saja. Tidak seperti kau dari pacaran sampai menikah selalu manja “ ujar Yoona.

“Aw…” lagi-lagi Yoona mengalami kontraksi, Siwon menggenggam tangan Yoona. Yoona hanya tersenyum saat mersakan sakit itu.

“pembukaan 7” teriak seorang perawat yang menangani Yoona.

“Ny.Choi, teruslah tarik napas dan keluarkan. Lakukan itu berulang dan teratur. Sepertinya kau sebentar lagi akan melahirkan” jelasnya pada Yoona “Tn. Choi bantu Ny. Choi mengatur napasnya.

“huh.. ah.. huh… ah..” Yoona mengatur napasnya dengan perlahan seperti diintruksikan sang perawat.

“pelan-pelan Chagi.” Kata Siwon.

“Aw… Oppa.. ini sangat sakit” jerit Yoona. Siwon hanya tersenyum memberikan senyum semangat untuk sang istri.

“Ny. Choi sudah pembukaan 8” kata perawat setelah melihat kebawah paha Yoona.

“ Bagaimana? Sudah pembukaan 8?” Tanya Yesung yang terlihat ngos-ngosan mengatur napasnya., karena berlari saat mendengar Yoona sudah pembukaan 7.

“Yoong, kau harus tenang. Nde? Atur napasmu perlahan” kata Yesung yang langsung mengganti bajunya dengan baju berwarna biru.

“nde, Oppa” Yoona lagi-lagi mengatur napasnya, Begitu juga dengan Siwon dengan setia dia menemani Yoona

 

10 minute later

 

 

 

“Sudah pembukaan 10, Yoong kau mengejan dengan kuat ya..” kata Yesung

“Argh..!!!” teriak Yoona

“terus Yoong!”  kata Yesung

“Oppa aku tak tahan lagi” Siwon yang disamping Yoona jadi tak tega dengan sang istri

“kau pasti bisa chagi” bisik Siwon sambil menggenggam tangan Yoona, yang kini menggenggam tangannya dengan erat karena kesakitan

“tapi ini sangat sakit, “

“bukankah tadi kau bilang tak apa? Aku yakin kau pasti bisa.” Yoona mengangguk, ia pun juga yakin kalau nanti ia  pasti bisa

“argh..!!!’

“Oppa, neomu Appo” Yoona tak tahan lagi dengan kesakitan yang kini ia derita

“Arraso, kau harus bertahan chagi”

“Ini sangat sakit “ Air mata  Yoona sudah mengalir Siwon yang melihat itu jadi tak tega

“aargh… ng… Aargh”

“Sedikit lagi Yoong! Keluarkan semuanya!” kata Yesung yang berperan sebagai dokter kandungan

“Argh… Oppaaa!!! Kau kira ini enak!” teriaknya pada Yesung

“Ish.. terserah apa katamu, ayo.. kepalanya hampir kelihatan Yoona” kata Yesung

“Argh…!!” Yoona menggenggam tangan Siwon dengan sangat erat, sampai tak terlihat darah yang mengalir ditelapak tangan mereka berdua

“Argh… Oppa, Appo!”

“Ayolah Chagi! Kau pasti bisa”

“Aaarggh….”

“Yoong sekali ini kau dorong lebih kuat, kepalanya sudah hampir keluar” ujar Yesung

“Argh…!!!!”

“hoee hoee” Yoona mengatur nafasnya kembali, sakit yang tadi ia rasakan hilang setelah mendengar suara tangisan bayi yang kini digendong Yesung.

“anaknya namja Yoong” ujar yesung yang menggendong anak itu.

“Gomawo Yoong! Kau telah berjuang ,Aku sangat bahagia!” Siwon langsung mencium kening istrinya. Yoona hanya tersenyum lemah, yah karena ia sudah menahan kontraksi sekitar 2 jam

“Annyong! Ini dokter Yesung, Dokter yang paling tampan dirumah sakit ini” narsis Yesung, yang membuat YoonWon tersenyum. Yesung langsung memberikan bayi itu keperawat menyuruhnya untuk memakaikan handuk pada anak itu.

“ini, Yoong! Cukkhae! Aku turut bahagia” Yesung memberikan anak itu pada Yoona . Dengan senang hati Yoona menyabutnya. Ia tersenyum saat anak itu menggeliat dipelukan Yoona, Yoona mencium kening bayi itu. Begitu juga dengan Siwon ia terlihat bahagia dan mengelus-elus pipi anaknya yang cubby.

 

Yesung memanggil keluarga yang menunggu diluar seperti Keluarga Choi & Im serta ada Yuri yang memang juga menunggu proses kelahiran Yoona, karena ia memang sekertaris Siwon dan ia mengikuti kemana Siwon melangkah saat jam kerja

 

“kau akan memberikan siapa namanya?” Tanya Boa saat melihat cucunya yang kini sudah digendongan Siwon dan mengambilnya dari tangan Siwon.

“Choi Minho yang artinya seseorang yang berkharisma” kata Siwon.

“wah, itu bagus” ujar Hyunbin.

“Annyong Minho. Ini Gomo” sapa Sooyoung pada keponakannya itu

“dia memiliki mata sepertimu Saeng” kata Gongyoo yang menggendong Youngmi #Author narsis terus yee # , anak pertamanya dengan Tiffany yang berumur 5 bulan.

“hidungnya seperti Siwon Oppa” kata Tiffany, yang mencium pipi chubby Minho.

“ Yoong nanti ia jodoh kan dengan anakku ya kalau anakku perempuan” ujar Yuri yang baru masuk

“hm, pasti” Ujar Yoona yang langsung memegang tangan sahabatnya itu, ia sejujrnya sangat tak tega melihat Yuri, bagaimana tidak. Yuri  lenih dulu menikah dengan Yesung tapi mereka belum diberikan keturunan

“Gomawo Oppa” ujar Yoona pada Yesung yang bertindak sebagai dokter yang melahirkan anaknya Yoona

“Bolehkah aku menggendongnya?” Tanya Yuri. Boa pun memberikan Minho pada Yuri.

“Oppa, lihatlah dia manis sekali” Yuri terlihat senang menggendong anak itu. Yesung langsung merangkul istrinya itu dengan sabar,

“nde.. dia manis sekali”

“yaiyalah eomma juga manis” ujar Yoona yang membuat Yuri meletkan lidahnya.semua yang ada disana tertawa melihat tingkah Yoona dan Yuri yang masih seperti dulu, sangat akrab.

 

 

TBC

 

Gimana? Nih saya nyempetin bikin nih FF selama UAS. Awas ya.. kalo nggak ngoment.

Buat semuanya doa’in ya semoga UN ntar aq bisa jawab and semua FF aku selesai dari I Think I love You dan Yesterday, I Saw Your Face And Now… . Coz, tanggal 10 Mei aku udah diasrama L dan rencana mau ikut tes study tour ke Mesir, kairo.

 

Doa’in ya .. moga berhasil J

 

Dan saya juga mau ingatin lagi. Unfollow ya Twitter saya @YoungMiDheExaCi coz tuh dah dihang sama orang. And Follow @EunHaeSiBum

 

Inget ya.. jgn lupa RCL. Wajib itu

 

Buat Echa eonie. Makasih ya,, *kasih permen J

Tinggalkan komentar

128 Komentar

  1. ayhu

     /  Oktober 12, 2014

    Setelah melalui masa kehamilan selam 9 bulan, dan ngidam yg aneh akhirx Yoona melahirkan jg dgn selamat. Moga Yuri cepat nyusul Yoona biar bs ngejodohin Minho ma anakx.

    Balas
  2. Choi Han Ki

     /  Oktober 31, 2014

    wah anaknya yoonwon namja ya… cukkae.. 😀 kira2 kenpa ya yuri bisa blm hamil apa ada masalah sama kandungannya ??

    Balas
  3. Hahaha……… Ada2 saja tingkah Yoona ngidamnya aneh2 saja
    untung saja wonppa sabar menghadapi istrinya
    ff nya benar2 lucu saeng
    sampai skt perutku bacanya

    Balas
  4. hyun hyerin

     /  Desember 27, 2014

    akhirnya choi minho lahir jugaa hahaah

    Balas
  5. Akhirnya yoona melahirkan… Dan siwon pun bebas dr keanehan ngidam yoona hahaha…

    Balas
  6. marsiah

     /  Maret 2, 2015

    Ternyata keanean ngidam nya yoona selama hamil itu karna anak nya laki2 makanya maunya aneh2 buat siwon oppa harus extra sabar.

    Balas
  7. Ceritanya ringan tapi gak bosenin … lucu and pastinya romantis. . . . couple disini aku suka semua. Pas banget.

    Balas
  8. Waaaah selamat yoonwon..😊
    Udah punya baby jangan ampe ribut karna hal yang sepele lagi ya…
    Dan semoga yuri juga cepet dapet momongan..

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: